2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

2 Perusahaan di Kalbar Ekspor Kayu Ilegal ke Eropa dan Korea

Berita Lokal, PIFA - Bareskrim Mabes Polri membongkar praktik illegal logging di Kubu Raya. Diketahui, dua perusahaan yang terlibat melakukan ekspor ke Eropa dan Korea Selatan. Dirtipiter Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, sejak Maret 2022, kedua perusahaan yakni CV Sumber Mandiri Abadi (SMA) dan Pusaka Damai Sentosa (PDS) sebanyak 21 kali melakukan ekspor. “Perusahaan itu ekspor kayu olahan ke Eropa dan Korea Selatan,” kata Pipit, kemarin. Dia merincikan, CV SMA melakukan ekspor sebanyak 18 kali dan CV PDS sebanyak 3 kali. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini, terkait jumlah pengiriman atau ekspor ke luar negeri tersebut. "Apakah betul hanya demikian atau lebih. Terus apakah ada pengiriman dalam negeri juga, ini masih terus didalami," pungkasnya. Sebelumnya, kasus illegal logging ini dibongkar Bareskrim Mabes Polri. Pengurus CV Rimbah Gemilang Indah berinisial SA, ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengamankan sedikitnya 1.050 meter kubik kayu. Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 22 orang sebagai saksi. Dia menuturkan, selain menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti kayu, pihaknya juga menyita dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu-Kayu Olahan (SKSHHK-KO) dan nota angkutan. Pipit menerangkan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Rabu (7/9/2022). Saat itu, tim menemukan truk bermuatan kayu olahan di gudang CV Sumber Mandiri Abadi, Kabupaten Kubu Raya. CV RGI diduga telah melakukan tindak pidana pengangkutan kayu hasil hutan tanpa dilengkapi dokumen sah.  Tersangka SA dijerat Pasal 88 juncto Pasal 16 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 5 miliar. (ap) 

Kalbar
| Sabtu, 24 September 2022
Foto: 2 Perusahaan di Kalbar Ekspor Kayu Ilegal ke Eropa dan Korea | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Guyur Bandar Lampung | Pifa Net

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Guyur Bandar Lampung

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Lampung pada Sabtu (5/9) malam.Abu vulkanik berpotensi terbawa angin ke arah barat. Salah satu wilayah yang mulai terdampak yakni Bandar Lampung, sekitar 80 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.Warga Sukarame, Bandar Lampung, Dinda mengatakan abu mulai terasa setelah waktu Magrib.Saat berada di luar rumah, debu terasa mengenai mata dan wajah. Abu vulkanik juga terlihat masuk hingga ke dalam rumah dan mengotori lantai."Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya," kata Dinda saat dihubungi, Sabtu malam.Paparan abu vulkanik juga dilaporkan warga di wilayah Kemiling, Bandar Lampung.Selain Bandar Lampung, abu vulkanik mulai dirasakan warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan."Sampai tempatku juga debunya, dekat Bandara Lampung," kata Donny, warga Natar.Abu vulkanik juga dilaporkan mencapai Pulau Sangiang di Selat Sunda. Seorang wisatawan asal Bogor yang berada di pulau tersebut, Mutia, mengatakan abu mulai terasa sejak sore hingga malam."Aku di pulau sangiang juga kena debu. Baru kenanya sore ke malem, pindah angin kata bapak nelayan," ujar Mutia.Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Suwarno mengimbau masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata jika terjadi sebaran abu vulkanik."Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata," kata Suwarno, Sabtu siang.Menurut Suwarno, arah sebaran abu sangat bergantung pada kondisi angin. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru dari petugas."Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas," ujarnya.Berdasarkan pemantauan pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terekam secara menerus.Kolom erupsi tidak dapat diamati karena kawasan gunung tertutup kabut. Namun, aktivitas kegempaan masih tercatat dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik.Suara gemuruh dan dentuman juga masih terdengar dari arah Gunung Anak Krakatau dengan intensitas lemah hingga sedang.Suwarno meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menyaksikan aktivitas erupsi."Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," tegasnya.Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika hujan abu terjadi."Kalau tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah saat abu turun. Kalau harus keluar, gunakan masker dan pelindung mata," ujarnya.Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Lokal
| Sabtu, 5 September 2026

Lokal

Foto: BMKG Ungkap Dentuman Misterius Bandung sebagai Fenomena Skyquake | Pifa Net

