Lokal
Bekerjasama Dengan Pemkot Pontianak, OJK Kalbar Dukung Program KEJAR
Pontianak - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Maulana Yasin menerangkan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Dukungan yang dilakukan, yakni dengan melibatkan sekolah-sekolah yang ada di Pontianak. Hal tersebut diungkapkannya saat peringatan Hari Indonesia Menabung dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Prestasi Anak Indonesia (KREASI) di Ruang Pontive Center Kota Pontianak, Selasa (24/8/2021). "Kita berharap, sekolah-sekolah bisa mengkoordinir siswanya untuk menabung di bank," tuturnya. Ia berharap, program KEJAR ini dapat mendorong siswa untuk membuka tabungan pelajar, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan dananya bisa diproduktifkan khususnya di Kota Pontianak. Tidak hanya itu, menurut Maulana, banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh siswa, diantaranya siswa belajar memanajemen keuangan dan tidak bersifat konsumtif. "Jadi kita libatkan dan ikutsertakan pelajar untuk menabung bagi kepentingan dirinya sendiri dan pertumbuhan ekonomi kita," pungkasnya.
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021

Trending
Semarakan HUT Pemprov ke-66, Wagub Apresiasi Rumah Zakat Kalbar
Kalbar
| Senin, 16 Januari 2023

Muda Mahendrawan Ajak Penyuluh Agama Adaptif dengan Perkembangan Zaman
Kubu Raya
| Selasa, 12 Desember 2023

Bulan Imunisasi Anak Nasional Tahun 2022 di Sekadau Resmi Dimulai
Sekadau
| Kamis, 19 Mei 2022

Lebih dari 250 Mantan Agen Mossad Serukan Penghentian Perang di Gaza dan Pembebasan Sandera
Israel
| Senin, 14 April 2025

Gubernur Norsan Luncurkan Program Gema Membangun Desa 2026 Demi Tingkatkan IPM Kalbar
Pontianak
| Sabtu, 10 Mei 2025

Visi Misi Kubu Raya Era Bupati Muda Mahendrawan 2019-2024: Membangun Kabupaten Bahagia hingga Unggul Terdepan
Kubu Raya
| Senin, 13 November 2023

Jadi Gerbang Utama Masuk Ke Kalbar, Kubu Raya Terus Upayakan Dongkrak Ekonomi dan IPM
Kubu Raya
| Minggu, 30 Januari 2022

Pekan Gawai Dayak Kalbar ke-38 Digelar Mulai dari 18 sampai 25 Mei 2024,
Pontianak
| Senin, 13 Mei 2024

Dinkes Kalbar Bikin Aplikasi untuk Informasi Pelayanan Kesehatan Lengkap
Kalbar
| Selasa, 17 Januari 2023

Berita Terbaru
Lokal

Ustaz Ponpes di Sidoarjo Jadi Tersangka Dugaan Perkosa Santriwati 11 Tahun, Diduga Berulang Kali
Seorang pengurus sekaligus pengajar atau ustaz di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap seorang santriwati berusia 11 tahun. Pelaku berinisial UJF (30), warga Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sementara korban merupakan pelajar asal Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kasatres PPA-PPO Polresta Sidoarjo Kompol Rohmawati Lailah mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku memerintahkan korban untuk mengikuti kerja bakti membersihkan gudang di lingkungan pondok pesantren. Saat kegiatan berlangsung, pelaku meminta korban membersihkan gudang di lantai dua seorang diri. "Korban dipanggil oleh pelaku untuk bersih-bersih di gudang lantai 2 pondok. Lalu korban ke lantai 2 dan masuk ke dalam gudang untuk bersih-bersih. Kemudian pelaku datang dan tiba-tiba bilang kepada korban 'kamu mau tambah pinter ta?'," kata Rohmawati, Kamis (9/7/2026). Di ruangan tersebut, pelaku diduga melakukan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap korban. Polisi menyebut UJF juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. "Pelaku menyuruh korban untuk menuruti permintaannya dengan ancaman 'kamu jangan bilang siapa-siapa kalau tak giniin'," ujarnya. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut diduga dilakukan berulang kali, yakni sekitar tujuh kali sepanjang September hingga Desember 2025. Seluruh peristiwa disebut terjadi di ruangan yang sama di lantai dua gudang pondok pesantren. Polisi menduga pelaku memanfaatkan posisinya sebagai ustaz untuk melakukan tindak pidana tersebut. Motif sementara diduga karena pelaku menuruti hawa nafsunya terhadap korban. "Kami juga masih mendalami dugaan adanya intimidasi yang membuat korban takut menolak atau melaporkan perbuatan pelaku," kata Rohmawati. Kasus ini terungkap setelah korban akhirnya menceritakan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya kepada keluarga. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Sidoarjo pada 25 Maret 2026. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menangkap UJF di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa satu setel pakaian milik korban. "Setelah menerima laporan dari keluarga korban dan melakukan penyelidikan, pelaku berhasil kami amankan. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Polresta Sidoarjo untuk proses penyidikan lebih lanjut," tutur Rohmawati. Atas perbuatannya, UJF dijerat Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 473 ayat (4) KUHP serta Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026
Lokal

