2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

Satgas Pamtas TNI Bantu Warga Perbatasan Bersihkan Bendungan Air

Berita Bengkayang, PIFA – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns melaksanakan karya bhakti bersama warga membersihkan bendungan sumber air bersih Dusun Sentabeng, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Senin (18/4/2022). Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Kabupaten Sanggau (19/4) mengatakan karya bhakti ini dilakukan oleh 5 orang anggota Pos Sentabeng dipimpin Serda Ambri bersama warga saling bahu membahu. Mereka bergotong-royong melakukan pembersihan bendungan air bersih yang mengalami penyumbatan akibat penumpukan sampah daun, pasir dan batu. Dijelaskannya, karya bhakti merupakan kegiatan Teritorial yang dilaksanakan dalam rangka membantu masyarakat untuk membersihkan bendungan air bersih yang digunakan warga sehari-hari. "Kegiatan teritorial ini bertujuan untuk membantu kesulitan masyarakat setempat dalam mengatasi permasalahan di wilayah binaan, salah satunya dibidang Infrastruktur seperti perawatan dan pembersihan Bendungan air yang kami laksanakan di Dusun Sentabeng ini," lanjutnya. Karya bhakti disambut baik oleh warga Dusun Sentabeng dimana warga sangat antusias bahu-membahu bersama personil Satgas untuk membersihkan penampungan air bersih. “Selain merupakan kepedulian personil Satgas, ini juga sebagai sarana untuk lebih mempererat tali silaturahmi dengan warga, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin erat,” ujar Dansatgas. Terpisah Danpos Sentabeng Serka Sumarsono mengatakan kegiatan karya bhakti ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian personel Satgas. Kegiatan tersebut juga sebagai sarana untuk lebih mempererat tali silaturahmi dengan warga, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin erat. Danpos Sentabeng turut mengajak warga untuk menjaga alam dan aktif merawat bendungannya. “Kami juga mengajak warga untuk menjaga alam sekitar dan berperan aktif serta merawat bendungan air yang telah dibersihkan agar air bisa tetap mengalir dan terjaga kebersihannya,” tutupnya.

Bengkayang
| Rabu, 20 April 2022
Foto: Satgas Pamtas TNI Bantu Warga Perbatasan Bersihkan Bendungan Air | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Daftar Gunung di Sekitar Bandung dan Jalur Pendakiannya | Pifa Net

Daftar Gunung di Sekitar Bandung dan Jalur Pendakiannya

PIFA, Bandung - Bandung dikelilingi pegunungan yang menjadi daya tarik wisata alam sekaligus destinasi pendakian. Berikut beberapa gunung populer di sekitar Bandung beserta jalur pendakiannya. 1. Gunung Tangkuban Perahu Gunung ini berada di utara Bandung dan terkenal dengan kawahnya. Aksesnya relatif mudah karena bisa dicapai kendaraan hingga area parkir dekat kawah. Untuk pendaki, tersedia jalur trekking ringan di sekitar kawasan kawah. 2. Gunung Burangrang Terletak di barat laut Bandung, gunung ini memiliki jalur pendakian populer melalui Legok Haji. Medannya cukup menantang dengan trek tanah dan akar pepohonan, cocok bagi pendaki yang ingin jalur lebih sepi. 3. Gunung Manglayang Berada di timur Bandung, Manglayang memiliki beberapa jalur, salah satunya melalui Batu Kuda di Cibiru. Jalurnya bervariasi, dari landai hingga menanjak cukup terjal mendekati puncak. 4. Gunung Patuha Terkenal dengan Kawah Putih di kawasan Ciwidey. Pendakian menuju puncaknya biasanya melalui jalur perkebunan teh, dengan pemandangan alam terbuka yang indah. Keberadaan gunung-gunung ini menjadikan Bandung bukan hanya kota wisata kuliner dan sejarah, tetapi juga surga bagi pecinta alam dan pendaki pemula hingga berpengalaman.

Bandung
| Selasa, 24 Februari 2026

Lokal

Foto: Situ, Danau, dan Waduk di Jawa Barat yang Punya Nilai Sejarah | Pifa Net

Situ, Danau, dan Waduk di Jawa Barat yang Punya Nilai Sejarah

PIFA, Bandung - Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan pegunungan dan budaya Sundanya, tetapi juga memiliki sejumlah situ, danau, dan waduk yang menyimpan nilai sejarah penting. Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan legenda, perjuangan, hingga proyek besar pembangunan nasional. Salah satu yang paling terkenal adalah Situ Patenggang. Danau ini lekat dengan legenda cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis, yang menjadi bagian dari cerita rakyat Sunda dan masih hidup hingga kini. Di kawasan timur Bandung terdapat Situ Ciburuy, yang diyakini memiliki kaitan dengan naskah kuno Sunda dan menjadi bagian dari sejarah penyebaran budaya di wilayah tersebut. Sementara itu, Waduk Jatiluhur memiliki nilai sejarah pembangunan modern Indonesia. Waduk ini dibangun pada era Presiden Soekarno dan menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam irigasi, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir. Keberadaan situ, danau, dan waduk ini menunjukkan bahwa bentang alam Jawa Barat tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan cerita yang membentuk identitas daerah hingga sekarang.

