2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

Viral Gus Miftah Bully Tukang Es di Tengah Pengajian, Netizen Minta Dipecat dari Utusan Khusus Presiden

PIFA, Nasional - Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah tengah menjadi sorotan publik, usai videonya yang membully atau mengolok-olok seorang pria pedagang es yang hadir di tengah acara pengajian di Malang viral di media sosial.Dalam video yang beredar, pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu diminta oleh jemaah yang hadir untuk memborong dagangan penjual es teh tersebut. Namun, bukannya mengiyakan untuk membeli, Gus Miftah justru mengatakan hal lain. “Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual go*l**!” ujar Gus Miftah.Usai menyatakan hal tersebut, Gus Miftah dan para ulama yang berada di tempat itu tertawa. Bapak penjual es teh tersebut tampak diam membisu dan tetap berdiri di tengah jemaah meski ditertawakan oleh Gus Miftah dan jemaah lain.Sontak video tersebut viral, nama Miftah trending topic di media sosial X (sebelumnya Twitter). Banyak netizen yang mengkritik ucapan Gus Miftah, yang dianggap tidak beradab sebagai seorang pendakwah sekaligus utusan khusus presiden.Sebagian warganet ada yang meminta Gus Miftah untuk dipecat sebagai Utusan Khusus Presiden. Sebab sikapnya pada acara tersebut dinilai tidak pantas mengingat dirinya adalah seorang pendakwah.“Utusan khusus presiden kok gini sihh, pecat aja ngga cocok menjabat” ujar warganet.“Sifat asli lorang akan terlihat saat dia diberi kuasa," imbuh warganet lain.“Lucu, menghina orang lain yg lagi berusaha mencari nafkah buat keluarganya. stop normalize menghina pekerjaan org lain dg alasan "udah biasa, emang ky gitu orgnya" kata warganet lainnya.“ (ly)

Indonesia
| Rabu, 4 Desember 2024
Foto: Viral Gus Miftah Bully Tukang Es di Tengah Pengajian, Netizen Minta Dipecat dari Utusan Khusus Presiden | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Sejarah Gedung Sate: Dari Kantor Kolonial hingga Ikon Jawa Barat | Pifa Net

Sejarah Gedung Sate: Dari Kantor Kolonial hingga Ikon Jawa Barat

PIFA, Bandung - Gedung Sate merupakan salah satu bangunan paling ikonik di Bandung sekaligus simbol pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Bangunan yang dikenal dengan ornamen enam tusuk menyerupai sate di puncak menaranya ini bukan sekadar landmark kota, tetapi juga saksi sejarah panjang perjalanan administrasi, politik, dan arsitektur di Indonesia. Awal Pembangunan di Masa Kolonial Gedung Sate mulai dibangun pada tahun 1920 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pembangunan gedung ini tidak terlepas dari rencana besar pemerintah kolonial yang saat itu berencana memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Kota Bandung dipilih karena letaknya yang strategis, iklimnya lebih sejuk, serta dianggap lebih aman dari ancaman serangan laut. Bangunan ini awalnya dirancang sebagai Gouvernements Bedrijven atau Kantor Departemen Perusahaan Pemerintah Hindia Belanda. Arsiteknya adalah J. Gerber, seorang arsitek Belanda yang memadukan gaya arsitektur Eropa dengan unsur lokal Nusantara. Proses pembangunannya melibatkan sekitar 2.000 pekerja, termasuk tenaga ahli dari Tiongkok dan masyarakat lokal. Arsitektur Unik: Perpaduan Barat dan Timur Salah satu keunikan Gedung Sate terletak pada gaya arsitekturnya. Gedung ini mengusung konsep Indo-Eropa, yaitu perpaduan arsitektur Renaissance Italia dengan elemen tradisional Indonesia, terutama pada bentuk atap yang menyerupai bangunan candi di Jawa. Ornamen enam tusuk di puncak menara Gedung Sate sering disalahartikan sebagai hiasan semata. Padahal, ornamen tersebut melambangkan biaya pembangunan gedung sebesar enam juta gulden pada masanya. Dari sinilah kemudian muncul sebutan populer “Gedung Sate” di kalangan masyarakat Bandung. Peran Strategis Pasca Kemerdekaan Setelah Indonesia merdeka, Gedung Sate mengalami perubahan fungsi. Bangunan ini kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan daerah. Sejak tahun 1980-an, Gedung Sate resmi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat, sekaligus pusat administrasi pemerintahan provinsi. Gedung ini juga memiliki nilai historis yang tinggi karena pernah menjadi lokasi peristiwa penting, termasuk insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata pada 3 Desember 1945 yang menyebabkan tujuh pemuda pejuang gugur dalam upaya mempertahankan gedung dari pasukan Sekutu. Dari Kantor Pemerintahan ke Ikon Budaya Seiring waktu, Gedung Sate tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tetapi juga berkembang menjadi ikon budaya dan pariwisata Jawa Barat. Kawasan sekitarnya sering menjadi lokasi kegiatan publik, acara kenegaraan, hingga perayaan hari besar. Pada tahun 2017, Museum Gedung Sate resmi dibuka untuk umum. Museum ini menyajikan sejarah pembangunan, arsitektur, dan peran Gedung Sate dalam perjalanan Jawa Barat, lengkap dengan teknologi digital dan diorama interaktif. Simbol Jawa Barat hingga Kini Hingga hari ini, Gedung Sate tetap berdiri megah sebagai simbol pemerintahan, sejarah, dan identitas Jawa Barat. Keberadaannya merepresentasikan perjalanan panjang dari masa kolonial, era perjuangan kemerdekaan, hingga Indonesia modern. Lebih dari sekadar bangunan, Gedung Sate adalah pengingat bahwa Bandung dan Jawa Barat memiliki peran penting dalam sejarah bangsa—sebuah warisan arsitektur yang terus hidup dan relevan lintas generasi.

