Lokal
Pemprov Kalbar Gandeng Perusda Tata Kawasan Parkir Gor Gelora Khatulistiwa
Berita Kalbar, PIFA - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., memimpin Rapat Pengelolaan Lahan Parkir Kawasan Gelora Khatulistiwa Pontianak (GOR) yang dihadiri Perangkat Daerah terkait dan Perusahaan Daerah Kalimantan Barat (Perusda Kalbar) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (16/2/2022) kemarin. Sekda Prov Kalbar menyampaikan penataan kawasan Gelora Khatulistiwa sudah dimulai, diantaranya akan membangun pagar. Kemudian, tahun ini akan membangun pintu gerbang serta pengelolaan parkir yang akan diserahkan kepada Perusahaan Daerah (Perusda). Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan dukungan untuk penguatan dan pemberdayaan Perusda agar dapat berkembang dan terlibat dalam pembangunan perekonomian di Kalimantan Barat melalui kerja sama dalam pemanfaatan Barang Milik Daerah. "Kita ingin Perusda maju, salah satunya dengan usaha perpakiran," jelas Sekda Prov Kalbar. Sistem Pengelolaan Perparkiran (safety parking) sangat diperlukan di kawasan Gelora Khatulistiwa dengan mempertimbangkan Kawasan Gelora Khatulistiwa memiliki potensi penerimaan bagi peningkatan PAD sekaligus menjaga aset-aset pemerintah yang berada di lingkungan Gelora Khatulistiwa, serta mengamankan dari pengguna liar dan bangunan liar yang berada di lingkungan tersebut. "Kita juga ingin agar perparkiran di GOR terkelola dengan baik dengan harapan parkir di Kawasan Gelora Khatulistiwa bisa rapi dan terkelola dengan baik keamanannya. Selain itu, pemerintah daerah juga bisa mendapatkan retribusi dari perparkiran itu," harap Sekda Prov Kalbar. Masih kata Sekda Prov Kalbar, Kawasan Gelora Khatulistiwa memiliki area yang cukup luas sebagai tempat rekreasi dan olahraga serta didukung berbagai sarana dari berbagai cabang olahraga sehingga memiliki potensi penerimaan dari parkir kendaraan yang berkunjung ke lokasi tersebut. "Sehingga nantinya kita akan benar-benar memanfaatkan GOR untuk meningkatkan prestasi atlet," ungkap Sekda Kalbar. (rs)
Kalbar
| Kamis, 17 Februari 2022

Trending
Bupati Kubu Raya Luncurkan Aplikasi Srikandi dan Buku-buku Unggulan
Kubu Raya
| Rabu, 22 November 2023

Kabar Gembira, 113 Siswa SMAN 1 Mempawah Hilir Kini Bisa Ikut SNBP
Mempawah
| Minggu, 9 Februari 2025

Sutarmidji Sosialisasikan Program Pendidikan dalam Kampanye Dialogis di Desa Tanjung Tengang
Kalbar
| Kamis, 14 November 2024

Didi Haryono Dapat Dukungan Warga Pasiran untuk Hadapi Pilkada Kalbar 2024
Singkawang
| Minggu, 20 Oktober 2024

BMKG dan SAR Pontianak Imbau Waspada Banjir Rob Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Kalbar
| Senin, 22 Desember 2025

Banjir di Bengkayang Meluas, Lima Kemacatan Terdampak
Bengkayang
| Kamis, 2 Maret 2023

DPRD Kalbar Apresiasi Satgas TPPO
Pontianak
| Senin, 12 Juni 2023

Terpilih Ketum HMI, Bagas Temui Pj Gubernur Harisson
Pontianak
| Jumat, 15 Desember 2023

Peringkat Hari Ibu, Sutarmidji Sebut Seorang Ibu Harus Tangguh dan Inovatif
Kalbar
| Rabu, 22 Desember 2021

Mempawah Sukses Naikan Capaian Vaksinasi, Urutan ke-12 di Kalbar
Mempawah
| Rabu, 16 Februari 2022

