2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

Wamentan Sudaryono Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Menjangkau Hingga Wilayah 3T di Kalbar

PIFA, Lokal - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Sudaryono, menegaskan bahwa pembentukan Kooperasi Desa Merah Putih akan menjangkau hingga wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T), termasuk di Kalimantan Barat. Hal ini disampaikan usai menghadiri peluncuran dan sosialisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang berlangsung di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (27/5/2025).“Harapan presiden adalah Koperasi Desa Merah Putih ini bisa menjadi salah satu jawaban harapan dari masyarakat daerah setempat (3T), Bagaimana pemerintah hadir di tempat-tempat yang memang sulit untuk dijangkau,” ujarnya.Sudaryono mengungkapkan bahwa nantinya koperasi desa murah putih tersebut akan menyediakan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, obat-obatan, dan sistem logistik hasil bumi desa dengan harga yang dapat menjangkau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pelosok.“Kita punya harapan bahwa kooperasi desa Merah Putih ini menjadi satu diantara sekian solusi yang bisa kita bawa untuk menjawab tantangan dan harapan dari masyarakat yang ada di sana,” katany.Menurut Sudaryono, Kooperasi Desa Merah Putih bukan sekadar wadah usaha biasa. Koperasi ini berfungsi sebagai outlet atau kepanjangan tangan pemerintah untuk menyalurkan berbagai program, seperti bansos, bantuan pangan, sembako murah, hingga distribusi gas LPG dan pupuk ke desa-desa.“Jadi ini menjadi outlet memastikan bahwa distribusi dari program pemerintah itu sampai ke daerah, sampai ke desa dirasakan masyarakat desa dan menggerakkan ekonomi desa itu,” jelasnya.Ia menyampaikan bahwa hampir 50 persen desa di Kalbar telah menyelesaikan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), meskipun diyakini jumlah sebenarnya lebih tinggi karena persoalan pembaruan data. Sudaryono optimis seluruh Musdesus akan rampung sebelum 31 Mei 2025.“Ini tinggal soal waktu saja, tinggal cari momen yang pas. Insya Allah sebelum tanggal 31, semua desa di Kalbar sudah menyelesaikan Musdesus,” katanya.Dalam pelaksanaan di wilayah 3T, Sudaryono mengakui terdapat tantangan seperti minimnya akses internet dan jaringan komunikasi. Oleh karena itu, pemerintah memastikan akan ada pendampingan khusus.“Oh iya, harus ada pendampingan. Karena kadang internet tidak ada, sinyal pun susah. Ini yang kita percepat supaya semua pihak tahu dan bisa terlibat,” jelasnya.Provinsi Kalimantan Barat sendiri ditargetkan membentuk 2.038 unit Kooperasi Desa Merah Putih dari total 2.145 desa dan kelurahan yang ada. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di tingkat desa.

Pontianak
| Rabu, 28 Mei 2025
Foto: Wamentan Sudaryono Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Menjangkau Hingga Wilayah 3T di Kalbar | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Buronan Korupsi Aplikasi Pariwisata Kaltara Ditangkap di Sulsel, Langsung Ditahan | Pifa Net

Buronan Korupsi Aplikasi Pariwisata Kaltara Ditangkap di Sulsel, Langsung Ditahan

Tanjung Selor – Tim Gabungan Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara bersama Kejaksaan Agung dan dukungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan berhasil mengamankan buronan kasus dugaan korupsi Aplikasi Sistem Informasi Pariwisata (ASITA) di Dinas Pariwisata Kaltara. Kepala Kejati Kaltara, Yudi Indra Gunawan, mengatakan tersangka berinisial SE alias MI ditangkap pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 12.00 WITA di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. “Hari Rabu tanggal 22 April 2026 sekira pukul 12.00 WITA, Tim Tabur Kejati Kaltara dan Kejaksaan Agung dengan di-backup Kejati Sulsel mengamankan seorang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejati Kaltara, yaitu SE atau MI,” ujarnya, Kamis malam. MI merupakan pihak swasta yang bertindak sebagai pelaksana proyek pembuatan aplikasi ASITA. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 10 Februari 2026 bersama dua tersangka lain yang lebih dulu ditahan, yakni SMDN selaku mantan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kaltara dan SF sebagai Ketua DPD ASITA Kaltara. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka, MI tidak pernah memenuhi panggilan penyidik hingga akhirnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Setelah buron selama sekitar tiga bulan, keberadaan MI terdeteksi di Sulawesi Selatan. Tim Tabur kemudian bergerak dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan. Selanjutnya, tersangka langsung diterbangkan ke Kalimantan Utara untuk diserahkan kepada penyidik. Ia tiba di Kantor Kejati Kaltara pada Kamis, 23 April 2026 pukul 17.00 WITA. Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka langsung ditahan di Rutan Polresta Bulungan pada pukul 19.00 WITA. Yudi mengapresiasi kerja sama semua pihak yang membantu proses penangkapan buronan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan yang berstatus DPO. “Tidak ada tempat yang aman bagi buronan, dan saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku tindak pidana yang masuk dalam DPO Kejati Kaltara,” tegasnya.

Tanjung Selor
| Jumat, 24 April 2026

Lokal

Foto: Polresta Banjarmasin Bongkar 210 Paket Sabu, Ungkap Indikasi Jaringan Nasional | Pifa Net

Polresta Banjarmasin Bongkar 210 Paket Sabu, Ungkap Indikasi Jaringan Nasional

Banjarmasin – Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin membongkar peredaran 210 paket sabu siap edar yang diduga terkait jaringan lebih luas berskala nasional. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan di kawasan Jalan Jafri Zam-zam, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis, setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas transaksi narkotika di lingkungan permukiman. Pelaksana Harian Kapolresta Banjarmasin, Timbul RK Siregar, menyebut kasus ini menunjukkan pola distribusi narkotika nasional yang memanfaatkan jaringan lokal di daerah. “Kasus ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika nasional bekerja melalui simpul-simpul lokal di daerah,” ujarnya. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial N alias Ipan, seorang juru parkir yang diduga berperan sebagai pengedar sekaligus perantara dalam jaringan distribusi narkotika. Penangkapan dilakukan melalui metode undercover buy atau penyamaran sebagai pembeli untuk memastikan transaksi. Pelaku kemudian diamankan di lokasi kejadian. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita sebanyak 210 paket sabu dengan berat total 220,71 gram. Barang haram tersebut telah dikemas dalam ukuran kecil untuk diedarkan ke pengguna tingkat bawah. “Pola paket kecil siap edar ini merupakan ciri distribusi jaringan besar yang menyasar pasar luas dan berulang,” kata Timbul. Polisi juga mengungkap bahwa pihaknya telah mengantongi identitas bandar yang diduga sebagai pengendali utama. Saat ini, sosok tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Pengungkapan ini tidak berhenti di pelaku lapangan, kami terus memburu aktor utama untuk memutus mata rantai jaringan nasional tersebut,” tegasnya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dan berkas perkara segera dilimpahkan ke pengadilan.

