Lokal
Personel Polresta Pontianak Ikuti Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Teknis Intelkam
Berita Pontianak, PIFA - Polresta Pontianak menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Fungsi Teknis Intelkam personel Polresta Pontianak T.A. 2022 di Aula Mapolresta, Sabtu (05/02/22) Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., Kabag SDM, Kompol. Prayitno, S.H., M.H., Kasat Intelkam, Kompol. Hilman Malaini, S.H., S.I.K., para Kanitintelkam Polresta Pontianak, para Kasubnitintelkam Polresta Pontianak dan personel Sat Intelkam & Unit Intelkam Polsek Jajaran Polresta Pontianak. Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., menjelaskan, Latkatpuan tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas dan profesionalitas personil Polresta Pontianak khususnya Sat Intelkam dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Seiring perkembangan jaman, perkembangan situasi kamtibmas juga sangat dinamis, peran intelejen sangat dibutuhkan terutama sebagai mata dan telinga pimpinan untuk mengambil keputusan matang. Untuk itulah sangat diperlukan pelatihan peningkatan kemampuan personil agar lebih baik dan profesional dibidangnya," ujar Andi Herindra rilis yang diterima PIFA. Dalam Latkatpuan Fungsi Intelkam tersebut selain materi operasional intelejen, juga diberikan materi pelayanan permohonan SKCK, antara lain membahas tentang pemohon SKCK yang tidak dapat melengkapi persyaratan, pemohon SKCK atau masyarakat yang kurang mampu dan tidak dapat membayar biaya sesuai PNBP SKCK, juga pemohon SKCK yang memiliki catatan kriminal. Selain itu para peserta Latkatpuan Fungsi Intelkam juga mendapatkan materi praktek cara pelayanan pemohon SKCK, baik etika penerimaan maupun cara penyampaian dalam berkomunikasi dengan pemohon. (rs)
Pontianak
| Minggu, 6 Februari 2022

Trending
Muda Mahendrawan Dukung Transformasi RSUD Kubu Raya Menjadi Smart Hospital
Kubu Raya
| Senin, 22 Januari 2024

Sutarmidji Gelar Kampanye Dialogis di Desa Nanga Sokan, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Jalan
Kalbar
| Kamis, 14 November 2024

Didi Haryono Apresiasi Peran Milenial dalam Gerakan Ekonomi Kalbar
Pontianak
| Rabu, 16 Oktober 2024

Gubernur Kalbar Hadiri Musda ke-II DPD HPI Sekaligus Launching Perda Pramuwisata Kalbar
Kalbar
| Rabu, 1 Desember 2021

Sebuah Jembatan Gantung Penghubung Antar Dusun di Melawi Ambruk
Melawi
| Selasa, 26 April 2022

Disambut Ribuan Warga, Sutarmidji Bawa Janji Pembangunan di Sekadau!
Sekadau
| Selasa, 12 November 2024

5 Taman di Pontianak Cocok Untuk Melepas Penat Setelah Bekerja
Pontianak
| Kamis, 2 Mei 2024

Pemprov Hibahkan 9 M ke PMI Kalbar, Sutarmidji Optimis Gedung PMI Bermanfaat untuk Semua
Pontianak
| Kamis, 6 April 2023

Cegah Stunting, Muda Mahendrawan Dorong Generasi Muda untuk Tak Menikah Muda
Kubu Raya
| Minggu, 3 September 2023

Kadisporapar Iping Harap Finalis Putera Puteri Pariwisata Kubu Raya Aktif dalam Dunia Digital
Kubu Raya
| Kamis, 24 Februari 2022

