Lokal
Muda Mahendrawan Ajak Orang Tua Dorong Anak untuk Aktif Berkegiatan
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, memberikan respons terhadap dampak negatif globalisasi dengan mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendorong anak-anaknya terlibat dalam berbagai kegiatan positif. Menurut Bupati Muda, langkah ini dapat membantu anak-anak mengalihkan perhatian mereka dari hal-hal negatif yang mungkin muncul akibat kemajuan pesat teknologi dan dampak individualisme. Dalam acara Peringatan Ulang Tahun ke-138 Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Bupati Muda Mahendrawan menyampaikan pentingnya memberikan 'mainan-mainan' berupa berbagai aktivitas kepada anak-anak dan remaja. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga dapat membangun sikap kepekaan, kepedulian, dan solidaritas di antara generasi muda. "Mudah-mudahan dengan kita sering memberikan ‘mainan-mainan’ berupa banyaknya aktivitas, anak-anak dan remaja kita akan tumbuh dengan kepedulian. Tumbuh dengan sebuah kepekaan dan solidaritas antarsesamanya," ucap Bupati Muda Mahendrawan. Bupati Muda menyoroti dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat memicu sikap individualistis pada generasi muda. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi memberikan kenyamanan, anak-anak harus diajarkan nilai-nilai sosial, kepedulian, dan solidaritas. "Mereka dimanjakan dengan gawai. Kadang kumpul ramai-ramai tapi main sendiri-sendiri. Berbeda dengan zaman dulu yang bermain itu selalu bersama-sama. Bahkan harus mencari kawan untuk bisa bermain," ungkapnya. Bupati Muda menegaskan bahwa fenomena ini harus menjadi perhatian bersama bagi semua orang tua. Ketidakpedulian dan lemahnya solidaritas dengan teman sebaya dapat memiliki dampak besar pada pembentukan karakter anak-anak. Oleh karena itu, ia mengajak semua orang tua untuk selalu memberikan ruang bagi aktivitas positif kepada anak-anak sebagai upaya untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian di antara mereka.
Kubu Raya
| Senin, 11 Desember 2023

Trending
Momen Haru, Rutan Pontianak Gelar Bukber WBP Bersama Keluarga
Pontianak
| Kamis, 4 April 2024

Baru Dibuka, Wahana Perosotan Pelangi di Pasar Malam Air Upas Ketapang Ambruk
Ketapang
| Minggu, 19 Oktober 2025

HUT Ke-17, GMNI Kalbar Dorong Penguatan DPD-RI
Tim Redaksi
| Kamis, 30 September 2021

Sempat Tertunda 2 Tahun, POPDA Kalbar Resmi Diselenggarakan! Sutarmidji Ingatkan Atlet Tetap Jujur dan Disiplin
Kalbar
| Rabu, 29 Juni 2022

Ancam Korban dengan Celurit, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Curas di Area Politeknik
Lokal
| Senin, 1 Desember 2025

GMKI Kecam Keras Pelaku Asusila di Bengkayang
Bengkayang
| Kamis, 9 Juni 2022

Sutarmidji Blusukan ke Pasar Tradisional, Pedagang Ketapang Dukung Kembali Jadi Gubernur
Ketapang
| Sabtu, 19 Oktober 2024

Wabup Kapuas Hulu Hadiri Safari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Raudhatul Jannah
Kapuas Hulu
| Kamis, 3 Agustus 2023

Kapuas Hulu Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Kapuas Hulu
| Senin, 14 November 2022

Berita Terbaru
Lokal

Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Pemerkosaan Siswi SMA
PIFA, Belu - Penyanyi yang pernah masuk Top 6 Indonesian Idol 2025, Petrus Yohanes Debrito Armando Jaga Kota alias Piche Kota, resmi ditahan oleh penyidik Polres Belu pada Rabu (11/3) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.Kapolres Belu I Gede Eka Putra Astawa mengatakan penahanan dilakukan setelah tersangka dinyatakan sehat oleh tim medis di RSUD Gabriel Manek Atambua. Sebelumnya penahanan terhadap Piche sempat dibantarkan karena ia mengalami sakit dan harus menjalani perawatan setelah ditangkap pada Sabtu (28/2).“Penyidik Satreskrim Polres Belu telah melaksanakan penahanan terhadap tersangka berinisial PK setelah dilakukan penarikan pembantaran dan penahanan lanjutan. Yang bersangkutan saat ini ditahan di Rutan Polres Belu,” kata Astawa dalam keterangan tertulis.Piche ditetapkan sebagai tersangka setelah adanya laporan dari seorang siswi SMA berinisial ACT (16) terkait dugaan pemerkosaan. Dalam kasus ini, dua tersangka lain yakni RM alias Roy dan RS alias Rifle telah lebih dahulu ditahan.Ketiganya dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana pemerkosaan atau persetubuhan terhadap anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu (11/1) di sebuah hotel di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga diperkosa saat berada dalam kondisi tidak sadar setelah pesta minuman keras bersama para tersangka.
Belu
| Rabu, 11 Maret 2026
Lokal

