2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Menampilkan Berita Terbaru

Feeds

Yamaha Siapkan Promo dan Layanan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026

PIFA, Otomotif - Menjelang periode mudik Lebaran 2026, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyiapkan strategi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga penguatan layanan purna jual. Momentum Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi dimanfaatkan Yamaha untuk menjaga daya tarik produk sekaligus memastikan konsumen tetap merasa aman dan nyaman. Public Relation, YRA & Community Manager Yamaha Indonesia, Rifki Maulana, mengatakan perusahaan tetap menghadirkan berbagai program promosi di sejumlah wilayah untuk mendorong penjualan. Skema promo tersebut disesuaikan dengan karakter pasar di masing-masing area. “Beberapa area kami juga ada promo pasti,” ujar Rifki saat ditemui di sela kegiatan Yamaha Classy Fun Day, Minggu (15/2/2026). Meski demikian, Yamaha menegaskan tidak secara khusus mendorong penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik jarak jauh. Faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama, mengingat risiko perjalanan jauh menggunakan sepeda motor. Namun, bagi konsumen yang tetap memilih mudik dengan motor, Yamaha memastikan dukungan teknis tetap tersedia. “Walaupun kami tidak menyarankan untuk mudik menggunakan motor, tapi kami tetap menyediakan bengkel jaga, pos jaga, untuk mendukung rekan-rekan komunitas dan konsumen,” jelasnya. Keberadaan bengkel siaga dan pos jaga menjadi bagian dari strategi layanan Yamaha selama periode Lebaran. Fasilitas tersebut disiapkan di sejumlah titik strategis guna membantu konsumen yang membutuhkan perawatan ringan, pemeriksaan kendaraan, hingga penanganan darurat. Langkah ini dinilai penting untuk membangun loyalitas sekaligus memperkuat persepsi positif terhadap merek Yamaha. Menurut Rifki, program layanan ini tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk Yamaha secara menyeluruh. Dukungan teknis yang mudah diakses selama musim mudik diharapkan memberi rasa tenang bagi pengguna. “Mungkin dengan program-program seperti itu bisa menambah keyakinan untuk menggunakan produk kami,” tambahnya. Dari sisi penjualan, Yamaha mengakui tren peningkatan permintaan umumnya terjadi menjelang Lebaran. Namun, capaian tersebut tetap bergantung pada dinamika pasar secara keseluruhan, termasuk daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi. “Tergantung market sih ya. Tahun lalu sih naik,” ungkap Rifki. Dengan memadukan program promosi dan penguatan layanan purna jual selama periode Lebaran, Yamaha berupaya menjaga daya saing di tengah persaingan industri roda dua yang kian ketat. Strategi ini menegaskan bahwa momentum musiman seperti Lebaran tidak hanya dimanfaatkan untuk mendorong transaksi, tetapi juga memperkuat relasi jangka panjang dengan konsumen.

Teknologi
| Jumat, 27 Februari 2026
Foto: Yamaha Siapkan Promo dan Layanan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026 | Pifa Net

