2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

Angin Puting Beliung Terjang Sembilan Rumah Warga di Kecamatan Sekayam

Berita Sanggau, PIFA - Bencana Alam Angin Putting Beliung menerjang 9 (Sembilan) rumah warga di Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau pada Rabu (23/02/2022) sore. Anggota Polsek Sekayam dipimpin oleh Kanit Binmas Aiptu Sapty Widada bersama anggota langung melakukan pengecekan lokasi bencana. Aiptu Sapty Widada mengatakan Bahwa pada hari Rabu tanggal 23 Februari 2022 sekira Pukul 17.00 WIB di Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk Kecamatan Sekayam terjadi bencana alam yang mana awalnya terjadi angin yang sangat kuat yang disusul dengan hujan lebat. “Tidak lama kemudian angin puting beliung menghantam rumah warga yang mana sebanyak 9 (sembilan) rumah warga Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk menjadi korban bencana yang ke 9 (sembilan) rumah warga kerusakan di bagian atap rumah serta material rumah,” ujarnya. Kanit Binmas Polsek Sekayam menambahkan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian yang diakibatkan bencana angin puting beliung sebanyak 9 (sembilan) rumah warga tersebut kurang lebih Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah). Dalam kesempatan tersebut Polsek Sekayam memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban yang di terima secara simbolis kepada Kadus Dusun Kuyak  Sdr. Surejo Kukasi berupa Beras, Mie instan, Gula pasir, Sarden kaleng dan Minyak goreng. “Bantuan yang disalurkan oleh Polsek Sekayam berupa sembako untuk korban bencana puting beliung merupakan bantuan kemanusiaan dan setidaknya dapat meringankan beban para korban bencana. Bencana alam puting beliung tersebut baru pertama kali di alami oleh warga Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk,” pungkasnya. (ja) 

Sanggau
| Kamis, 24 Februari 2022
Foto: Angin Puting Beliung Terjang Sembilan Rumah Warga di Kecamatan Sekayam | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Bos SPPG di Bandung Barat Klarifikasi Dapur MBG Ditutup Bukan karena Video Joget Viral | Pifa Net

Bos SPPG di Bandung Barat Klarifikasi Dapur MBG Ditutup Bukan karena Video Joget Viral

PIFA, Bandung - Hendrik Irawan, pria yang sempat viral karena aksi joget terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), menegaskan bahwa penutupan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya bukan disebabkan oleh video kontroversial tersebut.Menurut Hendrik Irawan, penghentian sementara operasional dapur yang berlokasi di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjadi setelah inspeksi mendadak dari Badan Gizi Nasional (BGN).Dalam sidak tersebut, ditemukan bahwa dapur SPPG miliknya belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga dinilai belum memenuhi petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan."Betul, kemarin kami disidak BGN dan untuk sementara operasional dapur dihentikan. Memang kami akui IPAL belum ada, sekarang sedang dibenahi," ujar Hendrik, Jumat (27/3).Ia mengaku belum mengetahui berapa lama penutupan tersebut akan berlangsung. Namun, kondisi ini berdampak pada sekitar 150 relawan yang kini tidak dapat bekerja."Anak-anak menunggu, kasihan sebetulnya kalau ditutup terlalu lama. Kemudian ada 150-an relawan yang terdampak, sekarang mereka enggak bisa kerja. Tapi saya menerima semua ini, termasuk hujatan netizen," katanya.Terkait video joget yang sempat viral, Hendrik menjelaskan bahwa video tersebut dibuat jauh sebelum polemik terjadi, tepatnya saat dapur sedang tidak beroperasi."Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta," jelasnya.Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi, sekaligus menyatakan siap menerima konsekuensi atas polemik tersebut."Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah," tutupnya.

Bandung
| Sabtu, 28 Maret 2026

Lokal

Foto: One Way Lokal Diterapkan di Tol Cipali Jelang Puncak Arus Balik Kedua | Pifa Net

One Way Lokal Diterapkan di Tol Cipali Jelang Puncak Arus Balik Kedua

PIFA, Jakarta - Korps Lalu Lintas Korlantas Polri mulai menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal untuk mempercepat arus kendaraan dari Trans Jawa menuju Jakarta. Skema ini diberlakukan di Tol Cipali mulai KM 132 hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama pada Jumat (27/3).Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyebut langkah tersebut sebagai tahap awal menghadapi puncak arus balik Lebaran kedua yang diprediksi terjadi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3)."Kami melakukan one way tahap pertama dari kilometer 132 ke kilometer 70. Ini tahap pertama," ujarnya.Pemberlakuan one way dimulai pukul 09.30 WIB dan akan dievaluasi hingga siang hari. Jika terjadi lonjakan kendaraan menuju Jakarta, skema akan diperluas menjadi bagian dari one way nasional tahap dua, yakni dari KM 169 hingga KM 70.Selain rekayasa lalu lintas, Korlantas juga menindak tegas kendaraan angkutan barang sumbu tiga atau lebih yang masih melintas. Kendaraan tersebut diminta putar balik, khususnya di wilayah Tol Pejagan.Kebijakan ini merupakan tindak lanjut pembatasan operasional angkutan barang selama periode Lebaran guna menjaga kelancaran arus mudik dan balik. Korlantas mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut.Pembatasan operasional angkutan barang sendiri telah diberlakukan sejak 13 hingga 29 Maret 2026 oleh Korlantas bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan puncak arus balik pertama telah terlewati pada Selasa (24/3). Hingga Rabu siang, tercatat sekitar 2,04 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta.Meski demikian, sekitar 500 ribu pemudik masih berada di kampung halaman. Kepolisian pun diminta tetap siaga mengantisipasi lonjakan arus balik kedua dalam beberapa hari ke depan.

