Lokal
Evakuasi Longsor Pasirlangu Bertambah, Tim SAR Temukan Empat Kantong Jenazah di Hari Kedelapan
PIFA, Bandung – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali mengevakuasi empat kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada pagi hari kedelapan operasi pencarian, Sabtu. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan keempat kantong jenazah tersebut ditemukan di sejumlah titik pencarian (worksite) berbeda dalam waktu kurang dari dua jam. “Penemuan pertama terjadi pada pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B. Selanjutnya pada pukul 10.23 WIB tim mengevakuasi kantong jenazah di Worksite A1, dan pada pukul 10.58 serta 11.19 WIB kembali ditemukan dua kantong jenazah di Worksite A2,” ujar Ade di Bandung. Dengan tambahan temuan tersebut, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga Sabtu pukul 11.30 WIB mencapai 64 kantong. Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan dalam pencarian (DP) diperkirakan sekitar 16 jiwa. Ade menjelaskan, pada hari kedelapan operasi SAR, pencarian korban masih dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke dalam tiga sektor utama, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara manual, menggunakan anjing pelacak (K9), serta didukung alat berat. “Sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh sektor pencarian,” katanya. Sementara itu, hingga saat ini Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 49 kantong jenazah dari total 50 kantong jenazah yang telah masuk proses identifikasi. Sebanyak 13 kantong jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. Ade menambahkan, operasi pencarian korban longsor akan terus dilanjutkan sesuai dengan ketetapan Bupati Kabupaten Bandung Barat yang menetapkan status tanggap darurat bencana longsor selama dua pekan. “Sesuai arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat hingga 6 Februari 2026,” pungkasnya.
Bandung
| Sabtu, 31 Januari 2026

Trending
Sutarmidji Gelar Kampanye Dialogis di Desa Nanga Sokan, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Jalan
Kalbar
| Kamis, 14 November 2024

Demo Day Khatulistiwa Business Academy 2024 Dibuka, Digelar hingga 8 Desember di Halaman Rektorat Untan
Pontianak
| Kamis, 5 Desember 2024

Bersinergi dengan KLHK, Muda Mahendrawan Dukung Pelestarian Beruang Madu
Kubu Raya
| Senin, 18 September 2023

Tanah Longsor di Desa Tengkajau Melawi Putus Akses Warga
Melawi
| Rabu, 14 Juni 2023

Kasus Pencurian Masih Marak Terjadi di Kalbar Sepanjang 2024
Pontianak
| Kamis, 2 Januari 2025

Cegah Warga Berobat ke Malaysia, IDI Minta Dokter Kalbar Tingkatkan Kualitas Pelayanannya
Kalbar
| Senin, 12 Desember 2022

GP Ansor Bekerjasama Dengan Polres Melawi Salurkan Bantuan Banjir
Tim Redaksi
| Kamis, 9 September 2021

Kadinkes Pontianak Minta Masyarakat Melaporkan Jika Ada Penderita Katarak Yang Kurang Mampu
Pontianak
| Kamis, 21 Oktober 2021

Sutarmidji Sosialisasikan Program di Desa Pasir, Dapat Dukungan Emak-emak untuk Pilgub Kalbar 2024
Mempawah
| Sabtu, 12 Oktober 2024

Pertama di Indonesia, Muda Mahendrawan Terima Piagam Penghargaan MURI terkait Pengukuran Kebugaran Jasmani Massal
Kubu Raya
| Rabu, 13 September 2023

Berita Terbaru
Lokal

Ledakan Petasan di Pekalongan Lukai 9 Orang, Polisi Selidiki Penyebab
PIFA, Pekalongan - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, tengah menyelidiki kasus ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu. Insiden tersebut mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka.Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, Setiyanto, mengatakan ledakan terjadi saat sejumlah remaja merakit petasan di dalam rumah menggunakan alat sederhana seperti palu dan obeng."Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah," katanya.Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sisa-sisa selongsong petasan, baik yang masih berisi serbuk maupun yang sudah kosong.Berdasarkan keterangan saksi, suara ledakan berasal dari sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari permukiman warga. Dampak ledakan tersebut cukup besar, hingga menyebabkan kaca rumah warga pecah serta merusak bagian atap dan genteng.Para korban mengalami luka bakar dan luka ringan di beberapa bagian tubuh. Mereka telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Bendan, Rumah Sakit Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.Polisi masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ledakan tersebut. Dari hasil sementara, bahan peledak yang digunakan diketahui dibeli secara daring."Berdasar keterangan saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut dibeli secara daring," katanya.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuat maupun menyalakan petasan, terutama yang memiliki daya ledak tinggi karena berisiko besar terhadap keselamatan."Kami mengajak masyarakat tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan," katanya.
Pekalongan
| Senin, 23 Maret 2026
Lokal

