Lokal
Polisi Amankan 21 Karung Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Kabupaten Bekasi
PIFA, Bekasi - Polisi mengamankan sebanyak 21 karung yang diduga berisi cacahan uang kertas rupiah di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan material oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Langkah ini kami ambil untuk mencegah penyalahgunaan material tersebut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah di Cikarang, Rabu (4/2). AKP Usep menjelaskan, temuan cacahan uang tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kemudian diperkuat oleh informasi di media sosial. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan barang bukti. “Kami mengamankan lokasi dan barang bukti agar tidak menjadi konsumsi publik yang tidak bertanggung jawab. Saat ini kami mengamankan sekitar 21 karung berisi cacahan kertas yang diduga merupakan potongan uang pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp2 ribu,” ujarnya. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi, terdiri atas pemilik lahan serta tiga pekerja pemilah sampah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk mendalami dugaan aktivitas pengelolaan sampah ilegal di lokasi tersebut. Polisi turut berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan status cacahan tersebut, apakah merupakan uang asli, uang palsu, atau jenis limbah lainnya. “Sebab, bagaimanapun juga, uang adalah dokumen negara yang harus diamankan,” kata Usep. Sementara itu, Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, cacahan tersebut dipastikan merupakan uang rupiah asli. “Iya, itu cacahan uang asli,” kata Dedi. Ia menambahkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta kepolisian setempat untuk menelusuri asal-usul cacahan uang tersebut. Di sisi lain, pemilik lahan bernama Santo (65) mengaku tidak mengetahui bahwa material yang dibuang di lahannya merupakan potongan uang. Menurutnya, material tersebut digunakan untuk menguruk lahan yang dimanfaatkan sebagai tempat pemilahan sampah. “Awalnya saya memang butuh urugan, Pak. Kalau harus pakai biaya sendiri saya enggak kuat. Jadi waktu ada yang buang, ya dimanfaatkan saja. Saya enggak tahu kalau itu potongan uang,” ujar Santo. Santo menyebut pembuangan cacahan kertas tersebut dilakukan oleh seseorang berinisial K-S menggunakan mobil dump truck sejak sekitar enam bulan terakhir. Aktivitas pembuangan tidak berlangsung setiap hari, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu. “Setelah kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, aktivitas pembuangan di lahan saya telah dihentikan. Sekarang tutup, kalau memang ada barang tidak diperbolehkan ya kita tutup,” katanya.
Bekasi
| Kamis, 5 Februari 2026

Trending
Majukan Pangan, Pemprov Kalbar Siapkan 100 Hektare Lahan Sorgum di Mempawah
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021

Erci Kalbar Gelar Musyawarah dan Anniversary ke-8, Harapannya Banyak Berbagi Kepada Masyarakat
Kalbar
| Minggu, 8 Januari 2023

Pemkab Sintang Gelar Operasi Gas Elpiji 3 Kg
Sintang
| Selasa, 16 November 2021

Tengah Tertidur Pulas, Polisi Tangkap Spesialis Curanmor di Pontianak
Pontianak
| Sabtu, 28 September 2024

Truk Kontainer di Singkawang Diduga Hilang Kendali, 1 Orang Tewas
Singkawang
| Rabu, 15 Mei 2024

Kolaborasi PT Alam Kalbar Sukses Mandiri dengan Pemerintah Buat Sampah Jadi Sumber Energi Listrik
Pontianak
| Rabu, 6 September 2023

Disdikbud Kalbar Pantau Langsung SPMB SMA di Pontianak, Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan
Kalbar
| Kamis, 19 Juni 2025

Yuliana Resmi Jabat Wakil Ketua DPRD Kalbar
Kalbar
| Senin, 31 Oktober 2022

Edi Rusdi Kamtono-Bahasan Unggul dengan 203.211 Suara di Pilkada Pontianak 2024
Pontianak
| Selasa, 10 Desember 2024

PAD Prov Kalbar Tahun 2021 Meningkat 16,40%
Kalbar
| Jumat, 1 April 2022

Berita Terbaru
Lokal

Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela
SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.
Lokal
| Senin, 22 Juni 2026
Lokal

