Lokal
Keseruan Seri 1 Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge 2024, Ada Pembalap Top dan Kelas Baru YZ Series Open
PIFA, Sports - Seri pertama balap ketahanan Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge tahun ini akan diselenggarakan di sirkuit area stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 1-2 Juni 2024. Kompetisi Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge sendiri sudah masuk tahun ke-3 penyelenggaraan (sejak 2022) dan ini menjadi bukti konsistensi PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam mengakomodir komunitas dan pembalap profesional yang ingin berkompetisi dengan Yamaha WR155R sebagai The Real Adventure Partner. ”Musim balapan One Make Race Yamaha 2024 dimulai dengan digelarnya seri 1 Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge di Bandung. Kompetisi yang semakin populer dan menjadi ajang yang sudah dinantikan ini akan menyajikan keseruan beragam aktivitas menarik dengan agenda utama race dan lainnya. Event ini sekaligus merupakan pembuktian keunggulan WR155R yang telah menjadi favorit para bikers, termasuk pembalap dan komunitas yang berkompetisi di Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge, Yamaha Semakin Di Depan Full Gaspoll !” ungkap Frengky Rusli, General Manager CS Division PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Adapun kelas-kelas yang dilombakan dalam Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge 2024 Bandung adalah kategori WR155R Profesional, WR155R Advance, WR155R Com A, WR155R Com B dan WR155R Hobby serta YZ Series Open. Di ajang Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge tahun ini disuguhkan kelas baru YZ Series Open. Tentu saja, ini diperuntukkan bagi pemilik motor Spesial Engine (SE) yang memang dipasarkan secara resmi di main dealer ataupun dealer Yamaha di berbagai penjuru Tanah Air. Yang menarik, untuk kelas WR155R Profesional akan diramaikan oleh para pembalap ataupun tim profesional yang selama ini konsen di balap nasional. Terutama kompetisi adventure atau identik disebut trabasan. Di kelas ini pun termasuk hadir para rider yang selama ini fokus di balap grasstrack dan road race. Terkait kategori kelas peserta Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge Bandung, dilakukan berdasarkan data prestasi selama ini di bawah koordinasi pihak Yamaha Indonesia dan komunitas WR 155 R Owners Indonesia (WOI). Tentu saja, para peserta akan disuguhi berbagai handycap yang menantang. Mereka wajib menaklukkan jalanan offroad yang diantaranya terdiri dari trek tanah ataupun bebatuan, kemudian genangan air atau lumpur, lintasan yang menanjak dengan sudut curam ataupun turunan tajam dan sebagainya. Di sini mereka akan membuktikan langsung ketangguhan Yamaha WR155R. Alhasil, tidak hanya butuh kekuatan fisik yang memadai, juga strategi dalam menaklukkan berbagai rintangan tersebut. Sehubungan unsur safety di area kompetisi, sangat dijaga dan menjadi prioritas penting PT. YIMM selaku penyelenggara. Dalam hal ini dengan dukungan tim paramedis, rescue car dan rescue team, juga banyaknya marshal, helper dan moving helper. Pada bagian lain, di luar arena siap dihadirkan berbagai aktivitas yang dipastikan menyemarakkan suasana dan sangat menarik bagi pengunjung yang hadir langsung. Jadi sangat memanjakan bLU cRU Family (konsumen, komunitas, fans Yamaha). Siap disuguhkan produk-produk terbaru Yamaha dengan berbagai penawaran menarik, kemudian booth sponsor, juga ada entertainment, sunmori, kontes modifikasi, service gratis, dan banyak doorprize.
Bandung
| Senin, 3 Juni 2024

Trending
68 Persen Pemilih Pemilu di Kalbar Generasi Muda
Kalbar
| Kamis, 28 Juli 2022

Sutarmidji-Didi Dapat Dukungan dari Golkar Kalbar Berkat Visi Misi Jelas
Kalbar
| Senin, 28 Oktober 2024

Diwarnai Baku Tembak, TNI Perbatasan Ringkus Penyelundup Sabu di Jagoi Babang
Bengkayang
| Jumat, 12 Agustus 2022

Ketua DPD RI Kunjungi Keraton Kusuma Negara dan Lawang Kuari di Sekadau
Sekadau
| Sabtu, 30 Oktober 2021

Terpilih Sebagai Ketum PBNU Periode 2021-2026, Gus Yahya Ingin Hidupkan Pemikiran Gus Dur
Lampung
| Jumat, 24 Desember 2021

Bupati Muda Dorong Transformasi Pendidikan Bersama PGRI Kalbar
Kubu Raya
| Kamis, 19 Oktober 2023

Polisi Amankan 21 Karung Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Kabupaten Bekasi
Bekasi
| Kamis, 5 Februari 2026

Dewan Minta Pemprov Kalbar Tuntaskan Persoalan Kelangkaan Pupuk Subsidi
Kalbar
| Selasa, 6 Desember 2022

Sekda Kapuas Hulu Ingatkan Peran Penting CSR sebagai Penanam Modal
Kapuas Hulu
| Selasa, 20 Februari 2024

Wako Pontianak Edi Kamtono Menilai Waterfront Sungai Kapuas Dongkrak Perekonomian Warga
Pontianak
| Senin, 20 September 2021