Bandung
| Selasa, 3 Februari 2026

Lokal

Foto: Jawa Tengah Dilanda 45 Kejadian Bencana, Pemprov Imbau Warga Tetap Waspada | Pifa Net

Jawa Tengah Dilanda 45 Kejadian Bencana, Pemprov Imbau Warga Tetap Waspada

PIFA, Lokal - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya terjadi 45 kejadian bencana alam di berbagai wilayah sepanjang 1–25 Januari 2025. Sejumlah bencana tersebut membuat masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan masih tinggi. Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan potensi hujan diperkirakan masih berlangsung hingga 9 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, serta cuaca ekstrem yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Akibat rangkaian bencana tersebut, tercatat tujuh orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, 9.729 warga mengungsi, dan sebanyak 308.108 orang terdampak. Selain korban jiwa, bencana juga mengakibatkan kerusakan rumah tinggal, fasilitas umum, serta lahan pertanian dan perikanan. Sumarno menyampaikan bahwa Pemprov Jateng telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk merespons kondisi tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain rekayasa cuaca serta memastikan distribusi logistik bagi warga terdampak berjalan lancar. "Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis," kata Sumarno di Semarang, Senin. Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan akses jalur logistik yang terdampak bencana. Menurutnya, keberhasilan membuka kembali jalur distribusi sangat krusial agar bantuan pangan dan layanan medis dapat menjangkau lokasi pengungsian. Pemprov Jateng juga melakukan optimalisasi pompa air guna mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah. Sementara di lokasi pengungsian, layanan pemulihan trauma dan psikososial turut disediakan bagi para korban. Anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak banjir secara rutin mendapatkan pendampingan psikososial dan trauma healing dari petugas di lapangan. Meski saat ini fokus utama masih pada penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menegaskan bahwa rencana rehabilitasi pascabencana telah disiapkan. Tahap perbaikan infrastruktur akan segera dilakukan setelah kondisi cuaca dinilai stabil. "Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak," ujarnya.

Jawa Tengah
| Selasa, 3 Februari 2026

Lokal

Foto: Sejarah Julukan Kota Kembang dan Paris van Java yang Melekat pada Bandung | Pifa Net

Sejarah Julukan Kota Kembang dan Paris van Java yang Melekat pada Bandung

PIFA, Bandung - Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak julukan. Dua di antaranya yang paling populer dan terus melekat hingga kini adalah “Kota Kembang” dan “Paris van Java”. Julukan-julukan tersebut bukan sekadar sebutan romantis, melainkan lahir dari latar sejarah, kondisi geografis, hingga perkembangan sosial budaya kota Bandung pada masa lalu. Asal-usul Julukan Kota Kembang Julukan Kota Kembang diyakini muncul pada masa kolonial Belanda. Pada awal abad ke-20, Bandung dikenal sebagai kota yang dipenuhi taman-taman indah, pepohonan rindang, dan bunga-bunga yang tumbuh subur. Letak geografis Bandung yang berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk membuat berbagai jenis tanaman hias mudah berkembang. Pemerintah kolonial kala itu memang menata Bandung sebagai kota peristirahatan dan hunian elite Eropa. Banyak rumah besar dengan halaman luas, ditata dengan taman dan bunga warna-warni. Pemandangan inilah yang kemudian melahirkan citra Bandung sebagai kota yang cantik dan asri, layaknya bunga yang bermekaran. Selain itu, istilah Kota Kembang juga kerap dimaknai sebagai simbol keindahan warganya, khususnya perempuan Bandung yang dikenal anggun dan menawan. Makna simbolik ini semakin memperkuat popularitas julukan tersebut di kalangan masyarakat. Lahirnya Julukan Paris van Java Sementara itu, julukan Paris van Java mulai populer sekitar dekade 1920–1930-an. Bandung saat itu berkembang pesat sebagai pusat gaya hidup kaum elite Eropa di Hindia Belanda. Jalan Braga menjadi ikon utama, dipenuhi butik mode, kafe, restoran, bioskop, dan pertokoan mewah yang mengadopsi gaya Eropa modern. Arsitektur bangunan di Bandung banyak mengusung gaya art deco dan modernisme, mirip dengan kota-kota besar di Eropa. Suasana ini mengingatkan para pendatang Eropa pada Paris, ibu kota Prancis yang dikenal sebagai pusat mode, seni, dan budaya. Dari situlah muncul sebutan Paris van Java, yang secara harfiah berarti “Paris di Pulau Jawa”. Julukan ini juga mencerminkan gaya hidup kosmopolitan Bandung pada masa itu. Kota ini menjadi pusat pergaulan, hiburan, dan kreativitas, sekaligus tempat lahirnya tren busana dan gaya hidup modern di Hindia Belanda. Bandung dalam Perubahan Zaman Seiring berjalannya waktu, wajah Bandung tentu mengalami banyak perubahan. Pembangunan kota, pertumbuhan penduduk, dan dinamika sosial membawa tantangan tersendiri bagi identitas Bandung. Namun, julukan Kota Kembang dan Paris van Java tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Kedua julukan tersebut kini lebih dimaknai sebagai warisan sejarah dan identitas budaya. Taman kota, ruang terbuka hijau, kawasan heritage, serta geliat industri kreatif menjadi upaya untuk mempertahankan ruh Bandung sebagai kota yang indah, kreatif, dan berkarakter. Makna Julukan bagi Identitas Bandung Julukan Kota Kembang dan Paris van Java bukan hanya romantisme masa lalu, melainkan cerminan perjalanan panjang Bandung sebagai kota yang terus berkembang. Keduanya menggambarkan keindahan alam, tata kota, serta dinamika budaya yang pernah dan masih melekat hingga hari ini. Di tengah modernisasi, julukan-julukan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keindahan, kreativitas, dan karakter Bandung agar tetap menjadi kota yang nyaman ditinggali sekaligus memikat untuk dikunjungi.

