2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Internasional

PBB: Saat Ini Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade Terakhir

PIFA, Internasional - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai risiko penggunaan senjata nuklir saat ini berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru atau New START antara Rusia dan Amerika Serikat. Seperti dilaporkan RIA Novosti pada Kamis (5/2), Guterres menyampaikan keprihatinannya melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah perjanjian New START resmi berakhir pada Rabu. Ia menyayangkan berakhirnya perjanjian yang disebut sebagai hasil kerja keras selama puluhan tahun itu, terlebih karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Guterres menilai berakhirnya New START terjadi “pada waktu terburuk”, ketika hubungan internasional berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan risiko eskalasi konflik. “Namun, bahkan di tengah ketidakpastian ini, kita harus mencari harapan. Ini merupakan kesempatan untuk mengatur ulang dan menciptakan sistem pengendalian senjata yang sesuai dengan konteks yang berkembang pesat,” kata Guterres. Meski demikian, Guterres menyambut baik penegasan dari Amerika Serikat dan Rusia terkait pemahaman bersama mengenai dampak destabilisasi dari perlombaan senjata nuklir. Ia juga menekankan pentingnya mencegah dunia kembali memasuki era proliferasi nuklir yang tidak terkendali. Sebagai informasi, New START merupakan perjanjian terakhir yang mengatur pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian tersebut membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis jarak jauh yang boleh dimiliki kedua negara dan mulai berlaku sejak 5 Februari 2011. Berakhirnya New START memunculkan kekhawatiran baru terkait masa depan rezim pengendalian senjata nuklir global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.

Internasional
| Kamis, 5 Februari 2026
Foto: PBB: Saat Ini Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade Terakhir | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Internasional

Foto: Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara untuk Buka Jalan Negosiasi Timur Tengah | Pifa Net

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara untuk Buka Jalan Negosiasi Timur Tengah

Pemerintah Turki mengusulkan gencatan senjata sementara guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan membuka peluang dimulainya perundingan damai. Menurut laporan Middle East Eye, Senin (23/3), Ankara tengah aktif melakukan komunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran untuk menjajaki kemungkinan kesepakatan. Sumber diplomatik Turki menyebutkan bahwa Kementerian Luar Negeri Turki saat ini juga tengah membentuk kelompok perundingan bersama mitra dari Eropa, Timur Tengah, dan kawasan lainnya. Upaya ini bertujuan untuk meredam konflik serta menyeimbangkan pengaruh Israel di kawasan. Namun demikian, Ankara disebut masih meragukan keberlangsungan gencatan senjata jangka panjang, termasuk komitmen Israel untuk tidak kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Di sisi lain, tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Iran menghentikan sepenuhnya program pengayaan uranium dinilai menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi. Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah. Awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap dugaan ancaman program nuklir Iran. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, keduanya juga menyatakan keinginan untuk melihat terjadinya perubahan kekuasaan di Iran.

Internasional
| Selasa, 24 Maret 2026

Internasional

Foto: Ketua Parlemen Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Sebut Isu Hoaks Manipulasi Pasar | Pifa Net

Ketua Parlemen Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Sebut Isu Hoaks Manipulasi Pasar

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya perundingan antara negaranya dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu”. “Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat. Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel,” ujar Ghalibaf melalui akun media sosial X, Senin. Ia menambahkan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang tegas bagi pihak yang dianggap sebagai agresor. Menurutnya, seluruh pejabat Iran tetap solid mendukung kepemimpinan negara hingga tujuan perang tercapai. Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut dialog dengan Teheran dalam dua hari terakhir berlangsung “sangat baik dan produktif”. Trump juga menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi Iran selama lima hari sebagai bagian dari upaya membuka ruang diplomasi. Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania dan Irak, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Internasional
| Selasa, 24 Maret 2026

Internasional

Foto: Trump Klaim Ada Diskusi Intens dengan Iran, Singgung Perubahan Rezim | Pifa Net

