Lokal
Pria di Ketapang Cabuli Keponakan Saat Belajar Mengaji
Berita Lokal, PIFA – Warga Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, berinisial SU (53), diciduk polisi atas dugaan pencabulan. Korbannya adalah dua keponakannya sendiri berusia 14 dan 9 tahun. Kepala Polisi Resor (Kapolres) Ketapang, AKBP Yani Permana mengatakan, pelaku ditangkap setelah menerima laporan dari orang tua korban. “Pada awalnya orang tua curiga melihat korban yang jadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Saat ditanya, korban akhirnya bercerita,” kata Yani, dalam keterangan tertulis, kemarin. Yani menjelaskan, berdasarkan pengakuan kedua korban, perbuatan cabul terjadi di rumah pelaku saat mereka belajar mengaji dengan pelaku. “Perbuatan cabul telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu,” ucap Yani. Dia menerangkan, pihaknya telah menahan tersangka dan mengamankan barang bukti berupa beberapa helai pakaian serta hasil visum medis kedua korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku juga mengakui telah melakukan pencabulan dan persetubuhan kepada kedua korban,” tandasnya. (ap)
Ketapang
| Senin, 19 September 2022

Trending
Sutarmidji-Didi Haryono: Pasangan Pemimpin Ideal untuk Kalbar
Pontianak
| Minggu, 3 November 2024

Harga Cabai di Pontianak Melambung Tinggi hingga 2 Kali Lipat
Pontianak
| Rabu, 15 Januari 2025

6 Anak di Pontianak Hendak Perang Sarung Ditangkap, Polisi Temukan Senjata Tajam
Pontianak
| Rabu, 26 Maret 2025

Pj Wali Kota Pontianak Apresiasi FFPK ke-5 Sebagai Ajang Kreativitas Anak Muda
Pontianak
| Rabu, 4 Desember 2024

Berikut ini Polres Kubu Raya Sampaikan Pencapain Kinerja Selama Tahun 2021
Kubu Raya
| Jumat, 31 Desember 2021

Pria di Kubu Raya Ditemukan Tewas Tergantung di Depan Kamar Rumahnya
Kubu Raya
| Senin, 6 Januari 2025

Rumah Quran Bentuk Generasi Qurani dan Berakhlakul Karimah
Tim Redaksi
| Sabtu, 4 September 2021

Panen Raya, Muhammad Pagi Tampung Keluhan Warga
Mempawah
| Senin, 13 September 2021

Jepang Darurat Covid-19, Olimpiade Tokyo 2020 Resmi Digelar Tanpa Penonton
Admin
| Jumat, 9 Juli 2021

Kegiatan Pelatihan Perkoperasian Dalam Menyusun Pelaporan Keuangan Dibuka Langsung Oleh Bupati Kapuas Hulu
Tim Redaksi
| Senin, 6 September 2021

Berita Terbaru
Lokal

Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026
Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026
Lokal

Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela
SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.
Lokal
| Senin, 22 Juni 2026
Lokal

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas
GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026
Berita Populer
Lokal

Pria di Ketapang Cabuli Keponakan Saat Belajar Mengaji
Berita Lokal, PIFA – Warga Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, berinisial SU (53), diciduk polisi atas dugaan pencabulan. Korbannya adalah dua keponakannya sendiri berusia 14 dan 9 tahun. Kepala Polisi Resor (Kapolres) Ketapang, AKBP Yani Permana mengatakan, pelaku ditangkap setelah menerima laporan dari orang tua korban. “Pada awalnya orang tua curiga melihat korban yang jadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Saat ditanya, korban akhirnya bercerita,” kata Yani, dalam keterangan tertulis, kemarin. Yani menjelaskan, berdasarkan pengakuan kedua korban, perbuatan cabul terjadi di rumah pelaku saat mereka belajar mengaji dengan pelaku. “Perbuatan cabul telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu,” ucap Yani. Dia menerangkan, pihaknya telah menahan tersangka dan mengamankan barang bukti berupa beberapa helai pakaian serta hasil visum medis kedua korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku juga mengakui telah melakukan pencabulan dan persetubuhan kepada kedua korban,” tandasnya. (ap)
Ketapang
| Senin, 19 September 2022
Lokal

