Lokal
Gubernur Kalbar Serahkan Bantuan BLT Minyak Goreng dan BPNT Bagi Masyarakat
Berita Kalbar, PIFA - Pelaksanaan peninjauan Bantuan Sosial Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, secara virtual diikuti Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., di Kantor Pos Pontianak, Senin (25/4/2022) kemarin. Turut hadir pada acara virtual Penyaluran Bantuan Sosial tersebut, yakni Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., Eksekutif General Manager Kantor Pos Cabang Utama Pontianak, Nono Triyono, Kepala Perangkat Daerah terkait serta beberapa perwakilan penerima bantuan sosial. Usai mengikuti pertemuan virtual bersama Presiden RI, Gubernur Kalimantan Barat menyerahkan bantuan berupa paket bahan pokok kepada penerima bantuan yang hadir. Total jumlah penerima bantuan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat sebanyak 319.000 orang dan sudah dibagikan sebanyak 96,8%. "Insya Allah, sebelum lebaran semua sudah selesai diberikan. Ini sudah dibagikan selama 10 hari, per orang menerima Rp 500.000 yang dibagi 2 komponen, yakni Rp. 300.000 bantuan langsung tunai minyak goreng dan Rp 200.000 bantuan bahan pokok non tunai," jelas H. Sutarmidji rilis yang diterima PIFA. Gubernur berharap kebutuhan minyak goreng Kalbar sebanyak 153 ton per hari dapat terpenuhi dimana kebutuhan minyak goreng Kalbar sebanyak 4.600 ton, sedangkan produksi di Kalbar sebanyak 46.000 ton per bulan. "Jadi, kebutuhan Kalbar hanya sepersepuluhnya. Sekarang minyak goreng tidak langka, hanya harganya masih tinggi," ungkap Gubernur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak bisa mengeluarkan aturan mengenai harga karena sudah diatur pemerintah pusat. "Saya pernah mengusulkan agar PT. PTPN difokuskan untuk memproduksi minyak goreng. Namun, menurut Menteri BUMN, PT. PTPN hanya menguasai CPO sebanyak 6%. Sebenarnya, PT. PTPN bisa beli sawit masyarakat supaya harganya tetap bagus. Sehingga, subsidi pemerintah diberikan kepada PT. PTPN. Saran saya, pemerintah sudah harus memproduksi minyak goreng untuk masyarakat," saran H. Sutarmidji. Sebagai informasi, ada 6 lokasi Peninjauan Distribusi Bantuan Langsung Tunai Minyak Goreng dan BPNT bersama Presiden RI secara virtual, yaitu : 1. Kantor POS Cikini, Jakarta. 2. Kantor POS Banda Aceh. 3. Kantor POS Medan. 4. Kantor POS Depok. 5. Kantor POS Serang. 6. Kantor POS Pontianak. (rs)
Kalbar
| Rabu, 27 April 2022

Trending
RAPI Turut Andil Bantu Pemerintah Kala Terjadi Bencana
Kalbar
| Sabtu, 19 Februari 2022

Kondisi Anak Kucing yang Ditendang oleh Pria di Pontianak saat Hujan
Pontianak
| Senin, 22 April 2024

Wabup Melawi Buka Musyawarah Adat DAD Ke-III Kecamatan Nanga Pinoh
Melawi
| Rabu, 13 April 2022

BKD Pontianak Tertibkan Sejumlah Reklame yang Nunggak Pajak di Wilayah Pontianak Utara
Tim Redaksi
| Rabu, 8 September 2021

10 Kecamatan di Kapuas Hulu Dilanda Banjir, BPBD: Sejumlah Akses Transportasi Darat Terputus
Kapuas Hulu
| Minggu, 3 Oktober 2021

Kecelakaan Beruntun di Jongkat, Tujuh Orang Luka-luka
Mempawah
| Jumat, 10 Februari 2023

Resesi, Syarif Ishak Optimis Kalbar Bisa Melewati
Kalbar
| Kamis, 9 Februari 2023

Pemkab Landak Terima Opini WTP 8 Kali Berturut
Landak
| Kamis, 25 November 2021

Pj Gubernur Kalbar Harisson akan Panggil ASN yang Diduga Terlibat Kampanye Pilkada
Kalbar
| Kamis, 10 Oktober 2024

Muhammadiyah Gelar Milad Ke-109, Berikan Bantuan Sosial dan Pendidikan
Pontianak
| Jumat, 19 November 2021

Berita Terbaru
Lokal

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Guyur Bandar Lampung
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Lampung pada Sabtu (5/9) malam.Abu vulkanik berpotensi terbawa angin ke arah barat. Salah satu wilayah yang mulai terdampak yakni Bandar Lampung, sekitar 80 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.Warga Sukarame, Bandar Lampung, Dinda mengatakan abu mulai terasa setelah waktu Magrib.Saat berada di luar rumah, debu terasa mengenai mata dan wajah. Abu vulkanik juga terlihat masuk hingga ke dalam rumah dan mengotori lantai."Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya," kata Dinda saat dihubungi, Sabtu malam.Paparan abu vulkanik juga dilaporkan warga di wilayah Kemiling, Bandar Lampung.Selain Bandar Lampung, abu vulkanik mulai dirasakan warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan."Sampai tempatku juga debunya, dekat Bandara Lampung," kata Donny, warga Natar.Abu vulkanik juga dilaporkan mencapai Pulau Sangiang di Selat Sunda. Seorang wisatawan asal Bogor yang berada di pulau tersebut, Mutia, mengatakan abu mulai terasa sejak sore hingga malam."Aku di pulau sangiang juga kena debu. Baru kenanya sore ke malem, pindah angin kata bapak nelayan," ujar Mutia.Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Suwarno mengimbau masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata jika terjadi sebaran abu vulkanik."Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata," kata Suwarno, Sabtu siang.Menurut Suwarno, arah sebaran abu sangat bergantung pada kondisi angin. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru dari petugas."Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas," ujarnya.Berdasarkan pemantauan pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terekam secara menerus.Kolom erupsi tidak dapat diamati karena kawasan gunung tertutup kabut. Namun, aktivitas kegempaan masih tercatat dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik.Suara gemuruh dan dentuman juga masih terdengar dari arah Gunung Anak Krakatau dengan intensitas lemah hingga sedang.Suwarno meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menyaksikan aktivitas erupsi."Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," tegasnya.Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika hujan abu terjadi."Kalau tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah saat abu turun. Kalau harus keluar, gunakan masker dan pelindung mata," ujarnya.Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Lokal
| Sabtu, 5 September 2026
Lokal

