Lokal
Kalbar Siap Berangkatkan 2.563 Calon Jemaah Haji Tahun Ini
PIFA, Lokal - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji bersama Wakil Gubernur Ria Norsan, resmi melepas calon jamaah haji asal Kalbar yang akan menunaikan ibadah haji (Mekkah, Arab Saudi). Seremonial pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Akcaya, di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (13/6/2023). Dalam sambutannya, Sutarmidji berpesan kepada CJH untuk menjaga kesehatan selama proses ibadah haji di Mekkah dan benar-benar berniat semata-mata beribadah kepada Allah SWT. "Untungnya Kalbar ini gelombang kedua jadi langsung ke Mekkah, laksanakan prosesi hajinya dengan baik, jaga kesehatan, jangan belanja dulu, nanti pulangnya saja di Madinah," pesannya. Dirinya juga menambahkan kepada jemaah haji untuk membawa perbekalan secukupnya saja dari Indonesia menuju ke tanah suci. "Dari sini juga jangan banyak bawa bekal ini itu, makanan Indonesia disana juga ada. Jadi boleh saja membawa makanan untuk selera makan, tetapi jangan berlebihan," tambahnya. Selanjutnya, untuk para petugas haji harus memperhatikan jemaah jaji serta melayaninya. Dia meminta CJH untuk taat aturan serta mengikuti arahan dari petugas haji. "Jangan ada yang merasa jemawa, karena sudah sering kesini (tanah suci). Yakinlah apa yang dilakoni menjadi garis yang sudah ditentukan Allah. Kemudian, beribadah juga harus pada ilmunya, ikuti tuntunan yang benar. Jangan sampai ibadah kita mengganggu ibadah orang lain," pintanya. Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kalbar ini mengingatkan kepada para CJH tetap menjaga kebugaran fisik selama prosesi haji terutama kepada yang sudah lanjut usia (lansia). "Saya berharap jaga betul stamina bapak/ibu terutama yang lansia, petugas haji perhatikan betul-betul seperti ibu/bapak yang sudah 90 tahun itu. Saling menjaga satu dengan lainnya. Jaga kekompakan. Semoga semuanya menjadi Haji yang Mabrur," harap Sutarmidji. (ap)
Kalbar
| Rabu, 14 Juni 2023

Trending
GMNI FISIP Untan Pontianak Desak Pemerintah Agar Lebih Serius Atasi Kelangkaan Minyak Goreng
Pontianak
| Sabtu, 19 Maret 2022

Kunjungi Desa Kensuray Dan Desa Bahenap, Wabup Kapuas Hulu Pantau Langsung Potensi Kopi Bahenap
Kapuas Hulu
| Sabtu, 29 Januari 2022

Mitsubishi Strada Warna Putih Tabrak Pagar Rumah Warga di Melawi
Melawi
| Sabtu, 11 September 2021

Modus Ingin Berdonasi, Pelaku Hipnotis yang Rampas Uang Korban Rp 55 Juta di Ketapang Ditangkap
Ketapang
| Rabu, 26 Februari 2025

Ucapkan Selamat PGRI Ke-76, Garuda Menilai Peran Guru Penting Dalam Pembentukan Bangsa
Pontianak
| Jumat, 26 November 2021

Pemkot Pontianak Terbitkan Surat Edaran untuk Tingkatkan Keselamatan Berkendara
Pontianak
| Jumat, 10 Januari 2025

Open BO Rp 250 Ribu, Gadis 17 Tahun di Pontianak Malah Dihajar Pelanggan
Pontianak
| Senin, 14 April 2025

Peringati Hari Ibu, Panitia Pelaksanaan Ziarah Ke TMP Patriot Bangsa Sanggau
Sanggau
| Rabu, 15 Desember 2021

Ungkapkan Ada 148 Kejadian Bencana Selama Tahun 2021, BPBD Kapuas Hulu Imbau Masyarakat Agar Tetap Waspada
Kapuas Hulu
| Selasa, 11 Januari 2022

Sutarmidji-Didi Disambut Hangat di Nanga Mahap, Warga Berharap Pembangunan Lanjut!
Nanga Mahap
| Selasa, 12 November 2024