Lokal
| Jumat, 27 Maret 2026

Lokal

Foto: Polisi Gadungan Culik Tiga Pelajar di Tangerang, Pelaku Ditangkap Warga | Pifa Net

Polisi Gadungan Culik Tiga Pelajar di Tangerang, Pelaku Ditangkap Warga

PIFA, Tangerang - Aksi kriminal yang melibatkan polisi gadungan terjadi di wilayah Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Tiga pelaku berhasil diamankan setelah menculik dan memeras tiga pelajar dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian.Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku berinisial LE (28), LA alias AL (38), dan AP alias R (38) saat ini telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.“Para pelaku melakukan intimidasi dengan mengaku sebagai anggota polisi, bahkan menggunakan atribut seperti borgol dan pakaian menyerupai aparat untuk meyakinkan korban,” ujar Jauhari, Kamis (26/3).Peristiwa bermula ketika para pelaku berniat mencari seseorang yang diduga terlibat peredaran narkotika sintetis. Namun, mereka justru menyasar pelajar sebagai korban.Tiga pelajar yang menjadi korban masing-masing berinisial V (16), FHR (16), dan FJR (15). Mereka dijemput paksa dengan tuduhan terlibat kasus narkoba.Para korban kemudian diborgol dan dipaksa masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan, mereka diintimidasi sambil dibawa berkeliling kota.Di dalam mobil, pelaku menghubungi orang tua korban dan meminta uang tebusan dengan dalih anak mereka terlibat kasus narkoba. Dalam salah satu kejadian, orang tua korban sempat mentransfer uang sebesar Rp100 ribu.Setelah permintaan uang tidak dipenuhi sepenuhnya, para korban akhirnya diturunkan di jalan dalam kondisi masih trauma.Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan sempat membawa mereka melintas di depan kantor polisi agar terlihat seolah-olah benar merupakan aparat penegak hukum.Aksi ini akhirnya terbongkar setelah keluarga korban bersama warga melakukan upaya pancingan. Saat pelaku datang ke lokasi yang telah disepakati, warga langsung mengamankan mereka dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa borgol, pakaian menyerupai atribut polisi, tanda pengenal, satu unit mobil, serta telepon genggam yang digunakan dalam aksi tersebut.Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 482 dan/atau Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemerasan dan pengancaman, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai aparat.“Kami tegaskan, masyarakat berhak meminta identitas resmi jika ada yang mengaku anggota kepolisian. Segera laporkan jika menemukan hal mencurigakan,” tegas Jauhari.

Lokal
| Kamis, 26 Maret 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: Angin Puting Beliung Terjang Sembilan Rumah Warga di Kecamatan Sekayam | Pifa Net

Angin Puting Beliung Terjang Sembilan Rumah Warga di Kecamatan Sekayam

Berita Sanggau, PIFA - Bencana Alam Angin Putting Beliung menerjang 9 (Sembilan) rumah warga di Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau pada Rabu (23/02/2022) sore. Anggota Polsek Sekayam dipimpin oleh Kanit Binmas Aiptu Sapty Widada bersama anggota langung melakukan pengecekan lokasi bencana. Aiptu Sapty Widada mengatakan Bahwa pada hari Rabu tanggal 23 Februari 2022 sekira Pukul 17.00 WIB di Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk Kecamatan Sekayam terjadi bencana alam yang mana awalnya terjadi angin yang sangat kuat yang disusul dengan hujan lebat. “Tidak lama kemudian angin puting beliung menghantam rumah warga yang mana sebanyak 9 (sembilan) rumah warga Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk menjadi korban bencana yang ke 9 (sembilan) rumah warga kerusakan di bagian atap rumah serta material rumah,” ujarnya. Kanit Binmas Polsek Sekayam menambahkan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian yang diakibatkan bencana angin puting beliung sebanyak 9 (sembilan) rumah warga tersebut kurang lebih Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah). Dalam kesempatan tersebut Polsek Sekayam memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban yang di terima secara simbolis kepada Kadus Dusun Kuyak  Sdr. Surejo Kukasi berupa Beras, Mie instan, Gula pasir, Sarden kaleng dan Minyak goreng. “Bantuan yang disalurkan oleh Polsek Sekayam berupa sembako untuk korban bencana puting beliung merupakan bantuan kemanusiaan dan setidaknya dapat meringankan beban para korban bencana. Bencana alam puting beliung tersebut baru pertama kali di alami oleh warga Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk,” pungkasnya. (ja) 

Sanggau
| Kamis, 24 Februari 2022

Lokal

Foto: Polda Kalbar Gelar Operasi Patuh Kapuas 15-28 Juli 2024, Sasar Pengemudi Ngebut hingga Bawah Umur | Pifa Net

Polda Kalbar Gelar Operasi Patuh Kapuas 15-28 Juli 2024, Sasar Pengemudi Ngebut hingga Bawah Umur

PIFA, Lokal - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Barat (Kalbar) akan menggelar Operasi Patuh Kapuas 2024. Operasi Patuh yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda se-Indonesia ini mulai berlangsung dari 15 Juli sampai 28 Juli 2024. Operasi ini digelar dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas, serta mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas khususnya di wilayah hukum di Kalbar. Ada 8 jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi fokus dalam Operasi Patuh Kapuas tahun ini. Di antaranya, berkendara motor tanpa menggunakan helm hingga berkendara dengan ugal-ugalan. Berikut daftar 8 pelanggaran yang menjadi sasaran polisi: 1. Pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara 2. Pengemudi di bawah umur 3. Pengemudi yang berboncengn lebih dari satu orang 4. Pengemudi yang melebihi batas kecepatan 5. Pengemudi dalam pengaruh atau mengonsumsi alkohol 6. Pengemudi yang tidak menggunakan helm SNI 7. Pengemudi yang melawan arus 8. Pengemudi yang tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman). (ly)

