2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Internasional

Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal

Presiden Donald Trump pada Senin mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa kapal-kapal negara tersebut akan dimusnahkan jika mendekati blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya blokade jalur maritim strategis tersebut pada Senin pukul 14.00 waktu setempat. Kebijakan ini disebut sebagai pelaksanaan langsung dari arahan Trump, menyusul kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump memperingatkan bahwa setiap kapal Iran yang mendekati area blokade akan langsung diserang. “Jika ada kapal Iran yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi,” tulisnya, seraya menegaskan penggunaan sistem militer yang sebelumnya dipakai dalam operasi di laut. Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat menggelar perundingan di Islamabad pada Sabtu. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman Trump pada 8 April mengenai kesepakatan awal gencatan senjata selama dua pekan. Namun, harapan tercapainya kesepakatan pupus setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, menyatakan bahwa pembicaraan berakhir tanpa hasil. Delegasi AS pun kembali ke negaranya tanpa membawa kesepakatan baru. Kegagalan negosiasi ini semakin memperuncing ketegangan antara kedua negara, terutama di kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Internasional
| Senin, 13 April 2026
Foto: Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Internasional

Foto:  Prabowo Temui Putin, Indonesia Cari Sumber Energi Baru di Tengah Ketegangan Global | Pifa Net

Prabowo Temui Putin, Indonesia Cari Sumber Energi Baru di Tengah Ketegangan Global

Presiden Prabowo Subianto memilih mengambil langkah strategis mencari sumber energi baru yang lebih andal, meski Iran telah memberi sinyal positif bagi kapal tanker Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz dengan aman. Langkah itu diwujudkan melalui kunjungan Prabowo ke Rusia, di mana ia bertemu Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/4) dini hari. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang kian tidak pasti. Rusia dipandang sebagai mitra strategis, terutama dalam sektor energi, termasuk energi baru dan terbarukan serta potensi pengembangan nuklir untuk tujuan damai. Ini merupakan kunjungan ketiga Prabowo ke Rusia sejak menjabat sebagai presiden, setelah sebelumnya ke Saint Petersburg pada Juni 2025 dan Moskow pada Desember 2025. Intensitas kunjungan tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan yang berlangsung selama lima jam, Prabowo dan Putin sepakat memperluas kerja sama di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, farmasi, hingga pendidikan. Fokus utama kerja sama diarahkan pada penguatan sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk hilirisasi dan ketahanan pasokan minyak dan gas dalam jangka panjang. Prabowo juga menegaskan akan turun tangan langsung untuk mempercepat implementasi sejumlah kerja sama yang dinilai belum optimal, termasuk dalam aspek hubungan moneter antara kedua negara. Di sisi lain, Indonesia juga mendapat dukungan dari Rusia untuk percepatan keanggotaan penuh dalam BRICS, yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global. Putin menyebut hubungan bilateral kedua negara semakin kuat, ditandai dengan peningkatan nilai perdagangan sekitar 12 persen, serta menegaskan Rusia memandang Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang. Meski demikian, pengamat hubungan internasional mengingatkan pentingnya menjaga posisi Indonesia sebagai mitra setara dalam kerja sama ini. Standar internasional, termasuk dari International Atomic Energy Agency (IAEA), harus menjadi acuan jika kerja sama energi nuklir sipil dikembangkan. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam implementasi kerja sama dinilai krusial agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pengamat juga menyoroti bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi energi domestik yang besar seperti tenaga surya, angin, air, dan panas bumi. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal akibat kurangnya konsistensi dalam perencanaan jangka panjang. Kunjungan ini menegaskan langkah Indonesia untuk tidak hanya bergantung pada satu sumber energi global, tetapi aktif membangun kemitraan strategis guna memperkuat kemandirian energi nasional di tengah ketidakpastian dunia.

Internasional
| Selasa, 14 April 2026

Internasional

Foto: AS Mulai Blokade Laut Iran, Risiko Konflik di Selat Hormuz Meningkat | Pifa Net

