2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lokal

Muda Mahendrawan Sebut Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Keluarga

PIFA, Lokal - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Inspektorat Kabupaten menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas, sebuah upaya kolaboratif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat semangat anti korupsi di lingkungan keluarga. Acara ini resmi dibuka oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Hotel Gardenia, Kubu Raya, pada Kamis (14/12). Dalam sambutannya, Bupati Muda Mahendrawan menegaskan bahwa Bimtek Keluarga Berintegritas menjadi bagian integral dari upaya pencegahan dan edukasi anti korupsi di lingkungan keluarga. Ia menyatakan keyakinannya bahwa integritas harus diawali dengan membangun suasana bahagia di sekitar kita. "Ketika kita bisa berpikir seperti itu, saya yakin semuanya akan bisa lebih bijaksana, berpikir luas, dan pada akhirnya akan membuat ketenangan di semua rumah tangga," ujar Bupati Muda. Bimtek ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memerangi korupsi dengan membangun atmosfer berintegritas antara anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Bupati Muda Mahendrawan menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, terutama bagi pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki pengaruh signifikan di lingkungan kerja masing-masing. "Pemberantasan korupsi harus dimulai dari keluarga. Terlebih bagi pejabat ASN karena memiliki pengaruh di lingkungan kerja masing-masing," ujarnya. Bupati Muda juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam upaya pencegahan korupsi. Menurutnya, semua pihak perlu bergerak bersama dengan rasa tanggung jawab untuk menciptakan suasana bahagia dalam menjalankan upaya pencegahan korupsi. "Sehingga kita dapat menjalankannya dengan suasana bahagia, dengan semangat bahagia, karena membahagiakan orang banyak," tambah Bupati Muda. Kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi landasan untuk mewujudkan lingkungan keluarga yang bersih dari praktik korupsi. (ad)

Kubu Raya
| Sabtu, 16 Desember 2023
Foto: Muda Mahendrawan Sebut Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Keluarga | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lokal

Foto: Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Pemerkosaan Siswi SMA | Pifa Net

Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Pemerkosaan Siswi SMA

PIFA, Belu - Penyanyi yang pernah masuk Top 6 Indonesian Idol 2025, Petrus Yohanes Debrito Armando Jaga Kota alias Piche Kota, resmi ditahan oleh penyidik Polres Belu pada Rabu (11/3) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.Kapolres Belu I Gede Eka Putra Astawa mengatakan penahanan dilakukan setelah tersangka dinyatakan sehat oleh tim medis di RSUD Gabriel Manek Atambua. Sebelumnya penahanan terhadap Piche sempat dibantarkan karena ia mengalami sakit dan harus menjalani perawatan setelah ditangkap pada Sabtu (28/2).“Penyidik Satreskrim Polres Belu telah melaksanakan penahanan terhadap tersangka berinisial PK setelah dilakukan penarikan pembantaran dan penahanan lanjutan. Yang bersangkutan saat ini ditahan di Rutan Polres Belu,” kata Astawa dalam keterangan tertulis.Piche ditetapkan sebagai tersangka setelah adanya laporan dari seorang siswi SMA berinisial ACT (16) terkait dugaan pemerkosaan. Dalam kasus ini, dua tersangka lain yakni RM alias Roy dan RS alias Rifle telah lebih dahulu ditahan.Ketiganya dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana pemerkosaan atau persetubuhan terhadap anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu (11/1) di sebuah hotel di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga diperkosa saat berada dalam kondisi tidak sadar setelah pesta minuman keras bersama para tersangka.

Belu
| Rabu, 11 Maret 2026

Lokal

Foto: KPK Amankan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam OTT di Bengkulu | Pifa Net

KPK Amankan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam OTT di Bengkulu

PIFA, Rejang Lebong - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di wilayah Bengkulu pada Senin (9/3) malam.Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan Hendri menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap itu.“Ya, salah satu juga diamankan,” ujar Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (10/3).Budi menjelaskan total ada 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Mereka sempat menjalani pemeriksaan awal di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu.Dari jumlah tersebut, sembilan orang kemudian diterbangkan ke Jakarta dan telah tiba di Gedung KPK pada Selasa pagi. Mereka terdiri dari seorang bupati, wakil bupati, tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, serta empat orang dari pihak swasta.Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita beberapa barang bukti dalam operasi tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai, meski jumlahnya belum diungkapkan.OTT dilakukan sejak Senin malam dan sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah disegel oleh penyidik KPK.Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Rejang Lebong
| Rabu, 11 Maret 2026