Berita Terbaru
Lokal

40 Warga DIY Dirawat Usai Gempa M 6,2 Pacitan, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
PIFA, Yogyakrta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 40 orang menjalani perawatan medis akibat gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari. Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, hingga laporan sementara diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Sementara tidak ada korban jiwa,” ujar Agustinus saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Jumat. Seluruh korban terdampak saat ini mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah DIY, termasuk rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY, dampak kerusakan tercatat di beberapa wilayah. Di Kota Yogyakarta, kerusakan terjadi di Kapanewon Umbulharjo berupa atap balai kampung. Sementara di Kabupaten Bantul, gempa berdampak di 10 kapanewon, yakni Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan. Kerusakan meliputi delapan rumah, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan. Adapun hingga laporan terakhir, BPBD DIY menyatakan tidak ada informasi dampak kerusakan maupun korban jiwa di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. “Data bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru,” kata Ruruh. Sebelumnya, BMKG menyampaikan gempa bermagnitudo 6,2 tersebut berpusat di laut sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 58 kilometer. Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah DIY dengan intensitas berbeda. Di Kabupaten Bantul dan Sleman, guncangan dirasakan pada skala IV MMI, sedangkan di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul pada skala III MMI.
Yogyakarta
| Jumat, 6 Februari 2026
Lokal

Polisi Amankan 21 Karung Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Kabupaten Bekasi
PIFA, Bekasi - Polisi mengamankan sebanyak 21 karung yang diduga berisi cacahan uang kertas rupiah di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan material oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Langkah ini kami ambil untuk mencegah penyalahgunaan material tersebut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah di Cikarang, Rabu (4/2). AKP Usep menjelaskan, temuan cacahan uang tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kemudian diperkuat oleh informasi di media sosial. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan barang bukti. “Kami mengamankan lokasi dan barang bukti agar tidak menjadi konsumsi publik yang tidak bertanggung jawab. Saat ini kami mengamankan sekitar 21 karung berisi cacahan kertas yang diduga merupakan potongan uang pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp2 ribu,” ujarnya. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi, terdiri atas pemilik lahan serta tiga pekerja pemilah sampah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk mendalami dugaan aktivitas pengelolaan sampah ilegal di lokasi tersebut. Polisi turut berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan status cacahan tersebut, apakah merupakan uang asli, uang palsu, atau jenis limbah lainnya. “Sebab, bagaimanapun juga, uang adalah dokumen negara yang harus diamankan,” kata Usep. Sementara itu, Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, cacahan tersebut dipastikan merupakan uang rupiah asli. “Iya, itu cacahan uang asli,” kata Dedi. Ia menambahkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta kepolisian setempat untuk menelusuri asal-usul cacahan uang tersebut. Di sisi lain, pemilik lahan bernama Santo (65) mengaku tidak mengetahui bahwa material yang dibuang di lahannya merupakan potongan uang. Menurutnya, material tersebut digunakan untuk menguruk lahan yang dimanfaatkan sebagai tempat pemilahan sampah. “Awalnya saya memang butuh urugan, Pak. Kalau harus pakai biaya sendiri saya enggak kuat. Jadi waktu ada yang buang, ya dimanfaatkan saja. Saya enggak tahu kalau itu potongan uang,” ujar Santo. Santo menyebut pembuangan cacahan kertas tersebut dilakukan oleh seseorang berinisial K-S menggunakan mobil dump truck sejak sekitar enam bulan terakhir. Aktivitas pembuangan tidak berlangsung setiap hari, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu. “Setelah kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, aktivitas pembuangan di lahan saya telah dihentikan. Sekarang tutup, kalau memang ada barang tidak diperbolehkan ya kita tutup,” katanya.
Bekasi
| Kamis, 5 Februari 2026
Berita Populer
Lokal

Keseruan Seri 1 Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge 2024, Ada Pembalap Top dan Kelas Baru YZ Series Open
PIFA, Sports - Seri pertama balap ketahanan Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge tahun ini akan diselenggarakan di sirkuit area stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 1-2 Juni 2024. Kompetisi Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge sendiri sudah masuk tahun ke-3 penyelenggaraan (sejak 2022) dan ini menjadi bukti konsistensi PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam mengakomodir komunitas dan pembalap profesional yang ingin berkompetisi dengan Yamaha WR155R sebagai The Real Adventure Partner. ”Musim balapan One Make Race Yamaha 2024 dimulai dengan digelarnya seri 1 Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge di Bandung. Kompetisi yang semakin populer dan menjadi ajang yang sudah dinantikan ini akan menyajikan keseruan beragam aktivitas menarik dengan agenda utama race dan lainnya. Event ini sekaligus merupakan pembuktian keunggulan WR155R yang telah menjadi favorit para bikers, termasuk pembalap dan komunitas yang berkompetisi di Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge, Yamaha Semakin Di Depan Full Gaspoll !” ungkap Frengky Rusli, General Manager CS Division PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Adapun kelas-kelas yang dilombakan dalam Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge 2024 Bandung adalah kategori WR155R Profesional, WR155R Advance, WR155R Com A, WR155R Com B dan WR155R Hobby serta YZ Series Open. Di ajang Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge tahun ini disuguhkan kelas baru YZ Series Open. Tentu saja, ini diperuntukkan bagi pemilik motor Spesial Engine (SE) yang memang dipasarkan secara resmi di main dealer ataupun dealer Yamaha di berbagai penjuru Tanah Air. Yang menarik, untuk kelas WR155R Profesional akan diramaikan oleh para pembalap ataupun tim profesional yang selama ini konsen di balap nasional. Terutama kompetisi adventure atau identik disebut trabasan. Di kelas ini pun termasuk hadir para rider yang selama ini fokus di balap grasstrack dan road race. Terkait kategori kelas peserta Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge Bandung, dilakukan berdasarkan data prestasi selama ini di bawah koordinasi pihak Yamaha Indonesia dan komunitas WR 155 R Owners Indonesia (WOI). Tentu saja, para peserta akan disuguhi berbagai handycap yang menantang. Mereka wajib menaklukkan jalanan offroad yang diantaranya terdiri dari trek tanah ataupun bebatuan, kemudian genangan air atau lumpur, lintasan yang menanjak dengan sudut curam ataupun turunan tajam dan sebagainya. Di sini mereka akan membuktikan langsung ketangguhan Yamaha WR155R. Alhasil, tidak hanya butuh kekuatan fisik yang memadai, juga strategi dalam menaklukkan berbagai rintangan tersebut. Sehubungan unsur safety di area kompetisi, sangat dijaga dan menjadi prioritas penting PT. YIMM selaku penyelenggara. Dalam hal ini dengan dukungan tim paramedis, rescue car dan rescue team, juga banyaknya marshal, helper dan moving helper. Pada bagian lain, di luar arena siap dihadirkan berbagai aktivitas yang dipastikan menyemarakkan suasana dan sangat menarik bagi pengunjung yang hadir langsung. Jadi sangat memanjakan bLU cRU Family (konsumen, komunitas, fans Yamaha). Siap disuguhkan produk-produk terbaru Yamaha dengan berbagai penawaran menarik, kemudian booth sponsor, juga ada entertainment, sunmori, kontes modifikasi, service gratis, dan banyak doorprize.
Bandung
| Senin, 3 Juni 2024
Lokal

68 Persen Pemilih Pemilu di Kalbar Generasi Muda
Berita Lokal, PIFA – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalbar, Faisal Riza menyebutkan, pemilih dari kalangan generasi muda di Kalbar saat Pemilu 2024 mendatang, mencapai angka 68 persen. “Maka itu para pemuda ini memiliki peran strategis. Dengan prinsipnya kita selalu membuka diri dengan seluruh stakeholder salah satunya dari kalangan muda ini,” katanya, kemarin. Dia menerangkan, Bawaslu Kalbar sendiri, terus menggandeng para generasi milenial untuk aktif berperan dalam melakukan pengawasan pada Pemilu tersebut. Apalagi kata Faisal, para generasi muda saat ini sudah terbiasa dengan kultur berbasis digital. Sehingga mereka tak asing lagi berinteraksi dengan sosial media dan seluruh platform media. “Karena alasan itu, makanya kita ajak mereka untuk menjadi bagian dari proses pengawasan, itu secara informal,” tuturnya. Sementara secara formalnya, Faisal mengatakan pihaknya juga terbuka untuk memberi ruang para generasi muda berperan langsung dalam melakukan pengawasan. “Misalnya mendaftar sebagai petugas pengawas tempat pemungutan suara (TPS) baik di tingkat Pengawas Kecamatan (Panwascam), kabupaten dan kota, hingga provinsi. Asalkan syaratnya terpenuhi, seperti usia minimal 25 tahun,” jelasnya. Faisal menerangkan, pihaknya memang berfokus agar pemuda ini bisa lebih peduli dan sensitif. Sebab potensi hoaks berdasarkan data di atas kertas cukup besar di Indonesia. “Karena itu kami minta mereka meminimalisir dengan ikut mengawas,” tandasnya. (ap)
Kalbar
| Kamis, 28 Juli 2022
Lokal

Sutarmidji-Didi Dapat Dukungan dari Golkar Kalbar Berkat Visi Misi Jelas
PIFA, Lokal - Sekretaris DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur, menyatakan dukungannya terhadap pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono (Midji-Didi).Menurutnya, visi misi dan program yang dimiliki pasangan ini memiliki arah yang paling jelas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kalbar.Pernyataan ini disampaikan setelah pelaksanaan debat publik pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar di Qubu Resort pada Rabu malam (23/10).Prabasa menekankan bahwa selama debat, Sutarmidji menunjukkan penguasaan yang baik terhadap data dan fakta yang relevan. “Kalau kita melihat debat tadi, Pak Sutarmidji memiliki data lengkap. Apa yang disampaikan itu benar dan sesuai kondisi sebenarnya,” ungkapnya.Ia menambahkan bahwa untuk menjadi kepala daerah, penting untuk bekerja berdasarkan data agar perencanaan ke depan dapat dilakukan dengan jelas.Salah satu contoh konkret yang disampaikan Prabasa adalah mengenai infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Ia menjelaskan bahwa pada awal pemerintahan Sutarmidji pada tahun 2018, kondisi jalan provinsi hanya mencapai sekitar 50 persen. Namun, berkat konsolidasi data yang dilakukan, angka ini meningkat menjadi sekitar 80 persen di akhir masa jabatan pada tahun 2023.“Dengan pemahaman yang baik mengenai APBD, kita bisa merencanakan langkah-langkah pembangunan ke depan dengan lebih tepat,” jelas Prabasa, yang juga merupakan anggota DPRD Kalbar.Ia berharap agar dalam dua debat selanjutnya, setiap calon dapat memahami isu-isu yang dihadapi Kalbar dan menjawab pertanyaan dengan konteks yang sesuai.“Poin dari debat pertama sangat bagus, Sutarmidji memiliki data lengkap, sehingga arah pembangunan ke depan bisa lebih jelas, mengingat ia adalah inkumben yang memiliki kebijakan sebelumnya,” pungkas Prabasa.
Kalbar
| Senin, 28 Oktober 2024
Feeds
40 Warga DIY Dirawat Usai Gempa M 6,2 Pacitan, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
PIFA, Yogyakrta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 40 orang menjalani perawatan medis akibat gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari. Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, hingga laporan sementara diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Sementara tidak ada korban jiwa,” ujar Agustinus saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Jumat. Seluruh korban terdampak saat ini mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah DIY, termasuk rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY, dampak kerusakan tercatat di beberapa wilayah. Di Kota Yogyakarta, kerusakan terjadi di Kapanewon Umbulharjo berupa atap balai kampung. Sementara di Kabupaten Bantul, gempa berdampak di 10 kapanewon, yakni Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan. Kerusakan meliputi delapan rumah, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan. Adapun hingga laporan terakhir, BPBD DIY menyatakan tidak ada informasi dampak kerusakan maupun korban jiwa di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. “Data bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru,” kata Ruruh. Sebelumnya, BMKG menyampaikan gempa bermagnitudo 6,2 tersebut berpusat di laut sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 58 kilometer. Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah DIY dengan intensitas berbeda. Di Kabupaten Bantul dan Sleman, guncangan dirasakan pada skala IV MMI, sedangkan di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul pada skala III MMI.
Yogyakarta
| Jumat, 6 Februari 2026

Polisi Amankan 21 Karung Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Kabupaten Bekasi
PIFA, Bekasi - Polisi mengamankan sebanyak 21 karung yang diduga berisi cacahan uang kertas rupiah di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan material oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Langkah ini kami ambil untuk mencegah penyalahgunaan material tersebut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah di Cikarang, Rabu (4/2). AKP Usep menjelaskan, temuan cacahan uang tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kemudian diperkuat oleh informasi di media sosial. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan barang bukti. “Kami mengamankan lokasi dan barang bukti agar tidak menjadi konsumsi publik yang tidak bertanggung jawab. Saat ini kami mengamankan sekitar 21 karung berisi cacahan kertas yang diduga merupakan potongan uang pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp2 ribu,” ujarnya. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi, terdiri atas pemilik lahan serta tiga pekerja pemilah sampah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk mendalami dugaan aktivitas pengelolaan sampah ilegal di lokasi tersebut. Polisi turut berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan status cacahan tersebut, apakah merupakan uang asli, uang palsu, atau jenis limbah lainnya. “Sebab, bagaimanapun juga, uang adalah dokumen negara yang harus diamankan,” kata Usep. Sementara itu, Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, cacahan tersebut dipastikan merupakan uang rupiah asli. “Iya, itu cacahan uang asli,” kata Dedi. Ia menambahkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta kepolisian setempat untuk menelusuri asal-usul cacahan uang tersebut. Di sisi lain, pemilik lahan bernama Santo (65) mengaku tidak mengetahui bahwa material yang dibuang di lahannya merupakan potongan uang. Menurutnya, material tersebut digunakan untuk menguruk lahan yang dimanfaatkan sebagai tempat pemilahan sampah. “Awalnya saya memang butuh urugan, Pak. Kalau harus pakai biaya sendiri saya enggak kuat. Jadi waktu ada yang buang, ya dimanfaatkan saja. Saya enggak tahu kalau itu potongan uang,” ujar Santo. Santo menyebut pembuangan cacahan kertas tersebut dilakukan oleh seseorang berinisial K-S menggunakan mobil dump truck sejak sekitar enam bulan terakhir. Aktivitas pembuangan tidak berlangsung setiap hari, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu. “Setelah kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, aktivitas pembuangan di lahan saya telah dihentikan. Sekarang tutup, kalau memang ada barang tidak diperbolehkan ya kita tutup,” katanya.
Bekasi
| Kamis, 5 Februari 2026

Sejarah Gedung Sate: Dari Kantor Kolonial hingga Ikon Jawa Barat
PIFA, Bandung - Gedung Sate merupakan salah satu bangunan paling ikonik di Bandung sekaligus simbol pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Bangunan yang dikenal dengan ornamen enam tusuk menyerupai sate di puncak menaranya ini bukan sekadar landmark kota, tetapi juga saksi sejarah panjang perjalanan administrasi, politik, dan arsitektur di Indonesia. Awal Pembangunan di Masa Kolonial Gedung Sate mulai dibangun pada tahun 1920 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pembangunan gedung ini tidak terlepas dari rencana besar pemerintah kolonial yang saat itu berencana memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Kota Bandung dipilih karena letaknya yang strategis, iklimnya lebih sejuk, serta dianggap lebih aman dari ancaman serangan laut. Bangunan ini awalnya dirancang sebagai Gouvernements Bedrijven atau Kantor Departemen Perusahaan Pemerintah Hindia Belanda. Arsiteknya adalah J. Gerber, seorang arsitek Belanda yang memadukan gaya arsitektur Eropa dengan unsur lokal Nusantara. Proses pembangunannya melibatkan sekitar 2.000 pekerja, termasuk tenaga ahli dari Tiongkok dan masyarakat lokal. Arsitektur Unik: Perpaduan Barat dan Timur Salah satu keunikan Gedung Sate terletak pada gaya arsitekturnya. Gedung ini mengusung konsep Indo-Eropa, yaitu perpaduan arsitektur Renaissance Italia dengan elemen tradisional Indonesia, terutama pada bentuk atap yang menyerupai bangunan candi di Jawa. Ornamen enam tusuk di puncak menara Gedung Sate sering disalahartikan sebagai hiasan semata. Padahal, ornamen tersebut melambangkan biaya pembangunan gedung sebesar enam juta gulden pada masanya. Dari sinilah kemudian muncul sebutan populer “Gedung Sate” di kalangan masyarakat Bandung. Peran Strategis Pasca Kemerdekaan Setelah Indonesia merdeka, Gedung Sate mengalami perubahan fungsi. Bangunan ini kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan daerah. Sejak tahun 1980-an, Gedung Sate resmi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat, sekaligus pusat administrasi pemerintahan provinsi. Gedung ini juga memiliki nilai historis yang tinggi karena pernah menjadi lokasi peristiwa penting, termasuk insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata pada 3 Desember 1945 yang menyebabkan tujuh pemuda pejuang gugur dalam upaya mempertahankan gedung dari pasukan Sekutu. Dari Kantor Pemerintahan ke Ikon Budaya Seiring waktu, Gedung Sate tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tetapi juga berkembang menjadi ikon budaya dan pariwisata Jawa Barat. Kawasan sekitarnya sering menjadi lokasi kegiatan publik, acara kenegaraan, hingga perayaan hari besar. Pada tahun 2017, Museum Gedung Sate resmi dibuka untuk umum. Museum ini menyajikan sejarah pembangunan, arsitektur, dan peran Gedung Sate dalam perjalanan Jawa Barat, lengkap dengan teknologi digital dan diorama interaktif. Simbol Jawa Barat hingga Kini Hingga hari ini, Gedung Sate tetap berdiri megah sebagai simbol pemerintahan, sejarah, dan identitas Jawa Barat. Keberadaannya merepresentasikan perjalanan panjang dari masa kolonial, era perjuangan kemerdekaan, hingga Indonesia modern. Lebih dari sekadar bangunan, Gedung Sate adalah pengingat bahwa Bandung dan Jawa Barat memiliki peran penting dalam sejarah bangsa—sebuah warisan arsitektur yang terus hidup dan relevan lintas generasi.
Bandung
| Selasa, 3 Februari 2026

Jawa Tengah Dilanda 45 Kejadian Bencana, Pemprov Imbau Warga Tetap Waspada
PIFA, Lokal - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya terjadi 45 kejadian bencana alam di berbagai wilayah sepanjang 1–25 Januari 2025. Sejumlah bencana tersebut membuat masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan masih tinggi. Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan potensi hujan diperkirakan masih berlangsung hingga 9 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, serta cuaca ekstrem yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Akibat rangkaian bencana tersebut, tercatat tujuh orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, 9.729 warga mengungsi, dan sebanyak 308.108 orang terdampak. Selain korban jiwa, bencana juga mengakibatkan kerusakan rumah tinggal, fasilitas umum, serta lahan pertanian dan perikanan. Sumarno menyampaikan bahwa Pemprov Jateng telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk merespons kondisi tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain rekayasa cuaca serta memastikan distribusi logistik bagi warga terdampak berjalan lancar. "Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis," kata Sumarno di Semarang, Senin. Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan akses jalur logistik yang terdampak bencana. Menurutnya, keberhasilan membuka kembali jalur distribusi sangat krusial agar bantuan pangan dan layanan medis dapat menjangkau lokasi pengungsian. Pemprov Jateng juga melakukan optimalisasi pompa air guna mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah. Sementara di lokasi pengungsian, layanan pemulihan trauma dan psikososial turut disediakan bagi para korban. Anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak banjir secara rutin mendapatkan pendampingan psikososial dan trauma healing dari petugas di lapangan. Meski saat ini fokus utama masih pada penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menegaskan bahwa rencana rehabilitasi pascabencana telah disiapkan. Tahap perbaikan infrastruktur akan segera dilakukan setelah kondisi cuaca dinilai stabil. "Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak," ujarnya.
Jawa Tengah
| Selasa, 3 Februari 2026

Sejarah Julukan Kota Kembang dan Paris van Java yang Melekat pada Bandung
PIFA, Bandung - Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak julukan. Dua di antaranya yang paling populer dan terus melekat hingga kini adalah “Kota Kembang” dan “Paris van Java”. Julukan-julukan tersebut bukan sekadar sebutan romantis, melainkan lahir dari latar sejarah, kondisi geografis, hingga perkembangan sosial budaya kota Bandung pada masa lalu. Asal-usul Julukan Kota Kembang Julukan Kota Kembang diyakini muncul pada masa kolonial Belanda. Pada awal abad ke-20, Bandung dikenal sebagai kota yang dipenuhi taman-taman indah, pepohonan rindang, dan bunga-bunga yang tumbuh subur. Letak geografis Bandung yang berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk membuat berbagai jenis tanaman hias mudah berkembang. Pemerintah kolonial kala itu memang menata Bandung sebagai kota peristirahatan dan hunian elite Eropa. Banyak rumah besar dengan halaman luas, ditata dengan taman dan bunga warna-warni. Pemandangan inilah yang kemudian melahirkan citra Bandung sebagai kota yang cantik dan asri, layaknya bunga yang bermekaran. Selain itu, istilah Kota Kembang juga kerap dimaknai sebagai simbol keindahan warganya, khususnya perempuan Bandung yang dikenal anggun dan menawan. Makna simbolik ini semakin memperkuat popularitas julukan tersebut di kalangan masyarakat. Lahirnya Julukan Paris van Java Sementara itu, julukan Paris van Java mulai populer sekitar dekade 1920–1930-an. Bandung saat itu berkembang pesat sebagai pusat gaya hidup kaum elite Eropa di Hindia Belanda. Jalan Braga menjadi ikon utama, dipenuhi butik mode, kafe, restoran, bioskop, dan pertokoan mewah yang mengadopsi gaya Eropa modern. Arsitektur bangunan di Bandung banyak mengusung gaya art deco dan modernisme, mirip dengan kota-kota besar di Eropa. Suasana ini mengingatkan para pendatang Eropa pada Paris, ibu kota Prancis yang dikenal sebagai pusat mode, seni, dan budaya. Dari situlah muncul sebutan Paris van Java, yang secara harfiah berarti “Paris di Pulau Jawa”. Julukan ini juga mencerminkan gaya hidup kosmopolitan Bandung pada masa itu. Kota ini menjadi pusat pergaulan, hiburan, dan kreativitas, sekaligus tempat lahirnya tren busana dan gaya hidup modern di Hindia Belanda. Bandung dalam Perubahan Zaman Seiring berjalannya waktu, wajah Bandung tentu mengalami banyak perubahan. Pembangunan kota, pertumbuhan penduduk, dan dinamika sosial membawa tantangan tersendiri bagi identitas Bandung. Namun, julukan Kota Kembang dan Paris van Java tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Kedua julukan tersebut kini lebih dimaknai sebagai warisan sejarah dan identitas budaya. Taman kota, ruang terbuka hijau, kawasan heritage, serta geliat industri kreatif menjadi upaya untuk mempertahankan ruh Bandung sebagai kota yang indah, kreatif, dan berkarakter. Makna Julukan bagi Identitas Bandung Julukan Kota Kembang dan Paris van Java bukan hanya romantisme masa lalu, melainkan cerminan perjalanan panjang Bandung sebagai kota yang terus berkembang. Keduanya menggambarkan keindahan alam, tata kota, serta dinamika budaya yang pernah dan masih melekat hingga hari ini. Di tengah modernisasi, julukan-julukan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keindahan, kreativitas, dan karakter Bandung agar tetap menjadi kota yang nyaman ditinggali sekaligus memikat untuk dikunjungi.
Lokal
| Senin, 2 Februari 2026

BNPB: 57 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Berhasil Diidentifikasi dan Diserahkan ke Keluarga
PIFA, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi sebanyak 57 jenazah korban bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, proses identifikasi dilakukan berdasarkan pencocokan data antemortem dan postmortem yang dikumpulkan oleh tim DVI sejak hari pertama pelaksanaan evakuasi. Berdasarkan data sementara hingga Minggu (1/2) pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan telah mengirimkan sebanyak 74 kantong jenazah ke pos DVI untuk menjalani proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan dan pencocokan identitas oleh tim forensik. Sementara itu, BNPB juga mengonfirmasi bahwa berdasarkan data awal dan pembaruan terkini, sebanyak 517 jiwa pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, masih terdapat 159 jiwa yang memilih bertahan di lokasi pengungsian. Abdul menegaskan, proses identifikasi dilakukan secara cermat untuk memastikan kepastian identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Koordinasi lintas instansi yang melibatkan Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, serta rumah sakit rujukan terus dilakukan guna mempercepat penanganan korban bencana. BNPB juga mengimbau keluarga korban yang masih menunggu hasil identifikasi agar terus berkoordinasi dengan posko resmi sehingga memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.
Bandung
| Senin, 2 Februari 2026

Evakuasi Longsor Pasirlangu Bertambah, Tim SAR Temukan Empat Kantong Jenazah di Hari Kedelapan
PIFA, Bandung – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali mengevakuasi empat kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada pagi hari kedelapan operasi pencarian, Sabtu. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan keempat kantong jenazah tersebut ditemukan di sejumlah titik pencarian (worksite) berbeda dalam waktu kurang dari dua jam. “Penemuan pertama terjadi pada pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B. Selanjutnya pada pukul 10.23 WIB tim mengevakuasi kantong jenazah di Worksite A1, dan pada pukul 10.58 serta 11.19 WIB kembali ditemukan dua kantong jenazah di Worksite A2,” ujar Ade di Bandung. Dengan tambahan temuan tersebut, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga Sabtu pukul 11.30 WIB mencapai 64 kantong. Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan dalam pencarian (DP) diperkirakan sekitar 16 jiwa. Ade menjelaskan, pada hari kedelapan operasi SAR, pencarian korban masih dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke dalam tiga sektor utama, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara manual, menggunakan anjing pelacak (K9), serta didukung alat berat. “Sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh sektor pencarian,” katanya. Sementara itu, hingga saat ini Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 49 kantong jenazah dari total 50 kantong jenazah yang telah masuk proses identifikasi. Sebanyak 13 kantong jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. Ade menambahkan, operasi pencarian korban longsor akan terus dilanjutkan sesuai dengan ketetapan Bupati Kabupaten Bandung Barat yang menetapkan status tanggap darurat bencana longsor selama dua pekan. “Sesuai arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat hingga 6 Februari 2026,” pungkasnya.
Bandung
| Sabtu, 31 Januari 2026

Cireng, Kudapan Khas Bandung yang Gurih dan Kenyal, Ini Cara Membuatnya di Rumah
PIFA, Bandung - Cireng merupakan salah satu kudapan khas Bandung yang hingga kini masih digemari berbagai kalangan. Nama cireng sendiri berasal dari singkatan aci digoreng, yang merujuk pada bahan utamanya, yaitu tepung tapioka atau aci. Teksturnya yang kenyal di bagian dalam dan renyah di luar membuat cireng cocok dinikmati sebagai camilan sore atau teman minum teh. Membuat cireng ternyata tidak sulit dan bisa dilakukan di rumah dengan bahan-bahan sederhana. Kunci utama cireng yang enak terletak pada teknik pembuatan biang adonan agar hasilnya empuk dan tidak keras. Bahan-bahan Untuk membuat cireng khas Bandung, bahan yang dibutuhkan antara lain tepung tapioka, bawang putih, daun bawang, garam, merica, air, dan minyak goreng. Kaldu bubuk bisa ditambahkan sesuai selera untuk memperkuat rasa gurih. Langkah Pembuatan Langkah pertama adalah merebus air bersama bawang putih halus, garam, merica, dan kaldu bubuk hingga mendidih dan aroma bumbu keluar. Setelah itu, ambil beberapa sendok tepung tapioka dan masukkan ke dalam air rebusan tersebut. Aduk hingga mengental dan berubah menjadi adonan bening. Proses ini dikenal sebagai pembuatan biang cireng. Biang yang masih hangat kemudian dicampurkan dengan sisa tepung tapioka dan irisan daun bawang. Aduk perlahan hingga tercampur rata. Adonan cireng sebaiknya tidak diuleni terlalu kuat agar teksturnya tetap empuk setelah digoreng. Setelah adonan tercampur, bentuk cireng sesuai selera dengan cara memipihkan adonan. Cireng kemudian digoreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga bagian luar kering dan berwarna putih kekuningan. Tips Agar Cireng Tidak Keras Agar cireng tetap empuk dan tidak alot, gunakan api sedang saat menggoreng dan pastikan minyak tidak terlalu panas. Selain itu, adonan cukup diaduk sampai tercampur, tidak perlu diuleni berlebihan. Penggunaan biang adonan juga menjadi kunci utama keberhasilan cireng yang kenyal. Cireng paling nikmat disantap selagi hangat, biasanya disajikan bersama sambal rujak, saus kacang, atau sambal kecap pedas. Dengan resep sederhana ini, cireng khas Bandung bisa menjadi camilan rumahan yang praktis dan lezat.
Bandung
| Kamis, 29 Januari 2026

Aktivitas Semeru Kembali Meningkat, Dua Kali Erupsi Warnai Kamis Pagi
PIFA, Jawa Timur - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada Kamis pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami dua kali erupsi dalam rentang waktu kurang dari tiga jam. Erupsi terbaru terjadi pada pukul 07.20 WIB dengan kolom letusan mencapai ratusan meter dari puncak. Peristiwa tersebut menambah rangkaian aktivitas vulkanik Semeru yang sejak dini hari sudah menunjukkan gejala erupsi. "Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Kamis pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis. Mukdas menjelaskan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke sektor tenggara. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas oleh alat pemantau kegempaan. Menurutnya, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik. Sebelum erupsi itu, Semeru lebih dulu mengalami letusan pada pukul 04.47 WIB. Tinggi kolom letusan pada erupsi pertama tercatat lebih rendah dibandingkan erupsi berikutnya. "Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 123 detik," tuturnya. Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Seiring kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung api. "Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi)." Selain itu, warga juga diminta menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai yang berpotensi terdampak awan panas dan lahar. "Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak." Larangan aktivitas juga diberlakukan di sekitar kawah karena ancaman material vulkanik pijar. "Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya. PVMBG turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.
Jawa Timur
| Kamis, 29 Januari 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Keseruan Seri 1 Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge 2024, Ada Pembalap Top dan Kelas Baru YZ Series Open
PIFA, Sports - Seri pertama balap ketahanan Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge tahun ini akan diselenggarakan di sirkuit area stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 1-2 Juni 2024. Kompetisi Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge sendiri sudah masuk tahun ke-3 penyelenggaraan (sejak 2022) dan ini menjadi bukti konsistensi PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam mengakomodir komunitas dan pembalap profesional yang ingin berkompetisi dengan Yamaha WR155R sebagai The Real Adventure Partner. ”Musim balapan One Make Race Yamaha 2024 dimulai dengan digelarnya seri 1 Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge di Bandung. Kompetisi yang semakin populer dan menjadi ajang yang sudah dinantikan ini akan menyajikan keseruan beragam aktivitas menarik dengan agenda utama race dan lainnya. Event ini sekaligus merupakan pembuktian keunggulan WR155R yang telah menjadi favorit para bikers, termasuk pembalap dan komunitas yang berkompetisi di Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge, Yamaha Semakin Di Depan Full Gaspoll !” ungkap Frengky Rusli, General Manager CS Division PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Adapun kelas-kelas yang dilombakan dalam Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge 2024 Bandung adalah kategori WR155R Profesional, WR155R Advance, WR155R Com A, WR155R Com B dan WR155R Hobby serta YZ Series Open. Di ajang Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge tahun ini disuguhkan kelas baru YZ Series Open. Tentu saja, ini diperuntukkan bagi pemilik motor Spesial Engine (SE) yang memang dipasarkan secara resmi di main dealer ataupun dealer Yamaha di berbagai penjuru Tanah Air. Yang menarik, untuk kelas WR155R Profesional akan diramaikan oleh para pembalap ataupun tim profesional yang selama ini konsen di balap nasional. Terutama kompetisi adventure atau identik disebut trabasan. Di kelas ini pun termasuk hadir para rider yang selama ini fokus di balap grasstrack dan road race. Terkait kategori kelas peserta Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge Bandung, dilakukan berdasarkan data prestasi selama ini di bawah koordinasi pihak Yamaha Indonesia dan komunitas WR 155 R Owners Indonesia (WOI). Tentu saja, para peserta akan disuguhi berbagai handycap yang menantang. Mereka wajib menaklukkan jalanan offroad yang diantaranya terdiri dari trek tanah ataupun bebatuan, kemudian genangan air atau lumpur, lintasan yang menanjak dengan sudut curam ataupun turunan tajam dan sebagainya. Di sini mereka akan membuktikan langsung ketangguhan Yamaha WR155R. Alhasil, tidak hanya butuh kekuatan fisik yang memadai, juga strategi dalam menaklukkan berbagai rintangan tersebut. Sehubungan unsur safety di area kompetisi, sangat dijaga dan menjadi prioritas penting PT. YIMM selaku penyelenggara. Dalam hal ini dengan dukungan tim paramedis, rescue car dan rescue team, juga banyaknya marshal, helper dan moving helper. Pada bagian lain, di luar arena siap dihadirkan berbagai aktivitas yang dipastikan menyemarakkan suasana dan sangat menarik bagi pengunjung yang hadir langsung. Jadi sangat memanjakan bLU cRU Family (konsumen, komunitas, fans Yamaha). Siap disuguhkan produk-produk terbaru Yamaha dengan berbagai penawaran menarik, kemudian booth sponsor, juga ada entertainment, sunmori, kontes modifikasi, service gratis, dan banyak doorprize.
Bandung
| Senin, 3 Juni 2024
Lokal

68 Persen Pemilih Pemilu di Kalbar Generasi Muda
Berita Lokal, PIFA – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalbar, Faisal Riza menyebutkan, pemilih dari kalangan generasi muda di Kalbar saat Pemilu 2024 mendatang, mencapai angka 68 persen. “Maka itu para pemuda ini memiliki peran strategis. Dengan prinsipnya kita selalu membuka diri dengan seluruh stakeholder salah satunya dari kalangan muda ini,” katanya, kemarin. Dia menerangkan, Bawaslu Kalbar sendiri, terus menggandeng para generasi milenial untuk aktif berperan dalam melakukan pengawasan pada Pemilu tersebut. Apalagi kata Faisal, para generasi muda saat ini sudah terbiasa dengan kultur berbasis digital. Sehingga mereka tak asing lagi berinteraksi dengan sosial media dan seluruh platform media. “Karena alasan itu, makanya kita ajak mereka untuk menjadi bagian dari proses pengawasan, itu secara informal,” tuturnya. Sementara secara formalnya, Faisal mengatakan pihaknya juga terbuka untuk memberi ruang para generasi muda berperan langsung dalam melakukan pengawasan. “Misalnya mendaftar sebagai petugas pengawas tempat pemungutan suara (TPS) baik di tingkat Pengawas Kecamatan (Panwascam), kabupaten dan kota, hingga provinsi. Asalkan syaratnya terpenuhi, seperti usia minimal 25 tahun,” jelasnya. Faisal menerangkan, pihaknya memang berfokus agar pemuda ini bisa lebih peduli dan sensitif. Sebab potensi hoaks berdasarkan data di atas kertas cukup besar di Indonesia. “Karena itu kami minta mereka meminimalisir dengan ikut mengawas,” tandasnya. (ap)
Kalbar
| Kamis, 28 Juli 2022
Lokal

Sutarmidji-Didi Dapat Dukungan dari Golkar Kalbar Berkat Visi Misi Jelas
PIFA, Lokal - Sekretaris DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur, menyatakan dukungannya terhadap pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono (Midji-Didi).Menurutnya, visi misi dan program yang dimiliki pasangan ini memiliki arah yang paling jelas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kalbar.Pernyataan ini disampaikan setelah pelaksanaan debat publik pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar di Qubu Resort pada Rabu malam (23/10).Prabasa menekankan bahwa selama debat, Sutarmidji menunjukkan penguasaan yang baik terhadap data dan fakta yang relevan. “Kalau kita melihat debat tadi, Pak Sutarmidji memiliki data lengkap. Apa yang disampaikan itu benar dan sesuai kondisi sebenarnya,” ungkapnya.Ia menambahkan bahwa untuk menjadi kepala daerah, penting untuk bekerja berdasarkan data agar perencanaan ke depan dapat dilakukan dengan jelas.Salah satu contoh konkret yang disampaikan Prabasa adalah mengenai infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Ia menjelaskan bahwa pada awal pemerintahan Sutarmidji pada tahun 2018, kondisi jalan provinsi hanya mencapai sekitar 50 persen. Namun, berkat konsolidasi data yang dilakukan, angka ini meningkat menjadi sekitar 80 persen di akhir masa jabatan pada tahun 2023.“Dengan pemahaman yang baik mengenai APBD, kita bisa merencanakan langkah-langkah pembangunan ke depan dengan lebih tepat,” jelas Prabasa, yang juga merupakan anggota DPRD Kalbar.Ia berharap agar dalam dua debat selanjutnya, setiap calon dapat memahami isu-isu yang dihadapi Kalbar dan menjawab pertanyaan dengan konteks yang sesuai.“Poin dari debat pertama sangat bagus, Sutarmidji memiliki data lengkap, sehingga arah pembangunan ke depan bisa lebih jelas, mengingat ia adalah inkumben yang memiliki kebijakan sebelumnya,” pungkas Prabasa.