AS Mulai Blokade Laut Iran, Risiko Konflik di Selat Hormuz Meningkat

Amerika Serikat resmi memulai blokade angkatan laut terhadap seluruh lalu lintas maritim yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran, Senin (13/4), di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh antara kedua negara. Langkah ini meningkatkan potensi konfrontasi baru di sekitar Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kebijakan tersebut saat berbicara di Gedung Putih. Ia menyebut keputusan itu diambil setelah perundingan tingkat tinggi antara Washington dan Teheran pada akhir pekan berakhir tanpa hasil. Trump mengatakan blokade bertujuan membuka kembali akses Selat Hormuz, menekan harga bensin global, serta mendorong Iran kembali ke meja perundingan. Ia juga menegaskan bahwa AS tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir. “Kita tidak akan membiarkan suatu negara memeras dunia,” ujar Trump. Ketegangan meningkat setelah Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz bagi kapal tanker, menyusul serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada akhir Februari. Penutupan tersebut memicu lonjakan harga energi, pangan, dan berbagai komoditas global. Sebelumnya, Trump juga memperingatkan bahwa kapal perang Iran yang mendekati armada AS dalam operasi blokade akan dihancurkan. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade diberlakukan tanpa pandang bulu terhadap kapal dari berbagai negara yang melintasi wilayah Teluk Arab dan Teluk Oman menuju pelabuhan Iran. Padahal, pekan lalu kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perbedaan pandangan terkait syarat kesepakatan membuat situasi kembali memanas. Pihak Iran melalui Garda Revolusi Iran merespons keras langkah tersebut. Mereka memperingatkan bahwa setiap pendekatan kapal militer ke Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak tegas. Situasi ini menempatkan kawasan Teluk dalam kondisi rawan, dengan dampak yang berpotensi meluas terhadap stabilitas ekonomi global.

Internasional
| Selasa, 14 April 2026

Internasional

Foto: Indonesia–AS Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan ke Level Kemitraan Utama | Pifa Net

Indonesia–AS Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan ke Level Kemitraan Utama

Indonesia dan Amerika Serikat sepakat meningkatkan hubungan pertahanan ke tahap Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) atau Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama, sebagai upaya memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon, Senin (13/4) waktu setempat. Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, menyampaikan bahwa kedua negara sepakat meningkatkan hubungan pertahanan bilateral ke tingkat kemitraan strategis yang lebih tinggi. Menurutnya, MDCP dibangun atas tiga pilar utama, yakni modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, pelatihan serta pendidikan militer profesional, dan kerja sama operasional termasuk latihan bersama. Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga berkomitmen memperluas cakupan dan kompleksitas latihan militer bilateral maupun multilateral, termasuk latihan Super Garuda Shield. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kemampuan kolektif kedua negara dalam menjaga keamanan dan perdamaian kawasan. Selain itu, kedua pihak juga menegaskan pentingnya peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang. Dalam kesempatan yang sama, Hegseth turut memuji kontribusi Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) serta kesediaan Indonesia mengambil peran komando dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Kerja sama terbaru ini mencerminkan hubungan pertahanan Indonesia–AS yang terus berkembang selama beberapa dekade, sekaligus menegaskan posisi kedua negara sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara juga menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dengan menjunjung prinsip saling menghormati, kedaulatan, serta kepentingan bersama dalam menciptakan perdamaian.

Internasional
| Selasa, 14 April 2026

Berita Populer

Internasional

Foto: Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal | Pifa Net

Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal

Presiden Donald Trump pada Senin mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa kapal-kapal negara tersebut akan dimusnahkan jika mendekati blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya blokade jalur maritim strategis tersebut pada Senin pukul 14.00 waktu setempat. Kebijakan ini disebut sebagai pelaksanaan langsung dari arahan Trump, menyusul kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump memperingatkan bahwa setiap kapal Iran yang mendekati area blokade akan langsung diserang. “Jika ada kapal Iran yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi,” tulisnya, seraya menegaskan penggunaan sistem militer yang sebelumnya dipakai dalam operasi di laut. Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat menggelar perundingan di Islamabad pada Sabtu. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman Trump pada 8 April mengenai kesepakatan awal gencatan senjata selama dua pekan. Namun, harapan tercapainya kesepakatan pupus setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, menyatakan bahwa pembicaraan berakhir tanpa hasil. Delegasi AS pun kembali ke negaranya tanpa membawa kesepakatan baru. Kegagalan negosiasi ini semakin memperuncing ketegangan antara kedua negara, terutama di kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Internasional
| Senin, 13 April 2026

Internasional

Foto: AS Ancam Balas Uni Eropa Jika Batasi Akses Produsen Senjata Amerika | Pifa Net

