Lokal
Sunardi Terpilih Sebagai Ketua KONI Kabupaten Sekadau Melalui Musorkablub
Berita Sekadau, PIFA - Sunardi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sekadau periode 2022-2026 yang terpilih melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar biasa (Musorkablub), di Sekadau pada Senin (13/6/2022). Musorkablub ini dalam rangka memilih Ketua KONI Kabupaten Sekadau periode 2022-2026. Ada 2 calon yang memenuhi syarat sebagai calon Ketua KONI Sekadau, yakni Valentinus dan Sunardi. Musorkablub ini ada 2 calon yang memenuhi syarat sebagai calon Ketua KONI Sekadau, yakni Valentinus dan Sunardi. Diketahui Sunardi terpilih sebagai Ketua KONI Kabupaten Sekadau periode 2022-2026 dengan jumlah 16 dukungan dan Valentinus 14 dukungan, (selisih 2 suara). Sunardi mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan olehmasing-masing pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Kabupaten Sekadau. "Dengan terpilihnya saya sebagai ketua KONI Kabupaten Sekadau, Saya ingin mewujudkan Visi saya sebagai ketua KONI yakni mewujudkan KONI Sekadau menjadi organisasi yang solid dan profesional, sehingga kita bisa membawa dan membina atlit-atlit yang lebih unggul di Kabupaten Sekadau agar bisa tampil dikancah Daerah, Provinsi dan Nasional," katanya. Sunardi juga mengatakan, terkait program kedepannya nanti akan dilaksanakan dengan skala prioritas untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang merupakan ajang bergengsi dan tentunya KONI Kabupaten Sekadau melalui Cabang Olahraga harus mempersiapkan diri dan bekerja keras. "Harapan saya KONI Kabupaten Sekadau dengan 32 Cabor ini bisa membawa pulang beberapa mendali emas dan mari kita saling membangun kebersamaan dan solidaritas sehingga KONI Sekadau kedepan bisa lebih maju," harapnya. "Tidak ada lagi kubu A dan Kubu B, mari kita bersatu untuk membangun sehingga KONI Sekadau kedepannya bisa menjadi lebih baik," timpalnya. (ja)
Sekadau
| Selasa, 14 Juni 2022

Trending
Sy Abdullah Ketua DPW Nasdem Salurkan Ribuan Paket Sembako di Empat Kabupaten Terdampak Banjir di Kalbar
Kalbar
| Jumat, 19 November 2021

Pengerjaan Jalan Sungai Kelik - Siduk Ketapang Rampung Desember 2021
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021

DPR RI: Ekspor-Impor Mudah, Terminal Kijing Bikin Kalbar Tambah Maju
Kalbar
| Rabu, 10 Agustus 2022

Polisi Ungkap Motif Anak Angkat Bunuh Ayah di Nganjuk, Diduga karena Hubungan Tak Direstui
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Kondisi Anak Kucing yang Ditendang oleh Pria di Pontianak saat Hujan
Pontianak
| Senin, 22 April 2024

Sekda Hadiri Rapat Koordinasi TPPS Semester II 2024, Sampaikan Harapan untuk Penurunan Stunting
Kapuas Hulu
| Kamis, 12 Desember 2024

IPM Kubu Raya Tertinggi di Kalbar
Kubu Raya
| Sabtu, 21 Januari 2023

Harisson Buka Semarak Ramadhan PK IMM Ibnu Qayyim
Pontianak
| Senin, 3 April 2023

Hadiri Milad ke-5, Gubernur Kalbar Ajak POM Jadi Pelopor Percepatan Vaksinasi
Kalbar
| Selasa, 1 Maret 2022

Aksi Heroik Kapolsek Tayap, Terjang Banjir Demi Kirimkan Sembako Untuk Warga Pelosok Desa
Tim Redaksi
| Kamis, 9 September 2021

