Lokal
Ikuti Langkah Gubernur Jabar, Thaji Chui Mie Kirim Pelaku Balap Liar ke Rindam XII Tanjungpura
PIFA.CO.ID, SINGKAWANG - Mengikuti langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengirim anak bermasalah ke barak militer, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie akan mengirim pelaku balap liar yang sebagian besar adalah remaja ke Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XII/Tanjungpura untuk mengikuti program pembinaan bela negara. Tjhai Chui Mie, mengatakan bahwa langkah tegas tersebut diambil sebagai upaya menangani maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter dan pola pikir para pelaku agar lebih positif. Mereka akan menjalani pembekalan kedisiplinan yang dipandu oleh TNI dan Polri, dengan kegiatan terstruktur seperti bangun pagi dan belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. “Sudah kita data dan akan segera kita daftarkan untuk pembekalan di Rindam," ungkap Tjhai Chui Mie.Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengarahkan para remaja tersebut ke arah yang lebih baik, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Singkawang."Balapan mereka dilakukan di jam-jam orang ingin istirahat, seperti pukul 12 malam hingga 2 dini hari. Ini sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama yang tinggal di sekitar lokasi balap liar,” lanjut Tjhai Chui Mie. Wali Kota Singkawang dua periode ini bilang, masih belum bisa dipastikan berapa lama para pelaku balap liar ini akan mendapatkan pendidikan kedisiplinan di markas TNI tersebut."Cuma saya belum dapat berapa lamanya ikut pembekalan bela negara di Rindam. Tentu nanti pengajarnya atau pematerinya dari TNI dan dari Kapolres, mungkin nanti saya bisa hadir juga. Yang intinya mereka harus tidur di sana dan berapa lamanya nanti baru kita buat nanti karena antara anak ini sekolah dan tidak sekolah,” katanya.“Akan kita segerakan masuk di camp-nya biar nanti mereka tahu betul bangun pagi disiplinnya seperti apa. Kan punya cara melatihnya seperti apa kalau di TNI itu," tukasnya.
Singkawang
| Senin, 5 Mei 2025

Trending
BEM UM Pontianak Gelar Seminar Politik Negarawan, Ridho Rahmadi : Mahasiswa dapat Belajar Politik Sejak Awal
Pontianak
| Selasa, 8 Maret 2022

Ditsamapta Polda Kalbar Patroli di Perbatasan Malaysia Indonesia Aruk Sambas
Sambas
| Minggu, 6 Maret 2022

Diserang Buaya Muara, Pria di Kubu Raya Alami 11 Jahitan di Kaki Kanan
Kubu Raya
| Selasa, 9 Juli 2024

Kadinkes Sidiq Sebut Pontianak Seharusnya Masuk PPKM Level Dua
Pontianak
| Rabu, 29 September 2021

Evaluasi Progja dan Sampaikan Pokok Kebijakan, Pangdam XII/Tpr Buka Rapim Kodam Tahun 2022
Kubu Raya
| Jumat, 18 Maret 2022

Seleksi PPPK Kemenag 2021 Dibuka Hari Ini, Download Syarat Lengkap dan Formasinya Di Sini
Admin
| Rabu, 7 Juli 2021

Sekda: Hikmah Robo-Robo Satukan Masyarakat Kubu Raya
Kubu Raya
| Kamis, 22 September 2022

Penjual Merkuri Ilegal di Sintang Diamankan Polisi
Sintang
| Sabtu, 12 Maret 2022

BMKG Kalbar Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga 17 Oktober 2024
Kalbar
| Senin, 14 Oktober 2024

Manfaatkan Perangkat Teknologi Dalam Membuat Produk Hukum
Pontianak
| Kamis, 24 Maret 2022

