2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

Banjir Di Sintang Rendam 12 Kecamatan, 2 Orang Meninggal Dunia dan Lebih dari 87 Ribu Jiwa Terdampak

Berita Sintang, PIFA - Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2 orang meninggal dunia dan 87.496 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Selain itu, sebanyak 21.000 unit rumah, sarana tempat ibadah, dan 5 unit jembatan juga terdampak banjir. "Satu orang yang meninggal dunia ditemukan di Kecamatan Tempunak dan satu lainnya di Kecamatan Binjai, Kabupaten Sintang, Kalbar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengitip Kompas, Senin (8/11/2021). Abdul menerangkan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang masih berupaya melakukan pendataan di lapangan terkait korban meninggal dunia maupun luka-luka lainnya. Berdasarkandata yang telah dihimpun, Abdul menyatakan ada 12 kecamatan masih terendam banjir hingga saat ini di antaranya,  Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian, dan Kelam Permai. Tidak hanya itu, Abdul juga menyebut saat ini kondisi di jalan lintas provinsi-kabupaten masih tidak bisa dilewati untuk kendaraan karena ruas jalan masih digenangi banjir. "Selain itu, akses listrik dan komunikasi di lapangan masih terkendala," katanya.

Sintang
| Senin, 8 November 2021
Foto: Banjir Di Sintang Rendam 12 Kecamatan, 2 Orang Meninggal Dunia dan Lebih dari 87 Ribu Jiwa Terdampak | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah | Pifa Net

Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah

Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, terbakar pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Kebakaran terjadi pada Pelinggih Meru Tumpang 7, salah satu bangunan sakral di pura tersebut. Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. "Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pelapor, akibat kejadian itu diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp300.000.000," kata Alit, Kamis sore. Kebakaran pertama kali diketahui ketika seorang saksi, I Wayan Miwa, dalam perjalanan pulang setelah bekerja. Ia diberitahu seseorang bahwa terlihat kepulan asap dari arah Pura Puseh. Miwa kemudian bergegas menuju pura dan mendapati api telah membakar bangunan Meru Tumpang 7. Ia bersama warga berupaya memadamkan api. Namun, upaya pemadaman terkendala aliran air PDAM yang sedang mengalami gangguan atau mati. Warga kemudian berinisiatif menjatuhkan bangunan yang terbakar untuk mencegah api merembet ke bangunan pura lainnya. Bangunan tersebut didorong dan dijatuhkan secara gotong royong. Setelah itu, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Nusa Penida. Menurut keterangan pelapor I Made Granyam Santika dan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke lahan di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang dan bertiup ke arah utara membuat api dengan cepat menjalar. Percikan api yang terbawa angin diduga kemudian menyambar bagian atap Pelinggih Meru Tumpang 7. "Terduga pelaku yang melakukan pembakaran sampah hingga mengakibatkan terjadinya kebakaran tersebut saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Alit. Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Lokal
| Kamis, 3 September 2026

Lokal

Foto: Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu | Pifa Net

Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan tarif parkir mobil hingga Rp60.000. Pramono menegaskan angka tersebut bukan keputusan Pemprov Jakarta. Hingga kini, pemerintah daerah juga belum menetapkan tarif parkir baru. "Angka berapa? Rp60.000 ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Ia mengatakan Pemprov Jakarta masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan besaran tarif parkir yang baru, termasuk kewajaran harga bagi masyarakat. "Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal. Termasuk berapa yang harga yang wajar. Nah, sampai hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu, bahkan angka Rp60.000 pun saya baru tahu ketika sudah viral," ujarnya. Muncul Usulan Tarif Sistem Zonasi Sebelumnya, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter mengungkapkan adanya usulan perubahan tarif parkir menggunakan sistem zonasi. Dalam skema tersebut, kawasan dengan nilai ekonomi tinggi seperti SCBD, Menteng, Senayan, dan sejumlah wilayah lainnya dapat dikenakan tarif parkir lebih tinggi. Jupiter menyebut tarif tertinggi yang diusulkan bisa mencapai Rp60.000. "Jadi nanti mau dibuat sistem zonasi. Misalnya daerah SCBD dianggap punya nilai ekonomi tinggi. Daerah Menteng, kemudian daerah seperti Bandung Indah, terus daerah misalnya di Jakarta Selatan, Senayan. Jadi tarif itu ambang batas tertingginya sampai Rp60 ribu," kata Jupiter. Namun, Jupiter sendiri menilai angka tersebut berpotensi membebani masyarakat. "Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujarnya. Dengan demikian, hingga Senin (24/8), tarif parkir mobil Rp60.000 belum menjadi keputusan resmi Pemprov DKI Jakarta.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Lokal

