2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Nasional

Intip Peran Jokowi dalam Pemilihan Kemeja Garis Hitam Putih Ganjar dan Relawan

PIFA, Politik - Bacapres PDIP Ganjar Pranowo memperkenalkan identitasnya dan para pendukungnya dengan mengenakan kemeja garis hitam putih. Ganjar mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki peran di balik pemilihan kemeja tersebut. Seperti yang diketahui, kelompok pendukung pencapresan Ganjar Pranowo kini mulai mengenakan baju berciri khusus, yaitu kemeja bercorak garis-garis hitam-putih. Kemeja ini dikenal sebagai 'baju garis lurus', yang diperkenalkan oleh Relawan Ganjar Pranowo dalam acara Silaturahmi 1 Muharam 1445H di Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (19/7/2023). "Politik itu tidak bisa dilepaskan dari simbol, kita akan bersama-sama serentak memakai baju garis-garis yang sudah kita terima," terang Ketua OC Relawan Ganjar Pranowo, Teddy Wibisana, dikutip PIFA dari detiknews. Para relawan pendukung Ganjar yang hadir kemudian mengambil kemeja mereka dan mengenakannya secara bersamaan. Kemeja tersebut berwarna dasar putih namun memiliki garis-garis vertikal warna hitam. "Ini menandakan satu sikap untuk lurus terhadap cita-cita politik kita. Setuju? Kita lurus pada keinginan-keinginan dan perilaku politik kita. Setuju?" kata Teddy, disambut suara setuju para relawan pendukung Ganjar. Ganjar menyatakan bahwa kemeja ini dirancang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang juga merupakan kader PDIP. Jokowi memiliki peran di balik identitas kemeja ini. "Pak Jokowi memberikan desain baju yang saya pakai ini," ujar Ganjar. Dia menjelaskan, saat berbicara di panggung depan para relawan, suatu ketika dia bertemu dengan Jokowi. Pada kesempatan itu, Jokowi memberikan selembar kertas yang berisi desain kemeja dengan garis-garis hitam-putih. "Sampai pada akhirnya beliau (Jokowi) menyampaikan selembar kertas kepada saya, 'Pak Ganjar, mungkin ini bagus.'," kata Ganjar. "Saya lihat, saya bolak, saya balik, dan yang bagus itu adalah baju yang saya pakai ini," tuturnya sambil tersenyum. Bahkan beliaupun sangat perhatian sampai detail baju sehingga merekomendasikan untuk saya pakai," tandasnya.

Indonesia
| Kamis, 20 Juli 2023
Foto: Intip Peran Jokowi dalam Pemilihan Kemeja Garis Hitam Putih Ganjar dan Relawan | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Nasional

Foto: Pemerintah Tetapkan WFA Saat Lebaran 2026, Perusahaan Diminta Tak Potong Cuti Pegawai | Pifa Net

Pemerintah Tetapkan WFA Saat Lebaran 2026, Perusahaan Diminta Tak Potong Cuti Pegawai

PIFA, Nasional – Pemerintah resmi menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau kerja dari mana saja pada periode libur Lebaran 2026. Kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja swasta, sebagai upaya mengoptimalkan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, skema WFA diberlakukan pada 16 dan 17 Maret 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik. Sementara pada arus balik, WFA diterapkan pada 25, 26, dan 27 Maret 2026. “Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa. Airlangga menegaskan, kebijakan WFA merupakan bagian dari pengaturan kerja fleksibel (flexible working arrangement), bukan penambahan hari libur bagi pekerja. Sejalan dengan itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta perusahaan agar tidak menghitung pelaksanaan WFA sebagai cuti tahunan pegawai. “Pekerja atau buruh yang melaksanakan WFA tetap menjalankan pekerjaan sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Oleh karena itu, pelaksanaan WFA tidak diperhitungkan sebagai cuti tahunan,” ujar Yassierli. Selain itu, Menaker juga menegaskan perusahaan tetap wajib membayarkan upah pekerja selama WFA sesuai dengan upah yang biasa diterima ketika bekerja di kantor atau sesuai kesepakatan kerja. Pengaturan jam kerja serta mekanisme pengawasan pelaksanaan pekerjaan juga diminta untuk disusun sedemikian rupa agar produktivitas tetap terjaga meskipun pekerja tidak berada di kantor. Namun demikian, Menaker menyebut terdapat sejumlah sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFA. Di antaranya sektor kesehatan, perhotelan, pusat perbelanjaan, manufaktur, industri makanan dan minuman, serta sektor esensial lainnya yang berkaitan dengan kelangsungan produksi atau operasional pabrik. Yassierli turut meminta pemerintah daerah dan perusahaan mendukung penerapan WFA demi menjaga produktivitas dan mendorong target pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun 2026. “Hal-hal tersebut selanjutnya akan kami sampaikan melalui surat edaran kepada gubernur, bupati, dan wali kota,” tutur Menaker.

Nasional
| Rabu, 11 Februari 2026

Nasional

Foto: Sengketa Lahan SMAN 13 Bandung Memanas, Aktivitas Belajar Sempat Terancam | Pifa Net

Sengketa Lahan SMAN 13 Bandung Memanas, Aktivitas Belajar Sempat Terancam

PIFA, Jabar - SMAN 13 Bandung kembali menjadi sorotan setelah konflik lahan yang berlangsung sejak 2016 mencapai titik puncak. Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Cibeureum Nomor 52, Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung itu nyaris digembok dan dieksekusi oleh pihak yang mengaku ahli waris, sehingga warga sekolah dan siswa sempat resah. Lahan seluas sekitar 3.785 meter persegi itu tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Kota Bandung dan selama puluhan tahun digunakan untuk kepentingan pendidikan.Berdasarkan dokumen DPKAD Kota Bandung, tanah SMAN 13 merupakan aset negara yang sejak lama digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Namun, sekelompok orang yang mengaku ahli waris Nyimas Entjeh Osah mengajukan gugatan dan menuding puluhan pihak tergugat, termasuk SMAN 13 Bandung dan SDN Cibeureum, menguasai tanah tanpa hak. Mereka menuntut pengosongan objek sengketa tanpa syarat.Wakil Kepala SMAN 13 Bandung, Henhen Suhaeni, mengungkapkan bahwa pihak penggugat mengklaim memiliki bukti bahwa tanah sekolah milik mereka. “Intinya mereka mengaku memiliki bukti bahwa tanah ini milik mereka, mereka mengaku ahli waris. Sementara dari pihak sekolah, bahwa surat gugatan itu tidak jelas, tapi mereka mengaku bisa melakukan eksekusi secara mandiri,” kata Henhen, dilansir dari Detik Jabar. Pernyataan ini memicu kekhawatiran warga sekolah dan orang tua siswa.Pada Kamis (6/2/2026), upaya penggembokan dan eksekusi sempat mengancam SMAN 13 Bandung. Menurut keterangan Henhen, peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB ketika satpam menerima informasi dari pengacara pihak penggugat bahwa mereka akan mengosongkan sekolah karena somasi sebelumnya dianggap tidak ditanggapi. “Saya ditelepon satpam yang menyampaikan ada informasi dari pihak penggugat melalui pengacaranya. Mereka mau mengosongkan sekolah karena sebelumnya sudah ada somasi yang tidak ditanggapi,” ujar Henhen.Setelah negosiasi, rencana penggembokan akhirnya dibatalkan dan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal. Namun, pihak penggugat tetap memasang papan klaim yang menyatakan aset tersebut berada dalam pengawasan ahli waris. Sementara itu, Komisi V DPRD Jawa Barat menegaskan bahwa lahan SMAN 13 jelas merupakan hak milik negara. “Ini jelas hak milik negara!” tegas Siti Muntamah, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat.Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan siap mengambil langkah hukum untuk melindungi aset pendidikan. Ia menegaskan bahwa SMAN 13 Bandung adalah bagian dari aset negara yang harus dipertahankan untuk kepentingan publik. Di sisi lain, pihak sekolah menyatakan jumlah siswa SMAN 13 Bandung telah mencapai lebih dari 1.000 orang, sehingga gangguan aktivitas belajar dapat berdampak luas. “Ini adalah aset Pemkot Bandung,” kata Dadan Sutrisna, Kepala Tata Usaha SMAN 13 Bandung.