Sutarmidji-Didi Haryono: Pasangan Pemimpin Ideal untuk Kalbar
PIFA, Lokal - Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa, memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji-Didi Haryono. Menurutnya, keduanya adalah figur pemimpin yang cerdas dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.Bebby menekankan bahwa selama memimpin Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, Sutarmidji telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dengan membawa kemajuan signifikan. Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta kebijakan pendidikan gratis menjadi bukti nyata komitmennya dalam memajukan daerah. "Sutarmidji adalah pemimpin yang cerdas dengan rekam jejak yang sangat baik," ujar Bebby saat bertemu warga di Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, pada Jumat (1/11/2024).Lebih lanjut, Bebby menjelaskan bahwa Sutarmidji, yang memiliki pengalaman lengkap sebagai akademisi, anggota DPRD Kota Pontianak, Wakil Wali Kota, Wali Kota, hingga Gubernur Kalbar, telah berhasil melakukan lompatan pembangunan. Ia mencatat bahwa perhatian Sutarmidji terhadap kebutuhan masyarakat terlihat dari peningkatan PAD Kota Pontianak, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan pelayanan kesehatan.“Di Kalbar, banyak prestasi yang beliau tunjukkan. PAD Kalbar juga meningkat,” lanjutnya. Bebby juga mencatat komitmen Sutarmidji dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan program sekolah gratis untuk jenjang SMA dan SMK, pembangunan sekolah baru, serta peningkatan infrastruktur.Bebby menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan pembangunan di Kalbar dan mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan Sutarmidji-Didi Haryono. "Mereka berdua memiliki konsep pembangunan yang solid dan bekerja berdasarkan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.Didi Haryono, mantan Kapolda Kalbar dan putra kelahiran Sambas, diyakini akan semakin memperkuat visi pembangunan Kalbar ke depan.
Pontianak
| Minggu, 3 November 2024
Lokal

Harga Cabai di Pontianak Melambung Tinggi hingga 2 Kali Lipat
PIFA.CO.ID, LOKAL - Harga cabai yang melambung tinggi tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga terjadi di Kalimantan Barat. Seperti di pasar flamboyan, Pontianak, harga cabai saat ini menembus angka Rp 85.000 per kilogram.Kenaikan yang cukup signifikan itu telah terjadi sejak sebulan terakhir. Cabai rawit yang semula dihargai Rp 35.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp85.000 per kilogram. Cabai keriting juga mengalami kenaikan harga dari Rp 25.000 menjadi Rp 65.000 per kilogram.Salah satu pedagang Marianto menuturkan, kenaikan harga cabai disebabkan oleh kurangnya pasokan dari Jawa. "Karena tidak ada stok dari Jawa. Saat ini, pasokan cabai hanya berasal dari Sanggau Ledo dan Rasau Jaya,” ujar Marianto, di Pasar Flamboyan, Rabu (15/01/25).Marianto menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai disebabkan oleh minimnya pasokan dari Pulau Jawa akibat musim hujan yang menghambat panen.“Cabai rawit sudah sebulan ini naik. Karena stok dari Jawa tidak ada. Cuma ada dari Kalimantan, cabai lokal seperti dari Sanggau Ledo dan Rasau Jaya,” jelasnya.Ia mengatakan, kondisi kenaikan harga cabai ini berdampak pada kebiasaan belanja masyarakat.”Biasa cabai beli sekilo, sekarang paling beli Rp10.000, pembeli kini cenderung mengurangi jumlah pembelian cabai,” jelasnya.Kendati demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Bawang merah misalnya, justru mengalami penurunan harga.“Kalau bawang merah agak turun karena ada bawang dari luar datang. Biasa bawang merah harga Rp 45 ribu, sekarang ada yang Rp 35 ribu, bahkan ada yang Rp 30 ribu,” katanya.
Pontianak
| Rabu, 15 Januari 2025
Feeds
Berani Melangkah untuk Pertama Kalinya, Yvanna Zhafira Siap Bersinar di Bujang & Dare Pontianak 2026
Tak semua orang berani mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman. Namun, itulah yang dilakukan Yvanna Zhafira saat memutuskan mengikuti ajang Bujang & Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda ini, kompetisi tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal potensi diri lebih jauh.Ini menjadi pengalaman perdana bagi Yvanna mengikuti ajang yang menguji berbagai aspek, mulai dari wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak. Meski diliputi rasa gugup, semangatnya untuk terus belajar jauh lebih besar."Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.Keputusan mengikuti Bujang & Dare Pontianak juga dipengaruhi oleh sosok-sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang ibu pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah mengemban amanah sebagai duta pariwisata. Dari sanalah tumbuh keinginan untuk ikut mencoba, bukan untuk mengikuti jejak mereka, melainkan membangun perjalanan dan pencapaiannya sendiri.Menurut Yvanna, Bujang & Dare Pontianak merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak."Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.Saat ini, Yvanna terus mempersiapkan diri menjelang masa karantina hingga malam final. Berbagai materi mulai dipelajari, mulai dari wawasan umum, kepariwisataan, budaya lokal, public speaking, hingga pengembangan karakter. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan di atas panggung.Terlepas dari hasil yang akan diraih nantinya, Yvanna percaya bahwa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dengan semangat belajar, tekad yang kuat, dan keinginan untuk terus berkembang, ia siap menunjukkan versi terbaik dirinya serta menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, inspiratif, dan siap membawa dampak positif bagi kota yang dicintainya.
Lokal
| Kamis, 9 Juli 2026