Lokal

Foto: Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Rumahnya | Pifa Net

Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Rumahnya

PIFA, Depok - Jasad seorang wanita berinisial DH (56) ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di dalam rumahnya di kawasan Meruyung, Limo, Depok, Sabtu (7/3).Kapolsek Cinere Kompol Chaerul Saleh mengatakan penemuan itu bermula saat dua saksi berinisial L dan R datang ke rumah korban pada Jumat (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB untuk membersihkan rumah tersebut.Keduanya sebelumnya sempat datang pada Februari 2026 setelah mendapat informasi dari kerabat korban bahwa DH sedang berada di rumah temannya di Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu rumah terlihat kosong dan pagar dalam keadaan terkunci dari luar.Karena tidak memiliki kunci, saksi membuka paksa gembok pagar. Ketika masuk ke dalam rumah, mereka mendapati kondisi rumah sudah berantakan. L sempat melihat tumpukan pakaian di lantai, namun tidak menaruh curiga karena tidak mencium bau mencurigakan. Mereka kemudian hanya membersihkan bagian pekarangan sebelum pulang.Pada Jumat malam, L dan R kembali ke rumah untuk melanjutkan rencana bersih-bersih dan sempat bermalam di ruang tengah. Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB, keduanya mulai membersihkan rumah dengan berbagi tugas.Saat membersihkan kamar, R berniat memasukkan tumpukan pakaian ke dalam kantong plastik. Namun ketika menyingkap karpet di bawah tumpukan pakaian tersebut, ia menemukan tulang kaki manusia.“Saksi melihat sepasang kaki manusia yang sudah terlihat tulangnya dan kulitnya mengering,” kata Chaerul.Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan diteruskan ke Polsek Cinere.Polisi menyebut korban diketahui tinggal di rumah tersebut bersama suami sirinya. Namun hingga kini keberadaan pria tersebut belum diketahui. Sejumlah barang milik korban juga dilaporkan hilang, di antaranya satu unit sepeda motor beserta STNK dan satu unit ponsel.Menurut keterangan warga, korban dan suami sirinya juga sempat diketahui memiliki riwayat pertengkaran rumah tangga.Selain itu, polisi menemukan taburan bubuk kopi di sekitar jenazah korban. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban

Depok
| Senin, 9 Maret 2026

Berita Populer

Lokal

Foto: Muda Mahendrawan Sebut Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Keluarga | Pifa Net

Muda Mahendrawan Sebut Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Keluarga

PIFA, Lokal - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Inspektorat Kabupaten menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas, sebuah upaya kolaboratif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat semangat anti korupsi di lingkungan keluarga. Acara ini resmi dibuka oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Hotel Gardenia, Kubu Raya, pada Kamis (14/12). Dalam sambutannya, Bupati Muda Mahendrawan menegaskan bahwa Bimtek Keluarga Berintegritas menjadi bagian integral dari upaya pencegahan dan edukasi anti korupsi di lingkungan keluarga. Ia menyatakan keyakinannya bahwa integritas harus diawali dengan membangun suasana bahagia di sekitar kita. "Ketika kita bisa berpikir seperti itu, saya yakin semuanya akan bisa lebih bijaksana, berpikir luas, dan pada akhirnya akan membuat ketenangan di semua rumah tangga," ujar Bupati Muda. Bimtek ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memerangi korupsi dengan membangun atmosfer berintegritas antara anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Bupati Muda Mahendrawan menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, terutama bagi pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki pengaruh signifikan di lingkungan kerja masing-masing. "Pemberantasan korupsi harus dimulai dari keluarga. Terlebih bagi pejabat ASN karena memiliki pengaruh di lingkungan kerja masing-masing," ujarnya. Bupati Muda juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam upaya pencegahan korupsi. Menurutnya, semua pihak perlu bergerak bersama dengan rasa tanggung jawab untuk menciptakan suasana bahagia dalam menjalankan upaya pencegahan korupsi. "Sehingga kita dapat menjalankannya dengan suasana bahagia, dengan semangat bahagia, karena membahagiakan orang banyak," tambah Bupati Muda. Kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi landasan untuk mewujudkan lingkungan keluarga yang bersih dari praktik korupsi. (ad)

Kubu Raya
| Sabtu, 16 Desember 2023

Lokal

Foto: Pontianak Salurkan 14 Paket Bantuan Sarpras Perikanan untuk Nelayan | Pifa Net

