Lokal
Orang Tua Ungkap Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta
Kasus dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta terus menjadi sorotan setelah tempat penitipan anak tersebut digerebek polisi. Salah satu orang tua balita, Aldewa (30), mengaku anaknya yang kini berusia tiga tahun telah dititipkan di daycare tersebut selama lebih dari enam bulan. Ia mengatakan sempat melihat lebam di lutut kanan anaknya sekitar sepekan lalu. “Pernah ada lebam di lutut kanan. Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya,” ujar Aldewa, Sabtu (25/4). Selain lebam, Aldewa juga mengaku anaknya sering menangis setiap hendak berangkat ke daycare. Namun saat itu ia menganggap hal tersebut masih wajar untuk anak seusia tiga tahun. “Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut atau belum mau sekolah,” katanya. Aldewa mengaku kesulitan mengetahui kondisi sebenarnya karena anaknya belum bisa menjelaskan dengan jelas. Ia berharap kasus dugaan kekerasan tersebut dapat diusut hingga tuntas. “Kalau memang ada yang melakukan, harus dihukum. Tapi saya percaya tidak semuanya jahat,” ujarnya. Sementara itu, warga Kotagede bernama Sri (63) mengaku cucunya yang berusia empat tahun pernah bercerita dikunci di kamar mandi oleh pengasuh daycare. “Terus dia katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci di kamar mandi,” kata Sri. Sri juga mengaku pernah melihat pipi cucunya memerah saat dijemput, namun sang cucu tidak mau menjelaskan penyebabnya. Menurut Sri, cucunya telah dititipkan di daycare tersebut selama sekitar satu tahun dari pagi hingga sore hari. Ia mengaku selama ini tidak menaruh curiga karena para pengasuh terlihat ramah. “Kalau ketemu baik sekali, tidak kelihatan ada apa-apa. Tapi ya saya kesel sekali kalau itu benar. Masa anak cucu saya diperlakukan begitu,” tegasnya. Sebelumnya, aparat dari Polresta Yogyakarta menggerebek daycare Little Aresha terkait dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di lokasi tersebut. Kasat Reskrim Riski Adrian mengatakan polisi menduga ada oknum pengelola daycare yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Yogyakarta
| Minggu, 26 April 2026

Trending
Dewan Imbau Pemda Antisipasi Ancaman Banjir
Kalbar
| Senin, 3 Juli 2023

Kalbar Raih 2 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2023
Kalbar
| Sabtu, 27 Mei 2023

Midji-Didi, Lanjot Agik! Demokrat Kalbar Matangkan Strategi Pemenangan
Kalbar
| Sabtu, 16 November 2024

Kepala BNPB Tinjau Operasi Modifikasi Cuaca di Kalbar, Upaya Tekan Risiko Bencana Akibat Hujan
Kalbar
| Kamis, 30 Januari 2025

Sempat Tertangkap Oleh Warga, Polres Sekadau Amankan Pelaku Curanmor
Sekadau
| Sabtu, 29 Januari 2022

Dakwah Wisata Lintas Borneo ke-3: Semangat BKMT dan Apresiasi Pemerintah
Kubu Raya
| Senin, 18 September 2023

Otto Hasibuan Ajukan PK Kasus Jessica Kopi Sianida: Saya Yakin Dia Tidak Bersalah
Pontianak
| Senin, 29 Juli 2024

Polda Kalbar akan Tindak Selebgram yang Promosikan Judi Online
Pontianak
| Rabu, 17 Juli 2024

Sutarmidji Sampaikan Harapan Besar Setelah Maman Abdurrahman Dilantik Menjadi Menteri UMKM
Kalbar
| Selasa, 22 Oktober 2024