AS Ancam Balas Uni Eropa Jika Batasi Akses Produsen Senjata Amerika

PIFA, Internasional - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil langkah balasan terhadap negara-negara Uni Eropa (UE) apabila mereka membatasi akses produsen senjata AS ke pasar pertahanan Eropa. Ancaman tersebut terungkap dalam laporan Politico yang mengutip dokumen konsultasi Washington dengan Komisi Eropa. “Amerika Serikat dengan tegas menentang setiap perubahan … yang akan membatasi kemampuan industri AS untuk mendukung atau berpartisipasi dalam pengadaan pertahanan nasional negara-negara anggota UE,” demikian isi dokumen tersebut seperti dikutip Politico, Kamis. Menurut laporan itu, Washington menilai proteksionisme bukanlah langkah yang tepat bagi UE, terutama di tengah meningkatnya tantangan keamanan global. Politico juga menyoroti apa yang disebut sebagai “paradoks” dalam pendekatan AS terhadap Eropa. Di satu sisi, Washington berulang kali mendesak negara-negara Eropa untuk memikul tanggung jawab lebih besar atas pertahanan konvensional kawasan. Namun di sisi lain, pemerintahan Trump disebut tidak menginginkan peningkatan peran pertahanan Eropa dilakukan dengan mengorbankan kepentingan perusahaan pertahanan Amerika. Pekan lalu, Politico melaporkan, mengutip dokumen internal Kementerian Pertahanan Jerman, bahwa UE tengah mengkaji pengganti pesawat pengintai Boeing Airborne Early Warning and Control (AWACS) buatan AS dengan alternatif produksi Eropa. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari dorongan sebagian negara anggota UE untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan regional dan mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, dalam Konferensi Keamanan Munich awal bulan ini menyatakan bahwa pandangan Eropa terhadap keamanan kolektif telah berubah secara mendasar. Menurut Rutte, negara-negara Eropa kini lebih siap meningkatkan belanja pertahanan dan mengambil peran lebih aktif dalam aliansi tersebut. Ketegangan terkait akses pasar ini muncul di tengah perdebatan yang lebih luas mengenai pembagian beban pertahanan di antara sekutu NATO serta arah kebijakan industri pertahanan Eropa ke depan.

Internasional
| Jumat, 20 Februari 2026

Internasional

Foto:  Wall Street Journal: AS Akan Tarik 1.000 Pasukan Tersisa dari Suriah dalam Dua Bulan | Pifa Net

Wall Street Journal: AS Akan Tarik 1.000 Pasukan Tersisa dari Suriah dalam Dua Bulan

PIFA, Internasional - Amerika Serikat dilaporkan telah memutuskan untuk menarik sekitar 1.000 personel militernya yang tersisa di Suriah dalam dua bulan ke depan, setelah penarikan bertahap selama beberapa bulan terakhir. Laporan tersebut disampaikan The Wall Street Journal pada Rabu, mengutip seorang sumber yang mengetahui keputusan tersebut. Menurut laporan itu, Washington menilai kehadiran militer AS di Suriah tidak lagi dibutuhkan seiring perubahan kondisi keamanan di negara tersebut. Penilaian tersebut didasarkan pada hampir sepenuhnya dibubarkannya Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan YPG serta integrasi mereka ke dalam struktur negara Suriah. Dengan kondisi tersebut, misi awal AS untuk memerangi ISIS melalui mitra lokal dianggap telah selesai. Militer AS juga dilaporkan telah menyelesaikan penarikan pasukan dari garnisun Al-Tanf, pos terdepan utama di dekat perbatasan Suriah dengan Yordania dan Irak, serta dari pangkalan Al-Shaddadi di Suriah timur laut pada awal bulan ini. Laporan itu menegaskan bahwa penarikan pasukan tidak terkait dengan pengerahan angkatan laut dan udara AS di Timur Tengah saat ini, yang ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap Iran apabila perundingan nuklir gagal. Iran sebelumnya memperingatkan akan menargetkan pasukan Amerika di kawasan tersebut sebagai respons atas setiap serangan udara AS. Mengutip seorang pejabat senior AS, laporan tersebut menyebutkan penarikan dilakukan seiring pemerintah Suriah mengambil alih upaya kontra-terorisme. Meski demikian, pasukan AS disebut masih dapat merespons ancaman yang ditimbulkan ISIS jika diperlukan. Sejumlah pejabat AS dan asing memperingatkan bahwa pengurangan kehadiran Amerika berisiko melemahkan gencatan senjata serta membuka peluang kebangkitan kembali ISIS. Namun, pihak lain menilai pasukan AS yang tersisa selama ini lebih berfungsi sebagai sinyal politik ketimbang kekuatan kontra-terorisme yang substansial.

Internasional
| Kamis, 19 Februari 2026

Feeds

Prabowo Temui Putin, Indonesia Cari Sumber Energi Baru di Tengah Ketegangan Global

