2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

Sutarmidji Ziarah ke Makam Raja Tanjungpura, Kenang Jasa Persatuan Kalbar

PIFA, Lokal – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, melakukan ziarah ke Komplek Makam Raja Tanjungpura di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kamis (17/10) pagi. Ziarah ini menjadi napak tilas sejarah persatuan Kalbar yang dipelopori oleh tokoh-tokoh masa lalu, termasuk Opu Daeng Manambon.Perjalanan Sutarmidji ke lokasi ziarah tidak mudah. Dari ibu kota Kabupaten Ketapang, ia bersama rombongan harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer, memakan waktu lebih dari satu jam. Tiba di Komplek Makam Raja Tanjungpura sekitar pukul 10.20 WIB, Sutarmidji langsung menuju makam Perdana Menteri yang terletak di sebelah kanan pintu gerbang. Midji, sapaan akrab Sutarmidji, didampingi oleh juru kunci makam, kemudian mengunjungi satu per satu makam di kompleks tersebut, hingga makam utama raja-raja Kerajaan Matan. Ia menyempatkan diri untuk berdoa serta menabur bunga di makam-makam bersejarah tersebut. Ziarah ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Sutarmidji, setelah sebelumnya ia juga berkunjung saat kampanye Pemilihan Gubernur Kalbar 2018 dan ketika menjabat sebagai gubernur di sela kunjungan kerja ke Ketapang."Saya kalau ke Ketapang saya upayakan bisa berziarah ke Komplek Makam Raja Tanjungpura ini. Karena riwayatnya, Opu Daeng Manambon, Raja Mempawah, itu berdasarkan sejarah adalah orang yang mempersatukan Kalbar," ungkap Midji.Menurut sejarah yang diketahui Sutarmidji, Opu Daeng Manambon merupakan menantu Raja Matan Tanjungpura yang kemudian ditugaskan menjadi Raja Mempawah. Ia dikenal sebagai panglima yang berhasil menyatukan Kalbar, serta memiliki hubungan silsilah yang kuat dengan Kerajaan Matan Tanjungpura."Jauh sebelum saya jadi gubernur, saya sudah berziarah ke sini. Waktu jadi gubernur pun saya sempat datang, dan sekarang karena ada kampanye di Ketapang, saya sempatkan lagi untuk berziarah. Ini makam tokoh-tokoh yang berjasa mempersatukan Kalbar," jelas Midji.Sutarmidji berharap semangat persatuan dan kesatuan yang diwariskan oleh para pendahulu dapat terus dijaga oleh masyarakat Kalbar. Selain itu, ia melihat bahwa Komplek Makam Raja Tanjungpura memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi, mengingat nilai sejarah yang dimilikinya."Jalan menuju kompleks makam ini seharusnya diperbaiki agar lebih mudah diakses, terutama untuk wisatawan yang ingin berziarah. Bahkan ada kabar bahwa orang-orang dari Malaysia juga sering berziarah ke sini. Dengan napak tilas sejarah, makam ini bisa menjadi tempat wisata religi yang menarik," tutupnya.Sutarmidji juga menyoroti penataan makam yang sudah tertata rapi, meski akses jalan menuju lokasi masih memerlukan perbaikan agar mendukung potensi wisata sejarah dan religi di Kalbar. (bel)

Ketapang
| Jumat, 18 Oktober 2024
Foto: Sutarmidji Ziarah ke Makam Raja Tanjungpura, Kenang Jasa Persatuan Kalbar | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk | Pifa Net

Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk

BEKASI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026) petang. Kobaran api yang membesar dengan cepat dilaporkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang berisi limbah plastik sebelum menyebar ke permukiman. "Api dari gudang merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi gudang itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi kejadian. Menurut Ferdi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke sedikitnya tiga rumah warga dan turut menghanguskan satu unit truk yang terparkir di dalam area gudang. Ia mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Sudah ada beberapa rumah yang terkena. Tadi warga sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya. Hingga lebih dari dua jam setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. "Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya. Selain armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI. Adhi menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala karena gudang yang terbakar menyimpan berbagai jenis limbah seperti plastik, kain tekstil, dan material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. "Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar nanti dari pihak kepolisian yang menjelaskan setelah proses penyelidikan," ujarnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam fokus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

Lokal

Foto: Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu | Pifa Net

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu

KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto. "Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam. Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya. "Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah. "Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka. "Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya. Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali. Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

Lokal

Foto: 2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut | Pifa Net

2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut

Dua karyawan toko aksesori ponsel ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun tidak mendapat respons dari dalam bangunan. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan saat pintu ruko dibuka paksa, ditemukan empat orang di dalam kamar. Dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak sadarkan diri. “Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya pingsan,” ujar Rahmat, Minggu (24/5). Dua korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Tebing Tinggi dan AA (22) warga Serdang Bedagai. Sementara dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga kuat penyebab kejadian adalah keracunan asap dari genset yang digunakan saat listrik padam. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Jumat (22/5) sore akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu cuaca buruk, dan berdampak pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.

Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: Sutarmidji Ziarah ke Makam Raja Tanjungpura, Kenang Jasa Persatuan Kalbar | Pifa Net

Sutarmidji Ziarah ke Makam Raja Tanjungpura, Kenang Jasa Persatuan Kalbar

PIFA, Lokal – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, melakukan ziarah ke Komplek Makam Raja Tanjungpura di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kamis (17/10) pagi. Ziarah ini menjadi napak tilas sejarah persatuan Kalbar yang dipelopori oleh tokoh-tokoh masa lalu, termasuk Opu Daeng Manambon.Perjalanan Sutarmidji ke lokasi ziarah tidak mudah. Dari ibu kota Kabupaten Ketapang, ia bersama rombongan harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer, memakan waktu lebih dari satu jam. Tiba di Komplek Makam Raja Tanjungpura sekitar pukul 10.20 WIB, Sutarmidji langsung menuju makam Perdana Menteri yang terletak di sebelah kanan pintu gerbang. Midji, sapaan akrab Sutarmidji, didampingi oleh juru kunci makam, kemudian mengunjungi satu per satu makam di kompleks tersebut, hingga makam utama raja-raja Kerajaan Matan. Ia menyempatkan diri untuk berdoa serta menabur bunga di makam-makam bersejarah tersebut. Ziarah ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Sutarmidji, setelah sebelumnya ia juga berkunjung saat kampanye Pemilihan Gubernur Kalbar 2018 dan ketika menjabat sebagai gubernur di sela kunjungan kerja ke Ketapang."Saya kalau ke Ketapang saya upayakan bisa berziarah ke Komplek Makam Raja Tanjungpura ini. Karena riwayatnya, Opu Daeng Manambon, Raja Mempawah, itu berdasarkan sejarah adalah orang yang mempersatukan Kalbar," ungkap Midji.Menurut sejarah yang diketahui Sutarmidji, Opu Daeng Manambon merupakan menantu Raja Matan Tanjungpura yang kemudian ditugaskan menjadi Raja Mempawah. Ia dikenal sebagai panglima yang berhasil menyatukan Kalbar, serta memiliki hubungan silsilah yang kuat dengan Kerajaan Matan Tanjungpura."Jauh sebelum saya jadi gubernur, saya sudah berziarah ke sini. Waktu jadi gubernur pun saya sempat datang, dan sekarang karena ada kampanye di Ketapang, saya sempatkan lagi untuk berziarah. Ini makam tokoh-tokoh yang berjasa mempersatukan Kalbar," jelas Midji.Sutarmidji berharap semangat persatuan dan kesatuan yang diwariskan oleh para pendahulu dapat terus dijaga oleh masyarakat Kalbar. Selain itu, ia melihat bahwa Komplek Makam Raja Tanjungpura memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi, mengingat nilai sejarah yang dimilikinya."Jalan menuju kompleks makam ini seharusnya diperbaiki agar lebih mudah diakses, terutama untuk wisatawan yang ingin berziarah. Bahkan ada kabar bahwa orang-orang dari Malaysia juga sering berziarah ke sini. Dengan napak tilas sejarah, makam ini bisa menjadi tempat wisata religi yang menarik," tutupnya.Sutarmidji juga menyoroti penataan makam yang sudah tertata rapi, meski akses jalan menuju lokasi masih memerlukan perbaikan agar mendukung potensi wisata sejarah dan religi di Kalbar. (bel)

Ketapang
| Jumat, 18 Oktober 2024

Lokal

Foto: Banjir di Desa Darit Makin Parah, Tingginya Capai Atap Rumah Warga | Pifa Net

Banjir di Desa Darit Makin Parah, Tingginya Capai Atap Rumah Warga

PIFA.CO.ID, LOKAL - Bencana banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Manyuke, Kabupaten Landak yakni Desa Darit dan Desa Ansang dilaporkan semakin parah. Adapun banjir di wilayah itu sudah terjadi sejak 21 Januari 2025. Ketinggian air diperkirakan mencapai 3-4 meter di beberapa wilayah khususnya pasar Darit, membuat banyak rumah dan fasilitas umum terendam.Menurut Analisa Kebijakan Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Paulus Juwell mengatakan, banjir terbesar selama 30 tahun terakhir ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari terakhir.Menurut Paulus Jowell, meskipun tidak ada korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerugian material seperti sepeda motor, mobil dan material lainnya yang terjebak mengalami kerusakan. Fasilitas umum seperti sekolah juga terdampak banjir.Dari keluhan sejumlah warga, saat ini dibutuhkan Perahu Karet dan tenaga relawan untuk evakuasi. Selain itu, dibutuhkan bahan pangan dan obat-obatan serta relawan untuk mendirikan Dapur Umum dan pendistribusi bantuan ke rumah-rumah yang terisolir.Saat ini tim evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, anggota Koramil 05 Menyuke dan anggota Polsek Menyuke bersama warga setempat telah bergerak untuk membantu warga terdampak. Mereka telah mengevakuasi puluhan warga ke tempat-tempat yang lebih aman.