Berita Terbaru
Lokal

Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026
Lokal

Kekeringan Mulai Meluas, Ribuan Warga di Jabar dan Jateng Kesulitan Air Bersih
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya 2.245 warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Dalam laporan kejadian bencana periode 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, BNPB menyebut fenomena hidrometeorologi kering mulai muncul di beberapa wilayah, di tengah masih terjadinya banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar satu bulan. Kondisi itu menyebabkan 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sementara itu, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kekeringan yang berlangsung sepanjang Juni berdampak pada tiga desa di Kecamatan Kemalang, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. BNPB mencatat sebanyak 393 KK atau 1.445 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan mengakses air bersih. BPBD Kabupaten Klaten bersama pemerintah desa setempat telah berkoordinasi untuk melakukan penanganan, termasuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga. Selain kekeringan, BNPB juga mencatat banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (15/6). Bencana tersebut berdampak pada 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 orang di antaranya harus mengungsi. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, sementara kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang terjadi pada 11 Juni lalu diduga dipicu cuaca panas serta kondisi vegetasi yang kering sehingga api cepat merambat di area perbukitan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah daerah.
Lokal
| Selasa, 16 Juni 2026
Lokal

Sungai Cibanten Menghitam, Relawan Soroti Maraknya Pembuangan Sampah Sembarangan
Kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, memprihatinkan. Sungai yang memiliki nilai sejarah penting pada masa Kesultanan Banten itu kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga yang menutupi sebagian aliran sungai. Temuan tersebut terlihat saat Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (14/6). Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengatakan relawan menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sandal bekas, pakaian, styrofoam, hingga limbah rumah tangga lainnya yang dibuang ke sungai maupun area sekitarnya. "Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong," ujar Lulu, Senin (15/6). Menurutnya, saat kegiatan berlangsung, relawan bahkan masih menyaksikan warga yang membuang sampah ke sungai dan lahan kosong. Beberapa di antaranya membuang sampah dari atas jembatan ketika melintas. "Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," katanya. Sungai Cibanten memiliki panjang sekitar 35 kilometer dan pada masa Kesultanan Banten pernah menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan kawasan hulu di Gunung Karang hingga hilir di Karangantu. Kini, kondisi sungai tersebut dipenuhi sampah dan airnya terlihat menghitam. Melihat kondisi itu, para relawan mendorong Pemerintah Kota Serang untuk memperkuat penegakan aturan terkait pengelolaan sampah, khususnya Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021. Selain penegakan hukum, mereka juga mengusulkan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah, termasuk pemasangan kamera pengawas dan operasi penertiban secara rutin. Lulu menilai sanksi sosial yang bersifat edukatif dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya. Ia juga mengusulkan pelanggar diberi kewajiban mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan, sementara pemerintah memperbanyak fasilitas pembuangan sampah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih dan lingkungan menjadi sehat," tutupnya.
Jakarta
| Senin, 15 Juni 2026
Berita Populer
Lokal

Kalbar Siap Berangkatkan 2.563 Calon Jemaah Haji Tahun Ini
PIFA, Lokal - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji bersama Wakil Gubernur Ria Norsan, resmi melepas calon jamaah haji asal Kalbar yang akan menunaikan ibadah haji (Mekkah, Arab Saudi). Seremonial pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Akcaya, di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (13/6/2023). Dalam sambutannya, Sutarmidji berpesan kepada CJH untuk menjaga kesehatan selama proses ibadah haji di Mekkah dan benar-benar berniat semata-mata beribadah kepada Allah SWT. "Untungnya Kalbar ini gelombang kedua jadi langsung ke Mekkah, laksanakan prosesi hajinya dengan baik, jaga kesehatan, jangan belanja dulu, nanti pulangnya saja di Madinah," pesannya. Dirinya juga menambahkan kepada jemaah haji untuk membawa perbekalan secukupnya saja dari Indonesia menuju ke tanah suci. "Dari sini juga jangan banyak bawa bekal ini itu, makanan Indonesia disana juga ada. Jadi boleh saja membawa makanan untuk selera makan, tetapi jangan berlebihan," tambahnya. Selanjutnya, untuk para petugas haji harus memperhatikan jemaah jaji serta melayaninya. Dia meminta CJH untuk taat aturan serta mengikuti arahan dari petugas haji. "Jangan ada yang merasa jemawa, karena sudah sering kesini (tanah suci). Yakinlah apa yang dilakoni menjadi garis yang sudah ditentukan Allah. Kemudian, beribadah juga harus pada ilmunya, ikuti tuntunan yang benar. Jangan sampai ibadah kita mengganggu ibadah orang lain," pintanya. Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kalbar ini mengingatkan kepada para CJH tetap menjaga kebugaran fisik selama prosesi haji terutama kepada yang sudah lanjut usia (lansia). "Saya berharap jaga betul stamina bapak/ibu terutama yang lansia, petugas haji perhatikan betul-betul seperti ibu/bapak yang sudah 90 tahun itu. Saling menjaga satu dengan lainnya. Jaga kekompakan. Semoga semuanya menjadi Haji yang Mabrur," harap Sutarmidji. (ap)
Kalbar
| Rabu, 14 Juni 2023
Lokal