Berita Terbaru
Lokal

Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk
BEKASI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026) petang. Kobaran api yang membesar dengan cepat dilaporkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang berisi limbah plastik sebelum menyebar ke permukiman. "Api dari gudang merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi gudang itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi kejadian. Menurut Ferdi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke sedikitnya tiga rumah warga dan turut menghanguskan satu unit truk yang terparkir di dalam area gudang. Ia mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Sudah ada beberapa rumah yang terkena. Tadi warga sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya. Hingga lebih dari dua jam setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. "Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya. Selain armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI. Adhi menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala karena gudang yang terbakar menyimpan berbagai jenis limbah seperti plastik, kain tekstil, dan material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. "Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar nanti dari pihak kepolisian yang menjelaskan setelah proses penyelidikan," ujarnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam fokus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026
Lokal

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu
KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto. "Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam. Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya. "Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah. "Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka. "Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya. Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali. Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026
Lokal

2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut
Dua karyawan toko aksesori ponsel ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun tidak mendapat respons dari dalam bangunan. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan saat pintu ruko dibuka paksa, ditemukan empat orang di dalam kamar. Dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak sadarkan diri. “Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya pingsan,” ujar Rahmat, Minggu (24/5). Dua korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Tebing Tinggi dan AA (22) warga Serdang Bedagai. Sementara dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga kuat penyebab kejadian adalah keracunan asap dari genset yang digunakan saat listrik padam. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Jumat (22/5) sore akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu cuaca buruk, dan berdampak pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.
Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026
Berita Populer
Lokal

Pemprov Kalbar Gandeng Perusda Tata Kawasan Parkir Gor Gelora Khatulistiwa
Berita Kalbar, PIFA - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., memimpin Rapat Pengelolaan Lahan Parkir Kawasan Gelora Khatulistiwa Pontianak (GOR) yang dihadiri Perangkat Daerah terkait dan Perusahaan Daerah Kalimantan Barat (Perusda Kalbar) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (16/2/2022) kemarin. Sekda Prov Kalbar menyampaikan penataan kawasan Gelora Khatulistiwa sudah dimulai, diantaranya akan membangun pagar. Kemudian, tahun ini akan membangun pintu gerbang serta pengelolaan parkir yang akan diserahkan kepada Perusahaan Daerah (Perusda). Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan dukungan untuk penguatan dan pemberdayaan Perusda agar dapat berkembang dan terlibat dalam pembangunan perekonomian di Kalimantan Barat melalui kerja sama dalam pemanfaatan Barang Milik Daerah. "Kita ingin Perusda maju, salah satunya dengan usaha perpakiran," jelas Sekda Prov Kalbar. Sistem Pengelolaan Perparkiran (safety parking) sangat diperlukan di kawasan Gelora Khatulistiwa dengan mempertimbangkan Kawasan Gelora Khatulistiwa memiliki potensi penerimaan bagi peningkatan PAD sekaligus menjaga aset-aset pemerintah yang berada di lingkungan Gelora Khatulistiwa, serta mengamankan dari pengguna liar dan bangunan liar yang berada di lingkungan tersebut. "Kita juga ingin agar perparkiran di GOR terkelola dengan baik dengan harapan parkir di Kawasan Gelora Khatulistiwa bisa rapi dan terkelola dengan baik keamanannya. Selain itu, pemerintah daerah juga bisa mendapatkan retribusi dari perparkiran itu," harap Sekda Prov Kalbar. Masih kata Sekda Prov Kalbar, Kawasan Gelora Khatulistiwa memiliki area yang cukup luas sebagai tempat rekreasi dan olahraga serta didukung berbagai sarana dari berbagai cabang olahraga sehingga memiliki potensi penerimaan dari parkir kendaraan yang berkunjung ke lokasi tersebut. "Sehingga nantinya kita akan benar-benar memanfaatkan GOR untuk meningkatkan prestasi atlet," ungkap Sekda Kalbar. (rs)
Kalbar
| Kamis, 17 Februari 2022
Lokal