Polisi Bongkar Produksi Petasan Berdaya Ledak Tinggi, 1 Pelaku Ditangkap
PIFA, Pamekasan - Aparat Kepolisian Resor Pamekasan mengungkap praktik produksi petasan berdaya ledak tinggi yang dilakukan sejumlah warga di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.Kapolres Pamekasan, Hendra Eko Triyulianto, menjelaskan pengungkapan ini merupakan hasil operasi yang dilakukan jajaran Polsek Larangan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah."Pengungkapan produksi petasan ini berkat operasi yang dilakukan Polsek Larangan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kemarin," kata Hendra saat merilis kasus tersebut, Sabtu.Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap satu pelaku berinisial D (18), warga Dusun Duwak Tinggi, Desa Blumbungan. Sementara 11 orang lainnya yang diduga terlibat berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran.Kapolres menuturkan, pengungkapan kasus ini bermula saat petugas melakukan patroli dan mendengar suara ledakan keras dari dalam rumah warga."Tim yang mendengar adanya ledakan tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara dan di sana terungkap bahwa ledakan tersebut terjadi di lokasi produksi petasan yang dilakukan oleh warga berinisial D ini," katanya.Dari lokasi, polisi menyita ratusan petasan siap pakai berbagai ukuran, mulai dari 3 hingga 12 cm, serta petasan renteng sepanjang 3 meter. Selain itu, ditemukan pula bahan peledak seperti 5 kilogram bubuk mesiu, belerang, serbuk arang, tepung kanji, dan 2 kilogram booster kelingking."Timbangan elektrik yang digunakan tersangka dan kawan-kawan membuat bom juga kami sita, berikut alat pembuat petasan dari kayu dan pipa besi, alat perekat, serta selongsong petasan," katanya.Barang bukti lain yang diamankan antara lain tiga unit telepon seluler, empat sepeda motor, serta plastik bahan balon udara. Saat ini, polisi juga berkoordinasi dengan Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan penanganan bahan peledak berjalan aman."Saat ini, kami berkoordinasi dengan tim Penjinak Bom Brimob Polda Jatim untuk penanganan material bahan peledak agar tetap aman," katanya.Terkait 11 pelaku lain yang melarikan diri, pihak kepolisian telah mengantongi identitas mereka dan meminta agar segera menyerahkan diri.Dalam catatan Polres Pamekasan, selama enam hari terakhir terdapat tujuh korban luka akibat petasan, yang mayoritas merupakan perakit. Salah satu kasus terjadi pada 15 Maret 2025 di Kecamatan Tlanakan, yang menyebabkan seorang warga mengalami patah kaki hingga harus diamputasi.Insiden lain terjadi pada 16 Maret 2026 di Kecamatan Pegantenan yang mengakibatkan lima orang mengalami luka bakar, serta pada 20 Maret 2026 seorang remaja mengalami luka berat akibat ledakan bahan petasan.Polisi mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi maupun menggunakan petasan berdaya ledak tinggi karena berbahaya dan dapat menimbulkan korban jiwa.
Pamekasan
| Senin, 23 Maret 2026
Lokal

Mobil Pemudik Terjun ke Parit dan Terbakar di OKU Timur, Seluruh Penumpang Selamat
PIFA, OKU - Sebuah mobil pemudik mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke parit dan terbakar di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Sabtu pagi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Kapolres OKU Timur, Adik Listiyono, mengatakan kecelakaan bermula saat sebuah minibus Honda HR-V berwarna abu-abu melaju dari arah Palembang menuju Cempaka.Diduga pengemudi mengantuk, kendaraan kehilangan kendali hingga keluar jalur dan terjun ke parit di sisi jalan. Benturan keras terjadi saat mobil menghantam tungku masak milik warga di sekitar lokasi, yang kemudian memicu kebakaran akibat kebocoran bahan bakar."Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah kecelakaan terjadi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut," katanya.Petugas dari Polsek Cempaka bersama Unit Laka Satlantas Polres OKU Timur segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan kejadian.Aparat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan. Proses pemadaman dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran dan warga hingga api berhasil dipadamkan."Identitas korban saat ini masih dalam pendataan. Namun, kami pastikan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," tegasnya.Menurut Adik, kejadian ini menjadi peringatan bagi para pemudik agar tidak mengabaikan faktor kelelahan saat berkendara, terutama di tengah meningkatnya mobilitas selama arus mudik Lebaran."Kami terus meningkatkan edukasi keselamatan serta pengawasan di jalur mudik dalam rangka Operasi Ketupat Musi 2026 guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," ujarnya.
Jakarta
| Senin, 23 Maret 2026
Berita Populer
Lokal

Evakuasi Longsor Pasirlangu Bertambah, Tim SAR Temukan Empat Kantong Jenazah di Hari Kedelapan
PIFA, Bandung – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali mengevakuasi empat kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada pagi hari kedelapan operasi pencarian, Sabtu. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan keempat kantong jenazah tersebut ditemukan di sejumlah titik pencarian (worksite) berbeda dalam waktu kurang dari dua jam. “Penemuan pertama terjadi pada pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B. Selanjutnya pada pukul 10.23 WIB tim mengevakuasi kantong jenazah di Worksite A1, dan pada pukul 10.58 serta 11.19 WIB kembali ditemukan dua kantong jenazah di Worksite A2,” ujar Ade di Bandung. Dengan tambahan temuan tersebut, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga Sabtu pukul 11.30 WIB mencapai 64 kantong. Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan dalam pencarian (DP) diperkirakan sekitar 16 jiwa. Ade menjelaskan, pada hari kedelapan operasi SAR, pencarian korban masih dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke dalam tiga sektor utama, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara manual, menggunakan anjing pelacak (K9), serta didukung alat berat. “Sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh sektor pencarian,” katanya. Sementara itu, hingga saat ini Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 49 kantong jenazah dari total 50 kantong jenazah yang telah masuk proses identifikasi. Sebanyak 13 kantong jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. Ade menambahkan, operasi pencarian korban longsor akan terus dilanjutkan sesuai dengan ketetapan Bupati Kabupaten Bandung Barat yang menetapkan status tanggap darurat bencana longsor selama dua pekan. “Sesuai arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat hingga 6 Februari 2026,” pungkasnya.
Bandung
| Sabtu, 31 Januari 2026
Lokal

