Lokal
Konferensi Internasional ICIR Digelar di Pontianak, Bahas Demokrasi Beragama dan Berkeyakinan
Berita Lokal, PIFA - The 4th (Hybrid) International Conference on Indigenous Religions (ICIR) and CSO Consolidation digelar di Pontianak, pada 28-30 November. Kegiatan ini diikuti ratusan akademisi, mahasiswa, aktivis, masyarakat sipil dari berbagai daerah di Indonesia. Pembukaan acara digelar di Universitas Panca Bhakti Pontianak (UPB), Jalan Komodor Yos Sudarso. Pada 29 November acara dilaksanakan di IAIN Pontianak. Sedangkan pada 30 November di Hotel Neo, Jalan Gajahmada. “Selamat datang kepada seluruh peserta. Di kampus UPB, kami berupaya menerapkan prinsip pluralis, humanis, dan nasionalis,” kata Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak, Dr Purwanto MHum, Senin (28/11/2022). Tema ICIR kali ini adalah “Demokrasi Inklusif: Kesetaraan dan Keadilan untuk Semua”. Diskusi-diskusi yang digelar selama 3 hari, difokuskan kepada pembahasan tentang demokrasi dan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB). Diskusi digelar secara terpusat dan paralel dalam beberapa sesi. Sesi pertama diskusi diampu oleh Zainal Bagir dari Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) Universitas Gajahmada Yogyakarta. Pembicara yang hadir antara lain Sandra Hamid dari The Asia Foundation, Apai Janggot yang merupakan Ketua Masyarakat Adat Dayak Iban di Sungai Utik, bersama Raymundus Remang Kepala Desa Batu Lintang Kabupaten Kapuas Hulu. Juga Dewi Candraningrum dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. “Pada masa Orde Baru, agama leluhur di Sungai Utik tidak diakui. Padahal agama leluhur sudah ada sejak awal muncul bangsa Iban,” kata Raymundus Remang. Dia menggarisbawahi bahwa agama leluhur terbukti mampu menjaga kelestarian hidup. Ironisnya menurut Raymundus, masyarakat Sungai Utik dipaksa memilih satu di antara lima agama yang diakui pemerintah di masa Orde Baru. Kalau tidak, maka mereka tidak memiliki KTP, dan anak-anak tidak bisa bersekolah. “Kami didiskriminasi oleh pemerintah, dalam hal agama dan pendidikan,” tuturnya. Dampak tindak dikriminasi oleh pemerintah terhadap masyarakat Sungai Utik bakal terus dirasakan hingga generasi mendatang. “Generasi muda yang lahir di zaman ‘agama’ ini, tidak akan paham tentang agama leluhur. Tantangannya apakah mereka mampu bertahan menghadapi modernisasi, globalisasi, dan digitalisasi,” ujar Raymundus. Dia meminta agar pihak-pihak terkait mendorong dan membantu masyarakat Sungai Utik, agar tidak didiskriminasi agama dan pendidikannya. Masyarakat Sungai Utik berupaya terus merawat tradisi leluhur dan menjaga lingkungan hidup. Mereka menolak budidaya kelapa sawit yang berdampak buruk terhadap keseimbangan ekosistem. (ap)
Pontianak
| Selasa, 29 November 2022

Trending
Hasil Pilkada Bengkayang 2024: Pasangan Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal Unggul Lawan Kotak Kosong
Bengkayang
| Jumat, 6 Desember 2024

BPBD Kayong Utara Persiapkan Tim dan Alat untuk Menghadapi Bencana Alam dan Non Alam.
Kayong Utara
| Selasa, 19 Oktober 2021

Rekomendasi 7 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Di Rumah Selama PPKM Darurat
Admin
| Senin, 12 Juli 2021

BPBD Kalbar: Distribusi Logistik Terhambat, Banyak Warga enggan Mengungsi
Kalbar
| Jumat, 31 Januari 2025

Danlantamal XII Hadiri Upacara Pembukaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan
Mempawah
| Kamis, 9 Juni 2022

Bupati Muda Apresiasi Adanya Kampung Literasi di Desa Punggur Kecil: Upaya Sinergi Kepong Bakol
Kubu Raya
| Senin, 1 November 2021

Wagub Kalbar: Tangani Stunting dan KB Secara Keroyokan
Kalbar
| Rabu, 16 Maret 2022