Yamaha MT-07 Belum Dijual di Indonesia, Kendala Regulasi Jadi Alasan Utama

PIFA, Otomotif - Pasar motor gede (moge) di Indonesia memang relatif terbatas dibandingkan segmen skutik maupun sport 150–250 cc. Meski begitu, ceruk konsumen untuk moge berstatus CBU (Completely Built Up) tetap ada, termasuk untuk model Yamaha MT-07 yang hingga kini belum dipasarkan secara resmi di Tanah Air. Menariknya, MT-07 sejatinya sudah diproduksi di Indonesia untuk kebutuhan ekspor ke Eropa. Namun, meskipun lini produksinya berada di dalam negeri, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum memasukkan model tersebut ke pasar domestik. Manager Public Relation, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan disebabkan minimnya minat pasar ataupun pertimbangan harga jual. Menurutnya, kendala utama terletak pada aspek kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia. “Ya memang MT-07 untuk varian yang selain YMT itu memang sudah full produksi di Indonesia. Sebenarnya bukan masalah mau jual atau belum, tapi memang bahwa Yamaha itu perusahaan yang sangat taat terhadap compliance dan spek-spek motor tersebut memang belum masuk sesuai sambungan regulasi yang ada di Indonesia,” ujar Rifki di Bandung beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, sebuah model motor hanya dapat dipasarkan secara resmi apabila seluruh spesifikasi teknisnya telah sesuai dengan regulasi nasional. Mulai dari aturan jalan raya, sertifikasi SNI, hingga ketentuan teknis lainnya menjadi faktor penentu. Sebagai pembanding, Rifki menyinggung kehadiran Yamaha TMAX yang belum lama ini resmi dijual di Indonesia. Menurutnya, TMAX telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi sehingga dapat dipasarkan tanpa hambatan. “Dan kenapa sekarang T-Max itu juga sudah bisa dijual? Ya karena memang T-Max itu sudah comply dengan road regulation, SNI, dan lain-lainnya, seperti itu,” jelasnya. Sementara itu, meskipun MT-07 diproduksi di Indonesia untuk pasar ekspor, spesifikasinya dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan domestik. “Sedangkan kenapa MT-07 belum kita jual ya? karena memang belum comply ya itu. Tadi balik ke apa namanya policy yang strictly sama dengan compliance, makanya Yamaha belum jual MT-07,” tambah Rifki. Ia juga menepis anggapan bahwa Yamaha enggan menjual moge CBU karena faktor harga yang dianggap terlalu tinggi. Rifki mencontohkan respons pasar terhadap TMAX yang tetap tinggi meski berada di segmen premium. “Enggak sih, bahkan sudah dibuktikan kan bahwa di T-Max dengan harga segitu pun kami buka inden online, first batch-nya sudah langsung sold out. Jadi lebih ke arah si policy sih,” tegasnya. Dengan demikian, peluang kehadiran Yamaha MT-07 di Indonesia sejatinya masih terbuka. Namun, realisasinya sangat bergantung pada penyesuaian spesifikasi teknis agar sesuai dengan regulasi nasional. Bagi penggemar moge Yamaha, keputusan tersebut kini lebih ditentukan oleh kepatuhan regulatif ketimbang persoalan daya beli pasar.

Jakarta
| Jumat, 27 Februari 2026
Foto: Yamaha MT-07 Belum Dijual di Indonesia, Kendala Regulasi Jadi Alasan Utama | Pifa Net

Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX

PIFA, Otomotif - Setelah menorehkan perjalanan bersejarah dari Indonesia menuju Mekkah, Arab Saudi menggunakan Yamaha XMAX generasi pertama selama tujuh bulan melintasi 12 negara sejauh lebih dari 27.000 kilometer, Anshar—akrab disapa Om Daeng—kembali melanjutkan petualangan berkendaranya di tanah air. Kali ini, Om Daeng menjelajahi kampung halamannya di Pulau Sulawesi dengan Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru dalam touring bertajuk Jelajah Sulawesi. Perjalanan berlangsung selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer dan melintasi 69 kabupaten/kota. Touring dimulai dari Makassar dan menempuh rute panjang yang menghubungkan berbagai kota di Sulawesi, antara lain Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang, hingga Toraja. Sepanjang perjalanan, Om Daeng menghadapi beragam karakter jalan, mulai dari jalur pesisir pantai, jalan antar kota, hingga medan pegunungan yang menantang. Misi Sosial di Setiap Provinsi Lebih dari sekadar touring, Jelajah Sulawesi juga membawa misi sosial. Di setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri berbagi dengan yayasan dan panti asuhan. Di Baubau, ia membagikan sembako ke yayasan panti asuhan setempat. Di Kotamobagu, bantuan sembako dan mainan anak-anak disalurkan ke pondok pesantren. Sementara di Palu, bantuan berupa sembako dan alat tulis diberikan kepada yayasan panti asuhan. Perjalanan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar biker MAXI Yamaha di Sulawesi. Sambutan hangat komunitas di hampir setiap kota menjadi energi tersendiri sepanjang perjalanan. “Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha,” ungkap Om Daeng. Jalur Menantang dan Panorama Indah Tantangan terberat dirasakan saat melintasi jalur Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah. Jalur pegunungan sempit dengan tanjakan, turunan panjang, serta tikungan teknikal menguji fokus dan stamina. “Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” jelasnya. Sementara jalur paling indah menurut Om Daeng adalah rute Amurang–Kotamobagu yang menyuguhkan panorama khas Sulawesi Utara, memadukan pesisir teluk dengan pegunungan sejuk. Performa XMAX TECHMAX Kian Mantap Dibandingkan generasi sebelumnya, Om Daeng merasakan peningkatan signifikan pada XMAX TECHMAX terbaru, terutama dari sisi handling dan kelincahan. “Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat,” ujarnya. Fitur navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi pada panel TFT meter menjadi andalan selama touring jarak jauh. Jok model Eropa dengan sandaran lumbar support juga memberi kenyamanan ekstra saat menempuh ribuan kilometer. Lanjut ke Nusa Tenggara Timur Usai menuntaskan Jelajah Sulawesi, Om Daeng bersiap melanjutkan ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur. Ia dijadwalkan menyeberang dari Pelabuhan Bira menuju Labuan Bajo untuk meneruskan misi eksplorasi dan berbagi. Konsistensi, kepedulian sosial, dan ketangguhan berkendara menjadikan perjalanan ini bukan sekadar menaklukkan jarak, melainkan menghadirkan makna di setiap kilometer yang ditempuh Om Daeng bersama skutik MAXI Yamaha.