Pontianak Salurkan 14 Paket Bantuan Sarpras Perikanan untuk Nelayan

PIFA.CO.ID, LOKAL - Penjabat Wali Kota Pontianak, Edi Suryanto, menyerahkan 14 paket bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kelautan dan perikanan kepada kelompok usaha dan nelayan. Bantuan meliputi kolam terpal bulat, Unit Pengolahan Ikan (UPI), alat penangkapan ikan, serta bangunan budidaya ikan lele bioflok.Pemerintah berupaya memastikan bahwa pelaku usaha perikanan kita memiliki dukungan yang memadai untuk menjalankan aktivitas mereka dengan produktif dan berkelanjutan,” ujar Edi, Senin.Plt Kepala DPPP Kota Pontianak, Muchammad Yamin, menambahkan bahwa bantuan diberikan kepada 30 kelompok usaha dengan total 300 penerima.Selain itu, juga disalurkan paket ikan segar kepada 40 rumah tangga.Pemkot Pontianak turut memberikan pendampingan untuk memastikan hasil produksi optimal. Yamin mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk budidaya ikan dengan kolam terpal sebagai solusi praktis dan produktif.

Pontianak
| Senin, 23 Desember 2024

Lokal

Foto: Heboh Seorang Polisi Gantung Diri di Pontianak | Pifa Net

Heboh Seorang Polisi Gantung Diri di Pontianak

PIFA, Lokal - Sidik, seorang anggota Polri aktif yang bertugas di Yanma Polda Kalbar, ditemukan tewas gantung diri di kediamannya di Jalan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara pada Senin (10/06/2024) dini hari. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh sang istri, Azura, saat hendak pergi ke toilet sekitar pukul 04.30 WIB. Kapolsek Pontianak Utara, AKP Suryadi, menjelaskan bahwa korban ditemukan tergantung di dalam rumahnya. "Saat melintasi ruangan di kediamannya, sang istri melihat korban sudah tergantung dan segera meminta pertolongan warga sekitar," kata AKP Suryadi. Berdasarkan keterangan saksi mata, sehari sebelum kejadian, korban terlihat mondar-mandir di depan rumah tetangganya. Salah satu tetangga, Fathan Yanuardi, sempat menemui korban yang meminta diisikan pulsa sebesar 10.000 rupiah. Setelah itu, korban kembali ke rumahnya tanpa menunjukkan gelagat mencurigakan. "Saat kami tanya, antara korban dan istrinya tidak memiliki masalah. Di kantor juga, korban tidak mengakui memiliki masalah, sehingga istrinya tidak menyangka korban melakukan hal tersebut," jelas AKP Suryadi. Proses identifikasi korban telah dilakukan oleh tim Inafis Polresta Pontianak. Hasil identifikasi awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, sehingga diduga korban murni bunuh diri. Dari hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga, tindakan ini akibat permasalahan ekonomi yang dialami korban. Korban yang berusia 43 tahun diketahui mengontrak rumah di Jalan Siantan Hulu sejak delapan bulan lalu, setelah dimutasi dari Polres Sambas ke Yanma Polda Kalbar. Sidik yang telah menikah dengan Azura selama lima tahun, dan dikaruniai dua orang anak, tidak pernah menunjukkan adanya masalah pribadi maupun kedinasan. Langkah-langkah yang telah diambil oleh pihak kepolisian meliputi pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), koordinasi dengan Propam Polda Kalbar, dan menghubungi tim Inafis Polresta Pontianak. Sekitar pukul 07.00 WIB, tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan identifikasi korban, dan jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara. Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat. Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam. (ad)

Pontianak
| Selasa, 11 Juni 2024

Feeds

Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Pemerkosaan Siswi SMA

PIFA, Belu - Penyanyi yang pernah masuk Top 6 Indonesian Idol 2025, Petrus Yohanes Debrito Armando Jaga Kota alias Piche Kota, resmi ditahan oleh penyidik Polres Belu pada Rabu (11/3) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.Kapolres Belu I Gede Eka Putra Astawa mengatakan penahanan dilakukan setelah tersangka dinyatakan sehat oleh tim medis di RSUD Gabriel Manek Atambua. Sebelumnya penahanan terhadap Piche sempat dibantarkan karena ia mengalami sakit dan harus menjalani perawatan setelah ditangkap pada Sabtu (28/2).“Penyidik Satreskrim Polres Belu telah melaksanakan penahanan terhadap tersangka berinisial PK setelah dilakukan penarikan pembantaran dan penahanan lanjutan. Yang bersangkutan saat ini ditahan di Rutan Polres Belu,” kata Astawa dalam keterangan tertulis.Piche ditetapkan sebagai tersangka setelah adanya laporan dari seorang siswi SMA berinisial ACT (16) terkait dugaan pemerkosaan. Dalam kasus ini, dua tersangka lain yakni RM alias Roy dan RS alias Rifle telah lebih dahulu ditahan.Ketiganya dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana pemerkosaan atau persetubuhan terhadap anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu (11/1) di sebuah hotel di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga diperkosa saat berada dalam kondisi tidak sadar setelah pesta minuman keras bersama para tersangka.