Muda: Peringatan Hari Pahlawan, Inspirasi Kalahkan Kemiskinan dan Kebodohan
Kubu Raya
| Rabu, 10 November 2021

Tagih Investigasi, DPRD: Kisruh Bongkar Muat Babi Berawal dari Pengusaha Tak Patuh
Kubu Raya
| Kamis, 8 Februari 2024

Gubernur Komit Permudah Perizinan Demi Kemajuan Kalbar
Kalbar
| Minggu, 6 Maret 2022

Berita Terbaru
Lokal

Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Konferensi Internasional ICIR Digelar di Pontianak, Bahas Demokrasi Beragama dan Berkeyakinan
Berita Lokal, PIFA - The 4th (Hybrid) International Conference on Indigenous Religions (ICIR) and CSO Consolidation digelar di Pontianak, pada 28-30 November. Kegiatan ini diikuti ratusan akademisi, mahasiswa, aktivis, masyarakat sipil dari berbagai daerah di Indonesia. Pembukaan acara digelar di Universitas Panca Bhakti Pontianak (UPB), Jalan Komodor Yos Sudarso. Pada 29 November acara dilaksanakan di IAIN Pontianak. Sedangkan pada 30 November di Hotel Neo, Jalan Gajahmada. “Selamat datang kepada seluruh peserta. Di kampus UPB, kami berupaya menerapkan prinsip pluralis, humanis, dan nasionalis,” kata Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak, Dr Purwanto MHum, Senin (28/11/2022). Tema ICIR kali ini adalah “Demokrasi Inklusif: Kesetaraan dan Keadilan untuk Semua”. Diskusi-diskusi yang digelar selama 3 hari, difokuskan kepada pembahasan tentang demokrasi dan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB). Diskusi digelar secara terpusat dan paralel dalam beberapa sesi. Sesi pertama diskusi diampu oleh Zainal Bagir dari Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) Universitas Gajahmada Yogyakarta. Pembicara yang hadir antara lain Sandra Hamid dari The Asia Foundation, Apai Janggot yang merupakan Ketua Masyarakat Adat Dayak Iban di Sungai Utik, bersama Raymundus Remang Kepala Desa Batu Lintang Kabupaten Kapuas Hulu. Juga Dewi Candraningrum dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. “Pada masa Orde Baru, agama leluhur di Sungai Utik tidak diakui. Padahal agama leluhur sudah ada sejak awal muncul bangsa Iban,” kata Raymundus Remang. Dia menggarisbawahi bahwa agama leluhur terbukti mampu menjaga kelestarian hidup. Ironisnya menurut Raymundus, masyarakat Sungai Utik dipaksa memilih satu di antara lima agama yang diakui pemerintah di masa Orde Baru. Kalau tidak, maka mereka tidak memiliki KTP, dan anak-anak tidak bisa bersekolah. “Kami didiskriminasi oleh pemerintah, dalam hal agama dan pendidikan,” tuturnya. Dampak tindak dikriminasi oleh pemerintah terhadap masyarakat Sungai Utik bakal terus dirasakan hingga generasi mendatang. “Generasi muda yang lahir di zaman ‘agama’ ini, tidak akan paham tentang agama leluhur. Tantangannya apakah mereka mampu bertahan menghadapi modernisasi, globalisasi, dan digitalisasi,” ujar Raymundus. Dia meminta agar pihak-pihak terkait mendorong dan membantu masyarakat Sungai Utik, agar tidak didiskriminasi agama dan pendidikannya. Masyarakat Sungai Utik berupaya terus merawat tradisi leluhur dan menjaga lingkungan hidup. Mereka menolak budidaya kelapa sawit yang berdampak buruk terhadap keseimbangan ekosistem. (ap)
Pontianak
| Selasa, 29 November 2022
Lokal