Berita Terbaru
Lokal

Ustaz Ponpes di Sidoarjo Jadi Tersangka Dugaan Perkosa Santriwati 11 Tahun, Diduga Berulang Kali
Seorang pengurus sekaligus pengajar atau ustaz di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap seorang santriwati berusia 11 tahun. Pelaku berinisial UJF (30), warga Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sementara korban merupakan pelajar asal Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kasatres PPA-PPO Polresta Sidoarjo Kompol Rohmawati Lailah mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku memerintahkan korban untuk mengikuti kerja bakti membersihkan gudang di lingkungan pondok pesantren. Saat kegiatan berlangsung, pelaku meminta korban membersihkan gudang di lantai dua seorang diri. "Korban dipanggil oleh pelaku untuk bersih-bersih di gudang lantai 2 pondok. Lalu korban ke lantai 2 dan masuk ke dalam gudang untuk bersih-bersih. Kemudian pelaku datang dan tiba-tiba bilang kepada korban 'kamu mau tambah pinter ta?'," kata Rohmawati, Kamis (9/7/2026). Di ruangan tersebut, pelaku diduga melakukan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap korban. Polisi menyebut UJF juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. "Pelaku menyuruh korban untuk menuruti permintaannya dengan ancaman 'kamu jangan bilang siapa-siapa kalau tak giniin'," ujarnya. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut diduga dilakukan berulang kali, yakni sekitar tujuh kali sepanjang September hingga Desember 2025. Seluruh peristiwa disebut terjadi di ruangan yang sama di lantai dua gudang pondok pesantren. Polisi menduga pelaku memanfaatkan posisinya sebagai ustaz untuk melakukan tindak pidana tersebut. Motif sementara diduga karena pelaku menuruti hawa nafsunya terhadap korban. "Kami juga masih mendalami dugaan adanya intimidasi yang membuat korban takut menolak atau melaporkan perbuatan pelaku," kata Rohmawati. Kasus ini terungkap setelah korban akhirnya menceritakan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya kepada keluarga. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Sidoarjo pada 25 Maret 2026. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menangkap UJF di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa satu setel pakaian milik korban. "Setelah menerima laporan dari keluarga korban dan melakukan penyelidikan, pelaku berhasil kami amankan. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Polresta Sidoarjo untuk proses penyidikan lebih lanjut," tutur Rohmawati. Atas perbuatannya, UJF dijerat Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 473 ayat (4) KUHP serta Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026
Lokal

Tragis, 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung Saat Hendak Bersihkan Sumur Bor PDAM
Tiga orang pekerja ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026). Ketiganya diduga tewas saat hendak melakukan pengecekan dan pembersihan sumur bor milik PDAM. Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh rekan kerja mereka sekitar pukul 10.20 WIB. "Betul (korban) 3 orang," kata Saut saat dikonfirmasi. Saut menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, para korban masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pengecekan sekaligus membersihkan sumur bor PDAM. "Korban mau cek dan pembersihan sumur bor PDAM masuk ke dalam gorong-gorong. Korban ditemukan sesama rekan mereka yang saat itu ada di TKP. Saat dievakuasi dari dalam gorong-gorong ketiganya sudah meninggal," ujarnya. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian ketiga pekerja tersebut. Dugaan awal belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi oleh tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut. "Tiga korban langsung dibawa oleh Inafis Polres ke RS Polri untuk identifikasi selanjutnya," tutur Saut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menewaskan tiga pekerja tersebut.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026
Lokal

Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026
Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Personel Polresta Pontianak Ikuti Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Teknis Intelkam
Berita Pontianak, PIFA - Polresta Pontianak menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Fungsi Teknis Intelkam personel Polresta Pontianak T.A. 2022 di Aula Mapolresta, Sabtu (05/02/22) Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., Kabag SDM, Kompol. Prayitno, S.H., M.H., Kasat Intelkam, Kompol. Hilman Malaini, S.H., S.I.K., para Kanitintelkam Polresta Pontianak, para Kasubnitintelkam Polresta Pontianak dan personel Sat Intelkam & Unit Intelkam Polsek Jajaran Polresta Pontianak. Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., menjelaskan, Latkatpuan tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas dan profesionalitas personil Polresta Pontianak khususnya Sat Intelkam dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Seiring perkembangan jaman, perkembangan situasi kamtibmas juga sangat dinamis, peran intelejen sangat dibutuhkan terutama sebagai mata dan telinga pimpinan untuk mengambil keputusan matang. Untuk itulah sangat diperlukan pelatihan peningkatan kemampuan personil agar lebih baik dan profesional dibidangnya," ujar Andi Herindra rilis yang diterima PIFA. Dalam Latkatpuan Fungsi Intelkam tersebut selain materi operasional intelejen, juga diberikan materi pelayanan permohonan SKCK, antara lain membahas tentang pemohon SKCK yang tidak dapat melengkapi persyaratan, pemohon SKCK atau masyarakat yang kurang mampu dan tidak dapat membayar biaya sesuai PNBP SKCK, juga pemohon SKCK yang memiliki catatan kriminal. Selain itu para peserta Latkatpuan Fungsi Intelkam juga mendapatkan materi praktek cara pelayanan pemohon SKCK, baik etika penerimaan maupun cara penyampaian dalam berkomunikasi dengan pemohon. (rs)
Pontianak
| Minggu, 6 Februari 2022
Lokal