GMNI FISIP Untan Pontianak Desak Pemerintah Agar Lebih Serius Atasi Kelangkaan Minyak Goreng
Berita Pontianak, PIFA - Yogi salah satu aktivis GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) DPK FISIP UNTAN Pontianak, mendesak agar Pemerintah lebih serius dan tegas untuk mengatasi krisis minyak goreng yang tengah dihadapi oleh masyarakat saat ini. Yogi yang merupakan Kabid Politik Hukum & HAM GMNI DPK FISIP UNTAN Pontianak menyampaikan, hal ini dikarenakan kelangkaan minyak goreng ditingkat pedagang masih terjadi di berbagai daerah, sehingga mengakibatkan harganya sangat tinggi. Hal ini tentu membebani rumah tangga hingga pelaku usaha, terutama di sektor mikro. Terlebih, kenaikan ini tidak sebanding dengan penghasilan pelaku usaha. Apalagi para pelaku usaha yang baru bangkit dari hantaman Pandemi Covid-19. “Ya, tentu melihat kondisi pada saat ini yang dimana terjadi kelangkaan minyak goreng di berbagai daerah tentu pemerintah harus lebih serius dan tegas dalam mengambil tindakan. Ironis jika negara penghasil CPO dan minyak goreng berbahan baku sawit terbesar di dunia namun rakyat kesulitan mendapatkannya,” kata Yogi, Sabtu (19/3/2022). Seperti yang diketahui baru baru ini pemerintah mengeluarkan aturan terkait harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan HET Minyak Goreng Sawit yang berlaku mulai 1 Februari 2022 lalu. Namun aturan itu tidak sesuai dengan aplikatifnya. “Tentu. Seharusnya pemerintah harus lebih serius menangani persoalan tersebut, jangan hanya mengeluarkan aturan saja tetapi tidak disertai dengan tindakan yang kongkret,” tegasnya. Tidak hanya itu, Yogi juga meminta kepada pemerintah dan sektor perusahaan kelapa sawit di setiap daerah agar segera menyelenggarakan operasi pasar murah khususnya minyak goreng. “Hal tersebut pun tentu akan meringankan beban masyarakat yang mana di tengah erai-berai kelangkaan minyak goreng yang tengah dihadapkan pada saat ini,” terangnya. Yogi juga menegaskan agar pemerintah tidak setengah-setengah menangani dan memberikan solusi yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ia juga meminta agar satuan tugas (Satgas) Pangan bergerak ke akar rumput untuk memberantas jika ada oknum-oknum kartel nakal. “Pemerintah harus serius dan tegas dalam memaksimalkan hal tersebut. Semoga apa yang lakukan bisa memberikan solusi yang tepap untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng,” tutupnya. (ja)
Pontianak
| Sabtu, 19 Maret 2022
Lokal