Hasil Pilkada Bengkayang 2024: Pasangan Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal Unggul Lawan Kotak Kosong
PIFA, Lokal - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkayang menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal sebagai pemenang Pilkada Bengkayang 2024. Dalam rapat terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kabupaten yang digelar pada Rabu, pasangan ini berhasil meraih 77.766 suara atau 71,10 persen. Mereka unggul atas kotak kosong yang hanya memperoleh 31.611 suara atau 28,90 persen. Ketua KPU Bengkayang, Heribertus, dalam keterangannya pada Kamis, menyampaikan hasil resmi tersebut. "Pasangan Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal mendapatkan 77.766 suara. Sementara itu, kolom kosong atau kotak kosong meraih 31.611 suara," ujarnya.Setelah penetapan hasil ini, Heribertus menjelaskan bahwa kotak suara akan langsung digeser ke tingkat provinsi. Berita acara hasil rekapitulasi juga telah diserahkan kepada para saksi dari berbagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, serta bupati dan wakil bupati. Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan Pilkada di Bengkayang."Terima kasih kepada TNI-Polri yang telah memberikan dukungan keamanan sehingga seluruh proses Pilkada, mulai dari penyaluran logistik, pelaksanaan pemungutan suara di TPS, hingga rekapitulasi di tingkat kabupaten berjalan lancar," tambahnya. Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Bengkayang atas fasilitas dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan Pilkada.KPU Provinsi Kalbar Apresiasi Kondisi Kondusif PilkadaKomisioner KPU Provinsi Kalimantan Barat, Heru Hermansyah, mengungkapkan bahwa beberapa kabupaten/kota di Kalbar telah menyelesaikan rekapitulasi tingkat kabupaten pada Rabu (4/12). Menurut Heru, pelaksanaan Pilkada di Kalbar secara umum berjalan lancar dan kondusif."Alhamdulillah, Pilkada serentak di Kalbar berjalan lancar. Khusus di Bengkayang, tidak ada rekomendasi untuk pemungutan suara ulang (PSU). Ini merupakan hasil kerja keras bersama dan dukungan penuh dari berbagai pihak," ujarnya.Heru juga menyoroti peran krusial TNI-Polri dan pihak terkait lainnya dalam menjaga keamanan dan kelancaran proses demokrasi. "Keberhasilan Pilkada di Kalbar, khususnya Bengkayang, tidak lepas dari partisipasi seluruh elemen masyarakat," katanya.Ia berharap proses rekapitulasi di tingkat provinsi yang sedang berlangsung juga berjalan lancar tanpa kendala berarti. "Semoga semua proses berjalan sukses hingga akhir," tutup Heru. (ad)
Bengkayang
| Jumat, 6 Desember 2024
Lokal

