Lokal
DPRD Kalbar Gelar Paripurna LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2022
PIFA, Lokal - DPRD Kalbar menggelar Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalbar, Tahun Anggaran 2022, Senin (27/3/2023) pagi WIB. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur sekaligus membuka langsung rapat yang dihadiri anggota DPRD Kalbar. "Rapat kuorum dan resmi dibuka untuk mendengarkan LKPJ Gubernur Kalbar," kata Prabasa. Rapat tersebut juga dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Gubernur Sutarmidji mengatakan, pembangunan di Kalbar dilakukan berpedoman pada RPJMD Provinsi Kalbar Tahun 2018-2023. Tahun 2022, ada sejumlah capaian yang didapat. Yakni, Indeks Infrastruktur Kalbar meningkat 2,59 persen menjadi 69,59 persen atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 67 persen. Sementara jalan mantap Kalbar sudah mencapai 72,28 persen. “2022 lalu, kita mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Sutarmidji dalam sambutannya. Dari sisi ekonomi, perekonomian Kalbar juga tumbuh sebesar 5,07 persen. Selain itu, jumlah desa mandiri di Kalbar tahun 2022 juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 586 Desa Mandiri dari 2.046 yang ada. "Kemiskinan Kalbar juga mengalami penurunan dari sebelumnya 6,84 persen turun menjadi 6,81 persen," jelasnya. Di sisi lain, target pendapatan daerah yang sebelumnya ditargetkan Rp5,6 triliun lebih, realisasinya mencapai Rp6,1 triliun lebih. Sementara, realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD yang sebelumnya ditargetkan Rp2,8 triliun, meningkat menjadi Rp3,2 triliun. Kemudian, pendapatan transfer yang ditargetkan Rp2,7 triliun meningkat menjadi Rp2,8 triliun. Pendapatan lain-lain yang sah, yang sebelumnya ditargetkan Rp59,408 miliar realisasi turun menjadi Rp59,111 miliar. Gubernur Sutarmidji juga menyampaikan, belanja operasional yang ditargetkan Rp3,7 triliun, realisasinya mencapai Rp3,5 triliun. Sedangkan belanja modal sebesar Rp1,045 triliun, realisasinya Rp1,003 triliun. Belanja tak terduga yang ditargetkan sebesar Rp9,6 miliar terealisasi Rp465 juta. "Sementara belanja transfer yang dianggarkan Rp1,195 triliun dan realisasinya Rp1,179 triliun," kata Midji. (ap)
Pontianak
| Senin, 27 Maret 2023

Trending
Kebakaran Lahan Dekat Pemukiman Serdam, Anak-anak Diungsikan
Kubu Raya
| Selasa, 21 Februari 2023

Marak Manusia Silver di Kalbar, Rata-rata Anak di Bawah Umur
Pontianak
| Senin, 13 Mei 2024

Kasat Reskrim Beberkan Fakta Wanita di Pontianak Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Tempat Gym
Pontianak
| Rabu, 19 Juni 2024

Warga Kubu Raya Digegerkan dengan Penemuan Mayat di Kebun
Kubu Raya
| Jumat, 30 Agustus 2024

Wabup Melawi Buka Musyawarah Adat DAD Ke-III Kecamatan Nanga Pinoh
Melawi
| Rabu, 13 April 2022

Bupati Ketapang Resmi Buka MUDA Ke VII Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Ketapang
Ketapang
| Senin, 20 Desember 2021

Demi Kelancaran Air Bersih Dikala Banjir, PDAM Sintang Ajukan Pinjaman Mobil Tangki
Sintang
| Kamis, 11 November 2021

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kamar Hotel di Pontianak
Pontianak
| Senin, 26 Agustus 2024

Mumpung Musim Durian, Yuk Berkunjung Ke Sukadana
Tim Redaksi
| Senin, 30 Agustus 2021

Pengurus MUI Ketapang 2021-2026 Dikukuhkan, Wabup Sebut Peranan MUI Sangat Besar Bagi Pembangunan dan Kemasalahatan Umat
Ketapang
| Rabu, 29 Desember 2021

