Lokal
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan Dorong Generasi Mendunia Melalui Pendidikan
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mengungkapkan harapannya agar anak-anak Kubu Raya dapat menjadi generasi mendunia dengan cara berpikir yang luas dan selalu menebarkan gagasan. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Peringatan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sungai Kakap yang diadakan di Halaman SMA Negeri 1 Sungai Kakap pada Minggu (26/11). Muda Mahendrawan menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menjadikan pendidikan sesuatu yang tidak hanya mengasah pikiran tetapi juga menjadikan kekuatan untuk menantang zaman. Dalam pidatonya, ia menyampaikan, "Tantangan kita hari ini adalah bagaimana menjadikan pendidikan itu sesuatu yang mendidik pikiran sekaligus menjadikan kekuatan menantang zaman." Peringatan ulang tahun PGRI menjadi momen refleksi bagi Bupati Muda Mahendrawan atas perjalanan panjang dan pelaksanaan tanggung jawab yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Ia menekankan pentingnya upaya untuk memastikan bahwa anak-anak didik benar-benar kokoh dan siap menghadapi perubahan zaman. Dalam konteks transformasi pendidikan, Bupati Muda Mahendrawan menekankan optimalkan peran guru sebagai pemberi solusi. "Bagaimana kita membuat semua pendidik, para guru ini, sekaligus menjadi bagian dari langkah-langkah untuk bisa memberikan solusi. Maka di situlah tantangan terberat kita hari ini," ucapnya. Bupati juga menyatakan bahwa keberhasilan setiap pemimpin dimulai dari anak-anak dan generasi muda. Oleh karena itu, ia memberikan perhatian penuh kepada pendidikan anak usia dini. "Setiap kegiatan di sekolah-sekolah saya selalu hadir. PAUD kita perjuangkan. Karena semua anak PAUD itu berimajinasi, punya teman banyak, percaya diri, dan itu semua akan berpengaruh kepada perkembangan mereka," katanya. (ad)
Kubu Raya
| Senin, 26 November 2023

Trending
Hadiri Pengkukuhan IKBM, Wabup Ketapang Sampaikan Pemda Dukung Adat dan Budaya
Ketapang
| Rabu, 9 Maret 2022

Perkosa 2 Sepupunya yang Masih Dibawah Umur, Pemuda Asal Pontianak Diamankan Polisi
Ketapang
| Selasa, 22 Februari 2022

Daftar Lomba di Pekan Gawai Dayak Kalbar ke-38
Pontianak
| Minggu, 19 Mei 2024

DPRD Kalbar Sahkan Tiga Perda, Wagub Beri Apresiasi
Pontianak
| Rabu, 29 Maret 2023

Tjhai Chui Mie Dilantik Sebagai Ketua Umum PSSI Kota Singkawang
Singkawang
| Rabu, 30 Maret 2022

DLH Keluarkan Gagasan Baru untuk Pelayanan Sampah di Kota Singkawang
Singkawang
| Sabtu, 5 Februari 2022

Bazar Ramadan Mujahidin Suguhkan Makanan Khas dari Berbagai Daerah di Kalbar
Pontianak
| Jumat, 24 Maret 2023

Wakil Bupati Kapuas Hulu Tutup Lomba Sampan Bidar Kecamatan Bunut Hilir
Kapuas Hulu
| Senin, 7 Februari 2022

Sutarmidji Hadiri Senam HUT ke-60 Partai Golkar di Landak, Paparkan Program Unggulan
Kalbar
| Senin, 18 November 2024

Indahnya Toleransi, Umat Islam Turut Bantu Persiapan Natal di Gereja Katerdal Santo Yosef Pontianak
Pontianak
| Senin, 23 Desember 2024

