Lokal
Ketupat Hias Banjiri Aston Ketapang
PIFA, Lokal - Setelah melewati masa krisis pandemi di beberapa tahun sebelumya, tentunya banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk ambil bagian dalam memeriahkan suasana Ramadan tahun ini. Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, dimana umumnya hotel yang disibukkan dengan banyak bookingan paket menginap dan Paket Buka puasa bersama, Aston Ketapang City Hotel justru menambahkan aktivitas yang berbeda yaitu dengan menghadirkan event kreatif untuk anak-anak usia tertentu sebagai selebrasi keceriaan Ramadan tahun ini. Berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Ketapang, sebuah event kreatif yang dikemas dalam lomba mewarnai dan menghias ketupat pun kemudian diselenggarakan. Hingar bingar suara dan tawa anak-anak pun terdengar di sekitaran Aston Ketapang City Hotel. Didampingi para orang tua, anak-anak berbaju muslim dan muslimah berdatangan melawati area lobi hotel dengan membawa meja lipat dan tas ransel berisi peralatan mewarnai dan menghias untuk mengikuti Lomba Mewarnai dan Menghias Ketupat di Ballroom Aston Ketapang City Hotel pada Minggu (9/4/2023). Tidak seperti lomba mewarnai pada umumnya yang mengharuskan anak-anak untuk mewarnai sebuah gambar di atas media datar berukuran A4 atau A3. Lomba mewarnai dan menghias ketupat kali ini pastinya dikemas dengan konsep yang berbeda. Anak-anak diminta untuk mewarnai anyaman ketupat yang terbuat dari kertas yang sudah disediakan oleh panitia penyelenggara. Kegiatan ini cukup mengundang antusias peserta, jumlah orang tua dan anak yang ikut dalam lomba mewarnai dan menghias ketupat kali ini mencapai jumlah 150 orang dari berbagai TK dan PAUD di Kabupaten Ketapang. Hadirnya dua karakter badut pun menambah keceriaan anak-anak, meskipun mereka harus membawa peralatan lomba mewarnai dari rumah masing-masing, tidak menyulutkan semangat mereka untuk ikut andil dalam kompetisi ini. Acara pun dimulai dengan sambutan dari General Manager Aston Ketapang, Bapak Reza Firdaus dilanjutkan sambutan dari perwakilan HIMPAUDI yang diwakili oleh Sekretaris HIMPAUDI Kabupaten Ketapang, Bapak Badaruddin. Peserta lomba kemudian dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu kategori usia 3-4 tahun dan Kategori 5-6 tahun. Hal menarik lainnya dari kegiatan kali ini adalah, panitia penyelenggara menyediakan pohon ketupat yang sudah dipercantik dengan lighting, di mana hasil karya mewarnai dan menghias ketupat oleh seluruh peserta akan digantung di pohon ketupat tersebut untuk dipamerkan kemudian di area hotel hingga momentum Idulfitri. “Pohon ketupat ini memang sengaja kami hadirkan, kami sangat mengapresiasi karena kami tahu betul bahwa anak-anak sudah menumpahkan segala imajinasi dan kreativitas dalam membuat karya-karya indah ini. Kami akan pajang pohon ketupat ini hingga idul fitri, jadi para pengunjung hotel juga bisa lihat langsung betapa kreatifnya anak-anak di Ketapang,” tutur Asst Marketing Communication Manager Aston Ketapang City Hotel, Ujie Muharji. Aktivitas mewarnai memang sudah menjadi salah satu kegiatan favorit bagi anak-anak, khususnya untuk mengisi aktivitas weekend. Selain melatih imajinasi anak melalui warna, mengasah kreativitas, kegiatan mewarnai juga mampu untuk mengembangkan kemampuan motorik anak. Dewan Juri lomba yang terdiri dari Bapak Reza Firdaus selaku General Manager Aston Ketapang City Hotel, dan Ibu Nursilviyanti selaku Pengurus HIMPAUDI Kabupaten Ketapang pun memperhatikan hal-hal di atas yang kemudian menjadikan nilai Kreativitas, komposisi warna, kebersihan dan kerapihan sebagai pedoman untuk memutuskan para pemenang lomba. Masing-masing peserta yang menjadi juara mendapatkan hadiah uang tunai, sertifikat, voucher menginap, Voucher Food & Beverage serta merchandise dari Aston Ketapang City Hotel. Selain itu, panitia penyelenggara juga menyediakan doorprize untuk seluruh peserta yang beruntung. Aktivitas yang berhubungan dengan anak-anak kedepan akan menjadi agenda rutin bagi Aston Ketapang. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah Aston Ketapang City Hotel dapat berkontribusi dan ikut andil dalam mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Ketapang.
Ketapang
| Senin, 10 April 2023