Lokal
| Senin, 2 Februari 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: Viral Gus Miftah Bully Tukang Es di Tengah Pengajian, Netizen Minta Dipecat dari Utusan Khusus Presiden | Pifa Net

Viral Gus Miftah Bully Tukang Es di Tengah Pengajian, Netizen Minta Dipecat dari Utusan Khusus Presiden

PIFA, Nasional - Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah tengah menjadi sorotan publik, usai videonya yang membully atau mengolok-olok seorang pria pedagang es yang hadir di tengah acara pengajian di Malang viral di media sosial.Dalam video yang beredar, pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu diminta oleh jemaah yang hadir untuk memborong dagangan penjual es teh tersebut. Namun, bukannya mengiyakan untuk membeli, Gus Miftah justru mengatakan hal lain. “Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual go*l**!” ujar Gus Miftah.Usai menyatakan hal tersebut, Gus Miftah dan para ulama yang berada di tempat itu tertawa. Bapak penjual es teh tersebut tampak diam membisu dan tetap berdiri di tengah jemaah meski ditertawakan oleh Gus Miftah dan jemaah lain.Sontak video tersebut viral, nama Miftah trending topic di media sosial X (sebelumnya Twitter). Banyak netizen yang mengkritik ucapan Gus Miftah, yang dianggap tidak beradab sebagai seorang pendakwah sekaligus utusan khusus presiden.Sebagian warganet ada yang meminta Gus Miftah untuk dipecat sebagai Utusan Khusus Presiden. Sebab sikapnya pada acara tersebut dinilai tidak pantas mengingat dirinya adalah seorang pendakwah.“Utusan khusus presiden kok gini sihh, pecat aja ngga cocok menjabat” ujar warganet.“Sifat asli lorang akan terlihat saat dia diberi kuasa," imbuh warganet lain.“Lucu, menghina orang lain yg lagi berusaha mencari nafkah buat keluarganya. stop normalize menghina pekerjaan org lain dg alasan "udah biasa, emang ky gitu orgnya" kata warganet lainnya.“ (ly)

Indonesia
| Rabu, 4 Desember 2024

Lokal

Foto: Pasar Tradisional Mulai Sepi, Menteri UMKM Maman Dorong Pedagang Go Digital | Pifa Net

Pasar Tradisional Mulai Sepi, Menteri UMKM Maman Dorong Pedagang Go Digital

PIFA, Lokal - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman angkat bicara mengenai omzet pasar tradisional yang kini mulai menurun.Ia mengatakan salah satu penyebab pasar konvensional semakin sepi pengunjung adalah perubahan gaya hidup masyarakat.“Menurunya penjualan di pasar tradisional dikarenakan adanya pergesaran daya beli masyarakat yang dulunya sewaktu kecil orang tua kita menjadikan pasar tradisional tempat berkumpul, tempat belanja. Kalau sekarang terjadi pergeseran perubahan gaya hidup masyarakat,” ujar Maman kepada awak media usai menghadiri Kegiatan Entrepreneur Hub Terpadu Kalimantan Barat 2025, di Auditorium Untan, pada Senin 2 Juni 2025.Menurutnya, gaya hidup masyarakat telah berubah. Jika sebelumnya warga terbiasa berbelanja langsung ke pasar tradisional, kini mereka mulai beralih ke platform digital yang dinilai lebih praktis dan efisien.“Kita tidak bisa menutup mata terhadap perubahan zaman. Sekarang orang belanja cukup dari ponsel. Dulu mau telepon keluarga saja susah, sekarang bisa video call. Ini tanda zaman yang berubah, dan kita harus menyesuaikan,” tambahnya.Sebagai respons atas kondisi ini, pemerintah terus mendorong para pedagang pasar dan pelaku usaha mikro untuk mulai memanfaatkan platform digital. Tujuannya bukan untuk meninggalkan pasar tradisional, tetapi menjadikan digitalisasi sebagai pelengkap guna meningkatkan omzet penjualan.“Pasar tradisional tetap penting, tapi harus diimbangi dengan adaptasi digital. Misalnya, jika sehari omzet hanya Rp1 juta, dengan digital bisa bertambah. Ini bukan lagi soal optimisme, tapi sebuah keharusan,” tegas Maman.Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat UMKM di tengah tantangan perubahan zaman. Edukasi dan sosialisasi terus dilakukan agar para pelaku UMKM tidak tertinggal dalam arus transformasi digital.

Pontianak
| Senin, 2 Juni 2025

Lokal

Foto: Cipayung Plus Kalbar Gelar Unjuk Rasa di Kantor DPRD Kalbar | Pifa Net

Cipayung Plus Kalbar Gelar Unjuk Rasa di Kantor DPRD Kalbar

Berita Pontianak, PIFA - Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus  Kalbar yang terdiri dari GMNI, HMI, GMKI, IMM, KAMMI, dan PMII menggelar ujuk rasa di Kantor DPRD Kalbar, yang digelar Rabu (13/4/2022) sore.   Berdasarkan pantauan dari PIFA massa yang tergabung dalam beberapa organisasi mahasiswa  tertahan di luar pagar Gedung DPRD Provinsi yang sempat menyebabkan kemacetan di Jl Ahmad Yani Pontianak.   Hingga berita ini diturunkan, ratusan masa masih melakukan orasi dan menyampaikan pendapat dengan tertib dan sebagian perwakilan organisasi mahasiswa masih melakukan negosiasi dengan aparat keamanan untuk meminta masuk ke lingkungan DPRD Kalbar. (ja) 