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas
GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026
Lokal

Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon Dievakuasi Tim SAR
AMBON – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia di kawasan Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, pada Minggu (21/6). Pendaki bernama Muhammad Syafi'i Alfaruq Dahlan (18) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Niken Ratih pada Minggu (21/6) sekitar pukul 05.30 WIT mengenai adanya pendaki yang mengalami kondisi darurat di gunung tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR segera dikerahkan ke lokasi dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer. Tim tiba di puncak Gunung Kayu Satu sekitar pukul 06.30 WIT setelah melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih dua jam. Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan warga setempat sebelum melakukan proses pencarian dan evakuasi. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.57 WIT dalam kondisi selamat meski mengalami hipotermia. Sebelumnya, korban bersama enam pendaki lainnya yang merupakan mahasiswa Universitas Pattimura melakukan pendakian pada Sabtu malam (20/6) sekitar pukul 22.40 WIT dan berencana berkemah di kawasan tersebut. Namun dalam perjalanan, korban mengalami penurunan kondisi tubuh akibat suhu dingin ekstrem hingga akhirnya membutuhkan pertolongan darurat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa turun gunung dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tim SAR memastikan operasi berjalan lancar dan seluruh proses evakuasi berlangsung aman.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026
Berita Populer
Lokal

Polisi Amankan 21 Karung Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Kabupaten Bekasi
PIFA, Bekasi - Polisi mengamankan sebanyak 21 karung yang diduga berisi cacahan uang kertas rupiah di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan material oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Langkah ini kami ambil untuk mencegah penyalahgunaan material tersebut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah di Cikarang, Rabu (4/2). AKP Usep menjelaskan, temuan cacahan uang tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kemudian diperkuat oleh informasi di media sosial. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan barang bukti. “Kami mengamankan lokasi dan barang bukti agar tidak menjadi konsumsi publik yang tidak bertanggung jawab. Saat ini kami mengamankan sekitar 21 karung berisi cacahan kertas yang diduga merupakan potongan uang pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp2 ribu,” ujarnya. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi, terdiri atas pemilik lahan serta tiga pekerja pemilah sampah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk mendalami dugaan aktivitas pengelolaan sampah ilegal di lokasi tersebut. Polisi turut berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan status cacahan tersebut, apakah merupakan uang asli, uang palsu, atau jenis limbah lainnya. “Sebab, bagaimanapun juga, uang adalah dokumen negara yang harus diamankan,” kata Usep. Sementara itu, Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, cacahan tersebut dipastikan merupakan uang rupiah asli. “Iya, itu cacahan uang asli,” kata Dedi. Ia menambahkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta kepolisian setempat untuk menelusuri asal-usul cacahan uang tersebut. Di sisi lain, pemilik lahan bernama Santo (65) mengaku tidak mengetahui bahwa material yang dibuang di lahannya merupakan potongan uang. Menurutnya, material tersebut digunakan untuk menguruk lahan yang dimanfaatkan sebagai tempat pemilahan sampah. “Awalnya saya memang butuh urugan, Pak. Kalau harus pakai biaya sendiri saya enggak kuat. Jadi waktu ada yang buang, ya dimanfaatkan saja. Saya enggak tahu kalau itu potongan uang,” ujar Santo. Santo menyebut pembuangan cacahan kertas tersebut dilakukan oleh seseorang berinisial K-S menggunakan mobil dump truck sejak sekitar enam bulan terakhir. Aktivitas pembuangan tidak berlangsung setiap hari, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu. “Setelah kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, aktivitas pembuangan di lahan saya telah dihentikan. Sekarang tutup, kalau memang ada barang tidak diperbolehkan ya kita tutup,” katanya.
Bekasi
| Kamis, 5 Februari 2026
Lokal