Belu
| Rabu, 11 Maret 2026
Foto: Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Pemerkosaan Siswi SMA | Pifa Net

KPK Amankan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam OTT di Bengkulu

PIFA, Rejang Lebong - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di wilayah Bengkulu pada Senin (9/3) malam.Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan Hendri menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap itu.“Ya, salah satu juga diamankan,” ujar Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (10/3).Budi menjelaskan total ada 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Mereka sempat menjalani pemeriksaan awal di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu.Dari jumlah tersebut, sembilan orang kemudian diterbangkan ke Jakarta dan telah tiba di Gedung KPK pada Selasa pagi. Mereka terdiri dari seorang bupati, wakil bupati, tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, serta empat orang dari pihak swasta.Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita beberapa barang bukti dalam operasi tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai, meski jumlahnya belum diungkapkan.OTT dilakukan sejak Senin malam dan sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah disegel oleh penyidik KPK.Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Rejang Lebong
| Rabu, 11 Maret 2026
Foto: KPK Amankan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam OTT di Bengkulu | Pifa Net

Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Rumahnya

PIFA, Depok - Jasad seorang wanita berinisial DH (56) ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di dalam rumahnya di kawasan Meruyung, Limo, Depok, Sabtu (7/3).Kapolsek Cinere Kompol Chaerul Saleh mengatakan penemuan itu bermula saat dua saksi berinisial L dan R datang ke rumah korban pada Jumat (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB untuk membersihkan rumah tersebut.Keduanya sebelumnya sempat datang pada Februari 2026 setelah mendapat informasi dari kerabat korban bahwa DH sedang berada di rumah temannya di Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu rumah terlihat kosong dan pagar dalam keadaan terkunci dari luar.Karena tidak memiliki kunci, saksi membuka paksa gembok pagar. Ketika masuk ke dalam rumah, mereka mendapati kondisi rumah sudah berantakan. L sempat melihat tumpukan pakaian di lantai, namun tidak menaruh curiga karena tidak mencium bau mencurigakan. Mereka kemudian hanya membersihkan bagian pekarangan sebelum pulang.Pada Jumat malam, L dan R kembali ke rumah untuk melanjutkan rencana bersih-bersih dan sempat bermalam di ruang tengah. Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB, keduanya mulai membersihkan rumah dengan berbagi tugas.Saat membersihkan kamar, R berniat memasukkan tumpukan pakaian ke dalam kantong plastik. Namun ketika menyingkap karpet di bawah tumpukan pakaian tersebut, ia menemukan tulang kaki manusia.“Saksi melihat sepasang kaki manusia yang sudah terlihat tulangnya dan kulitnya mengering,” kata Chaerul.Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan diteruskan ke Polsek Cinere.Polisi menyebut korban diketahui tinggal di rumah tersebut bersama suami sirinya. Namun hingga kini keberadaan pria tersebut belum diketahui. Sejumlah barang milik korban juga dilaporkan hilang, di antaranya satu unit sepeda motor beserta STNK dan satu unit ponsel.Menurut keterangan warga, korban dan suami sirinya juga sempat diketahui memiliki riwayat pertengkaran rumah tangga.Selain itu, polisi menemukan taburan bubuk kopi di sekitar jenazah korban. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban

Depok
| Senin, 9 Maret 2026
Foto: Wanita di Depok Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Rumahnya | Pifa Net

Selebgram Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik usai Viralkan Dugaan Pencurian di Resto

