Lokal
Debat Pilgub Kalbar Memanas, Sutarmidji Pertanyakan Sumbangsih Krisantus untuk Kapuas Raya
PIFA, LOKAL - Debat publik Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2024 yang digelar oleh KPU Kalbar berlangsung panas, khususnya saat calon gubernur nomor urut 1, Sutarmidji, memberikan respons tegas kepada pasangan nomor urut 2, Ria Norsan-Krisantus.Ketegangan memuncak ketika Krisantus mempertanyakan janji pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang menurutnya tak terealisasi selama Sutarmidji menjabat sebagai gubernur. Dengan nada tegas, Sutarmidji menjawab bahwa seluruh kewajiban pemerintah provinsi sudah diselesaikan.“Semua kewajiban Pemprov Kalbar untuk mendorong pemekaran Kapuas Raya sudah tuntas. Persoalannya adalah moratorium dan belum adanya Undang-Undang Pemekaran. Itu bukan wewenang gubernur,” ujarnya.Tak berhenti di situ, Sutarmidji justru berbalik menantang Krisantus yang merupakan Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar 2. Ia mempertanyakan kontribusi Krisantus dalam mendorong legislasi terkait pemekaran.“Apa yang dibuat Anggota DPR RI Dapil Kalbar 2? Yang buat UU ini DPR bersama Presiden, bukan gubernur. Kalau kami bisa buat UU, saya rasa Kapuas Raya sudah mekarkan sejak lama,” ujar Sutarmidji disambut riuh tepuk tangan pendukung.Debat ketiga Pilgub Kalbar 2024 ini mengusung tema Menyelaraskan Kebijakan di Bidang Politik, Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. Pasangan Midji-Didi yang didukung delapan partai politik tampak percaya diri dalam memaparkan visi-misi mereka sepanjang debat.Sementara itu, pasangan Ria Norsan-Krisantus mencoba mengejar dengan mengangkat isu-isu strategis, termasuk pemekaran Kapuas Raya. Namun, serangan mereka berbalik menjadi bumerang setelah jawaban tajam dari Sutarmidji.Debat ini menjadi momentum krusial untuk menentukan pilihan masyarakat Kalbar menjelang pemilihan pada Desember 2024. Apakah isu Kapuas Raya akan memengaruhi peta dukungan? Kita tunggu hasil akhirnya!
Kalbar
| Selasa, 19 November 2024

Trending
Karang Taruna Tebar 450 Kg Lele, Warga Pontianak Antusias Ikuti Lomba Mancing di Parit
Pontianak
| Senin, 13 Januari 2025

Evakuasi Penumpang Speedboat Terdampar di Sukadana Terabas Jalur Hutan
Kayong Utara
| Minggu, 17 Juli 2022

Pemkot Pontianak Berhasil Kendalikan Inflasi 2024, Fokus Hadapi Tantangan 2025
Pontianak
| Kamis, 9 Januari 2025

Sutarmidji Ziarah ke Makam Raja Tanjungpura, Kenang Jasa Persatuan Kalbar
Ketapang
| Jumat, 18 Oktober 2024

Polres Sekadau Berhasil Ungkap Penyalahgunaan Solar Bersubsidi
Sekadau
| Jumat, 22 April 2022

Dampingi Masyarakat Giatkan Literasi, Aipda Belmi Raih Penghargaan Bupati Kapuas Hulu
Kapuas Hulu
| Rabu, 27 Oktober 2021

Hadiri Wisuda Santri TPQ, Irwan Minta Generasi Penerus Siapkan Diri untuk Masa Depan
Singkawang
| Rabu, 30 Maret 2022

Banjir Kalbar Meluas ke Kabupaten di Hulu
Kapuas Hulu
| Kamis, 16 Maret 2023

May Day, Buruh Kalbar Diimbau Tak Terprovokasi hingga Terpecah Belah
Kalbar
| Selasa, 30 April 2024

Berita Terbaru
Lokal

Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk
BEKASI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026) petang. Kobaran api yang membesar dengan cepat dilaporkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang berisi limbah plastik sebelum menyebar ke permukiman. "Api dari gudang merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi gudang itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi kejadian. Menurut Ferdi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke sedikitnya tiga rumah warga dan turut menghanguskan satu unit truk yang terparkir di dalam area gudang. Ia mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Sudah ada beberapa rumah yang terkena. Tadi warga sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya. Hingga lebih dari dua jam setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. "Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya. Selain armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI. Adhi menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala karena gudang yang terbakar menyimpan berbagai jenis limbah seperti plastik, kain tekstil, dan material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. "Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar nanti dari pihak kepolisian yang menjelaskan setelah proses penyelidikan," ujarnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam fokus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026
Lokal