Kalbar
| Senin, 15 Juli 2024

Lokal

Foto: Hadiri FGD Lintas Agama Songsong Pemilu 2024, Kabinda Kalbar Ingatkan Soal Dinamika Sosial Politik | Pifa Net

Hadiri FGD Lintas Agama Songsong Pemilu 2024, Kabinda Kalbar Ingatkan Soal Dinamika Sosial Politik

Berita Lokal, PIFA - Kepala Badan Intelijen Daerah (BINDA) Brigjen Pol Rudy Tranggono, ST, MK menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Aula Kantor FKUB Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (16/8/2022). Dalam kesempatan itu, Kabinda memaparkan kondisi sosial politik yang terjadi dilingkungan masyarakat dan mengingatkan dampak serta penanganannya. FGD yang mengangkat tema ‘Kontribusi Strategi Tokoh Lintas Agama Dalam Merawat Kerukunan Songsong Pesta Demokrasi 2024’ itu, Kabinda bersama Ketua FKUB Kalimantan Barat Ismail Ruslan, Ketua KPU Kalbar Ramdan, S.pdi, M.pd, Ketua Bawaslu Kalbar Ruhermansyah, SH serta Perwakilan Polda Kalbar Hasbullah tampil sebagai pembicara. “Saat ini, dinamika sosial politik di Kalbar yakni terjadinya penggunaan politik identitas yang membentuk polarisasi masyarakat. Sehingga meningkatkan potensi konflik SARA, beredar hoax hingga ujaran kebencian,” kata Kabinda dihadapan peserta FGD FKUB Kalbar.  Bahkan, lanjut Kabinda potensi konflik pasca perhitungan suara Pilpres serta munculnya berbagai gugatan Pemilu, termasuk permasalahan administrasi pemilih menjadi permasalahan kompleks di masyarakat Kalbar. “Semua ini merupakan gambaran dari Pemilu 2019 lalu. Maka, saya berharap berbagai persoalan yang terjadi dimasa lalu tidak terulang lagi di Pemilu 2024,” harap Kabinda. Kabinda pun mengungkapkan potensi instabilitas keamanan di Kalbar pada pemilu 2024 mendatang. Saat ini, lanjut Kabinda telah muncul kelompok-kelompok di masyarakat yang mendeklarasikan dukungan terhadap calon Presiden.  “Kemudian, muncul pula ormas-ormas kesukuan yang menggunakan simbol-simbol atau istilah yang di larang dalam undang-undang menjelang tahun politik Pemilu 2024,” sebut Kabinda.  Bahkan, masih menurut Kabinda, meningkatnya sentimen premodial. Hal itu terlihat dari meningkatnya kasus sengketa perburuhan maupun perkebunan. Dan yang terjadi dilapangan, persoalan demonstrasi menyangkut sengketa lahan, namun massa aksi justru kelompok kesukuan. “Sudah muncul konflik sosial bernuansa SARA di masyarakat. Sehingga, kita sulit menikmati toleransi antar umat beragama. Tidak seperti dulu, kita masih bisa merasakan nikmatnya kerukunan dan toleransi beragama di masyarakat,” tuturnya. Maka, Kabinda mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai ancaman laten pada pelaksanaan Pemilu 2024. Terutama menyangkut penggunaan politik identitas yang menjadi ancaman konflik di masyarakat. “Praktik politik identitas ini mencakup radikalisme penyesatan masyarakat, hancurnya konstruksi sosial, dan konflik horizontal. Bicara konflik horizontal, saya punya pengalaman keitka di Poso. Maka, saya tidak ingin hal itu terjadi di Kalbar,” tegasnya. Terakhir, Kabinda mengatakan peran para tokoh lintas agama sebagai influenser mampu memberikan pengaruh positif di masyarakat. Supaya, tercipta stabilitas kamtibmas yang kondusif. “Disamping itu, tokoh lintas agama juga menjadi komunikator umat beragama, stabilisator keharmonisan hubungan bermasyarakat, mediator penghubung dalam upaya penangan konflik sosilal, gete keeper mencegah masuknya pengaruh negatif, hoax, ujaran kebencian dan provokasi,” pungkasnya. 

Kalbar
| Selasa, 16 Agustus 2022

Feeds

Bos SPPG di Bandung Barat Klarifikasi Dapur MBG Ditutup Bukan karena Video Joget Viral

PIFA, Bandung - Hendrik Irawan, pria yang sempat viral karena aksi joget terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), menegaskan bahwa penutupan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya bukan disebabkan oleh video kontroversial tersebut.Menurut Hendrik Irawan, penghentian sementara operasional dapur yang berlokasi di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjadi setelah inspeksi mendadak dari Badan Gizi Nasional (BGN).Dalam sidak tersebut, ditemukan bahwa dapur SPPG miliknya belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga dinilai belum memenuhi petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan."Betul, kemarin kami disidak BGN dan untuk sementara operasional dapur dihentikan. Memang kami akui IPAL belum ada, sekarang sedang dibenahi," ujar Hendrik, Jumat (27/3).Ia mengaku belum mengetahui berapa lama penutupan tersebut akan berlangsung. Namun, kondisi ini berdampak pada sekitar 150 relawan yang kini tidak dapat bekerja."Anak-anak menunggu, kasihan sebetulnya kalau ditutup terlalu lama. Kemudian ada 150-an relawan yang terdampak, sekarang mereka enggak bisa kerja. Tapi saya menerima semua ini, termasuk hujatan netizen," katanya.Terkait video joget yang sempat viral, Hendrik menjelaskan bahwa video tersebut dibuat jauh sebelum polemik terjadi, tepatnya saat dapur sedang tidak beroperasi."Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta," jelasnya.Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi, sekaligus menyatakan siap menerima konsekuensi atas polemik tersebut."Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah," tutupnya.