Bandung
| Sabtu, 21 Februari 2026

Lokal

Foto: Lembang dan Ciwidey: Dua Wajah Wisata Alam Bandung | Pifa Net

Lembang dan Ciwidey: Dua Wajah Wisata Alam Bandung

PIFA, Lokal - Lembang dan Ciwidey dikenal sebagai dua kawasan wisata alam unggulan di sekitar Bandung. Meski sama-sama menawarkan udara sejuk dan panorama pegunungan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Di utara Bandung, Lembang identik dengan perbukitan hijau, kebun sayur, serta destinasi keluarga. Kawasan ini menawarkan pemandangan Gunung Tangkuban Perahu, hutan pinus, hingga berbagai tempat wisata edukatif dan kuliner. Aksesnya yang relatif dekat dari pusat kota membuat Lembang menjadi pilihan favorit wisata akhir pekan. Sementara itu, Ciwidey di selatan Bandung menawarkan lanskap yang lebih luas dengan hamparan kebun teh dan danau kawah. Ikon utamanya adalah Kawah Putih dengan air berwarna putih kehijauan yang eksotis. Suasana di Ciwidey cenderung lebih tenang dan alami, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati alam lebih dekat. Perbedaan karakter inilah yang menjadikan Lembang dan Ciwidey sebagai dua wajah wisata alam Bandung—satu dinamis dan ramai, satu lagi tenang dan romantis—namun sama-sama memikat.

Bandung
| Jumat, 20 Februari 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: Satgas Pamtas TNI Bantu Warga Perbatasan Bersihkan Bendungan Air | Pifa Net

Satgas Pamtas TNI Bantu Warga Perbatasan Bersihkan Bendungan Air

Berita Bengkayang, PIFA – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns melaksanakan karya bhakti bersama warga membersihkan bendungan sumber air bersih Dusun Sentabeng, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Senin (18/4/2022). Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Kabupaten Sanggau (19/4) mengatakan karya bhakti ini dilakukan oleh 5 orang anggota Pos Sentabeng dipimpin Serda Ambri bersama warga saling bahu membahu. Mereka bergotong-royong melakukan pembersihan bendungan air bersih yang mengalami penyumbatan akibat penumpukan sampah daun, pasir dan batu. Dijelaskannya, karya bhakti merupakan kegiatan Teritorial yang dilaksanakan dalam rangka membantu masyarakat untuk membersihkan bendungan air bersih yang digunakan warga sehari-hari. "Kegiatan teritorial ini bertujuan untuk membantu kesulitan masyarakat setempat dalam mengatasi permasalahan di wilayah binaan, salah satunya dibidang Infrastruktur seperti perawatan dan pembersihan Bendungan air yang kami laksanakan di Dusun Sentabeng ini," lanjutnya. Karya bhakti disambut baik oleh warga Dusun Sentabeng dimana warga sangat antusias bahu-membahu bersama personil Satgas untuk membersihkan penampungan air bersih. “Selain merupakan kepedulian personil Satgas, ini juga sebagai sarana untuk lebih mempererat tali silaturahmi dengan warga, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin erat,” ujar Dansatgas. Terpisah Danpos Sentabeng Serka Sumarsono mengatakan kegiatan karya bhakti ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian personel Satgas. Kegiatan tersebut juga sebagai sarana untuk lebih mempererat tali silaturahmi dengan warga, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin erat. Danpos Sentabeng turut mengajak warga untuk menjaga alam dan aktif merawat bendungannya. “Kami juga mengajak warga untuk menjaga alam sekitar dan berperan aktif serta merawat bendungan air yang telah dibersihkan agar air bisa tetap mengalir dan terjaga kebersihannya,” tutupnya.

Bengkayang
| Rabu, 20 April 2022

Lokal

Foto: Bekerjasama Dengan Pemkot Pontianak, OJK Kalbar Dukung Program KEJAR | Pifa Net

Bekerjasama Dengan Pemkot Pontianak, OJK Kalbar Dukung Program KEJAR

Pontianak - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Maulana Yasin menerangkan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).  Dukungan yang dilakukan, yakni dengan melibatkan sekolah-sekolah yang ada di Pontianak. Hal tersebut diungkapkannya saat peringatan Hari Indonesia Menabung dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Prestasi Anak Indonesia (KREASI) di Ruang Pontive Center Kota Pontianak, Selasa (24/8/2021). "Kita berharap, sekolah-sekolah bisa mengkoordinir siswanya untuk menabung di bank," tuturnya. Ia berharap, program KEJAR ini dapat mendorong siswa untuk membuka tabungan pelajar, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan dananya bisa diproduktifkan khususnya di Kota Pontianak.  Tidak hanya itu, menurut Maulana, banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh siswa, diantaranya siswa belajar memanajemen keuangan dan tidak bersifat konsumtif. "Jadi kita libatkan dan ikutsertakan pelajar untuk menabung bagi kepentingan dirinya sendiri dan pertumbuhan ekonomi kita," pungkasnya.

Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021

Lokal

Foto: Pj Wali Kota Pontianak Tinjau Pelaksanaan Larangan Kantong Plastik di Swalayan | Pifa Net

Pj Wali Kota Pontianak Tinjau Pelaksanaan Larangan Kantong Plastik di Swalayan

PIFA.CO.ID, LOKAL - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak, Edi Suryanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah swalayan dan toko modern guna memantau penerapan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik sebagai wadah belanja. Dari hasil sidak, seluruh toko telah mematuhi arahan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Meski masih terdapat beberapa kendala, Edi optimis masyarakat akan berangsur-angsur terbiasa dengan aturan baru tersebut."Pada tahap awal, pendekatan persuasif kami utamakan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat menyesuaikan diri. Ke depan, kami akan berdiskusi dengan DPRD terkait mekanisme penerapan sanksi," ujarnya setelah melakukan sidak di salah satu swalayan di Jalan Gajah Mada, Senin (6/1/2024).Edi menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang. Ia menekankan pentingnya penanganan sampah plastik secara serius guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan."Kondisi TPA Batu Layang cukup memprihatinkan karena didominasi sampah plastik. Teknologi yang kita miliki saat ini belum cukup canggih untuk mengolah atau mendaur ulang sampah plastik dengan optimal," katanya.Pemkot Pontianak, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus berupaya menekan jumlah sampah plastik dengan berbagai program, seperti pendirian Bank Sampah, edukasi pengelolaan limbah rumah tangga, Program Kampung Iklim (Proklim), penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwa), serta penyediaan rumah kompos."Kami telah melakukan berbagai upaya, tetapi tingginya penggunaan kantong plastik menyebabkan biaya pengelolaan sampah ikut meningkat. Oleh karena itu, kami mencoba mengurangi plastik agar tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas," jelas Edi.Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada tahun 2023 Kota Pontianak menghasilkan 441,88 ton sampah per hari. Saat ini, upaya pengurangan sampah oleh masyarakat baru mencapai 25,06 persen.Pemkot Pontianak menargetkan pengelolaan sampah dengan skema 70 persen ditangani oleh pemerintah dan 30 persen dikurangi oleh masyarakat."Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pencapaian misi dan target Kota Pontianak," tutup Edi.

Pontianak
| Senin, 6 Januari 2025

Feeds

Daftar Gunung di Sekitar Bandung dan Jalur Pendakiannya

PIFA, Bandung - Bandung dikelilingi pegunungan yang menjadi daya tarik wisata alam sekaligus destinasi pendakian. Berikut beberapa gunung populer di sekitar Bandung beserta jalur pendakiannya. 1. Gunung Tangkuban Perahu Gunung ini berada di utara Bandung dan terkenal dengan kawahnya. Aksesnya relatif mudah karena bisa dicapai kendaraan hingga area parkir dekat kawah. Untuk pendaki, tersedia jalur trekking ringan di sekitar kawasan kawah. 2. Gunung Burangrang Terletak di barat laut Bandung, gunung ini memiliki jalur pendakian populer melalui Legok Haji. Medannya cukup menantang dengan trek tanah dan akar pepohonan, cocok bagi pendaki yang ingin jalur lebih sepi. 3. Gunung Manglayang Berada di timur Bandung, Manglayang memiliki beberapa jalur, salah satunya melalui Batu Kuda di Cibiru. Jalurnya bervariasi, dari landai hingga menanjak cukup terjal mendekati puncak. 4. Gunung Patuha Terkenal dengan Kawah Putih di kawasan Ciwidey. Pendakian menuju puncaknya biasanya melalui jalur perkebunan teh, dengan pemandangan alam terbuka yang indah. Keberadaan gunung-gunung ini menjadikan Bandung bukan hanya kota wisata kuliner dan sejarah, tetapi juga surga bagi pecinta alam dan pendaki pemula hingga berpengalaman.