Berita Terbaru
Lokal

Dari Mahasiswa Jadi Pengusaha, Agen Lion Parcel di Pontianak Raup Puluhan Juta Per Bulan
Pontianak, 20 Juli 2026 - Di tengah momentum bonus demografi, semakin banyak generasi muda mulai melihat kewirausahaan sebagai salah satu pilihan untuk membangun karier dan sumber pendapatan. Industri logistik pun menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang tersebut seiring meningkatnya kebutuhan layanan pengiriman di era perdagangan digital.Peluang inilah yang dilihat oleh Yoel Abraham (23), mitra agen Lion Parcel di Pontianak. Berbekal keinginan untuk membangun usaha sejak masih duduk di bangku kuliah dan industri logistik yang dilihat menjanjikan, Yoel memulai bisnis agen Lion Parcel tiga tahun lalu. Kini, usahanya terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat Pontianak akan layanan pengiriman yang cepat dan andal.“Saat masih kuliah, saya cari peluang bisnis yang modalnya gak terlalu besar, dan Lion Parcel jadi pilihan karena biaya pendaftaran agennya terjangkau. Saya juga melihat keunggulan Lion Parcel dari sisi jaringan pengirimannya yang luas dan didukung penerbangan Lion Group, sehingga kirimannya cepat. Ini sangat relevan dengan kebutuhan di Pontianak yang banyak mengirim makanan khas seperti kue lapis, kue bingke, lempok durian, dan hekeng yang membutuhkan layanan pengiriman cepat agar produk sampai dengan aman,” ujar Yoel.Menjalankan bisnis di tengah kesibukan kuliah tentu bukan tanpa tantangan. Pada awal merintis usahanya, Yoel harus pandai membagi waktu antara perkuliahan dan mengelola operasional agen. Tak hanya itu, sebagai mahasiswa dengan latar belakang pendidikan Bahasa Inggris, ia juga harus mempelajari seluk-beluk industri logistik dari nol.“Saya benar-benar belajar logistik dari nol. Untungnya, tim Lion Parcel sangat membantu dan membimbing saya sejak awal. Bahkan sampai sekarang, kalau ada kendala pun selalu dibantu sampai tuntas," jelas Yoel.Berkat ketekunannya dalam membangun usaha, bisnis agen Lion Parcel yang dijalankan Yoel terus berkembang hingga kini meraih omset puluhan juta per bulan. Setelah lulus kuliah, ia pun semakin fokus mengembangkan usahanya dengan aktif memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Upaya tersebut membuahkan hasil, ditandai dengan bertambahnya pelanggan serta banyaknya testimoni positif mengenai layanan Lion Parcel, terutama karena pengiriman yang dinilai cepat, bahkan kerap tiba lebih awal dari estimasi."Saya bersyukur memutuskan untuk memulai bisnis ini sejak masih kuliah. Selain bisa mendapatkan penghasilan, saya juga memperoleh banyak pengalaman berharga dalam menjalankan usaha dan menghadapi berbagai tantangan. Semoga ke depannya bisnis ini bisa terus berkembang dan menjadi motivasi bagi anak muda lainnya untuk tidak ragu memulai usaha," tutup Yoel.Kisah Yoel menunjukkan bagaimana generasi muda dapat memanfaatkan peluang di industri logistik, akan tetapi kesempatan membangun bisnis bersama Lion Parcel juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Hal ini tercermin dari perjalanan Suwandy (47), mitra agen Lion Parcel di Pontianak. Berawal dari pandemi COVID-19 yang berdampak pada penurunan omzet usaha sebelumnya, Suwandy mulai mencari alternatif bisnis yang memiliki prospek menjanjikan hingga akhirnya memilih menjadi agen Lion Parcel.“Dulu saya tertarik jadi agen Lion Parcel karena daftarnya mudah dan biayanya juga terjangkau. Selain itu, pertimbangan saya karena jangkauan pengirimannya luas, bisa kirim dari Pontianak ke seluruh wilayah Indonesia. Pelanggan juga banyak memberikan respons positif sehingga banyak yang repeat order dan menjadi pelanggan tetap. Saat ini, agen saya bisa memproses ratusan paket per hari,” ujar Suwandy. Kini, Suwandy banyak melayani pelanggan korporasi, didukung oleh lokasi agennya yang berada di kawasan pertokoan di Pontianak. Menurutnya, kepercayaan pelanggan dibangun melalui pelayanan yang responsif dan sepenuh hati. Berkat komitmen tersebut, bisnis agen Lion Parcel yang dijalankannya terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan yang stabil. Keberhasilan para mitra agen tersebut mencerminkan komitmen Lion Parcel dalam menghadirkan peluang usaha yang mudah diakses oleh masyarakat. Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika, mengatakan bahwa Lion Parcel melihat semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tidak hanya ingin mencari pekerjaan, tetapi juga membangun usaha sendiri. Menurutnya, industri logistik menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang tersebut seiring pertumbuhan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat."Kami percaya peluang membangun usaha seharusnya dapat diakses oleh siapa saja. Karena itu, kemitraan agen Lion Parcel dirancang agar mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, dengan investasi mulai dari Rp10 juta serta didukung proses pendaftaran yang mudah. Lebih dari itu, kami berkomitmen mendampingi setiap mitra sejak awal melalui pelatihan dan berbagai program pengembangan berkelanjutan agar mereka tidak hanya memulai bisnis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh bersama Lion Parcel," ujar Febri.Kisah Yoel dan Suwandy menunjukkan bahwa peluang membangun usaha dapat hadir bagi siapa saja, mulai dari generasi muda yang ingin merintis bisnis sejak dini hingga pelaku usaha yang ingin mengembangkan sumber pendapatan baru. Melalui kemitraan agen, Lion Parcel akan terus mendukung lahirnya lebih banyak wirausaha baru sekaligus menghadirkan layanan logistik yang semakin dekat dengan masyarakat.Untuk pendaftaran agen, kunjungi lionparcel.com/agen.
Lokal
| Senin, 20 Juli 2026
Lokal