BPBD Kayong Utara Persiapkan Tim dan Alat untuk Menghadapi Bencana Alam dan Non Alam.
Berita Kayong Utara, PIFA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara mempersiapkan tim dan alat-alat dalam menghadapi bencana alam di wilayah Kabupaten Kayong Utara, Selasa (19/10/202). Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Noorhabib menerangkan personel-personel yang baik itu yang berada di Kantor untuk bagian Administrasi dan juga bagian di lapangan. "Terbatasnya personel. Personel kami kalau untuk di kantor, Administrasi sekitar belasan orang. Untuk tim pemadam kebakaran hanya 16 orang," ucap. Noorhabib mengatakan, bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara melakukan penanggulangan terhadap multi bencana baik itu bencana alam maupun bencana non alam. "Multi bencana yang kami tangani ini, bukan hanya kebakaran tetapi semua penanggulangan bencana, termasuk bencana non alam Covid-19 ini," lanjutnya. Untuk peralatan sendiri, sebut Noorhabib, telah dipersiapkan sedemikian rupa seperti kendaraan untuk pemadaman api jika terjadi kebakaran-kebakaran di daerah Kayong Utara. "Kalau untuk peralatan, untuk pemadam kebakaran Alhamdulillah kita sudah punya mobil tanki. Untuk mobil tanki pemadam ada dua unit, mobil cadangan ada satu unit (membawa air) dan ada satu mobil drop in membawa alat-alat dan mobil itu untuk seandainya ada kebakaran SPBU. Nah itukan perlu alat khusus," ungkapnya Noorhabib menuturkan, pihaknya sudah mempunyai beberapa mesin pemadam api, namun pihaknya masih membutuhkan kendaraan kecil yang bisa membawa peralatan pemadam, terkhusus apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan yang lokasinya sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat milik BPBD Kayong Utara. "Kami baru punya beberapa mesin pemadam api yang menengah. Sarana yang kami perlukan diantaranya perlu adanya kendaraan kecil yang bisa masuk ke dalam membawa alat kami (lahan). Itu yang kami tidak punya," sambungnya. Kemudian, Noorhabib menyebut untuk partisipasi dalam sinergitas jika terjadi kecelakaan atau musibah di daerag perairan dan laut, BPBD Kayong Utara sudah menyiapkan beberapa buah Sekoci. "Kami baru punya beberapa buah Sekoci. Itu yang kami gunakan untuk evakuasi," pungkasnya.
Kayong Utara
| Selasa, 19 Oktober 2021
Feeds
Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan 56 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi
Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/7) dini hari. Sedikitnya 56 rumah ludes terbakar, mengakibatkan 79 kepala keluarga atau 307 jiwa terdampak dan harus mengungsi. Sebanyak 30 armada dan sekitar 80 personel Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung hingga lebih dari tiga jam karena akses menuju lokasi sempit, bangunan didominasi material kayu, serta angin kencang yang membuat api cepat menyebar. Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sementara warga berharap bantuan logistik segera disalurkan bagi para korban.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Terduga Pelaku Penembakan di Bar Canggu Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Badung – Kepolisian menangkap seorang pria berinisial H yang diduga menjadi pelaku penembakan di Bar The Shady Pig, kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Pelaku diamankan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (18/7) malam. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 02.50 WITA dan mengakibatkan dua orang terluka, yakni seorang petugas keamanan bar berinisial IMYM (32) serta seorang warga negara China berinisial EA (25). Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya insiden tersebut. "Diduga tindak pidana penganiayaan berat dengan menggunakan senpi atau penembakan dengan senjata api," ujar Ayu, Sabtu (18/7). Berawal dari Cekcok Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula ketika pelaku H terlibat percekcokan dengan korban EA di dalam bar. Melihat keributan tersebut, petugas keamanan IMYM berusaha melerai dengan berdiri tepat di depan EA. Saat itulah pelaku diduga melepaskan tembakan. "Akibat dari tembakan tersebut korban (IMYM) lukanya tembus ke belakang sehingga mengenai korban (EA) di belakang dan proyektilnya masih bersarang di pahanya," ungkap Ayu. Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka tembak dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ditangkap Saat Tiba di Jakarta Usai melakukan penembakan, H tidak langsung meninggalkan Bali. Polisi menyebut pelaku sempat bersembunyi sebelum akhirnya terbang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kuta Utara dan Satreskrim Polres Badung kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Polres Bandara Soekarno-Hatta, serta pihak Imigrasi untuk memburu pelaku. Pelarian H akhirnya berakhir setelah ia ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah diamankan, H langsung diterbangkan kembali ke Bali. Pelaku tiba di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (19/7) dini hari dan selanjutnya dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyatakan pihaknya akan menyampaikan keterangan lebih lengkap mengenai penangkapan dan perkembangan penyidikan dalam waktu mendatang.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Oknum Polisi Ditangkap usai Diduga Rampok Toko Emas di Aceh, Senjata Api Disita
Banda Aceh – Polda Aceh menangkap seorang oknum anggota Polri berinisial MZ (28) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. MZ diketahui merupakan anggota Polres Aceh Selatan. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat melakukan aksi. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pelaku saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. "Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Joko, Minggu (19/7). Joko membenarkan bahwa MZ merupakan anggota aktif Polri. Penanganan kasus tersebut kini diambil alih oleh Polda Aceh guna memastikan proses penyidikan berjalan secara profesional dan transparan. Diduga Terdesak Masalah Ekonomi Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MZ disebut telah mengakui perbuatannya. Penyidik menduga aksi tersebut dilakukan karena pelaku mengalami tekanan ekonomi. "Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas," ujar Joko. Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun fakta-fakta lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Polda Aceh Minta Maaf ke Masyarakat Atas keterlibatan anggotanya dalam perkara ini, Polda Aceh menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Joko. Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas serta menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Enam Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan usai Dugaan Pelecehan Seksual di Grup WhatsApp, Korban Capai 26 Orang
Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa vokasi yang menjadi terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui percakapan di grup WhatsApp. Langkah tersebut diambil untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa. Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan keenam mahasiswa tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan akademik maupun aktivitas kampus selama proses penanganan kasus berlangsung. "Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," kata Iman, Minggu (19/7). Menurutnya, kasus bermula dari laporan mengenai riwayat percakapan tidak etis di sebuah grup WhatsApp yang melibatkan enam mahasiswa. Isi percakapan tersebut kemudian beredar luas hingga akhirnya dilaporkan secara resmi kepada Satgas PPK. Korban Diduga 26 Orang Dari hasil pemeriksaan awal, Satgas PPK mencatat sedikitnya 26 korban dalam kasus tersebut. Mereka terdiri dari 22 mahasiswi dan empat dosen perempuan yang diduga menjadi sasaran objektifikasi dan pelecehan verbal dalam percakapan grup. Iman menjelaskan, penanganan perkara dilakukan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dengan mengedepankan perlindungan korban serta prinsip keadilan, kerahasiaan, dan kehati-hatian. "Dalam penanganan kasus ini ada mekanisme ketat yang dilakukan, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, dan penetapan sanksi oleh rektor," ujarnya. Ia menegaskan, penonaktifan enam mahasiswa tersebut bukan merupakan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur administratif agar proses investigasi dapat berjalan secara independen dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. "Terlapor dinonaktifkan dari semua kegiatan akademik, kecuali untuk urusan pemenuhan kewajiban pemeriksaan kasus ini. Ini bukan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur penanganan," tegas Iman. Investigasi Masih Berlangsung Satgas PPK Unesa masih melakukan pendalaman dengan memeriksa para saksi serta mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang dinilai cukup panjang. "Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil," katanya. Selain fokus pada proses pemeriksaan, Unesa juga memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan hukum apabila diperlukan, serta dukungan akademik. Pihak kampus turut menjamin kerahasiaan identitas korban, pelapor, maupun saksi. "Selain fokus penanganan kasus, pendampingan korban menjadi prioritas kami. Tim Satgas memberikan pendampingan psikologis, memastikan kelancaran dukungan akademik mereka, serta menyiapkan bantuan hukum jika diperlukan," tambahnya. Unesa juga mengimbau seluruh sivitas akademika maupun masyarakat untuk tidak menyebarluaskan tangkapan layar percakapan, identitas korban, maupun informasi yang belum terverifikasi guna mencegah dampak psikologis, sosial, dan digital terhadap para korban. Diduga Gunakan AI untuk Membuat Konten Tak Etis Sebelumnya, Ketua Umum DPM Fakultas Vokasi Unesa, Tegar Eka Pambudi El Akhsan, mengungkapkan terdapat enam mahasiswa yang menjadi terlapor, yakni berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO. Menurut Tegar, grup WhatsApp tersebut awalnya dibuat untuk membahas kegiatan lomba. Namun, seiring waktu, percakapan di dalamnya berubah menjadi diskusi yang diduga mengandung pelecehan verbal, objektifikasi terhadap mahasiswi dan dosen, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten tidak etis yang menargetkan salah satu korban. "Bentuk dugaan pelecehan yang terjadi di dalam grup percakapan tidak hanya berupa pelecehan verbal dan objektifikasi yang bersifat fantasi atau pemenuhan kesenangan pribadi, tetapi juga mencakup penggunaan teknologi kecerdasan buatan AI untuk menghasilkan konten yang tidak etis terhadap salah satu korban," kata Tegar.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Pria di Medan Diduga Bakar Ayah Kandung Usai Cekcok, Korban Alami Luka Bakar
Medan – Seorang pria berinisial EP (39) diduga membakar ayah kandungnya, YL (66), usai terlibat pertengkaran di depan rumah mereka di Jalan Wakaf II, Kelurahan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal Iptu Herman Sentosa mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, EP diketahui tinggal serumah dengan korban dan ibu tirinya. "EP dan korban sempat terlibat cekcok di depan rumah. Warga yang berada di lokasi sempat berusaha melerai pertengkaran tersebut. Kemudian EP mengambil bensin dan menyiramkannya ke tubuh korban," kata Herman, Sabtu (18/7/2026). Setelah menyiramkan bensin, pelaku diduga langsung membakar ayahnya. Kobaran api mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar di bagian tangan dan kaki. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan EP. Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku. "Polisi yang menerima laporan kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan EP. Selain menangkap EP, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku," ujar Herman. Pelaku Mengaku Stres Ditinggal Istri Berdasarkan pemeriksaan sementara, EP mengaku nekat membakar ayah kandungnya karena mengalami stres setelah ditinggal istrinya. Meski demikian, polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya. "Informasi yang kami dapat, pelaku ini mengaku stres karena ditinggal istrinya. Tetapi itu masih kami dalami," kata Herman. Saat ini, EP telah diamankan di Polsek Medan Sunggal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya. Polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik aksi pembakaran tersebut. "Kita juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif dari pelaku," tutur Herman.
Lokal
| Jumat, 17 Juli 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Konferensi Internasional ICIR Digelar di Pontianak, Bahas Demokrasi Beragama dan Berkeyakinan
Berita Lokal, PIFA - The 4th (Hybrid) International Conference on Indigenous Religions (ICIR) and CSO Consolidation digelar di Pontianak, pada 28-30 November. Kegiatan ini diikuti ratusan akademisi, mahasiswa, aktivis, masyarakat sipil dari berbagai daerah di Indonesia. Pembukaan acara digelar di Universitas Panca Bhakti Pontianak (UPB), Jalan Komodor Yos Sudarso. Pada 29 November acara dilaksanakan di IAIN Pontianak. Sedangkan pada 30 November di Hotel Neo, Jalan Gajahmada. “Selamat datang kepada seluruh peserta. Di kampus UPB, kami berupaya menerapkan prinsip pluralis, humanis, dan nasionalis,” kata Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak, Dr Purwanto MHum, Senin (28/11/2022). Tema ICIR kali ini adalah “Demokrasi Inklusif: Kesetaraan dan Keadilan untuk Semua”. Diskusi-diskusi yang digelar selama 3 hari, difokuskan kepada pembahasan tentang demokrasi dan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB). Diskusi digelar secara terpusat dan paralel dalam beberapa sesi. Sesi pertama diskusi diampu oleh Zainal Bagir dari Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) Universitas Gajahmada Yogyakarta. Pembicara yang hadir antara lain Sandra Hamid dari The Asia Foundation, Apai Janggot yang merupakan Ketua Masyarakat Adat Dayak Iban di Sungai Utik, bersama Raymundus Remang Kepala Desa Batu Lintang Kabupaten Kapuas Hulu. Juga Dewi Candraningrum dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. “Pada masa Orde Baru, agama leluhur di Sungai Utik tidak diakui. Padahal agama leluhur sudah ada sejak awal muncul bangsa Iban,” kata Raymundus Remang. Dia menggarisbawahi bahwa agama leluhur terbukti mampu menjaga kelestarian hidup. Ironisnya menurut Raymundus, masyarakat Sungai Utik dipaksa memilih satu di antara lima agama yang diakui pemerintah di masa Orde Baru. Kalau tidak, maka mereka tidak memiliki KTP, dan anak-anak tidak bisa bersekolah. “Kami didiskriminasi oleh pemerintah, dalam hal agama dan pendidikan,” tuturnya. Dampak tindak dikriminasi oleh pemerintah terhadap masyarakat Sungai Utik bakal terus dirasakan hingga generasi mendatang. “Generasi muda yang lahir di zaman ‘agama’ ini, tidak akan paham tentang agama leluhur. Tantangannya apakah mereka mampu bertahan menghadapi modernisasi, globalisasi, dan digitalisasi,” ujar Raymundus. Dia meminta agar pihak-pihak terkait mendorong dan membantu masyarakat Sungai Utik, agar tidak didiskriminasi agama dan pendidikannya. Masyarakat Sungai Utik berupaya terus merawat tradisi leluhur dan menjaga lingkungan hidup. Mereka menolak budidaya kelapa sawit yang berdampak buruk terhadap keseimbangan ekosistem. (ap)
Pontianak
| Selasa, 29 November 2022
Lokal