Bandung
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Daftar Gunung di Sekitar Bandung dan Jalur Pendakiannya | Pifa Net

Situ, Danau, dan Waduk di Jawa Barat yang Punya Nilai Sejarah

PIFA, Bandung - Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan pegunungan dan budaya Sundanya, tetapi juga memiliki sejumlah situ, danau, dan waduk yang menyimpan nilai sejarah penting. Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan legenda, perjuangan, hingga proyek besar pembangunan nasional. Salah satu yang paling terkenal adalah Situ Patenggang. Danau ini lekat dengan legenda cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis, yang menjadi bagian dari cerita rakyat Sunda dan masih hidup hingga kini. Di kawasan timur Bandung terdapat Situ Ciburuy, yang diyakini memiliki kaitan dengan naskah kuno Sunda dan menjadi bagian dari sejarah penyebaran budaya di wilayah tersebut. Sementara itu, Waduk Jatiluhur memiliki nilai sejarah pembangunan modern Indonesia. Waduk ini dibangun pada era Presiden Soekarno dan menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam irigasi, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir. Keberadaan situ, danau, dan waduk ini menunjukkan bahwa bentang alam Jawa Barat tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan cerita yang membentuk identitas daerah hingga sekarang.

Bandung
| Sabtu, 21 Februari 2026
Foto: Situ, Danau, dan Waduk di Jawa Barat yang Punya Nilai Sejarah | Pifa Net

Lembang dan Ciwidey: Dua Wajah Wisata Alam Bandung

PIFA, Lokal - Lembang dan Ciwidey dikenal sebagai dua kawasan wisata alam unggulan di sekitar Bandung. Meski sama-sama menawarkan udara sejuk dan panorama pegunungan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Di utara Bandung, Lembang identik dengan perbukitan hijau, kebun sayur, serta destinasi keluarga. Kawasan ini menawarkan pemandangan Gunung Tangkuban Perahu, hutan pinus, hingga berbagai tempat wisata edukatif dan kuliner. Aksesnya yang relatif dekat dari pusat kota membuat Lembang menjadi pilihan favorit wisata akhir pekan. Sementara itu, Ciwidey di selatan Bandung menawarkan lanskap yang lebih luas dengan hamparan kebun teh dan danau kawah. Ikon utamanya adalah Kawah Putih dengan air berwarna putih kehijauan yang eksotis. Suasana di Ciwidey cenderung lebih tenang dan alami, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati alam lebih dekat. Perbedaan karakter inilah yang menjadikan Lembang dan Ciwidey sebagai dua wajah wisata alam Bandung—satu dinamis dan ramai, satu lagi tenang dan romantis—namun sama-sama memikat.

Bandung
| Jumat, 20 Februari 2026
Foto: Lembang dan Ciwidey: Dua Wajah Wisata Alam Bandung | Pifa Net

Kawasan Dago dari Masa Kolonial hingga Destinasi Populer

PIFA, Lokal - Kawasan Dago merupakan salah satu wilayah paling ikonik di Bandung yang menyimpan jejak sejarah panjang sejak masa kolonial Hindia Belanda. Pada awal abad ke-20, Dago dikenal sebagai kawasan hunian elite bagi orang Eropa. Udara sejuk dan kontur perbukitan menjadikannya lokasi ideal untuk vila dan rumah peristirahatan. Nama Dago sendiri melekat pada Jalan Ir. H. Juanda yang menjadi poros utama kawasan ini. Pada masa kolonial, wilayah tersebut berkembang sebagai area pemukiman bergaya arsitektur Eropa dengan taman-taman luas dan suasana tenang. Memasuki era modern, Dago bertransformasi menjadi pusat gaya hidup. Deretan kafe, restoran, factory outlet, hingga hotel berdiri berdampingan dengan bangunan lama. Di bagian utara, kawasan Dago Atas menawarkan pemandangan kota Bandung dari ketinggian serta akses menuju area hutan dan taman wisata. Kini, Dago dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan maupun warga lokal. Perpaduan sejarah, alam, dan gaya hidup modern menjadikan kawasan ini tetap relevan dari masa kolonial hingga menjadi salah satu pusat aktivitas populer di Bandung.

Bandung
| Kamis, 19 Februari 2026
Foto: Kawasan Dago dari Masa Kolonial hingga Destinasi Populer | Pifa Net

Fakta Unik Sungai Citarum, Sungai Terpanjang di Jawa Barat

PIFA, Lokal - Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat dengan panjang sekitar 270 kilometer. Alirannya berhulu di kawasan Gunung Wayang, Bandung Selatan, dan bermuara di Laut Jawa. Sejak dahulu, Citarum memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat Sunda. Salah satu fakta uniknya, Citarum menjadi penopang tiga waduk besar di Jawa Barat, yakni Waduk Saguling, Waduk Cirata, dan Waduk Jatiluhur. Ketiganya berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air, sumber irigasi, serta penyedia air baku bagi jutaan warga. Secara historis, daerah aliran Sungai Citarum juga diyakini menjadi salah satu pusat peradaban kuno di Tatar Sunda. Sejumlah temuan arkeologis menunjukkan kawasan ini telah dihuni sejak lama. Namun di balik perannya yang besar, Citarum pernah menghadapi persoalan pencemaran berat akibat limbah domestik dan industri. Berbagai program revitalisasi kemudian dilakukan untuk memulihkan kualitas air dan ekosistemnya. Hingga kini, Sungai Citarum tetap menjadi urat nadi Jawa Barat—bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas wilayah tersebut.