Jakarta
| Kamis, 26 Februari 2026
Foto: Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX | Pifa Net

Transformasi Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Urban Rally 80-an, Ekspresi Gaya Anak Muda Perkotaan

PIFA, Otomotoif - Bagi banyak pengendara muda di perkotaan, modifikasi sepeda motor bukan sekadar meningkatkan performa atau tampil beda, melainkan medium ekspresi selera, gaya hidup, hingga identitas diri. Hal itu tercermin dari transformasi Yamaha Grand Filano Hybrid milik Adega Anggayasta yang disulap menjadi skutik bergaya Urban Rally 80-an dengan tampilan nyentrik dan ikonik. Motor tersebut dimodifikasi oleh Rainbow Moto Builder, modifikator lokal yang dikenal dengan sentuhan khas motor klasik yang disesuaikan dengan karakter pengendaranya. Mengusung konsep Urban Rally, modifikasi ini terinspirasi dari dunia rally era 1980-an yang identik dengan warna berani, grafis kontras, serta penggunaan part fungsional khas motor balap lintas medan. Adega, yang juga founder komunitas Kalcer Skuter, sukses menerjemahkan nuansa retro rally ke dalam skutik anak muda masa kini. Perpaduan warna hijau tosca, ungu, dan oranye dengan grafis kuning sebagai latar identitas rally menjadi daya tarik utama pada bodi motor. Desain retro-modern Grand Filano Hybrid dinilai fleksibel untuk eksplorasi gaya berani tanpa meninggalkan fungsi harian. “Sejak awal melihat Grand Filano Hybrid, saya sudah merasa cocok banget untuk dimodifikasi dengan berbagai gaya. Saya ingin mencari konsep yang berbeda atau belum ada sebelumnya sehingga lahirlah konsep Urban Rally yang punya karakter kuat, berani, tetapi tetap cocok untuk dipakai harian di perkotaan,” ujar Adega Anggayasta. Proses modifikasi memakan waktu sekitar satu bulan. Tak hanya mengejar tampilan visual, Adega dan tim juga memastikan motor tetap nyaman serta fungsional untuk digunakan sehari-hari. Double Seat with Back Rest Salah satu ubahan paling mencolok terdapat pada sektor jok. Jok standar diganti dengan model double seat berwarna ungu yang dilengkapi backrest. Menariknya, headrest yang digunakan berasal dari jok mobil Daihatsu Feroza, menghadirkan tampilan unik sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara. Dual Purpose Tire Pada bagian roda, motor ini menggunakan ban dual purpose yang mendukung berbagai kondisi jalan. Pemilihan ban tersebut selaras dengan konsep rally yang tangguh, namun tetap nyaman untuk aktivitas harian seperti community ride, sunmori, hingga nongkrong. Performa mesin Blue Core Hybrid 125 cc yang irit dan bertenaga semakin menunjang karakter all-terrain tersebut. Custom Retro Headcover Bagian depan tampil berbeda berkat custom retro headcover bergaya rally 80-an dengan desain tegas dan mini visor smoke. Kombinasi warna tosca dan ungu pada area batok lampu memperkuat karakter Urban Rally yang bold. Front rack berwarna ungu turut dipasang rapi dan menyatu dengan keseluruhan konsep. Rally Stripping Identitas Urban Rally dipertegas melalui rally stripping bernuansa hijau tosca, ungu, oranye, putih, dan kuning. Grafis disusun mengikuti lekukan bodi agar terlihat proporsional dan dinamis. Angka “06” berwarna hitam dengan font ikonik serta tulisan “All Terrain” semakin memperkuat tampilan rally look yang standout namun tetap stylish untuk penggunaan harian. Manager Public Relation, YRA & Community Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Rifki Maulana, menyebut modifikasi ini semakin menegaskan identitas Grand Filano Hybrid sebagai skutik anak muda urban kalcer. “Grand Filano Hybrid punya desain timeless dan fleksibel untuk dimodifikasi dengan karakter kuat, sehingga mampu menjembatani inspirasi retro dengan kebutuhan generasi muda yang dinamis dan fashionable,” ujarnya. Skutik Fashionable dan Functional Grand Filano Hybrid dikenal sebagai skuter matik yang mengedepankan sisi fashionable dan functional. Model ini dibekali teknologi Blue Core Hybrid 125 cc, TFT Sub Display pada speedometer, lampu Full LED, serta Smart Key System. Fitur Smart Front Refuel memudahkan pengisian bahan bakar, didukung kapasitas bagasi 27 liter yang tergolong besar di kelasnya. Selain itu, tersedia Electric Power Socket dengan USB Type A untuk menunjang konektivitas pengendara. Perpaduan desain elegan, fitur modern, dan fleksibilitas modifikasi menjadikan Yamaha Grand Filano Hybrid sebagai kanvas ideal bagi anak muda urban yang ingin tampil kalcer dan fashionable dalam setiap aktivitas.

