Lokal
Hasan Nasbi Mundur dari Jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Sebut Sudah Saatnya Menepi
PIFA.CO.ID, POLITIK - Hasan Nasbi resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Keputusan tersebut ia umumkan melalui unggahan video berdurasi lebih dari empat menit di akun Instagram @totalpolitikcom pada Selasa (29/4), yang merekam hari terakhirnya bertugas pada Senin, 21 April 2025.“Teman-teman semua, hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di Kantor Komunikasi Kepresidenan. Itu sebabnya hari itu diabadikan,” ujar Hasan dalam narasi videonya.Hasan mengungkapkan bahwa keputusan untuk mundur diambil setelah melalui pertimbangan yang panjang dan matang. Ia menyebut jika suatu persoalan sudah di luar kemampuannya untuk diatasi, maka langkah terbaik adalah mengundurkan diri secara baik-baik tanpa perlu membuat kegaduhan.“Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi ke luar lapangan dan duduk di kursi penonton. Memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan,” ujarnya.Menurut Hasan, keputusan tersebut bukan merupakan tindakan mendadak atau emosional. Ia menegaskan, pengunduran diri ini diambil dalam suasana yang tenang demi kebaikan komunikasi pemerintah ke depan.“Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah pada masa yang akan datang,” kata Hasan.Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.Dalam pernyataannya, Hasan juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kepercayaan kepadanya menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Ia berharap penggantinya dapat melanjutkan tugas komunikasi strategis pemerintahan secara lebih baik.Hasan Nasbi pertama kali menjabat sebagai Kepala PCO sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024 melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2024 tentang Kantor Komunikasi Kepresidenan. Lembaga ini dibentuk untuk menyinergikan komunikasi dan informasi strategis Presiden secara terpadu dan efektif.Meski masa jabatannya relatif singkat, Hasan tetap menjadi figur penting dalam transisi komunikasi pemerintahan dari era Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto. Ia kembali ditunjuk oleh Presiden Prabowo pada 21 Oktober 2024 untuk melanjutkan perannya sebagai Kepala PCO, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada April 2025.
Indonesia
| Kamis, 1 Mei 2025

Trending
Polres Sekadau Olah TKP Kasus Pembobolan ATM, Barang Bukti dan Ciri Pelaku sudah Dikantongi
Sekadau
| Jumat, 17 Desember 2021

“DINE FROM HOME” Promo ASTON Pontianak Di Bulan Juli
Admin
| Jumat, 2 Juli 2021

Komisi III Bakal Panggil Perbankan dan Mitra Kerja dalam Waktu Dekat
Kalbar
| Kamis, 4 Agustus 2022

Sempat Terjadi Kesalahpahaman di Lapangan, Begini Penjelasan Panitia Justitia Futsal Championship 2022
Pontianak
| Sabtu, 19 Februari 2022

Laga Tinju Daud Yordan vs Hernan Carrizo Malam ini, Ibunda: Yakin Menang
Pontianak
| Sabtu, 7 September 2024

Sutarmidji Sebut Mudik 2023 Berjalan Tertib dan Lancar
Kalbar
| Rabu, 19 April 2023

Jangan Cuma Andalkan SDM, Indonesia Harus Punya Ahli Mobil Listrik
Jakarta
| Kamis, 26 Mei 2022

Bupati Kapuas Hulu Buka Rapat Anggota Tahunan Puskop Credit Khatulistiwa Tahun Buku 2021
Kapuas Hulu
| Senin, 25 April 2022

Dewan Kalbar Segera Tindak Lanjuti Persoalan Mafia BBM Subsidi
Pontianak
| Sabtu, 3 September 2022

Bupati Muda Sambut Bahagia Rakorwil PPNI se-Kalimantan di Kubu Raya
Kubu Raya
| Selasa, 21 November 2023