Berita Terbaru
Lokal

Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan tarif parkir mobil hingga Rp60.000. Pramono menegaskan angka tersebut bukan keputusan Pemprov Jakarta. Hingga kini, pemerintah daerah juga belum menetapkan tarif parkir baru. "Angka berapa? Rp60.000 ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Ia mengatakan Pemprov Jakarta masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan besaran tarif parkir yang baru, termasuk kewajaran harga bagi masyarakat. "Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal. Termasuk berapa yang harga yang wajar. Nah, sampai hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu, bahkan angka Rp60.000 pun saya baru tahu ketika sudah viral," ujarnya. Muncul Usulan Tarif Sistem Zonasi Sebelumnya, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter mengungkapkan adanya usulan perubahan tarif parkir menggunakan sistem zonasi. Dalam skema tersebut, kawasan dengan nilai ekonomi tinggi seperti SCBD, Menteng, Senayan, dan sejumlah wilayah lainnya dapat dikenakan tarif parkir lebih tinggi. Jupiter menyebut tarif tertinggi yang diusulkan bisa mencapai Rp60.000. "Jadi nanti mau dibuat sistem zonasi. Misalnya daerah SCBD dianggap punya nilai ekonomi tinggi. Daerah Menteng, kemudian daerah seperti Bandung Indah, terus daerah misalnya di Jakarta Selatan, Senayan. Jadi tarif itu ambang batas tertingginya sampai Rp60 ribu," kata Jupiter. Namun, Jupiter sendiri menilai angka tersebut berpotensi membebani masyarakat. "Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujarnya. Dengan demikian, hingga Senin (24/8), tarif parkir mobil Rp60.000 belum menjadi keputusan resmi Pemprov DKI Jakarta.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Lokal

Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali
Polisi memburu dua warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan tindakan asusila di halaman rumah warga di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Aksi dua WNA tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian viral di media sosial. Lokasi kejadian berada di sebuah permukiman di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng. Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan polisi telah melakukan pengecekan lokasi dan memastikan kejadian dalam video berlangsung di halaman rumah warga. "Berdasarkan pencocokan dan pengecekan di lapangan diketahui video viral tersebut terjadi di sebelah pintu pagar rumah milik warga," kata Ayu, Senin (24/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.29 WITA. Saat itu, pemilik rumah berinisial NKW (47) hendak menghaturkan sesajen di depan rumah. Saksi kemudian terkejut melihat dua WNA berada di halaman rumahnya dan melakukan tindakan asusila. Ia sempat meneriaki keduanya, namun tidak mendapat respons. Menurut kepolisian, aksi tersebut berlangsung sekitar 15 menit sebelum kedua WNA meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Dari rekaman CCTV, polisi juga menemukan keduanya sempat masuk ke halaman rumah setelah melihat situasi sekitar. Setelah memastikan kondisi sepi, keduanya kemudian mendekati pagar rumah dan melakukan tindakan asusila. Sekitar pukul 18.36 WITA, keduanya kembali melakukan tindakan serupa sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Polisi menyebut pemilik rumah tidak mengalami kerugian materiil maupun nonmateriil. Namun, keluarga pemilik rumah menilai halaman tersebut perlu dibersihkan melalui upacara adat. Polisi Koordinasi dengan Imigrasi Polres Badung kini berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengidentifikasi dan mencari keberadaan kedua WNA tersebut. Berdasarkan pencocokan wajah dari rekaman CCTV, WNA laki-laki diketahui merupakan warga negara Australia. Sementara identitas WNA perempuan masih dalam proses pendalaman. "Unit Reskrim Polsek Kuta Utara melakukan upaya identifikasi lanjutan guna mengungkap para terduga pelaku serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ayu.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Lokal

Jakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem musik sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Jakarta Beat Society 2026 yang mempertemukan musisi, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026). Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri musik, bukan hanya karena banyak melahirkan musisi berbakat, tetapi juga memiliki pasar dan audiens yang kuat. "Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif," ujar Rano saat membuka kegiatan tersebut. Menurutnya, Jakarta Beat Society menjadi ruang bagi berbagai elemen industri musik untuk bertemu, berkolaborasi, sekaligus membangun jejaring. "Jakarta Beat Society menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif," katanya. Ingin Musisi Lokal Tembus Industri Global Rano menilai besarnya pasar musik Jakarta juga tercermin dari minat musisi internasional untuk menggelar konser di ibu kota. Kehadiran musisi dunia seperti Coldplay, Bruno Mars, hingga BTS disebut menjadi gambaran daya tarik Jakarta dalam peta industri musik regional dan global. Karena itu, Pemprov DKI berkomitmen memperluas ruang bagi komunitas serta pelaku industri kreatif melalui berbagai kegiatan seni, budaya, musik, dan perfilman. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbanyak panggung bagi talenta lokal, tetapi juga membuka jejaring industri sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi Jakarta. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya dengan menciptakan peluang serta ruang bagi komunitas kreatif untuk terus berkembang. Hal ini dilakukan di berbagai sektor kreatif, termasuk musik dan perfilman," ujar Rano. Di bidang perfilman, Pemprov DKI menjalankan komitmen tersebut antara lain melalui Jakarta Film Commission yang ditujukan untuk mendukung pembuat film sekaligus memperkuat ekosistem industri audiovisual di Jakarta. Ke depan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi kreatif. "Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia," kata Rano.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Berita Populer
Lokal

Orang Tua Ungkap Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta
Kasus dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta terus menjadi sorotan setelah tempat penitipan anak tersebut digerebek polisi. Salah satu orang tua balita, Aldewa (30), mengaku anaknya yang kini berusia tiga tahun telah dititipkan di daycare tersebut selama lebih dari enam bulan. Ia mengatakan sempat melihat lebam di lutut kanan anaknya sekitar sepekan lalu. “Pernah ada lebam di lutut kanan. Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya,” ujar Aldewa, Sabtu (25/4). Selain lebam, Aldewa juga mengaku anaknya sering menangis setiap hendak berangkat ke daycare. Namun saat itu ia menganggap hal tersebut masih wajar untuk anak seusia tiga tahun. “Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut atau belum mau sekolah,” katanya. Aldewa mengaku kesulitan mengetahui kondisi sebenarnya karena anaknya belum bisa menjelaskan dengan jelas. Ia berharap kasus dugaan kekerasan tersebut dapat diusut hingga tuntas. “Kalau memang ada yang melakukan, harus dihukum. Tapi saya percaya tidak semuanya jahat,” ujarnya. Sementara itu, warga Kotagede bernama Sri (63) mengaku cucunya yang berusia empat tahun pernah bercerita dikunci di kamar mandi oleh pengasuh daycare. “Terus dia katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci di kamar mandi,” kata Sri. Sri juga mengaku pernah melihat pipi cucunya memerah saat dijemput, namun sang cucu tidak mau menjelaskan penyebabnya. Menurut Sri, cucunya telah dititipkan di daycare tersebut selama sekitar satu tahun dari pagi hingga sore hari. Ia mengaku selama ini tidak menaruh curiga karena para pengasuh terlihat ramah. “Kalau ketemu baik sekali, tidak kelihatan ada apa-apa. Tapi ya saya kesel sekali kalau itu benar. Masa anak cucu saya diperlakukan begitu,” tegasnya. Sebelumnya, aparat dari Polresta Yogyakarta menggerebek daycare Little Aresha terkait dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di lokasi tersebut. Kasat Reskrim Riski Adrian mengatakan polisi menduga ada oknum pengelola daycare yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Yogyakarta
| Minggu, 26 April 2026
Lokal