Berita Terbaru
Lokal

Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Sunardi Terpilih Sebagai Ketua KONI Kabupaten Sekadau Melalui Musorkablub
Berita Sekadau, PIFA - Sunardi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sekadau periode 2022-2026 yang terpilih melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar biasa (Musorkablub), di Sekadau pada Senin (13/6/2022). Musorkablub ini dalam rangka memilih Ketua KONI Kabupaten Sekadau periode 2022-2026. Ada 2 calon yang memenuhi syarat sebagai calon Ketua KONI Sekadau, yakni Valentinus dan Sunardi. Musorkablub ini ada 2 calon yang memenuhi syarat sebagai calon Ketua KONI Sekadau, yakni Valentinus dan Sunardi. Diketahui Sunardi terpilih sebagai Ketua KONI Kabupaten Sekadau periode 2022-2026 dengan jumlah 16 dukungan dan Valentinus 14 dukungan, (selisih 2 suara). Sunardi mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan olehmasing-masing pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Kabupaten Sekadau. "Dengan terpilihnya saya sebagai ketua KONI Kabupaten Sekadau, Saya ingin mewujudkan Visi saya sebagai ketua KONI yakni mewujudkan KONI Sekadau menjadi organisasi yang solid dan profesional, sehingga kita bisa membawa dan membina atlit-atlit yang lebih unggul di Kabupaten Sekadau agar bisa tampil dikancah Daerah, Provinsi dan Nasional," katanya. Sunardi juga mengatakan, terkait program kedepannya nanti akan dilaksanakan dengan skala prioritas untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang merupakan ajang bergengsi dan tentunya KONI Kabupaten Sekadau melalui Cabang Olahraga harus mempersiapkan diri dan bekerja keras. "Harapan saya KONI Kabupaten Sekadau dengan 32 Cabor ini bisa membawa pulang beberapa mendali emas dan mari kita saling membangun kebersamaan dan solidaritas sehingga KONI Sekadau kedepan bisa lebih maju," harapnya. "Tidak ada lagi kubu A dan Kubu B, mari kita bersatu untuk membangun sehingga KONI Sekadau kedepannya bisa menjadi lebih baik," timpalnya. (ja)
Sekadau
| Selasa, 14 Juni 2022
Lokal

Sy Abdullah Ketua DPW Nasdem Salurkan Ribuan Paket Sembako di Empat Kabupaten Terdampak Banjir di Kalbar
Berita PONTIANAK, PIFA - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalbar, Syarief Abdullah Alkadrie menyalurkan 8.000 paket sembako yang di distribusikan empat Kabupaten terdampak banjir seperti Sanggau, Sekadau Sintang, dan melawai, Jum'at 19 November 2021 pagi. Sebanyak 11 Truk yang mengangkut bahan baku Sembako tersebut, kegiatan pelepasan ini digelar di DPW Nasdem Jalan Abdurahman Saleh No.35 Bangka Belitung Laut , Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Pagi 07.00 WIB. "Akan tetapi tetapi porsi yang lebih besar memang untuk Kabupaten Sintang,Ini dalam rangka partai Nasdem turut membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir. Selama ini Partai NasDem didaerah juga telah melalui berbagai upaya. Diantaranya di Kabupaten Sintang partai Nasdem juga telah mendirikan dapur umum pada awal terdampak banjir," katanya. Dalam paparannya Syarief Abdullah menjelaskan, Sebelum banyak dapur umum yang dibuka kita sudah buka duluan. Dengan banyaknya bantuan tentu akan semakin meringankan beban masyarakat. "Paket bantuan tersebut berisikan beras, mie instan, minyak goreng, gula, pempers, pembalut wanita, air mineral, dan biskuit. Walaupun ini jumlahnya tidak banyak tetapi ini upaya kita untuk turut berpartisipasi meringankan beban masyarakat yang terdampak," jelasnya. Proses penyaluran akan di di Kabupaten Sanggau diserahkan kepada DPD Partai NasDem, dan Kabupaten Sekadau, Sintang dan Melawi akan diserahkan ke posko BPBD dan DPD partai Nasdem. Syarief Abdullah mengungkapkan, persoalan kita dampak dari pembabatan hutan di masa lalu, sehingga menjadi lingkungan yang tidak terkendali. "Sehingga upaya mitigasi kedepan harus dilakukan diantaranya terkait pengerukan alur Sungai Kapuas. Akibat kedangkalan ini akan berakibat pada memperlambat alur air. Saya juga sependapat dengan Gubernur Kalbar untuk memanfaatkan waduk yang ada agar bisa menampung air. waduk-waduk ini bisa berfungsi untuk menyerap air yang begitu besar, karena jika hujan terus di hulu maka debit air Sungai Kapuas tinggi akibat kedangkalan alur maka air keluar akan lambat," ujarnya. Beberapa pengurus DPW Partai Nasdem ikut turun, dan Syarief Abdullah Alkadrie selaku ketua juga ikut turun langsung untuk mengawal pendistribusian bantuan ini ke masyarakat terdampak korban banjir di empat Kabupaten di Kalbar.
Kalbar
| Jumat, 19 November 2021
Lokal