Bupati Kubu Raya Luncurkan Aplikasi Srikandi dan Buku-buku Unggulan
PIFA, Lokal - Bupati Muda Mahendrawan secara resmi meluncurkan Aplikasi Srikandi, Buku Asal-Usul Nama Daerah di Kabupaten Kubu Raya, dan Buku Kumpulan Puisi Dharma Wanita Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kubu Raya. Acara peluncuran ini berlangsung di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya pada Rabu, 22 November 2023. Aplikasi Srikandi, yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi, adalah sebuah inovasi dalam bidang kearsipan. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pengelolaan arsip dan tata kelola pemerintahan secara efisien dengan memanfaatkan teknologi berbasis elektronik. Selain peluncuran aplikasi, acara ini juga menandai penghargaan kepada perpustakaan desa yang berhasil melaksanakan transformasi inklusi sosial. Penghargaan juga diberikan kepada Pegiat Literasi Kubu Raya Tahun 2023 sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya mereka dalam meningkatkan minat baca dan literasi di masyarakat. Bupati Muda Mahendrawan menyampaikan harapannya bahwa Aplikasi Srikandi dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan arsip dan administrasi pemerintahan. Selain itu, keberhasilan perpustakaan desa dan pegiat literasi juga diapresiasi sebagai langkah positif dalam membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan dan literat. Peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk para pegawai pemerintahan, perwakilan perpustakaan desa, dan para pegiat literasi. Dengan adanya Aplikasi Srikandi, diharapkan proses pengelolaan arsip di Kabupaten Kubu Raya dapat menjadi lebih efisien dan transparan. (hs)
Kubu Raya
| Rabu, 22 November 2023
Lokal

Kabar Gembira, 113 Siswa SMAN 1 Mempawah Hilir Kini Bisa Ikut SNBP
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, LOKAL - Sebanyak 113 siswa eligible dari SMAN 1 Mempawah Hilir akhirnya dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) setelah sempat terkendala dalam proses finalisasi data di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) akibat kelalaian pihak sekolah.Kabar baik itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dalam keterangan tertulis. Harisson mengatakan berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, bahwa tujuh siswa yang sebelumnya belum disetujui dalam sistem PDSS kini telah selesai diinput dan diterima. “Alhamdulilah saya mendapatkan laporan dari Kadis Pendidikan bahwa yang tadi nya 106 siswa yang sudah difinalisasi, alhamdulillah ada tambahan 7 siswa yang tadinya datanya belum lengkap juga sudah selesai difinalisasi atau disetujui. Sehingga 113 siswa eligible SMAN 1 Mempawah seluruhnya dapat mengikuti SNBP,” ungkap Harisson, pada Sabtu (8/2/25).Harisson menjelaskan kembali bahwa sistem PDSS dikelola langsung oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di masing-masing sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi tidak memiliki akses untuk memantau progres entri data dan finalisasi PDSS yang dilakukan oleh sekolah. Sayangnya, beberapa sekolah tidak melaporkan kendala yang mereka hadapi karena merasa ini merupakan kelalaian mereka sendiri. “Kasus di SMAN 1 Mempawah Hilir cepat diketahui karena siswa protes. Saya langsung mengambil langkah cepat dengan mengirim Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, dan operator sekolah untuk meminta kebijakan dari Kemendikti,” jelasnya. Dari temuan tersebut, diketahui bahwa di Kalbar masih ada sekitar 90 sekolah atau 10 persen dari total 893 sekolah yang belum menyelesaikan entri data dan finalisasi di PDSS. Secara nasional, dari total 48.946 sekolah SMA/SMK/MA, baru 21.003 sekolah (42 persen) yang berhasil menyelesaikan proses tersebut hingga tahap finalisasi nilai. Terkait sekolah-sekolah lain yang masih mengalami kendala dalam PDSS, Harisson menyatakan bahwa pihaknya menunggu kebijakan lanjutan dari Kemendikti atau panitia SNPMB. Ia berharap agar pemerintah pusat memberikan perpanjangan waktu bagi sekolah lain untuk menyelesaikan entri data dan finalisasi agar semua siswa eligible dapat mengikuti SNBP tahun ini.
Mempawah
| Minggu, 9 Februari 2025
Feeds
Gudang Limbah di Cikarang Barat Terbakar, Api Merembet ke Rumah Warga dan Hanguskan Truk
BEKASI – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan limbah di Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026) petang. Kobaran api yang membesar dengan cepat dilaporkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang berisi limbah plastik sebelum menyebar ke permukiman. "Api dari gudang merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi gudang itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi kejadian. Menurut Ferdi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke sedikitnya tiga rumah warga dan turut menghanguskan satu unit truk yang terparkir di dalam area gudang. Ia mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Sudah ada beberapa rumah yang terkena. Tadi warga sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya. Hingga lebih dari dua jam setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. "Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari berbagai sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya. Selain armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI. Adhi menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala karena gudang yang terbakar menyimpan berbagai jenis limbah seperti plastik, kain tekstil, dan material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. "Saat ini kami masih terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar nanti dari pihak kepolisian yang menjelaskan setelah proses penyelidikan," ujarnya. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam fokus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu
KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto. "Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam. Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya. "Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah. "Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka. "Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya. Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali. Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Lokal
| Minggu, 31 Mei 2026