Pontianak
| Rabu, 13 April 2022

Feeds

Sejarah Gedung Sate: Dari Kantor Kolonial hingga Ikon Jawa Barat

PIFA, Bandung - Gedung Sate merupakan salah satu bangunan paling ikonik di Bandung sekaligus simbol pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Bangunan yang dikenal dengan ornamen enam tusuk menyerupai sate di puncak menaranya ini bukan sekadar landmark kota, tetapi juga saksi sejarah panjang perjalanan administrasi, politik, dan arsitektur di Indonesia. Awal Pembangunan di Masa Kolonial Gedung Sate mulai dibangun pada tahun 1920 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pembangunan gedung ini tidak terlepas dari rencana besar pemerintah kolonial yang saat itu berencana memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Kota Bandung dipilih karena letaknya yang strategis, iklimnya lebih sejuk, serta dianggap lebih aman dari ancaman serangan laut. Bangunan ini awalnya dirancang sebagai Gouvernements Bedrijven atau Kantor Departemen Perusahaan Pemerintah Hindia Belanda. Arsiteknya adalah J. Gerber, seorang arsitek Belanda yang memadukan gaya arsitektur Eropa dengan unsur lokal Nusantara. Proses pembangunannya melibatkan sekitar 2.000 pekerja, termasuk tenaga ahli dari Tiongkok dan masyarakat lokal. Arsitektur Unik: Perpaduan Barat dan Timur Salah satu keunikan Gedung Sate terletak pada gaya arsitekturnya. Gedung ini mengusung konsep Indo-Eropa, yaitu perpaduan arsitektur Renaissance Italia dengan elemen tradisional Indonesia, terutama pada bentuk atap yang menyerupai bangunan candi di Jawa. Ornamen enam tusuk di puncak menara Gedung Sate sering disalahartikan sebagai hiasan semata. Padahal, ornamen tersebut melambangkan biaya pembangunan gedung sebesar enam juta gulden pada masanya. Dari sinilah kemudian muncul sebutan populer “Gedung Sate” di kalangan masyarakat Bandung. Peran Strategis Pasca Kemerdekaan Setelah Indonesia merdeka, Gedung Sate mengalami perubahan fungsi. Bangunan ini kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan daerah. Sejak tahun 1980-an, Gedung Sate resmi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat, sekaligus pusat administrasi pemerintahan provinsi. Gedung ini juga memiliki nilai historis yang tinggi karena pernah menjadi lokasi peristiwa penting, termasuk insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata pada 3 Desember 1945 yang menyebabkan tujuh pemuda pejuang gugur dalam upaya mempertahankan gedung dari pasukan Sekutu. Dari Kantor Pemerintahan ke Ikon Budaya Seiring waktu, Gedung Sate tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tetapi juga berkembang menjadi ikon budaya dan pariwisata Jawa Barat. Kawasan sekitarnya sering menjadi lokasi kegiatan publik, acara kenegaraan, hingga perayaan hari besar. Pada tahun 2017, Museum Gedung Sate resmi dibuka untuk umum. Museum ini menyajikan sejarah pembangunan, arsitektur, dan peran Gedung Sate dalam perjalanan Jawa Barat, lengkap dengan teknologi digital dan diorama interaktif. Simbol Jawa Barat hingga Kini Hingga hari ini, Gedung Sate tetap berdiri megah sebagai simbol pemerintahan, sejarah, dan identitas Jawa Barat. Keberadaannya merepresentasikan perjalanan panjang dari masa kolonial, era perjuangan kemerdekaan, hingga Indonesia modern. Lebih dari sekadar bangunan, Gedung Sate adalah pengingat bahwa Bandung dan Jawa Barat memiliki peran penting dalam sejarah bangsa—sebuah warisan arsitektur yang terus hidup dan relevan lintas generasi.

Bandung
| Selasa, 3 Februari 2026
Foto: Sejarah Gedung Sate: Dari Kantor Kolonial hingga Ikon Jawa Barat | Pifa Net

Jawa Tengah Dilanda 45 Kejadian Bencana, Pemprov Imbau Warga Tetap Waspada

PIFA, Lokal - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya terjadi 45 kejadian bencana alam di berbagai wilayah sepanjang 1–25 Januari 2025. Sejumlah bencana tersebut membuat masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan masih tinggi. Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan potensi hujan diperkirakan masih berlangsung hingga 9 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, serta cuaca ekstrem yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Akibat rangkaian bencana tersebut, tercatat tujuh orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, 9.729 warga mengungsi, dan sebanyak 308.108 orang terdampak. Selain korban jiwa, bencana juga mengakibatkan kerusakan rumah tinggal, fasilitas umum, serta lahan pertanian dan perikanan. Sumarno menyampaikan bahwa Pemprov Jateng telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk merespons kondisi tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain rekayasa cuaca serta memastikan distribusi logistik bagi warga terdampak berjalan lancar. "Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis," kata Sumarno di Semarang, Senin. Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan akses jalur logistik yang terdampak bencana. Menurutnya, keberhasilan membuka kembali jalur distribusi sangat krusial agar bantuan pangan dan layanan medis dapat menjangkau lokasi pengungsian. Pemprov Jateng juga melakukan optimalisasi pompa air guna mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah. Sementara di lokasi pengungsian, layanan pemulihan trauma dan psikososial turut disediakan bagi para korban. Anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak banjir secara rutin mendapatkan pendampingan psikososial dan trauma healing dari petugas di lapangan. Meski saat ini fokus utama masih pada penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menegaskan bahwa rencana rehabilitasi pascabencana telah disiapkan. Tahap perbaikan infrastruktur akan segera dilakukan setelah kondisi cuaca dinilai stabil. "Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak," ujarnya.

Jawa Tengah
| Selasa, 3 Februari 2026
Foto: Jawa Tengah Dilanda 45 Kejadian Bencana, Pemprov Imbau Warga Tetap Waspada | Pifa Net