Berita Terbaru
Lokal

Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Ikuti Langkah Gubernur Jabar, Thaji Chui Mie Kirim Pelaku Balap Liar ke Rindam XII Tanjungpura
PIFA.CO.ID, SINGKAWANG - Mengikuti langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengirim anak bermasalah ke barak militer, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie akan mengirim pelaku balap liar yang sebagian besar adalah remaja ke Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XII/Tanjungpura untuk mengikuti program pembinaan bela negara. Tjhai Chui Mie, mengatakan bahwa langkah tegas tersebut diambil sebagai upaya menangani maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter dan pola pikir para pelaku agar lebih positif. Mereka akan menjalani pembekalan kedisiplinan yang dipandu oleh TNI dan Polri, dengan kegiatan terstruktur seperti bangun pagi dan belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. “Sudah kita data dan akan segera kita daftarkan untuk pembekalan di Rindam," ungkap Tjhai Chui Mie.Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengarahkan para remaja tersebut ke arah yang lebih baik, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Singkawang."Balapan mereka dilakukan di jam-jam orang ingin istirahat, seperti pukul 12 malam hingga 2 dini hari. Ini sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama yang tinggal di sekitar lokasi balap liar,” lanjut Tjhai Chui Mie. Wali Kota Singkawang dua periode ini bilang, masih belum bisa dipastikan berapa lama para pelaku balap liar ini akan mendapatkan pendidikan kedisiplinan di markas TNI tersebut."Cuma saya belum dapat berapa lamanya ikut pembekalan bela negara di Rindam. Tentu nanti pengajarnya atau pematerinya dari TNI dan dari Kapolres, mungkin nanti saya bisa hadir juga. Yang intinya mereka harus tidur di sana dan berapa lamanya nanti baru kita buat nanti karena antara anak ini sekolah dan tidak sekolah,” katanya.“Akan kita segerakan masuk di camp-nya biar nanti mereka tahu betul bangun pagi disiplinnya seperti apa. Kan punya cara melatihnya seperti apa kalau di TNI itu," tukasnya.
Singkawang
| Senin, 5 Mei 2025
Lokal

BEM UM Pontianak Gelar Seminar Politik Negarawan, Ridho Rahmadi : Mahasiswa dapat Belajar Politik Sejak Awal
Berita Pontianak, PIFA - Keluarga Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitss Muhammadiyah Pontianak menyelenggarakan Seminar Politik Negarawan, dengan tema yang di usung “Peran Serta Pemuda dan Mahasiswa dalam politik di Era Digitalisasi” di aula Auditorium Muhamamdiyah Pontianak, Selasa (8/03/2022). Adapun narasumber yaitu, Praktisi Politik Nasional Dr. Ing Ridho Rahmadi , S.kom, Msc. , Pakar Politik Fisipol Untan Dr Jumadi M.Si sekaligus pembukaan tersebut di buka Rektor UM Pontianak Dr Doddy Irawan, S.T., M.eng, dan di hadiri Ketua DPW Partai Umat Kalbar, Bambang Widianto M.T. Praktisi Politik Nasional Ing Ridho Rahmadi mengatakan, adapun tantangan mahasiswa maupun pemuda di era digital ini tentunya derasnya informasi di media sosial. “Mahasiswa harus lebih jeli dengan isu-isu nasional terkini, dapat di kaji terlebih dahulu baru. Namun, apabila ingin bersuara dapat memberikan aspirasinya lewat digital maupun massa,” ungkapnya. Ridho berharap agar pemuda maupun mahasiswa dapat belajar politik dari tingkat paling awal. “Misalnya mahasiswa mengikuti BEM dan DPM, serta pemuda mengikuti peran aktif di Kelurahan dan Kecamatan. Tentunya modal awal bagi yang ingin memasuki eksekutif, legislatif dan yudikatif pastinya tetap konsisten menjaga amanah dan tanggung jawab,” katanya. Ketua DPW Partai Umat Kalbar, Bambang Widianto menjelaskan, belakangan ini terlihat mahasiswa menurun dalam melihat isu politik yang ada saat ini terjadi. “Kita harapkan generasi muda dapat berkontribusi dan melihat isu-isu berkembang yang ada Negara Indonesia, lebih melek lagi melihat politik yang ada,” ucapnya. Lebih lanjut Ia meminta, generasi milenial lebih waspada dalam perkembangan media sosial dan media online. “Terutama harus dapat memastikan kebenaran berita jangan sampai adanya hoax dapat menggiring ke masyarakat isu-isu yang tidak bagus,” pungkasnya. Ketua BEM KM Universitas Muhammadiyah Pontianak, alasannya mengusung tema “Peran Serta Pemuda dan Mahasiswa dalam politik di Era Digitalisasi” adanya kekhawatiran politik di era digitalisasi. “Adapun tantangan kedepan bagi milenial yang kurang melihat politik di era digitalisasi dapat degradasi di dunia digital serta dapat mengimbangi peran media sosial dan digital,” tutupnya. (RS)
Pontianak
| Selasa, 8 Maret 2022
Lokal