Foto: Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali | Pifa Net

Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali

Polisi memburu dua warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan tindakan asusila di halaman rumah warga di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Aksi dua WNA tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian viral di media sosial. Lokasi kejadian berada di sebuah permukiman di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng. Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan polisi telah melakukan pengecekan lokasi dan memastikan kejadian dalam video berlangsung di halaman rumah warga. "Berdasarkan pencocokan dan pengecekan di lapangan diketahui video viral tersebut terjadi di sebelah pintu pagar rumah milik warga," kata Ayu, Senin (24/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.29 WITA. Saat itu, pemilik rumah berinisial NKW (47) hendak menghaturkan sesajen di depan rumah. Saksi kemudian terkejut melihat dua WNA berada di halaman rumahnya dan melakukan tindakan asusila. Ia sempat meneriaki keduanya, namun tidak mendapat respons. Menurut kepolisian, aksi tersebut berlangsung sekitar 15 menit sebelum kedua WNA meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Dari rekaman CCTV, polisi juga menemukan keduanya sempat masuk ke halaman rumah setelah melihat situasi sekitar. Setelah memastikan kondisi sepi, keduanya kemudian mendekati pagar rumah dan melakukan tindakan asusila. Sekitar pukul 18.36 WITA, keduanya kembali melakukan tindakan serupa sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Polisi menyebut pemilik rumah tidak mengalami kerugian materiil maupun nonmateriil. Namun, keluarga pemilik rumah menilai halaman tersebut perlu dibersihkan melalui upacara adat. Polisi Koordinasi dengan Imigrasi Polres Badung kini berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengidentifikasi dan mencari keberadaan kedua WNA tersebut. Berdasarkan pencocokan wajah dari rekaman CCTV, WNA laki-laki diketahui merupakan warga negara Australia. Sementara identitas WNA perempuan masih dalam proses pendalaman. "Unit Reskrim Polsek Kuta Utara melakukan upaya identifikasi lanjutan guna mengungkap para terduga pelaku serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ayu.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: Banjir Di Sintang Rendam 12 Kecamatan, 2 Orang Meninggal Dunia dan Lebih dari 87 Ribu Jiwa Terdampak | Pifa Net

Banjir Di Sintang Rendam 12 Kecamatan, 2 Orang Meninggal Dunia dan Lebih dari 87 Ribu Jiwa Terdampak

Berita Sintang, PIFA - Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2 orang meninggal dunia dan 87.496 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Selain itu, sebanyak 21.000 unit rumah, sarana tempat ibadah, dan 5 unit jembatan juga terdampak banjir. "Satu orang yang meninggal dunia ditemukan di Kecamatan Tempunak dan satu lainnya di Kecamatan Binjai, Kabupaten Sintang, Kalbar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengitip Kompas, Senin (8/11/2021). Abdul menerangkan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang masih berupaya melakukan pendataan di lapangan terkait korban meninggal dunia maupun luka-luka lainnya. Berdasarkandata yang telah dihimpun, Abdul menyatakan ada 12 kecamatan masih terendam banjir hingga saat ini di antaranya,  Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian, dan Kelam Permai. Tidak hanya itu, Abdul juga menyebut saat ini kondisi di jalan lintas provinsi-kabupaten masih tidak bisa dilewati untuk kendaraan karena ruas jalan masih digenangi banjir. "Selain itu, akses listrik dan komunikasi di lapangan masih terkendala," katanya.

Sintang
| Senin, 8 November 2021

Lokal

Foto: Prof Garuda Wiko Kembali Terpilih Jadi Rektor Untan, Periode 2023-2027 | Pifa Net

Prof Garuda Wiko Kembali Terpilih Jadi Rektor Untan, Periode 2023-2027

PIFA, Lokal – Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb. kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) untuk periode 2023-2027. Prof Garuda Wiko meraih suara terbanyak dalam pemilihan Rektor yang digelar di Pontianak, Kalbar, pada Rabu (15/2/2023). Prof. Garuda Wiko sukses meraih 61 dari 80 suara (80,26%) pada periode keduanya ini. Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Hukum Untan dengan bidang keahlian hukum keperdataan ini juga menjabat sebagai Rektor Untan pada periode 2019-2023. Pemilihan Rektor diadakan dalam Rapat Tertutup Senat Universitas Tanjungpura yang digelar hari ini, Rabu (15/2). Dilansir dari laman resmi Untan, ada tiga Calon Rektor yang ikut dalam pemilihan tersebut. Ketiga calon tersebut diantaranya Dr. Sy Hasyim Azizurahman, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb., dan Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU. Berdasarkan data dari Panitia Pemilihan Rektor Untan periode 2023-2027, berikut hasil perhitungan suara tiga calon Rektor Untan periode ini: Dr. Sy Hasyim Aziurahman, S.H., M.Hum. 1 suara (1,32%) Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb. 61 suara (80,26%) Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M.Sc., QAM., IPU. 14 suara (18,42%) (yd)