Sutarmidji Gelar Kampanye Dialogis di Desa Nanga Sokan, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Jalan
PIFA, Lokal – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, kembali mengunjungi Desa Nanga Sokan, Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, pada Selasa (12/11) siang. Kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Sutarmidji, setelah sebelumnya datang pada masa kampanye Pilgub 2018 dan kunjungan kerja pada 2021 saat menjabat sebagai Gubernur Kalbar periode 2018-2023. Dalam kampanye dialogis tersebut, Sutarmidji didampingi oleh Calon Wakil Bupati Melawi nomor urut 1, Iif Usfayadi. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Nanga Sokan, yang disambut dengan tradisi potong ompong sebagai penghormatan dari masyarakat Dayak setempat. Sutarmidji menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Kalbar, khususnya ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Sayan, Kota Baru, hingga Sokan. Ia mengungkapkan bahwa meskipun kalah suara di Desa Nanga Sokan pada Pilgub 2018, ia tetap datang kembali untuk memastikan progres pembangunan, terutama dalam hal perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. “Lima tahun yang lalu saya ke sini dan kalah telak, tetapi saya tidak jera. Saya datang lagi untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana,” ungkap Sutarmidji.Ia juga menegaskan bahwa apabila ia terpilih kembali bersama calon wakilnya, Didi, komitmen mereka adalah menyelesaikan ruas jalan tersebut dalam satu tahun anggaran. Sutarmidji menjelaskan bahwa hampir seluruh ruas jalan provinsi di daerah tersebut sudah hampir tuntas. Ia memastikan, jika ia terpilih, semua jalan yang rusak akan diperbaiki dalam waktu dekat.“Saya pastikan, kalau saya jadi gubernur, dan menang di Sokan ini, kalau jalan dalam satu tahun tidak selesai, datang ramai-ramai ke Pontianak. Saya pastikan selesai, karena saya tahu anggarannya,” tambahnya. Dalam kampanye dialogis ini, Sutarmidji juga mengajak masyarakat untuk tidak tergiur oleh janji-janji sesaat yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.“Jangan tergiur dengan apapun yang diberikan, misalnya diberi Rp100 ribu, tetapi jalan masih rusak. Apakah mau lima tahun menikmati jalan seperti itu?” tegasnya. Acara ini diakhiri dengan sesi dialog antara Sutarmidji dan ratusan masyarakat yang hadir, di mana ia memaparkan visi, misi, dan program-program yang akan dijalankan jika terpilih kembali menjadi Gubernur Kalimantan Barat
Kalbar
| Kamis, 14 November 2024
Lokal