Sejarah Julukan Kota Kembang dan Paris van Java yang Melekat pada Bandung

PIFA, Bandung - Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak julukan. Dua di antaranya yang paling populer dan terus melekat hingga kini adalah “Kota Kembang” dan “Paris van Java”. Julukan-julukan tersebut bukan sekadar sebutan romantis, melainkan lahir dari latar sejarah, kondisi geografis, hingga perkembangan sosial budaya kota Bandung pada masa lalu. Asal-usul Julukan Kota Kembang Julukan Kota Kembang diyakini muncul pada masa kolonial Belanda. Pada awal abad ke-20, Bandung dikenal sebagai kota yang dipenuhi taman-taman indah, pepohonan rindang, dan bunga-bunga yang tumbuh subur. Letak geografis Bandung yang berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk membuat berbagai jenis tanaman hias mudah berkembang. Pemerintah kolonial kala itu memang menata Bandung sebagai kota peristirahatan dan hunian elite Eropa. Banyak rumah besar dengan halaman luas, ditata dengan taman dan bunga warna-warni. Pemandangan inilah yang kemudian melahirkan citra Bandung sebagai kota yang cantik dan asri, layaknya bunga yang bermekaran. Selain itu, istilah Kota Kembang juga kerap dimaknai sebagai simbol keindahan warganya, khususnya perempuan Bandung yang dikenal anggun dan menawan. Makna simbolik ini semakin memperkuat popularitas julukan tersebut di kalangan masyarakat. Lahirnya Julukan Paris van Java Sementara itu, julukan Paris van Java mulai populer sekitar dekade 1920–1930-an. Bandung saat itu berkembang pesat sebagai pusat gaya hidup kaum elite Eropa di Hindia Belanda. Jalan Braga menjadi ikon utama, dipenuhi butik mode, kafe, restoran, bioskop, dan pertokoan mewah yang mengadopsi gaya Eropa modern. Arsitektur bangunan di Bandung banyak mengusung gaya art deco dan modernisme, mirip dengan kota-kota besar di Eropa. Suasana ini mengingatkan para pendatang Eropa pada Paris, ibu kota Prancis yang dikenal sebagai pusat mode, seni, dan budaya. Dari situlah muncul sebutan Paris van Java, yang secara harfiah berarti “Paris di Pulau Jawa”. Julukan ini juga mencerminkan gaya hidup kosmopolitan Bandung pada masa itu. Kota ini menjadi pusat pergaulan, hiburan, dan kreativitas, sekaligus tempat lahirnya tren busana dan gaya hidup modern di Hindia Belanda. Bandung dalam Perubahan Zaman Seiring berjalannya waktu, wajah Bandung tentu mengalami banyak perubahan. Pembangunan kota, pertumbuhan penduduk, dan dinamika sosial membawa tantangan tersendiri bagi identitas Bandung. Namun, julukan Kota Kembang dan Paris van Java tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Kedua julukan tersebut kini lebih dimaknai sebagai warisan sejarah dan identitas budaya. Taman kota, ruang terbuka hijau, kawasan heritage, serta geliat industri kreatif menjadi upaya untuk mempertahankan ruh Bandung sebagai kota yang indah, kreatif, dan berkarakter. Makna Julukan bagi Identitas Bandung Julukan Kota Kembang dan Paris van Java bukan hanya romantisme masa lalu, melainkan cerminan perjalanan panjang Bandung sebagai kota yang terus berkembang. Keduanya menggambarkan keindahan alam, tata kota, serta dinamika budaya yang pernah dan masih melekat hingga hari ini. Di tengah modernisasi, julukan-julukan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keindahan, kreativitas, dan karakter Bandung agar tetap menjadi kota yang nyaman ditinggali sekaligus memikat untuk dikunjungi.

Lokal
| Senin, 2 Februari 2026
Foto: Sejarah Julukan Kota Kembang dan Paris van Java yang Melekat pada Bandung | Pifa Net

BNPB: 57 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Berhasil Diidentifikasi dan Diserahkan ke Keluarga

PIFA, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi sebanyak 57 jenazah korban bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, proses identifikasi dilakukan berdasarkan pencocokan data antemortem dan postmortem yang dikumpulkan oleh tim DVI sejak hari pertama pelaksanaan evakuasi. Berdasarkan data sementara hingga Minggu (1/2) pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan telah mengirimkan sebanyak 74 kantong jenazah ke pos DVI untuk menjalani proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan dan pencocokan identitas oleh tim forensik. Sementara itu, BNPB juga mengonfirmasi bahwa berdasarkan data awal dan pembaruan terkini, sebanyak 517 jiwa pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, masih terdapat 159 jiwa yang memilih bertahan di lokasi pengungsian. Abdul menegaskan, proses identifikasi dilakukan secara cermat untuk memastikan kepastian identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Koordinasi lintas instansi yang melibatkan Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, serta rumah sakit rujukan terus dilakukan guna mempercepat penanganan korban bencana. BNPB juga mengimbau keluarga korban yang masih menunggu hasil identifikasi agar terus berkoordinasi dengan posko resmi sehingga memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.

Bandung
| Senin, 2 Februari 2026
Foto: BNPB: 57 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Berhasil Diidentifikasi dan Diserahkan ke Keluarga | Pifa Net

Evakuasi Longsor Pasirlangu Bertambah, Tim SAR Temukan Empat Kantong Jenazah di Hari Kedelapan

PIFA, Bandung – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali mengevakuasi empat kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada pagi hari kedelapan operasi pencarian, Sabtu. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan keempat kantong jenazah tersebut ditemukan di sejumlah titik pencarian (worksite) berbeda dalam waktu kurang dari dua jam. “Penemuan pertama terjadi pada pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B. Selanjutnya pada pukul 10.23 WIB tim mengevakuasi kantong jenazah di Worksite A1, dan pada pukul 10.58 serta 11.19 WIB kembali ditemukan dua kantong jenazah di Worksite A2,” ujar Ade di Bandung. Dengan tambahan temuan tersebut, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga Sabtu pukul 11.30 WIB mencapai 64 kantong. Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan dalam pencarian (DP) diperkirakan sekitar 16 jiwa. Ade menjelaskan, pada hari kedelapan operasi SAR, pencarian korban masih dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke dalam tiga sektor utama, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara manual, menggunakan anjing pelacak (K9), serta didukung alat berat. “Sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh sektor pencarian,” katanya. Sementara itu, hingga saat ini Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 49 kantong jenazah dari total 50 kantong jenazah yang telah masuk proses identifikasi. Sebanyak 13 kantong jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. Ade menambahkan, operasi pencarian korban longsor akan terus dilanjutkan sesuai dengan ketetapan Bupati Kabupaten Bandung Barat yang menetapkan status tanggap darurat bencana longsor selama dua pekan. “Sesuai arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat hingga 6 Februari 2026,” pungkasnya.

