Lokal
Bocah Usia 11 Tahun Tewas di Mesin Molen Pengaduk Semen di Kubu Raya, Polisi Lakukan Penyelidikan
PIFA, Lokal – Sebuah peristiwa tragis mengguncang Kabupaten Kubu Raya ketika seorang anak berusia 11 tahun ditemukan tewas di dalam mesin pencampur pasir dan semen (molen) di sebuah gudang percetakan bata di kawasan Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang. Polres Kubu Raya kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab dan kronologi kejadian tersebut. Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Polres Kubu Raya menerima laporan dari warga pada Rabu (26/6) dan segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki insiden tersebut. "Setelah kami menerima informasi dari warga, Kapolres Kubu Raya langsung membentuk tim untuk segera melakukan investigasi mendalam terkait peristiwa meninggalnya anak berinisial AC," terang AIPTU Ade pada Jumat (28/6). Ade menjelaskan bahwa korban ditemukan oleh warga setempat di dalam mesin molen di lokasi pembuatan bata. Meskipun korban segera dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Pontianak, pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. "Tim khusus yang dibentuk oleh Kapolres Kubu Raya saat ini sedang bekerja untuk mendalami kejadian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab dan kronologi bagaimana korban bisa masuk ke dalam mesin molen, yang akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia," tambah Ade. Polres Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab kematian korban. Selain itu, Polres juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat Kubu Raya agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. "Kami dari Polres Kubu Raya akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab kematian korban. Kami juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat Kubu Raya, khususnya agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada kami, Polri," tegas Ade. (ad)
Kubu Raya
| Sabtu, 29 Juni 2024

Trending
Pemuda di Kubu Raya Nekat Curi Kotak Amal Gegara Tak Punya Uang untuk Beli Rokok
Kubu Raya
| Rabu, 5 Juni 2024

Berprofesi Sebagai Seorang Dokter, Arisda Oktalia Terpilih Sebagai Puteri Indonesia Kalbar 2022
Pontianak
| Sabtu, 18 Desember 2021

82 KK Penghuni Rusunawa di Pontianak Terima Bantuan Beras
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021

Sutarmidji-Didi Tampilkan Visi Pembangunan Berkelanjutan dalam Debat Publik Kedua Pilgub Kalbar
Singkawang
| Selasa, 5 November 2024

Usung Hilirisasi Digital, Lutfi Yakin Dipilih PAN Maju Pilkada Pontianak
Pontianak
| Minggu, 5 Mei 2024

Penjual Merkuri Ilegal di Sintang Diamankan Polisi
Sintang
| Sabtu, 12 Maret 2022

Sutarmidji Minta Jajaran Berani dan Inovatif
Kalbar
| Selasa, 30 Mei 2023

Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK di Polres Kudus, Tim Lanjut ke Semarang
Daerah
| Selasa, 20 Januari 2026

HUT Bank Kalbar, Sutarmidji Minta Tingkatkan Profesionalitas dan Pelayanan
Kalbar
| Kamis, 27 April 2023

Erlina Hadiri Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Semester II Tahun 2021
Mempawah
| Jumat, 7 Januari 2022

Berita Terbaru
Lokal

Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026
Lokal

Kekeringan Mulai Meluas, Ribuan Warga di Jabar dan Jateng Kesulitan Air Bersih
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya 2.245 warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Dalam laporan kejadian bencana periode 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, BNPB menyebut fenomena hidrometeorologi kering mulai muncul di beberapa wilayah, di tengah masih terjadinya banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar satu bulan. Kondisi itu menyebabkan 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sementara itu, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kekeringan yang berlangsung sepanjang Juni berdampak pada tiga desa di Kecamatan Kemalang, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. BNPB mencatat sebanyak 393 KK atau 1.445 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan mengakses air bersih. BPBD Kabupaten Klaten bersama pemerintah desa setempat telah berkoordinasi untuk melakukan penanganan, termasuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga. Selain kekeringan, BNPB juga mencatat banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (15/6). Bencana tersebut berdampak pada 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 orang di antaranya harus mengungsi. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, sementara kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang terjadi pada 11 Juni lalu diduga dipicu cuaca panas serta kondisi vegetasi yang kering sehingga api cepat merambat di area perbukitan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah daerah.
Lokal
| Selasa, 16 Juni 2026
Lokal