Trump Klaim Ada Diskusi Intens dengan Iran, Singgung Perubahan Rezim

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya telah melakukan diskusi “intens” dengan Iran, meskipun klaim tersebut dibantah oleh pihak Teheran. Dalam wawancara telepon yang dilaporkan media AS, Trump bahkan menyebut bahwa situasi yang terjadi di Iran saat ini dapat digambarkan sebagai “perubahan rezim”. Dalam laporan CNBC, Trump mengisyaratkan adanya perubahan besar dalam upaya menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama tiga pekan. Namun, detail mengenai pembicaraan tersebut—termasuk siapa saja yang terlibat serta di mana berlangsung—tidak dijelaskan secara rinci. Sementara itu, pihak Teheran dengan tegas membantah adanya negosiasi, dan menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Trump juga menyatakan bahwa AS sangat bertekad untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, serta berharap pembicaraan tersebut dapat menghasilkan kemajuan signifikan. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa ia telah menginstruksikan militer untuk menghentikan sementara serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, guna membuka peluang diplomasi. Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania dan Irak, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Internasional
| Senin, 23 Maret 2026

Berita Populer

Internasional

Foto: PBB: Saat Ini Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade Terakhir | Pifa Net

PBB: Saat Ini Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade Terakhir

PIFA, Internasional - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai risiko penggunaan senjata nuklir saat ini berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru atau New START antara Rusia dan Amerika Serikat. Seperti dilaporkan RIA Novosti pada Kamis (5/2), Guterres menyampaikan keprihatinannya melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah perjanjian New START resmi berakhir pada Rabu. Ia menyayangkan berakhirnya perjanjian yang disebut sebagai hasil kerja keras selama puluhan tahun itu, terlebih karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Guterres menilai berakhirnya New START terjadi “pada waktu terburuk”, ketika hubungan internasional berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan risiko eskalasi konflik. “Namun, bahkan di tengah ketidakpastian ini, kita harus mencari harapan. Ini merupakan kesempatan untuk mengatur ulang dan menciptakan sistem pengendalian senjata yang sesuai dengan konteks yang berkembang pesat,” kata Guterres. Meski demikian, Guterres menyambut baik penegasan dari Amerika Serikat dan Rusia terkait pemahaman bersama mengenai dampak destabilisasi dari perlombaan senjata nuklir. Ia juga menekankan pentingnya mencegah dunia kembali memasuki era proliferasi nuklir yang tidak terkendali. Sebagai informasi, New START merupakan perjanjian terakhir yang mengatur pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian tersebut membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis jarak jauh yang boleh dimiliki kedua negara dan mulai berlaku sejak 5 Februari 2011. Berakhirnya New START memunculkan kekhawatiran baru terkait masa depan rezim pengendalian senjata nuklir global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.

Internasional
| Kamis, 5 Februari 2026

Internasional

Foto: Trump Klaim Kerangka Kesepakatan Greenland dan Arktik Telah Dibentuk | Pifa Net

Trump Klaim Kerangka Kesepakatan Greenland dan Arktik Telah Dibentuk

PIFA, Internasional - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kerangka kerja untuk potensi perjanjian terkait Greenland dan wilayah Arktik yang lebih luas telah berhasil dikembangkan. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Rabu (21/1) usai bertemu dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte. Trump menyebut pertemuannya dengan Rutte berlangsung sangat produktif dan menghasilkan fondasi awal bagi kesepakatan di masa depan. “Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif antara saya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, kami telah membentuk kerangka kesepakatan di masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik,” tulis Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social. Trump menambahkan, apabila perjanjian tersebut dapat diselesaikan, manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh Amerika Serikat, tetapi juga oleh seluruh negara anggota NATO. Menurutnya, kesepakatan itu berpotensi memperkuat kerja sama strategis dan keamanan kawasan, mengingat posisi Greenland dan wilayah Arktik yang dinilai semakin penting dalam dinamika geopolitik global.