BMKG Ungkap Dentuman Misterius Bandung sebagai Fenomena Skyquake
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mengungkap hasil analisis terkait suara dentuman misterius yang menghebohkan warga Bandung Raya dan sekitarnya pada Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari.BMKG mendefinisikan kejadian tersebut sebagai fenomena skyquake atau dentuman langit. Namun, hingga kini penyebab utama fenomena tersebut belum dapat dipastikan.Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan pihaknya telah memeriksa berbagai instrumen pemantauan geofisika dan meteorologi.Pemeriksaan mencakup data kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, hingga anomali magnet bumi pada rentang waktu terjadinya dentuman, yakni sekitar pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB.Hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca di Bandung Raya relatif cerah. BMKG juga tidak mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi lokal di wilayah tersebut."Berdasarkan data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di wilayah tersebut," ujar Teguh Suadi dalam konferensi pers daring, Sabtu (5/9).Menurut Teguh, dentuman di darat sebelumnya pernah terjadi di wilayah Bogor pada April 2020. Fenomena semacam itu biasanya dapat berkaitan dengan swarm earthquake atau rangkaian gempa bumi kecil yang terjadi secara beruntun.Namun, dugaan tersebut tidak ditemukan dalam kasus dentuman Bandung. Instrumen seismik di kawasan Bandung Raya tidak mencatat gelombang kegempaan saat suara dentuman terdengar.BMKG justru menemukan sejumlah anomali dari pemantauan lain. Berdasarkan citra satelit Himawari dan data stasiun magnet bumi di Serang serta Sukabumi, terdapat gangguan anomali magnetik dan aktivitas thunderstorm atau petir yang terkonsentrasi di sekitar Gunung Anak Krakatau.Fenomena tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.Meski demikian, BMKG belum dapat memastikan adanya hubungan antara aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan dentuman yang terdengar di Bandung."Aktivitas vulkanik justru muncul di Krakatau, tetapi tidak dilaporkan atau diperbincangkan oleh warga di Banten, Jakarta, maupun Bogor yang lokasinya lebih dekat. Fenomena dentuman ini justru hanya terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya," tutur Teguh.Dari sisi jarak geografis, BMKG menilai letusan vulkanik Krakatau dalam skala normal terbilang terlalu jauh untuk secara langsung menjelaskan suara dentuman yang terdengar di cekungan Bandung Raya.Karena itu, BMKG juga mempertimbangkan hipotesis ilmiah lain terkait fenomena skyquake.Salah satu hipotesis yang ditemukan dalam literatur ilmiah menyebut dentuman langit dapat dipicu oleh pelepasan gas metana dari dasar cekungan danau purba.Hipotesis tersebut menjadi perhatian karena wilayah Bandung Raya berada di kawasan bekas Danau Bandung Purba.BMKG berencana mengoordinasikan dan mengkaji dugaan tersebut lebih lanjut bersama Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).BMKG mengimbau masyarakat Bandung Raya tetap tenang dan tidak panik menyikapi fenomena tersebut.Masyarakat juga diminta memilah informasi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari hoaks.BMKG memastikan pemantauan atmosfer dan aktivitas kegempaan terus dilakukan selama 24 jam. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan terkait fenomena tersebut melalui kanal komunikasi resmi BMKG.
Lokal
| Sabtu, 5 September 2026
Lokal

Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah
Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, terbakar pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Kebakaran terjadi pada Pelinggih Meru Tumpang 7, salah satu bangunan sakral di pura tersebut. Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. "Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pelapor, akibat kejadian itu diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp300.000.000," kata Alit, Kamis sore. Kebakaran pertama kali diketahui ketika seorang saksi, I Wayan Miwa, dalam perjalanan pulang setelah bekerja. Ia diberitahu seseorang bahwa terlihat kepulan asap dari arah Pura Puseh. Miwa kemudian bergegas menuju pura dan mendapati api telah membakar bangunan Meru Tumpang 7. Ia bersama warga berupaya memadamkan api. Namun, upaya pemadaman terkendala aliran air PDAM yang sedang mengalami gangguan atau mati. Warga kemudian berinisiatif menjatuhkan bangunan yang terbakar untuk mencegah api merembet ke bangunan pura lainnya. Bangunan tersebut didorong dan dijatuhkan secara gotong royong. Setelah itu, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Nusa Penida. Menurut keterangan pelapor I Made Granyam Santika dan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke lahan di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang dan bertiup ke arah utara membuat api dengan cepat menjalar. Percikan api yang terbawa angin diduga kemudian menyambar bagian atap Pelinggih Meru Tumpang 7. "Terduga pelaku yang melakukan pembakaran sampah hingga mengakibatkan terjadinya kebakaran tersebut saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Alit. Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Lokal
| Kamis, 3 September 2026
Berita Populer
Lokal