Rapat DPRD Riau Berujung Baku Hantam, Partai Golkar Sampaikan Permintaan Maaf
Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau diwarnai kericuhan hingga berujung aksi saling lempar dan baku hantam antaranggota dewan, Kamis (16/7). Keributan terjadi usai rapat sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden bermula dari adu mulut antara kubu Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan yang sama-sama berasal dari Fraksi Partai Golkar. Seorang saksi mata mengatakan cekcok berlangsung secara tiba-tiba sebelum berubah menjadi aksi saling serang. "Cekcok antara kubu Pak Parisman sama Pak Indra Gunawan Eet. Memang, tadi itu tiba-tiba dan langsung cekcok," ujar saksi. Menurutnya, suasana memanas setelah rapat Banggar selesai. Beberapa benda sempat dilempar dan terjadi aksi saling dorong hingga upaya pemukulan. "Ribut sejak rapat Banggar, ya sama-sama Fraksi Golkar kan. Ada yang kena lempar, ada mau kena pukul," katanya. Ketua DPRD Riau Kedersimanto memastikan situasi telah kembali kondusif. Ia menyebut keributan dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua pihak. Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengecam keras tindakan kedua kader partainya. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan yang memalukan. "Memalukan!!!," kata Doli, Jumat (17/7). Doli mengingatkan bahwa anggota legislatif seharusnya memberikan teladan kepada masyarakat dan menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog, bukan kekerasan. "Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa kasih contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik," ujarnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Doli mengatakan keributan diduga bermula ketika Indra Gunawan atau Indra Eet memojokkan Parisman Ikhwan dalam rapat pembahasan anggaran, sehingga memicu emosi. "Saya sudah check, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal, rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi," katanya. Doli juga menyayangkan insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas. Menurutnya, sesama kader Partai Golkar seharusnya menjaga soliditas dan nama baik partai. Ia berharap pimpinan Partai Golkar di Riau segera memanggil kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak berkepanjangan. Sebagai penutup, Doli menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Riau, atas insiden yang terjadi. "Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut," katanya.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026
Lokal

Polisi Ungkap Motif Anak Angkat Bunuh Ayah di Nganjuk, Diduga karena Hubungan Tak Direstui
Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan pria berinisial GT atau Gatot Tri Wahyu (52) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Korban diduga dibunuh oleh anak perempuan angkatnya, DM (19), bersama kekasihnya, NJ (28), lalu jasadnya dikuburkan di pekarangan rumah korban. Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan mengatakan DM nekat menghabisi nyawa ayah angkatnya karena sakit hati dan tidak mendapat restu menjalin hubungan dengan sang kekasih. "Korban mengaku mendapat pola asuh keras, baik secara fisik dan verbal dari sang ayah. Emosi itu semakin memuncak, ketika mengetahui bahwa DM adalah anak angkat," kata Didid, Jumat (17/7). Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menyebut pembunuhan tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya. "Ini adalah pembunuhan berencana. Jadi, sebelum mengeksekusi sudah direncanakan," ujar Sukaca. Menurutnya, DM merupakan otak utama di balik aksi tersebut. Rencana pembunuhan mulai disusun sejak Sabtu (11/7). "Yang punya ide, inisiatif, merencanakan, tersangka DM sehingga otaknya tersangka DM," katanya. Polisi menjelaskan eksekusi dilakukan pada Senin (13/7) sore di rumah korban. Aksi bermula ketika korban dibekap dan dijegal hingga terjatuh. Saat korban tidak berdaya, DM diduga memukul kepala korban menggunakan palu sebanyak tiga kali, sementara NJ memegang kaki korban. Setelah itu, DM diduga menusuk perut dan menyayat leher korban hingga meninggal dunia. Jasad korban kemudian dipindahkan dan dikuburkan di samping rumah. Keberadaan jasad Gatot baru terungkap pada Rabu (15/7), ketika warga bersama perangkat desa mencari korban yang beberapa hari tidak terlihat. Jasad ditemukan terkubur di bawah gundukan tanah di pekarangan rumahnya. Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi menangkap kedua tersangka di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (16/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain cangkul, sepeda motor, telepon genggam, pakaian milik tersangka, terpal, pakaian korban, serta beberapa utas tali. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolres Nganjuk. Mereka dijerat Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan Dorong Generasi Mendunia Melalui Pendidikan
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mengungkapkan harapannya agar anak-anak Kubu Raya dapat menjadi generasi mendunia dengan cara berpikir yang luas dan selalu menebarkan gagasan. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Peringatan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sungai Kakap yang diadakan di Halaman SMA Negeri 1 Sungai Kakap pada Minggu (26/11). Muda Mahendrawan menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menjadikan pendidikan sesuatu yang tidak hanya mengasah pikiran tetapi juga menjadikan kekuatan untuk menantang zaman. Dalam pidatonya, ia menyampaikan, "Tantangan kita hari ini adalah bagaimana menjadikan pendidikan itu sesuatu yang mendidik pikiran sekaligus menjadikan kekuatan menantang zaman." Peringatan ulang tahun PGRI menjadi momen refleksi bagi Bupati Muda Mahendrawan atas perjalanan panjang dan pelaksanaan tanggung jawab yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Ia menekankan pentingnya upaya untuk memastikan bahwa anak-anak didik benar-benar kokoh dan siap menghadapi perubahan zaman. Dalam konteks transformasi pendidikan, Bupati Muda Mahendrawan menekankan optimalkan peran guru sebagai pemberi solusi. "Bagaimana kita membuat semua pendidik, para guru ini, sekaligus menjadi bagian dari langkah-langkah untuk bisa memberikan solusi. Maka di situlah tantangan terberat kita hari ini," ucapnya. Bupati juga menyatakan bahwa keberhasilan setiap pemimpin dimulai dari anak-anak dan generasi muda. Oleh karena itu, ia memberikan perhatian penuh kepada pendidikan anak usia dini. "Setiap kegiatan di sekolah-sekolah saya selalu hadir. PAUD kita perjuangkan. Karena semua anak PAUD itu berimajinasi, punya teman banyak, percaya diri, dan itu semua akan berpengaruh kepada perkembangan mereka," katanya. (ad)
Kubu Raya
| Senin, 26 November 2023
Lokal

