Lokal
Pemkab Kapuas Hulu Hibahkan Dana Rp 500 Juta untuk Bangun Masjid Raya Al-Mukarramah
PIFA, Lokal - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyerahkan hibah dana Rp 500 juta secara simbolis kepada panitia pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah, Kecamatan Silat Hilir, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada kunjungannya ke lokasi pembangunan masjid tersebut, Jumat (20/9/2024)."Masjid Raya Al-Mukarramah Silat Hilir sudah berusia 60 tahun. Sebab itu sebelum tutup anggaran, saya sudah alokasikan Rp 500 juta di tahun 2024, hibahnya akan diberikan di tahun 2025," ucap Bupati yang akrab disapa Bang Sis ini.Pemkab Kapuas Hulu terus berkomitmen mendukung pembangunan rumah ibadah bagi masyarakat, termasuk masjid, gereja, dan tempat ibadah agama lain. "Kami sadari ada keterbatasan umat ketika ingin membangun rumah ibadah, jadi Pemda memberi bantuan dan kita kerjasama," jelasnya.Panitia pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah mengajukan total anggaran sebesar Rp 3 miliar agar proyek ini dapat diselesaikan. Bupati Sis menekankan bahwa beban biaya sebesar ini akan sulit jika sepenuhnya ditanggung masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah sangat diperlukan, termasuk penganggaran tambahan di masa mendatang."Maka Pemda membantu dan kedepan hendaknya masjid ini mendapat dukungan bersama, semoga DPRD juga bisa membantu penganggaran kedepan," ungkapnya.Bupati Sis berharap pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah dapat berjalan lancar sehingga menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Muslim di Kecamatan Silat Hilir.
Kapuas Hulu
| Jumat, 20 September 2024

Trending
SKPP Tingkat Menengah Se-Kalbar Diselenggarakan Di Kota Singkawang
Singkawang
| Rabu, 6 Oktober 2021

Paolus Hadi Akan Lakukan Pengecekan ke Pabrik, Untuk Pastikan Harga TBS
Sanggau
| Jumat, 29 April 2022

Banjir Bandang Terjang Melawi Kalbar, Akses Jalan dan Jembatan Putus
Melawi
| Kamis, 9 Mei 2024

Satgas Pamtas TNI Karya Bhakti Ramadhan Bersih di Kawasan Wisata Perbatasan
Sanggau
| Selasa, 12 April 2022

Musrenbang Kalbar, Bupati Landak Protes ke Bappenas karena Tak Ada Bantuan Pertanian
Landak
| Jumat, 8 April 2022

16 Orang di India Tewas Tersambar Petir saat Asik Selfie di Wisata Menara Pengawas
Admin
| Selasa, 13 Juli 2021

Posko Mudik Lebaran 2022 di Bandara Supadio
Kubu Raya
| Sabtu, 16 April 2022

Warga Landak Patut Bangga! Bahasa Dayak Balangin Bakal Masuk Dalam KBBI
Landak
| Rabu, 26 Juli 2023

Berita Terbaru
Lokal

Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Rumahnya
PIFA, Depok - Jasad seorang wanita berinisial DH (56) ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di dalam rumahnya di kawasan Meruyung, Limo, Depok, Sabtu (7/3).Kapolsek Cinere Kompol Chaerul Saleh mengatakan penemuan itu bermula saat dua saksi berinisial L dan R datang ke rumah korban pada Jumat (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB untuk membersihkan rumah tersebut.Keduanya sebelumnya sempat datang pada Februari 2026 setelah mendapat informasi dari kerabat korban bahwa DH sedang berada di rumah temannya di Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu rumah terlihat kosong dan pagar dalam keadaan terkunci dari luar.Karena tidak memiliki kunci, saksi membuka paksa gembok pagar. Ketika masuk ke dalam rumah, mereka mendapati kondisi rumah sudah berantakan. L sempat melihat tumpukan pakaian di lantai, namun tidak menaruh curiga karena tidak mencium bau mencurigakan. Mereka kemudian hanya membersihkan bagian pekarangan sebelum pulang.Pada Jumat malam, L dan R kembali ke rumah untuk melanjutkan rencana bersih-bersih dan sempat bermalam di ruang tengah. Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB, keduanya mulai membersihkan rumah dengan berbagi tugas.Saat membersihkan kamar, R berniat memasukkan tumpukan pakaian ke dalam kantong plastik. Namun ketika menyingkap karpet di bawah tumpukan pakaian tersebut, ia menemukan tulang kaki manusia.“Saksi melihat sepasang kaki manusia yang sudah terlihat tulangnya dan kulitnya mengering,” kata Chaerul.Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan diteruskan ke Polsek Cinere.Polisi menyebut korban diketahui tinggal di rumah tersebut bersama suami sirinya. Namun hingga kini keberadaan pria tersebut belum diketahui. Sejumlah barang milik korban juga dilaporkan hilang, di antaranya satu unit sepeda motor beserta STNK dan satu unit ponsel.Menurut keterangan warga, korban dan suami sirinya juga sempat diketahui memiliki riwayat pertengkaran rumah tangga.Selain itu, polisi menemukan taburan bubuk kopi di sekitar jenazah korban. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban
Depok
| Senin, 9 Maret 2026
Lokal

Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri
PIFA, Bali - Polda Bali memastikan potongan tubuh manusia yang ditemukan di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, identik dengan warga negara Ukraina korban penculikan, Ihor Komarav (28).Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan hasil perbandingan DNA dari potongan tubuh, bercak darah di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), serta DNA ibu korban menunjukkan kecocokan sebesar 99,99 persen."Perbandingan dari hasil profil DNA tersebut dapat disimpulkan bahwa alel maternal dari profil DNA ibu korban adalah cocok dengan alel material dari profil darah pada mobil Avanza hitam mobil darah pada Villa Summer di Tabanan dan hasil profil DNA pada ke enam sampel tulang yang sudah kita periksa tadi berdasarkan perhitungan indeks maternitas bahwa probabilitas profil DNA adalah 99,99 persen," kata Ariasandy, Jumat (6/3).Sampel yang diperiksa berasal dari enam potongan tulang, termasuk gigi geraham, tulang selangka, paha, iga, jari kaki, dan tulang kering. Hasil analisis menunjukkan DNA berasal dari satu individu laki-laki yang identik dengan darah yang ditemukan di mobil Toyota Avanza dan sebuah vila di Tabanan.Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu tersangka WNA berinisial CH. Sementara enam orang lainnya, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH, masuk daftar pencarian orang (DPO) dan telah diajukan red notice ke Interpol."Kami kejar enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami sudah terbitkan DPO dan Red Notice. Kami tetap berkoordinasi dengan Imigrasi, Divhubinter, kemudian Interpol untuk mengejar keberadaan pelaku yang kami duga sudah ke luar negeri ya. Seluruhnya merupakan WNA dengan kepemilikan paspor lebih dari dua," kata Ariasandy.Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kasus penculikan dan mutilasi tersebut dengan jaringan mafia luar negeri.
Bali
| Jumat, 6 Maret 2026
Berita Populer
Lokal

Pemkab Kapuas Hulu Hibahkan Dana Rp 500 Juta untuk Bangun Masjid Raya Al-Mukarramah
PIFA, Lokal - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyerahkan hibah dana Rp 500 juta secara simbolis kepada panitia pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah, Kecamatan Silat Hilir, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada kunjungannya ke lokasi pembangunan masjid tersebut, Jumat (20/9/2024)."Masjid Raya Al-Mukarramah Silat Hilir sudah berusia 60 tahun. Sebab itu sebelum tutup anggaran, saya sudah alokasikan Rp 500 juta di tahun 2024, hibahnya akan diberikan di tahun 2025," ucap Bupati yang akrab disapa Bang Sis ini.Pemkab Kapuas Hulu terus berkomitmen mendukung pembangunan rumah ibadah bagi masyarakat, termasuk masjid, gereja, dan tempat ibadah agama lain. "Kami sadari ada keterbatasan umat ketika ingin membangun rumah ibadah, jadi Pemda memberi bantuan dan kita kerjasama," jelasnya.Panitia pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah mengajukan total anggaran sebesar Rp 3 miliar agar proyek ini dapat diselesaikan. Bupati Sis menekankan bahwa beban biaya sebesar ini akan sulit jika sepenuhnya ditanggung masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah sangat diperlukan, termasuk penganggaran tambahan di masa mendatang."Maka Pemda membantu dan kedepan hendaknya masjid ini mendapat dukungan bersama, semoga DPRD juga bisa membantu penganggaran kedepan," ungkapnya.Bupati Sis berharap pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah dapat berjalan lancar sehingga menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Muslim di Kecamatan Silat Hilir.
Kapuas Hulu
| Jumat, 20 September 2024
Lokal