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu
KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto. "Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam. Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya. "Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah. "Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka. "Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya. Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali. Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026
Lokal

2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut
Dua karyawan toko aksesori ponsel ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun tidak mendapat respons dari dalam bangunan. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan saat pintu ruko dibuka paksa, ditemukan empat orang di dalam kamar. Dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak sadarkan diri. “Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya pingsan,” ujar Rahmat, Minggu (24/5). Dua korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Tebing Tinggi dan AA (22) warga Serdang Bedagai. Sementara dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga kuat penyebab kejadian adalah keracunan asap dari genset yang digunakan saat listrik padam. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Jumat (22/5) sore akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu cuaca buruk, dan berdampak pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.
Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026
Berita Populer
Lokal

Debat Pilgub Kalbar Memanas, Sutarmidji Pertanyakan Sumbangsih Krisantus untuk Kapuas Raya
PIFA, LOKAL - Debat publik Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2024 yang digelar oleh KPU Kalbar berlangsung panas, khususnya saat calon gubernur nomor urut 1, Sutarmidji, memberikan respons tegas kepada pasangan nomor urut 2, Ria Norsan-Krisantus.Ketegangan memuncak ketika Krisantus mempertanyakan janji pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang menurutnya tak terealisasi selama Sutarmidji menjabat sebagai gubernur. Dengan nada tegas, Sutarmidji menjawab bahwa seluruh kewajiban pemerintah provinsi sudah diselesaikan.“Semua kewajiban Pemprov Kalbar untuk mendorong pemekaran Kapuas Raya sudah tuntas. Persoalannya adalah moratorium dan belum adanya Undang-Undang Pemekaran. Itu bukan wewenang gubernur,” ujarnya.Tak berhenti di situ, Sutarmidji justru berbalik menantang Krisantus yang merupakan Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar 2. Ia mempertanyakan kontribusi Krisantus dalam mendorong legislasi terkait pemekaran.“Apa yang dibuat Anggota DPR RI Dapil Kalbar 2? Yang buat UU ini DPR bersama Presiden, bukan gubernur. Kalau kami bisa buat UU, saya rasa Kapuas Raya sudah mekarkan sejak lama,” ujar Sutarmidji disambut riuh tepuk tangan pendukung.Debat ketiga Pilgub Kalbar 2024 ini mengusung tema Menyelaraskan Kebijakan di Bidang Politik, Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. Pasangan Midji-Didi yang didukung delapan partai politik tampak percaya diri dalam memaparkan visi-misi mereka sepanjang debat.Sementara itu, pasangan Ria Norsan-Krisantus mencoba mengejar dengan mengangkat isu-isu strategis, termasuk pemekaran Kapuas Raya. Namun, serangan mereka berbalik menjadi bumerang setelah jawaban tajam dari Sutarmidji.Debat ini menjadi momentum krusial untuk menentukan pilihan masyarakat Kalbar menjelang pemilihan pada Desember 2024. Apakah isu Kapuas Raya akan memengaruhi peta dukungan? Kita tunggu hasil akhirnya!
Kalbar
| Selasa, 19 November 2024
Lokal

