Menampilkan Berita Terbaru
Feeds
Spanyol Berpeluang Ukir Rekor Langka jika Juara Piala Dunia 2026
Timnas Spanyol berpeluang mencatatkan rekor langka saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026. La Furia Roja berpotensi menjadi tim pertama yang menjuarai Piala Dunia dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Laga final Spanyol kontra Argentina akan digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) dini hari WIB. Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol baru sekali kebobolan. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Unai Simón terjadi saat mengalahkan Belgia 2-1 di babak perempat final melalui gol Charles De Ketelaere. Selain laga tersebut, Spanyol selalu mencatatkan clean sheet. Tim asuhan tersebut bermain imbang 0-0 melawan Cape Verde, menang 4-0 atas Arab Saudi, mengalahkan Uruguay 1-0, menundukkan Austria 3-0, menyingkirkan Portugal 1-0, dan mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal. Apabila mampu mengalahkan Argentina tanpa kebobolan di partai final, Spanyol akan menjadi juara Piala Dunia pertama yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Sebelumnya, belum pernah ada tim juara Piala Dunia yang mencatatkan rekor tersebut. Catatan terbaik masih dipegang Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 dengan hanya kebobolan dua gol. Pada edisi 2010 di Afrika Selatan, Spanyol kalah 0-1 dari Swiss dan menang 2-1 atas Cile pada fase grup. Setelah itu, La Roja menyapu bersih seluruh pertandingan fase gugur dengan kemenangan 1-0, termasuk saat mengalahkan Belanda di final. Sementara itu, rekor unik juga pernah ditorehkan Swiss pada Piala Dunia 2006. Tim berjuluk La Nati menjadi satu-satunya tim dalam sejarah Piala Dunia yang tersingkir tanpa pernah kebobolan. Saat itu Swiss bermain imbang 0-0 melawan Prancis, menang 2-0 atas Togo dan Korea Selatan di fase grup, lalu kembali bermain 0-0 melawan Ukraina di babak 16 besar sebelum akhirnya kalah melalui adu penalti. Hingga kini, Swiss tetap menjadi satu-satunya tim yang tersingkir dari Piala Dunia tanpa kebobolan satu gol pun selama pertandingan berlangsung.
Sports
| Sabtu, 18 Juli 2026

Guardiola Sebut Tiga Pemain Kunci Spanyol untuk Taklukkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Pelatih Pep Guardiola menjagokan Timnas Spanyol untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Menurutnya, ada tiga pemain yang akan menjadi kunci jika La Furia Roja ingin mengalahkan Argentina di partai final. Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol melawan Argentina di Stadion Los Angeles pada Senin (20/7) dini hari WIB. Guardiola menilai laga tersebut akan berlangsung ketat dan ditentukan oleh detail-detail kecil. Meski demikian, ia melihat Spanyol memiliki peluang besar untuk keluar sebagai juara. Menurut mantan pelatih Manchester City itu, kekuatan lini tengah Spanyol akan menjadi faktor pembeda, terutama jika Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal mampu tampil dalam performa terbaik. "Jika Rodri tampil maksimal di lini tengah bersama Pedri dan Lamine Yamal, Spanyol dapat membuat perbedaan," kata Guardiola, dikutip dari beIN Sports. Guardiola juga memberikan perhatian khusus kepada Lamine Yamal. Meski sempat mengalami cedera dan masih berusia muda, ia menilai pemain tersebut memiliki mental yang kuat untuk menghadapi tekanan di pertandingan besar. "Lamine Yamal sedikit tertinggal dalam hal kondisi fisiknya karena cedera yang baru saja dialaminya. Namun mengingat usianya, dia memiliki kemampuan luar biasa untuk menangani tekanan dan dapat menentukan jalannya pertandingan sendiri," ujarnya. Final kali ini menjadi kesempatan bagi Argentina untuk meraih gelar Piala Dunia ketujuh sekaligus mempertahankan trofi yang diraih pada edisi sebelumnya. Dari enam final yang pernah dijalani, La Albiceleste berhasil menjadi juara sebanyak tiga kali. Sementara itu, Spanyol memburu gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah. La Furia Roja juga datang dengan catatan belum pernah kalah saat tampil di partai final Piala Dunia.