Jawa Barat
| Rabu, 11 Februari 2026

Nasional

Foto: Api Abadi Mrapen Grobogan Kembali Menyala Setelah Padam Sebulan Lebih | Pifa Net

Api Abadi Mrapen Grobogan Kembali Menyala Setelah Padam Sebulan Lebih

PIFA, Jateng - Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini kembali menyala setelah sekitar sebulan lebih dalam kondisi padam. Kembalinya nyala api tersebut menjadi kabar gembira bagi warga sekitar maupun pengelola wisata, sekaligus menepis kekhawatiran bahwa fenomena alam ikonik ini akan hilang untuk selamanya.Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rafiqi, mengatakan bahwa api mulai kembali menyala pada Sabtu (7/2/2026) setelah dilakukan pembersihan saluran sumur gas. “Setelah dilakukan penanganan, Sabtu (7/2) Api Abadi Mrapen sudah menyala lagi,” kata Annas, Selasa (10/2/2026).Pembersihan sumur gas dilakukan dengan menyedot lumpur dan air yang menutupi saluran menuju tungku api. Proses ini berlangsung seharian, mulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB, melibatkan satu tukang dan beberapa petugas pengelola. “Kita mulai dari sekitar jam 09.00 WIB sampai 20.00 WIB. Ada satu orang tukang dan dibantu dari pihak kita, jadi sekitar tiga orang untuk membersihkan dua sumur gas,” jelas Annas.​Sebelumnya, api di Mrapen sempat mengecil sejak akhir Desember 2025 dan akhirnya padam pada 1 Januari 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Menurut Annas, malam sebelumnya api masih tampak menyala, sehingga padamnya api mengejutkan pengelola maupun pengunjung. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah meninjau lokasi dan memastikan bahwa sumber gas masih ada, hanya saja aliran gas terhambat karena sumur tertutup lumpur.Kepala Bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, menjelaskan bahwa kondisi ini lebih tepat disebut tekanan gas mengecil, bukan benar‑benar padam. “Prinsipnya pokoknya si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” ujarnya usai peninjauan di Mrapen. Dwi menambahkan bahwa gas penyuplai Api Abadi Mrapen masih cukup melimpah dan akan dilakukan perawatan lanjutan agar aliran gas kembali stabil.Kini tekanan gas dari kedua sumur dinilai sudah kuat dan stabil, sehingga api di tungku kembali tampak jelas dan berpotensi untuk tetap menyala dalam jangka panjang. Annas menyebut akan ada penanganan lanjutan agar saluran gas tidak lagi tersumbat lumpur, termasuk pemantauan rutin dan pemeliharaan berkala.

Jawa Tengah
| Rabu, 11 Februari 2026

Berita Populer

Nasional

Foto: Intip Peran Jokowi dalam Pemilihan Kemeja Garis Hitam Putih Ganjar dan Relawan | Pifa Net

Intip Peran Jokowi dalam Pemilihan Kemeja Garis Hitam Putih Ganjar dan Relawan

PIFA, Politik - Bacapres PDIP Ganjar Pranowo memperkenalkan identitasnya dan para pendukungnya dengan mengenakan kemeja garis hitam putih. Ganjar mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki peran di balik pemilihan kemeja tersebut. Seperti yang diketahui, kelompok pendukung pencapresan Ganjar Pranowo kini mulai mengenakan baju berciri khusus, yaitu kemeja bercorak garis-garis hitam-putih. Kemeja ini dikenal sebagai 'baju garis lurus', yang diperkenalkan oleh Relawan Ganjar Pranowo dalam acara Silaturahmi 1 Muharam 1445H di Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (19/7/2023). "Politik itu tidak bisa dilepaskan dari simbol, kita akan bersama-sama serentak memakai baju garis-garis yang sudah kita terima," terang Ketua OC Relawan Ganjar Pranowo, Teddy Wibisana, dikutip PIFA dari detiknews. Para relawan pendukung Ganjar yang hadir kemudian mengambil kemeja mereka dan mengenakannya secara bersamaan. Kemeja tersebut berwarna dasar putih namun memiliki garis-garis vertikal warna hitam. "Ini menandakan satu sikap untuk lurus terhadap cita-cita politik kita. Setuju? Kita lurus pada keinginan-keinginan dan perilaku politik kita. Setuju?" kata Teddy, disambut suara setuju para relawan pendukung Ganjar. Ganjar menyatakan bahwa kemeja ini dirancang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang juga merupakan kader PDIP. Jokowi memiliki peran di balik identitas kemeja ini. "Pak Jokowi memberikan desain baju yang saya pakai ini," ujar Ganjar. Dia menjelaskan, saat berbicara di panggung depan para relawan, suatu ketika dia bertemu dengan Jokowi. Pada kesempatan itu, Jokowi memberikan selembar kertas yang berisi desain kemeja dengan garis-garis hitam-putih. "Sampai pada akhirnya beliau (Jokowi) menyampaikan selembar kertas kepada saya, 'Pak Ganjar, mungkin ini bagus.'," kata Ganjar. "Saya lihat, saya bolak, saya balik, dan yang bagus itu adalah baju yang saya pakai ini," tuturnya sambil tersenyum. Bahkan beliaupun sangat perhatian sampai detail baju sehingga merekomendasikan untuk saya pakai," tandasnya.

Indonesia
| Kamis, 20 Juli 2023

Nasional

Foto: Nmax Tour Boemi Nusantara: Jelajahi Wisata Sejarah Kota Bengkulu Hingga Wisata Kuliner di Kota Tertua di Indonesia | Pifa Net

Nmax Tour Boemi Nusantara: Jelajahi Wisata Sejarah Kota Bengkulu Hingga Wisata Kuliner di Kota Tertua di Indonesia