Pengerjaan Jalan Sungai Kelik - Siduk Ketapang Rampung Desember 2021
Ketapang - Pekerjaan proyek jalan nasional Sungai Kelik - Siduk di Kabupaten Ketapang sudah mencapai progres 55 persen. Jika tidak berhalangan, pelaksana menargetkan selesai pada Desember 2021 mendatang. Pelaksana lapangan, Uten Sutendi mengatakan bahwa proyek perbaikan ruas jalan tersebut dimulai pada Oktober 2020 dan berakhir di bulan April 2022. "Kalau tidak ada kendala, kita targetkan selesai bulan Desember 2021. Saat ini progresnya sudah mencapai 55 persen," kata Uten Sutendi, Rabu (24/08). Dia menjelaskan, proyek itu mendapatkan anggaran senilai Rp102 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Total ruas jalan yang dikerjakan sepanjang 62 kilometer dari Sungai Kelik - Siduk. "Dari total panjang 62 kilometer itu terbagi beberapa item. Mulai dari perawatan jalan dan jembatan, serta rekonstruksi. Untuk rekonstruksi sepanjang 21 kilometer," ucapnya. Sepanjang proses pengerjaan, menurut Sutendi, sejauh ini tidak ada kendala. Masyarakat yang ada di sepanjang ruas jalan juga sangat mendukung perbaikan ruas jalan tersebut. "Saat ini kendala kita cuma cuaca. Jika hujan deras terpaksa pengerjaan dihentikan dulu. Sedangkan untuk kendala lainnya masih kita selesaikan," terangnya. Sedangkan pengerjaan rekonstruksi cukup berat ada pada penimbunan jalan yang sering terendam banjir. Pihaknya terpaksa melakukan penimbunan sepanjang 1,3 kilometer sebelum diaspal. Itu dilakukan karena lokasinya memang menjadi langganan banjir saat musim hujan. "Panjang jalan yang ditimbun 1,3 kilometer. Ketinggian timbunan mulai dari 1 meter sampai 2,5 meter," timbalnya. Adapun menyangkut peralatan, diakui dia, sudah sangat siap. Peralatan yang dibutuhkan untuk penimbunan, pengerasan hingga pengaspalan sudah disediakan dengan baik. "Semoga tidak ada kendala yang berarti, sehingga target kami untuk diselesaikan bulan Desember bisa tercapai," tutupnya. Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Ketapang, Fendi (52) menilai perbaikan jalan Sungai Kelik - Siduk akan berdampak pada meningkatnya ekonomi masyarakat. "Kita harus akui bahwa infrastruktur jalan menjadi penopang utama meningkatnya ekonomi masyarakat. Terbukti, sejak jalan itu berstatus jalan nasional, ekonomi masyarakat menjadi lebih baik," ungkap Fendi. Selain memberi dampak ke ekonomi, dengan diperbaikinya jalan itu, juga mempermudah akses masyarakat. Sehingga secara durasi jarak tempuh lebih singkat, baik dari kota menuju penghuluan maupun sebaliknya. "Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian PU yang terus memperbaiki jalan Sungai Kelik - Siduk. Dengan demikian, masyarakat tentu akan lebih mudah menuju kota maupun menuju Kecamatan penghuluan," tuturnya. Ia berharap, Pemerintah Daerah Ketapang terus berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam upaya memohon pengajuan status jalan nasional yang mungkin tidak bisa ditangani menggunakan APBD. "Kemampuan APBD Ketapang yang hanya 2 triliun lebih, saya rasa tidak akan mencukupi untuk membangun ruas jalan di Ketapang yang terbilang cukup banyak. Ini diperlukan kerjasama dengan pemerintah pusat. Harapan kita, tahun 2022 jalan nasional terhubung ke jalan Trans Kalimantan," imbuhnya.
Tim Redaksi
| Minggu, 29 Agustus 2021
Feeds
Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan 56 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi
Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/7) dini hari. Sedikitnya 56 rumah ludes terbakar, mengakibatkan 79 kepala keluarga atau 307 jiwa terdampak dan harus mengungsi. Sebanyak 30 armada dan sekitar 80 personel Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung hingga lebih dari tiga jam karena akses menuju lokasi sempit, bangunan didominasi material kayu, serta angin kencang yang membuat api cepat menyebar. Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sementara warga berharap bantuan logistik segera disalurkan bagi para korban.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Terduga Pelaku Penembakan di Bar Canggu Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Badung – Kepolisian menangkap seorang pria berinisial H yang diduga menjadi pelaku penembakan di Bar The Shady Pig, kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Pelaku diamankan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (18/7) malam. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 02.50 WITA dan mengakibatkan dua orang terluka, yakni seorang petugas keamanan bar berinisial IMYM (32) serta seorang warga negara China berinisial EA (25). Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya insiden tersebut. "Diduga tindak pidana penganiayaan berat dengan menggunakan senpi atau penembakan dengan senjata api," ujar Ayu, Sabtu (18/7). Berawal dari Cekcok Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula ketika pelaku H terlibat percekcokan dengan korban EA di dalam bar. Melihat keributan tersebut, petugas keamanan IMYM berusaha melerai dengan berdiri tepat di depan EA. Saat itulah pelaku diduga melepaskan tembakan. "Akibat dari tembakan tersebut korban (IMYM) lukanya tembus ke belakang sehingga mengenai korban (EA) di belakang dan proyektilnya masih bersarang di pahanya," ungkap Ayu. Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka tembak dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ditangkap Saat Tiba di Jakarta Usai melakukan penembakan, H tidak langsung meninggalkan Bali. Polisi menyebut pelaku sempat bersembunyi sebelum akhirnya terbang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kuta Utara dan Satreskrim Polres Badung kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Polres Bandara Soekarno-Hatta, serta pihak Imigrasi untuk memburu pelaku. Pelarian H akhirnya berakhir setelah ia ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah diamankan, H langsung diterbangkan kembali ke Bali. Pelaku tiba di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (19/7) dini hari dan selanjutnya dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyatakan pihaknya akan menyampaikan keterangan lebih lengkap mengenai penangkapan dan perkembangan penyidikan dalam waktu mendatang.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Oknum Polisi Ditangkap usai Diduga Rampok Toko Emas di Aceh, Senjata Api Disita
Banda Aceh – Polda Aceh menangkap seorang oknum anggota Polri berinisial MZ (28) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. MZ diketahui merupakan anggota Polres Aceh Selatan. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat melakukan aksi. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pelaku saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. "Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Joko, Minggu (19/7). Joko membenarkan bahwa MZ merupakan anggota aktif Polri. Penanganan kasus tersebut kini diambil alih oleh Polda Aceh guna memastikan proses penyidikan berjalan secara profesional dan transparan. Diduga Terdesak Masalah Ekonomi Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MZ disebut telah mengakui perbuatannya. Penyidik menduga aksi tersebut dilakukan karena pelaku mengalami tekanan ekonomi. "Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas," ujar Joko. Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun fakta-fakta lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Polda Aceh Minta Maaf ke Masyarakat Atas keterlibatan anggotanya dalam perkara ini, Polda Aceh menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Joko. Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas serta menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Enam Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan usai Dugaan Pelecehan Seksual di Grup WhatsApp, Korban Capai 26 Orang
Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa vokasi yang menjadi terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui percakapan di grup WhatsApp. Langkah tersebut diambil untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa. Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan keenam mahasiswa tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan akademik maupun aktivitas kampus selama proses penanganan kasus berlangsung. "Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," kata Iman, Minggu (19/7). Menurutnya, kasus bermula dari laporan mengenai riwayat percakapan tidak etis di sebuah grup WhatsApp yang melibatkan enam mahasiswa. Isi percakapan tersebut kemudian beredar luas hingga akhirnya dilaporkan secara resmi kepada Satgas PPK. Korban Diduga 26 Orang Dari hasil pemeriksaan awal, Satgas PPK mencatat sedikitnya 26 korban dalam kasus tersebut. Mereka terdiri dari 22 mahasiswi dan empat dosen perempuan yang diduga menjadi sasaran objektifikasi dan pelecehan verbal dalam percakapan grup. Iman menjelaskan, penanganan perkara dilakukan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dengan mengedepankan perlindungan korban serta prinsip keadilan, kerahasiaan, dan kehati-hatian. "Dalam penanganan kasus ini ada mekanisme ketat yang dilakukan, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, dan penetapan sanksi oleh rektor," ujarnya. Ia menegaskan, penonaktifan enam mahasiswa tersebut bukan merupakan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur administratif agar proses investigasi dapat berjalan secara independen dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. "Terlapor dinonaktifkan dari semua kegiatan akademik, kecuali untuk urusan pemenuhan kewajiban pemeriksaan kasus ini. Ini bukan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur penanganan," tegas Iman. Investigasi Masih Berlangsung Satgas PPK Unesa masih melakukan pendalaman dengan memeriksa para saksi serta mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang dinilai cukup panjang. "Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil," katanya. Selain fokus pada proses pemeriksaan, Unesa juga memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan hukum apabila diperlukan, serta dukungan akademik. Pihak kampus turut menjamin kerahasiaan identitas korban, pelapor, maupun saksi. "Selain fokus penanganan kasus, pendampingan korban menjadi prioritas kami. Tim Satgas memberikan pendampingan psikologis, memastikan kelancaran