Kunjungi Desa Kensuray Dan Desa Bahenap, Wabup Kapuas Hulu Pantau Langsung Potensi Kopi Bahenap
Berita Kapuas Hulu, PIFA - Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat S.T menggunakan motor ke Dusun Sepan Padang Desa Bahenap, salah satu desa di pedalaman kecamatan Kalis, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kamis (27/1/2022). Wahyudi Hidayat membawa rombongan dengan mengunakan motor trail, menyusuri hutan dan berjibaku dengan lumpur, untuk sampai ke Bahenap bahkan sempat terjatuh dari kendaraan yang di gunakan. Perjalanan melelahkan terbayar saat menjumpai masyarakat. Wakil Bupati Wahyudi Hidayat memantau langsung potensi kopi Bahenap, yang sudah terkenal akan cita rasa enaknya. “Kemaren kami mencoba masuk Kensurai ke Bahenap, jalan jelek dan sempat jatuh. Tapi Ini gunanya berkunjung ke sana, ada potensi kopi yang saya dan kawan-kawan temukan,” ujarnya. Saat berdiskusi dengan masyarakat petani kopi disana, wabup mendapati bahwa masyarakat belum terlalu paham akan perawatan kopi, guna meningkatkan produktifitas. Wahyu menyampaikan telah mengkomunikasikan ke Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu untuk mendorong pelatihan bagi para petani kopi Bahenap. “Saya sudah instruksikan Dinas pertanian agar memberi pelatihan untuk meningkatkan produksi. Pelatihan secepatnya, kalau bisa bantu pupuk juga agar produksi masyarakat lebih baik,” paparnya. Wahyu mengatakan informasi dari warga sekitar permintaan dari luar daerah untuk kopi bahenap sudah banyak, namun produksi masyarakat belum cukup untuk memenuhinya. Sebab bimbingan dan pendampingan dari Pemkab Kapuas Hulu sangat dibutuhkan masyarakat bahenap. “Kopinya enak, citarasanya khas. Bila dicampur jahe lebih enak lagi,” ucapnya. Terkait jalan yang rusak, Wabup mengatakan status jalan tersebut berada dalam kawasan hutan, sehingga Pemkab terbentur di kewenangan untuk melakukan perbaikan. Namun kedepan, kata Wabup itu akan dicoba bagaimana cara yang tepat dan prosedural untuk membangunnya. “Saya langsung mengunjungi untuk tahu kondisi itu. Jalan ini masih kawasan hutan lindung dan masih jelek, nanti kita usahakan sesuai aturan untuk solusinya,” tutupnya. (ja)
Kapuas Hulu
| Sabtu, 29 Januari 2022
Feeds
Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026

Kekeringan Mulai Meluas, Ribuan Warga di Jabar dan Jateng Kesulitan Air Bersih
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya 2.245 warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Dalam laporan kejadian bencana periode 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, BNPB menyebut fenomena hidrometeorologi kering mulai muncul di beberapa wilayah, di tengah masih terjadinya banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar satu bulan. Kondisi itu menyebabkan 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sementara itu, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kekeringan yang berlangsung sepanjang Juni berdampak pada tiga desa di Kecamatan Kemalang, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. BNPB mencatat sebanyak 393 KK atau 1.445 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan mengakses air bersih. BPBD Kabupaten Klaten bersama pemerintah desa setempat telah berkoordinasi untuk melakukan penanganan, termasuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga. Selain kekeringan, BNPB juga mencatat banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (15/6). Bencana tersebut berdampak pada 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 orang di antaranya harus mengungsi. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, sementara kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang terjadi pada 11 Juni lalu diduga dipicu cuaca panas serta kondisi vegetasi yang kering sehingga api cepat merambat di area perbukitan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah daerah.
Lokal
| Selasa, 16 Juni 2026

Sungai Cibanten Menghitam, Relawan Soroti Maraknya Pembuangan Sampah Sembarangan
Kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, memprihatinkan. Sungai yang memiliki nilai sejarah penting pada masa Kesultanan Banten itu kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga yang menutupi sebagian aliran sungai. Temuan tersebut terlihat saat Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (14/6). Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengatakan relawan menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sandal bekas, pakaian, styrofoam, hingga limbah rumah tangga lainnya yang dibuang ke sungai maupun area sekitarnya. "Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong," ujar Lulu, Senin (15/6). Menurutnya, saat kegiatan berlangsung, relawan bahkan masih menyaksikan warga yang membuang sampah ke sungai dan lahan kosong. Beberapa di antaranya membuang sampah dari atas jembatan ketika melintas. "Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," katanya. Sungai Cibanten memiliki panjang sekitar 35 kilometer dan pada masa Kesultanan Banten pernah menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan kawasan hulu di Gunung Karang hingga hilir di Karangantu. Kini, kondisi sungai tersebut dipenuhi sampah dan airnya terlihat menghitam. Melihat kondisi itu, para relawan mendorong Pemerintah Kota Serang untuk memperkuat penegakan aturan terkait pengelolaan sampah, khususnya Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021. Selain penegakan hukum, mereka juga mengusulkan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah, termasuk pemasangan kamera pengawas dan operasi penertiban secara rutin. Lulu menilai sanksi sosial yang bersifat edukatif dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya. Ia juga mengusulkan pelanggar diberi kewajiban mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan, sementara pemerintah memperbanyak fasilitas pembuangan sampah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih dan lingkungan menjadi sehat," tutupnya.
Jakarta
| Senin, 15 Juni 2026