SKPP Tingkat Menengah Se-Kalbar Diselenggarakan Di Kota Singkawang
Berita Singkawang, Kalbar - PIFA, Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Menengah se-Kalimantan Barat resmi dibuka di Kota Singkawang pada Selasa 5 Oktober 2021 kemarin. Pada SKPP menengah tersebut, diikuti oleh 65 peserta yang merupakan perwakilan dari 14 Kabupaten/Kota yang lolos seleksi saat SKPP dasar pada Agustus 2021 lalu. Pembukaan SKPP menengah tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Ruhermansyah di aula Hotel Mahkota Singkawang. Ruhermansyah mengatakan, SKPP ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan terkait pengawasan Pemilu dan Kepemilihan, memahami demokrasi, memahami pengawasan Pemilu serta mensosialisasikan kepada masyarakat tentang hal yang dilarang dalam pelaksanaan Pemilu. "Jadi melalui SKPP ini, kita membentuk dan menyiapkan mereka untuk nantinya terjun langsung ke masyarakat. Bersama Bawaslu mengawal terwujudnya Pemilu yang demokratis dan berintegritas serta berkualitas," terangnya. Sekolah kader pengawasan tingkat menengah ini, kata Ruhermansyah, merupakan kelanjutan dari kader partisipatif tingkat dasar. Selain itu Rubi Ismayanto selaku fasilitator kegiatan SKPP menengah 2021 sekaligus Anggota Bawaslu Kota Singkawang Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia mengatakan bahwa peserta didominasi oleh kaum milenial. "peserta memang rata-rata adalah kaum milenial, kebanyakan adalah Mahasiswa. Peserta ini adalah mereka yang mendaftar SKPP secara online, kemudian melalui berbagai tahapan hingga terdaftar ke SKPP menengah," jelasnya.
Singkawang
| Rabu, 6 Oktober 2021
Feeds
Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Rumahnya
PIFA, Depok - Jasad seorang wanita berinisial DH (56) ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di dalam rumahnya di kawasan Meruyung, Limo, Depok, Sabtu (7/3).Kapolsek Cinere Kompol Chaerul Saleh mengatakan penemuan itu bermula saat dua saksi berinisial L dan R datang ke rumah korban pada Jumat (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB untuk membersihkan rumah tersebut.Keduanya sebelumnya sempat datang pada Februari 2026 setelah mendapat informasi dari kerabat korban bahwa DH sedang berada di rumah temannya di Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu rumah terlihat kosong dan pagar dalam keadaan terkunci dari luar.Karena tidak memiliki kunci, saksi membuka paksa gembok pagar. Ketika masuk ke dalam rumah, mereka mendapati kondisi rumah sudah berantakan. L sempat melihat tumpukan pakaian di lantai, namun tidak menaruh curiga karena tidak mencium bau mencurigakan. Mereka kemudian hanya membersihkan bagian pekarangan sebelum pulang.Pada Jumat malam, L dan R kembali ke rumah untuk melanjutkan rencana bersih-bersih dan sempat bermalam di ruang tengah. Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB, keduanya mulai membersihkan rumah dengan berbagi tugas.Saat membersihkan kamar, R berniat memasukkan tumpukan pakaian ke dalam kantong plastik. Namun ketika menyingkap karpet di bawah tumpukan pakaian tersebut, ia menemukan tulang kaki manusia.“Saksi melihat sepasang kaki manusia yang sudah terlihat tulangnya dan kulitnya mengering,” kata Chaerul.Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan diteruskan ke Polsek Cinere.Polisi menyebut korban diketahui tinggal di rumah tersebut bersama suami sirinya. Namun hingga kini keberadaan pria tersebut belum diketahui. Sejumlah barang milik korban juga dilaporkan hilang, di antaranya satu unit sepeda motor beserta STNK dan satu unit ponsel.Menurut keterangan warga, korban dan suami sirinya juga sempat diketahui memiliki riwayat pertengkaran rumah tangga.Selain itu, polisi menemukan taburan bubuk kopi di sekitar jenazah korban. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban
Depok
| Senin, 9 Maret 2026

Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri
PIFA, Bali - Polda Bali memastikan potongan tubuh manusia yang ditemukan di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, identik dengan warga negara Ukraina korban penculikan, Ihor Komarav (28).Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan hasil perbandingan DNA dari potongan tubuh, bercak darah di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), serta DNA ibu korban menunjukkan kecocokan sebesar 99,99 persen."Perbandingan dari hasil profil DNA tersebut dapat disimpulkan bahwa alel maternal dari profil DNA ibu korban adalah cocok dengan alel material dari profil darah pada mobil Avanza hitam mobil darah pada Villa Summer di Tabanan dan hasil profil DNA pada ke enam sampel tulang yang sudah kita periksa tadi berdasarkan perhitungan indeks maternitas bahwa probabilitas profil DNA adalah 99,99 persen," kata Ariasandy, Jumat (6/3).Sampel yang diperiksa berasal dari enam potongan tulang, termasuk gigi geraham, tulang selangka, paha, iga, jari kaki, dan tulang kering. Hasil analisis menunjukkan DNA berasal dari satu individu laki-laki yang identik dengan darah yang ditemukan di mobil Toyota Avanza dan sebuah vila di Tabanan.Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu tersangka WNA berinisial CH. Sementara enam orang lainnya, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH, masuk daftar pencarian orang (DPO) dan telah diajukan red notice ke Interpol."Kami kejar enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami sudah terbitkan DPO dan Red Notice. Kami tetap berkoordinasi dengan Imigrasi, Divhubinter, kemudian Interpol untuk mengejar keberadaan pelaku yang kami duga sudah ke luar negeri ya. Seluruhnya merupakan WNA dengan kepemilikan paspor lebih dari dua," kata Ariasandy.Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kasus penculikan dan mutilasi tersebut dengan jaringan mafia luar negeri.
Bali
| Jumat, 6 Maret 2026

Ledakan Keras Gegerkan Warga Sumenep, Dua Rumah Rusak dan Tiga Orang Luka
PIFA, Sumenep - Ledakan keras menggegerkan warga Desa Bantelan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (5/3) pagi. Peristiwa di wilayah ujung timur Pulau Madura itu menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan.Salah seorang warga, Zuhdi, mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dan langsung membuat warga panik. Banyak warga berhamburan keluar rumah setelah mendengar dentuman keras tersebut.“Suara ledakannya sangat keras, sehingga membuat warga keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Zuhdi.Dentuman bahkan dilaporkan terdengar hingga radius sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian.Akibat insiden itu, dua rumah dilaporkan rusak. Selain itu, tiga warga mengalami luka-luka dan telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Widiarti, mengatakan pihak kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan terkait penyebab ledakan.“Kapolres juga sudah meluncur ke lokasi kejadian di Batuputih,” kata Widiarti.
Sumenep
| Kamis, 5 Maret 2026

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bantah OTT KPK, Klaim Tak Ada Barang Disita
PIFA, Pekalongan - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membantah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya. Ia menegaskan tidak ada barang maupun uang yang disita saat petugas mendatangi rumahnya.“Intinya saya tidak OTT, tidak ada barang apa pun yang diambil. Saat mereka datang ke rumah, saya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah,” kata Fadia kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3).Fadia menyebut saat itu dirinya tengah bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menyampaikan izin tidak bisa menghadiri agenda program Makan Bergizi Gratis (MBG).Ia mengaku bingung dengan tindakan yang disebut sebagai OTT tersebut dan kembali menegaskan tidak ada barang serupiah pun yang disita dari dirinya.Sementara itu, KPK menyatakan telah mengamankan tiga orang dalam operasi yang digelar Selasa (3/3) dini hari di Semarang, termasuk Fadia beserta ajudan dan orang kepercayaannya.Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan para pihak yang diamankan sudah ditetapkan status hukumnya sebagai tersangka.Tim KPK juga menyegel sejumlah ruangan, termasuk kantor Bupati Pekalongan, kantor Sekretaris Daerah, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru).
Pekalongan
| Selasa, 3 Maret 2026