2 Karyawan Toko di Batubara Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Saat Blackout Sumut
Dua karyawan toko aksesori ponsel ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun tidak mendapat respons dari dalam bangunan. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan saat pintu ruko dibuka paksa, ditemukan empat orang di dalam kamar. Dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya tidak sadarkan diri. “Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya pingsan,” ujar Rahmat, Minggu (24/5). Dua korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Tebing Tinggi dan AA (22) warga Serdang Bedagai. Sementara dua korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga kuat penyebab kejadian adalah keracunan asap dari genset yang digunakan saat listrik padam. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak Jumat (22/5) sore akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu cuaca buruk, dan berdampak pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatra.
Lokal
| Minggu, 24 Mei 2026

Jemaah An-Nadzir Gowa Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada 26 Mei 2026
Jemaah An-Nadzir Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Pimpinan An-Nadzir, Al Ustadz M. Samiruddin Pademmui, mengatakan penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan hilal oleh tim khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta penggabungan metode dalil naqli dan pendekatan ilmiah. “Iya, kami menetapkan Iduladha jatuh pada Selasa (26/5),” ujar Samiruddin kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5). Ia menjelaskan, metode yang digunakan An-Nadzir mencakup pengamatan fase bulan, termasuk pemantauan purnama pada hari ke-14 hingga ke-16 bulan sebelumnya, serta observasi bulan sabit tua di ufuk timur dengan metode visual tertentu. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan fenomena alam seperti hujan, petir, angin kencang, dan pasang air laut sebagai indikator pergantian bulan. Menurut Samiruddin, berdasarkan hasil pemantauan, pergantian bulan dari Dzulqaidah ke Dzulhijjah terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 04.03 WITA. Pada saat itu, posisi matahari disebut lebih dahulu terbit dibandingkan bulan, yang oleh metode An-Nadzir dianggap sebagai tanda masuknya bulan baru. “Karena itu, 1 Dzulhijjah 1447 H terhitung mulai Ahad 17 Mei 2026,” jelasnya. Dengan penetapan tersebut, pelaksanaan Salat Iduladha oleh jemaah An-Nadzir akan digelar pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 07.00 WITA. Pihak An-Nadzir juga menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal bulan dalam kalender Hijriah merupakan hal yang wajar dalam khazanah fikih Islam. Mereka mengajak umat untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap saling menghormati dan bijaksana.
Gowa
| Minggu, 24 Mei 2026

Polsek Pesanggrahan Amankan Pelaku Penganiayaan Penumpang JakLingko, Diduga Miliki Riwayat Gangguan Jiwa
Kepolisian Sektor (Polsek) Polsek Pesanggrahan mengamankan seorang perempuan berinisial NS (30) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap penumpang perempuan berinisial B (27) di angkutan JakLingko rute 49 Lebak Bulus–Cipulir. Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan melintas di kawasan Ulujami Raya, Kecamatan Pesanggrahan, pada Kamis (21/5) sekitar pukul 10.20 WIB. Kasus ini kemudian dilaporkan korban ke pihak kepolisian hingga pelaku berhasil ditangkap di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5). Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga memiliki riwayat gangguan jiwa dan baru saja keluar dari rumah sakit jiwa kurang dari satu tahun terakhir. “Yang bersangkutan memang baru saja keluar dari RSJ karena ada riwayat gangguan mental atau kejiwaan,” ujar Seala dalam konferensi pers, Sabtu (23/5). Ia menjelaskan, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji klinis dari rumah sakit jiwa untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Selama proses tersebut, Dinas Sosial turut dilibatkan untuk pendampingan dan penanganan medis. Pihak Dinas Sosial DKI Jakarta juga membenarkan bahwa penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dilakukan secara gratis melalui layanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta didampingi petugas dari lokasi hingga ke rumah sakit rujukan. Adapun dua rumah sakit rujukan yang kerap digunakan dalam penanganan ODGJ adalah RSJ Dr. Soeharto Heerdjan dan RSKD Duren Sawit, dengan penentuan disesuaikan dengan riwayat rekam medis pasien. Menurut keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika pelaku meminta bantuan penumpang lain untuk melakukan tap kartu pembayaran elektronik. Setelah terjadi kesalahpahaman terkait kartu tersebut, pelaku kemudian melakukan penarikan kasar hingga berujung pemukulan terhadap korban. Korban mengaku tidak menyangka pelaku memiliki gangguan kejiwaan, sementara keluarga pelaku menyampaikan permintaan maaf dan menyebut kondisi tersebut muncul setelah yang bersangkutan menikah. Polisi menegaskan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur sambil menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku sebelum menentukan status hukumnya.
Jakarta
| Sabtu, 23 Mei 2026