KPK Amankan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam OTT di Bengkulu
PIFA, Rejang Lebong - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di wilayah Bengkulu pada Senin (9/3) malam.Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan Hendri menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap itu.“Ya, salah satu juga diamankan,” ujar Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (10/3).Budi menjelaskan total ada 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Mereka sempat menjalani pemeriksaan awal di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu.Dari jumlah tersebut, sembilan orang kemudian diterbangkan ke Jakarta dan telah tiba di Gedung KPK pada Selasa pagi. Mereka terdiri dari seorang bupati, wakil bupati, tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, serta empat orang dari pihak swasta.Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita beberapa barang bukti dalam operasi tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai, meski jumlahnya belum diungkapkan.OTT dilakukan sejak Senin malam dan sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah disegel oleh penyidik KPK.Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Rejang Lebong
| Rabu, 11 Maret 2026
Lokal

Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Rumahnya
PIFA, Depok - Jasad seorang wanita berinisial DH (56) ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di dalam rumahnya di kawasan Meruyung, Limo, Depok, Sabtu (7/3).Kapolsek Cinere Kompol Chaerul Saleh mengatakan penemuan itu bermula saat dua saksi berinisial L dan R datang ke rumah korban pada Jumat (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB untuk membersihkan rumah tersebut.Keduanya sebelumnya sempat datang pada Februari 2026 setelah mendapat informasi dari kerabat korban bahwa DH sedang berada di rumah temannya di Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu rumah terlihat kosong dan pagar dalam keadaan terkunci dari luar.Karena tidak memiliki kunci, saksi membuka paksa gembok pagar. Ketika masuk ke dalam rumah, mereka mendapati kondisi rumah sudah berantakan. L sempat melihat tumpukan pakaian di lantai, namun tidak menaruh curiga karena tidak mencium bau mencurigakan. Mereka kemudian hanya membersihkan bagian pekarangan sebelum pulang.Pada Jumat malam, L dan R kembali ke rumah untuk melanjutkan rencana bersih-bersih dan sempat bermalam di ruang tengah. Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB, keduanya mulai membersihkan rumah dengan berbagi tugas.Saat membersihkan kamar, R berniat memasukkan tumpukan pakaian ke dalam kantong plastik. Namun ketika menyingkap karpet di bawah tumpukan pakaian tersebut, ia menemukan tulang kaki manusia.“Saksi melihat sepasang kaki manusia yang sudah terlihat tulangnya dan kulitnya mengering,” kata Chaerul.Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan diteruskan ke Polsek Cinere.Polisi menyebut korban diketahui tinggal di rumah tersebut bersama suami sirinya. Namun hingga kini keberadaan pria tersebut belum diketahui. Sejumlah barang milik korban juga dilaporkan hilang, di antaranya satu unit sepeda motor beserta STNK dan satu unit ponsel.Menurut keterangan warga, korban dan suami sirinya juga sempat diketahui memiliki riwayat pertengkaran rumah tangga.Selain itu, polisi menemukan taburan bubuk kopi di sekitar jenazah korban. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban
Depok
| Senin, 9 Maret 2026
Berita Populer
Lokal