Sungai Cibanten Menghitam, Relawan Soroti Maraknya Pembuangan Sampah Sembarangan
Kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, memprihatinkan. Sungai yang memiliki nilai sejarah penting pada masa Kesultanan Banten itu kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga yang menutupi sebagian aliran sungai. Temuan tersebut terlihat saat Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (14/6). Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengatakan relawan menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sandal bekas, pakaian, styrofoam, hingga limbah rumah tangga lainnya yang dibuang ke sungai maupun area sekitarnya. "Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong," ujar Lulu, Senin (15/6). Menurutnya, saat kegiatan berlangsung, relawan bahkan masih menyaksikan warga yang membuang sampah ke sungai dan lahan kosong. Beberapa di antaranya membuang sampah dari atas jembatan ketika melintas. "Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," katanya. Sungai Cibanten memiliki panjang sekitar 35 kilometer dan pada masa Kesultanan Banten pernah menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan kawasan hulu di Gunung Karang hingga hilir di Karangantu. Kini, kondisi sungai tersebut dipenuhi sampah dan airnya terlihat menghitam. Melihat kondisi itu, para relawan mendorong Pemerintah Kota Serang untuk memperkuat penegakan aturan terkait pengelolaan sampah, khususnya Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021. Selain penegakan hukum, mereka juga mengusulkan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah, termasuk pemasangan kamera pengawas dan operasi penertiban secara rutin. Lulu menilai sanksi sosial yang bersifat edukatif dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya. Ia juga mengusulkan pelanggar diberi kewajiban mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan, sementara pemerintah memperbanyak fasilitas pembuangan sampah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih dan lingkungan menjadi sehat," tutupnya.
Jakarta
| Senin, 15 Juni 2026
Berita Populer
Lokal

Bocah Usia 11 Tahun Tewas di Mesin Molen Pengaduk Semen di Kubu Raya, Polisi Lakukan Penyelidikan
PIFA, Lokal – Sebuah peristiwa tragis mengguncang Kabupaten Kubu Raya ketika seorang anak berusia 11 tahun ditemukan tewas di dalam mesin pencampur pasir dan semen (molen) di sebuah gudang percetakan bata di kawasan Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang. Polres Kubu Raya kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab dan kronologi kejadian tersebut. Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Polres Kubu Raya menerima laporan dari warga pada Rabu (26/6) dan segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki insiden tersebut. "Setelah kami menerima informasi dari warga, Kapolres Kubu Raya langsung membentuk tim untuk segera melakukan investigasi mendalam terkait peristiwa meninggalnya anak berinisial AC," terang AIPTU Ade pada Jumat (28/6). Ade menjelaskan bahwa korban ditemukan oleh warga setempat di dalam mesin molen di lokasi pembuatan bata. Meskipun korban segera dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Pontianak, pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. "Tim khusus yang dibentuk oleh Kapolres Kubu Raya saat ini sedang bekerja untuk mendalami kejadian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab dan kronologi bagaimana korban bisa masuk ke dalam mesin molen, yang akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia," tambah Ade. Polres Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab kematian korban. Selain itu, Polres juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat Kubu Raya agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. "Kami dari Polres Kubu Raya akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab kematian korban. Kami juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat Kubu Raya, khususnya agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada kami, Polri," tegas Ade. (ad)
Kubu Raya
| Sabtu, 29 Juni 2024
Lokal