Hadiri Pengkukuhan IKBM, Wabup Ketapang Sampaikan Pemda Dukung Adat dan Budaya
Berita Ketapang, PIFA - Wakil Bupati sekaligus juga sebagai Ketua Dewan Majelis Kehormatan IKBM Kabupaten Ketapang, H. Farhan, SE.,M.Si., menghadiri Pengukuhan Pengurus Keluarga Besar Madura (IKBM) Kabupaten Ketapang periode 2021-2026 dan juga melantik Pengurus Anak Cabang IKBM se-Kabupaten Ketapang, Selasa (08/03/2022) bertempat di Nevada Hotel Ketapang. Wabup dalam kesempatan tersebut berharap dengan dikukuhkan kepengurusan IKBM Ketapang para pengurus dapat menjalankan roda organisasi dengan baik sampai akhir masa kepengurusan di tahun 2026. "Pengurus yang baru juga harus dapat menjaga kekompakan dan keharmonisan di internal IKBM Kabupaten Ketapang," pinta Beliau Selain itu Beliau juga minta kepada pengurus IKBM untuk selalu menjaga kerukunan, keharmonisan dan toleransi antar suku dan umat beragama serta bekerjasama dengan pemerintah guna membantu meningkatkan percepatan pembangunan sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang. "Saya yakin kepengurusan yang baru dengan penuh semangat mampu mengemban tugas dan tanggung jawab agar keluarga besar Madura di Kabupaten Ketapang semakin kompak, maju dan berkembang," tegas Beliau. "Perlu saya sampaikan juga bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendorong memberdayakan potensi adat dan budaya agar tetap lestari dan terus berkembang di Kabupaten Ketapang yang kita cintai ini," pungkas Beliau. (rs)
Ketapang
| Rabu, 9 Maret 2022
Lokal