Muda Mahendrawan Ajak Orang Tua Dorong Anak untuk Aktif Berkegiatan
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, memberikan respons terhadap dampak negatif globalisasi dengan mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendorong anak-anaknya terlibat dalam berbagai kegiatan positif. Menurut Bupati Muda, langkah ini dapat membantu anak-anak mengalihkan perhatian mereka dari hal-hal negatif yang mungkin muncul akibat kemajuan pesat teknologi dan dampak individualisme. Dalam acara Peringatan Ulang Tahun ke-138 Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Bupati Muda Mahendrawan menyampaikan pentingnya memberikan 'mainan-mainan' berupa berbagai aktivitas kepada anak-anak dan remaja. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga dapat membangun sikap kepekaan, kepedulian, dan solidaritas di antara generasi muda. "Mudah-mudahan dengan kita sering memberikan ‘mainan-mainan’ berupa banyaknya aktivitas, anak-anak dan remaja kita akan tumbuh dengan kepedulian. Tumbuh dengan sebuah kepekaan dan solidaritas antarsesamanya," ucap Bupati Muda Mahendrawan. Bupati Muda menyoroti dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat memicu sikap individualistis pada generasi muda. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi memberikan kenyamanan, anak-anak harus diajarkan nilai-nilai sosial, kepedulian, dan solidaritas. "Mereka dimanjakan dengan gawai. Kadang kumpul ramai-ramai tapi main sendiri-sendiri. Berbeda dengan zaman dulu yang bermain itu selalu bersama-sama. Bahkan harus mencari kawan untuk bisa bermain," ungkapnya. Bupati Muda menegaskan bahwa fenomena ini harus menjadi perhatian bersama bagi semua orang tua. Ketidakpedulian dan lemahnya solidaritas dengan teman sebaya dapat memiliki dampak besar pada pembentukan karakter anak-anak. Oleh karena itu, ia mengajak semua orang tua untuk selalu memberikan ruang bagi aktivitas positif kepada anak-anak sebagai upaya untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian di antara mereka.
Kubu Raya
| Senin, 11 Desember 2023
Lokal

Momen Haru, Rutan Pontianak Gelar Bukber WBP Bersama Keluarga
PIFA, Lokal - Rutan Kelas II A Pontianak menggelar acara buka puasa bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan tahanan bersama keluarga, Rabu (3/4/2024). Sejak pukul 16.00 WIB, ratusan keluarga WBP dan tahanan sudah memadati Rutan Kelas 2A Pontianak. Mereka membawa makanan yang akan dinikmati bersama keluarga mereka pada saat buka puasa. Kepala Rutan Kelas 2A Pontianak, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, mengatakan, kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan kegiatan yang kedua kalinya sejak Ramadan tahun lalu. Kegiatan bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memberikan semangat kepada WBP dan tahanan dalam menjalani masa pidananya. "Keluarga yang datang, membawa makanan khasnya. Saat berbuka keluarga bersama WBP dan tahanan makan bersama di tempat yang telah disediakan," kata Raja. Raja menerangkan , selain sebagai upaya memberi semangat, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi WBP dan tahanan untuk melepas kerinduan bersama keluarganya. Raja mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat khususnya WBP, tahanan dan keluarganya. "Berharap membawa dampak yang baik bagi WBP dan tahanan. Mendorong perubahan perilaku WBP untuk menjadi lebih baik," pungkasnya. (ap)
Pontianak
| Kamis, 4 April 2024
Lokal

