2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Internasional

Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tahan Diri dari Opsi Serangan ke Iran

PIFA, Internasional - Sejumlah sekutu Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dilaporkan berupaya menahan langkah Presiden AS Donald Trump terkait rencana serangan terhadap Iran. Upaya diplomatik tersebut dilakukan dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan regional. The New York Times melaporkan, negara-negara sekutu AS khawatir serangan militer terhadap Iran berpotensi memicu konflik berskala besar yang dapat mengguncang stabilitas Timur Tengah secara menyeluruh. Kekhawatiran itu mendorong intensifikasi komunikasi dengan Washington agar opsi militer tidak menjadi pilihan utama. Sebagaimana dilaporkan Sputnik pada Kamis, para sekutu AS menilai eskalasi konflik dengan Iran akan membawa dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Teluk, tetapi juga bagi kepentingan global. Sejumlah negara Teluk disebut aktif melakukan pendekatan langsung kepada Presiden Trump. Qatar, Arab Saudi, dan Oman dilaporkan telah menyampaikan pesan agar AS menghindari langkah militer terhadap Teheran. Menurut laporan News Nation awal bulan ini, negara-negara tersebut meminta Trump untuk “memberi Iran kesempatan.” Permintaan itu disampaikan melalui jalur diplomatik dengan harapan ketegangan dapat diredam tanpa penggunaan kekuatan bersenjata. Di sisi lain, situasi di dalam negeri Iran sendiri tengah memanas. Sejak akhir Desember 2025, gelombang protes meluas di berbagai wilayah menyusul kekhawatiran publik terhadap meningkatnya inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang rial. Aksi unjuk rasa dilaporkan semakin intens sejak 8 Januari, setelah seruan yang disampaikan Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979. Pada hari yang sama, pemerintah Iran memblokir akses internet di seluruh negeri. Di sejumlah kota, protes tersebut berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah, sementara laporan menyebutkan adanya korban di pihak demonstran maupun aparat. Sebelumnya, pada akhir Desember, Presiden Trump menyatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran apabila Teheran berupaya melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya. Pernyataan itu kembali mempertegas sikap keras Washington terhadap Iran. Ketegangan semakin meningkat ketika Trump, di tengah gelombang protes di Iran, mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap negara tersebut jika ada demonstran yang terbunuh. Ancaman itu menambah kekhawatiran berbagai pihak akan potensi eskalasi konflik di kawasan.

Internasional
| Kamis, 29 Januari 2026
Foto: Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tahan Diri dari Opsi Serangan ke Iran | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Internasional

Foto: Korban Tewas Ledakan Tambang Batu Bara di China Bertambah Jadi 90 Orang | Pifa Net

Korban Tewas Ledakan Tambang Batu Bara di China Bertambah Jadi 90 Orang

Jumlah korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China, bertambah menjadi 90 orang pada Sabtu (23/5/2026). Insiden tersebut kini menjadi bencana tambang batu bara paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade. Ledakan terjadi pada Jumat malam (22/5/2026) saat ratusan pekerja berada di bawah tanah. Berdasarkan laporan media setempat, sebanyak 247 orang sedang bekerja ketika ledakan terjadi. Sebagian besar pekerja berhasil dievakuasi pada Sabtu pagi. Namun hingga kini, sembilan orang masih dinyatakan hilang karena diduga terjebak di dalam tambang. Presiden China Xi Jinping meminta seluruh pihak melakukan upaya maksimal dalam penanganan korban dan menyerukan penyelidikan menyeluruh terkait penyebab ledakan. “Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Tetap waspada terhadap keselamatan kerja,” ujar Xi. Laporan kantor berita Xinhua menyebut sejumlah eksekutif perusahaan tambang yang bertanggung jawab atas lokasi tersebut telah ditahan aparat berwenang. Penyebab pasti ledakan masih diselidiki. Namun laporan awal menyebut kadar karbon monoksida di tambang diduga telah melampaui batas aman. Provinsi Shanxi dikenal sebagai salah satu pusat industri batu bara terbesar di China. Meski standar keselamatan pertambangan di negara itu disebut meningkat dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan tambang masih kerap terjadi akibat lemahnya penerapan protokol keselamatan kerja. Data Administrasi Keselamatan Tambang Nasional China mencatat lebih dari 3.000 kecelakaan tambang terjadi di negara tersebut sepanjang 2010 hingga 2025.

Internasional
| Sabtu, 23 Mei 2026

Internasional

Foto: Wali Kota London Sadiq Khan Soroti Demo Besar: Lawan Islamofobia | Pifa Net