Muda Mahendrawan Dukung Transformasi RSUD Kubu Raya Menjadi Smart Hospital
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan sepenuhnya mendukung langkah-langkah transformasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kubu Raya menuju konsep Smart Hospital atau Rumah Sakit Pintar. Muda menjelaskan bahwa smart hospital merupakan konsep rumah sakit yang menggabungkan teknologi informasi dan komunikasi dengan sistem manajemen rumah sakit yang telah ada. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan di rumah sakit. Muda menekankan bahwa pencapaian konsep smart hospital bukanlah sesuatu yang sulit, selama semua pihak terlibat memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi. “Smart hospital ini bukan sesuatu yang berat untuk dikejar bilamana kita semua bisa saling mengisi dengan energi dan pikiran-pikiran yang berdaya juang tinggi. Tidak hanya terpaku pada soal status rumah sakit melainkan terus memperkuat semangat narasi untuk menghindari terjadinya pembiaran-pembiaran,” ujar Muda Mahendrawan saat menutup rangkaian Peringatan HUT ke-4 RSUD Kubu Raya di Hotel Alimoer Kubu Raya, Jumat (19/1/2024) kemarin. Selain semangat juang, Muda juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan konsep smart hospital. Mengingat saat ini tidak ada satu pihak pun yang mampu melaksanakan semua hal secara mandiri, kolaborasi menjadi suatu keharusan di semua sektor, terutama di sektor kesehatan. Dengan adanya kolaborasi, tujuan untuk mencapai smart hospital dianggap akan lebih mudah tercapai. “Perkuat juga soft skill karena itu sangat penting . RSUD Kubu Raya memang baru tipe D. Namun kinerja pelayanannya sudah bisa dirasakan denyutnya. Karena itu kita harus optimis sebab smart hospital itu konteksnya adalah bagaimana orang akan merasakan kepuasan dari pelayanan yang diberikan,” tambahnya. Muda juga mengingatkan seluruh tenaga medis dan karyawan RSUD untuk selalu menyadari bahwa keberadaan rumah sakit bertujuan untuk memberikan solusi. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar dampak manfaatnya dapat diukur. Rumah sakit, katanya, bahkan menjadi salah satu cerminan dari pemerintahan daerah. (yd)
Kubu Raya
| Senin, 22 Januari 2024
Lokal

