Internasional
Serangan Sekolah di Minab Diduga Terkait Target Pangkalan IRGC
PIFA, Internasional – Serangan terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, yang menewaskan puluhan anak-anak diduga berkaitan dengan operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan pangkalan angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di dekat lokasi tersebut. Hal itu dilaporkan oleh surat kabar The New York Times pada Kamis (5/3), berdasarkan analisis citra satelit, unggahan media sosial, serta rekaman video yang telah diverifikasi. Menurut laporan tersebut, pernyataan publik pejabat Amerika Serikat menunjukkan bahwa pesawat militer AS memang melakukan operasi di kawasan tersebut pada hari terjadinya serangan terhadap sekolah, termasuk operasi yang menargetkan fasilitas milik IRGC. The New York Times juga menyebutkan bahwa gedung sekolah tersebut sebelumnya merupakan bagian dari pangkalan angkatan laut IRGC. Namun, citra satelit menunjukkan bangunan itu telah dipisahkan dari kompleks militer sejak September 2016 melalui pembangunan pagar pembatas. Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah. Serangan terhadap Iran tersebut terjadi di tengah proses perundingan nuklir antara Washington dan Teheran yang dimediasi Oman di kota Jenewa. Pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di Minab menjadi sasaran serangan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan sedikitnya 171 siswi tewas dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan agar ada pertanggungjawaban atas serangan mematikan yang menimpa para pelajar tersebut.
Internasional
| Jumat, 6 Maret 2026

Trending
Indonesia Pimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB, Angkat Tema “Presidensi untuk Semua”
Internasional
| Jumat, 20 Februari 2026

Kemlu RI Dorong Penyelidikan Ledakan Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz, Libatkan WNI
Internasional
| Minggu, 8 Maret 2026

Israel Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan Setelah Delapan Bulan Bertugas
Internasional
| Sabtu, 4 Juli 2026

Iran Disebut Segera Terima Ratusan Peluncur Rudal dari China, Beijing Membantah
Internasional
| Jumat, 31 Juli 2026

83 Orang Tewas dan 112 Terluka dalam Operasi Militer AS
Internasional
| Sabtu, 17 Januari 2026

Israel Perintahkan Penghancuran Jembatan di Lebanon, Targetkan Jalur Hizbullah
Internasional
| Minggu, 22 Maret 2026

Menteri Perminyakan Iran Buka Peluang Kerja Sama Migas dengan AS di Tengah Perundingan Nuklir
Internasional
| Jumat, 20 Februari 2026

Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Diduga Bunuh Kakek-Nenek Sebelum Beraksi
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

Kebakaran Besar di Resor Pantai Dominika, Satu Wisatawan Tewas dan 1.700 Orang Dievakuasi
Internasional
| Sabtu, 20 Juni 2026

AS Buka Peluang Perundingan dengan Iran di Tengah Peningkatan Kehadiran Militer
Internasional
| Senin, 2 Februari 2026

Berita Terbaru
Internasional

Belgia Kirim 30 Tentara ke Greenland, Jaga Arktik dari Ambisi Trump
Belgia akan mengirim sekitar 30 personel militernya ke Greenland sebagai bagian dari misi NATO untuk memperkuat keamanan di kawasan Arktik. Pengerahan pasukan ini dilakukan di tengah pernyataan berulang Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin menguasai Greenland.Pasukan Belgia dijadwalkan dikerahkan pada awal September dalam misi baru NATO bernama "Arctic Sentry". Misi tersebut bertujuan memperkuat kehadiran aliansi di kawasan Arktik, termasuk Greenland, Islandia, dan wilayah Samudra Arktik.Personel yang dikirim Belgia berasal dari Brigade ke-1 yang bermarkas di Leopoldsburg serta anggota Pasukan Khusus Belgia, dikutip dari Anadolu Agency.Dalam misi tersebut, pasukan Belgia akan menjalankan berbagai kegiatan pencegahan dan pelatihan. Mereka antara lain akan mengoperasikan pesawat nirawak atau drone serta menguji sistem untuk menangkal ancaman drone.Otoritas keamanan Belgia menyebut kondisi geografis Greenland yang luas menyediakan lingkungan yang sesuai untuk menjalankan berbagai latihan tersebut.Belgia akan memimpin operasi bersama sejumlah negara NATO lainnya, yakni Kanada, Denmark, Prancis, Finlandia, Belanda, Slovenia, dan Swedia.Menurut VTM, keterlibatan sejumlah negara tersebut juga dimaksudkan untuk mengirimkan pesan bahwa NATO memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan kawasan Arktik, termasuk Greenland.Penguatan kehadiran NATO di Greenland berlangsung ketika isu mengenai masa depan wilayah otonom Denmark tersebut kembali menjadi sorotan setelah Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland.Trump bahkan menyebut penguasaan Greenland sebagai kepentingan historis dan strategis bagi Amerika Serikat.Greenland sendiri merupakan wilayah otonom Kerajaan Denmark. Letaknya yang strategis di kawasan Arktik membuat wilayah tersebut memiliki nilai penting bagi pertahanan dan keamanan negara-negara NATO.Selain kepentingan Amerika Serikat, NATO juga menilai kawasan Arktik semakin strategis seiring meningkatnya aktivitas dan kepentingan Rusia serta China di wilayah tersebut.Melalui misi Arctic Sentry, NATO berupaya meningkatkan pemantauan, kesiapsiagaan, serta kemampuan pertahanan di kawasan yang semakin penting secara geopolitik tersebut.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026
Internasional