Bandung
| Kamis, 19 Februari 2026
Foto: Fakta Unik Sungai Citarum, Sungai Terpanjang di Jawa Barat | Pifa Net

Alasan Kawah Putih Selalu Jadi Ikon Wisata Jawa Barat

PIFA, Bandung - Kawah Putih menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jawa Barat. Terletak di kawasan Gunung Patuha, Ciwidey, kawah ini dikenal dengan airnya yang berwarna putih kehijauan serta lanskap berkabut yang menciptakan suasana eksotis. Salah satu alasan utama Kawah Putih selalu populer adalah keunikan warna airnya. Warna tersebut dapat berubah tergantung kadar belerang, suhu, dan kondisi cuaca. Fenomena ini membuat setiap kunjungan menghadirkan pengalaman visual yang berbeda. Selain itu, lokasinya yang berada di dataran tinggi menghadirkan udara sejuk dan panorama alam yang masih asri. Akses yang relatif mudah dari Bandung juga menjadi faktor pendukung tingginya jumlah wisatawan. Tak hanya wisata alam, Kawah Putih juga sering dijadikan lokasi fotografi, prewedding, hingga syuting film. Perpaduan keindahan alam, atmosfer dramatis, dan nilai historis menjadikannya simbol wisata Jawa Barat yang terus diminati hingga kini.

Bandung
| Rabu, 18 Februari 2026
Foto: Alasan Kawah Putih Selalu Jadi Ikon Wisata Jawa Barat | Pifa Net

Kota dan Kabupaten Penyangga Bandung Raya: Perannya Apa Saja?

PIFA, Lokal - Bandung Raya tidak hanya terdiri dari Kota Bandung, tetapi juga ditopang oleh sejumlah daerah di sekitarnya yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, permukiman, dan industri. Kota Cimahi dikenal sebagai kawasan militer dan industri. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung membuat Cimahi menjadi wilayah hunian sekaligus pusat kegiatan manufaktur dan jasa. Sementara itu, Kabupaten Bandung memiliki wilayah luas yang mencakup kawasan industri, pertanian, serta destinasi wisata seperti Ciwidey dan Rancaekek. Kabupaten ini berperan sebagai penopang kebutuhan pangan, tenaga kerja, hingga kawasan produksi. Di sisi barat, Kabupaten Bandung Barat berkembang sebagai kawasan wisata alam dan permukiman baru. Lembang dan Padalarang menjadi contoh wilayah yang mendorong sektor pariwisata sekaligus perumahan. Adapun Kabupaten Sumedang di bagian timur turut berkontribusi melalui pengembangan pendidikan dan infrastruktur, terutama sejak hadirnya jalan tol dan kawasan pendidikan tinggi. Keempat daerah ini saling terhubung dan membentuk ekosistem metropolitan Bandung Raya. Perannya tidak hanya sebagai penyangga, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan yang memperkuat posisi Bandung sebagai pusat ekonomi dan pendidikan di Jawa Barat.

Bandung
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Kota dan Kabupaten Penyangga Bandung Raya: Perannya Apa Saja? | Pifa Net

Anggota Brimob yang Aniaya Siswa Madrasah di Tual Dipecat Tidak Hormat

PIFA, Maluku - Majelis Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri resmi menjatuhkan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias Victoria Siahaya (MS). Sanksi tersebut dijatuhkan setelah yang bersangkutan dinyatakan terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian.Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, mengatakan Majelis Kode Etik menilai Bripda Mesias bersalah atas sejumlah pelanggaran serius.“Komisi Kode Etik Profesi Polri secara resmi menjatuhkan sanksi PTDH terhadap Bripda Mesias Victoria Siahaya setelah terbukti melanggar sejumlah ketentuan etik kepolisian,” ujar Dadang dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2).Dalam sidang tersebut, Majelis Kode Etik menghadirkan dan memeriksa 14 orang saksi, baik secara langsung maupun daring, termasuk saksi korban. Dari hasil pemeriksaan, Majelis menyimpulkan terduga pelanggar terbukti tidak menjaga kehormatan dan reputasi institusi, tidak menaati norma hukum, serta melakukan tindakan kekerasan dan perilaku tidak patut.Dadang menegaskan, pemberian sanksi PTDH merupakan wujud komitmen Polri untuk tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran kode etik dan aksi kekerasan yang dilakukan oleh anggota.Ia menambahkan, meski telah dijatuhi sanksi etik, Bripda Mesias tetap akan menjalani proses hukum pidana yang saat ini ditangani oleh Polres Tual. Penanganan perkara tersebut dipastikan dilakukan secara objektif, transparan, dan berkeadilan.“Hasil sidang ini merupakan bentuk nyata komitmen institusi dalam menegakkan disiplin dan etika internal, sekaligus memastikan bahwa setiap anggota Polri yang terbukti melanggar akan diproses secara tegas tanpa pandang bulu,” katanya.Sebelumnya, Polres Tual telah menetapkan Bripda Mesias Siahaya, anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan AT (14), siswa MTs Negeri Maluku Tenggara, meninggal dunia.Peristiwa tersebut terjadi saat patroli Brimob melakukan kegiatan cipta kondisi menggunakan kendaraan taktis di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (19/2) dini hari. Patroli semula berlangsung di Kompleks Mangga Dua, Langgur, hingga sekitar pukul 02.00 WIT, sebelum bergeser ke Desa Fiditan, Kota Tual, usai menerima laporan warga terkait dugaan pemukulan di sekitar area Tete Pancing.Di lokasi kejadian, tersangka bersama sejumlah anggota turun dari kendaraan untuk melakukan pengamanan. Sekitar 10 menit kemudian, dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadi menuju Tete Pancing. Tersangka disebut mengayunkan helm taktikal sebagai isyarat, namun helm tersebut mengenai pelipis kanan korban hingga korban terjatuh dari sepeda motor dalam posisi telungkup.Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis. Namun pada pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia.Atas perbuatannya, Bripda Mesias Siahaya dijerat Pasal 35 juncto Pasal 14 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 474 ayat 3 KUHP.