BMKG Ungkap Dentuman Misterius Bandung sebagai Fenomena Skyquake

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mengungkap hasil analisis terkait suara dentuman misterius yang menghebohkan warga Bandung Raya dan sekitarnya pada Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari.BMKG mendefinisikan kejadian tersebut sebagai fenomena skyquake atau dentuman langit. Namun, hingga kini penyebab utama fenomena tersebut belum dapat dipastikan.Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan pihaknya telah memeriksa berbagai instrumen pemantauan geofisika dan meteorologi.Pemeriksaan mencakup data kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, hingga anomali magnet bumi pada rentang waktu terjadinya dentuman, yakni sekitar pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB.Hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca di Bandung Raya relatif cerah. BMKG juga tidak mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi lokal di wilayah tersebut."Berdasarkan data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di wilayah tersebut," ujar Teguh Suadi dalam konferensi pers daring, Sabtu (5/9).Menurut Teguh, dentuman di darat sebelumnya pernah terjadi di wilayah Bogor pada April 2020. Fenomena semacam itu biasanya dapat berkaitan dengan swarm earthquake atau rangkaian gempa bumi kecil yang terjadi secara beruntun.Namun, dugaan tersebut tidak ditemukan dalam kasus dentuman Bandung. Instrumen seismik di kawasan Bandung Raya tidak mencatat gelombang kegempaan saat suara dentuman terdengar.BMKG justru menemukan sejumlah anomali dari pemantauan lain. Berdasarkan citra satelit Himawari dan data stasiun magnet bumi di Serang serta Sukabumi, terdapat gangguan anomali magnetik dan aktivitas thunderstorm atau petir yang terkonsentrasi di sekitar Gunung Anak Krakatau.Fenomena tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.Meski demikian, BMKG belum dapat memastikan adanya hubungan antara aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan dentuman yang terdengar di Bandung."Aktivitas vulkanik justru muncul di Krakatau, tetapi tidak dilaporkan atau diperbincangkan oleh warga di Banten, Jakarta, maupun Bogor yang lokasinya lebih dekat. Fenomena dentuman ini justru hanya terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya," tutur Teguh.Dari sisi jarak geografis, BMKG menilai letusan vulkanik Krakatau dalam skala normal terbilang terlalu jauh untuk secara langsung menjelaskan suara dentuman yang terdengar di cekungan Bandung Raya.Karena itu, BMKG juga mempertimbangkan hipotesis ilmiah lain terkait fenomena skyquake.Salah satu hipotesis yang ditemukan dalam literatur ilmiah menyebut dentuman langit dapat dipicu oleh pelepasan gas metana dari dasar cekungan danau purba.Hipotesis tersebut menjadi perhatian karena wilayah Bandung Raya berada di kawasan bekas Danau Bandung Purba.BMKG berencana mengoordinasikan dan mengkaji dugaan tersebut lebih lanjut bersama Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).BMKG mengimbau masyarakat Bandung Raya tetap tenang dan tidak panik menyikapi fenomena tersebut.Masyarakat juga diminta memilah informasi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari hoaks.BMKG memastikan pemantauan atmosfer dan aktivitas kegempaan terus dilakukan selama 24 jam. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan terkait fenomena tersebut melalui kanal komunikasi resmi BMKG.

Lokal
| Sabtu, 5 September 2026

Lokal

Foto: Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah | Pifa Net

Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah

Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, terbakar pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Kebakaran terjadi pada Pelinggih Meru Tumpang 7, salah satu bangunan sakral di pura tersebut. Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. "Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pelapor, akibat kejadian itu diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp300.000.000," kata Alit, Kamis sore. Kebakaran pertama kali diketahui ketika seorang saksi, I Wayan Miwa, dalam perjalanan pulang setelah bekerja. Ia diberitahu seseorang bahwa terlihat kepulan asap dari arah Pura Puseh. Miwa kemudian bergegas menuju pura dan mendapati api telah membakar bangunan Meru Tumpang 7. Ia bersama warga berupaya memadamkan api. Namun, upaya pemadaman terkendala aliran air PDAM yang sedang mengalami gangguan atau mati. Warga kemudian berinisiatif menjatuhkan bangunan yang terbakar untuk mencegah api merembet ke bangunan pura lainnya. Bangunan tersebut didorong dan dijatuhkan secara gotong royong. Setelah itu, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Nusa Penida. Menurut keterangan pelapor I Made Granyam Santika dan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke lahan di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang dan bertiup ke arah utara membuat api dengan cepat menjalar. Percikan api yang terbawa angin diduga kemudian menyambar bagian atap Pelinggih Meru Tumpang 7. "Terduga pelaku yang melakukan pembakaran sampah hingga mengakibatkan terjadinya kebakaran tersebut saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Alit. Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Lokal
| Kamis, 3 September 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: 2 Perusahaan di Kalbar Ekspor Kayu Ilegal ke Eropa dan Korea | Pifa Net

2 Perusahaan di Kalbar Ekspor Kayu Ilegal ke Eropa dan Korea

Berita Lokal, PIFA - Bareskrim Mabes Polri membongkar praktik illegal logging di Kubu Raya. Diketahui, dua perusahaan yang terlibat melakukan ekspor ke Eropa dan Korea Selatan. Dirtipiter Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, sejak Maret 2022, kedua perusahaan yakni CV Sumber Mandiri Abadi (SMA) dan Pusaka Damai Sentosa (PDS) sebanyak 21 kali melakukan ekspor. “Perusahaan itu ekspor kayu olahan ke Eropa dan Korea Selatan,” kata Pipit, kemarin. Dia merincikan, CV SMA melakukan ekspor sebanyak 18 kali dan CV PDS sebanyak 3 kali. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini, terkait jumlah pengiriman atau ekspor ke luar negeri tersebut. "Apakah betul hanya demikian atau lebih. Terus apakah ada pengiriman dalam negeri juga, ini masih terus didalami," pungkasnya. Sebelumnya, kasus illegal logging ini dibongkar Bareskrim Mabes Polri. Pengurus CV Rimbah Gemilang Indah berinisial SA, ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengamankan sedikitnya 1.050 meter kubik kayu. Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 22 orang sebagai saksi. Dia menuturkan, selain menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti kayu, pihaknya juga menyita dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu-Kayu Olahan (SKSHHK-KO) dan nota angkutan. Pipit menerangkan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Rabu (7/9/2022). Saat itu, tim menemukan truk bermuatan kayu olahan di gudang CV Sumber Mandiri Abadi, Kabupaten Kubu Raya. CV RGI diduga telah melakukan tindak pidana pengangkutan kayu hasil hutan tanpa dilengkapi dokumen sah.  Tersangka SA dijerat Pasal 88 juncto Pasal 16 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 5 miliar. (ap) 

Kalbar
| Sabtu, 24 September 2022

Lokal

Foto: Dukung Baksos RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Wako Edi: Ringankan Beban Warga | Pifa Net

Dukung Baksos RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Wako Edi: Ringankan Beban Warga