AIPAC Pertimbangkan Kucurkan Puluhan Juta Dolar untuk Jegal Abdul El Sayed
American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dilaporkan mempertimbangkan untuk menggelontorkan puluhan juta dolar Amerika Serikat guna menghadang Abdul El Sayed, calon senator Muslim dari Partai Demokrat, dalam pemilihan paruh waktu pada November mendatang.Middle East Monitor (MEMO) melaporkan kelompok lobi pro-Israel tersebut mempertimbangkan untuk mendukung kandidat Senat dari Partai Republik, Mike Rogers, setelah kandidat yang mereka dukung sebelumnya, Haley Stevens, kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan.Stevens kalah tipis dari El Sayed dalam primary tersebut. El Sayed dikenal vokal mengusung kebijakan yang berfokus pada pendidikan serta mengkritik kebijakan Israel.Mengutip New York Times, sejumlah donor dan sekutu AIPAC disebut telah mendorong organisasi tersebut untuk menginvestasikan puluhan juta dolar guna mendukung kampanye Rogers.Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan final dari AIPAC terkait pendanaan tersebut. Organisasi itu memastikan upaya untuk menghadang El Sayed akan tetap berlanjut."Anggota kami tetap bertekad untuk memastikan bahwa para pemilih menentang Dr. El Sayed dan agenda anti-Israel radikalnya pada November mendatang," demikian pernyataan AIPAC.AIPAC merupakan salah satu kelompok lobi yang memiliki pengaruh besar dalam politik Amerika Serikat. Organisasi tersebut selama ini aktif mendukung kandidat politik yang dinilai pro-Israel untuk mempertahankan hubungan erat antara Washington dan Tel Aviv.Dalam pemilihan Senat Michigan sebelumnya, AIPAC bersama afiliasinya, United Democracy Project (UDP), menghabiskan sekitar US$32 juta untuk mempromosikan Stevens. Jumlah tersebut menjadi salah satu pengeluaran terbesar yang pernah dikeluarkan kelompok tersebut dalam sebuah kontestasi politik.Namun, besarnya dana yang digelontorkan tidak mampu mengantarkan Stevens memenangi primary. Ia justru harus mengakui keunggulan El Sayed.Hasil sejumlah jajak pendapat sebelum primary juga menunjukkan citra AIPAC di Michigan tengah menghadapi tantangan.Sekitar 49 persen calon pemilih utama Partai Demokrat di Michigan dalam salah satu survei memandang negatif AIPAC. Hanya sekitar 12 persen yang memberikan penilaian positif terhadap organisasi tersebut.Survei lain menunjukkan 64 persen responden cenderung kurang mendukung kandidat politik yang menerima sumbangan dari AIPAC.Sementara itu, survei Pew Research Center yang dirilis April menunjukkan sekitar 60 persen warga Amerika Serikat memiliki pandangan negatif terhadap Israel.Sikap negatif tersebut terutama terlihat di kalangan pemilih muda serta sebagian pendukung Partai Demokrat. Perubahan opini publik itu terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap dukungan Amerika Serikat kepada Israel selama perang di Gaza.Kondisi tersebut turut menjadi tantangan bagi organisasi dan kandidat politik yang secara terbuka mengusung agenda pro-Israel dalam pemilu Amerika Serikat.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026
Internasional

Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Diduga Pelajari Aksi Massal dari Internet
Polisi Thailand mengungkap adanya dugaan jejak pencarian internet yang dilakukan pelaku penembakan di sekolah Debsirin, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, sebelum melancarkan aksinya.Pelaku disebut sempat mencari dan mengakses sejumlah situs yang berkaitan dengan penembakan massal sebelum insiden terjadi pada Jumat (7/8).Dalam penyelidikan, polisi menyita sembilan komputer atau perangkat elektronik dari rumah tersangka. Perangkat tersebut kini diperiksa untuk mengungkap aktivitas dan kemungkinan motif pelaku sebelum melakukan penembakan.Serangan di sekolah tersebut menewaskan sedikitnya enam orang yang terdiri dari tiga siswa dan tiga guru. Pelaku kemudian tewas, diduga akibat bunuh diri.Polisi juga menduga pelaku terlebih dahulu membunuh kakek dan neneknya yang tinggal bersamanya sebelum pergi ke sekolah.Keduanya ditemukan tewas di rumah sebelum aksi penembakan berlangsung. Polisi menyebut pelaku menggunakan pistol milik kakeknya.Setelah membunuh kedua anggota keluarganya, pelaku kemudian pergi ke sekolah Debsirin Nonthaburi di pinggiran Bangkok. Di sekolah tersebut, ia menembak tiga guru dan tiga siswa.Dengan demikian, total korban tewas dalam rangkaian kejadian tersebut mencapai delapan orang, termasuk pelaku.Komandan Polisi Provinsi Nonthaburi, Letkol Dechrapee Kongdee, membenarkan bahwa pelaku meninggal akibat bunuh diri.Polisi menyebut pelaku melepaskan 26 tembakan dalam aksinya. Selain itu, sebanyak 34 butir amunisi lainnya ditemukan di lokasi kejadian.Kongdee mengatakan kepada BBC bahwa pelaku merupakan siswa kelas sembilan yang umumnya berusia sekitar 14 tahun.Hingga kini, kepolisian Thailand masih mendalami motif penembakan tersebut, termasuk aktivitas pelaku di internet sebelum serangan dan hubungan antara pencarian yang dilakukan dengan aksi kekerasan yang terjadi.Penyidik juga terus memeriksa perangkat elektronik yang disita dari rumah pelaku untuk mendapatkan informasi mengenai persiapan dan kemungkinan latar belakang aksi tersebut.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026
Berita Populer
Internasional

Serangan Sekolah di Minab Diduga Terkait Target Pangkalan IRGC
PIFA, Internasional – Serangan terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, yang menewaskan puluhan anak-anak diduga berkaitan dengan operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan pangkalan angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di dekat lokasi tersebut. Hal itu dilaporkan oleh surat kabar The New York Times pada Kamis (5/3), berdasarkan analisis citra satelit, unggahan media sosial, serta rekaman video yang telah diverifikasi. Menurut laporan tersebut, pernyataan publik pejabat Amerika Serikat menunjukkan bahwa pesawat militer AS memang melakukan operasi di kawasan tersebut pada hari terjadinya serangan terhadap sekolah, termasuk operasi yang menargetkan fasilitas milik IRGC. The New York Times juga menyebutkan bahwa gedung sekolah tersebut sebelumnya merupakan bagian dari pangkalan angkatan laut IRGC. Namun, citra satelit menunjukkan bangunan itu telah dipisahkan dari kompleks militer sejak September 2016 melalui pembangunan pagar pembatas. Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah. Serangan terhadap Iran tersebut terjadi di tengah proses perundingan nuklir antara Washington dan Teheran yang dimediasi Oman di kota Jenewa. Pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di Minab menjadi sasaran serangan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan sedikitnya 171 siswi tewas dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan agar ada pertanggungjawaban atas serangan mematikan yang menimpa para pelajar tersebut.
Internasional
| Jumat, 6 Maret 2026
Internasional