Trending
Prabasa Ingatkan Midji Komitmen Soal Anggaran Pembangunan Jalan Mantap
Kalbar
| Kamis, 3 November 2022

Khitanan Massal HUT Bank Kalbar, Sekda: Tanamkan Keberanian untuk Anak
Kalbar
| Senin, 19 Juni 2023

Seorang Wanita Muda Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym di Pontianak, Diduga Terpental dari Treadmill
Pontianak
| Rabu, 19 Juni 2024

Imasika FMIPA Untan akan Gelar AkSI 2023 ke Landak: Fokus pada Iman, Pendidikan & Kesehatan
Landak
| Senin, 30 Oktober 2023

Kapolda Kalbar Sebut Vaksinasi Dosis Satu di Kalbar Capai 85%
Kalbar
| Sabtu, 12 Maret 2022

Forkopimda Kota Singkawang Bahas Pembelajaran Tatap Muka
Singkawang
| Jumat, 10 September 2021

Sri Mulyani Beberkan Rencana Perpanjangan PPKM Darurat, Berapa Lama?
Admin
| Selasa, 13 Juli 2021

Dukungan Emak-Emak Pontianak dan Kubu Raya untuk Sutarmidji Kian Menguat!
Kalbar
| Rabu, 20 November 2024

Esport Menjadi Peluang Untuk Pelajar, Yayasan Bina Utama Akan Suport Pembinaan Atlet di Sekolah
Pontianak
| Selasa, 14 Desember 2021

Diduga Terlibat Perkelahian Mantan Kapolsek Mandor Meninggal Dunia
Tim Redaksi
| Kamis, 9 September 2021

Berita Terbaru
Lokal

Buat Konten Horor, Kreator Ini Temukan Mayat Pelajar SMP di Bekas Wisata Kampung Gajah Bandung Barat
PIFA, Bandung - Seorang pelajar SMP ditemukan meninggal dunia di kawasan bekas tempat wisata Kampung Gajah, yang berlokasi di Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2) malam.Jasad pelajar kelas VII tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 20.45 WIB oleh seorang konten kreator yang saat itu sedang melakukan live TikTok sambil membuat konten horor di kawasan wisata terbengkalai tersebut.Di tengah proses pembuatan konten, saksi melihat tubuh korban tergeletak di dalam area Kampung Gajah dan langsung melaporkan kejadian tersebut.Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra membenarkan adanya laporan penemuan mayat di lokasi itu.“Betul kemarin malam ada laporan soal penemuan mayat,” ujar Niko saat dihubungi wartawan, Sabtu (14/2).Namun, Niko belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi yang dilakukan di RS Polri Sartika Asih, Kota Bandung.Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial ZAA, seorang remaja laki-laki yang masih duduk di bangku SMP di Kota Bandung.Pada tubuh korban ditemukan dugaan tanda-tanda kekerasan. Disebutkan terdapat luka bekas tusukan pada bagian perut.Hingga kini, polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta mengusut kemungkinan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut.
Bandung
| Jumat, 13 Februari 2026
Lokal