Darit
| Kamis, 23 Januari 2025

Lokal

Foto: Suarakan Isu Lokal Dan Nasional, FPR Kalbar Gelar Aksi “ 24 Tahun Reformasi Mati" | Pifa Net

Suarakan Isu Lokal Dan Nasional, FPR Kalbar Gelar Aksi “ 24 Tahun Reformasi Mati"

Berita Pontianak, PIFA - Aliansi yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Kalimantan Barat menggelar aksi damai  dalam rangka memperingati 24 Tahun Reformasi dan May Day, dengan  mengusung tema 24 TAHUN REFORMASI MATI : "Terus Perkuat Persatuan Pemuda Mahasiswa klas Buruh, Kaum tani dan seluruh Rakyat, Lawan Seluruh Kebijakan Rezim Anti Rakyat, dan Menangkan Tuntutan Rakyat". Yang  diselenggarakan di Tugu Digulis, Kota Pontianak, pada Sabtu (21/05/2022) sore.   Aliansi FPR Kalbar terdiri dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Pontianak, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Wilayah Kalimantan Barat, Himpunan Mahasiswa Papua (Himapa) Kalbar, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Untan.    Koordinator aksi Arifin mengatakan memperingati hari Reformasi ini ada beberapa isu yang dibawakan yang tidak hanya berkaitan dengan mahasiswa tapi juga berkaitan dengan isu permasalahan rakyat.   “Momentum reformasi ini tidak hanya dari gerakan mahasiswa, maka selain isu soal pergerakan mahasiswa kita juga mengangkat isu soal rakyat dari kaum tani, buruh, rakyat miskin kota ,” ujarnya.   Arifin yang juga merupakan ketua FMN  Pontianak ini menuturkan, Aksi  damai yang   disertai dengan panggung bebas ini juga menyuarakan isu permasalahan lokal yang ada di Kalbar khususnya isu mengenai kaum petani.    “Untuk tuntutan ada beberapa tuntutan baik dari nasional maupun lokal, untuk masalah lokal kita mengakat masalah kriminalisasi dan intimidasi kaum tani di Kubu Raya, Landak, dan Bengkayang,” jelasnya.    Sementara itu salah satu peserta aksi Yetno yang juga merupakan anggota dari Agra Kalbar mengatakan  masalah di klas buruh, petani, omnibuslaw dan berbagai macam permasalahan terus  disuarakan.   “24 tahun Gerakan Reformasi belum ada perubahan hal ini dikarenakan masih banyaknya pembungkaman organisasi, pelarangan berkumpul, banyak dipenjarakan dan dikriminalisasikan para aktivis dan petani, hal ini menimbulkan gerakan seperti diwadas dan lainnya hal inilah yang kita angkat dan disuarakan,” tegasnya.   Berdasarkan isu yang sudah disuarakan melalui aksi dami dan panggung rakyat  maka dari  situasi dasar tersebutlah, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Kalimantan Barat  menyatakan Sikap dan Tuntutan sebagai berikut :   1. Hentikan segala bentuk tindakan Kriminalisasi, Intimidasi, Teror dan Pembunuhan dalam upaya pembungkaman demokrasi terhadap Klas Buruh, Kaum tani, Masyarakat Adat, Pemuda Mahasiswa dan seluruh rakyat yang memperjuangkan hak demokratisnya 2. Tangkap, Adili dan Penjarakan semua Aparat Negara dan Preman bayaran yang melakukan penembakan, pemukulan dan Intimidasi terhadap Rakyat 3. Bebaskan Seluruh Aktivis Buruh, Tani, Nelayan, Masyarakat Adat, Perempuan, Pemuda dan Mahasiswa yang memperjuangkan hak demokratisnya 4. Turunkan Harga Minyak Goreng, BBM, Tarif Dasar Listrik, LPG dan Pajak bagi Rakyat serta Penuhi ketersediaan kebutuhan pokok rakyat. 5. Cabut UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan-peraturan turunnya yang sangat menyengsarakan Klas Buruh 6. Berikan jaminan atas harga jual yang stabil bagi kaum tani, seperti kelapa sawit, karet, kopra, lada, pinang dan komoditi lainnya 7. Berikan pengakuan dan penghormatan yang sejati bagi Masyarakat Adat atas hak wilayah adatnya tanpa Reforma Agraria Palsu dan Perhutanan Sosial. 8. Berikan perlindungan terhadap kaum tani dalam memanfaatkan dan mengelola kekayaan alam yang ada diwilayahnya. 9. Berikan Akses pendidikan yang murah dan peningkatan fasilitas dalam pendidikan serta wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat 10. Berikan Fasilitas kesehatan yang layak  dan gratis bagi seluruh rakyat miskin di Indonesia 11. Tolak perang antar Imperialis di Dunia yang merugikan bagi negara lain. (ja) 