Wali Kota London Sadiq Khan Soroti Demo Besar: Lawan Islamofobia

Wali Kota London Sadiq Khan buka suara terkait demonstrasi besar bertajuk “Unite the Kingdom” yang berlangsung di ibu kota Inggris pada pekan lalu. Melalui unggahan di media sosial X pada Senin (18/5/2026), Khan menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Metropolitan London yang telah menjaga keamanan selama aksi berlangsung. “London akan selalu berdiri melawan rasisme, islamofobia, antisemit, dan kebencian dalam bentuk apa pun,” tulis Khan. Ia juga berterima kasih kepada petugas kepolisian yang dinilai berhasil menjaga situasi kota tetap aman selama demonstrasi berlangsung. Khan turut membagikan ulang unggahan akun resmi Metropolitan Police yang menyoroti video viral mengenai petugas polisi Muslim yang mengalami pelecehan saat bertugas mengamankan demo. Polisi menyebut insiden serupa kembali terjadi dalam aksi terbaru tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada petugas yang seharusnya mengalami pelecehan di tempat kerja. “Tidak seorang pun seharusnya harus menoleransi pelecehan di tempat kerja, dan itu termasuk petugas polisi,” demikian pernyataan kepolisian. Pihak kepolisian juga mengonfirmasi telah melakukan sejumlah penangkapan dan akan mendorong proses penuntutan terhadap pelaku. Demonstrasi “Unite the Kingdom” digelar pada Sabtu (16/5/2026) dan diikuti kelompok serta tokoh sayap kanan Inggris, termasuk Tommy Robinson. Dalam aksi itu, sejumlah peserta menyuarakan penolakan terhadap imigran di Inggris dan menyerukan kebijakan yang lebih ketat terkait tunjangan sosial. Kepolisian Metropolitan London mengerahkan pengamanan besar-besaran untuk mengantisipasi potensi bentrokan dengan aksi pro-Palestina yang berlangsung di lokasi lain di kota tersebut.

Internasional
| Jumat, 22 Mei 2026

Internasional

Foto: Profil 3 Korban Tewas Penembakan Massal di Masjid San Diego | Pifa Net

Profil 3 Korban Tewas Penembakan Massal di Masjid San Diego

Peristiwa penembakan di San Diego Islamic Center yang menewaskan lima orang termasuk dua pelaku memicu kecaman luas di Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa “mengerikan”. Polisi menduga dua pelaku tewas akibat bunuh diri setelah ditemukan di dalam mobil beberapa blok dari lokasi kejadian. Wali Kota San Diego Todd Gloria menegaskan kebencian tidak memiliki tempat di kota tersebut dan memastikan perlindungan terhadap komunitas Muslim akan diperkuat. Direktur San Diego Islamic Center, Imam Taha Hassane, juga mengecam keras serangan tersebut dan menyebut penargetan tempat ibadah sebagai tindakan yang keterlaluan. Berikut profil tiga korban yang tewas dalam penembakan tersebut: 1. Mansour Kaziha Mansour Kaziha atau dikenal sebagai Abu Ezz berusia 78 tahun dan merupakan sosok senior di lingkungan masjid. Ia disebut sempat menghubungi polisi sebelum akhirnya tewas ditembak. Pria asal Suriah itu telah menikah dan memiliki lima anak. Ketua dewan masjid Ahmed Shabaik menyebut Kaziha sebagai pilar penting masjid sejak dibangun pada 1980-an. Selain mengelola toko suvenir masjid, ia juga aktif menyiapkan makanan buka puasa dan sahur selama Ramadan. 2. Nader Awad Nader Awad berusia 57 tahun dan tinggal di seberang kompleks pusat Islam tersebut. Ia dikenal rutin melaksanakan salat di masjid setiap hari. Saat mendengar suara tembakan, Awad berlari menuju gedung sekolah tempat istrinya mengajar untuk membantu para korban. Imam Taha Hassane menyebut Awad sebagai anggota komunitas Muslim yang sangat taat dan peduli terhadap keselamatan orang lain. 3. Abdullah Abdullah merupakan petugas keamanan di kompleks masjid dan disebut memiliki delapan anak. Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan tindakan Abdullah sangat heroik dan diyakini berhasil menyelamatkan banyak nyawa dalam insiden tersebut. Putrinya, Hawaa Abdullah, menggambarkan ayahnya sebagai sosok penyayang, suportif, dan sangat serius menjalankan tugas menjaga keamanan masjid. Menurut Hawaa, sang ayah bahkan kerap menunda makan saat bekerja karena takut sesuatu yang buruk terjadi ketika dirinya sedang beristirahat.

Internasional
| Kamis, 21 Mei 2026

Berita Populer

Internasional

Foto: Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tahan Diri dari Opsi Serangan ke Iran | Pifa Net

Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tahan Diri dari Opsi Serangan ke Iran

PIFA, Internasional - Sejumlah sekutu Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dilaporkan berupaya menahan langkah Presiden AS Donald Trump terkait rencana serangan terhadap Iran. Upaya diplomatik tersebut dilakukan dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan regional. The New York Times melaporkan, negara-negara sekutu AS khawatir serangan militer terhadap Iran berpotensi memicu konflik berskala besar yang dapat mengguncang stabilitas Timur Tengah secara menyeluruh. Kekhawatiran itu mendorong intensifikasi komunikasi dengan Washington agar opsi militer tidak menjadi pilihan utama. Sebagaimana dilaporkan Sputnik pada Kamis, para sekutu AS menilai eskalasi konflik dengan Iran akan membawa dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Teluk, tetapi juga bagi kepentingan global. Sejumlah negara Teluk disebut aktif melakukan pendekatan langsung kepada Presiden Trump. Qatar, Arab Saudi, dan Oman dilaporkan telah menyampaikan pesan agar AS menghindari langkah militer terhadap Teheran. Menurut laporan News Nation awal bulan ini, negara-negara tersebut meminta Trump untuk “memberi Iran kesempatan.” Permintaan itu disampaikan melalui jalur diplomatik dengan harapan ketegangan dapat diredam tanpa penggunaan kekuatan bersenjata. Di sisi lain, situasi di dalam negeri Iran sendiri tengah memanas. Sejak akhir Desember 2025, gelombang protes meluas di berbagai wilayah menyusul kekhawatiran publik terhadap meningkatnya inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang rial. Aksi unjuk rasa dilaporkan semakin intens sejak 8 Januari, setelah seruan yang disampaikan Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979. Pada hari yang sama, pemerintah Iran memblokir akses internet di seluruh negeri. Di sejumlah kota, protes tersebut berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah, sementara laporan menyebutkan adanya korban di pihak demonstran maupun aparat. Sebelumnya, pada akhir Desember, Presiden Trump menyatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran apabila Teheran berupaya melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya. Pernyataan itu kembali mempertegas sikap keras Washington terhadap Iran. Ketegangan semakin meningkat ketika Trump, di tengah gelombang protes di Iran, mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap negara tersebut jika ada demonstran yang terbunuh. Ancaman itu menambah kekhawatiran berbagai pihak akan potensi eskalasi konflik di kawasan.