PIFA, Jakarta - Selebgram sekaligus pemilik restoran Bibi Kelinci di Kemang, Jakarta Selatan, Nabilah O'Brien ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik.Kasus ini bermula ketika Zendhy Kusuma bersama istrinya datang ke restoran milik Nabilah pada 19 September 2025 sekitar pukul 23.00 WIB. Keduanya diketahui memesan 14 menu makanan dan minuman.Kuasa hukum Nabilah, Goldie Natasya Swarovski, mengatakan setelah memesan, pasangan tersebut diduga melakukan tindakan intimidatif dengan menerobos masuk ke area dapur yang merupakan area terbatas bagi pelanggan.Berdasarkan rekaman CCTV, Zendhy dan istrinya juga diduga memukul head kitchen bernama Abdul Hamid serta memukul chiller sambil melontarkan ancaman akan mengobrak-abrik restoran. Sekitar pukul 00.00 WIB, keduanya disebut meninggalkan restoran tanpa membayar pesanan.Staf restoran sempat mengejar menggunakan mesin EDC untuk meminta pembayaran, namun tidak diindahkan.Sehari kemudian, Nabilah mengunggah rekaman CCTV kejadian tersebut ke media sosial. Pada 24 September 2025, ia juga melayangkan somasi kepada Zendhy agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.Namun, pihak Zendhy justru mengirimkan somasi balasan dan menuntut ganti rugi sebesar Rp1 miliar atas kerugian yang mereka klaim akibat unggahan tersebut.Nabilah kemudian melaporkan Zendhy dan istrinya ke Polsek Mampang. Di sisi lain, Zendhy juga melaporkan balik Nabilah ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menjelaskan terdapat dua perkara berbeda dalam kasus ini. Pertama, dugaan pencurian yang ditangani Polsek Mampang Prapatan, di mana Zendhy dan istrinya telah ditetapkan sebagai tersangka.Sementara perkara kedua adalah dugaan pencemaran nama baik terkait unggahan CCTV di media sosial yang ditangani Dittipidsiber Bareskrim Polri, dengan Nabilah sebagai terlapor.“Jadi perlu dipahami, ini dua perkara yang berbeda, objek perkara berbeda. Artinya atas apa yang dilakukan kedua belah pihak ada konsekuensi hukumnya,” ujar Budi.Polisi menegaskan penanganan kedua perkara tersebut dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan.

Jakarta
| Sabtu, 7 Maret 2026
Foto: Selebgram Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik usai Viralkan Dugaan Pencurian di Resto | Pifa Net

Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri

PIFA, Bali - Polda Bali memastikan potongan tubuh manusia yang ditemukan di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, identik dengan warga negara Ukraina korban penculikan, Ihor Komarav (28).Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan hasil perbandingan DNA dari potongan tubuh, bercak darah di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), serta DNA ibu korban menunjukkan kecocokan sebesar 99,99 persen."Perbandingan dari hasil profil DNA tersebut dapat disimpulkan bahwa alel maternal dari profil DNA ibu korban adalah cocok dengan alel material dari profil darah pada mobil Avanza hitam mobil darah pada Villa Summer di Tabanan dan hasil profil DNA pada ke enam sampel tulang yang sudah kita periksa tadi berdasarkan perhitungan indeks maternitas bahwa probabilitas profil DNA adalah 99,99 persen," kata Ariasandy, Jumat (6/3).Sampel yang diperiksa berasal dari enam potongan tulang, termasuk gigi geraham, tulang selangka, paha, iga, jari kaki, dan tulang kering. Hasil analisis menunjukkan DNA berasal dari satu individu laki-laki yang identik dengan darah yang ditemukan di mobil Toyota Avanza dan sebuah vila di Tabanan.Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu tersangka WNA berinisial CH. Sementara enam orang lainnya, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH, masuk daftar pencarian orang (DPO) dan telah diajukan red notice ke Interpol."Kami kejar enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami sudah terbitkan DPO dan Red Notice. Kami tetap berkoordinasi dengan Imigrasi, Divhubinter, kemudian Interpol untuk mengejar keberadaan pelaku yang kami duga sudah ke luar negeri ya. Seluruhnya merupakan WNA dengan kepemilikan paspor lebih dari dua," kata Ariasandy.Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kasus penculikan dan mutilasi tersebut dengan jaringan mafia luar negeri.

Bali
| Jumat, 6 Maret 2026
Foto: Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri | Pifa Net

Ledakan Keras Gegerkan Warga Sumenep, Dua Rumah Rusak dan Tiga Orang Luka

PIFA, Sumenep - Ledakan keras menggegerkan warga Desa Bantelan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (5/3) pagi. Peristiwa di wilayah ujung timur Pulau Madura itu menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan.Salah seorang warga, Zuhdi, mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dan langsung membuat warga panik. Banyak warga berhamburan keluar rumah setelah mendengar dentuman keras tersebut.“Suara ledakannya sangat keras, sehingga membuat warga keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Zuhdi.Dentuman bahkan dilaporkan terdengar hingga radius sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian.Akibat insiden itu, dua rumah dilaporkan rusak. Selain itu, tiga warga mengalami luka-luka dan telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Widiarti, mengatakan pihak kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan terkait penyebab ledakan.“Kapolres juga sudah meluncur ke lokasi kejadian di Batuputih,” kata Widiarti.

