2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

Sambut Peringatan Hari Tanah Sedunia KAMIHITA Untan Gelar Aksi, Agar Masyarakat Sadar Pentingnya Menjaga Tanah

Berita Pontianak, PIFA- Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KAMIHITA) Universitas Tanjungpura Pontianak, menggelar aksi dalam rangka menyambut peringatan Hari Tanah Sedunia, yang biasa di peringati tanggal 5 Desember. Aksi ini berlangsung di Tugu Digulis, Sabtu (04/12/2021).   Dalam Aksi ini ada berberapa rangkaian kegiatan, diantaranya Orasi menyampaikan pendapat, aksi simbolis cap tangan dengan  tanah, dan membagikan bibit pohon kepada pengguna jalan.   Dandi Kristino, selaku  ketua umum  KAMAHITA Untan mengatakan, aksi ini merupakan  rangkaian aksi menyamput Hari Tanah Sedunia,  yang diperingati besok tanggal 5 Desember.   “Hari ini  aksi yang kami lakukan dalam rangka menyambut  peringatan Hari Tanah Sedunia atau yang biasa disebut Word Soil Day,  biasanya diperingati pada tanggal 5 Desember besok,” sampainya.   Dedi menjelaskan, aksi ini dipercepat satu hari karena melambangkan semangat  kami, khususnya dari kami selaku KAMIHITA Untan  dan menyampaikan bahwa pentingnya masyarakat menyadari peringatan Hari Tanah.   “ Kami melakukan aksi, lebih dulu dari peringatan harinya agar masyarakat tau, sebagai bentuk penyadaran kami kepada masyarakat pentingnya menjaga tanah,” ucapnya.   Dedi menyampaikan ditengah deforestasi dan kerusakan lingkungan yang terjadi, kesadaran kita sebagai masyarakat akan pentingnya menjaga tanah sangat diperlukan.   “Kita tahu sekarang alam kita mengalami  deforestasi besar-besaran,  untuk saat ini kita sama-sama menyelamatkan Tanah ini dengan melakukan reboisasi, makanya kami membagikan pohon  pada masyarakat untuk menanamkan khususnya di lahan-lahan yang kosong,” jelasnya.   Dedi juga mengajak seluruh masyarakat untuk peduli menjaga tanah dan lingkungan dengan berbagai cara.   “Khususnya Kami selaku KAMIHITA Untan mengharapkan dan mengajak semua masyarakat Kalimantan Barat, untuk selalu menjaga tanah salah satunya dengan cara  menanam pohon,” tutupnya.

Pontianak
| Sabtu, 4 Desember 2021
Foto: Sambut Peringatan Hari Tanah Sedunia KAMIHITA Untan Gelar Aksi, Agar Masyarakat Sadar Pentingnya Menjaga Tanah | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026 | Pifa Net

Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026

Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.

Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Lokal

Foto: Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela | Pifa Net

Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela

SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.

Lokal
| Senin, 22 Juni 2026

Lokal

Foto:  Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas | Pifa Net

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas

GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.

Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: Sambut Peringatan Hari Tanah Sedunia KAMIHITA Untan Gelar Aksi, Agar Masyarakat Sadar Pentingnya Menjaga Tanah | Pifa Net

Sambut Peringatan Hari Tanah Sedunia KAMIHITA Untan Gelar Aksi, Agar Masyarakat Sadar Pentingnya Menjaga Tanah