Kalbar
| Minggu, 22 Mei 2022

Feeds

Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk

BEKASI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026) petang. Kobaran api yang membesar dengan cepat dilaporkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang berisi limbah plastik sebelum menyebar ke permukiman. "Api dari gudang merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi gudang itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi kejadian. Menurut Ferdi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke sedikitnya tiga rumah warga dan turut menghanguskan satu unit truk yang terparkir di dalam area gudang. Ia mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Sudah ada beberapa rumah yang terkena. Tadi warga sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya. Hingga lebih dari dua jam setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. "Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya. Selain armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI. Adhi menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala karena gudang yang terbakar menyimpan berbagai jenis limbah seperti plastik, kain tekstil, dan material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. "Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar nanti dari pihak kepolisian yang menjelaskan setelah proses penyelidikan," ujarnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam fokus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026
Foto: Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk | Pifa Net

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu

KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto. "Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam. Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya. "Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah. "Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka. "Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya. Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali. Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026
Foto: Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu | Pifa Net

2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut

Dua karyawan toko aksesori ponsel ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun tidak mendapat respons dari dalam bangunan. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan saat pintu ruko dibuka paksa, ditemukan empat orang di dalam kamar. Dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak sadarkan diri. “Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya pingsan,” ujar Rahmat, Minggu (24/5). Dua korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Tebing Tinggi dan AA (22) warga Serdang Bedagai. Sementara dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga kuat penyebab kejadian adalah keracunan asap dari genset yang digunakan saat listrik padam. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Jumat (22/5) sore akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu cuaca buruk, dan berdampak pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.

Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026
Foto: 2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut | Pifa Net

Polisi Pastikan Video Viral “Pocong di Teras Rumah Warga Depok” Hoaks

Kepolisian Sektor Polsek Cimanggis memastikan kabar viral di media sosial yang memperlihatkan sosok pocong sedang duduk di teras rumah warga di Tapos, Depok, adalah tidak benar atau hoaks. Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian setelah foto tersebut beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga. “Menurut keterangan, kejadian foto yang beredar bahwa pocong sudah tertangkap itu tidak benar atau hoaks,” ujar Jupriono, Minggu (24/5). Dari hasil pemeriksaan di lapangan, polisi menyimpulkan bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa atau editan. Foto asli yang dijadikan dasar unggahan itu disebut memperlihatkan warga yang sedang duduk di teras musala sambil menunggu waktu salat berikutnya. “Itu adalah editan. Foto aslinya warga sedang duduk menunggu salat isya,” jelasnya. Polisi menambahkan, penyebaran informasi palsu tersebut diduga dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab hingga memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Sebelumnya, isu serupa juga sempat terjadi di sejumlah wilayah lain di Depok dan Tangerang, yang kemudian juga dipastikan sebagai hoaks setelah dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian.

Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026
Foto: Polisi Pastikan Video Viral “Pocong di Teras Rumah Warga Depok” Hoaks | Pifa Net

Jemaah An-Nadzir Gowa Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada 26 Mei 2026

Jemaah An-Nadzir Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Pimpinan An-Nadzir, Al Ustadz M. Samiruddin Pademmui, mengatakan penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan hilal oleh tim khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta penggabungan metode dalil naqli dan pendekatan ilmiah. “Iya, kami menetapkan Iduladha jatuh pada Selasa (26/5),” ujar Samiruddin kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5). Ia menjelaskan, metode yang digunakan An-Nadzir mencakup pengamatan fase bulan, termasuk pemantauan purnama pada hari ke-14 hingga ke-16 bulan sebelumnya, serta observasi bulan sabit tua di ufuk timur dengan metode visual tertentu. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan fenomena alam seperti hujan, petir, angin kencang, dan pasang air laut sebagai indikator pergantian bulan. Menurut Samiruddin, berdasarkan hasil pemantauan, pergantian bulan dari Dzulqaidah ke Dzulhijjah terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 04.03 WITA. Pada saat itu, posisi matahari disebut lebih dahulu terbit dibandingkan bulan, yang oleh metode An-Nadzir dianggap sebagai tanda masuknya bulan baru. “Karena itu, 1 Dzulhijjah 1447 H terhitung mulai Ahad 17 Mei 2026,” jelasnya. Dengan penetapan tersebut, pelaksanaan Salat Iduladha oleh jemaah An-Nadzir akan digelar pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 07.00 WITA. Pihak An-Nadzir juga menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal bulan dalam kalender Hijriah merupakan hal yang wajar dalam khazanah fikih Islam. Mereka mengajak umat untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap saling menghormati dan bijaksana.