Sumenep
| Kamis, 5 Maret 2026
Foto: Ledakan Keras Gegerkan Warga Sumenep, Dua Rumah Rusak dan Tiga Orang Luka | Pifa Net

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bantah OTT KPK, Klaim Tak Ada Barang Disita

PIFA, Pekalongan - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membantah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya. Ia menegaskan tidak ada barang maupun uang yang disita saat petugas mendatangi rumahnya.“Intinya saya tidak OTT, tidak ada barang apa pun yang diambil. Saat mereka datang ke rumah, saya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah,” kata Fadia kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3).Fadia menyebut saat itu dirinya tengah bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menyampaikan izin tidak bisa menghadiri agenda program Makan Bergizi Gratis (MBG).Ia mengaku bingung dengan tindakan yang disebut sebagai OTT tersebut dan kembali menegaskan tidak ada barang serupiah pun yang disita dari dirinya.Sementara itu, KPK menyatakan telah mengamankan tiga orang dalam operasi yang digelar Selasa (3/3) dini hari di Semarang, termasuk Fadia beserta ajudan dan orang kepercayaannya.Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan para pihak yang diamankan sudah ditetapkan status hukumnya sebagai tersangka.Tim KPK juga menyegel sejumlah ruangan, termasuk kantor Bupati Pekalongan, kantor Sekretaris Daerah, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru).

Pekalongan
| Selasa, 3 Maret 2026
Foto: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bantah OTT KPK, Klaim Tak Ada Barang Disita | Pifa Net

Penahanan Piche Kota dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak Dibantarkan karena Sakit

PIFA, Belu - Penyanyi PYDAJK alias Piche Kota resmi ditahan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Belu dalam kasus dugaan pemerkosaan dan persetubuhan anak terhadap siswi SMA berinisial ACT (16).Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, mengatakan penahanan dilakukan sejak Minggu (1/3) untuk 20 hari ke depan, setelah Piche ditangkap pada Sabtu (28/2) pukul 13.00 Wita di kediamannya. Namun, penahanan saat ini dibantarkan karena tersangka dikabarkan sakit.“Statusnya sudah tahanan sejak Minggu (1/3),” ujar Rachmat, Senin (2/3).Saat ini Piche menjalani perawatan dan observasi medis di RSUD Gabriel Manek Atambua dengan pengawalan penyidik serta didampingi keluarga. Jika dinyatakan sehat, ia akan langsung dipindahkan ke rumah tahanan Polres Belu.Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka. Selain Piche Kota, dua tersangka lain yakni RM alias Roy dan RS alias Rifle telah lebih dulu ditahan masing-masing sejak 25 dan 27 Februari 2026 di Rutan Polres Belu.Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa sebelumnya menyatakan penyidik menerapkan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, mengacu pada ketentuan KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak.Kasus ini bermula dari laporan polisi yang diterima pada 13 Januari 2026. Dugaan tindak pidana terjadi pada Minggu (11/1) di sebuah hotel di Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami kekerasan seksual saat dalam kondisi tidak sadar usai pesta minuman keras bersama para tersangka.

Lokal
| Senin, 2 Maret 2026
Foto: Penahanan Piche Kota dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak Dibantarkan karena Sakit | Pifa Net

BNPB: 5 Desa di Sayung Demak Masih Terendam, Perbaikan Dua Tanggul Terkendala Debit Air Tinggi