Presiden Prabowo Subianto memilih mengambil langkah strategis mencari sumber energi baru yang lebih andal, meski Iran telah memberi sinyal positif bagi kapal tanker Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz dengan aman. Langkah itu diwujudkan melalui kunjungan Prabowo ke Rusia, di mana ia bertemu Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/4) dini hari. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang kian tidak pasti. Rusia dipandang sebagai mitra strategis, terutama dalam sektor energi, termasuk energi baru dan terbarukan serta potensi pengembangan nuklir untuk tujuan damai. Ini merupakan kunjungan ketiga Prabowo ke Rusia sejak menjabat sebagai presiden, setelah sebelumnya ke Saint Petersburg pada Juni 2025 dan Moskow pada Desember 2025. Intensitas kunjungan tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan yang berlangsung selama lima jam, Prabowo dan Putin sepakat memperluas kerja sama di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, farmasi, hingga pendidikan. Fokus utama kerja sama diarahkan pada penguatan sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk hilirisasi dan ketahanan pasokan minyak dan gas dalam jangka panjang. Prabowo juga menegaskan akan turun tangan langsung untuk mempercepat implementasi sejumlah kerja sama yang dinilai belum optimal, termasuk dalam aspek hubungan moneter antara kedua negara. Di sisi lain, Indonesia juga mendapat dukungan dari Rusia untuk percepatan keanggotaan penuh dalam BRICS, yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global. Putin menyebut hubungan bilateral kedua negara semakin kuat, ditandai dengan peningkatan nilai perdagangan sekitar 12 persen, serta menegaskan Rusia memandang Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang. Meski demikian, pengamat hubungan internasional mengingatkan pentingnya menjaga posisi Indonesia sebagai mitra setara dalam kerja sama ini. Standar internasional, termasuk dari International Atomic Energy Agency (IAEA), harus menjadi acuan jika kerja sama energi nuklir sipil dikembangkan. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam implementasi kerja sama dinilai krusial agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pengamat juga menyoroti bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi energi domestik yang besar seperti tenaga surya, angin, air, dan panas bumi. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal akibat kurangnya konsistensi dalam perencanaan jangka panjang. Kunjungan ini menegaskan langkah Indonesia untuk tidak hanya bergantung pada satu sumber energi global, tetapi aktif membangun kemitraan strategis guna memperkuat kemandirian energi nasional di tengah ketidakpastian dunia.

Internasional
| Selasa, 14 April 2026
Foto:  Prabowo Temui Putin, Indonesia Cari Sumber Energi Baru di Tengah Ketegangan Global | Pifa Net

AS Mulai Blokade Laut Iran, Risiko Konflik di Selat Hormuz Meningkat

Amerika Serikat resmi memulai blokade angkatan laut terhadap seluruh lalu lintas maritim yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran, Senin (13/4), di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh antara kedua negara. Langkah ini meningkatkan potensi konfrontasi baru di sekitar Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kebijakan tersebut saat berbicara di Gedung Putih. Ia menyebut keputusan itu diambil setelah perundingan tingkat tinggi antara Washington dan Teheran pada akhir pekan berakhir tanpa hasil. Trump mengatakan blokade bertujuan membuka kembali akses Selat Hormuz, menekan harga bensin global, serta mendorong Iran kembali ke meja perundingan. Ia juga menegaskan bahwa AS tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir. “Kita tidak akan membiarkan suatu negara memeras dunia,” ujar Trump. Ketegangan meningkat setelah Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz bagi kapal tanker, menyusul serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada akhir Februari. Penutupan tersebut memicu lonjakan harga energi, pangan, dan berbagai komoditas global. Sebelumnya, Trump juga memperingatkan bahwa kapal perang Iran yang mendekati armada AS dalam operasi blokade akan dihancurkan. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade diberlakukan tanpa pandang bulu terhadap kapal dari berbagai negara yang melintasi wilayah Teluk Arab dan Teluk Oman menuju pelabuhan Iran. Padahal, pekan lalu kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perbedaan pandangan terkait syarat kesepakatan membuat situasi kembali memanas. Pihak Iran melalui Garda Revolusi Iran merespons keras langkah tersebut. Mereka memperingatkan bahwa setiap pendekatan kapal militer ke Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak tegas. Situasi ini menempatkan kawasan Teluk dalam kondisi rawan, dengan dampak yang berpotensi meluas terhadap stabilitas ekonomi global.

Internasional
| Selasa, 14 April 2026
Foto: AS Mulai Blokade Laut Iran, Risiko Konflik di Selat Hormuz Meningkat | Pifa Net

Indonesia–AS Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan ke Level Kemitraan Utama

Indonesia dan Amerika Serikat sepakat meningkatkan hubungan pertahanan ke tahap Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) atau Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama, sebagai upaya memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon, Senin (13/4) waktu setempat. Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, menyampaikan bahwa kedua negara sepakat meningkatkan hubungan pertahanan bilateral ke tingkat kemitraan strategis yang lebih tinggi. Menurutnya, MDCP dibangun atas tiga pilar utama, yakni modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, pelatihan serta pendidikan militer profesional, dan kerja sama operasional termasuk latihan bersama. Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga berkomitmen memperluas cakupan dan kompleksitas latihan militer bilateral maupun multilateral, termasuk latihan Super Garuda Shield. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kemampuan kolektif kedua negara dalam menjaga keamanan dan perdamaian kawasan. Selain itu, kedua pihak juga menegaskan pentingnya peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang. Dalam kesempatan yang sama, Hegseth turut memuji kontribusi Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) serta kesediaan Indonesia mengambil peran komando dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Kerja sama terbaru ini mencerminkan hubungan pertahanan Indonesia–AS yang terus berkembang selama beberapa dekade, sekaligus menegaskan posisi kedua negara sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara juga menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dengan menjunjung prinsip saling menghormati, kedaulatan, serta kepentingan bersama dalam menciptakan perdamaian.