Berita Terbaru
Lokal

Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Hasan Nasbi Mundur dari Jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Sebut Sudah Saatnya Menepi
PIFA.CO.ID, POLITIK - Hasan Nasbi resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Keputusan tersebut ia umumkan melalui unggahan video berdurasi lebih dari empat menit di akun Instagram @totalpolitikcom pada Selasa (29/4), yang merekam hari terakhirnya bertugas pada Senin, 21 April 2025.“Teman-teman semua, hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di Kantor Komunikasi Kepresidenan. Itu sebabnya hari itu diabadikan,” ujar Hasan dalam narasi videonya.Hasan mengungkapkan bahwa keputusan untuk mundur diambil setelah melalui pertimbangan yang panjang dan matang. Ia menyebut jika suatu persoalan sudah di luar kemampuannya untuk diatasi, maka langkah terbaik adalah mengundurkan diri secara baik-baik tanpa perlu membuat kegaduhan.“Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi ke luar lapangan dan duduk di kursi penonton. Memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan,” ujarnya.Menurut Hasan, keputusan tersebut bukan merupakan tindakan mendadak atau emosional. Ia menegaskan, pengunduran diri ini diambil dalam suasana yang tenang demi kebaikan komunikasi pemerintah ke depan.“Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah pada masa yang akan datang,” kata Hasan.Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.Dalam pernyataannya, Hasan juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kepercayaan kepadanya menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Ia berharap penggantinya dapat melanjutkan tugas komunikasi strategis pemerintahan secara lebih baik.Hasan Nasbi pertama kali menjabat sebagai Kepala PCO sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024 melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2024 tentang Kantor Komunikasi Kepresidenan. Lembaga ini dibentuk untuk menyinergikan komunikasi dan informasi strategis Presiden secara terpadu dan efektif.Meski masa jabatannya relatif singkat, Hasan tetap menjadi figur penting dalam transisi komunikasi pemerintahan dari era Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto. Ia kembali ditunjuk oleh Presiden Prabowo pada 21 Oktober 2024 untuk melanjutkan perannya sebagai Kepala PCO, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada April 2025.
Indonesia
| Kamis, 1 Mei 2025
Lokal

Polres Sekadau Olah TKP Kasus Pembobolan ATM, Barang Bukti dan Ciri Pelaku sudah Dikantongi
Berita Sekadau, PIFA - Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sekadau melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait percobaan pencurian pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Kantor Kas Bank Kalbar Kecamatan Nanga Mahap. Kapolres Sekadau melalui Kasat Reskrim Iptu Anuar Syarifuddin pada 10 Desember 2021 pekan lalu mengatakan, olah TKP dilakukan untuk mencari informasi dan mengumpulkan bukti yang diduga berkaitan dengan suatu peristiwa atau tindak pidana. “Saat ini, Kepolisian berhasil mengumpulkan beberapa bukti sebagai petunjuk awal untuk bisa mengungkap peristiwa yang terjadi pada Kamis dinihari (9/12/2021) sekitar pukul 00.59 WIB,” kata Iptu Anuar, mengutip rilis Humas Polres Sekadau, Kamis (16/12/2021). Berdasarkan hasil olah TKP, ditemukan bekas sidik jari pelaku. Kasat Reskrim menyebut, berdasarkan hasil rekaman CCTV yang terpasang di mesin ATM Kantor Kas Bank Kalbar Kecamatan Nanga Mahap, pelaku diperkirakan berjumlah 2 orang. “Pelaku diperkirakan 2 orang. Kami telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang terekam kamera CCTV saat melancarkan aksinya,” tambahnya. Kemudian hasil olah TKP berikutnya, lanjut Kasat Reskrim, pelaku berusaha membobol mesin ATM dengan cara merusak cover lubang kunci brangkas menggunakan obeng dan pahat, namun tidak berhasil. Uang di dalam brangkas masih utuh. “Uang dalam brangkas sebesar Rp.108.000.000,- masih utuh, belum sempat diambil pelaku. Hal ini sesuai dengan perhitungan manual dan sistem yang ada di Bank tersebut,” terang Iptu Anuar. Kini, uang dalam brangkas dikosongkan oleh pihak Bank dan kasus tersebut akan dilanjutkan ke tahap penyelidikan. “Untuk sementara waktu uang di dalam brangkas telah dikosongkan oleh pihak Bank. Police Line masih terpasang di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan selanjutnya,” tutup Iptu Anuar.
Sekadau
| Jumat, 17 Desember 2021
Lokal