Internasional
| Kamis, 29 Januari 2026

Internasional

Foto: UNICEF: Hampir 700 Ribu Warga Mengungsi Akibat Eskalasi Konflik Israel-Lebanon | Pifa Net

UNICEF: Hampir 700 Ribu Warga Mengungsi Akibat Eskalasi Konflik Israel-Lebanon

PIFA, Internasional - Eskalasi konflik antara Israel dan Lebanon memaksa hampir 700.000 orang meninggalkan rumah mereka, termasuk sekitar 200.000 anak-anak. Hal tersebut disampaikan oleh UNICEF dalam pernyataan resminya pada Senin (9/3). Menurut badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut, pengungsian massal terjadi di berbagai wilayah Lebanon akibat meningkatnya intensitas pertempuran dalam beberapa hari terakhir. “Pengungsian massal di seluruh Lebanon telah memaksa hampir 700.000 orang – termasuk sekitar 200.000 anak – meninggalkan rumah mereka, menambah jumlah puluhan ribu orang yang sebelumnya sudah mengungsi akibat eskalasi,” demikian pernyataan UNICEF. UNICEF juga melaporkan sedikitnya 83 anak tewas dan 254 lainnya terluka sejak pertempuran meningkat pada 2 Maret. Secara keseluruhan, dalam 28 bulan terakhir konflik di Lebanon telah menyebabkan 329 anak tewas dan 1.632 lainnya mengalami luka-luka. Namun dalam enam hari terakhir saja, jumlah korban anak meningkat drastis. “Hanya dalam enam hari terakhir, jumlah anak yang tewas naik 25 persen, sehingga totalnya mencapai angka yang mengerikan yakni 412 anak,” bunyi pernyataan tersebut. Eskalasi konflik bermula pada 2 Maret ketika serentetan roket ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Israel. Kelompok militan Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah daerah berpenduduk di Lebanon, termasuk wilayah ibu kota Beirut. Serangan tersebut memicu gelombang pengungsian besar-besaran, dengan ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di wilayah yang dianggap lebih aman di dalam negeri.

Internasionald
| Selasa, 10 Maret 2026

Internasional

Foto: China–Rusia Pererat Hubungan Strategis untuk Hadapi Tantangan Keamanan Global | Pifa Net

China–Rusia Pererat Hubungan Strategis untuk Hadapi Tantangan Keamanan Global

PIFA, Internasional - Pemerintah China dan Rusia menegaskan kedekatan hubungan kedua negara ditujukan untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan global. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu yang berlangsung di Beijing. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan China dan Rusia, sebagai dua negara besar sekaligus anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berkomitmen mempraktikkan multilateralisme sejati dan menjunjung tinggi sistem internasional yang berpusat pada PBB. “China dan Rusia, sebagai dua negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, akan mempraktikkan multilateralisme sejati, dan menjunjung tinggi sistem internasional yang berpusat pada PBB,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (2/2). Lin Jian menyebut kedua negara juga menyerukan terciptanya dunia multipolar yang setara serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan membawa manfaat secara universal. Selain itu, China dan Rusia mendorong pembangunan sistem tata kelola global yang dinilai lebih adil dan merata. Pertemuan Wang Yi dan Sergei Shoigu berlangsung pada Minggu (1/2) di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing. Dalam kesempatan tersebut, China dan Rusia menegaskan posisi sebagai mitra strategis komprehensif untuk koordinasi di era baru. “Kedua negara telah menjaga komunikasi yang erat mengenai isu-isu utama yang menyangkut hubungan bilateral, saling mendukung dalam isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan inti masing-masing, dan melindungi kepentingan masing-masing maupun kepentingan bersama kedua negara,” ujar Lin Jian. Wang Yi dalam pertemuan itu menilai dunia saat ini tengah mengalami perubahan besar dan gejolak yang kian meningkat. Menurutnya, tatanan internasional pascaperang serta norma-norma hubungan internasional menghadapi tantangan serius, bahkan berisiko kembali pada situasi “hukum rimba”. Ia menegaskan, sebagai negara bertetangga terbesar sekaligus mitra strategis komprehensif, China dan Rusia perlu terus menjaga komunikasi erat, meningkatkan dukungan timbal balik terkait kepentingan inti masing-masing, serta melindungi kepentingan bersama. Wang Yi juga menyatakan kesiapan China untuk bekerja sama dengan Rusia dalam mengimplementasikan pemahaman penting yang telah dicapai oleh kedua kepala negara. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan komunikasi dan koordinasi strategis guna membuka prospek baru hubungan China–Rusia di tahun yang baru. Sementara itu, Sergei Shoigu menegaskan Rusia secara konsisten menjunjung tinggi prinsip satu China. Rusia, kata dia, juga mencermati langkah-langkah kekuatan yang dinilai berupaya merusak stabilitas di Selat Taiwan, serta menentang upaya Jepang untuk mempercepat remiliterisasi. Rusia menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat dukungan timbal balik dengan China, meningkatkan kerja sama bilateral, serta memperdalam koordinasi dalam berbagai mekanisme multilateral, seperti PBB, Shanghai Cooperation Organization (SCO), dan BRICS. Kedua pihak juga melakukan komunikasi strategis mendalam mengenai berbagai isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama, dengan tujuan bersama membangun dunia multipolar yang lebih adil dan setara serta arsitektur keamanan Eurasia yang dinilai tak terpisahkan.