Cuaca Buruk dan Muatan Berlebih, Puluhan Penumpang Kapal Dievakuasi di Kepulauan Seribu
Sebanyak 26 penumpang dan tiga awak KM Sumber Makmur berhasil dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kendala di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (13/6). Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah satu penumpang sekitar pukul 06.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak lima menit kemudian menggunakan kapal penyelamat KM Satria Biru dengan enam personel menuju lokasi kejadian. “Ada enam personel ke lokasi untuk melakukan pertolongan,” kata Gatot. Menurutnya, KM Sumber Makmur berlayar dari Dermaga Rawasaban, Tangerang, menuju wilayah Kepulauan Seribu Utara dengan membawa 26 penumpang serta tiga awak kapal, termasuk nakhoda. Di tengah perjalanan, kapal mengalami kendala akibat cuaca buruk yang disertai muatan berlebih. Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran karena dinilai berisiko terhadap keselamatan seluruh penumpang. “Seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke KM Satria Biru dalam keadaan selamat. Sementara KM Sumber Makmur kemudian ditarik menuju Pulau Panggang untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Gatot. Sekitar pukul 07.30 WIB, seluruh penumpang bersama kapal yang bermasalah tersebut telah tiba di Pulau Panggang dalam kondisi aman. Gatot mengingatkan pentingnya memperhatikan kapasitas angkut kapal demi keselamatan pelayaran. “Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan berlayar apabila muatan kapal sudah melebihi kapasitas,” tegasnya. Sementara itu, nakhoda KM Sumber Makmur, Sadam, menyampaikan apresiasi kepada petugas Sudin Gulkarmat yang bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga seluruh penumpang dapat diselamatkan tanpa ada korban jiwa. “Berkat respons cepat petugas, seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan selamat,” katanya.
Lokal
| Minggu, 14 Juni 2026

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Industri Cikupa, Enam Bangunan Hangus
Kebakaran besar melanda enam bangunan di Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (14/6). Insiden tersebut menyebabkan seorang pekerja mengalami luka bakar dan sejumlah bangunan industri hangus dilalap api. Api terlihat berkobar hebat disertai kepulan asap hitam tebal yang membumbung tinggi hingga dapat terlihat dari jarak beberapa kilometer. Proses pemadaman juga diwarnai suara ledakan yang beberapa kali terdengar dari dalam area kebakaran. Komandan Pleton Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Amirudin, mengatakan titik api pertama kali muncul di bagian belakang gudang penyimpanan pipa paralon milik PT Sanfu Plastic Indonesia. “Karena angin kencang, api merambat keenam bangunan dari tiga perusahaan yang ada di sini,” kata Amirudin di lokasi kejadian. Menurutnya, bangunan yang terdampak digunakan untuk berbagai kegiatan industri, mulai dari penyimpanan pipa, produksi ikat rambut, hingga pengolahan biji plastik. Untuk mengendalikan kobaran api, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan 10 unit armada pemadam kebakaran. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama angin kencang yang mempercepat penyebaran api serta keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. “Angin cukup kencang sehingga api cepat merambat ke bangunan lain. Kendala kedua, kita kesulitan menjangkau sumber air yang sangat minim,” jelas Amirudin. Dalam peristiwa tersebut, satu orang karyawan PT Sanfu Plastic Indonesia mengalami luka bakar pada bagian lengan kanan. Korban telah mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, petugas masih terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi. Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan akan diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian setelah proses penanganan selesai dilakukan.
Jakarta
| Minggu, 14 Juni 2026