Bandung
| Sabtu, 31 Januari 2026
Foto: Evakuasi Longsor Pasirlangu Bertambah, Tim SAR Temukan Empat Kantong Jenazah di Hari Kedelapan | Pifa Net

Cireng, Kudapan Khas Bandung yang Gurih dan Kenyal, Ini Cara Membuatnya di Rumah

PIFA, Bandung - Cireng merupakan salah satu kudapan khas Bandung yang hingga kini masih digemari berbagai kalangan. Nama cireng sendiri berasal dari singkatan aci digoreng, yang merujuk pada bahan utamanya, yaitu tepung tapioka atau aci. Teksturnya yang kenyal di bagian dalam dan renyah di luar membuat cireng cocok dinikmati sebagai camilan sore atau teman minum teh. Membuat cireng ternyata tidak sulit dan bisa dilakukan di rumah dengan bahan-bahan sederhana. Kunci utama cireng yang enak terletak pada teknik pembuatan biang adonan agar hasilnya empuk dan tidak keras. Bahan-bahan Untuk membuat cireng khas Bandung, bahan yang dibutuhkan antara lain tepung tapioka, bawang putih, daun bawang, garam, merica, air, dan minyak goreng. Kaldu bubuk bisa ditambahkan sesuai selera untuk memperkuat rasa gurih. Langkah Pembuatan Langkah pertama adalah merebus air bersama bawang putih halus, garam, merica, dan kaldu bubuk hingga mendidih dan aroma bumbu keluar. Setelah itu, ambil beberapa sendok tepung tapioka dan masukkan ke dalam air rebusan tersebut. Aduk hingga mengental dan berubah menjadi adonan bening. Proses ini dikenal sebagai pembuatan biang cireng. Biang yang masih hangat kemudian dicampurkan dengan sisa tepung tapioka dan irisan daun bawang. Aduk perlahan hingga tercampur rata. Adonan cireng sebaiknya tidak diuleni terlalu kuat agar teksturnya tetap empuk setelah digoreng. Setelah adonan tercampur, bentuk cireng sesuai selera dengan cara memipihkan adonan. Cireng kemudian digoreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga bagian luar kering dan berwarna putih kekuningan. Tips Agar Cireng Tidak Keras Agar cireng tetap empuk dan tidak alot, gunakan api sedang saat menggoreng dan pastikan minyak tidak terlalu panas. Selain itu, adonan cukup diaduk sampai tercampur, tidak perlu diuleni berlebihan. Penggunaan biang adonan juga menjadi kunci utama keberhasilan cireng yang kenyal. Cireng paling nikmat disantap selagi hangat, biasanya disajikan bersama sambal rujak, saus kacang, atau sambal kecap pedas. Dengan resep sederhana ini, cireng khas Bandung bisa menjadi camilan rumahan yang praktis dan lezat.

Bandung
| Kamis, 29 Januari 2026
Foto: Cireng, Kudapan Khas Bandung yang Gurih dan Kenyal, Ini Cara Membuatnya di Rumah | Pifa Net

Aktivitas Semeru Kembali Meningkat, Dua Kali Erupsi Warnai Kamis Pagi

PIFA, Jawa Timur - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada Kamis pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami dua kali erupsi dalam rentang waktu kurang dari tiga jam. Erupsi terbaru terjadi pada pukul 07.20 WIB dengan kolom letusan mencapai ratusan meter dari puncak. Peristiwa tersebut menambah rangkaian aktivitas vulkanik Semeru yang sejak dini hari sudah menunjukkan gejala erupsi. "Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Kamis pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis. Mukdas menjelaskan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke sektor tenggara. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas oleh alat pemantau kegempaan. Menurutnya, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik. Sebelum erupsi itu, Semeru lebih dulu mengalami letusan pada pukul 04.47 WIB. Tinggi kolom letusan pada erupsi pertama tercatat lebih rendah dibandingkan erupsi berikutnya. "Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 123 detik," tuturnya. Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Seiring kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung api. "Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi)." Selain itu, warga juga diminta menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai yang berpotensi terdampak awan panas dan lahar. "Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak." Larangan aktivitas juga diberlakukan di sekitar kawah karena ancaman material vulkanik pijar. "Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya. PVMBG turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.

Jawa Timur
| Kamis, 29 Januari 2026
Foto: Aktivitas Semeru Kembali Meningkat, Dua Kali Erupsi Warnai Kamis Pagi | Pifa Net

Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Masuki Hari Keenam, Cuaca Jadi Tantangan Utama

PIFA, Bandung - Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali dilanjutkan pada Kamis. Memasuki hari keenam, tim SAR gabungan memusatkan pencarian di sejumlah sektor prioritas dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan personel di lapangan. Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo N, mengatakan pencarian difokuskan di sektor A1, A2, dan B2. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu masih menjadi kendala utama dalam upaya evakuasi. “Kita melanjutkan pencarian hari keenam seperti hari sebelumnya. Tantangan utama masih kondisi cuaca, sempat cerah sebentar, lalu kembali gelap dan hujan,” katanya di Bandung, Kamis. Yudhi menjelaskan, selain metode pencarian manual, tim SAR juga mengerahkan anjing pelacak K-9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang diduga masih tertimbun material longsor, terutama di area berisiko tinggi. Menurutnya, pencarian pada hari sebelumnya belum membuahkan hasil maksimal akibat hujan lebat dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang. Meski demikian, tim berharap kondisi lapangan pada hari ini memungkinkan proses pencarian berjalan lebih efektif. Untuk mempercepat evakuasi, SAR gabungan mengoperasikan sedikitnya 17 unit alat berat. Penambahan alat berat dengan kapasitas lebih besar juga terus diupayakan guna membuka akses dan menyingkirkan material longsoran. Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyampaikan perkembangan data korban. Hingga Rabu (28/1) pukul 22.00 WIB, sebanyak 53 kantung jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, dengan 41 di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Di lapangan, pencarian tetap dilakukan meski hujan ringan masih mengguyur kawasan terdampak. Ketua Regu Basarnas Sektor Officer A1, Agung, mengatakan tim tetap bekerja dengan memantau kondisi cuaca secara berkala. “Pagi ini kami melakukan pencarian area dengan melibatkan personel Basarnas dan anjing pelacak K-9. Untuk sektor A1 sudah kami lakukan penyisiran, namun belum membuahkan hasil. Hari keenam ini kami akan fokus bergeser ke sektor B1, tepatnya di area Lidah Mahkota bagian bawah,” ujarnya. Agung menambahkan, seluruh sektor pencarian telah dipetakan secara menyeluruh. Berdasarkan analisis tim, potensi keberadaan korban masih terbuka di setiap sektor yang telah ditentukan. “Artinya, bukan hanya di A1 saja, tetapi di setiap sektor dimungkinkan masih terdapat korban,” katanya. Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan tingkat keamanan lokasi, sembari berharap seluruh korban dapat segera ditemukan.