Bandung
| Sabtu, 28 Maret 2026
Foto: Bos SPPG di Bandung Barat Klarifikasi Dapur MBG Ditutup Bukan karena Video Joget Viral | Pifa Net

One Way Lokal Diterapkan di Tol Cipali Jelang Puncak Arus Balik Kedua

PIFA, Jakarta - Korps Lalu Lintas Korlantas Polri mulai menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal untuk mempercepat arus kendaraan dari Trans Jawa menuju Jakarta. Skema ini diberlakukan di Tol Cipali mulai KM 132 hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama pada Jumat (27/3).Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyebut langkah tersebut sebagai tahap awal menghadapi puncak arus balik Lebaran kedua yang diprediksi terjadi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3)."Kami melakukan one way tahap pertama dari kilometer 132 ke kilometer 70. Ini tahap pertama," ujarnya.Pemberlakuan one way dimulai pukul 09.30 WIB dan akan dievaluasi hingga siang hari. Jika terjadi lonjakan kendaraan menuju Jakarta, skema akan diperluas menjadi bagian dari one way nasional tahap dua, yakni dari KM 169 hingga KM 70.Selain rekayasa lalu lintas, Korlantas juga menindak tegas kendaraan angkutan barang sumbu tiga atau lebih yang masih melintas. Kendaraan tersebut diminta putar balik, khususnya di wilayah Tol Pejagan.Kebijakan ini merupakan tindak lanjut pembatasan operasional angkutan barang selama periode Lebaran guna menjaga kelancaran arus mudik dan balik. Korlantas mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut.Pembatasan operasional angkutan barang sendiri telah diberlakukan sejak 13 hingga 29 Maret 2026 oleh Korlantas bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan puncak arus balik pertama telah terlewati pada Selasa (24/3). Hingga Rabu siang, tercatat sekitar 2,04 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta.Meski demikian, sekitar 500 ribu pemudik masih berada di kampung halaman. Kepolisian pun diminta tetap siaga mengantisipasi lonjakan arus balik kedua dalam beberapa hari ke depan.

Lokal
| Jumat, 27 Maret 2026
Foto: One Way Lokal Diterapkan di Tol Cipali Jelang Puncak Arus Balik Kedua | Pifa Net

Polisi Gadungan Culik Tiga Pelajar di Tangerang, Pelaku Ditangkap Warga

PIFA, Tangerang - Aksi kriminal yang melibatkan polisi gadungan terjadi di wilayah Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Tiga pelaku berhasil diamankan setelah menculik dan memeras tiga pelajar dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian.Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku berinisial LE (28), LA alias AL (38), dan AP alias R (38) saat ini telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.“Para pelaku melakukan intimidasi dengan mengaku sebagai anggota polisi, bahkan menggunakan atribut seperti borgol dan pakaian menyerupai aparat untuk meyakinkan korban,” ujar Jauhari, Kamis (26/3).Peristiwa bermula ketika para pelaku berniat mencari seseorang yang diduga terlibat peredaran narkotika sintetis. Namun, mereka justru menyasar pelajar sebagai korban.Tiga pelajar yang menjadi korban masing-masing berinisial V (16), FHR (16), dan FJR (15). Mereka dijemput paksa dengan tuduhan terlibat kasus narkoba.Para korban kemudian diborgol dan dipaksa masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan, mereka diintimidasi sambil dibawa berkeliling kota.Di dalam mobil, pelaku menghubungi orang tua korban dan meminta uang tebusan dengan dalih anak mereka terlibat kasus narkoba. Dalam salah satu kejadian, orang tua korban sempat mentransfer uang sebesar Rp100 ribu.Setelah permintaan uang tidak dipenuhi sepenuhnya, para korban akhirnya diturunkan di jalan dalam kondisi masih trauma.Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan sempat membawa mereka melintas di depan kantor polisi agar terlihat seolah-olah benar merupakan aparat penegak hukum.Aksi ini akhirnya terbongkar setelah keluarga korban bersama warga melakukan upaya pancingan. Saat pelaku datang ke lokasi yang telah disepakati, warga langsung mengamankan mereka dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa borgol, pakaian menyerupai atribut polisi, tanda pengenal, satu unit mobil, serta telepon genggam yang digunakan dalam aksi tersebut.Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 482 dan/atau Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemerasan dan pengancaman, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai aparat.“Kami tegaskan, masyarakat berhak meminta identitas resmi jika ada yang mengaku anggota kepolisian. Segera laporkan jika menemukan hal mencurigakan,” tegas Jauhari.