Pemuda di Kubu Raya Nekat Curi Kotak Amal Gegara Tak Punya Uang untuk Beli Rokok
PIFA, Lokal - Seorang pemuda berinisial RO (32), warga Kubu Raya, melakukan aksi nekat mencuri kotak amal di Rumah Makan Riska yang terletak di Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Ambawang, Kubu Raya. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (2/6) dan mengakibatkan istri pemilik rumah makan tersebut mengalami cedera. RO berhasil membawa kabur kotak amal berisi uang sebesar Rp. 651.100,- milik Masjid Jami’ul Kaustar setelah terlibat aksi tarik-menarik dengan istri pemilik rumah makan yang berinisial ST. Dalam usaha mencegah pencurian tersebut, ST mengalami luka memar di kaki dan tangannya. Warga yang mengetahui kejadian ini segera melakukan pengejaran dan melaporkannya ke pihak kepolisian Polsek Sungai Ambawang. Tak lama kemudian, RO yang bersembunyi di semak-semak di tepi Jalan Trans Kalimantan berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian dan diamankan beserta barang bukti kotak amal. Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Raimundus Nonnatus Gawe, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan penangkapan RO. "Saat kejadian, pelaku dan istri pemilik rumah makan sempat adu tarik kotak amal tersebut. Akibat kejadian itu, istri pemilik rumah makan berinisial ST mengalami luka memar di kaki dan tangannya," jelas Ade saat dikonfirmasi pada Selasa (4/6). Di hadapan petugas, RO mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf karena tidak memiliki uang untuk membeli rokok. "Diketahui, pelaku ini tidak memiliki pekerjaan, dan yang mendorong RO melakukan pencurian kotak amal milik Masjid Jami’ul Kaustar di rumah makan Riska karena tidak memiliki uang untuk membeli rokok," terang Ade. Saat ini, RO beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Sungai Ambawang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. "Terhadap pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara," tegas Ade. (ad)
Kubu Raya
| Rabu, 5 Juni 2024
Lokal

Berprofesi Sebagai Seorang Dokter, Arisda Oktalia Terpilih Sebagai Puteri Indonesia Kalbar 2022
Berita Pontianak, PIFA - Arisda Oktalia terpilih sebagai Puteri Indonesia Kalimantan Barat Tahun 2022 dalam acara Malam puncak Grand Finalis Puteri Indonesia Kalimantan Barat di Ballroom Hotel Ibis Kota Pontianak, Jalan Jendral Ahmas Yani I Kota Pontianak, Jumat (17/12/ 2021) malam. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Puteri Indonesia 2020 Roro Ayu Maulidia, Windy Prihastari selaku Kadisporapar Kalbar, Perwakilan pemerintah Kota Pontianak, Ketua Yayasan Puteri Indonesia, dan dewan juri serta para sponsor maupun para undangan lainnya. Arisda Oktalia terpilih sebagai Puteri Indonesia Kalimantan Barat 2022. Nantinya, ia akan mewakili Kalbar dalam ajang Puteri Indonesia 2022 yang rencananya diadakan bulan April mendatang di Jakarta. Arisda menyampaikan sangat bersyukur atas terpilihnya dirinya menjadi Puteri Indonsia Kalbar 2022 dan akan berusaha semaksimal mungkin dengan tanggung jawab baru yang diperolehnya. “Yang pertama berterima kasih bersyukur untuk hal yang baru, karena juga diberi kesempatan untuk mencoba dan memberikan titel ini sebagai penghargaan untuk sebuah penghargaan untuk dukungan teman-teman,” ucapnya. Arisda yang berprofesi sebagai dokter ini mengaku dengan dipilihnya sebagai Puteri Indonesia Kalbar, ia harus banyak belajar dan memperbaiki kemampuan. “Pastinya banyak yang harus diperbaiki, belajar agar bisa meningkatkan kemampuan saya bidang ini, dengan persiapan beberapa bulan kemarin saya juga banyak bertanya oleh guru modeling saya,” terangnya. Dia mengaku dengan beban tanggung jawab yang cukup besar semoga bisa membawakan nama baik Kalbar. “Tentunya dengan tanggung jawab untuk mewakili provinsi Kalbar juga harus tetap belajar, agar bisa membanggakan dan mengharumkan nama kalbar saat pemilihan Putri Indonesia 2022,” tulisnya. Dia mengungkapkan dia yang sebelumnya berprofesi sebagai seorang dokter sebelumnya belum pernah terjun ke dunia pashion. “Saya sudah berprofesi sebagai seorang dokter, sebelumnya saya belum pernah mengikuti dunia fashion, tapi saya memiliki semangat tinggi untuk belajar terus dengan cara berpose, berbicara di depan umum, cara jalan, dan lainnya,” tulisnya. Dia berharap agar Yayasan Puteri Indonesia terus menyelenggarakan kegiatan yang mewadahi potensi perempuan Indonesia khususnya di bidang fashion. “Mungkin harapanya semoga yayasan Puteri indonesia terus mengadakan kegiatan semacam ini, dan untuk yang baru memulai dunia pashion silahkan ikuti kompetisi seperti ini,” tutupnya.
Pontianak
| Sabtu, 18 Desember 2021
Feeds
Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026