Bandung
| Kamis, 29 Januari 2026
Foto: Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Masuki Hari Keenam, Cuaca Jadi Tantangan Utama | Pifa Net

10 Destinasi Wisata Bandung yang Wajib Dikunjungi, Tak Pernah Kehabisan Pesona

PIFA, Lokal - Bandung selalu menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Udara sejuk, panorama alam yang indah, kuliner menggoda, serta ragam tempat wisata membuat Kota Kembang tak pernah kehilangan daya tarik. Berikut deretan destinasi wisata di Bandung yang bersifat evergreen dan layak dikunjungi kapan saja. 1. Kawah Putih Ciwidey Kawah Putih menjadi ikon wisata alam Bandung Selatan. Danau kawah berwarna putih kehijauan dengan latar kabut tipis menciptakan suasana eksotis yang memikat wisatawan. Tempat ini cocok untuk fotografi, wisata keluarga, hingga bulan madu. 2. Tangkuban Perahu Gunung berapi aktif ini terkenal dengan legenda Sangkuriang. Pengunjung dapat melihat kawah dari jarak dekat, menikmati udara pegunungan, serta mencicipi jajanan khas seperti jagung bakar dan bandrek. 3. Lembang Park & Zoo Wisata keluarga yang memadukan kebun binatang modern dengan taman rekreasi. Selain edukatif, Lembang Park & Zoo menawarkan spot foto menarik, restoran unik, dan area bermain anak. 4. Farm House Lembang Destinasi bernuansa Eropa ini selalu ramai dikunjungi. Bangunan bergaya Belanda, kostum tradisional Eropa, serta kuliner khas menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. 5. Orchid Forest Cikole Hutan pinus dengan ribuan jenis anggrek dari berbagai negara ini menawarkan suasana tenang dan asri. Cocok untuk wisata alam, healing, hingga kegiatan outdoor ringan. 6. Jalan Braga Bagi pencinta wisata kota, Jalan Braga adalah destinasi wajib. Bangunan kolonial, kafe klasik, dan galeri seni menjadikan kawasan ini ideal untuk berjalan santai dan menikmati nuansa Bandung tempo dulu. 7. The Lodge Maribaya Wisata alam dengan berbagai wahana foto kekinian seperti sky tree, zip bike, dan gantole. Panorama hutan pinus dan lembah membuat tempat ini populer di kalangan wisatawan muda. 8. Dusun Bambu Menggabungkan wisata alam, kuliner, dan budaya Sunda. Dusun Bambu cocok untuk wisata keluarga dengan konsep eco-tourism dan fasilitas yang lengkap. 9. Tebing Keraton Spot terbaik untuk menikmati matahari terbit dengan latar hutan Tahura Djuanda. Tebing Keraton menawarkan pemandangan spektakuler yang menjadi favorit para pecinta alam dan fotografi. 10. Kampung Kreatif Dago Pojok Destinasi wisata berbasis seni dan budaya. Wisatawan dapat melihat mural, pertunjukan seni tradisional, hingga berinteraksi langsung dengan warga lokal yang kreatif. Penutup Bandung selalu menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari alam, budaya, hingga wisata urban. Dengan destinasi yang terus terawat dan berkembang, tak heran jika Bandung tetap menjadi pilihan utama wisatawan dari berbagai daerah.

Bandung
| Rabu, 28 Januari 2026
Foto: 10 Destinasi Wisata Bandung yang Wajib Dikunjungi, Tak Pernah Kehabisan Pesona | Pifa Net

Hari Keempat Pencarian Longsor Cisarua, Tim SAR Evakuasi Total 48 Kantong Jenazah

PIFA, Bandung - Tim SAR gabungan mencatat sebanyak 48 kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, berhasil dievakuasi hingga hari keempat operasi pencarian. Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, pada hari keempat pencarian tim menemukan delapan kantong jenazah yang selanjutnya diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi. “Hari keempat ini kami menemukan delapan body pack. Sampai pukul 18.30 WIB total temuan sejak hari pertama mencapai 48 body pack yang telah diserahkan kepada Tim DVI,” ujar Ade di Bandung Barat, Kamis. Ade menyampaikan, berdasarkan pembaruan data dari penanggung jawab penanganan bencana, jumlah warga terdampak longsor bertambah menjadi 155 jiwa. Dari jumlah tersebut, 75 orang dinyatakan selamat, sementara 80 orang dilaporkan hilang sejak peristiwa terjadi. Dari total warga yang dilaporkan hilang, lanjut Ade, sebanyak 48 orang telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan. Dengan demikian, masih terdapat 33 orang yang hingga kini dalam proses pencarian. “Untuk hari ini pencarian kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali,” katanya. Ade menjelaskan, proses pencarian sempat terkendala hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya sejak pagi hari. Selain itu, Tim SAR gabungan juga memperluas area pencarian dengan menggeser sebagian personel dari sektor A2 ke sektor B2 setelah dilakukan evaluasi lapangan. “Hari ini kami mulai pukul 07.30 WIB dalam kondisi hujan hingga siang. Alhamdulillah sore hari cuaca cerah sehingga kami bisa menemukan delapan body pack,” ujarnya. Ia menambahkan, operasi pencarian akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan sesuai dengan penetapan status tanggap darurat bencana. “Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” kata Ade.