Demo Day Khatulistiwa Business Academy 2024 Dibuka, Digelar hingga 8 Desember di Halaman Rektorat Untan
PIFA, Lokal - Demo Day Khatulistiwa Business Academy 2024 resmi dibuka pada Rabu (4/12/2024) di halaman Rektorat Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak. Acara ini merupakan bagian dari program Wirausaha Merdeka tahun kedua, yang bertujuan mencetak generasi pengusaha muda berbakat. Kegiatan akan berlangsung selama lima hari hingga Minggu (8/12) dengan acara puncak pengumuman pemenang dan duta wirausaha. Kegiatan yang diikuti 90 kelompok mahasiswa dari berbagai universitas se-Kalbar ini menghadirkan berbagai produk inovatif mulai dari kuliner, fashion, jasa, hingga produk ramah lingkungan.Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untan, Achmadi, dalam sambutannya mewakili Rektor Untan menyampaikan apresiasi atas semangat para mahasiswa. "Demo Day ini adalah bukti bahwa kalian tidak hanya belajar teori, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu menjadi inovasi yang nyata. Kami berharap kegiatan ini membuka peluang baru untuk kalian di dunia usaha," ujarnya saat membuka acara.Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Khatulistiwa Business Academy 2024, Ikhwan Ruslianto. Dia menyebut acara ini merupakan puncak program Wirausaha Merdeka, dimana para peserta yang ikut dimentori oleh 30 mitra UMKM dan Perusahaan."Demo Day adalah ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan produk, mempraktikkan strategi pemasaran, dan membangun jejaring dengan mitra bisnis. Kami bangga atas kreativitas mereka," kata Ikhwan.Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Pontianak, juga mengapresiasi kegiatan ini.“Alhamdulillah, saya merasa ini sangat bagus sekali, terutama bagi mahasiswa kita. Ini menjadi salah satu media pembelajaran bagi mereka. Stigma bahwa mahasiswa hanya sebagai pencari kerja dapat diubah melalui kegiatan seperti ini. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berlanjut di masa depan,” ujarnya.Universitas Muhammadiyah Pontianak mengirimkan satu tim yang terdiri dari 10 mahasiswa dengan satu dosen pendamping. Meskipun ingin mengikutsertakan lebih banyak mahasiswa, keterbatasan waktu persiapan menjadi kendala.“Kegiatan ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa. Ketika lulus, mereka tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tetapi juga membuka peluang usaha sendiri,” tambahnya.Satu diantara peserta, Dian Wahyuni, mahasiswi Hubungan Internasional FISIP UNTAN 2021, merasa bangga dan senang mengikuti Khatulistiwa Business Academy.“Dengan ikut kegiatan ini, kami dapat mengeksplorasi dan mengenal ide-ide bisnis baru, terutama yang bertemakan kearifan lokal Kalimantan Barat. Harapannya, kegiatan ini bisa lebih berkembang dan direkomendasikan untuk teman-teman mahasiswa agar dapat menggali potensi bisnis berbasis budaya lokal,” ujar Dian.Produk yang diusung tim Dian adalah Moringa Cookies, kue berbahan dasar daun kelor.“Keunikan produk kami adalah pemanfaatan daun kelor, yang saat ini masih kurang dieksplorasi untuk bahan makanan. Kami ingin menunjukkan potensi besar daun kelor sebagai bahan dasar makanan sehat dan inovatif,” tambahnya.Peserta lainnya, Sri Handayani, juga menyampaikan rasa bangganya.“Saya merasa senang, bangga, dan bersemangat mengikuti program ini. Selain mendapat banyak teman baru dari berbagai kampus, saya juga belajar banyak dari mentor-mentor yang sangat inspiratif. Awalnya, saya belum terlalu tertarik berwirausaha, tetapi setelah mengikuti program ini, keinginan untuk memulai usaha semakin kuat,” ungkap dia.Sri dan timnya mengangkat produk klepon inovatif, dengan variasi rasa seperti cokelat, stroberi, dan matcha.Khatulistiwa Business Academy menjadi bukti bahwa mahasiswa Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam dunia wirausaha, terutama yang berakar pada kearifan lokal. Dengan dukungan berkelanjutan, ajang ini diharapkan melahirkan wirausahawan muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (yd)
Pontianak
| Kamis, 5 Desember 2024
Feeds
Ledakan Petasan di Pekalongan Lukai 9 Orang, Polisi Selidiki Penyebab
PIFA, Pekalongan - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, tengah menyelidiki kasus ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu. Insiden tersebut mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka.Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, Setiyanto, mengatakan ledakan terjadi saat sejumlah remaja merakit petasan di dalam rumah menggunakan alat sederhana seperti palu dan obeng."Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah," katanya.Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sisa-sisa selongsong petasan, baik yang masih berisi serbuk maupun yang sudah kosong.Berdasarkan keterangan saksi, suara ledakan berasal dari sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari permukiman warga. Dampak ledakan tersebut cukup besar, hingga menyebabkan kaca rumah warga pecah serta merusak bagian atap dan genteng.Para korban mengalami luka bakar dan luka ringan di beberapa bagian tubuh. Mereka telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Bendan, Rumah Sakit Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.Polisi masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ledakan tersebut. Dari hasil sementara, bahan peledak yang digunakan diketahui dibeli secara daring."Berdasar keterangan saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut dibeli secara daring," katanya.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuat maupun menyalakan petasan, terutama yang memiliki daya ledak tinggi karena berisiko besar terhadap keselamatan."Kami mengajak masyarakat tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan," katanya.
Pekalongan
| Senin, 23 Maret 2026

Polisi Bongkar Produksi Petasan Berdaya Ledak Tinggi, 1 Pelaku Ditangkap
PIFA, Pamekasan - Aparat Kepolisian Resor Pamekasan mengungkap praktik produksi petasan berdaya ledak tinggi yang dilakukan sejumlah warga di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.Kapolres Pamekasan, Hendra Eko Triyulianto, menjelaskan pengungkapan ini merupakan hasil operasi yang dilakukan jajaran Polsek Larangan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah."Pengungkapan produksi petasan ini berkat operasi yang dilakukan Polsek Larangan sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kemarin," kata Hendra saat merilis kasus tersebut, Sabtu.Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap satu pelaku berinisial D (18), warga Dusun Duwak Tinggi, Desa Blumbungan. Sementara 11 orang lainnya yang diduga terlibat berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran.Kapolres menuturkan, pengungkapan kasus ini bermula saat petugas melakukan patroli dan mendengar suara ledakan keras dari dalam rumah warga."Tim yang mendengar adanya ledakan tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara dan di sana terungkap bahwa ledakan tersebut terjadi di lokasi produksi petasan yang dilakukan oleh warga berinisial D ini," katanya.Dari lokasi, polisi menyita ratusan petasan siap pakai berbagai ukuran, mulai dari 3 hingga 12 cm, serta petasan renteng sepanjang 3 meter. Selain itu, ditemukan pula bahan peledak seperti 5 kilogram bubuk mesiu, belerang, serbuk arang, tepung kanji, dan 2 kilogram booster kelingking."Timbangan elektrik yang digunakan tersangka dan kawan-kawan membuat bom juga kami sita, berikut alat pembuat petasan dari kayu dan pipa besi, alat perekat, serta selongsong petasan," katanya.Barang bukti lain yang diamankan antara lain tiga unit telepon seluler, empat sepeda motor, serta plastik bahan balon udara. Saat ini, polisi juga berkoordinasi dengan Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan penanganan bahan peledak berjalan aman."Saat ini, kami berkoordinasi dengan tim Penjinak Bom Brimob Polda Jatim untuk penanganan material bahan peledak agar tetap aman," katanya.Terkait 11 pelaku lain yang melarikan diri, pihak kepolisian telah mengantongi identitas mereka dan meminta agar segera menyerahkan diri.Dalam catatan Polres Pamekasan, selama enam hari terakhir terdapat tujuh korban luka akibat petasan, yang mayoritas merupakan perakit. Salah satu kasus terjadi pada 15 Maret 2025 di Kecamatan Tlanakan, yang menyebabkan seorang warga mengalami patah kaki hingga harus diamputasi.Insiden lain terjadi pada 16 Maret 2026 di Kecamatan Pegantenan yang mengakibatkan lima orang mengalami luka bakar, serta pada 20 Maret 2026 seorang remaja mengalami luka berat akibat ledakan bahan petasan.Polisi mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi maupun menggunakan petasan berdaya ledak tinggi karena berbahaya dan dapat menimbulkan korban jiwa.
Pamekasan
| Senin, 23 Maret 2026