Sejumlah Daerah di Indonesia Dihantui Fenomena Tanah Bergerak, Ribuan Warga Mengungsi
PIFA, Jakarta – Fenomena tanah bergerak terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam waktu berdekatan, mulai dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah hingga Bukittinggi, Sumatera Barat. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta memaksa ribuan warga mengungsi.Di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, tanah bergerak masih aktif hingga pekan kedua Februari 2026. Kepala Desa Padasari, Mashuri, mencatat sebanyak 464 rumah terdampak, dengan 205 rusak berat. Jumlah pengungsi mencapai 2.460 jiwa dari 596 KK.Fenomena serupa juga terjadi di Kelurahan Jangli, Kota Semarang, yang dipicu hujan deras berkepanjangan. Sejumlah warga terpaksa mengungsi karena rumah sudah tidak aman dihuni. Pemkot Semarang mengakui longsor di wilayahnya dipengaruhi kurangnya daerah resapan air dan berencana membangun embung.Di Bukittinggi, Sumatera Barat, pergerakan tanah di kawasan Bukit Cangang Kayu Ramang yang berada di bibir Ngarai Sianok mengancam keselamatan warga. BPBD setempat telah merelokasi 68 orang.Sementara itu di Aceh Tengah, fenomena lubang raksasa yang mirip sinkhole terus meluas dan berpotensi mengancam permukiman warga. Badan Geologi menilai kondisi lereng yang labil serta erosi air menjadi pemicu utama.Para ahli mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama di wilayah lereng curam. Pembangunan di kawasan rawan tetap memungkinkan dilakukan, namun harus melalui pengecekan kekuatan tanah serta pemilihan fondasi yang tepat.
Jakarta
| Kamis, 12 Februari 2026
Berita Populer
Lokal

Ketupat Hias Banjiri Aston Ketapang
PIFA, Lokal - Setelah melewati masa krisis pandemi di beberapa tahun sebelumya, tentunya banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk ambil bagian dalam memeriahkan suasana Ramadan tahun ini. Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, dimana umumnya hotel yang disibukkan dengan banyak bookingan paket menginap dan Paket Buka puasa bersama, Aston Ketapang City Hotel justru menambahkan aktivitas yang berbeda yaitu dengan menghadirkan event kreatif untuk anak-anak usia tertentu sebagai selebrasi keceriaan Ramadan tahun ini. Berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Ketapang, sebuah event kreatif yang dikemas dalam lomba mewarnai dan menghias ketupat pun kemudian diselenggarakan. Hingar bingar suara dan tawa anak-anak pun terdengar di sekitaran Aston Ketapang City Hotel. Didampingi para orang tua, anak-anak berbaju muslim dan muslimah berdatangan melawati area lobi hotel dengan membawa meja lipat dan tas ransel berisi peralatan mewarnai dan menghias untuk mengikuti Lomba Mewarnai dan Menghias Ketupat di Ballroom Aston Ketapang City Hotel pada Minggu (9/4/2023). Tidak seperti lomba mewarnai pada umumnya yang mengharuskan anak-anak untuk mewarnai sebuah gambar di atas media datar berukuran A4 atau A3. Lomba mewarnai dan menghias ketupat kali ini pastinya dikemas dengan konsep yang berbeda. Anak-anak diminta untuk mewarnai anyaman ketupat yang terbuat dari kertas yang sudah disediakan oleh panitia penyelenggara. Kegiatan ini cukup mengundang antusias peserta, jumlah orang tua dan anak yang ikut dalam lomba mewarnai dan menghias ketupat kali ini mencapai jumlah 150 orang dari berbagai TK dan PAUD di Kabupaten Ketapang. Hadirnya dua karakter badut pun menambah keceriaan anak-anak, meskipun mereka harus membawa peralatan lomba mewarnai dari rumah masing-masing, tidak menyulutkan semangat mereka untuk ikut andil dalam kompetisi ini. Acara pun dimulai dengan sambutan dari General Manager Aston Ketapang, Bapak Reza Firdaus dilanjutkan sambutan dari perwakilan HIMPAUDI yang diwakili oleh Sekretaris HIMPAUDI Kabupaten Ketapang, Bapak Badaruddin. Peserta lomba kemudian dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu kategori usia 3-4 tahun dan Kategori 5-6 tahun. Hal menarik lainnya dari kegiatan kali ini adalah, panitia penyelenggara menyediakan pohon ketupat yang sudah dipercantik dengan lighting, di mana hasil karya mewarnai dan menghias ketupat oleh seluruh peserta akan digantung di pohon ketupat tersebut untuk dipamerkan kemudian di area hotel hingga momentum Idulfitri. “Pohon ketupat ini memang sengaja kami hadirkan, kami sangat mengapresiasi karena kami tahu betul bahwa anak-anak sudah menumpahkan segala imajinasi dan kreativitas dalam membuat karya-karya indah ini. Kami akan pajang pohon ketupat ini hingga idul fitri, jadi para pengunjung hotel juga bisa lihat langsung betapa kreatifnya anak-anak di Ketapang,” tutur Asst Marketing Communication Manager Aston Ketapang City Hotel, Ujie Muharji. Aktivitas mewarnai memang sudah menjadi salah satu kegiatan favorit bagi anak-anak, khususnya untuk mengisi aktivitas weekend. Selain melatih imajinasi anak melalui warna, mengasah kreativitas, kegiatan mewarnai juga mampu untuk mengembangkan kemampuan motorik anak. Dewan Juri lomba yang terdiri dari Bapak Reza Firdaus selaku General Manager Aston Ketapang City Hotel, dan Ibu Nursilviyanti selaku Pengurus HIMPAUDI Kabupaten Ketapang pun memperhatikan hal-hal di atas yang kemudian menjadikan nilai Kreativitas, komposisi warna, kebersihan dan kerapihan sebagai pedoman untuk memutuskan para pemenang lomba. Masing-masing peserta yang menjadi juara mendapatkan hadiah uang tunai, sertifikat, voucher menginap, Voucher Food & Beverage serta merchandise dari Aston Ketapang City Hotel. Selain itu, panitia penyelenggara juga menyediakan doorprize untuk seluruh peserta yang beruntung. Aktivitas yang berhubungan dengan anak-anak kedepan akan menjadi agenda rutin bagi Aston Ketapang. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah Aston Ketapang City Hotel dapat berkontribusi dan ikut andil dalam mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Ketapang.
Ketapang
| Senin, 10 April 2023
Lokal