Tragis, 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung Saat Hendak Bersihkan Sumur Bor PDAM
Tiga orang pekerja ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026). Ketiganya diduga tewas saat hendak melakukan pengecekan dan pembersihan sumur bor milik PDAM. Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh rekan kerja mereka sekitar pukul 10.20 WIB. "Betul (korban) 3 orang," kata Saut saat dikonfirmasi. Saut menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, para korban masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pengecekan sekaligus membersihkan sumur bor PDAM. "Korban mau cek dan pembersihan sumur bor PDAM masuk ke dalam gorong-gorong. Korban ditemukan sesama rekan mereka yang saat itu ada di TKP. Saat dievakuasi dari dalam gorong-gorong ketiganya sudah meninggal," ujarnya. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian ketiga pekerja tersebut. Dugaan awal belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi oleh tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut. "Tiga korban langsung dibawa oleh Inafis Polres ke RS Polri untuk identifikasi selanjutnya," tutur Saut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menewaskan tiga pekerja tersebut.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026
Lokal

Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026
Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Bekerjasama Dengan Pemkot Pontianak, OJK Kalbar Dukung Program KEJAR
Pontianak - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Maulana Yasin menerangkan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Dukungan yang dilakukan, yakni dengan melibatkan sekolah-sekolah yang ada di Pontianak. Hal tersebut diungkapkannya saat peringatan Hari Indonesia Menabung dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Prestasi Anak Indonesia (KREASI) di Ruang Pontive Center Kota Pontianak, Selasa (24/8/2021). "Kita berharap, sekolah-sekolah bisa mengkoordinir siswanya untuk menabung di bank," tuturnya. Ia berharap, program KEJAR ini dapat mendorong siswa untuk membuka tabungan pelajar, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan dananya bisa diproduktifkan khususnya di Kota Pontianak. Tidak hanya itu, menurut Maulana, banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh siswa, diantaranya siswa belajar memanajemen keuangan dan tidak bersifat konsumtif. "Jadi kita libatkan dan ikutsertakan pelajar untuk menabung bagi kepentingan dirinya sendiri dan pertumbuhan ekonomi kita," pungkasnya.
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021
Lokal

Semarakan HUT Pemprov ke-66, Wagub Apresiasi Rumah Zakat Kalbar
Berita Lokal, PIFA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., membuka kegiatan Khitanan Sunat Tanpa Jarum Suntik dan Jahitan untuk 66 Anak Yatim dan Dhuafa di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (15/1/2023). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar, Abussamah, S.STP., M.AP., selaku Ketua Aksi Sosial HUT ke-66 Pemprov. Kalbar, Branch Manager Rumah Zakat Kalbar, Asrul Putra Nanda, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Ir. Muhammad Munsif, M.M., serta Perwakilan dari TP-PKK Provinsi Kalbar dan Bank Kalbar. Dalam sambutannya, Wagub Kalbar apresiasi kepada Rumah Zakat Kalbar yang telah menyemarakkan HUT Pemprov. Kalbar, dalam acara Khitanan Sunat tanpa jarum suntik dan jahitan ini. "Rumah Zakat Kalbar membawa tema sesuai dengan HUT Pemprov. Kalbar ke-66 dan yang dilakukan Rumah Zakat Kalbar ini sangat memberikan manfaat bagi orang lain. Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan lancar dan anak-anak yang dikhitan nantinya cepat sembuh dan tumbuh menjadi anak yang sholeh," ucap H. Ria Norsan di depan para peserta Khitan dan orang tua. Dirinya berharap pada momen Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalbar ini dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat. "Mudah-mudahan Pemprov. Kalbar dengan Ulang Tahun ke-66 ini banyak berbuat kebaikan dan Pemprov. Kalbar bisa lebih baik dalam bersinergi kepada masyarakat," harapnya. Diakhir sambutannya, pria kelahiran mempawah ini berpesan kepada anak-anak yang akan dikhitan untuk selalu berbakti kepada orang tua. "Insya Allah jika berbakti kepada orang tua kalian akan menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Selain itu untuk orang tua juga selalu mendidik anak menjadi manusia yang berakhlak baik," pesan H. Ria Norsan menutup sambutannya serta sekaligus membuka kegiatan tersebut. Selanjutnya, Wagub serta Para Undangan memberikan bingkisan secara kepada anak-anak yang akan dikhitan serta meninjau proses pengkhitanan tersebut. (pi/rs)
Kalbar
| Senin, 16 Januari 2023
Lokal