Karang Taruna Tebar 450 Kg Lele, Warga Pontianak Antusias Ikuti Lomba Mancing di Parit
PIFA.CO.ID, LOKAL - Ratusan warga berbondong-bondong meriahkan lomba memancing di tepian parit Jalan PGA Kota Baru Pontianak, pada Minggu (12/1/2024) pagi. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias mengikuti lomba memancing tersebut.Turnamen ini digelar oleh Karang Taruna Kecamatan Pontianak Kota. Diikuti sekitar 1.200 peserta.Ketua Karang Taruna Kecamatan Pontianak Kota, Eko Febriyanto mengatakan, awal mula dilaksanakan kegiatan ini, berangkat dari keresahan warga yang meminta untuk diadakan event sebagai ajang berkumpul bersama keluarga ataupun keluarga lainnya. "Jadi kami menggarap itu dengan atas dasar keresahan yang ada di masyarakat. Oleh sebab itu, kami membuat event mancing Karang Taruna Fishing Cup 1. Peserta ditargetkan 1.500 dari berbagai komunitas dan warga Pontianak," ujarnya.Panitia sebelumnya telah menebarkan 450 kg ikan lele di sepanjang parit tersebut. Para peserta hanya tinggal membawa peralatan pancing.Pada lomba mancing ini juga penilaian, dimana peserta yang berhasil mendapatkan ikan terbesar akan menjadi juaranya. “Bagi peserta yang mendapat juara, diberikan hadiah berupa uang tunai,” ujarnya.Perlombaan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Kalbar Zulfydar Zaidar Mochtar. Ia mengapresiasi lomba mancing yang digelar oleh Karang Taruna. Ia menilai, selain menjadi wadah mengekspresikan bakat memancing, juga menjadi wadah silaturahmi antar warga sekaligus rekreasi."Maka kami sebagai anggota DPRD provinsi Kalbar mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini dalam rangka untuk menumbuhkan semangat rasa kebersamaan, rasa persatuan, rasa komunikasi dan silaturahmi, jadi tidak hanya soal memancingnya, tapi ada silaturahim di dalamnya," ujar Zulfydar.Selain menjadi daya tarik rekreasi berwisata, Zulfydar mengatakan lomba memancing ini dinilai juga menjadi daya tarik mendongkrak pertumbuhan ekonomi para pelaku UMKM.“Tentunya mereka datang ada yang belanja atau jajan, nah ini yang dapat membantu geliat UMKM naik," ujarnya.Zulfydar juga menilai, bahwa ikan lele selain dapat dijadikan event lomba memancing, juga dapat membantu menjaga lingkungan terkhusus di parit-parit atau drainase.Zulfydar berharap agar Pemuda dari Karang Taruna terus melakukan terobosan ataupun kegiatan yang produktif. Ia juga meminta agar Karang Taruna ikut andil dalam memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia emas 2045.
Pontianak
| Senin, 13 Januari 2025
Lokal

Evakuasi Penumpang Speedboat Terdampar di Sukadana Terabas Jalur Hutan
Berita Lokal, PIFA - Speedboat Sinergi Cipta Mandiri jurusan Pontianak-Sukadana terdampar di perairan Pelintu, Desa Gunung Sembilan, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara, Sabtu (16/7/2022). Speedboat berpenumpang total 30 orang dengan rincian 25 dewasa dan lima anak-anak itu, dihantam gelombang kuat dan angin kencang saat memasuki muara Sukadana menuju ke pelabuhan. "Karena gelombang yang kuat dan tinggi disertai angin kencang menyebabkan kaca depan pecah, serta persediaan bensin yang sedikit, terpaksa speed menepi ke lokasi terdekat agar para penumpang tetap selamat," kata Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief Hidayat, Minggu (17/7/2022). Arief menjelaskan, speedboat itu menepi di pantai Pulau Sepintu, Desa Gunung Sembilan Tambak Rawang, kemudian penumpang memilih jalur darat melewati hutan yang ada di Bukit Sepintu menuju ke Tambak Rawang. "Kondisi 30 orang penumpang setelah dievakuasi dalam keadaan selamat dan sehat," ujar Arief. Atas kejadian ini, Arief mengimbau warga untuk mewaspadai cuaca buruk. Sementara pemilik angkutan perairan diimbau membawa bekal bahan bakar yang cukup saat beroperasi. "BBM cadangan untuk antisipasi cuaca buruk dan gelombang tinggi, sehingga bisa mencari pelabuhan terdekat. Cek manifes calon penumpang supaya tidak over kapasitas penumpang dan barang," tandasnya. (anp)
Kayong Utara
| Minggu, 17 Juli 2022
Feeds
Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk
BEKASI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026) petang. Kobaran api yang membesar dengan cepat dilaporkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang berisi limbah plastik sebelum menyebar ke permukiman. "Api dari gudang merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi gudang itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi kejadian. Menurut Ferdi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke sedikitnya tiga rumah warga dan turut menghanguskan satu unit truk yang terparkir di dalam area gudang. Ia mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Sudah ada beberapa rumah yang terkena. Tadi warga sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya. Hingga lebih dari dua jam setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. "Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya. Selain armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI. Adhi menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala karena gudang yang terbakar menyimpan berbagai jenis limbah seperti plastik, kain tekstil, dan material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. "Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar nanti dari pihak kepolisian yang menjelaskan setelah proses penyelidikan," ujarnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam fokus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu
KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto. "Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam. Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya. "Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah. "Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka. "Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya. Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali. Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut
Dua karyawan toko aksesori ponsel ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun tidak mendapat respons dari dalam bangunan. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan saat pintu ruko dibuka paksa, ditemukan empat orang di dalam kamar. Dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak sadarkan diri. “Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya pingsan,” ujar Rahmat, Minggu (24/5). Dua korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Tebing Tinggi dan AA (22) warga Serdang Bedagai. Sementara dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga kuat penyebab kejadian adalah keracunan asap dari genset yang digunakan saat listrik padam. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Jumat (22/5) sore akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu cuaca buruk, dan berdampak pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.
Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026