Prabasa Ingatkan Midji Komitmen Soal Anggaran Pembangunan Jalan Mantap
Berita Lokal, PIFA - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur mengingatkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan anggaran yang cukup untuk pembangunan infrastruktur jalan mantap. Pemerintahan Sutarmidji-Ria Norsan sendiri menargetkan membangun infrastruktur jalan mantap mencapai 80 persen hingga akhir masa jabatannya. "Semoga bisa. Jangan usulan target 80 persen, tapi dananya tidak bisa tercapai," kata Prabasa, kemarin. Target 80 persen jalan mantap tersebut dinilai sangat bagus. DPRD Kalbar, sambung Prabasa, mendukung target tersebut. Legislator Partai Golkar ini memastikan, akan melihat berapa anggaran infrastruktur yang dianggarkan di Dinas Pekerjaan Umum. "Bakal dilihat berapa anggaran yang dianggarkan Pemprov Kalbar terkait aspirasi disampaikan semua fraksi masalah infrastruktur," terangnya. Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, sebelumnya mengaku optimis target 80 persen jalan mantap bakal terwujud. Hal itu dia sampaikan dalam jawaban Gubernur terhadap pandangan fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD Kalbar Tahun Anggaran 2023. "Sudah kita jawab, ruas-ruas jalan yang akan dibangun sudah disampaikan. Kalau itu dibangun Insyaallah jalan mantap di Kalbar 80 persen," tandasnya. (ap)
Kalbar
| Kamis, 3 November 2022
Lokal