Indonesia Pimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB, Angkat Tema “Presidensi untuk Semua”
PIFA, Internasional - Indonesia akan memimpin pelaksanaan Sidang ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 Februari hingga 31 Maret 2026. Momentum ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang untuk pertama kalinya memimpin sidang Dewan HAM sejak badan tersebut dibentuk pada 2006. Menurut Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, sidang akan diawali dengan segmen tingkat tinggi pada 23–25 Februari 2026. Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional pada hari pertama. “Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, selaku Presiden Dewan HAM, Duta Besar Sidharto R. Suryodipuro, akan membuka Sidang Tingkat Tinggi tersebut,” demikian pernyataan tertulis PTRI Jenewa yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat. Sidang tahun ini digelar bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB, di tengah situasi global yang semakin kompleks akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan tekanan finansial terhadap ekosistem PBB. Di bawah kepemimpinan Indonesia, Dewan HAM PBB ditegaskan akan tetap menjalankan mandatnya secara konsisten, menjaga ruang dialog yang inklusif, serta memperkuat kerja sama demi pemajuan HAM yang setara bagi semua pihak. Sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia mengusung tema “Presidensi untuk Semua”. Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk memastikan badan HAM yang inklusif, mampu menjembatani perbedaan melalui dialog konstruktif, serta memperkuat kolaborasi sebagai fondasi utama perlindungan HAM. Indonesia juga akan mempromosikan penguatan akses anak terhadap makanan bergizi, sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan hak atas pangan dan hak anak merupakan bagian esensial dari perlindungan HAM sekaligus investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan. Sepanjang masa kepemimpinan RI di Dewan HAM PBB, sejumlah isu tematik akan diangkat, antara lain pencegahan sunat perempuan, promosi budaya perdamaian, pembiayaan pembangunan berkelanjutan, hak penyandang disabilitas, dan hak anak. Selain itu, Dewan HAM PBB juga akan membahas kerja sama teknis dan penguatan kapasitas dengan sejumlah negara mitra seperti Ukraina, Haiti, dan Republik Afrika Tengah. Perkembangan HAM di beberapa negara, termasuk Afghanistan, Sudan, dan Palestina, juga akan menjadi perhatian dalam sidang tersebut. PTRI Jenewa menyebutkan lebih dari 100 pejabat negara telah mengonfirmasi kehadiran dalam Sidang ke-61 Dewan HAM PBB. Dua kepala negara yang dijadwalkan hadir langsung yakni Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta dan Presiden Kolombia Gustavo Petro.
Internasional
| Jumat, 20 Februari 2026
Internasional

Kemlu RI Dorong Penyelidikan Ledakan Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz, Libatkan WNI
PIFA, Internaisonal - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyerukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ledakan dan kebakaran tugboat Musaffah 2 yang melibatkan awak Warga Negara Indonesia (WNI) di Selat Hormuz. Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di kawasan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengusut insiden tersebut. “Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini dan perwakilan RI sedang berkoordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab dan Oman serta pihak perusahaan kapal,” kata Yvonne melalui rekaman video di Jakarta, Minggu. Ia menjelaskan, pada 6 Maret Kemlu melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan terkait insiden yang menimpa tugboat Musaffah 2 berbendera UEA. Peristiwa tersebut terjadi di Selat Hormuz, di antara perairan UEA dan Oman, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Kapal tersebut membawa tujuh anak buah kapal (ABK), termasuk empat WNI, serta enam teknisi yang salah satunya juga merupakan WNI. Menurut Yvonne, saat insiden terjadi kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang mengalami kerusakan. Berdasarkan keterangan saksi mata, tugboat tersebut mengalami ledakan yang kemudian menyebabkan kebakaran. Saat kejadian, empat WNI ABK berada di kapal Musaffah 2, sementara satu WNI teknisi berada di kapal kontainer Safeen Prestige. Terkait kondisi para WNI, Kemlu menyebut satu ABK WNI mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di kota Khasab, Oman. Sementara satu WNI teknisi yang selamat telah berada di Abu Dhabi. Adapun tiga WNI ABK lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat. “Saat ini, perwakilan RI di UEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian tiga awak WNI yang hilang dan memastikan perawatan WNI ABK yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia,” ujar Yvonne. Ia menambahkan, penyelidikan mengenai penyebab ledakan masih berlangsung. Kemlu juga mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk yang bekerja di kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, WNI diminta memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi, menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat, serta melakukan lapor diri guna memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Internasional
| Minggu, 8 Maret 2026
Feeds
Belgia Kirim 30 Tentara ke Greenland, Jaga Arktik dari Ambisi Trump
Belgia akan mengirim sekitar 30 personel militernya ke Greenland sebagai bagian dari misi NATO untuk memperkuat keamanan di kawasan Arktik. Pengerahan pasukan ini dilakukan di tengah pernyataan berulang Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin menguasai Greenland.Pasukan Belgia dijadwalkan dikerahkan pada awal September dalam misi baru NATO bernama "Arctic Sentry". Misi tersebut bertujuan memperkuat kehadiran aliansi di kawasan Arktik, termasuk Greenland, Islandia, dan wilayah Samudra Arktik.Personel yang dikirim Belgia berasal dari Brigade ke-1 yang bermarkas di Leopoldsburg serta anggota Pasukan Khusus Belgia, dikutip dari Anadolu Agency.Dalam misi tersebut, pasukan Belgia akan menjalankan berbagai kegiatan pencegahan dan pelatihan. Mereka antara lain akan mengoperasikan pesawat nirawak atau drone serta menguji sistem untuk menangkal ancaman drone.Otoritas keamanan Belgia menyebut kondisi geografis Greenland yang luas menyediakan lingkungan yang sesuai untuk menjalankan berbagai latihan tersebut.Belgia akan memimpin operasi bersama sejumlah negara NATO lainnya, yakni Kanada, Denmark, Prancis, Finlandia, Belanda, Slovenia, dan Swedia.Menurut VTM, keterlibatan sejumlah negara tersebut juga dimaksudkan untuk mengirimkan pesan bahwa NATO memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan kawasan Arktik, termasuk Greenland.Penguatan kehadiran NATO di Greenland berlangsung ketika isu mengenai masa depan wilayah otonom Denmark tersebut kembali menjadi sorotan setelah Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland.Trump bahkan menyebut penguasaan Greenland sebagai kepentingan historis dan strategis bagi Amerika Serikat.Greenland sendiri merupakan wilayah otonom Kerajaan Denmark. Letaknya yang strategis di kawasan Arktik membuat wilayah tersebut memiliki nilai penting bagi pertahanan dan keamanan negara-negara NATO.Selain kepentingan Amerika Serikat, NATO juga menilai kawasan Arktik semakin strategis seiring meningkatnya aktivitas dan kepentingan Rusia serta China di wilayah tersebut.Melalui misi Arctic Sentry, NATO berupaya meningkatkan pemantauan, kesiapsiagaan, serta kemampuan pertahanan di kawasan yang semakin penting secara geopolitik tersebut.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