Gubernur Kalbar Serahkan Bantuan BLT Minyak Goreng dan BPNT Bagi Masyarakat
Berita Kalbar, PIFA - Pelaksanaan peninjauan Bantuan Sosial Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, secara virtual diikuti Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., di Kantor Pos Pontianak, Senin (25/4/2022) kemarin. Turut hadir pada acara virtual Penyaluran Bantuan Sosial tersebut, yakni Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., Eksekutif General Manager Kantor Pos Cabang Utama Pontianak, Nono Triyono, Kepala Perangkat Daerah terkait serta beberapa perwakilan penerima bantuan sosial. Usai mengikuti pertemuan virtual bersama Presiden RI, Gubernur Kalimantan Barat menyerahkan bantuan berupa paket bahan pokok kepada penerima bantuan yang hadir. Total jumlah penerima bantuan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat sebanyak 319.000 orang dan sudah dibagikan sebanyak 96,8%. "Insya Allah, sebelum lebaran semua sudah selesai diberikan. Ini sudah dibagikan selama 10 hari, per orang menerima Rp 500.000 yang dibagi 2 komponen, yakni Rp. 300.000 bantuan langsung tunai minyak goreng dan Rp 200.000 bantuan bahan pokok non tunai," jelas H. Sutarmidji rilis yang diterima PIFA. Gubernur berharap kebutuhan minyak goreng Kalbar sebanyak 153 ton per hari dapat terpenuhi dimana kebutuhan minyak goreng Kalbar sebanyak 4.600 ton, sedangkan produksi di Kalbar sebanyak 46.000 ton per bulan. "Jadi, kebutuhan Kalbar hanya sepersepuluhnya. Sekarang minyak goreng tidak langka, hanya harganya masih tinggi," ungkap Gubernur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak bisa mengeluarkan aturan mengenai harga karena sudah diatur pemerintah pusat. "Saya pernah mengusulkan agar PT. PTPN difokuskan untuk memproduksi minyak goreng. Namun, menurut Menteri BUMN, PT. PTPN hanya menguasai CPO sebanyak 6%. Sebenarnya, PT. PTPN bisa beli sawit masyarakat supaya harganya tetap bagus. Sehingga, subsidi pemerintah diberikan kepada PT. PTPN. Saran saya, pemerintah sudah harus memproduksi minyak goreng untuk masyarakat," saran H. Sutarmidji. Sebagai informasi, ada 6 lokasi Peninjauan Distribusi Bantuan Langsung Tunai Minyak Goreng dan BPNT bersama Presiden RI secara virtual, yaitu : 1. Kantor POS Cikini, Jakarta. 2. Kantor POS Banda Aceh. 3. Kantor POS Medan. 4. Kantor POS Depok. 5. Kantor POS Serang. 6. Kantor POS Pontianak. (rs)
Kalbar
| Rabu, 27 April 2022
Lokal

RAPI Turut Andil Bantu Pemerintah Kala Terjadi Bencana
Berita Pontianak, PIFA - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., membuka secara resmi Musyawarah Daerah VII Radio Antar Penduduk (RAPI) Daerah 21 Kalimantan Barat Periode 2022-2027 dengan tema "Bersama RAPI Merajut Persatuan Menuju Kejayaan Bangsa" di Hotel Borneo Pontianak, Jumat (18/2/2022). "Selamat atas dilaksanakannya Musyawarah Daerah Radio Antar Penduduk (RAPI) ke-VII. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyambut baik dilaksanakannya Musyawarah Daerah RAPI Kalimantan Barat," ungkap Sekda Prov Kalbar rilis yang diterima Pifa. Keberadaan RAPI juga sangat bermanfaat, apalagi pada saat terjadi bencana. "Pemerintah sangat terbantu dengan keberadaan RAPI ini, terutama saat terjadinya bencana. Semoga dengan terselenggaranya Musda VII RAPI, akan terpilih kepengurusan yang serius dalam mengelola organisasi ini untuk menjadi lebih baik, serta dapat membantu pemerintah dan masyarakat melalui program bantuan komunikasi radio antar penduduk," harap Harisson. Sebagai informasi, Organisasi RAPI Daerah 21 Kalimantan Barat merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang mempunya tugas dan fungsi sebagai berikut : - Membantu pemerintah dalam bidang komunikasi radio untuk menyampaikan berita yang bersifat darurat manakala infrastruktur komunikasi yang tersedia tidak berfungsi akibat bencana. - Membantu pemerintah melalui bantuan komunikasi radio pada pemantauan lalu lintas mudik dan arus balik lebaran dengan mengingat Kota Pontianak merupakan barometer pusat kota yang menjadi sentral jalan perlintasan, baik dalam maupun luar Kalimantan. - Ikut membantu pemerintah melalui bantuan komunikasi dalam memantau situasi lalu lintas dan Kamtibmas pada saat Natal dan Tahun Baru. - Bantuan komunikasi lain yang diminta oleh Pemerintah Kalimantan Barat. (rs)
Kalbar
| Sabtu, 19 Februari 2022
Lokal