Baru Dibuka, Wahana Perosotan Pelangi di Pasar Malam Air Upas Ketapang Ambruk
PIFA, Lokal – Wahana rainbow slide atau perosotan pelangi di area pasar malam yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, ambruk pada Sabtu (18/10/2025) malam. Kejadian tersebut viral di media sosial setelah video detik-detik robohnya wahana berlampu warna-warni itu tersebar luas. Dalam rekaman, bagian tengah perosotan terlihat runtuh terlebih dahulu sebelum seluruh struktur ikut ambruk, membuat sejumlah pengunjung yang berada di atas terjatuh dan tertimpa material. Kepala Desa Air Upas, Agus Purwanto, membenarkan peristiwa tersebut. “Kejadiannya sekitar pukul 20.00 WIB. Ada empat korban, dua mengalami patah tulang dan dua lainnya luka-luka. Korban luka sempat dirawat di IGD Puskesmas Air Upas, kemudian dirujuk ke rumah sakit di Kota Ketapang,” ujarnya. Dari empat korban, satu di antaranya merupakan kru wahana yang juga mengalami patah tulang. Agus menjelaskan, pasar malam tersebut baru resmi dibuka pada malam kejadian. “Yang jelas, kami minta pihak penyelenggara bertanggung jawab penuh untuk biaya pengobatan korban. Soal dugaan kelalaian atau persoalan hukum, kami serahkan kepada pihak berwenang,” tambahnya. Saat ini, para korban telah mendapatkan perawatan medis, sementara penanggung jawab pasar malam telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab ambruknya wahana.
Ketapang
| Minggu, 19 Oktober 2025
Feeds
Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Pemerkosaan Siswi SMA
PIFA, Belu - Penyanyi yang pernah masuk Top 6 Indonesian Idol 2025, Petrus Yohanes Debrito Armando Jaga Kota alias Piche Kota, resmi ditahan oleh penyidik Polres Belu pada Rabu (11/3) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.Kapolres Belu I Gede Eka Putra Astawa mengatakan penahanan dilakukan setelah tersangka dinyatakan sehat oleh tim medis di RSUD Gabriel Manek Atambua. Sebelumnya penahanan terhadap Piche sempat dibantarkan karena ia mengalami sakit dan harus menjalani perawatan setelah ditangkap pada Sabtu (28/2).“Penyidik Satreskrim Polres Belu telah melaksanakan penahanan terhadap tersangka berinisial PK setelah dilakukan penarikan pembantaran dan penahanan lanjutan. Yang bersangkutan saat ini ditahan di Rutan Polres Belu,” kata Astawa dalam keterangan tertulis.Piche ditetapkan sebagai tersangka setelah adanya laporan dari seorang siswi SMA berinisial ACT (16) terkait dugaan pemerkosaan. Dalam kasus ini, dua tersangka lain yakni RM alias Roy dan RS alias Rifle telah lebih dahulu ditahan.Ketiganya dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana pemerkosaan atau persetubuhan terhadap anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu (11/1) di sebuah hotel di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga diperkosa saat berada dalam kondisi tidak sadar setelah pesta minuman keras bersama para tersangka.
Belu
| Rabu, 11 Maret 2026

KPK Amankan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam OTT di Bengkulu
PIFA, Rejang Lebong - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di wilayah Bengkulu pada Senin (9/3) malam.Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan Hendri menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap itu.“Ya, salah satu juga diamankan,” ujar Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (10/3).Budi menjelaskan total ada 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Mereka sempat menjalani pemeriksaan awal di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu.Dari jumlah tersebut, sembilan orang kemudian diterbangkan ke Jakarta dan telah tiba di Gedung KPK pada Selasa pagi. Mereka terdiri dari seorang bupati, wakil bupati, tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, serta empat orang dari pihak swasta.Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita beberapa barang bukti dalam operasi tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai, meski jumlahnya belum diungkapkan.OTT dilakukan sejak Senin malam dan sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah disegel oleh penyidik KPK.Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Rejang Lebong
| Rabu, 11 Maret 2026

Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Rumahnya
PIFA, Depok - Jasad seorang wanita berinisial DH (56) ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di dalam rumahnya di kawasan Meruyung, Limo, Depok, Sabtu (7/3).Kapolsek Cinere Kompol Chaerul Saleh mengatakan penemuan itu bermula saat dua saksi berinisial L dan R datang ke rumah korban pada Jumat (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB untuk membersihkan rumah tersebut.Keduanya sebelumnya sempat datang pada Februari 2026 setelah mendapat informasi dari kerabat korban bahwa DH sedang berada di rumah temannya di Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu rumah terlihat kosong dan pagar dalam keadaan terkunci dari luar.Karena tidak memiliki kunci, saksi membuka paksa gembok pagar. Ketika masuk ke dalam rumah, mereka mendapati kondisi rumah sudah berantakan. L sempat melihat tumpukan pakaian di lantai, namun tidak menaruh curiga karena tidak mencium bau mencurigakan. Mereka kemudian hanya membersihkan bagian pekarangan sebelum pulang.Pada Jumat malam, L dan R kembali ke rumah untuk melanjutkan rencana bersih-bersih dan sempat bermalam di ruang tengah. Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB, keduanya mulai membersihkan rumah dengan berbagi tugas.Saat membersihkan kamar, R berniat memasukkan tumpukan pakaian ke dalam kantong plastik. Namun ketika menyingkap karpet di bawah tumpukan pakaian tersebut, ia menemukan tulang kaki manusia.“Saksi melihat sepasang kaki manusia yang sudah terlihat tulangnya dan kulitnya mengering,” kata Chaerul.Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan diteruskan ke Polsek Cinere.Polisi menyebut korban diketahui tinggal di rumah tersebut bersama suami sirinya. Namun hingga kini keberadaan pria tersebut belum diketahui. Sejumlah barang milik korban juga dilaporkan hilang, di antaranya satu unit sepeda motor beserta STNK dan satu unit ponsel.Menurut keterangan warga, korban dan suami sirinya juga sempat diketahui memiliki riwayat pertengkaran rumah tangga.Selain itu, polisi menemukan taburan bubuk kopi di sekitar jenazah korban. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban
Depok
| Senin, 9 Maret 2026

Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri
PIFA, Bali - Polda Bali memastikan potongan tubuh manusia yang ditemukan di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, identik dengan warga negara Ukraina korban penculikan, Ihor Komarav (28).Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan hasil perbandingan DNA dari potongan tubuh, bercak darah di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), serta DNA ibu korban menunjukkan kecocokan sebesar 99,99 persen."Perbandingan dari hasil profil DNA tersebut dapat disimpulkan bahwa alel maternal dari profil DNA ibu korban adalah cocok dengan alel material dari profil darah pada mobil Avanza hitam mobil darah pada Villa Summer di Tabanan dan hasil profil DNA pada ke enam sampel tulang yang sudah kita periksa tadi berdasarkan perhitungan indeks maternitas bahwa probabilitas profil DNA adalah 99,99 persen," kata Ariasandy, Jumat (6/3).Sampel yang diperiksa berasal dari enam potongan tulang, termasuk gigi geraham, tulang selangka, paha, iga, jari kaki, dan tulang kering. Hasil analisis menunjukkan DNA berasal dari satu individu laki-laki yang identik dengan darah yang ditemukan di mobil Toyota Avanza dan sebuah vila di Tabanan.Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu tersangka WNA berinisial CH. Sementara enam orang lainnya, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH, masuk daftar pencarian orang (DPO) dan telah diajukan red notice ke Interpol."Kami kejar enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami sudah terbitkan DPO dan Red Notice. Kami tetap berkoordinasi dengan Imigrasi, Divhubinter, kemudian Interpol untuk mengejar keberadaan pelaku yang kami duga sudah ke luar negeri ya. Seluruhnya merupakan WNA dengan kepemilikan paspor lebih dari dua," kata Ariasandy.Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kasus penculikan dan mutilasi tersebut dengan jaringan mafia luar negeri.
Bali
| Jumat, 6 Maret 2026

Ledakan Keras Gegerkan Warga Sumenep, Dua Rumah Rusak dan Tiga Orang Luka
PIFA, Sumenep - Ledakan keras menggegerkan warga Desa Bantelan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (5/3) pagi. Peristiwa di wilayah ujung timur Pulau Madura itu menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan.Salah seorang warga, Zuhdi, mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dan langsung membuat warga panik. Banyak warga berhamburan keluar rumah setelah mendengar dentuman keras tersebut.“Suara ledakannya sangat keras, sehingga membuat warga keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Zuhdi.Dentuman bahkan dilaporkan terdengar hingga radius sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian.Akibat insiden itu, dua rumah dilaporkan rusak. Selain itu, tiga warga mengalami luka-luka dan telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Widiarti, mengatakan pihak kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan terkait penyebab ledakan.“Kapolres juga sudah meluncur ke lokasi kejadian di Batuputih,” kata Widiarti.
Sumenep
| Kamis, 5 Maret 2026

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bantah OTT KPK, Klaim Tak Ada Barang Disita
PIFA, Pekalongan - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membantah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya. Ia menegaskan tidak ada barang maupun uang yang disita saat petugas mendatangi rumahnya.“Intinya saya tidak OTT, tidak ada barang apa pun yang diambil. Saat mereka datang ke rumah, saya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah,” kata Fadia kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3).Fadia menyebut saat itu dirinya tengah bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menyampaikan izin tidak bisa menghadiri agenda program Makan Bergizi Gratis (MBG).Ia mengaku bingung dengan tindakan yang disebut sebagai OTT tersebut dan kembali menegaskan tidak ada barang serupiah pun yang disita dari dirinya.Sementara itu, KPK menyatakan telah mengamankan tiga orang dalam operasi yang digelar Selasa (3/3) dini hari di Semarang, termasuk Fadia beserta ajudan dan orang kepercayaannya.Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan para pihak yang diamankan sudah ditetapkan status hukumnya sebagai tersangka.Tim KPK juga menyegel sejumlah ruangan, termasuk kantor Bupati Pekalongan, kantor Sekretaris Daerah, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru).
Pekalongan
| Selasa, 3 Maret 2026