Ditsamapta Polda Kalbar Patroli di Perbatasan Malaysia Indonesia Aruk Sambas
Berita Sambas, PIFA - Dit Samapta Polda Kalbar melakukan patroli jarak jauh di perbatasan Indonesia-Malaysia yang terletak di Kecamatan Aruk di PLBN dan jalur tikus perbatasan, Jumat (4 /3 /2022). Patroli ini guna mencegah masuknya barang terlarang seperti narkoba, miras, dan barang illegal lain di perbatasan masuk ke Indonesia melalui jalan tikus dengan sasarannya adalah para pelintas jalan , kendaraan dan melakukan pengecekan jalan tikus yang dilalui oleh pelintas ilegal tanpa dokumen. Dengan mengerahkan Unit K-9 personil satwa ditsamapta Polda Kalbar melakukan pengecekan terhadap kendaraan dan orang untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekaan barang bawaan mencegah terjadinya penyeludupan dan barang terlarang lainnya. Adapun kegiatan patroli dilakukan di perbatasan Indonesia-Malaysia yang berada di Aruk, jalan palarel menuju jagoi babang dan jalan tikus Kasi Turjawali Ditsamapta Polda Kalbar AKP Gunawan, SH menjelaskan Personil Dit Samapta Polda Kalbar, dan Personil Polsek Aruk melakukan patroli gabungan di perbatasan untuk melakukan pengecekan jalan tikus serta melakukan pengecekan barang bawaan pelintas di perbatasan. Dengan mengerahkan Unit K-9, kegiatan ini rutin di lakukan khususnya di perbatasan dalam rangka mencegah terjadinya penyeludupan baik barang maupun orang serta barang terlarang lainnya", tutur Kasi turjawali Ditsamapta Polda Kalbar Kegiatan dilaksanakan selama 5 hari dengan kekuatan 1 regu Satwa dan personil Polsek Aruk di perbatasan Indonesia Malaisia, selama kegiatan berjalan dengan lancar dan selama kegiatan tidak ditemukan barang barang yg di duga hasil kejahatan seperti narkotika maupun barang illegal lainnya. (rs)
Sambas
| Minggu, 6 Maret 2022
Feeds
Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan 56 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi
Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/7) dini hari. Sedikitnya 56 rumah ludes terbakar, mengakibatkan 79 kepala keluarga atau 307 jiwa terdampak dan harus mengungsi. Sebanyak 30 armada dan sekitar 80 personel Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung hingga lebih dari tiga jam karena akses menuju lokasi sempit, bangunan didominasi material kayu, serta angin kencang yang membuat api cepat menyebar. Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sementara warga berharap bantuan logistik segera disalurkan bagi para korban.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Terduga Pelaku Penembakan di Bar Canggu Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Badung – Kepolisian menangkap seorang pria berinisial H yang diduga menjadi pelaku penembakan di Bar The Shady Pig, kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Pelaku diamankan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (18/7) malam. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 02.50 WITA dan mengakibatkan dua orang terluka, yakni seorang petugas keamanan bar berinisial IMYM (32) serta seorang warga negara China berinisial EA (25). Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya insiden tersebut. "Diduga tindak pidana penganiayaan berat dengan menggunakan senpi atau penembakan dengan senjata api," ujar Ayu, Sabtu (18/7). Berawal dari Cekcok Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula ketika pelaku H terlibat percekcokan dengan korban EA di dalam bar. Melihat keributan tersebut, petugas keamanan IMYM berusaha melerai dengan berdiri tepat di depan EA. Saat itulah pelaku diduga melepaskan tembakan. "Akibat dari tembakan tersebut korban (IMYM) lukanya tembus ke belakang sehingga mengenai korban (EA) di belakang dan proyektilnya masih bersarang di pahanya," ungkap Ayu. Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka tembak dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ditangkap Saat Tiba di Jakarta Usai melakukan penembakan, H tidak langsung meninggalkan Bali. Polisi menyebut pelaku sempat bersembunyi sebelum akhirnya terbang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kuta Utara dan Satreskrim Polres Badung kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Polres Bandara Soekarno-Hatta, serta pihak Imigrasi untuk memburu pelaku. Pelarian H akhirnya berakhir setelah ia ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah diamankan, H langsung diterbangkan kembali ke Bali. Pelaku tiba di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (19/7) dini hari dan selanjutnya dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyatakan pihaknya akan menyampaikan keterangan lebih lengkap mengenai penangkapan dan perkembangan penyidikan dalam waktu mendatang.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Oknum Polisi Ditangkap usai Diduga Rampok Toko Emas di Aceh, Senjata Api Disita
Banda Aceh – Polda Aceh menangkap seorang oknum anggota Polri berinisial MZ (28) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. MZ diketahui merupakan anggota Polres Aceh Selatan. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat melakukan aksi. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pelaku saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. "Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Joko, Minggu (19/7). Joko membenarkan bahwa MZ merupakan anggota aktif Polri. Penanganan kasus tersebut kini diambil alih oleh Polda Aceh guna memastikan proses penyidikan berjalan secara profesional dan transparan. Diduga Terdesak Masalah Ekonomi Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MZ disebut telah mengakui perbuatannya. Penyidik menduga aksi tersebut dilakukan karena pelaku mengalami tekanan ekonomi. "Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas," ujar Joko. Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun fakta-fakta lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Polda Aceh Minta Maaf ke Masyarakat Atas keterlibatan anggotanya dalam perkara ini, Polda Aceh menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Joko. Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas serta menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Enam Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan usai Dugaan Pelecehan Seksual di Grup WhatsApp, Korban Capai 26 Orang
Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa vokasi yang menjadi terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui percakapan di grup WhatsApp. Langkah tersebut diambil untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa. Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan keenam mahasiswa tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan akademik maupun aktivitas kampus selama proses penanganan kasus berlangsung. "Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," kata Iman, Minggu (19/7). Menurutnya, kasus bermula dari laporan mengenai riwayat percakapan tidak etis di sebuah grup WhatsApp yang melibatkan enam mahasiswa. Isi percakapan tersebut kemudian beredar luas hingga akhirnya dilaporkan secara resmi kepada Satgas PPK. Korban Diduga 26 Orang Dari hasil pemeriksaan awal, Satgas PPK mencatat sedikitnya 26 korban dalam kasus tersebut. Mereka terdiri dari 22 mahasiswi dan empat dosen perempuan yang diduga menjadi sasaran objektifikasi dan pelecehan verbal dalam percakapan grup. Iman menjelaskan, penanganan perkara dilakukan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dengan mengedepankan perlindungan korban serta prinsip keadilan, kerahasiaan, dan kehati-hatian. "Dalam penanganan kasus ini ada mekanisme ketat yang dilakukan, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, dan penetapan sanksi oleh rektor," ujarnya. Ia menegaskan, penonaktifan enam mahasiswa tersebut bukan merupakan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur administratif agar proses investigasi dapat berjalan secara independen dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. "Terlapor dinonaktifkan dari semua kegiatan akademik, kecuali untuk urusan pemenuhan kewajiban pemeriksaan kasus ini. Ini bukan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur penanganan," tegas Iman. Investigasi Masih Berlangsung Satgas PPK Unesa masih melakukan pendalaman dengan memeriksa para saksi serta mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang dinilai cukup panjang. "Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil," katanya. Selain fokus pada proses pemeriksaan, Unesa juga memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan hukum apabila diperlukan, serta dukungan akademik. Pihak kampus turut menjamin kerahasiaan identitas korban, pelapor, maupun saksi. "Selain fokus penanganan kasus, pendampingan korban menjadi prioritas kami. Tim Satgas memberikan pendampingan psikologis, memastikan kelancaran dukungan akademik mereka, serta menyiapkan bantuan hukum jika diperlukan," tambahnya. Unesa juga mengimbau seluruh sivitas akademika maupun masyarakat untuk tidak menyebarluaskan tangkapan layar percakapan, identitas korban, maupun informasi yang belum terverifikasi guna mencegah dampak psikologis, sosial, dan digital terhadap para korban. Diduga Gunakan AI untuk Membuat Konten Tak Etis Sebelumnya, Ketua Umum DPM Fakultas Vokasi Unesa, Tegar Eka Pambudi El Akhsan, mengungkapkan terdapat enam mahasiswa yang menjadi terlapor, yakni berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO. Menurut Tegar, grup WhatsApp tersebut awalnya dibuat untuk membahas kegiatan lomba. Namun, seiring waktu, percakapan di dalamnya berubah menjadi diskusi yang diduga mengandung pelecehan verbal, objektifikasi terhadap mahasiswi dan dosen, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten tidak etis yang menargetkan salah satu korban. "Bentuk dugaan pelecehan yang terjadi di dalam grup percakapan tidak hanya berupa pelecehan verbal dan objektifikasi yang bersifat fantasi atau pemenuhan kesenangan pribadi, tetapi juga mencakup penggunaan teknologi kecerdasan buatan AI untuk menghasilkan konten yang tidak etis terhadap salah satu korban," kata Tegar.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Pria di Medan Diduga Bakar Ayah Kandung Usai Cekcok, Korban Alami Luka Bakar
Medan – Seorang pria berinisial EP (39) diduga membakar ayah kandungnya, YL (66), usai terlibat pertengkaran di depan rumah mereka di Jalan Wakaf II, Kelurahan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal Iptu Herman Sentosa mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, EP diketahui tinggal serumah dengan korban dan ibu tirinya. "EP dan korban sempat terlibat cekcok di depan rumah. Warga yang berada di lokasi sempat berusaha melerai pertengkaran tersebut. Kemudian EP mengambil bensin dan menyiramkannya ke tubuh korban," kata Herman, Sabtu (18/7/2026). Setelah menyiramkan bensin, pelaku diduga langsung membakar ayahnya. Kobaran api mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar di bagian tangan dan kaki. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan EP. Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku. "Polisi yang menerima laporan kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan EP. Selain menangkap EP, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku," ujar Herman. Pelaku Mengaku Stres Ditinggal Istri Berdasarkan pemeriksaan sementara, EP mengaku nekat membakar ayah kandungnya karena mengalami stres setelah ditinggal istrinya. Meski demikian, polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya. "Informasi yang kami dapat, pelaku ini mengaku stres karena ditinggal istrinya. Tetapi itu masih kami dalami," kata Herman. Saat ini, EP telah diamankan di Polsek Medan Sunggal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya. Polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik aksi pembakaran tersebut. "Kita juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif dari pelaku," tutur Herman.
Lokal
| Jumat, 17 Juli 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Ikuti Langkah Gubernur Jabar, Thaji Chui Mie Kirim Pelaku Balap Liar ke Rindam XII Tanjungpura
PIFA.CO.ID, SINGKAWANG - Mengikuti langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengirim anak bermasalah ke barak militer, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie akan mengirim pelaku balap liar yang sebagian besar adalah remaja ke Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XII/Tanjungpura untuk mengikuti program pembinaan bela negara. Tjhai Chui Mie, mengatakan bahwa langkah tegas tersebut diambil sebagai upaya menangani maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter dan pola pikir para pelaku agar lebih positif. Mereka akan menjalani pembekalan kedisiplinan yang dipandu oleh TNI dan Polri, dengan kegiatan terstruktur seperti bangun pagi dan belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. “Sudah kita data dan akan segera kita daftarkan untuk pembekalan di Rindam," ungkap Tjhai Chui Mie.Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengarahkan para remaja tersebut ke arah yang lebih baik, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Singkawang."Balapan mereka dilakukan di jam-jam orang ingin istirahat, seperti pukul 12 malam hingga 2 dini hari. Ini sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama yang tinggal di sekitar lokasi balap liar,” lanjut Tjhai Chui Mie. Wali Kota Singkawang dua periode ini bilang, masih belum bisa dipastikan berapa lama para pelaku balap liar ini akan mendapatkan pendidikan kedisiplinan di markas TNI tersebut."Cuma saya belum dapat berapa lamanya ikut pembekalan bela negara di Rindam. Tentu nanti pengajarnya atau pematerinya dari TNI dan dari Kapolres, mungkin nanti saya bisa hadir juga. Yang intinya mereka harus tidur di sana dan berapa lamanya nanti baru kita buat nanti karena antara anak ini sekolah dan tidak sekolah,” katanya.“Akan kita segerakan masuk di camp-nya biar nanti mereka tahu betul bangun pagi disiplinnya seperti apa. Kan punya cara melatihnya seperti apa kalau di TNI itu," tukasnya.
Singkawang
| Senin, 5 Mei 2025
Lokal