Sutarmidji Gelar Kampanye Dialogis di Desa Nanga Sokan, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Jalan
PIFA, Lokal – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, kembali mengunjungi Desa Nanga Sokan, Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, pada Selasa (12/11) siang. Kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Sutarmidji, setelah sebelumnya datang pada masa kampanye Pilgub 2018 dan kunjungan kerja pada 2021 saat menjabat sebagai Gubernur Kalbar periode 2018-2023. Dalam kampanye dialogis tersebut, Sutarmidji didampingi oleh Calon Wakil Bupati Melawi nomor urut 1, Iif Usfayadi. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Nanga Sokan, yang disambut dengan tradisi potong ompong sebagai penghormatan dari masyarakat Dayak setempat. Sutarmidji menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Kalbar, khususnya ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Sayan, Kota Baru, hingga Sokan. Ia mengungkapkan bahwa meskipun kalah suara di Desa Nanga Sokan pada Pilgub 2018, ia tetap datang kembali untuk memastikan progres pembangunan, terutama dalam hal perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. “Lima tahun yang lalu saya ke sini dan kalah telak, tetapi saya tidak jera. Saya datang lagi untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana,” ungkap Sutarmidji.Ia juga menegaskan bahwa apabila ia terpilih kembali bersama calon wakilnya, Didi, komitmen mereka adalah menyelesaikan ruas jalan tersebut dalam satu tahun anggaran. Sutarmidji menjelaskan bahwa hampir seluruh ruas jalan provinsi di daerah tersebut sudah hampir tuntas. Ia memastikan, jika ia terpilih, semua jalan yang rusak akan diperbaiki dalam waktu dekat.“Saya pastikan, kalau saya jadi gubernur, dan menang di Sokan ini, kalau jalan dalam satu tahun tidak selesai, datang ramai-ramai ke Pontianak. Saya pastikan selesai, karena saya tahu anggarannya,” tambahnya. Dalam kampanye dialogis ini, Sutarmidji juga mengajak masyarakat untuk tidak tergiur oleh janji-janji sesaat yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.“Jangan tergiur dengan apapun yang diberikan, misalnya diberi Rp100 ribu, tetapi jalan masih rusak. Apakah mau lima tahun menikmati jalan seperti itu?” tegasnya. Acara ini diakhiri dengan sesi dialog antara Sutarmidji dan ratusan masyarakat yang hadir, di mana ia memaparkan visi, misi, dan program-program yang akan dijalankan jika terpilih kembali menjadi Gubernur Kalimantan Barat
Kalbar
| Kamis, 14 November 2024
Feeds
Ustaz Ponpes di Sidoarjo Jadi Tersangka Dugaan Perkosa Santriwati 11 Tahun, Diduga Berulang Kali
Seorang pengurus sekaligus pengajar atau ustaz di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap seorang santriwati berusia 11 tahun. Pelaku berinisial UJF (30), warga Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sementara korban merupakan pelajar asal Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kasatres PPA-PPO Polresta Sidoarjo Kompol Rohmawati Lailah mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku memerintahkan korban untuk mengikuti kerja bakti membersihkan gudang di lingkungan pondok pesantren. Saat kegiatan berlangsung, pelaku meminta korban membersihkan gudang di lantai dua seorang diri. "Korban dipanggil oleh pelaku untuk bersih-bersih di gudang lantai 2 pondok. Lalu korban ke lantai 2 dan masuk ke dalam gudang untuk bersih-bersih. Kemudian pelaku datang dan tiba-tiba bilang kepada korban 'kamu mau tambah pinter ta?'," kata Rohmawati, Kamis (9/7/2026). Di ruangan tersebut, pelaku diduga melakukan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap korban. Polisi menyebut UJF juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. "Pelaku menyuruh korban untuk menuruti permintaannya dengan ancaman 'kamu jangan bilang siapa-siapa kalau tak giniin'," ujarnya. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut diduga dilakukan berulang kali, yakni sekitar tujuh kali sepanjang September hingga Desember 2025. Seluruh peristiwa disebut terjadi di ruangan yang sama di lantai dua gudang pondok pesantren. Polisi menduga pelaku memanfaatkan posisinya sebagai ustaz untuk melakukan tindak pidana tersebut. Motif sementara diduga karena pelaku menuruti hawa nafsunya terhadap korban. "Kami juga masih mendalami dugaan adanya intimidasi yang membuat korban takut menolak atau melaporkan perbuatan pelaku," kata Rohmawati. Kasus ini terungkap setelah korban akhirnya menceritakan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya kepada keluarga. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Sidoarjo pada 25 Maret 2026. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi menangkap UJF di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa satu setel pakaian milik korban. "Setelah menerima laporan dari keluarga korban dan melakukan penyelidikan, pelaku berhasil kami amankan. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Polresta Sidoarjo untuk proses penyidikan lebih lanjut," tutur Rohmawati. Atas perbuatannya, UJF dijerat Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 473 ayat (4) KUHP serta Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Tragis, 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung Saat Hendak Bersihkan Sumur Bor PDAM
Tiga orang pekerja ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026). Ketiganya diduga tewas saat hendak melakukan pengecekan dan pembersihan sumur bor milik PDAM. Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh rekan kerja mereka sekitar pukul 10.20 WIB. "Betul (korban) 3 orang," kata Saut saat dikonfirmasi. Saut menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, para korban masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pengecekan sekaligus membersihkan sumur bor PDAM. "Korban mau cek dan pembersihan sumur bor PDAM masuk ke dalam gorong-gorong. Korban ditemukan sesama rekan mereka yang saat itu ada di TKP. Saat dievakuasi dari dalam gorong-gorong ketiganya sudah meninggal," ujarnya. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian ketiga pekerja tersebut. Dugaan awal belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi oleh tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut. "Tiga korban langsung dibawa oleh Inafis Polres ke RS Polri untuk identifikasi selanjutnya," tutur Saut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menewaskan tiga pekerja tersebut.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026
Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela
SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.
Lokal
| Senin, 22 Juni 2026