Internasional
| Selasa, 14 April 2026
Foto: Indonesia–AS Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan ke Level Kemitraan Utama | Pifa Net

AS Mulai Blokade Selat Hormuz, Ketegangan dengan Iran Meningkat

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) resmi memulai blokade di Selat Hormuz setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Dalam pernyataannya pada Ahad, CENTCOM menyebut akan memblokade “seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran” mulai 13 April pukul 14.00 waktu setempat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Iran dan AS sempat menggelar perundingan di Islamabad pada Sabtu. Pertemuan tersebut dilakukan setelah Trump mengumumkan adanya kesepakatan awal dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan. Namun, negosiasi tersebut berakhir tanpa hasil. Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, menyatakan bahwa pembicaraan berlangsung panjang tetapi gagal mencapai titik temu. Delegasi AS pun kembali ke negaranya tanpa membawa kesepakatan. Pada hari yang sama, Trump mengumumkan bahwa AS akan memblokade seluruh kapal yang mencoba masuk maupun keluar dari jalur strategis tersebut. Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencari serta mencegat kapal-kapal yang diduga membayar kepada Iran agar dapat melintasi selat itu. Langkah ini berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan global, khususnya untuk distribusi minyak dunia.

Internasional
| Senin, 13 April 2026
Foto:  AS Mulai Blokade Selat Hormuz, Ketegangan dengan Iran Meningkat | Pifa Net

Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal

Presiden Donald Trump pada Senin mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa kapal-kapal negara tersebut akan dimusnahkan jika mendekati blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya blokade jalur maritim strategis tersebut pada Senin pukul 14.00 waktu setempat. Kebijakan ini disebut sebagai pelaksanaan langsung dari arahan Trump, menyusul kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump memperingatkan bahwa setiap kapal Iran yang mendekati area blokade akan langsung diserang. “Jika ada kapal Iran yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi,” tulisnya, seraya menegaskan penggunaan sistem militer yang sebelumnya dipakai dalam operasi di laut. Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat menggelar perundingan di Islamabad pada Sabtu. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman Trump pada 8 April mengenai kesepakatan awal gencatan senjata selama dua pekan. Namun, harapan tercapainya kesepakatan pupus setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, menyatakan bahwa pembicaraan berakhir tanpa hasil. Delegasi AS pun kembali ke negaranya tanpa membawa kesepakatan baru. Kegagalan negosiasi ini semakin memperuncing ketegangan antara kedua negara, terutama di kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Internasional
| Senin, 13 April 2026
Foto: Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal | Pifa Net

Lebanon Tegaskan Pisahkan Isu Iran dalam Negosiasi dengan Israel

Pemerintah Lebanon menegaskan bahwa perundingan langsung dengan Israel harus difokuskan pada konflik bilateral, tanpa mencampurkan isu terkait Iran. Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Rajji, menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, pada Senin. Dalam pernyataan resmi kementerian, Rajji mengapresiasi dukungan kemanusiaan dan politik dari Berlin. Ia juga menegaskan bahwa Lebanon tengah berupaya mencapai gencatan senjata melalui jalur negosiasi langsung dengan Israel. Lebih lanjut, Rajji menekankan bahwa proses diplomasi ini penting untuk memperjelas pemisahan antara urusan internal Lebanon dan dinamika geopolitik yang melibatkan Iran. Selain itu, ia menegaskan bahwa hanya pemerintah Lebanon yang memiliki kewenangan untuk bernegosiasi atas nama negara, sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan nasional dalam kebijakan luar negeri. Sementara itu, Wadephul menyatakan dukungan penuh Jerman terhadap langkah Lebanon dalam memperkuat stabilitas dan kedaulatan. Ia juga menegaskan komitmen Berlin dalam mendorong tercapainya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Sebagai bentuk dukungan konkret, Jerman menyiapkan paket bantuan kemanusiaan senilai 45 juta euro atau sekitar Rp904,1 miliar untuk membantu masyarakat Lebanon yang terdampak konflik.