Internasional
| Kamis, 22 Januari 2026

Internasional

Foto: Puluhan Jet Tempur AS Terpantau di Yordania di Tengah Ketegangan dengan Iran | Pifa Net

Puluhan Jet Tempur AS Terpantau di Yordania di Tengah Ketegangan dengan Iran

PIFA, Internasional - Puluhan jet tempur Amerika Serikat terpantau berada di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Laporan tersebut disampaikan The New York Times berdasarkan foto satelit dan data penerbangan. Gambar yang diambil pada Jumat memperlihatkan lebih dari 60 pesawat tempur di pangkalan tersebut, atau sekitar tiga kali lipat dari jumlah biasanya. Berdasarkan data pelacakan penerbangan, sedikitnya 68 pesawat angkut tercatat mendarat di pangkalan tersebut sejak 15 Februari. Jet-jet tempur lainnya diduga ditempatkan di hanggar pelindung. Citra satelit juga menunjukkan keberadaan pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35, yang lebih modern dibandingkan jenis pesawat yang umumnya ditempatkan di pangkalan itu. Selain itu, terlihat pula sejumlah drone, helikopter, serta sistem pertahanan udara baru. Pejabat Yordania mengatakan kepada The New York Times bahwa penempatan pesawat dan peralatan militer AS tersebut merupakan bagian dari perjanjian pertahanan antara Yordania dan Amerika Serikat. Sebelumnya pada Januari, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang menuju Iran. Ia berharap Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang disebutnya “adil dan merata” terkait penghentian total senjata nuklir. Trump juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir tersebut, serangan AS terhadap Iran akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan sebelumnya.

Internasional
| Sabtu, 21 Februari 2026

Feeds

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara untuk Buka Jalan Negosiasi Timur Tengah

Pemerintah Turki mengusulkan gencatan senjata sementara guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan membuka peluang dimulainya perundingan damai. Menurut laporan Middle East Eye, Senin (23/3), Ankara tengah aktif melakukan komunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran untuk menjajaki kemungkinan kesepakatan. Sumber diplomatik Turki menyebutkan bahwa Kementerian Luar Negeri Turki saat ini juga tengah membentuk kelompok perundingan bersama mitra dari Eropa, Timur Tengah, dan kawasan lainnya. Upaya ini bertujuan untuk meredam konflik serta menyeimbangkan pengaruh Israel di kawasan. Namun demikian, Ankara disebut masih meragukan keberlangsungan gencatan senjata jangka panjang, termasuk komitmen Israel untuk tidak kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Di sisi lain, tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Iran menghentikan sepenuhnya program pengayaan uranium dinilai menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi. Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah. Awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap dugaan ancaman program nuklir Iran. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, keduanya juga menyatakan keinginan untuk melihat terjadinya perubahan kekuasaan di Iran.

Internasional
| Selasa, 24 Maret 2026
Foto: Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara untuk Buka Jalan Negosiasi Timur Tengah | Pifa Net

Ketua Parlemen Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Sebut Isu Hoaks Manipulasi Pasar

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya perundingan antara negaranya dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu”. “Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat. Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel,” ujar Ghalibaf melalui akun media sosial X, Senin. Ia menambahkan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang tegas bagi pihak yang dianggap sebagai agresor. Menurutnya, seluruh pejabat Iran tetap solid mendukung kepemimpinan negara hingga tujuan perang tercapai. Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut dialog dengan Teheran dalam dua hari terakhir berlangsung “sangat baik dan produktif”. Trump juga menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi Iran selama lima hari sebagai bagian dari upaya membuka ruang diplomasi. Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania dan Irak, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Internasional
| Selasa, 24 Maret 2026
Foto: Ketua Parlemen Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Sebut Isu Hoaks Manipulasi Pasar | Pifa Net