Mobil Pemudik Terjun ke Parit dan Terbakar di OKU Timur, Seluruh Penumpang Selamat
PIFA, OKU - Sebuah mobil pemudik mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke parit dan terbakar di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Sabtu pagi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Kapolres OKU Timur, Adik Listiyono, mengatakan kecelakaan bermula saat sebuah minibus Honda HR-V berwarna abu-abu melaju dari arah Palembang menuju Cempaka.Diduga pengemudi mengantuk, kendaraan kehilangan kendali hingga keluar jalur dan terjun ke parit di sisi jalan. Benturan keras terjadi saat mobil menghantam tungku masak milik warga di sekitar lokasi, yang kemudian memicu kebakaran akibat kebocoran bahan bakar."Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah kecelakaan terjadi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut," katanya.Petugas dari Polsek Cempaka bersama Unit Laka Satlantas Polres OKU Timur segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan kejadian.Aparat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan. Proses pemadaman dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran dan warga hingga api berhasil dipadamkan."Identitas korban saat ini masih dalam pendataan. Namun, kami pastikan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," tegasnya.Menurut Adik, kejadian ini menjadi peringatan bagi para pemudik agar tidak mengabaikan faktor kelelahan saat berkendara, terutama di tengah meningkatnya mobilitas selama arus mudik Lebaran."Kami terus meningkatkan edukasi keselamatan serta pengawasan di jalur mudik dalam rangka Operasi Ketupat Musi 2026 guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," ujarnya.
Jakarta
| Senin, 23 Maret 2026

Pabrik Plastik di Cengkareng Terbakar Diduga Akibat Petasan Remaja
PIFA, Cengkareng - Kebakaran melanda sebuah pabrik plastik di kawasan Cengkareng, tepatnya di Jalan Bojong Raya Nomor 26 RT 05/RW 04, Rawa Buaya, Jumat (20/3) dini hari WIB. Peristiwa ini diduga dipicu oleh aksi sekelompok remaja yang bermain petasan di sekitar lokasi.Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan sebanyak 17 unit armada dengan 85 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 03.24 WIB dan berhasil menjinakkan api sekitar pukul 05.10 WIB.Menurut keterangan sekuriti di lokasi, kebakaran bermula saat sejumlah remaja bermain petasan di sekitar area pabrik. Aksi tersebut sempat mendapat teguran dari petugas keamanan, namun tidak diindahkan."Para remaja tidak terima ditegur dan justru semakin intens menyalakan petasan di sekitar lokasi," ujar Syaiful.Diduga, salah satu petasan yang dinyalakan masuk ke dalam area pabrik plastik dan memicu kebakaran yang dengan cepat membesar.Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada bagian pabrik yang terbakar. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini.
Jakarta
| Jumat, 20 Maret 2026

Sejumlah Umat Muslim di Indonesia Lebaran Lebih Awal, Ini Daftar Daerahnya
PIFA, Jakarta - Sejumlah umat Muslim di Indonesia telah merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis (19/3/2026). Mereka bahkan sudah melaksanakan salat Id sejak pagi hari, meski pemerintah baru akan menetapkan 1 Syawal melalui sidang isbat sore ini di Kementerian Agama Republik Indonesia.Perayaan lebih awal ini umumnya dilakukan oleh kelompok tarekat atau komunitas yang menggunakan metode hisab maupun perhitungan tradisi masing-masing.Di berbagai daerah, pelaksanaan salat Id berjalan lancar dan khidmat dengan pengamanan aparat. Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di sejumlah kota seperti Makassar, Padang, dan Bima telah lebih dulu merayakan Lebaran dengan jumlah jemaah sekitar ratusan orang.Hal serupa juga terjadi di Negeri Hila, Maluku Tengah, di mana ribuan jemaah melaksanakan salat Id di Masjid Hasan Soleman. Penentuan 1 Syawal di wilayah ini dilakukan berdasarkan perhitungan kalender hijriah yang telah dijalankan secara turun-temurun.Di Tulungagung, sekitar 100 jemaah di Masjid Nur Muhammad Al Muhdlor juga menggelar salat Id lebih awal dengan pengamanan dari kepolisian. Sementara di Nagan Raya, ribuan pengikut Tarekat Syattariyah merayakan Idulfitri berdasarkan metode hisab bilangan lima yang telah digunakan selama ratusan tahun.Selain itu, ratusan jemaah Majelis Sabilun Nahdhah di Depok juga melaksanakan salat Id dengan pengawalan aparat. Di Jember, ribuan warga sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror turut merayakan Lebaran lebih awal, mengikuti penentuan awal puasa berdasarkan kitab salaf yang telah digunakan sejak lama.Meski terdapat perbedaan waktu perayaan, pelaksanaan ibadah di berbagai daerah tetap berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Jakarta
| Kamis, 19 Maret 2026