Internasional
| Senin, 13 April 2026
Foto: Lebanon Tegaskan Pisahkan Isu Iran dalam Negosiasi dengan Israel | Pifa Net

Mantan PM Nepal K.P. Sharma Oli Ditangkap Terkait Kematian Demonstran Gen Z

Otoritas Nepal menangkap mantan Perdana Menteri K. P. Sharma Oli dan mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak pada Sabtu (28/3). Keduanya diduga terlibat dalam kelalaian pidana yang berkaitan dengan kematian sejumlah demonstran muda pada September 2025. Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudan Gurung, menegaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum. "Janji tetaplah janji. Tak ada yang kebal hukum," tulis Gurung di Facebook. "Mantan perdana menteri dan mantan menteri dalam negeri telah ditangkap." Ia juga menepis anggapan bahwa langkah ini merupakan aksi balas dendam. “Ini baru awal dari keadilan. Saya berharap negara ini akan bergerak ke arah baru,” ujarnya. Oli diketahui merupakan ketua Partai Komunis Unified Marxist Leninist (UML), sementara Lekhak adalah tokoh senior dari Nepali Congress. Penangkapan dilakukan setelah rapat kabinet pada Jumat memutuskan menindaklanjuti laporan Komisi Yudisial yang menyelidiki protes besar kalangan Gen Z tahun lalu. Komisi yang dipimpin Gauri Bahadur Karki merekomendasikan penyelidikan terhadap Oli, Lekhak, serta Kepala Kepolisian Chandra Kuber Khapung atas dugaan kelalaian pidana yang menyebabkan kematian demonstran. Puluhan aparat kepolisian dikerahkan ke kediaman Oli di Bhaktapur. Bentrokan sempat terjadi antara pendukung UML dan polisi di luar rumah tersebut, namun aparat berhasil membubarkan massa sebelum menangkap mantan PM itu. Selain penangkapan, pemerintah juga membentuk komite untuk mengkaji keterlibatan pejabat keamanan dalam dugaan penembakan terhadap demonstran. Keputusan ini diambil setelah penunjukan Balendra Shah sebagai perdana menteri. Namun, langkah pemerintah menuai kritik dari sejumlah elite politik. Para pemimpin UML dan Nepali Congress menilai laporan komisi tidak lengkap dan cenderung bias. Sekretaris UML, Mahesh Basnet, menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk prasangka. “Ini adalah bentuk prasangka dan balas dendam terhadap kami,” katanya, seraya mengimbau kader partai untuk turun ke jalan. Sedikitnya 25 demonstran—sebagian besar anak muda—tewas dan sekitar 700 lainnya terluka dalam protes yang meletus pada September 2025. Aksi tersebut dipicu oleh pelarangan sejumlah media sosial yang memicu gelombang demonstrasi di berbagai wilayah Nepal.

Internasional
| Sabtu, 28 Maret 2026
Foto: Mantan PM Nepal K.P. Sharma Oli Ditangkap Terkait Kematian Demonstran Gen Z | Pifa Net

AS Buka Peluang Negosiasi dengan Iran, Trump Dorong Kesepakatan Damai

Amerika Serikat membuka peluang pertemuan dengan Iran dalam waktu dekat di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung. Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, menyebut pertemuan tersebut diperkirakan akan digelar setidaknya dalam pekan ini. “Kami memperkirakan akan ada pertemuan pekan ini dan tentu berharap hal itu terwujud. Kapal-kapal mulai melintas, ini merupakan tanda positif, dan saya rasa presiden menginginkan kesepakatan damai,” kata Witkoff dalam forum investasi di Miami, Jumat (27/3). Ia menegaskan bahwa proses negosiasi akan terus diupayakan hingga mencapai hasil konkret. “Inilah yang saya maksud dengan negosiasi, dan kami tidak akan berhenti sampai proses ini tuntas. Kami juga telah mengajukan hal tersebut,” tambahnya. Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran telah menunjukkan keinginan untuk membuka dialog. "Mereka dihancurkan. Mereka ingin bicara, dan kami juga menginginkannya, sekarang mereka ingin membuat kesepakatan," ujar Trump. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Washington menargetkan penyelesaian kampanye militernya terhadap Iran dalam waktu relatif singkat. Ia menyebut operasi militer tersebut dapat rampung “dalam hitungan pekan, bukan bulan,” tanpa perlu pengerahan pasukan darat. Sejak 28 Februari, AS dan Israel telah melancarkan serangan udara ke Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta wilayah Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan balasan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional. Selain itu, sedikitnya 13 personel militer AS dilaporkan tewas sejak konflik dimulai. Konflik ini juga berdampak pada sektor energi global, termasuk kenaikan harga serta terganggunya jalur distribusi melalui Selat Hormuz, salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Internasional
| Sabtu, 28 Maret 2026
Foto:  AS Buka Peluang Negosiasi dengan Iran, Trump Dorong Kesepakatan Damai | Pifa Net

