Lokal
Sakit Hati Uang Diambil Korban, Motif Pelaku Tega Bunuh Wanita di Hotel Pontianak
PIFA.CO.ID, LOKAL - Pelaku pembunuhan seorang wanita yang ditemukan tewas di kamar hotel di Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis (12/12/24) sore akhirnya terungkap. Pelaku merupakan teman kencam korban berinisial IK (44) asal Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kalbar.Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe dalam konferensi pers, Selasa (17/12/24) mengungkapkan bahwa, pelaku ini sempat melarikan diri ke Kalimantan Tengah (Kalteng) usai melakukan pembunuhan. Kini pelaku telah di amankan di Polresta Pontianak.Kombes Pol Adhe menjelaskan bahwa, kwjadian berawal saat pelaku dan korban berjanji untuk bertemu di Hotel Borneo pada Kamis siang. Pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan maxim. Sebelum menuju kamar, pelaku sempat ke alfamart terdekat untuk menarik uang membayar ongkos perjalanan.Setelah itu pelaku menuju kamar. Di dalam kamar hotel, pelaku menyimpan uang sebesar Rp3.200.000 di atas meja di samping tempat tidur. Tidak lama kemudian, pelaku mencurigai korban setelah mendapati uangnya berkurang Rp1.200.000. Ketika ditanya, korban membantah mengambil uang tersebut, yang membuat pelaku emosi dan sakit hati.“Dari hasil penyelidikan cerita dari tersangka karena kesal, emosi yang berlebihan tadi sehingga melakukan tindak kekerasan kepada korban,” ungkapnya.Dalam kondisi marah, pelaku langsung memiting korban dari belakang dan menindihnya hingga lemas.“Pelaku melakukan tindak pembunuhan dengan cara mencekik korban, pertama di bekak kemudian terakhir menggunakan kabel pengecas untuk mencekik sampi akhirnya korban meninggal dunia,” ungkapnya.Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku mengambil kembali uangnya yang disembunyikan korban di dalam bantal. Selain itu, pelaku turut membawa kabur dua buah kalung imitasi, dua buah cincin, dan satu unit handphone milik korban. Pelaku kemudian membuang baju yang dikenakannya di sekitar area hotel sebelum melarikan diri menggunakan transportasi daring ke wilayah Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.“Dalam pelariannya, pelaku sempat menjual handphone milik korban seharga Rp400.000 di wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau, sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kalimantan Tengah,” ungkapnya.Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara selama 20 tahun.
Pontianak
| Selasa, 17 Desember 2024

Trending
Potret Bupati dan Wabup Kapuas Hulu saat Ikut Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang
Kapuas Hulu
| Jumat, 28 Februari 2025

Pemprov Kalbar Jamin Stok Kebutuhan Pokok Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H
Kalbar
| Kamis, 21 April 2022

Safari Ramadhan Terakhir, Pemkab Mempawah Kunjungi Asrama Mahasiswa di Pontianak
Mempawah
| Sabtu, 16 April 2022

Pemkab Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kubu Raya
Kubu Raya
| Jumat, 14 Oktober 2022

Tim Opsnal Satreskrim Polres Kubu Raya Amankan Seorang Pria Pelaku Pencurian di Sungai Raya
Kubu Raya
| Rabu, 2 Maret 2022

PTM 100 Persen, Suriansyah Minta Dinas Pastikan Prokes di Sekolah
Kalbar
| Kamis, 21 Juli 2022

Buka Seleksi Calon Peserta MTQ Ke-29 Tingkat Provinsi Kalbar Sekda Sekadau Harapkan Dapat Meraih Prestasi
Sekadau
| Kamis, 7 Oktober 2021

Fransiskus Diaan Harap Ruas Jalan Bongkong - Nanga Dangkan Tingkatkan Akses Warga
Kapuas Hulu
| Kamis, 27 Juni 2024

Tak Terima Ayah dan Adik Dianiaya, Remaja di Sungai Kakap Bacok Nelayan
Kubu Raya
| Kamis, 20 Februari 2025

Asisten I Setda Ketapang Hadiri Peluncuran Hari Pemungutan Suara KPU RI
Ketapang
| Selasa, 15 Februari 2022