Majukan Pangan, Pemprov Kalbar Siapkan 100 Hektare Lahan Sorgum di Mempawah
Mempawah - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dis TPH) Provinsi Kalimantan Barat akan menyiapkan 100 hektare lahan sorgum sebagai sumber pangan masyarakat. Penyiapan lahan yang juga bagian dari upaya pemajuan pangan lokal itu akan dilaksanakan di Kabupaten Mempawah, Kalbar. Sorgum sendiri merupakan jenis tanaman biji-bijian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bahan dasar industri. Kepala Seksi Serealia Dinas TPH Provinsi Kalbar, Suyatno mengatakan, target penyiapan lahan sorgum akan direalisasikan pada tahun 2022 dengan memanfaatkan APBN. “Pada 2022 kita akan mengembangkan 100 hektare tanaman sorgum di Kabupaten Mempawah melalui dana atau anggaran dari APBN,” katanya, mengutip dari Antara Kalbar (28/8/2021). Suyatno menjelaskan bahwa sejauh ini budidaya sorghum masih dilakukan swadaya oleh petani atau masyarakat Kalbar. Budidaya tanaman itu sudah dilakukan oleh petani di Kabupaten Mempawah, lanjutnya. “Kita baru saja panen sorgum di Mempawah dan langsung dihadiri oleh Wakil Bupati dan pihak terkait di daerah itu. Wakil Bupati Mempawah sangat mengapresiasi pengembangan sorgum dan berterima kasih atas rencana pengembangan 100 hektare tersebut. Beliau sangat mendukung ,” ujarnya. Kemudian, Suyatno menjelaskan bahwa sorgum merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Menurut hematnya, sebagai bahan pangan menempati urutan kelima setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Pengembangan pangan yang berkelanjutan dari budidaya sorgum juga sudah dilakukan di Mempawah. Ia menuturkan, hasil panen sorgum sudah diolah menjadi tepung untuk bahan baku kue cucur, kue bolu, tapai dan makanan pengganti beras. “Sorgum ini sejenis jagung tapi bijinya di atas dan dapat diolah sebagai bahan baku makanan penganti beras dan bioetanol untuk bahan bakar. Untuk di Mempawah hasil panen sorgum sudah diolah menjadi tepung untuk bahan baku kue cucur, kue bolu, tapai dan makanan pengganti beras,” rinci Suyatno. Lebih lanjut, katanya, sorgum adalah tanaman yang mudah dibudidayakan karena selain biaya murah juga bisa ditanam secara tumpang sari dengan padi, kacang tanah dan kedelai atau lainnya “Kemudian dapat dipanen lebih dari satu kali sehingga ini produktivitasnya tinggi. Untuk daerah kita juga cocok untuk tanaman ini karena dapat tumbuh di dataran rendah hingga tinggi,” tambahnya.
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021
Lokal

Erci Kalbar Gelar Musyawarah dan Anniversary ke-8, Harapannya Banyak Berbagi Kepada Masyarakat
Berita Lokal, PIFA – Ertiga Club Indonesia (ERCI) chapter Kalimantan Barat menggelar musyawarah chapter 2023-2025 dan perayaan anniversary yang ke-8 se-Kalimantan Barat di ballroom Hotel Ibis Kota Pontianak, Sabtu (7/1/2023) kemarin. Emy selaku Ketua Chapter ERCI mengatakan, dirinya bersyukur kembali terpilih menjadi ketua ERCI 2023-2025. “Terima kasih kepada teman-teman yang masih memperdayai saya menjadi ketua, tentunya ini kali kedua jadi ketua ERCI pastinya harus jalani amanah yang di dapa ,” jelasnya. Dia menambahkan, kedepannya program kerja akan ada eco touring yang memang untuk berbagi kepada masyarakat. “Seperti baksos, halal bihalal, sahur On The rood, hari kurban, touring kemerdekaan dengan ke makam pahlawan ,dan Jambore Borneo yang diadakan di Palangkaraya di tahun ini,” ujarnya. Kedepannya kita lebih adakan berbagi kepada masyarakat seperti berbagi ke anak yatim,” imbuhnya. Sementara untuk touring, akan diadakan seperti camping touring. “Sebelumnya kita ke Kabupaten Sintang,” ujarnya. “Rencananya tahun ini kita touring ke Palangkaraya untuk mengikuti Jambore, seperti tahun 2020 kita ke Banjarmasin,” tandasnya. Ia berharap, kedepannya komunitas ini lebih banyak berbagi ke masyarakat. “Pecinta mobil Ertiga dapat bergabung ke komunitas ini dan pastinya banyak member yang ikut join di sini,” tutupnya. (PI/RS)
Kalbar
| Minggu, 8 Januari 2023
Feeds
Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela
SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.
Lokal
| Senin, 22 Juni 2026