Harga BBM Melonjak, Sejumlah SPBU di Inggris Alami Gangguan Pasokan

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Inggris mengalami kendala pasokan sementara pada Jumat (27/3), seiring lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat gangguan pasokan global dan meningkatnya permintaan. Kondisi ini dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada distribusi energi dunia. Sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, lalu lintas di Selat Hormuz—jalur utama perdagangan energi global—hampir terhenti. Situasi tersebut menekan pasokan minyak dan gas, sekaligus mendorong harga naik tajam. Di Inggris, harga bensin kini mencapai 1,5 paun atau sekitar Rp33.800 per liter, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan sebelum konflik. Sementara itu, harga solar tercatat sebesar 1,77 paun per liter. CEO Asda, Allan Leighton, mengungkapkan bahwa “sebagian kecil” SPBU milik perusahaannya mengalami gangguan pasokan sementara. “Kami melihat peningkatan permintaan yang sangat tinggi akibat volatilitas harga,” ujar Leighton. Ia menambahkan, volume penjualan BBM meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena permintaan yang melampaui ketersediaan pasokan. “Permintaan telah melampaui pasokan. Pasokan sedang ketat, dan kami bekerja keras mengatasinya. Gangguan ini bersifat sementara, meski mungkin berlanjut selama periode pengiriman,” katanya. Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.

Internasional
| Sabtu, 28 Maret 2026
Foto: Harga BBM Melonjak, Sejumlah SPBU di Inggris Alami Gangguan Pasokan | Pifa Net

Stok Menipis, AS Disebut Telah Luncurkan Lebih dari 850 Rudal Tomahawk ke Iran

Amerika Serikat dilaporkan telah menggunakan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk sejak awal operasi militernya melawan Iran, memicu kekhawatiran atas menipisnya cadangan senjata di kawasan Timur Tengah. Laporan The Washington Post pada Jumat (26/3) menyebutkan bahwa tingginya intensitas peluncuran rudal tersebut membuat sejumlah pejabat pertahanan cemas. Pasalnya, produksi rudal Tomahawk hanya mencapai beberapa ratus unit per tahun. Salah satu sumber yang mengetahui situasi tersebut bahkan menggambarkan sisa stok rudal di kawasan sebagai “sangat rendah dan mengkhawatirkan”. Ketergantungan Washington pada rudal Tomahawk dalam konflik ini dinilai akan memaksa pemerintah mengambil langkah strategis, termasuk kemungkinan memindahkan stok dari wilayah lain seperti Indo-Pasifik. Selain itu, diperlukan upaya jangka panjang untuk meningkatkan produksi guna mengisi kembali persediaan. Meski demikian, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menegaskan bahwa militer AS tetap memiliki kapasitas penuh untuk menjalankan operasi. Ia menyatakan bahwa AS memiliki semua yang dibutuhkan “untuk melaksanakan misi apa pun pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden dan dalam jangka waktu apa pun.” Seperti diketahui, sejak 28 Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah. Eskalasi konflik ini juga berdampak pada sektor energi global. Ketegangan di kawasan menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz—jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia—yang turut menekan produksi dan ekspor energi serta mendorong kenaikan harga di pasar dunia.

Internasional
| Jumat, 27 Maret 2026
Foto: Stok Menipis, AS Disebut Telah Luncurkan Lebih dari 850 Rudal Tomahawk ke Iran | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Internasional

Foto: Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal | Pifa Net

Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal

Presiden Donald Trump pada Senin mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa kapal-kapal negara tersebut akan dimusnahkan jika mendekati blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya blokade jalur maritim strategis tersebut pada Senin pukul 14.00 waktu setempat. Kebijakan ini disebut sebagai pelaksanaan langsung dari arahan Trump, menyusul kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump memperingatkan bahwa setiap kapal Iran yang mendekati area blokade akan langsung diserang. “Jika ada kapal Iran yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi,” tulisnya, seraya menegaskan penggunaan sistem militer yang sebelumnya dipakai dalam operasi di laut. Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat menggelar perundingan di Islamabad pada Sabtu. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman Trump pada 8 April mengenai kesepakatan awal gencatan senjata selama dua pekan. Namun, harapan tercapainya kesepakatan pupus setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, menyatakan bahwa pembicaraan berakhir tanpa hasil. Delegasi AS pun kembali ke negaranya tanpa membawa kesepakatan baru. Kegagalan negosiasi ini semakin memperuncing ketegangan antara kedua negara, terutama di kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Internasional
| Senin, 13 April 2026

Internasional

Foto: AS Ancam Balas Uni Eropa Jika Batasi Akses Produsen Senjata Amerika | Pifa Net