Hasil Pilkada Bengkayang 2024: Pasangan Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal Unggul Lawan Kotak Kosong
PIFA, Lokal - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkayang menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal sebagai pemenang Pilkada Bengkayang 2024. Dalam rapat terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kabupaten yang digelar pada Rabu, pasangan ini berhasil meraih 77.766 suara atau 71,10 persen. Mereka unggul atas kotak kosong yang hanya memperoleh 31.611 suara atau 28,90 persen. Ketua KPU Bengkayang, Heribertus, dalam keterangannya pada Kamis, menyampaikan hasil resmi tersebut. "Pasangan Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal mendapatkan 77.766 suara. Sementara itu, kolom kosong atau kotak kosong meraih 31.611 suara," ujarnya.Setelah penetapan hasil ini, Heribertus menjelaskan bahwa kotak suara akan langsung digeser ke tingkat provinsi. Berita acara hasil rekapitulasi juga telah diserahkan kepada para saksi dari berbagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, serta bupati dan wakil bupati. Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan Pilkada di Bengkayang."Terima kasih kepada TNI-Polri yang telah memberikan dukungan keamanan sehingga seluruh proses Pilkada, mulai dari penyaluran logistik, pelaksanaan pemungutan suara di TPS, hingga rekapitulasi di tingkat kabupaten berjalan lancar," tambahnya. Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Bengkayang atas fasilitas dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan Pilkada.KPU Provinsi Kalbar Apresiasi Kondisi Kondusif PilkadaKomisioner KPU Provinsi Kalimantan Barat, Heru Hermansyah, mengungkapkan bahwa beberapa kabupaten/kota di Kalbar telah menyelesaikan rekapitulasi tingkat kabupaten pada Rabu (4/12). Menurut Heru, pelaksanaan Pilkada di Kalbar secara umum berjalan lancar dan kondusif."Alhamdulillah, Pilkada serentak di Kalbar berjalan lancar. Khusus di Bengkayang, tidak ada rekomendasi untuk pemungutan suara ulang (PSU). Ini merupakan hasil kerja keras bersama dan dukungan penuh dari berbagai pihak," ujarnya.Heru juga menyoroti peran krusial TNI-Polri dan pihak terkait lainnya dalam menjaga keamanan dan kelancaran proses demokrasi. "Keberhasilan Pilkada di Kalbar, khususnya Bengkayang, tidak lepas dari partisipasi seluruh elemen masyarakat," katanya.Ia berharap proses rekapitulasi di tingkat provinsi yang sedang berlangsung juga berjalan lancar tanpa kendala berarti. "Semoga semua proses berjalan sukses hingga akhir," tutup Heru. (ad)
Bengkayang
| Jumat, 6 Desember 2024
Lokal