Banjarmasin
| Jumat, 24 April 2026

Lokal

Foto: Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Dievakuasi Basarnas Bali dengan Helikopter | Pifa Net

Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Dievakuasi Basarnas Bali dengan Helikopter

Badung – Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang terjebak di bawah tebing Pantai Cemongkak, Desa Pecatu, Kabupaten Badung, berhasil dievakuasi oleh Basarnas Bali menggunakan helikopter. Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan kedua korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke helipad. “Akhirnya keduanya berhasil diselamatkan dan selanjutnya mendarat di hellyport SGi Air Bali kurang lebih pukul 15.15 Wita,” ujarnya di Denpasar, Kamis. Ia menjelaskan, informasi awal diterima dari seorang pegawai kelab pantai El Kabron bernama Fika pada pukul 13.10 Wita. Kejadian sendiri diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Setelah menerima laporan, delapan personel langsung dikerahkan ke lokasi. Melihat posisi korban yang berada jauh di bawah tebing serta kondisi air laut yang mulai pasang, Basarnas Bali memutuskan melakukan evakuasi udara dengan mengerahkan helikopter milik SGi Air Bali. Helikopter lepas landas dari Hellyport Benoa pada pukul 14.46 Wita dengan membawa lima personel. Sekitar 12 menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi menggunakan metode hoisting atau pengangkatan korban dengan tali baja dari udara. “Tidak ada permasalahan signifikan, tetapi harus lebih cepat dalam proses tersebut, karena melihat gelombang yang cukup naik, dan kita menggunakan hoisting, dan satu per satu korban bisa kita evakuasi,” katanya. Kedua korban diketahui bernama Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20). Keduanya berhasil diselamatkan dalam kondisi baik, meski Sergei mengalami luka ringan di kaki dan siku kiri. Berdasarkan informasi di lapangan, kedua WNA tersebut diduga berenang ke area pantai menggunakan jaket keselamatan. Namun saat gelombang pasang, mereka terhempas ke tepi karang saat hendak kembali, sehingga mengalami luka lecet. Setelah dievakuasi, kedua korban menolak pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Tim medis dari Klinik Nusa Medika hanya memberikan penanganan luka ringan di lokasi. Proses evakuasi turut melibatkan berbagai unsur SAR, antara lain Polsek Kuta Selatan, Polair Polsek Kuta Selatan, Balawista Kuta Selatan, tim medis, pihak kelab pantai El Kabron, serta masyarakat setempat.

Bali
| Kamis, 23 April 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: Wamentan Sudaryono Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Menjangkau Hingga Wilayah 3T di Kalbar | Pifa Net

Wamentan Sudaryono Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Menjangkau Hingga Wilayah 3T di Kalbar

PIFA, Lokal - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Sudaryono, menegaskan bahwa pembentukan Kooperasi Desa Merah Putih akan menjangkau hingga wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T), termasuk di Kalimantan Barat. Hal ini disampaikan usai menghadiri peluncuran dan sosialisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang berlangsung di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (27/5/2025).“Harapan presiden adalah Koperasi Desa Merah Putih ini bisa menjadi salah satu jawaban harapan dari masyarakat daerah setempat (3T), Bagaimana pemerintah hadir di tempat-tempat yang memang sulit untuk dijangkau,” ujarnya.Sudaryono mengungkapkan bahwa nantinya koperasi desa murah putih tersebut akan menyediakan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, obat-obatan, dan sistem logistik hasil bumi desa dengan harga yang dapat menjangkau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pelosok.“Kita punya harapan bahwa kooperasi desa Merah Putih ini menjadi satu diantara sekian solusi yang bisa kita bawa untuk menjawab tantangan dan harapan dari masyarakat yang ada di sana,” katany.Menurut Sudaryono, Kooperasi Desa Merah Putih bukan sekadar wadah usaha biasa. Koperasi ini berfungsi sebagai outlet atau kepanjangan tangan pemerintah untuk menyalurkan berbagai program, seperti bansos, bantuan pangan, sembako murah, hingga distribusi gas LPG dan pupuk ke desa-desa.“Jadi ini menjadi outlet memastikan bahwa distribusi dari program pemerintah itu sampai ke daerah, sampai ke desa dirasakan masyarakat desa dan menggerakkan ekonomi desa itu,” jelasnya.Ia menyampaikan bahwa hampir 50 persen desa di Kalbar telah menyelesaikan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), meskipun diyakini jumlah sebenarnya lebih tinggi karena persoalan pembaruan data. Sudaryono optimis seluruh Musdesus akan rampung sebelum 31 Mei 2025.“Ini tinggal soal waktu saja, tinggal cari momen yang pas. Insya Allah sebelum tanggal 31, semua desa di Kalbar sudah menyelesaikan Musdesus,” katanya.Dalam pelaksanaan di wilayah 3T, Sudaryono mengakui terdapat tantangan seperti minimnya akses internet dan jaringan komunikasi. Oleh karena itu, pemerintah memastikan akan ada pendampingan khusus.“Oh iya, harus ada pendampingan. Karena kadang internet tidak ada, sinyal pun susah. Ini yang kita percepat supaya semua pihak tahu dan bisa terlibat,” jelasnya.Provinsi Kalimantan Barat sendiri ditargetkan membentuk 2.038 unit Kooperasi Desa Merah Putih dari total 2.145 desa dan kelurahan yang ada. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di tingkat desa.