Kekeringan Mulai Meluas, Ribuan Warga di Jabar dan Jateng Kesulitan Air Bersih
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya 2.245 warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Dalam laporan kejadian bencana periode 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, BNPB menyebut fenomena hidrometeorologi kering mulai muncul di beberapa wilayah, di tengah masih terjadinya banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar satu bulan. Kondisi itu menyebabkan 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sementara itu, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kekeringan yang berlangsung sepanjang Juni berdampak pada tiga desa di Kecamatan Kemalang, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. BNPB mencatat sebanyak 393 KK atau 1.445 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan mengakses air bersih. BPBD Kabupaten Klaten bersama pemerintah desa setempat telah berkoordinasi untuk melakukan penanganan, termasuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga. Selain kekeringan, BNPB juga mencatat banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (15/6). Bencana tersebut berdampak pada 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 orang di antaranya harus mengungsi. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, sementara kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang terjadi pada 11 Juni lalu diduga dipicu cuaca panas serta kondisi vegetasi yang kering sehingga api cepat merambat di area perbukitan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah daerah.
Lokal
| Selasa, 16 Juni 2026

Sungai Cibanten Menghitam, Relawan Soroti Maraknya Pembuangan Sampah Sembarangan
Kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, memprihatinkan. Sungai yang memiliki nilai sejarah penting pada masa Kesultanan Banten itu kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga yang menutupi sebagian aliran sungai. Temuan tersebut terlihat saat Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (14/6). Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengatakan relawan menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sandal bekas, pakaian, styrofoam, hingga limbah rumah tangga lainnya yang dibuang ke sungai maupun area sekitarnya. "Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong," ujar Lulu, Senin (15/6). Menurutnya, saat kegiatan berlangsung, relawan bahkan masih menyaksikan warga yang membuang sampah ke sungai dan lahan kosong. Beberapa di antaranya membuang sampah dari atas jembatan ketika melintas. "Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," katanya. Sungai Cibanten memiliki panjang sekitar 35 kilometer dan pada masa Kesultanan Banten pernah menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan kawasan hulu di Gunung Karang hingga hilir di Karangantu. Kini, kondisi sungai tersebut dipenuhi sampah dan airnya terlihat menghitam. Melihat kondisi itu, para relawan mendorong Pemerintah Kota Serang untuk memperkuat penegakan aturan terkait pengelolaan sampah, khususnya Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021. Selain penegakan hukum, mereka juga mengusulkan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah, termasuk pemasangan kamera pengawas dan operasi penertiban secara rutin. Lulu menilai sanksi sosial yang bersifat edukatif dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya. Ia juga mengusulkan pelanggar diberi kewajiban mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan, sementara pemerintah memperbanyak fasilitas pembuangan sampah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih dan lingkungan menjadi sehat," tutupnya.
Jakarta
| Senin, 15 Juni 2026