Kondisi Anak Kucing yang Ditendang oleh Pria di Pontianak saat Hujan
PIFA, Lokal - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria di Pontianak, tega menendang anak kucing yang ingin bertedung saat hujan. Menurut informasi dari akun x @jujukyng, Minggu (21/4/2024), peristiwa ini terjadi di depan sebuah toko ponsel. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat dengan jelas bagaimana pria tersebut menendang anak kucing yang telah basah kuyup karena hujan ebanyak 2 kali. Bahkan, tendangannya nyaris membuat anak kucing itu terpental ke jalan raya.Aksi kejam ini sontak memicu kemarahan luas di kalangaan warganet. Usai video tersebut viral, banyak warganet yang mencemaskan kondisi anak kucing tersebut. Beruntung anak kucing itu telah diselamatkan oleh Dea, salah satu pegawai toko ponsel tersebut. Melansir dari akun Instagram @auntylovers, saat ini kondisi anak kucing itu dalam keadaan baik dan sehat. Akun itu menyebutkan setelah kejadian itu, Dea, karyawan toko ponsel itu langsung membawa kucing itu pulang dan langsung dikeringkan. “Teman2, ini dedek kecil yang di tendang. Kondisinya baik dan sehat. Tadi malam langsung dibantu keringkan badannya sama mbak Dea yang pegawai toko ponsel juga. Dibawa pulang ke rumah. Di rawat mbak Dea. Terima kasih mbak Dea,” dikutip PIFA, Senin (22/4/2024). Akun itu juga menyebutkan, anak kucing itu diberi nama Bunga. Juga akan dibantu vaksin lengkap dan steril. “Akan kami usahakan untuk dedeknya bisa vaksin lengkap ya A. Nanti cukup usianya, akan kami bantu urus sterilnya. Dedeknya di kasih nama : BUNGA. Doakan bunga sehat2 dan panjang umurnya sampai nanti cukup usianya untuk kami bantu steril. Yang merawatnya juga sehat2 dan lancar rejekinya. Biaya steril sudah tanggung jawab Andri yang menendang Bunga. Untuk urusan steril nanti, tim kami yang akan mengurusnya,” tulis akun itu. (ly)
Pontianak
| Senin, 22 April 2024
Feeds
Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Guyur Bandar Lampung
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Lampung pada Sabtu (5/9) malam.Abu vulkanik berpotensi terbawa angin ke arah barat. Salah satu wilayah yang mulai terdampak yakni Bandar Lampung, sekitar 80 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.Warga Sukarame, Bandar Lampung, Dinda mengatakan abu mulai terasa setelah waktu Magrib.Saat berada di luar rumah, debu terasa mengenai mata dan wajah. Abu vulkanik juga terlihat masuk hingga ke dalam rumah dan mengotori lantai."Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya," kata Dinda saat dihubungi, Sabtu malam.Paparan abu vulkanik juga dilaporkan warga di wilayah Kemiling, Bandar Lampung.Selain Bandar Lampung, abu vulkanik mulai dirasakan warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan."Sampai tempatku juga debunya, dekat Bandara Lampung," kata Donny, warga Natar.Abu vulkanik juga dilaporkan mencapai Pulau Sangiang di Selat Sunda. Seorang wisatawan asal Bogor yang berada di pulau tersebut, Mutia, mengatakan abu mulai terasa sejak sore hingga malam."Aku di pulau sangiang juga kena debu. Baru kenanya sore ke malem, pindah angin kata bapak nelayan," ujar Mutia.Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Suwarno mengimbau masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata jika terjadi sebaran abu vulkanik."Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata," kata Suwarno, Sabtu siang.Menurut Suwarno, arah sebaran abu sangat bergantung pada kondisi angin. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru dari petugas."Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas," ujarnya.Berdasarkan pemantauan pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terekam secara menerus.Kolom erupsi tidak dapat diamati karena kawasan gunung tertutup kabut. Namun, aktivitas kegempaan masih tercatat dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik.Suara gemuruh dan dentuman juga masih terdengar dari arah Gunung Anak Krakatau dengan intensitas lemah hingga sedang.Suwarno meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menyaksikan aktivitas erupsi."Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," tegasnya.Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika hujan abu terjadi."Kalau tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah saat abu turun. Kalau harus keluar, gunakan masker dan pelindung mata," ujarnya.Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Lokal
| Sabtu, 5 September 2026

BMKG Ungkap Dentuman Misterius Bandung sebagai Fenomena Skyquake
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mengungkap hasil analisis terkait suara dentuman misterius yang menghebohkan warga Bandung Raya dan sekitarnya pada Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari.BMKG mendefinisikan kejadian tersebut sebagai fenomena skyquake atau dentuman langit. Namun, hingga kini penyebab utama fenomena tersebut belum dapat dipastikan.Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan pihaknya telah memeriksa berbagai instrumen pemantauan geofisika dan meteorologi.Pemeriksaan mencakup data kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, hingga anomali magnet bumi pada rentang waktu terjadinya dentuman, yakni sekitar pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB.Hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca di Bandung Raya relatif cerah. BMKG juga tidak mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi lokal di wilayah tersebut."Berdasarkan data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di wilayah tersebut," ujar Teguh Suadi dalam konferensi pers daring, Sabtu (5/9).Menurut Teguh, dentuman di darat sebelumnya pernah terjadi di wilayah Bogor pada April 2020. Fenomena semacam itu biasanya dapat berkaitan dengan swarm earthquake atau rangkaian gempa bumi kecil yang terjadi secara beruntun.Namun, dugaan tersebut tidak ditemukan dalam kasus dentuman Bandung. Instrumen seismik di kawasan Bandung Raya tidak mencatat gelombang kegempaan saat suara dentuman terdengar.BMKG justru menemukan sejumlah anomali dari pemantauan lain. Berdasarkan citra satelit Himawari dan data stasiun magnet bumi di Serang serta Sukabumi, terdapat gangguan anomali magnetik dan aktivitas thunderstorm atau petir yang terkonsentrasi di sekitar Gunung Anak Krakatau.Fenomena tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.Meski demikian, BMKG belum dapat memastikan adanya hubungan antara aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan dentuman yang terdengar di Bandung."Aktivitas vulkanik justru muncul di Krakatau, tetapi tidak dilaporkan atau diperbincangkan oleh warga di Banten, Jakarta, maupun Bogor yang lokasinya lebih dekat. Fenomena dentuman ini justru hanya terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya," tutur Teguh.Dari sisi jarak geografis, BMKG menilai letusan vulkanik Krakatau dalam skala normal terbilang terlalu jauh untuk secara langsung menjelaskan suara dentuman yang terdengar di cekungan Bandung Raya.Karena itu, BMKG juga mempertimbangkan hipotesis ilmiah lain terkait fenomena skyquake.Salah satu hipotesis yang ditemukan dalam literatur ilmiah menyebut dentuman langit dapat dipicu oleh pelepasan gas metana dari dasar cekungan danau purba.Hipotesis tersebut menjadi perhatian karena wilayah Bandung Raya berada di kawasan bekas Danau Bandung Purba.BMKG berencana mengoordinasikan dan mengkaji dugaan tersebut lebih lanjut bersama Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).BMKG mengimbau masyarakat Bandung Raya tetap tenang dan tidak panik menyikapi fenomena tersebut.Masyarakat juga diminta memilah informasi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari hoaks.BMKG memastikan pemantauan atmosfer dan aktivitas kegempaan terus dilakukan selama 24 jam. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan terkait fenomena tersebut melalui kanal komunikasi resmi BMKG.
Lokal
| Sabtu, 5 September 2026