Berita Terbaru
Lokal

Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Lokal

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026
Berita Populer
Lokal

Sakit Hati Uang Diambil Korban, Motif Pelaku Tega Bunuh Wanita di Hotel Pontianak
PIFA.CO.ID, LOKAL - Pelaku pembunuhan seorang wanita yang ditemukan tewas di kamar hotel di Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis (12/12/24) sore akhirnya terungkap. Pelaku merupakan teman kencam korban berinisial IK (44) asal Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kalbar.Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe dalam konferensi pers, Selasa (17/12/24) mengungkapkan bahwa, pelaku ini sempat melarikan diri ke Kalimantan Tengah (Kalteng) usai melakukan pembunuhan. Kini pelaku telah di amankan di Polresta Pontianak.Kombes Pol Adhe menjelaskan bahwa, kwjadian berawal saat pelaku dan korban berjanji untuk bertemu di Hotel Borneo pada Kamis siang. Pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan maxim. Sebelum menuju kamar, pelaku sempat ke alfamart terdekat untuk menarik uang membayar ongkos perjalanan.Setelah itu pelaku menuju kamar. Di dalam kamar hotel, pelaku menyimpan uang sebesar Rp3.200.000 di atas meja di samping tempat tidur. Tidak lama kemudian, pelaku mencurigai korban setelah mendapati uangnya berkurang Rp1.200.000. Ketika ditanya, korban membantah mengambil uang tersebut, yang membuat pelaku emosi dan sakit hati.“Dari hasil penyelidikan cerita dari tersangka karena kesal, emosi yang berlebihan tadi sehingga melakukan tindak kekerasan kepada korban,” ungkapnya.Dalam kondisi marah, pelaku langsung memiting korban dari belakang dan menindihnya hingga lemas.“Pelaku melakukan tindak pembunuhan dengan cara mencekik korban, pertama di bekak kemudian terakhir menggunakan kabel pengecas untuk mencekik sampi akhirnya korban meninggal dunia,” ungkapnya.Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku mengambil kembali uangnya yang disembunyikan korban di dalam bantal. Selain itu, pelaku turut membawa kabur dua buah kalung imitasi, dua buah cincin, dan satu unit handphone milik korban. Pelaku kemudian membuang baju yang dikenakannya di sekitar area hotel sebelum melarikan diri menggunakan transportasi daring ke wilayah Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.“Dalam pelariannya, pelaku sempat menjual handphone milik korban seharga Rp400.000 di wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau, sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kalimantan Tengah,” ungkapnya.Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara selama 20 tahun.
Pontianak
| Selasa, 17 Desember 2024
Lokal

Potret Bupati dan Wabup Kapuas Hulu saat Ikut Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang
PIFA.CO.ID, LOKAL - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi, S.M., turut serta dalam Retreat Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada 21-28 Februari 2025, dengan agenda khusus bagi kepala daerah (KDH) dari 21-28 Februari 2025 dan wakil kepala daerah (WKDH) pada 27-28 Februari 2025.Retreat ini menjadi ajang strategis bagi para pemimpin daerah untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta mendalami berbagai kebijakan nasional yang berorientasi pada pembangunan daerah. Dalam momen tersebut, Bupati Fransiskus Diaan dan Wabup Sukardi tampak mengenakan seragam loreng khas kegiatan lapangan di Akmil Magelang.Kegiatan retreat ini melibatkan sesi pelatihan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, penguatan visi pembangunan, serta diskusi dengan berbagai pemangku kebijakan nasional. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Dengan mengikuti retreat ini, diharapkan para kepala daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran dan diskusi dalam kebijakan daerah yang lebih inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat.
Kapuas Hulu
| Jumat, 28 Februari 2025
Lokal