Lokal
| Kamis, 26 Maret 2026
Foto: Polisi Gadungan Culik Tiga Pelajar di Tangerang, Pelaku Ditangkap Warga | Pifa Net

Pemudik Tersasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute GT Purwomartani di Google Maps

PIFA, Jogja - PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) mengambil langkah tegas dengan menghapus rute alternatif menuju Gerbang Tol (GT) Purwomartani dari aplikasi Google Maps. Kebijakan ini dilakukan setelah banyak pemudik tersasar ke area persawahan sejak Minggu (22/3).Humas PT JMJ, Rachmat Jesiman, mengatakan penghapusan rute tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari petugas di lapangan."Info dari teman-teman lapangan untuk jalur yang menuju Gerbang Purwomartani itu untuk Google Maps-nya sudah dihapus," ujar Rachmat saat ditemui di GT Purwomartani, Selasa (24/3) malam.Selain menghapus rute di aplikasi navigasi, pihak JMJ juga menambah jumlah petugas serta memasang rambu-rambu tambahan. Pengendara kini diarahkan untuk hanya menggunakan Jalan Yogya-Solo sebagai akses utama menuju GT Purwomartani."Harapannya tidak ada lagi yang tersasar," ucapnya.Di sisi lain, Rachmat memastikan bahwa hingga H+3 Lebaran 2026, tidak ada laporan kecelakaan di jalur fungsional Tol Yogyakarta-Solo.Keberadaan GT Purwomartani yang dibuka secara fungsional selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini justru sempat menimbulkan persoalan di lapangan. Banyak pemudik dilaporkan tersesat hingga masuk ke jalan persawahan di wilayah Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman.Berdasarkan pantauan, kendaraan terlihat melintasi jalan sempit di area sawah, tepatnya di sebelah timur RSI PDHI. Jalur tersebut mengarah ke Jalan Cangkringan, melewati kawasan permukiman hingga bawah konstruksi jalan menuju GT Purwomartani.Dari Jalan Cangkringan, pengendara masih harus menempuh beberapa ratus meter lagi untuk mencapai Jalan Solo sebagai akses utama menuju gerbang tol.Kondisi ini semakin padat menjelang sore hari, dengan ratusan hingga ribuan kendaraan terpantau melintas di jalur sawah sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, warga sekitar mengeluhkan debu yang beterbangan hingga harus menyiram halaman rumah mereka.Warga setempat menyebut fenomena pemudik tersasar ini telah terjadi sejak Minggu (22/3), sebelum akhirnya banyak dari mereka diarahkan kembali ke jalur utama menuju GT Purwomartani.

Lokal
| Rabu, 25 Maret 2026
Foto: Pemudik Tersasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute GT Purwomartani di Google Maps | Pifa Net

Ledakan Petasan di Pekalongan Lukai 9 Orang, Polisi Selidiki Penyebab

PIFA, Pekalongan - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, tengah menyelidiki kasus ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu. Insiden tersebut mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka.Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, Setiyanto, mengatakan ledakan terjadi saat sejumlah remaja merakit petasan di dalam rumah menggunakan alat sederhana seperti palu dan obeng."Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah," katanya.Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sisa-sisa selongsong petasan, baik yang masih berisi serbuk maupun yang sudah kosong.Berdasarkan keterangan saksi, suara ledakan berasal dari sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari permukiman warga. Dampak ledakan tersebut cukup besar, hingga menyebabkan kaca rumah warga pecah serta merusak bagian atap dan genteng.Para korban mengalami luka bakar dan luka ringan di beberapa bagian tubuh. Mereka telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Bendan, Rumah Sakit Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.Polisi masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ledakan tersebut. Dari hasil sementara, bahan peledak yang digunakan diketahui dibeli secara daring."Berdasar keterangan saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut dibeli secara daring," katanya.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuat maupun menyalakan petasan, terutama yang memiliki daya ledak tinggi karena berisiko besar terhadap keselamatan."Kami mengajak masyarakat tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan," katanya.

Pekalongan
| Senin, 23 Maret 2026
Foto: Ledakan Petasan di Pekalongan Lukai 9 Orang, Polisi Selidiki Penyebab | Pifa Net

Polisi Bongkar Produksi Petasan Berdaya Ledak Tinggi, 1 Pelaku Ditangkap

PIFA, Pamekasan - Aparat Kepolisian Resor Pamekasan mengungkap praktik produksi petasan berdaya ledak tinggi yang dilakukan sejumlah warga di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.Kapolres Pamekasan, Hendra Eko Triyulianto, menjelaskan pengungkapan ini merupakan hasil operasi yang dilakukan jajaran Polsek Larangan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah."Pengungkapan produksi petasan ini berkat operasi yang dilakukan Polsek Larangan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kemarin," kata Hendra saat merilis kasus tersebut, Sabtu.Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap satu pelaku berinisial D (18), warga Dusun Duwak Tinggi, Desa Blumbungan. Sementara 11 orang lainnya yang diduga terlibat berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran.Kapolres menuturkan, pengungkapan kasus ini bermula saat petugas melakukan patroli dan mendengar suara ledakan keras dari dalam rumah warga."Tim yang mendengar adanya ledakan tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara dan di sana terungkap bahwa ledakan tersebut terjadi di lokasi produksi petasan yang dilakukan oleh warga berinisial D ini," katanya.Dari lokasi, polisi menyita ratusan petasan siap pakai berbagai ukuran, mulai dari 3 hingga 12 cm, serta petasan renteng sepanjang 3 meter. Selain itu, ditemukan pula bahan peledak seperti 5 kilogram bubuk mesiu, belerang, serbuk arang, tepung kanji, dan 2 kilogram booster kelingking."Timbangan elektrik yang digunakan tersangka dan kawan-kawan membuat bom juga kami sita, berikut alat pembuat petasan dari kayu dan pipa besi, alat perekat, serta selongsong petasan," katanya.Barang bukti lain yang diamankan antara lain tiga unit telepon seluler, empat sepeda motor, serta plastik bahan balon udara. Saat ini, polisi juga berkoordinasi dengan Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan penanganan bahan peledak berjalan aman."Saat ini, kami berkoordinasi dengan tim Penjinak Bom Brimob Polda Jatim untuk penanganan material bahan peledak agar tetap aman," katanya.Terkait 11 pelaku lain yang melarikan diri, pihak kepolisian telah mengantongi identitas mereka dan meminta agar segera menyerahkan diri.Dalam catatan Polres Pamekasan, selama enam hari terakhir terdapat tujuh korban luka akibat petasan, yang mayoritas merupakan perakit. Salah satu kasus terjadi pada 15 Maret 2025 di Kecamatan Tlanakan, yang menyebabkan seorang warga mengalami patah kaki hingga harus diamputasi.Insiden lain terjadi pada 16 Maret 2026 di Kecamatan Pegantenan yang mengakibatkan lima orang mengalami luka bakar, serta pada 20 Maret 2026 seorang remaja mengalami luka berat akibat ledakan bahan petasan.Polisi mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi maupun menggunakan petasan berdaya ledak tinggi karena berbahaya dan dapat menimbulkan korban jiwa.