Pura Puseh Nusa Penida Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah
Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, terbakar pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Kebakaran terjadi pada Pelinggih Meru Tumpang 7, salah satu bangunan sakral di pura tersebut. Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. "Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pelapor, akibat kejadian itu diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp300.000.000," kata Alit, Kamis sore. Kebakaran pertama kali diketahui ketika seorang saksi, I Wayan Miwa, dalam perjalanan pulang setelah bekerja. Ia diberitahu seseorang bahwa terlihat kepulan asap dari arah Pura Puseh. Miwa kemudian bergegas menuju pura dan mendapati api telah membakar bangunan Meru Tumpang 7. Ia bersama warga berupaya memadamkan api. Namun, upaya pemadaman terkendala aliran air PDAM yang sedang mengalami gangguan atau mati. Warga kemudian berinisiatif menjatuhkan bangunan yang terbakar untuk mencegah api merembet ke bangunan pura lainnya. Bangunan tersebut didorong dan dijatuhkan secara gotong royong. Setelah itu, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Nusa Penida. Menurut keterangan pelapor I Made Granyam Santika dan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke lahan di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang dan bertiup ke arah utara membuat api dengan cepat menjalar. Percikan api yang terbawa angin diduga kemudian menyambar bagian atap Pelinggih Meru Tumpang 7. "Terduga pelaku yang melakukan pembakaran sampah hingga mengakibatkan terjadinya kebakaran tersebut saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Alit. Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Lokal
| Kamis, 3 September 2026

Pramono Bantah Tarif Parkir Jakarta Naik Jadi Rp60 Ribu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan tarif parkir mobil hingga Rp60.000. Pramono menegaskan angka tersebut bukan keputusan Pemprov Jakarta. Hingga kini, pemerintah daerah juga belum menetapkan tarif parkir baru. "Angka berapa? Rp60.000 ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Ia mengatakan Pemprov Jakarta masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan besaran tarif parkir yang baru, termasuk kewajaran harga bagi masyarakat. "Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal. Termasuk berapa yang harga yang wajar. Nah, sampai hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu, bahkan angka Rp60.000 pun saya baru tahu ketika sudah viral," ujarnya. Muncul Usulan Tarif Sistem Zonasi Sebelumnya, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter mengungkapkan adanya usulan perubahan tarif parkir menggunakan sistem zonasi. Dalam skema tersebut, kawasan dengan nilai ekonomi tinggi seperti SCBD, Menteng, Senayan, dan sejumlah wilayah lainnya dapat dikenakan tarif parkir lebih tinggi. Jupiter menyebut tarif tertinggi yang diusulkan bisa mencapai Rp60.000. "Jadi nanti mau dibuat sistem zonasi. Misalnya daerah SCBD dianggap punya nilai ekonomi tinggi. Daerah Menteng, kemudian daerah seperti Bandung Indah, terus daerah misalnya di Jakarta Selatan, Senayan. Jadi tarif itu ambang batas tertingginya sampai Rp60 ribu," kata Jupiter. Namun, Jupiter sendiri menilai angka tersebut berpotensi membebani masyarakat. "Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujarnya. Dengan demikian, hingga Senin (24/8), tarif parkir mobil Rp60.000 belum menjadi keputusan resmi Pemprov DKI Jakarta.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Polisi Buru Dua WNA Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali
Polisi memburu dua warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan tindakan asusila di halaman rumah warga di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Aksi dua WNA tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian viral di media sosial. Lokasi kejadian berada di sebuah permukiman di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng. Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan polisi telah melakukan pengecekan lokasi dan memastikan kejadian dalam video berlangsung di halaman rumah warga. "Berdasarkan pencocokan dan pengecekan di lapangan diketahui video viral tersebut terjadi di sebelah pintu pagar rumah milik warga," kata Ayu, Senin (24/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.29 WITA. Saat itu, pemilik rumah berinisial NKW (47) hendak menghaturkan sesajen di depan rumah. Saksi kemudian terkejut melihat dua WNA berada di halaman rumahnya dan melakukan tindakan asusila. Ia sempat meneriaki keduanya, namun tidak mendapat respons. Menurut kepolisian, aksi tersebut berlangsung sekitar 15 menit sebelum kedua WNA meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Dari rekaman CCTV, polisi juga menemukan keduanya sempat masuk ke halaman rumah setelah melihat situasi sekitar. Setelah memastikan kondisi sepi, keduanya kemudian mendekati pagar rumah dan melakukan tindakan asusila. Sekitar pukul 18.36 WITA, keduanya kembali melakukan tindakan serupa sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Polisi menyebut pemilik rumah tidak mengalami kerugian materiil maupun nonmateriil. Namun, keluarga pemilik rumah menilai halaman tersebut perlu dibersihkan melalui upacara adat. Polisi Koordinasi dengan Imigrasi Polres Badung kini berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengidentifikasi dan mencari keberadaan kedua WNA tersebut. Berdasarkan pencocokan wajah dari rekaman CCTV, WNA laki-laki diketahui merupakan warga negara Australia. Sementara identitas WNA perempuan masih dalam proses pendalaman. "Unit Reskrim Polsek Kuta Utara melakukan upaya identifikasi lanjutan guna mengungkap para terduga pelaku serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ayu.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Jakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem musik sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Jakarta Beat Society 2026 yang mempertemukan musisi, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026). Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri musik, bukan hanya karena banyak melahirkan musisi berbakat, tetapi juga memiliki pasar dan audiens yang kuat. "Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif," ujar Rano saat membuka kegiatan tersebut. Menurutnya, Jakarta Beat Society menjadi ruang bagi berbagai elemen industri musik untuk bertemu, berkolaborasi, sekaligus membangun jejaring. "Jakarta Beat Society menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif," katanya. Ingin Musisi Lokal Tembus Industri Global Rano menilai besarnya pasar musik Jakarta juga tercermin dari minat musisi internasional untuk menggelar konser di ibu kota. Kehadiran musisi dunia seperti Coldplay, Bruno Mars, hingga BTS disebut menjadi gambaran daya tarik Jakarta dalam peta industri musik regional dan global. Karena itu, Pemprov DKI berkomitmen memperluas ruang bagi komunitas serta pelaku industri kreatif melalui berbagai kegiatan seni, budaya, musik, dan perfilman. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbanyak panggung bagi talenta lokal, tetapi juga membuka jejaring industri sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi Jakarta. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya dengan menciptakan peluang serta ruang bagi komunitas kreatif untuk terus berkembang. Hal ini dilakukan di berbagai sektor kreatif, termasuk musik dan perfilman," ujar Rano. Di bidang perfilman, Pemprov DKI menjalankan komitmen tersebut antara lain melalui Jakarta Film Commission yang ditujukan untuk mendukung pembuat film sekaligus memperkuat ekosistem industri audiovisual di Jakarta. Ke depan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi kreatif. "Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia," kata Rano.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Pitbull Serang Anak SD di Bandung, Polisi Amankan dan Karantina Anjing
Polisi mengamankan seekor anjing jenis pitbull yang menyerang seorang siswa sekolah dasar kelas tiga di Kompleks Grand Cendana Residence, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Anjing tersebut kini ditempatkan di lokasi karantina dan tidak lagi berada di lingkungan permukiman maupun rumah pemiliknya. Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi Asep mengatakan anjing diamankan tidak lama setelah insiden terjadi pada Minggu (23/8/2026). "Kami sudah bersepakat dengan pengurus RW setempat bahwa hewan itu dikarantina dan tidak berada lagi di pemukiman atau di rumah pemiliknya," kata Asep saat dikonfirmasi, Senin (24/8). Pemilik anjing berinisial F (40) disebut bersikap kooperatif. Ia bahkan turut mendampingi korban bersama keluarganya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Korban mengalami luka sobek pada bagian kepala dan telinga akibat gigitan anjing tersebut. Korban telah menjalani operasi di RS Welas Asih dan kini kondisinya berangsur membaik. "Luka korban ada di bagian kepala dan telinga. Tadi malam sudah dilaksanakan operasi pada bagian telinganya, dan pagi ini korban sudah dipindahkan ke ruang pemulihan," ujar Asep. Keluarga Belum Buat Laporan Hingga Senin (24/8), keluarga korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian terkait kejadian tersebut maupun meminta pertanggungjawaban pemilik anjing. "Sampai saat ini pihak korban belum datang ke Polsek untuk membuat laporan resmi maupun surat pernyataan tidak menuntut," kata Asep. Asep mengingatkan pemilik hewan peliharaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan hewan yang dipeliharanya tidak membahayakan orang lain. Ia menyebut terdapat ketentuan hukum yang dapat menjerat pemilik hewan apabila serangan tersebut menyebabkan orang lain terluka. "Pemiliknya dapat dijerat ancaman pidana penjara hingga 2 tahun 8 bulan. Ini jadi pelajaran bersama agar seluruh masyarakat yang memelihara anjing bisa menjaga hewannya dengan baik," ujarnya. Sebelumnya, korban diserang pitbull pada Minggu (23/8) sore. Warga mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar korban berteriak dan menangis. Saat didatangi, warga mendapati korban tengah diserang dan digigit anjing pitbull hingga mengalami luka pada bagian kepala dan telinga.
Lokal
| Senin, 24 Agustus 2026