Maluku
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Anggota Brimob yang Aniaya Siswa Madrasah di Tual Dipecat Tidak Hormat | Pifa Net

2 Perwira Polres Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta per Pekan dari Bandar Narkoba

PIFA, Toraja Utara - Upaya penindakan internal kembali dilakukan jajaran kepolisian di Sulawesi Selatan menyusul dugaan keterlibatan dua perwira di satuan narkoba Polres Toraja Utara dalam pusaran peredaran narkotika. Keduanya kini menjalani penahanan dan pemeriksaan intensif oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) di Polda Sulsel.Dua oknum tersebut masing-masing berinisial AKP AE yang menjabat Kepala Satuan Narkoba dan Aiptu N selaku Kepala Unit Narkoba Polres Toraja Utara. Keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkoba di wilayah Toraja Utara."Kasat narkoba Torut (Toraja Utara) sudah kita patsus (penempatan khusus). Sementara ini, dua oknum yang terkait dengan itu (diduga terlibat)," kata Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.Zulham menegaskan, proses penyelidikan masih berjalan dan dilakukan secara mendalam oleh tim Propam. Pemeriksaan intensif terhadap kedua perwira tersebut dilakukan untuk mengungkap sejauh mana dugaan keterlibatan dan peran masing-masing dalam kasus tersebut."Intinya, tidak ada tempat bagi oknum yang bermain-main, apalagi ini berkaitan persoalan narkoba. Masih diselidiki lebih lanjut sejauh mana keterlibatan masing-masing serta perannya," papar Zulham menegaskan.Sementara itu, Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono menyatakan pihaknya tidak akan mengintervensi proses yang tengah ditangani Propam dan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme internal kepolisian."Untuk status Kasat Narkoba dan Kanit-nya belum berstatus sebagai tersangka, tetapi terperiksa atau terduga pelanggaran kode etik atas dugaan keterlibatan peredaran narkoba," tuturnya.Stephanus menegaskan, langkah tegas akan diambil apabila dalam proses pemeriksaan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun kode etik oleh anggotanya. Ia juga menekankan komitmen Kapolda Sulsel dalam memberantas narkoba, termasuk jika melibatkan personel Polri."Sesuai dengan perintah Kapolda Sulsel, kami berkomitmen untuk tidak mentolerir setiap pelanggaran dilakukan anggota dan bila mana terbukti terlibat peredaran narkoba," katanya menekankan.Kasus ini mencuat setelah Tim Satnarkoba Polres Toraja Utara mengungkap peredaran narkotika dengan menggerebek rumah seorang konten kreator yang diduga berperan sebagai bandar di wilayah Rantepao. Dalam pengungkapan tersebut, empat orang diamankan masing-masing berinisial MJ, D, AD, dan ET alias O.Pengembangan kasus bermula dari penangkapan salah satu pelaku di Terminal Makale. Dari hasil interogasi, pelaku mengaku memperoleh narkotika dari ET yang diketahui berprofesi sebagai konten kreator.Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya dua sacet besar berisi kristal bening narkotika jenis sabu seberat 100 gram, enam timbangan elektronik, satu set alat hisap atau bong, tiga unit ponsel, lima bal sacet plastik klip kecil, empat potongan pipet, serta sejumlah uang tunai.Dalam pemeriksaan lanjutan, tersangka ET mengungkap dugaan keterlibatan dua perwira Polri dalam jaringan peredaran narkoba tersebut. Pengakuan itu disampaikan saat pemeriksaan oleh penyidik dan kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).Disebutkan, dalam BAP tersangka mengaku rutin menyetorkan uang sebesar Rp13 juta setiap pekan kepada perwira Polri sejak September 2025. Untuk memastikan kebenaran pengakuan tersebut, Propam Polda Sulsel langsung melakukan pemeriksaan terhadap kedua oknum perwira guna proses hukum dan etik lebih lanjut.