Berita Pontianak, Kalbar – PIFA, Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik dan mendukung kegiatan baksos yang dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak dan HUT ke-250 Kota Pontianak, Sabtu (16/10/2021). Ada beberapa kegiatan baksos yang digelar, di antaranya vaksinasi dengan target seribu orang, khitanan massal, pemasangan alat kontrasepsi KB jenis IUD, donor darah dan sebagainya. Edi Kamtono menyebut, baksos meringankan beban masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Ia pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini bertepatan momen HUT RSUD SSMA dan Hari Jadi Kota Pontianak. “Baksos yang digelar seperti vaksinasi, khitanan massal dan pemasangan alat kontrasepsi gratis ini sangat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya, mengutip rilis Prokopim Pemkot Pontianak, (16/10). Vaksinasi, lanjut Edi dilaksanakan untuk memperluas cakupan vaksinasi di Kota Pontianak yang ditargetkan rampung 70 persen akhir Oktober 2021 ini. “Target kita akhir Oktober bisa mencapai 70 persen dan saat ini sudah diatas 60 persen,” pungkas Edi. Direktur RSUD SSMA Kota Pontianak, dr Rifka menjelaskan, ulang tahun rumah sakit yang dipimpinnya ini jatuh pada tanggal 24 Oktober 2021 mendatang. Namun, serangkaian kegiatan digelar duluan. “Selain baksos ini, puncak acaranya nanti juga ada berbagai lomba di rumah sakit seperti cerdas cermat dan sebagainya,” jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu yang juga hadir mendampingi Wako Edi berpesan agar pelaksanaan baksos mengedepankan protokol kesehatan. “Antisipasi kerumunan, nanti dari prosedur tetap akan memperhatikan protokol kesehatan mulai dari pembagian kartu dan lain sebagainya,” pesan dia.   (Pontianak Informasi)

Pontianak
| Sabtu, 16 Oktober 2021

Lokal

Foto: IPM Kalbar Terendah di Kalimantan, Dewan Minta Pemprov Perhatikan | Pifa Net

IPM Kalbar Terendah di Kalimantan, Dewan Minta Pemprov Perhatikan

PIFA, Lokal – DPRD Kalbar menyoroti angka indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Barat yang perlu mendapatkan perhatian Pemerintah Provinsi dibawah kepemimpinan Midji-Norsan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur. Merujuk data BPS yang dirilis di akhir tahun 2022, IPM Kalbar telah mencapai 68,63 poin. Angka ini meningkat sebesar 0,73 poin dibandingkan dengan IPM Kalbar 2021 yang sebesar 67,90 poin. Namun, angka tersebut terendah di Pulau Kalimantan yang rata-rata angkanya berada di atas 70 %. Angka IPM tertinggi pada tahun tersebut berada di Provinsi Kalimantan Timur, yakni 77.44 %. “Persoalan stunting ini mesti jadi perhatian. IPM juga, kita yang terendah di Kalimantan,” katanya, beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Ada tiga dimensi dasar untuk mengukur IPM, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak. IPM dipandang sebagai bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya. Untuk itu, Prabasa pun meminta agar hal tersebut menjadi fokus perhatian pemerintah Midji-Norsan. Kendati demikian, dia turut mengapresiasi kinerja capaian pembangunan yang dilakukan oleh Sutarmidji-Ria Norsan. Dia pun optimis target jalan mantap di Kalbar dapat tercapai 80 persen sebelum keduanya mengakhiri kepemimpinan di Pemprov Kalbar tahun ini. “Kita lihat kinerja yang sudah dilakukan Pemprov Kalbar, kita sangat mengapresi,” kata Prabasa. Prabasa mengatakan banyak sekali capaian yang berhasil ditorehkan empat tahun ini. Dia pun berharap Midji-Norsan dapat memanfaatkan secara maksimal sisa masa kepemimpinannya. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan bahwa peningkatan IPM di tingkat provinsi akan mengacu pada IPM dari kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Barat. “Salah satu yang sedang gencar kita lakukan adalah peningkatan IPM di bidang pendidikan dan kesehatan, untuk itu pemerintah terus mendorong agar fasilitas, sarana dan prasarana, kemudian tenaga kesehatan dan penunjang terkait agar benar-benar dapat melayani dengan sebaik-baiknya,” mengutip Antara. Berdasarkan data IPM nasional pada tahun 2022 setelah dilanda COVID-19, IPM rata-rata nasional meningkat sebesar 0,77 persen per tahun. Berdasarkan data rilis yang di publikasikan oleh Bappenas, Kalimantan Barat termasuk daerah yang hampir memenuhi target nasional dalam RPK (Rencana Kerja Pemerintah), dimana mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Angka IPM Kalbar terhitung meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 lalu, IPM di Kalimantan Barat sebesar 67,65 kemudian pada tahun 2020 meningkat menjadi 67.66, pada tahun 2021 meningkat jadi 67,90 dan di tahun 2022 meningkat signifikan menjadi 68,63. (yd)