Jemaah An-Nadzir Gowa Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada 26 Mei 2026
Jemaah An-Nadzir Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Pimpinan An-Nadzir, Al Ustadz M. Samiruddin Pademmui, mengatakan penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan hilal oleh tim khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta penggabungan metode dalil naqli dan pendekatan ilmiah. “Iya, kami menetapkan Iduladha jatuh pada Selasa (26/5),” ujar Samiruddin kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5). Ia menjelaskan, metode yang digunakan An-Nadzir mencakup pengamatan fase bulan, termasuk pemantauan purnama pada hari ke-14 hingga ke-16 bulan sebelumnya, serta observasi bulan sabit tua di ufuk timur dengan metode visual tertentu. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan fenomena alam seperti hujan, petir, angin kencang, dan pasang air laut sebagai indikator pergantian bulan. Menurut Samiruddin, berdasarkan hasil pemantauan, pergantian bulan dari Dzulqaidah ke Dzulhijjah terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 04.03 WITA. Pada saat itu, posisi matahari disebut lebih dahulu terbit dibandingkan bulan, yang oleh metode An-Nadzir dianggap sebagai tanda masuknya bulan baru. “Karena itu, 1 Dzulhijjah 1447 H terhitung mulai Ahad 17 Mei 2026,” jelasnya. Dengan penetapan tersebut, pelaksanaan Salat Iduladha oleh jemaah An-Nadzir akan digelar pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 07.00 WITA. Pihak An-Nadzir juga menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal bulan dalam kalender Hijriah merupakan hal yang wajar dalam khazanah fikih Islam. Mereka mengajak umat untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap saling menghormati dan bijaksana.
Gowa
| Minggu, 24 Mei 2026

Polsek Pesanggrahan Amankan Pelaku Penganiayaan Penumpang JakLingko, Diduga Miliki Riwayat Gangguan Jiwa
Kepolisian Sektor (Polsek) Polsek Pesanggrahan mengamankan seorang perempuan berinisial NS (30) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap penumpang perempuan berinisial B (27) di angkutan JakLingko rute 49 Lebak Bulus–Cipulir. Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan melintas di kawasan Ulujami Raya, Kecamatan Pesanggrahan, pada Kamis (21/5) sekitar pukul 10.20 WIB. Kasus ini kemudian dilaporkan korban ke pihak kepolisian hingga pelaku berhasil ditangkap di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5). Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga memiliki riwayat gangguan jiwa dan baru saja keluar dari rumah sakit jiwa kurang dari satu tahun terakhir. “Yang bersangkutan memang baru saja keluar dari RSJ karena ada riwayat gangguan mental atau kejiwaan,” ujar Seala dalam konferensi pers, Sabtu (23/5). Ia menjelaskan, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji klinis dari rumah sakit jiwa untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Selama proses tersebut, Dinas Sosial turut dilibatkan untuk pendampingan dan penanganan medis. Pihak Dinas Sosial DKI Jakarta juga membenarkan bahwa penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dilakukan secara gratis melalui layanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta didampingi petugas dari lokasi hingga ke rumah sakit rujukan. Adapun dua rumah sakit rujukan yang kerap digunakan dalam penanganan ODGJ adalah RSJ Dr. Soeharto Heerdjan dan RSKD Duren Sawit, dengan penentuan disesuaikan dengan riwayat rekam medis pasien. Menurut keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika pelaku meminta bantuan penumpang lain untuk melakukan tap kartu pembayaran elektronik. Setelah terjadi kesalahpahaman terkait kartu tersebut, pelaku kemudian melakukan penarikan kasar hingga berujung pemukulan terhadap korban. Korban mengaku tidak menyangka pelaku memiliki gangguan kejiwaan, sementara keluarga pelaku menyampaikan permintaan maaf dan menyebut kondisi tersebut muncul setelah yang bersangkutan menikah. Polisi menegaskan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur sambil menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku sebelum menentukan status hukumnya.
Jakarta
| Sabtu, 23 Mei 2026