BEM UM Pontianak Gelar Seminar Politik Negarawan, Ridho Rahmadi : Mahasiswa dapat Belajar Politik Sejak Awal
Berita Pontianak, PIFA - Keluarga Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitss Muhammadiyah Pontianak menyelenggarakan Seminar Politik Negarawan, dengan tema yang di usung “Peran Serta Pemuda dan Mahasiswa dalam politik di Era Digitalisasi” di aula Auditorium Muhamamdiyah Pontianak, Selasa (8/03/2022). Adapun narasumber yaitu, Praktisi Politik Nasional Dr. Ing Ridho Rahmadi , S.kom, Msc. , Pakar Politik Fisipol Untan Dr Jumadi M.Si sekaligus pembukaan tersebut di buka Rektor UM Pontianak Dr Doddy Irawan, S.T., M.eng, dan di hadiri Ketua DPW Partai Umat Kalbar, Bambang Widianto M.T. Praktisi Politik Nasional Ing Ridho Rahmadi mengatakan, adapun tantangan mahasiswa maupun pemuda di era digital ini tentunya derasnya informasi di media sosial. “Mahasiswa harus lebih jeli dengan isu-isu nasional terkini, dapat di kaji terlebih dahulu baru. Namun, apabila ingin bersuara dapat memberikan aspirasinya lewat digital maupun massa,” ungkapnya. Ridho berharap agar pemuda maupun mahasiswa dapat belajar politik dari tingkat paling awal. “Misalnya mahasiswa mengikuti BEM dan DPM, serta pemuda mengikuti peran aktif di Kelurahan dan Kecamatan. Tentunya modal awal bagi yang ingin memasuki eksekutif, legislatif dan yudikatif pastinya tetap konsisten menjaga amanah dan tanggung jawab,” katanya. Ketua DPW Partai Umat Kalbar, Bambang Widianto menjelaskan, belakangan ini terlihat mahasiswa menurun dalam melihat isu politik yang ada saat ini terjadi. “Kita harapkan generasi muda dapat berkontribusi dan melihat isu-isu berkembang yang ada Negara Indonesia, lebih melek lagi melihat politik yang ada,” ucapnya. Lebih lanjut Ia meminta, generasi milenial lebih waspada dalam perkembangan media sosial dan media online. “Terutama harus dapat memastikan kebenaran berita jangan sampai adanya hoax dapat menggiring ke masyarakat isu-isu yang tidak bagus,” pungkasnya. Ketua BEM KM Universitas Muhammadiyah Pontianak, alasannya mengusung tema “Peran Serta Pemuda dan Mahasiswa dalam politik di Era Digitalisasi” adanya kekhawatiran politik di era digitalisasi. “Adapun tantangan kedepan bagi milenial yang kurang melihat politik di era digitalisasi dapat degradasi di dunia digital serta dapat mengimbangi peran media sosial dan digital,” tutupnya. (RS)
Pontianak
| Selasa, 8 Maret 2022
Lokal