Muda Mahendrawan Ajak Penyuluh Agama Adaptif dengan Perkembangan Zaman
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengingatkan para penyuluh agama untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan dunia, terutama di era globalisasi saat ini. Dalam Workshop dan Sosialisasi Strategi Penyuluh Agama Dalam Menghadapi Era Digitalisasi dan Bonus Demografi yang diselenggarakan oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Bupati Mahendrawan menekankan bahwa perkembangan dunia dan era digitalisasi serta teknologi informasi membawa dampak positif dan negatif, sehingga para penyuluh agama dituntut untuk memiliki pikiran yang lebih luas dan mampu mengawal generasi melalui strategi yang tepat. "Hari ini, pengaruh dan dampak dari perkembangan dunia dan era digitalisasi serta teknologi informasi menuntut kita untuk lebih beradaptasi. Supaya apa yang kita kerjakan betul-betul sesuai dengan kebutuhan generasi hari ini dan masa depan," kata Bupati Muda Mahendrawan pada Senin (11/12) di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya. Bupati Mahendrawan berharap para penyuluh agama dapat menyikapi fenomena yang ada dengan terus meningkatkan kualitas. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam pembinaan umat sekaligus menjadi komunikator pembangunan dengan menggunakan bahasa agama. Ia mengapresiasi peran penyuluh agama sebagai jangkar-jangkar yang ada di lapangan. "Saya berterima kasih karena kita memandang peran penyuluh agama itu sangat strategis berkaitan dengan upaya untuk membangun proses pemahaman. Penyuluh agama adalah jangkar-jangkar yang ada di lapangan," ujarnya. Bupati Mahendrawan menjelaskan bahwa peran pemerintah adalah membuka peluang-peluang bagi rakyat agar semua rumah tangga dapat hidup layak, tenang, dan bahagia. Namun, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh penyuluh agama. "Dan tentu salah satunya dikawal dengan proses yang berbasis hal-hal yang menyangkut upaya pemahaman keagamaan dan inilah yang akan membuat ketenangan," tambahnya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, menyatakan pentingnya keberadaan penyuluh agama dalam memberikan pendidikan dan pembinaan kepada masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya atas fasilitas workshop dan sosialisasi ini. Menurutnya, workshop ini dapat menjadi pola model desain dan metode pelaksanaan penyuluhan agama yang baik untuk seluruh Kalimantan Barat. "Kami berterima kasih kepada Pak Bupati yang telah memfasilitasi kegiatan workshop dan sosialisasi ini. Mudah-mudahan dari Kubu Raya ini akan ditemukan pola model desain dan metode pelaksanaan penyuluhan agama yang baik yang nantinya dapat diterapkan untuk seluruh Kalimantan Barat. Mengapa? Karena workshop ini diikuti juga secara virtual oleh seluruh penyuluh di Kalimantan Barat yang berjumlah 1.300 orang," tuturnya. (ad)
Kubu Raya
| Selasa, 12 Desember 2023
Feeds
Ustaz Ponpes di Sidoarjo Jadi Tersangka Dugaan Perkosa Santriwati 11 Tahun, Diduga Berulang Kali
Seorang pengurus sekaligus pengajar atau ustaz di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap seorang santriwati berusia 11 tahun. Pelaku berinisial UJF (30), warga Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sementara korban merupakan pelajar asal Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kasatres PPA-PPO Polresta Sidoarjo Kompol Rohmawati Lailah mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku memerintahkan korban untuk mengikuti kerja bakti membersihkan gudang di lingkungan pondok pesantren. Saat kegiatan berlangsung, pelaku meminta korban membersihkan gudang di lantai dua seorang diri. "Korban dipanggil oleh pelaku untuk bersih-bersih di gudang lantai 2 pondok. Lalu korban ke lantai 2 dan masuk ke dalam gudang untuk bersih-bersih. Kemudian pelaku datang dan tiba-tiba bilang kepada korban 'kamu mau tambah pinter ta?'," kata Rohmawati, Kamis (9/7/2026). Di ruangan tersebut, pelaku diduga melakukan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap korban. Polisi menyebut UJF juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. "Pelaku menyuruh korban untuk menuruti permintaannya dengan ancaman 'kamu jangan bilang siapa-siapa kalau tak giniin'," ujarnya. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut diduga dilakukan berulang kali, yakni sekitar tujuh kali sepanjang September hingga Desember 2025. Seluruh peristiwa disebut terjadi di ruangan yang sama di lantai dua gudang pondok pesantren. Polisi menduga pelaku memanfaatkan posisinya sebagai ustaz untuk melakukan tindak pidana tersebut. Motif sementara diduga karena pelaku menuruti hawa nafsunya terhadap korban. "Kami juga masih mendalami dugaan adanya intimidasi yang membuat korban takut menolak atau melaporkan perbuatan pelaku," kata Rohmawati. Kasus ini terungkap setelah korban akhirnya menceritakan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya kepada keluarga. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Sidoarjo pada 25 Maret 2026. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menangkap UJF di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa satu setel pakaian milik korban. "Setelah menerima laporan dari keluarga korban dan melakukan penyelidikan, pelaku berhasil kami amankan. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Polresta Sidoarjo untuk proses penyidikan lebih lanjut," tutur Rohmawati. Atas perbuatannya, UJF dijerat Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 473 ayat (4) KUHP serta Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Tragis, 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung Saat Hendak Bersihkan Sumur Bor PDAM
Tiga orang pekerja ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026). Ketiganya diduga tewas saat hendak melakukan pengecekan dan pembersihan sumur bor milik PDAM. Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh rekan kerja mereka sekitar pukul 10.20 WIB. "Betul (korban) 3 orang," kata Saut saat dikonfirmasi. Saut menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, para korban masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pengecekan sekaligus membersihkan sumur bor PDAM. "Korban mau cek dan pembersihan sumur bor PDAM masuk ke dalam gorong-gorong. Korban ditemukan sesama rekan mereka yang saat itu ada di TKP. Saat dievakuasi dari dalam gorong-gorong ketiganya sudah meninggal," ujarnya. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian ketiga pekerja tersebut. Dugaan awal belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi oleh tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut. "Tiga korban langsung dibawa oleh Inafis Polres ke RS Polri untuk identifikasi selanjutnya," tutur Saut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menewaskan tiga pekerja tersebut.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026
Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela
SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.
Lokal
| Senin, 22 Juni 2026