Pontianak
| Rabu, 28 Mei 2025

Lokal

Foto: 18 Tahun UKM PP LISMA UNTAN: Mengejar Misi Ilmiah dan Capaian Prestasi Bersama yang Membanggakan! | Pifa Net

18 Tahun UKM PP LISMA UNTAN: Mengejar Misi Ilmiah dan Capaian Prestasi Bersama yang Membanggakan!

PIFA, Lokal - Tepat pada tanggal 18 September 2023, UKM PP LISMA UNTAN berusia 18 tahun. Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Penelitian Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa Universitas Tanjungpura (UKM PP LISMA UNTAN) merupakan organisasi keilmiahan tingkat perguruan tinggi di Universitas Tanjungpura. Organisasi ini pertama kali digagas oleh Agus Setiadi, dkk pada tahun 2005. UKM ini dikenal telah berhasil melahirkan para mahasiswa berprestasi dibidang kepenulisan. UKM PP LISMA UNTAN bertempat di komplek Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Tanjungpura Jl. M. Isha No, 1 Pontianak 78124. UKM yang sarat prestasi ini didirikan dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kemampuan ilmiah serta pemberdayaan masyarakat luas. Adapun visi yang dimiliki yaitu meningkatkan tradisi-tradisi ilmiah terhadap mahasiswa Universitas Tanjungpura guna mewujudkan akademis yang intelektual sehingga mampu berfikir dan bersikap secara ilmiah yang kritis dan mampu berkarya. Misi yang hendak dicapai yaitu berperan aktif dalam melaksanakan penelitian yang berguna bagi masyarakat dan perkembangan ilmua pengetahuan bagi mahasiswa dan menciptakan suasana sikap ilmiah dalam organisasi. Ketua Umum UKM PP LISMA UNTAN Periode 2023/2024, Taufiqurahman turut mengapresiasi capaian-capaian yang telah diraih oleh LISMA. "Selamat bertambah usia UKM PP LISMA tercinta, maju terus. Saya sangat mengapresiasi pencapaian UKM PP LISMA UNTAN selama 18 tahun terakhir. UKM ini telah berhasil membentuk generasi muda yang berprestasi dan berkompeten di bidang penulisan, penalaran, dan penelitian," ujar dia. "Kita semua patut bangga dengan prestasi-prestasi yang telah diraih oleh UKM PP LISMA UNTAN," tandasnya. Taufiq-sapaan akrabnya, turut mengajak Lismania yang masih di kampus untuk terus mengejar visi misi UKM PP LISMA UNTAN, terkhusus dalam hal kreativitas dan nalar kritis di dunia kepenulisan. "Saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk terus mengejar misi ilmiah bersama. Kita harus terus mengembangkan kemampuan dan kreativitas dalam menulis, berpikir kritis, dan melakukan penelitian yang berkualitas. Kita harus terus berupaya untuk menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," pungkasnya. Taufiq pun berharap, seluruh anggota UKM PP LISMA UNTAN agar selalu berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. "Semoga UKM ini terus eksis dan berkembang. UKM ini harus menjadi wadah yang inspiratif dan bermanfaat bagi generasi muda yang ingin mengejar karir di bidang penulisan, penalaran, dan penelitian. Kita semua harus terus berupaya untuk menjadikan UKM PP LISMA UNTAN sebagai wadah yang inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," tambahnya. Pada Hari Ulang Tahun yang ke-18, UKM PP LISMA UNTAN melalui Departemen Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) mengusung tema “Coming of Age Story is Well Written”. Tema ini bermakna diusia 18 tahun UKM PP LISMA UNTAN telah banyak menghadapi tantangan dan rintangan yang semua mampu dilewati melalui semangat kerja sama. Ini adalah momen penting untuk kembali mengingat dan merenung tentang tujuan dan visi yang telah membimbing UKM PP LISMA dalam meraih segala pencapaian yang luar biasa. Departemen Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) adalah satu dari 5 (lima) departemen yang ada di UKM PP LISMA UNTAN. Departemen ini berperan dalam bidang pengembangan organisasi dan pengelolaan anggota. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-18 UKM PP LISMA UNTAN. Salah satu rangkaian kegiatan berupa Lisma Fun yang diselenggarakan tanggal 16/09/2023. Lisma Fun bertujuan untuk meningkatkan semangat kekeluargaan antar Lismania. Lismania merupakan sebutan bagi para anggota Lisma terdiri dari alumni, pengurus, dan anggota baru. Lisma Fun hadir dengan berbagai perlombaan seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, dan lomba tarik tambang yang dikemas menarik dan menyenangkan. Para pemenang dari masing-masing perlombaan tersebut akan mendapat hadiah dan apresiasi saat acara puncak Hari Ulang Tahun yaitu GENTAMA (Gathering Night and Lisma Award) yang telah dilaksanakan pada tanggal Sabtu (23/9/2023) kemarin. Penulis: Graciano Lucky Scovier, Kepala Departemen Kominfo UKM PP LISMA UNTAN 2023/2024 Profil UKM PP LISMA UNTAN, klik tautan ini!

Pontianak
| Senin, 30 Oktober 2023

Lokal

Foto: Pemudik Kecewa Keberangkatan Bus Damri Rute Pontianak-Melawi Molor | Pifa Net

Pemudik Kecewa Keberangkatan Bus Damri Rute Pontianak-Melawi Molor

PIFA, Lokal - Pelayanan bus Damri menuai kekecewaan pemudik. Pasalnya, keberangkatan bus rute Pontianak-Melawi molor berjam-jam, Minggu (7/4/2024). Penumpang pun mesti menunggu di Terminal ALBN Ambawang, Kubu Raya. Mereka merasa tak beri penjelasan terkait persoalan itu. "Bus Damri molor, harusnya berangkat pukul 08.00 WIB, sampai jam12.00 WIB belum berangkat. Dan kami sudah menunggu di Terminal Ambawang sejak sebelum pukul delapan,” ujar salah satu pemudik, Giat. Giat menceritakan, tak hanya rute Pontianak-Melawi yang molor, namun bus jPontinak-Sintang baru tiba diterminal pada pukul 12.00 WIB, padahal seharusnya berangkat pada pukul 08.00 WIB. “Bus Sintang baru datang sekita pukul 12.00 WIB, tapi bus rute Melawi sampai saat ini belum tiba di terminal," ujarnya. Dia mengatakan, petugas di terminal tidak bisa memberikan kepastian untuk kedatangan bus tersebut. Kejadian ini tak pelak menuai kekecewaan penumpang. Pasalnya pihak Damri tak memberikan penjelasan yang pasti. “Banyak penumpang yang mengeluh dan kecewa. Petugas juga tidak memberikan kami kepastian,” tegasnya. Menurutnya, pemudik dibuat luntang lantung tanpa kejelasan sampai pukul 12.00 WIB bus belum juga tiba di ALBN Ambawang. “Sudah menunggu kurang lebih 5 jam di sini. Saya harap pihak Damri bisa memberikan kejelasan, kenapa penumpang dibuat seperti ini,” ujarnya. Terlebih, penumpang yang akan berangkat juga usia anak-anak bahkan lansia yang mesti menuggu berjam-jam di lokasi tersebut. “Kalau memang ada kendala informasikan, jika memang tak berangkat diberi kepastian. Biar kita tak luntang lantung," tandasnya. (ap) 