Internasional
| Selasa, 3 Februari 2026

Feeds

Korban Tewas Ledakan Tambang Batu Bara di China Bertambah Jadi 90 Orang

Jumlah korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China, bertambah menjadi 90 orang pada Sabtu (23/5/2026). Insiden tersebut kini menjadi bencana tambang batu bara paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade. Ledakan terjadi pada Jumat malam (22/5/2026) saat ratusan pekerja berada di bawah tanah. Berdasarkan laporan media setempat, sebanyak 247 orang sedang bekerja ketika ledakan terjadi. Sebagian besar pekerja berhasil dievakuasi pada Sabtu pagi. Namun hingga kini, sembilan orang masih dinyatakan hilang karena diduga terjebak di dalam tambang. Presiden China Xi Jinping meminta seluruh pihak melakukan upaya maksimal dalam penanganan korban dan menyerukan penyelidikan menyeluruh terkait penyebab ledakan. “Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Tetap waspada terhadap keselamatan kerja,” ujar Xi. Laporan kantor berita Xinhua menyebut sejumlah eksekutif perusahaan tambang yang bertanggung jawab atas lokasi tersebut telah ditahan aparat berwenang. Penyebab pasti ledakan masih diselidiki. Namun laporan awal menyebut kadar karbon monoksida di tambang diduga telah melampaui batas aman. Provinsi Shanxi dikenal sebagai salah satu pusat industri batu bara terbesar di China. Meski standar keselamatan pertambangan di negara itu disebut meningkat dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan tambang masih kerap terjadi akibat lemahnya penerapan protokol keselamatan kerja. Data Administrasi Keselamatan Tambang Nasional China mencatat lebih dari 3.000 kecelakaan tambang terjadi di negara tersebut sepanjang 2010 hingga 2025.

Internasional
| Sabtu, 23 Mei 2026
Foto: Korban Tewas Ledakan Tambang Batu Bara di China Bertambah Jadi 90 Orang | Pifa Net

Wali Kota London Sadiq Khan Soroti Demo Besar: Lawan Islamofobia

Wali Kota London Sadiq Khan buka suara terkait demonstrasi besar bertajuk “Unite the Kingdom” yang berlangsung di ibu kota Inggris pada pekan lalu. Melalui unggahan di media sosial X pada Senin (18/5/2026), Khan menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Metropolitan London yang telah menjaga keamanan selama aksi berlangsung. “London akan selalu berdiri melawan rasisme, islamofobia, antisemit, dan kebencian dalam bentuk apa pun,” tulis Khan. Ia juga berterima kasih kepada petugas kepolisian yang dinilai berhasil menjaga situasi kota tetap aman selama demonstrasi berlangsung. Khan turut membagikan ulang unggahan akun resmi Metropolitan Police yang menyoroti video viral mengenai petugas polisi Muslim yang mengalami pelecehan saat bertugas mengamankan demo. Polisi menyebut insiden serupa kembali terjadi dalam aksi terbaru tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada petugas yang seharusnya mengalami pelecehan di tempat kerja. “Tidak seorang pun seharusnya harus menoleransi pelecehan di tempat kerja, dan itu termasuk petugas polisi,” demikian pernyataan kepolisian. Pihak kepolisian juga mengonfirmasi telah melakukan sejumlah penangkapan dan akan mendorong proses penuntutan terhadap pelaku. Demonstrasi “Unite the Kingdom” digelar pada Sabtu (16/5/2026) dan diikuti kelompok serta tokoh sayap kanan Inggris, termasuk Tommy Robinson. Dalam aksi itu, sejumlah peserta menyuarakan penolakan terhadap imigran di Inggris dan menyerukan kebijakan yang lebih ketat terkait tunjangan sosial. Kepolisian Metropolitan London mengerahkan pengamanan besar-besaran untuk mengantisipasi potensi bentrokan dengan aksi pro-Palestina yang berlangsung di lokasi lain di kota tersebut.

Internasional
| Jumat, 22 Mei 2026
Foto: Wali Kota London Sadiq Khan Soroti Demo Besar: Lawan Islamofobia | Pifa Net