Kalbar
| Jumat, 19 Mei 2023

Feeds

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Guyur Bandar Lampung

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Lampung pada Sabtu (5/9) malam.Abu vulkanik berpotensi terbawa angin ke arah barat. Salah satu wilayah yang mulai terdampak yakni Bandar Lampung, sekitar 80 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.Warga Sukarame, Bandar Lampung, Dinda mengatakan abu mulai terasa setelah waktu Magrib.Saat berada di luar rumah, debu terasa mengenai mata dan wajah. Abu vulkanik juga terlihat masuk hingga ke dalam rumah dan mengotori lantai."Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya," kata Dinda saat dihubungi, Sabtu malam.Paparan abu vulkanik juga dilaporkan warga di wilayah Kemiling, Bandar Lampung.Selain Bandar Lampung, abu vulkanik mulai dirasakan warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan."Sampai tempatku juga debunya, dekat Bandara Lampung," kata Donny, warga Natar.Abu vulkanik juga dilaporkan mencapai Pulau Sangiang di Selat Sunda. Seorang wisatawan asal Bogor yang berada di pulau tersebut, Mutia, mengatakan abu mulai terasa sejak sore hingga malam."Aku di pulau sangiang juga kena debu. Baru kenanya sore ke malem, pindah angin kata bapak nelayan," ujar Mutia.Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Suwarno mengimbau masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata jika terjadi sebaran abu vulkanik."Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata," kata Suwarno, Sabtu siang.Menurut Suwarno, arah sebaran abu sangat bergantung pada kondisi angin. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru dari petugas."Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas," ujarnya.Berdasarkan pemantauan pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terekam secara menerus.Kolom erupsi tidak dapat diamati karena kawasan gunung tertutup kabut. Namun, aktivitas kegempaan masih tercatat dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik.Suara gemuruh dan dentuman juga masih terdengar dari arah Gunung Anak Krakatau dengan intensitas lemah hingga sedang.Suwarno meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menyaksikan aktivitas erupsi."Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," tegasnya.Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika hujan abu terjadi."Kalau tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah saat abu turun. Kalau harus keluar, gunakan masker dan pelindung mata," ujarnya.Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Lokal
| Sabtu, 5 September 2026
Foto: Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Guyur Bandar Lampung | Pifa Net

BMKG Ungkap Dentuman Misterius Bandung sebagai Fenomena Skyquake

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mengungkap hasil analisis terkait suara dentuman misterius yang menghebohkan warga Bandung Raya dan sekitarnya pada Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari.BMKG mendefinisikan kejadian tersebut sebagai fenomena skyquake atau dentuman langit. Namun, hingga kini penyebab utama fenomena tersebut belum dapat dipastikan.Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan pihaknya telah memeriksa berbagai instrumen pemantauan geofisika dan meteorologi.Pemeriksaan mencakup data kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, hingga anomali magnet bumi pada rentang waktu terjadinya dentuman, yakni sekitar pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB.Hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca di Bandung Raya relatif cerah. BMKG juga tidak mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi lokal di wilayah tersebut."Berdasarkan data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di wilayah tersebut," ujar Teguh Suadi dalam konferensi pers daring, Sabtu (5/9).Menurut Teguh, dentuman di darat sebelumnya pernah terjadi di wilayah Bogor pada April 2020. Fenomena semacam itu biasanya dapat berkaitan dengan swarm earthquake atau rangkaian gempa bumi kecil yang terjadi secara beruntun.Namun, dugaan tersebut tidak ditemukan dalam kasus dentuman Bandung. Instrumen seismik di kawasan Bandung Raya tidak mencatat gelombang kegempaan saat suara dentuman terdengar.BMKG justru menemukan sejumlah anomali dari pemantauan lain. Berdasarkan citra satelit Himawari dan data stasiun magnet bumi di Serang serta Sukabumi, terdapat gangguan anomali magnetik dan aktivitas thunderstorm atau petir yang terkonsentrasi di sekitar Gunung Anak Krakatau.Fenomena tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.Meski demikian, BMKG belum dapat memastikan adanya hubungan antara aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan dentuman yang terdengar di Bandung."Aktivitas vulkanik justru muncul di Krakatau, tetapi tidak dilaporkan atau diperbincangkan oleh warga di Banten, Jakarta, maupun Bogor yang lokasinya lebih dekat. Fenomena dentuman ini justru hanya terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya," tutur Teguh.Dari sisi jarak geografis, BMKG menilai letusan vulkanik Krakatau dalam skala normal terbilang terlalu jauh untuk secara langsung menjelaskan suara dentuman yang terdengar di cekungan Bandung Raya.Karena itu, BMKG juga mempertimbangkan hipotesis ilmiah lain terkait fenomena skyquake.Salah satu hipotesis yang ditemukan dalam literatur ilmiah menyebut dentuman langit dapat dipicu oleh pelepasan gas metana dari dasar cekungan danau purba.Hipotesis tersebut menjadi perhatian karena wilayah Bandung Raya berada di kawasan bekas Danau Bandung Purba.BMKG berencana mengoordinasikan dan mengkaji dugaan tersebut lebih lanjut bersama Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).BMKG mengimbau masyarakat Bandung Raya tetap tenang dan tidak panik menyikapi fenomena tersebut.Masyarakat juga diminta memilah informasi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari hoaks.BMKG memastikan pemantauan atmosfer dan aktivitas kegempaan terus dilakukan selama 24 jam. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan terkait fenomena tersebut melalui kanal komunikasi resmi BMKG.

Lokal
| Sabtu, 5 September 2026
Foto: BMKG Ungkap Dentuman Misterius Bandung sebagai Fenomena Skyquake | Pifa Net

Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah

Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, terbakar pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Kebakaran terjadi pada Pelinggih Meru Tumpang 7, salah satu bangunan sakral di pura tersebut. Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. "Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pelapor, akibat kejadian itu diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp300.000.000," kata Alit, Kamis sore. Kebakaran pertama kali diketahui ketika seorang saksi, I Wayan Miwa, dalam perjalanan pulang setelah bekerja. Ia diberitahu seseorang bahwa terlihat kepulan asap dari arah Pura Puseh. Miwa kemudian bergegas menuju pura dan mendapati api telah membakar bangunan Meru Tumpang 7. Ia bersama warga berupaya memadamkan api. Namun, upaya pemadaman terkendala aliran air PDAM yang sedang mengalami gangguan atau mati. Warga kemudian berinisiatif menjatuhkan bangunan yang terbakar untuk mencegah api merembet ke bangunan pura lainnya. Bangunan tersebut didorong dan dijatuhkan secara gotong royong. Setelah itu, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Nusa Penida. Menurut keterangan pelapor I Made Granyam Santika dan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke lahan di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang dan bertiup ke arah utara membuat api dengan cepat menjalar. Percikan api yang terbawa angin diduga kemudian menyambar bagian atap Pelinggih Meru Tumpang 7. "Terduga pelaku yang melakukan pembakaran sampah hingga mengakibatkan terjadinya kebakaran tersebut saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Alit. Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Lokal
| Kamis, 3 September 2026
Foto: Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah | Pifa Net

Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan tarif parkir mobil hingga Rp60.000. Pramono menegaskan angka tersebut bukan keputusan Pemprov Jakarta. Hingga kini, pemerintah daerah juga belum menetapkan tarif parkir baru. "Angka berapa? Rp60.000 ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Ia mengatakan Pemprov Jakarta masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan besaran tarif parkir yang baru, termasuk kewajaran harga bagi masyarakat. "Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal. Termasuk berapa yang harga yang wajar. Nah, sampai hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu, bahkan angka Rp60.000 pun saya baru tahu ketika sudah viral," ujarnya. Muncul Usulan Tarif Sistem Zonasi Sebelumnya, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter mengungkapkan adanya usulan perubahan tarif parkir menggunakan sistem zonasi. Dalam skema tersebut, kawasan dengan nilai ekonomi tinggi seperti SCBD, Menteng, Senayan, dan sejumlah wilayah lainnya dapat dikenakan tarif parkir lebih tinggi. Jupiter menyebut tarif tertinggi yang diusulkan bisa mencapai Rp60.000. "Jadi nanti mau dibuat sistem zonasi. Misalnya daerah SCBD dianggap punya nilai ekonomi tinggi. Daerah Menteng, kemudian daerah seperti Bandung Indah, terus daerah misalnya di Jakarta Selatan, Senayan. Jadi tarif itu ambang batas tertingginya sampai Rp60 ribu," kata Jupiter. Namun, Jupiter sendiri menilai angka tersebut berpotensi membebani masyarakat. "Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujarnya. Dengan demikian, hingga Senin (24/8), tarif parkir mobil Rp60.000 belum menjadi keputusan resmi Pemprov DKI Jakarta.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Foto: Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu | Pifa Net

Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali

Polisi memburu dua warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan tindakan asusila di halaman rumah warga di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Aksi dua WNA tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian viral di media sosial. Lokasi kejadian berada di sebuah permukiman di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng. Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan polisi telah melakukan pengecekan lokasi dan memastikan kejadian dalam video berlangsung di halaman rumah warga. "Berdasarkan pencocokan dan pengecekan di lapangan diketahui video viral tersebut terjadi di sebelah pintu pagar rumah milik warga," kata Ayu, Senin (24/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.29 WITA. Saat itu, pemilik rumah berinisial NKW (47) hendak menghaturkan sesajen di depan rumah. Saksi kemudian terkejut melihat dua WNA berada di halaman rumahnya dan melakukan tindakan asusila. Ia sempat meneriaki keduanya, namun tidak mendapat respons. Menurut kepolisian, aksi tersebut berlangsung sekitar 15 menit sebelum kedua WNA meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Dari rekaman CCTV, polisi juga menemukan keduanya sempat masuk ke halaman rumah setelah melihat situasi sekitar. Setelah memastikan kondisi sepi, keduanya kemudian mendekati pagar rumah dan melakukan tindakan asusila. Sekitar pukul 18.36 WITA, keduanya kembali melakukan tindakan serupa sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Polisi menyebut pemilik rumah tidak mengalami kerugian materiil maupun nonmateriil. Namun, keluarga pemilik rumah menilai halaman tersebut perlu dibersihkan melalui upacara adat. Polisi Koordinasi dengan Imigrasi Polres Badung kini berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengidentifikasi dan mencari keberadaan kedua WNA tersebut. Berdasarkan pencocokan wajah dari rekaman CCTV, WNA laki-laki diketahui merupakan warga negara Australia. Sementara identitas WNA perempuan masih dalam proses pendalaman. "Unit Reskrim Polsek Kuta Utara melakukan upaya identifikasi lanjutan guna mengungkap para terduga pelaku serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ayu.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Foto: Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali | Pifa Net

Jakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem musik sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Jakarta Beat Society 2026 yang mempertemukan musisi, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026). Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri musik, bukan hanya karena banyak melahirkan musisi berbakat, tetapi juga memiliki pasar dan audiens yang kuat. "Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif," ujar Rano saat membuka kegiatan tersebut. Menurutnya, Jakarta Beat Society menjadi ruang bagi berbagai elemen industri musik untuk bertemu, berkolaborasi, sekaligus membangun jejaring. "Jakarta Beat Society menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif," katanya. Ingin Musisi Lokal Tembus Industri Global Rano menilai besarnya pasar musik Jakarta juga tercermin dari minat musisi internasional untuk menggelar konser di ibu kota. Kehadiran musisi dunia seperti Coldplay, Bruno Mars, hingga BTS disebut menjadi gambaran daya tarik Jakarta dalam peta industri musik regional dan global. Karena itu, Pemprov DKI berkomitmen memperluas ruang bagi komunitas serta pelaku industri kreatif melalui berbagai kegiatan seni, budaya, musik, dan perfilman. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbanyak panggung bagi talenta lokal, tetapi juga membuka jejaring industri sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi Jakarta. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya dengan menciptakan peluang serta ruang bagi komunitas kreatif untuk terus berkembang. Hal ini dilakukan di berbagai sektor kreatif, termasuk musik dan perfilman," ujar Rano. Di bidang perfilman, Pemprov DKI menjalankan komitmen tersebut antara lain melalui Jakarta Film Commission yang ditujukan untuk mendukung pembuat film sekaligus memperkuat ekosistem industri audiovisual di Jakarta. Ke depan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi kreatif. "Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia," kata Rano.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Foto: Jakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global | Pifa Net