Jakarta
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Transformasi Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Urban Rally 80-an, Ekspresi Gaya Anak Muda Perkotaan | Pifa Net

Yamaha Fazzio Lite Version Meluncur di Thailand, Lebih Murah Tanpa Y-Connect

PIFA, Otomotif - Yamaha Motor menghadirkan varian baru dari keluarga Classy dengan meluncurkan Yamaha Fazzio Lite Version di Thailand. Skuter matik bergaya retro-modern ini diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau, dengan selisih harga sekitar Rp600 ribuan dibandingkan versi reguler. Mengutip laporan Greatbiker, varian Lite dirancang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa memangkas banyak fitur utama. Perbedaan paling mencolok terletak pada absennya fitur Y-Connect, teknologi konektivitas yang memungkinkan motor terhubung dengan ponsel pintar untuk menampilkan notifikasi serta data kendaraan. Di luar penghapusan Y-Connect, spesifikasi Fazzio Lite Version tetap dipertahankan. Skutik ini masih dibekali sistem pencahayaan full LED, panel instrumen digital, soket pengisian daya ponsel, bagasi berkapasitas lega, serta sistem pengereman UBS (Unified Brake System). Dari sisi desain, tidak ada perubahan signifikan. Fazzio Lite Version tetap mengusung dimensi kompak dengan karakter bodi membulat yang menjadi ciri khas keluarga Classy. Pilihan warna yang ditawarkan pun bernuansa cerah dengan aksen minimalis di sisi kiri dan kanan bodi. Pilihan warna yang tersedia meliputi hitam, merah muda, dan hijau muda, dengan corak yang serupa dengan model yang telah dipasarkan di Indonesia. Pada sektor dapur pacu, Fazzio Lite Version masih mengandalkan mesin Blue Core Hybrid SOHC berkapasitas 124 cc berpendingin udara. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 8,4 PS dan torsi 10,6 Nm, sekaligus menawarkan efisiensi bahan bakar berkat teknologi hybrid yang diusung. Dengan banderol sekitar Rp26,5 juta, Yamaha Fazzio Lite Version menawarkan kombinasi harga yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan performa maupun fitur esensial. Strategi ini sekaligus mempertegas positioning Fazzio sebagai skutik bergaya yang tetap fungsional untuk penggunaan harian. Kini, perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan: apakah Yamaha Fazzio Lite Version juga akan menyusul meluncur di pasar Indonesia.