Lansia di PIK Lolos dari Upaya Penculikan, Dua Terduga Pelaku Diburu Polisi
Seorang pria lanjut usia berinisial GH (70) nyaris menjadi korban penculikan saat berolahraga pagi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Berkat perlawanan yang dilakukan korban, aksi tersebut gagal dan pelaku melarikan diri dari lokasi. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Mei 2026 sekitar pukul 06.55 WIB dan terekam sejumlah kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. "Polsek Metro Penjaringan mendapatkan laporan polisi terkait dugaan percobaan penculikan dan atau penganiayaan yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk," ujar Sampson. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para pelaku diduga menggunakan sebuah mobil untuk mengikuti korban yang sedang berjalan di sekitar tempat tinggalnya. Tidak lama kemudian, salah seorang pelaku turun dari kendaraan dan langsung mendekati korban. Pelaku disebut berusaha memaksa korban masuk ke dalam mobil. Namun, korban melakukan perlawanan hingga terjadi pergulatan di tepi jalan. Korban terus berteriak meminta pertolongan sambil berupaya melepaskan diri. Tindakan tersebut diduga membuat para pelaku panik dan akhirnya membatalkan aksinya sebelum melarikan diri dari lokasi. Menurut Sampson, korban merupakan seorang karyawan swasta yang mengaku tidak memiliki konflik dengan pihak mana pun. Korban juga tidak mengenali orang-orang yang mencoba menculiknya. Polisi kini masih mendalami motif di balik percobaan penculikan tersebut. Penyidik sedang menelusuri rekaman CCTV dari berbagai titik untuk memetakan pergerakan kendaraan yang digunakan para pelaku. "Motifnya masih kita dalami dan tim sedang menelusuri titik-titik CCTV yang mengarah kepada tempat kejadian perkara. Semoga dalam waktu dekat kita dapat mengungkap para pelaku ini," katanya. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga jumlah pelaku lebih dari dua orang. Meski demikian, dua terduga pelaku telah berhasil diidentifikasi dan saat ini tengah dalam pengejaran. "Sudah teridentifikasi dua terduga pelaku," ujar Sampson. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka lecet setelah terjatuh saat bergulat dengan pelaku. Selain luka fisik ringan, korban juga sempat mengalami trauma pascakejadian. "Luka lecet saja karena pas jatuh saat bergelut. Trauma ada tapi tidak terlalu," tuturnya. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa korban dan enam orang saksi guna mengungkap identitas serta motif para pelaku yang terlibat dalam percobaan penculikan tersebut.
Jakarta
| Minggu, 14 Juni 2026

Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan Usai Diduga Gelar Pesta Miras di Kantor Kelurahan
Dua lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diamankan polisi setelah diduga menggelar pesta minuman keras bersama dua wanita di kantor kelurahan. Keduanya bahkan nyaris menjadi sasaran amuk warga yang memergoki aktivitas tersebut. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan pihaknya telah mengamankan kedua lurah tersebut beserta dua wanita yang berada di lokasi. “Iya betul, petugas mengamankan kedua lurah tersebut bersama dua wanita,” kata Welliwanto, Minggu (14/6). Peristiwa itu terjadi pada Jumat (12/6) malam. Lurah Poasia berinisial ZM (53) dan Lurah Talia berinisial RAK (41) diduga menggelar pesta minuman keras di Kantor Lurah Poasia. Menurut polisi, kedua pejabat tersebut juga memesan dua wanita melalui sebuah aplikasi. Namun, situasi berubah menjadi keributan setelah terjadi perselisihan terkait biaya yang sebelumnya telah disepakati. Pertengkaran yang terjadi di dalam kantor kelurahan itu kemudian menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga mendatangi lokasi dan mendapati kantor pemerintahan diduga digunakan untuk kegiatan yang tidak semestinya. “Dua wanita ini dipesan melalui aplikasi hijau, sementara ini masih kita dalami,” ungkap Welliwanto. Kemarahan warga sempat memuncak setelah mengetahui lokasi pesta berada di kantor kelurahan. Beruntung, aparat kepolisian yang menerima laporan segera tiba di lokasi dan mengevakuasi kedua lurah tersebut sebelum terjadi tindakan yang lebih jauh. Sementara itu, Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara kedua lurah dari jabatannya. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, mengatakan keputusan tersebut diambil agar proses hukum yang sedang berjalan dapat diselesaikan tanpa mengganggu jalannya pemerintahan. “Kami menonaktifkan keduanya untuk menyelesaikan persoalan hukum yang mereka hadapi,” kata Alfian. Meski kedua lurah dinonaktifkan, Pemkot Kendari memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Untuk sementara, tugas pemerintahan di kedua wilayah tersebut akan dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas. “Untuk sementara, tugas-tugas pemerintahan akan dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” ujarnya. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri keterlibatan para pihak yang berada di lokasi kejadian.
Lokal
| Minggu, 14 Juni 2026

Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk
BEKASI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026) petang. Kobaran api yang membesar dengan cepat dilaporkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang berisi limbah plastik sebelum menyebar ke permukiman. "Api dari gudang merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi gudang itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi kejadian. Menurut Ferdi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke sedikitnya tiga rumah warga dan turut menghanguskan satu unit truk yang terparkir di dalam area gudang. Ia mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Sudah ada beberapa rumah yang terkena. Tadi warga sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya. Hingga lebih dari dua jam setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. "Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya. Selain armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI. Adhi menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala karena gudang yang terbakar menyimpan berbagai jenis limbah seperti plastik, kain tekstil, dan material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. "Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar nanti dari pihak kepolisian yang menjelaskan setelah proses penyelidikan," ujarnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam fokus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu
KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto. "Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam. Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya. "Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah. "Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka. "Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya. Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali. Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut
Dua karyawan toko aksesori ponsel ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun tidak mendapat respons dari dalam bangunan. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan saat pintu ruko dibuka paksa, ditemukan empat orang di dalam kamar. Dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak sadarkan diri. “Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya pingsan,” ujar Rahmat, Minggu (24/5). Dua korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Tebing Tinggi dan AA (22) warga Serdang Bedagai. Sementara dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga kuat penyebab kejadian adalah keracunan asap dari genset yang digunakan saat listrik padam. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Jumat (22/5) sore akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu cuaca buruk, dan berdampak pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.
Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Kalbar Siap Berangkatkan 2.563 Calon Jemaah Haji Tahun Ini
PIFA, Lokal - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji bersama Wakil Gubernur Ria Norsan, resmi melepas calon jamaah haji asal Kalbar yang akan menunaikan ibadah haji (Mekkah, Arab Saudi). Seremonial pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Akcaya, di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (13/6/2023). Dalam sambutannya, Sutarmidji berpesan kepada CJH untuk menjaga kesehatan selama proses ibadah haji di Mekkah dan benar-benar berniat semata-mata beribadah kepada Allah SWT. "Untungnya Kalbar ini gelombang kedua jadi langsung ke Mekkah, laksanakan prosesi hajinya dengan baik, jaga kesehatan, jangan belanja dulu, nanti pulangnya saja di Madinah," pesannya. Dirinya juga menambahkan kepada jemaah haji untuk membawa perbekalan secukupnya saja dari Indonesia menuju ke tanah suci. "Dari sini juga jangan banyak bawa bekal ini itu, makanan Indonesia disana juga ada. Jadi boleh saja membawa makanan untuk selera makan, tetapi jangan berlebihan," tambahnya. Selanjutnya, untuk para petugas haji harus memperhatikan jemaah jaji serta melayaninya. Dia meminta CJH untuk taat aturan serta mengikuti arahan dari petugas haji. "Jangan ada yang merasa jemawa, karena sudah sering kesini (tanah suci). Yakinlah apa yang dilakoni menjadi garis yang sudah ditentukan Allah. Kemudian, beribadah juga harus pada ilmunya, ikuti tuntunan yang benar. Jangan sampai ibadah kita mengganggu ibadah orang lain," pintanya. Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kalbar ini mengingatkan kepada para CJH tetap menjaga kebugaran fisik selama prosesi haji terutama kepada yang sudah lanjut usia (lansia). "Saya berharap jaga betul stamina bapak/ibu terutama yang lansia, petugas haji perhatikan betul-betul seperti ibu/bapak yang sudah 90 tahun itu. Saling menjaga satu dengan lainnya. Jaga kekompakan. Semoga semuanya menjadi Haji yang Mabrur," harap Sutarmidji. (ap)
Kalbar
| Rabu, 14 Juni 2023
Lokal