Berita Terbaru
Lokal

One Way Lokal Diterapkan di Tol Cipali Jelang Puncak Arus Balik Kedua
PIFA, Jakarta - Korps Lalu Lintas Korlantas Polri mulai menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal untuk mempercepat arus kendaraan dari Trans Jawa menuju Jakarta. Skema ini diberlakukan di Tol Cipali mulai KM 132 hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama pada Jumat (27/3).Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyebut langkah tersebut sebagai tahap awal menghadapi puncak arus balik Lebaran kedua yang diprediksi terjadi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3)."Kami melakukan one way tahap pertama dari kilometer 132 ke kilometer 70. Ini tahap pertama," ujarnya.Pemberlakuan one way dimulai pukul 09.30 WIB dan akan dievaluasi hingga siang hari. Jika terjadi lonjakan kendaraan menuju Jakarta, skema akan diperluas menjadi bagian dari one way nasional tahap dua, yakni dari KM 169 hingga KM 70.Selain rekayasa lalu lintas, Korlantas juga menindak tegas kendaraan angkutan barang sumbu tiga atau lebih yang masih melintas. Kendaraan tersebut diminta putar balik, khususnya di wilayah Tol Pejagan.Kebijakan ini merupakan tindak lanjut pembatasan operasional angkutan barang selama periode Lebaran guna menjaga kelancaran arus mudik dan balik. Korlantas mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut.Pembatasan operasional angkutan barang sendiri telah diberlakukan sejak 13 hingga 29 Maret 2026 oleh Korlantas bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan puncak arus balik pertama telah terlewati pada Selasa (24/3). Hingga Rabu siang, tercatat sekitar 2,04 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta.Meski demikian, sekitar 500 ribu pemudik masih berada di kampung halaman. Kepolisian pun diminta tetap siaga mengantisipasi lonjakan arus balik kedua dalam beberapa hari ke depan.
Lokal
| Jumat, 27 Maret 2026
Lokal

Polisi Gadungan Culik Tiga Pelajar di Tangerang, Pelaku Ditangkap Warga
PIFA, Tangerang - Aksi kriminal yang melibatkan polisi gadungan terjadi di wilayah Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Tiga pelaku berhasil diamankan setelah menculik dan memeras tiga pelajar dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian.Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku berinisial LE (28), LA alias AL (38), dan AP alias R (38) saat ini telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.“Para pelaku melakukan intimidasi dengan mengaku sebagai anggota polisi, bahkan menggunakan atribut seperti borgol dan pakaian menyerupai aparat untuk meyakinkan korban,” ujar Jauhari, Kamis (26/3).Peristiwa bermula ketika para pelaku berniat mencari seseorang yang diduga terlibat peredaran narkotika sintetis. Namun, mereka justru menyasar pelajar sebagai korban.Tiga pelajar yang menjadi korban masing-masing berinisial V (16), FHR (16), dan FJR (15). Mereka dijemput paksa dengan tuduhan terlibat kasus narkoba.Para korban kemudian diborgol dan dipaksa masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan, mereka diintimidasi sambil dibawa berkeliling kota.Di dalam mobil, pelaku menghubungi orang tua korban dan meminta uang tebusan dengan dalih anak mereka terlibat kasus narkoba. Dalam salah satu kejadian, orang tua korban sempat mentransfer uang sebesar Rp100 ribu.Setelah permintaan uang tidak dipenuhi sepenuhnya, para korban akhirnya diturunkan di jalan dalam kondisi masih trauma.Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan sempat membawa mereka melintas di depan kantor polisi agar terlihat seolah-olah benar merupakan aparat penegak hukum.Aksi ini akhirnya terbongkar setelah keluarga korban bersama warga melakukan upaya pancingan. Saat pelaku datang ke lokasi yang telah disepakati, warga langsung mengamankan mereka dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa borgol, pakaian menyerupai atribut polisi, tanda pengenal, satu unit mobil, serta telepon genggam yang digunakan dalam aksi tersebut.Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 482 dan/atau Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemerasan dan pengancaman, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai aparat.“Kami tegaskan, masyarakat berhak meminta identitas resmi jika ada yang mengaku anggota kepolisian. Segera laporkan jika menemukan hal mencurigakan,” tegas Jauhari.
Lokal
| Kamis, 26 Maret 2026
Berita Populer
Lokal