Ledakan di Masjid Jember, Tim Jibom dan Labfor Polda Jatim Olah TKP dengan Pengamanan Ketat
PIFA, Jember - Tim penjinak bom (Jibom) bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember.Proses olah TKP dilakukan sejak Selasa (17/3) dini hari dengan penjagaan ketat dari Brimob Polda Jatim. Hingga pukul 08.30 WIB, penyisiran di lokasi kejadian masih berlangsung.Kasat Reskrim Polres Jember AKP Angga Riatma mengatakan, proses olah TKP masih berjalan dan hasil detailnya akan disampaikan oleh pihak Polda Jatim.“Olah TKP masih berlangsung dan untuk detailnya nanti pihak Polda Jatim yang menyampaikan,” ujarnya di lokasi kejadian.Berdasarkan pantauan di lapangan, tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh di area sekitar sumber ledakan, khususnya di dekat tempat wudhu laki-laki. Sejumlah sudut masjid diperiksa secara detail, termasuk barang-barang di sekitar lokasi serta kerusakan yang ditimbulkan.Kerusakan terlihat pada bagian plafon, rooster, hingga lemari yang sudah tidak terpakai. Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra bersama sejumlah pejabat Polda Jatim turut memantau langsung proses olah TKP di dalam masjid.Ketua Takmir Masjid Raya Pesona, Muhammad Fadil, juga berada di lokasi untuk membantu apabila dibutuhkan oleh tim Jibom dan Labfor.Sebelumnya, ledakan misterius terjadi saat pelaksanaan salat tarawih pada Senin (16/3) sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut sontak membuat panik jamaah dan warga sekitar perumahan.Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ledakan menyebabkan kerusakan pada bagian atap masjid. Satu orang jamaah dilaporkan sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUD dr Soebandi akibat dugaan gangguan pendengaran karena kerasnya suara ledakan.Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Jember
| Selasa, 17 Maret 2026

Gunung Ili Lewotolok di NTT Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 300 Meter
PIFA, NTT - Gunung api Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 300 meter pada Senin (16/3) pukul 11.09 WITA.Laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok menyebutkan kolom abu berwarna gelap terlihat membumbung ke udara dan cepat menyebar ke arah timur. Letusan tersebut sempat mengubah pemandangan langit di kawasan sekitar gunung.Petugas pengawas Pos Gunung Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, menjelaskan bahwa aktivitas erupsi juga terekam pada alat pemantau aktivitas gunung.Data seismograf menunjukkan getaran akibat erupsi memiliki amplitudo maksimum 6,3 mm dengan durasi sekitar 40 detik. Angka tersebut mengindikasikan aktivitas vulkanik yang cukup kuat.Pihak berwenang pun mengeluarkan larangan tegas bagi masyarakat untuk tidak memasuki area dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini berlaku bagi warga setempat, wisatawan, maupun pendaki.“Kita harus lebih waspada karena terdapat potensi bahaya seperti aliran lava, longsoran, dan awan panas yang bisa muncul kapan saja,” ujar Stanislaus dalam pernyataan resmi yang diterima media.Selain itu, sektor selatan–tenggara, barat, dan timur laut gunung disebut sebagai wilayah yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi sehingga perlu mendapat perhatian khusus.Warga yang tinggal di sekitar Gunung Ili Lewotolok juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi untuk menghindari dampak abu vulkanik.Beberapa langkah yang disarankan antara lain menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, melindungi mata dan kulit dengan kacamata serta pakaian tertutup, serta menutup rapat tempat penampungan air bersih agar tidak tercemar abu.Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut. Jika mengalami gejala kesehatan, warga disarankan segera menghubungi tenaga medis terdekat.
Lokal
| Minggu, 15 Maret 2026

Detik-detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal di Jakarta Pusat
PIFA, Jakarta - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah Andrie menyelesaikan kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, serangan terjadi saat Andrie melintas menggunakan sepeda motor di sebuah persimpangan jalan. Situasi jalan yang awalnya terlihat tenang berubah mencekam ketika sebuah sepeda motor yang diduga ditumpangi dua orang melaju dari arah berlawanan.Tanpa diduga, pelaku menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah tubuh Andrie sebelum langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.Tak lama setelah penyiraman terjadi, kepulan asap putih pekat terlihat muncul dari bagian tubuh dan pakaian korban. Asap tersebut diduga merupakan reaksi dari zat korosif yang mengenai tubuh Andrie.Merasa panas yang sangat menyengat, Andrie segera menghentikan motornya dan berusaha melepaskan pakaian yang ia kenakan.“Allahu Akbar!” teriak Andrie histeris dalam rekaman yang beredar.Ia kemudian berusaha meminta bantuan warga sekitar yang mulai menyadari adanya kegaduhan di lokasi kejadian.“Tolong, tolong!” rintihnya berulang kali sambil memegangi bagian tubuh yang terkena siraman cairan tersebut.Dalam kondisi darurat, Andrie juga sempat memperingatkan orang-orang di sekitarnya agar menjauh dari cairan yang diduga air keras itu.“Air keras, air keras!” pekiknya.Sejumlah warga yang berada di lokasi tampak panik dan berusaha memberikan pertolongan pertama kepada korban. Sementara sebagian warga lainnya mencoba mengejar pelaku yang melarikan diri setelah melakukan penyerangan.
Jakarta
| Sabtu, 14 Maret 2026