dukungan akademik mereka, serta menyiapkan bantuan hukum jika diperlukan," tambahnya. Unesa juga mengimbau seluruh sivitas akademika maupun masyarakat untuk tidak menyebarluaskan tangkapan layar percakapan, identitas korban, maupun informasi yang belum terverifikasi guna mencegah dampak psikologis, sosial, dan digital terhadap para korban. Diduga Gunakan AI untuk Membuat Konten Tak Etis Sebelumnya, Ketua Umum DPM Fakultas Vokasi Unesa, Tegar Eka Pambudi El Akhsan, mengungkapkan terdapat enam mahasiswa yang menjadi terlapor, yakni berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO. Menurut Tegar, grup WhatsApp tersebut awalnya dibuat untuk membahas kegiatan lomba. Namun, seiring waktu, percakapan di dalamnya berubah menjadi diskusi yang diduga mengandung pelecehan verbal, objektifikasi terhadap mahasiswi dan dosen, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten tidak etis yang menargetkan salah satu korban. "Bentuk dugaan pelecehan yang terjadi di dalam grup percakapan tidak hanya berupa pelecehan verbal dan objektifikasi yang bersifat fantasi atau pemenuhan kesenangan pribadi, tetapi juga mencakup penggunaan teknologi kecerdasan buatan AI untuk menghasilkan konten yang tidak etis terhadap salah satu korban," kata Tegar.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Pria di Medan Diduga Bakar Ayah Kandung Usai Cekcok, Korban Alami Luka Bakar
Medan – Seorang pria berinisial EP (39) diduga membakar ayah kandungnya, YL (66), usai terlibat pertengkaran di depan rumah mereka di Jalan Wakaf II, Kelurahan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal Iptu Herman Sentosa mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, EP diketahui tinggal serumah dengan korban dan ibu tirinya. "EP dan korban sempat terlibat cekcok di depan rumah. Warga yang berada di lokasi sempat berusaha melerai pertengkaran tersebut. Kemudian EP mengambil bensin dan menyiramkannya ke tubuh korban," kata Herman, Sabtu (18/7/2026). Setelah menyiramkan bensin, pelaku diduga langsung membakar ayahnya. Kobaran api mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar di bagian tangan dan kaki. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan EP. Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku. "Polisi yang menerima laporan kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan EP. Selain menangkap EP, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku," ujar Herman. Pelaku Mengaku Stres Ditinggal Istri Berdasarkan pemeriksaan sementara, EP mengaku nekat membakar ayah kandungnya karena mengalami stres setelah ditinggal istrinya. Meski demikian, polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya. "Informasi yang kami dapat, pelaku ini mengaku stres karena ditinggal istrinya. Tetapi itu masih kami dalami," kata Herman. Saat ini, EP telah diamankan di Polsek Medan Sunggal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya. Polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik aksi pembakaran tersebut. "Kita juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif dari pelaku," tutur Herman.
Lokal
| Jumat, 17 Juli 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Sunardi Terpilih Sebagai Ketua KONI Kabupaten Sekadau Melalui Musorkablub
Berita Sekadau, PIFA - Sunardi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sekadau periode 2022-2026 yang terpilih melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar biasa (Musorkablub), di Sekadau pada Senin (13/6/2022). Musorkablub ini dalam rangka memilih Ketua KONI Kabupaten Sekadau periode 2022-2026. Ada 2 calon yang memenuhi syarat sebagai calon Ketua KONI Sekadau, yakni Valentinus dan Sunardi. Musorkablub ini ada 2 calon yang memenuhi syarat sebagai calon Ketua KONI Sekadau, yakni Valentinus dan Sunardi. Diketahui Sunardi terpilih sebagai Ketua KONI Kabupaten Sekadau periode 2022-2026 dengan jumlah 16 dukungan dan Valentinus 14 dukungan, (selisih 2 suara). Sunardi mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan olehmasing-masing pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Kabupaten Sekadau. "Dengan terpilihnya saya sebagai ketua KONI Kabupaten Sekadau, Saya ingin mewujudkan Visi saya sebagai ketua KONI yakni mewujudkan KONI Sekadau menjadi organisasi yang solid dan profesional, sehingga kita bisa membawa dan membina atlit-atlit yang lebih unggul di Kabupaten Sekadau agar bisa tampil dikancah Daerah, Provinsi dan Nasional," katanya. Sunardi juga mengatakan, terkait program kedepannya nanti akan dilaksanakan dengan skala prioritas untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang merupakan ajang bergengsi dan tentunya KONI Kabupaten Sekadau melalui Cabang Olahraga harus mempersiapkan diri dan bekerja keras. "Harapan saya KONI Kabupaten Sekadau dengan 32 Cabor ini bisa membawa pulang beberapa mendali emas dan mari kita saling membangun kebersamaan dan solidaritas sehingga KONI Sekadau kedepan bisa lebih maju," harapnya. "Tidak ada lagi kubu A dan Kubu B, mari kita bersatu untuk membangun sehingga KONI Sekadau kedepannya bisa menjadi lebih baik," timpalnya. (ja)
Sekadau
| Selasa, 14 Juni 2022
Lokal