Trump Klaim Ada Diskusi Intens dengan Iran, Singgung Perubahan Rezim

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya telah melakukan diskusi “intens” dengan Iran, meskipun klaim tersebut dibantah oleh pihak Teheran. Dalam wawancara telepon yang dilaporkan media AS, Trump bahkan menyebut bahwa situasi yang terjadi di Iran saat ini dapat digambarkan sebagai “perubahan rezim”. Dalam laporan CNBC, Trump mengisyaratkan adanya perubahan besar dalam upaya menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama tiga pekan. Namun, detail mengenai pembicaraan tersebut—termasuk siapa saja yang terlibat serta di mana berlangsung—tidak dijelaskan secara rinci. Sementara itu, pihak Teheran dengan tegas membantah adanya negosiasi, dan menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Trump juga menyatakan bahwa AS sangat bertekad untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, serta berharap pembicaraan tersebut dapat menghasilkan kemajuan signifikan. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa ia telah menginstruksikan militer untuk menghentikan sementara serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, guna membuka peluang diplomasi. Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania dan Irak, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Internasional
| Senin, 23 Maret 2026
Foto: Trump Klaim Ada Diskusi Intens dengan Iran, Singgung Perubahan Rezim | Pifa Net

Trump: AS Akan Ambil Uranium Iran Jika Tercapai Kesepakatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya akan mengambil uranium yang telah diperkaya milik Iran jika kedua pihak mencapai kesepakatan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Senin, saat ditanya mengenai bagaimana AS akan memperoleh uranium Iran yang selama ini menjadi sumber perselisihan antara kedua negara. “Sangat mudah. Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri,” ujar Trump. Trump juga mengklaim bahwa putaran pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran terjadi pada Minggu malam, meskipun hal itu dibantah oleh pihak Iran. “Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa komunikasi lanjutan kemungkinan akan dilakukan melalui sambungan telepon, dengan peluang pertemuan langsung antara pejabat kedua negara dalam waktu dekat. Menurut Trump, kondisi saat ini membuat pejabat Iran sulit untuk bepergian ke luar negeri, namun ia tetap optimistis bahwa pertemuan tatap muka akan segera terjadi. Sebelumnya, Trump juga mengumumkan jeda selama lima hari dalam serangan terhadap fasilitas energi Iran sebagai bagian dari upaya membuka ruang negosiasi. “Kita akan lihat bagaimana hasilnya, dan jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hari kita,” tegasnya.

Internasional
| Minggu, 22 Maret 2026
Foto: Trump: AS Akan Ambil Uranium Iran Jika Tercapai Kesepakatan | Pifa Net

Iran Ancam Balasan Jika Fasilitas Energi Diserang, AS Ultimatum Soal Selat Hormuz

Iran menegaskan akan mengambil langkah balasan jika fasilitas energi negaranya menjadi target serangan, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan menargetkan fasilitas strategis milik AS dan sekutunya di kawasan. “Jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, seluruh infrastruktur energi, serta fasilitas teknologi informasi dan desalinasi air milik AS dan rezim di kawasan akan menjadi sasaran sesuai peringatan sebelumnya,” ujar Zolfaghari, seperti dikutip kantor berita Fars. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya, dimulai dari yang terbesar. Ketegangan ini merupakan lanjutan dari konflik yang pecah sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta berbagai target militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. Awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap dugaan ancaman dari program nuklir Iran. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara itu juga menyatakan keinginan untuk melihat terjadinya perubahan kekuasaan di Iran.