Bareskrim Ungkap Aliran Rp1,6 Miliar dari Bandar Sabu ke Eks Kapolres Bima Kota
PIFA, Bima - Bareskrim Polri mengungkap proses penyerahan uang sebesar Rp1,6 miliar dari bandar narkoba Abdul Hamid alias Boy kepada mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. Uang tersebut diserahkan secara bertahap sepanjang Mei hingga September 2025.Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, uang itu diberikan sebagai imbalan perlindungan terhadap peredaran sabu di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).Menurutnya, uang disalurkan melalui mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.“Menurut keterangan A Hamid alias Boy, yang bersangkutan sudah menyetorkan uang sebanyak Rp1,6 miliar dalam rentang waktu bulan Mei hingga September 2025,” kata Eko kepada wartawan, Jumat (13/3).Eko merinci setoran pertama sebesar Rp400 juta dibungkus kantong plastik hitam dan diletakkan di depan ruangan Satresnarkoba Polres Bima Kota. Setoran kedua dengan jumlah sama kembali dibungkus kresek hitam dan diserahkan langsung kepada AKP Malaungi di Lamboade Gym.Setoran ketiga juga sebesar Rp400 juta dibungkus plastik hitam dan diletakkan di depan kantor Satnarkoba Polres Bima Kota.Sementara itu, setoran keempat dan kelima masing-masing Rp200 juta. Uang tersebut juga dibungkus kantong plastik hitam, dengan lokasi penyerahan di belakang mess AKP Malaungi serta di depan Hotel Mutmainah.Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap Abdul Hamid alias Boy yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait jaringan narkoba tersebut. Boy ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (12/3).“DPO Boy sudah tertangkap,” ujar Eko dalam keterangan tertulis.Kasatgas Narcotic Investigation Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Kevin Leleury menjelaskan, Boy merupakan bandar narkotika dalam jaringan Erwin Iskandar alias Koh Erwin yang beroperasi di wilayah NTB.Sebelumnya, polisi juga telah menangkap Koh Erwin yang diketahui memasok uang dan narkoba kepada AKBP Didik. Erwin ditangkap saat berupaya melarikan diri melalui jalur laut ilegal menuju Malaysia dari Tanjung Balai, Sumatera Utara.Jaringan Koh Erwin juga diketahui pernah menyetor uang Rp1 miliar kepada Didik melalui AKP Malaungi selama periode Juni hingga November 2025.Saat ini AKBP Didik Putra Kuncoro telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari institusi Polri. Ia juga telah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.
Lokal
| Jumat, 13 Maret 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Evakuasi Longsor Pasirlangu Bertambah, Tim SAR Temukan Empat Kantong Jenazah di Hari Kedelapan
PIFA, Bandung – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali mengevakuasi empat kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada pagi hari kedelapan operasi pencarian, Sabtu. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan keempat kantong jenazah tersebut ditemukan di sejumlah titik pencarian (worksite) berbeda dalam waktu kurang dari dua jam. “Penemuan pertama terjadi pada pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B. Selanjutnya pada pukul 10.23 WIB tim mengevakuasi kantong jenazah di Worksite A1, dan pada pukul 10.58 serta 11.19 WIB kembali ditemukan dua kantong jenazah di Worksite A2,” ujar Ade di Bandung. Dengan tambahan temuan tersebut, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga Sabtu pukul 11.30 WIB mencapai 64 kantong. Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan dalam pencarian (DP) diperkirakan sekitar 16 jiwa. Ade menjelaskan, pada hari kedelapan operasi SAR, pencarian korban masih dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke dalam tiga sektor utama, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara manual, menggunakan anjing pelacak (K9), serta didukung alat berat. “Sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh sektor pencarian,” katanya. Sementara itu, hingga saat ini Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 49 kantong jenazah dari total 50 kantong jenazah yang telah masuk proses identifikasi. Sebanyak 13 kantong jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. Ade menambahkan, operasi pencarian korban longsor akan terus dilanjutkan sesuai dengan ketetapan Bupati Kabupaten Bandung Barat yang menetapkan status tanggap darurat bencana longsor selama dua pekan. “Sesuai arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat hingga 6 Februari 2026,” pungkasnya.
Bandung
| Sabtu, 31 Januari 2026
Lokal

Sutarmidji Gelar Kampanye Dialogis di Desa Nanga Sokan, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Jalan
PIFA, Lokal – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, kembali mengunjungi Desa Nanga Sokan, Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, pada Selasa (12/11) siang. Kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Sutarmidji, setelah sebelumnya datang pada masa kampanye Pilgub 2018 dan kunjungan kerja pada 2021 saat menjabat sebagai Gubernur Kalbar periode 2018-2023. Dalam kampanye dialogis tersebut, Sutarmidji didampingi oleh Calon Wakil Bupati Melawi nomor urut 1, Iif Usfayadi. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Nanga Sokan, yang disambut dengan tradisi potong ompong sebagai penghormatan dari masyarakat Dayak setempat. Sutarmidji menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Kalbar, khususnya ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Sayan, Kota Baru, hingga Sokan. Ia mengungkapkan bahwa meskipun kalah suara di Desa Nanga Sokan pada Pilgub 2018, ia tetap datang kembali untuk memastikan progres pembangunan, terutama dalam hal perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. “Lima tahun yang lalu saya ke sini dan kalah telak, tetapi saya tidak jera. Saya datang lagi untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana,” ungkap Sutarmidji.Ia juga menegaskan bahwa apabila ia terpilih kembali bersama calon wakilnya, Didi, komitmen mereka adalah menyelesaikan ruas jalan tersebut dalam satu tahun anggaran. Sutarmidji menjelaskan bahwa hampir seluruh ruas jalan provinsi di daerah tersebut sudah hampir tuntas. Ia memastikan, jika ia terpilih, semua jalan yang rusak akan diperbaiki dalam waktu dekat.“Saya pastikan, kalau saya jadi gubernur, dan menang di Sokan ini, kalau jalan dalam satu tahun tidak selesai, datang ramai-ramai ke Pontianak. Saya pastikan selesai, karena saya tahu anggarannya,” tambahnya. Dalam kampanye dialogis ini, Sutarmidji juga mengajak masyarakat untuk tidak tergiur oleh janji-janji sesaat yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.“Jangan tergiur dengan apapun yang diberikan, misalnya diberi Rp100 ribu, tetapi jalan masih rusak. Apakah mau lima tahun menikmati jalan seperti itu?” tegasnya. Acara ini diakhiri dengan sesi dialog antara Sutarmidji dan ratusan masyarakat yang hadir, di mana ia memaparkan visi, misi, dan program-program yang akan dijalankan jika terpilih kembali menjadi Gubernur Kalimantan Barat
Kalbar
| Kamis, 14 November 2024
Lokal