Toraja Utara
| Senin, 23 Februari 2026
Foto: 2 Perwira Polres Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta per Pekan dari Bandar Narkoba | Pifa Net

Oknum Brimob Aniaya Siswa Madrasah hingga Tewas di Kota Tual Maluku, Korban Dipukul Pakai Helm

PIFA, Maluku - Peristiwa dugaan penganiayaan oleh oknum aparat kembali terjadi. Kali ini insiden tersebut menimpa dua pelajar di Kota Tual, Maluku, Kamis (19/2/2026). Satu siswa dilaporkan meninggal dunia, sementara kakaknya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan.Korban meninggal dunia adalah Arianto Tawakal (14), siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Maluku Tenggara. Ia sempat dirawat intensif di RSUD Karel Sadsuitubun akibat luka berat yang dideritanya, namun nyawanya tidak tertolong. Sang kakak, Nasri Karim (15), mengalami patah tulang di tangan kanan.Peristiwa itu terjadi di ruas jalan Marren, tak jauh dari RSUD Maren dan kawasan Universitas Uningrat. Berdasarkan keterangan keluarga, kedua kakak beradik tersebut tengah melintas menggunakan sepeda motor usai sahur. Di lokasi itu, sejumlah anggota Brimob dilaporkan sedang melakukan pemantauan terhadap aksi balapan liar.Nasri Karim menuturkan, setibanya di lokasi kejadian, adiknya yang berada di posisi belakang tiba-tiba dipukul menggunakan helm oleh seorang anggota Brimob.“Saat itu anggota Brimob melompat dari atas trotoar dan memukul muka korban dengan helm, korban terjatuh, kepala korban terbentur aspal, darah keluar dari mulut dan hidung, ada darah keluar dari samping kepala,” ucapnya.Ia juga membantah tudingan bahwa mereka terlibat balapan liar. “Bukan balapan, saat itu jalan menurun sehingga motor otomatis melaju kencang,” ungkapnya.Menurut Nasri, setelah terjatuh, sepeda motor adiknya menabrak motornya hingga menyebabkan dirinya patah tangan. Ia juga mengaku sempat diinterogasi dan dipaksa mengakui keterlibatan dalam balapan liar.“Iya benar, pada saat itu oknum Brimob melompat dan memukul almarhum menggunakan helm,” kata Nasri dalam keterangan terpisah.Keluarga korban menyesalkan cara penanganan terhadap korban saat dievakuasi. “Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping,” katanya penuh kesal.Amarah warga pun memuncak. Puluhan warga mendatangi Markas Polres Tual pada Kamis sore untuk menuntut penanganan tegas. Massa yang didominasi keluarga dan warga sekitar meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut.Di hadapan warga, Wakapolres Tual Kompol Roni F Manawa menyatakan komitmen penegakan hukum. “Kalau memang anggota kita salah, kita akan proses hukum,” katanya.Sementara itu, anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor berinisial Bripda MS telah diamankan dan ditahan di Rutan Polres Tual. Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, memastikan proses hukum berjalan.“Penanganan perkara ini kami lakukan secara tegas dan berlapis. Proses pidana berjalan, proses kode etik juga berjalan. Jika terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (20/2).Ia menambahkan, jika dalam proses kode etik terbukti melakukan pelanggaran berat, sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan.Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartarto disebut telah memerintahkan Irwasda dan Kabid Propam untuk melakukan investigasi mendalam. Selain itu, Dansat Brimob Polda Maluku juga ditugaskan ke Kota Tual guna memastikan proses berjalan objektif dan profesional.Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian serta memastikan pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang terlibat.

Maluku
| Sabtu, 21 Februari 2026
Foto: Oknum Brimob Aniaya Siswa Madrasah hingga Tewas di Kota Tual Maluku, Korban Dipukul Pakai Helm | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: Satgas Pamtas TNI Bantu Warga Perbatasan Bersihkan Bendungan Air | Pifa Net