Kebakaran Rumah di Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun, Kakak Selamat Lompat dari Jendela
SURABAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6) siang, dan menewaskan seorang balita perempuan berusia 4 tahun. Balita berinisial KKS (4) ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua rumah yang terbakar hebat. Sementara kakaknya, AAS (11), berhasil selamat meski mengalami luka dan syok setelah nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari bangunan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.17 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Namun saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah yang saat kejadian hanya dihuni dua anak tersebut. “Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah,” kata Rokhim. Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, sehingga petugas harus menjangkau titik api sejauh sekitar 50 meter dari posisi kendaraan pemadam. DPKP Surabaya mengerahkan sejumlah unit pemadam dan tim rescue untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB, sementara proses pendinginan selesai pada pukul 16.15 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk DPKP, BPBD, kepolisian, hingga puskesmas setempat.
Lokal
| Senin, 22 Juni 2026

Pemuda di Garut Ditangkap Usai Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas
GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menangkap seorang pemuda berinisial RH (32) yang diduga menganiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Herman Saputra, mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari satu hari setelah kejadian yang terjadi pada Jumat (19/6) sore. Korban diketahui bernama Wawan Setiawan (52), yang merupakan ayah tiri pelaku. Peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja dan terlibat cekcok dengan pelaku terkait persoalan keluarga. Menurut kepolisian, insiden bermula dari ketidakterimaan pelaku setelah adiknya dimarahi oleh korban. Pertengkaran kemudian berlanjut hingga pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau dapur. Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap Tim Sancang Polres Garut di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (20/6) malam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Saat ini RH telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon Dievakuasi Tim SAR
AMBON – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia di kawasan Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, pada Minggu (21/6). Pendaki bernama Muhammad Syafi'i Alfaruq Dahlan (18) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Niken Ratih pada Minggu (21/6) sekitar pukul 05.30 WIT mengenai adanya pendaki yang mengalami kondisi darurat di gunung tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR segera dikerahkan ke lokasi dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer. Tim tiba di puncak Gunung Kayu Satu sekitar pukul 06.30 WIT setelah melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih dua jam. Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan warga setempat sebelum melakukan proses pencarian dan evakuasi. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.57 WIT dalam kondisi selamat meski mengalami hipotermia. Sebelumnya, korban bersama enam pendaki lainnya yang merupakan mahasiswa Universitas Pattimura melakukan pendakian pada Sabtu malam (20/6) sekitar pukul 22.40 WIT dan berencana berkemah di kawasan tersebut. Namun dalam perjalanan, korban mengalami penurunan kondisi tubuh akibat suhu dingin ekstrem hingga akhirnya membutuhkan pertolongan darurat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa turun gunung dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tim SAR memastikan operasi berjalan lancar dan seluruh proses evakuasi berlangsung aman.
Lokal
| Minggu, 21 Juni 2026