BPBD Kayong Utara Persiapkan Tim dan Alat untuk Menghadapi Bencana Alam dan Non Alam.
Berita Kayong Utara, PIFA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara mempersiapkan tim dan alat-alat dalam menghadapi bencana alam di wilayah Kabupaten Kayong Utara, Selasa (19/10/202). Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Noorhabib menerangkan personel-personel yang baik itu yang berada di Kantor untuk bagian Administrasi dan juga bagian di lapangan. "Terbatasnya personel. Personel kami kalau untuk di kantor, Administrasi sekitar belasan orang. Untuk tim pemadam kebakaran hanya 16 orang," ucap. Noorhabib mengatakan, bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara melakukan penanggulangan terhadap multi bencana baik itu bencana alam maupun bencana non alam. "Multi bencana yang kami tangani ini, bukan hanya kebakaran tetapi semua penanggulangan bencana, termasuk bencana non alam Covid-19 ini," lanjutnya. Untuk peralatan sendiri, sebut Noorhabib, telah dipersiapkan sedemikian rupa seperti kendaraan untuk pemadaman api jika terjadi kebakaran-kebakaran di daerah Kayong Utara. "Kalau untuk peralatan, untuk pemadam kebakaran Alhamdulillah kita sudah punya mobil tanki. Untuk mobil tanki pemadam ada dua unit, mobil cadangan ada satu unit (membawa air) dan ada satu mobil drop in membawa alat-alat dan mobil itu untuk seandainya ada kebakaran SPBU. Nah itukan perlu alat khusus," ungkapnya Noorhabib menuturkan, pihaknya sudah mempunyai beberapa mesin pemadam api, namun pihaknya masih membutuhkan kendaraan kecil yang bisa membawa peralatan pemadam, terkhusus apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan yang lokasinya sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat milik BPBD Kayong Utara. "Kami baru punya beberapa mesin pemadam api yang menengah. Sarana yang kami perlukan diantaranya perlu adanya kendaraan kecil yang bisa masuk ke dalam membawa alat kami (lahan). Itu yang kami tidak punya," sambungnya. Kemudian, Noorhabib menyebut untuk partisipasi dalam sinergitas jika terjadi kecelakaan atau musibah di daerag perairan dan laut, BPBD Kayong Utara sudah menyiapkan beberapa buah Sekoci. "Kami baru punya beberapa buah Sekoci. Itu yang kami gunakan untuk evakuasi," pungkasnya.