Kereta Api Petikemas Tabrak Minibus di Perlintasan Tanpa Palang di Sumut, Jalur Sempat Terganggu
Kereta Api Petikemas relasi Belawan–Kuala Tanjung terlibat kecelakaan dengan sebuah minibus di perlintasan sebidang tanpa palang pintu pada kilometer 76+7/8 petak jalan Stasiun Bamban–Stasiun Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Sabtu (23/5) sekitar pukul 08.31 WIB. Manager Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan petugas segera melakukan proses evakuasi agar jalur kereta kembali aman dilalui. Ia juga menyebut penanganan di lokasi perlintasan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. “Masinis dalam kondisi selamat, namun lokomotif mengalami sejumlah kerusakan materiil. Setelah penanganan darurat selesai, KA Petikemas dapat kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 08.45 WIB,” ujar Anwar. Dalam kejadian tersebut, pengemudi minibus telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Pihak KAI juga menyampaikan keprihatinan dan empati kepada korban serta keluarga atas insiden tersebut. Peristiwa ini turut berdampak pada operasional perjalanan kereta api lain. KA Petikemas sempat berhenti luar biasa selama 14 menit untuk pengecekan, sementara KA Putri Deli relasi Medan–Tanjung Balai tertahan sekitar 5 menit di Stasiun Bamban demi memastikan jalur aman dilalui kembali. KAI Divre I Sumut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu. Pengguna jalan diingatkan untuk selalu berhenti, melihat kanan-kiri, dan memastikan jalur aman sebelum melintas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Keselamatan adalah prioritas utama kita bersama,” ujar pihak KAI Divre I Sumut.
Sumut
| Sabtu, 23 Mei 2026

Polda Metro Jaya Selidiki Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar soal Dugaan Penyekapan dan Pengancaman oleh Hercules
Polda Metro Jaya menyatakan akan melakukan penyelidikan atas laporan Ilma Sani Fitriana, anak penulis Ahmad Bahar, terhadap Ketua Umum ormas GRIB Jaya, Rosario de Marshall (Hercules). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyekapan, pengancaman, hingga peretasan akun komunikasi. Ilma melaporkan Hercules ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5) dengan didampingi kuasa hukumnya, Gufroni. Dalam laporan itu, selain Hercules, beberapa anggota GRIB Jaya juga turut dilaporkan karena diduga terlibat dalam penjemputan paksa terhadap Ilma di kawasan Cimanggis, Kota Depok. Kuasa hukum pelapor, Gufroni, menyebut peristiwa yang dialami kliennya mencakup dugaan penyanderaan, penculikan, ancaman verbal, hingga dugaan penggunaan senjata api. Ia juga mengklaim kliennya sempat dibawa ke kantor pusat GRIB Jaya dan mendapat tekanan serta intimidasi. “Di situ ada ancaman-ancaman bahwa dia akan dipenjara, kemudian ditunjukkan pistol untuk menakut-nakuti,” ujar Gufroni kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Selain dugaan penyekapan, pihak pelapor juga melaporkan adanya dugaan peretasan WhatsApp milik Ilma yang disebut menjadi pemicu konflik. Laporan tersebut telah teregister di Polda Metro Jaya pada 22 Mei 2026. Menanggapi laporan tersebut, pihak GRIB Jaya melalui Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP, Marcel Gual, menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang disampaikan pihak pelapor merupakan opini yang perlu dibuktikan di ranah hukum. “Silakan, ini negara hukum. Tinggal nanti dibuktikan siapa pelaku sebenarnya,” ujarnya. Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penyelidik akan mengklarifikasi pelapor, mengumpulkan bukti, serta melakukan pendalaman kasus. Ia menambahkan, apabila ditemukan unsur pidana, kasus akan ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Saat ini, laporan tersebut masih dalam proses awal pendistribusian ke satuan kerja terkait di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Budi juga menjelaskan bahwa dugaan peristiwa terjadi pada 17 Mei 2026, ketika korban disebut didatangi sejumlah orang, kemudian dibawa untuk diinterogasi sebelum akhirnya dipulangkan beberapa jam kemudian.
Jakarta
| Sabtu, 23 Mei 2026