Profil 3 Korban Tewas Penembakan Massal di Masjid San Diego

Peristiwa penembakan di San Diego Islamic Center yang menewaskan lima orang termasuk dua pelaku memicu kecaman luas di Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa “mengerikan”. Polisi menduga dua pelaku tewas akibat bunuh diri setelah ditemukan di dalam mobil beberapa blok dari lokasi kejadian. Wali Kota San Diego Todd Gloria menegaskan kebencian tidak memiliki tempat di kota tersebut dan memastikan perlindungan terhadap komunitas Muslim akan diperkuat. Direktur San Diego Islamic Center, Imam Taha Hassane, juga mengecam keras serangan tersebut dan menyebut penargetan tempat ibadah sebagai tindakan yang keterlaluan. Berikut profil tiga korban yang tewas dalam penembakan tersebut: 1. Mansour Kaziha Mansour Kaziha atau dikenal sebagai Abu Ezz berusia 78 tahun dan merupakan sosok senior di lingkungan masjid. Ia disebut sempat menghubungi polisi sebelum akhirnya tewas ditembak. Pria asal Suriah itu telah menikah dan memiliki lima anak. Ketua dewan masjid Ahmed Shabaik menyebut Kaziha sebagai pilar penting masjid sejak dibangun pada 1980-an. Selain mengelola toko suvenir masjid, ia juga aktif menyiapkan makanan buka puasa dan sahur selama Ramadan. 2. Nader Awad Nader Awad berusia 57 tahun dan tinggal di seberang kompleks pusat Islam tersebut. Ia dikenal rutin melaksanakan salat di masjid setiap hari. Saat mendengar suara tembakan, Awad berlari menuju gedung sekolah tempat istrinya mengajar untuk membantu para korban. Imam Taha Hassane menyebut Awad sebagai anggota komunitas Muslim yang sangat taat dan peduli terhadap keselamatan orang lain. 3. Abdullah Abdullah merupakan petugas keamanan di kompleks masjid dan disebut memiliki delapan anak. Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan tindakan Abdullah sangat heroik dan diyakini berhasil menyelamatkan banyak nyawa dalam insiden tersebut. Putrinya, Hawaa Abdullah, menggambarkan ayahnya sebagai sosok penyayang, suportif, dan sangat serius menjalankan tugas menjaga keamanan masjid. Menurut Hawaa, sang ayah bahkan kerap menunda makan saat bekerja karena takut sesuatu yang buruk terjadi ketika dirinya sedang beristirahat.

Internasional
| Kamis, 21 Mei 2026
Foto: Profil 3 Korban Tewas Penembakan Massal di Masjid San Diego | Pifa Net

Kemlu RI: 9 WNI yang Ditangkap Israel Kini Berada di Pelabuhan Ashdod

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pasukan Israel kini berada di Pelabuhan Ashdod, Israel selatan. Sembilan WNI tersebut merupakan bagian dari Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza untuk menembus blokade Israel dan menyalurkan bantuan kemanusiaan. “Kalau info dari sekretariat GPCI, semua relawan dibawa ke pelabuhan Ashdod termasuk 9 WNI,” kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Rabu (20/5/2026). Sebelumnya, otoritas Israel menyebut sekitar 430 relawan dari armada tersebut sedang dibawa menuju Israel setelah dicegat di perairan internasional. “Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel. Kelompok hak asasi manusia Adalah mengecam tindakan tersebut dan menyebut para relawan sipil telah “diculik secara paksa” dari perairan internasional lalu dibawa ke wilayah Israel. Menurut Adalah, tindakan itu merupakan bagian dari kebijakan hukuman kolektif terhadap warga Palestina di Gaza. Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan tentara Israel menjambak dan mendorong salah satu relawan saat Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengunjungi pelabuhan Ashdod. Dalam rekaman tersebut, sejumlah relawan tampak dalam kondisi tangan terikat di belakang tubuh dan dipaksa berlutut. Beberapa lainnya terlihat diseret oleh aparat Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengecam armada flotilla tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk mematahkan blokade Israel terhadap Hamas di Gaza.

Internasional
| Rabu, 20 Mei 2026
Foto: Kemlu RI: 9 WNI yang Ditangkap Israel Kini Berada di Pelabuhan Ashdod | Pifa Net

Palestina Kecam Israel Culik Relawan Flotilla Termasuk WNI

Kedutaan Besar Palestina di Indonesia mengecam tindakan Israel yang mencegat hingga menangkap relawan kemanusiaan, aktivis, dan jurnalis yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla. Dalam pernyataan resminya pada Selasa (19/5/2026), Kedubes Palestina menyebut tindakan Israel sebagai aksi kriminal terhadap para pembela hak asasi manusia dan hukum internasional. “Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan oleh tentara pendudukan terhadap para peserta Armada Keteguhan Global,” demikian pernyataan Kedubes Palestina. Kedubes Palestina juga menyatakan solidaritas kepada seluruh peserta armada, khususnya relawan asal Indonesia, serta berharap mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Selain itu, Kedubes Palestina menegaskan tidak terkejut dengan tindakan militer Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang disebut terus melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. Mereka mengecam pembunuhan warga sipil, penghancuran rumah, perampasan tanah, hingga pembakaran dan penjarahan harta benda warga Palestina. “Kejahatan yang dilakukan tentara Israel maupun pemukim ilegal tidak akan pernah menggoyahkan ketabahan rakyat Palestina,” lanjut pernyataan tersebut. Kedubes Palestina juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan historis terhadap perjuangan Palestina. Sebelumnya, pasukan Israel mencegat armada kapal GSF di perairan internasional pada Senin pagi dan menahan ratusan relawan, termasuk lima warga negara Indonesia (WNI). Lima WNI tersebut yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis iNews Rahendro Herubowo, serta aktivis Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa. Mereka mengikuti pelayaran bersama Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam inisiatif GSF untuk menerobos blokade Israel ke Gaza. GSF menyebut beberapa kapal dicegat di wilayah barat Siprus dan mendesak pemerintah dunia segera bertindak menghentikan tindakan ilegal Israel yang dianggap mempertahankan blokade terhadap Gaza.