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas
GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon Dievakuasi Tim SAR
AMBON – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia di kawasan Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, pada Minggu (21/6). Pendaki bernama Muhammad Syafi'i Alfaruq Dahlan (18) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Niken Ratih pada Minggu (21/6) sekitar pukul 05.30 WIT mengenai adanya pendaki yang mengalami kondisi darurat di gunung tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR segera dikerahkan ke lokasi dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer. Tim tiba di puncak Gunung Kayu Satu sekitar pukul 06.30 WIT setelah melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih dua jam. Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan warga setempat sebelum melakukan proses pencarian dan evakuasi. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.57 WIT dalam kondisi selamat meski mengalami hipotermia. Sebelumnya, korban bersama enam pendaki lainnya yang merupakan mahasiswa Universitas Pattimura melakukan pendakian pada Sabtu malam (20/6) sekitar pukul 22.40 WIT dan berencana berkemah di kawasan tersebut. Namun dalam perjalanan, korban mengalami penurunan kondisi tubuh akibat suhu dingin ekstrem hingga akhirnya membutuhkan pertolongan darurat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa turun gunung dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tim SAR memastikan operasi berjalan lancar dan seluruh proses evakuasi berlangsung aman.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Gunung Awu di Sangihe Masih Berstatus Siaga, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 4 Km
SANGIHE – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada pada Level III atau status Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Awu, Subandrio K. Puyo, menyampaikan bahwa status tersebut berlaku berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Minggu (21/6). Dalam periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah yang bertiup ke arah utara. Suhu udara tercatat berkisar 26–31 derajat Celsius dengan kelembapan 76–80 persen. Secara visual, puncak Gunung Awu masih terlihat jelas dengan kondisi kabut tipis hingga sedang. Namun, tidak teramati adanya aktivitas asap kawah selama periode pengamatan tersebut. Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat adanya 20 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5–48 milimeter serta durasi gempa berkisar antara 40 hingga 247 detik. Meski demikian, belum ada laporan kejadian signifikan lainnya yang terpantau. Meskipun kondisi relatif stabil, status Gunung Awu tetap berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak gunung. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Sangihe guna mengantisipasi potensi perubahan aktivitas vulkanik.
L
| Minggu, 21 Juni 2026

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sigi, Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Sigi pada Kamis (18/6) sekitar pukul 20.39 WIB. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, episenter gempa berada di darat sekitar 56 kilometer timur laut Sigi pada kedalaman 5 kilometer. Lokasi gempa tercatat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,22 Bujur Timur. Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” ujarnya. Getaran gempa dirasakan masyarakat di wilayah Sigi dan Palu dengan intensitas III MMI, di mana getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah seperti saat truk besar melintas. BMKG menyebut gempa magnitudo 4,7 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sigi pada 16 Juni 2026. Hingga Kamis malam pukul 20.40 WIB, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi 804 gempa susulan (aftershock), dengan gempa terbesar mencapai magnitudo 5,3. Sebelumnya, gempa magnitudo 6,7 yang melanda Sigi mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan ribuan rumah di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.
Lokal
| Kamis, 18 Juni 2026