Kereta Api Petikemas Tabrak Minibus di Perlintasan Tanpa Palang di Sumut, Jalur Sempat Terganggu
Kereta Api Petikemas relasi Belawan–Kuala Tanjung terlibat kecelakaan dengan sebuah minibus di perlintasan sebidang tanpa palang pintu pada kilometer 76+7/8 petak jalan Stasiun Bamban–Stasiun Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Sabtu (23/5) sekitar pukul 08.31 WIB. Manager Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan petugas segera melakukan proses evakuasi agar jalur kereta kembali aman dilalui. Ia juga menyebut penanganan di lokasi perlintasan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. “Masinis dalam kondisi selamat, namun lokomotif mengalami sejumlah kerusakan materiil. Setelah penanganan darurat selesai, KA Petikemas dapat kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 08.45 WIB,” ujar Anwar. Dalam kejadian tersebut, pengemudi minibus telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Pihak KAI juga menyampaikan keprihatinan dan empati kepada korban serta keluarga atas insiden tersebut. Peristiwa ini turut berdampak pada operasional perjalanan kereta api lain. KA Petikemas sempat berhenti luar biasa selama 14 menit untuk pengecekan, sementara KA Putri Deli relasi Medan–Tanjung Balai tertahan sekitar 5 menit di Stasiun Bamban demi memastikan jalur aman dilalui kembali. KAI Divre I Sumut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu. Pengguna jalan diingatkan untuk selalu berhenti, melihat kanan-kiri, dan memastikan jalur aman sebelum melintas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Keselamatan adalah prioritas utama kita bersama,” ujar pihak KAI Divre I Sumut.
Sumut
| Sabtu, 23 Mei 2026

Polda Metro Jaya Selidiki Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar soal Dugaan Penyekapan dan Pengancaman oleh Hercules
Polda Metro Jaya menyatakan akan melakukan penyelidikan atas laporan Ilma Sani Fitriana, anak penulis Ahmad Bahar, terhadap Ketua Umum ormas GRIB Jaya, Rosario de Marshall (Hercules). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyekapan, pengancaman, hingga peretasan akun komunikasi. Ilma melaporkan Hercules ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5) dengan didampingi kuasa hukumnya, Gufroni. Dalam laporan itu, selain Hercules, beberapa anggota GRIB Jaya juga turut dilaporkan karena diduga terlibat dalam penjemputan paksa terhadap Ilma di kawasan Cimanggis, Kota Depok. Kuasa hukum pelapor, Gufroni, menyebut peristiwa yang dialami kliennya mencakup dugaan penyanderaan, penculikan, ancaman verbal, hingga dugaan penggunaan senjata api. Ia juga mengklaim kliennya sempat dibawa ke kantor pusat GRIB Jaya dan mendapat tekanan serta intimidasi. “Di situ ada ancaman-ancaman bahwa dia akan dipenjara, kemudian ditunjukkan pistol untuk menakut-nakuti,” ujar Gufroni kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Selain dugaan penyekapan, pihak pelapor juga melaporkan adanya dugaan peretasan WhatsApp milik Ilma yang disebut menjadi pemicu konflik. Laporan tersebut telah teregister di Polda Metro Jaya pada 22 Mei 2026. Menanggapi laporan tersebut, pihak GRIB Jaya melalui Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP, Marcel Gual, menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang disampaikan pihak pelapor merupakan opini yang perlu dibuktikan di ranah hukum. “Silakan, ini negara hukum. Tinggal nanti dibuktikan siapa pelaku sebenarnya,” ujarnya. Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penyelidik akan mengklarifikasi pelapor, mengumpulkan bukti, serta melakukan pendalaman kasus. Ia menambahkan, apabila ditemukan unsur pidana, kasus akan ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Saat ini, laporan tersebut masih dalam proses awal pendistribusian ke satuan kerja terkait di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Budi juga menjelaskan bahwa dugaan peristiwa terjadi pada 17 Mei 2026, ketika korban disebut didatangi sejumlah orang, kemudian dibawa untuk diinterogasi sebelum akhirnya dipulangkan beberapa jam kemudian.
Jakarta
| Sabtu, 23 Mei 2026