Pemprov Kalbar Jamin Stok Kebutuhan Pokok Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H
Pemerintah Jamin Stok Kebutuhan Pokok dan Keamanan Hari Raya Idul Fitri 1443 Berira Kalbar, PIFA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan kebutuhan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M dipastikan aman dan cukup. "Alhamdulillah, ketersediaan dan distribusi kebutuhan bahan pokok lancar. Diharapkan tidak ada gejolak harga, kecuali minyak goreng yang harganya masih tinggi, tetapi barangnya tersedia. Untuk jenis lainnya saya rasa tidak ada masalah," ungkap Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Kapuas 2022" di Mapolda Kalbar, Rabu (20/4/2022). Untuk menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi gejolak jelang Hari Raya Idul Fitri, tim dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan turun ke pasar-pasar tradisional untuk melakukan pengawasan. Sedangkan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri, H. Sutarmidji telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan Shalat Ied di berbagai lapangan terbuka yang tersebar di Kota Pontianak demi menjaga protokol kesehatan. "Kami akan menyiapkan banyak tempat dengan lapangan terbuka supaya tetap bisa menjaga protokol kesehatan, seperti di Lapangan Kantor Gubernur, Lapangan Masjid Raya Mujahidin. Saya juga sudah meminta Wali Kota Pontianak untuk menyediakan tempat Shalat Idul Fitri di depan Kantor Wali Kota. Jadi harus dipecah sebanyak mungkin supaya tidak terjadi kepadatan," ujar Gubernur Kalbar. Selama merayakan Idul Fitri, masyarakat diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 pasca Hari Raya Idul Fitri. "Semoga kasus COVID-19 di Kalbar tidak meningkat saat hari H dan setelah Idul Fitri. Sehingga, masyarakat bisa khusyuk dan nyaman menikmati silaturahmi setelah 2 tahun terhambat. Kemudian, tetap menjaga protokol kesehatan, terutama jangan sampai melepas masker. Walaupun tingkat penularan COVID-19 sudah sangat menurun, tetapi jangan lengah karena ini adalah virus dimana tidak ada pembatasan penularan ketika seseorang terjangkit. Berbeda dengan penyebaran penyakit lain yang bukan disebabkan oleh virus Corona. Pemahaman ini yang harus disampaikan kepada seluruh masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman. Pemerintah tidak akan mengurangi kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan atau menikmati Hari Raya Idul Fitri. Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemda setempat, Satuan Polisi Pamong Praja, akan disiagakan dan berkoordinasi dengan unsur keamanan lainnya, yaitu TNI-Polri," jelas H. Sutarmidji. Sementara itu, Kapolda Kalbar menjelaskan pengamanan jelang Hari Raya Idul Fitri akan menurunkan 800 personil dari jajaran Polda Kalbar dan ratusan personil lainnya dari setiap Polres yang ada di Kalbar, personil TNI, dan pos pengamanan, guna mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri. "Untuk Pos Pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, masih dalam tahap rapat koordinasi untuk menentukan jumlah pos. Sebanyak 800 personel dari Polda Kalbar akan dilibatkan, belum termasuk personil TNI dan pemda. Personil dari polres-polres yang ada di Kalbar juga akan dikerahkan. Mereka akan mengkaver beberapa titik, seperti tempat keramaian (mall dan pusat perbelanjaan lainnya), kemudian permukiman yang ditinggal mudik oleh pemiliknya," ujar Irjen Pol. Drs. Suryanbodo Asmoro, M.M. Beberapa tempat akan menjadi titik sentral pengawasan karena tingginya mobilitas masyarakat, diantaranya terminal keberangkatan dan kedatangan Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora Pontianak, pelabuhan sungai, dan terminal darat. (rs)
Kalbar
| Kamis, 21 April 2022
Feeds
Kronologi Demo 10 Ribu Pesilat di Surabaya, Dipicu Kasus Pembacokan oleh Debt Collector
Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya sebagai buntut kasus pembacokan terhadap dua anggotanya yang berprofesi sebagai petugas valet parkir. Insiden bermula saat seorang debt collector berupaya menarik mobil yang menunggak cicilan di kawasan hiburan malam, namun berujung cekcok hingga bentrokan. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok debt collector kembali dengan membawa senjata tajam dan diduga membacok para korban. Polisi menyebut tiga orang mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara pelaku utama berinisial SL telah menyerahkan diri dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Pasca kejadian, polisi menggeledah markas debt collector dan menyita sejumlah senjata tajam serta benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Aparat juga mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan aksi PSHT serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