Cuaca Buruk dan Muatan Berlebih, Puluhan Penumpang Kapal Dievakuasi di Kepulauan Seribu
Sebanyak 26 penumpang dan tiga awak KM Sumber Makmur berhasil dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kendala di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (13/6). Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah satu penumpang sekitar pukul 06.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak lima menit kemudian menggunakan kapal penyelamat KM Satria Biru dengan enam personel menuju lokasi kejadian. “Ada enam personel ke lokasi untuk melakukan pertolongan,” kata Gatot. Menurutnya, KM Sumber Makmur berlayar dari Dermaga Rawasaban, Tangerang, menuju wilayah Kepulauan Seribu Utara dengan membawa 26 penumpang serta tiga awak kapal, termasuk nakhoda. Di tengah perjalanan, kapal mengalami kendala akibat cuaca buruk yang disertai muatan berlebih. Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran karena dinilai berisiko terhadap keselamatan seluruh penumpang. “Seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke KM Satria Biru dalam keadaan selamat. Sementara KM Sumber Makmur kemudian ditarik menuju Pulau Panggang untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Gatot. Sekitar pukul 07.30 WIB, seluruh penumpang bersama kapal yang bermasalah tersebut telah tiba di Pulau Panggang dalam kondisi aman. Gatot mengingatkan pentingnya memperhatikan kapasitas angkut kapal demi keselamatan pelayaran. “Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan berlayar apabila muatan kapal sudah melebihi kapasitas,” tegasnya. Sementara itu, nakhoda KM Sumber Makmur, Sadam, menyampaikan apresiasi kepada petugas Sudin Gulkarmat yang bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga seluruh penumpang dapat diselamatkan tanpa ada korban jiwa. “Berkat respons cepat petugas, seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan selamat,” katanya.
Lokal
| Minggu, 14 Juni 2026

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Industri Cikupa, Enam Bangunan Hangus
Kebakaran besar melanda enam bangunan di Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (14/6). Insiden tersebut menyebabkan seorang pekerja mengalami luka bakar dan sejumlah bangunan industri hangus dilalap api. Api terlihat berkobar hebat disertai kepulan asap hitam tebal yang membumbung tinggi hingga dapat terlihat dari jarak beberapa kilometer. Proses pemadaman juga diwarnai suara ledakan yang beberapa kali terdengar dari dalam area kebakaran. Komandan Pleton Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Amirudin, mengatakan titik api pertama kali muncul di bagian belakang gudang penyimpanan pipa paralon milik PT Sanfu Plastic Indonesia. “Karena angin kencang, api merambat keenam bangunan dari tiga perusahaan yang ada di sini,” kata Amirudin di lokasi kejadian. Menurutnya, bangunan yang terdampak digunakan untuk berbagai kegiatan industri, mulai dari penyimpanan pipa, produksi ikat rambut, hingga pengolahan biji plastik. Untuk mengendalikan kobaran api, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan 10 unit armada pemadam kebakaran. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama angin kencang yang mempercepat penyebaran api serta keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. “Angin cukup kencang sehingga api cepat merambat ke bangunan lain. Kendala kedua, kita kesulitan menjangkau sumber air yang sangat minim,” jelas Amirudin. Dalam peristiwa tersebut, satu orang karyawan PT Sanfu Plastic Indonesia mengalami luka bakar pada bagian lengan kanan. Korban telah mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, petugas masih terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi. Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan akan diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian setelah proses penanganan selesai dilakukan.
Jakarta
| Minggu, 14 Juni 2026