Teknologi
| Sabtu, 24 Januari 2026
Foto: Yamaha Fazzio Lite Version Meluncur di Thailand, Lebih Murah Tanpa Y-Connect | Pifa Net

Yamaha PG-1 2026 Meluncur di Malaysia, Tampil Segar dengan Warna Baru

PIFA, Otomotif - Yamaha Motor kembali menyegarkan lini motor bebek bergaya petualang lewat kehadiran Yamaha PG-1 2026 di Malaysia. Penyegaran kali ini difokuskan pada tampilan melalui dua pilihan warna anyar tanpa disertai penyesuaian harga jual. Yamaha PG-1 tetap dipasarkan dengan banderol setara Rp29,8 juta, sama seperti harga yang ditetapkan sejak 2024. Dua warna baru yang diperkenalkan adalah Classic Black dan Sky Blue. Keduanya memberikan sentuhan segar pada karakter desain PG-1 yang memadukan nuansa klasik dan modern dengan tampilan sederhana namun fungsional. Menariknya, setiap pembelian PG-1 juga disertai bonus kunci cakram rem original Yamaha, sehingga menambah nilai lebih bagi konsumen di segmen entry level. Spesifikasi Tetap, Andalkan Mesin 114 cc Dari sisi teknis, Yamaha tidak melakukan perubahan. PG-1 masih mengandalkan mesin 114 cc satu silinder berpendingin udara yang telah dibekali sistem injeksi bahan bakar elektronik (EFI). Tenaga disalurkan melalui transmisi empat percepatan dengan kopling sentrifugal. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 9,0 PS pada 7.000 rpm dan torsi puncak 9,5 Nm pada 5.500 rpm, cukup untuk menunjang mobilitas harian maupun melibas jalur ringan. Pada sektor kaki-kaki, PG-1 menggunakan velg jari-jari 16 inci dengan ban tubeless berukuran 90/100 di depan dan belakang. Sistem pengereman mengandalkan cakram hidrolik tunggal di roda depan serta rem tromol mekanis di roda belakang. Fitur ABS belum tersedia, sejalan dengan positioning PG-1 sebagai motor sederhana dengan harga terjangkau. Untuk kenyamanan, motor ini dibekali jok terpisah antara pengendara dan penumpang dengan tinggi jok 795 mm. Suspensi depan menggunakan garpu teleskopik, sedangkan bagian belakang mengandalkan peredam kejut ganda dengan pengaturan preload. Bobotnya yang hanya 107 kg membuat PG-1 tergolong ringan dan mudah dikendalikan. Tangki bahan bakar berkapasitas 5,1 liter, sementara panel instrumen masih mengusung model analog. Fitur praktis seperti starter elektrik dan standar tengah tetap dipertahankan. Dengan penyegaran tampilan tanpa mengubah spesifikasi teknis, Yamaha PG-1 2026 tetap mempertahankan daya tariknya sebagai motor bebek bergaya petualang yang unik di kelasnya. Kini, perhatian publik tertuju pada satu hal: kapan model ini akan menyusul masuk ke pasar Indonesia.

Yamaha
| Sabtu, 24 Januari 2026
Foto: Yamaha PG-1 2026 Meluncur di Malaysia, Tampil Segar dengan Warna Baru | Pifa Net

Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah di World Supersport, Start Terakhir Finis Kedua

PIFA, Otomitf - Pebalap Indonesia, Aldi Satya Mahendra, menorehkan hasil sensasional pada Race 2 ajang World Supersport Championship di Phillip Island Grand Prix Circuit, Minggu (22/2/2026). Memulai balapan dari posisi paling buncit, Aldi justru mampu finis di urutan kedua setelah tampil impresif sepanjang lomba. Ia harus start dari grid ke-28 akibat kendala yang dialaminya saat sesi Superpole, situasi yang memaksanya bekerja ekstra keras sejak lampu start padam. Namun, pebalap binaan Yamaha itu menunjukkan determinasi tinggi dengan melakukan manuver agresif dan konsisten menyalip para rivalnya satu per satu. Dalam kondisi lintasan yang berubah-ubah, strategi menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil akhir. Keputusan cepat untuk mengganti ban menjadi momentum kebangkitan Aldi. Strategi tersebut membuatnya mampu merangsek ke rombongan depan dan bahkan sempat memimpin jalannya balapan, meski memulai dari posisi paling belakang. Memasuki fase akhir lomba, Aldi harus mengakui keunggulan pebalap Spanyol, Albert Arenas, yang berhasil merebut posisi terdepan. Meski demikian, finis di posisi kedua sudah cukup untuk mengukir sejarah baru bagi balap motor Indonesia. Hasil tersebut menjadikan Aldi sebagai pebalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di kelas World Supersport, sebuah capaian besar di level kejuaraan dunia. Kebangkitan dari posisi ke-28 hingga finis kedua sekaligus menegaskan mentalitas dan kapasitasnya sebagai salah satu talenta masa depan balap motor Tanah Air. “Sungguh luar biasa bisa kembali naik podium lagi! Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim saya,” ujar juara dunia World Supersport 300 2024 itu melalui akun Instagram pribadinya.