2 Pria Ditemukan Tewas di Saluran Air Bekasi, Polisi Amankan 4 Orang
Kota Bekasi – Dua jasad pria ditemukan di saluran air kawasan Jalan Mustikajaya, Cimuning, Kota Bekasi, Jumat (19/6). Penemuan tersebut sempat menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, terlihat dua korban tergeletak di dalam got dengan posisi telungkup. Warga yang menemukan kejadian itu kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Andi M Iqbal, membenarkan adanya penemuan dua jenazah tersebut. “Benar, korbannya dua orang,” ujarnya. Polisi juga bergerak cepat dengan mengamankan empat orang yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci kronologi maupun peran masing-masing terduga pelaku. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan motif di balik kejadian itu. Dugaan awal bahwa kasus tersebut merupakan aksi pembegalan masih dalam pendalaman. “Untuk motifnya masih kami selidiki, apakah begal atau apa,” kata Andi. Pihak kepolisian menegaskan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyidikan berjalan.
Lokal
| Jumat, 19 Juni 2026

Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Personel Polresta Pontianak Ikuti Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Teknis Intelkam
Berita Pontianak, PIFA - Polresta Pontianak menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Fungsi Teknis Intelkam personel Polresta Pontianak T.A. 2022 di Aula Mapolresta, Sabtu (05/02/22) Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., Kabag SDM, Kompol. Prayitno, S.H., M.H., Kasat Intelkam, Kompol. Hilman Malaini, S.H., S.I.K., para Kanitintelkam Polresta Pontianak, para Kasubnitintelkam Polresta Pontianak dan personel Sat Intelkam & Unit Intelkam Polsek Jajaran Polresta Pontianak. Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., menjelaskan, Latkatpuan tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas dan profesionalitas personil Polresta Pontianak khususnya Sat Intelkam dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Seiring perkembangan jaman, perkembangan situasi kamtibmas juga sangat dinamis, peran intelejen sangat dibutuhkan terutama sebagai mata dan telinga pimpinan untuk mengambil keputusan matang. Untuk itulah sangat diperlukan pelatihan peningkatan kemampuan personil agar lebih baik dan profesional dibidangnya," ujar Andi Herindra rilis yang diterima PIFA. Dalam Latkatpuan Fungsi Intelkam tersebut selain materi operasional intelejen, juga diberikan materi pelayanan permohonan SKCK, antara lain membahas tentang pemohon SKCK yang tidak dapat melengkapi persyaratan, pemohon SKCK atau masyarakat yang kurang mampu dan tidak dapat membayar biaya sesuai PNBP SKCK, juga pemohon SKCK yang memiliki catatan kriminal. Selain itu para peserta Latkatpuan Fungsi Intelkam juga mendapatkan materi praktek cara pelayanan pemohon SKCK, baik etika penerimaan maupun cara penyampaian dalam berkomunikasi dengan pemohon. (rs)
Pontianak
| Minggu, 6 Februari 2022
Lokal