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas
GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon Dievakuasi Tim SAR
AMBON – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia di kawasan Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, pada Minggu (21/6). Pendaki bernama Muhammad Syafi'i Alfaruq Dahlan (18) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Niken Ratih pada Minggu (21/6) sekitar pukul 05.30 WIT mengenai adanya pendaki yang mengalami kondisi darurat di gunung tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR segera dikerahkan ke lokasi dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer. Tim tiba di puncak Gunung Kayu Satu sekitar pukul 06.30 WIT setelah melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih dua jam. Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan warga setempat sebelum melakukan proses pencarian dan evakuasi. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.57 WIT dalam kondisi selamat meski mengalami hipotermia. Sebelumnya, korban bersama enam pendaki lainnya yang merupakan mahasiswa Universitas Pattimura melakukan pendakian pada Sabtu malam (20/6) sekitar pukul 22.40 WIT dan berencana berkemah di kawasan tersebut. Namun dalam perjalanan, korban mengalami penurunan kondisi tubuh akibat suhu dingin ekstrem hingga akhirnya membutuhkan pertolongan darurat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa turun gunung dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tim SAR memastikan operasi berjalan lancar dan seluruh proses evakuasi berlangsung aman.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Gunung Awu di Sangihe Masih Berstatus Siaga, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 4 Km
SANGIHE – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada pada Level III atau status Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Awu, Subandrio K. Puyo, menyampaikan bahwa status tersebut berlaku berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Minggu (21/6). Dalam periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah yang bertiup ke arah utara. Suhu udara tercatat berkisar 26–31 derajat Celsius dengan kelembapan 76–80 persen. Secara visual, puncak Gunung Awu masih terlihat jelas dengan kondisi kabut tipis hingga sedang. Namun, tidak teramati adanya aktivitas asap kawah selama periode pengamatan tersebut. Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat adanya 20 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5–48 milimeter serta durasi gempa berkisar antara 40 hingga 247 detik. Meski demikian, belum ada laporan kejadian signifikan lainnya yang terpantau. Meskipun kondisi relatif stabil, status Gunung Awu tetap berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak gunung. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Sangihe guna mengantisipasi potensi perubahan aktivitas vulkanik.
L
| Minggu, 21 Juni 2026

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sigi, Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Sigi pada Kamis (18/6) sekitar pukul 20.39 WIB. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, episenter gempa berada di darat sekitar 56 kilometer timur laut Sigi pada kedalaman 5 kilometer. Lokasi gempa tercatat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,22 Bujur Timur. Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” ujarnya. Getaran gempa dirasakan masyarakat di wilayah Sigi dan Palu dengan intensitas III MMI, di mana getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah seperti saat truk besar melintas. BMKG menyebut gempa magnitudo 4,7 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sigi pada 16 Juni 2026. Hingga Kamis malam pukul 20.40 WIB, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi 804 gempa susulan (aftershock), dengan gempa terbesar mencapai magnitudo 5,3. Sebelumnya, gempa magnitudo 6,7 yang melanda Sigi mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan ribuan rumah di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.
Lokal
| Kamis, 18 Juni 2026

2 Pria Ditemukan Tewas di Saluran Air Bekasi, Polisi Amankan 4 Orang
Kota Bekasi – Dua jasad pria ditemukan di saluran air kawasan Jalan Mustikajaya, Cimuning, Kota Bekasi, Jumat (19/6). Penemuan tersebut sempat menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, terlihat dua korban tergeletak di dalam got dengan posisi telungkup. Warga yang menemukan kejadian itu kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Andi M Iqbal, membenarkan adanya penemuan dua jenazah tersebut. “Benar, korbannya dua orang,” ujarnya. Polisi juga bergerak cepat dengan mengamankan empat orang yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci kronologi maupun peran masing-masing terduga pelaku. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan motif di balik kejadian itu. Dugaan awal bahwa kasus tersebut merupakan aksi pembegalan masih dalam pendalaman. “Untuk motifnya masih kami selidiki, apakah begal atau apa,” kata Andi. Pihak kepolisian menegaskan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyidikan berjalan.
Lokal
| Jumat, 19 Juni 2026

Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026

Kekeringan Mulai Meluas, Ribuan Warga di Jabar dan Jateng Kesulitan Air Bersih
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya 2.245 warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Dalam laporan kejadian bencana periode 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, BNPB menyebut fenomena hidrometeorologi kering mulai muncul di beberapa wilayah, di tengah masih terjadinya banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar satu bulan. Kondisi itu menyebabkan 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sementara itu, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kekeringan yang berlangsung sepanjang Juni berdampak pada tiga desa di Kecamatan Kemalang, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. BNPB mencatat sebanyak 393 KK atau 1.445 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan mengakses air bersih. BPBD Kabupaten Klaten bersama pemerintah desa setempat telah berkoordinasi untuk melakukan penanganan, termasuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga. Selain kekeringan, BNPB juga mencatat banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (15/6). Bencana tersebut berdampak pada 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 orang di antaranya harus mengungsi. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, sementara kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang terjadi pada 11 Juni lalu diduga dipicu cuaca panas serta kondisi vegetasi yang kering sehingga api cepat merambat di area perbukitan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah daerah.
Lokal
| Selasa, 16 Juni 2026

Sungai Cibanten Menghitam, Relawan Soroti Maraknya Pembuangan Sampah Sembarangan
Kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, memprihatinkan. Sungai yang memiliki nilai sejarah penting pada masa Kesultanan Banten itu kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga yang menutupi sebagian aliran sungai. Temuan tersebut terlihat saat Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (14/6). Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengatakan relawan menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sandal bekas, pakaian, styrofoam, hingga limbah rumah tangga lainnya yang dibuang ke sungai maupun area sekitarnya. "Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong," ujar Lulu, Senin (15/6). Menurutnya, saat kegiatan berlangsung, relawan bahkan masih menyaksikan warga yang membuang sampah ke sungai dan lahan kosong. Beberapa di antaranya membuang sampah dari atas jembatan ketika melintas. "Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," katanya. Sungai Cibanten memiliki panjang sekitar 35 kilometer dan pada masa Kesultanan Banten pernah menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan kawasan hulu di Gunung Karang hingga hilir di Karangantu. Kini, kondisi sungai tersebut dipenuhi sampah dan airnya terlihat menghitam. Melihat kondisi itu, para relawan mendorong Pemerintah Kota Serang untuk memperkuat penegakan aturan terkait pengelolaan sampah, khususnya Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021. Selain penegakan hukum, mereka juga mengusulkan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah, termasuk pemasangan kamera pengawas dan operasi penertiban secara rutin. Lulu menilai sanksi sosial yang bersifat edukatif dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya. Ia juga mengusulkan pelanggar diberi kewajiban mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan, sementara pemerintah memperbanyak fasilitas pembuangan sampah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih dan lingkungan menjadi sehat," tutupnya.
Jakarta
| Senin, 15 Juni 2026