Jakarta
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah di World Supersport, Start Terakhir Finis Kedua | Pifa Net

Yamaha Indonesia Masih Kaji Peluang Jadi Hub Motor Listrik Yamaha di Asia

PIFA, Otomotif - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) masih mencermati peluang Indonesia untuk menjadi pusat produksi dan pengembangan motor listrik Yamaha di kawasan Asia. Manajemen menyebut penunjukan hub regional sangat dipengaruhi berbagai faktor strategis, mulai dari regulasi, kesiapan pasar, hingga efisiensi produksi di masing-masing negara. Sebagai perbandingan, Yamaha Motor di India telah lebih dahulu melangkah dalam penetrasi kendaraan listrik. Di pasar tersebut, Yamaha memasarkan model entry level seperti Yamaha EC-06 yang diperkenalkan bersamaan dengan model listrik lainnya. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan dukungan regulasi serta kesiapan ekosistem kendaraan listrik di negara tersebut. Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menjelaskan bahwa perkembangan kendaraan listrik di setiap negara sangat berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah, termasuk standar emisi yang diterapkan. “Pasti ada hubungannya dengan regulasi di sana, misalnya pemerintahnya punya standar emisi setara Euro berapa. Hal-hal itu yang membuat transisinya lebih cepat atau bagaimana,” ujarnya. Terkait kemungkinan Indonesia ditunjuk sebagai hub motor listrik Yamaha di Asia, Rifki mengaku belum dapat memastikan. Saat ini, YIMM masih berada pada tahap evaluasi atau bersikap wait and see untuk ekspansi motor listrik secara komersial di dalam negeri. “Kalau jadi hub, saya belum bisa jawab karena saya belum tahu. Tapi yang pasti, beberapa produk Yamaha Jepang sudah sempat diuji di Indonesia, seperti Yamaha E01 dan kerja sama dengan ride-hailing. Itu sudah dijalankan, tapi untuk bisnis kita masih wait and see,” jelasnya. Ia menambahkan, struktur pasar Yamaha Indonesia hingga kini masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Dengan komposisi tersebut, setiap prinsipal akan mempertimbangkan secara matang negara mana yang paling optimal dari sisi volume pasar, regulasi, serta kesiapan infrastruktur sebelum dijadikan basis produksi kendaraan listrik. Meski belum ada keputusan final, Yamaha Indonesia menyatakan kesiapan apabila dipercaya menjadi pusat produksi motor listrik. Rifki menegaskan, selama seluruh regulasi yang dipersyaratkan pemerintah dapat dipenuhi, perusahaan akan menyiapkan fasilitas produksi yang mampu mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan. “Saat ini market terbesar kita masih dari ICE. Tapi selama kita mematuhi regulasi yang dibutuhkan, kita harus siap,” tegasnya.

Jakarta
| Jumat, 27 Februari 2026
Foto: Yamaha Indonesia Masih Kaji Peluang Jadi Hub Motor Listrik Yamaha di Asia | Pifa Net