Khitanan Massal HUT Bank Kalbar, Sekda: Tanamkan Keberanian untuk Anak
PIFA, Lokal - Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson menghadiri khitanan massal dalam rangka HUT Bank Kalbar ke-59 tahun 2023, di aula gedung Diklat Dana Pensiun Bank Kalbar Jalan Untung Suropati Pontianak, Minggu (18/6/2023). "Dengan mengusung tema Lets Go Charity Program sungguh terasa manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti kegiatan hari ini yang sangat mulia. Karena ini manifestasi pelaksanaan ibadah, kita doakan mudah-mudahan anak yang baru dikhitan ini akan menjadi anak yang saleh, taat pada agama, berbakti pada kedua orang tuanya berguna pada nusa dan bangsa," harapnya. Kemudian dia juga menjelaskan, bahwa dengan kegiatan ini diharapkan sejak dini anak-anak sudah diajarkan akan pentingnya kesehatan dan kebersihan serta meminimalisir resiko penularan penyakit, "Jadi kepada anak-anakku, buang rasa takut untuk dikhitan, sakit yang dirasa hanya sebentar, karena ketika sudah dikhitan kalian harus bangga, itu artinya kalian sudah tambah dewasa, maka jadilah anak yang baik, berbakti pada orang tua, rajin ibadah dan terus belajar," harapnya. Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi menjelaskan kegiatan ini sudah tiga tahun vakum. Tahun ini dimulainya pelaksanaan beberapa kegiatan seperti donor darah yang menargetkan 400 kantong darah bagi PMI Kalbar namun hanya 270 kantong darah yang bisa diberikan. "Pada hari ini kami menargetkan 150 orang, anak-anak yang akan dikhitan, dan dari informasi panitia sudah ada 145 orang yang mendaftar akan dikhitan pada hari ini," katanya. Dia menjelaskan, banyak rangkaian kegiatan dari Bank Kalbar yang bersifat sosial. Selain donor darah dan sunatan massal, juga kegiatan bantuan kepada para duafa, fakir miskin, yatim piatu, juga melakukan anjangsana (silaturahmi) kepada para mantan pejabat Bank Kalbar yang dulu pernah membesarkan Bank Kalbar. "Insyaallah, apabila pada saat pandemi Covid-19, ini telah dicabut oleh pemerintah. Maka kegiatan Bank Kalbar akan kami laksanakan dengan semaksimal mungkin, karena bagaimana pun Bank Kalbar adalah bank kita, milik kita dan oleh karena itu sudah sewajarnya kita akan darma baktikan untuk kepentingan masyarakat," tutup Rokidi. Usai menyampaikan sambutannya, Sekretaris Daerah Kalbar dan para komisaris dan direksi yang hadir berkesempatan memberikan bingkisan kepada perwakilan peserta khitanan massal, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan peserta yang sedang dikhitan. (ap)
Kalbar
| Senin, 19 Juni 2023
Feeds
Buat Konten Horor, Kreator Ini Temukan Mayat Pelajar SMP di Bekas Wisata Kampung Gajah Bandung Barat
PIFA, Bandung - Seorang pelajar SMP ditemukan meninggal dunia di kawasan bekas tempat wisata Kampung Gajah, yang berlokasi di Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2) malam.Jasad pelajar kelas VII tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 20.45 WIB oleh seorang konten kreator yang saat itu sedang melakukan live TikTok sambil membuat konten horor di kawasan wisata terbengkalai tersebut.Di tengah proses pembuatan konten, saksi melihat tubuh korban tergeletak di dalam area Kampung Gajah dan langsung melaporkan kejadian tersebut.Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra membenarkan adanya laporan penemuan mayat di lokasi itu.“Betul kemarin malam ada laporan soal penemuan mayat,” ujar Niko saat dihubungi wartawan, Sabtu (14/2).Namun, Niko belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi yang dilakukan di RS Polri Sartika Asih, Kota Bandung.Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial ZAA, seorang remaja laki-laki yang masih duduk di bangku SMP di Kota Bandung.Pada tubuh korban ditemukan dugaan tanda-tanda kekerasan. Disebutkan terdapat luka bekas tusukan pada bagian perut.Hingga kini, polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta mengusut kemungkinan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut.
Bandung
| Jumat, 13 Februari 2026

Sejumlah Daerah di Indonesia Dihantui Fenomena Tanah Bergerak, Ribuan Warga Mengungsi
PIFA, Jakarta – Fenomena tanah bergerak terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam waktu berdekatan, mulai dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah hingga Bukittinggi, Sumatera Barat. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta memaksa ribuan warga mengungsi.Di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, tanah bergerak masih aktif hingga pekan kedua Februari 2026. Kepala Desa Padasari, Mashuri, mencatat sebanyak 464 rumah terdampak, dengan 205 rusak berat. Jumlah pengungsi mencapai 2.460 jiwa dari 596 KK.Fenomena serupa juga terjadi di Kelurahan Jangli, Kota Semarang, yang dipicu hujan deras berkepanjangan. Sejumlah warga terpaksa mengungsi karena rumah sudah tidak aman dihuni. Pemkot Semarang mengakui longsor di wilayahnya dipengaruhi kurangnya daerah resapan air dan berencana membangun embung.Di Bukittinggi, Sumatera Barat, pergerakan tanah di kawasan Bukit Cangang Kayu Ramang yang berada di bibir Ngarai Sianok mengancam keselamatan warga. BPBD setempat telah merelokasi 68 orang.Sementara itu di Aceh Tengah, fenomena lubang raksasa yang mirip sinkhole terus meluas dan berpotensi mengancam permukiman warga. Badan Geologi menilai kondisi lereng yang labil serta erosi air menjadi pemicu utama.Para ahli mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama di wilayah lereng curam. Pembangunan di kawasan rawan tetap memungkinkan dilakukan, namun harus melalui pengecekan kekuatan tanah serta pemilihan fondasi yang tepat.
Jakarta
| Kamis, 12 Februari 2026