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas
GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon Dievakuasi Tim SAR
AMBON – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia di kawasan Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, pada Minggu (21/6). Pendaki bernama Muhammad Syafi'i Alfaruq Dahlan (18) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Niken Ratih pada Minggu (21/6) sekitar pukul 05.30 WIT mengenai adanya pendaki yang mengalami kondisi darurat di gunung tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR segera dikerahkan ke lokasi dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer. Tim tiba di puncak Gunung Kayu Satu sekitar pukul 06.30 WIT setelah melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih dua jam. Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan warga setempat sebelum melakukan proses pencarian dan evakuasi. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.57 WIT dalam kondisi selamat meski mengalami hipotermia. Sebelumnya, korban bersama enam pendaki lainnya yang merupakan mahasiswa Universitas Pattimura melakukan pendakian pada Sabtu malam (20/6) sekitar pukul 22.40 WIT dan berencana berkemah di kawasan tersebut. Namun dalam perjalanan, korban mengalami penurunan kondisi tubuh akibat suhu dingin ekstrem hingga akhirnya membutuhkan pertolongan darurat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa turun gunung dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tim SAR memastikan operasi berjalan lancar dan seluruh proses evakuasi berlangsung aman.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Gunung Awu di Sangihe Masih Berstatus Siaga, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 4 Km
SANGIHE – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada pada Level III atau status Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Awu, Subandrio K. Puyo, menyampaikan bahwa status tersebut berlaku berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Minggu (21/6). Dalam periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah yang bertiup ke arah utara. Suhu udara tercatat berkisar 26–31 derajat Celsius dengan kelembapan 76–80 persen. Secara visual, puncak Gunung Awu masih terlihat jelas dengan kondisi kabut tipis hingga sedang. Namun, tidak teramati adanya aktivitas asap kawah selama periode pengamatan tersebut. Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat adanya 20 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5–48 milimeter serta durasi gempa berkisar antara 40 hingga 247 detik. Meski demikian, belum ada laporan kejadian signifikan lainnya yang terpantau. Meskipun kondisi relatif stabil, status Gunung Awu tetap berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak gunung. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Sangihe guna mengantisipasi potensi perubahan aktivitas vulkanik.
L
| Minggu, 21 Juni 2026