Pengemudi Diduga Mabuk, Kecelakaan Beruntun di Surabaya Tewaskan 1 Orang
Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Taman Apsari, Surabaya, Minggu (23/8) dini hari. Kecelakaan yang diduga dipicu pengemudi dalam pengaruh alkohol itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Peristiwa bermula ketika Mitsubishi Outlander bernomor polisi L 1049 OO yang dikemudikan ENR (32) melaju dari Jalan Taman Apsari. ENR diduga kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol hingga menabrak taksi listrik bernomor polisi L 1611 UG yang sedang terparkir. "Kendaraan Mitsubishi Outlander yang dikemudikan Saudari ENR melaju dari arah selatan ke utara. Saat berbelok ke kiri, pengemudi kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol dan menabrak taksi listrik yang sedang terparkir di sisi kanan jalan," kata Galih. Setelah menabrak taksi listrik, ENR tidak menghentikan kendaraannya dan terus melaju menuju Jalan Gubernur Suryo, tepat di samping Alun-Alun Surabaya. Di lokasi tersebut, mobil kembali menabrak RPK (25) yang sedang menaikkan barang ke mobil pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi L 9760 CJ yang terparkir. "Pengemudi terus melaju meninggalkan TKP menuju Jalan Gubernur Suryo. Di samping Alun-alun Surabaya, kendaraan tersebut menabrak Saudara RPK yang sedang menaikkan barang ke mobil Pick Up Mitsubishi L300 miliknya yang sedang parkir," ujarnya. RPK mengalami luka berat dan langsung dibawa ke UGD RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan. Galih mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan kecelakaan tersebut disebabkan kelalaian manusia. ENR diketahui mengemudi dalam kondisi dipengaruhi alkohol serta tidak memiliki SIM dan STNK. "Hasil olah TKP awal menunjukkan penyebab utama kecelakaan adalah faktor kelalaian manusia, yakni pengemudi mengendarai kendaraan tanpa konsentrasi di bawah pengaruh minuman beralkohol," ujar Galih. Kasus tersebut kini masih ditangani Satlantas Polrestabes Surabaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Lokal
| Minggu, 23 Agustus 2026