Muda Mahendrawan Dukung Transformasi RSUD Kubu Raya Menjadi Smart Hospital
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan sepenuhnya mendukung langkah-langkah transformasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kubu Raya menuju konsep Smart Hospital atau Rumah Sakit Pintar. Muda menjelaskan bahwa smart hospital merupakan konsep rumah sakit yang menggabungkan teknologi informasi dan komunikasi dengan sistem manajemen rumah sakit yang telah ada. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan di rumah sakit. Muda menekankan bahwa pencapaian konsep smart hospital bukanlah sesuatu yang sulit, selama semua pihak terlibat memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi. “Smart hospital ini bukan sesuatu yang berat untuk dikejar bilamana kita semua bisa saling mengisi dengan energi dan pikiran-pikiran yang berdaya juang tinggi. Tidak hanya terpaku pada soal status rumah sakit melainkan terus memperkuat semangat narasi untuk menghindari terjadinya pembiaran-pembiaran,” ujar Muda Mahendrawan saat menutup rangkaian Peringatan HUT ke-4 RSUD Kubu Raya di Hotel Alimoer Kubu Raya, Jumat (19/1/2024) kemarin. Selain semangat juang, Muda juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan konsep smart hospital. Mengingat saat ini tidak ada satu pihak pun yang mampu melaksanakan semua hal secara mandiri, kolaborasi menjadi suatu keharusan di semua sektor, terutama di sektor kesehatan. Dengan adanya kolaborasi, tujuan untuk mencapai smart hospital dianggap akan lebih mudah tercapai. “Perkuat juga soft skill karena itu sangat penting . RSUD Kubu Raya memang baru tipe D. Namun kinerja pelayanannya sudah bisa dirasakan denyutnya. Karena itu kita harus optimis sebab smart hospital itu konteksnya adalah bagaimana orang akan merasakan kepuasan dari pelayanan yang diberikan,” tambahnya. Muda juga mengingatkan seluruh tenaga medis dan karyawan RSUD untuk selalu menyadari bahwa keberadaan rumah sakit bertujuan untuk memberikan solusi. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar dampak manfaatnya dapat diukur. Rumah sakit, katanya, bahkan menjadi salah satu cerminan dari pemerintahan daerah. (yd)
Kubu Raya
| Senin, 22 Januari 2024
Lokal

Sutarmidji Gelar Kampanye Dialogis di Desa Nanga Sokan, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Jalan
PIFA, Lokal – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, kembali mengunjungi Desa Nanga Sokan, Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, pada Selasa (12/11) siang. Kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Sutarmidji, setelah sebelumnya datang pada masa kampanye Pilgub 2018 dan kunjungan kerja pada 2021 saat menjabat sebagai Gubernur Kalbar periode 2018-2023. Dalam kampanye dialogis tersebut, Sutarmidji didampingi oleh Calon Wakil Bupati Melawi nomor urut 1, Iif Usfayadi. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Nanga Sokan, yang disambut dengan tradisi potong ompong sebagai penghormatan dari masyarakat Dayak setempat. Sutarmidji menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Kalbar, khususnya ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Sayan, Kota Baru, hingga Sokan. Ia mengungkapkan bahwa meskipun kalah suara di Desa Nanga Sokan pada Pilgub 2018, ia tetap datang kembali untuk memastikan progres pembangunan, terutama dalam hal perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. “Lima tahun yang lalu saya ke sini dan kalah telak, tetapi saya tidak jera. Saya datang lagi untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana,” ungkap Sutarmidji.Ia juga menegaskan bahwa apabila ia terpilih kembali bersama calon wakilnya, Didi, komitmen mereka adalah menyelesaikan ruas jalan tersebut dalam satu tahun anggaran. Sutarmidji menjelaskan bahwa hampir seluruh ruas jalan provinsi di daerah tersebut sudah hampir tuntas. Ia memastikan, jika ia terpilih, semua jalan yang rusak akan diperbaiki dalam waktu dekat.“Saya pastikan, kalau saya jadi gubernur, dan menang di Sokan ini, kalau jalan dalam satu tahun tidak selesai, datang ramai-ramai ke Pontianak. Saya pastikan selesai, karena saya tahu anggarannya,” tambahnya. Dalam kampanye dialogis ini, Sutarmidji juga mengajak masyarakat untuk tidak tergiur oleh janji-janji sesaat yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.“Jangan tergiur dengan apapun yang diberikan, misalnya diberi Rp100 ribu, tetapi jalan masih rusak. Apakah mau lima tahun menikmati jalan seperti itu?” tegasnya. Acara ini diakhiri dengan sesi dialog antara Sutarmidji dan ratusan masyarakat yang hadir, di mana ia memaparkan visi, misi, dan program-program yang akan dijalankan jika terpilih kembali menjadi Gubernur Kalimantan Barat