AIPAC Pertimbangkan Kucurkan Puluhan Juta Dolar untuk Jegal Abdul El Sayed
American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dilaporkan mempertimbangkan untuk menggelontorkan puluhan juta dolar Amerika Serikat guna menghadang Abdul El Sayed, calon senator Muslim dari Partai Demokrat, dalam pemilihan paruh waktu pada November mendatang.Middle East Monitor (MEMO) melaporkan kelompok lobi pro-Israel tersebut mempertimbangkan untuk mendukung kandidat Senat dari Partai Republik, Mike Rogers, setelah kandidat yang mereka dukung sebelumnya, Haley Stevens, kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan.Stevens kalah tipis dari El Sayed dalam primary tersebut. El Sayed dikenal vokal mengusung kebijakan yang berfokus pada pendidikan serta mengkritik kebijakan Israel.Mengutip New York Times, sejumlah donor dan sekutu AIPAC disebut telah mendorong organisasi tersebut untuk menginvestasikan puluhan juta dolar guna mendukung kampanye Rogers.Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan final dari AIPAC terkait pendanaan tersebut. Organisasi itu memastikan upaya untuk menghadang El Sayed akan tetap berlanjut."Anggota kami tetap bertekad untuk memastikan bahwa para pemilih menentang Dr. El Sayed dan agenda anti-Israel radikalnya pada November mendatang," demikian pernyataan AIPAC.AIPAC merupakan salah satu kelompok lobi yang memiliki pengaruh besar dalam politik Amerika Serikat. Organisasi tersebut selama ini aktif mendukung kandidat politik yang dinilai pro-Israel untuk mempertahankan hubungan erat antara Washington dan Tel Aviv.Dalam pemilihan Senat Michigan sebelumnya, AIPAC bersama afiliasinya, United Democracy Project (UDP), menghabiskan sekitar US$32 juta untuk mempromosikan Stevens. Jumlah tersebut menjadi salah satu pengeluaran terbesar yang pernah dikeluarkan kelompok tersebut dalam sebuah kontestasi politik.Namun, besarnya dana yang digelontorkan tidak mampu mengantarkan Stevens memenangi primary. Ia justru harus mengakui keunggulan El Sayed.Hasil sejumlah jajak pendapat sebelum primary juga menunjukkan citra AIPAC di Michigan tengah menghadapi tantangan.Sekitar 49 persen calon pemilih utama Partai Demokrat di Michigan dalam salah satu survei memandang negatif AIPAC. Hanya sekitar 12 persen yang memberikan penilaian positif terhadap organisasi tersebut.Survei lain menunjukkan 64 persen responden cenderung kurang mendukung kandidat politik yang menerima sumbangan dari AIPAC.Sementara itu, survei Pew Research Center yang dirilis April menunjukkan sekitar 60 persen warga Amerika Serikat memiliki pandangan negatif terhadap Israel.Sikap negatif tersebut terutama terlihat di kalangan pemilih muda serta sebagian pendukung Partai Demokrat. Perubahan opini publik itu terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap dukungan Amerika Serikat kepada Israel selama perang di Gaza.Kondisi tersebut turut menjadi tantangan bagi organisasi dan kandidat politik yang secara terbuka mengusung agenda pro-Israel dalam pemilu Amerika Serikat.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Diduga Pelajari Aksi Massal dari Internet
Polisi Thailand mengungkap adanya dugaan jejak pencarian internet yang dilakukan pelaku penembakan di sekolah Debsirin, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, sebelum melancarkan aksinya.Pelaku disebut sempat mencari dan mengakses sejumlah situs yang berkaitan dengan penembakan massal sebelum insiden terjadi pada Jumat (7/8).Dalam penyelidikan, polisi menyita sembilan komputer atau perangkat elektronik dari rumah tersangka. Perangkat tersebut kini diperiksa untuk mengungkap aktivitas dan kemungkinan motif pelaku sebelum melakukan penembakan.Serangan di sekolah tersebut menewaskan sedikitnya enam orang yang terdiri dari tiga siswa dan tiga guru. Pelaku kemudian tewas, diduga akibat bunuh diri.Polisi juga menduga pelaku terlebih dahulu membunuh kakek dan neneknya yang tinggal bersamanya sebelum pergi ke sekolah.Keduanya ditemukan tewas di rumah sebelum aksi penembakan berlangsung. Polisi menyebut pelaku menggunakan pistol milik kakeknya.Setelah membunuh kedua anggota keluarganya, pelaku kemudian pergi ke sekolah Debsirin Nonthaburi di pinggiran Bangkok. Di sekolah tersebut, ia menembak tiga guru dan tiga siswa.Dengan demikian, total korban tewas dalam rangkaian kejadian tersebut mencapai delapan orang, termasuk pelaku.Komandan Polisi Provinsi Nonthaburi, Letkol Dechrapee Kongdee, membenarkan bahwa pelaku meninggal akibat bunuh diri.Polisi menyebut pelaku melepaskan 26 tembakan dalam aksinya. Selain itu, sebanyak 34 butir amunisi lainnya ditemukan di lokasi kejadian.Kongdee mengatakan kepada BBC bahwa pelaku merupakan siswa kelas sembilan yang umumnya berusia sekitar 14 tahun.Hingga kini, kepolisian Thailand masih mendalami motif penembakan tersebut, termasuk aktivitas pelaku di internet sebelum serangan dan hubungan antara pencarian yang dilakukan dengan aksi kekerasan yang terjadi.Penyidik juga terus memeriksa perangkat elektronik yang disita dari rumah pelaku untuk mendapatkan informasi mengenai persiapan dan kemungkinan latar belakang aksi tersebut.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