776 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Terbanyak di Banjar, Tapin, dan Tanah Laut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 776 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (22/8/2026). Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut. Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel Utari Randiana mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan pada Sabtu (22/8), bersamaan dengan pemantauan kondisi cuaca dan sebaran asap di wilayah Kalsel. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Jumat (21/8) pukul 17.00 Wita, sebaran asap terdeteksi di Kalsel dan meluas hingga Kalimantan Tengah serta Kalimantan Timur. "Untuk wilayah Kalimantan Selatan, sebaran asap berada di bagian barat dan utara, dengan arah angin umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan lima hingga 15 knot berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer wilayah setempat," ujar Utari, dikutip dari Antara. Utari mengatakan berdasarkan rekapitulasi laporan meteorologi, asap mulai terdeteksi sejak pukul 02.00 Wita. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan jarak pandang mengalami penurunan pada pagi hari. Penurunan jarak pandang tercatat berkisar antara 3.500 meter hingga 200 meter pada pukul 07.00 Wita. Sementara itu, Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ariansyah mengatakan kabut asap cukup signifikan terpantau di sejumlah kabupaten/kota. Wilayah yang terdampak antara lain Banjarbaru, kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut, serta Kabupaten Banjar. "Untuk wilayah Banua Anam, berdasarkan citra satelit juga terdapat sebaran kabut asap, terutama di bagian barat dan utara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah yang memiliki area gambut cukup luas," ujar Ariansyah.
Lokal
| Sabtu, 22 Agustus 2026

Makassar dan Bone Jadi Daerah dengan Kebutuhan Perumahan Tertinggi di Sulsel
Kota Makassar dan Kabupaten Bone menjadi dua daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan kebutuhan perumahan yang tinggi.Makassar tercatat memiliki persoalan backlog kepemilikan rumah paling tinggi, sementara Bone menghadapi persoalan besar terkait kualitas hunian dan banyaknya rumah yang belum layak huni.Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 1 Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP3KP) Sulawesi 3, Dwiayu Permatasari, mengatakan kebutuhan perumahan di Sulsel masih cukup tinggi berdasarkan estimasi indikatif dalam dashboard MyPKP."Kalau untuk Sulawesi Selatan sendiri, kebutuhan perumahan memang masih cukup tinggi," ujar Dwiayu saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).Berdasarkan dashboard tersebut, terdapat sekitar 3,1 juta keluarga di Sulsel. Dari jumlah itu, sekitar 40,34 persen atau lebih dari 1,2 juta keluarga masih tercatat memiliki persoalan backlog perumahan.Sekitar 430 ribu keluarga diperkirakan belum memiliki rumah sendiri. Sementara sekitar 825 ribu keluarga lainnya telah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisi rumahnya belum memenuhi standar layak huni."Data tersebut merupakan estimasi indikatif, bukan angka mikro pemutakhiran langsung," ujarnya.Dwiayu menyebut Makassar menjadi daerah dengan persoalan backlog kepemilikan rumah paling tinggi di Sulsel. Kondisi tersebut dipengaruhi jumlah penduduk yang besar serta arus urbanisasi yang terus meningkat."Jika dilihat dari jumlah penduduk, Kota Makassar merupakan daerah dengan backlog perumahan tertinggi. Namun, khusus Makassar lebih menonjol di backlog kepemilikan karena transisi urbanisasi," ungkapnya.Sementara itu, persoalan perumahan di Kabupaten Bone lebih banyak berkaitan dengan kualitas hunian. Kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di daerah tersebut tercatat cukup tinggi berdasarkan sinkronisasi data hingga Juli 2026."Sementara di kabupaten seperti Bone, kebutuhannya sangat besar dari sisi kualitas hunian," katanya.Dwiayu menjelaskan persoalan backlog perumahan di Sulsel tidak hanya berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki rumah. Persoalan tersebut juga mencakup masyarakat yang sudah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisi fisik rumahnya belum layak."Persoalannya bukan hanya berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki rumah, tetapi juga masyarakat yang sudah memiliki tempat tinggal tetapi belum layak secara kondisi rumahnya," jelasnya.Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan sejumlah intervensi, mulai dari pembangunan rumah baru, rehabilitasi rumah, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, hingga penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Pendanaan program tersebut bersumber dari APBN, APBD, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).Meski demikian, Dwiayu menegaskan angka backlog dalam dashboard masih berupa estimasi indikatif dan belum sepenuhnya menggambarkan jumlah masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan perumahan.Menurutnya, diperlukan sinkronisasi lebih lanjut dengan data kependudukan, tingkat pendapatan, kondisi fisik rumah, hingga data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem untuk mendapatkan angka yang lebih akurat."Di dashboard kita itu masih sekitar 3 juta 100 sekian untuk Provinsi Sulawesi Selatan tersendiri itu, namun itu tidak bisa menjadi data ini ya data yang masih fleksibel biasanya," terangnya.Selain Makassar dan Bone, kawasan penyangga metropolitan Mamminasata seperti Kabupaten Gowa dan Maros juga mengalami peningkatan kebutuhan hunian seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan perumahan."Wilayah Mamminasata ini tercatat telah memiliki puluhan ribu hunian rumah subsidi yang tersedia di Kabupaten Gowa dan juga Kabupaten Maros," ujarnya.
Lokal
| Sabtu, 22 Agustus 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Gubernur Kalbar Serahkan Bantuan BLT Minyak Goreng dan BPNT Bagi Masyarakat
Berita Kalbar, PIFA - Pelaksanaan peninjauan Bantuan Sosial Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, secara virtual diikuti Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., di Kantor Pos Pontianak, Senin (25/4/2022) kemarin. Turut hadir pada acara virtual Penyaluran Bantuan Sosial tersebut, yakni Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., Eksekutif General Manager Kantor Pos Cabang Utama Pontianak, Nono Triyono, Kepala Perangkat Daerah terkait serta beberapa perwakilan penerima bantuan sosial. Usai mengikuti pertemuan virtual bersama Presiden RI, Gubernur Kalimantan Barat menyerahkan bantuan berupa paket bahan pokok kepada penerima bantuan yang hadir. Total jumlah penerima bantuan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat sebanyak 319.000 orang dan sudah dibagikan sebanyak 96,8%. "Insya Allah, sebelum lebaran semua sudah selesai diberikan. Ini sudah dibagikan selama 10 hari, per orang menerima Rp 500.000 yang dibagi 2 komponen, yakni Rp. 300.000 bantuan langsung tunai minyak goreng dan Rp 200.000 bantuan bahan pokok non tunai," jelas H. Sutarmidji rilis yang diterima PIFA. Gubernur berharap kebutuhan minyak goreng Kalbar sebanyak 153 ton per hari dapat terpenuhi dimana kebutuhan minyak goreng Kalbar sebanyak 4.600 ton, sedangkan produksi di Kalbar sebanyak 46.000 ton per bulan. "Jadi, kebutuhan Kalbar hanya sepersepuluhnya. Sekarang minyak goreng tidak langka, hanya harganya masih tinggi," ungkap Gubernur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak bisa mengeluarkan aturan mengenai harga karena sudah diatur pemerintah pusat. "Saya pernah mengusulkan agar PT. PTPN difokuskan untuk memproduksi minyak goreng. Namun, menurut Menteri BUMN, PT. PTPN hanya menguasai CPO sebanyak 6%. Sebenarnya, PT. PTPN bisa beli sawit masyarakat supaya harganya tetap bagus. Sehingga, subsidi pemerintah diberikan kepada PT. PTPN. Saran saya, pemerintah sudah harus memproduksi minyak goreng untuk masyarakat," saran H. Sutarmidji. Sebagai informasi, ada 6 lokasi Peninjauan Distribusi Bantuan Langsung Tunai Minyak Goreng dan BPNT bersama Presiden RI secara virtual, yaitu : 1. Kantor POS Cikini, Jakarta. 2. Kantor POS Banda Aceh. 3. Kantor POS Medan. 4. Kantor POS Depok. 5. Kantor POS Serang. 6. Kantor POS Pontianak. (rs)
Kalbar
| Rabu, 27 April 2022
Lokal