Gowa
| Minggu, 24 Mei 2026
Foto:  Jemaah An-Nadzir Gowa Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada 26 Mei 2026 | Pifa Net

Polsek Pesanggrahan Amankan Pelaku Penganiayaan Penumpang JakLingko, Diduga Miliki Riwayat Gangguan Jiwa

Kepolisian Sektor (Polsek) Polsek Pesanggrahan mengamankan seorang perempuan berinisial NS (30) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap penumpang perempuan berinisial B (27) di angkutan JakLingko rute 49 Lebak Bulus–Cipulir. Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan melintas di kawasan Ulujami Raya, Kecamatan Pesanggrahan, pada Kamis (21/5) sekitar pukul 10.20 WIB. Kasus ini kemudian dilaporkan korban ke pihak kepolisian hingga pelaku berhasil ditangkap di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5). Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga memiliki riwayat gangguan jiwa dan baru saja keluar dari rumah sakit jiwa kurang dari satu tahun terakhir. “Yang bersangkutan memang baru saja keluar dari RSJ karena ada riwayat gangguan mental atau kejiwaan,” ujar Seala dalam konferensi pers, Sabtu (23/5). Ia menjelaskan, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji klinis dari rumah sakit jiwa untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Selama proses tersebut, Dinas Sosial turut dilibatkan untuk pendampingan dan penanganan medis. Pihak Dinas Sosial DKI Jakarta juga membenarkan bahwa penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dilakukan secara gratis melalui layanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta didampingi petugas dari lokasi hingga ke rumah sakit rujukan. Adapun dua rumah sakit rujukan yang kerap digunakan dalam penanganan ODGJ adalah RSJ Dr. Soeharto Heerdjan dan RSKD Duren Sawit, dengan penentuan disesuaikan dengan riwayat rekam medis pasien. Menurut keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika pelaku meminta bantuan penumpang lain untuk melakukan tap kartu pembayaran elektronik. Setelah terjadi kesalahpahaman terkait kartu tersebut, pelaku kemudian melakukan penarikan kasar hingga berujung pemukulan terhadap korban. Korban mengaku tidak menyangka pelaku memiliki gangguan kejiwaan, sementara keluarga pelaku menyampaikan permintaan maaf dan menyebut kondisi tersebut muncul setelah yang bersangkutan menikah. Polisi menegaskan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur sambil menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku sebelum menentukan status hukumnya.

Jakarta
| Sabtu, 23 Mei 2026
Foto: Polsek Pesanggrahan Amankan Pelaku Penganiayaan Penumpang JakLingko, Diduga Miliki Riwayat Gangguan Jiwa | Pifa Net

Kereta Api Petikemas Tabrak Minibus di Perlintasan Tanpa Palang di Sumut, Jalur Sempat Terganggu

Kereta Api Petikemas relasi Belawan–Kuala Tanjung terlibat kecelakaan dengan sebuah minibus di perlintasan sebidang tanpa palang pintu pada kilometer 76+7/8 petak jalan Stasiun Bamban–Stasiun Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Sabtu (23/5) sekitar pukul 08.31 WIB. Manager Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan petugas segera melakukan proses evakuasi agar jalur kereta kembali aman dilalui. Ia juga menyebut penanganan di lokasi perlintasan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. “Masinis dalam kondisi selamat, namun lokomotif mengalami sejumlah kerusakan materiil. Setelah penanganan darurat selesai, KA Petikemas dapat kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 08.45 WIB,” ujar Anwar. Dalam kejadian tersebut, pengemudi minibus telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Pihak KAI juga menyampaikan keprihatinan dan empati kepada korban serta keluarga atas insiden tersebut. Peristiwa ini turut berdampak pada operasional perjalanan kereta api lain. KA Petikemas sempat berhenti luar biasa selama 14 menit untuk pengecekan, sementara KA Putri Deli relasi Medan–Tanjung Balai tertahan sekitar 5 menit di Stasiun Bamban demi memastikan jalur aman dilalui kembali. KAI Divre I Sumut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu. Pengguna jalan diingatkan untuk selalu berhenti, melihat kanan-kiri, dan memastikan jalur aman sebelum melintas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Keselamatan adalah prioritas utama kita bersama,” ujar pihak KAI Divre I Sumut.

Sumut
| Sabtu, 23 Mei 2026
Foto: Kereta Api Petikemas Tabrak Minibus di Perlintasan Tanpa Palang di Sumut, Jalur Sempat Terganggu | Pifa Net

Polda Metro Jaya Selidiki Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar soal Dugaan Penyekapan dan Pengancaman oleh Hercules