Bandung
| Rabu, 28 Januari 2026
Foto: Hari Keempat Pencarian Longsor Cisarua, Tim SAR Evakuasi Total 48 Kantong Jenazah | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: Viral Gus Miftah Bully Tukang Es di Tengah Pengajian, Netizen Minta Dipecat dari Utusan Khusus Presiden | Pifa Net

Viral Gus Miftah Bully Tukang Es di Tengah Pengajian, Netizen Minta Dipecat dari Utusan Khusus Presiden

PIFA, Nasional - Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah tengah menjadi sorotan publik, usai videonya yang membully atau mengolok-olok seorang pria pedagang es yang hadir di tengah acara pengajian di Malang viral di media sosial.Dalam video yang beredar, pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu diminta oleh jemaah yang hadir untuk memborong dagangan penjual es teh tersebut. Namun, bukannya mengiyakan untuk membeli, Gus Miftah justru mengatakan hal lain. “Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual go*l**!” ujar Gus Miftah.Usai menyatakan hal tersebut, Gus Miftah dan para ulama yang berada di tempat itu tertawa. Bapak penjual es teh tersebut tampak diam membisu dan tetap berdiri di tengah jemaah meski ditertawakan oleh Gus Miftah dan jemaah lain.Sontak video tersebut viral, nama Miftah trending topic di media sosial X (sebelumnya Twitter). Banyak netizen yang mengkritik ucapan Gus Miftah, yang dianggap tidak beradab sebagai seorang pendakwah sekaligus utusan khusus presiden.Sebagian warganet ada yang meminta Gus Miftah untuk dipecat sebagai Utusan Khusus Presiden. Sebab sikapnya pada acara tersebut dinilai tidak pantas mengingat dirinya adalah seorang pendakwah.“Utusan khusus presiden kok gini sihh, pecat aja ngga cocok menjabat” ujar warganet.“Sifat asli lorang akan terlihat saat dia diberi kuasa," imbuh warganet lain.“Lucu, menghina orang lain yg lagi berusaha mencari nafkah buat keluarganya. stop normalize menghina pekerjaan org lain dg alasan "udah biasa, emang ky gitu orgnya" kata warganet lainnya.“ (ly)

Indonesia
| Rabu, 4 Desember 2024

Lokal

Foto: Pasar Tradisional Mulai Sepi, Menteri UMKM Maman Dorong Pedagang Go Digital | Pifa Net

Pasar Tradisional Mulai Sepi, Menteri UMKM Maman Dorong Pedagang Go Digital

PIFA, Lokal - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman angkat bicara mengenai omzet pasar tradisional yang kini mulai menurun.Ia mengatakan salah satu penyebab pasar konvensional semakin sepi pengunjung adalah perubahan gaya hidup masyarakat.“Menurunya penjualan di pasar tradisional dikarenakan adanya pergesaran daya beli masyarakat yang dulunya sewaktu kecil orang tua kita menjadikan pasar tradisional tempat berkumpul, tempat belanja. Kalau sekarang terjadi pergeseran perubahan gaya hidup masyarakat,” ujar Maman kepada awak media usai menghadiri Kegiatan Entrepreneur Hub Terpadu Kalimantan Barat 2025, di Auditorium Untan, pada Senin 2 Juni 2025.Menurutnya, gaya hidup masyarakat telah berubah. Jika sebelumnya warga terbiasa berbelanja langsung ke pasar tradisional, kini mereka mulai beralih ke platform digital yang dinilai lebih praktis dan efisien.“Kita tidak bisa menutup mata terhadap perubahan zaman. Sekarang orang belanja cukup dari ponsel. Dulu mau telepon keluarga saja susah, sekarang bisa video call. Ini tanda zaman yang berubah, dan kita harus menyesuaikan,” tambahnya.Sebagai respons atas kondisi ini, pemerintah terus mendorong para pedagang pasar dan pelaku usaha mikro untuk mulai memanfaatkan platform digital. Tujuannya bukan untuk meninggalkan pasar tradisional, tetapi menjadikan digitalisasi sebagai pelengkap guna meningkatkan omzet penjualan.“Pasar tradisional tetap penting, tapi harus diimbangi dengan adaptasi digital. Misalnya, jika sehari omzet hanya Rp1 juta, dengan digital bisa bertambah. Ini bukan lagi soal optimisme, tapi sebuah keharusan,” tegas Maman.Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat UMKM di tengah tantangan perubahan zaman. Edukasi dan sosialisasi terus dilakukan agar para pelaku UMKM tidak tertinggal dalam arus transformasi digital.

Pontianak
| Senin, 2 Juni 2025

Lokal

Foto: Cipayung Plus Kalbar Gelar Unjuk Rasa di Kantor DPRD Kalbar | Pifa Net

Cipayung Plus Kalbar Gelar Unjuk Rasa di Kantor DPRD Kalbar

Berita Pontianak, PIFA - Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus  Kalbar yang terdiri dari GMNI, HMI, GMKI, IMM, KAMMI, dan PMII menggelar ujuk rasa di Kantor DPRD Kalbar, yang digelar Rabu (13/4/2022) sore.   Berdasarkan pantauan dari PIFA massa yang tergabung dalam beberapa organisasi mahasiswa  tertahan di luar pagar Gedung DPRD Provinsi yang sempat menyebabkan kemacetan di Jl Ahmad Yani Pontianak.   Hingga berita ini diturunkan, ratusan masa masih melakukan orasi dan menyampaikan pendapat dengan tertib dan sebagian perwakilan organisasi mahasiswa masih melakukan negosiasi dengan aparat keamanan untuk meminta masuk ke lingkungan DPRD Kalbar. (ja) 

Pontianak
| Rabu, 13 April 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5