Sy Abdullah Ketua DPW Nasdem Salurkan Ribuan Paket Sembako di Empat Kabupaten Terdampak Banjir di Kalbar
Berita PONTIANAK, PIFA - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalbar, Syarief Abdullah Alkadrie menyalurkan 8.000 paket sembako yang di distribusikan empat Kabupaten terdampak banjir seperti Sanggau, Sekadau Sintang, dan melawai, Jum'at 19 November 2021 pagi. Sebanyak 11 Truk yang mengangkut bahan baku Sembako tersebut, kegiatan pelepasan ini digelar di DPW Nasdem Jalan Abdurahman Saleh No.35 Bangka Belitung Laut , Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Pagi 07.00 WIB. "Akan tetapi tetapi porsi yang lebih besar memang untuk Kabupaten Sintang,Ini dalam rangka partai Nasdem turut membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir. Selama ini Partai NasDem didaerah juga telah melalui berbagai upaya. Diantaranya di Kabupaten Sintang partai Nasdem juga telah mendirikan dapur umum pada awal terdampak banjir," katanya. Dalam paparannya Syarief Abdullah menjelaskan, Sebelum banyak dapur umum yang dibuka kita sudah buka duluan. Dengan banyaknya bantuan tentu akan semakin meringankan beban masyarakat. "Paket bantuan tersebut berisikan beras, mie instan, minyak goreng, gula, pempers, pembalut wanita, air mineral, dan biskuit. Walaupun ini jumlahnya tidak banyak tetapi ini upaya kita untuk turut berpartisipasi meringankan beban masyarakat yang terdampak," jelasnya. Proses penyaluran akan di di Kabupaten Sanggau diserahkan kepada DPD Partai NasDem, dan Kabupaten Sekadau, Sintang dan Melawi akan diserahkan ke posko BPBD dan DPD partai Nasdem. Syarief Abdullah mengungkapkan, persoalan kita dampak dari pembabatan hutan di masa lalu, sehingga menjadi lingkungan yang tidak terkendali. "Sehingga upaya mitigasi kedepan harus dilakukan diantaranya terkait pengerukan alur Sungai Kapuas. Akibat kedangkalan ini akan berakibat pada memperlambat alur air. Saya juga sependapat dengan Gubernur Kalbar untuk memanfaatkan waduk yang ada agar bisa menampung air. waduk-waduk ini bisa berfungsi untuk menyerap air yang begitu besar, karena jika hujan terus di hulu maka debit air Sungai Kapuas tinggi akibat kedangkalan alur maka air keluar akan lambat," ujarnya. Beberapa pengurus DPW Partai Nasdem ikut turun, dan Syarief Abdullah Alkadrie selaku ketua juga ikut turun langsung untuk mengawal pendistribusian bantuan ini ke masyarakat terdampak korban banjir di empat Kabupaten di Kalbar.
Kalbar
| Jumat, 19 November 2021
Lokal