Internasional
| Sabtu, 21 Maret 2026
Foto: Iran Ancam Balasan Jika Fasilitas Energi Diserang, AS Ultimatum Soal Selat Hormuz | Pifa Net

Israel Perintahkan Penghancuran Jembatan di Lebanon, Targetkan Jalur Hizbullah

Militer Israel diperintahkan untuk mempercepat penghancuran rumah-rumah warga di desa-desa perbatasan Lebanon guna menetralkan ancaman terhadap komunitas Israel di wilayah tersebut. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa langkah tersebut mengacu pada preseden operasi militer sebelumnya di Beit Hanoun dan Rafah di Jalur Gaza. Selain itu, Katz juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk segera menghancurkan seluruh jembatan yang melintasi Sungai Litani. “Kami telah menginstruksikan IDF untuk segera menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani guna mencegah pergerakan pejuang dan senjata Hizbullah ke arah selatan,” ujar Katz, Minggu. Langkah ini diambil karena jembatan-jembatan tersebut disebut dimanfaatkan oleh kelompok Hizbullah untuk memindahkan senjata. Sebelumnya pada pekan ini, militer Israel telah melancarkan serangan terhadap dua penyeberangan di Sungai Litani yang menghubungkan Lebanon selatan dengan wilayah lain di negara tersebut. Menurut pihak militer, fasilitas tersebut digunakan sebagai jalur distribusi senjata. Ketegangan meningkat sejak awal Maret ketika Hizbullah kembali mengaktifkan operasi militernya terhadap Israel, menyusul terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan intensif ke pinggiran selatan ibu kota Beirut serta puluhan kota dan desa di Lebanon bagian selatan dan timur. Berdasarkan data resmi, sedikitnya 826 orang tewas, lebih dari 2.000 lainnya terluka, dan lebih dari 800.000 warga terpaksa mengungsi akibat eskalasi konflik yang terus memburuk di wilayah tersebut.

Internasional
| Minggu, 22 Maret 2026
Foto: Israel Perintahkan Penghancuran Jembatan di Lebanon, Targetkan Jalur Hizbullah | Pifa Net

20 Negara Siap Amankan Selat Hormuz di Tengah Konflik Timur Tengah

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa hingga kini sudah ada 20 negara yang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya pada Kamis (19/3), enam negara yakni Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang telah mengeluarkan pernyataan bersama terkait komitmen tersebut. “Kami menyatakan kesiapan untuk berkontribusi langkah yang tepat untuk memastikan pelayaran aman di Selat Hormuz. Kami menyambut komitmen bangsa-bangsa yang terlibat dalam rencana persiapannya,” demikian isi pernyataan bersama itu. Keenam negara tersebut menegaskan bahwa gangguan terhadap pelayaran internasional serta rantai pasok energi global merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan dunia. Selain itu, mereka juga menyerukan penerapan moratorium yang komprehensif dan segera untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas. Pada pembaruan pernyataan Sabtu ini, sebanyak 14 negara tambahan menyatakan kesiapan bergabung. Negara-negara tersebut antara lain Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Denmark, Latvia, Slovenia, Estonia, Norwegia, Swedia, Finlandia, Republik Ceko, dan Rumania. Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah. Akibat eskalasi tersebut, lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global—dilaporkan sempat terhenti total. Dampaknya, sejumlah negara mengalami lonjakan harga bahan bakar akibat terganggunya pasokan energi dunia.

Internasional
| Sabtu, 21 Maret 2026
Foto: 20 Negara Siap Amankan Selat Hormuz di Tengah Konflik Timur Tengah | Pifa Net

Iran Dikabarkan Serang Pangkalan Diego Garcia, Tunjukkan Jangkauan Rudal Jarak Jauh