“DINE FROM HOME” Promo ASTON Pontianak Di Bulan Juli
Aston Pontianak hadirkan promo baru dengan tema Dine From Home, pada Juli 2021. Ada berbagai menu yang ditawarkan seperti Rice Bowl, Dimsum Family, Pizza hingga Minuman Cokelat ataupun Kopi. General Manager ASTON Pontianak, Anto W Soemartono mengatakan bahwa Promo #DineFromHome ini sejalan dengan adanya pemberlakuan PPKM dan jugadi Kota Pontianak. “Ini juga sebagai dukung dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 dengan menyarankan nasyarakat lebih banyak di rumah,” katanya. Beliau menambahkan, bahwa saat ini seluruh karyawan ASTON Pontianak sudah divaksin. Selain itu, ASTON Pontianak juga melakukan Rapid Test Antigen secara berkala kepada karyawan operasional yang memang lebih sering interaksi dengan tamu. Adapun harga untuk promo kali ini, Riky Ismail selaku F&B Manager ASTON Pontianak menjelaskan bahwa harga yang dipatok relatif terjangkau. “Rice Bowl Rp 35 ribu dengan 5 varian yaitu Udang Telor Asin, Nasi Rendang, Chicken Teriyaki, Tuna Bumbu Bali, Daging Sapi Lada Hitam,, Dimsum Family Rp 85 ribu, Pizza Rp 65 ribu dan minuman mulai dari Rp 20 ribu” Dengan minimum transaksi Rp 50 ribu dan radius + 5 km, tidak dikenakan biaya kirim alias free ongkir. Untuk pemesanan, bisa menghubungi 0895-6192-35611 atau WA ke 0812-5659-8676 dan bisa juga dengan follow akun Instagram astonpontianak untuk informasi lebih lengkapnya.
Admin
| Jumat, 2 Juli 2021
Feeds
Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan 56 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi
Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/7) dini hari. Sedikitnya 56 rumah ludes terbakar, mengakibatkan 79 kepala keluarga atau 307 jiwa terdampak dan harus mengungsi. Sebanyak 30 armada dan sekitar 80 personel Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung hingga lebih dari tiga jam karena akses menuju lokasi sempit, bangunan didominasi material kayu, serta angin kencang yang membuat api cepat menyebar. Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sementara warga berharap bantuan logistik segera disalurkan bagi para korban.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Terduga Pelaku Penembakan di Bar Canggu Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Badung – Kepolisian menangkap seorang pria berinisial H yang diduga menjadi pelaku penembakan di Bar The Shady Pig, kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Pelaku diamankan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (18/7) malam. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 02.50 WITA dan mengakibatkan dua orang terluka, yakni seorang petugas keamanan bar berinisial IMYM (32) serta seorang warga negara China berinisial EA (25). Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya insiden tersebut. "Diduga tindak pidana penganiayaan berat dengan menggunakan senpi atau penembakan dengan senjata api," ujar Ayu, Sabtu (18/7). Berawal dari Cekcok Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula ketika pelaku H terlibat percekcokan dengan korban EA di dalam bar. Melihat keributan tersebut, petugas keamanan IMYM berusaha melerai dengan berdiri tepat di depan EA. Saat itulah pelaku diduga melepaskan tembakan. "Akibat dari tembakan tersebut korban (IMYM) lukanya tembus ke belakang sehingga mengenai korban (EA) di belakang dan proyektilnya masih bersarang di pahanya," ungkap Ayu. Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka tembak dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ditangkap Saat Tiba di Jakarta Usai melakukan penembakan, H tidak langsung meninggalkan Bali. Polisi menyebut pelaku sempat bersembunyi sebelum akhirnya terbang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kuta Utara dan Satreskrim Polres Badung kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Polres Bandara Soekarno-Hatta, serta pihak Imigrasi untuk memburu pelaku. Pelarian H akhirnya berakhir setelah ia ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah diamankan, H langsung diterbangkan kembali ke Bali. Pelaku tiba di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (19/7) dini hari dan selanjutnya dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyatakan pihaknya akan menyampaikan keterangan lebih lengkap mengenai penangkapan dan perkembangan penyidikan dalam waktu mendatang.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Oknum Polisi Ditangkap usai Diduga Rampok Toko Emas di Aceh, Senjata Api Disita
Banda Aceh – Polda Aceh menangkap seorang oknum anggota Polri berinisial MZ (28) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. MZ diketahui merupakan anggota Polres Aceh Selatan. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat melakukan aksi. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pelaku saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. "Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Joko, Minggu (19/7). Joko membenarkan bahwa MZ merupakan anggota aktif Polri. Penanganan kasus tersebut kini diambil alih oleh Polda Aceh guna memastikan proses penyidikan berjalan secara profesional dan transparan. Diduga Terdesak Masalah Ekonomi Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MZ disebut telah mengakui perbuatannya. Penyidik menduga aksi tersebut dilakukan karena pelaku mengalami tekanan ekonomi. "Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas," ujar Joko. Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun fakta-fakta lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Polda Aceh Minta Maaf ke Masyarakat Atas keterlibatan anggotanya dalam perkara ini, Polda Aceh menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Joko. Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas serta menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Enam Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan usai Dugaan Pelecehan Seksual di Grup WhatsApp, Korban Capai 26 Orang
Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa vokasi yang menjadi terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui percakapan di grup WhatsApp. Langkah tersebut diambil untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa. Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan keenam mahasiswa tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan akademik maupun aktivitas kampus selama proses penanganan kasus berlangsung. "Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," kata Iman, Minggu (19/7). Menurutnya, kasus bermula dari laporan mengenai riwayat percakapan tidak etis di sebuah grup WhatsApp yang melibatkan enam mahasiswa. Isi percakapan tersebut kemudian beredar luas hingga akhirnya dilaporkan secara resmi kepada Satgas PPK. Korban Diduga 26 Orang Dari hasil pemeriksaan awal, Satgas PPK mencatat sedikitnya 26 korban dalam kasus tersebut. Mereka terdiri dari 22 mahasiswi dan empat dosen perempuan yang diduga menjadi sasaran objektifikasi dan pelecehan verbal dalam percakapan grup. Iman menjelaskan, penanganan perkara dilakukan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dengan mengedepankan perlindungan korban serta prinsip keadilan, kerahasiaan, dan kehati-hatian. "Dalam penanganan kasus ini ada mekanisme ketat yang dilakukan, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, dan penetapan sanksi oleh rektor," ujarnya. Ia menegaskan, penonaktifan enam mahasiswa tersebut bukan merupakan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur administratif agar proses investigasi dapat berjalan secara independen dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. "Terlapor dinonaktifkan dari semua kegiatan akademik, kecuali untuk urusan pemenuhan kewajiban pemeriksaan kasus ini. Ini bukan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur penanganan," tegas Iman. Investigasi Masih Berlangsung Satgas PPK Unesa masih melakukan pendalaman dengan memeriksa para saksi serta mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang dinilai cukup panjang. "Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil," katanya. Selain fokus pada proses pemeriksaan, Unesa juga memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan hukum apabila diperlukan, serta dukungan akademik. Pihak kampus turut menjamin kerahasiaan identitas korban, pelapor, maupun saksi. "Selain fokus penanganan kasus, pendampingan korban menjadi prioritas kami. Tim Satgas memberikan pendampingan psikologis, memastikan kelancaran dukungan akademik mereka, serta menyiapkan bantuan hukum jika diperlukan," tambahnya. Unesa juga mengimbau seluruh sivitas akademika maupun masyarakat untuk tidak menyebarluaskan tangkapan layar percakapan, identitas korban, maupun informasi yang belum terverifikasi guna mencegah dampak psikologis, sosial, dan digital terhadap para korban. Diduga Gunakan AI untuk Membuat Konten Tak Etis Sebelumnya, Ketua Umum DPM Fakultas Vokasi Unesa, Tegar Eka Pambudi El Akhsan, mengungkapkan terdapat enam mahasiswa yang menjadi terlapor, yakni berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO. Menurut Tegar, grup WhatsApp tersebut awalnya dibuat untuk membahas kegiatan lomba. Namun, seiring waktu, percakapan di dalamnya berubah menjadi diskusi yang diduga mengandung pelecehan verbal, objektifikasi terhadap mahasiswi dan dosen, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten tidak etis yang menargetkan salah satu korban. "Bentuk dugaan pelecehan yang terjadi di dalam grup percakapan tidak hanya berupa pelecehan verbal dan objektifikasi yang bersifat fantasi atau pemenuhan kesenangan pribadi, tetapi juga mencakup penggunaan teknologi kecerdasan buatan AI untuk menghasilkan konten yang tidak etis terhadap salah satu korban," kata Tegar.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Pria di Medan Diduga Bakar Ayah Kandung Usai Cekcok, Korban Alami Luka Bakar
Medan – Seorang pria berinisial EP (39) diduga membakar ayah kandungnya, YL (66), usai terlibat pertengkaran di depan rumah mereka di Jalan Wakaf II, Kelurahan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal Iptu Herman Sentosa mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, EP diketahui tinggal serumah dengan korban dan ibu tirinya. "EP dan korban sempat terlibat cekcok di depan rumah. Warga yang berada di lokasi sempat berusaha melerai pertengkaran tersebut. Kemudian EP mengambil bensin dan menyiramkannya ke tubuh korban," kata Herman, Sabtu (18/7/2026). Setelah menyiramkan bensin, pelaku diduga langsung membakar ayahnya. Kobaran api mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar di bagian tangan dan kaki. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan EP. Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku. "Polisi yang menerima laporan kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan EP. Selain menangkap EP, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku," ujar Herman. Pelaku Mengaku Stres Ditinggal Istri Berdasarkan pemeriksaan sementara, EP mengaku nekat membakar ayah kandungnya karena mengalami stres setelah ditinggal istrinya. Meski demikian, polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya. "Informasi yang kami dapat, pelaku ini mengaku stres karena ditinggal istrinya. Tetapi itu masih kami dalami," kata Herman. Saat ini, EP telah diamankan di Polsek Medan Sunggal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya. Polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik aksi pembakaran tersebut. "Kita juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif dari pelaku," tutur Herman.
Lokal
| Jumat, 17 Juli 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Hasan Nasbi Mundur dari Jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Sebut Sudah Saatnya Menepi
PIFA.CO.ID, POLITIK - Hasan Nasbi resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Keputusan tersebut ia umumkan melalui unggahan video berdurasi lebih dari empat menit di akun Instagram @totalpolitikcom pada Selasa (29/4), yang merekam hari terakhirnya bertugas pada Senin, 21 April 2025.“Teman-teman semua, hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di Kantor Komunikasi Kepresidenan. Itu sebabnya hari itu diabadikan,” ujar Hasan dalam narasi videonya.Hasan mengungkapkan bahwa keputusan untuk mundur diambil setelah melalui pertimbangan yang panjang dan matang. Ia menyebut jika suatu persoalan sudah di luar kemampuannya untuk diatasi, maka langkah terbaik adalah mengundurkan diri secara baik-baik tanpa perlu membuat kegaduhan.“Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi ke luar lapangan dan duduk di kursi penonton. Memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan,” ujarnya.Menurut Hasan, keputusan tersebut bukan merupakan tindakan mendadak atau emosional. Ia menegaskan, pengunduran diri ini diambil dalam suasana yang tenang demi kebaikan komunikasi pemerintah ke depan.“Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah pada masa yang akan datang,” kata Hasan.Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.Dalam pernyataannya, Hasan juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kepercayaan kepadanya menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Ia berharap penggantinya dapat melanjutkan tugas komunikasi strategis pemerintahan secara lebih baik.Hasan Nasbi pertama kali menjabat sebagai Kepala PCO sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024 melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2024 tentang Kantor Komunikasi Kepresidenan. Lembaga ini dibentuk untuk menyinergikan komunikasi dan informasi strategis Presiden secara terpadu dan efektif.Meski masa jabatannya relatif singkat, Hasan tetap menjadi figur penting dalam transisi komunikasi pemerintahan dari era Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto. Ia kembali ditunjuk oleh Presiden Prabowo pada 21 Oktober 2024 untuk melanjutkan perannya sebagai Kepala PCO, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada April 2025.
Indonesia
| Kamis, 1 Mei 2025
Lokal