Bupati Kotim Instruksikan Disdik Telusuri Isu Pungli Berkedok Iuran Komite Sekolah
PIFA, Kotim – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk menelusuri kembali isu pungutan liar (pungli) yang diduga berkedok sumbangan atau iuran komite sekolah. Instruksi tersebut disampaikan menyusul kembali mencuatnya isu iuran komite sekolah di wilayah Kotim, khususnya di Kota Sampit. “Sebelum-sebelumnya kan sudah sering disampaikan terkait komite sekolah, karena sekolah itu sudah ditanggung lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), baik itu yang dari pusat maupun daerah. Ini malah ada lagi isu terkait iuran komite, jadi saya minta Disdik monitor dan selesaikan itu,” kata Halikinnor di Sampit, Rabu. Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar program pendidikan di Kotim tetap berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku, serta memastikan tidak ada praktik pungutan yang memberatkan peserta didik maupun wali murid. Halikinnor menjelaskan, aturan mengenai komite sekolah telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016. Dalam regulasi tersebut, komite sekolah memiliki tugas sebagai jembatan komunikasi antara orang tua murid, sekolah, serta masyarakat. Selain itu, komite sekolah juga berperan mendukung dan mengawasi program sekolah, memberikan masukan terkait kebijakan pendidikan, hingga menindaklanjuti aspirasi peserta didik dan orang tua. Namun, dalam hal penggalangan dana, Halikinnor mengingatkan ada ketentuan yang harus dipatuhi. Penggalangan dana harus bersifat sukarela, tanpa menentukan nominal maupun waktu pembayaran. Menurutnya, iuran rutin yang bersifat wajib otomatis tidak termasuk dalam konsep sumbangan sukarela. “Jadi jangan ada komite yang dengan alasan membangun, lalu memungut kepada peserta didik kita. Apalagi kita sekarang mengusahakan agar pendidikan itu gratis. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak bersekolah,” tegasnya. Ia mengakui, terdapat kondisi tertentu yang mendorong komite sekolah melakukan penggalangan dana. Namun hal itu tetap harus mengacu pada aturan, yakni bersifat sukarela dan tidak menetapkan nominal tertentu agar tidak membebani wali murid. Sementara itu, Halikinnor juga mengingatkan pihak sekolah agar tidak melakukan pungutan dengan alasan apapun, mengingat operasional sekolah sudah ditanggung pemerintah melalui dana BOS. Bupati Kotim menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kotim menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Terlebih dengan adanya program wajib belajar 13 tahun, segala bentuk pungutan tambahan yang memberatkan wali murid dinilai dapat mencederai semangat pemerataan akses pendidikan di daerah tersebut.
Kotim
| Rabu, 11 Februari 2026

40 Warga DIY Dirawat Usai Gempa M 6,2 Pacitan, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
PIFA, Yogyakrta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 40 orang menjalani perawatan medis akibat gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari. Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, hingga laporan sementara diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Sementara tidak ada korban jiwa,” ujar Agustinus saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Jumat. Seluruh korban terdampak saat ini mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah DIY, termasuk rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY, dampak kerusakan tercatat di beberapa wilayah. Di Kota Yogyakarta, kerusakan terjadi di Kapanewon Umbulharjo berupa atap balai kampung. Sementara di Kabupaten Bantul, gempa berdampak di 10 kapanewon, yakni Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan. Kerusakan meliputi delapan rumah, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan. Adapun hingga laporan terakhir, BPBD DIY menyatakan tidak ada informasi dampak kerusakan maupun korban jiwa di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. “Data bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru,” kata Ruruh. Sebelumnya, BMKG menyampaikan gempa bermagnitudo 6,2 tersebut berpusat di laut sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 58 kilometer. Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah DIY dengan intensitas berbeda. Di Kabupaten Bantul dan Sleman, guncangan dirasakan pada skala IV MMI, sedangkan di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul pada skala III MMI.
Yogyakarta
| Jumat, 6 Februari 2026