Lansia di PIK Lolos dari Upaya Penculikan, Dua Terduga Pelaku Diburu Polisi
Seorang pria lanjut usia berinisial GH (70) nyaris menjadi korban penculikan saat berolahraga pagi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Berkat perlawanan yang dilakukan korban, aksi tersebut gagal dan pelaku melarikan diri dari lokasi. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Mei 2026 sekitar pukul 06.55 WIB dan terekam sejumlah kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. "Polsek Metro Penjaringan mendapatkan laporan polisi terkait dugaan percobaan penculikan dan atau penganiayaan yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk," ujar Sampson. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para pelaku diduga menggunakan sebuah mobil untuk mengikuti korban yang sedang berjalan di sekitar tempat tinggalnya. Tidak lama kemudian, salah seorang pelaku turun dari kendaraan dan langsung mendekati korban. Pelaku disebut berusaha memaksa korban masuk ke dalam mobil. Namun, korban melakukan perlawanan hingga terjadi pergulatan di tepi jalan. Korban terus berteriak meminta pertolongan sambil berupaya melepaskan diri. Tindakan tersebut diduga membuat para pelaku panik dan akhirnya membatalkan aksinya sebelum melarikan diri dari lokasi. Menurut Sampson, korban merupakan seorang karyawan swasta yang mengaku tidak memiliki konflik dengan pihak mana pun. Korban juga tidak mengenali orang-orang yang mencoba menculiknya. Polisi kini masih mendalami motif di balik percobaan penculikan tersebut. Penyidik sedang menelusuri rekaman CCTV dari berbagai titik untuk memetakan pergerakan kendaraan yang digunakan para pelaku. "Motifnya masih kita dalami dan tim sedang menelusuri titik-titik CCTV yang mengarah kepada tempat kejadian perkara. Semoga dalam waktu dekat kita dapat mengungkap para pelaku ini," katanya. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga jumlah pelaku lebih dari dua orang. Meski demikian, dua terduga pelaku telah berhasil diidentifikasi dan saat ini tengah dalam pengejaran. "Sudah teridentifikasi dua terduga pelaku," ujar Sampson. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka lecet setelah terjatuh saat bergulat dengan pelaku. Selain luka fisik ringan, korban juga sempat mengalami trauma pascakejadian. "Luka lecet saja karena pas jatuh saat bergelut. Trauma ada tapi tidak terlalu," tuturnya. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa korban dan enam orang saksi guna mengungkap identitas serta motif para pelaku yang terlibat dalam percobaan penculikan tersebut.
Jakarta
| Minggu, 14 Juni 2026

Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan Usai Diduga Gelar Pesta Miras di Kantor Kelurahan
Dua lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diamankan polisi setelah diduga menggelar pesta minuman keras bersama dua wanita di kantor kelurahan. Keduanya bahkan nyaris menjadi sasaran amuk warga yang memergoki aktivitas tersebut. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan pihaknya telah mengamankan kedua lurah tersebut beserta dua wanita yang berada di lokasi. “Iya betul, petugas mengamankan kedua lurah tersebut bersama dua wanita,” kata Welliwanto, Minggu (14/6). Peristiwa itu terjadi pada Jumat (12/6) malam. Lurah Poasia berinisial ZM (53) dan Lurah Talia berinisial RAK (41) diduga menggelar pesta minuman keras di Kantor Lurah Poasia. Menurut polisi, kedua pejabat tersebut juga memesan dua wanita melalui sebuah aplikasi. Namun, situasi berubah menjadi keributan setelah terjadi perselisihan terkait biaya yang sebelumnya telah disepakati. Pertengkaran yang terjadi di dalam kantor kelurahan itu kemudian menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga mendatangi lokasi dan mendapati kantor pemerintahan diduga digunakan untuk kegiatan yang tidak semestinya. “Dua wanita ini dipesan melalui aplikasi hijau, sementara ini masih kita dalami,” ungkap Welliwanto. Kemarahan warga sempat memuncak setelah mengetahui lokasi pesta berada di kantor kelurahan. Beruntung, aparat kepolisian yang menerima laporan segera tiba di lokasi dan mengevakuasi kedua lurah tersebut sebelum terjadi tindakan yang lebih jauh. Sementara itu, Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara kedua lurah dari jabatannya. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, mengatakan keputusan tersebut diambil agar proses hukum yang sedang berjalan dapat diselesaikan tanpa mengganggu jalannya pemerintahan. “Kami menonaktifkan keduanya untuk menyelesaikan persoalan hukum yang mereka hadapi,” kata Alfian. Meski kedua lurah dinonaktifkan, Pemkot Kendari memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Untuk sementara, tugas pemerintahan di kedua wilayah tersebut akan dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas. “Untuk sementara, tugas-tugas pemerintahan akan dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” ujarnya. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri keterlibatan para pihak yang berada di lokasi kejadian.
Lokal
| Minggu, 14 Juni 2026

Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk
BEKASI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026) petang. Kobaran api yang membesar dengan cepat dilaporkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang berisi limbah plastik sebelum menyebar ke permukiman. "Api dari gudang merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi gudang itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi kejadian. Menurut Ferdi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke sedikitnya tiga rumah warga dan turut menghanguskan satu unit truk yang terparkir di dalam area gudang. Ia mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Sudah ada beberapa rumah yang terkena. Tadi warga sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya. Hingga lebih dari dua jam setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. "Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya. Selain armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI. Adhi menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala karena gudang yang terbakar menyimpan berbagai jenis limbah seperti plastik, kain tekstil, dan material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. "Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar nanti dari pihak kepolisian yang menjelaskan setelah proses penyelidikan," ujarnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam fokus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu
KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto. "Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam. Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya. "Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah. "Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka. "Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya. Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali. Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut
Dua karyawan toko aksesori ponsel ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun tidak mendapat respons dari dalam bangunan. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan saat pintu ruko dibuka paksa, ditemukan empat orang di dalam kamar. Dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak sadarkan diri. “Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya pingsan,” ujar Rahmat, Minggu (24/5). Dua korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Tebing Tinggi dan AA (22) warga Serdang Bedagai. Sementara dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga kuat penyebab kejadian adalah keracunan asap dari genset yang digunakan saat listrik padam. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Jumat (22/5) sore akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu cuaca buruk, dan berdampak pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.
Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Bocah Usia 11 Tahun Tewas di Mesin Molen Pengaduk Semen di Kubu Raya, Polisi Lakukan Penyelidikan
PIFA, Lokal – Sebuah peristiwa tragis mengguncang Kabupaten Kubu Raya ketika seorang anak berusia 11 tahun ditemukan tewas di dalam mesin pencampur pasir dan semen (molen) di sebuah gudang percetakan bata di kawasan Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang. Polres Kubu Raya kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab dan kronologi kejadian tersebut. Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Polres Kubu Raya menerima laporan dari warga pada Rabu (26/6) dan segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki insiden tersebut. "Setelah kami menerima informasi dari warga, Kapolres Kubu Raya langsung membentuk tim untuk segera melakukan investigasi mendalam terkait peristiwa meninggalnya anak berinisial AC," terang AIPTU Ade pada Jumat (28/6). Ade menjelaskan bahwa korban ditemukan oleh warga setempat di dalam mesin molen di lokasi pembuatan bata. Meskipun korban segera dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Pontianak, pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. "Tim khusus yang dibentuk oleh Kapolres Kubu Raya saat ini sedang bekerja untuk mendalami kejadian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab dan kronologi bagaimana korban bisa masuk ke dalam mesin molen, yang akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia," tambah Ade. Polres Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab kematian korban. Selain itu, Polres juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat Kubu Raya agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. "Kami dari Polres Kubu Raya akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab kematian korban. Kami juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat Kubu Raya, khususnya agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada kami, Polri," tegas Ade. (ad)
Kubu Raya
| Sabtu, 29 Juni 2024
Lokal

Pemuda di Kubu Raya Nekat Curi Kotak Amal Gegara Tak Punya Uang untuk Beli Rokok
PIFA, Lokal - Seorang pemuda berinisial RO (32), warga Kubu Raya, melakukan aksi nekat mencuri kotak amal di Rumah Makan Riska yang terletak di Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Ambawang, Kubu Raya. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (2/6) dan mengakibatkan istri pemilik rumah makan tersebut mengalami cedera. RO berhasil membawa kabur kotak amal berisi uang sebesar Rp. 651.100,- milik Masjid Jami’ul Kaustar setelah terlibat aksi tarik-menarik dengan istri pemilik rumah makan yang berinisial ST. Dalam usaha mencegah pencurian tersebut, ST mengalami luka memar di kaki dan tangannya. Warga yang mengetahui kejadian ini segera melakukan pengejaran dan melaporkannya ke pihak kepolisian Polsek Sungai Ambawang. Tak lama kemudian, RO yang bersembunyi di semak-semak di tepi Jalan Trans Kalimantan berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian dan diamankan beserta barang bukti kotak amal. Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Raimundus Nonnatus Gawe, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan penangkapan RO. "Saat kejadian, pelaku dan istri pemilik rumah makan sempat adu tarik kotak amal tersebut. Akibat kejadian itu, istri pemilik rumah makan berinisial ST mengalami luka memar di kaki dan tangannya," jelas Ade saat dikonfirmasi pada Selasa (4/6). Di hadapan petugas, RO mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf karena tidak memiliki uang untuk membeli rokok. "Diketahui, pelaku ini tidak memiliki pekerjaan, dan yang mendorong RO melakukan pencurian kotak amal milik Masjid Jami’ul Kaustar di rumah makan Riska karena tidak memiliki uang untuk membeli rokok," terang Ade. Saat ini, RO beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Sungai Ambawang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. "Terhadap pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara," tegas Ade. (ad)
Kubu Raya
| Rabu, 5 Juni 2024
Lokal