PIFA, Demak — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan masih terdapat lima desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang hingga kini dikepung banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Banjir tersebut telah berlangsung sejak Senin (16/2) dini hari. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kondisi banjir dipengaruhi karakter wilayah yang berbentuk cekungan serta tingginya air rob. Akibatnya, aliran air menuju Sungai Dombo belum berjalan optimal sehingga genangan masih bertahan di permukiman warga dan akses jalan. “Kondisi tersebut dipengaruhi karakter wilayah yang berupa cekungan serta tingginya air rob sehingga aliran air menuju Sungai Dombo belum optimal dan masih menggenangi permukiman warga serta akses jalan,” ujar Abdul Muhari, dikutip dari Antara, Minggu (1/3). BNPB juga mengakui bahwa debit air yang masih tinggi akibat hujan deras dan rob menjadi tantangan utama dalam percepatan perbaikan tanggul jebol di Demak. Saat ini terdapat dua tanggul yang mengalami kerusakan, yakni tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang. Untuk tanggul Sungai Cabean, proses penutupan telah mencapai sekitar 70 persen di sisi kiri dan 80 persen di sisi kanan, dengan penguatan yang masih terus dilakukan. Sementara itu, penanganan tanggul Sungai Tuntang di sejumlah titik masih tertunda karena debit air yang belum surut, meskipun beberapa bagian telah berhasil ditutup dan diperkuat. Abdul menambahkan, upaya lanjutan yang dilakukan meliputi penguatan tanggul, normalisasi saluran sekunder, pemasangan jaring penahan sampah di Sipon Gajah, serta pembersihan saluran menggunakan alat berat. Seluruh langkah tersebut dikoordinasikan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Ia menegaskan, perbaikan tanggul yang belum menyeluruh ditambah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan dengan durasi panjang menyebabkan sejumlah wilayah di Demak masih tergenang hingga saat ini. BNPB pun mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera melaporkan kejadian bencana melalui saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Lokal
| Minggu, 1 Maret 2026
Foto: BNPB: 5 Desa di Sayung Demak Masih Terendam, Perbaikan Dua Tanggul Terkendala Debit Air Tinggi | Pifa Net

Viral Istri Anggota TNI Diduga Selingkuh dengan 13 Prajurit, Kodam XVII/Cenderawasih Buka Suara

PIFA, Jakarta – Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto merespons informasi yang beredar terkait dugaan perselingkuhan seorang istri anggota TNI dengan 13 prajurit.Tri menyampaikan bahwa kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh Pomdam XVII/Cenderawasih dan sudah memasuki tahap penyidikan.“Terkait viralnya berita tentang kejadian tersebut, saat ini sudah dalam tahap proses penyidikan di tingkat Pomdam XVII/Cenderawasih,” kata Tri, Jumat (27/2/2026).Meski demikian, Tri belum membeberkan detail lebih jauh mengenai dugaan perselingkuhan tersebut. Ia menegaskan bahwa kewenangan memberikan keterangan lebih lanjut berada di tangan penyidik.“Saat ini sudah dalam tahap penyidikan, dan yang berwenang memberikan keterangan adalah pihak penyidik, yaitu Penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih,” ujarnya.Kabar tersebut sebelumnya viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan seorang istri anggota TNI atau Ibu Persit berusia 26 tahun di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih diduga menjalin hubungan dengan 13 prajurit.Informasi yang beredar menyebutkan kasus itu terungkap setelah wanita asal Kota Jayapura tersebut dilaporkan oleh suaminya yang merupakan anggota Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili.Menurut informasi, Pomdam XVII/Cenderawasih telah memulai penyelidikan sejak pertengahan Februari 2026. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan barang bukti berupa ponsel disebut telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.Pihak Kodam memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku di lingkungan TNI.

Lokal
| Sabtu, 28 Februari 2026
Foto: Viral Istri Anggota TNI Diduga Selingkuh dengan 13 Prajurit, Kodam XVII/Cenderawasih Buka Suara | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lokal

Foto: Muda Mahendrawan Sebut Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Keluarga | Pifa Net

Muda Mahendrawan Sebut Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Keluarga

PIFA, Lokal - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Inspektorat Kabupaten menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas, sebuah upaya kolaboratif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat semangat anti korupsi di lingkungan keluarga. Acara ini resmi dibuka oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Hotel Gardenia, Kubu Raya, pada Kamis (14/12). Dalam sambutannya, Bupati Muda Mahendrawan menegaskan bahwa Bimtek Keluarga Berintegritas menjadi bagian integral dari upaya pencegahan dan edukasi anti korupsi di lingkungan keluarga. Ia menyatakan keyakinannya bahwa integritas harus diawali dengan membangun suasana bahagia di sekitar kita. "Ketika kita bisa berpikir seperti itu, saya yakin semuanya akan bisa lebih bijaksana, berpikir luas, dan pada akhirnya akan membuat ketenangan di semua rumah tangga," ujar Bupati Muda. Bimtek ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memerangi korupsi dengan membangun atmosfer berintegritas antara anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Bupati Muda Mahendrawan menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, terutama bagi pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki pengaruh signifikan di lingkungan kerja masing-masing. "Pemberantasan korupsi harus dimulai dari keluarga. Terlebih bagi pejabat ASN karena memiliki pengaruh di lingkungan kerja masing-masing," ujarnya. Bupati Muda juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam upaya pencegahan korupsi. Menurutnya, semua pihak perlu bergerak bersama dengan rasa tanggung jawab untuk menciptakan suasana bahagia dalam menjalankan upaya pencegahan korupsi. "Sehingga kita dapat menjalankannya dengan suasana bahagia, dengan semangat bahagia, karena membahagiakan orang banyak," tambah Bupati Muda. Kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi landasan untuk mewujudkan lingkungan keluarga yang bersih dari praktik korupsi. (ad)