DPRD Kalbar Gelar Paripurna LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2022
PIFA, Lokal - DPRD Kalbar menggelar Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalbar, Tahun Anggaran 2022, Senin (27/3/2023) pagi WIB. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur sekaligus membuka langsung rapat yang dihadiri anggota DPRD Kalbar. "Rapat kuorum dan resmi dibuka untuk mendengarkan LKPJ Gubernur Kalbar," kata Prabasa. Rapat tersebut juga dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Gubernur Sutarmidji mengatakan, pembangunan di Kalbar dilakukan berpedoman pada RPJMD Provinsi Kalbar Tahun 2018-2023. Tahun 2022, ada sejumlah capaian yang didapat. Yakni, Indeks Infrastruktur Kalbar meningkat 2,59 persen menjadi 69,59 persen atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 67 persen. Sementara jalan mantap Kalbar sudah mencapai 72,28 persen. “2022 lalu, kita mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Sutarmidji dalam sambutannya. Dari sisi ekonomi, perekonomian Kalbar juga tumbuh sebesar 5,07 persen. Selain itu, jumlah desa mandiri di Kalbar tahun 2022 juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 586 Desa Mandiri dari 2.046 yang ada. "Kemiskinan Kalbar juga mengalami penurunan dari sebelumnya 6,84 persen turun menjadi 6,81 persen," jelasnya. Di sisi lain, target pendapatan daerah yang sebelumnya ditargetkan Rp5,6 triliun lebih, realisasinya mencapai Rp6,1 triliun lebih. Sementara, realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD yang sebelumnya ditargetkan Rp2,8 triliun, meningkat menjadi Rp3,2 triliun. Kemudian, pendapatan transfer yang ditargetkan Rp2,7 triliun meningkat menjadi Rp2,8 triliun. Pendapatan lain-lain yang sah, yang sebelumnya ditargetkan Rp59,408 miliar realisasi turun menjadi Rp59,111 miliar. Gubernur Sutarmidji juga menyampaikan, belanja operasional yang ditargetkan Rp3,7 triliun, realisasinya mencapai Rp3,5 triliun. Sedangkan belanja modal sebesar Rp1,045 triliun, realisasinya Rp1,003 triliun. Belanja tak terduga yang ditargetkan sebesar Rp9,6 miliar terealisasi Rp465 juta. "Sementara belanja transfer yang dianggarkan Rp1,195 triliun dan realisasinya Rp1,179 triliun," kata Midji. (ap)
Pontianak
| Senin, 27 Maret 2023
Lokal

Kebakaran Lahan Dekat Pemukiman Serdam, Anak-anak Diungsikan
PIFA, Lokal - Kebakaran lahan terjadi di kawasan pemukiman warga di Komplek Fajar Asri, Dusun Bunga Raya, Desa Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (20/2/2023) sore. Akibat kejadian ini, sejumlah anak-anak terpaksa diungsikan. Warga khawatir asap yang muncul karena kebakaran lahan itu dapat membahayakan kesehatan anak-anak. "Ada yang sempat mengungsi. Karena di sini banyak anak-anak, bahkan ada yang berusia dua sampai lima bulanan," kata Ketua Komplek Fajar Asri, Eko, Senin (20/2/2023) malam. Menurut Eko, anak-anak yang diungsikan itu setidaknya dari tujuh kepala keluarga (KK). Sementara di kompleknya itu, terdapat 77 rumah yang sebagian besar sudah ditempati. "Mereka ada yang dibawa ke rumah nenek-kakeknya di kawasan Purnama, Pontianak dan di rumah sanak saudara yang jauh dari lokasi rawan kebakaran lahan," ujar Eko. Eko menceritakan, titik api di kawasan komplek itu muncul sejak pagi hari. Warga setempat sempat berupaya memadamkan titik api yang terbakar di dalam lahan gambut itu. Kendati demikian, upaya warga untuk mengatasi kebakaran itu terhambat peralatan. Sehingga mereka berinisiatif untuk memanggil pemadam kebakaran baik pemerintah maupun swasta. "Abu sama asap sudah masuk ke rumah. Kalau apinya memang belum sampai ke rumah. Terima kasih kepada Damkar yang membantu kami," ujarnya. Meskipun titik api dapat dipadamkan pada Senin (20/2/2023) sekitar pukul 20.00 WIB, namun kata Eko warganya tetap bersiaga menjaga agar titik api tak muncil kembali pada malam hari. "Saya tinggal di sini sudah lima tahun. Kebakaran lahan ini terjadi sudah empat kalinya," katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Kubu Raya, Sulistiono menerangkan, terpantau ada belasan titik api di Kabupaten Kubu Raya. Pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama stakeholder terkait, dalam hal ini kepolisian, relawan bahkan TNI untuk penanganan kebakaran lahan tersebut. "Karena luasnya Kubu Raya, jadi wilayah yang sulit terjangkau istilahnya kita lokalisir dulu. Sementara yang terjangkau sudah kami tanggulangi," ujarnya. (ap)
Kubu Raya
| Selasa, 21 Februari 2023
Lokal