Pontianak
| Rabu, 15 Februari 2023

Lokal

Foto: Rutan Pontianak Gelar Tradisi Munggahan Sambut Ramadan | Pifa Net

Rutan Pontianak Gelar Tradisi Munggahan Sambut Ramadan

PIFA, Lokal - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak menyelenggarakan Munggahan, yakni kegiatan rohani melalui ceramah keagamaan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1445 H/2024 M yang diselenggarakan di lapangan Rutan Pontianak. Munggahan adalah salah satu Tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia saat hendak memasuki Ramadan. Kegiatan yang berasal dari dari suku Sunda, Jawa Barat ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Syakban, atau sekitar 1 minggu sebelum bulan Ramadan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh petugas, ibu-ibu Dharma Wanita, tahanan dan warga binaan Rutan Pontianak. Dengan tema "Bersihkan hati, sucikan jiwa, sambut Ramadan dengan semangat kebersamaan dalam meraih derajat takwa", kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat tali silaturahmi antara seluruh komponen Rutan Pontianak. Kegiatan dibuka oleh Kepala Rutan, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah yang menyemangati para jemaah untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan semangat.  “Bagi Umat Islam bulan suci Ramadhan adalah kesempatan menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, menjaga dan memilihara ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dari segela perilaku yang membatalkan ibadah puasa atau mengurangi pahala dari ibadah puasa,” ujar Raja, (Kamis, 7/3/2024). Ibadah puasa di bulan mulia ini, lanjut dia, diwajibkan untuk orang-orang yang beriman di seluruh dunia bukan sekedar ibadah. Ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat berbeda dengan ibadah lain.  Sebab puasa adalah ibadah rahasia, artinya orang itu berpuasa atau tidak hanyalah orang berpuasa itu sendiri dan Allah saja yang mengetahuinya.  Oleh karena itu Allah SWT menilai secara khusus bagi mereka yang berpuasa. Gunakan momen Ramadhan untuk mendapatkan gelar taqwa dihadapan Allah SWT. “Sebagai umat beragama saling menghormati dan menghargai pada setiap momen peribadatan sesuai ajaran agama adalah sikap baik dalam kehidupan beragama,” ungkap Raja.  Ustaz Fitra Aulia Rahman turut hadir sebagai penceramah, memberikan ceramah yang penuh inspirasi dan hikmah bagi seluruh jemaah. Tak hanya diisi dengan ceramah, kegiatan ini juga diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Fitra Aulia Rahman.  Doa tersebut menjadi momentum untuk memohon keberkahan dan keberkahan  dalam menyambut bulan suci Ramadan. Setelah itu, dilanjutkan dengan makan bersama yang bertujuan untuk menciptakan kebersamaan dan menjalin keeratan kekeluargaan antar tahanan, warga binaan dan petugas Rutan.  Hal ini diharapkan dapat menjaga keamanan dan situasi yang kondusif di Rutan Pontianak selama bulan Ramadan. (ap) 

Pontianak
| Kamis, 7 Maret 2024

Feeds

Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah

Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, terbakar pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Kebakaran terjadi pada Pelinggih Meru Tumpang 7, salah satu bangunan sakral di pura tersebut. Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. "Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pelapor, akibat kejadian itu diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp300.000.000," kata Alit, Kamis sore. Kebakaran pertama kali diketahui ketika seorang saksi, I Wayan Miwa, dalam perjalanan pulang setelah bekerja. Ia diberitahu seseorang bahwa terlihat kepulan asap dari arah Pura Puseh. Miwa kemudian bergegas menuju pura dan mendapati api telah membakar bangunan Meru Tumpang 7. Ia bersama warga berupaya memadamkan api. Namun, upaya pemadaman terkendala aliran air PDAM yang sedang mengalami gangguan atau mati. Warga kemudian berinisiatif menjatuhkan bangunan yang terbakar untuk mencegah api merembet ke bangunan pura lainnya. Bangunan tersebut didorong dan dijatuhkan secara gotong royong. Setelah itu, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Nusa Penida. Menurut keterangan pelapor I Made Granyam Santika dan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke lahan di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang dan bertiup ke arah utara membuat api dengan cepat menjalar. Percikan api yang terbawa angin diduga kemudian menyambar bagian atap Pelinggih Meru Tumpang 7. "Terduga pelaku yang melakukan pembakaran sampah hingga mengakibatkan terjadinya kebakaran tersebut saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Alit. Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Lokal
| Kamis, 3 September 2026
Foto: Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah | Pifa Net

Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan tarif parkir mobil hingga Rp60.000. Pramono menegaskan angka tersebut bukan keputusan Pemprov Jakarta. Hingga kini, pemerintah daerah juga belum menetapkan tarif parkir baru. "Angka berapa? Rp60.000 ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Ia mengatakan Pemprov Jakarta masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan besaran tarif parkir yang baru, termasuk kewajaran harga bagi masyarakat. "Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal. Termasuk berapa yang harga yang wajar. Nah, sampai hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu, bahkan angka Rp60.000 pun saya baru tahu ketika sudah viral," ujarnya. Muncul Usulan Tarif Sistem Zonasi Sebelumnya, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter mengungkapkan adanya usulan perubahan tarif parkir menggunakan sistem zonasi. Dalam skema tersebut, kawasan dengan nilai ekonomi tinggi seperti SCBD, Menteng, Senayan, dan sejumlah wilayah lainnya dapat dikenakan tarif parkir lebih tinggi. Jupiter menyebut tarif tertinggi yang diusulkan bisa mencapai Rp60.000. "Jadi nanti mau dibuat sistem zonasi. Misalnya daerah SCBD dianggap punya nilai ekonomi tinggi. Daerah Menteng, kemudian daerah seperti Bandung Indah, terus daerah misalnya di Jakarta Selatan, Senayan. Jadi tarif itu ambang batas tertingginya sampai Rp60 ribu," kata Jupiter. Namun, Jupiter sendiri menilai angka tersebut berpotensi membebani masyarakat. "Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujarnya. Dengan demikian, hingga Senin (24/8), tarif parkir mobil Rp60.000 belum menjadi keputusan resmi Pemprov DKI Jakarta.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Foto: Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu | Pifa Net

Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali

Polisi memburu dua warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan tindakan asusila di halaman rumah warga di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Aksi dua WNA tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian viral di media sosial. Lokasi kejadian berada di sebuah permukiman di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng. Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan polisi telah melakukan pengecekan lokasi dan memastikan kejadian dalam video berlangsung di halaman rumah warga. "Berdasarkan pencocokan dan pengecekan di lapangan diketahui video viral tersebut terjadi di sebelah pintu pagar rumah milik warga," kata Ayu, Senin (24/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.29 WITA. Saat itu, pemilik rumah berinisial NKW (47) hendak menghaturkan sesajen di depan rumah. Saksi kemudian terkejut melihat dua WNA berada di halaman rumahnya dan melakukan tindakan asusila. Ia sempat meneriaki keduanya, namun tidak mendapat respons. Menurut kepolisian, aksi tersebut berlangsung sekitar 15 menit sebelum kedua WNA meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Dari rekaman CCTV, polisi juga menemukan keduanya sempat masuk ke halaman rumah setelah melihat situasi sekitar. Setelah memastikan kondisi sepi, keduanya kemudian mendekati pagar rumah dan melakukan tindakan asusila. Sekitar pukul 18.36 WITA, keduanya kembali melakukan tindakan serupa sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Polisi menyebut pemilik rumah tidak mengalami kerugian materiil maupun nonmateriil. Namun, keluarga pemilik rumah menilai halaman tersebut perlu dibersihkan melalui upacara adat. Polisi Koordinasi dengan Imigrasi Polres Badung kini berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengidentifikasi dan mencari keberadaan kedua WNA tersebut. Berdasarkan pencocokan wajah dari rekaman CCTV, WNA laki-laki diketahui merupakan warga negara Australia. Sementara identitas WNA perempuan masih dalam proses pendalaman. "Unit Reskrim Polsek Kuta Utara melakukan upaya identifikasi lanjutan guna mengungkap para terduga pelaku serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ayu.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Foto: Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali | Pifa Net

Jakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem musik sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Jakarta Beat Society 2026 yang mempertemukan musisi, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026). Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri musik, bukan hanya karena banyak melahirkan musisi berbakat, tetapi juga memiliki pasar dan audiens yang kuat. "Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif," ujar Rano saat membuka kegiatan tersebut. Menurutnya, Jakarta Beat Society menjadi ruang bagi berbagai elemen industri musik untuk bertemu, berkolaborasi, sekaligus membangun jejaring. "Jakarta Beat Society menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif," katanya. Ingin Musisi Lokal Tembus Industri Global Rano menilai besarnya pasar musik Jakarta juga tercermin dari minat musisi internasional untuk menggelar konser di ibu kota. Kehadiran musisi dunia seperti Coldplay, Bruno Mars, hingga BTS disebut menjadi gambaran daya tarik Jakarta dalam peta industri musik regional dan global. Karena itu, Pemprov DKI berkomitmen memperluas ruang bagi komunitas serta pelaku industri kreatif melalui berbagai kegiatan seni, budaya, musik, dan perfilman. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbanyak panggung bagi talenta lokal, tetapi juga membuka jejaring industri sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi Jakarta. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya dengan menciptakan peluang serta ruang bagi komunitas kreatif untuk terus berkembang. Hal ini dilakukan di berbagai sektor kreatif, termasuk musik dan perfilman," ujar Rano. Di bidang perfilman, Pemprov DKI menjalankan komitmen tersebut antara lain melalui Jakarta Film Commission yang ditujukan untuk mendukung pembuat film sekaligus memperkuat ekosistem industri audiovisual di Jakarta. Ke depan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi kreatif. "Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia," kata Rano.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Foto: Jakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global | Pifa Net

Pitbull Serang Anak SD di Bandung, Polisi Amankan dan Karantina Anjing

Polisi mengamankan seekor anjing jenis pitbull yang menyerang seorang siswa sekolah dasar kelas tiga di Kompleks Grand Cendana Residence, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Anjing tersebut kini ditempatkan di lokasi karantina dan tidak lagi berada di lingkungan permukiman maupun rumah pemiliknya. Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi Asep mengatakan anjing diamankan tidak lama setelah insiden terjadi pada Minggu (23/8/2026). "Kami sudah bersepakat dengan pengurus RW setempat bahwa hewan itu dikarantina dan tidak berada lagi di pemukiman atau di rumah pemiliknya," kata Asep saat dikonfirmasi, Senin (24/8). Pemilik anjing berinisial F (40) disebut bersikap kooperatif. Ia bahkan turut mendampingi korban bersama keluarganya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Korban mengalami luka sobek pada bagian kepala dan telinga akibat gigitan anjing tersebut. Korban telah menjalani operasi di RS Welas Asih dan kini kondisinya berangsur membaik. "Luka korban ada di bagian kepala dan telinga. Tadi malam sudah dilaksanakan operasi pada bagian telinganya, dan pagi ini korban sudah dipindahkan ke ruang pemulihan," ujar Asep. Keluarga Belum Buat Laporan Hingga Senin (24/8), keluarga korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian terkait kejadian tersebut maupun meminta pertanggungjawaban pemilik anjing. "Sampai saat ini pihak korban belum datang ke Polsek untuk membuat laporan resmi maupun surat pernyataan tidak menuntut," kata Asep. Asep mengingatkan pemilik hewan peliharaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan hewan yang dipeliharanya tidak membahayakan orang lain. Ia menyebut terdapat ketentuan hukum yang dapat menjerat pemilik hewan apabila serangan tersebut menyebabkan orang lain terluka. "Pemiliknya dapat dijerat ancaman pidana penjara hingga 2 tahun 8 bulan. Ini jadi pelajaran bersama agar seluruh masyarakat yang memelihara anjing bisa menjaga hewannya dengan baik," ujarnya. Sebelumnya, korban diserang pitbull pada Minggu (23/8) sore. Warga mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar korban berteriak dan menangis. Saat didatangi, warga mendapati korban tengah diserang dan digigit anjing pitbull hingga mengalami luka pada bagian kepala dan telinga.

Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026
Foto: Pitbull Serang Anak SD di Bandung, Polisi Amankan dan Karantina Anjing | Pifa Net

Pengemudi Diduga Mabuk, Kecelakaan Beruntun di Surabaya Tewaskan 1 Orang

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Taman Apsari, Surabaya, Minggu (23/8) dini hari. Kecelakaan yang diduga dipicu pengemudi dalam pengaruh alkohol itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Peristiwa bermula ketika Mitsubishi Outlander bernomor polisi L 1049 OO yang dikemudikan ENR (32) melaju dari Jalan Taman Apsari. ENR diduga kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol hingga menabrak taksi listrik bernomor polisi L 1611 UG yang sedang terparkir. "Kendaraan Mitsubishi Outlander yang dikemudikan Saudari ENR melaju dari arah selatan ke utara. Saat berbelok ke kiri, pengemudi kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol dan menabrak taksi listrik yang sedang terparkir di sisi kanan jalan," kata Galih. Setelah menabrak taksi listrik, ENR tidak menghentikan kendaraannya dan terus melaju menuju Jalan Gubernur Suryo, tepat di samping Alun-Alun Surabaya. Di lokasi tersebut, mobil kembali menabrak RPK (25) yang sedang menaikkan barang ke mobil pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi L 9760 CJ yang terparkir. "Pengemudi terus melaju meninggalkan TKP menuju Jalan Gubernur Suryo. Di samping Alun-alun Surabaya, kendaraan tersebut menabrak Saudara RPK yang sedang menaikkan barang ke mobil Pick Up Mitsubishi L300 miliknya yang sedang parkir," ujarnya. RPK mengalami luka berat dan langsung dibawa ke UGD RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan. Galih mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan kecelakaan tersebut disebabkan kelalaian manusia. ENR diketahui mengemudi dalam kondisi dipengaruhi alkohol serta tidak memiliki SIM dan STNK. "Hasil olah TKP awal menunjukkan penyebab utama kecelakaan adalah faktor kelalaian manusia, yakni pengemudi mengendarai kendaraan tanpa konsentrasi di bawah pengaruh minuman beralkohol," ujar Galih. Kasus tersebut kini masih ditangani Satlantas Polrestabes Surabaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Lokal
| Minggu, 23 Agustus 2026
Foto: Pengemudi Diduga Mabuk, Kecelakaan Beruntun di Surabaya Tewaskan 1 Orang | Pifa Net

776 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Terbanyak di Banjar, Tapin, dan Tanah Laut

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 776 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (22/8/2026). Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut. Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel Utari Randiana mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan pada Sabtu (22/8), bersamaan dengan pemantauan kondisi cuaca dan sebaran asap di wilayah Kalsel. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Jumat (21/8) pukul 17.00 Wita, sebaran asap terdeteksi di Kalsel dan meluas hingga Kalimantan Tengah serta Kalimantan Timur. "Untuk wilayah Kalimantan Selatan, sebaran asap berada di bagian barat dan utara, dengan arah angin umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan lima hingga 15 knot berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer wilayah setempat," ujar Utari, dikutip dari Antara. Utari mengatakan berdasarkan rekapitulasi laporan meteorologi, asap mulai terdeteksi sejak pukul 02.00 Wita. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan jarak pandang mengalami penurunan pada pagi hari. Penurunan jarak pandang tercatat berkisar antara 3.500 meter hingga 200 meter pada pukul 07.00 Wita. Sementara itu, Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ariansyah mengatakan kabut asap cukup signifikan terpantau di sejumlah kabupaten/kota. Wilayah yang terdampak antara lain Banjarbaru, kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut, serta Kabupaten Banjar. "Untuk wilayah Banua Anam, berdasarkan citra satelit juga terdapat sebaran kabut asap, terutama di bagian barat dan utara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah yang memiliki area gambut cukup luas," ujar Ariansyah.

Lokal
| Sabtu, 22 Agustus 2026
Foto: 776 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Terbanyak di Banjar, Tapin, dan Tanah Laut | Pifa Net