Sopir Taksi Green SM Baru 3 Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi
Polda Metro Jaya mengungkap sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang mengalami kecelakaan tertemper KRL di Bekasi Timur ternyata baru bekerja selama tiga hari sebelum insiden terjadi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan fakta tersebut diketahui setelah penyidik memeriksa RRP sebanyak dua kali pada Selasa (28/4) dan Rabu (29/4). “Dari hasil keterangan sopir taksi yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (30/4). Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) saat taksi listrik yang dikemudikan RRP tertemper KRL jurusan Cikarang-Jakarta di kawasan Bekasi Timur. Dengan demikian, RRP baru tiga hari menjalani pekerjaannya sebagai pengemudi taksi listrik. Selain itu, polisi juga mengungkap RRP hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut sebatas pengenalan dasar kendaraan listrik. “Bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sign, parkir dan lain-lain,” kata Budi. Saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan penanganannya diambil alih Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Polisi menyatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah ditemukan unsur dugaan tindak pidana. Penyidik juga menggandeng Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya gangguan sistem kelistrikan atau komunikasi. “Ini masih kita dalami karena memang kita melihat kejadian baru beberapa hari lalu,” ujar Budi.
Lokal
| Sabtu, 2 Mei 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Debat Pilgub Kalbar Memanas, Sutarmidji Pertanyakan Sumbangsih Krisantus untuk Kapuas Raya
PIFA, LOKAL - Debat publik Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2024 yang digelar oleh KPU Kalbar berlangsung panas, khususnya saat calon gubernur nomor urut 1, Sutarmidji, memberikan respons tegas kepada pasangan nomor urut 2, Ria Norsan-Krisantus.Ketegangan memuncak ketika Krisantus mempertanyakan janji pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang menurutnya tak terealisasi selama Sutarmidji menjabat sebagai gubernur. Dengan nada tegas, Sutarmidji menjawab bahwa seluruh kewajiban pemerintah provinsi sudah diselesaikan.“Semua kewajiban Pemprov Kalbar untuk mendorong pemekaran Kapuas Raya sudah tuntas. Persoalannya adalah moratorium dan belum adanya Undang-Undang Pemekaran. Itu bukan wewenang gubernur,” ujarnya.Tak berhenti di situ, Sutarmidji justru berbalik menantang Krisantus yang merupakan Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar 2. Ia mempertanyakan kontribusi Krisantus dalam mendorong legislasi terkait pemekaran.“Apa yang dibuat Anggota DPR RI Dapil Kalbar 2? Yang buat UU ini DPR bersama Presiden, bukan gubernur. Kalau kami bisa buat UU, saya rasa Kapuas Raya sudah mekarkan sejak lama,” ujar Sutarmidji disambut riuh tepuk tangan pendukung.Debat ketiga Pilgub Kalbar 2024 ini mengusung tema Menyelaraskan Kebijakan di Bidang Politik, Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. Pasangan Midji-Didi yang didukung delapan partai politik tampak percaya diri dalam memaparkan visi-misi mereka sepanjang debat.Sementara itu, pasangan Ria Norsan-Krisantus mencoba mengejar dengan mengangkat isu-isu strategis, termasuk pemekaran Kapuas Raya. Namun, serangan mereka berbalik menjadi bumerang setelah jawaban tajam dari Sutarmidji.Debat ini menjadi momentum krusial untuk menentukan pilihan masyarakat Kalbar menjelang pemilihan pada Desember 2024. Apakah isu Kapuas Raya akan memengaruhi peta dukungan? Kita tunggu hasil akhirnya!
Kalbar
| Selasa, 19 November 2024
Lokal