Gempa Guncang Ruang Operasi RS Jepang, Dokter Tetap Lanjutkan Bedah Pasien
Rekaman CCTV yang memperlihatkan suasana ruang operasi saat gempa bumi mengguncang sebuah rumah sakit di Jepang viral di media sosial. Dalam video tersebut, tim dokter terlihat berusaha melindungi pasien sembari tetap menjalankan prosedur operasi.Video tersebut dirilis media Jepang NHK pada Kamis (6/8). Rekaman CCTV Rumah Sakit Umum Kumamoto di Kota Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, memperlihatkan momen ketika gempa mengguncang ruang operasi saat tim medis sedang melakukan prosedur bedah perut.Awalnya, para dokter terlihat fokus melakukan operasi terhadap seorang pasien yang terbaring di meja bedah.Situasi berubah ketika guncangan kuat tiba-tiba terjadi. Sejumlah peralatan medis terlihat bergoyang hingga jatuh dan nyaris mengenai pasien.Para dokter dan perawat langsung berusaha mengamankan pasien dari peralatan yang bergerak akibat guncangan. Salah seorang perawat bahkan terlihat terjatuh ketika berusaha membuka pintu untuk mengamankan jalur evakuasi.Meski gempa mengguncang ruang operasi, prosedur medis tetap dapat diselesaikan.Pihak Rumah Sakit Umum Kumamoto menyatakan terdapat empat operasi yang berlangsung ketika gempa terjadi. Seluruh prosedur tersebut berhasil diselesaikan dengan aman.Rumah sakit sempat menangguhkan layanan rawat jalan setelah gempa menyebabkan gangguan pada pasokan air dan membuat sejumlah peralatan medis tidak dapat digunakan.Operasional rumah sakit kemudian kembali berjalan pada Rabu (5/8), setelah pihak rumah sakit memastikan air sumur yang digunakan untuk kondisi darurat berada dalam kondisi layak.Namun, sejumlah fasilitas masih mengalami gangguan. Beberapa lift belum dapat digunakan dan rumah sakit juga masih menghadapi keterbatasan dalam menyediakan makanan bagi pasien.Direktur Rumah Sakit Umum Kumamoto, Dr. Shinya Shimada, mengatakan pihak rumah sakit tetap berupaya menjalankan pelayanan medis di tengah kondisi pascabencana."Namun, kami percaya bahwa dimulainya kembali layanan medis akan membawa ketenangan pikiran bagi masyarakat setempat. Kami ingin memenuhi misi rumah sakit," ucapnya.Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto pada 28 Juli. Bencana tersebut menyebabkan lebih dari 30 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.Sebagian besar korban dilaporkan terluka atau meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa juga memicu kebakaran dan menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.Setelah gempa utama, Jepang masih mengalami sejumlah gempa susulan dengan magnitudo sekitar 3 hingga 4.Jepang merupakan salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Negara tersebut mengalami aktivitas gempa secara rutin.Jepang juga masih menghadapi dampak sejarah gempa besar berkekuatan magnitudo 9,0 pada 2011 yang memicu tsunami dan menyebabkan sekitar 18.500 orang meninggal atau hilang. Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan parah pada pembangkit nuklir Fukushima.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

India Uji Tembak Rudal Agni-4 Berkemampuan Nuklir, Jangkauan 4.000 Km
India merampungkan uji tembak rudal balistik Agni-4 yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada Kamis (6/8). Rudal tersebut memiliki jangkauan hingga 4.000 kilometer.Uji coba dilakukan di Integrated Test Range, Chandipur, lepas pantai Odisha. Dengan jangkauan tersebut, Agni-4 disebut dapat menjangkau sejumlah wilayah, termasuk China, Asia Tenggara, Asia Tengah, hingga Asia Barat."Uji coba itu dilakukan di bawah naungan Komando Pasukan Strategis (SFC)," demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan India.Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan peluncuran Agni-4 berhasil dilakukan dan mengapresiasi para ilmuwan yang terlibat dalam pengembangan rudal tersebut."Peluncuran yang sempurna ini menegaskan kembali komitmen India untuk membela negara dengan teknologi canggih," kata Rajnath Singh.Komando Pasukan Strategis merupakan bagian dari Otoritas Komando Nuklir India. Lembaga tersebut bertanggung jawab atas pengelolaan dan penyediaan kemampuan nuklir strategis negara.Agni-4 dikembangkan oleh Defence Research and Development Organisation (DRDO). Rudal tersebut dapat membawa muatan nuklir maupun konvensional dan menjadi salah satu komponen dalam postur pencegahan strategis India.Agni-4 menggunakan sistem propelan padat dua tahap dan memiliki kapasitas muatan hingga 1.000 kilogram. Rudal tersebut diluncurkan menggunakan peluncur tandem bergerak yang memungkinkan sistem dikerahkan dengan cepat serta memiliki kemampuan bertahan dari serangan pendahuluan.Rudal yang sebelumnya dikenal dengan nama Agni-II Prime tersebut merupakan pengembangan dari rudal balistik jarak menengah Agni-II dengan jangkauan yang lebih jauh.India telah melakukan delapan kali uji terbang Agni-4 sejak pengujian pertama pada 2010.Pengembangan dan pengujian rudal tersebut menjadi bagian dari upaya India memperkuat kemampuan pencegahan strategisnya. India merupakan salah satu negara yang memiliki senjata nuklir.India pertama kali melakukan uji coba nuklir pada 18 Mei 1974 melalui operasi yang diberi nama Smiling Buddha.Namun, India baru secara resmi mendeklarasikan diri sebagai negara pemilik senjata nuklir setelah melakukan rangkaian uji coba lanjutan pada Mei 1998.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