Pamekasan
| Senin, 23 Maret 2026
Foto: Polisi Bongkar Produksi Petasan Berdaya Ledak Tinggi, 1 Pelaku Ditangkap | Pifa Net

Mobil Pemudik Terjun ke Parit dan Terbakar di OKU Timur, Seluruh Penumpang Selamat

PIFA, OKU - Sebuah mobil pemudik mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke parit dan terbakar di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Sabtu pagi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Kapolres OKU Timur, Adik Listiyono, mengatakan kecelakaan bermula saat sebuah minibus Honda HR-V berwarna abu-abu melaju dari arah Palembang menuju Cempaka.Diduga pengemudi mengantuk, kendaraan kehilangan kendali hingga keluar jalur dan terjun ke parit di sisi jalan. Benturan keras terjadi saat mobil menghantam tungku masak milik warga di sekitar lokasi, yang kemudian memicu kebakaran akibat kebocoran bahan bakar."Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah kecelakaan terjadi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut," katanya.Petugas dari Polsek Cempaka bersama Unit Laka Satlantas Polres OKU Timur segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan kejadian.Aparat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan. Proses pemadaman dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran dan warga hingga api berhasil dipadamkan."Identitas korban saat ini masih dalam pendataan. Namun, kami pastikan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," tegasnya.Menurut Adik, kejadian ini menjadi peringatan bagi para pemudik agar tidak mengabaikan faktor kelelahan saat berkendara, terutama di tengah meningkatnya mobilitas selama arus mudik Lebaran."Kami terus meningkatkan edukasi keselamatan serta pengawasan di jalur mudik dalam rangka Operasi Ketupat Musi 2026 guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," ujarnya.

Jakarta
| Senin, 23 Maret 2026
Foto: Mobil Pemudik Terjun ke Parit dan Terbakar di OKU Timur, Seluruh Penumpang Selamat | Pifa Net

Pabrik Plastik di Cengkareng Terbakar Diduga Akibat Petasan Remaja

PIFA, Cengkareng - Kebakaran melanda sebuah pabrik plastik di kawasan Cengkareng, tepatnya di Jalan Bojong Raya Nomor 26 RT 05/RW 04, Rawa Buaya, Jumat (20/3) dini hari WIB. Peristiwa ini diduga dipicu oleh aksi sekelompok remaja yang bermain petasan di sekitar lokasi.Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan sebanyak 17 unit armada dengan 85 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 03.24 WIB dan berhasil menjinakkan api sekitar pukul 05.10 WIB.Menurut keterangan sekuriti di lokasi, kebakaran bermula saat sejumlah remaja bermain petasan di sekitar area pabrik. Aksi tersebut sempat mendapat teguran dari petugas keamanan, namun tidak diindahkan."Para remaja tidak terima ditegur dan justru semakin intens menyalakan petasan di sekitar lokasi," ujar Syaiful.Diduga, salah satu petasan yang dinyalakan masuk ke dalam area pabrik plastik dan memicu kebakaran yang dengan cepat membesar.Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada bagian pabrik yang terbakar. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini.

Jakarta
| Jumat, 20 Maret 2026
Foto: Pabrik Plastik di Cengkareng Terbakar Diduga Akibat Petasan Remaja | Pifa Net

Sejumlah Umat Muslim di Indonesia Lebaran Lebih Awal, Ini Daftar Daerahnya

PIFA, Jakarta - Sejumlah umat Muslim di Indonesia telah merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis (19/3/2026). Mereka bahkan sudah melaksanakan salat Id sejak pagi hari, meski pemerintah baru akan menetapkan 1 Syawal melalui sidang isbat sore ini di Kementerian Agama Republik Indonesia.Perayaan lebih awal ini umumnya dilakukan oleh kelompok tarekat atau komunitas yang menggunakan metode hisab maupun perhitungan tradisi masing-masing.Di berbagai daerah, pelaksanaan salat Id berjalan lancar dan khidmat dengan pengamanan aparat. Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di sejumlah kota seperti Makassar, Padang, dan Bima telah lebih dulu merayakan Lebaran dengan jumlah jemaah sekitar ratusan orang.Hal serupa juga terjadi di Negeri Hila, Maluku Tengah, di mana ribuan jemaah melaksanakan salat Id di Masjid Hasan Soleman. Penentuan 1 Syawal di wilayah ini dilakukan berdasarkan perhitungan kalender hijriah yang telah dijalankan secara turun-temurun.Di Tulungagung, sekitar 100 jemaah di Masjid Nur Muhammad Al Muhdlor juga menggelar salat Id lebih awal dengan pengamanan dari kepolisian. Sementara di Nagan Raya, ribuan pengikut Tarekat Syattariyah merayakan Idulfitri berdasarkan metode hisab bilangan lima yang telah digunakan selama ratusan tahun.Selain itu, ratusan jemaah Majelis Sabilun Nahdhah di Depok juga melaksanakan salat Id dengan pengawalan aparat. Di Jember, ribuan warga sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror turut merayakan Lebaran lebih awal, mengikuti penentuan awal puasa berdasarkan kitab salaf yang telah digunakan sejak lama.Meski terdapat perbedaan waktu perayaan, pelaksanaan ibadah di berbagai daerah tetap berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Jakarta
| Kamis, 19 Maret 2026
Foto: Sejumlah Umat Muslim di Indonesia Lebaran Lebih Awal, Ini Daftar Daerahnya | Pifa Net