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sigi, Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Sigi pada Kamis (18/6) sekitar pukul 20.39 WIB. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, episenter gempa berada di darat sekitar 56 kilometer timur laut Sigi pada kedalaman 5 kilometer. Lokasi gempa tercatat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,22 Bujur Timur. Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” ujarnya. Getaran gempa dirasakan masyarakat di wilayah Sigi dan Palu dengan intensitas III MMI, di mana getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah seperti saat truk besar melintas. BMKG menyebut gempa magnitudo 4,7 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sigi pada 16 Juni 2026. Hingga Kamis malam pukul 20.40 WIB, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi 804 gempa susulan (aftershock), dengan gempa terbesar mencapai magnitudo 5,3. Sebelumnya, gempa magnitudo 6,7 yang melanda Sigi mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan ribuan rumah di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.
Lokal
| Kamis, 18 Juni 2026

2 Pria Ditemukan Tewas di Saluran Air Bekasi, Polisi Amankan 4 Orang
Kota Bekasi – Dua jasad pria ditemukan di saluran air kawasan Jalan Mustikajaya, Cimuning, Kota Bekasi, Jumat (19/6). Penemuan tersebut sempat menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, terlihat dua korban tergeletak di dalam got dengan posisi telungkup. Warga yang menemukan kejadian itu kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Andi M Iqbal, membenarkan adanya penemuan dua jenazah tersebut. “Benar, korbannya dua orang,” ujarnya. Polisi juga bergerak cepat dengan mengamankan empat orang yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci kronologi maupun peran masing-masing terduga pelaku. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan motif di balik kejadian itu. Dugaan awal bahwa kasus tersebut merupakan aksi pembegalan masih dalam pendalaman. “Untuk motifnya masih kami selidiki, apakah begal atau apa,” kata Andi. Pihak kepolisian menegaskan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyidikan berjalan.
Lokal
| Jumat, 19 Juni 2026

Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Bekerjasama Dengan Pemkot Pontianak, OJK Kalbar Dukung Program KEJAR
Pontianak - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Maulana Yasin menerangkan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Dukungan yang dilakukan, yakni dengan melibatkan sekolah-sekolah yang ada di Pontianak. Hal tersebut diungkapkannya saat peringatan Hari Indonesia Menabung dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Prestasi Anak Indonesia (KREASI) di Ruang Pontive Center Kota Pontianak, Selasa (24/8/2021). "Kita berharap, sekolah-sekolah bisa mengkoordinir siswanya untuk menabung di bank," tuturnya. Ia berharap, program KEJAR ini dapat mendorong siswa untuk membuka tabungan pelajar, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan dananya bisa diproduktifkan khususnya di Kota Pontianak. Tidak hanya itu, menurut Maulana, banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh siswa, diantaranya siswa belajar memanajemen keuangan dan tidak bersifat konsumtif. "Jadi kita libatkan dan ikutsertakan pelajar untuk menabung bagi kepentingan dirinya sendiri dan pertumbuhan ekonomi kita," pungkasnya.
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021
Lokal