Pitbull Serang Anak SD di Bandung, Polisi Amankan dan Karantina Anjing

Polisi mengamankan seekor anjing jenis pitbull yang menyerang seorang siswa sekolah dasar kelas tiga di Kompleks Grand Cendana Residence, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Anjing tersebut kini ditempatkan di lokasi karantina dan tidak lagi berada di lingkungan permukiman maupun rumah pemiliknya. Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi Asep mengatakan anjing diamankan tidak lama setelah insiden terjadi pada Minggu (23/8/2026). "Kami sudah bersepakat dengan pengurus RW setempat bahwa hewan itu dikarantina dan tidak berada lagi di pemukiman atau di rumah pemiliknya," kata Asep saat dikonfirmasi, Senin (24/8). Pemilik anjing berinisial F (40) disebut bersikap kooperatif. Ia bahkan turut mendampingi korban bersama keluarganya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Korban mengalami luka sobek pada bagian kepala dan telinga akibat gigitan anjing tersebut. Korban telah menjalani operasi di RS Welas Asih dan kini kondisinya berangsur membaik. "Luka korban ada di bagian kepala dan telinga. Tadi malam sudah dilaksanakan operasi pada bagian telinganya, dan pagi ini korban sudah dipindahkan ke ruang pemulihan," ujar Asep. Keluarga Belum Buat Laporan Hingga Senin (24/8), keluarga korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian terkait kejadian tersebut maupun meminta pertanggungjawaban pemilik anjing. "Sampai saat ini pihak korban belum datang ke Polsek untuk membuat laporan resmi maupun surat pernyataan tidak menuntut," kata Asep. Asep mengingatkan pemilik hewan peliharaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan hewan yang dipeliharanya tidak membahayakan orang lain. Ia menyebut terdapat ketentuan hukum yang dapat menjerat pemilik hewan apabila serangan tersebut menyebabkan orang lain terluka. "Pemiliknya dapat dijerat ancaman pidana penjara hingga 2 tahun 8 bulan. Ini jadi pelajaran bersama agar seluruh masyarakat yang memelihara anjing bisa menjaga hewannya dengan baik," ujarnya. Sebelumnya, korban diserang pitbull pada Minggu (23/8) sore. Warga mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar korban berteriak dan menangis. Saat didatangi, warga mendapati korban tengah diserang dan digigit anjing pitbull hingga mengalami luka pada bagian kepala dan telinga.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Foto: Pitbull Serang Anak SD di Bandung, Polisi Amankan dan Karantina Anjing | Pifa Net

Pengemudi Diduga Mabuk, Kecelakaan Beruntun di Surabaya Tewaskan 1 Orang

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Taman Apsari, Surabaya, Minggu (23/8) dini hari. Kecelakaan yang diduga dipicu pengemudi dalam pengaruh alkohol itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Peristiwa bermula ketika Mitsubishi Outlander bernomor polisi L 1049 OO yang dikemudikan ENR (32) melaju dari Jalan Taman Apsari. ENR diduga kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol hingga menabrak taksi listrik bernomor polisi L 1611 UG yang sedang terparkir. "Kendaraan Mitsubishi Outlander yang dikemudikan Saudari ENR melaju dari arah selatan ke utara. Saat berbelok ke kiri, pengemudi kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol dan menabrak taksi listrik yang sedang terparkir di sisi kanan jalan," kata Galih. Setelah menabrak taksi listrik, ENR tidak menghentikan kendaraannya dan terus melaju menuju Jalan Gubernur Suryo, tepat di samping Alun-Alun Surabaya. Di lokasi tersebut, mobil kembali menabrak RPK (25) yang sedang menaikkan barang ke mobil pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi L 9760 CJ yang terparkir. "Pengemudi terus melaju meninggalkan TKP menuju Jalan Gubernur Suryo. Di samping Alun-alun Surabaya, kendaraan tersebut menabrak Saudara RPK yang sedang menaikkan barang ke mobil Pick Up Mitsubishi L300 miliknya yang sedang parkir," ujarnya. RPK mengalami luka berat dan langsung dibawa ke UGD RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan. Galih mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan kecelakaan tersebut disebabkan kelalaian manusia. ENR diketahui mengemudi dalam kondisi dipengaruhi alkohol serta tidak memiliki SIM dan STNK. "Hasil olah TKP awal menunjukkan penyebab utama kecelakaan adalah faktor kelalaian manusia, yakni pengemudi mengendarai kendaraan tanpa konsentrasi di bawah pengaruh minuman beralkohol," ujar Galih. Kasus tersebut kini masih ditangani Satlantas Polrestabes Surabaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Lokal
| Minggu, 23 Agustus 2026
Foto: Pengemudi Diduga Mabuk, Kecelakaan Beruntun di Surabaya Tewaskan 1 Orang | Pifa Net

776 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Terbanyak di Banjar, Tapin, dan Tanah Laut

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 776 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (22/8/2026). Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut. Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel Utari Randiana mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan pada Sabtu (22/8), bersamaan dengan pemantauan kondisi cuaca dan sebaran asap di wilayah Kalsel. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Jumat (21/8) pukul 17.00 Wita, sebaran asap terdeteksi di Kalsel dan meluas hingga Kalimantan Tengah serta Kalimantan Timur. "Untuk wilayah Kalimantan Selatan, sebaran asap berada di bagian barat dan utara, dengan arah angin umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan lima hingga 15 knot berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer wilayah setempat," ujar Utari, dikutip dari Antara. Utari mengatakan berdasarkan rekapitulasi laporan meteorologi, asap mulai terdeteksi sejak pukul 02.00 Wita. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan jarak pandang mengalami penurunan pada pagi hari. Penurunan jarak pandang tercatat berkisar antara 3.500 meter hingga 200 meter pada pukul 07.00 Wita. Sementara itu, Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ariansyah mengatakan kabut asap cukup signifikan terpantau di sejumlah kabupaten/kota. Wilayah yang terdampak antara lain Banjarbaru, kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut, serta Kabupaten Banjar. "Untuk wilayah Banua Anam, berdasarkan citra satelit juga terdapat sebaran kabut asap, terutama di bagian barat dan utara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah yang memiliki area gambut cukup luas," ujar Ariansyah.

