Lokal
IMATELKI Kalbar Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi ATLM dalm Diagnosis Tuberculosis
Berita PONTIANAK, PIFA - Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik Indonesia ( IMATELKI ) DPW Kalimantan Barat menyelenggarakan Seminar Nasional tema yang di usung "Peningkatan Kompetensi ATLM Dalam Diagnosis Tuberculosis". Acara tersebut sudah berlangsung di hotel Transera Jalan Gajah Mada Kota Pontianak Kalbar, Sabtu 4 Desember 2021. Seminar nasional ini diisi dengan keynote speaker dari ketua umum DPP Patelki Atna Permana, AMAK, S.Mk, M.Biomed, Ph.D. Materi pertama Wiyono, S.ST,MKM dengan tema Epidemiologi Tuberculosis. Pemateri kedua dr. Komalawati dengan tema Patogenesis Tuberculosis . Pemateri ketiga Ari Nuswantoro, S.Si., S.ST., M.Imun dengan tema Respon Imun Tubuh Terhadap Tuberculosis dan pemateri keempat Herlantoro, SKM, M.Kes dengan tema Pemeriksaan Terupdate Tuberculosis. Seminar nasional ini diadakan dengan tujuan menambah pemahaman mengenai Tuberculosi kepada mahasiswa yang mungkin belum didapatkan saat perkuliahan dan bagi yang sudah bekerja dapat mengupdate ilmu dan pemeriksaan laboratorium Tuberculosis. Acara ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Analis Kesehatan dan umum dari berbagai instansi dengan sebanyam 250 peserta. Seminar nasional ini mendapatkan sertifikat ber-SKP dari Patelki DPW Kalimantan Barat. Ketua Panitia Riska Alfianita mengaku, antusias dari peserta yang mengikuti seminar nasional ini sangat banyak. namun, kami harus tetap menjalankan prokes dan kami tidak melebihi kuota yang diberikan dari pihak Hotel Transera. "Peserta yang mengikuti seminar ini dari berbagai wilayah dan di ikuti oleh 14 DPC Patelki yang ada di wilayah Kalimantan Barat," kata Riska saat rilis diterima PIFA, 5/12/2021. Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan tuberculosis analis kesehatan adalah ujung tombak dalam menetapkan seseorang terserang tuberculosis maupun tidak. "Maka dari ini pemahaman dan pengetahuan dalam diagnosis tuberculosis sangat perlu dilakukan. Haparan dengan adanya seminar ini ilmu yang telah disampaikan oleh pemateri dapat di implementasikan dalam dunia kerja," jelasnya. Dalam paparannya Riska mengungkapkan, dengan adanya Seminar ini dapat menambah pengetahuan serta menjaga silaturahmi sesama ATLM yang ada di wilayah Kalimantan Barat. "Sebagai ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu terutama para panitia dan Patelki DPW Kalimantan Barat yang telah mendukung kami sehingga seminar ini bisa terlaksana, dan peserta dapat menambah ilmu baru yang didapatkan," ujarnya.
Kalbar
| Minggu, 5 Desember 2021

Trending
Melawi Peringkat 9 Cakupan Vaksin Se-Kalbar
Melawi
| Senin, 4 Oktober 2021

Pj Gubernur Kalbar Tegaskan Sanksi Disiplin untuk SMAN 1 Mempawah Terkait Lalai Pengisisan PDSS
Mempawah
| Jumat, 7 Februari 2025

Disporapar Kayong Utara Berikan Dukungan Kembangkan Desa-Desa Wisata
Kayong Utara
| Senin, 1 November 2021

Setelah Dapat Laporan, Kapolsek Mempawah Timur Beserta Anggota Datangi Titik Api di Desa Antibar
Mempawah
| Jumat, 4 Februari 2022

Pemkab Landak Terima Opini WTP 8 Kali Berturut
Landak
| Kamis, 25 November 2021

Ribuan Milenial Singkawang, Bengkayang, dan Sambas Deklarasikan Dukungan untuk Sutarmidji-Didi Haryono di Pilgub Kalbar 2024
Kalbar
| Senin, 28 Oktober 2024

Bupati Kapuas Hulu: Pekan Gawai Dayak sebagai Warisan Budaya yang Berharga
Kapuas Hulu
| Rabu, 24 Juli 2024

Kejari Kapuas Hulu Tahan LS Atas Dugaan Korupsi Pembangunan Terminal Bunut Hilir
Kapuas Hulu
| Senin, 7 Februari 2022

Polisi Amankan Ratusan Miras Ilegal di Pontianak, Tiga Orang Ditangkap
Pontianak
| Jumat, 7 Maret 2025

Masih Jauh dari Target, Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kalbar Baru 15,5 persen
Tim Redaksi
| Senin, 30 Agustus 2021

Berita Terbaru
Lokal

Daftar Gunung di Sekitar Bandung dan Jalur Pendakiannya
PIFA, Bandung - Bandung dikelilingi pegunungan yang menjadi daya tarik wisata alam sekaligus destinasi pendakian. Berikut beberapa gunung populer di sekitar Bandung beserta jalur pendakiannya. 1. Gunung Tangkuban Perahu Gunung ini berada di utara Bandung dan terkenal dengan kawahnya. Aksesnya relatif mudah karena bisa dicapai kendaraan hingga area parkir dekat kawah. Untuk pendaki, tersedia jalur trekking ringan di sekitar kawasan kawah. 2. Gunung Burangrang Terletak di barat laut Bandung, gunung ini memiliki jalur pendakian populer melalui Legok Haji. Medannya cukup menantang dengan trek tanah dan akar pepohonan, cocok bagi pendaki yang ingin jalur lebih sepi. 3. Gunung Manglayang Berada di timur Bandung, Manglayang memiliki beberapa jalur, salah satunya melalui Batu Kuda di Cibiru. Jalurnya bervariasi, dari landai hingga menanjak cukup terjal mendekati puncak. 4. Gunung Patuha Terkenal dengan Kawah Putih di kawasan Ciwidey. Pendakian menuju puncaknya biasanya melalui jalur perkebunan teh, dengan pemandangan alam terbuka yang indah. Keberadaan gunung-gunung ini menjadikan Bandung bukan hanya kota wisata kuliner dan sejarah, tetapi juga surga bagi pecinta alam dan pendaki pemula hingga berpengalaman.
Bandung
| Selasa, 24 Februari 2026
Lokal

Situ, Danau, dan Waduk di Jawa Barat yang Punya Nilai Sejarah
PIFA, Bandung - Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan pegunungan dan budaya Sundanya, tetapi juga memiliki sejumlah situ, danau, dan waduk yang menyimpan nilai sejarah penting. Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan legenda, perjuangan, hingga proyek besar pembangunan nasional. Salah satu yang paling terkenal adalah Situ Patenggang. Danau ini lekat dengan legenda cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis, yang menjadi bagian dari cerita rakyat Sunda dan masih hidup hingga kini. Di kawasan timur Bandung terdapat Situ Ciburuy, yang diyakini memiliki kaitan dengan naskah kuno Sunda dan menjadi bagian dari sejarah penyebaran budaya di wilayah tersebut. Sementara itu, Waduk Jatiluhur memiliki nilai sejarah pembangunan modern Indonesia. Waduk ini dibangun pada era Presiden Soekarno dan menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam irigasi, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir. Keberadaan situ, danau, dan waduk ini menunjukkan bahwa bentang alam Jawa Barat tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan cerita yang membentuk identitas daerah hingga sekarang.
Bandung
| Sabtu, 21 Februari 2026
Lokal

Lembang dan Ciwidey: Dua Wajah Wisata Alam Bandung
PIFA, Lokal - Lembang dan Ciwidey dikenal sebagai dua kawasan wisata alam unggulan di sekitar Bandung. Meski sama-sama menawarkan udara sejuk dan panorama pegunungan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Di utara Bandung, Lembang identik dengan perbukitan hijau, kebun sayur, serta destinasi keluarga. Kawasan ini menawarkan pemandangan Gunung Tangkuban Perahu, hutan pinus, hingga berbagai tempat wisata edukatif dan kuliner. Aksesnya yang relatif dekat dari pusat kota membuat Lembang menjadi pilihan favorit wisata akhir pekan. Sementara itu, Ciwidey di selatan Bandung menawarkan lanskap yang lebih luas dengan hamparan kebun teh dan danau kawah. Ikon utamanya adalah Kawah Putih dengan air berwarna putih kehijauan yang eksotis. Suasana di Ciwidey cenderung lebih tenang dan alami, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati alam lebih dekat. Perbedaan karakter inilah yang menjadikan Lembang dan Ciwidey sebagai dua wajah wisata alam Bandung—satu dinamis dan ramai, satu lagi tenang dan romantis—namun sama-sama memikat.
Bandung
| Jumat, 20 Februari 2026
Berita Populer
Lokal

IMATELKI Kalbar Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi ATLM dalm Diagnosis Tuberculosis
Berita PONTIANAK, PIFA - Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik Indonesia ( IMATELKI ) DPW Kalimantan Barat menyelenggarakan Seminar Nasional tema yang di usung "Peningkatan Kompetensi ATLM Dalam Diagnosis Tuberculosis". Acara tersebut sudah berlangsung di hotel Transera Jalan Gajah Mada Kota Pontianak Kalbar, Sabtu 4 Desember 2021. Seminar nasional ini diisi dengan keynote speaker dari ketua umum DPP Patelki Atna Permana, AMAK, S.Mk, M.Biomed, Ph.D. Materi pertama Wiyono, S.ST,MKM dengan tema Epidemiologi Tuberculosis. Pemateri kedua dr. Komalawati dengan tema Patogenesis Tuberculosis . Pemateri ketiga Ari Nuswantoro, S.Si., S.ST., M.Imun dengan tema Respon Imun Tubuh Terhadap Tuberculosis dan pemateri keempat Herlantoro, SKM, M.Kes dengan tema Pemeriksaan Terupdate Tuberculosis. Seminar nasional ini diadakan dengan tujuan menambah pemahaman mengenai Tuberculosi kepada mahasiswa yang mungkin belum didapatkan saat perkuliahan dan bagi yang sudah bekerja dapat mengupdate ilmu dan pemeriksaan laboratorium Tuberculosis. Acara ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Analis Kesehatan dan umum dari berbagai instansi dengan sebanyam 250 peserta. Seminar nasional ini mendapatkan sertifikat ber-SKP dari Patelki DPW Kalimantan Barat. Ketua Panitia Riska Alfianita mengaku, antusias dari peserta yang mengikuti seminar nasional ini sangat banyak. namun, kami harus tetap menjalankan prokes dan kami tidak melebihi kuota yang diberikan dari pihak Hotel Transera. "Peserta yang mengikuti seminar ini dari berbagai wilayah dan di ikuti oleh 14 DPC Patelki yang ada di wilayah Kalimantan Barat," kata Riska saat rilis diterima PIFA, 5/12/2021. Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan tuberculosis analis kesehatan adalah ujung tombak dalam menetapkan seseorang terserang tuberculosis maupun tidak. "Maka dari ini pemahaman dan pengetahuan dalam diagnosis tuberculosis sangat perlu dilakukan. Haparan dengan adanya seminar ini ilmu yang telah disampaikan oleh pemateri dapat di implementasikan dalam dunia kerja," jelasnya. Dalam paparannya Riska mengungkapkan, dengan adanya Seminar ini dapat menambah pengetahuan serta menjaga silaturahmi sesama ATLM yang ada di wilayah Kalimantan Barat. "Sebagai ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu terutama para panitia dan Patelki DPW Kalimantan Barat yang telah mendukung kami sehingga seminar ini bisa terlaksana, dan peserta dapat menambah ilmu baru yang didapatkan," ujarnya.
Kalbar
| Minggu, 5 Desember 2021
Lokal

Melawi Peringkat 9 Cakupan Vaksin Se-Kalbar
Berita Melawi, Kalbar - Pifa, Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa dalam video conference bersama Gubernur Kalimantan Barat mengatakan per tanggal 2 Oktober 2021, Pemerintah Kabupaten Melawi berada peringkat 9 se-Kalimantan Barat dalam Cakupan Vaksinasi. Adapun cakupan dari vaksinasi itu meliputi 19,03 % untuk dosis pertama, dan 13,77 % untuk dosis kedua. Bupati juga mengatakan, untuk capaian vaksinasi yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Melawi mulai tanggal 1-2 Oktober 2021, sebanyak 4.499 orang. "Sedangkan pada tanggal 3 Oktober 2021 sebanyak 1.050 orang yang dilaksanakan di tiga titik lokasi di Kota Nanga Pinoh. "Sebagai laporan kepada Bapak Gubernur, Pemerintah Kabupaten Melawi telah melaksanakan vaksinasi kepada 2.161 orang pada tanggal 1 Oktober, 2.338 orang pada tanggal 2 Oktober. Dan pada hari ini kita melaksanakan sebanyak 1.050 vaksinasi di 3 titik lokasi di Kota Nanga Pinoh”, ungkapnya, Minggu (4/10/2021). Dalam kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang telah mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan vaksinasi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah. Ia mengatakan, saat ini pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 berjalan lancar karena jumlah vaksin yang cukup. Menurutnya, masalah yang dihadapi saat ini adalah kondisi banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Melawi sehingga pelaksanaan program vaksinasi di beberapa wilayah mengalami kendala. "Saat ini program vaksinasi di Kabupaten Melawi masih berjalan lancar. Animo masyarakat juga cukup tinggi. Alhamdulillah kondisi vaksin juga masih cukup" katanya. Ia berjanji, Pemkab Melawi akan mendorong Dinas Kesehatan untuk cepat menggunakan vaksin dan melaporkannya ke Provinsi dan Pemerintah Pusat sehingga distribusi vaksin juga dapat lancar. "Sehingga capaian vaksinasi di Kabupaten Melawi bisa terus meningkat”, harapnya.
Melawi
| Senin, 4 Oktober 2021
Lokal

Pj Gubernur Kalbar Tegaskan Sanksi Disiplin untuk SMAN 1 Mempawah Terkait Lalai Pengisisan PDSS
PIFA.CO.ID, LOKAL - Ratusan siswa SMAN 1 Mempawah Hilir, Kalimantan barat, yang sebelumnya tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 akibat kelalaian sekolah, akhirnya dapat mengikuti seleksi tersebut. Penjabat Gubernur Kalbar, Harisson, mengatakan bahwa, hasil koordinasi Kadis Dikbud Kalbar dengan Kemendikti Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) di Jakarta, menyetujui finalisasi data siswa SMAN 1 Mempawah Hilir yang dimasukan ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).Meski urusan tersebut telah terselesaikan, Harisson menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi disiplin terhadap sekolah, guru, atau operator yang terbukti lalai dalam proses tersebut."Saya akan tetap melakukan proses pemberian hukuman disiplin terhadap sekolah, guru, atau operator yang lalai dalam pengisian PDSS itu. Saya sudah meminta Sekda dan beberapa perangkat daerah lainnya untuk membentuk tim guna melakukan pemeriksaan. Nantinya, akan ada penjatuhan sanksi agar kejadian serupa tidak terulang tahun depan," ujar Harisson.Ia menjelaskan bahwa tim akan menilai tingkat pelanggaran atau kelalaian yang terjadi sebelum menentukan jenis sanksi yang akan diberikan."Hukuman disiplin terbagi menjadi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Jika pelanggarannya berat, sanksinya bisa berupa pencopotan atau pemberhentian. Jika ringan, bisa berupa teguran lisan atau teguran tertulis dari atasan. Yang jelas, sanksi ini akan berdampak pada karir pegawai negeri yang bersangkutan. Namun, apa boleh buat, karena ini merupakan kelalaian yang serius," tambahnya.Harisson berharap langkah tegas ini dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain agar lebih cermat dalam mengelola data akademik siswa, sehingga tidak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang.
Mempawah
| Jumat, 7 Februari 2025
Feeds
Daftar Gunung di Sekitar Bandung dan Jalur Pendakiannya
PIFA, Bandung - Bandung dikelilingi pegunungan yang menjadi daya tarik wisata alam sekaligus destinasi pendakian. Berikut beberapa gunung populer di sekitar Bandung beserta jalur pendakiannya. 1. Gunung Tangkuban Perahu Gunung ini berada di utara Bandung dan terkenal dengan kawahnya. Aksesnya relatif mudah karena bisa dicapai kendaraan hingga area parkir dekat kawah. Untuk pendaki, tersedia jalur trekking ringan di sekitar kawasan kawah. 2. Gunung Burangrang Terletak di barat laut Bandung, gunung ini memiliki jalur pendakian populer melalui Legok Haji. Medannya cukup menantang dengan trek tanah dan akar pepohonan, cocok bagi pendaki yang ingin jalur lebih sepi. 3. Gunung Manglayang Berada di timur Bandung, Manglayang memiliki beberapa jalur, salah satunya melalui Batu Kuda di Cibiru. Jalurnya bervariasi, dari landai hingga menanjak cukup terjal mendekati puncak. 4. Gunung Patuha Terkenal dengan Kawah Putih di kawasan Ciwidey. Pendakian menuju puncaknya biasanya melalui jalur perkebunan teh, dengan pemandangan alam terbuka yang indah. Keberadaan gunung-gunung ini menjadikan Bandung bukan hanya kota wisata kuliner dan sejarah, tetapi juga surga bagi pecinta alam dan pendaki pemula hingga berpengalaman.
Bandung
| Selasa, 24 Februari 2026

Situ, Danau, dan Waduk di Jawa Barat yang Punya Nilai Sejarah
PIFA, Bandung - Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan pegunungan dan budaya Sundanya, tetapi juga memiliki sejumlah situ, danau, dan waduk yang menyimpan nilai sejarah penting. Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan legenda, perjuangan, hingga proyek besar pembangunan nasional. Salah satu yang paling terkenal adalah Situ Patenggang. Danau ini lekat dengan legenda cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis, yang menjadi bagian dari cerita rakyat Sunda dan masih hidup hingga kini. Di kawasan timur Bandung terdapat Situ Ciburuy, yang diyakini memiliki kaitan dengan naskah kuno Sunda dan menjadi bagian dari sejarah penyebaran budaya di wilayah tersebut. Sementara itu, Waduk Jatiluhur memiliki nilai sejarah pembangunan modern Indonesia. Waduk ini dibangun pada era Presiden Soekarno dan menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam irigasi, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir. Keberadaan situ, danau, dan waduk ini menunjukkan bahwa bentang alam Jawa Barat tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan cerita yang membentuk identitas daerah hingga sekarang.
Bandung
| Sabtu, 21 Februari 2026

Lembang dan Ciwidey: Dua Wajah Wisata Alam Bandung
PIFA, Lokal - Lembang dan Ciwidey dikenal sebagai dua kawasan wisata alam unggulan di sekitar Bandung. Meski sama-sama menawarkan udara sejuk dan panorama pegunungan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Di utara Bandung, Lembang identik dengan perbukitan hijau, kebun sayur, serta destinasi keluarga. Kawasan ini menawarkan pemandangan Gunung Tangkuban Perahu, hutan pinus, hingga berbagai tempat wisata edukatif dan kuliner. Aksesnya yang relatif dekat dari pusat kota membuat Lembang menjadi pilihan favorit wisata akhir pekan. Sementara itu, Ciwidey di selatan Bandung menawarkan lanskap yang lebih luas dengan hamparan kebun teh dan danau kawah. Ikon utamanya adalah Kawah Putih dengan air berwarna putih kehijauan yang eksotis. Suasana di Ciwidey cenderung lebih tenang dan alami, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati alam lebih dekat. Perbedaan karakter inilah yang menjadikan Lembang dan Ciwidey sebagai dua wajah wisata alam Bandung—satu dinamis dan ramai, satu lagi tenang dan romantis—namun sama-sama memikat.
Bandung
| Jumat, 20 Februari 2026

Kawasan Dago dari Masa Kolonial hingga Destinasi Populer
PIFA, Lokal - Kawasan Dago merupakan salah satu wilayah paling ikonik di Bandung yang menyimpan jejak sejarah panjang sejak masa kolonial Hindia Belanda. Pada awal abad ke-20, Dago dikenal sebagai kawasan hunian elite bagi orang Eropa. Udara sejuk dan kontur perbukitan menjadikannya lokasi ideal untuk vila dan rumah peristirahatan. Nama Dago sendiri melekat pada Jalan Ir. H. Juanda yang menjadi poros utama kawasan ini. Pada masa kolonial, wilayah tersebut berkembang sebagai area pemukiman bergaya arsitektur Eropa dengan taman-taman luas dan suasana tenang. Memasuki era modern, Dago bertransformasi menjadi pusat gaya hidup. Deretan kafe, restoran, factory outlet, hingga hotel berdiri berdampingan dengan bangunan lama. Di bagian utara, kawasan Dago Atas menawarkan pemandangan kota Bandung dari ketinggian serta akses menuju area hutan dan taman wisata. Kini, Dago dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan maupun warga lokal. Perpaduan sejarah, alam, dan gaya hidup modern menjadikan kawasan ini tetap relevan dari masa kolonial hingga menjadi salah satu pusat aktivitas populer di Bandung.
Bandung
| Kamis, 19 Februari 2026

Fakta Unik Sungai Citarum, Sungai Terpanjang di Jawa Barat
PIFA, Lokal - Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat dengan panjang sekitar 270 kilometer. Alirannya berhulu di kawasan Gunung Wayang, Bandung Selatan, dan bermuara di Laut Jawa. Sejak dahulu, Citarum memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat Sunda. Salah satu fakta uniknya, Citarum menjadi penopang tiga waduk besar di Jawa Barat, yakni Waduk Saguling, Waduk Cirata, dan Waduk Jatiluhur. Ketiganya berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air, sumber irigasi, serta penyedia air baku bagi jutaan warga. Secara historis, daerah aliran Sungai Citarum juga diyakini menjadi salah satu pusat peradaban kuno di Tatar Sunda. Sejumlah temuan arkeologis menunjukkan kawasan ini telah dihuni sejak lama. Namun di balik perannya yang besar, Citarum pernah menghadapi persoalan pencemaran berat akibat limbah domestik dan industri. Berbagai program revitalisasi kemudian dilakukan untuk memulihkan kualitas air dan ekosistemnya. Hingga kini, Sungai Citarum tetap menjadi urat nadi Jawa Barat—bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas wilayah tersebut.
Bandung
| Kamis, 19 Februari 2026

Alasan Kawah Putih Selalu Jadi Ikon Wisata Jawa Barat
PIFA, Bandung - Kawah Putih menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jawa Barat. Terletak di kawasan Gunung Patuha, Ciwidey, kawah ini dikenal dengan airnya yang berwarna putih kehijauan serta lanskap berkabut yang menciptakan suasana eksotis. Salah satu alasan utama Kawah Putih selalu populer adalah keunikan warna airnya. Warna tersebut dapat berubah tergantung kadar belerang, suhu, dan kondisi cuaca. Fenomena ini membuat setiap kunjungan menghadirkan pengalaman visual yang berbeda. Selain itu, lokasinya yang berada di dataran tinggi menghadirkan udara sejuk dan panorama alam yang masih asri. Akses yang relatif mudah dari Bandung juga menjadi faktor pendukung tingginya jumlah wisatawan. Tak hanya wisata alam, Kawah Putih juga sering dijadikan lokasi fotografi, prewedding, hingga syuting film. Perpaduan keindahan alam, atmosfer dramatis, dan nilai historis menjadikannya simbol wisata Jawa Barat yang terus diminati hingga kini.
Bandung
| Rabu, 18 Februari 2026

Kota dan Kabupaten Penyangga Bandung Raya: Perannya Apa Saja?
PIFA, Lokal - Bandung Raya tidak hanya terdiri dari Kota Bandung, tetapi juga ditopang oleh sejumlah daerah di sekitarnya yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, permukiman, dan industri. Kota Cimahi dikenal sebagai kawasan militer dan industri. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung membuat Cimahi menjadi wilayah hunian sekaligus pusat kegiatan manufaktur dan jasa. Sementara itu, Kabupaten Bandung memiliki wilayah luas yang mencakup kawasan industri, pertanian, serta destinasi wisata seperti Ciwidey dan Rancaekek. Kabupaten ini berperan sebagai penopang kebutuhan pangan, tenaga kerja, hingga kawasan produksi. Di sisi barat, Kabupaten Bandung Barat berkembang sebagai kawasan wisata alam dan permukiman baru. Lembang dan Padalarang menjadi contoh wilayah yang mendorong sektor pariwisata sekaligus perumahan. Adapun Kabupaten Sumedang di bagian timur turut berkontribusi melalui pengembangan pendidikan dan infrastruktur, terutama sejak hadirnya jalan tol dan kawasan pendidikan tinggi. Keempat daerah ini saling terhubung dan membentuk ekosistem metropolitan Bandung Raya. Perannya tidak hanya sebagai penyangga, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan yang memperkuat posisi Bandung sebagai pusat ekonomi dan pendidikan di Jawa Barat.
Bandung
| Selasa, 24 Februari 2026

Anggota Brimob yang Aniaya Siswa Madrasah di Tual Dipecat Tidak Hormat
PIFA, Maluku - Majelis Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri resmi menjatuhkan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias Victoria Siahaya (MS). Sanksi tersebut dijatuhkan setelah yang bersangkutan dinyatakan terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian.Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, mengatakan Majelis Kode Etik menilai Bripda Mesias bersalah atas sejumlah pelanggaran serius.“Komisi Kode Etik Profesi Polri secara resmi menjatuhkan sanksi PTDH terhadap Bripda Mesias Victoria Siahaya setelah terbukti melanggar sejumlah ketentuan etik kepolisian,” ujar Dadang dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2).Dalam sidang tersebut, Majelis Kode Etik menghadirkan dan memeriksa 14 orang saksi, baik secara langsung maupun daring, termasuk saksi korban. Dari hasil pemeriksaan, Majelis menyimpulkan terduga pelanggar terbukti tidak menjaga kehormatan dan reputasi institusi, tidak menaati norma hukum, serta melakukan tindakan kekerasan dan perilaku tidak patut.Dadang menegaskan, pemberian sanksi PTDH merupakan wujud komitmen Polri untuk tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran kode etik dan aksi kekerasan yang dilakukan oleh anggota.Ia menambahkan, meski telah dijatuhi sanksi etik, Bripda Mesias tetap akan menjalani proses hukum pidana yang saat ini ditangani oleh Polres Tual. Penanganan perkara tersebut dipastikan dilakukan secara objektif, transparan, dan berkeadilan.“Hasil sidang ini merupakan bentuk nyata komitmen institusi dalam menegakkan disiplin dan etika internal, sekaligus memastikan bahwa setiap anggota Polri yang terbukti melanggar akan diproses secara tegas tanpa pandang bulu,” katanya.Sebelumnya, Polres Tual telah menetapkan Bripda Mesias Siahaya, anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan AT (14), siswa MTs Negeri Maluku Tenggara, meninggal dunia.Peristiwa tersebut terjadi saat patroli Brimob melakukan kegiatan cipta kondisi menggunakan kendaraan taktis di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (19/2) dini hari. Patroli semula berlangsung di Kompleks Mangga Dua, Langgur, hingga sekitar pukul 02.00 WIT, sebelum bergeser ke Desa Fiditan, Kota Tual, usai menerima laporan warga terkait dugaan pemukulan di sekitar area Tete Pancing.Di lokasi kejadian, tersangka bersama sejumlah anggota turun dari kendaraan untuk melakukan pengamanan. Sekitar 10 menit kemudian, dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadi menuju Tete Pancing. Tersangka disebut mengayunkan helm taktikal sebagai isyarat, namun helm tersebut mengenai pelipis kanan korban hingga korban terjatuh dari sepeda motor dalam posisi telungkup.Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis. Namun pada pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia.Atas perbuatannya, Bripda Mesias Siahaya dijerat Pasal 35 juncto Pasal 14 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 474 ayat 3 KUHP.
Maluku
| Selasa, 24 Februari 2026

2 Perwira Polres Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta per Pekan dari Bandar Narkoba
PIFA, Toraja Utara - Upaya penindakan internal kembali dilakukan jajaran kepolisian di Sulawesi Selatan menyusul dugaan keterlibatan dua perwira di satuan narkoba Polres Toraja Utara dalam pusaran peredaran narkotika. Keduanya kini menjalani penahanan dan pemeriksaan intensif oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) di Polda Sulsel.Dua oknum tersebut masing-masing berinisial AKP AE yang menjabat Kepala Satuan Narkoba dan Aiptu N selaku Kepala Unit Narkoba Polres Toraja Utara. Keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkoba di wilayah Toraja Utara."Kasat narkoba Torut (Toraja Utara) sudah kita patsus (penempatan khusus). Sementara ini, dua oknum yang terkait dengan itu (diduga terlibat)," kata Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.Zulham menegaskan, proses penyelidikan masih berjalan dan dilakukan secara mendalam oleh tim Propam. Pemeriksaan intensif terhadap kedua perwira tersebut dilakukan untuk mengungkap sejauh mana dugaan keterlibatan dan peran masing-masing dalam kasus tersebut."Intinya, tidak ada tempat bagi oknum yang bermain-main, apalagi ini berkaitan persoalan narkoba. Masih diselidiki lebih lanjut sejauh mana keterlibatan masing-masing serta perannya," papar Zulham menegaskan.Sementara itu, Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono menyatakan pihaknya tidak akan mengintervensi proses yang tengah ditangani Propam dan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme internal kepolisian."Untuk status Kasat Narkoba dan Kanit-nya belum berstatus sebagai tersangka, tetapi terperiksa atau terduga pelanggaran kode etik atas dugaan keterlibatan peredaran narkoba," tuturnya.Stephanus menegaskan, langkah tegas akan diambil apabila dalam proses pemeriksaan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun kode etik oleh anggotanya. Ia juga menekankan komitmen Kapolda Sulsel dalam memberantas narkoba, termasuk jika melibatkan personel Polri."Sesuai dengan perintah Kapolda Sulsel, kami berkomitmen untuk tidak mentolerir setiap pelanggaran dilakukan anggota dan bila mana terbukti terlibat peredaran narkoba," katanya menekankan.Kasus ini mencuat setelah Tim Satnarkoba Polres Toraja Utara mengungkap peredaran narkotika dengan menggerebek rumah seorang konten kreator yang diduga berperan sebagai bandar di wilayah Rantepao. Dalam pengungkapan tersebut, empat orang diamankan masing-masing berinisial MJ, D, AD, dan ET alias O.Pengembangan kasus bermula dari penangkapan salah satu pelaku di Terminal Makale. Dari hasil interogasi, pelaku mengaku memperoleh narkotika dari ET yang diketahui berprofesi sebagai konten kreator.Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya dua sacet besar berisi kristal bening narkotika jenis sabu seberat 100 gram, enam timbangan elektronik, satu set alat hisap atau bong, tiga unit ponsel, lima bal sacet plastik klip kecil, empat potongan pipet, serta sejumlah uang tunai.Dalam pemeriksaan lanjutan, tersangka ET mengungkap dugaan keterlibatan dua perwira Polri dalam jaringan peredaran narkoba tersebut. Pengakuan itu disampaikan saat pemeriksaan oleh penyidik dan kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).Disebutkan, dalam BAP tersangka mengaku rutin menyetorkan uang sebesar Rp13 juta setiap pekan kepada perwira Polri sejak September 2025. Untuk memastikan kebenaran pengakuan tersebut, Propam Polda Sulsel langsung melakukan pemeriksaan terhadap kedua oknum perwira guna proses hukum dan etik lebih lanjut.
Toraja Utara
| Senin, 23 Februari 2026

Oknum Brimob Aniaya Siswa Madrasah hingga Tewas di Kota Tual Maluku, Korban Dipukul Pakai Helm
PIFA, Maluku - Peristiwa dugaan penganiayaan oleh oknum aparat kembali terjadi. Kali ini insiden tersebut menimpa dua pelajar di Kota Tual, Maluku, Kamis (19/2/2026). Satu siswa dilaporkan meninggal dunia, sementara kakaknya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan.Korban meninggal dunia adalah Arianto Tawakal (14), siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Maluku Tenggara. Ia sempat dirawat intensif di RSUD Karel Sadsuitubun akibat luka berat yang dideritanya, namun nyawanya tidak tertolong. Sang kakak, Nasri Karim (15), mengalami patah tulang di tangan kanan.Peristiwa itu terjadi di ruas jalan Marren, tak jauh dari RSUD Maren dan kawasan Universitas Uningrat. Berdasarkan keterangan keluarga, kedua kakak beradik tersebut tengah melintas menggunakan sepeda motor usai sahur. Di lokasi itu, sejumlah anggota Brimob dilaporkan sedang melakukan pemantauan terhadap aksi balapan liar.Nasri Karim menuturkan, setibanya di lokasi kejadian, adiknya yang berada di posisi belakang tiba-tiba dipukul menggunakan helm oleh seorang anggota Brimob.“Saat itu anggota Brimob melompat dari atas trotoar dan memukul muka korban dengan helm, korban terjatuh, kepala korban terbentur aspal, darah keluar dari mulut dan hidung, ada darah keluar dari samping kepala,” ucapnya.Ia juga membantah tudingan bahwa mereka terlibat balapan liar. “Bukan balapan, saat itu jalan menurun sehingga motor otomatis melaju kencang,” ungkapnya.Menurut Nasri, setelah terjatuh, sepeda motor adiknya menabrak motornya hingga menyebabkan dirinya patah tangan. Ia juga mengaku sempat diinterogasi dan dipaksa mengakui keterlibatan dalam balapan liar.“Iya benar, pada saat itu oknum Brimob melompat dan memukul almarhum menggunakan helm,” kata Nasri dalam keterangan terpisah.Keluarga korban menyesalkan cara penanganan terhadap korban saat dievakuasi. “Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping,” katanya penuh kesal.Amarah warga pun memuncak. Puluhan warga mendatangi Markas Polres Tual pada Kamis sore untuk menuntut penanganan tegas. Massa yang didominasi keluarga dan warga sekitar meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut.Di hadapan warga, Wakapolres Tual Kompol Roni F Manawa menyatakan komitmen penegakan hukum. “Kalau memang anggota kita salah, kita akan proses hukum,” katanya.Sementara itu, anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor berinisial Bripda MS telah diamankan dan ditahan di Rutan Polres Tual. Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, memastikan proses hukum berjalan.“Penanganan perkara ini kami lakukan secara tegas dan berlapis. Proses pidana berjalan, proses kode etik juga berjalan. Jika terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (20/2).Ia menambahkan, jika dalam proses kode etik terbukti melakukan pelanggaran berat, sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan.Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartarto disebut telah memerintahkan Irwasda dan Kabid Propam untuk melakukan investigasi mendalam. Selain itu, Dansat Brimob Polda Maluku juga ditugaskan ke Kota Tual guna memastikan proses berjalan objektif dan profesional.Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian serta memastikan pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang terlibat.
Maluku
| Sabtu, 21 Februari 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

IMATELKI Kalbar Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi ATLM dalm Diagnosis Tuberculosis
Berita PONTIANAK, PIFA - Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik Indonesia ( IMATELKI ) DPW Kalimantan Barat menyelenggarakan Seminar Nasional tema yang di usung "Peningkatan Kompetensi ATLM Dalam Diagnosis Tuberculosis". Acara tersebut sudah berlangsung di hotel Transera Jalan Gajah Mada Kota Pontianak Kalbar, Sabtu 4 Desember 2021. Seminar nasional ini diisi dengan keynote speaker dari ketua umum DPP Patelki Atna Permana, AMAK, S.Mk, M.Biomed, Ph.D. Materi pertama Wiyono, S.ST,MKM dengan tema Epidemiologi Tuberculosis. Pemateri kedua dr. Komalawati dengan tema Patogenesis Tuberculosis . Pemateri ketiga Ari Nuswantoro, S.Si., S.ST., M.Imun dengan tema Respon Imun Tubuh Terhadap Tuberculosis dan pemateri keempat Herlantoro, SKM, M.Kes dengan tema Pemeriksaan Terupdate Tuberculosis. Seminar nasional ini diadakan dengan tujuan menambah pemahaman mengenai Tuberculosi kepada mahasiswa yang mungkin belum didapatkan saat perkuliahan dan bagi yang sudah bekerja dapat mengupdate ilmu dan pemeriksaan laboratorium Tuberculosis. Acara ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Analis Kesehatan dan umum dari berbagai instansi dengan sebanyam 250 peserta. Seminar nasional ini mendapatkan sertifikat ber-SKP dari Patelki DPW Kalimantan Barat. Ketua Panitia Riska Alfianita mengaku, antusias dari peserta yang mengikuti seminar nasional ini sangat banyak. namun, kami harus tetap menjalankan prokes dan kami tidak melebihi kuota yang diberikan dari pihak Hotel Transera. "Peserta yang mengikuti seminar ini dari berbagai wilayah dan di ikuti oleh 14 DPC Patelki yang ada di wilayah Kalimantan Barat," kata Riska saat rilis diterima PIFA, 5/12/2021. Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan tuberculosis analis kesehatan adalah ujung tombak dalam menetapkan seseorang terserang tuberculosis maupun tidak. "Maka dari ini pemahaman dan pengetahuan dalam diagnosis tuberculosis sangat perlu dilakukan. Haparan dengan adanya seminar ini ilmu yang telah disampaikan oleh pemateri dapat di implementasikan dalam dunia kerja," jelasnya. Dalam paparannya Riska mengungkapkan, dengan adanya Seminar ini dapat menambah pengetahuan serta menjaga silaturahmi sesama ATLM yang ada di wilayah Kalimantan Barat. "Sebagai ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu terutama para panitia dan Patelki DPW Kalimantan Barat yang telah mendukung kami sehingga seminar ini bisa terlaksana, dan peserta dapat menambah ilmu baru yang didapatkan," ujarnya.
Kalbar
| Minggu, 5 Desember 2021
Lokal

Melawi Peringkat 9 Cakupan Vaksin Se-Kalbar
Berita Melawi, Kalbar - Pifa, Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa dalam video conference bersama Gubernur Kalimantan Barat mengatakan per tanggal 2 Oktober 2021, Pemerintah Kabupaten Melawi berada peringkat 9 se-Kalimantan Barat dalam Cakupan Vaksinasi. Adapun cakupan dari vaksinasi itu meliputi 19,03 % untuk dosis pertama, dan 13,77 % untuk dosis kedua. Bupati juga mengatakan, untuk capaian vaksinasi yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Melawi mulai tanggal 1-2 Oktober 2021, sebanyak 4.499 orang. "Sedangkan pada tanggal 3 Oktober 2021 sebanyak 1.050 orang yang dilaksanakan di tiga titik lokasi di Kota Nanga Pinoh. "Sebagai laporan kepada Bapak Gubernur, Pemerintah Kabupaten Melawi telah melaksanakan vaksinasi kepada 2.161 orang pada tanggal 1 Oktober, 2.338 orang pada tanggal 2 Oktober. Dan pada hari ini kita melaksanakan sebanyak 1.050 vaksinasi di 3 titik lokasi di Kota Nanga Pinoh”, ungkapnya, Minggu (4/10/2021). Dalam kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang telah mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan vaksinasi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah. Ia mengatakan, saat ini pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 berjalan lancar karena jumlah vaksin yang cukup. Menurutnya, masalah yang dihadapi saat ini adalah kondisi banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Melawi sehingga pelaksanaan program vaksinasi di beberapa wilayah mengalami kendala. "Saat ini program vaksinasi di Kabupaten Melawi masih berjalan lancar. Animo masyarakat juga cukup tinggi. Alhamdulillah kondisi vaksin juga masih cukup" katanya. Ia berjanji, Pemkab Melawi akan mendorong Dinas Kesehatan untuk cepat menggunakan vaksin dan melaporkannya ke Provinsi dan Pemerintah Pusat sehingga distribusi vaksin juga dapat lancar. "Sehingga capaian vaksinasi di Kabupaten Melawi bisa terus meningkat”, harapnya.
Melawi
| Senin, 4 Oktober 2021
Lokal

Pj Gubernur Kalbar Tegaskan Sanksi Disiplin untuk SMAN 1 Mempawah Terkait Lalai Pengisisan PDSS
PIFA.CO.ID, LOKAL - Ratusan siswa SMAN 1 Mempawah Hilir, Kalimantan barat, yang sebelumnya tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 akibat kelalaian sekolah, akhirnya dapat mengikuti seleksi tersebut. Penjabat Gubernur Kalbar, Harisson, mengatakan bahwa, hasil koordinasi Kadis Dikbud Kalbar dengan Kemendikti Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) di Jakarta, menyetujui finalisasi data siswa SMAN 1 Mempawah Hilir yang dimasukan ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).Meski urusan tersebut telah terselesaikan, Harisson menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi disiplin terhadap sekolah, guru, atau operator yang terbukti lalai dalam proses tersebut."Saya akan tetap melakukan proses pemberian hukuman disiplin terhadap sekolah, guru, atau operator yang lalai dalam pengisian PDSS itu. Saya sudah meminta Sekda dan beberapa perangkat daerah lainnya untuk membentuk tim guna melakukan pemeriksaan. Nantinya, akan ada penjatuhan sanksi agar kejadian serupa tidak terulang tahun depan," ujar Harisson.Ia menjelaskan bahwa tim akan menilai tingkat pelanggaran atau kelalaian yang terjadi sebelum menentukan jenis sanksi yang akan diberikan."Hukuman disiplin terbagi menjadi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Jika pelanggarannya berat, sanksinya bisa berupa pencopotan atau pemberhentian. Jika ringan, bisa berupa teguran lisan atau teguran tertulis dari atasan. Yang jelas, sanksi ini akan berdampak pada karir pegawai negeri yang bersangkutan. Namun, apa boleh buat, karena ini merupakan kelalaian yang serius," tambahnya.Harisson berharap langkah tegas ini dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain agar lebih cermat dalam mengelola data akademik siswa, sehingga tidak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang.