AS Ancam Balas Uni Eropa Jika Batasi Akses Produsen Senjata Amerika

PIFA, Internasional - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil langkah balasan terhadap negara-negara Uni Eropa (UE) apabila mereka membatasi akses produsen senjata AS ke pasar pertahanan Eropa. Ancaman tersebut terungkap dalam laporan Politico yang mengutip dokumen konsultasi Washington dengan Komisi Eropa. “Amerika Serikat dengan tegas menentang setiap perubahan … yang akan membatasi kemampuan industri AS untuk mendukung atau berpartisipasi dalam pengadaan pertahanan nasional negara-negara anggota UE,” demikian isi dokumen tersebut seperti dikutip Politico, Kamis. Menurut laporan itu, Washington menilai proteksionisme bukanlah langkah yang tepat bagi UE, terutama di tengah meningkatnya tantangan keamanan global. Politico juga menyoroti apa yang disebut sebagai “paradoks” dalam pendekatan AS terhadap Eropa. Di satu sisi, Washington berulang kali mendesak negara-negara Eropa untuk memikul tanggung jawab lebih besar atas pertahanan konvensional kawasan. Namun di sisi lain, pemerintahan Trump disebut tidak menginginkan peningkatan peran pertahanan Eropa dilakukan dengan mengorbankan kepentingan perusahaan pertahanan Amerika. Pekan lalu, Politico melaporkan, mengutip dokumen internal Kementerian Pertahanan Jerman, bahwa UE tengah mengkaji pengganti pesawat pengintai Boeing Airborne Early Warning and Control (AWACS) buatan AS dengan alternatif produksi Eropa. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari dorongan sebagian negara anggota UE untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan regional dan mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, dalam Konferensi Keamanan Munich awal bulan ini menyatakan bahwa pandangan Eropa terhadap keamanan kolektif telah berubah secara mendasar. Menurut Rutte, negara-negara Eropa kini lebih siap meningkatkan belanja pertahanan dan mengambil peran lebih aktif dalam aliansi tersebut. Ketegangan terkait akses pasar ini muncul di tengah perdebatan yang lebih luas mengenai pembagian beban pertahanan di antara sekutu NATO serta arah kebijakan industri pertahanan Eropa ke depan.

Internasional
| Jumat, 20 Februari 2026

Internasional

Foto:  Wall Street Journal: AS Akan Tarik 1.000 Pasukan Tersisa dari Suriah dalam Dua Bulan | Pifa Net

Wall Street Journal: AS Akan Tarik 1.000 Pasukan Tersisa dari Suriah dalam Dua Bulan

PIFA, Internasional - Amerika Serikat dilaporkan telah memutuskan untuk menarik sekitar 1.000 personel militernya yang tersisa di Suriah dalam dua bulan ke depan, setelah penarikan bertahap selama beberapa bulan terakhir. Laporan tersebut disampaikan The Wall Street Journal pada Rabu, mengutip seorang sumber yang mengetahui keputusan tersebut. Menurut laporan itu, Washington menilai kehadiran militer AS di Suriah tidak lagi dibutuhkan seiring perubahan kondisi keamanan di negara tersebut. Penilaian tersebut didasarkan pada hampir sepenuhnya dibubarkannya Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan YPG serta integrasi mereka ke dalam struktur negara Suriah. Dengan kondisi tersebut, misi awal AS untuk memerangi ISIS melalui mitra lokal dianggap telah selesai. Militer AS juga dilaporkan telah menyelesaikan penarikan pasukan dari garnisun Al-Tanf, pos terdepan utama di dekat perbatasan Suriah dengan Yordania dan Irak, serta dari pangkalan Al-Shaddadi di Suriah timur laut pada awal bulan ini. Laporan itu menegaskan bahwa penarikan pasukan tidak terkait dengan pengerahan angkatan laut dan udara AS di Timur Tengah saat ini, yang ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap Iran apabila perundingan nuklir gagal. Iran sebelumnya memperingatkan akan menargetkan pasukan Amerika di kawasan tersebut sebagai respons atas setiap serangan udara AS. Mengutip seorang pejabat senior AS, laporan tersebut menyebutkan penarikan dilakukan seiring pemerintah Suriah mengambil alih upaya kontra-terorisme. Meski demikian, pasukan AS disebut masih dapat merespons ancaman yang ditimbulkan ISIS jika diperlukan. Sejumlah pejabat AS dan asing memperingatkan bahwa pengurangan kehadiran Amerika berisiko melemahkan gencatan senjata serta membuka peluang kebangkitan kembali ISIS. Namun, pihak lain menilai pasukan AS yang tersisa selama ini lebih berfungsi sebagai sinyal politik ketimbang kekuatan kontra-terorisme yang substansial.

Internasional
| Kamis, 19 Februari 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5