Lokal
| Sabtu, 22 Agustus 2026
Foto: 776 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Terbanyak di Banjar, Tapin, dan Tanah Laut | Pifa Net

Makassar dan Bone Jadi Daerah dengan Kebutuhan Perumahan Tertinggi di Sulsel

Kota Makassar dan Kabupaten Bone menjadi dua daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan kebutuhan perumahan yang tinggi.Makassar tercatat memiliki persoalan backlog kepemilikan rumah paling tinggi, sementara Bone menghadapi persoalan besar terkait kualitas hunian dan banyaknya rumah yang belum layak huni.Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 1 Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP3KP) Sulawesi 3, Dwiayu Permatasari, mengatakan kebutuhan perumahan di Sulsel masih cukup tinggi berdasarkan estimasi indikatif dalam dashboard MyPKP."Kalau untuk Sulawesi Selatan sendiri, kebutuhan perumahan memang masih cukup tinggi," ujar Dwiayu saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).Berdasarkan dashboard tersebut, terdapat sekitar 3,1 juta keluarga di Sulsel. Dari jumlah itu, sekitar 40,34 persen atau lebih dari 1,2 juta keluarga masih tercatat memiliki persoalan backlog perumahan.Sekitar 430 ribu keluarga diperkirakan belum memiliki rumah sendiri. Sementara sekitar 825 ribu keluarga lainnya telah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisi rumahnya belum memenuhi standar layak huni."Data tersebut merupakan estimasi indikatif, bukan angka mikro pemutakhiran langsung," ujarnya.Dwiayu menyebut Makassar menjadi daerah dengan persoalan backlog kepemilikan rumah paling tinggi di Sulsel. Kondisi tersebut dipengaruhi jumlah penduduk yang besar serta arus urbanisasi yang terus meningkat."Jika dilihat dari jumlah penduduk, Kota Makassar merupakan daerah dengan backlog perumahan tertinggi. Namun, khusus Makassar lebih menonjol di backlog kepemilikan karena transisi urbanisasi," ungkapnya.Sementara itu, persoalan perumahan di Kabupaten Bone lebih banyak berkaitan dengan kualitas hunian. Kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di daerah tersebut tercatat cukup tinggi berdasarkan sinkronisasi data hingga Juli 2026."Sementara di kabupaten seperti Bone, kebutuhannya sangat besar dari sisi kualitas hunian," katanya.Dwiayu menjelaskan persoalan backlog perumahan di Sulsel tidak hanya berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki rumah. Persoalan tersebut juga mencakup masyarakat yang sudah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisi fisik rumahnya belum layak."Persoalannya bukan hanya berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki rumah, tetapi juga masyarakat yang sudah memiliki tempat tinggal tetapi belum layak secara kondisi rumahnya," jelasnya.Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan sejumlah intervensi, mulai dari pembangunan rumah baru, rehabilitasi rumah, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, hingga penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Pendanaan program tersebut bersumber dari APBN, APBD, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).Meski demikian, Dwiayu menegaskan angka backlog dalam dashboard masih berupa estimasi indikatif dan belum sepenuhnya menggambarkan jumlah masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan perumahan.Menurutnya, diperlukan sinkronisasi lebih lanjut dengan data kependudukan, tingkat pendapatan, kondisi fisik rumah, hingga data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem untuk mendapatkan angka yang lebih akurat."Di dashboard kita itu masih sekitar 3 juta 100 sekian untuk Provinsi Sulawesi Selatan tersendiri itu, namun itu tidak bisa menjadi data ini ya data yang masih fleksibel biasanya," terangnya.Selain Makassar dan Bone, kawasan penyangga metropolitan Mamminasata seperti Kabupaten Gowa dan Maros juga mengalami peningkatan kebutuhan hunian seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan perumahan."Wilayah Mamminasata ini tercatat telah memiliki puluhan ribu hunian rumah subsidi yang tersedia di Kabupaten Gowa dan juga Kabupaten Maros," ujarnya.

Lokal
| Sabtu, 22 Agustus 2026
Foto: Makassar dan Bone Jadi Daerah dengan Kebutuhan Perumahan Tertinggi di Sulsel | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: 2 Perusahaan di Kalbar Ekspor Kayu Ilegal ke Eropa dan Korea | Pifa Net

2 Perusahaan di Kalbar Ekspor Kayu Ilegal ke Eropa dan Korea

Berita Lokal, PIFA - Bareskrim Mabes Polri membongkar praktik illegal logging di Kubu Raya. Diketahui, dua perusahaan yang terlibat melakukan ekspor ke Eropa dan Korea Selatan. Dirtipiter Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, sejak Maret 2022, kedua perusahaan yakni CV Sumber Mandiri Abadi (SMA) dan Pusaka Damai Sentosa (PDS) sebanyak 21 kali melakukan ekspor. “Perusahaan itu ekspor kayu olahan ke Eropa dan Korea Selatan,” kata Pipit, kemarin. Dia merincikan, CV SMA melakukan ekspor sebanyak 18 kali dan CV PDS sebanyak 3 kali. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini, terkait jumlah pengiriman atau ekspor ke luar negeri tersebut. "Apakah betul hanya demikian atau lebih. Terus apakah ada pengiriman dalam negeri juga, ini masih terus didalami," pungkasnya. Sebelumnya, kasus illegal logging ini dibongkar Bareskrim Mabes Polri. Pengurus CV Rimbah Gemilang Indah berinisial SA, ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengamankan sedikitnya 1.050 meter kubik kayu. Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 22 orang sebagai saksi. Dia menuturkan, selain menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti kayu, pihaknya juga menyita dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu-Kayu Olahan (SKSHHK-KO) dan nota angkutan. Pipit menerangkan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Rabu (7/9/2022). Saat itu, tim menemukan truk bermuatan kayu olahan di gudang CV Sumber Mandiri Abadi, Kabupaten Kubu Raya. CV RGI diduga telah melakukan tindak pidana pengangkutan kayu hasil hutan tanpa dilengkapi dokumen sah.  Tersangka SA dijerat Pasal 88 juncto Pasal 16 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 5 miliar. (ap) 