Cuaca Buruk dan Muatan Berlebih, Puluhan Penumpang Kapal Dievakuasi di Kepulauan Seribu
Sebanyak 26 penumpang dan tiga awak KM Sumber Makmur berhasil dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kendala di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (13/6). Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah satu penumpang sekitar pukul 06.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak lima menit kemudian menggunakan kapal penyelamat KM Satria Biru dengan enam personel menuju lokasi kejadian. “Ada enam personel ke lokasi untuk melakukan pertolongan,” kata Gatot. Menurutnya, KM Sumber Makmur berlayar dari Dermaga Rawasaban, Tangerang, menuju wilayah Kepulauan Seribu Utara dengan membawa 26 penumpang serta tiga awak kapal, termasuk nakhoda. Di tengah perjalanan, kapal mengalami kendala akibat cuaca buruk yang disertai muatan berlebih. Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran karena dinilai berisiko terhadap keselamatan seluruh penumpang. “Seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke KM Satria Biru dalam keadaan selamat. Sementara KM Sumber Makmur kemudian ditarik menuju Pulau Panggang untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Gatot. Sekitar pukul 07.30 WIB, seluruh penumpang bersama kapal yang bermasalah tersebut telah tiba di Pulau Panggang dalam kondisi aman. Gatot mengingatkan pentingnya memperhatikan kapasitas angkut kapal demi keselamatan pelayaran. “Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan berlayar apabila muatan kapal sudah melebihi kapasitas,” tegasnya. Sementara itu, nakhoda KM Sumber Makmur, Sadam, menyampaikan apresiasi kepada petugas Sudin Gulkarmat yang bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga seluruh penumpang dapat diselamatkan tanpa ada korban jiwa. “Berkat respons cepat petugas, seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan selamat,” katanya.
Lokal
| Minggu, 14 Juni 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Polisi Amankan 21 Karung Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Kabupaten Bekasi
PIFA, Bekasi - Polisi mengamankan sebanyak 21 karung yang diduga berisi cacahan uang kertas rupiah di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan material oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Langkah ini kami ambil untuk mencegah penyalahgunaan material tersebut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah di Cikarang, Rabu (4/2). AKP Usep menjelaskan, temuan cacahan uang tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kemudian diperkuat oleh informasi di media sosial. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan barang bukti. “Kami mengamankan lokasi dan barang bukti agar tidak menjadi konsumsi publik yang tidak bertanggung jawab. Saat ini kami mengamankan sekitar 21 karung berisi cacahan kertas yang diduga merupakan potongan uang pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp2 ribu,” ujarnya. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi, terdiri atas pemilik lahan serta tiga pekerja pemilah sampah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk mendalami dugaan aktivitas pengelolaan sampah ilegal di lokasi tersebut. Polisi turut berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan status cacahan tersebut, apakah merupakan uang asli, uang palsu, atau jenis limbah lainnya. “Sebab, bagaimanapun juga, uang adalah dokumen negara yang harus diamankan,” kata Usep. Sementara itu, Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, cacahan tersebut dipastikan merupakan uang rupiah asli. “Iya, itu cacahan uang asli,” kata Dedi. Ia menambahkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta kepolisian setempat untuk menelusuri asal-usul cacahan uang tersebut. Di sisi lain, pemilik lahan bernama Santo (65) mengaku tidak mengetahui bahwa material yang dibuang di lahannya merupakan potongan uang. Menurutnya, material tersebut digunakan untuk menguruk lahan yang dimanfaatkan sebagai tempat pemilahan sampah. “Awalnya saya memang butuh urugan, Pak. Kalau harus pakai biaya sendiri saya enggak kuat. Jadi waktu ada yang buang, ya dimanfaatkan saja. Saya enggak tahu kalau itu potongan uang,” ujar Santo. Santo menyebut pembuangan cacahan kertas tersebut dilakukan oleh seseorang berinisial K-S menggunakan mobil dump truck sejak sekitar enam bulan terakhir. Aktivitas pembuangan tidak berlangsung setiap hari, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu. “Setelah kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, aktivitas pembuangan di lahan saya telah dihentikan. Sekarang tutup, kalau memang ada barang tidak diperbolehkan ya kita tutup,” katanya.
Bekasi
| Kamis, 5 Februari 2026
Lokal