Makassar dan Bone Jadi Daerah dengan Kebutuhan Perumahan Tertinggi di Sulsel

Kota Makassar dan Kabupaten Bone menjadi dua daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan kebutuhan perumahan yang tinggi.Makassar tercatat memiliki persoalan backlog kepemilikan rumah paling tinggi, sementara Bone menghadapi persoalan besar terkait kualitas hunian dan banyaknya rumah yang belum layak huni.Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 1 Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP3KP) Sulawesi 3, Dwiayu Permatasari, mengatakan kebutuhan perumahan di Sulsel masih cukup tinggi berdasarkan estimasi indikatif dalam dashboard MyPKP."Kalau untuk Sulawesi Selatan sendiri, kebutuhan perumahan memang masih cukup tinggi," ujar Dwiayu saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).Berdasarkan dashboard tersebut, terdapat sekitar 3,1 juta keluarga di Sulsel. Dari jumlah itu, sekitar 40,34 persen atau lebih dari 1,2 juta keluarga masih tercatat memiliki persoalan backlog perumahan.Sekitar 430 ribu keluarga diperkirakan belum memiliki rumah sendiri. Sementara sekitar 825 ribu keluarga lainnya telah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisi rumahnya belum memenuhi standar layak huni."Data tersebut merupakan estimasi indikatif, bukan angka mikro pemutakhiran langsung," ujarnya.Dwiayu menyebut Makassar menjadi daerah dengan persoalan backlog kepemilikan rumah paling tinggi di Sulsel. Kondisi tersebut dipengaruhi jumlah penduduk yang besar serta arus urbanisasi yang terus meningkat."Jika dilihat dari jumlah penduduk, Kota Makassar merupakan daerah dengan backlog perumahan tertinggi. Namun, khusus Makassar lebih menonjol di backlog kepemilikan karena transisi urbanisasi," ungkapnya.Sementara itu, persoalan perumahan di Kabupaten Bone lebih banyak berkaitan dengan kualitas hunian. Kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di daerah tersebut tercatat cukup tinggi berdasarkan sinkronisasi data hingga Juli 2026."Sementara di kabupaten seperti Bone, kebutuhannya sangat besar dari sisi kualitas hunian," katanya.Dwiayu menjelaskan persoalan backlog perumahan di Sulsel tidak hanya berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki rumah. Persoalan tersebut juga mencakup masyarakat yang sudah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisi fisik rumahnya belum layak."Persoalannya bukan hanya berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki rumah, tetapi juga masyarakat yang sudah memiliki tempat tinggal tetapi belum layak secara kondisi rumahnya," jelasnya.Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan sejumlah intervensi, mulai dari pembangunan rumah baru, rehabilitasi rumah, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, hingga penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Pendanaan program tersebut bersumber dari APBN, APBD, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).Meski demikian, Dwiayu menegaskan angka backlog dalam dashboard masih berupa estimasi indikatif dan belum sepenuhnya menggambarkan jumlah masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan perumahan.Menurutnya, diperlukan sinkronisasi lebih lanjut dengan data kependudukan, tingkat pendapatan, kondisi fisik rumah, hingga data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem untuk mendapatkan angka yang lebih akurat."Di dashboard kita itu masih sekitar 3 juta 100 sekian untuk Provinsi Sulawesi Selatan tersendiri itu, namun itu tidak bisa menjadi data ini ya data yang masih fleksibel biasanya," terangnya.Selain Makassar dan Bone, kawasan penyangga metropolitan Mamminasata seperti Kabupaten Gowa dan Maros juga mengalami peningkatan kebutuhan hunian seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan perumahan."Wilayah Mamminasata ini tercatat telah memiliki puluhan ribu hunian rumah subsidi yang tersedia di Kabupaten Gowa dan juga Kabupaten Maros," ujarnya.

Lokal
| Sabtu, 22 Agustus 2026
Foto: Makassar dan Bone Jadi Daerah dengan Kebutuhan Perumahan Tertinggi di Sulsel | Pifa Net

Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector

Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Foto: Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector | Pifa Net

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya

Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.

Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Foto: 1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: Banjir Di Sintang Rendam 12 Kecamatan, 2 Orang Meninggal Dunia dan Lebih dari 87 Ribu Jiwa Terdampak | Pifa Net

Banjir Di Sintang Rendam 12 Kecamatan, 2 Orang Meninggal Dunia dan Lebih dari 87 Ribu Jiwa Terdampak

Berita Sintang, PIFA - Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2 orang meninggal dunia dan 87.496 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Selain itu, sebanyak 21.000 unit rumah, sarana tempat ibadah, dan 5 unit jembatan juga terdampak banjir. "Satu orang yang meninggal dunia ditemukan di Kecamatan Tempunak dan satu lainnya di Kecamatan Binjai, Kabupaten Sintang, Kalbar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengitip Kompas, Senin (8/11/2021). Abdul menerangkan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang masih berupaya melakukan pendataan di lapangan terkait korban meninggal dunia maupun luka-luka lainnya. Berdasarkandata yang telah dihimpun, Abdul menyatakan ada 12 kecamatan masih terendam banjir hingga saat ini di antaranya,  Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian, dan Kelam Permai. Tidak hanya itu, Abdul juga menyebut saat ini kondisi di jalan lintas provinsi-kabupaten masih tidak bisa dilewati untuk kendaraan karena ruas jalan masih digenangi banjir. "Selain itu, akses listrik dan komunikasi di lapangan masih terkendala," katanya.