Karang Taruna Tebar 450 Kg Lele, Warga Pontianak Antusias Ikuti Lomba Mancing di Parit
PIFA.CO.ID, LOKAL - Ratusan warga berbondong-bondong meriahkan lomba memancing di tepian parit Jalan PGA Kota Baru Pontianak, pada Minggu (12/1/2024) pagi. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias mengikuti lomba memancing tersebut.Turnamen ini digelar oleh Karang Taruna Kecamatan Pontianak Kota. Diikuti sekitar 1.200 peserta.Ketua Karang Taruna Kecamatan Pontianak Kota, Eko Febriyanto mengatakan, awal mula dilaksanakan kegiatan ini, berangkat dari keresahan warga yang meminta untuk diadakan event sebagai ajang berkumpul bersama keluarga ataupun keluarga lainnya. "Jadi kami menggarap itu dengan atas dasar keresahan yang ada di masyarakat. Oleh sebab itu, kami membuat event mancing Karang Taruna Fishing Cup 1. Peserta ditargetkan 1.500 dari berbagai komunitas dan warga Pontianak," ujarnya.Panitia sebelumnya telah menebarkan 450 kg ikan lele di sepanjang parit tersebut. Para peserta hanya tinggal membawa peralatan pancing.Pada lomba mancing ini juga penilaian, dimana peserta yang berhasil mendapatkan ikan terbesar akan menjadi juaranya. “Bagi peserta yang mendapat juara, diberikan hadiah berupa uang tunai,” ujarnya.Perlombaan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Kalbar Zulfydar Zaidar Mochtar. Ia mengapresiasi lomba mancing yang digelar oleh Karang Taruna. Ia menilai, selain menjadi wadah mengekspresikan bakat memancing, juga menjadi wadah silaturahmi antar warga sekaligus rekreasi."Maka kami sebagai anggota DPRD provinsi Kalbar mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini dalam rangka untuk menumbuhkan semangat rasa kebersamaan, rasa persatuan, rasa komunikasi dan silaturahmi, jadi tidak hanya soal memancingnya, tapi ada silaturahim di dalamnya," ujar Zulfydar.Selain menjadi daya tarik rekreasi berwisata, Zulfydar mengatakan lomba memancing ini dinilai juga menjadi daya tarik mendongkrak pertumbuhan ekonomi para pelaku UMKM.“Tentunya mereka datang ada yang belanja atau jajan, nah ini yang dapat membantu geliat UMKM naik," ujarnya.Zulfydar juga menilai, bahwa ikan lele selain dapat dijadikan event lomba memancing, juga dapat membantu menjaga lingkungan terkhusus di parit-parit atau drainase.Zulfydar berharap agar Pemuda dari Karang Taruna terus melakukan terobosan ataupun kegiatan yang produktif. Ia juga meminta agar Karang Taruna ikut andil dalam memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia emas 2045.
Pontianak
| Senin, 13 Januari 2025
Lokal

Evakuasi Penumpang Speedboat Terdampar di Sukadana Terabas Jalur Hutan
Berita Lokal, PIFA - Speedboat Sinergi Cipta Mandiri jurusan Pontianak-Sukadana terdampar di perairan Pelintu, Desa Gunung Sembilan, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara, Sabtu (16/7/2022). Speedboat berpenumpang total 30 orang dengan rincian 25 dewasa dan lima anak-anak itu, dihantam gelombang kuat dan angin kencang saat memasuki muara Sukadana menuju ke pelabuhan. "Karena gelombang yang kuat dan tinggi disertai angin kencang menyebabkan kaca depan pecah, serta persediaan bensin yang sedikit, terpaksa speed menepi ke lokasi terdekat agar para penumpang tetap selamat," kata Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief Hidayat, Minggu (17/7/2022). Arief menjelaskan, speedboat itu menepi di pantai Pulau Sepintu, Desa Gunung Sembilan Tambak Rawang, kemudian penumpang memilih jalur darat melewati hutan yang ada di Bukit Sepintu menuju ke Tambak Rawang. "Kondisi 30 orang penumpang setelah dievakuasi dalam keadaan selamat dan sehat," ujar Arief. Atas kejadian ini, Arief mengimbau warga untuk mewaspadai cuaca buruk. Sementara pemilik angkutan perairan diimbau membawa bekal bahan bakar yang cukup saat beroperasi. "BBM cadangan untuk antisipasi cuaca buruk dan gelombang tinggi, sehingga bisa mencari pelabuhan terdekat. Cek manifes calon penumpang supaya tidak over kapasitas penumpang dan barang," tandasnya. (anp)