Polda Metro Jaya menyatakan akan melakukan penyelidikan atas laporan Ilma Sani Fitriana, anak penulis Ahmad Bahar, terhadap Ketua Umum ormas GRIB Jaya, Rosario de Marshall (Hercules). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyekapan, pengancaman, hingga peretasan akun komunikasi. Ilma melaporkan Hercules ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5) dengan didampingi kuasa hukumnya, Gufroni. Dalam laporan itu, selain Hercules, beberapa anggota GRIB Jaya juga turut dilaporkan karena diduga terlibat dalam penjemputan paksa terhadap Ilma di kawasan Cimanggis, Kota Depok. Kuasa hukum pelapor, Gufroni, menyebut peristiwa yang dialami kliennya mencakup dugaan penyanderaan, penculikan, ancaman verbal, hingga dugaan penggunaan senjata api. Ia juga mengklaim kliennya sempat dibawa ke kantor pusat GRIB Jaya dan mendapat tekanan serta intimidasi. “Di situ ada ancaman-ancaman bahwa dia akan dipenjara, kemudian ditunjukkan pistol untuk menakut-nakuti,” ujar Gufroni kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Selain dugaan penyekapan, pihak pelapor juga melaporkan adanya dugaan peretasan WhatsApp milik Ilma yang disebut menjadi pemicu konflik. Laporan tersebut telah teregister di Polda Metro Jaya pada 22 Mei 2026. Menanggapi laporan tersebut, pihak GRIB Jaya melalui Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP, Marcel Gual, menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang disampaikan pihak pelapor merupakan opini yang perlu dibuktikan di ranah hukum. “Silakan, ini negara hukum. Tinggal nanti dibuktikan siapa pelaku sebenarnya,” ujarnya. Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penyelidik akan mengklarifikasi pelapor, mengumpulkan bukti, serta melakukan pendalaman kasus. Ia menambahkan, apabila ditemukan unsur pidana, kasus akan ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Saat ini, laporan tersebut masih dalam proses awal pendistribusian ke satuan kerja terkait di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Budi juga menjelaskan bahwa dugaan peristiwa terjadi pada 17 Mei 2026, ketika korban disebut didatangi sejumlah orang, kemudian dibawa untuk diinterogasi sebelum akhirnya dipulangkan beberapa jam kemudian.

Jakarta
| Sabtu, 23 Mei 2026
Foto: Polda Metro Jaya Selidiki Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar soal Dugaan Penyekapan dan Pengancaman oleh Hercules | Pifa Net

Sopir Taksi Green SM Baru 3 Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Polda Metro Jaya mengungkap sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang mengalami kecelakaan tertemper KRL di Bekasi Timur ternyata baru bekerja selama tiga hari sebelum insiden terjadi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan fakta tersebut diketahui setelah penyidik memeriksa RRP sebanyak dua kali pada Selasa (28/4) dan Rabu (29/4). “Dari hasil keterangan sopir taksi yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (30/4). Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) saat taksi listrik yang dikemudikan RRP tertemper KRL jurusan Cikarang-Jakarta di kawasan Bekasi Timur. Dengan demikian, RRP baru tiga hari menjalani pekerjaannya sebagai pengemudi taksi listrik. Selain itu, polisi juga mengungkap RRP hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut sebatas pengenalan dasar kendaraan listrik. “Bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sign, parkir dan lain-lain,” kata Budi. Saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan penanganannya diambil alih Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Polisi menyatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah ditemukan unsur dugaan tindak pidana. Penyidik juga menggandeng Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya gangguan sistem kelistrikan atau komunikasi. “Ini masih kita dalami karena memang kita melihat kejadian baru beberapa hari lalu,” ujar Budi.

Lokal
| Sabtu, 2 Mei 2026
Foto:  Sopir Taksi Green SM Baru 3 Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi | Pifa Net

Anggota TNI AL Gebrak Ambulans di Surabaya, Minta Maaf Usai Viral

Publik Surabaya dihebohkan dengan aksi arogan seorang anggota TNI Angkatan Laut yang melawan arus lalu lintas dan menggebrak mobil ambulans di Jalan Bengawan, Wonokromo. Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/4) itu terekam video amatir dan viral di media sosial. Anggota TNI AL tersebut diketahui bernama Sujarwo dengan pangkat Kopral Kepala (Kopka). Saat kejadian, ia membonceng seorang perempuan dan berpapasan dengan ambulans milik Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) yang sedang menjalankan misi darurat. Koordinator Ambulans YDSF, Sodik menjelaskan ambulans saat itu tengah menuju Rumah Sakit William Booth untuk menjemput pasien kritis yang akan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. “Kita mau menjemput pasien di Rumah Sakit William Booth. Saat itu posisi pasien ini sedang mau dirujuk ke RSUD Soetomo,” kata Sodik, Kamis (30/4). Namun perjalanan ambulans terhambat oleh sejumlah pengendara motor yang melawan arus, termasuk Kopka Sujarwo. Dalam video yang beredar, Sujarwo tampak marah hingga menggebrak badan ambulans dan terlibat adu mulut dengan sopir ambulans. Sodik mengatakan insiden itu menyebabkan keterlambatan penjemputan pasien sekitar 10 menit. “Setelah itu orangnya juga masih marah, juga sempat berkata kotor, terakhir bilang intinya enggak apa diviralkan. Setelah itu kita sampai telat kurang lebih 10 menitan,” ujarnya. Usai video viral, Kopka Sujarwo bersama atasannya mendatangi kantor YDSF pada Rabu (29/4) untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. “Saya atas nama Kopka Sujarwo dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada pihak YDSF driver ambulans atas nama Varhan. Dengan viralnya video di media sosial yang mana kami melanggar lalu lintas. Saya tidak akan mengulangi pelanggaran tersebut,” kata Sujarwo. Pihak YDSF menyatakan telah menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap persoalan selesai secara kekeluargaan. “Untuk permasalahan sudah clear, sudah selesai,” ujar Sodik.