Dewan Imbau Pemda Antisipasi Ancaman Banjir
PIFA, Lokal - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Syarif Amin menyebut normalisasi parit dan drainase akan mempercepat turunnya air ke parit jika terjadi hujan deras. Hal ini menindaklanjuti potensi hujan deras di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya. Dia mendorong dinas teknis untuk memikirkan penanganan jangka panjang agar banjir atau genangan air yang biasanya terjadi sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak dapat ditekan. "Memang tidak bisa diketahui kapan air sungai pasang maupun meluap, serta intensitas hujan deras, namun seharusnya ada langkah optimal untuk penanganannya," ujarnya, kemarin. Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Heri Mustamin meminta Pemerintah Kota Pontianak melakukan normalisasi parit dan drainase guna mengatasi genangan air dan banjir. “Untuk itu, normalisasi parit jadi jawaban. Selain penataan drainase yang perlu ditingkatkan,” kata Heri Mustamin. Menurutnya, banjir yang kerap menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak harus jadi perhatian serius pemerintah kota. Sebab, ancaman banjir kerap dikeluhkan masyarakat. Jika tidak ditangani dengan serius maka dikhawatirkan akan parah. Terlebih, saat berbenturan pasang air laut dan air dari perhuluan. (ap)
Kalbar
| Senin, 3 Juli 2023
Feeds
Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan tarif parkir mobil hingga Rp60.000. Pramono menegaskan angka tersebut bukan keputusan Pemprov Jakarta. Hingga kini, pemerintah daerah juga belum menetapkan tarif parkir baru. "Angka berapa? Rp60.000 ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Ia mengatakan Pemprov Jakarta masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan besaran tarif parkir yang baru, termasuk kewajaran harga bagi masyarakat. "Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal. Termasuk berapa yang harga yang wajar. Nah, sampai hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu, bahkan angka Rp60.000 pun saya baru tahu ketika sudah viral," ujarnya. Muncul Usulan Tarif Sistem Zonasi Sebelumnya, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter mengungkapkan adanya usulan perubahan tarif parkir menggunakan sistem zonasi. Dalam skema tersebut, kawasan dengan nilai ekonomi tinggi seperti SCBD, Menteng, Senayan, dan sejumlah wilayah lainnya dapat dikenakan tarif parkir lebih tinggi. Jupiter menyebut tarif tertinggi yang diusulkan bisa mencapai Rp60.000. "Jadi nanti mau dibuat sistem zonasi. Misalnya daerah SCBD dianggap punya nilai ekonomi tinggi. Daerah Menteng, kemudian daerah seperti Bandung Indah, terus daerah misalnya di Jakarta Selatan, Senayan. Jadi tarif itu ambang batas tertingginya sampai Rp60 ribu," kata Jupiter. Namun, Jupiter sendiri menilai angka tersebut berpotensi membebani masyarakat. "Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujarnya. Dengan demikian, hingga Senin (24/8), tarif parkir mobil Rp60.000 belum menjadi keputusan resmi Pemprov DKI Jakarta.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali
Polisi memburu dua warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan tindakan asusila di halaman rumah warga di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Aksi dua WNA tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian viral di media sosial. Lokasi kejadian berada di sebuah permukiman di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng. Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan polisi telah melakukan pengecekan lokasi dan memastikan kejadian dalam video berlangsung di halaman rumah warga. "Berdasarkan pencocokan dan pengecekan di lapangan diketahui video viral tersebut terjadi di sebelah pintu pagar rumah milik warga," kata Ayu, Senin (24/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.29 WITA. Saat itu, pemilik rumah berinisial NKW (47) hendak menghaturkan sesajen di depan rumah. Saksi kemudian terkejut melihat dua WNA berada di halaman rumahnya dan melakukan tindakan asusila. Ia sempat meneriaki keduanya, namun tidak mendapat respons. Menurut kepolisian, aksi tersebut berlangsung sekitar 15 menit sebelum kedua WNA meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Dari rekaman CCTV, polisi juga menemukan keduanya sempat masuk ke halaman rumah setelah melihat situasi sekitar. Setelah memastikan kondisi sepi, keduanya kemudian mendekati pagar rumah dan melakukan tindakan asusila. Sekitar pukul 18.36 WITA, keduanya kembali melakukan tindakan serupa sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Polisi menyebut pemilik rumah tidak mengalami kerugian materiil maupun nonmateriil. Namun, keluarga pemilik rumah menilai halaman tersebut perlu dibersihkan melalui upacara adat. Polisi Koordinasi dengan Imigrasi Polres Badung kini berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengidentifikasi dan mencari keberadaan kedua WNA tersebut. Berdasarkan pencocokan wajah dari rekaman CCTV, WNA laki-laki diketahui merupakan warga negara Australia. Sementara identitas WNA perempuan masih dalam proses pendalaman. "Unit Reskrim Polsek Kuta Utara melakukan upaya identifikasi lanjutan guna mengungkap para terduga pelaku serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ayu.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Jakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem musik sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Jakarta Beat Society 2026 yang mempertemukan musisi, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026). Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri musik, bukan hanya karena banyak melahirkan musisi berbakat, tetapi juga memiliki pasar dan audiens yang kuat. "Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif," ujar Rano saat membuka kegiatan tersebut. Menurutnya, Jakarta Beat Society menjadi ruang bagi berbagai elemen industri musik untuk bertemu, berkolaborasi, sekaligus membangun jejaring. "Jakarta Beat Society menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif," katanya. Ingin Musisi Lokal Tembus Industri Global Rano menilai besarnya pasar musik Jakarta juga tercermin dari minat musisi internasional untuk menggelar konser di ibu kota. Kehadiran musisi dunia seperti Coldplay, Bruno Mars, hingga BTS disebut menjadi gambaran daya tarik Jakarta dalam peta industri musik regional dan global. Karena itu, Pemprov DKI berkomitmen memperluas ruang bagi komunitas serta pelaku industri kreatif melalui berbagai kegiatan seni, budaya, musik, dan perfilman. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbanyak panggung bagi talenta lokal, tetapi juga membuka jejaring industri sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi Jakarta. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya dengan menciptakan peluang serta ruang bagi komunitas kreatif untuk terus berkembang. Hal ini dilakukan di berbagai sektor kreatif, termasuk musik dan perfilman," ujar Rano. Di bidang perfilman, Pemprov DKI menjalankan komitmen tersebut antara lain melalui Jakarta Film Commission yang ditujukan untuk mendukung pembuat film sekaligus memperkuat ekosistem industri audiovisual di Jakarta. Ke depan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi kreatif. "Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia," kata Rano.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Pitbull Serang Anak SD di Bandung, Polisi Amankan dan Karantina Anjing
Polisi mengamankan seekor anjing jenis pitbull yang menyerang seorang siswa sekolah dasar kelas tiga di Kompleks Grand Cendana Residence, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Anjing tersebut kini ditempatkan di lokasi karantina dan tidak lagi berada di lingkungan permukiman maupun rumah pemiliknya. Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi Asep mengatakan anjing diamankan tidak lama setelah insiden terjadi pada Minggu (23/8/2026). "Kami sudah bersepakat dengan pengurus RW setempat bahwa hewan itu dikarantina dan tidak berada lagi di pemukiman atau di rumah pemiliknya," kata Asep saat dikonfirmasi, Senin (24/8). Pemilik anjing berinisial F (40) disebut bersikap kooperatif. Ia bahkan turut mendampingi korban bersama keluarganya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Korban mengalami luka sobek pada bagian kepala dan telinga akibat gigitan anjing tersebut. Korban telah menjalani operasi di RS Welas Asih dan kini kondisinya berangsur membaik. "Luka korban ada di bagian kepala dan telinga. Tadi malam sudah dilaksanakan operasi pada bagian telinganya, dan pagi ini korban sudah dipindahkan ke ruang pemulihan," ujar Asep. Keluarga Belum Buat Laporan Hingga Senin (24/8), keluarga korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian terkait kejadian tersebut maupun meminta pertanggungjawaban pemilik anjing. "Sampai saat ini pihak korban belum datang ke Polsek untuk membuat laporan resmi maupun surat pernyataan tidak menuntut," kata Asep. Asep mengingatkan pemilik hewan peliharaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan hewan yang dipeliharanya tidak membahayakan orang lain. Ia menyebut terdapat ketentuan hukum yang dapat menjerat pemilik hewan apabila serangan tersebut menyebabkan orang lain terluka. "Pemiliknya dapat dijerat ancaman pidana penjara hingga 2 tahun 8 bulan. Ini jadi pelajaran bersama agar seluruh masyarakat yang memelihara anjing bisa menjaga hewannya dengan baik," ujarnya. Sebelumnya, korban diserang pitbull pada Minggu (23/8) sore. Warga mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar korban berteriak dan menangis. Saat didatangi, warga mendapati korban tengah diserang dan digigit anjing pitbull hingga mengalami luka pada bagian kepala dan telinga.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Pengemudi Diduga Mabuk, Kecelakaan Beruntun di Surabaya Tewaskan 1 Orang
Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Taman Apsari, Surabaya, Minggu (23/8) dini hari. Kecelakaan yang diduga dipicu pengemudi dalam pengaruh alkohol itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Peristiwa bermula ketika Mitsubishi Outlander bernomor polisi L 1049 OO yang dikemudikan ENR (32) melaju dari Jalan Taman Apsari. ENR diduga kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol hingga menabrak taksi listrik bernomor polisi L 1611 UG yang sedang terparkir. "Kendaraan Mitsubishi Outlander yang dikemudikan Saudari ENR melaju dari arah selatan ke utara. Saat berbelok ke kiri, pengemudi kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol dan menabrak taksi listrik yang sedang terparkir di sisi kanan jalan," kata Galih. Setelah menabrak taksi listrik, ENR tidak menghentikan kendaraannya dan terus melaju menuju Jalan Gubernur Suryo, tepat di samping Alun-Alun Surabaya. Di lokasi tersebut, mobil kembali menabrak RPK (25) yang sedang menaikkan barang ke mobil pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi L 9760 CJ yang terparkir. "Pengemudi terus melaju meninggalkan TKP menuju Jalan Gubernur Suryo. Di samping Alun-alun Surabaya, kendaraan tersebut menabrak Saudara RPK yang sedang menaikkan barang ke mobil Pick Up Mitsubishi L300 miliknya yang sedang parkir," ujarnya. RPK mengalami luka berat dan langsung dibawa ke UGD RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan. Galih mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan kecelakaan tersebut disebabkan kelalaian manusia. ENR diketahui mengemudi dalam kondisi dipengaruhi alkohol serta tidak memiliki SIM dan STNK. "Hasil olah TKP awal menunjukkan penyebab utama kecelakaan adalah faktor kelalaian manusia, yakni pengemudi mengendarai kendaraan tanpa konsentrasi di bawah pengaruh minuman beralkohol," ujar Galih. Kasus tersebut kini masih ditangani Satlantas Polrestabes Surabaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Lokal
| Minggu, 23 Agustus 2026