Penahanan Piche Kota dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak Dibantarkan karena Sakit
PIFA, Belu - Penyanyi PYDAJK alias Piche Kota resmi ditahan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Belu dalam kasus dugaan pemerkosaan dan persetubuhan anak terhadap siswi SMA berinisial ACT (16).Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, mengatakan penahanan dilakukan sejak Minggu (1/3) untuk 20 hari ke depan, setelah Piche ditangkap pada Sabtu (28/2) pukul 13.00 Wita di kediamannya. Namun, penahanan saat ini dibantarkan karena tersangka dikabarkan sakit.“Statusnya sudah tahanan sejak Minggu (1/3),” ujar Rachmat, Senin (2/3).Saat ini Piche menjalani perawatan dan observasi medis di RSUD Gabriel Manek Atambua dengan pengawalan penyidik serta didampingi keluarga. Jika dinyatakan sehat, ia akan langsung dipindahkan ke rumah tahanan Polres Belu.Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka. Selain Piche Kota, dua tersangka lain yakni RM alias Roy dan RS alias Rifle telah lebih dulu ditahan masing-masing sejak 25 dan 27 Februari 2026 di Rutan Polres Belu.Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa sebelumnya menyatakan penyidik menerapkan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, mengacu pada ketentuan KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak.Kasus ini bermula dari laporan polisi yang diterima pada 13 Januari 2026. Dugaan tindak pidana terjadi pada Minggu (11/1) di sebuah hotel di Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami kekerasan seksual saat dalam kondisi tidak sadar usai pesta minuman keras bersama para tersangka.
Lokal
| Senin, 2 Maret 2026

BNPB: 5 Desa di Sayung Demak Masih Terendam, Perbaikan Dua Tanggul Terkendala Debit Air Tinggi
PIFA, Demak — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan masih terdapat lima desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang hingga kini dikepung banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Banjir tersebut telah berlangsung sejak Senin (16/2) dini hari. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kondisi banjir dipengaruhi karakter wilayah yang berbentuk cekungan serta tingginya air rob. Akibatnya, aliran air menuju Sungai Dombo belum berjalan optimal sehingga genangan masih bertahan di permukiman warga dan akses jalan. “Kondisi tersebut dipengaruhi karakter wilayah yang berupa cekungan serta tingginya air rob sehingga aliran air menuju Sungai Dombo belum optimal dan masih menggenangi permukiman warga serta akses jalan,” ujar Abdul Muhari, dikutip dari Antara, Minggu (1/3). BNPB juga mengakui bahwa debit air yang masih tinggi akibat hujan deras dan rob menjadi tantangan utama dalam percepatan perbaikan tanggul jebol di Demak. Saat ini terdapat dua tanggul yang mengalami kerusakan, yakni tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang. Untuk tanggul Sungai Cabean, proses penutupan telah mencapai sekitar 70 persen di sisi kiri dan 80 persen di sisi kanan, dengan penguatan yang masih terus dilakukan. Sementara itu, penanganan tanggul Sungai Tuntang di sejumlah titik masih tertunda karena debit air yang belum surut, meskipun beberapa bagian telah berhasil ditutup dan diperkuat. Abdul menambahkan, upaya lanjutan yang dilakukan meliputi penguatan tanggul, normalisasi saluran sekunder, pemasangan jaring penahan sampah di Sipon Gajah, serta pembersihan saluran menggunakan alat berat. Seluruh langkah tersebut dikoordinasikan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Ia menegaskan, perbaikan tanggul yang belum menyeluruh ditambah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan dengan durasi panjang menyebabkan sejumlah wilayah di Demak masih tergenang hingga saat ini. BNPB pun mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera melaporkan kejadian bencana melalui saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Lokal
| Minggu, 1 Maret 2026