GMNI FISIP Untan Pontianak Desak Pemerintah Agar Lebih Serius Atasi Kelangkaan Minyak Goreng
Berita Pontianak, PIFA - Yogi salah satu aktivis GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) DPK FISIP UNTAN Pontianak, mendesak agar Pemerintah lebih serius dan tegas untuk mengatasi krisis minyak goreng yang tengah dihadapi oleh masyarakat saat ini. Yogi yang merupakan Kabid Politik Hukum & HAM GMNI DPK FISIP UNTAN Pontianak menyampaikan, hal ini dikarenakan kelangkaan minyak goreng ditingkat pedagang masih terjadi di berbagai daerah, sehingga mengakibatkan harganya sangat tinggi. Hal ini tentu membebani rumah tangga hingga pelaku usaha, terutama di sektor mikro. Terlebih, kenaikan ini tidak sebanding dengan penghasilan pelaku usaha. Apalagi para pelaku usaha yang baru bangkit dari hantaman Pandemi Covid-19. “Ya, tentu melihat kondisi pada saat ini yang dimana terjadi kelangkaan minyak goreng di berbagai daerah tentu pemerintah harus lebih serius dan tegas dalam mengambil tindakan. Ironis jika negara penghasil CPO dan minyak goreng berbahan baku sawit terbesar di dunia namun rakyat kesulitan mendapatkannya,” kata Yogi, Sabtu (19/3/2022). Seperti yang diketahui baru baru ini pemerintah mengeluarkan aturan terkait harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan HET Minyak Goreng Sawit yang berlaku mulai 1 Februari 2022 lalu. Namun aturan itu tidak sesuai dengan aplikatifnya. “Tentu. Seharusnya pemerintah harus lebih serius menangani persoalan tersebut, jangan hanya mengeluarkan aturan saja tetapi tidak disertai dengan tindakan yang kongkret,” tegasnya. Tidak hanya itu, Yogi juga meminta kepada pemerintah dan sektor perusahaan kelapa sawit di setiap daerah agar segera menyelenggarakan operasi pasar murah khususnya minyak goreng. “Hal tersebut pun tentu akan meringankan beban masyarakat yang mana di tengah erai-berai kelangkaan minyak goreng yang tengah dihadapkan pada saat ini,” terangnya. Yogi juga menegaskan agar pemerintah tidak setengah-setengah menangani dan memberikan solusi yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ia juga meminta agar satuan tugas (Satgas) Pangan bergerak ke akar rumput untuk memberantas jika ada oknum-oknum kartel nakal. “Pemerintah harus serius dan tegas dalam memaksimalkan hal tersebut. Semoga apa yang lakukan bisa memberikan solusi yang tepap untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng,” tutupnya. (ja)
Pontianak
| Sabtu, 19 Maret 2022
Lokal

Kunjungi Desa Kensuray Dan Desa Bahenap, Wabup Kapuas Hulu Pantau Langsung Potensi Kopi Bahenap
Berita Kapuas Hulu, PIFA - Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat S.T menggunakan motor ke Dusun Sepan Padang Desa Bahenap, salah satu desa di pedalaman kecamatan Kalis, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kamis (27/1/2022). Wahyudi Hidayat membawa rombongan dengan mengunakan motor trail, menyusuri hutan dan berjibaku dengan lumpur, untuk sampai ke Bahenap bahkan sempat terjatuh dari kendaraan yang di gunakan. Perjalanan melelahkan terbayar saat menjumpai masyarakat. Wakil Bupati Wahyudi Hidayat memantau langsung potensi kopi Bahenap, yang sudah terkenal akan cita rasa enaknya. “Kemaren kami mencoba masuk Kensurai ke Bahenap, jalan jelek dan sempat jatuh. Tapi Ini gunanya berkunjung ke sana, ada potensi kopi yang saya dan kawan-kawan temukan,” ujarnya. Saat berdiskusi dengan masyarakat petani kopi disana, wabup mendapati bahwa masyarakat belum terlalu paham akan perawatan kopi, guna meningkatkan produktifitas. Wahyu menyampaikan telah mengkomunikasikan ke Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu untuk mendorong pelatihan bagi para petani kopi Bahenap. “Saya sudah instruksikan Dinas pertanian agar memberi pelatihan untuk meningkatkan produksi. Pelatihan secepatnya, kalau bisa bantu pupuk juga agar produksi masyarakat lebih baik,” paparnya. Wahyu mengatakan informasi dari warga sekitar permintaan dari luar daerah untuk kopi bahenap sudah banyak, namun produksi masyarakat belum cukup untuk memenuhinya. Sebab bimbingan dan pendampingan dari Pemkab Kapuas Hulu sangat dibutuhkan masyarakat bahenap. “Kopinya enak, citarasanya khas. Bila dicampur jahe lebih enak lagi,” ucapnya. Terkait jalan yang rusak, Wabup mengatakan status jalan tersebut berada dalam kawasan hutan, sehingga Pemkab terbentur di kewenangan untuk melakukan perbaikan. Namun kedepan, kata Wabup itu akan dicoba bagaimana cara yang tepat dan prosedural untuk membangunnya. “Saya langsung mengunjungi untuk tahu kondisi itu. Jalan ini masih kawasan hutan lindung dan masih jelek, nanti kita usahakan sesuai aturan untuk solusinya,” tutupnya. (ja)