Berita Pontianak, PIFA- Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KAMIHITA) Universitas Tanjungpura Pontianak, menggelar aksi dalam rangka menyambut peringatan Hari Tanah Sedunia, yang biasa di peringati tanggal 5 Desember. Aksi ini berlangsung di Tugu Digulis, Sabtu (04/12/2021).   Dalam Aksi ini ada berberapa rangkaian kegiatan, diantaranya Orasi menyampaikan pendapat, aksi simbolis cap tangan dengan  tanah, dan membagikan bibit pohon kepada pengguna jalan.   Dandi Kristino, selaku  ketua umum  KAMAHITA Untan mengatakan, aksi ini merupakan  rangkaian aksi menyamput Hari Tanah Sedunia,  yang diperingati besok tanggal 5 Desember.   “Hari ini  aksi yang kami lakukan dalam rangka menyambut  peringatan Hari Tanah Sedunia atau yang biasa disebut Word Soil Day,  biasanya diperingati pada tanggal 5 Desember besok,” sampainya.   Dedi menjelaskan, aksi ini dipercepat satu hari karena melambangkan semangat  kami, khususnya dari kami selaku KAMIHITA Untan  dan menyampaikan bahwa pentingnya masyarakat menyadari peringatan Hari Tanah.   “ Kami melakukan aksi, lebih dulu dari peringatan harinya agar masyarakat tau, sebagai bentuk penyadaran kami kepada masyarakat pentingnya menjaga tanah,” ucapnya.   Dedi menyampaikan ditengah deforestasi dan kerusakan lingkungan yang terjadi, kesadaran kita sebagai masyarakat akan pentingnya menjaga tanah sangat diperlukan.   “Kita tahu sekarang alam kita mengalami  deforestasi besar-besaran,  untuk saat ini kita sama-sama menyelamatkan Tanah ini dengan melakukan reboisasi, makanya kami membagikan pohon  pada masyarakat untuk menanamkan khususnya di lahan-lahan yang kosong,” jelasnya.   Dedi juga mengajak seluruh masyarakat untuk peduli menjaga tanah dan lingkungan dengan berbagai cara.   “Khususnya Kami selaku KAMIHITA Untan mengharapkan dan mengajak semua masyarakat Kalimantan Barat, untuk selalu menjaga tanah salah satunya dengan cara  menanam pohon,” tutupnya.

Pontianak
| Sabtu, 4 Desember 2021

Lokal

Foto: Edi Berharap, Pemerintah Pusat Segera Realisasikan Duplikasi Jembatan Kapuas I | Pifa Net

Edi Berharap, Pemerintah Pusat Segera Realisasikan Duplikasi Jembatan Kapuas I

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengharapkan pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I. Dia yakin, sebagian besar masyarakat mendambakan kehadiran duplikasi jembatan itu. Menurutnya, kehadiran duplikasi jembatan tersebut merupakan jalan keluar untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut. “Karena kondisi arus lalu lintas yang melintasi kawasan di sana sering terjadi kemacetan,” ujarnya, Jumat (2/7/2021). Edi menuturkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, menjanjikan untuk menjadikan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I skala prioritas. Bahkan, dukungan politis juga diperoleh dari anggota DPR RI, terutama Komisi V untuk memperjuangkan realisasi pembangunan duplikasi jembatan tersebut. “Saya berharap pemerintah pusat bisa mengerjakannya tahun ini, saya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan,” ungkapnya. Ia menerangkan, kondisi Jembatan Kapuas I saat ini usianya sudah lumayan lama. Tiang fender jembatan juga sudah pernah ditabrak ponton beberapa kali, hingga berdampak pada pondasinya sehingga tidak bisa dilewati kendaraan lebih dari 8 ton. Hal itu dinilainya sangat mengganggu mobilitas transportasi. “Apabila Duplikasi Jembatan Kapuas I ini terealisasi, saya yakin masalah kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan itu bisa teratasi,” kata Edi. Dia yakin, apabila duplikasi jembatan itu sudah terbangun, pihaknya akan mempersiapkan segalanya untuk kelancaran arus lalu lintas. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I.  “Nanti akan dilakukan pengaturan traffic management agar arus lalu lintas kendaraan lebih tertib dan lancar,” pungkasnya.