Koh Erwin, Bandar yang Pasok Narkoba ke AKBP Didik Putra Kuncoro Sempat Melawan Saat Ditangkap
PIFA, Banten - Kepala Satuan Tugas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Polisi Kevin Leleury, mengungkapkan bahwa terduga bandar narkoba Erwin alias Koko Erwin sempat melakukan perlawanan saat proses penangkapan."Ada perlawanan tapi sedikit, bisa kami tangani," ujar Kevin Leleury di Tangerang, Banten, Jumat.Koko Erwin yang disebut sebagai pemasok uang dan narkoba kepada eks Kapolres Bima, AKBP Didik Putra Kuncoro, berhasil dibekuk di Tanjung Balai, Sumatra Utara, saat hendak menyeberang ke Malaysia pada Kamis (26/2).Dalam operasi tersebut, petugas juga meringkus dua terduga pelaku lain berinisial A alias Y dan R alias K."Yang bersangkutan (Koko Erwin) berhasil ditangkap saat akan melakukan penyeberangan menggunakan kapal tujuan Malaysia," katanya.Dari hasil pemeriksaan awal, kedua orang tersebut diketahui berperan membantu Koko Erwin melarikan diri ke Malaysia guna menghindari penangkapan aparat kepolisian."Pelaku A alias Y ditangkap di Riau sementara R alias K di Tanjung Balai bersama Erwin," jelasnya.Berdasarkan hasil pendalaman, Koko Erwin diduga telah melakukan sejumlah persiapan untuk kabur ke luar negeri setelah mengetahui dirinya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).Kevin menegaskan, Koko Erwin merupakan bandar sabu kelas kakap di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia diduga menjadi pemasok uang dan narkotika kepada AKBP Didik Putra Kuncoro."Keterkaitan lebih jelasnya mungkin nanti akan dijelaskan pada saat jumpa pers," pungkasnya.
Lokal
| Jumat, 27 Februari 2026

Anggota Damkar Depok Diteror Usai Unggah Video Soal Fungsi Helm
PIFA, Depok - Seorang anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok, Khairul Umam, mengaku menjadi sasaran teror setelah mengunggah konten video yang membahas fungsi helm sebagai alat pelindung diri. Video tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @xkhairulumam.Dalam video yang beredar luas di media sosial itu, Umam menegaskan bahwa helm sejatinya berfungsi untuk melindungi kepala, bukan sebaliknya."Gue masih ngasih tahu lu, ini namanya helm, gunanya itu buat ngelindungin kepala, bukan buat ngancurin kepala warga," kata Umam dalam video tersebut.Umam yang juga dikenal sebagai komika menjelaskan, konten tersebut dibuat semata-mata untuk mengedukasi masyarakat terkait fungsi alat pelindung diri (APD), khususnya helm. Ia mengaku tidak memiliki maksud lain apalagi untuk menyinggung pihak tertentu."Ya maksudnya kan emang ya emang sudah pada faktanya fungsi helm itu gunanya buat ngelindungin kepala gitu. Ya kayak gitu aja," ujarnya saat dihubungi, Kamis (26/2).Ia mengaku tidak menyangka video tersebut akan viral dan menuai beragam respons. Menurutnya, penggunaan helm juga merupakan hal yang lazim di lingkungan Damkar."Ya balik lagi kalau masalah ketersinggungan kan saya enggak bisa komen apa-apa ya. Dan sepemahaman saya, teman-teman saya pun di Damkar gitu, pada pakai helm gitu, maksudnya. Dan ya memang ya enggak mungkin lah, maksudnya kalau ranah saya sampai keluar dari instansi saya, ya saya siapa sih, kan begitu maksudnya saya mikirnya," tutur Umam.Namun, satu hingga dua hari setelah video itu diunggah, Umam mengaku mulai menerima pesan bernada teror melalui aplikasi WhatsApp dari nomor tak dikenal. Pesan-pesan tersebut kemudian ia unggah kembali ke akun Instagramnya.Dalam salah satu pesan, pengirim menyebut alamat rumah Umam dan menyarankan agar dirinya melindungi kepala. Sementara pesan lain dari akun bernama ‘Raja Kopi’ meminta Umam untuk terus memakai helm demi keselamatan dirinya.Umam mengatakan awalnya ia merespons pesan tersebut dengan baik karena mengira pengirimnya adalah orang yang dikenalnya."Saya respon dengan baik, dengan baik sampai akhirnya dia bilang masalah selamat gitu dan segala macamnya tuh, semoga selamat gitu-gitu, ya saya balikin doa baik lagi kan," ucap dia.Namun, respons dari pengirim pesan justru mengarah pada ancaman terselubung, sehingga Umam memilih untuk mengabaikannya."Tapi dia balasnya ternyata kayak gitu dan akhirnya saya diemin. Ketika udah dapat chat-nya udah mulai arah-arah ancaman rada halus nih, saya diemin. Saya hapus chatnya. Eh dia WhatsApp lagi sampai dia bilang 'tunggu ya saya ada kejutan buat kamu', gitu-gitu," sambungnya.Akibat teror tersebut, Umam mengaku sempat merasa was-was, meski berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya."Ya saya pribadi ya, nggak bisa gimana-gimana. Ya kalau dibilang was-was sih ya sebenarnya was-was mah ada, gitu. Tapi ya karena saya merasa, ya sudahlah, maksud saya masa iya orang kayak saya sampai diurusin segitunya gitu," ujarnya.Saat ini, Umam menyebut sudah tidak lagi menerima pesan teror. Ia juga belum berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan memilih menunggu perkembangan situasi."Untuk saat ini sih enggak ada ya, alhamdulillah masih kondusif lah. Dan beberapa juga ada yang nyuruh buat bikin laporan, bikin laporan, LP-LP gitu, ya saya pikir ah ini mah ntar juga hilang, maksud saya gitu kan," pungkasnya.
Lokal
| Kamis, 26 Februari 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Pemkab Kapuas Hulu Hibahkan Dana Rp 500 Juta untuk Bangun Masjid Raya Al-Mukarramah
PIFA, Lokal - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyerahkan hibah dana Rp 500 juta secara simbolis kepada panitia pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah, Kecamatan Silat Hilir, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada kunjungannya ke lokasi pembangunan masjid tersebut, Jumat (20/9/2024)."Masjid Raya Al-Mukarramah Silat Hilir sudah berusia 60 tahun. Sebab itu sebelum tutup anggaran, saya sudah alokasikan Rp 500 juta di tahun 2024, hibahnya akan diberikan di tahun 2025," ucap Bupati yang akrab disapa Bang Sis ini.Pemkab Kapuas Hulu terus berkomitmen mendukung pembangunan rumah ibadah bagi masyarakat, termasuk masjid, gereja, dan tempat ibadah agama lain. "Kami sadari ada keterbatasan umat ketika ingin membangun rumah ibadah, jadi Pemda memberi bantuan dan kita kerjasama," jelasnya.Panitia pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah mengajukan total anggaran sebesar Rp 3 miliar agar proyek ini dapat diselesaikan. Bupati Sis menekankan bahwa beban biaya sebesar ini akan sulit jika sepenuhnya ditanggung masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah sangat diperlukan, termasuk penganggaran tambahan di masa mendatang."Maka Pemda membantu dan kedepan hendaknya masjid ini mendapat dukungan bersama, semoga DPRD juga bisa membantu penganggaran kedepan," ungkapnya.Bupati Sis berharap pembangunan Masjid Raya Al-Mukarramah dapat berjalan lancar sehingga menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Muslim di Kecamatan Silat Hilir.
Kapuas Hulu
| Jumat, 20 September 2024
Lokal