Yamaha Pastikan EC-06 Belum Masuk Rencana Pasar Indonesia

PIFA, Otomotif - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) angkat bicara terkait peluang pemasaran Yamaha EC-06 di Indonesia. Skuter listrik yang lebih dulu meluncur di India itu dipastikan belum masuk dalam agenda penjualan domestik Yamaha Indonesia. Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menegaskan EC-06 bukan produk yang dikembangkan untuk pasar Indonesia. Selain itu, faktor regulasi menjadi pertimbangan penting sebelum suatu model dipasarkan. “Kami masih belum tahu karena itu bukan produk Yamaha Indonesia. Kedua, produk tersebut kan pasti comply dengan regulasi di sana. Nah, itu kita belum tahu kan itu masuk regulasi kita atau nggak,” ujar Rifki. Di India, EC-06 saat ini masih berstatus model terbatas dan hanya dipasarkan melalui jaringan dealer Blue Square, lini premium Yamaha. Meski demikian, kuota penjualannya disebut-sebut akan terus ditambah hingga berpeluang menjadi produk reguler. Spesifikasi dan Fitur Dari sisi positioning, Yamaha EC-06 dirancang sebagai skuter listrik perkotaan untuk kebutuhan mobilitas harian. Model ini hanya tersedia dalam satu pilihan warna, putih dengan aksen biru muda. Dimensinya diklaim setara dengan skutik entry level pada umumnya. Desainnya mengusung struktur inti berorientasi horizontal dengan proporsi tegak dan tampilan kokoh untuk menunjang stabilitas di lalu lintas kota. Lampu depan berukuran besar tampil dominan, dipadukan dengan sein model bertungkai yang diposisikan agak tinggi. Setang menggunakan model naked atau terbuka. Untuk sektor performa, EC-06 dibekali motor listrik Interior Permanent Magnet Synchronous Motor (IPMSM) yang dipadukan dengan baterai berkapasitas 4 kWh. Kombinasi ini menghasilkan daya puncak 6,7 kW atau setara 9 hp dengan torsi maksimum 26 Nm. Kecepatan puncaknya diklaim mencapai 79 km/jam. Baterainya telah mengantongi sertifikasi IP65 dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 169 km dalam kondisi penuh. Waktu pengisian daya sekitar delapan jam, meski belum dirinci penghitungan dari persentase pengisian berapa ke berapa. Motor listrik ini juga dilengkapi tiga mode berkendara, yakni ECO, Standard, dan Power. Fitur mode mundur turut disematkan untuk memudahkan manuver saat parkir. Di pasar India, Yamaha EC-06 dibanderol sekitar 167 ribu lakh atau setara Rp30,4 juta. Harga tersebut dinilai kompetitif untuk motor listrik dengan label pabrikan Jepang. Meski spesifikasinya menarik, hingga kini belum ada kepastian apakah Yamaha EC-06 akan disesuaikan dengan regulasi serta kebutuhan konsumen Indonesia. Yamaha Indonesia pun masih memilih bersikap wait and see sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Jakarta
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Yamaha Pastikan EC-06 Belum Masuk Rencana Pasar Indonesia | Pifa Net

Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah, Finis Kedua World Supersport 2026 di Phillip Island

PIFA, Otomotif - Prestasi membanggakan ditorehkan rider binaan Yamaha Racing Indonesia, Aldi Satya Mahendra, pada seri pembuka World Supersport Championship 2026. Pembalap muda asal Yogyakarta itu mencetak sejarah dengan meraih podium kedua di Phillip Island Grand Prix Circuit, Australia. Hasil gemilang tersebut diraih pada Race 2, Minggu (22/2/2026). Menggeber Yamaha YZF-R9, Aldi finis di posisi kedua sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di kelas World Supersport. Yang lebih mencengangkan, pencapaian itu diraih setelah Aldi memulai balapan dari старт posisi ke-28 atau paling belakang. Sejak empat tikungan pertama lap pembuka, rider berusia 19 tahun itu langsung melesat ke barisan depan dan bahkan sempat memimpin jalannya balapan. Talenta besar Aldi, dipadu pembinaan konsisten Yamaha Racing Indonesia, terbukti membuahkan hasil bersejarah. Performa impresif tersebut melengkapi capaian di Round 1. Pada Race 1, Sabtu (21/2/2026), Aldi finis di posisi ke-13 dan mengamankan tiga poin, juga setelah start dari grid ke-28. “Ini sangat luar biasa, saya tidak bisa berkata-kata. Start paling belakang tidak mudah, tapi saya tetap berjuang agar bisa mendapatkan poin bahkan mampu naik podium. Pemilihan ban slick race 2 adalah strategi tepat yang turut membantu saya meraih podium. Terima kasih Yamaha Racing Indonesia yang terus mendampingi saya, juga AS Racing Team dan keluarga saya yang memperkuat mental untuk battle di World Supersport. Hasil ini saya persembahkan bagi Indonesia, sangat bangga Merah Putih berkibar di World Supersport. Saya tidak menyangka, baru menjalani seri pertama di musim ke-2, langsung meraih podium. Hasil ini mendorong saya untuk berusaha merebut juara race di musim 2026,” ungkap Aldi. Akhir pekan yang mengesankan itu mengantarkannya ke peringkat kelima klasemen sementara dengan total 23 poin dari dua balapan. Manager Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian Aldi. “Kami sangat bangga Aldi Satya Mahendra mencapai podium di seri pembuka World Supersport tahun ini. Mengevaluasi perolehan tahun lalu, kami berharap dia masuk 10 besar hasil race di tahun ini. Ternyata prestasi hebat ditunjukkan Aldi Satya Mahendra jauh melampaui target yang memberikan momen historis bagi Indonesia juga Yamaha Racing Indonesia. Selanjutnya kami berharap dia melanjutkan tren positif ini, terus mengumpulkan poin dan bisa juara race di musim ini. Masih ada 11 putaran di Eropa, dan kami akan terus mendukung serta mengevaluasi dari berbagai aspek agar tujuan dapat terwujud,” paparnya. Musim ini, Aldi memperkuat AS Racing Team asal Italia yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade di World Supersport dan World Superbike. Strategi tepat penggunaan ban slick saat kondisi gerimis pada Race 2 menjadi faktor kunci keberhasilan. Sementara itu, rekan setimnya Albert Arenas keluar sebagai juara Race 2 setelah sebelumnya finis keempat di Race 1. Juara Moto3 2020 tersebut kini memimpin klasemen sementara dengan 38 poin. Dengan awal musim yang sensasional, Aldi Satya Mahendra menatap target lebih tinggi: merebut kemenangan race di musim 2026 dan terus mengharumkan nama Indonesia di panggung balap dunia.