Admin
| Jumat, 2 Juli 2021

Lokal

Foto: Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri | Pifa Net

Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri

PIFA, Bali - Polda Bali memastikan potongan tubuh manusia yang ditemukan di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, identik dengan warga negara Ukraina korban penculikan, Ihor Komarav (28).Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan hasil perbandingan DNA dari potongan tubuh, bercak darah di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), serta DNA ibu korban menunjukkan kecocokan sebesar 99,99 persen."Perbandingan dari hasil profil DNA tersebut dapat disimpulkan bahwa alel maternal dari profil DNA ibu korban adalah cocok dengan alel material dari profil darah pada mobil Avanza hitam mobil darah pada Villa Summer di Tabanan dan hasil profil DNA pada ke enam sampel tulang yang sudah kita periksa tadi berdasarkan perhitungan indeks maternitas bahwa probabilitas profil DNA adalah 99,99 persen," kata Ariasandy, Jumat (6/3).Sampel yang diperiksa berasal dari enam potongan tulang, termasuk gigi geraham, tulang selangka, paha, iga, jari kaki, dan tulang kering. Hasil analisis menunjukkan DNA berasal dari satu individu laki-laki yang identik dengan darah yang ditemukan di mobil Toyota Avanza dan sebuah vila di Tabanan.Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu tersangka WNA berinisial CH. Sementara enam orang lainnya, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH, masuk daftar pencarian orang (DPO) dan telah diajukan red notice ke Interpol."Kami kejar enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami sudah terbitkan DPO dan Red Notice. Kami tetap berkoordinasi dengan Imigrasi, Divhubinter, kemudian Interpol untuk mengejar keberadaan pelaku yang kami duga sudah ke luar negeri ya. Seluruhnya merupakan WNA dengan kepemilikan paspor lebih dari dua," kata Ariasandy.Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kasus penculikan dan mutilasi tersebut dengan jaringan mafia luar negeri.

Bali
| Jumat, 6 Maret 2026

Feeds

Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026

Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.

Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026
Foto: Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026 | Pifa Net

Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela

SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.

Lokal
| Senin, 22 Juni 2026
Foto: Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela | Pifa Net

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas

GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.

Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026
Foto:  Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas | Pifa Net

Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon Dievakuasi Tim SAR

AMBON – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia di kawasan Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, pada Minggu (21/6). Pendaki bernama Muhammad Syafi'i Alfaruq Dahlan (18) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Niken Ratih pada Minggu (21/6) sekitar pukul 05.30 WIT mengenai adanya pendaki yang mengalami kondisi darurat di gunung tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR segera dikerahkan ke lokasi dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer. Tim tiba di puncak Gunung Kayu Satu sekitar pukul 06.30 WIT setelah melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih dua jam. Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan warga setempat sebelum melakukan proses pencarian dan evakuasi. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.57 WIT dalam kondisi selamat meski mengalami hipotermia. Sebelumnya, korban bersama enam pendaki lainnya yang merupakan mahasiswa Universitas Pattimura melakukan pendakian pada Sabtu malam (20/6) sekitar pukul 22.40 WIT dan berencana berkemah di kawasan tersebut. Namun dalam perjalanan, korban mengalami penurunan kondisi tubuh akibat suhu dingin ekstrem hingga akhirnya membutuhkan pertolongan darurat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa turun gunung dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tim SAR memastikan operasi berjalan lancar dan seluruh proses evakuasi berlangsung aman.

Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026
Foto: Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon Dievakuasi Tim SAR | Pifa Net

Gunung Awu di Sangihe Masih Berstatus Siaga, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 4 Km

SANGIHE – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada pada Level III atau status Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Awu, Subandrio K. Puyo, menyampaikan bahwa status tersebut berlaku berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Minggu (21/6). Dalam periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah yang bertiup ke arah utara. Suhu udara tercatat berkisar 26–31 derajat Celsius dengan kelembapan 76–80 persen. Secara visual, puncak Gunung Awu masih terlihat jelas dengan kondisi kabut tipis hingga sedang. Namun, tidak teramati adanya aktivitas asap kawah selama periode pengamatan tersebut. Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat adanya 20 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5–48 milimeter serta durasi gempa berkisar antara 40 hingga 247 detik. Meski demikian, belum ada laporan kejadian signifikan lainnya yang terpantau. Meskipun kondisi relatif stabil, status Gunung Awu tetap berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak gunung. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Sangihe guna mengantisipasi potensi perubahan aktivitas vulkanik.