Kubu Raya
| Sabtu, 16 Desember 2023

Lokal

Foto: Pontianak Salurkan 14 Paket Bantuan Sarpras Perikanan untuk Nelayan | Pifa Net

Pontianak Salurkan 14 Paket Bantuan Sarpras Perikanan untuk Nelayan

PIFA.CO.ID, LOKAL - Penjabat Wali Kota Pontianak, Edi Suryanto, menyerahkan 14 paket bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kelautan dan perikanan kepada kelompok usaha dan nelayan. Bantuan meliputi kolam terpal bulat, Unit Pengolahan Ikan (UPI), alat penangkapan ikan, serta bangunan budidaya ikan lele bioflok.Pemerintah berupaya memastikan bahwa pelaku usaha perikanan kita memiliki dukungan yang memadai untuk menjalankan aktivitas mereka dengan produktif dan berkelanjutan,” ujar Edi, Senin.Plt Kepala DPPP Kota Pontianak, Muchammad Yamin, menambahkan bahwa bantuan diberikan kepada 30 kelompok usaha dengan total 300 penerima.Selain itu, juga disalurkan paket ikan segar kepada 40 rumah tangga.Pemkot Pontianak turut memberikan pendampingan untuk memastikan hasil produksi optimal. Yamin mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk budidaya ikan dengan kolam terpal sebagai solusi praktis dan produktif.

Pontianak
| Senin, 23 Desember 2024

Lokal

Foto: Heboh Seorang Polisi Gantung Diri di Pontianak | Pifa Net

Heboh Seorang Polisi Gantung Diri di Pontianak

PIFA, Lokal - Sidik, seorang anggota Polri aktif yang bertugas di Yanma Polda Kalbar, ditemukan tewas gantung diri di kediamannya di Jalan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara pada Senin (10/06/2024) dini hari. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh sang istri, Azura, saat hendak pergi ke toilet sekitar pukul 04.30 WIB. Kapolsek Pontianak Utara, AKP Suryadi, menjelaskan bahwa korban ditemukan tergantung di dalam rumahnya. "Saat melintasi ruangan di kediamannya, sang istri melihat korban sudah tergantung dan segera meminta pertolongan warga sekitar," kata AKP Suryadi. Berdasarkan keterangan saksi mata, sehari sebelum kejadian, korban terlihat mondar-mandir di depan rumah tetangganya. Salah satu tetangga, Fathan Yanuardi, sempat menemui korban yang meminta diisikan pulsa sebesar 10.000 rupiah. Setelah itu, korban kembali ke rumahnya tanpa menunjukkan gelagat mencurigakan. "Saat kami tanya, antara korban dan istrinya tidak memiliki masalah. Di kantor juga, korban tidak mengakui memiliki masalah, sehingga istrinya tidak menyangka korban melakukan hal tersebut," jelas AKP Suryadi. Proses identifikasi korban telah dilakukan oleh tim Inafis Polresta Pontianak. Hasil identifikasi awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, sehingga diduga korban murni bunuh diri. Dari hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga, tindakan ini akibat permasalahan ekonomi yang dialami korban. Korban yang berusia 43 tahun diketahui mengontrak rumah di Jalan Siantan Hulu sejak delapan bulan lalu, setelah dimutasi dari Polres Sambas ke Yanma Polda Kalbar. Sidik yang telah menikah dengan Azura selama lima tahun, dan dikaruniai dua orang anak, tidak pernah menunjukkan adanya masalah pribadi maupun kedinasan. Langkah-langkah yang telah diambil oleh pihak kepolisian meliputi pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), koordinasi dengan Propam Polda Kalbar, dan menghubungi tim Inafis Polresta Pontianak. Sekitar pukul 07.00 WIB, tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan identifikasi korban, dan jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara. Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat. Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam. (ad)

Pontianak
| Selasa, 11 Juni 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5