Marak Manusia Silver di Kalbar, Rata-rata Anak di Bawah Umur
PIFA, Lokal - Manusia silver akhir-akhir ini marak ditemukan di sejumlah persimpangan jalan atau lampu merah yang berada di Kalimantan Barat (Kalbar). Mirisnya aksi ngemis itu mayoritas dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Melansir dari suarakalbar, beredar di media sosial Instagram sebuah video aksi pengamen manusia silver di perempatan lampu merah Jalan Mayor Alianyang-Adi Sucipto, Kubu Raya, Kalbar. Dalam video itu terlihat dua orang manusia silver laki-laki dan perempuan sedang ngamen. Keduanya tampak berkeliling dengan membawa sebuah kotak kardus dan berharap para pengguna jalan yang berhenti di lampu merah memberikan mereka uang. Namun yang menjadi perhatian, manusia silver tersebut dilakoni oleh anak-anak di bawah umur. Sebelumnya, SatPol PP diktahui telah sempat mengamankan sejumlah peminta-minta di perempatan jalan yang mengecat tubuhnya dengan warna emas ataupun silver. Mereka kebanyakan berasal dari luar Pontianak. Namun setelah penertiban dengan pendekatan persuasif, mereka kembali mengulangi aksi ngemis menjadi manusia silver. Sebagai informasi, dalam Perda Tibum dituliskan bahwa aktivitas meminta-minta atau berjualan di fasilitas umum termasuk di persimpangan jalan merupakan hal yang dilarang dalam perda tersebut. Manusia silver ini sama halnya dengan gelandangan atau pengamen lainnya yang dilarang untuk meminta-minta di fasilitas umum termasuk di persimpangan jalan. (ly)
Pontianak
| Senin, 13 Mei 2024
Feeds
One Way Lokal Diterapkan di Tol Cipali Jelang Puncak Arus Balik Kedua
PIFA, Jakarta - Korps Lalu Lintas Korlantas Polri mulai menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal untuk mempercepat arus kendaraan dari Trans Jawa menuju Jakarta. Skema ini diberlakukan di Tol Cipali mulai KM 132 hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama pada Jumat (27/3).Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyebut langkah tersebut sebagai tahap awal menghadapi puncak arus balik Lebaran kedua yang diprediksi terjadi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3)."Kami melakukan one way tahap pertama dari kilometer 132 ke kilometer 70. Ini tahap pertama," ujarnya.Pemberlakuan one way dimulai pukul 09.30 WIB dan akan dievaluasi hingga siang hari. Jika terjadi lonjakan kendaraan menuju Jakarta, skema akan diperluas menjadi bagian dari one way nasional tahap dua, yakni dari KM 169 hingga KM 70.Selain rekayasa lalu lintas, Korlantas juga menindak tegas kendaraan angkutan barang sumbu tiga atau lebih yang masih melintas. Kendaraan tersebut diminta putar balik, khususnya di wilayah Tol Pejagan.Kebijakan ini merupakan tindak lanjut pembatasan operasional angkutan barang selama periode Lebaran guna menjaga kelancaran arus mudik dan balik. Korlantas mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut.Pembatasan operasional angkutan barang sendiri telah diberlakukan sejak 13 hingga 29 Maret 2026 oleh Korlantas bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan puncak arus balik pertama telah terlewati pada Selasa (24/3). Hingga Rabu siang, tercatat sekitar 2,04 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta.Meski demikian, sekitar 500 ribu pemudik masih berada di kampung halaman. Kepolisian pun diminta tetap siaga mengantisipasi lonjakan arus balik kedua dalam beberapa hari ke depan.
Lokal
| Jumat, 27 Maret 2026

Polisi Gadungan Culik Tiga Pelajar di Tangerang, Pelaku Ditangkap Warga
PIFA, Tangerang - Aksi kriminal yang melibatkan polisi gadungan terjadi di wilayah Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Tiga pelaku berhasil diamankan setelah menculik dan memeras tiga pelajar dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian.Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku berinisial LE (28), LA alias AL (38), dan AP alias R (38) saat ini telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.“Para pelaku melakukan intimidasi dengan mengaku sebagai anggota polisi, bahkan menggunakan atribut seperti borgol dan pakaian menyerupai aparat untuk meyakinkan korban,” ujar Jauhari, Kamis (26/3).Peristiwa bermula ketika para pelaku berniat mencari seseorang yang diduga terlibat peredaran narkotika sintetis. Namun, mereka justru menyasar pelajar sebagai korban.Tiga pelajar yang menjadi korban masing-masing berinisial V (16), FHR (16), dan FJR (15). Mereka dijemput paksa dengan tuduhan terlibat kasus narkoba.Para korban kemudian diborgol dan dipaksa masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan, mereka diintimidasi sambil dibawa berkeliling kota.Di dalam mobil, pelaku menghubungi orang tua korban dan meminta uang tebusan dengan dalih anak mereka terlibat kasus narkoba. Dalam salah satu kejadian, orang tua korban sempat mentransfer uang sebesar Rp100 ribu.Setelah permintaan uang tidak dipenuhi sepenuhnya, para korban akhirnya diturunkan di jalan dalam kondisi masih trauma.Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan sempat membawa mereka melintas di depan kantor polisi agar terlihat seolah-olah benar merupakan aparat penegak hukum.Aksi ini akhirnya terbongkar setelah keluarga korban bersama warga melakukan upaya pancingan. Saat pelaku datang ke lokasi yang telah disepakati, warga langsung mengamankan mereka dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa borgol, pakaian menyerupai atribut polisi, tanda pengenal, satu unit mobil, serta telepon genggam yang digunakan dalam aksi tersebut.Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 482 dan/atau Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemerasan dan pengancaman, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai aparat.“Kami tegaskan, masyarakat berhak meminta identitas resmi jika ada yang mengaku anggota kepolisian. Segera laporkan jika menemukan hal mencurigakan,” tegas Jauhari.
Lokal
| Kamis, 26 Maret 2026