776 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Terbanyak di Banjar, Tapin, dan Tanah Laut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 776 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (22/8/2026). Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut. Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel Utari Randiana mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan pada Sabtu (22/8), bersamaan dengan pemantauan kondisi cuaca dan sebaran asap di wilayah Kalsel. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Jumat (21/8) pukul 17.00 Wita, sebaran asap terdeteksi di Kalsel dan meluas hingga Kalimantan Tengah serta Kalimantan Timur. "Untuk wilayah Kalimantan Selatan, sebaran asap berada di bagian barat dan utara, dengan arah angin umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan lima hingga 15 knot berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer wilayah setempat," ujar Utari, dikutip dari Antara. Utari mengatakan berdasarkan rekapitulasi laporan meteorologi, asap mulai terdeteksi sejak pukul 02.00 Wita. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan jarak pandang mengalami penurunan pada pagi hari. Penurunan jarak pandang tercatat berkisar antara 3.500 meter hingga 200 meter pada pukul 07.00 Wita. Sementara itu, Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ariansyah mengatakan kabut asap cukup signifikan terpantau di sejumlah kabupaten/kota. Wilayah yang terdampak antara lain Banjarbaru, kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut, serta Kabupaten Banjar. "Untuk wilayah Banua Anam, berdasarkan citra satelit juga terdapat sebaran kabut asap, terutama di bagian barat dan utara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah yang memiliki area gambut cukup luas," ujar Ariansyah.
Lokal
| Sabtu, 22 Agustus 2026