Internasional
| Selasa, 19 Mei 2026
Foto: Palestina Kecam Israel Culik Relawan Flotilla Termasuk WNI | Pifa Net

Kemlu Siapkan Rencana Pemulangan WNI yang Ditangkap Israel

Kementerian Luar Negeri RI menyiapkan langkah kontingensi untuk memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel dalam pelayaran bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah terus berkomunikasi dengan berbagai pihak guna memperoleh informasi terbaru terkait kondisi para WNI yang ditahan. “Sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan,” ujar Yvonne, Senin (18/5/2026). Ia menegaskan perlindungan WNI menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang cepat. Pemerintah Indonesia juga mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan ke rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional. Kemlu RI menyatakan Direktorat Perlindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan mempercepat proses pemulangan para WNI. Selain itu, Kemlu mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat armada Global Sumud Flotilla 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Hingga kini sedikitnya 10 kapal dilaporkan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, seorang WNI bernama Andi Angga Prasadewa berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI-Rumah Zakat. Sementara itu, kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono hingga kini masih belum dapat dihubungi dan statusnya belum diketahui. Menurut laporan, total sembilan WNI ditangkap Israel dalam misi tersebut, di antaranya Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo. Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyidin, menyatakan keselamatan para relawan kemanusiaan menjadi perhatian serius dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional.

Internasional
| Senin, 18 Mei 2026
Foto: Kemlu Siapkan Rencana Pemulangan WNI yang Ditangkap Israel | Pifa Net

Politik Malaysia Memanas, PM Anwar Ancam Bubarkan Parlemen

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan dirinya tidak akan ragu membubarkan parlemen dan menggelar pemilu sela jika keretakan di dalam pemerintahan persatuan atau unity government terus berlanjut. Pernyataan itu disampaikan Anwar saat memberikan pidato utama dalam Konvensi Pakatan Harapan pada Minggu (17/5/2026). Anwar mengaku mendengar berbagai rumor mengenai ketidakstabilan politik di tingkat bawah, meski hubungan antarpartai di pemerintahan federal saat ini masih berjalan baik. Namun, ia memperingatkan partai-partai mitra koalisi agar tidak membelot dari kesepakatan politik yang telah dibangun bersama. “Saya akan mengadakan pertemuan dengan kepemimpinan Pakatan mengenai masalah ini dan jika perlu, kami akan menyerukan pemilu sela,” ujar Anwar seperti dikutip The Star. Menurut Anwar, jika konflik politik terus memanas, dampaknya tidak hanya akan terjadi di Johor, tetapi juga berpotensi meluas ke wilayah strategis lain seperti Negeri Sembilan, Selangor, Pahang, dan Penang. Ia menegaskan prioritas utama pemerintahannya adalah menjaga stabilitas politik demi memperkuat tata kelola pemerintahan dan pemulihan ekonomi Malaysia. “Kami tidak akan bisa diancam. Namun, jika mereka ingin bernegosiasi dengan cara yang baik, kami selalu bersedia,” tegas Anwar. Dalam kesempatan itu, Anwar juga mengkritik sejumlah pemerintah negara bagian yang disebut membagikan bantuan sosial menjelang masa pemilihan. Menurutnya, praktik tersebut dapat mencederai proses demokrasi yang sehat. Meski isu perpecahan terus berkembang, Anwar memastikan tiga partai utama dalam koalisi Pakatan Harapan, yakni Parti Keadilan Rakyat, Democratic Action Party, dan Parti Amanah Negara tetap solid dan stabil.

Internasional
| Minggu, 17 Mei 2026
Foto: Politik Malaysia Memanas, PM Anwar Ancam Bubarkan Parlemen | Pifa Net

AS Umumkan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 45 Hari

Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon diperpanjang selama 45 hari mulai Jumat (15/5/2026). Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan perpanjangan dilakukan untuk memberi ruang bagi kemajuan proses negosiasi antara kedua pihak. “Penghentian permusuhan pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut,” kata Pigott melalui akun media sosial X. Pengumuman tersebut disampaikan meski serangan Israel di Lebanon dilaporkan masih terus terjadi sejak gencatan senjata yang dimediasi AS mulai berlaku. Pigott menyebut Departemen Luar Negeri AS akan melanjutkan upaya negosiasi politik pada 2 hingga 3 Juni mendatang. Selain itu, pembentukan “jalur keamanan” yang melibatkan delegasi militer Israel dan Lebanon dijadwalkan dimulai di Pentagon pada 29 Mei. “Kami berharap diskusi ini akan memajukan perdamaian abadi antara kedua negara, pengakuan penuh atas kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing, serta membangun keamanan nyata di sepanjang perbatasan bersama mereka,” ujar Pigott. Perpanjangan gencatan senjata ini diumumkan setelah putaran ketiga perundingan yang dimediasi AS digelar di Departemen Luar Negeri AS. Menurut pejabat Departemen Luar Negeri AS, delegasi Amerika dipimpin Penasihat Departemen Luar Negeri Michael Needham, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, serta Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa. Sementara pihak Lebanon diwakili Duta Besar Nada Hamadeh Moawad dan utusan presiden Lebanon Simon Karam.

Internasional
| Minggu, 17 Mei 2026
Foto: AS Umumkan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 45 Hari | Pifa Net