Demo Day Khatulistiwa Business Academy 2024 Dibuka, Digelar hingga 8 Desember di Halaman Rektorat Untan
PIFA, Lokal - Demo Day Khatulistiwa Business Academy 2024 resmi dibuka pada Rabu (4/12/2024) di halaman Rektorat Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak. Acara ini merupakan bagian dari program Wirausaha Merdeka tahun kedua, yang bertujuan mencetak generasi pengusaha muda berbakat. Kegiatan akan berlangsung selama lima hari hingga Minggu (8/12) dengan acara puncak pengumuman pemenang dan duta wirausaha. Kegiatan yang diikuti 90 kelompok mahasiswa dari berbagai universitas se-Kalbar ini menghadirkan berbagai produk inovatif mulai dari kuliner, fashion, jasa, hingga produk ramah lingkungan.Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untan, Achmadi, dalam sambutannya mewakili Rektor Untan menyampaikan apresiasi atas semangat para mahasiswa. "Demo Day ini adalah bukti bahwa kalian tidak hanya belajar teori, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu menjadi inovasi yang nyata. Kami berharap kegiatan ini membuka peluang baru untuk kalian di dunia usaha," ujarnya saat membuka acara.Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Khatulistiwa Business Academy 2024, Ikhwan Ruslianto. Dia menyebut acara ini merupakan puncak program Wirausaha Merdeka, dimana para peserta yang ikut dimentori oleh 30 mitra UMKM dan Perusahaan."Demo Day adalah ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan produk, mempraktikkan strategi pemasaran, dan membangun jejaring dengan mitra bisnis. Kami bangga atas kreativitas mereka," kata Ikhwan.Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Pontianak, juga mengapresiasi kegiatan ini.“Alhamdulillah, saya merasa ini sangat bagus sekali, terutama bagi mahasiswa kita. Ini menjadi salah satu media pembelajaran bagi mereka. Stigma bahwa mahasiswa hanya sebagai pencari kerja dapat diubah melalui kegiatan seperti ini. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berlanjut di masa depan,” ujarnya.Universitas Muhammadiyah Pontianak mengirimkan satu tim yang terdiri dari 10 mahasiswa dengan satu dosen pendamping. Meskipun ingin mengikutsertakan lebih banyak mahasiswa, keterbatasan waktu persiapan menjadi kendala.“Kegiatan ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa. Ketika lulus, mereka tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tetapi juga membuka peluang usaha sendiri,” tambahnya.Satu diantara peserta, Dian Wahyuni, mahasiswi Hubungan Internasional FISIP UNTAN 2021, merasa bangga dan senang mengikuti Khatulistiwa Business Academy.“Dengan ikut kegiatan ini, kami dapat mengeksplorasi dan mengenal ide-ide bisnis baru, terutama yang bertemakan kearifan lokal Kalimantan Barat. Harapannya, kegiatan ini bisa lebih berkembang dan direkomendasikan untuk teman-teman mahasiswa agar dapat menggali potensi bisnis berbasis budaya lokal,” ujar Dian.Produk yang diusung tim Dian adalah Moringa Cookies, kue berbahan dasar daun kelor.“Keunikan produk kami adalah pemanfaatan daun kelor, yang saat ini masih kurang dieksplorasi untuk bahan makanan. Kami ingin menunjukkan potensi besar daun kelor sebagai bahan dasar makanan sehat dan inovatif,” tambahnya.Peserta lainnya, Sri Handayani, juga menyampaikan rasa bangganya.“Saya merasa senang, bangga, dan bersemangat mengikuti program ini. Selain mendapat banyak teman baru dari berbagai kampus, saya juga belajar banyak dari mentor-mentor yang sangat inspiratif. Awalnya, saya belum terlalu tertarik berwirausaha, tetapi setelah mengikuti program ini, keinginan untuk memulai usaha semakin kuat,” ungkap dia.Sri dan timnya mengangkat produk klepon inovatif, dengan variasi rasa seperti cokelat, stroberi, dan matcha.Khatulistiwa Business Academy menjadi bukti bahwa mahasiswa Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam dunia wirausaha, terutama yang berakar pada kearifan lokal. Dengan dukungan berkelanjutan, ajang ini diharapkan melahirkan wirausahawan muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (yd)