Pilot Malaysia Airlines Wajib Tes Narkoba Usai Rekannya Ditangkap di RI
Malaysia Aviation Group (MAG) memberlakukan pemeriksaan narkoba wajib bagi seluruh pilot di bawah naungannya setelah salah satu pilot Malaysia Airlines ditangkap otoritas Indonesia karena diduga menyelundupkan narkotika.Dalam pernyataan pada Jumat (7/8), MAG mengatakan tahap pertama pemeriksaan telah dimulai terhadap 1.260 pilot Malaysia Airlines. Proses pemeriksaan tersebut ditargetkan selesai pada 15 Agustus mendatang."Pilot yang tidak menyelesaikan pemeriksaan pada tanggal yang ditentukan tidak akan mengoperasikan penerbangan sampai mereka dinyatakan lolos sesuai dengan prosedur dan persyaratan peraturan MAG," demikian pernyataan grup tersebut.MAG selanjutnya akan memperluas pemeriksaan narkoba wajib terhadap seluruh pilot aktif, termasuk awak kabin.Kebijakan tersebut diterapkan setelah pilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada 28 Juli. Ia diduga menyelundupkan narkotika berupa sabu dan ekstasi.Pria berusia 39 tahun itu ditangkap di pintu masuk Terminal 3 setelah petugas Bea Cukai menemukan 14 paket besar berisi sekitar 70 ribu pil ekstasi serta satu paket sabu di dalam kopernya melalui pemeriksaan X-ray.Dalam pemeriksaan, Mohd Saufi yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku diperintahkan seseorang untuk membawa sabu ke Jakarta. Ia disebut dijanjikan imbalan RM50.000.Penyidik kemudian menemukan botol kecil berisi urine yang dibawa tersangka. Botol tersebut diduga disiapkan sebagai antisipasi apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan narkoba.Namun, botol tersebut belum digunakan saat Mohd Saufi menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan ia positif mengonsumsi tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi, dan kokain.MAG menegaskan Mohd Saufi tidak sedang bertugas ketika ditangkap. Ia disebut sedang menjalani masa cuti dan berada di kursi kokpit sebagai pengamat."Individu yang bersangkutan adalah seorang Perwira Kedua yang duduk di kursi kokpit sebagai pengamat dan bukan pilot yang menerbangkan pesawat. Individu tersebut juga sedang tidak bertugas selama dua hari sebelum insiden tersebut," tulis MAG tanpa menyebut identitas tersangka dalam pernyataannya.MAG memastikan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH727 saat itu dioperasikan oleh pilot yang memenuhi persyaratan.Meski demikian, MAG menegaskan tindakan pilot tersebut tidak dapat ditoleransi dan bertentangan dengan standar profesional perusahaan."Keselamatan operasional dan kesiapan awak pesawat untuk bertugas adalah hal yang tidak dapat ditawar di MAG. Kami menanggapi serius setiap pelanggaran standar keselamatan kami dan telah bertindak cepat untuk meningkatkan pemeriksaan narkoba wajib di seluruh pilot aktif kami," kata Presiden dan CEO Grup MAG, Kapten Nasaruddin A Bakar."Meskipun insiden langka ini tidak mencerminkan profesionalisme sebagian besar karyawan kami, kami akan terus memperkuat pengamanan kami untuk menjaga kepercayaan penumpang dan pemangku kepentingan kami," lanjutnya.MAG merupakan grup perusahaan yang mengoperasikan Malaysia Airlines. Selain itu, grup tersebut juga menaungi maskapai penerbangan jarak pendek Firefly serta layanan penerbangan haji dan umrah, Amal.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

Aktivis Sayap Kiri Israel Geruduk Kantor Partai Smotrich, Protes Kekerasan Pemukim
Sejumlah aktivis sayap kiri Israel dari kelompok Standing Together menggelar aksi protes di kantor Partai Zionisme Religius di Shoham, sebelah timur Tel Aviv, pada Rabu (5/8).Para demonstran menuding partai yang dipimpin Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich tersebut mendukung dan mendanai kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.Dalam aksinya, para aktivis mengenakan pakaian putih yang dilumuri warna merah. Mereka juga mengangkat tangan yang diberi warna merah serta membawa poster berbahasa Ibrani dan Arab."Keuangan Smotrich, para pemukim membakar (segala sesuatu), darah ada di tangan pemerintah," demikian slogan yang disampaikan para demonstran, seperti dikutip Times of Israel.Standing Together menilai Smotrich memiliki peran penting dalam mendukung perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat. Selain menjabat sebagai Menteri Keuangan, Smotrich juga memegang posisi sebagai menteri di Kementerian Pertahanan yang berkaitan dengan urusan permukiman.Kelompok tersebut menilai sejumlah serangan terhadap warga Palestina berasal dari pos-pos permukiman terpencil yang dianggap ilegal.Dalam video yang dibagikan Standing Together, para demonstran terlihat duduk membelakangi pintu kaca kantor sambil meneriakkan slogan "Darah ada di tangan pemerintah". Dari dalam kantor, sejumlah pegawai partai terlihat merekam aksi tersebut."Menteri Keuangan Smotrich membiayai pos-pos terdepan tempat (para pemukim ekstremis) pergi untuk membakar desa-desa, guna mengusir orang-orang dari rumah mereka. Selama teror para pemukim berlanjut, kita tidak akan memiliki keamanan. Kita tidak akan berhenti berjuang sampai itu berhenti. Hanya perdamaian yang akan membawa keamanan," teriak salah seorang demonstran.Melalui unggahan di media sosial X, Standing Together mengatakan aksi tersebut dilakukan karena Partai Zionisme Religius dinilai mendukung kekerasan terhadap warga Palestina."Kami tiba pagi ini di markas besar partai Zionisme Religius, sebuah partai yang mentransfer dana dan mendukung kegiatan pertanian teror di Tepi Barat. Menteri Keuangan Smotrich mentransfer uang warga Israel ke teror pemukim yang membakar desa-desa, merampas dan mengusir orang-orang dari tanah dan rumah mereka, dan membakar masa depan kita," kata kelompok tersebut."Warga Palestina adalah korban dari kebijakan ini, tetapi begitu juga kita, warga Israel. Dengan uang kita, mereka mendanai teror alih-alih mengurus kesejahteraan dan rehabilitasi kita. Kami tidak akan berhenti berjuang sampai mereka membongkar pertanian [pos terdepan] dan menghentikan teror. Sampai tercipta perdamaian Israel-Palestina," lanjutnya.Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.Smotrich diketahui menjadi salah satu tokoh yang mendorong perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. Ia juga pernah menyatakan bahwa menyamakan serangan pemukim dengan teror terhadap warga Israel merupakan tindakan yang "salah secara moral".Smotrich telah menjadi sasaran sejumlah sanksi internasional terkait meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina.Sementara itu, Partai Zionisme Religius membantah tudingan tersebut dan menuding para demonstran sebagai "aktivis sayap kiri ekstrem" yang berusaha menyerbu kantor partai secara paksa.Partai tersebut mengatakan staf mereka sempat terjebak di dalam kantor dan diminta tidak meninggalkan gedung. Mereka juga mengklaim para demonstran akhirnya dibubarkan polisi.Namun, kepolisian menyatakan petugas tiba di lokasi beberapa menit setelah menerima laporan, tetapi para demonstran sudah meninggalkan tempat tersebut."Polisi tidak akan mengizinkan hasutan, kekerasan, atau pelanggaran hukum apa pun yang dilakukan dengan kedok protes," demikian pernyataan kepolisian.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