Iran dilaporkan meluncurkan dua rudal balistik yang menargetkan pangkalan militer Inggris yang digunakan oleh Amerika Serikat di Pulau Diego Garcia, menurut laporan media pada Sabtu. Laporan tersebut disampaikan oleh Al Jazeera yang mengutip kantor berita Iran, Mehr. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut terkait dampak atau hasil serangan tersebut. Pulau Diego Garcia yang berada di gugus Kepulauan Chagos dikenal sebagai lokasi strategis militer Barat di tengah Samudra Hindia. Jarak dari ibu kota Iran, Teheran, ke wilayah tersebut diperkirakan melebihi 5.000 kilometer. Serangan ini dinilai menunjukkan bahwa Iran memiliki kemampuan rudal jarak jauh yang lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan oleh pihak lawan. Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Dalam serangan awal tersebut, dilaporkan sekitar 1.300 orang tewas, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran terus melancarkan serangan ke wilayah Israel serta berbagai target militer AS di Timur Tengah. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Ia menilai keputusan pemerintah Inggris yang mengizinkan penggunaan pangkalan militernya oleh AS justru membahayakan warga negaranya sendiri. “Sebagian besar rakyat Inggris tidak ingin terlibat dalam perang pilihan Israel-AS terhadap Iran. Dengan mengabaikan rakyatnya sendiri, Starmer membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan-pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran. Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri,” tulis Araghchi di media sosial X. Keputusan Inggris tersebut muncul setelah pemerintahnya menyetujui penggunaan pangkalan militer oleh Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap situs-situs rudal Iran.

Internasional
| Jumat, 20 Maret 2026
Foto: Iran Dikabarkan Serang Pangkalan Diego Garcia, Tunjukkan Jangkauan Rudal Jarak Jauh | Pifa Net

Iran Tegaskan Tak Berunding dengan AS, Peringatkan Negara Pendukung Musuh

Pejabat senior parlemen Iran menegaskan bahwa negaranya saat ini tidak sedang melakukan perundingan dengan Amerika Serikat, di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah. Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyampaikan pernyataan tersebut usai pertemuan dengan pejabat militer dan pertahanan untuk membahas operasi di medan perang melawan AS dan Israel. Menurut Rezaei, Iran juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan wilayah atau pangkalannya digunakan untuk menyerang Iran akan dianggap sebagai musuh. Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut para pejabat Iran ingin bernegosiasi, namun belum siap untuk melakukannya. Di sisi lain, Rezaei memastikan bahwa kondisi keamanan di Pulau Kharg telah pulih dan aktivitas ekspor minyak tetap berjalan normal. Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa serangan Amerika telah menghancurkan sebagian besar fasilitas militer di pulau tersebut, namun tidak merusak pusat-pusat produksi minyak. Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania dan Irak, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Internasional
| Jumat, 20 Maret 2026
Foto: Iran Tegaskan Tak Berunding dengan AS, Peringatkan Negara Pendukung Musuh | Pifa Net

Iran Ancam Balasan Tanpa Batas Jika Infrastruktur Diserang Israel

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan menahan diri jika infrastrukturnya menjadi target serangan di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi informasi intelijen terkait rencana Israel untuk menyerang fasilitas vital Iran. “Kami memiliki informasi intelijen tentang rencana Israel untuk menyerang infrastruktur. Sekali lagi: Tidak akan ada pengekangan sama sekali jika infrastruktur kami diserang,” tulis Araghchi melalui akun media sosial X. Ia menegaskan bahwa rakyat Iran bukan pihak yang memulai serangan, namun akan memberikan respons keras jika diserang. “Rakyat Iran adalah pria dan wanita yang berprinsip. Kami tidak melakukan serangan mendadak saat sedang berdialog. Hanya ketika diserang barulah kami merespons dengan kuat,” ujarnya. Dalam unggahan tersebut, Araghchi juga menyertakan video pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Iran berpotensi menyerang Amerika Serikat

Internasional
| Jumat, 20 Maret 2026
Foto: Iran Ancam Balasan Tanpa Batas Jika Infrastruktur Diserang Israel | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Internasional

Foto: PBB: Saat Ini Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade Terakhir | Pifa Net