Gunung Awu di Sangihe Masih Berstatus Siaga, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 4 Km
SANGIHE – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berada pada Level III atau status Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Awu, Subandrio K. Puyo, menyampaikan bahwa status tersebut berlaku berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Minggu (21/6). Dalam periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah yang bertiup ke arah utara. Suhu udara tercatat berkisar 26–31 derajat Celsius dengan kelembapan 76–80 persen. Secara visual, puncak Gunung Awu masih terlihat jelas dengan kondisi kabut tipis hingga sedang. Namun, tidak teramati adanya aktivitas asap kawah selama periode pengamatan tersebut. Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat adanya 20 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5–48 milimeter serta durasi gempa berkisar antara 40 hingga 247 detik. Meski demikian, belum ada laporan kejadian signifikan lainnya yang terpantau. Meskipun kondisi relatif stabil, status Gunung Awu tetap berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak gunung. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Sangihe guna mengantisipasi potensi perubahan aktivitas vulkanik.
L
| Minggu, 21 Juni 2026

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sigi, Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Sigi pada Kamis (18/6) sekitar pukul 20.39 WIB. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, episenter gempa berada di darat sekitar 56 kilometer timur laut Sigi pada kedalaman 5 kilometer. Lokasi gempa tercatat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,22 Bujur Timur. Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” ujarnya. Getaran gempa dirasakan masyarakat di wilayah Sigi dan Palu dengan intensitas III MMI, di mana getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah seperti saat truk besar melintas. BMKG menyebut gempa magnitudo 4,7 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sigi pada 16 Juni 2026. Hingga Kamis malam pukul 20.40 WIB, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi 804 gempa susulan (aftershock), dengan gempa terbesar mencapai magnitudo 5,3. Sebelumnya, gempa magnitudo 6,7 yang melanda Sigi mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan ribuan rumah di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.
Lokal
| Kamis, 18 Juni 2026

2 Pria Ditemukan Tewas di Saluran Air Bekasi, Polisi Amankan 4 Orang
Kota Bekasi – Dua jasad pria ditemukan di saluran air kawasan Jalan Mustikajaya, Cimuning, Kota Bekasi, Jumat (19/6). Penemuan tersebut sempat menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, terlihat dua korban tergeletak di dalam got dengan posisi telungkup. Warga yang menemukan kejadian itu kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Andi M Iqbal, membenarkan adanya penemuan dua jenazah tersebut. “Benar, korbannya dua orang,” ujarnya. Polisi juga bergerak cepat dengan mengamankan empat orang yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci kronologi maupun peran masing-masing terduga pelaku. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan motif di balik kejadian itu. Dugaan awal bahwa kasus tersebut merupakan aksi pembegalan masih dalam pendalaman. “Untuk motifnya masih kami selidiki, apakah begal atau apa,” kata Andi. Pihak kepolisian menegaskan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyidikan berjalan.
Lokal
| Jumat, 19 Juni 2026

Gempa M 6,7 di Sulteng Berdampak ke 109 Warga, Puluhan Bangunan Rusak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat akibat gempa tersebut. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujar Abdul dalam keterangan tertulis. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 24 KK atau 69 jiwa terdampak, dengan rincian 21 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas umum di sejumlah daerah. BNPB mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso. Di Kabupaten Sigi, sebanyak 44 rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak ringan, empat fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu bangunan terdampak, dan satu jembatan rusak. Sementara di Kabupaten Poso tercatat lima rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak gempa. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha terdampak, serta sebuah bangunan hotel yang masih dalam tahap pendataan. BNPB juga mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 14.00 WIB pada hari yang sama telah tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Seluruh pasien di RS Anutapura Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Di Kabupaten Poso, warga bersama aparat kepolisian turut melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa. Sementara itu, tenda darurat juga telah didirikan di sejumlah lokasi untuk mendukung penanganan korban. BNPB mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk bangunan yang rusak, serta tenda tambahan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Nasional
| Selasa, 16 Juni 2026