Pontianak
| Minggu, 7 April 2024

Feeds

Buronan Korupsi Aplikasi Pariwisata Kaltara Ditangkap di Sulsel, Langsung Ditahan

Tanjung Selor – Tim Gabungan Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara bersama Kejaksaan Agung dan dukungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan berhasil mengamankan buronan kasus dugaan korupsi Aplikasi Sistem Informasi Pariwisata (ASITA) di Dinas Pariwisata Kaltara. Kepala Kejati Kaltara, Yudi Indra Gunawan, mengatakan tersangka berinisial SE alias MI ditangkap pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 12.00 WITA di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. “Hari Rabu tanggal 22 April 2026 sekira pukul 12.00 WITA, Tim Tabur Kejati Kaltara dan Kejaksaan Agung dengan di-backup Kejati Sulsel mengamankan seorang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejati Kaltara, yaitu SE atau MI,” ujarnya, Kamis malam. MI merupakan pihak swasta yang bertindak sebagai pelaksana proyek pembuatan aplikasi ASITA. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 10 Februari 2026 bersama dua tersangka lain yang lebih dulu ditahan, yakni SMDN selaku mantan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kaltara dan SF sebagai Ketua DPD ASITA Kaltara. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka, MI tidak pernah memenuhi panggilan penyidik hingga akhirnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Setelah buron selama sekitar tiga bulan, keberadaan MI terdeteksi di Sulawesi Selatan. Tim Tabur kemudian bergerak dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan. Selanjutnya, tersangka langsung diterbangkan ke Kalimantan Utara untuk diserahkan kepada penyidik. Ia tiba di Kantor Kejati Kaltara pada Kamis, 23 April 2026 pukul 17.00 WITA. Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka langsung ditahan di Rutan Polresta Bulungan pada pukul 19.00 WITA. Yudi mengapresiasi kerja sama semua pihak yang membantu proses penangkapan buronan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan yang berstatus DPO. “Tidak ada tempat yang aman bagi buronan, dan saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku tindak pidana yang masuk dalam DPO Kejati Kaltara,” tegasnya.

Tanjung Selor
| Jumat, 24 April 2026
Foto: Buronan Korupsi Aplikasi Pariwisata Kaltara Ditangkap di Sulsel, Langsung Ditahan | Pifa Net

Polresta Banjarmasin Bongkar 210 Paket Sabu, Ungkap Indikasi Jaringan Nasional

Banjarmasin – Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin membongkar peredaran 210 paket sabu siap edar yang diduga terkait jaringan lebih luas berskala nasional. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan di kawasan Jalan Jafri Zam-zam, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis, setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas transaksi narkotika di lingkungan permukiman. Pelaksana Harian Kapolresta Banjarmasin, Timbul RK Siregar, menyebut kasus ini menunjukkan pola distribusi narkotika nasional yang memanfaatkan jaringan lokal di daerah. “Kasus ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika nasional bekerja melalui simpul-simpul lokal di daerah,” ujarnya. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial N alias Ipan, seorang juru parkir yang diduga berperan sebagai pengedar sekaligus perantara dalam jaringan distribusi narkotika. Penangkapan dilakukan melalui metode undercover buy atau penyamaran sebagai pembeli untuk memastikan transaksi. Pelaku kemudian diamankan di lokasi kejadian. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita sebanyak 210 paket sabu dengan berat total 220,71 gram. Barang haram tersebut telah dikemas dalam ukuran kecil untuk diedarkan ke pengguna tingkat bawah. “Pola paket kecil siap edar ini merupakan ciri distribusi jaringan besar yang menyasar pasar luas dan berulang,” kata Timbul. Polisi juga mengungkap bahwa pihaknya telah mengantongi identitas bandar yang diduga sebagai pengendali utama. Saat ini, sosok tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Pengungkapan ini tidak berhenti di pelaku lapangan, kami terus memburu aktor utama untuk memutus mata rantai jaringan nasional tersebut,” tegasnya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dan berkas perkara segera dilimpahkan ke pengadilan.

Banjarmasin
| Jumat, 24 April 2026
Foto: Polresta Banjarmasin Bongkar 210 Paket Sabu, Ungkap Indikasi Jaringan Nasional | Pifa Net

Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Dievakuasi Basarnas Bali dengan Helikopter

Badung – Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang terjebak di bawah tebing Pantai Cemongkak, Desa Pecatu, Kabupaten Badung, berhasil dievakuasi oleh Basarnas Bali menggunakan helikopter. Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan kedua korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke helipad. “Akhirnya keduanya berhasil diselamatkan dan selanjutnya mendarat di hellyport SGi Air Bali kurang lebih pukul 15.15 Wita,” ujarnya di Denpasar, Kamis. Ia menjelaskan, informasi awal diterima dari seorang pegawai kelab pantai El Kabron bernama Fika pada pukul 13.10 Wita. Kejadian sendiri diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Setelah menerima laporan, delapan personel langsung dikerahkan ke lokasi. Melihat posisi korban yang berada jauh di bawah tebing serta kondisi air laut yang mulai pasang, Basarnas Bali memutuskan melakukan evakuasi udara dengan mengerahkan helikopter milik SGi Air Bali. Helikopter lepas landas dari Hellyport Benoa pada pukul 14.46 Wita dengan membawa lima personel. Sekitar 12 menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi menggunakan metode hoisting atau pengangkatan korban dengan tali baja dari udara. “Tidak ada permasalahan signifikan, tetapi harus lebih cepat dalam proses tersebut, karena melihat gelombang yang cukup naik, dan kita menggunakan hoisting, dan satu per satu korban bisa kita evakuasi,” katanya. Kedua korban diketahui bernama Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20). Keduanya berhasil diselamatkan dalam kondisi baik, meski Sergei mengalami luka ringan di kaki dan siku kiri. Berdasarkan informasi di lapangan, kedua WNA tersebut diduga berenang ke area pantai menggunakan jaket keselamatan. Namun saat gelombang pasang, mereka terhempas ke tepi karang saat hendak kembali, sehingga mengalami luka lecet. Setelah dievakuasi, kedua korban menolak pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Tim medis dari Klinik Nusa Medika hanya memberikan penanganan luka ringan di lokasi. Proses evakuasi turut melibatkan berbagai unsur SAR, antara lain Polsek Kuta Selatan, Polair Polsek Kuta Selatan, Balawista Kuta Selatan, tim medis, pihak kelab pantai El Kabron, serta masyarakat setempat.