Perkosa 2 Sepupunya yang Masih Dibawah Umur, Pemuda Asal Pontianak Diamankan Polisi
Berita Pontianak, PIFA - Seorang pemuda di Pontianak berinisial DM (20) melakukan pemerkosaan kepada 2 sepupunya yang masih dibawah umur. Atas tindakan bejatnya tersebut pelaku diamankan tim Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak. Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Indra Asrianto menyampaikan bahwa kasus ini terkuak saat bibi korban mengetahui bahwa 2 keponakannya yang berusia 15 tahun diperkosa oleh pelaku pada beberapa hari lalu. Atas hal tersebut, bibi korban langsung membuat laporan ke Polresta Pontianak. Berdasarkan laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. "Tersangka diamankan di wilayah Pontianak Utara, Kota Pontianak tanpa perlawanan pada minggu 20 Februari 2022," ujarnya, senin (21/02/2022). Dari hasil pemeriksaan, dikatakan Kompol Indra modus dari pelaku melakukan pemerkosaan itu dengan bermodal bujuk rayu, dan memaksa para korbannya. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Pasal 81 dan atau Pasal 82, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. (ja)
Ketapang
| Selasa, 22 Februari 2022
Feeds
Dari Mahasiswa Jadi Pengusaha, Agen Lion Parcel di Pontianak Raup Puluhan Juta Per Bulan
Pontianak, 20 Juli 2026 - Di tengah momentum bonus demografi, semakin banyak generasi muda mulai melihat kewirausahaan sebagai salah satu pilihan untuk membangun karier dan sumber pendapatan. Industri logistik pun menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang tersebut seiring meningkatnya kebutuhan layanan pengiriman di era perdagangan digital.Peluang inilah yang dilihat oleh Yoel Abraham (23), mitra agen Lion Parcel di Pontianak. Berbekal keinginan untuk membangun usaha sejak masih duduk di bangku kuliah dan industri logistik yang dilihat menjanjikan, Yoel memulai bisnis agen Lion Parcel tiga tahun lalu. Kini, usahanya terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat Pontianak akan layanan pengiriman yang cepat dan andal.“Saat masih kuliah, saya cari peluang bisnis yang modalnya gak terlalu besar, dan Lion Parcel jadi pilihan karena biaya pendaftaran agennya terjangkau. Saya juga melihat keunggulan Lion Parcel dari sisi jaringan pengirimannya yang luas dan didukung penerbangan Lion Group, sehingga kirimannya cepat. Ini sangat relevan dengan kebutuhan di Pontianak yang banyak mengirim makanan khas seperti kue lapis, kue bingke, lempok durian, dan hekeng yang membutuhkan layanan pengiriman cepat agar produk sampai dengan aman,” ujar Yoel.Menjalankan bisnis di tengah kesibukan kuliah tentu bukan tanpa tantangan. Pada awal merintis usahanya, Yoel harus pandai membagi waktu antara perkuliahan dan mengelola operasional agen. Tak hanya itu, sebagai mahasiswa dengan latar belakang pendidikan Bahasa Inggris, ia juga harus mempelajari seluk-beluk industri logistik dari nol.“Saya benar-benar belajar logistik dari nol. Untungnya, tim Lion Parcel sangat membantu dan membimbing saya sejak awal. Bahkan sampai sekarang, kalau ada kendala pun selalu dibantu sampai tuntas," jelas Yoel.Berkat ketekunannya dalam membangun usaha, bisnis agen Lion Parcel yang dijalankan Yoel terus berkembang hingga kini meraih omset puluhan juta per bulan. Setelah lulus kuliah, ia pun semakin fokus mengembangkan usahanya dengan aktif memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Upaya tersebut membuahkan hasil, ditandai dengan bertambahnya pelanggan serta banyaknya testimoni positif mengenai layanan Lion Parcel, terutama karena pengiriman yang dinilai cepat, bahkan kerap tiba lebih awal dari estimasi."Saya bersyukur memutuskan untuk memulai bisnis ini sejak masih kuliah. Selain bisa mendapatkan penghasilan, saya juga memperoleh banyak pengalaman berharga dalam menjalankan usaha dan menghadapi berbagai tantangan. Semoga ke depannya bisnis ini bisa terus berkembang dan menjadi motivasi bagi anak muda lainnya untuk tidak ragu memulai usaha," tutup Yoel.Kisah Yoel menunjukkan bagaimana generasi muda dapat memanfaatkan peluang di industri logistik, akan tetapi kesempatan membangun bisnis bersama Lion Parcel juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Hal ini tercermin dari perjalanan Suwandy (47), mitra agen Lion Parcel di Pontianak. Berawal dari pandemi COVID-19 yang berdampak pada penurunan omzet usaha sebelumnya, Suwandy mulai mencari alternatif bisnis yang memiliki prospek menjanjikan hingga akhirnya memilih menjadi agen Lion Parcel.“Dulu saya tertarik jadi agen Lion Parcel karena daftarnya mudah dan biayanya juga terjangkau. Selain itu, pertimbangan saya karena jangkauan pengirimannya luas, bisa kirim dari Pontianak ke seluruh wilayah Indonesia. Pelanggan juga banyak memberikan respons positif sehingga banyak yang repeat order dan menjadi pelanggan tetap. Saat ini, agen saya bisa memproses ratusan paket per hari,” ujar Suwandy. Kini, Suwandy banyak melayani pelanggan korporasi, didukung oleh lokasi agennya yang berada di kawasan pertokoan di Pontianak. Menurutnya, kepercayaan pelanggan dibangun melalui pelayanan yang responsif dan sepenuh hati. Berkat komitmen tersebut, bisnis agen Lion Parcel yang dijalankannya terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan yang stabil. Keberhasilan para mitra agen tersebut mencerminkan komitmen Lion Parcel dalam menghadirkan peluang usaha yang mudah diakses oleh masyarakat. Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika, mengatakan bahwa Lion Parcel melihat semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tidak hanya ingin mencari pekerjaan, tetapi juga membangun usaha sendiri. Menurutnya, industri logistik menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang tersebut seiring pertumbuhan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat."Kami percaya peluang membangun usaha seharusnya dapat diakses oleh siapa saja. Karena itu, kemitraan agen Lion Parcel dirancang agar mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, dengan investasi mulai dari Rp10 juta serta didukung proses pendaftaran yang mudah. Lebih dari itu, kami berkomitmen mendampingi setiap mitra sejak awal melalui pelatihan dan berbagai program pengembangan berkelanjutan agar mereka tidak hanya memulai bisnis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh bersama Lion Parcel," ujar Febri.Kisah Yoel dan Suwandy menunjukkan bahwa peluang membangun usaha dapat hadir bagi siapa saja, mulai dari generasi muda yang ingin merintis bisnis sejak dini hingga pelaku usaha yang ingin mengembangkan sumber pendapatan baru. Melalui kemitraan agen, Lion Parcel akan terus mendukung lahirnya lebih banyak wirausaha baru sekaligus menghadirkan layanan logistik yang semakin dekat dengan masyarakat.Untuk pendaftaran agen, kunjungi lionparcel.com/agen.
Lokal
| Senin, 20 Juli 2026