Netanyahu Klaim Israel Sudah Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim pasukan Israel kini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza di tengah terus berlangsungnya konflik dengan Hamas. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam acara peringatan Jerusalem Day pada Kamis (14/5/2026). Ia menegaskan Israel tidak akan menghentikan operasi militernya di Gaza meski mendapat tekanan internasional. “Ada yang mengatakan: keluar, keluar! Kami tidak keluar. Hari ini kami menguasai 60 persen; besok kita akan lihat,” ujar Netanyahu seperti dikutip AFP. Pernyataan tersebut dinilai memperkuat dugaan bahwa pasukan Israel terus memperluas wilayah kontrolnya melebihi batas yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata Oktober lalu yang dimediasi Amerika Serikat. Berdasarkan ketentuan gencatan senjata itu, pasukan Israel seharusnya mundur ke belakang “Garis Kuning” dan hanya menguasai sekitar 50 persen wilayah Gaza. Namun berbagai laporan media menyebut militer Israel terus bergerak maju ke area yang disebut “Garis Oranye”. Dalam pidatonya, Netanyahu juga mengklaim Israel telah berhasil memulangkan seluruh sandera yang sebelumnya ditahan Hamas. Sementara itu, kekerasan di Gaza dilaporkan masih terus terjadi meski gencatan senjata telah berlaku. Data Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah pemerintahan Hamas menyebut lebih dari 850 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober lalu. Selain di Gaza, situasi di Tepi Barat juga terus memanas. Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel menewaskan seorang remaja Palestina berusia 15 tahun bernama Fahd Zidan Oweis di wilayah Nablus pada Jumat (15/5/2026). Menurut data yang dihimpun AFP dari Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 1.072 warga Palestina di Tepi Barat telah tewas sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Sementara pihak Israel menyebut sedikitnya 46 warga Israel tewas dalam serangan Palestina atau operasi militer selama periode yang sama.

Internasional
| Sabtu, 16 Mei 2026
Foto: Netanyahu Klaim Israel Sudah Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza | Pifa Net

Netanyahu Klaim Israel Sudah Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim pasukan Israel kini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza di tengah terus berlangsungnya konflik dengan Hamas. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam acara peringatan Jerusalem Day pada Kamis (14/5/2026). Ia menegaskan Israel tidak akan menghentikan operasi militernya di Gaza meski mendapat tekanan internasional. “Ada yang mengatakan: keluar, keluar! Kami tidak keluar. Hari ini kami menguasai 60 persen; besok kita akan lihat,” ujar Netanyahu seperti dikutip AFP. Pernyataan tersebut dinilai memperkuat dugaan bahwa pasukan Israel terus memperluas wilayah kontrolnya melebihi batas yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata Oktober lalu yang dimediasi Amerika Serikat. Berdasarkan ketentuan gencatan senjata itu, pasukan Israel seharusnya mundur ke belakang “Garis Kuning” dan hanya menguasai sekitar 50 persen wilayah Gaza. Namun berbagai laporan media menyebut militer Israel terus bergerak maju ke area yang disebut “Garis Oranye”. Dalam pidatonya, Netanyahu juga mengklaim Israel telah berhasil memulangkan seluruh sandera yang sebelumnya ditahan Hamas. Sementara itu, kekerasan di Gaza dilaporkan masih terus terjadi meski gencatan senjata telah berlaku. Data Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah pemerintahan Hamas menyebut lebih dari 850 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober lalu. Selain di Gaza, situasi di Tepi Barat juga terus memanas. Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel menewaskan seorang remaja Palestina berusia 15 tahun bernama Fahd Zidan Oweis di wilayah Nablus pada Jumat (15/5/2026). Menurut data yang dihimpun AFP dari Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 1.072 warga Palestina di Tepi Barat telah tewas sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Sementara pihak Israel menyebut sedikitnya 46 warga Israel tewas dalam serangan Palestina atau operasi militer selama periode yang sama.

Internasional
| Jumat, 15 Mei 2026
Foto: Netanyahu Klaim Israel Sudah Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Internasional

Foto: Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tahan Diri dari Opsi Serangan ke Iran | Pifa Net

Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tahan Diri dari Opsi Serangan ke Iran

PIFA, Internasional - Sejumlah sekutu Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dilaporkan berupaya menahan langkah Presiden AS Donald Trump terkait rencana serangan terhadap Iran. Upaya diplomatik tersebut dilakukan dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan regional. The New York Times melaporkan, negara-negara sekutu AS khawatir serangan militer terhadap Iran berpotensi memicu konflik berskala besar yang dapat mengguncang stabilitas Timur Tengah secara menyeluruh. Kekhawatiran itu mendorong intensifikasi komunikasi dengan Washington agar opsi militer tidak menjadi pilihan utama. Sebagaimana dilaporkan Sputnik pada Kamis, para sekutu AS menilai eskalasi konflik dengan Iran akan membawa dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Teluk, tetapi juga bagi kepentingan global. Sejumlah negara Teluk disebut aktif melakukan pendekatan langsung kepada Presiden Trump. Qatar, Arab Saudi, dan Oman dilaporkan telah menyampaikan pesan agar AS menghindari langkah militer terhadap Teheran. Menurut laporan News Nation awal bulan ini, negara-negara tersebut meminta Trump untuk “memberi Iran kesempatan.” Permintaan itu disampaikan melalui jalur diplomatik dengan harapan ketegangan dapat diredam tanpa penggunaan kekuatan bersenjata. Di sisi lain, situasi di dalam negeri Iran sendiri tengah memanas. Sejak akhir Desember 2025, gelombang protes meluas di berbagai wilayah menyusul kekhawatiran publik terhadap meningkatnya inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang rial. Aksi unjuk rasa dilaporkan semakin intens sejak 8 Januari, setelah seruan yang disampaikan Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979. Pada hari yang sama, pemerintah Iran memblokir akses internet di seluruh negeri. Di sejumlah kota, protes tersebut berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah, sementara laporan menyebutkan adanya korban di pihak demonstran maupun aparat. Sebelumnya, pada akhir Desember, Presiden Trump menyatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran apabila Teheran berupaya melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya. Pernyataan itu kembali mempertegas sikap keras Washington terhadap Iran. Ketegangan semakin meningkat ketika Trump, di tengah gelombang protes di Iran, mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap negara tersebut jika ada demonstran yang terbunuh. Ancaman itu menambah kekhawatiran berbagai pihak akan potensi eskalasi konflik di kawasan.