Polres Sekadau Olah TKP Kasus Pembobolan ATM, Barang Bukti dan Ciri Pelaku sudah Dikantongi
Berita Sekadau, PIFA - Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sekadau melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait percobaan pencurian pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Kantor Kas Bank Kalbar Kecamatan Nanga Mahap. Kapolres Sekadau melalui Kasat Reskrim Iptu Anuar Syarifuddin pada 10 Desember 2021 pekan lalu mengatakan, olah TKP dilakukan untuk mencari informasi dan mengumpulkan bukti yang diduga berkaitan dengan suatu peristiwa atau tindak pidana. “Saat ini, Kepolisian berhasil mengumpulkan beberapa bukti sebagai petunjuk awal untuk bisa mengungkap peristiwa yang terjadi pada Kamis dinihari (9/12/2021) sekitar pukul 00.59 WIB,” kata Iptu Anuar, mengutip rilis Humas Polres Sekadau, Kamis (16/12/2021). Berdasarkan hasil olah TKP, ditemukan bekas sidik jari pelaku. Kasat Reskrim menyebut, berdasarkan hasil rekaman CCTV yang terpasang di mesin ATM Kantor Kas Bank Kalbar Kecamatan Nanga Mahap, pelaku diperkirakan berjumlah 2 orang. “Pelaku diperkirakan 2 orang. Kami telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang terekam kamera CCTV saat melancarkan aksinya,” tambahnya. Kemudian hasil olah TKP berikutnya, lanjut Kasat Reskrim, pelaku berusaha membobol mesin ATM dengan cara merusak cover lubang kunci brangkas menggunakan obeng dan pahat, namun tidak berhasil. Uang di dalam brangkas masih utuh. “Uang dalam brangkas sebesar Rp.108.000.000,- masih utuh, belum sempat diambil pelaku. Hal ini sesuai dengan perhitungan manual dan sistem yang ada di Bank tersebut,” terang Iptu Anuar. Kini, uang dalam brangkas dikosongkan oleh pihak Bank dan kasus tersebut akan dilanjutkan ke tahap penyelidikan. “Untuk sementara waktu uang di dalam brangkas telah dikosongkan oleh pihak Bank. Police Line masih terpasang di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan selanjutnya,” tutup Iptu Anuar.
Sekadau
| Jumat, 17 Desember 2021
Lokal