1.839 Personel Gabungan Amankan Aksi PSHT di Surabaya
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT di Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan diperketat menyusul potensi kedatangan massa dari luar kota pasca kasus pembacokan anggota PSHT yang diduga dilakukan seorang debt collector. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk kantor debt collector, Mapolrestabes Surabaya, hingga perbatasan kota. Polisi juga mengimbau anggota PSHT dari luar Surabaya agar tidak memasuki kota guna mencegah potensi bentrokan. Selain itu, aparat diminta mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa dan mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan, mengingat banyak peserta aksi masih berusia muda.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kekeringan Mulai Melanda Depok, Puluhan KK Antre Bantuan Air Bersih
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Depok. Sebanyak 78 kepala keluarga di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan terpaksa mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Tirta Asasta. PMI mengerahkan truk tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air, sekaligus meminjamkan toren berkapasitas 250 liter dan mengedukasi warga agar menggunakan air secara hemat. Kekeringan tahun ini juga meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah di Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah lainnya dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño kuat.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan 56 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi
Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/7) dini hari. Sedikitnya 56 rumah ludes terbakar, mengakibatkan 79 kepala keluarga atau 307 jiwa terdampak dan harus mengungsi. Sebanyak 30 armada dan sekitar 80 personel Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung hingga lebih dari tiga jam karena akses menuju lokasi sempit, bangunan didominasi material kayu, serta angin kencang yang membuat api cepat menyebar. Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sementara warga berharap bantuan logistik segera disalurkan bagi para korban.
Lokal
| Jumat, 31 Juli 2026

Terduga Pelaku Penembakan di Bar Canggu Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Badung – Kepolisian menangkap seorang pria berinisial H yang diduga menjadi pelaku penembakan di Bar The Shady Pig, kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Pelaku diamankan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (18/7) malam. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 02.50 WITA dan mengakibatkan dua orang terluka, yakni seorang petugas keamanan bar berinisial IMYM (32) serta seorang warga negara China berinisial EA (25). Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya insiden tersebut. "Diduga tindak pidana penganiayaan berat dengan menggunakan senpi atau penembakan dengan senjata api," ujar Ayu, Sabtu (18/7). Berawal dari Cekcok Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula ketika pelaku H terlibat percekcokan dengan korban EA di dalam bar. Melihat keributan tersebut, petugas keamanan IMYM berusaha melerai dengan berdiri tepat di depan EA. Saat itulah pelaku diduga melepaskan tembakan. "Akibat dari tembakan tersebut korban (IMYM) lukanya tembus ke belakang sehingga mengenai korban (EA) di belakang dan proyektilnya masih bersarang di pahanya," ungkap Ayu. Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka tembak dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ditangkap Saat Tiba di Jakarta Usai melakukan penembakan, H tidak langsung meninggalkan Bali. Polisi menyebut pelaku sempat bersembunyi sebelum akhirnya terbang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kuta Utara dan Satreskrim Polres Badung kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Polres Bandara Soekarno-Hatta, serta pihak Imigrasi untuk memburu pelaku. Pelarian H akhirnya berakhir setelah ia ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah diamankan, H langsung diterbangkan kembali ke Bali. Pelaku tiba di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (19/7) dini hari dan selanjutnya dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyatakan pihaknya akan menyampaikan keterangan lebih lengkap mengenai penangkapan dan perkembangan penyidikan dalam waktu mendatang.
Lokal
| Sabtu, 18 Juli 2026