Satgas Pamtas TNI Bantu Warga Perbatasan Bersihkan Bendungan Air

Berita Bengkayang, PIFA – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns melaksanakan karya bhakti bersama warga membersihkan bendungan sumber air bersih Dusun Sentabeng, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Senin (18/4/2022). Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Kabupaten Sanggau (19/4) mengatakan karya bhakti ini dilakukan oleh 5 orang anggota Pos Sentabeng dipimpin Serda Ambri bersama warga saling bahu membahu. Mereka bergotong-royong melakukan pembersihan bendungan air bersih yang mengalami penyumbatan akibat penumpukan sampah daun, pasir dan batu. Dijelaskannya, karya bhakti merupakan kegiatan Teritorial yang dilaksanakan dalam rangka membantu masyarakat untuk membersihkan bendungan air bersih yang digunakan warga sehari-hari. "Kegiatan teritorial ini bertujuan untuk membantu kesulitan masyarakat setempat dalam mengatasi permasalahan di wilayah binaan, salah satunya dibidang Infrastruktur seperti perawatan dan pembersihan Bendungan air yang kami laksanakan di Dusun Sentabeng ini," lanjutnya. Karya bhakti disambut baik oleh warga Dusun Sentabeng dimana warga sangat antusias bahu-membahu bersama personil Satgas untuk membersihkan penampungan air bersih. “Selain merupakan kepedulian personil Satgas, ini juga sebagai sarana untuk lebih mempererat tali silaturahmi dengan warga, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin erat,” ujar Dansatgas. Terpisah Danpos Sentabeng Serka Sumarsono mengatakan kegiatan karya bhakti ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian personel Satgas. Kegiatan tersebut juga sebagai sarana untuk lebih mempererat tali silaturahmi dengan warga, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin erat. Danpos Sentabeng turut mengajak warga untuk menjaga alam dan aktif merawat bendungannya. “Kami juga mengajak warga untuk menjaga alam sekitar dan berperan aktif serta merawat bendungan air yang telah dibersihkan agar air bisa tetap mengalir dan terjaga kebersihannya,” tutupnya.

Bengkayang
| Rabu, 20 April 2022

Lokal

Foto: Bekerjasama Dengan Pemkot Pontianak, OJK Kalbar Dukung Program KEJAR | Pifa Net

Bekerjasama Dengan Pemkot Pontianak, OJK Kalbar Dukung Program KEJAR

Pontianak - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Maulana Yasin menerangkan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).  Dukungan yang dilakukan, yakni dengan melibatkan sekolah-sekolah yang ada di Pontianak. Hal tersebut diungkapkannya saat peringatan Hari Indonesia Menabung dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Prestasi Anak Indonesia (KREASI) di Ruang Pontive Center Kota Pontianak, Selasa (24/8/2021). "Kita berharap, sekolah-sekolah bisa mengkoordinir siswanya untuk menabung di bank," tuturnya. Ia berharap, program KEJAR ini dapat mendorong siswa untuk membuka tabungan pelajar, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan dananya bisa diproduktifkan khususnya di Kota Pontianak.  Tidak hanya itu, menurut Maulana, banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh siswa, diantaranya siswa belajar memanajemen keuangan dan tidak bersifat konsumtif. "Jadi kita libatkan dan ikutsertakan pelajar untuk menabung bagi kepentingan dirinya sendiri dan pertumbuhan ekonomi kita," pungkasnya.

Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021

Lokal

Foto: Pj Wali Kota Pontianak Tinjau Pelaksanaan Larangan Kantong Plastik di Swalayan | Pifa Net

Pj Wali Kota Pontianak Tinjau Pelaksanaan Larangan Kantong Plastik di Swalayan

PIFA.CO.ID, LOKAL - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak, Edi Suryanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah swalayan dan toko modern guna memantau penerapan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik sebagai wadah belanja. Dari hasil sidak, seluruh toko telah mematuhi arahan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Meski masih terdapat beberapa kendala, Edi optimis masyarakat akan berangsur-angsur terbiasa dengan aturan baru tersebut."Pada tahap awal, pendekatan persuasif kami utamakan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat menyesuaikan diri. Ke depan, kami akan berdiskusi dengan DPRD terkait mekanisme penerapan sanksi," ujarnya setelah melakukan sidak di salah satu swalayan di Jalan Gajah Mada, Senin (6/1/2024).Edi menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang. Ia menekankan pentingnya penanganan sampah plastik secara serius guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan."Kondisi TPA Batu Layang cukup memprihatinkan karena didominasi sampah plastik. Teknologi yang kita miliki saat ini belum cukup canggih untuk mengolah atau mendaur ulang sampah plastik dengan optimal," katanya.Pemkot Pontianak, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus berupaya menekan jumlah sampah plastik dengan berbagai program, seperti pendirian Bank Sampah, edukasi pengelolaan limbah rumah tangga, Program Kampung Iklim (Proklim), penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwa), serta penyediaan rumah kompos."Kami telah melakukan berbagai upaya, tetapi tingginya penggunaan kantong plastik menyebabkan biaya pengelolaan sampah ikut meningkat. Oleh karena itu, kami mencoba mengurangi plastik agar tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas," jelas Edi.Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada tahun 2023 Kota Pontianak menghasilkan 441,88 ton sampah per hari. Saat ini, upaya pengurangan sampah oleh masyarakat baru mencapai 25,06 persen.Pemkot Pontianak menargetkan pengelolaan sampah dengan skema 70 persen ditangani oleh pemerintah dan 30 persen dikurangi oleh masyarakat."Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pencapaian misi dan target Kota Pontianak," tutup Edi.

Pontianak
| Senin, 6 Januari 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5