Majukan Pangan, Pemprov Kalbar Siapkan 100 Hektare Lahan Sorgum di Mempawah
Mempawah - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dis TPH) Provinsi Kalimantan Barat akan menyiapkan 100 hektare lahan sorgum sebagai sumber pangan masyarakat. Penyiapan lahan yang juga bagian dari upaya pemajuan pangan lokal itu akan dilaksanakan di Kabupaten Mempawah, Kalbar. Sorgum sendiri merupakan jenis tanaman biji-bijian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bahan dasar industri. Kepala Seksi Serealia Dinas TPH Provinsi Kalbar, Suyatno mengatakan, target penyiapan lahan sorgum akan direalisasikan pada tahun 2022 dengan memanfaatkan APBN. “Pada 2022 kita akan mengembangkan 100 hektare tanaman sorgum di Kabupaten Mempawah melalui dana atau anggaran dari APBN,” katanya, mengutip dari Antara Kalbar (28/8/2021). Suyatno menjelaskan bahwa sejauh ini budidaya sorghum masih dilakukan swadaya oleh petani atau masyarakat Kalbar. Budidaya tanaman itu sudah dilakukan oleh petani di Kabupaten Mempawah, lanjutnya. “Kita baru saja panen sorgum di Mempawah dan langsung dihadiri oleh Wakil Bupati dan pihak terkait di daerah itu. Wakil Bupati Mempawah sangat mengapresiasi pengembangan sorgum dan berterima kasih atas rencana pengembangan 100 hektare tersebut. Beliau sangat mendukung ,” ujarnya. Kemudian, Suyatno menjelaskan bahwa sorgum merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Menurut hematnya, sebagai bahan pangan menempati urutan kelima setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Pengembangan pangan yang berkelanjutan dari budidaya sorgum juga sudah dilakukan di Mempawah. Ia menuturkan, hasil panen sorgum sudah diolah menjadi tepung untuk bahan baku kue cucur, kue bolu, tapai dan makanan pengganti beras. “Sorgum ini sejenis jagung tapi bijinya di atas dan dapat diolah sebagai bahan baku makanan penganti beras dan bioetanol untuk bahan bakar. Untuk di Mempawah hasil panen sorgum sudah diolah menjadi tepung untuk bahan baku kue cucur, kue bolu, tapai dan makanan pengganti beras,” rinci Suyatno. Lebih lanjut, katanya, sorgum adalah tanaman yang mudah dibudidayakan karena selain biaya murah juga bisa ditanam secara tumpang sari dengan padi, kacang tanah dan kedelai atau lainnya “Kemudian dapat dipanen lebih dari satu kali sehingga ini produktivitasnya tinggi. Untuk daerah kita juga cocok untuk tanaman ini karena dapat tumbuh di dataran rendah hingga tinggi,” tambahnya.
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021
Lokal

Erci Kalbar Gelar Musyawarah dan Anniversary ke-8, Harapannya Banyak Berbagi Kepada Masyarakat
Berita Lokal, PIFA – Ertiga Club Indonesia (ERCI) chapter Kalimantan Barat menggelar musyawarah chapter 2023-2025 dan perayaan anniversary yang ke-8 se-Kalimantan Barat di ballroom Hotel Ibis Kota Pontianak, Sabtu (7/1/2023) kemarin. Emy selaku Ketua Chapter ERCI mengatakan, dirinya bersyukur kembali terpilih menjadi ketua ERCI 2023-2025. “Terima kasih kepada teman-teman yang masih memperdayai saya menjadi ketua, tentunya ini kali kedua jadi ketua ERCI pastinya harus jalani amanah yang di dapa ,” jelasnya. Dia menambahkan, kedepannya program kerja akan ada eco touring yang memang untuk berbagi kepada masyarakat. “Seperti baksos, halal bihalal, sahur On The rood, hari kurban, touring kemerdekaan dengan ke makam pahlawan ,dan Jambore Borneo yang diadakan di Palangkaraya di tahun ini,” ujarnya. Kedepannya kita lebih adakan berbagi kepada masyarakat seperti berbagi ke anak yatim,” imbuhnya. Sementara untuk touring, akan diadakan seperti camping touring. “Sebelumnya kita ke Kabupaten Sintang,” ujarnya. “Rencananya tahun ini kita touring ke Palangkaraya untuk mengikuti Jambore, seperti tahun 2020 kita ke Banjarmasin,” tandasnya. Ia berharap, kedepannya komunitas ini lebih banyak berbagi ke masyarakat. “Pecinta mobil Ertiga dapat bergabung ke komunitas ini dan pastinya banyak member yang ikut join di sini,” tutupnya. (PI/RS)