Semarakan HUT Pemprov ke-66, Wagub Apresiasi Rumah Zakat Kalbar
Berita Lokal, PIFA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., membuka kegiatan Khitanan Sunat Tanpa Jarum Suntik dan Jahitan untuk 66 Anak Yatim dan Dhuafa di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (15/1/2023). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar, Abussamah, S.STP., M.AP., selaku Ketua Aksi Sosial HUT ke-66 Pemprov. Kalbar, Branch Manager Rumah Zakat Kalbar, Asrul Putra Nanda, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Ir. Muhammad Munsif, M.M., serta Perwakilan dari TP-PKK Provinsi Kalbar dan Bank Kalbar. Dalam sambutannya, Wagub Kalbar apresiasi kepada Rumah Zakat Kalbar yang telah menyemarakkan HUT Pemprov. Kalbar, dalam acara Khitanan Sunat tanpa jarum suntik dan jahitan ini. "Rumah Zakat Kalbar membawa tema sesuai dengan HUT Pemprov. Kalbar ke-66 dan yang dilakukan Rumah Zakat Kalbar ini sangat memberikan manfaat bagi orang lain. Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan lancar dan anak-anak yang dikhitan nantinya cepat sembuh dan tumbuh menjadi anak yang sholeh," ucap H. Ria Norsan di depan para peserta Khitan dan orang tua. Dirinya berharap pada momen Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalbar ini dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat. "Mudah-mudahan Pemprov. Kalbar dengan Ulang Tahun ke-66 ini banyak berbuat kebaikan dan Pemprov. Kalbar bisa lebih baik dalam bersinergi kepada masyarakat," harapnya. Diakhir sambutannya, pria kelahiran mempawah ini berpesan kepada anak-anak yang akan dikhitan untuk selalu berbakti kepada orang tua. "Insya Allah jika berbakti kepada orang tua kalian akan menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Selain itu untuk orang tua juga selalu mendidik anak menjadi manusia yang berakhlak baik," pesan H. Ria Norsan menutup sambutannya serta sekaligus membuka kegiatan tersebut. Selanjutnya, Wagub serta Para Undangan memberikan bingkisan secara kepada anak-anak yang akan dikhitan serta meninjau proses pengkhitanan tersebut. (pi/rs)
Kalbar
| Senin, 16 Januari 2023
Lokal

Muda Mahendrawan Ajak Penyuluh Agama Adaptif dengan Perkembangan Zaman
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengingatkan para penyuluh agama untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan dunia, terutama di era globalisasi saat ini. Dalam Workshop dan Sosialisasi Strategi Penyuluh Agama Dalam Menghadapi Era Digitalisasi dan Bonus Demografi yang diselenggarakan oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Bupati Mahendrawan menekankan bahwa perkembangan dunia dan era digitalisasi serta teknologi informasi membawa dampak positif dan negatif, sehingga para penyuluh agama dituntut untuk memiliki pikiran yang lebih luas dan mampu mengawal generasi melalui strategi yang tepat. "Hari ini, pengaruh dan dampak dari perkembangan dunia dan era digitalisasi serta teknologi informasi menuntut kita untuk lebih beradaptasi. Supaya apa yang kita kerjakan betul-betul sesuai dengan kebutuhan generasi hari ini dan masa depan," kata Bupati Muda Mahendrawan pada Senin (11/12) di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya. Bupati Mahendrawan berharap para penyuluh agama dapat menyikapi fenomena yang ada dengan terus meningkatkan kualitas. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam pembinaan umat sekaligus menjadi komunikator pembangunan dengan menggunakan bahasa agama. Ia mengapresiasi peran penyuluh agama sebagai jangkar-jangkar yang ada di lapangan. "Saya berterima kasih karena kita memandang peran penyuluh agama itu sangat strategis berkaitan dengan upaya untuk membangun proses pemahaman. Penyuluh agama adalah jangkar-jangkar yang ada di lapangan," ujarnya. Bupati Mahendrawan menjelaskan bahwa peran pemerintah adalah membuka peluang-peluang bagi rakyat agar semua rumah tangga dapat hidup layak, tenang, dan bahagia. Namun, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh penyuluh agama. "Dan tentu salah satunya dikawal dengan proses yang berbasis hal-hal yang menyangkut upaya pemahaman keagamaan dan inilah yang akan membuat ketenangan," tambahnya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, menyatakan pentingnya keberadaan penyuluh agama dalam memberikan pendidikan dan pembinaan kepada masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya atas fasilitas workshop dan sosialisasi ini. Menurutnya, workshop ini dapat menjadi pola model desain dan metode pelaksanaan penyuluhan agama yang baik untuk seluruh Kalimantan Barat. "Kami berterima kasih kepada Pak Bupati yang telah memfasilitasi kegiatan workshop dan sosialisasi ini. Mudah-mudahan dari Kubu Raya ini akan ditemukan pola model desain dan metode pelaksanaan penyuluhan agama yang baik yang nantinya dapat diterapkan untuk seluruh Kalimantan Barat. Mengapa? Karena workshop ini diikuti juga secara virtual oleh seluruh penyuluh di Kalimantan Barat yang berjumlah 1.300 orang," tuturnya. (ad)