Oknum Polisi Ditangkap usai Diduga Rampok Toko Emas di Aceh, Senjata Api Disita
Banda Aceh – Polda Aceh menangkap seorang oknum anggota Polri berinisial MZ (28) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. MZ diketahui merupakan anggota Polres Aceh Selatan. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat melakukan aksi. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pelaku saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. "Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Joko, Minggu (19/7). Joko membenarkan bahwa MZ merupakan anggota aktif Polri. Penanganan kasus tersebut kini diambil alih oleh Polda Aceh guna memastikan proses penyidikan berjalan secara profesional dan transparan. Diduga Terdesak Masalah Ekonomi Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MZ disebut telah mengakui perbuatannya. Penyidik menduga aksi tersebut dilakukan karena pelaku mengalami tekanan ekonomi. "Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas," ujar Joko. Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun fakta-fakta lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Polda Aceh Minta Maaf ke Masyarakat Atas keterlibatan anggotanya dalam perkara ini, Polda Aceh menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Joko. Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas serta menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Enam Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan usai Dugaan Pelecehan Seksual di Grup WhatsApp, Korban Capai 26 Orang
Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa vokasi yang menjadi terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui percakapan di grup WhatsApp. Langkah tersebut diambil untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa. Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan keenam mahasiswa tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan akademik maupun aktivitas kampus selama proses penanganan kasus berlangsung. "Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," kata Iman, Minggu (19/7). Menurutnya, kasus bermula dari laporan mengenai riwayat percakapan tidak etis di sebuah grup WhatsApp yang melibatkan enam mahasiswa. Isi percakapan tersebut kemudian beredar luas hingga akhirnya dilaporkan secara resmi kepada Satgas PPK. Korban Diduga 26 Orang Dari hasil pemeriksaan awal, Satgas PPK mencatat sedikitnya 26 korban dalam kasus tersebut. Mereka terdiri dari 22 mahasiswi dan empat dosen perempuan yang diduga menjadi sasaran objektifikasi dan pelecehan verbal dalam percakapan grup. Iman menjelaskan, penanganan perkara dilakukan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dengan mengedepankan perlindungan korban serta prinsip keadilan, kerahasiaan, dan kehati-hatian. "Dalam penanganan kasus ini ada mekanisme ketat yang dilakukan, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, dan penetapan sanksi oleh rektor," ujarnya. Ia menegaskan, penonaktifan enam mahasiswa tersebut bukan merupakan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur administratif agar proses investigasi dapat berjalan secara independen dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. "Terlapor dinonaktifkan dari semua kegiatan akademik, kecuali untuk urusan pemenuhan kewajiban pemeriksaan kasus ini. Ini bukan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur penanganan," tegas Iman. Investigasi Masih Berlangsung Satgas PPK Unesa masih melakukan pendalaman dengan memeriksa para saksi serta mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang dinilai cukup panjang. "Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil," katanya. Selain fokus pada proses pemeriksaan, Unesa juga memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan hukum apabila diperlukan, serta dukungan akademik. Pihak kampus turut menjamin kerahasiaan identitas korban, pelapor, maupun saksi. "Selain fokus penanganan kasus, pendampingan korban menjadi prioritas kami. Tim Satgas memberikan pendampingan psikologis, memastikan kelancaran dukungan akademik mereka, serta menyiapkan bantuan hukum jika diperlukan," tambahnya. Unesa juga mengimbau seluruh sivitas akademika maupun masyarakat untuk tidak menyebarluaskan tangkapan layar percakapan, identitas korban, maupun informasi yang belum terverifikasi guna mencegah dampak psikologis, sosial, dan digital terhadap para korban. Diduga Gunakan AI untuk Membuat Konten Tak Etis Sebelumnya, Ketua Umum DPM Fakultas Vokasi Unesa, Tegar Eka Pambudi El Akhsan, mengungkapkan terdapat enam mahasiswa yang menjadi terlapor, yakni berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO. Menurut Tegar, grup WhatsApp tersebut awalnya dibuat untuk membahas kegiatan lomba. Namun, seiring waktu, percakapan di dalamnya berubah menjadi diskusi yang diduga mengandung pelecehan verbal, objektifikasi terhadap mahasiswi dan dosen, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten tidak etis yang menargetkan salah satu korban. "Bentuk dugaan pelecehan yang terjadi di dalam grup percakapan tidak hanya berupa pelecehan verbal dan objektifikasi yang bersifat fantasi atau pemenuhan kesenangan pribadi, tetapi juga mencakup penggunaan teknologi kecerdasan buatan AI untuk menghasilkan konten yang tidak etis terhadap salah satu korban," kata Tegar.
Lokal
| Minggu, 19 Juli 2026