Internasional
| Kamis, 29 Januari 2026

Internasional

Foto: UNICEF: Hampir 700 Ribu Warga Mengungsi Akibat Eskalasi Konflik Israel-Lebanon | Pifa Net

UNICEF: Hampir 700 Ribu Warga Mengungsi Akibat Eskalasi Konflik Israel-Lebanon

PIFA, Internasional - Eskalasi konflik antara Israel dan Lebanon memaksa hampir 700.000 orang meninggalkan rumah mereka, termasuk sekitar 200.000 anak-anak. Hal tersebut disampaikan oleh UNICEF dalam pernyataan resminya pada Senin (9/3). Menurut badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut, pengungsian massal terjadi di berbagai wilayah Lebanon akibat meningkatnya intensitas pertempuran dalam beberapa hari terakhir. “Pengungsian massal di seluruh Lebanon telah memaksa hampir 700.000 orang – termasuk sekitar 200.000 anak – meninggalkan rumah mereka, menambah jumlah puluhan ribu orang yang sebelumnya sudah mengungsi akibat eskalasi,” demikian pernyataan UNICEF. UNICEF juga melaporkan sedikitnya 83 anak tewas dan 254 lainnya terluka sejak pertempuran meningkat pada 2 Maret. Secara keseluruhan, dalam 28 bulan terakhir konflik di Lebanon telah menyebabkan 329 anak tewas dan 1.632 lainnya mengalami luka-luka. Namun dalam enam hari terakhir saja, jumlah korban anak meningkat drastis. “Hanya dalam enam hari terakhir, jumlah anak yang tewas naik 25 persen, sehingga totalnya mencapai angka yang mengerikan yakni 412 anak,” bunyi pernyataan tersebut. Eskalasi konflik bermula pada 2 Maret ketika serentetan roket ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Israel. Kelompok militan Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah daerah berpenduduk di Lebanon, termasuk wilayah ibu kota Beirut. Serangan tersebut memicu gelombang pengungsian besar-besaran, dengan ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di wilayah yang dianggap lebih aman di dalam negeri.

Internasionald
| Selasa, 10 Maret 2026

Internasional

Foto: China–Rusia Pererat Hubungan Strategis untuk Hadapi Tantangan Keamanan Global | Pifa Net

China–Rusia Pererat Hubungan Strategis untuk Hadapi Tantangan Keamanan Global

PIFA, Internasional - Pemerintah China dan Rusia menegaskan kedekatan hubungan kedua negara ditujukan untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan global. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu yang berlangsung di Beijing. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan China dan Rusia, sebagai dua negara besar sekaligus anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berkomitmen mempraktikkan multilateralisme sejati dan menjunjung tinggi sistem internasional yang berpusat pada PBB. “China dan Rusia, sebagai dua negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, akan mempraktikkan multilateralisme sejati, dan menjunjung tinggi sistem internasional yang berpusat pada PBB,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (2/2). Lin Jian menyebut kedua negara juga menyerukan terciptanya dunia multipolar yang setara serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan membawa manfaat secara universal. Selain itu, China dan Rusia mendorong pembangunan sistem tata kelola global yang dinilai lebih adil dan merata. Pertemuan Wang Yi dan Sergei Shoigu berlangsung pada Minggu (1/2) di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing. Dalam kesempatan tersebut, China dan Rusia menegaskan posisi sebagai mitra strategis komprehensif untuk koordinasi di era baru. “Kedua negara telah menjaga komunikasi yang erat mengenai isu-isu utama yang menyangkut hubungan bilateral, saling mendukung dalam isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan inti masing-masing, dan melindungi kepentingan masing-masing maupun kepentingan bersama kedua negara,” ujar Lin Jian. Wang Yi dalam pertemuan itu menilai dunia saat ini tengah mengalami perubahan besar dan gejolak yang kian meningkat. Menurutnya, tatanan internasional pascaperang serta norma-norma hubungan internasional menghadapi tantangan serius, bahkan berisiko kembali pada situasi “hukum rimba”. Ia menegaskan, sebagai negara bertetangga terbesar sekaligus mitra strategis komprehensif, China dan Rusia perlu terus menjaga komunikasi erat, meningkatkan dukungan timbal balik terkait kepentingan inti masing-masing, serta melindungi kepentingan bersama. Wang Yi juga menyatakan kesiapan China untuk bekerja sama dengan Rusia dalam mengimplementasikan pemahaman penting yang telah dicapai oleh kedua kepala negara. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan komunikasi dan koordinasi strategis guna membuka prospek baru hubungan China–Rusia di tahun yang baru. Sementara itu, Sergei Shoigu menegaskan Rusia secara konsisten menjunjung tinggi prinsip satu China. Rusia, kata dia, juga mencermati langkah-langkah kekuatan yang dinilai berupaya merusak stabilitas di Selat Taiwan, serta menentang upaya Jepang untuk mempercepat remiliterisasi. Rusia menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat dukungan timbal balik dengan China, meningkatkan kerja sama bilateral, serta memperdalam koordinasi dalam berbagai mekanisme multilateral, seperti PBB, Shanghai Cooperation Organization (SCO), dan BRICS. Kedua pihak juga melakukan komunikasi strategis mendalam mengenai berbagai isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama, dengan tujuan bersama membangun dunia multipolar yang lebih adil dan setara serta arsitektur keamanan Eurasia yang dinilai tak terpisahkan.

Internasional
| Selasa, 3 Februari 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5