Sopir Taksi Green SM Baru 3 Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi
Polda Metro Jaya mengungkap sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang mengalami kecelakaan tertemper KRL di Bekasi Timur ternyata baru bekerja selama tiga hari sebelum insiden terjadi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan fakta tersebut diketahui setelah penyidik memeriksa RRP sebanyak dua kali pada Selasa (28/4) dan Rabu (29/4). “Dari hasil keterangan sopir taksi yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (30/4). Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) saat taksi listrik yang dikemudikan RRP tertemper KRL jurusan Cikarang-Jakarta di kawasan Bekasi Timur. Dengan demikian, RRP baru tiga hari menjalani pekerjaannya sebagai pengemudi taksi listrik. Selain itu, polisi juga mengungkap RRP hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut sebatas pengenalan dasar kendaraan listrik. “Bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sign, parkir dan lain-lain,” kata Budi. Saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan penanganannya diambil alih Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Polisi menyatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah ditemukan unsur dugaan tindak pidana. Penyidik juga menggandeng Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya gangguan sistem kelistrikan atau komunikasi. “Ini masih kita dalami karena memang kita melihat kejadian baru beberapa hari lalu,” ujar Budi.
Lokal
| Sabtu, 2 Mei 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Pemprov Kalbar Gandeng Perusda Tata Kawasan Parkir Gor Gelora Khatulistiwa
Berita Kalbar, PIFA - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., memimpin Rapat Pengelolaan Lahan Parkir Kawasan Gelora Khatulistiwa Pontianak (GOR) yang dihadiri Perangkat Daerah terkait dan Perusahaan Daerah Kalimantan Barat (Perusda Kalbar) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (16/2/2022) kemarin. Sekda Prov Kalbar menyampaikan penataan kawasan Gelora Khatulistiwa sudah dimulai, diantaranya akan membangun pagar. Kemudian, tahun ini akan membangun pintu gerbang serta pengelolaan parkir yang akan diserahkan kepada Perusahaan Daerah (Perusda). Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan dukungan untuk penguatan dan pemberdayaan Perusda agar dapat berkembang dan terlibat dalam pembangunan perekonomian di Kalimantan Barat melalui kerja sama dalam pemanfaatan Barang Milik Daerah. "Kita ingin Perusda maju, salah satunya dengan usaha perpakiran," jelas Sekda Prov Kalbar. Sistem Pengelolaan Perparkiran (safety parking) sangat diperlukan di kawasan Gelora Khatulistiwa dengan mempertimbangkan Kawasan Gelora Khatulistiwa memiliki potensi penerimaan bagi peningkatan PAD sekaligus menjaga aset-aset pemerintah yang berada di lingkungan Gelora Khatulistiwa, serta mengamankan dari pengguna liar dan bangunan liar yang berada di lingkungan tersebut. "Kita juga ingin agar perparkiran di GOR terkelola dengan baik dengan harapan parkir di Kawasan Gelora Khatulistiwa bisa rapi dan terkelola dengan baik keamanannya. Selain itu, pemerintah daerah juga bisa mendapatkan retribusi dari perparkiran itu," harap Sekda Prov Kalbar. Masih kata Sekda Prov Kalbar, Kawasan Gelora Khatulistiwa memiliki area yang cukup luas sebagai tempat rekreasi dan olahraga serta didukung berbagai sarana dari berbagai cabang olahraga sehingga memiliki potensi penerimaan dari parkir kendaraan yang berkunjung ke lokasi tersebut. "Sehingga nantinya kita akan benar-benar memanfaatkan GOR untuk meningkatkan prestasi atlet," ungkap Sekda Kalbar. (rs)
Kalbar
| Kamis, 17 Februari 2022
Lokal