Bali
| Kamis, 23 April 2026
Foto: Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Dievakuasi Basarnas Bali dengan Helikopter | Pifa Net

Polres Blitar Kota Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Wilayah, Dua Tersangka Ditangkap

Blitar – Aparat Polres Blitar Kota berhasil mengungkap sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) lintas wilayah yang meresahkan warga dan kerap beraksi di area persawahan. Dua tersangka berinisial FA (45) dan DAP (34) diamankan dalam kasus tersebut. Kapolres Blitar Kota, Kalfaris Triwijaya Lalo, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan kehilangan sepeda motor yang masuk ke kepolisian. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan dua tersangka yang diketahui berasal dari wilayah Kediri dan Blitar. “Kami lakukan penyelidikan dan penggalian informasi dan ditetapkan dua orang tersangka yakni FA dan DAP. Dari hasil pengembangan kedua tersangka melakukan aksinya kurang lebih 11 TKP,” katanya di Blitar, Kamis. Dari total 11 tempat kejadian perkara (TKP), enam di antaranya berada di wilayah Blitar Kota, sementara sisanya terjadi di Kediri. Aksi pencurian tersebut dilakukan dalam rentang waktu September 2025 hingga April 2026. Kapolres menjelaskan, kedua tersangka memiliki peran berbeda. FA bertindak sebagai eksekutor yang mulai dari mencari target, melakukan pencurian menggunakan kunci T, hingga menjual hasil curian. Sementara DAP, warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, berperan menyediakan tempat untuk merencanakan aksi serta memantau dan mengawal saat FA beraksi. Modus operandi yang digunakan pelaku yakni berkeliling di sekitar lokasi target, kemudian setelah kondisi dianggap aman, mereka mencuri sepeda motor yang diparkir di jalan maupun area persawahan menggunakan kunci T. “Hasil penjualan mereka bagi dua. Untuk motif aksinya guna kepentingan pribadi,” ujarnya. Polisi menyebut para pelaku tergolong berpengalaman, bahkan salah satunya merupakan residivis. Dari tangan tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit telepon seluler, dua mata kunci berbentuk T, satu pegangan kunci T, serta empat unit sepeda motor hasil curian. Kedua tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat memarkir kendaraan, terutama tidak meninggalkan kunci di kendaraan serta memilih lokasi parkir yang aman. “Kami imbau agar lebih hati-hati dalam menempatkan kendaraan, walaupun hanya sebentar misal ke warung jangan menempatkan posisi kunci tertinggal atau hidup,” kata Kapolres.

Surabaya
| Kamis, 23 April 2026
Foto: Polres Blitar Kota Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Wilayah, Dua Tersangka Ditangkap | Pifa Net

Aksi Hari Bumi, Mapala Jember Olah Sampah TPA Pakusari Jadi Pupuk Kompos

Jember – Puluhan mahasiswa pecinta alam (Mapala) di Jember, Jawa Timur, melakukan aksi nyata dalam memperingati Hari Bumi dengan mengumpulkan kompos dari TPA Pakusari, Rabu. Koordinator aksi, Rasya Firdaus, mengatakan permasalahan sampah di Kabupaten Jember telah mencapai titik kritis. Dari total timbunan sekitar 1.300 ton per hari, hanya sekitar 360 ton yang mampu terangkut ke tempat pembuangan akhir. “Permasalahan sampah di Kabupaten Jember mencapai titik kritis dengan timbunan sampah mencapai 1.300 ton per hari, namun hanya sekitar 360 ton yang terangkut ke TPA,” ujarnya. Ia menjelaskan, TPA Pakusari yang masih aktif saat ini mengalami kelebihan kapasitas dengan ketinggian timbunan sampah mencapai 32 hingga 35 meter. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi sampah di lokasi tersebut didominasi sampah organik sebesar 81,9 persen, disusul non-organik 13,6 persen, serta sampah berbahaya dan beracun (B3) sebesar 4,5 persen. Jenis sampah non-organik meliputi plastik (5,5 persen), karet (4,1 persen), besi (1,3 persen), kaca (1,2 persen), dan kain (1,5 persen). Sementara itu, sampah B3 terdiri dari baterai (0,5 persen), limbah medis (3 persen), serta sisa kemasan bekas (1 persen). “Kami melakukan aksi nyata dengan mengumpulkan kompos dari TPA Pakusari yang berasal dari timbunan sampah organik yang tertimbun bertahun-tahun di sana,” katanya. Menurut Rasya, sampah organik yang menumpuk tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi pupuk kompos sebagai media tanam. Melalui aksi ini, Mapala ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. “Mapala ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah organik bisa dikelola menjadi pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman, sehingga punya nilai guna,” tuturnya. Kompos yang telah dikumpulkan akan dibawa ke masing-masing sekretariat organisasi pecinta alam untuk diolah lebih lanjut menjadi media tanam. Ia juga mengajak seluruh Mapala se-Jember untuk turut serta dalam aksi serupa dengan fokus pada optimalisasi pengelolaan sampah organik yang telah terdekomposisi. “Kami mengajak seluruh Mapala se-Jember untuk turut serta dalam aksi Hari Bumi tahun ini dengan fokus kepada pengoptimalan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang telah terdekomposisi dan menumpuk di TPA Pakusari,” katanya.