SKPP Tingkat Menengah Se-Kalbar Diselenggarakan Di Kota Singkawang
Berita Singkawang, Kalbar - PIFA, Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Menengah se-Kalimantan Barat resmi dibuka di Kota Singkawang pada Selasa 5 Oktober 2021 kemarin. Pada SKPP menengah tersebut, diikuti oleh 65 peserta yang merupakan perwakilan dari 14 Kabupaten/Kota yang lolos seleksi saat SKPP dasar pada Agustus 2021 lalu. Pembukaan SKPP menengah tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Ruhermansyah di aula Hotel Mahkota Singkawang. Ruhermansyah mengatakan, SKPP ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan terkait pengawasan Pemilu dan Kepemilihan, memahami demokrasi, memahami pengawasan Pemilu serta mensosialisasikan kepada masyarakat tentang hal yang dilarang dalam pelaksanaan Pemilu. "Jadi melalui SKPP ini, kita membentuk dan menyiapkan mereka untuk nantinya terjun langsung ke masyarakat. Bersama Bawaslu mengawal terwujudnya Pemilu yang demokratis dan berintegritas serta berkualitas," terangnya. Sekolah kader pengawasan tingkat menengah ini, kata Ruhermansyah, merupakan kelanjutan dari kader partisipatif tingkat dasar. Selain itu Rubi Ismayanto selaku fasilitator kegiatan SKPP menengah 2021 sekaligus Anggota Bawaslu Kota Singkawang Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia mengatakan bahwa peserta didominasi oleh kaum milenial. "peserta memang rata-rata adalah kaum milenial, kebanyakan adalah Mahasiswa. Peserta ini adalah mereka yang mendaftar SKPP secara online, kemudian melalui berbagai tahapan hingga terdaftar ke SKPP menengah," jelasnya.