Pemudik Tersasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute GT Purwomartani di Google Maps
PIFA, Jogja - PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) mengambil langkah tegas dengan menghapus rute alternatif menuju Gerbang Tol (GT) Purwomartani dari aplikasi Google Maps. Kebijakan ini dilakukan setelah banyak pemudik tersasar ke area persawahan sejak Minggu (22/3).Humas PT JMJ, Rachmat Jesiman, mengatakan penghapusan rute tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari petugas di lapangan."Info dari teman-teman lapangan untuk jalur yang menuju Gerbang Purwomartani itu untuk Google Maps-nya sudah dihapus," ujar Rachmat saat ditemui di GT Purwomartani, Selasa (24/3) malam.Selain menghapus rute di aplikasi navigasi, pihak JMJ juga menambah jumlah petugas serta memasang rambu-rambu tambahan. Pengendara kini diarahkan untuk hanya menggunakan Jalan Yogya-Solo sebagai akses utama menuju GT Purwomartani."Harapannya tidak ada lagi yang tersasar," ucapnya.Di sisi lain, Rachmat memastikan bahwa hingga H+3 Lebaran 2026, tidak ada laporan kecelakaan di jalur fungsional Tol Yogyakarta-Solo.Keberadaan GT Purwomartani yang dibuka secara fungsional selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini justru sempat menimbulkan persoalan di lapangan. Banyak pemudik dilaporkan tersesat hingga masuk ke jalan persawahan di wilayah Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman.Berdasarkan pantauan, kendaraan terlihat melintasi jalan sempit di area sawah, tepatnya di sebelah timur RSI PDHI. Jalur tersebut mengarah ke Jalan Cangkringan, melewati kawasan permukiman hingga bawah konstruksi jalan menuju GT Purwomartani.Dari Jalan Cangkringan, pengendara masih harus menempuh beberapa ratus meter lagi untuk mencapai Jalan Solo sebagai akses utama menuju gerbang tol.Kondisi ini semakin padat menjelang sore hari, dengan ratusan hingga ribuan kendaraan terpantau melintas di jalur sawah sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, warga sekitar mengeluhkan debu yang beterbangan hingga harus menyiram halaman rumah mereka.Warga setempat menyebut fenomena pemudik tersasar ini telah terjadi sejak Minggu (22/3), sebelum akhirnya banyak dari mereka diarahkan kembali ke jalur utama menuju GT Purwomartani.
Lokal
| Rabu, 25 Maret 2026

Ledakan Petasan di Pekalongan Lukai 9 Orang, Polisi Selidiki Penyebab
PIFA, Pekalongan - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, tengah menyelidiki kasus ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu. Insiden tersebut mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka.Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, Setiyanto, mengatakan ledakan terjadi saat sejumlah remaja merakit petasan di dalam rumah menggunakan alat sederhana seperti palu dan obeng."Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah," katanya.Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sisa-sisa selongsong petasan, baik yang masih berisi serbuk maupun yang sudah kosong.Berdasarkan keterangan saksi, suara ledakan berasal dari sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari permukiman warga. Dampak ledakan tersebut cukup besar, hingga menyebabkan kaca rumah warga pecah serta merusak bagian atap dan genteng.Para korban mengalami luka bakar dan luka ringan di beberapa bagian tubuh. Mereka telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Bendan, Rumah Sakit Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.Polisi masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ledakan tersebut. Dari hasil sementara, bahan peledak yang digunakan diketahui dibeli secara daring."Berdasar keterangan saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut dibeli secara daring," katanya.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuat maupun menyalakan petasan, terutama yang memiliki daya ledak tinggi karena berisiko besar terhadap keselamatan."Kami mengajak masyarakat tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan," katanya.
Pekalongan
| Senin, 23 Maret 2026