Pria di Medan Diduga Bakar Ayah Kandung Usai Cekcok, Korban Alami Luka Bakar
Medan – Seorang pria berinisial EP (39) diduga membakar ayah kandungnya, YL (66), usai terlibat pertengkaran di depan rumah mereka di Jalan Wakaf II, Kelurahan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal Iptu Herman Sentosa mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, EP diketahui tinggal serumah dengan korban dan ibu tirinya. "EP dan korban sempat terlibat cekcok di depan rumah. Warga yang berada di lokasi sempat berusaha melerai pertengkaran tersebut. Kemudian EP mengambil bensin dan menyiramkannya ke tubuh korban," kata Herman, Sabtu (18/7/2026). Setelah menyiramkan bensin, pelaku diduga langsung membakar ayahnya. Kobaran api mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar di bagian tangan dan kaki. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan EP. Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku. "Polisi yang menerima laporan kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan EP. Selain menangkap EP, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang ditemukan dari pelaku," ujar Herman. Pelaku Mengaku Stres Ditinggal Istri Berdasarkan pemeriksaan sementara, EP mengaku nekat membakar ayah kandungnya karena mengalami stres setelah ditinggal istrinya. Meski demikian, polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya. "Informasi yang kami dapat, pelaku ini mengaku stres karena ditinggal istrinya. Tetapi itu masih kami dalami," kata Herman. Saat ini, EP telah diamankan di Polsek Medan Sunggal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya. Polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik aksi pembakaran tersebut. "Kita juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif dari pelaku," tutur Herman.
Lokal
| Jumat, 17 Juli 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Sakit Hati Uang Diambil Korban, Motif Pelaku Tega Bunuh Wanita di Hotel Pontianak
PIFA.CO.ID, LOKAL - Pelaku pembunuhan seorang wanita yang ditemukan tewas di kamar hotel di Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis (12/12/24) sore akhirnya terungkap. Pelaku merupakan teman kencam korban berinisial IK (44) asal Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kalbar.Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe dalam konferensi pers, Selasa (17/12/24) mengungkapkan bahwa, pelaku ini sempat melarikan diri ke Kalimantan Tengah (Kalteng) usai melakukan pembunuhan. Kini pelaku telah di amankan di Polresta Pontianak.Kombes Pol Adhe menjelaskan bahwa, kwjadian berawal saat pelaku dan korban berjanji untuk bertemu di Hotel Borneo pada Kamis siang. Pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan maxim. Sebelum menuju kamar, pelaku sempat ke alfamart terdekat untuk menarik uang membayar ongkos perjalanan.Setelah itu pelaku menuju kamar. Di dalam kamar hotel, pelaku menyimpan uang sebesar Rp3.200.000 di atas meja di samping tempat tidur. Tidak lama kemudian, pelaku mencurigai korban setelah mendapati uangnya berkurang Rp1.200.000. Ketika ditanya, korban membantah mengambil uang tersebut, yang membuat pelaku emosi dan sakit hati.“Dari hasil penyelidikan cerita dari tersangka karena kesal, emosi yang berlebihan tadi sehingga melakukan tindak kekerasan kepada korban,” ungkapnya.Dalam kondisi marah, pelaku langsung memiting korban dari belakang dan menindihnya hingga lemas.“Pelaku melakukan tindak pembunuhan dengan cara mencekik korban, pertama di bekak kemudian terakhir menggunakan kabel pengecas untuk mencekik sampi akhirnya korban meninggal dunia,” ungkapnya.Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku mengambil kembali uangnya yang disembunyikan korban di dalam bantal. Selain itu, pelaku turut membawa kabur dua buah kalung imitasi, dua buah cincin, dan satu unit handphone milik korban. Pelaku kemudian membuang baju yang dikenakannya di sekitar area hotel sebelum melarikan diri menggunakan transportasi daring ke wilayah Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.“Dalam pelariannya, pelaku sempat menjual handphone milik korban seharga Rp400.000 di wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau, sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kalimantan Tengah,” ungkapnya.Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara selama 20 tahun.
Pontianak
| Selasa, 17 Desember 2024
Lokal

Potret Bupati dan Wabup Kapuas Hulu saat Ikut Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang
PIFA.CO.ID, LOKAL - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi, S.M., turut serta dalam Retreat Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada 21-28 Februari 2025, dengan agenda khusus bagi kepala daerah (KDH) dari 21-28 Februari 2025 dan wakil kepala daerah (WKDH) pada 27-28 Februari 2025.Retreat ini menjadi ajang strategis bagi para pemimpin daerah untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta mendalami berbagai kebijakan nasional yang berorientasi pada pembangunan daerah. Dalam momen tersebut, Bupati Fransiskus Diaan dan Wabup Sukardi tampak mengenakan seragam loreng khas kegiatan lapangan di Akmil Magelang.Kegiatan retreat ini melibatkan sesi pelatihan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, penguatan visi pembangunan, serta diskusi dengan berbagai pemangku kebijakan nasional. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Dengan mengikuti retreat ini, diharapkan para kepala daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran dan diskusi dalam kebijakan daerah yang lebih inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat.
Kapuas Hulu
| Jumat, 28 Februari 2025
Lokal