PIFA, Nasional – Setelah diperkenalkan pada bulan Juni yang lalu, Yamaha NMAX “Turbo” konsisten mendapatkan respon yang positif dari pecinta skutik premium di tanah air. Model teranyar dari keluarga MAXi ini hadir untuk menjawab keinginan konsumen yang membutuhkan motor kelas premium dengan performa MAXimal yang dikembangkan dengan konsep Evolution: Fun Tech X Prestige X Sporty. Menjawab respon positif tersebut, Yamaha mengadakan touring NMAX Tour Boemi Nusantara yang dimulai pada 25 Juli yang lalu dan kini kembali berlanjut pada seri Sumatra untuk etape Bengkulu – Palembang pada 6 – 8 September 2024. “Setelah Jambi, NMAX Tour Boemi Nusantara kembali dilaksanakan di wilayah Bengkulu dan Palembang. Ini merupakan salah satu cara kami untuk membuktikan keunggulan produk terbaru NMAX ”Turbo” dengan berkendara touring keluar kota seperti YECVT yang menawarkan 2 mode berkendara yaitu T-Mode (Town Commuting) dan juga S-Mode (Sport Touring). Serta impressi Y-Shift yang membantu pengendara meningkatkan akselerasi ataupun deselerasi secara instan dalam 3 tingkatan, Low (1), Medium (2) dan High (3) serta fitur – fitur canggih lainnya akan dapat dirasakan manfaatnya secara lebih optimal. Kondisi perjalanan touring yang berkelok serta memiliki tanjakan yang curam, tentunya akan menguji sejauh mana kemampuan dari NMAX ”Turbo” dalam hal akselerasi, kontrol handling maupun kenyamanan posisi berkendara.” tutur Billy Leonardi, General Manager Yamaha – Thamrin Brothers. Perjalanan etape ini dimulai dari Sentral Yamaha Bengkulu pada (6/9). Total peserta yang mencapai 20 rider berkendara city touring untuk mengenal kondisi motor. Para peserta yang terdiri dari rekan-rekan media dan komunitas ini berkeliling Kota Bengkulu untuk mengunjungi berbagai wisata bersejarah seperti Fort Marlborough, Rumah Pengasingan Soekarno dan Pantai Panjang. Pada sesi hari pertama ini para peserta menikmati bagaimana kenyaman dari NMAX ”Turbo” meliuk-liuk di kepadatan Kota Bengkulu. Keesokannya (7/9) para peserta touring melakoni perjalanan sejauh lebih dari 300 kilometer dan melewati jalur-jalur berkelok, menanjak, dan menurun yang ekstrim khas dataran tinggi Pulau Sumatra. Pemandangan alam yang asri dan memanjakan mata, berikut dengan berbagai destinasi wisatanya yang menarik kembali menjadi suguhan utama para peserta selama melaksanakan touring. Tebing Suban Curup dan Kota Lubuk Linggau menjadi titik destinasi menarik yang akan dilewati oleh para bikers. Selain untuk kembali menguji ketangguhan fitur “TURBO” Riding Mode & “TURBO” Y-Shift menerabas trans lintas Sumatera yang ekstrim, touring kali ini juga akan mengajak para bikers untuk merasakan secara langsung dan memberikan testimoni mereka terhadap handling motor yang nyaman, yang kini juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, mulai dari Traction Control System (TCS), sistem suspensi, dan fitur-fitur lainnya. “Konsumsi bahan bakar pada NMAX ”Turbo” ini cukup mengejutkan, meskipun banyak menggunakan S-Mode konsumsi bahan bakar mencapai 1:45.2 km/liter*, cukup tinggi untuk konsumsi bahan bakar skutik kelas 150cc. Apalagi konsisi jalan yang menanjak dan berkelok tidak mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Selain itu kecepatannya merata disetiap putaran mesin. Bicara handling juga nurut banget untuk meliuk-meliuk di jalan perbukitan. Penggunaan Y-Shift pada kondisi jalan perbukitan juga sangat cocok dan berkendara jadi lebih nyaman. Hal ini juga bisa mengurangi resiko rem skutik blong saat melalui jalan yang menurun karena kerja rem dibantu dengan Y-Shift (deselarasi). Pada perjalanan, speedometer juga terbaca dengan jelas dan menampilkan informasi yang lengkap. Tips untuk menggunakan Y-Shift sebaiknya digunakan secara bertahap pada setiap level untuk dapat merasakan deselarasi yang maksimal.” ungkap Niko Fiandri salah satu media peserta. Selama kurang lebih 2 jam berkendara, rombongan kemudian berhenti sejenak untuk beristirahat sembari menikmati pesona Tebing Suban yang menjadi salah satu titik tertinggi di wilayah Bengkulu.Touring pun kemudian dilanjutkan menuju Lubuk Linggau. Jalan dengan kontur yang memiliki berbagai tikungan patah yang menanjak dan menurun menjadi medan yang sangat menantang bagi para peserta touring dalam perjalanan menuju Lahat. Namun, berkat hadirnya fitur Traction Control System (TCS) para peserta bisa mendapatkan grip yang maksimal pada motor sehingga mencegah terjadinya potensi tergelincir. Apalagi kondisi perjalanan yang hujan deras selama dari Lubuk Linggau menuju ke Lahat menjadi lebih nyaman dikarenakan fitur TCS tersebut. Adapun, sistem suspensi NMAX “TURBO” yang telah dilengkapi dengan Rear Sub-Tank Suspension juga berperan besar dalam menghadirkan kenyamanan handling saat berkendara. Pada hari kedua (8/9), rombongan bergerak menuju Palembang dari Kota Lahat, perjalanan lebih dari 250 km ini melalui Kota Muara Enim dan Prabumulih yang dikenal sebagai salah satu penghasil minyak bumi dan gas alam terbesar di wilayah Sumatera Selatan. Setelah sampai di Kota Palembang, peserta menikmati pesona kota tertua di Indonesia dengan menikmati makanan khas seperti empek-empek, tekwan dan model. Rangkaian touring NMAX Tour Boemi Nusantara di Bengkulu dan Palembang menjadi penutup untuk seri Pulau Sumatra. Setelah ini akan berlanjut pada etape seri Kalimantan yang dimulai dari rute Pontianak – Singkawang – Sambas pada 13 - 14 September mendatang. Untuk bisa mengikuti keseruan aktivitas ini, cek selalu akun Instagram @yamahaindonesia. Untuk melihat spesifikasi lengkap dari varian NMAX “TURBO”, kunjungi juga website www.yamaha-motor.co.id. Tentang NMAX “TURBO” NMAX “TURBO” hadir sebagai varian NMAX generasi terbaru yang dikembangkan dengan konsep Evolution: Fun Tech X Prestige X Sporty. Performa yang semakin garang dengan telah diadopsinya teknologi YECVT** yang menggantikan sistem CVT konvensional, memungkinkan bikers untuk mendapatkan sensasi berkendara “TURBO” melalui aktivasi “TURBO” Y-Shift** dengan 3 tingkatan dan “TURBO” Riding Mode** dengan 2 pilihan mode berkendara (Sport & Town Commuting), yang mampu memberikan performa maksimal secara responsif dan agresif. NMAX “TURBO” juga telah dilengkapi dengan sistem pencahayaan lampu depan FULL LED yang dilengkapi dual projector dengan desain yang lebih sporty dan premium untuk meningkatkan visibilitas saat berkendara. Sistem navigasi dari GARMIN Street Cross** yang ada pada motor juga memudahkan para bikers untuk dapat menampilkan peta digital pada layar TFT Infotainment Display** sebagai petunjuk arah. Tidak kalah penting, NMAX “TURBO” kini telah dilengkapi dengan Electric Power Outlet Type C* yang memungkinkan pengisian ulang smartphone saat melakukan perjalanan jarak jauh. Posisi berkendara yang nyaman dan ergonomis dengan handling yang lebih rigid dan stabil, area pijakan kaki yang luas, serta balutan desain jok baru yang elegan menjadi keunggulan dari NMAX “TURBO” dalam menunjang gaya berkendara yang lebih lincah, terutama ketika bermanuver keluar-masuk tikungan, baik saat berkendara sendiri maupun saat berboncengan. Fitur kapasitas bagasi sebesar 25 liter dan tangki bahan bakar sebesar 7,1 liter juga sangat mendukung kebutuhan para bikers untuk membawa lebih banyak perlengkapan serta daya jelajah yang jauh. *Tergantung kondisi perjalanan dan gaya berkendara ** Hanya tersedia pada tipe tertentu

Palembang
| Rabu, 9 Oktober 2024

Nasional

Foto: Kasatpol PP Makassar Jadi Dalang Pembunuhan Pegawai Dishub, Terlibat Cinta Segitiga! | Pifa Net

Kasatpol PP Makassar Jadi Dalang Pembunuhan Pegawai Dishub, Terlibat Cinta Segitiga!

Berita Nasional, PIFA - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Makassar diamankan oleh Tim Gabungan Polrestabes Makassar dan Polda Sulawesi Selatan pada hari Sabtu (16/4) lalu. Pria berinisial IA tersebut diduga menjadi otak pembunuhan seorang pegawai Dishub Makassar. Dilansir dari Antara, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto menyatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan di rumah terduga pelaku. "Benar kita amankan," ucap Budhi Haryanto melalui pesan singkatnya. Pada saat penangkapan, Kasatpol IA langsung dinaikkan ke mobil Pajero Hitam dan digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani interogasi. "Sekarang masih dalam pemeriksaan, mohon kesabarannya," tambahnya. Penangkapan itu merupakan tindak lanjut penyelidikan kasus penemuan jasad pegawai Dinas Perhubungan Makassar berinisial NS di Jalan Danau Tanjung Bunga pada hari Minggu (3/4) lalu. Sebelumnya, delapan saksi telah diperiksa oleh penyidik Polda Sulsel terkait kasus pembunuhan tersebut. "Saksi yang diperiksa delapan orang. Pertama, saksi yang melihat langsung di TKP, kedua saksi dari keluarga dan pihak rumah sakit (RS Siloam)," jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana. Selain delapan saksi tersebut, kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini. Pasalnya pihak berwajib masih menemukan adanya sejumlah saksi lain termasuk pengemudi ojek online (ojol) yang ketika itu terlihat berada di lokasi dan adanya sebuah kendaraan yang terekam CCTV. "Masih didalami penyidik. Jadi, kita berusaha untuk melakukan pemeriksaan secara profesional. Soal kendaraan yang singgah dan melintas maupun ojol roda dua itu akan segera diperiksa sebagai saksi," tambah Komang. Rekaman CCTV tersebut memperlihatkan kendaraan roda empat berwarna merah dan pengemudi ojol berjaket warna kuning melintasi korban sebelum terjatuh di lokasi kejadian. Penyidik secara profesional masih terus melakukan penyelidikan terkait apa benar mobil merah itu taksi online atau tidak, begitu pula pengemudi ojol berjaket kuning. "Seusai yang ada dalam (rekaman) CCTV, semuanya masih dikembangkan penyidik. Penyidik masih mendalami terkait orang berjaket kuning yang melintasi korban sebelum kejadian," papar Komang. Dilansir dari Tribunnews, sebelum penangkapan IA, polisi terlebih dahulu mengamankan seorang petugas Dishub lainnya berinisial A pada Senin (11/4) lalu. Selain itu, kepolisian juga telah menangkap S dan AKM yang diduga juga terlibat dalam kasus tersebut.  Kombes Pol Budhi Haryanto juga menyatakan bahwa motif pembunuhan tersebut adalah cinta segitiga antara pelaku, korban, dan seorang wanita yang bekerja di Dinas Perhubungan. "Jadi saya ulangi tidak ada teror di Kota Makassar ini, tapi ini adalah motif atau masalah pribadi," tegas Budhi.  Kasus ini bermula dari ditemukannya korban NS yang masih berseragam dinas perhubungan tergeletak di jalan. Oleh keluarganya, NS diduga tewas akibat kecelakaan tunggal. Namun, ketika hendak dikafani, keluarga menemukan adanya lubang di tubuh almarhum yang selanjutnya diketahui bahwa lubang tersebut adalah bekas luka tembakan.  Setelah itu, keluarga sepakat untuk dilakukan otopsi terhadap jasad NS dan polisi menemukan adanya proyektil peluru yang bersarang di bawah ketiak kiri korban. (b) 

Makassar
| Minggu, 17 April 2022

Feeds

Pemerintah Tetapkan WFA Saat Lebaran 2026, Perusahaan Diminta Tak Potong Cuti Pegawai