Kalbar
| Sabtu, 24 September 2022

Lokal

Foto: Dukung Baksos RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Wako Edi: Ringankan Beban Warga | Pifa Net

Dukung Baksos RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Wako Edi: Ringankan Beban Warga

Berita Pontianak, Kalbar – PIFA, Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik dan mendukung kegiatan baksos yang dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak dan HUT ke-250 Kota Pontianak, Sabtu (16/10/2021). Ada beberapa kegiatan baksos yang digelar, di antaranya vaksinasi dengan target seribu orang, khitanan massal, pemasangan alat kontrasepsi KB jenis IUD, donor darah dan sebagainya. Edi Kamtono menyebut, baksos meringankan beban masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Ia pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini bertepatan momen HUT RSUD SSMA dan Hari Jadi Kota Pontianak. “Baksos yang digelar seperti vaksinasi, khitanan massal dan pemasangan alat kontrasepsi gratis ini sangat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya, mengutip rilis Prokopim Pemkot Pontianak, (16/10). Vaksinasi, lanjut Edi dilaksanakan untuk memperluas cakupan vaksinasi di Kota Pontianak yang ditargetkan rampung 70 persen akhir Oktober 2021 ini. “Target kita akhir Oktober bisa mencapai 70 persen dan saat ini sudah diatas 60 persen,” pungkas Edi. Direktur RSUD SSMA Kota Pontianak, dr Rifka menjelaskan, ulang tahun rumah sakit yang dipimpinnya ini jatuh pada tanggal 24 Oktober 2021 mendatang. Namun, serangkaian kegiatan digelar duluan. “Selain baksos ini, puncak acaranya nanti juga ada berbagai lomba di rumah sakit seperti cerdas cermat dan sebagainya,” jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu yang juga hadir mendampingi Wako Edi berpesan agar pelaksanaan baksos mengedepankan protokol kesehatan. “Antisipasi kerumunan, nanti dari prosedur tetap akan memperhatikan protokol kesehatan mulai dari pembagian kartu dan lain sebagainya,” pesan dia.   (Pontianak Informasi)

Pontianak
| Sabtu, 16 Oktober 2021

Lokal

Foto: IPM Kalbar Terendah di Kalimantan, Dewan Minta Pemprov Perhatikan | Pifa Net

IPM Kalbar Terendah di Kalimantan, Dewan Minta Pemprov Perhatikan

PIFA, Lokal – DPRD Kalbar menyoroti angka indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Barat yang perlu mendapatkan perhatian Pemerintah Provinsi dibawah kepemimpinan Midji-Norsan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur. Merujuk data BPS yang dirilis di akhir tahun 2022, IPM Kalbar telah mencapai 68,63 poin. Angka ini meningkat sebesar 0,73 poin dibandingkan dengan IPM Kalbar 2021 yang sebesar 67,90 poin. Namun, angka tersebut terendah di Pulau Kalimantan yang rata-rata angkanya berada di atas 70 %. Angka IPM tertinggi pada tahun tersebut berada di Provinsi Kalimantan Timur, yakni 77.44 %. “Persoalan stunting ini mesti jadi perhatian. IPM juga, kita yang terendah di Kalimantan,” katanya, beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Ada tiga dimensi dasar untuk mengukur IPM, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak. IPM dipandang sebagai bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya. Untuk itu, Prabasa pun meminta agar hal tersebut menjadi fokus perhatian pemerintah Midji-Norsan. Kendati demikian, dia turut mengapresiasi kinerja capaian pembangunan yang dilakukan oleh Sutarmidji-Ria Norsan. Dia pun optimis target jalan mantap di Kalbar dapat tercapai 80 persen sebelum keduanya mengakhiri kepemimpinan di Pemprov Kalbar tahun ini. “Kita lihat kinerja yang sudah dilakukan Pemprov Kalbar, kita sangat mengapresi,” kata Prabasa. Prabasa mengatakan banyak sekali capaian yang berhasil ditorehkan empat tahun ini. Dia pun berharap Midji-Norsan dapat memanfaatkan secara maksimal sisa masa kepemimpinannya. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan bahwa peningkatan IPM di tingkat provinsi akan mengacu pada IPM dari kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Barat. “Salah satu yang sedang gencar kita lakukan adalah peningkatan IPM di bidang pendidikan dan kesehatan, untuk itu pemerintah terus mendorong agar fasilitas, sarana dan prasarana, kemudian tenaga kesehatan dan penunjang terkait agar benar-benar dapat melayani dengan sebaik-baiknya,” mengutip Antara. Berdasarkan data IPM nasional pada tahun 2022 setelah dilanda COVID-19, IPM rata-rata nasional meningkat sebesar 0,77 persen per tahun. Berdasarkan data rilis yang di publikasikan oleh Bappenas, Kalimantan Barat termasuk daerah yang hampir memenuhi target nasional dalam RPK (Rencana Kerja Pemerintah), dimana mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Angka IPM Kalbar terhitung meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 lalu, IPM di Kalimantan Barat sebesar 67,65 kemudian pada tahun 2020 meningkat menjadi 67.66, pada tahun 2021 meningkat jadi 67,90 dan di tahun 2022 meningkat signifikan menjadi 68,63. (yd)

Kalbar
| Jumat, 19 Mei 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5