Makassar dan Bone Jadi Daerah dengan Kebutuhan Perumahan Tertinggi di Sulsel
Kota Makassar dan Kabupaten Bone menjadi dua daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan kebutuhan perumahan yang tinggi.Makassar tercatat memiliki persoalan backlog kepemilikan rumah paling tinggi, sementara Bone menghadapi persoalan besar terkait kualitas hunian dan banyaknya rumah yang belum layak huni.Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 1 Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP3KP) Sulawesi 3, Dwiayu Permatasari, mengatakan kebutuhan perumahan di Sulsel masih cukup tinggi berdasarkan estimasi indikatif dalam dashboard MyPKP."Kalau untuk Sulawesi Selatan sendiri, kebutuhan perumahan memang masih cukup tinggi," ujar Dwiayu saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).Berdasarkan dashboard tersebut, terdapat sekitar 3,1 juta keluarga di Sulsel. Dari jumlah itu, sekitar 40,34 persen atau lebih dari 1,2 juta keluarga masih tercatat memiliki persoalan backlog perumahan.Sekitar 430 ribu keluarga diperkirakan belum memiliki rumah sendiri. Sementara sekitar 825 ribu keluarga lainnya telah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisi rumahnya belum memenuhi standar layak huni."Data tersebut merupakan estimasi indikatif, bukan angka mikro pemutakhiran langsung," ujarnya.Dwiayu menyebut Makassar menjadi daerah dengan persoalan backlog kepemilikan rumah paling tinggi di Sulsel. Kondisi tersebut dipengaruhi jumlah penduduk yang besar serta arus urbanisasi yang terus meningkat."Jika dilihat dari jumlah penduduk, Kota Makassar merupakan daerah dengan backlog perumahan tertinggi. Namun, khusus Makassar lebih menonjol di backlog kepemilikan karena transisi urbanisasi," ungkapnya.Sementara itu, persoalan perumahan di Kabupaten Bone lebih banyak berkaitan dengan kualitas hunian. Kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di daerah tersebut tercatat cukup tinggi berdasarkan sinkronisasi data hingga Juli 2026."Sementara di kabupaten seperti Bone, kebutuhannya sangat besar dari sisi kualitas hunian," katanya.Dwiayu menjelaskan persoalan backlog perumahan di Sulsel tidak hanya berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki rumah. Persoalan tersebut juga mencakup masyarakat yang sudah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisi fisik rumahnya belum layak."Persoalannya bukan hanya berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki rumah, tetapi juga masyarakat yang sudah memiliki tempat tinggal tetapi belum layak secara kondisi rumahnya," jelasnya.Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan sejumlah intervensi, mulai dari pembangunan rumah baru, rehabilitasi rumah, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, hingga penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Pendanaan program tersebut bersumber dari APBN, APBD, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).Meski demikian, Dwiayu menegaskan angka backlog dalam dashboard masih berupa estimasi indikatif dan belum sepenuhnya menggambarkan jumlah masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan perumahan.Menurutnya, diperlukan sinkronisasi lebih lanjut dengan data kependudukan, tingkat pendapatan, kondisi fisik rumah, hingga data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem untuk mendapatkan angka yang lebih akurat."Di dashboard kita itu masih sekitar 3 juta 100 sekian untuk Provinsi Sulawesi Selatan tersendiri itu, namun itu tidak bisa menjadi data ini ya data yang masih fleksibel biasanya," terangnya.Selain Makassar dan Bone, kawasan penyangga metropolitan Mamminasata seperti Kabupaten Gowa dan Maros juga mengalami peningkatan kebutuhan hunian seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan perumahan."Wilayah Mamminasata ini tercatat telah memiliki puluhan ribu hunian rumah subsidi yang tersedia di Kabupaten Gowa dan juga Kabupaten Maros," ujarnya.
Lokal
| Sabtu, 22 Agustus 2026

Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Orang Tua Ungkap Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta
Kasus dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta terus menjadi sorotan setelah tempat penitipan anak tersebut digerebek polisi. Salah satu orang tua balita, Aldewa (30), mengaku anaknya yang kini berusia tiga tahun telah dititipkan di daycare tersebut selama lebih dari enam bulan. Ia mengatakan sempat melihat lebam di lutut kanan anaknya sekitar sepekan lalu. “Pernah ada lebam di lutut kanan. Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya,” ujar Aldewa, Sabtu (25/4). Selain lebam, Aldewa juga mengaku anaknya sering menangis setiap hendak berangkat ke daycare. Namun saat itu ia menganggap hal tersebut masih wajar untuk anak seusia tiga tahun. “Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut atau belum mau sekolah,” katanya. Aldewa mengaku kesulitan mengetahui kondisi sebenarnya karena anaknya belum bisa menjelaskan dengan jelas. Ia berharap kasus dugaan kekerasan tersebut dapat diusut hingga tuntas. “Kalau memang ada yang melakukan, harus dihukum. Tapi saya percaya tidak semuanya jahat,” ujarnya. Sementara itu, warga Kotagede bernama Sri (63) mengaku cucunya yang berusia empat tahun pernah bercerita dikunci di kamar mandi oleh pengasuh daycare. “Terus dia katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci di kamar mandi,” kata Sri. Sri juga mengaku pernah melihat pipi cucunya memerah saat dijemput, namun sang cucu tidak mau menjelaskan penyebabnya. Menurut Sri, cucunya telah dititipkan di daycare tersebut selama sekitar satu tahun dari pagi hingga sore hari. Ia mengaku selama ini tidak menaruh curiga karena para pengasuh terlihat ramah. “Kalau ketemu baik sekali, tidak kelihatan ada apa-apa. Tapi ya saya kesel sekali kalau itu benar. Masa anak cucu saya diperlakukan begitu,” tegasnya. Sebelumnya, aparat dari Polresta Yogyakarta menggerebek daycare Little Aresha terkait dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di lokasi tersebut. Kasat Reskrim Riski Adrian mengatakan polisi menduga ada oknum pengelola daycare yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Yogyakarta
| Minggu, 26 April 2026
Lokal

Dewan Imbau Pemda Antisipasi Ancaman Banjir
PIFA, Lokal - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Syarif Amin menyebut normalisasi parit dan drainase akan mempercepat turunnya air ke parit jika terjadi hujan deras. Hal ini menindaklanjuti potensi hujan deras di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya. Dia mendorong dinas teknis untuk memikirkan penanganan jangka panjang agar banjir atau genangan air yang biasanya terjadi sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak dapat ditekan. "Memang tidak bisa diketahui kapan air sungai pasang maupun meluap, serta intensitas hujan deras, namun seharusnya ada langkah optimal untuk penanganannya," ujarnya, kemarin. Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Heri Mustamin meminta Pemerintah Kota Pontianak melakukan normalisasi parit dan drainase guna mengatasi genangan air dan banjir. “Untuk itu, normalisasi parit jadi jawaban. Selain penataan drainase yang perlu ditingkatkan,” kata Heri Mustamin. Menurutnya, banjir yang kerap menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak harus jadi perhatian serius pemerintah kota. Sebab, ancaman banjir kerap dikeluhkan masyarakat. Jika tidak ditangani dengan serius maka dikhawatirkan akan parah. Terlebih, saat berbenturan pasang air laut dan air dari perhuluan. (ap)