Ditsamapta Polda Kalbar Patroli di Perbatasan Malaysia Indonesia Aruk Sambas
Berita Sambas, PIFA - Dit Samapta Polda Kalbar melakukan patroli jarak jauh di perbatasan Indonesia-Malaysia yang terletak di Kecamatan Aruk di PLBN dan jalur tikus perbatasan, Jumat (4 /3 /2022). Patroli ini guna mencegah masuknya barang terlarang seperti narkoba, miras, dan barang illegal lain di perbatasan masuk ke Indonesia melalui jalan tikus dengan sasarannya adalah para pelintas jalan , kendaraan dan melakukan pengecekan jalan tikus yang dilalui oleh pelintas ilegal tanpa dokumen. Dengan mengerahkan Unit K-9 personil satwa ditsamapta Polda Kalbar melakukan pengecekan terhadap kendaraan dan orang untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekaan barang bawaan mencegah terjadinya penyeludupan dan barang terlarang lainnya. Adapun kegiatan patroli dilakukan di perbatasan Indonesia-Malaysia yang berada di Aruk, jalan palarel menuju jagoi babang dan jalan tikus Kasi Turjawali Ditsamapta Polda Kalbar AKP Gunawan, SH menjelaskan Personil Dit Samapta Polda Kalbar, dan Personil Polsek Aruk melakukan patroli gabungan di perbatasan untuk melakukan pengecekan jalan tikus serta melakukan pengecekan barang bawaan pelintas di perbatasan. Dengan mengerahkan Unit K-9, kegiatan ini rutin di lakukan khususnya di perbatasan dalam rangka mencegah terjadinya penyeludupan baik barang maupun orang serta barang terlarang lainnya", tutur Kasi turjawali Ditsamapta Polda Kalbar Kegiatan dilaksanakan selama 5 hari dengan kekuatan 1 regu Satwa dan personil Polsek Aruk di perbatasan Indonesia Malaisia, selama kegiatan berjalan dengan lancar dan selama kegiatan tidak ditemukan barang barang yg di duga hasil kejahatan seperti narkotika maupun barang illegal lainnya. (rs)