Sports
| Sabtu, 18 Juli 2026

5 Fakta Menarik Jelang Duel Prancis vs Inggris Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 setelah sama-sama gagal melaju ke final. Pertandingan ini juga menjadi momen spesial bagi kedua tim dengan sejumlah catatan menarik yang mengiringinya. Berikut lima fakta menarik jelang duel Prancis kontra Inggris: 1. Laga Terakhir Didier Deschamps Bersama Prancis Pertandingan ini akan menjadi laga ke-187 sekaligus yang terakhir bagi Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis. Selama menukangi Les Bleus, Deschamps mencatatkan rekor 121 kemenangan, 35 hasil imbang, dan 30 kekalahan. 2. Prancis Pertama Kali Tampil di Perebutan Tempat Ketiga Ini merupakan kali pertama Prancis memainkan laga perebutan tempat ketiga di Piala Dunia. Dalam tiga kesempatan sebelumnya saat mencapai semifinal, Les Bleus selalu berhasil melaju ke partai final. 3. Inggris Selalu Kalah di Perebutan Tempat Ketiga Bagi Inggris, ini menjadi penampilan ketiga di perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Pada dua kesempatan sebelumnya, The Three Lions selalu gagal meraih kemenangan, yakni kalah 1-2 dari Italia pada 1990 dan 0-2 dari Belgia pada 2018. 4. Pertemuan Keempat di Piala Dunia Laga ini menjadi pertemuan keempat Prancis dan Inggris di ajang Piala Dunia. Inggris masih unggul dalam rekor pertemuan dengan dua kemenangan, masing-masing pada edisi 1966 dan 1982. Sementara Prancis memenangi pertemuan terakhir pada Piala Dunia 2022. 5. Prancis Lebih Dominan dalam Pertemuan Terbaru Meski Inggris unggul dalam sejarah pertemuan di Piala Dunia, catatan pertemuan secara keseluruhan lebih berpihak kepada Prancis. Dalam sembilan pertemuan terakhir di semua ajang, Inggris hanya sekali menang. Delapan laga lainnya berakhir dengan dua kali imbang dan enam kemenangan untuk Prancis.
Sports
| Sabtu, 18 Juli 2026

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Ditemukan Masuk Negara
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintah akan mendeportasi setiap warga negara Israel yang ditemukan berada di wilayah Malaysia. Kebijakan itu ditegaskan karena Malaysia tidak mengakui maupun menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat menanggapi isu dugaan adanya warga Israel yang memasuki Malaysia menggunakan dua dokumen kewarganegaraan. "Kami sedang menyelidiki. Kami tidak mengizinkannya. Jika ada, tentu saja ada tindakan yang harus diambil. Apabila ada warga negara Israel, mereka akan segera diusir (dari Malaysia) karena kami tidak mengakui (negara) mereka," kata Anwar, Rabu (15/7). Anwar mengatakan seluruh lembaga terkait telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan tersebut. Ia menambahkan kementerian terkait akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan. "Semua lembaga telah melakukan penyelidikan. Saya yakin Menteri Pendidikan Tinggi Datuk Seri Dr. Zambry Abdul Kadir akan memberikan jawaban," ujarnya. Isu tersebut mencuat setelah muncul dugaan sejumlah warga Israel memasuki Malaysia melalui negara bagian Johor dengan menggunakan paspor dari negara lain. Pemerintah Negara Bagian Johor sebelumnya meminta Kementerian Dalam Negeri serta instansi terkait menyelidiki operasional sebuah "Network School" di kawasan Forest City yang diduga diikuti oleh warga negara Israel. Menteri Besar Johor Onn Hafiz Ghazi mengatakan warga Israel tersebut diduga menggunakan paspor negara lain untuk masuk ke Malaysia dan mengikuti program di sekolah tersebut. Dugaan itu memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Malaysia hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten menolak pengakuan terhadap negara tersebut. Karena itu, pemerintah menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan warga negara Israel memasuki wilayah Malaysia.
Internasional
| Sabtu, 18 Juli 2026

Rapat DPRD Riau Berujung Baku Hantam, Partai Golkar Sampaikan Permintaan Maaf
Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau diwarnai kericuhan hingga berujung aksi saling lempar dan baku hantam antaranggota dewan, Kamis (16/7). Keributan terjadi usai rapat sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden bermula dari adu mulut antara kubu Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan yang sama-sama berasal dari Fraksi Partai Golkar. Seorang saksi mata mengatakan cekcok berlangsung secara tiba-tiba sebelum berubah menjadi aksi saling serang. "Cekcok antara kubu Pak Parisman sama Pak Indra Gunawan Eet. Memang, tadi itu tiba-tiba dan langsung cekcok," ujar saksi. Menurutnya, suasana memanas setelah rapat Banggar selesai. Beberapa benda sempat dilempar dan terjadi aksi saling dorong hingga upaya pemukulan. "Ribut sejak rapat Banggar, ya sama-sama Fraksi Golkar kan. Ada yang kena lempar, ada mau kena pukul," katanya. Ketua DPRD Riau Kedersimanto memastikan situasi telah kembali kondusif. Ia menyebut keributan dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua pihak. Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengecam keras tindakan kedua kader partainya. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan yang memalukan. "Memalukan!!!," kata Doli, Jumat (17/7). Doli mengingatkan bahwa anggota legislatif seharusnya memberikan teladan kepada masyarakat dan menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog, bukan kekerasan. "Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa kasih contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik," ujarnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Doli mengatakan keributan diduga bermula ketika Indra Gunawan atau Indra Eet memojokkan Parisman Ikhwan dalam rapat pembahasan anggaran, sehingga memicu emosi. "Saya sudah check, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal, rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi," katanya. Doli juga menyayangkan insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas. Menurutnya, sesama kader Partai Golkar seharusnya menjaga soliditas dan nama baik partai. Ia berharap pimpinan Partai Golkar di Riau segera memanggil kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak berkepanjangan. Sebagai penutup, Doli menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Riau, atas insiden yang terjadi. "Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut," katanya.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Polisi Ungkap Motif Anak Angkat Bunuh Ayah di Nganjuk, Diduga karena Hubungan Tak Direstui
Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan pria berinisial GT atau Gatot Tri Wahyu (52) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Korban diduga dibunuh oleh anak perempuan angkatnya, DM (19), bersama kekasihnya, NJ (28), lalu jasadnya dikuburkan di pekarangan rumah korban. Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan mengatakan DM nekat menghabisi nyawa ayah angkatnya karena sakit hati dan tidak mendapat restu menjalin hubungan dengan sang kekasih. "Korban mengaku mendapat pola asuh keras, baik secara fisik dan verbal dari sang ayah. Emosi itu semakin memuncak, ketika mengetahui bahwa DM adalah anak angkat," kata Didid, Jumat (17/7). Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menyebut pembunuhan tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya. "Ini adalah pembunuhan berencana. Jadi, sebelum mengeksekusi sudah direncanakan," ujar Sukaca. Menurutnya, DM merupakan otak utama di balik aksi tersebut. Rencana pembunuhan mulai disusun sejak Sabtu (11/7). "Yang punya ide, inisiatif, merencanakan, tersangka DM sehingga otaknya tersangka DM," katanya. Polisi menjelaskan eksekusi dilakukan pada Senin (13/7) sore di rumah korban. Aksi bermula ketika korban dibekap dan dijegal hingga terjatuh. Saat korban tidak berdaya, DM diduga memukul kepala korban menggunakan palu sebanyak tiga kali, sementara NJ memegang kaki korban. Setelah itu, DM diduga menusuk perut dan menyayat leher korban hingga meninggal dunia. Jasad korban kemudian dipindahkan dan dikuburkan di samping rumah. Keberadaan jasad Gatot baru terungkap pada Rabu (15/7), ketika warga bersama perangkat desa mencari korban yang beberapa hari tidak terlihat. Jasad ditemukan terkubur di bawah gundukan tanah di pekarangan rumahnya. Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi menangkap kedua tersangka di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (16/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain cangkul, sepeda motor, telepon genggam, pakaian milik tersangka, terpal, pakaian korban, serta beberapa utas tali. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolres Nganjuk. Mereka dijerat Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Polisi Temukan Senjata Api di Balkon
Seorang pria berinisial WH (47), yang diduga merupakan bos sebuah perusahaan, ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/7) malam. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga menemukan sebuah senjata api di balkon kamar hotel yang ditempati korban. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan korban diketahui menginap di hotel tersebut dan sempat ditemani seorang saksi sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. "Bapak ini kan menginap di hotel. Terus di hotel ditemani sama saksi. Terus dicek ternyata ya meninggal dunia," kata Joko kepada wartawan, Jumat (17/7). Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap korban tengah menghadapi persoalan rumah tangga dengan istrinya. Menurut Joko, korban sempat merasa bersalah dalam hubungan tersebut. Meski demikian, komunikasi antara korban dan istrinya disebut telah membaik. Keduanya bahkan berencana memperbaiki hubungan rumah tangga mereka. "Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki," ujarnya. Pada hari kejadian, korban diantar sopir menuju hotel dan memutuskan menginap. Sopir kemudian menunggu di area parkir hotel. Tak lama kemudian, istri korban datang ke hotel setelah menerima pesan WhatsApp yang berisi permintaan maaf dari suaminya. Rasa curiga terhadap isi pesan tersebut membuat sang istri memutuskan mendatangi lokasi. "Iya, justru itu, sempat minta maaf. Kemudian kan WA, kemudian, istri kan curiga, istri datanglah ke hotel," kata Joko. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami temuan senjata api di balkon kamar hotel tersebut.
Nasional
| Sabtu, 18 Juli 2026

Febrie Adriansyah Rampung Diperiksa 11 Jam, Tak Ditahan Kejagung
Kejaksaan Agung (Kejagung) telah merampungkan pemeriksaan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait PT Asabri. Kuasa hukum Febrie, Hotman Paris Hutapea, mengatakan kliennya menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Selama hampir 11 jam pemeriksaan, penyidik mengajukan 18 pertanyaan. "Hari ini sudah di-BAP tadi dari jam sembilan sampai baru selesai. Ada 18 pertanyaan. 18 pertanyaannya sudah dijawab dengan baik," kata Hotman dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (17/7). Hotman menjelaskan pemeriksaan kali ini hanya berkaitan dengan perkara dugaan korupsi PT Asabri. Menurutnya, penyidik belum mendalami dua perkara lain yang juga menyeret nama Febrie, yakni dugaan korupsi di PT Krakatau Steel dan pengadaan batu bara untuk PLTU. Ia juga menyampaikan bahwa penyidik memutuskan tidak melakukan penahanan terhadap kliennya usai pemeriksaan. "Kesimpulannya tidak ada penahanan. Diperiksa sebagai tersangka dan tidak ada penahanan hari ini. Hari ini hanya sebatas kepada kasus PT Asabri," ujarnya. Secara terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan keputusan mengenai penahanan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik. "Itu semua kewenangan penyidik yang mempunyai pertimbangan," kata Anang. Sebelumnya, Kejagung menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik) baru terkait dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU yang menjerat Febrie Adriansyah. Menurut Anang, penerbitan Sprindik tersebut merupakan tindak lanjut atas pengalihan penanganan perkara dari kepolisian. Tiga perkara yang disidik meliputi dugaan korupsi dan TPPU terkait PT Krakatau Steel, pengadaan batu bara PLTU untuk PLN yang mengakibatkan pemadaman listrik (blackout), serta perkara PT Asabri. Dalam kasus tersebut, penyidik menetapkan dua tersangka, yakni Febrie Adriansyah dan Don Ritto dari pihak swasta. Don Ritto diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Sementara Febrie diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi dan/atau TPPU dalam proses penanganan hukum terhadap oknum penyelenggara negara pada perkara PT Asabri maupun perkara dugaan korupsi lainnya.
Nasional
| Sabtu, 18 Juli 2026

Polisi Selidiki Insiden Delapan Siswi Tenggelam di Garut, Satu Meninggal Dunia
Polres Garut menyelidiki insiden tenggelamnya delapan siswi MTs Miftahul Ulum Cigedug saat berenang di kolam penampungan mata air di Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam peristiwa tersebut, satu siswi meninggal dunia, sedangkan tujuh lainnya berhasil diselamatkan. Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengatakan polisi telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, mulai dari memeriksa saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga memasang garis polisi di lokasi. "Sudah dilakukan pemeriksaan kepada saksi, olah TKP (tempat kejadian perkara), pemasangan police line," kata Adhi saat dihubungi, Jumat (17/7). Menurut Adhi, peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/7) siang setelah para siswi mengikuti kegiatan tadabur alam yang diselenggarakan sekolah. Usai kegiatan tersebut, delapan siswi memutuskan berenang di kolam penampungan mata air. "Setelah selesai kegiatan tadabur alam, para pelajar berenang," ujarnya. Dalam kejadian itu, seorang siswi bernama Siti Jamilah (14), siswa kelas IX asal Kecamatan Cigedug, dinyatakan meninggal dunia setelah tenggelam. Sementara tujuh siswi lainnya berhasil diselamatkan. "Tujuh pelajar lainnya dapat diselamatkan, sedangkan korban tenggelam dan dinyatakan meninggal dunia," kata Adhi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan dan tidak ditemukan unsur pidana. "Tidak ada (unsur pidana), murni kecelakaan," ujarnya. Adhi menambahkan, pihak keluarga korban juga tidak menghendaki kasus tersebut diproses secara hukum dan menganggap insiden itu sebagai musibah. "Pihak keluarga tidak mau melaporkan dan menganggap kejadian ini sebagai musibah atau takdir," katanya. Saat ini, polisi masih memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Air di kolam penampungan mata air juga telah dikosongkan untuk mencegah masyarakat memasuki area selama proses penanganan berlangsung.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Polisi Pastikan Emas 74 Kg yang Disita dari Rumah Febrie Adriansyah Asli
Polda Metro Jaya memastikan emas seberat 74 kilogram yang disita dari rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan emas asli. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pengujian oleh Pegadaian. "Intinya emas itu asli dari hasil uji oleh Pegadaian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/7). Selain emas, Budi menyebut uang tunai yang turut disita dalam pecahan dolar Amerika Serikat dan rupiah juga telah dipastikan keasliannya. Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap uang dolar Singapura masih menunggu surat resmi dari laboratorium berwenang. "United States Secret Service dan FBI menyatakan ada suratnya, genuine, asli. Terus rupiah dari BI juga itu asli. Nah, tinggal surat yang dari lab terkait tentang SGD. Tapi secara umum asli itu," ujarnya. Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik) baru terkait dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Febrie Adriansyah. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan penerbitan tiga Sprindik tersebut merupakan tindak lanjut atas pengalihan penanganan perkara dari kepolisian. Tiga perkara yang kini disidik meliputi dugaan korupsi dan TPPU terkait PT Krakatau Steel, pengadaan batu bara PLTU untuk PLN yang mengakibatkan pemadaman listrik (blackout), serta perkara PT Asabri. Dalam kasus tersebut, penyidik telah menetapkan dua tersangka, yakni Febrie Adriansyah dan Don Ritto dari pihak swasta. Don Ritto diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Sementara Febrie diduga terlibat dalam dugaan korupsi dan/atau TPPU dalam proses penanganan hukum terhadap oknum penyelenggara negara pada perkara PT Asabri maupun perkara dugaan korupsi lainnya. Untuk menangani perkara tersebut, Kejagung juga membentuk tim khusus yang terdiri atas sembilan jaksa senior, sebagian besar merupakan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Nasional
| Sabtu, 18 Juli 2026

Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Pengacara Hotman Paris Hutapea mengaku telah resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pernyataan itu disampaikan Hotman saat mendatangi Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (17/7). "Resmi [ditunjuk] surat kuasa [diserahkan] pagi ini," kata Hotman. Ia menjelaskan kedatangannya ke Kejagung bertujuan memastikan apakah kliennya benar telah menerima panggilan pemeriksaan dari penyidik. "Baru mau nanya ada enggak panggilannya," ujarnya. Pada hari yang sama, Febrie menjalani pemeriksaan di Kejagung sebagai tersangka. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan perkara dugaan korupsi dan TPPU dalam kasus PT Asabri. "Penyidik Kejagung telah memanggil saudara FA untuk diperiksa sebagai tersangka," ujar Anang. Kejagung diketahui telah menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik) baru terkait dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie. Menurut Anang, penerbitan Sprindik tersebut merupakan tindak lanjut atas pengalihan penanganan perkara dari kepolisian. Tiga penyidikan itu meliputi dugaan korupsi dan TPPU terkait PT Krakatau Steel, pengadaan batu bara PLTU untuk PLN yang mengakibatkan pemadaman listrik (blackout), serta perkara PT Asabri. Selain Febrie, penyidik juga menetapkan Don Ritto dari pihak swasta sebagai tersangka. Don diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Sementara itu, Febrie diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi dan/atau pencucian uang dalam proses penanganan hukum terhadap oknum penyelenggara negara pada perkara PT Asabri maupun perkara dugaan korupsi lainnya. Untuk menangani perkara tersebut, Kejagung juga membentuk tim khusus yang beranggotakan sembilan jaksa senior, yang sebagian besar pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tim ini ditugaskan menangani penyidikan kasus yang menjerat Febrie Adriansyah.
Politik
| Sabtu, 18 Juli 2026