Kekeringan Mulai Meluas, Ribuan Warga di Jabar dan Jateng Kesulitan Air Bersih
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya 2.245 warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Dalam laporan kejadian bencana periode 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, BNPB menyebut fenomena hidrometeorologi kering mulai muncul di beberapa wilayah, di tengah masih terjadinya banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar satu bulan. Kondisi itu menyebabkan 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sementara itu, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kekeringan yang berlangsung sepanjang Juni berdampak pada tiga desa di Kecamatan Kemalang, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. BNPB mencatat sebanyak 393 KK atau 1.445 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan mengakses air bersih. BPBD Kabupaten Klaten bersama pemerintah desa setempat telah berkoordinasi untuk melakukan penanganan, termasuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga. Selain kekeringan, BNPB juga mencatat banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (15/6). Bencana tersebut berdampak pada 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 orang di antaranya harus mengungsi. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalasin, Kelurahan Beriwit, Desa Bahitom, Desa Muara Joloi II, hingga Kelurahan Tumbang Lahung. Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, sementara kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kebakaran yang terjadi pada 11 Juni lalu diduga dipicu cuaca panas serta kondisi vegetasi yang kering sehingga api cepat merambat di area perbukitan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah daerah.
Lokal
| Selasa, 16 Juni 2026

Sungai Cibanten Menghitam, Relawan Soroti Maraknya Pembuangan Sampah Sembarangan
Kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, memprihatinkan. Sungai yang memiliki nilai sejarah penting pada masa Kesultanan Banten itu kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga yang menutupi sebagian aliran sungai. Temuan tersebut terlihat saat Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (14/6). Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengatakan relawan menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sandal bekas, pakaian, styrofoam, hingga limbah rumah tangga lainnya yang dibuang ke sungai maupun area sekitarnya. "Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong," ujar Lulu, Senin (15/6). Menurutnya, saat kegiatan berlangsung, relawan bahkan masih menyaksikan warga yang membuang sampah ke sungai dan lahan kosong. Beberapa di antaranya membuang sampah dari atas jembatan ketika melintas. "Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," katanya. Sungai Cibanten memiliki panjang sekitar 35 kilometer dan pada masa Kesultanan Banten pernah menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan kawasan hulu di Gunung Karang hingga hilir di Karangantu. Kini, kondisi sungai tersebut dipenuhi sampah dan airnya terlihat menghitam. Melihat kondisi itu, para relawan mendorong Pemerintah Kota Serang untuk memperkuat penegakan aturan terkait pengelolaan sampah, khususnya Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021. Selain penegakan hukum, mereka juga mengusulkan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah, termasuk pemasangan kamera pengawas dan operasi penertiban secara rutin. Lulu menilai sanksi sosial yang bersifat edukatif dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya. Ia juga mengusulkan pelanggar diberi kewajiban mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan, sementara pemerintah memperbanyak fasilitas pembuangan sampah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih dan lingkungan menjadi sehat," tutupnya.
Jakarta
| Senin, 15 Juni 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Pria di Ketapang Cabuli Keponakan Saat Belajar Mengaji
Berita Lokal, PIFA – Warga Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, berinisial SU (53), diciduk polisi atas dugaan pencabulan. Korbannya adalah dua keponakannya sendiri berusia 14 dan 9 tahun. Kepala Polisi Resor (Kapolres) Ketapang, AKBP Yani Permana mengatakan, pelaku ditangkap setelah menerima laporan dari orang tua korban. “Pada awalnya orang tua curiga melihat korban yang jadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Saat ditanya, korban akhirnya bercerita,” kata Yani, dalam keterangan tertulis, kemarin. Yani menjelaskan, berdasarkan pengakuan kedua korban, perbuatan cabul terjadi di rumah pelaku saat mereka belajar mengaji dengan pelaku. “Perbuatan cabul telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu,” ucap Yani. Dia menerangkan, pihaknya telah menahan tersangka dan mengamankan barang bukti berupa beberapa helai pakaian serta hasil visum medis kedua korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku juga mengakui telah melakukan pencabulan dan persetubuhan kepada kedua korban,” tandasnya. (ap)
Ketapang
| Senin, 19 September 2022
Lokal