Pilot Malaysia Airlines Ditangkap Bawa Narkoba ke RI Ternyata Sedang Cuti
Malaysia Aviation Group (MAG) mengungkap pilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena kasus penyelundupan narkoba ternyata sedang tidak bertugas saat ditangkap.Pilot tersebut diketahui sedang menjalani masa cuti. Ia berada di dalam kokpit pesawat sebagai pengamat saat penerbangan lepas landas dari Malaysia menuju Indonesia."Individu yang bersangkutan juga sedang tidak bertugas selama dua hari sebelum insiden terjadi," demikian pernyataan MAG, seperti dikutip Sinar Harian, Jumat (7/8).MAG menegaskan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH727 yang dinaiki pilot tersebut tetap dioperasikan secara aman. Penerbangan tersebut dijalankan oleh dua pilot yang memenuhi persyaratan untuk mengoperasikan pesawat."Namun, tindakan individu terkait sama sekali tidak dapat diterima dan bertentangan dengan standar profesional yang ditetapkan untuk staf," demikian pernyataan MAG, seperti dikutip Berita Harian.Pilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (28/7). Ia diduga menyelundupkan narkotika berupa sabu dan ekstasi.Pria berusia 39 tahun tersebut ditangkap di pintu masuk Terminal 3 setelah petugas Bea Cukai menemukan narkotika di dalam kopernya melalui pemeriksaan X-ray.Petugas menemukan 14 paket besar berisi sekitar 70 ribu pil ekstasi serta satu paket sabu.Dalam pemeriksaan, Mohd Saufi yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku diperintahkan seseorang membawa narkotika ke Jakarta. Ia disebut dijanjikan imbalan sebesar RM50.000.Pengembangan kasus juga mengungkap temuan botol kecil berisi urine yang dibawa tersangka. Botol tersebut diduga disiapkan untuk mengantisipasi pemeriksaan narkoba.Namun, botol tersebut belum digunakan ketika Mohd Saufi menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan dirinya positif mengonsumsi tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi, dan kokain.Menurut otoritas Malaysia, Mohd Saufi sempat melewati sejumlah pemeriksaan berlapis di Bandara Internasional Kuala Lumpur sebelum bertolak menuju Jakarta.Menanggapi kasus tersebut, MAG menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap pilot dan awak kabin Malaysia Airlines.MAG akan menerapkan pemeriksaan narkoba wajib bagi seluruh pilot dan awak kabin. Selain itu, penyaringan terhadap seluruh pilot aktif juga akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa.Para pilot juga akan menjalani tes IMSAFER untuk menilai kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas. Pemeriksaan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari penyakit, pengobatan, stres, alkohol, kelelahan, kondisi emosional, hingga frekuensi pelatihan.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Diduga Bunuh Kakek-Nenek Sebelum Beraksi
Pelaku penembakan di sekolah elite Debsirin Nonthaburi, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, diduga membunuh kakek dan neneknya sebelum melancarkan aksi penembakan di sekolah pada Jumat (7/8).Kepolisian Thailand menyatakan kakek dan nenek pelaku ditemukan tewas di rumah mereka. Rumah tersebut diketahui menjadi tempat tinggal pelaku.Keduanya diduga dibunuh sebelum pelaku berangkat ke sekolah dan melakukan penembakan.Dengan demikian, total korban tewas dalam rangkaian aksi tersebut mencapai delapan orang. Pelaku diduga terlebih dahulu menembak kakek dan neneknya menggunakan pistol milik sang kakek.Setelah itu, pelaku pergi menuju sekolahnya, Debsirin Nonthaburi, yang berada di kawasan pinggiran Bangkok.Di sekolah tersebut, pelaku diduga menembak tiga guru dan tiga siswa hingga tewas.Komandan Polisi Provinsi Nonthaburi Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee membenarkan bahwa pelaku kemudian mengakhiri hidupnya.Kepolisian menyebut pelaku merupakan seorang siswa. Sebanyak 26 butir peluru telah ditembakkan, sementara 34 butir amunisi lainnya ditemukan di lokasi kejadian.Kongdee mengatakan kepada BBC bahwa pelaku merupakan siswa kelas sembilan yang umumnya berusia sekitar 14 tahun.Polisi Thailand hingga kini masih menyelidiki motif penembakan tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui alasan pelaku melakukan penembakan yang menewaskan delapan orang.Peristiwa ini menjadi penembakan sekolah kedua yang terjadi di Thailand sepanjang 2026. Sebelumnya, pada Februari, seorang guru tewas dan seorang siswa terluka dalam insiden penembakan di wilayah selatan Thailand.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026

Iran Ancam Bikin Negara Teluk Gelap Jika Pembangkit Listrik Diserang AS-Israel
Iran mengancam akan memadamkan listrik di sejumlah negara Teluk jika Amerika Serikat atau Israel menyerang pembangkit listrik di Teheran.Ancaman tersebut disampaikan Iran melalui perantara kepada sejumlah negara Arab setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.Dua pejabat negara Arab mengatakan kepada AFP bahwa Iran secara khusus mengancam negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat."Iran mengancam akan memadamkan listrik di negara-negara Teluk, satu per satu, jika Trump menyerang pembangkit listriknya," kata salah satu pejabat tersebut, yang kemudian dikonfirmasi oleh pejabat Arab lainnya.Kedua pejabat tersebut berbicara kepada AFP dengan syarat anonim karena membahas persoalan yang sensitif.Ancaman Iran muncul setelah Trump sebelumnya menyatakan rencana untuk melancarkan "serangan terbesar sejak Perang Dunia II" terhadap Iran. Infrastruktur energi disebut-sebut menjadi salah satu kemungkinan sasaran serangan.Iran kemudian menyampaikan pesan kepada negara-negara Teluk bahwa pembangkit listrik mereka akan menjadi sasaran Teheran apabila ancaman serangan Amerika Serikat benar-benar direalisasikan.Sejumlah negara Arab kemudian berupaya mencegah eskalasi konflik. Pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar dilaporkan menghubungi Trump untuk memintanya menahan diri dan tidak melanjutkan rencana serangan tersebut.Ancaman Iran disebut berbeda dari peringatan-peringatan sebelumnya. Salah satu pejabat Arab menyebut ancaman kali ini sangat serius.Jika benar terjadi, serangan terhadap fasilitas energi negara-negara Teluk berpotensi memperluas konflik dan berdampak terhadap pasokan listrik serta infrastruktur energi di kawasan.Rencana serangan Trump sendiri pada akhirnya tidak dilakukan setelah negara-negara Arab turun tangan untuk meredakan ketegangan.Situasi tersebut menunjukkan bahwa ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran berpotensi memicu respons yang lebih luas, termasuk terhadap negara-negara Teluk yang memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat.
Internasional
| Sabtu, 8 Agustus 2026