Polisi Bongkar Produksi Petasan Berdaya Ledak Tinggi, 1 Pelaku Ditangkap
PIFA, Pamekasan - Aparat Kepolisian Resor Pamekasan mengungkap praktik produksi petasan berdaya ledak tinggi yang dilakukan sejumlah warga di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.Kapolres Pamekasan, Hendra Eko Triyulianto, menjelaskan pengungkapan ini merupakan hasil operasi yang dilakukan jajaran Polsek Larangan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah."Pengungkapan produksi petasan ini berkat operasi yang dilakukan Polsek Larangan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kemarin," kata Hendra saat merilis kasus tersebut, Sabtu.Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap satu pelaku berinisial D (18), warga Dusun Duwak Tinggi, Desa Blumbungan. Sementara 11 orang lainnya yang diduga terlibat berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran.Kapolres menuturkan, pengungkapan kasus ini bermula saat petugas melakukan patroli dan mendengar suara ledakan keras dari dalam rumah warga."Tim yang mendengar adanya ledakan tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara dan di sana terungkap bahwa ledakan tersebut terjadi di lokasi produksi petasan yang dilakukan oleh warga berinisial D ini," katanya.Dari lokasi, polisi menyita ratusan petasan siap pakai berbagai ukuran, mulai dari 3 hingga 12 cm, serta petasan renteng sepanjang 3 meter. Selain itu, ditemukan pula bahan peledak seperti 5 kilogram bubuk mesiu, belerang, serbuk arang, tepung kanji, dan 2 kilogram booster kelingking."Timbangan elektrik yang digunakan tersangka dan kawan-kawan membuat bom juga kami sita, berikut alat pembuat petasan dari kayu dan pipa besi, alat perekat, serta selongsong petasan," katanya.Barang bukti lain yang diamankan antara lain tiga unit telepon seluler, empat sepeda motor, serta plastik bahan balon udara. Saat ini, polisi juga berkoordinasi dengan Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan penanganan bahan peledak berjalan aman."Saat ini, kami berkoordinasi dengan tim Penjinak Bom Brimob Polda Jatim untuk penanganan material bahan peledak agar tetap aman," katanya.Terkait 11 pelaku lain yang melarikan diri, pihak kepolisian telah mengantongi identitas mereka dan meminta agar segera menyerahkan diri.Dalam catatan Polres Pamekasan, selama enam hari terakhir terdapat tujuh korban luka akibat petasan, yang mayoritas merupakan perakit. Salah satu kasus terjadi pada 15 Maret 2025 di Kecamatan Tlanakan, yang menyebabkan seorang warga mengalami patah kaki hingga harus diamputasi.Insiden lain terjadi pada 16 Maret 2026 di Kecamatan Pegantenan yang mengakibatkan lima orang mengalami luka bakar, serta pada 20 Maret 2026 seorang remaja mengalami luka berat akibat ledakan bahan petasan.Polisi mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi maupun menggunakan petasan berdaya ledak tinggi karena berbahaya dan dapat menimbulkan korban jiwa.
Pamekasan
| Senin, 23 Maret 2026

Mobil Pemudik Terjun ke Parit dan Terbakar di OKU Timur, Seluruh Penumpang Selamat
PIFA, OKU - Sebuah mobil pemudik mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke parit dan terbakar di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Sabtu pagi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Kapolres OKU Timur, Adik Listiyono, mengatakan kecelakaan bermula saat sebuah minibus Honda HR-V berwarna abu-abu melaju dari arah Palembang menuju Cempaka.Diduga pengemudi mengantuk, kendaraan kehilangan kendali hingga keluar jalur dan terjun ke parit di sisi jalan. Benturan keras terjadi saat mobil menghantam tungku masak milik warga di sekitar lokasi, yang kemudian memicu kebakaran akibat kebocoran bahan bakar."Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah kecelakaan terjadi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut," katanya.Petugas dari Polsek Cempaka bersama Unit Laka Satlantas Polres OKU Timur segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan kejadian.Aparat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan. Proses pemadaman dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran dan warga hingga api berhasil dipadamkan."Identitas korban saat ini masih dalam pendataan. Namun, kami pastikan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," tegasnya.Menurut Adik, kejadian ini menjadi peringatan bagi para pemudik agar tidak mengabaikan faktor kelelahan saat berkendara, terutama di tengah meningkatnya mobilitas selama arus mudik Lebaran."Kami terus meningkatkan edukasi keselamatan serta pengawasan di jalur mudik dalam rangka Operasi Ketupat Musi 2026 guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," ujarnya.
Jakarta
| Senin, 23 Maret 2026