L
| Minggu, 21 Juni 2026
Foto: Gunung Awu di Sangihe Masih Berstatus Siaga, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 4 Km | Pifa Net

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sigi, Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Sigi pada Kamis (18/6) sekitar pukul 20.39 WIB. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, episenter gempa berada di darat sekitar 56 kilometer timur laut Sigi pada kedalaman 5 kilometer. Lokasi gempa tercatat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,22 Bujur Timur. Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” ujarnya. Getaran gempa dirasakan masyarakat di wilayah Sigi dan Palu dengan intensitas III MMI, di mana getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah seperti saat truk besar melintas. BMKG menyebut gempa magnitudo 4,7 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sigi pada 16 Juni 2026. Hingga Kamis malam pukul 20.40 WIB, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi 804 gempa susulan (aftershock), dengan gempa terbesar mencapai magnitudo 5,3. Sebelumnya, gempa magnitudo 6,7 yang melanda Sigi mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan ribuan rumah di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.

Lokal
| Kamis, 18 Juni 2026
Foto: Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sigi, Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan | Pifa Net

2 Pria Ditemukan Tewas di Saluran Air Bekasi, Polisi Amankan 4 Orang

Kota Bekasi – Dua jasad pria ditemukan di saluran air kawasan Jalan Mustikajaya, Cimuning, Kota Bekasi, Jumat (19/6). Penemuan tersebut sempat menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, terlihat dua korban tergeletak di dalam got dengan posisi telungkup. Warga yang menemukan kejadian itu kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Andi M Iqbal, membenarkan adanya penemuan dua jenazah tersebut. “Benar, korbannya dua orang,” ujarnya. Polisi juga bergerak cepat dengan mengamankan empat orang yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci kronologi maupun peran masing-masing terduga pelaku. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan motif di balik kejadian itu. Dugaan awal bahwa kasus tersebut merupakan aksi pembegalan masih dalam pendalaman. “Untuk motifnya masih kami selidiki, apakah begal atau apa,” kata Andi. Pihak kepolisian menegaskan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyidikan berjalan.

Lokal
| Jumat, 19 Juni 2026
Foto: 2 Pria Ditemukan Tewas di Saluran Air Bekasi, Polisi Amankan 4 Orang | Pifa Net

Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026
Foto: Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak | Pifa Net

Kekeringan Mulai Meluas, Ribuan Warga di Jabar dan Jateng Kesulitan Air Bersih

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya 2.245 warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Dalam laporan kejadian bencana periode 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, BNPB menyebut fenomena hidrometeorologi kering mulai muncul di beberapa wilayah, di tengah masih terjadinya banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar satu bulan. Kondisi itu menyebabkan 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sementara itu, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kekeringan yang berlangsung sepanjang Juni berdampak pada tiga desa di Kecamatan Kemalang, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. BNPB mencatat sebanyak 393 KK atau 1.445 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan mengakses air bersih. BPBD Kabupaten Klaten bersama pemerintah desa setempat telah berkoordinasi untuk melakukan penanganan, termasuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga. Selain kekeringan, BNPB juga mencatat banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (15/6). Bencana tersebut berdampak pada 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 orang di antaranya harus mengungsi. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, sementara kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang terjadi pada 11 Juni lalu diduga dipicu cuaca panas serta kondisi vegetasi yang kering sehingga api cepat merambat di area perbukitan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah daerah.