Berita Rekomendasi
Internasional

Serangan Sekolah di Minab Diduga Terkait Target Pangkalan IRGC
PIFA, Internasional – Serangan terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, yang menewaskan puluhan anak-anak diduga berkaitan dengan operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan pangkalan angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di dekat lokasi tersebut. Hal itu dilaporkan oleh surat kabar The New York Times pada Kamis (5/3), berdasarkan analisis citra satelit, unggahan media sosial, serta rekaman video yang telah diverifikasi. Menurut laporan tersebut, pernyataan publik pejabat Amerika Serikat menunjukkan bahwa pesawat militer AS memang melakukan operasi di kawasan tersebut pada hari terjadinya serangan terhadap sekolah, termasuk operasi yang menargetkan fasilitas milik IRGC. The New York Times juga menyebutkan bahwa gedung sekolah tersebut sebelumnya merupakan bagian dari pangkalan angkatan laut IRGC. Namun, citra satelit menunjukkan bangunan itu telah dipisahkan dari kompleks militer sejak September 2016 melalui pembangunan pagar pembatas. Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah. Serangan terhadap Iran tersebut terjadi di tengah proses perundingan nuklir antara Washington dan Teheran yang dimediasi Oman di kota Jenewa. Pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di Minab menjadi sasaran serangan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan sedikitnya 171 siswi tewas dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan agar ada pertanggungjawaban atas serangan mematikan yang menimpa para pelajar tersebut.
Internasional
| Jumat, 6 Maret 2026
Internasional

Indonesia Pimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB, Angkat Tema “Presidensi untuk Semua”
PIFA, Internasional - Indonesia akan memimpin pelaksanaan Sidang ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 Februari hingga 31 Maret 2026. Momentum ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang untuk pertama kalinya memimpin sidang Dewan HAM sejak badan tersebut dibentuk pada 2006. Menurut Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, sidang akan diawali dengan segmen tingkat tinggi pada 23–25 Februari 2026. Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional pada hari pertama. “Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, selaku Presiden Dewan HAM, Duta Besar Sidharto R. Suryodipuro, akan membuka Sidang Tingkat Tinggi tersebut,” demikian pernyataan tertulis PTRI Jenewa yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat. Sidang tahun ini digelar bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB, di tengah situasi global yang semakin kompleks akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan tekanan finansial terhadap ekosistem PBB. Di bawah kepemimpinan Indonesia, Dewan HAM PBB ditegaskan akan tetap menjalankan mandatnya secara konsisten, menjaga ruang dialog yang inklusif, serta memperkuat kerja sama demi pemajuan HAM yang setara bagi semua pihak. Sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia mengusung tema “Presidensi untuk Semua”. Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk memastikan badan HAM yang inklusif, mampu menjembatani perbedaan melalui dialog konstruktif, serta memperkuat kolaborasi sebagai fondasi utama perlindungan HAM. Indonesia juga akan mempromosikan penguatan akses anak terhadap makanan bergizi, sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan hak atas pangan dan hak anak merupakan bagian esensial dari perlindungan HAM sekaligus investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan. Sepanjang masa kepemimpinan RI di Dewan HAM PBB, sejumlah isu tematik akan diangkat, antara lain pencegahan sunat perempuan, promosi budaya perdamaian, pembiayaan pembangunan berkelanjutan, hak penyandang disabilitas, dan hak anak. Selain itu, Dewan HAM PBB juga akan membahas kerja sama teknis dan penguatan kapasitas dengan sejumlah negara mitra seperti Ukraina, Haiti, dan Republik Afrika Tengah. Perkembangan HAM di beberapa negara, termasuk Afghanistan, Sudan, dan Palestina, juga akan menjadi perhatian dalam sidang tersebut. PTRI Jenewa menyebutkan lebih dari 100 pejabat negara telah mengonfirmasi kehadiran dalam Sidang ke-61 Dewan HAM PBB. Dua kepala negara yang dijadwalkan hadir langsung yakni Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta dan Presiden Kolombia Gustavo Petro.
Internasional
| Jumat, 20 Februari 2026
Internasional

Kemlu RI Dorong Penyelidikan Ledakan Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz, Libatkan WNI
PIFA, Internaisonal - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyerukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ledakan dan kebakaran tugboat Musaffah 2 yang melibatkan awak Warga Negara Indonesia (WNI) di Selat Hormuz. Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di kawasan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengusut insiden tersebut. “Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini dan perwakilan RI sedang berkoordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab dan Oman serta pihak perusahaan kapal,” kata Yvonne melalui rekaman video di Jakarta, Minggu. Ia menjelaskan, pada 6 Maret Kemlu melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan terkait insiden yang menimpa tugboat Musaffah 2 berbendera UEA. Peristiwa tersebut terjadi di Selat Hormuz, di antara perairan UEA dan Oman, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Kapal tersebut membawa tujuh anak buah kapal (ABK), termasuk empat WNI, serta enam teknisi yang salah satunya juga merupakan WNI. Menurut Yvonne, saat insiden terjadi kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang mengalami kerusakan. Berdasarkan keterangan saksi mata, tugboat tersebut mengalami ledakan yang kemudian menyebabkan kebakaran. Saat kejadian, empat WNI ABK berada di kapal Musaffah 2, sementara satu WNI teknisi berada di kapal kontainer Safeen Prestige. Terkait kondisi para WNI, Kemlu menyebut satu ABK WNI mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di kota Khasab, Oman. Sementara satu WNI teknisi yang selamat telah berada di Abu Dhabi. Adapun tiga WNI ABK lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat. “Saat ini, perwakilan RI di UEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian tiga awak WNI yang hilang dan memastikan perawatan WNI ABK yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia,” ujar Yvonne. Ia menambahkan, penyelidikan mengenai penyebab ledakan masih berlangsung. Kemlu juga mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk yang bekerja di kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, WNI diminta memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi, menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat, serta melakukan lapor diri guna memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.