Sintang
| Senin, 8 November 2021

Lokal

Foto: Prof Garuda Wiko Kembali Terpilih Jadi Rektor Untan, Periode 2023-2027 | Pifa Net

Prof Garuda Wiko Kembali Terpilih Jadi Rektor Untan, Periode 2023-2027

PIFA, Lokal – Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb. kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) untuk periode 2023-2027. Prof Garuda Wiko meraih suara terbanyak dalam pemilihan Rektor yang digelar di Pontianak, Kalbar, pada Rabu (15/2/2023). Prof. Garuda Wiko sukses meraih 61 dari 80 suara (80,26%) pada periode keduanya ini. Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Hukum Untan dengan bidang keahlian hukum keperdataan ini juga menjabat sebagai Rektor Untan pada periode 2019-2023. Pemilihan Rektor diadakan dalam Rapat Tertutup Senat Universitas Tanjungpura yang digelar hari ini, Rabu (15/2). Dilansir dari laman resmi Untan, ada tiga Calon Rektor yang ikut dalam pemilihan tersebut. Ketiga calon tersebut diantaranya Dr. Sy Hasyim Azizurahman, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb., dan Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU. Berdasarkan data dari Panitia Pemilihan Rektor Untan periode 2023-2027, berikut hasil perhitungan suara tiga calon Rektor Untan periode ini: Dr. Sy Hasyim Aziurahman, S.H., M.Hum. 1 suara (1,32%) Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb. 61 suara (80,26%) Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M.Sc., QAM., IPU. 14 suara (18,42%) (yd)

Pontianak
| Rabu, 15 Februari 2023

Lokal

Foto: Rutan Pontianak Gelar Tradisi Munggahan Sambut Ramadan | Pifa Net

Rutan Pontianak Gelar Tradisi Munggahan Sambut Ramadan

PIFA, Lokal - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak menyelenggarakan Munggahan, yakni kegiatan rohani melalui ceramah keagamaan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1445 H/2024 M yang diselenggarakan di lapangan Rutan Pontianak. Munggahan adalah salah satu Tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia saat hendak memasuki Ramadan. Kegiatan yang berasal dari dari suku Sunda, Jawa Barat ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Syakban, atau sekitar 1 minggu sebelum bulan Ramadan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh petugas, ibu-ibu Dharma Wanita, tahanan dan warga binaan Rutan Pontianak. Dengan tema "Bersihkan hati, sucikan jiwa, sambut Ramadan dengan semangat kebersamaan dalam meraih derajat takwa", kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat tali silaturahmi antara seluruh komponen Rutan Pontianak. Kegiatan dibuka oleh Kepala Rutan, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah yang menyemangati para jemaah untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan semangat.  “Bagi Umat Islam bulan suci Ramadhan adalah kesempatan menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, menjaga dan memilihara ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dari segela perilaku yang membatalkan ibadah puasa atau mengurangi pahala dari ibadah puasa,” ujar Raja, (Kamis, 7/3/2024). Ibadah puasa di bulan mulia ini, lanjut dia, diwajibkan untuk orang-orang yang beriman di seluruh dunia bukan sekedar ibadah. Ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat berbeda dengan ibadah lain.  Sebab puasa adalah ibadah rahasia, artinya orang itu berpuasa atau tidak hanyalah orang berpuasa itu sendiri dan Allah saja yang mengetahuinya.  Oleh karena itu Allah SWT menilai secara khusus bagi mereka yang berpuasa. Gunakan momen Ramadhan untuk mendapatkan gelar taqwa dihadapan Allah SWT. “Sebagai umat beragama saling menghormati dan menghargai pada setiap momen peribadatan sesuai ajaran agama adalah sikap baik dalam kehidupan beragama,” ungkap Raja.  Ustaz Fitra Aulia Rahman turut hadir sebagai penceramah, memberikan ceramah yang penuh inspirasi dan hikmah bagi seluruh jemaah. Tak hanya diisi dengan ceramah, kegiatan ini juga diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Fitra Aulia Rahman.  Doa tersebut menjadi momentum untuk memohon keberkahan dan keberkahan  dalam menyambut bulan suci Ramadan. Setelah itu, dilanjutkan dengan makan bersama yang bertujuan untuk menciptakan kebersamaan dan menjalin keeratan kekeluargaan antar tahanan, warga binaan dan petugas Rutan.  Hal ini diharapkan dapat menjaga keamanan dan situasi yang kondusif di Rutan Pontianak selama bulan Ramadan. (ap) 

Pontianak
| Kamis, 7 Maret 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5