Lokal
| Sabtu, 2 Mei 2026
Foto: Anggota TNI AL Gebrak Ambulans di Surabaya, Minta Maaf Usai Viral | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: Sutarmidji Ziarah ke Makam Raja Tanjungpura, Kenang Jasa Persatuan Kalbar | Pifa Net

Sutarmidji Ziarah ke Makam Raja Tanjungpura, Kenang Jasa Persatuan Kalbar

PIFA, Lokal – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, melakukan ziarah ke Komplek Makam Raja Tanjungpura di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kamis (17/10) pagi. Ziarah ini menjadi napak tilas sejarah persatuan Kalbar yang dipelopori oleh tokoh-tokoh masa lalu, termasuk Opu Daeng Manambon.Perjalanan Sutarmidji ke lokasi ziarah tidak mudah. Dari ibu kota Kabupaten Ketapang, ia bersama rombongan harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer, memakan waktu lebih dari satu jam. Tiba di Komplek Makam Raja Tanjungpura sekitar pukul 10.20 WIB, Sutarmidji langsung menuju makam Perdana Menteri yang terletak di sebelah kanan pintu gerbang. Midji, sapaan akrab Sutarmidji, didampingi oleh juru kunci makam, kemudian mengunjungi satu per satu makam di kompleks tersebut, hingga makam utama raja-raja Kerajaan Matan. Ia menyempatkan diri untuk berdoa serta menabur bunga di makam-makam bersejarah tersebut. Ziarah ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Sutarmidji, setelah sebelumnya ia juga berkunjung saat kampanye Pemilihan Gubernur Kalbar 2018 dan ketika menjabat sebagai gubernur di sela kunjungan kerja ke Ketapang."Saya kalau ke Ketapang saya upayakan bisa berziarah ke Komplek Makam Raja Tanjungpura ini. Karena riwayatnya, Opu Daeng Manambon, Raja Mempawah, itu berdasarkan sejarah adalah orang yang mempersatukan Kalbar," ungkap Midji.Menurut sejarah yang diketahui Sutarmidji, Opu Daeng Manambon merupakan menantu Raja Matan Tanjungpura yang kemudian ditugaskan menjadi Raja Mempawah. Ia dikenal sebagai panglima yang berhasil menyatukan Kalbar, serta memiliki hubungan silsilah yang kuat dengan Kerajaan Matan Tanjungpura."Jauh sebelum saya jadi gubernur, saya sudah berziarah ke sini. Waktu jadi gubernur pun saya sempat datang, dan sekarang karena ada kampanye di Ketapang, saya sempatkan lagi untuk berziarah. Ini makam tokoh-tokoh yang berjasa mempersatukan Kalbar," jelas Midji.Sutarmidji berharap semangat persatuan dan kesatuan yang diwariskan oleh para pendahulu dapat terus dijaga oleh masyarakat Kalbar. Selain itu, ia melihat bahwa Komplek Makam Raja Tanjungpura memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi, mengingat nilai sejarah yang dimilikinya."Jalan menuju kompleks makam ini seharusnya diperbaiki agar lebih mudah diakses, terutama untuk wisatawan yang ingin berziarah. Bahkan ada kabar bahwa orang-orang dari Malaysia juga sering berziarah ke sini. Dengan napak tilas sejarah, makam ini bisa menjadi tempat wisata religi yang menarik," tutupnya.Sutarmidji juga menyoroti penataan makam yang sudah tertata rapi, meski akses jalan menuju lokasi masih memerlukan perbaikan agar mendukung potensi wisata sejarah dan religi di Kalbar. (bel)

Ketapang
| Jumat, 18 Oktober 2024

Lokal

Foto: Banjir di Desa Darit Makin Parah, Tingginya Capai Atap Rumah Warga | Pifa Net

Banjir di Desa Darit Makin Parah, Tingginya Capai Atap Rumah Warga

PIFA.CO.ID, LOKAL - Bencana banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Manyuke, Kabupaten Landak yakni Desa Darit dan Desa Ansang dilaporkan semakin parah. Adapun banjir di wilayah itu sudah terjadi sejak 21 Januari 2025. Ketinggian air diperkirakan mencapai 3-4 meter di beberapa wilayah khususnya pasar Darit, membuat banyak rumah dan fasilitas umum terendam.Menurut Analisa Kebijakan Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Paulus Juwell mengatakan, banjir terbesar selama 30 tahun terakhir ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari terakhir.Menurut Paulus Jowell, meskipun tidak ada korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerugian material seperti sepeda motor, mobil dan material lainnya yang terjebak mengalami kerusakan. Fasilitas umum seperti sekolah juga terdampak banjir.Dari keluhan sejumlah warga, saat ini dibutuhkan Perahu Karet dan tenaga relawan untuk evakuasi. Selain itu, dibutuhkan bahan pangan dan obat-obatan serta relawan untuk mendirikan Dapur Umum dan pendistribusi bantuan ke rumah-rumah yang terisolir.Saat ini tim evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, anggota Koramil 05 Menyuke dan anggota Polsek Menyuke bersama warga setempat telah bergerak untuk membantu warga terdampak. Mereka telah mengevakuasi puluhan warga ke tempat-tempat yang lebih aman.