Pabrik Plastik di Cengkareng Terbakar Diduga Akibat Petasan Remaja
PIFA, Cengkareng - Kebakaran melanda sebuah pabrik plastik di kawasan Cengkareng, tepatnya di Jalan Bojong Raya Nomor 26 RT 05/RW 04, Rawa Buaya, Jumat (20/3) dini hari WIB. Peristiwa ini diduga dipicu oleh aksi sekelompok remaja yang bermain petasan di sekitar lokasi.Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan sebanyak 17 unit armada dengan 85 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 03.24 WIB dan berhasil menjinakkan api sekitar pukul 05.10 WIB.Menurut keterangan sekuriti di lokasi, kebakaran bermula saat sejumlah remaja bermain petasan di sekitar area pabrik. Aksi tersebut sempat mendapat teguran dari petugas keamanan, namun tidak diindahkan."Para remaja tidak terima ditegur dan justru semakin intens menyalakan petasan di sekitar lokasi," ujar Syaiful.Diduga, salah satu petasan yang dinyalakan masuk ke dalam area pabrik plastik dan memicu kebakaran yang dengan cepat membesar.Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada bagian pabrik yang terbakar. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini.
Jakarta
| Jumat, 20 Maret 2026

Sejumlah Umat Muslim di Indonesia Lebaran Lebih Awal, Ini Daftar Daerahnya
PIFA, Jakarta - Sejumlah umat Muslim di Indonesia telah merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis (19/3/2026). Mereka bahkan sudah melaksanakan salat Id sejak pagi hari, meski pemerintah baru akan menetapkan 1 Syawal melalui sidang isbat sore ini di Kementerian Agama Republik Indonesia.Perayaan lebih awal ini umumnya dilakukan oleh kelompok tarekat atau komunitas yang menggunakan metode hisab maupun perhitungan tradisi masing-masing.Di berbagai daerah, pelaksanaan salat Id berjalan lancar dan khidmat dengan pengamanan aparat. Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di sejumlah kota seperti Makassar, Padang, dan Bima telah lebih dulu merayakan Lebaran dengan jumlah jemaah sekitar ratusan orang.Hal serupa juga terjadi di Negeri Hila, Maluku Tengah, di mana ribuan jemaah melaksanakan salat Id di Masjid Hasan Soleman. Penentuan 1 Syawal di wilayah ini dilakukan berdasarkan perhitungan kalender hijriah yang telah dijalankan secara turun-temurun.Di Tulungagung, sekitar 100 jemaah di Masjid Nur Muhammad Al Muhdlor juga menggelar salat Id lebih awal dengan pengamanan dari kepolisian. Sementara di Nagan Raya, ribuan pengikut Tarekat Syattariyah merayakan Idulfitri berdasarkan metode hisab bilangan lima yang telah digunakan selama ratusan tahun.Selain itu, ratusan jemaah Majelis Sabilun Nahdhah di Depok juga melaksanakan salat Id dengan pengawalan aparat. Di Jember, ribuan warga sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror turut merayakan Lebaran lebih awal, mengikuti penentuan awal puasa berdasarkan kitab salaf yang telah digunakan sejak lama.Meski terdapat perbedaan waktu perayaan, pelaksanaan ibadah di berbagai daerah tetap berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Jakarta
| Kamis, 19 Maret 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

DPRD Kalbar Gelar Paripurna LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2022
PIFA, Lokal - DPRD Kalbar menggelar Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalbar, Tahun Anggaran 2022, Senin (27/3/2023) pagi WIB. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur sekaligus membuka langsung rapat yang dihadiri anggota DPRD Kalbar. "Rapat kuorum dan resmi dibuka untuk mendengarkan LKPJ Gubernur Kalbar," kata Prabasa. Rapat tersebut juga dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Gubernur Sutarmidji mengatakan, pembangunan di Kalbar dilakukan berpedoman pada RPJMD Provinsi Kalbar Tahun 2018-2023. Tahun 2022, ada sejumlah capaian yang didapat. Yakni, Indeks Infrastruktur Kalbar meningkat 2,59 persen menjadi 69,59 persen atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 67 persen. Sementara jalan mantap Kalbar sudah mencapai 72,28 persen. “2022 lalu, kita mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Sutarmidji dalam sambutannya. Dari sisi ekonomi, perekonomian Kalbar juga tumbuh sebesar 5,07 persen. Selain itu, jumlah desa mandiri di Kalbar tahun 2022 juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 586 Desa Mandiri dari 2.046 yang ada. "Kemiskinan Kalbar juga mengalami penurunan dari sebelumnya 6,84 persen turun menjadi 6,81 persen," jelasnya. Di sisi lain, target pendapatan daerah yang sebelumnya ditargetkan Rp5,6 triliun lebih, realisasinya mencapai Rp6,1 triliun lebih. Sementara, realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD yang sebelumnya ditargetkan Rp2,8 triliun, meningkat menjadi Rp3,2 triliun. Kemudian, pendapatan transfer yang ditargetkan Rp2,7 triliun meningkat menjadi Rp2,8 triliun. Pendapatan lain-lain yang sah, yang sebelumnya ditargetkan Rp59,408 miliar realisasi turun menjadi Rp59,111 miliar. Gubernur Sutarmidji juga menyampaikan, belanja operasional yang ditargetkan Rp3,7 triliun, realisasinya mencapai Rp3,5 triliun. Sedangkan belanja modal sebesar Rp1,045 triliun, realisasinya Rp1,003 triliun. Belanja tak terduga yang ditargetkan sebesar Rp9,6 miliar terealisasi Rp465 juta. "Sementara belanja transfer yang dianggarkan Rp1,195 triliun dan realisasinya Rp1,179 triliun," kata Midji. (ap)
Pontianak
| Senin, 27 Maret 2023
Lokal