Pengerjaan Jalan Sungai Kelik - Siduk Ketapang Rampung Desember 2021
Ketapang - Pekerjaan proyek jalan nasional Sungai Kelik - Siduk di Kabupaten Ketapang sudah mencapai progres 55 persen. Jika tidak berhalangan, pelaksana menargetkan selesai pada Desember 2021 mendatang. Pelaksana lapangan, Uten Sutendi mengatakan bahwa proyek perbaikan ruas jalan tersebut dimulai pada Oktober 2020 dan berakhir di bulan April 2022. "Kalau tidak ada kendala, kita targetkan selesai bulan Desember 2021. Saat ini progresnya sudah mencapai 55 persen," kata Uten Sutendi, Rabu (24/08). Dia menjelaskan, proyek itu mendapatkan anggaran senilai Rp102 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Total ruas jalan yang dikerjakan sepanjang 62 kilometer dari Sungai Kelik - Siduk. "Dari total panjang 62 kilometer itu terbagi beberapa item. Mulai dari perawatan jalan dan jembatan, serta rekonstruksi. Untuk rekonstruksi sepanjang 21 kilometer," ucapnya. Sepanjang proses pengerjaan, menurut Sutendi, sejauh ini tidak ada kendala. Masyarakat yang ada di sepanjang ruas jalan juga sangat mendukung perbaikan ruas jalan tersebut. "Saat ini kendala kita cuma cuaca. Jika hujan deras terpaksa pengerjaan dihentikan dulu. Sedangkan untuk kendala lainnya masih kita selesaikan," terangnya. Sedangkan pengerjaan rekonstruksi cukup berat ada pada penimbunan jalan yang sering terendam banjir. Pihaknya terpaksa melakukan penimbunan sepanjang 1,3 kilometer sebelum diaspal. Itu dilakukan karena lokasinya memang menjadi langganan banjir saat musim hujan. "Panjang jalan yang ditimbun 1,3 kilometer. Ketinggian timbunan mulai dari 1 meter sampai 2,5 meter," timbalnya. Adapun menyangkut peralatan, diakui dia, sudah sangat siap. Peralatan yang dibutuhkan untuk penimbunan, pengerasan hingga pengaspalan sudah disediakan dengan baik. "Semoga tidak ada kendala yang berarti, sehingga target kami untuk diselesaikan bulan Desember bisa tercapai," tutupnya. Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Ketapang, Fendi (52) menilai perbaikan jalan Sungai Kelik - Siduk akan berdampak pada meningkatnya ekonomi masyarakat. "Kita harus akui bahwa infrastruktur jalan menjadi penopang utama meningkatnya ekonomi masyarakat. Terbukti, sejak jalan itu berstatus jalan nasional, ekonomi masyarakat menjadi lebih baik," ungkap Fendi. Selain memberi dampak ke ekonomi, dengan diperbaikinya jalan itu, juga mempermudah akses masyarakat. Sehingga secara durasi jarak tempuh lebih singkat, baik dari kota menuju penghuluan maupun sebaliknya. "Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian PU yang terus memperbaiki jalan Sungai Kelik - Siduk. Dengan demikian, masyarakat tentu akan lebih mudah menuju kota maupun menuju Kecamatan penghuluan," tuturnya. Ia berharap, Pemerintah Daerah Ketapang terus berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam upaya memohon pengajuan status jalan nasional yang mungkin tidak bisa ditangani menggunakan APBD. "Kemampuan APBD Ketapang yang hanya 2 triliun lebih, saya rasa tidak akan mencukupi untuk membangun ruas jalan di Ketapang yang terbilang cukup banyak. Ini diperlukan kerjasama dengan pemerintah pusat. Harapan kita, tahun 2022 jalan nasional terhubung ke jalan Trans Kalimantan," imbuhnya.