Pemprov Kalbar Jamin Stok Kebutuhan Pokok Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H
Pemerintah Jamin Stok Kebutuhan Pokok dan Keamanan Hari Raya Idul Fitri 1443 Berira Kalbar, PIFA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan kebutuhan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M dipastikan aman dan cukup. "Alhamdulillah, ketersediaan dan distribusi kebutuhan bahan pokok lancar. Diharapkan tidak ada gejolak harga, kecuali minyak goreng yang harganya masih tinggi, tetapi barangnya tersedia. Untuk jenis lainnya saya rasa tidak ada masalah," ungkap Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Kapuas 2022" di Mapolda Kalbar, Rabu (20/4/2022). Untuk menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi gejolak jelang Hari Raya Idul Fitri, tim dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan turun ke pasar-pasar tradisional untuk melakukan pengawasan. Sedangkan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri, H. Sutarmidji telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan Shalat Ied di berbagai lapangan terbuka yang tersebar di Kota Pontianak demi menjaga protokol kesehatan. "Kami akan menyiapkan banyak tempat dengan lapangan terbuka supaya tetap bisa menjaga protokol kesehatan, seperti di Lapangan Kantor Gubernur, Lapangan Masjid Raya Mujahidin. Saya juga sudah meminta Wali Kota Pontianak untuk menyediakan tempat Shalat Idul Fitri di depan Kantor Wali Kota. Jadi harus dipecah sebanyak mungkin supaya tidak terjadi kepadatan," ujar Gubernur Kalbar. Selama merayakan Idul Fitri, masyarakat diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 pasca Hari Raya Idul Fitri. "Semoga kasus COVID-19 di Kalbar tidak meningkat saat hari H dan setelah Idul Fitri. Sehingga, masyarakat bisa khusyuk dan nyaman menikmati silaturahmi setelah 2 tahun terhambat. Kemudian, tetap menjaga protokol kesehatan, terutama jangan sampai melepas masker. Walaupun tingkat penularan COVID-19 sudah sangat menurun, tetapi jangan lengah karena ini adalah virus dimana tidak ada pembatasan penularan ketika seseorang terjangkit. Berbeda dengan penyebaran penyakit lain yang bukan disebabkan oleh virus Corona. Pemahaman ini yang harus disampaikan kepada seluruh masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman. Pemerintah tidak akan mengurangi kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan atau menikmati Hari Raya Idul Fitri. Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemda setempat, Satuan Polisi Pamong Praja, akan disiagakan dan berkoordinasi dengan unsur keamanan lainnya, yaitu TNI-Polri," jelas H. Sutarmidji. Sementara itu, Kapolda Kalbar menjelaskan pengamanan jelang Hari Raya Idul Fitri akan menurunkan 800 personil dari jajaran Polda Kalbar dan ratusan personil lainnya dari setiap Polres yang ada di Kalbar, personil TNI, dan pos pengamanan, guna mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri. "Untuk Pos Pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, masih dalam tahap rapat koordinasi untuk menentukan jumlah pos. Sebanyak 800 personel dari Polda Kalbar akan dilibatkan, belum termasuk personil TNI dan pemda. Personil dari polres-polres yang ada di Kalbar juga akan dikerahkan. Mereka akan mengkaver beberapa titik, seperti tempat keramaian (mall dan pusat perbelanjaan lainnya), kemudian permukiman yang ditinggal mudik oleh pemiliknya," ujar Irjen Pol. Drs. Suryanbodo Asmoro, M.M. Beberapa tempat akan menjadi titik sentral pengawasan karena tingginya mobilitas masyarakat, diantaranya terminal keberangkatan dan kedatangan Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora Pontianak, pelabuhan sungai, dan terminal darat. (rs)