Tiga WNA Ditangkap di Bali Usai Viral Bikin Video Porno Berkedok Ojol

PIFA, Bali - Polisi menangkap tiga warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam produksi dan distribusi konten pornografi melalui platform OnlyFans. Ketiganya masing-masing berinisial MMZL, perempuan asal Prancis; ERB, pria asal Prancis; serta NBS, pria asal Italia.Dari hasil penyelidikan, MMZL dan NBS diketahui berperan sebagai pemeran dalam video tersebut. Dalam aksinya, NBS bahkan menyamar sebagai pengemudi ojek online (ojol) dengan mengenakan jaket ojol yang dibeli seharga Rp300 ribu.Kapolres AKBP Joseph Edward Purba menjelaskan bahwa penggunaan atribut ojol tersebut bertujuan untuk menarik perhatian publik dan membuat konten menjadi viral. Ia juga menegaskan bahwa sosok driver ojol yang sempat dikaitkan dengan video tersebut bukanlah pelaku.“Yang mengenakan jaket ojol itu warga Italia, bukan pengemudi lokal. Driver ojol hanya sebagai saksi karena jasanya digunakan pelaku perempuan untuk antar jemput selama di Bali,” ujar Joseph, Rabu (18/3).Polisi memastikan bahwa pengemudi ojol yang sempat viral tidak terlibat dalam produksi video tersebut dan hanya dimintai keterangan sebagai saksi.Berdasarkan hasil penyidikan, konten pornografi itu direkam di sebuah vila di wilayah Badung pada Minggu (8/3). Video kemudian didistribusikan oleh ERB ke platform OnlyFans dan media sosial X.ERB disebut memiliki peran penting dalam kasus ini, tidak hanya sebagai rekan, tetapi juga sebagai manajer MMZL. Ia bertanggung jawab mengatur proses produksi hingga distribusi konten.Penangkapan ketiga pelaku dilakukan setelah polisi berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melacak keberadaan mereka. MMZL dan NBS ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai saat hendak terbang ke Thailand pada Jumat (13/3).Sementara itu, ERB diamankan di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, pada Senin (16/3).Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris, menyebut kedua pelaku yang ditangkap di bandara diduga hendak melarikan diri ke luar negeri.“Rencana berangkat ke Thailand, kami tangkap di bandara. Ada indikasi untuk melarikan diri,” ujarnya.Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu pelaku masuk ke Indonesia menggunakan visa on arrival (VoA) untuk tujuan wisata. Namun, setelah muncul laporan masyarakat terkait video viral, nama pelaku langsung masuk dalam daftar pemantauan imigrasi.Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam produksi maupun distribusi konten ilegal tersebut.

Bali
| Rabu, 18 Maret 2026
Foto: Tiga WNA Ditangkap di Bali Usai Viral Bikin Video Porno Berkedok Ojol | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: Angin Puting Beliung Terjang Sembilan Rumah Warga di Kecamatan Sekayam | Pifa Net

Angin Puting Beliung Terjang Sembilan Rumah Warga di Kecamatan Sekayam

Berita Sanggau, PIFA - Bencana Alam Angin Putting Beliung menerjang 9 (Sembilan) rumah warga di Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau pada Rabu (23/02/2022) sore. Anggota Polsek Sekayam dipimpin oleh Kanit Binmas Aiptu Sapty Widada bersama anggota langung melakukan pengecekan lokasi bencana. Aiptu Sapty Widada mengatakan Bahwa pada hari Rabu tanggal 23 Februari 2022 sekira Pukul 17.00 WIB di Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk Kecamatan Sekayam terjadi bencana alam yang mana awalnya terjadi angin yang sangat kuat yang disusul dengan hujan lebat. “Tidak lama kemudian angin puting beliung menghantam rumah warga yang mana sebanyak 9 (sembilan) rumah warga Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk menjadi korban bencana yang ke 9 (sembilan) rumah warga kerusakan di bagian atap rumah serta material rumah,” ujarnya. Kanit Binmas Polsek Sekayam menambahkan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian yang diakibatkan bencana angin puting beliung sebanyak 9 (sembilan) rumah warga tersebut kurang lebih Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah). Dalam kesempatan tersebut Polsek Sekayam memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban yang di terima secara simbolis kepada Kadus Dusun Kuyak  Sdr. Surejo Kukasi berupa Beras, Mie instan, Gula pasir, Sarden kaleng dan Minyak goreng. “Bantuan yang disalurkan oleh Polsek Sekayam berupa sembako untuk korban bencana puting beliung merupakan bantuan kemanusiaan dan setidaknya dapat meringankan beban para korban bencana. Bencana alam puting beliung tersebut baru pertama kali di alami oleh warga Dusun Kuyak Desa Lubuk Sabuk,” pungkasnya. (ja) 