Sutarmidji-Didi Haryono: Pasangan Pemimpin Ideal untuk Kalbar
PIFA, Lokal - Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa, memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji-Didi Haryono. Menurutnya, keduanya adalah figur pemimpin yang cerdas dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.Bebby menekankan bahwa selama memimpin Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, Sutarmidji telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dengan membawa kemajuan signifikan. Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta kebijakan pendidikan gratis menjadi bukti nyata komitmennya dalam memajukan daerah. "Sutarmidji adalah pemimpin yang cerdas dengan rekam jejak yang sangat baik," ujar Bebby saat bertemu warga di Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, pada Jumat (1/11/2024).Lebih lanjut, Bebby menjelaskan bahwa Sutarmidji, yang memiliki pengalaman lengkap sebagai akademisi, anggota DPRD Kota Pontianak, Wakil Wali Kota, Wali Kota, hingga Gubernur Kalbar, telah berhasil melakukan lompatan pembangunan. Ia mencatat bahwa perhatian Sutarmidji terhadap kebutuhan masyarakat terlihat dari peningkatan PAD Kota Pontianak, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan pelayanan kesehatan.“Di Kalbar, banyak prestasi yang beliau tunjukkan. PAD Kalbar juga meningkat,” lanjutnya. Bebby juga mencatat komitmen Sutarmidji dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan program sekolah gratis untuk jenjang SMA dan SMK, pembangunan sekolah baru, serta peningkatan infrastruktur.Bebby menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan pembangunan di Kalbar dan mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan Sutarmidji-Didi Haryono. "Mereka berdua memiliki konsep pembangunan yang solid dan bekerja berdasarkan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.Didi Haryono, mantan Kapolda Kalbar dan putra kelahiran Sambas, diyakini akan semakin memperkuat visi pembangunan Kalbar ke depan.
Pontianak
| Minggu, 3 November 2024
Lokal

Harga Cabai di Pontianak Melambung Tinggi hingga 2 Kali Lipat
PIFA.CO.ID, LOKAL - Harga cabai yang melambung tinggi tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga terjadi di Kalimantan Barat. Seperti di pasar flamboyan, Pontianak, harga cabai saat ini menembus angka Rp 85.000 per kilogram.Kenaikan yang cukup signifikan itu telah terjadi sejak sebulan terakhir. Cabai rawit yang semula dihargai Rp 35.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp85.000 per kilogram. Cabai keriting juga mengalami kenaikan harga dari Rp 25.000 menjadi Rp 65.000 per kilogram.Salah satu pedagang Marianto menuturkan, kenaikan harga cabai disebabkan oleh kurangnya pasokan dari Jawa. "Karena tidak ada stok dari Jawa. Saat ini, pasokan cabai hanya berasal dari Sanggau Ledo dan Rasau Jaya,” ujar Marianto, di Pasar Flamboyan, Rabu (15/01/25).Marianto menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai disebabkan oleh minimnya pasokan dari Pulau Jawa akibat musim hujan yang menghambat panen.“Cabai rawit sudah sebulan ini naik. Karena stok dari Jawa tidak ada. Cuma ada dari Kalimantan, cabai lokal seperti dari Sanggau Ledo dan Rasau Jaya,” jelasnya.Ia mengatakan, kondisi kenaikan harga cabai ini berdampak pada kebiasaan belanja masyarakat.”Biasa cabai beli sekilo, sekarang paling beli Rp10.000, pembeli kini cenderung mengurangi jumlah pembelian cabai,” jelasnya.Kendati demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Bawang merah misalnya, justru mengalami penurunan harga.“Kalau bawang merah agak turun karena ada bawang dari luar datang. Biasa bawang merah harga Rp 45 ribu, sekarang ada yang Rp 35 ribu, bahkan ada yang Rp 30 ribu,” katanya.