RAPI Turut Andil Bantu Pemerintah Kala Terjadi Bencana
Berita Pontianak, PIFA - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., membuka secara resmi Musyawarah Daerah VII Radio Antar Penduduk (RAPI) Daerah 21 Kalimantan Barat Periode 2022-2027 dengan tema "Bersama RAPI Merajut Persatuan Menuju Kejayaan Bangsa" di Hotel Borneo Pontianak, Jumat (18/2/2022). "Selamat atas dilaksanakannya Musyawarah Daerah Radio Antar Penduduk (RAPI) ke-VII. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyambut baik dilaksanakannya Musyawarah Daerah RAPI Kalimantan Barat," ungkap Sekda Prov Kalbar rilis yang diterima Pifa. Keberadaan RAPI juga sangat bermanfaat, apalagi pada saat terjadi bencana. "Pemerintah sangat terbantu dengan keberadaan RAPI ini, terutama saat terjadinya bencana. Semoga dengan terselenggaranya Musda VII RAPI, akan terpilih kepengurusan yang serius dalam mengelola organisasi ini untuk menjadi lebih baik, serta dapat membantu pemerintah dan masyarakat melalui program bantuan komunikasi radio antar penduduk," harap Harisson. Sebagai informasi, Organisasi RAPI Daerah 21 Kalimantan Barat merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang mempunya tugas dan fungsi sebagai berikut : - Membantu pemerintah dalam bidang komunikasi radio untuk menyampaikan berita yang bersifat darurat manakala infrastruktur komunikasi yang tersedia tidak berfungsi akibat bencana. - Membantu pemerintah melalui bantuan komunikasi radio pada pemantauan lalu lintas mudik dan arus balik lebaran dengan mengingat Kota Pontianak merupakan barometer pusat kota yang menjadi sentral jalan perlintasan, baik dalam maupun luar Kalimantan. - Ikut membantu pemerintah melalui bantuan komunikasi dalam memantau situasi lalu lintas dan Kamtibmas pada saat Natal dan Tahun Baru. - Bantuan komunikasi lain yang diminta oleh Pemerintah Kalimantan Barat. (rs)
Kalbar
| Sabtu, 19 Februari 2022
Lokal

Kondisi Anak Kucing yang Ditendang oleh Pria di Pontianak saat Hujan
PIFA, Lokal - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria di Pontianak, tega menendang anak kucing yang ingin bertedung saat hujan. Menurut informasi dari akun x @jujukyng, Minggu (21/4/2024), peristiwa ini terjadi di depan sebuah toko ponsel. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat dengan jelas bagaimana pria tersebut menendang anak kucing yang telah basah kuyup karena hujan ebanyak 2 kali. Bahkan, tendangannya nyaris membuat anak kucing itu terpental ke jalan raya.Aksi kejam ini sontak memicu kemarahan luas di kalangaan warganet. Usai video tersebut viral, banyak warganet yang mencemaskan kondisi anak kucing tersebut. Beruntung anak kucing itu telah diselamatkan oleh Dea, salah satu pegawai toko ponsel tersebut. Melansir dari akun Instagram @auntylovers, saat ini kondisi anak kucing itu dalam keadaan baik dan sehat. Akun itu menyebutkan setelah kejadian itu, Dea, karyawan toko ponsel itu langsung membawa kucing itu pulang dan langsung dikeringkan. “Teman2, ini dedek kecil yang di tendang. Kondisinya baik dan sehat. Tadi malam langsung dibantu keringkan badannya sama mbak Dea yang pegawai toko ponsel juga. Dibawa pulang ke rumah. Di rawat mbak Dea. Terima kasih mbak Dea,” dikutip PIFA, Senin (22/4/2024). Akun itu juga menyebutkan, anak kucing itu diberi nama Bunga. Juga akan dibantu vaksin lengkap dan steril. “Akan kami usahakan untuk dedeknya bisa vaksin lengkap ya A. Nanti cukup usianya, akan kami bantu urus sterilnya. Dedeknya di kasih nama : BUNGA. Doakan bunga sehat2 dan panjang umurnya sampai nanti cukup usianya untuk kami bantu steril. Yang merawatnya juga sehat2 dan lancar rejekinya. Biaya steril sudah tanggung jawab Andri yang menendang Bunga. Untuk urusan steril nanti, tim kami yang akan mengurusnya,” tulis akun itu. (ly)