Sanggau
| Kamis, 24 Februari 2022

Lokal

Foto: Polda Kalbar Gelar Operasi Patuh Kapuas 15-28 Juli 2024, Sasar Pengemudi Ngebut hingga Bawah Umur | Pifa Net

Polda Kalbar Gelar Operasi Patuh Kapuas 15-28 Juli 2024, Sasar Pengemudi Ngebut hingga Bawah Umur

PIFA, Lokal - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Barat (Kalbar) akan menggelar Operasi Patuh Kapuas 2024. Operasi Patuh yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda se-Indonesia ini mulai berlangsung dari 15 Juli sampai 28 Juli 2024. Operasi ini digelar dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas, serta mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas khususnya di wilayah hukum di Kalbar. Ada 8 jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi fokus dalam Operasi Patuh Kapuas tahun ini. Di antaranya, berkendara motor tanpa menggunakan helm hingga berkendara dengan ugal-ugalan. Berikut daftar 8 pelanggaran yang menjadi sasaran polisi: 1. Pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara 2. Pengemudi di bawah umur 3. Pengemudi yang berboncengn lebih dari satu orang 4. Pengemudi yang melebihi batas kecepatan 5. Pengemudi dalam pengaruh atau mengonsumsi alkohol 6. Pengemudi yang tidak menggunakan helm SNI 7. Pengemudi yang melawan arus 8. Pengemudi yang tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman). (ly)

Kalbar
| Senin, 15 Juli 2024

Lokal

Foto: Hadiri FGD Lintas Agama Songsong Pemilu 2024, Kabinda Kalbar Ingatkan Soal Dinamika Sosial Politik | Pifa Net

Hadiri FGD Lintas Agama Songsong Pemilu 2024, Kabinda Kalbar Ingatkan Soal Dinamika Sosial Politik

Berita Lokal, PIFA - Kepala Badan Intelijen Daerah (BINDA) Brigjen Pol Rudy Tranggono, ST, MK menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Aula Kantor FKUB Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (16/8/2022). Dalam kesempatan itu, Kabinda memaparkan kondisi sosial politik yang terjadi dilingkungan masyarakat dan mengingatkan dampak serta penanganannya. FGD yang mengangkat tema ‘Kontribusi Strategi Tokoh Lintas Agama Dalam Merawat Kerukunan Songsong Pesta Demokrasi 2024’ itu, Kabinda bersama Ketua FKUB Kalimantan Barat Ismail Ruslan, Ketua KPU Kalbar Ramdan, S.pdi, M.pd, Ketua Bawaslu Kalbar Ruhermansyah, SH serta Perwakilan Polda Kalbar Hasbullah tampil sebagai pembicara. “Saat ini, dinamika sosial politik di Kalbar yakni terjadinya penggunaan politik identitas yang membentuk polarisasi masyarakat. Sehingga meningkatkan potensi konflik SARA, beredar hoax hingga ujaran kebencian,” kata Kabinda dihadapan peserta FGD FKUB Kalbar.  Bahkan, lanjut Kabinda potensi konflik pasca perhitungan suara Pilpres serta munculnya berbagai gugatan Pemilu, termasuk permasalahan administrasi pemilih menjadi permasalahan kompleks di masyarakat Kalbar. “Semua ini merupakan gambaran dari Pemilu 2019 lalu. Maka, saya berharap berbagai persoalan yang terjadi dimasa lalu tidak terulang lagi di Pemilu 2024,” harap Kabinda. Kabinda pun mengungkapkan potensi instabilitas keamanan di Kalbar pada pemilu 2024 mendatang. Saat ini, lanjut Kabinda telah muncul kelompok-kelompok di masyarakat yang mendeklarasikan dukungan terhadap calon Presiden.  “Kemudian, muncul pula ormas-ormas kesukuan yang menggunakan simbol-simbol atau istilah yang di larang dalam undang-undang menjelang tahun politik Pemilu 2024,” sebut Kabinda.  Bahkan, masih menurut Kabinda, meningkatnya sentimen premodial. Hal itu terlihat dari meningkatnya kasus sengketa perburuhan maupun perkebunan. Dan yang terjadi dilapangan, persoalan demonstrasi menyangkut sengketa lahan, namun massa aksi justru kelompok kesukuan. “Sudah muncul konflik sosial bernuansa SARA di masyarakat. Sehingga, kita sulit menikmati toleransi antar umat beragama. Tidak seperti dulu, kita masih bisa merasakan nikmatnya kerukunan dan toleransi beragama di masyarakat,” tuturnya. Maka, Kabinda mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai ancaman laten pada pelaksanaan Pemilu 2024. Terutama menyangkut penggunaan politik identitas yang menjadi ancaman konflik di masyarakat. “Praktik politik identitas ini mencakup radikalisme penyesatan masyarakat, hancurnya konstruksi sosial, dan konflik horizontal. Bicara konflik horizontal, saya punya pengalaman keitka di Poso. Maka, saya tidak ingin hal itu terjadi di Kalbar,” tegasnya. Terakhir, Kabinda mengatakan peran para tokoh lintas agama sebagai influenser mampu memberikan pengaruh positif di masyarakat. Supaya, tercipta stabilitas kamtibmas yang kondusif. “Disamping itu, tokoh lintas agama juga menjadi komunikator umat beragama, stabilisator keharmonisan hubungan bermasyarakat, mediator penghubung dalam upaya penangan konflik sosilal, gete keeper mencegah masuknya pengaruh negatif, hoax, ujaran kebencian dan provokasi,” pungkasnya. 

Kalbar
| Selasa, 16 Agustus 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5