Kebakaran Lahan Dekat Pemukiman Serdam, Anak-anak Diungsikan
PIFA, Lokal - Kebakaran lahan terjadi di kawasan pemukiman warga di Komplek Fajar Asri, Dusun Bunga Raya, Desa Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (20/2/2023) sore. Akibat kejadian ini, sejumlah anak-anak terpaksa diungsikan. Warga khawatir asap yang muncul karena kebakaran lahan itu dapat membahayakan kesehatan anak-anak. "Ada yang sempat mengungsi. Karena di sini banyak anak-anak, bahkan ada yang berusia dua sampai lima bulanan," kata Ketua Komplek Fajar Asri, Eko, Senin (20/2/2023) malam. Menurut Eko, anak-anak yang diungsikan itu setidaknya dari tujuh kepala keluarga (KK). Sementara di kompleknya itu, terdapat 77 rumah yang sebagian besar sudah ditempati. "Mereka ada yang dibawa ke rumah nenek-kakeknya di kawasan Purnama, Pontianak dan di rumah sanak saudara yang jauh dari lokasi rawan kebakaran lahan," ujar Eko. Eko menceritakan, titik api di kawasan komplek itu muncul sejak pagi hari. Warga setempat sempat berupaya memadamkan titik api yang terbakar di dalam lahan gambut itu. Kendati demikian, upaya warga untuk mengatasi kebakaran itu terhambat peralatan. Sehingga mereka berinisiatif untuk memanggil pemadam kebakaran baik pemerintah maupun swasta. "Abu sama asap sudah masuk ke rumah. Kalau apinya memang belum sampai ke rumah. Terima kasih kepada Damkar yang membantu kami," ujarnya. Meskipun titik api dapat dipadamkan pada Senin (20/2/2023) sekitar pukul 20.00 WIB, namun kata Eko warganya tetap bersiaga menjaga agar titik api tak muncil kembali pada malam hari. "Saya tinggal di sini sudah lima tahun. Kebakaran lahan ini terjadi sudah empat kalinya," katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Kubu Raya, Sulistiono menerangkan, terpantau ada belasan titik api di Kabupaten Kubu Raya. Pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama stakeholder terkait, dalam hal ini kepolisian, relawan bahkan TNI untuk penanganan kebakaran lahan tersebut. "Karena luasnya Kubu Raya, jadi wilayah yang sulit terjangkau istilahnya kita lokalisir dulu. Sementara yang terjangkau sudah kami tanggulangi," ujarnya. (ap)
Kubu Raya
| Selasa, 21 Februari 2023
Lokal

Marak Manusia Silver di Kalbar, Rata-rata Anak di Bawah Umur
PIFA, Lokal - Manusia silver akhir-akhir ini marak ditemukan di sejumlah persimpangan jalan atau lampu merah yang berada di Kalimantan Barat (Kalbar). Mirisnya aksi ngemis itu mayoritas dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Melansir dari suarakalbar, beredar di media sosial Instagram sebuah video aksi pengamen manusia silver di perempatan lampu merah Jalan Mayor Alianyang-Adi Sucipto, Kubu Raya, Kalbar. Dalam video itu terlihat dua orang manusia silver laki-laki dan perempuan sedang ngamen. Keduanya tampak berkeliling dengan membawa sebuah kotak kardus dan berharap para pengguna jalan yang berhenti di lampu merah memberikan mereka uang. Namun yang menjadi perhatian, manusia silver tersebut dilakoni oleh anak-anak di bawah umur. Sebelumnya, SatPol PP diktahui telah sempat mengamankan sejumlah peminta-minta di perempatan jalan yang mengecat tubuhnya dengan warna emas ataupun silver. Mereka kebanyakan berasal dari luar Pontianak. Namun setelah penertiban dengan pendekatan persuasif, mereka kembali mengulangi aksi ngemis menjadi manusia silver. Sebagai informasi, dalam Perda Tibum dituliskan bahwa aktivitas meminta-minta atau berjualan di fasilitas umum termasuk di persimpangan jalan merupakan hal yang dilarang dalam perda tersebut. Manusia silver ini sama halnya dengan gelandangan atau pengamen lainnya yang dilarang untuk meminta-minta di fasilitas umum termasuk di persimpangan jalan. (ly)