Lokal
| Selasa, 16 Juni 2026
Foto: Kekeringan Mulai Meluas, Ribuan Warga di Jabar dan Jateng Kesulitan Air Bersih | Pifa Net

Sungai Cibanten Menghitam, Relawan Soroti Maraknya Pembuangan Sampah Sembarangan

Kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, memprihatinkan. Sungai yang memiliki nilai sejarah penting pada masa Kesultanan Banten itu kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga yang menutupi sebagian aliran sungai. Temuan tersebut terlihat saat Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (14/6). Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengatakan relawan menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sandal bekas, pakaian, styrofoam, hingga limbah rumah tangga lainnya yang dibuang ke sungai maupun area sekitarnya. "Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong," ujar Lulu, Senin (15/6). Menurutnya, saat kegiatan berlangsung, relawan bahkan masih menyaksikan warga yang membuang sampah ke sungai dan lahan kosong. Beberapa di antaranya membuang sampah dari atas jembatan ketika melintas. "Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," katanya. Sungai Cibanten memiliki panjang sekitar 35 kilometer dan pada masa Kesultanan Banten pernah menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan kawasan hulu di Gunung Karang hingga hilir di Karangantu. Kini, kondisi sungai tersebut dipenuhi sampah dan airnya terlihat menghitam. Melihat kondisi itu, para relawan mendorong Pemerintah Kota Serang untuk memperkuat penegakan aturan terkait pengelolaan sampah, khususnya Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021. Selain penegakan hukum, mereka juga mengusulkan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah, termasuk pemasangan kamera pengawas dan operasi penertiban secara rutin. Lulu menilai sanksi sosial yang bersifat edukatif dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya. Ia juga mengusulkan pelanggar diberi kewajiban mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan, sementara pemerintah memperbanyak fasilitas pembuangan sampah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih dan lingkungan menjadi sehat," tutupnya.

Jakarta
| Senin, 15 Juni 2026
Foto: Sungai Cibanten Menghitam, Relawan Soroti Maraknya Pembuangan Sampah Sembarangan | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: Sambut Peringatan Hari Tanah Sedunia KAMIHITA Untan Gelar Aksi, Agar Masyarakat Sadar Pentingnya Menjaga Tanah | Pifa Net

Sambut Peringatan Hari Tanah Sedunia KAMIHITA Untan Gelar Aksi, Agar Masyarakat Sadar Pentingnya Menjaga Tanah

Berita Pontianak, PIFA- Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KAMIHITA) Universitas Tanjungpura Pontianak, menggelar aksi dalam rangka menyambut peringatan Hari Tanah Sedunia, yang biasa di peringati tanggal 5 Desember. Aksi ini berlangsung di Tugu Digulis, Sabtu (04/12/2021).   Dalam Aksi ini ada berberapa rangkaian kegiatan, diantaranya Orasi menyampaikan pendapat, aksi simbolis cap tangan dengan  tanah, dan membagikan bibit pohon kepada pengguna jalan.   Dandi Kristino, selaku  ketua umum  KAMAHITA Untan mengatakan, aksi ini merupakan  rangkaian aksi menyamput Hari Tanah Sedunia,  yang diperingati besok tanggal 5 Desember.   “Hari ini  aksi yang kami lakukan dalam rangka menyambut  peringatan Hari Tanah Sedunia atau yang biasa disebut Word Soil Day,  biasanya diperingati pada tanggal 5 Desember besok,” sampainya.   Dedi menjelaskan, aksi ini dipercepat satu hari karena melambangkan semangat  kami, khususnya dari kami selaku KAMIHITA Untan  dan menyampaikan bahwa pentingnya masyarakat menyadari peringatan Hari Tanah.   “ Kami melakukan aksi, lebih dulu dari peringatan harinya agar masyarakat tau, sebagai bentuk penyadaran kami kepada masyarakat pentingnya menjaga tanah,” ucapnya.   Dedi menyampaikan ditengah deforestasi dan kerusakan lingkungan yang terjadi, kesadaran kita sebagai masyarakat akan pentingnya menjaga tanah sangat diperlukan.   “Kita tahu sekarang alam kita mengalami  deforestasi besar-besaran,  untuk saat ini kita sama-sama menyelamatkan Tanah ini dengan melakukan reboisasi, makanya kami membagikan pohon  pada masyarakat untuk menanamkan khususnya di lahan-lahan yang kosong,” jelasnya.   Dedi juga mengajak seluruh masyarakat untuk peduli menjaga tanah dan lingkungan dengan berbagai cara.   “Khususnya Kami selaku KAMIHITA Untan mengharapkan dan mengajak semua masyarakat Kalimantan Barat, untuk selalu menjaga tanah salah satunya dengan cara  menanam pohon,” tutupnya.