PBB: Saat Ini Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade Terakhir

PIFA, Internasional - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai risiko penggunaan senjata nuklir saat ini berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru atau New START antara Rusia dan Amerika Serikat. Seperti dilaporkan RIA Novosti pada Kamis (5/2), Guterres menyampaikan keprihatinannya melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah perjanjian New START resmi berakhir pada Rabu. Ia menyayangkan berakhirnya perjanjian yang disebut sebagai hasil kerja keras selama puluhan tahun itu, terlebih karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Guterres menilai berakhirnya New START terjadi “pada waktu terburuk”, ketika hubungan internasional berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan risiko eskalasi konflik. “Namun, bahkan di tengah ketidakpastian ini, kita harus mencari harapan. Ini merupakan kesempatan untuk mengatur ulang dan menciptakan sistem pengendalian senjata yang sesuai dengan konteks yang berkembang pesat,” kata Guterres. Meski demikian, Guterres menyambut baik penegasan dari Amerika Serikat dan Rusia terkait pemahaman bersama mengenai dampak destabilisasi dari perlombaan senjata nuklir. Ia juga menekankan pentingnya mencegah dunia kembali memasuki era proliferasi nuklir yang tidak terkendali. Sebagai informasi, New START merupakan perjanjian terakhir yang mengatur pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian tersebut membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis jarak jauh yang boleh dimiliki kedua negara dan mulai berlaku sejak 5 Februari 2011. Berakhirnya New START memunculkan kekhawatiran baru terkait masa depan rezim pengendalian senjata nuklir global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.

Internasional
| Kamis, 5 Februari 2026

Internasional

Foto: Trump Klaim Kerangka Kesepakatan Greenland dan Arktik Telah Dibentuk | Pifa Net

Trump Klaim Kerangka Kesepakatan Greenland dan Arktik Telah Dibentuk

PIFA, Internasional - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kerangka kerja untuk potensi perjanjian terkait Greenland dan wilayah Arktik yang lebih luas telah berhasil dikembangkan. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Rabu (21/1) usai bertemu dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte. Trump menyebut pertemuannya dengan Rutte berlangsung sangat produktif dan menghasilkan fondasi awal bagi kesepakatan di masa depan. “Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif antara saya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, kami telah membentuk kerangka kesepakatan di masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik,” tulis Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social. Trump menambahkan, apabila perjanjian tersebut dapat diselesaikan, manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh Amerika Serikat, tetapi juga oleh seluruh negara anggota NATO. Menurutnya, kesepakatan itu berpotensi memperkuat kerja sama strategis dan keamanan kawasan, mengingat posisi Greenland dan wilayah Arktik yang dinilai semakin penting dalam dinamika geopolitik global.

Internasional
| Kamis, 22 Januari 2026

Internasional

Foto: Puluhan Jet Tempur AS Terpantau di Yordania di Tengah Ketegangan dengan Iran | Pifa Net

Puluhan Jet Tempur AS Terpantau di Yordania di Tengah Ketegangan dengan Iran

PIFA, Internasional - Puluhan jet tempur Amerika Serikat terpantau berada di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Laporan tersebut disampaikan The New York Times berdasarkan foto satelit dan data penerbangan. Gambar yang diambil pada Jumat memperlihatkan lebih dari 60 pesawat tempur di pangkalan tersebut, atau sekitar tiga kali lipat dari jumlah biasanya. Berdasarkan data pelacakan penerbangan, sedikitnya 68 pesawat angkut tercatat mendarat di pangkalan tersebut sejak 15 Februari. Jet-jet tempur lainnya diduga ditempatkan di hanggar pelindung. Citra satelit juga menunjukkan keberadaan pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35, yang lebih modern dibandingkan jenis pesawat yang umumnya ditempatkan di pangkalan itu. Selain itu, terlihat pula sejumlah drone, helikopter, serta sistem pertahanan udara baru. Pejabat Yordania mengatakan kepada The New York Times bahwa penempatan pesawat dan peralatan militer AS tersebut merupakan bagian dari perjanjian pertahanan antara Yordania dan Amerika Serikat. Sebelumnya pada Januari, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang menuju Iran. Ia berharap Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang disebutnya “adil dan merata” terkait penghentian total senjata nuklir. Trump juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir tersebut, serangan AS terhadap Iran akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan sebelumnya.

Internasional
| Sabtu, 21 Februari 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5