Bupati Kubu Raya Luncurkan Aplikasi Srikandi dan Buku-buku Unggulan
PIFA, Lokal - Bupati Muda Mahendrawan secara resmi meluncurkan Aplikasi Srikandi, Buku Asal-Usul Nama Daerah di Kabupaten Kubu Raya, dan Buku Kumpulan Puisi Dharma Wanita Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kubu Raya. Acara peluncuran ini berlangsung di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya pada Rabu, 22 November 2023. Aplikasi Srikandi, yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi, adalah sebuah inovasi dalam bidang kearsipan. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pengelolaan arsip dan tata kelola pemerintahan secara efisien dengan memanfaatkan teknologi berbasis elektronik. Selain peluncuran aplikasi, acara ini juga menandai penghargaan kepada perpustakaan desa yang berhasil melaksanakan transformasi inklusi sosial. Penghargaan juga diberikan kepada Pegiat Literasi Kubu Raya Tahun 2023 sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya mereka dalam meningkatkan minat baca dan literasi di masyarakat. Bupati Muda Mahendrawan menyampaikan harapannya bahwa Aplikasi Srikandi dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan arsip dan administrasi pemerintahan. Selain itu, keberhasilan perpustakaan desa dan pegiat literasi juga diapresiasi sebagai langkah positif dalam membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan dan literat. Peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk para pegawai pemerintahan, perwakilan perpustakaan desa, dan para pegiat literasi. Dengan adanya Aplikasi Srikandi, diharapkan proses pengelolaan arsip di Kabupaten Kubu Raya dapat menjadi lebih efisien dan transparan. (hs)
Kubu Raya
| Rabu, 22 November 2023
Lokal

Kabar Gembira, 113 Siswa SMAN 1 Mempawah Hilir Kini Bisa Ikut SNBP
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, LOKAL - Sebanyak 113 siswa eligible dari SMAN 1 Mempawah Hilir akhirnya dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) setelah sempat terkendala dalam proses finalisasi data di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) akibat kelalaian pihak sekolah.Kabar baik itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dalam keterangan tertulis. Harisson mengatakan berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, bahwa tujuh siswa yang sebelumnya belum disetujui dalam sistem PDSS kini telah selesai diinput dan diterima. “Alhamdulilah saya mendapatkan laporan dari Kadis Pendidikan bahwa yang tadi nya 106 siswa yang sudah difinalisasi, alhamdulillah ada tambahan 7 siswa yang tadinya datanya belum lengkap juga sudah selesai difinalisasi atau disetujui. Sehingga 113 siswa eligible SMAN 1 Mempawah seluruhnya dapat mengikuti SNBP,” ungkap Harisson, pada Sabtu (8/2/25).Harisson menjelaskan kembali bahwa sistem PDSS dikelola langsung oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di masing-masing sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi tidak memiliki akses untuk memantau progres entri data dan finalisasi PDSS yang dilakukan oleh sekolah. Sayangnya, beberapa sekolah tidak melaporkan kendala yang mereka hadapi karena merasa ini merupakan kelalaian mereka sendiri. “Kasus di SMAN 1 Mempawah Hilir cepat diketahui karena siswa protes. Saya langsung mengambil langkah cepat dengan mengirim Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, dan operator sekolah untuk meminta kebijakan dari Kemendikti,” jelasnya. Dari temuan tersebut, diketahui bahwa di Kalbar masih ada sekitar 90 sekolah atau 10 persen dari total 893 sekolah yang belum menyelesaikan entri data dan finalisasi di PDSS. Secara nasional, dari total 48.946 sekolah SMA/SMK/MA, baru 21.003 sekolah (42 persen) yang berhasil menyelesaikan proses tersebut hingga tahap finalisasi nilai. Terkait sekolah-sekolah lain yang masih mengalami kendala dalam PDSS, Harisson menyatakan bahwa pihaknya menunggu kebijakan lanjutan dari Kemendikti atau panitia SNPMB. Ia berharap agar pemerintah pusat memberikan perpanjangan waktu bagi sekolah lain untuk menyelesaikan entri data dan finalisasi agar semua siswa eligible dapat mengikuti SNBP tahun ini.