Sports
| Senin, 23 Februari 2026
Foto: Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah, Finis Kedua World Supersport 2026 di Phillip Island | Pifa Net

Daftar Gunung di Sekitar Bandung dan Jalur Pendakiannya

PIFA, Bandung - Bandung dikelilingi pegunungan yang menjadi daya tarik wisata alam sekaligus destinasi pendakian. Berikut beberapa gunung populer di sekitar Bandung beserta jalur pendakiannya. 1. Gunung Tangkuban Perahu Gunung ini berada di utara Bandung dan terkenal dengan kawahnya. Aksesnya relatif mudah karena bisa dicapai kendaraan hingga area parkir dekat kawah. Untuk pendaki, tersedia jalur trekking ringan di sekitar kawasan kawah. 2. Gunung Burangrang Terletak di barat laut Bandung, gunung ini memiliki jalur pendakian populer melalui Legok Haji. Medannya cukup menantang dengan trek tanah dan akar pepohonan, cocok bagi pendaki yang ingin jalur lebih sepi. 3. Gunung Manglayang Berada di timur Bandung, Manglayang memiliki beberapa jalur, salah satunya melalui Batu Kuda di Cibiru. Jalurnya bervariasi, dari landai hingga menanjak cukup terjal mendekati puncak. 4. Gunung Patuha Terkenal dengan Kawah Putih di kawasan Ciwidey. Pendakian menuju puncaknya biasanya melalui jalur perkebunan teh, dengan pemandangan alam terbuka yang indah. Keberadaan gunung-gunung ini menjadikan Bandung bukan hanya kota wisata kuliner dan sejarah, tetapi juga surga bagi pecinta alam dan pendaki pemula hingga berpengalaman.

Bandung
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Daftar Gunung di Sekitar Bandung dan Jalur Pendakiannya | Pifa Net

Situ, Danau, dan Waduk di Jawa Barat yang Punya Nilai Sejarah

PIFA, Bandung - Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan pegunungan dan budaya Sundanya, tetapi juga memiliki sejumlah situ, danau, dan waduk yang menyimpan nilai sejarah penting. Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan legenda, perjuangan, hingga proyek besar pembangunan nasional. Salah satu yang paling terkenal adalah Situ Patenggang. Danau ini lekat dengan legenda cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis, yang menjadi bagian dari cerita rakyat Sunda dan masih hidup hingga kini. Di kawasan timur Bandung terdapat Situ Ciburuy, yang diyakini memiliki kaitan dengan naskah kuno Sunda dan menjadi bagian dari sejarah penyebaran budaya di wilayah tersebut. Sementara itu, Waduk Jatiluhur memiliki nilai sejarah pembangunan modern Indonesia. Waduk ini dibangun pada era Presiden Soekarno dan menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam irigasi, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir. Keberadaan situ, danau, dan waduk ini menunjukkan bahwa bentang alam Jawa Barat tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan cerita yang membentuk identitas daerah hingga sekarang.

Bandung
| Sabtu, 21 Februari 2026
Foto: Situ, Danau, dan Waduk di Jawa Barat yang Punya Nilai Sejarah | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan