Lokal
Lagu Pesan Mendunia Inspirasi Anak Muda Berkarya
Berita Lokal, PIFA - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi acara Friday Night Show Lagu Pesan Mendunia yang digelar di Borneo Night Market Kompleks Pergudangan Modern Borneo Business Icon Sungai Ambawang pada Jumat (30/12) malam. Sebab acara tersebut membuka peluang bagi penguatan UMKM sehingga diharapkan bisa semakin berkembang. “Sebuah apresiasi, karena pelaku-pelaku usaha akan banyak peluangnya. Mulai dari Kubu Raya, Pontianak, dan sejumlah daerah juga mendapat kesempatan yang baik," kata Muda Mahendrawan saat menghadiri acara Friday Night Show tersebut. Terkait lagu Pesan Mendunia itu sendiri, lebih jauh Muda mengatakan tembang yang ia ciptakan itu diharapkan bisa memotivasi generasi muda untuk berkarya khususnya dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif di Kubu Raya. "Proses rekaman lagu ini sudah selesai dan sudah bisa diakses di semua platform digital," ujarnya. Muda menambahkan, lagu Pesan Mendunia nantinya juga dibuat dalam versi karaoke. Sehingga dapat dinyanyikan secara luas di rumah-rumah warga. “Lagu ini telah diperluas liriknya karena banyak dari berbagai daerah yang senang dengan lagu ini sebab enak dan nyaman didengar. Bahkan juga telah dikembangkan di sekolah-sekolah," ungkapnya. Selain dinyanyikan dalam bahasa Indonesia dan daerah, Muda menerangkan lagu Pesan Mendunia nantinya juga akan berlirik bahasa Inggris dan sejumlah versi lainnya. “Banyak sekali permintaan agar dikembangkan terus," ungkapnya. (ap)
Kubu Raya
| Minggu, 1 Januari 2023

Trending
Ini Kata Muda Mahendrawan Soal Prestasi Gemilang Kubu Raya di Tribun Pontianak Awards 2023
Kubu Raya
| Selasa, 5 September 2023

Bupati Aron Berharap ITKK Bantu Dongkrak IPM Kabupaten Sekadau
Sekadau
| Selasa, 24 Mei 2022

Kritik Keras untuk Janji Ria Norsan Gratiskan Sekolah Swasta
Kalbar
| Senin, 28 Oktober 2024

Polda Metro Jaya Selidiki Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar soal Dugaan Penyekapan dan Pengancaman oleh Hercules
Jakarta
| Sabtu, 23 Mei 2026

Banjir Semelegi Singkawang, Ratusan Warga Mengungsi
Singkawang
| Sabtu, 11 Maret 2023

Percepatan Vaksinasi di Sintang Terhambat Oleh Banjir
Sintang
| Senin, 1 November 2021

Polisi Obok-obok Judi Online di Gang Angket Kampung Beting
Pontianak
| Rabu, 24 Agustus 2022

Atasi Kelangkaan, Kubu Raya Manfaatkan Data Geospasial untuk Distribusi Minyak Goreng Curah
Kubu Raya
| Senin, 18 April 2022

Pengusaha Kalbar Ancam Polisikan Oknum LSM di Ketapang Diduga Cemarkan Nama Baik dan Pemerasan
Ketapang
| Rabu, 15 Februari 2023

Maraknya TPPO di Kalbar, SBMI Berikan Edukasi Kepala Desa
Kalbar
| Sabtu, 23 April 2022

Berita Terbaru
Lokal

Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Lagu Pesan Mendunia Inspirasi Anak Muda Berkarya
Berita Lokal, PIFA - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi acara Friday Night Show Lagu Pesan Mendunia yang digelar di Borneo Night Market Kompleks Pergudangan Modern Borneo Business Icon Sungai Ambawang pada Jumat (30/12) malam. Sebab acara tersebut membuka peluang bagi penguatan UMKM sehingga diharapkan bisa semakin berkembang. “Sebuah apresiasi, karena pelaku-pelaku usaha akan banyak peluangnya. Mulai dari Kubu Raya, Pontianak, dan sejumlah daerah juga mendapat kesempatan yang baik," kata Muda Mahendrawan saat menghadiri acara Friday Night Show tersebut. Terkait lagu Pesan Mendunia itu sendiri, lebih jauh Muda mengatakan tembang yang ia ciptakan itu diharapkan bisa memotivasi generasi muda untuk berkarya khususnya dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif di Kubu Raya. "Proses rekaman lagu ini sudah selesai dan sudah bisa diakses di semua platform digital," ujarnya. Muda menambahkan, lagu Pesan Mendunia nantinya juga dibuat dalam versi karaoke. Sehingga dapat dinyanyikan secara luas di rumah-rumah warga. “Lagu ini telah diperluas liriknya karena banyak dari berbagai daerah yang senang dengan lagu ini sebab enak dan nyaman didengar. Bahkan juga telah dikembangkan di sekolah-sekolah," ungkapnya. Selain dinyanyikan dalam bahasa Indonesia dan daerah, Muda menerangkan lagu Pesan Mendunia nantinya juga akan berlirik bahasa Inggris dan sejumlah versi lainnya. “Banyak sekali permintaan agar dikembangkan terus," ungkapnya. (ap)
Kubu Raya
| Minggu, 1 Januari 2023
Lokal

Ini Kata Muda Mahendrawan Soal Prestasi Gemilang Kubu Raya di Tribun Pontianak Awards 2023
PIFA, Lokal – Tribun Pontianak Awards 2023 merupakan apresiasi atas kinerja terbaik dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, BUMN, BUMD, Korporasi, dan Perguruan Tinggi, yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam membangun Kalimantan Barat. Prestasi luar biasa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah membawa nama baik daerah ini dalam kancah nasional. Kabupaten Kubu Raya memperoleh penghargaan bergengsi dalam ajang Tribun Pontianak Awards 2023. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pimpinan Redaksi Tribun Pontianak, yaitu. Safrudin, kepada Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, dalam acara Semarak 15 Tahun Anniversary Tribun Pontianak, yang berlangsung di The Q Hall Qubu Resort Kubu Raya pada Selasa (8/8) malam. Kabupaten Kubu Raya meraih empat penghargaan berprestis di berbagai kategori, yang merupakan pengakuan atas upaya luar biasa dalam melayani masyarakat. Bupati Muda Mahendrawan menyampaikan komitmennya untuk memberikan peluang yang lebih baik bagi rakyatnya. "Peluang untuk hidup layak, sehat, dan bahagia," ungkapnya. Langkah ini didasarkan pada kesadaran akan masalah-masalah yang harus segera mendapatkan solusi. Muda menekankan bahwa gagasan-gagasan inovatif yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Kubu Raya bertujuan untuk mempercepat solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi, terutama di era digital dan disrupsi. "Pemerintah berupaya keras untuk menghadirkan solusi yang dapat mengubah situasi dari yang awalnya lambat menjadi cepat, dari yang tidak bergerak menjadi bergerak, dari yang kurang berdaya menjadi berdaya, dari yang kurang layak menjadi layak, dari yang kurang adil menjadi adil, dan dari yang kurang transparan menjadi transparan," tegas Muda Mahendrawan. Salah satu inovasi yang mendapat pengakuan adalah pemanfaatan informasi geospasial Kubu Raya, yang meraih penghargaan Bhumandala Kanaka atau medali emas dari Badan Informasi Geospasial (BIG) RI, serta diakui sebagai pelopor inovasi sistem informasi geospasial di Indonesia. Inovasi lainnya adalah Cash Management System (CMS) desa, yang sudah diterapkan di seluruh desa di Kubu Raya dan akan direplikasi di seluruh daerah di Indonesia sesuai dengan surat dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Selain itu, inovasi layanan kesehatan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kubu Raya telah menjadi kenyataan dalam satu tahun terakhir, menjawab impian semua warga Kubu Raya yang menginginkan akses kesehatan yang lebih baik. Tentang inovasi lainnya, yakni sidang di luar gedung pengadilan, Bupati Muda Mahendrawan menjelaskan bahwa ini adalah hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Pengadilan Negeri Mempawah. Hasilnya sangat luar biasa, dengan lebih dari 800 anak mendapatkan pengesahan dalam 20 kali sidang yang diadakan setiap hari Jumat, yang dilaksanakan di vihara-vihara atau Aula Kantor Bupati. (hs)
Kubu Raya
| Selasa, 5 September 2023
Lokal

Bupati Aron Berharap ITKK Bantu Dongkrak IPM Kabupaten Sekadau
Berita Sekadau, PIFA - Bupati Sekadau Aron, SH melaksanakan peletakkan batu pertama pembangun gedung Rektorat Institut Keling Kumang (ITKK), pada Jumat (20/05/2022). Dalam arahannya Bupati Sekadau Aron, mengapresiasi kepada yayasan Keling Kumang (KK) yang bersedia membangun universitas di Kabupaten Sekadau. Harapannya dengan dibangunnya universitas tersebut bisa menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten Sekadau, karena saat ini kabupaten Sekadau hanya 64 persen IPM dan pendidikan menjadi indikator penyumbang naiknya IPM. “Kita berharap dengan adanya universitas di kabupaten Sekadau kiranya bisa menyumbang naiknya IPM dan bisa menampung para siswa-siswi yang hendak melanjutkan sekolah di bangku kuliah,” kata Aron. Pemerintah daerah kata dia, sangat mendukung sepenuhnya apa yang di buat oleh semua pihak apalagi dengan yayasan KK, karena pendidikan menjadi sangat penting di era persaingan global seperti sekarang ini. Meskipun teknologi canggih, namun apabila sumberdaya manusia nya kurang menguasai, maka sia-sia juga, karena kita tidak mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Makanya pendidikan menjadi solusi agar kita mampu menguasai teknologi dan bisa bersaing di era digital ini,” ingatnya. Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah daerah akan membantu apa yang bisa di bantu, namun apapun jenis bantuan Nyang di berikan nanti belum bisa di pastikan. Ditempat yang sama rektor universitas IKK Stepanus Masiun mengatakan, bahwa di tahun 2025 nanti kita akan wisuda pertama,pada saat itu akreditasi ITKK akan usaha naik menjadi Tipe B. Untuk program studi (prodi)unggulan, kita akan punya tiga prodi ungulan yang sesuai dengan kondisi kabupaten Sekadau, misalnya teknologi wirausaha dan prodi teknologi perkebunan dan prodi komputer, semua itu disesuaikan dengan kondisi kabupaten Sekadau agar para mahasiswa ketika sudah lulus bisa mencintai lapangan kerja sendiri dan bekerja di perusahaan maupun melamar sebagai PNS. Namun kata dia lagi, untuk penerimaan mahasiswa tentu tidak ada batasan, semua warga baik dari luar Sekadau sampai luar pulau Kalimantan barat juga kita tampung, sebagai mahasiswa. “Untuk penerimaan mahasiswa, kita tidak batasi hanya pada anggota CU KK saja, tapi terbuka untuk umum, bahkan dari luar negri juga kita terima,” kata Masiun. Sementara itu Musa ketua Yayasan Keling Kumang dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa ITKK bukan di bawah kendali menejemen CU KK tetapi Universitas ITKK dibawah kendali yayasan. Terkait penerimaan mahasiswa karena Universitas ini adalah hasil inisiasi CU Keling Kumang, apakah ada perlakuan khusus bagi anak anggota CU Keling Kumang yang akan kuliah di ITKK, ia menjawab memang ada perlakuan khusus bagi anggota CU KK, paling tidak anak-anak anggota CU KK ada pemotongan biaya masuk sebesar Rp.2 juta sampai Rp. 2,5 juta. “Jika ingin perilaku sama dengan anggota CU KK, maka daftar ke ITKK daftar juga menjadi anggota CU KK, agar biaya daftar dapat potongan,” sarannya. Untuk pembangunan gedung kata dia lagi, di pungut secara dari anggota CU KK sebesar Rp.20 ribu per anggota, saat ini seluruh anggota CU KK sebanyak 207 orang, dengan jumlah anggota sebanyak itu dikalikan Rp.20 ribu maka hasilnya cukup lumayan, belum lagi sumbangan dari berbagai pihak yang bisa 2 sampai 4 kali lipat dari jumlah itu. ”Kita sebut G20 yang artinya satu anggota Rp.20 ribu rupiah,” kata Musa. Nanti kata dia lagi, nama-nama penyumbang akan kita catat dalam catatan digital, tujuan tentu untuk dikenang bahwa siapapun yang punya andil berapapun sumbangan akan kita catat. Dikatakan dia lagi, terkait mutu kita akan berusaha agar mutu pendidik lebih baik dan mampu bersaing,karena saat ini para dosen yang kita miliki rata-rata S2 sesuai ahli di bidangnya. “Jadi jangan kwatir, kita akan berupaya agar mutu ITKK setara dengan universitas di Kalimantan barat,” tekadnya. (ja)
Sekadau
| Selasa, 24 Mei 2022
Feeds
Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan 56 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi
Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/7) dini hari. Sedikitnya 56 rumah ludes terbakar, mengakibatkan 79 kepala keluarga atau 307 jiwa terdampak dan harus mengungsi. Sebanyak 30 armada dan sekitar 80 personel Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung hingga lebih dari tiga jam karena akses menuju lokasi sempit, bangunan didominasi material kayu, serta angin kencang yang membuat api cepat menyebar. Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sementara warga berharap bantuan logistik segera disalurkan bagi para korban.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Terduga Pelaku Penembakan di Bar Canggu Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Badung – Kepolisian menangkap seorang pria berinisial H yang diduga menjadi pelaku penembakan di Bar The Shady Pig, kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Pelaku diamankan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (18/7) malam. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 02.50 WITA dan mengakibatkan dua orang terluka, yakni seorang petugas keamanan bar berinisial IMYM (32) serta seorang warga negara China berinisial EA (25). Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya insiden tersebut. "Diduga tindak pidana penganiayaan berat dengan menggunakan senpi atau penembakan dengan senjata api," ujar Ayu, Sabtu (18/7). Berawal dari Cekcok Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula ketika pelaku H terlibat percekcokan dengan korban EA di dalam bar. Melihat keributan tersebut, petugas keamanan IMYM berusaha melerai dengan berdiri tepat di depan EA. Saat itulah pelaku diduga melepaskan tembakan. "Akibat dari tembakan tersebut korban (IMYM) lukanya tembus ke belakang sehingga mengenai korban (EA) di belakang dan proyektilnya masih bersarang di pahanya," ungkap Ayu. Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka tembak dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ditangkap Saat Tiba di Jakarta Usai melakukan penembakan, H tidak langsung meninggalkan Bali. Polisi menyebut pelaku sempat bersembunyi sebelum akhirnya terbang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kuta Utara dan Satreskrim Polres Badung kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Polres Bandara Soekarno-Hatta, serta pihak Imigrasi untuk memburu pelaku. Pelarian H akhirnya berakhir setelah ia ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah diamankan, H langsung diterbangkan kembali ke Bali. Pelaku tiba di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (19/7) dini hari dan selanjutnya dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyatakan pihaknya akan menyampaikan keterangan lebih lengkap mengenai penangkapan dan perkembangan penyidikan dalam waktu mendatang.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Oknum Polisi Ditangkap usai Diduga Rampok Toko Emas di Aceh, Senjata Api Disita
Banda Aceh – Polda Aceh menangkap seorang oknum anggota Polri berinisial MZ (28) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. MZ diketahui merupakan anggota Polres Aceh Selatan. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat melakukan aksi. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pelaku saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. "Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Joko, Minggu (19/7). Joko membenarkan bahwa MZ merupakan anggota aktif Polri. Penanganan kasus tersebut kini diambil alih oleh Polda Aceh guna memastikan proses penyidikan berjalan secara profesional dan transparan. Diduga Terdesak Masalah Ekonomi Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MZ disebut telah mengakui perbuatannya. Penyidik menduga aksi tersebut dilakukan karena pelaku mengalami tekanan ekonomi. "Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas," ujar Joko. Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun fakta-fakta lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Polda Aceh Minta Maaf ke Masyarakat Atas keterlibatan anggotanya dalam perkara ini, Polda Aceh menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Joko. Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas serta menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Enam Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan usai Dugaan Pelecehan Seksual di Grup WhatsApp, Korban Capai 26 Orang
Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa vokasi yang menjadi terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui percakapan di grup WhatsApp. Langkah tersebut diambil untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa. Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan keenam mahasiswa tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan akademik maupun aktivitas kampus selama proses penanganan kasus berlangsung. "Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," kata Iman, Minggu (19/7). Menurutnya, kasus bermula dari laporan mengenai riwayat percakapan tidak etis di sebuah grup WhatsApp yang melibatkan enam mahasiswa. Isi percakapan tersebut kemudian beredar luas hingga akhirnya dilaporkan secara resmi kepada Satgas PPK. Korban Diduga 26 Orang Dari hasil pemeriksaan awal, Satgas PPK mencatat sedikitnya 26 korban dalam kasus tersebut. Mereka terdiri dari 22 mahasiswi dan empat dosen perempuan yang diduga menjadi sasaran objektifikasi dan pelecehan verbal dalam percakapan grup. Iman menjelaskan, penanganan perkara dilakukan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dengan mengedepankan perlindungan korban serta prinsip keadilan, kerahasiaan, dan kehati-hatian. "Dalam penanganan kasus ini ada mekanisme ketat yang dilakukan, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, dan penetapan sanksi oleh rektor," ujarnya. Ia menegaskan, penonaktifan enam mahasiswa tersebut bukan merupakan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur administratif agar proses investigasi dapat berjalan secara independen dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. "Terlapor dinonaktifkan dari semua kegiatan akademik, kecuali untuk urusan pemenuhan kewajiban pemeriksaan kasus ini. Ini bukan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur penanganan," tegas Iman. Investigasi Masih Berlangsung Satgas PPK Unesa masih melakukan pendalaman dengan memeriksa para saksi serta mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang dinilai cukup panjang. "Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil," katanya. Selain fokus pada proses pemeriksaan, Unesa juga memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan hukum apabila diperlukan, serta dukungan akademik. Pihak kampus turut menjamin kerahasiaan identitas korban, pelapor, maupun saksi. "Selain fokus penanganan kasus, pendampingan korban menjadi prioritas kami. Tim Satgas memberikan pendampingan psikologis, memastikan kelancaran dukungan akademik mereka, serta menyiapkan bantuan hukum jika diperlukan," tambahnya. Unesa juga mengimbau seluruh sivitas akademika maupun masyarakat untuk tidak menyebarluaskan tangkapan layar percakapan, identitas korban, maupun informasi yang belum terverifikasi guna mencegah dampak psikologis, sosial, dan digital terhadap para korban. Diduga Gunakan AI untuk Membuat Konten Tak Etis Sebelumnya, Ketua Umum DPM Fakultas Vokasi Unesa, Tegar Eka Pambudi El Akhsan, mengungkapkan terdapat enam mahasiswa yang menjadi terlapor, yakni berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO. Menurut Tegar, grup WhatsApp tersebut awalnya dibuat untuk membahas kegiatan lomba. Namun, seiring waktu, percakapan di dalamnya berubah menjadi diskusi yang diduga mengandung pelecehan verbal, objektifikasi terhadap mahasiswi dan dosen, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten tidak etis yang menargetkan salah satu korban. "Bentuk dugaan pelecehan yang terjadi di dalam grup percakapan tidak hanya berupa pelecehan verbal dan objektifikasi yang bersifat fantasi atau pemenuhan kesenangan pribadi, tetapi juga mencakup penggunaan teknologi kecerdasan buatan AI untuk menghasilkan konten yang tidak etis terhadap salah satu korban," kata Tegar.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Pria di Medan Diduga Bakar Ayah Kandung Usai Cekcok, Korban Alami Luka Bakar
Medan – Seorang pria berinisial EP (39) diduga membakar ayah kandungnya, YL (66), usai terlibat pertengkaran di depan rumah mereka di Jalan Wakaf II, Kelurahan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal Iptu Herman Sentosa mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, EP diketahui tinggal serumah dengan korban dan ibu tirinya. "EP dan korban sempat terlibat cekcok di depan rumah. Warga yang berada di lokasi sempat berusaha melerai pertengkaran tersebut. Kemudian EP mengambil bensin dan menyiramkannya ke tubuh korban," kata Herman, Sabtu (18/7/2026). Setelah menyiramkan bensin, pelaku diduga langsung membakar ayahnya. Kobaran api mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar di bagian tangan dan kaki. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan EP. Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku. "Polisi yang menerima laporan kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan EP. Selain menangkap EP, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku," ujar Herman. Pelaku Mengaku Stres Ditinggal Istri Berdasarkan pemeriksaan sementara, EP mengaku nekat membakar ayah kandungnya karena mengalami stres setelah ditinggal istrinya. Meski demikian, polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya. "Informasi yang kami dapat, pelaku ini mengaku stres karena ditinggal istrinya. Tetapi itu masih kami dalami," kata Herman. Saat ini, EP telah diamankan di Polsek Medan Sunggal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya. Polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik aksi pembakaran tersebut. "Kita juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif dari pelaku," tutur Herman.
Lokal
| Jumat, 17 Juli 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Lagu Pesan Mendunia Inspirasi Anak Muda Berkarya
Berita Lokal, PIFA - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi acara Friday Night Show Lagu Pesan Mendunia yang digelar di Borneo Night Market Kompleks Pergudangan Modern Borneo Business Icon Sungai Ambawang pada Jumat (30/12) malam. Sebab acara tersebut membuka peluang bagi penguatan UMKM sehingga diharapkan bisa semakin berkembang. “Sebuah apresiasi, karena pelaku-pelaku usaha akan banyak peluangnya. Mulai dari Kubu Raya, Pontianak, dan sejumlah daerah juga mendapat kesempatan yang baik," kata Muda Mahendrawan saat menghadiri acara Friday Night Show tersebut. Terkait lagu Pesan Mendunia itu sendiri, lebih jauh Muda mengatakan tembang yang ia ciptakan itu diharapkan bisa memotivasi generasi muda untuk berkarya khususnya dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif di Kubu Raya. "Proses rekaman lagu ini sudah selesai dan sudah bisa diakses di semua platform digital," ujarnya. Muda menambahkan, lagu Pesan Mendunia nantinya juga dibuat dalam versi karaoke. Sehingga dapat dinyanyikan secara luas di rumah-rumah warga. “Lagu ini telah diperluas liriknya karena banyak dari berbagai daerah yang senang dengan lagu ini sebab enak dan nyaman didengar. Bahkan juga telah dikembangkan di sekolah-sekolah," ungkapnya. Selain dinyanyikan dalam bahasa Indonesia dan daerah, Muda menerangkan lagu Pesan Mendunia nantinya juga akan berlirik bahasa Inggris dan sejumlah versi lainnya. “Banyak sekali permintaan agar dikembangkan terus," ungkapnya. (ap)
Kubu Raya
| Minggu, 1 Januari 2023
Lokal

Ini Kata Muda Mahendrawan Soal Prestasi Gemilang Kubu Raya di Tribun Pontianak Awards 2023
PIFA, Lokal – Tribun Pontianak Awards 2023 merupakan apresiasi atas kinerja terbaik dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, BUMN, BUMD, Korporasi, dan Perguruan Tinggi, yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam membangun Kalimantan Barat. Prestasi luar biasa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah membawa nama baik daerah ini dalam kancah nasional. Kabupaten Kubu Raya memperoleh penghargaan bergengsi dalam ajang Tribun Pontianak Awards 2023. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pimpinan Redaksi Tribun Pontianak, yaitu. Safrudin, kepada Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, dalam acara Semarak 15 Tahun Anniversary Tribun Pontianak, yang berlangsung di The Q Hall Qubu Resort Kubu Raya pada Selasa (8/8) malam. Kabupaten Kubu Raya meraih empat penghargaan berprestis di berbagai kategori, yang merupakan pengakuan atas upaya luar biasa dalam melayani masyarakat. Bupati Muda Mahendrawan menyampaikan komitmennya untuk memberikan peluang yang lebih baik bagi rakyatnya. "Peluang untuk hidup layak, sehat, dan bahagia," ungkapnya. Langkah ini didasarkan pada kesadaran akan masalah-masalah yang harus segera mendapatkan solusi. Muda menekankan bahwa gagasan-gagasan inovatif yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Kubu Raya bertujuan untuk mempercepat solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi, terutama di era digital dan disrupsi. "Pemerintah berupaya keras untuk menghadirkan solusi yang dapat mengubah situasi dari yang awalnya lambat menjadi cepat, dari yang tidak bergerak menjadi bergerak, dari yang kurang berdaya menjadi berdaya, dari yang kurang layak menjadi layak, dari yang kurang adil menjadi adil, dan dari yang kurang transparan menjadi transparan," tegas Muda Mahendrawan. Salah satu inovasi yang mendapat pengakuan adalah pemanfaatan informasi geospasial Kubu Raya, yang meraih penghargaan Bhumandala Kanaka atau medali emas dari Badan Informasi Geospasial (BIG) RI, serta diakui sebagai pelopor inovasi sistem informasi geospasial di Indonesia. Inovasi lainnya adalah Cash Management System (CMS) desa, yang sudah diterapkan di seluruh desa di Kubu Raya dan akan direplikasi di seluruh daerah di Indonesia sesuai dengan surat dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Selain itu, inovasi layanan kesehatan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kubu Raya telah menjadi kenyataan dalam satu tahun terakhir, menjawab impian semua warga Kubu Raya yang menginginkan akses kesehatan yang lebih baik. Tentang inovasi lainnya, yakni sidang di luar gedung pengadilan, Bupati Muda Mahendrawan menjelaskan bahwa ini adalah hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Pengadilan Negeri Mempawah. Hasilnya sangat luar biasa, dengan lebih dari 800 anak mendapatkan pengesahan dalam 20 kali sidang yang diadakan setiap hari Jumat, yang dilaksanakan di vihara-vihara atau Aula Kantor Bupati. (hs)
Kubu Raya
| Selasa, 5 September 2023
Lokal

Bupati Aron Berharap ITKK Bantu Dongkrak IPM Kabupaten Sekadau
Berita Sekadau, PIFA - Bupati Sekadau Aron, SH melaksanakan peletakkan batu pertama pembangun gedung Rektorat Institut Keling Kumang (ITKK), pada Jumat (20/05/2022). Dalam arahannya Bupati Sekadau Aron, mengapresiasi kepada yayasan Keling Kumang (KK) yang bersedia membangun universitas di Kabupaten Sekadau. Harapannya dengan dibangunnya universitas tersebut bisa menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten Sekadau, karena saat ini kabupaten Sekadau hanya 64 persen IPM dan pendidikan menjadi indikator penyumbang naiknya IPM. “Kita berharap dengan adanya universitas di kabupaten Sekadau kiranya bisa menyumbang naiknya IPM dan bisa menampung para siswa-siswi yang hendak melanjutkan sekolah di bangku kuliah,” kata Aron. Pemerintah daerah kata dia, sangat mendukung sepenuhnya apa yang di buat oleh semua pihak apalagi dengan yayasan KK, karena pendidikan menjadi sangat penting di era persaingan global seperti sekarang ini. Meskipun teknologi canggih, namun apabila sumberdaya manusia nya kurang menguasai, maka sia-sia juga, karena kita tidak mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Makanya pendidikan menjadi solusi agar kita mampu menguasai teknologi dan bisa bersaing di era digital ini,” ingatnya. Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah daerah akan membantu apa yang bisa di bantu, namun apapun jenis bantuan Nyang di berikan nanti belum bisa di pastikan. Ditempat yang sama rektor universitas IKK Stepanus Masiun mengatakan, bahwa di tahun 2025 nanti kita akan wisuda pertama,pada saat itu akreditasi ITKK akan usaha naik menjadi Tipe B. Untuk program studi (prodi)unggulan, kita akan punya tiga prodi ungulan yang sesuai dengan kondisi kabupaten Sekadau, misalnya teknologi wirausaha dan prodi teknologi perkebunan dan prodi komputer, semua itu disesuaikan dengan kondisi kabupaten Sekadau agar para mahasiswa ketika sudah lulus bisa mencintai lapangan kerja sendiri dan bekerja di perusahaan maupun melamar sebagai PNS. Namun kata dia lagi, untuk penerimaan mahasiswa tentu tidak ada batasan, semua warga baik dari luar Sekadau sampai luar pulau Kalimantan barat juga kita tampung, sebagai mahasiswa. “Untuk penerimaan mahasiswa, kita tidak batasi hanya pada anggota CU KK saja, tapi terbuka untuk umum, bahkan dari luar negri juga kita terima,” kata Masiun. Sementara itu Musa ketua Yayasan Keling Kumang dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa ITKK bukan di bawah kendali menejemen CU KK tetapi Universitas ITKK dibawah kendali yayasan. Terkait penerimaan mahasiswa karena Universitas ini adalah hasil inisiasi CU Keling Kumang, apakah ada perlakuan khusus bagi anak anggota CU Keling Kumang yang akan kuliah di ITKK, ia menjawab memang ada perlakuan khusus bagi anggota CU KK, paling tidak anak-anak anggota CU KK ada pemotongan biaya masuk sebesar Rp.2 juta sampai Rp. 2,5 juta. “Jika ingin perilaku sama dengan anggota CU KK, maka daftar ke ITKK daftar juga menjadi anggota CU KK, agar biaya daftar dapat potongan,” sarannya. Untuk pembangunan gedung kata dia lagi, di pungut secara dari anggota CU KK sebesar Rp.20 ribu per anggota, saat ini seluruh anggota CU KK sebanyak 207 orang, dengan jumlah anggota sebanyak itu dikalikan Rp.20 ribu maka hasilnya cukup lumayan, belum lagi sumbangan dari berbagai pihak yang bisa 2 sampai 4 kali lipat dari jumlah itu. ”Kita sebut G20 yang artinya satu anggota Rp.20 ribu rupiah,” kata Musa. Nanti kata dia lagi, nama-nama penyumbang akan kita catat dalam catatan digital, tujuan tentu untuk dikenang bahwa siapapun yang punya andil berapapun sumbangan akan kita catat. Dikatakan dia lagi, terkait mutu kita akan berusaha agar mutu pendidik lebih baik dan mampu bersaing,karena saat ini para dosen yang kita miliki rata-rata S2 sesuai ahli di bidangnya. “Jadi jangan kwatir, kita akan berupaya agar mutu ITKK setara dengan universitas di Kalimantan barat,” tekadnya. (ja)