PIFA, Nasional – Pemerintah resmi menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau kerja dari mana saja pada periode libur Lebaran 2026. Kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja swasta, sebagai upaya mengoptimalkan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, skema WFA diberlakukan pada 16 dan 17 Maret 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik. Sementara pada arus balik, WFA diterapkan pada 25, 26, dan 27 Maret 2026. “Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa. Airlangga menegaskan, kebijakan WFA merupakan bagian dari pengaturan kerja fleksibel (flexible working arrangement), bukan penambahan hari libur bagi pekerja. Sejalan dengan itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta perusahaan agar tidak menghitung pelaksanaan WFA sebagai cuti tahunan pegawai. “Pekerja atau buruh yang melaksanakan WFA tetap menjalankan pekerjaan sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Oleh karena itu, pelaksanaan WFA tidak diperhitungkan sebagai cuti tahunan,” ujar Yassierli. Selain itu, Menaker juga menegaskan perusahaan tetap wajib membayarkan upah pekerja selama WFA sesuai dengan upah yang biasa diterima ketika bekerja di kantor atau sesuai kesepakatan kerja. Pengaturan jam kerja serta mekanisme pengawasan pelaksanaan pekerjaan juga diminta untuk disusun sedemikian rupa agar produktivitas tetap terjaga meskipun pekerja tidak berada di kantor. Namun demikian, Menaker menyebut terdapat sejumlah sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFA. Di antaranya sektor kesehatan, perhotelan, pusat perbelanjaan, manufaktur, industri makanan dan minuman, serta sektor esensial lainnya yang berkaitan dengan kelangsungan produksi atau operasional pabrik. Yassierli turut meminta pemerintah daerah dan perusahaan mendukung penerapan WFA demi menjaga produktivitas dan mendorong target pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun 2026. “Hal-hal tersebut selanjutnya akan kami sampaikan melalui surat edaran kepada gubernur, bupati, dan wali kota,” tutur Menaker.

Nasional
| Rabu, 11 Februari 2026
Foto: Pemerintah Tetapkan WFA Saat Lebaran 2026, Perusahaan Diminta Tak Potong Cuti Pegawai | Pifa Net

Sengketa Lahan SMAN 13 Bandung Memanas, Aktivitas Belajar Sempat Terancam

PIFA, Jabar - SMAN 13 Bandung kembali menjadi sorotan setelah konflik lahan yang berlangsung sejak 2016 mencapai titik puncak. Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Cibeureum Nomor 52, Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung itu nyaris digembok dan dieksekusi oleh pihak yang mengaku ahli waris, sehingga warga sekolah dan siswa sempat resah. Lahan seluas sekitar 3.785 meter persegi itu tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Kota Bandung dan selama puluhan tahun digunakan untuk kepentingan pendidikan.Berdasarkan dokumen DPKAD Kota Bandung, tanah SMAN 13 merupakan aset negara yang sejak lama digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Namun, sekelompok orang yang mengaku ahli waris Nyimas Entjeh Osah mengajukan gugatan dan menuding puluhan pihak tergugat, termasuk SMAN 13 Bandung dan SDN Cibeureum, menguasai tanah tanpa hak. Mereka menuntut pengosongan objek sengketa tanpa syarat.Wakil Kepala SMAN 13 Bandung, Henhen Suhaeni, mengungkapkan bahwa pihak penggugat mengklaim memiliki bukti bahwa tanah sekolah milik mereka. “Intinya mereka mengaku memiliki bukti bahwa tanah ini milik mereka, mereka mengaku ahli waris. Sementara dari pihak sekolah, bahwa surat gugatan itu tidak jelas, tapi mereka mengaku bisa melakukan eksekusi secara mandiri,” kata Henhen, dilansir dari Detik Jabar. Pernyataan ini memicu kekhawatiran warga sekolah dan orang tua siswa.Pada Kamis (6/2/2026), upaya penggembokan dan eksekusi sempat mengancam SMAN 13 Bandung. Menurut keterangan Henhen, peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB ketika satpam menerima informasi dari pengacara pihak penggugat bahwa mereka akan mengosongkan sekolah karena somasi sebelumnya dianggap tidak ditanggapi. “Saya ditelepon satpam yang menyampaikan ada informasi dari pihak penggugat melalui pengacaranya. Mereka mau mengosongkan sekolah karena sebelumnya sudah ada somasi yang tidak ditanggapi,” ujar Henhen.Setelah negosiasi, rencana penggembokan akhirnya dibatalkan dan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal. Namun, pihak penggugat tetap memasang papan klaim yang menyatakan aset tersebut berada dalam pengawasan ahli waris. Sementara itu, Komisi V DPRD Jawa Barat menegaskan bahwa lahan SMAN 13 jelas merupakan hak milik negara. “Ini jelas hak milik negara!” tegas Siti Muntamah, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat.Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan siap mengambil langkah hukum untuk melindungi aset pendidikan. Ia menegaskan bahwa SMAN 13 Bandung adalah bagian dari aset negara yang harus dipertahankan untuk kepentingan publik. Di sisi lain, pihak sekolah menyatakan jumlah siswa SMAN 13 Bandung telah mencapai lebih dari 1.000 orang, sehingga gangguan aktivitas belajar dapat berdampak luas. “Ini adalah aset Pemkot Bandung,” kata Dadan Sutrisna, Kepala Tata Usaha SMAN 13 Bandung.

Jawa Barat
| Rabu, 11 Februari 2026
Foto: Sengketa Lahan SMAN 13 Bandung Memanas, Aktivitas Belajar Sempat Terancam | Pifa Net

Api Abadi Mrapen Grobogan Kembali Menyala Setelah Padam Sebulan Lebih

PIFA, Jateng - Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini kembali menyala setelah sekitar sebulan lebih dalam kondisi padam. Kembalinya nyala api tersebut menjadi kabar gembira bagi warga sekitar maupun pengelola wisata, sekaligus menepis kekhawatiran bahwa fenomena alam ikonik ini akan hilang untuk selamanya.Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rafiqi, mengatakan bahwa api mulai kembali menyala pada Sabtu (7/2/2026) setelah dilakukan pembersihan saluran sumur gas. “Setelah dilakukan penanganan, Sabtu (7/2) Api Abadi Mrapen sudah menyala lagi,” kata Annas, Selasa (10/2/2026).Pembersihan sumur gas dilakukan dengan menyedot lumpur dan air yang menutupi saluran menuju tungku api. Proses ini berlangsung seharian, mulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB, melibatkan satu tukang dan beberapa petugas pengelola. “Kita mulai dari sekitar jam 09.00 WIB sampai 20.00 WIB. Ada satu orang tukang dan dibantu dari pihak kita, jadi sekitar tiga orang untuk membersihkan dua sumur gas,” jelas Annas.​Sebelumnya, api di Mrapen sempat mengecil sejak akhir Desember 2025 dan akhirnya padam pada 1 Januari 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Menurut Annas, malam sebelumnya api masih tampak menyala, sehingga padamnya api mengejutkan pengelola maupun pengunjung. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah meninjau lokasi dan memastikan bahwa sumber gas masih ada, hanya saja aliran gas terhambat karena sumur tertutup lumpur.Kepala Bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, menjelaskan bahwa kondisi ini lebih tepat disebut tekanan gas mengecil, bukan benar‑benar padam. “Prinsipnya pokoknya si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” ujarnya usai peninjauan di Mrapen. Dwi menambahkan bahwa gas penyuplai Api Abadi Mrapen masih cukup melimpah dan akan dilakukan perawatan lanjutan agar aliran gas kembali stabil.Kini tekanan gas dari kedua sumur dinilai sudah kuat dan stabil, sehingga api di tungku kembali tampak jelas dan berpotensi untuk tetap menyala dalam jangka panjang. Annas menyebut akan ada penanganan lanjutan agar saluran gas tidak lagi tersumbat lumpur, termasuk pemantauan rutin dan pemeliharaan berkala.

Jawa Tengah
| Rabu, 11 Februari 2026
Foto: Api Abadi Mrapen Grobogan Kembali Menyala Setelah Padam Sebulan Lebih | Pifa Net

Eks Teknisi Bobol Kabel Grounding 46 SPBU Jakarta–Bogor, Kerugian Capai Rp1 Miliar

PIFA, Jakarta - Sindikat pencurian kabel grounding di 46 SPBU wilayah Jakarta dan sekitarnya berhasil dibongkar Polda Metro Jaya. Tujuh tersangka diamankan, beberapa di antaranya ternyata mantan teknisi yang pernah bertugas memasang kabel di SPBU tersebut. Aksi mereka diduga berlangsung sejak November 2025 dan baru terungkap setelah sejumlah SPBU melaporkan hilangnya kabel penangkal petir di fasilitas mereka.Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa keahlian pelaku sebagai mantan teknisi membuat mereka sangat paham titik‑titik krusial yang bisa dibongkar tanpa menimbulkan kerusakan besar. “Kenapa mereka tahu titiknya dan mereka tahu mana yang harus dipotong atau diambil? Karena mereka pernah memiliki pengalaman bagian daripada orang yang memasang peralatan tersebut,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, dilansir detikcom. Keahlian itu memudahkan mereka menghindari perangkat keamanan dan mempercepat proses pembongkaran kabel grounding di malam hari.Menurut Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, tujuh tersangka terbagi dalam dua kelompok yang bekerja terpisah. “Kelompoknya W, tadi inisial W, dia merekrut teman-temannya tiga orang menjadi empat orang. Kemudian kelompok U, inisial U merekrut temannya dua orang lagi. Sehingga kelompok W empat orang, kelompok U tiga orang, bekerja masing-masing tanpa koordinasi yang dua kelompok ini,” ujar Abdul. Kedua kelompok ini beroperasi secara independen namun menyasar SPBU dengan pola yang serupa, yaitu mencuri kabel grounding setelah jam operasional SPBU berakhir.Total ada 46 lokasi SPBU yang menjadi sasaran sindikat ini, dengan 40 titik berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sisanya tersebar di Karawang dan Bogor. Dalam sejumlah kasus, kabel grounding yang hilang membuat sistem penangkal petir SPBU tidak berfungsi optimal, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna dan karyawan SPBU. Kerugian yang ditaksir akibat pencurian kabel tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar, baik dari nilai material maupun biaya perbaikan sistem keamanan.Iman menambahkan bahwa polisi masih mengembangkan penyidikan untuk melacak jaringan lain yang diduga terlibat, termasuk para penadah kabel hasil curian. “Dalam perkara penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga kami terus mengembangkan pada jaringan‑jaringan lain, begitupun juga terhadap para pelaku penadah hasil kejahatannya. Saat ini, kami sedang melakukan upaya pengembangan ke arah tersebut,” jelasnya. Polisi juga memburu pihak yang membeli kabel bekas dari sindikat ini untuk dijual kembali sebagai logam bekas.Kasus ini mengungkap celah keamanan di fasilitas SPBU yang selama ini dianggap minim risiko pencurian. Para pelaku memanfaatkan pengetahuan teknis dan waktu malam hari untuk menghindari pengawasan satpam maupun kamera pengawas. Pihak kepolisian mengimbau pengelola SPBU untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan audit berkala terhadap instalasi kabel grounding serta penangkal petir.Dengan terungkapnya sindikat ini, Polda Metro Jaya berharap praktik pencurian kabel di fasilitas vital seperti SPBU bisa ditekan. Polisi juga mengingatkan masyarakat dan perusahaan untuk tidak membeli kabel bekas tanpa dokumen resmi, agar tidak turut mendanai jaringan kriminal semacam ini.

Nasional
| Rabu, 11 Februari 2026
Foto: Eks Teknisi Bobol Kabel Grounding 46 SPBU Jakarta–Bogor, Kerugian Capai Rp1 Miliar | Pifa Net

Pandji Pragiwaksono Jalani Sanksi Adat Toraja, Dihukum 1 Babi dan 5 Ayam

PIFA, Nasional - Komika Pandji Pragiwaksono resmi menjalani prosesi sanksi adat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, setelah materi stand‑up‑nya dinilai menyinggung ritual adat Rambu Solo masyarakat Toraja. Dalam sidang adat yang digelar di Tongkonan Layuk Kaero, Pandji dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman berupa penyediaan satu ekor babi serta lima ekor ayam sebagai bentuk denda adat.​Sidang adat ini diikuti 32 perwakilan wilayah adat Toraja dan berlangsung dengan tata tertib yang ketat, termasuk larangan dokumentasi dan siaran langsung selama prosesi berlangsung. Tokoh adat Lewaran Rantelabi menjelaskan, “Disanksi 5 ayam dan 1 babi, bentuk sandi adat yang kami berikan kepada Pandji,” dilansir dari kumparan. Para pemangku adat menegaskan bahwa sanksi ini bukan sekadar hukuman, melainkan upaya memulihkan keseimbangan sosial dan menjaga marwah adat Toraja.Dalam prosesi yang berlangsung formal, Pandji menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para pemangku adat dan perwakilan masyarakat Toraja. Ia juga menjalani mekanisme tanya jawab adat khusus yang dikenal sebagai Ma Buak Burun Mangkaloi Oto, sebuah rangkaian prosesi untuk mengembalikan hubungan yang sempat retak akibat candaan yang dinilai merendahkan ritual pemakaman Rambu Solo.Sebelumnya, lembaga adat Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) sempat mengusulkan sanksi yang jauh lebih berat, berupa denda Rp 2 miliar dan pengorbanan puluhan kerbau serta babi. Namun, dalam perundingan lanjutan dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraja, sanksi tersebut kemudian diringankan setelah Pandji menyatakan kesediaannya datang langsung ke Toraja dan meminta maaf.​Salah satu hakim adat Toraja, Sam Barumbun, mengatakan bahwa ketidaktahuan Pandji terhadap makna mendalam ritual Rambu Solo menjadi salah satu pertimbangan meringankan sanksi. “Ini adalah mekanisme hukum adat untuk memulihkan relasi, martabat, dan keseimbangan sosial yang sempat terganggu,” ujarnya.Prosesi sanksi adat ini juga menjadi sorotan publik sebagai contoh bagaimana masyarakat adat di Indonesia masih memegang teguh nilai‑nilai hukum tradisional, meski berhadapan dengan figur publik dari dunia hiburan nasional. Di satu sisi, banyak pihak memandang langkah Pandji untuk datang dan menjalani sidang adat sebagai bentuk tanggung jawab, sementara di sisi lain, kasus ini memicu diskusi luas soal batas humor dan penghormatan terhadap budaya lokal.Dengan dijatuhkannya sanksi satu babi dan lima ayam, prosesi adat di Toraja diharapkan dapat menutup konflik secara simbolis dan mengembalikan kedamaian hubungan antara komika nasional itu dengan masyarakat Toraja. Bagi masyarakat adat setempat, ini bukan sekadar soal denda, melainkan bagian dari menjaga keutuhan nilai adat yang telah diwariskan turun‑temurun.

Nasional
| Rabu, 11 Februari 2026
Foto: Pandji Pragiwaksono Jalani Sanksi Adat Toraja, Dihukum 1 Babi dan 5 Ayam | Pifa Net

Pandawara Kecewa Sungai yang Dibersihkan Rp100 Juta Kembali Dipenuhi Sampah

PIFA, Nasional - Pandawara Group kembali menarik perhatian publik setelah membagikan video kekecewaan mereka terhadap kondisi sebuah sungai yang pernah mereka bersihkan dengan biaya sekitar Rp100 juta. Dalam unggahan yang viral di media sosial, kelompok pegiat lingkungan itu menunjukkan aliran sungai yang kini kembali dipenuhi tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga, padahal setahun lalu mereka telah menggelar proyek normalisasi dan pembersihan menyeluruh. Pandawara menyebut bahwa upaya mereka tampaknya sia‑sia karena masyarakat kembali membuang sampah ke sungai tanpa rasa tanggung jawab.Dalam video yang diunggah pada Senin (9/2/2026), salah satu anggota Pandawara menyampaikan kekecewaan dengan kalimat, “Pada nyangka gak sungai ini pernah bersih tahun lalu?” Ungkapan itu menegaskan betapa mereka terpukul melihat sungai yang pernah mereka pulihkan kembali berubah menjadi “lautan sampah”. Dilansir dari unggahan resmi Pandawara di Instagram, mereka tidak lagi memviralkan lokasi sungai secara spesifik, namun mengajak publik untuk berpikir lebih sehat dan berhenti mencemari lingkungan.Pandawara menjelaskan bahwa setahun lalu mereka menghabiskan dana sekitar Rp100–106 juta untuk membersihkan sungai tersebut, termasuk biaya alat berat, pengangkutan sampah, dan operasional selama tujuh hari penuh. Dalam kurun waktu itu, mereka berhasil mengangkut ratusan ton sampah dan mengembalikan permukaan sungai ke kondisi yang jauh lebih baik. “Tepat pada satu tahun yang lalu kami habiskan seratus juta rupiah untuk membersihkan sungai ini, kami kembalikan sungai ini menjadi normal,” demikian kutipan yang mereka sampaikan dalam video.Namun, kini kondisi sungai kembali menurun drastis. Pandawara menunjukkan rekaman sungai yang nyaris tidak terlihat airnya karena tertutup sampah plastik, kantong kresek, dan limbah rumah tangga lainnya. Mereka menilai bahwa biaya besar yang dikeluarkan bukan hanya hilang begitu saja, tetapi juga menjadi bukti lemahnya kesadaran lingkungan masyarakat. “Pengkhianatan masyarakat Indonesia terhadap keindahan alam,” begitu Pandawara mendeskripsikan pemandangan sungai yang mereka tangkap.Di balik kekecewaan, Pandawara tetap menekankan bahwa tujuan mereka bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengingatkan. Mereka mengingatkan bahwa pembersihan sungai oleh kelompok mana pun tidak akan berdampak permanen jika perilaku membuang sampah ke sungai tidak diubah.​Pandawara juga menyoroti persoalan sistem pengelolaan sampah yang belum berjalan baik di tingkat rumah tangga. Mereka menilai, selama warga belum membiasakan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, sungai dan badan air lain akan terus menjadi tempat pembuangan akhir. Dalam unggahan lain, mereka sempat menunjukkan warga yang membuang sampah ke sungai bahkan saat pembersihan sedang berlangsung, sebuah adegan yang memicu kemarahan netizen dan menjadi sorotan di berbagai media daring.

Nasional
| Rabu, 11 Februari 2026
Foto: Pandawara Kecewa Sungai yang Dibersihkan Rp100 Juta Kembali Dipenuhi Sampah | Pifa Net

Prabowo Gelar Rapat 4,5 Jam dengan 5 Konglomerat di Hambalang, Bahas Kolaborasi Ekonomi Nasional

PIFA, Nasional - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan lima pengusaha nasional di kediamannya di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung lebih dari 4,5 jam itu berjalan dari sekitar pukul 19.00 WIB hingga mendekati pukul 23.30 WIB, dan diwarnai diskusi mendalam soal arah kebijakan ekonomi serta sinergi pemerintah–swasta ke depan.Lima konglomerat yang hadir antara lain Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma atau Aguan (Agung Sedayu Group). Menurut keterangan resmi yang dilansir melalui unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha besar dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi nasional.​Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan menyerap berbagai masukan langsung dari para pengusaha terkait tantangan serta peluang yang dihadapi dunia usaha. “Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 4,5 jam, dimulai sejak pukul 19.00 hingga sekitar 23.30 WIB,” tulis unggahan tersebut, yang dilansir akun resmi Sekretariat Kabinet.​Para pengusaha yang hadir juga menyampaikan komitmen untuk mendukung visi pemerintah, termasuk dalam hal penciptaan lapangan kerja dan peningkatan investasi di sektor strategis. Salah satu poin yang dibahas adalah penguatan sektor industri dan infrastruktur, agar dapat menyerap tenaga kerja lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.​Pertemuan di Hambalang ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo ingin menjaga komunikasi intensif dengan pelaku usaha besar, setelah sehari sebelumnya ia juga beraudiensi dengan 22 pengusaha anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Dalam pertemuan dengan Apindo, Prabowo menegaskan pentingnya semangat “Indonesia Incorporated”, yaitu kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan ekonomi.Selain soal investasi dan lapangan kerja, pembahasan juga menyentuh isu regulasi dan kemudahan berusaha, termasuk kepastian hukum bagi pelaku usaha besar maupun UMKM. Prabowo disebut meminta masukan langsung dari para konglomerat terkait hambatan yang mereka hadapi di lapangan, agar kebijakan yang diambil ke depan lebih tepat sasaran dan responsif terhadap dinamika ekonomi.​Kehadiran lima nama besar dunia usaha dalam satu meja bersama presiden di Hambalang menimbulkan spekulasi luas di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Namun, pemerintah menegaskan bahwa pertemuan ini murni untuk membangun sinergi dan bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Nasional
| Rabu, 11 Februari 2026
Foto: Prabowo Gelar Rapat 4,5 Jam dengan 5 Konglomerat di Hambalang, Bahas Kolaborasi Ekonomi Nasional | Pifa Net

Paving Mangkrak Disulap Jadi Candi, Warga Banyuwangi Sindir Proyek Jalan yang Mandek

PIFA, Jatim - Di Dusun Tempursari, Desa Sembulungan, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, warga menyulap material paving yang mangkrak menjadi deretan bangunan menyerupai candi di sepanjang jalan kampung. Aksi ini menjadi bentuk protes kreatif terhadap proyek pavingisasi jalan desa yang sudah berhenti berbulan‑bulan tanpa kejelasan kelanjutan.Menurut keterangan warga yang dilansir Detik.com, material paving itu sudah tergeletak di pinggir jalan selama sekitar enam bulan tanpa pernah dipasang. “Masyarakat di sini itu protes ke pemerintah desa. Terutama ini paving sudah enam bulanan tapi berantakan, nggak dipasang‑pasang. Terus warga kecewa dan inisiatif membuat candi seperti ini,” kata Hari.​Warga kemudian berinisiatif menata hampir seluruh batu paving yang berserakan menjadi susunan bangunan menyerupai candi sepanjang sekitar 100 meter di sisi jalan. Menurut penjelasan yang dilansir Nusantara TV, aksi gotong royong itu dilakukan dalam waktu sekitar dua jam dan justru memberi kesan estetik baru di tengah jalan yang sebelumnya sempit dan licin.​Ada makna simbolis di balik bentuk candi yang sengaja dipilih warga. “Kalau ide pembuatan candi ini ada filosofinya. Candi itu kan usianya bisa ratusan bahkan ribuan tahun. Nah, ini mengisyaratkan kalau paving ini usianya sudah lama nggak dipasang‑pasang. Makanya masyarakat kecewa,” sindir Hari.​Warga lain, Ranti Mariana dari Kecamatan Gambiran, mengaku sengaja datang setelah melihat unggahan di media sosial. “Unik ya, makanya penasaran pengin lihat langsung. Ternyata memang ada,” ujarnya. Menurut Ranti, susunan paving berbentuk candi bukan sekadar karya seni, tetapi juga menyampaikan pesan kritik bahwa paving yang sudah lama tergeletak di pinggir jalan seolah ‘abadi’ karena proyek tak kunjung dilanjutkan.​Warga mengaku tidak akan membongkar candi‑candi tersebut hingga proyek pavingisasi kembali dikerjakan oleh pihak desa. Sementara itu, hingga laporan terbit, pihak perangkat desa belum memberikan tanggapan resmi atas aksi protes kreatif ini.​Aksi “candi paving” ini kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian publik luar desa. Di satu sisi, warga ingin jalan mereka segera diperbaiki; di sisi lain, mereka memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan protes dengan cara yang santun namun tajam, sekaligus menunjukkan kreativitas dan semangat gotong royong masyarakat pedesaan.

Jawa Timur
| Selasa, 10 Februari 2026
Foto: Paving Mangkrak Disulap Jadi Candi, Warga Banyuwangi Sindir Proyek Jalan yang Mandek | Pifa Net

Viral Kakek Dituduh Jukir Liar di Jakarta Utara, Ternyata Pensiunan Guru yang Hidup Sebatang Kara

PIFA, Jakarta - Seorang kakek lanjut usia yang sempat viral di media sosial karena dituduh sebagai juru parkir (jukir) liar di Jakarta Utara akhirnya terungkap bukanlah tukang parkir, melainkan seorang pensiunan guru bernama Candra Harahap. Insiden itu terjadi di depan Masjid Al Araf, Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, ketika Candra diusir oleh salah seorang pegawai kedai bakso karena dituduh meminta uang parkir di lokasi usaha mereka.Menurut Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, setelah dilakukan klarifikasi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukapura, Aiptu Sudarmanto, diketahui bahwa Candra Harahap adalah pensiunan guru yang baru resmi pensiun pada tahun 2025. “Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Bapak Candra Harahap, seorang pensiunan guru,” kata Bobi Subasri.Dalam video yang diterima Polsek Cilincing, Candra membantah keras tuduhan bahwa dirinya bekerja sebagai jukir liar. “Saya mah cuma duduk-duduk saja, nggak pernah markir-markir gitu. Tanya aja orang-orang,” ujar Candra dalam rekaman tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian, ia hanya sedang duduk di sekitar lokasi kedai bakso dan tidak pernah meminta uang parkir kepada pengunjung.​Cerita pilu di balik viralnya video itu terungkap ketika Bhabinkamtibmas menemukan Candra sedang memulung atau mencari rongsokan di wilayah RT 03 RW 01 Kelurahan Sukapura. Candra mengaku hidup seorang diri di sebuah kontrakan lantai dua di kawasan Tipar Cakung dengan biaya sewa sekitar Rp250 ribu per bulan. “Sehari‑hari memulung, pendapatan tak tentu. Anak 3, tak ada yang peduli. Ya kita gini aja, daripada nggak makan,” kata Candra dalam percakapan dengan polisi.Selain hidup pas‑pasan, Candra juga mengaku pernah menjadi korban penipuan terkait SK pensiunnya sebagai guru. “Beliau menerangkan bahwa SK pensiun miliknya pernah diagunkan, namun uang yang seharusnya diterima sebesar Rp300 juta diduga telah ditipu oleh pihak lain,” ujar Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri. Pengakuan ini membuat kondisi ekonomi Candra semakin memprihatinkan dan memaksa dirinya bertahan hidup dengan memulung.Saat curhat ke Bhabinkamtibmas, Candra tampak sangat terpukul dan sering menangis mengingat peristiwa yang menimpanya. “Pada saat diminta untuk menceritakan kembali kejadian tersebut, yang bersangkutan tampak sangat terpukul dan sering menangis,” kata Bobi Subasri. Aiptu Sudarmanto bahkan sempat mengajak Candra makan dan mengantar pulang ke rumah kontrakannya setelah berbincang panjang.Kasus ini memicu gelombang simpati di media sosial dan mengingatkan publik agar tidak terburu‑buru menuduh lansia yang sedang duduk atau beraktivitas di area umum sebagai jukir liar tanpa konfirmasi. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih berempati terhadap kelompok rentan, terutama lansia yang hidup sebatang kara dan bergantung pada pekerjaan sampingan seperti memulung.

Jakarta
| Selasa, 10 Februari 2026
Foto: Viral Kakek Dituduh Jukir Liar di Jakarta Utara, Ternyata Pensiunan Guru yang Hidup Sebatang Kara | Pifa Net

Pramono Bercanda ke JK: “Enggak Mau Masuk Gorong‑Gorong, yang Kerja Pikiran dan Otak”

PIFA, Politik - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menjadi sorotan setelah melontarkan candaan soal enggan masuk gorong‑gorong saat kerja bakti massal bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK). Pernyataan itu dilontarkan Pramono di sela kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026), yang diikuti ribuan aparatur sipil negara, petugas PJLP, TNI, Polri, serta warga.Dalam obrolan santai dengan JK, Pramono mengaku tidak nyaman jika harus turun langsung ke gorong‑gorong. Ia lalu bercanda dengan menyebut bahwa dirinya dan JK sama‑sama “dibesarkan dalam teknokrasi”, sehingga lebih nyaman bekerja lewat perumusan kebijakan ketimbang turun ke lapangan. “Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK, ‘Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya enggak mau masuk gorong‑gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya’,” kata Pramono.Komentar itu pun memicu tawa dari JK yang berdiri di sampingnya, menandai suasana kerja bakti yang terasa lebih akrab dan ringan. Meski bercanda, Pramono menegaskan bahwa sebagai kepala daerah ia sebenarnya tetap terbuka untuk sesekali turun langsung melihat kondisi gorong‑gorong. Namun, ia mengaku khawatir hal itu akan mengejutkan wartawan dan publik.“Sekali‑sekali Gubernur masuk gorong‑gorong, saya mau aja Pak (JK). Tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong‑gorong,” ujarnya sambil tertawa. Menyoroti gaya komunikasi Pramono yang lebih mengedepankan peran perencana ketimbang pekerja lapangan.Di balik canda tersebut, Pramono menekankan pentingnya kerja teknis di lapangan yang dilakukan petugas kebersihan, PJLP, dan relawan. Ia mengakui bahwa kebersihan kota tidak bisa hanya diandalkan dari kepala daerah yang turun ke gorong‑gorong, tetapi membutuhkan sistem dan kebijakan yang kuat untuk menjamin pengelolaan sampah dan drainase berjalan baik.Kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” sendiri mencakup pengerukan kali, pembersihan rumput liar, serta pengangkutan sampah dari selokan dan saluran air. Pramono menegaskan bahwa kolaborasi antara aparatur, TNI‑Polri, dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga kota dari banjir dan genangan.

Politik
| Selasa, 10 Februari 2026
Foto: Pramono Bercanda ke JK: “Enggak Mau Masuk Gorong‑Gorong, yang Kerja Pikiran dan Otak” | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Nasional

Foto: Intip Peran Jokowi dalam Pemilihan Kemeja Garis Hitam Putih Ganjar dan Relawan | Pifa Net

Intip Peran Jokowi dalam Pemilihan Kemeja Garis Hitam Putih Ganjar dan Relawan

PIFA, Politik - Bacapres PDIP Ganjar Pranowo memperkenalkan identitasnya dan para pendukungnya dengan mengenakan kemeja garis hitam putih. Ganjar mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki peran di balik pemilihan kemeja tersebut. Seperti yang diketahui, kelompok pendukung pencapresan Ganjar Pranowo kini mulai mengenakan baju berciri khusus, yaitu kemeja bercorak garis-garis hitam-putih. Kemeja ini dikenal sebagai 'baju garis lurus', yang diperkenalkan oleh Relawan Ganjar Pranowo dalam acara Silaturahmi 1 Muharam 1445H di Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (19/7/2023). "Politik itu tidak bisa dilepaskan dari simbol, kita akan bersama-sama serentak memakai baju garis-garis yang sudah kita terima," terang Ketua OC Relawan Ganjar Pranowo, Teddy Wibisana, dikutip PIFA dari detiknews. Para relawan pendukung Ganjar yang hadir kemudian mengambil kemeja mereka dan mengenakannya secara bersamaan. Kemeja tersebut berwarna dasar putih namun memiliki garis-garis vertikal warna hitam. "Ini menandakan satu sikap untuk lurus terhadap cita-cita politik kita. Setuju? Kita lurus pada keinginan-keinginan dan perilaku politik kita. Setuju?" kata Teddy, disambut suara setuju para relawan pendukung Ganjar. Ganjar menyatakan bahwa kemeja ini dirancang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang juga merupakan kader PDIP. Jokowi memiliki peran di balik identitas kemeja ini. "Pak Jokowi memberikan desain baju yang saya pakai ini," ujar Ganjar. Dia menjelaskan, saat berbicara di panggung depan para relawan, suatu ketika dia bertemu dengan Jokowi. Pada kesempatan itu, Jokowi memberikan selembar kertas yang berisi desain kemeja dengan garis-garis hitam-putih. "Sampai pada akhirnya beliau (Jokowi) menyampaikan selembar kertas kepada saya, 'Pak Ganjar, mungkin ini bagus.'," kata Ganjar. "Saya lihat, saya bolak, saya balik, dan yang bagus itu adalah baju yang saya pakai ini," tuturnya sambil tersenyum. Bahkan beliaupun sangat perhatian sampai detail baju sehingga merekomendasikan untuk saya pakai," tandasnya.

Indonesia
| Kamis, 20 Juli 2023

Nasional

Foto: Nmax Tour Boemi Nusantara: Jelajahi Wisata Sejarah Kota Bengkulu Hingga Wisata Kuliner di Kota Tertua di Indonesia | Pifa Net

Nmax Tour Boemi Nusantara: Jelajahi Wisata Sejarah Kota Bengkulu Hingga Wisata Kuliner di Kota Tertua di Indonesia

PIFA, Nasional – Setelah diperkenalkan pada bulan Juni yang lalu, Yamaha NMAX “Turbo” konsisten mendapatkan respon yang positif dari pecinta skutik premium di tanah air. Model teranyar dari keluarga MAXi ini hadir untuk menjawab keinginan konsumen yang membutuhkan motor kelas premium dengan performa MAXimal yang dikembangkan dengan konsep Evolution: Fun Tech X Prestige X Sporty. Menjawab respon positif tersebut, Yamaha mengadakan touring NMAX Tour Boemi Nusantara yang dimulai pada 25 Juli yang lalu dan kini kembali berlanjut pada seri Sumatra untuk etape Bengkulu – Palembang pada 6 – 8 September 2024. “Setelah Jambi, NMAX Tour Boemi Nusantara kembali dilaksanakan di wilayah Bengkulu dan Palembang. Ini merupakan salah satu cara kami untuk membuktikan keunggulan produk terbaru NMAX ”Turbo” dengan berkendara touring keluar kota seperti YECVT yang menawarkan 2 mode berkendara yaitu T-Mode (Town Commuting) dan juga S-Mode (Sport Touring). Serta impressi Y-Shift yang membantu pengendara meningkatkan akselerasi ataupun deselerasi secara instan dalam 3 tingkatan, Low (1), Medium (2) dan High (3) serta fitur – fitur canggih lainnya akan dapat dirasakan manfaatnya secara lebih optimal. Kondisi perjalanan touring yang berkelok serta memiliki tanjakan yang curam, tentunya akan menguji sejauh mana kemampuan dari NMAX ”Turbo” dalam hal akselerasi, kontrol handling maupun kenyamanan posisi berkendara.” tutur Billy Leonardi, General Manager Yamaha – Thamrin Brothers. Perjalanan etape ini dimulai dari Sentral Yamaha Bengkulu pada (6/9). Total peserta yang mencapai 20 rider berkendara city touring untuk mengenal kondisi motor. Para peserta yang terdiri dari rekan-rekan media dan komunitas ini berkeliling Kota Bengkulu untuk mengunjungi berbagai wisata bersejarah seperti Fort Marlborough, Rumah Pengasingan Soekarno dan Pantai Panjang. Pada sesi hari pertama ini para peserta menikmati bagaimana kenyaman dari NMAX ”Turbo” meliuk-liuk di kepadatan Kota Bengkulu. Keesokannya (7/9) para peserta touring melakoni perjalanan sejauh lebih dari 300 kilometer dan melewati jalur-jalur berkelok, menanjak, dan menurun yang ekstrim khas dataran tinggi Pulau Sumatra. Pemandangan alam yang asri dan memanjakan mata, berikut dengan berbagai destinasi wisatanya yang menarik kembali menjadi suguhan utama para peserta selama melaksanakan touring. Tebing Suban Curup dan Kota Lubuk Linggau menjadi titik destinasi menarik yang akan dilewati oleh para bikers. Selain untuk kembali menguji ketangguhan fitur “TURBO” Riding Mode & “TURBO” Y-Shift menerabas trans lintas Sumatera yang ekstrim, touring kali ini juga akan mengajak para bikers untuk merasakan secara langsung dan memberikan testimoni mereka terhadap handling motor yang nyaman, yang kini juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, mulai dari Traction Control System (TCS), sistem suspensi, dan fitur-fitur lainnya. “Konsumsi bahan bakar pada NMAX ”Turbo” ini cukup mengejutkan, meskipun banyak menggunakan S-Mode konsumsi bahan bakar mencapai 1:45.2 km/liter*, cukup tinggi untuk konsumsi bahan bakar skutik kelas 150cc. Apalagi konsisi jalan yang menanjak dan berkelok tidak mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Selain itu kecepatannya merata disetiap putaran mesin. Bicara handling juga nurut banget untuk meliuk-meliuk di jalan perbukitan. Penggunaan Y-Shift pada kondisi jalan perbukitan juga sangat cocok dan berkendara jadi lebih nyaman. Hal ini juga bisa mengurangi resiko rem skutik blong saat melalui jalan yang menurun karena kerja rem dibantu dengan Y-Shift (deselarasi). Pada perjalanan, speedometer juga terbaca dengan jelas dan menampilkan informasi yang lengkap. Tips untuk menggunakan Y-Shift sebaiknya digunakan secara bertahap pada setiap level untuk dapat merasakan deselarasi yang maksimal.” ungkap Niko Fiandri salah satu media peserta. Selama kurang lebih 2 jam berkendara, rombongan kemudian berhenti sejenak untuk beristirahat sembari menikmati pesona Tebing Suban yang menjadi salah satu titik tertinggi di wilayah Bengkulu.Touring pun kemudian dilanjutkan menuju Lubuk Linggau. Jalan dengan kontur yang memiliki berbagai tikungan patah yang menanjak dan menurun menjadi medan yang sangat menantang bagi para peserta touring dalam perjalanan menuju Lahat. Namun, berkat hadirnya fitur Traction Control System (TCS) para peserta bisa mendapatkan grip yang maksimal pada motor sehingga mencegah terjadinya potensi tergelincir. Apalagi kondisi perjalanan yang hujan deras selama dari Lubuk Linggau menuju ke Lahat menjadi lebih nyaman dikarenakan fitur TCS tersebut. Adapun, sistem suspensi NMAX “TURBO” yang telah dilengkapi dengan Rear Sub-Tank Suspension juga berperan besar dalam menghadirkan kenyamanan handling saat berkendara. Pada hari kedua (8/9), rombongan bergerak menuju Palembang dari Kota Lahat, perjalanan lebih dari 250 km ini melalui Kota Muara Enim dan Prabumulih yang dikenal sebagai salah satu penghasil minyak bumi dan gas alam terbesar di wilayah Sumatera Selatan. Setelah sampai di Kota Palembang, peserta menikmati pesona kota tertua di Indonesia dengan menikmati makanan khas seperti empek-empek, tekwan dan model. Rangkaian touring NMAX Tour Boemi Nusantara di Bengkulu dan Palembang menjadi penutup untuk seri Pulau Sumatra. Setelah ini akan berlanjut pada etape seri Kalimantan yang dimulai dari rute Pontianak – Singkawang – Sambas pada 13 - 14 September mendatang. Untuk bisa mengikuti keseruan aktivitas ini, cek selalu akun Instagram @yamahaindonesia. Untuk melihat spesifikasi lengkap dari varian NMAX “TURBO”, kunjungi juga website www.yamaha-motor.co.id. Tentang NMAX “TURBO” NMAX “TURBO” hadir sebagai varian NMAX generasi terbaru yang dikembangkan dengan konsep Evolution: Fun Tech X Prestige X Sporty. Performa yang semakin garang dengan telah diadopsinya teknologi YECVT** yang menggantikan sistem CVT konvensional, memungkinkan bikers untuk mendapatkan sensasi berkendara “TURBO” melalui aktivasi “TURBO” Y-Shift** dengan 3 tingkatan dan “TURBO” Riding Mode** dengan 2 pilihan mode berkendara (Sport & Town Commuting), yang mampu memberikan performa maksimal secara responsif dan agresif. NMAX “TURBO” juga telah dilengkapi dengan sistem pencahayaan lampu depan FULL LED yang dilengkapi dual projector dengan desain yang lebih sporty dan premium untuk meningkatkan visibilitas saat berkendara. Sistem navigasi dari GARMIN Street Cross** yang ada pada motor juga memudahkan para bikers untuk dapat menampilkan peta digital pada layar TFT Infotainment Display** sebagai petunjuk arah. Tidak kalah penting, NMAX “TURBO” kini telah dilengkapi dengan Electric Power Outlet Type C* yang memungkinkan pengisian ulang smartphone saat melakukan perjalanan jarak jauh. Posisi berkendara yang nyaman dan ergonomis dengan handling yang lebih rigid dan stabil, area pijakan kaki yang luas, serta balutan desain jok baru yang elegan menjadi keunggulan dari NMAX “TURBO” dalam menunjang gaya berkendara yang lebih lincah, terutama ketika bermanuver keluar-masuk tikungan, baik saat berkendara sendiri maupun saat berboncengan. Fitur kapasitas bagasi sebesar 25 liter dan tangki bahan bakar sebesar 7,1 liter juga sangat mendukung kebutuhan para bikers untuk membawa lebih banyak perlengkapan serta daya jelajah yang jauh. *Tergantung kondisi perjalanan dan gaya berkendara ** Hanya tersedia pada tipe tertentu

Palembang
| Rabu, 9 Oktober 2024

Nasional

Foto: Kasatpol PP Makassar Jadi Dalang Pembunuhan Pegawai Dishub, Terlibat Cinta Segitiga! | Pifa Net

Kasatpol PP Makassar Jadi Dalang Pembunuhan Pegawai Dishub, Terlibat Cinta Segitiga!

Berita Nasional, PIFA - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Makassar diamankan oleh Tim Gabungan Polrestabes Makassar dan Polda Sulawesi Selatan pada hari Sabtu (16/4) lalu. Pria berinisial IA tersebut diduga menjadi otak pembunuhan seorang pegawai Dishub Makassar. Dilansir dari Antara, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto menyatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan di rumah terduga pelaku. "Benar kita amankan," ucap Budhi Haryanto melalui pesan singkatnya. Pada saat penangkapan, Kasatpol IA langsung dinaikkan ke mobil Pajero Hitam dan digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani interogasi. "Sekarang masih dalam pemeriksaan, mohon kesabarannya," tambahnya. Penangkapan itu merupakan tindak lanjut penyelidikan kasus penemuan jasad pegawai Dinas Perhubungan Makassar berinisial NS di Jalan Danau Tanjung Bunga pada hari Minggu (3/4) lalu. Sebelumnya, delapan saksi telah diperiksa oleh penyidik Polda Sulsel terkait kasus pembunuhan tersebut. "Saksi yang diperiksa delapan orang. Pertama, saksi yang melihat langsung di TKP, kedua saksi dari keluarga dan pihak rumah sakit (RS Siloam)," jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana. Selain delapan saksi tersebut, kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini. Pasalnya pihak berwajib masih menemukan adanya sejumlah saksi lain termasuk pengemudi ojek online (ojol) yang ketika itu terlihat berada di lokasi dan adanya sebuah kendaraan yang terekam CCTV. "Masih didalami penyidik. Jadi, kita berusaha untuk melakukan pemeriksaan secara profesional. Soal kendaraan yang singgah dan melintas maupun ojol roda dua itu akan segera diperiksa sebagai saksi," tambah Komang. Rekaman CCTV tersebut memperlihatkan kendaraan roda empat berwarna merah dan pengemudi ojol berjaket warna kuning melintasi korban sebelum terjatuh di lokasi kejadian. Penyidik secara profesional masih terus melakukan penyelidikan terkait apa benar mobil merah itu taksi online atau tidak, begitu pula pengemudi ojol berjaket kuning. "Seusai yang ada dalam (rekaman) CCTV, semuanya masih dikembangkan penyidik. Penyidik masih mendalami terkait orang berjaket kuning yang melintasi korban sebelum kejadian," papar Komang. Dilansir dari Tribunnews, sebelum penangkapan IA, polisi terlebih dahulu mengamankan seorang petugas Dishub lainnya berinisial A pada Senin (11/4) lalu. Selain itu, kepolisian juga telah menangkap S dan AKM yang diduga juga terlibat dalam kasus tersebut.  Kombes Pol Budhi Haryanto juga menyatakan bahwa motif pembunuhan tersebut adalah cinta segitiga antara pelaku, korban, dan seorang wanita yang bekerja di Dinas Perhubungan. "Jadi saya ulangi tidak ada teror di Kota Makassar ini, tapi ini adalah motif atau masalah pribadi," tegas Budhi.  Kasus ini bermula dari ditemukannya korban NS yang masih berseragam dinas perhubungan tergeletak di jalan. Oleh keluarganya, NS diduga tewas akibat kecelakaan tunggal. Namun, ketika hendak dikafani, keluarga menemukan adanya lubang di tubuh almarhum yang selanjutnya diketahui bahwa lubang tersebut adalah bekas luka tembakan.  Setelah itu, keluarga sepakat untuk dilakukan otopsi terhadap jasad NS dan polisi menemukan adanya proyektil peluru yang bersarang di bawah ketiak kiri korban. (b) 

Makassar
| Minggu, 17 April 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5