“DINE FROM HOME” Promo ASTON Pontianak Di Bulan Juli
Aston Pontianak hadirkan promo baru dengan tema Dine From Home, pada Juli 2021. Ada berbagai menu yang ditawarkan seperti Rice Bowl, Dimsum Family, Pizza hingga Minuman Cokelat ataupun Kopi. General Manager ASTON Pontianak, Anto W Soemartono mengatakan bahwa Promo #DineFromHome ini sejalan dengan adanya pemberlakuan PPKM dan jugadi Kota Pontianak. “Ini juga sebagai dukung dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 dengan menyarankan nasyarakat lebih banyak di rumah,” katanya. Beliau menambahkan, bahwa saat ini seluruh karyawan ASTON Pontianak sudah divaksin. Selain itu, ASTON Pontianak juga melakukan Rapid Test Antigen secara berkala kepada karyawan operasional yang memang lebih sering interaksi dengan tamu. Adapun harga untuk promo kali ini, Riky Ismail selaku F&B Manager ASTON Pontianak menjelaskan bahwa harga yang dipatok relatif terjangkau. “Rice Bowl Rp 35 ribu dengan 5 varian yaitu Udang Telor Asin, Nasi Rendang, Chicken Teriyaki, Tuna Bumbu Bali, Daging Sapi Lada Hitam,, Dimsum Family Rp 85 ribu, Pizza Rp 65 ribu dan minuman mulai dari Rp 20 ribu” Dengan minimum transaksi Rp 50 ribu dan radius + 5 km, tidak dikenakan biaya kirim alias free ongkir. Untuk pemesanan, bisa menghubungi 0895-6192-35611 atau WA ke 0812-5659-8676 dan bisa juga dengan follow akun Instagram astonpontianak untuk informasi lebih lengkapnya.