Pontianak
| Sabtu, 4 Desember 2021

Lokal

Foto: Edi Berharap, Pemerintah Pusat Segera Realisasikan Duplikasi Jembatan Kapuas I | Pifa Net

Edi Berharap, Pemerintah Pusat Segera Realisasikan Duplikasi Jembatan Kapuas I

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengharapkan pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I. Dia yakin, sebagian besar masyarakat mendambakan kehadiran duplikasi jembatan itu. Menurutnya, kehadiran duplikasi jembatan tersebut merupakan jalan keluar untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut. “Karena kondisi arus lalu lintas yang melintasi kawasan di sana sering terjadi kemacetan,” ujarnya, Jumat (2/7/2021). Edi menuturkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, menjanjikan untuk menjadikan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I skala prioritas. Bahkan, dukungan politis juga diperoleh dari anggota DPR RI, terutama Komisi V untuk memperjuangkan realisasi pembangunan duplikasi jembatan tersebut. “Saya berharap pemerintah pusat bisa mengerjakannya tahun ini, saya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan,” ungkapnya. Ia menerangkan, kondisi Jembatan Kapuas I saat ini usianya sudah lumayan lama. Tiang fender jembatan juga sudah pernah ditabrak ponton beberapa kali, hingga berdampak pada pondasinya sehingga tidak bisa dilewati kendaraan lebih dari 8 ton. Hal itu dinilainya sangat mengganggu mobilitas transportasi. “Apabila Duplikasi Jembatan Kapuas I ini terealisasi, saya yakin masalah kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan itu bisa teratasi,” kata Edi. Dia yakin, apabila duplikasi jembatan itu sudah terbangun, pihaknya akan mempersiapkan segalanya untuk kelancaran arus lalu lintas. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I.  “Nanti akan dilakukan pengaturan traffic management agar arus lalu lintas kendaraan lebih tertib dan lancar,” pungkasnya.

Admin
| Jumat, 2 Juli 2021

Lokal

Foto: Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri | Pifa Net

Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri

PIFA, Bali - Polda Bali memastikan potongan tubuh manusia yang ditemukan di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, identik dengan warga negara Ukraina korban penculikan, Ihor Komarav (28).Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan hasil perbandingan DNA dari potongan tubuh, bercak darah di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), serta DNA ibu korban menunjukkan kecocokan sebesar 99,99 persen."Perbandingan dari hasil profil DNA tersebut dapat disimpulkan bahwa alel maternal dari profil DNA ibu korban adalah cocok dengan alel material dari profil darah pada mobil Avanza hitam mobil darah pada Villa Summer di Tabanan dan hasil profil DNA pada ke enam sampel tulang yang sudah kita periksa tadi berdasarkan perhitungan indeks maternitas bahwa probabilitas profil DNA adalah 99,99 persen," kata Ariasandy, Jumat (6/3).Sampel yang diperiksa berasal dari enam potongan tulang, termasuk gigi geraham, tulang selangka, paha, iga, jari kaki, dan tulang kering. Hasil analisis menunjukkan DNA berasal dari satu individu laki-laki yang identik dengan darah yang ditemukan di mobil Toyota Avanza dan sebuah vila di Tabanan.Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu tersangka WNA berinisial CH. Sementara enam orang lainnya, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH, masuk daftar pencarian orang (DPO) dan telah diajukan red notice ke Interpol."Kami kejar enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami sudah terbitkan DPO dan Red Notice. Kami tetap berkoordinasi dengan Imigrasi, Divhubinter, kemudian Interpol untuk mengejar keberadaan pelaku yang kami duga sudah ke luar negeri ya. Seluruhnya merupakan WNA dengan kepemilikan paspor lebih dari dua," kata Ariasandy.Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kasus penculikan dan mutilasi tersebut dengan jaringan mafia luar negeri.

Bali
| Jumat, 6 Maret 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5