Penahanan Piche Kota dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak Dibantarkan karena Sakit
PIFA, Belu - Penyanyi PYDAJK alias Piche Kota resmi ditahan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Belu dalam kasus dugaan pemerkosaan dan persetubuhan anak terhadap siswi SMA berinisial ACT (16).Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, mengatakan penahanan dilakukan sejak Minggu (1/3) untuk 20 hari ke depan, setelah Piche ditangkap pada Sabtu (28/2) pukul 13.00 Wita di kediamannya. Namun, penahanan saat ini dibantarkan karena tersangka dikabarkan sakit.“Statusnya sudah tahanan sejak Minggu (1/3),” ujar Rachmat, Senin (2/3).Saat ini Piche menjalani perawatan dan observasi medis di RSUD Gabriel Manek Atambua dengan pengawalan penyidik serta didampingi keluarga. Jika dinyatakan sehat, ia akan langsung dipindahkan ke rumah tahanan Polres Belu.Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka. Selain Piche Kota, dua tersangka lain yakni RM alias Roy dan RS alias Rifle telah lebih dulu ditahan masing-masing sejak 25 dan 27 Februari 2026 di Rutan Polres Belu.Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa sebelumnya menyatakan penyidik menerapkan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, mengacu pada ketentuan KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak.Kasus ini bermula dari laporan polisi yang diterima pada 13 Januari 2026. Dugaan tindak pidana terjadi pada Minggu (11/1) di sebuah hotel di Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami kekerasan seksual saat dalam kondisi tidak sadar usai pesta minuman keras bersama para tersangka.
Lokal
| Senin, 2 Maret 2026

BNPB: 5 Desa di Sayung Demak Masih Terendam, Perbaikan Dua Tanggul Terkendala Debit Air Tinggi
PIFA, Demak — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan masih terdapat lima desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang hingga kini dikepung banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Banjir tersebut telah berlangsung sejak Senin (16/2) dini hari. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kondisi banjir dipengaruhi karakter wilayah yang berbentuk cekungan serta tingginya air rob. Akibatnya, aliran air menuju Sungai Dombo belum berjalan optimal sehingga genangan masih bertahan di permukiman warga dan akses jalan. “Kondisi tersebut dipengaruhi karakter wilayah yang berupa cekungan serta tingginya air rob sehingga aliran air menuju Sungai Dombo belum optimal dan masih menggenangi permukiman warga serta akses jalan,” ujar Abdul Muhari, dikutip dari Antara, Minggu (1/3). BNPB juga mengakui bahwa debit air yang masih tinggi akibat hujan deras dan rob menjadi tantangan utama dalam percepatan perbaikan tanggul jebol di Demak. Saat ini terdapat dua tanggul yang mengalami kerusakan, yakni tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang. Untuk tanggul Sungai Cabean, proses penutupan telah mencapai sekitar 70 persen di sisi kiri dan 80 persen di sisi kanan, dengan penguatan yang masih terus dilakukan. Sementara itu, penanganan tanggul Sungai Tuntang di sejumlah titik masih tertunda karena debit air yang belum surut, meskipun beberapa bagian telah berhasil ditutup dan diperkuat. Abdul menambahkan, upaya lanjutan yang dilakukan meliputi penguatan tanggul, normalisasi saluran sekunder, pemasangan jaring penahan sampah di Sipon Gajah, serta pembersihan saluran menggunakan alat berat. Seluruh langkah tersebut dikoordinasikan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Ia menegaskan, perbaikan tanggul yang belum menyeluruh ditambah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan dengan durasi panjang menyebabkan sejumlah wilayah di Demak masih tergenang hingga saat ini. BNPB pun mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera melaporkan kejadian bencana melalui saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Lokal
| Minggu, 1 Maret 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Muda Mahendrawan Ajak Orang Tua Dorong Anak untuk Aktif Berkegiatan
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, memberikan respons terhadap dampak negatif globalisasi dengan mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendorong anak-anaknya terlibat dalam berbagai kegiatan positif. Menurut Bupati Muda, langkah ini dapat membantu anak-anak mengalihkan perhatian mereka dari hal-hal negatif yang mungkin muncul akibat kemajuan pesat teknologi dan dampak individualisme. Dalam acara Peringatan Ulang Tahun ke-138 Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Bupati Muda Mahendrawan menyampaikan pentingnya memberikan 'mainan-mainan' berupa berbagai aktivitas kepada anak-anak dan remaja. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga dapat membangun sikap kepekaan, kepedulian, dan solidaritas di antara generasi muda. "Mudah-mudahan dengan kita sering memberikan ‘mainan-mainan’ berupa banyaknya aktivitas, anak-anak dan remaja kita akan tumbuh dengan kepedulian. Tumbuh dengan sebuah kepekaan dan solidaritas antarsesamanya," ucap Bupati Muda Mahendrawan. Bupati Muda menyoroti dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat memicu sikap individualistis pada generasi muda. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi memberikan kenyamanan, anak-anak harus diajarkan nilai-nilai sosial, kepedulian, dan solidaritas. "Mereka dimanjakan dengan gawai. Kadang kumpul ramai-ramai tapi main sendiri-sendiri. Berbeda dengan zaman dulu yang bermain itu selalu bersama-sama. Bahkan harus mencari kawan untuk bisa bermain," ungkapnya. Bupati Muda menegaskan bahwa fenomena ini harus menjadi perhatian bersama bagi semua orang tua. Ketidakpedulian dan lemahnya solidaritas dengan teman sebaya dapat memiliki dampak besar pada pembentukan karakter anak-anak. Oleh karena itu, ia mengajak semua orang tua untuk selalu memberikan ruang bagi aktivitas positif kepada anak-anak sebagai upaya untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian di antara mereka.
Kubu Raya
| Senin, 11 Desember 2023
Lokal