Rapat DPRD Riau Berujung Baku Hantam, Partai Golkar Sampaikan Permintaan Maaf
Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau diwarnai kericuhan hingga berujung aksi saling lempar dan baku hantam antaranggota dewan, Kamis (16/7). Keributan terjadi usai rapat sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden bermula dari adu mulut antara kubu Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan yang sama-sama berasal dari Fraksi Partai Golkar. Seorang saksi mata mengatakan cekcok berlangsung secara tiba-tiba sebelum berubah menjadi aksi saling serang. "Cekcok antara kubu Pak Parisman sama Pak Indra Gunawan Eet. Memang, tadi itu tiba-tiba dan langsung cekcok," ujar saksi. Menurutnya, suasana memanas setelah rapat Banggar selesai. Beberapa benda sempat dilempar dan terjadi aksi saling dorong hingga upaya pemukulan. "Ribut sejak rapat Banggar, ya sama-sama Fraksi Golkar kan. Ada yang kena lempar, ada mau kena pukul," katanya. Ketua DPRD Riau Kedersimanto memastikan situasi telah kembali kondusif. Ia menyebut keributan dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua pihak. Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengecam keras tindakan kedua kader partainya. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan yang memalukan. "Memalukan!!!," kata Doli, Jumat (17/7). Doli mengingatkan bahwa anggota legislatif seharusnya memberikan teladan kepada masyarakat dan menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog, bukan kekerasan. "Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa kasih contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik," ujarnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Doli mengatakan keributan diduga bermula ketika Indra Gunawan atau Indra Eet memojokkan Parisman Ikhwan dalam rapat pembahasan anggaran, sehingga memicu emosi. "Saya sudah check, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal, rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi," katanya. Doli juga menyayangkan insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas. Menurutnya, sesama kader Partai Golkar seharusnya menjaga soliditas dan nama baik partai. Ia berharap pimpinan Partai Golkar di Riau segera memanggil kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak berkepanjangan. Sebagai penutup, Doli menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Riau, atas insiden yang terjadi. "Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut," katanya.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Polisi Ungkap Motif Anak Angkat Bunuh Ayah di Nganjuk, Diduga karena Hubungan Tak Direstui
Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan pria berinisial GT atau Gatot Tri Wahyu (52) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Korban diduga dibunuh oleh anak perempuan angkatnya, DM (19), bersama kekasihnya, NJ (28), lalu jasadnya dikuburkan di pekarangan rumah korban. Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan mengatakan DM nekat menghabisi nyawa ayah angkatnya karena sakit hati dan tidak mendapat restu menjalin hubungan dengan sang kekasih. "Korban mengaku mendapat pola asuh keras, baik secara fisik dan verbal dari sang ayah. Emosi itu semakin memuncak, ketika mengetahui bahwa DM adalah anak angkat," kata Didid, Jumat (17/7). Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menyebut pembunuhan tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya. "Ini adalah pembunuhan berencana. Jadi, sebelum mengeksekusi sudah direncanakan," ujar Sukaca. Menurutnya, DM merupakan otak utama di balik aksi tersebut. Rencana pembunuhan mulai disusun sejak Sabtu (11/7). "Yang punya ide, inisiatif, merencanakan, tersangka DM sehingga otaknya tersangka DM," katanya. Polisi menjelaskan eksekusi dilakukan pada Senin (13/7) sore di rumah korban. Aksi bermula ketika korban dibekap dan dijegal hingga terjatuh. Saat korban tidak berdaya, DM diduga memukul kepala korban menggunakan palu sebanyak tiga kali, sementara NJ memegang kaki korban. Setelah itu, DM diduga menusuk perut dan menyayat leher korban hingga meninggal dunia. Jasad korban kemudian dipindahkan dan dikuburkan di samping rumah. Keberadaan jasad Gatot baru terungkap pada Rabu (15/7), ketika warga bersama perangkat desa mencari korban yang beberapa hari tidak terlihat. Jasad ditemukan terkubur di bawah gundukan tanah di pekarangan rumahnya. Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi menangkap kedua tersangka di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (16/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain cangkul, sepeda motor, telepon genggam, pakaian milik tersangka, terpal, pakaian korban, serta beberapa utas tali. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolres Nganjuk. Mereka dijerat Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Polisi Selidiki Insiden Delapan Siswi Tenggelam di Garut, Satu Meninggal Dunia
Polres Garut menyelidiki insiden tenggelamnya delapan siswi MTs Miftahul Ulum Cigedug saat berenang di kolam penampungan mata air di Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam peristiwa tersebut, satu siswi meninggal dunia, sedangkan tujuh lainnya berhasil diselamatkan. Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengatakan polisi telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, mulai dari memeriksa saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga memasang garis polisi di lokasi. "Sudah dilakukan pemeriksaan kepada saksi, olah TKP (tempat kejadian perkara), pemasangan police line," kata Adhi saat dihubungi, Jumat (17/7). Menurut Adhi, peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/7) siang setelah para siswi mengikuti kegiatan tadabur alam yang diselenggarakan sekolah. Usai kegiatan tersebut, delapan siswi memutuskan berenang di kolam penampungan mata air. "Setelah selesai kegiatan tadabur alam, para pelajar berenang," ujarnya. Dalam kejadian itu, seorang siswi bernama Siti Jamilah (14), siswa kelas IX asal Kecamatan Cigedug, dinyatakan meninggal dunia setelah tenggelam. Sementara tujuh siswi lainnya berhasil diselamatkan. "Tujuh pelajar lainnya dapat diselamatkan, sedangkan korban tenggelam dan dinyatakan meninggal dunia," kata Adhi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan dan tidak ditemukan unsur pidana. "Tidak ada (unsur pidana), murni kecelakaan," ujarnya. Adhi menambahkan, pihak keluarga korban juga tidak menghendaki kasus tersebut diproses secara hukum dan menganggap insiden itu sebagai musibah. "Pihak keluarga tidak mau melaporkan dan menganggap kejadian ini sebagai musibah atau takdir," katanya. Saat ini, polisi masih memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Air di kolam penampungan mata air juga telah dikosongkan untuk mencegah masyarakat memasuki area selama proses penanganan berlangsung.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Ustaz Ponpes di Sidoarjo Jadi Tersangka Dugaan Perkosa Santriwati 11 Tahun, Diduga Berulang Kali
Seorang pengurus sekaligus pengajar atau ustaz di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap seorang santriwati berusia 11 tahun. Pelaku berinisial UJF (30), warga Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sementara korban merupakan pelajar asal Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kasatres PPA-PPO Polresta Sidoarjo Kompol Rohmawati Lailah mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku memerintahkan korban untuk mengikuti kerja bakti membersihkan gudang di lingkungan pondok pesantren. Saat kegiatan berlangsung, pelaku meminta korban membersihkan gudang di lantai dua seorang diri. "Korban dipanggil oleh pelaku untuk bersih-bersih di gudang lantai 2 pondok. Lalu korban ke lantai 2 dan masuk ke dalam gudang untuk bersih-bersih. Kemudian pelaku datang dan tiba-tiba bilang kepada korban 'kamu mau tambah pinter ta?'," kata Rohmawati, Kamis (9/7/2026). Di ruangan tersebut, pelaku diduga melakukan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap korban. Polisi menyebut UJF juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. "Pelaku menyuruh korban untuk menuruti permintaannya dengan ancaman 'kamu jangan bilang siapa-siapa kalau tak giniin'," ujarnya. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut diduga dilakukan berulang kali, yakni sekitar tujuh kali sepanjang September hingga Desember 2025. Seluruh peristiwa disebut terjadi di ruangan yang sama di lantai dua gudang pondok pesantren. Polisi menduga pelaku memanfaatkan posisinya sebagai ustaz untuk melakukan tindak pidana tersebut. Motif sementara diduga karena pelaku menuruti hawa nafsunya terhadap korban. "Kami juga masih mendalami dugaan adanya intimidasi yang membuat korban takut menolak atau melaporkan perbuatan pelaku," kata Rohmawati. Kasus ini terungkap setelah korban akhirnya menceritakan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya kepada keluarga. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Sidoarjo pada 25 Maret 2026. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menangkap UJF di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa satu setel pakaian milik korban. "Setelah menerima laporan dari keluarga korban dan melakukan penyelidikan, pelaku berhasil kami amankan. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Polresta Sidoarjo untuk proses penyidikan lebih lanjut," tutur Rohmawati. Atas perbuatannya, UJF dijerat Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 473 ayat (4) KUHP serta Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Tragis, 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung Saat Hendak Bersihkan Sumur Bor PDAM
Tiga orang pekerja ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026). Ketiganya diduga tewas saat hendak melakukan pengecekan dan pembersihan sumur bor milik PDAM. Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh rekan kerja mereka sekitar pukul 10.20 WIB. "Betul (korban) 3 orang," kata Saut saat dikonfirmasi. Saut menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, para korban masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pengecekan sekaligus membersihkan sumur bor PDAM. "Korban mau cek dan pembersihan sumur bor PDAM masuk ke dalam gorong-gorong. Korban ditemukan sesama rekan mereka yang saat itu ada di TKP. Saat dievakuasi dari dalam gorong-gorong ketiganya sudah meninggal," ujarnya. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian ketiga pekerja tersebut. Dugaan awal belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi oleh tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut. "Tiga korban langsung dibawa oleh Inafis Polres ke RS Polri untuk identifikasi selanjutnya," tutur Saut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menewaskan tiga pekerja tersebut.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026
Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela
SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.
Lokal
| Senin, 22 Juni 2026

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas
GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan Dorong Generasi Mendunia Melalui Pendidikan
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mengungkapkan harapannya agar anak-anak Kubu Raya dapat menjadi generasi mendunia dengan cara berpikir yang luas dan selalu menebarkan gagasan. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Peringatan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sungai Kakap yang diadakan di Halaman SMA Negeri 1 Sungai Kakap pada Minggu (26/11). Muda Mahendrawan menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menjadikan pendidikan sesuatu yang tidak hanya mengasah pikiran tetapi juga menjadikan kekuatan untuk menantang zaman. Dalam pidatonya, ia menyampaikan, "Tantangan kita hari ini adalah bagaimana menjadikan pendidikan itu sesuatu yang mendidik pikiran sekaligus menjadikan kekuatan menantang zaman." Peringatan ulang tahun PGRI menjadi momen refleksi bagi Bupati Muda Mahendrawan atas perjalanan panjang dan pelaksanaan tanggung jawab yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Ia menekankan pentingnya upaya untuk memastikan bahwa anak-anak didik benar-benar kokoh dan siap menghadapi perubahan zaman. Dalam konteks transformasi pendidikan, Bupati Muda Mahendrawan menekankan optimalkan peran guru sebagai pemberi solusi. "Bagaimana kita membuat semua pendidik, para guru ini, sekaligus menjadi bagian dari langkah-langkah untuk bisa memberikan solusi. Maka di situlah tantangan terberat kita hari ini," ucapnya. Bupati juga menyatakan bahwa keberhasilan setiap pemimpin dimulai dari anak-anak dan generasi muda. Oleh karena itu, ia memberikan perhatian penuh kepada pendidikan anak usia dini. "Setiap kegiatan di sekolah-sekolah saya selalu hadir. PAUD kita perjuangkan. Karena semua anak PAUD itu berimajinasi, punya teman banyak, percaya diri, dan itu semua akan berpengaruh kepada perkembangan mereka," katanya. (ad)
Kubu Raya
| Senin, 26 November 2023
Lokal

Hadiri Pengkukuhan IKBM, Wabup Ketapang Sampaikan Pemda Dukung Adat dan Budaya
Berita Ketapang, PIFA - Wakil Bupati sekaligus juga sebagai Ketua Dewan Majelis Kehormatan IKBM Kabupaten Ketapang, H. Farhan, SE.,M.Si., menghadiri Pengukuhan Pengurus Keluarga Besar Madura (IKBM) Kabupaten Ketapang periode 2021-2026 dan juga melantik Pengurus Anak Cabang IKBM se-Kabupaten Ketapang, Selasa (08/03/2022) bertempat di Nevada Hotel Ketapang. Wabup dalam kesempatan tersebut berharap dengan dikukuhkan kepengurusan IKBM Ketapang para pengurus dapat menjalankan roda organisasi dengan baik sampai akhir masa kepengurusan di tahun 2026. "Pengurus yang baru juga harus dapat menjaga kekompakan dan keharmonisan di internal IKBM Kabupaten Ketapang," pinta Beliau Selain itu Beliau juga minta kepada pengurus IKBM untuk selalu menjaga kerukunan, keharmonisan dan toleransi antar suku dan umat beragama serta bekerjasama dengan pemerintah guna membantu meningkatkan percepatan pembangunan sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang. "Saya yakin kepengurusan yang baru dengan penuh semangat mampu mengemban tugas dan tanggung jawab agar keluarga besar Madura di Kabupaten Ketapang semakin kompak, maju dan berkembang," tegas Beliau. "Perlu saya sampaikan juga bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendorong memberdayakan potensi adat dan budaya agar tetap lestari dan terus berkembang di Kabupaten Ketapang yang kita cintai ini," pungkas Beliau. (rs)
Ketapang
| Rabu, 9 Maret 2022
Lokal

Perkosa 2 Sepupunya yang Masih Dibawah Umur, Pemuda Asal Pontianak Diamankan Polisi
Berita Pontianak, PIFA - Seorang pemuda di Pontianak berinisial DM (20) melakukan pemerkosaan kepada 2 sepupunya yang masih dibawah umur. Atas tindakan bejatnya tersebut pelaku diamankan tim Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak. Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Indra Asrianto menyampaikan bahwa kasus ini terkuak saat bibi korban mengetahui bahwa 2 keponakannya yang berusia 15 tahun diperkosa oleh pelaku pada beberapa hari lalu. Atas hal tersebut, bibi korban langsung membuat laporan ke Polresta Pontianak. Berdasarkan laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. "Tersangka diamankan di wilayah Pontianak Utara, Kota Pontianak tanpa perlawanan pada minggu 20 Februari 2022," ujarnya, senin (21/02/2022). Dari hasil pemeriksaan, dikatakan Kompol Indra modus dari pelaku melakukan pemerkosaan itu dengan bermodal bujuk rayu, dan memaksa para korbannya. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Pasal 81 dan atau Pasal 82, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. (ja)