Darit
| Kamis, 23 Januari 2025

Lokal

Foto: Suarakan Isu Lokal Dan Nasional, FPR Kalbar Gelar Aksi “ 24 Tahun Reformasi Mati" | Pifa Net

Suarakan Isu Lokal Dan Nasional, FPR Kalbar Gelar Aksi “ 24 Tahun Reformasi Mati"

Berita Pontianak, PIFA - Aliansi yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Kalimantan Barat menggelar aksi damai  dalam rangka memperingati 24 Tahun Reformasi dan May Day, dengan  mengusung tema 24 TAHUN REFORMASI MATI : "Terus Perkuat Persatuan Pemuda Mahasiswa klas Buruh, Kaum tani dan seluruh Rakyat, Lawan Seluruh Kebijakan Rezim Anti Rakyat, dan Menangkan Tuntutan Rakyat". Yang  diselenggarakan di Tugu Digulis, Kota Pontianak, pada Sabtu (21/05/2022) sore.   Aliansi FPR Kalbar terdiri dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Pontianak, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Wilayah Kalimantan Barat, Himpunan Mahasiswa Papua (Himapa) Kalbar, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Untan.    Koordinator aksi Arifin mengatakan memperingati hari Reformasi ini ada beberapa isu yang dibawakan yang tidak hanya berkaitan dengan mahasiswa tapi juga berkaitan dengan isu permasalahan rakyat.   “Momentum reformasi ini tidak hanya dari gerakan mahasiswa, maka selain isu soal pergerakan mahasiswa kita juga mengangkat isu soal rakyat dari kaum tani, buruh, rakyat miskin kota ,” ujarnya.   Arifin yang juga merupakan ketua FMN  Pontianak ini menuturkan, Aksi  damai yang   disertai dengan panggung bebas ini juga menyuarakan isu permasalahan lokal yang ada di Kalbar khususnya isu mengenai kaum petani.    “Untuk tuntutan ada beberapa tuntutan baik dari nasional maupun lokal, untuk masalah lokal kita mengakat masalah kriminalisasi dan intimidasi kaum tani di Kubu Raya, Landak, dan Bengkayang,” jelasnya.    Sementara itu salah satu peserta aksi Yetno yang juga merupakan anggota dari Agra Kalbar mengatakan  masalah di klas buruh, petani, omnibuslaw dan berbagai macam permasalahan terus  disuarakan.   “24 tahun Gerakan Reformasi belum ada perubahan hal ini dikarenakan masih banyaknya pembungkaman organisasi, pelarangan berkumpul, banyak dipenjarakan dan dikriminalisasikan para aktivis dan petani, hal ini menimbulkan gerakan seperti diwadas dan lainnya hal inilah yang kita angkat dan disuarakan,” tegasnya.   Berdasarkan isu yang sudah disuarakan melalui aksi dami dan panggung rakyat  maka dari  situasi dasar tersebutlah, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Kalimantan Barat  menyatakan Sikap dan Tuntutan sebagai berikut :   1. Hentikan segala bentuk tindakan Kriminalisasi, Intimidasi, Teror dan Pembunuhan dalam upaya pembungkaman demokrasi terhadap Klas Buruh, Kaum tani, Masyarakat Adat, Pemuda Mahasiswa dan seluruh rakyat yang memperjuangkan hak demokratisnya 2. Tangkap, Adili dan Penjarakan semua Aparat Negara dan Preman bayaran yang melakukan penembakan, pemukulan dan Intimidasi terhadap Rakyat 3. Bebaskan Seluruh Aktivis Buruh, Tani, Nelayan, Masyarakat Adat, Perempuan, Pemuda dan Mahasiswa yang memperjuangkan hak demokratisnya 4. Turunkan Harga Minyak Goreng, BBM, Tarif Dasar Listrik, LPG dan Pajak bagi Rakyat serta Penuhi ketersediaan kebutuhan pokok rakyat. 5. Cabut UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan-peraturan turunnya yang sangat menyengsarakan Klas Buruh 6. Berikan jaminan atas harga jual yang stabil bagi kaum tani, seperti kelapa sawit, karet, kopra, lada, pinang dan komoditi lainnya 7. Berikan pengakuan dan penghormatan yang sejati bagi Masyarakat Adat atas hak wilayah adatnya tanpa Reforma Agraria Palsu dan Perhutanan Sosial. 8. Berikan perlindungan terhadap kaum tani dalam memanfaatkan dan mengelola kekayaan alam yang ada diwilayahnya. 9. Berikan Akses pendidikan yang murah dan peningkatan fasilitas dalam pendidikan serta wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat 10. Berikan Fasilitas kesehatan yang layak  dan gratis bagi seluruh rakyat miskin di Indonesia 11. Tolak perang antar Imperialis di Dunia yang merugikan bagi negara lain. (ja) 

Kalbar
| Minggu, 22 Mei 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5