Surabaya
| Kamis, 23 April 2026
Foto: Aksi Hari Bumi, Mapala Jember Olah Sampah TPA Pakusari Jadi Pupuk Kompos | Pifa Net

KPK Periksa 9 Pejabat Pemkab Tulungagung, Dalami Dugaan Pemerasan Bupati Nonaktif

Tulungagung – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dalam lanjutan penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati nonaktif, Gatut Sunu Wibowo. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap sembilan pejabat sebagai saksi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendalami proses penyiapan hingga pembuatan surat pernyataan pengunduran diri yang melibatkan 16 kepala organisasi perangkat daerah (OPD). “Hari ini kami melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Pemkab Tulungagung untuk mendalami kronologi penyiapan maupun pembuatan surat pernyataan pengunduran diri terhadap 16 OPD,” katanya, Rabu. Pemeriksaan tidak dilakukan di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, melainkan di kantor BPKP Jawa Timur. KPK menduga surat pernyataan tersebut digunakan sebagai alat tekanan dalam praktik pemerasan. Surat itu disebut belum bertanggal saat ditandatangani sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu untuk menekan pejabat yang tidak memenuhi permintaan pihak tertentu. “Ketika kepala OPD tidak memenuhi keinginan, surat tersebut diduga digunakan sebagai alat ancaman,” ujarnya. Dalam isi surat, para kepala OPD menyatakan kesediaan mengundurkan diri dari jabatan maupun status aparatur sipil negara apabila dinilai tidak mampu menjalankan tugas. Selain itu, terdapat klausul terkait tanggung jawab pengelolaan anggaran di masing-masing OPD. Penyidik juga mendalami dugaan adanya permintaan sejumlah uang yang dikaitkan dengan kebutuhan operasional tertentu kepada OPD yang telah menandatangani surat tersebut. Untuk memperkuat pembuktian, KPK terus memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti tambahan. Lembaga tersebut juga mengimbau seluruh pihak yang dipanggil agar bersikap kooperatif dan memberikan keterangan secara lengkap. Adapun sembilan pejabat yang diperiksa terdiri atas Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, pejabat di Bagian Protokol dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Kepala Bidang Kebudayaan, serta sejumlah staf dan sekretaris pribadi terkait.

Surabaya
| Rabu, 22 April 2026
Foto: KPK Periksa 9 Pejabat Pemkab Tulungagung, Dalami Dugaan Pemerasan Bupati Nonaktif | Pifa Net

Dua Terdakwa Korupsi SKTM RSUD dr Iskak Dituntut 5 Tahun Penjara di Tipikor Surabaya

Surabaya – Dua terdakwa kasus tindak pidana korupsi (tipikor) Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di RSUD dr Iskak Tulungagung menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Keduanya dituntut masing-masing lima tahun penjara. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Roni, mengatakan sidang tuntutan digelar pada Senin (20/4) terhadap dua terdakwa, yakni mantan Wakil Direktur Umum dan Keuangan Yudi Rahmawan serta staf keuangan Reni Budi. “Jaksa penuntut umum menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun,” katanya. Selain hukuman penjara, kedua terdakwa juga dituntut membayar denda. Yudi Rahmawan dikenai denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan, sedangkan Reni Budi dikenai denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Jaksa juga membebankan uang pengganti kerugian negara kepada keduanya. Yudi Rahmawan diwajibkan membayar Rp2,5 miliar subsider tiga tahun penjara, sementara Reni Budi Rp1,7 miliar subsider dua tahun enam bulan penjara. Roni menjelaskan, sebagian uang pengganti telah dititipkan oleh kedua terdakwa, yakni Rp50 juta dari Yudi dan sekitar Rp21 juta dari Reni, yang nantinya akan diperhitungkan dalam proses pemulihan kerugian negara. Apabila dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap uang pengganti tidak dibayarkan, harta benda milik terdakwa akan disita dan dilelang. Jika hasil lelang tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara tambahan. Kasus korupsi SKTM di RSUD dr Iskak tersebut terjadi pada periode 2022 hingga 2024 dengan nilai kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp4,5 miliar.

Surabaya
| Rabu, 22 April 2026
Foto: Dua Terdakwa Korupsi SKTM RSUD dr Iskak Dituntut 5 Tahun Penjara di Tipikor Surabaya | Pifa Net

Kurir 10 Kg Sabu Divonis 20 Tahun Penjara di PN Medan, Jaksa Ajukan Banding

Medan – Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara terhadap terdakwa kasus narkotika, Saiful Bahri alias Pon (47), yang terbukti menjadi kurir 10 kilogram sabu. “Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 20 tahun,” ujar Hakim Ketua Eli Yurita saat membacakan putusan di ruang sidang Cakra VII PN Medan, Rabu. Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar. Apabila tidak dibayar dalam waktu satu bulan, harta benda terdakwa akan disita dan dilelang oleh jaksa. “Jika tidak mencukupi, diganti dengan pidana penjara selama 190 hari,” kata hakim. Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hal yang memberatkan dalam perkara ini adalah perbuatan terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika serta meresahkan masyarakat. Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, menyesal, bersikap sopan selama persidangan, serta belum menikmati hasil kejahatan. Atas putusan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan menerima. Namun, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Belawan, Isti Risa Sunia Yazir, menyatakan banding. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman mati.

Medan
| Rabu, 22 April 2026
Foto: Kurir 10 Kg Sabu Divonis 20 Tahun Penjara di PN Medan, Jaksa Ajukan Banding | Pifa Net

Perumda Pasar Makassar Tertibkan PKL di Pasar Pannampu, Cegah Kemacetan

Makassar – Perumda Pasar Makassar melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di tepi jalan kawasan Pasar Pannampu. Langkah ini diambil karena aktivitas jual beli di badan jalan dinilai mengganggu ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas. Kepala Bagian Ketertiban Perumda Pasar Makassar, Muh Jaenul, mengatakan pihaknya merespons meningkatnya jumlah pedagang yang kembali menempati ruas jalan di depan pasar. “Belakangan ini kami melihat ada kecenderungan pedagang kembali berjualan di tepi jalan. Hal ini tentu perlu ditertibkan agar tidak mengganggu ketertiban umum dan aktivitas masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, pendekatan persuasif terus dilakukan agar para pedagang bersedia menempati lapak yang telah disediakan di dalam area pasar. Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Rusli Patara, menyampaikan bahwa pihaknya telah menugaskan sejumlah petugas untuk siaga di beberapa titik pasar guna melakukan pengawasan rutin. “Memang kami tugaskan petugas untuk selalu standby di sejumlah titik pasar. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pedagang yang menggunakan ruas jalan sebagai tempat berjualan,” katanya. Menurutnya, penertiban ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar dalam upaya penataan PKL agar lebih tertib dan terorganisasi. “Kami terus mendorong para pedagang untuk masuk ke dalam pasar, menempati tempat yang telah disediakan. Dengan begitu, kondisi pasar akan lebih tertata, nyaman, dan tidak mengganggu pengguna jalan,” tambahnya. Kegiatan penertiban ini juga melibatkan Satpol PP Kecamatan Tallo sebagai bagian dari penegakan peraturan daerah. Perumda Pasar Makassar berharap, melalui pengawasan rutin ini, kesadaran pedagang semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan pasar yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Makassar
| Selasa, 21 April 2026
Foto: Perumda Pasar Makassar Tertibkan PKL di Pasar Pannampu, Cegah Kemacetan | Pifa Net