Berprofesi Sebagai Seorang Dokter, Arisda Oktalia Terpilih Sebagai Puteri Indonesia Kalbar 2022
Berita Pontianak, PIFA - Arisda Oktalia terpilih sebagai Puteri Indonesia Kalimantan Barat Tahun 2022 dalam acara Malam puncak Grand Finalis Puteri Indonesia Kalimantan Barat di Ballroom Hotel Ibis Kota Pontianak, Jalan Jendral Ahmas Yani I Kota Pontianak, Jumat (17/12/ 2021) malam. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Puteri Indonesia 2020 Roro Ayu Maulidia, Windy Prihastari selaku Kadisporapar Kalbar, Perwakilan pemerintah Kota Pontianak, Ketua Yayasan Puteri Indonesia, dan dewan juri serta para sponsor maupun para undangan lainnya. Arisda Oktalia terpilih sebagai Puteri Indonesia Kalimantan Barat 2022. Nantinya, ia akan mewakili Kalbar dalam ajang Puteri Indonesia 2022 yang rencananya diadakan bulan April mendatang di Jakarta. Arisda menyampaikan sangat bersyukur atas terpilihnya dirinya menjadi Puteri Indonsia Kalbar 2022 dan akan berusaha semaksimal mungkin dengan tanggung jawab baru yang diperolehnya. “Yang pertama berterima kasih bersyukur untuk hal yang baru, karena juga diberi kesempatan untuk mencoba dan memberikan titel ini sebagai penghargaan untuk sebuah penghargaan untuk dukungan teman-teman,” ucapnya. Arisda yang berprofesi sebagai dokter ini mengaku dengan dipilihnya sebagai Puteri Indonesia Kalbar, ia harus banyak belajar dan memperbaiki kemampuan. “Pastinya banyak yang harus diperbaiki, belajar agar bisa meningkatkan kemampuan saya bidang ini, dengan persiapan beberapa bulan kemarin saya juga banyak bertanya oleh guru modeling saya,” terangnya. Dia mengaku dengan beban tanggung jawab yang cukup besar semoga bisa membawakan nama baik Kalbar. “Tentunya dengan tanggung jawab untuk mewakili provinsi Kalbar juga harus tetap belajar, agar bisa membanggakan dan mengharumkan nama kalbar saat pemilihan Putri Indonesia 2022,” tulisnya. Dia mengungkapkan dia yang sebelumnya berprofesi sebagai seorang dokter sebelumnya belum pernah terjun ke dunia pashion. “Saya sudah berprofesi sebagai seorang dokter, sebelumnya saya belum pernah mengikuti dunia fashion, tapi saya memiliki semangat tinggi untuk belajar terus dengan cara berpose, berbicara di depan umum, cara jalan, dan lainnya,” tulisnya. Dia berharap agar Yayasan Puteri Indonesia terus menyelenggarakan kegiatan yang mewadahi potensi perempuan Indonesia khususnya di bidang fashion. “Mungkin harapanya semoga yayasan Puteri indonesia terus mengadakan kegiatan semacam ini, dan untuk yang baru memulai dunia pashion silahkan ikuti kompetisi seperti ini,” tutupnya.