Momen Haru, Rutan Pontianak Gelar Bukber WBP Bersama Keluarga
PIFA, Lokal - Rutan Kelas II A Pontianak menggelar acara buka puasa bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan tahanan bersama keluarga, Rabu (3/4/2024). Sejak pukul 16.00 WIB, ratusan keluarga WBP dan tahanan sudah memadati Rutan Kelas 2A Pontianak. Mereka membawa makanan yang akan dinikmati bersama keluarga mereka pada saat buka puasa. Kepala Rutan Kelas 2A Pontianak, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, mengatakan, kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan kegiatan yang kedua kalinya sejak Ramadan tahun lalu. Kegiatan bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memberikan semangat kepada WBP dan tahanan dalam menjalani masa pidananya. "Keluarga yang datang, membawa makanan khasnya. Saat berbuka keluarga bersama WBP dan tahanan makan bersama di tempat yang telah disediakan," kata Raja. Raja menerangkan , selain sebagai upaya memberi semangat, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi WBP dan tahanan untuk melepas kerinduan bersama keluarganya. Raja mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat khususnya WBP, tahanan dan keluarganya. "Berharap membawa dampak yang baik bagi WBP dan tahanan. Mendorong perubahan perilaku WBP untuk menjadi lebih baik," pungkasnya. (ap)
Pontianak
| Kamis, 4 April 2024
Lokal

Baru Dibuka, Wahana Perosotan Pelangi di Pasar Malam Air Upas Ketapang Ambruk
PIFA, Lokal – Wahana rainbow slide atau perosotan pelangi di area pasar malam yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, ambruk pada Sabtu (18/10/2025) malam. Kejadian tersebut viral di media sosial setelah video detik-detik robohnya wahana berlampu warna-warni itu tersebar luas. Dalam rekaman, bagian tengah perosotan terlihat runtuh terlebih dahulu sebelum seluruh struktur ikut ambruk, membuat sejumlah pengunjung yang berada di atas terjatuh dan tertimpa material. Kepala Desa Air Upas, Agus Purwanto, membenarkan peristiwa tersebut. “Kejadiannya sekitar pukul 20.00 WIB. Ada empat korban, dua mengalami patah tulang dan dua lainnya luka-luka. Korban luka sempat dirawat di IGD Puskesmas Air Upas, kemudian dirujuk ke rumah sakit di Kota Ketapang,” ujarnya. Dari empat korban, satu di antaranya merupakan kru wahana yang juga mengalami patah tulang. Agus menjelaskan, pasar malam tersebut baru resmi dibuka pada malam kejadian. “Yang jelas, kami minta pihak penyelenggara bertanggung jawab penuh untuk biaya pengobatan korban. Soal dugaan kelalaian atau persoalan hukum, kami serahkan kepada pihak berwenang,” tambahnya. Saat ini, para korban telah mendapatkan perawatan medis, sementara penanggung jawab pasar malam telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab ambruknya wahana.