Kasus Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Kejari Palembang Tetapkan Tersangka Baru

Palembang – Kejaksaan Negeri Palembang menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembangunan guest house di UIN Raden Fatah Palembang. Tersangka tersebut berinisial AK, yang diketahui menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek tersebut. Kepala Seksi Intelijen Kejari Palembang, Mochamad Ali Rizza, mengatakan bahwa AK diduga berperan dalam mengendalikan personel inti yang tercantum dalam surat perjanjian kerja (SPK). Dugaan kelalaian itu mencakup pekerjaan pembangunan fisik serta pengadaan konsultan manajemen konstruksi (MK). Dalam proses penyidikan, pihak kejaksaan telah memeriksa sebanyak 47 saksi dari berbagai pihak, mulai dari Pokja Kementerian Agama, pihak kampus, konsultan, hingga penyedia jasa. Selain itu, empat orang ahli juga telah dimintai keterangan, terdiri atas tiga ahli konstruksi dan satu ahli terkait kerugian keuangan negara. "Berdasarkan hasil perhitungan BPKP Perwakilan Sumatera Selatan, perbuatan para tersangka telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2.123.788.215,08," kata Rizza. AK menjadi tersangka ketiga dalam kasus ini setelah sebelumnya penyidik menetapkan DP selaku penyedia dan SC sebagai konsultan MK. Atas perbuatannya, AK dijerat dengan Pasal Primair 603 jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Untuk kepentingan penyidikan, tersangka AK kini ditahan di Rutan Klas IA Pakjo Palembang selama 20 hari ke depan.

Palembang
| Selasa, 21 April 2026
Foto: Kasus Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Kejari Palembang Tetapkan Tersangka Baru | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: Wamentan Sudaryono Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Menjangkau Hingga Wilayah 3T di Kalbar | Pifa Net

Wamentan Sudaryono Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Menjangkau Hingga Wilayah 3T di Kalbar

PIFA, Lokal - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Sudaryono, menegaskan bahwa pembentukan Kooperasi Desa Merah Putih akan menjangkau hingga wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T), termasuk di Kalimantan Barat. Hal ini disampaikan usai menghadiri peluncuran dan sosialisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang berlangsung di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (27/5/2025).“Harapan presiden adalah Koperasi Desa Merah Putih ini bisa menjadi salah satu jawaban harapan dari masyarakat daerah setempat (3T), Bagaimana pemerintah hadir di tempat-tempat yang memang sulit untuk dijangkau,” ujarnya.Sudaryono mengungkapkan bahwa nantinya koperasi desa murah putih tersebut akan menyediakan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, obat-obatan, dan sistem logistik hasil bumi desa dengan harga yang dapat menjangkau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pelosok.“Kita punya harapan bahwa kooperasi desa Merah Putih ini menjadi satu diantara sekian solusi yang bisa kita bawa untuk menjawab tantangan dan harapan dari masyarakat yang ada di sana,” katany.Menurut Sudaryono, Kooperasi Desa Merah Putih bukan sekadar wadah usaha biasa. Koperasi ini berfungsi sebagai outlet atau kepanjangan tangan pemerintah untuk menyalurkan berbagai program, seperti bansos, bantuan pangan, sembako murah, hingga distribusi gas LPG dan pupuk ke desa-desa.“Jadi ini menjadi outlet memastikan bahwa distribusi dari program pemerintah itu sampai ke daerah, sampai ke desa dirasakan masyarakat desa dan menggerakkan ekonomi desa itu,” jelasnya.Ia menyampaikan bahwa hampir 50 persen desa di Kalbar telah menyelesaikan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), meskipun diyakini jumlah sebenarnya lebih tinggi karena persoalan pembaruan data. Sudaryono optimis seluruh Musdesus akan rampung sebelum 31 Mei 2025.“Ini tinggal soal waktu saja, tinggal cari momen yang pas. Insya Allah sebelum tanggal 31, semua desa di Kalbar sudah menyelesaikan Musdesus,” katanya.Dalam pelaksanaan di wilayah 3T, Sudaryono mengakui terdapat tantangan seperti minimnya akses internet dan jaringan komunikasi. Oleh karena itu, pemerintah memastikan akan ada pendampingan khusus.“Oh iya, harus ada pendampingan. Karena kadang internet tidak ada, sinyal pun susah. Ini yang kita percepat supaya semua pihak tahu dan bisa terlibat,” jelasnya.Provinsi Kalimantan Barat sendiri ditargetkan membentuk 2.038 unit Kooperasi Desa Merah Putih dari total 2.145 desa dan kelurahan yang ada. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di tingkat desa.

Pontianak
| Rabu, 28 Mei 2025

Lokal

Foto: 18 Tahun UKM PP LISMA UNTAN: Mengejar Misi Ilmiah dan Capaian Prestasi Bersama yang Membanggakan! | Pifa Net

18 Tahun UKM PP LISMA UNTAN: Mengejar Misi Ilmiah dan Capaian Prestasi Bersama yang Membanggakan!

PIFA, Lokal - Tepat pada tanggal 18 September 2023, UKM PP LISMA UNTAN berusia 18 tahun. Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Penelitian Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa Universitas Tanjungpura (UKM PP LISMA UNTAN) merupakan organisasi keilmiahan tingkat perguruan tinggi di Universitas Tanjungpura. Organisasi ini pertama kali digagas oleh Agus Setiadi, dkk pada tahun 2005. UKM ini dikenal telah berhasil melahirkan para mahasiswa berprestasi dibidang kepenulisan. UKM PP LISMA UNTAN bertempat di komplek Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Tanjungpura Jl. M. Isha No, 1 Pontianak 78124. UKM yang sarat prestasi ini didirikan dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kemampuan ilmiah serta pemberdayaan masyarakat luas. Adapun visi yang dimiliki yaitu meningkatkan tradisi-tradisi ilmiah terhadap mahasiswa Universitas Tanjungpura guna mewujudkan akademis yang intelektual sehingga mampu berfikir dan bersikap secara ilmiah yang kritis dan mampu berkarya. Misi yang hendak dicapai yaitu berperan aktif dalam melaksanakan penelitian yang berguna bagi masyarakat dan perkembangan ilmua pengetahuan bagi mahasiswa dan menciptakan suasana sikap ilmiah dalam organisasi. Ketua Umum UKM PP LISMA UNTAN Periode 2023/2024, Taufiqurahman turut mengapresiasi capaian-capaian yang telah diraih oleh LISMA. "Selamat bertambah usia UKM PP LISMA tercinta, maju terus. Saya sangat mengapresiasi pencapaian UKM PP LISMA UNTAN selama 18 tahun terakhir. UKM ini telah berhasil membentuk generasi muda yang berprestasi dan berkompeten di bidang penulisan, penalaran, dan penelitian," ujar dia. "Kita semua patut bangga dengan prestasi-prestasi yang telah diraih oleh UKM PP LISMA UNTAN," tandasnya. Taufiq-sapaan akrabnya, turut mengajak Lismania yang masih di kampus untuk terus mengejar visi misi UKM PP LISMA UNTAN, terkhusus dalam hal kreativitas dan nalar kritis di dunia kepenulisan. "Saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk terus mengejar misi ilmiah bersama. Kita harus terus mengembangkan kemampuan dan kreativitas dalam menulis, berpikir kritis, dan melakukan penelitian yang berkualitas. Kita harus terus berupaya untuk menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," pungkasnya. Taufiq pun berharap, seluruh anggota UKM PP LISMA UNTAN agar selalu berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. "Semoga UKM ini terus eksis dan berkembang. UKM ini harus menjadi wadah yang inspiratif dan bermanfaat bagi generasi muda yang ingin mengejar karir di bidang penulisan, penalaran, dan penelitian. Kita semua harus terus berupaya untuk menjadikan UKM PP LISMA UNTAN sebagai wadah yang inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," tambahnya. Pada Hari Ulang Tahun yang ke-18, UKM PP LISMA UNTAN melalui Departemen Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) mengusung tema “Coming of Age Story is Well Written”. Tema ini bermakna diusia 18 tahun UKM PP LISMA UNTAN telah banyak menghadapi tantangan dan rintangan yang semua mampu dilewati melalui semangat kerja sama. Ini adalah momen penting untuk kembali mengingat dan merenung tentang tujuan dan visi yang telah membimbing UKM PP LISMA dalam meraih segala pencapaian yang luar biasa. Departemen Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) adalah satu dari 5 (lima) departemen yang ada di UKM PP LISMA UNTAN. Departemen ini berperan dalam bidang pengembangan organisasi dan pengelolaan anggota. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-18 UKM PP LISMA UNTAN. Salah satu rangkaian kegiatan berupa Lisma Fun yang diselenggarakan tanggal 16/09/2023. Lisma Fun bertujuan untuk meningkatkan semangat kekeluargaan antar Lismania. Lismania merupakan sebutan bagi para anggota Lisma terdiri dari alumni, pengurus, dan anggota baru. Lisma Fun hadir dengan berbagai perlombaan seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, dan lomba tarik tambang yang dikemas menarik dan menyenangkan. Para pemenang dari masing-masing perlombaan tersebut akan mendapat hadiah dan apresiasi saat acara puncak Hari Ulang Tahun yaitu GENTAMA (Gathering Night and Lisma Award) yang telah dilaksanakan pada tanggal Sabtu (23/9/2023) kemarin. Penulis: Graciano Lucky Scovier, Kepala Departemen Kominfo UKM PP LISMA UNTAN 2023/2024 Profil UKM PP LISMA UNTAN, klik tautan ini!

Pontianak
| Senin, 30 Oktober 2023

Lokal

Foto: Pemudik Kecewa Keberangkatan Bus Damri Rute Pontianak-Melawi Molor | Pifa Net

Pemudik Kecewa Keberangkatan Bus Damri Rute Pontianak-Melawi Molor

PIFA, Lokal - Pelayanan bus Damri menuai kekecewaan pemudik. Pasalnya, keberangkatan bus rute Pontianak-Melawi molor berjam-jam, Minggu (7/4/2024). Penumpang pun mesti menunggu di Terminal ALBN Ambawang, Kubu Raya. Mereka merasa tak beri penjelasan terkait persoalan itu. "Bus Damri molor, harusnya berangkat pukul 08.00 WIB, sampai jam12.00 WIB belum berangkat. Dan kami sudah menunggu di Terminal Ambawang sejak sebelum pukul delapan,” ujar salah satu pemudik, Giat. Giat menceritakan, tak hanya rute Pontianak-Melawi yang molor, namun bus jPontinak-Sintang baru tiba diterminal pada pukul 12.00 WIB, padahal seharusnya berangkat pada pukul 08.00 WIB. “Bus Sintang baru datang sekita pukul 12.00 WIB, tapi bus rute Melawi sampai saat ini belum tiba di terminal," ujarnya. Dia mengatakan, petugas di terminal tidak bisa memberikan kepastian untuk kedatangan bus tersebut. Kejadian ini tak pelak menuai kekecewaan penumpang. Pasalnya pihak Damri tak memberikan penjelasan yang pasti. “Banyak penumpang yang mengeluh dan kecewa. Petugas juga tidak memberikan kami kepastian,” tegasnya. Menurutnya, pemudik dibuat luntang lantung tanpa kejelasan sampai pukul 12.00 WIB bus belum juga tiba di ALBN Ambawang. “Sudah menunggu kurang lebih 5 jam di sini. Saya harap pihak Damri bisa memberikan kejelasan, kenapa penumpang dibuat seperti ini,” ujarnya. Terlebih, penumpang yang akan berangkat juga usia anak-anak bahkan lansia yang mesti menuggu berjam-jam di lokasi tersebut. “Kalau memang ada kendala informasikan, jika memang tak berangkat diberi kepastian. Biar kita tak luntang lantung," tandasnya. (ap) 

Pontianak
| Minggu, 7 April 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5