Polisi Amankan 21 Karung Cacahan Uang Rupiah di TPS Liar Kabupaten Bekasi
PIFA, Bekasi - Polisi mengamankan sebanyak 21 karung yang diduga berisi cacahan uang kertas rupiah di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan material oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Langkah ini kami ambil untuk mencegah penyalahgunaan material tersebut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah di Cikarang, Rabu (4/2). AKP Usep menjelaskan, temuan cacahan uang tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kemudian diperkuat oleh informasi di media sosial. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan barang bukti. “Kami mengamankan lokasi dan barang bukti agar tidak menjadi konsumsi publik yang tidak bertanggung jawab. Saat ini kami mengamankan sekitar 21 karung berisi cacahan kertas yang diduga merupakan potongan uang pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp2 ribu,” ujarnya. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi, terdiri atas pemilik lahan serta tiga pekerja pemilah sampah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk mendalami dugaan aktivitas pengelolaan sampah ilegal di lokasi tersebut. Polisi turut berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan status cacahan tersebut, apakah merupakan uang asli, uang palsu, atau jenis limbah lainnya. “Sebab, bagaimanapun juga, uang adalah dokumen negara yang harus diamankan,” kata Usep. Sementara itu, Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, cacahan tersebut dipastikan merupakan uang rupiah asli. “Iya, itu cacahan uang asli,” kata Dedi. Ia menambahkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta kepolisian setempat untuk menelusuri asal-usul cacahan uang tersebut. Di sisi lain, pemilik lahan bernama Santo (65) mengaku tidak mengetahui bahwa material yang dibuang di lahannya merupakan potongan uang. Menurutnya, material tersebut digunakan untuk menguruk lahan yang dimanfaatkan sebagai tempat pemilahan sampah. “Awalnya saya memang butuh urugan, Pak. Kalau harus pakai biaya sendiri saya enggak kuat. Jadi waktu ada yang buang, ya dimanfaatkan saja. Saya enggak tahu kalau itu potongan uang,” ujar Santo. Santo menyebut pembuangan cacahan kertas tersebut dilakukan oleh seseorang berinisial K-S menggunakan mobil dump truck sejak sekitar enam bulan terakhir. Aktivitas pembuangan tidak berlangsung setiap hari, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu. “Setelah kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, aktivitas pembuangan di lahan saya telah dihentikan. Sekarang tutup, kalau memang ada barang tidak diperbolehkan ya kita tutup,” katanya.
Bekasi
| Kamis, 5 Februari 2026

Sejarah Gedung Sate: Dari Kantor Kolonial hingga Ikon Jawa Barat
PIFA, Bandung - Gedung Sate merupakan salah satu bangunan paling ikonik di Bandung sekaligus simbol pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Bangunan yang dikenal dengan ornamen enam tusuk menyerupai sate di puncak menaranya ini bukan sekadar landmark kota, tetapi juga saksi sejarah panjang perjalanan administrasi, politik, dan arsitektur di Indonesia. Awal Pembangunan di Masa Kolonial Gedung Sate mulai dibangun pada tahun 1920 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pembangunan gedung ini tidak terlepas dari rencana besar pemerintah kolonial yang saat itu berencana memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Kota Bandung dipilih karena letaknya yang strategis, iklimnya lebih sejuk, serta dianggap lebih aman dari ancaman serangan laut. Bangunan ini awalnya dirancang sebagai Gouvernements Bedrijven atau Kantor Departemen Perusahaan Pemerintah Hindia Belanda. Arsiteknya adalah J. Gerber, seorang arsitek Belanda yang memadukan gaya arsitektur Eropa dengan unsur lokal Nusantara. Proses pembangunannya melibatkan sekitar 2.000 pekerja, termasuk tenaga ahli dari Tiongkok dan masyarakat lokal. Arsitektur Unik: Perpaduan Barat dan Timur Salah satu keunikan Gedung Sate terletak pada gaya arsitekturnya. Gedung ini mengusung konsep Indo-Eropa, yaitu perpaduan arsitektur Renaissance Italia dengan elemen tradisional Indonesia, terutama pada bentuk atap yang menyerupai bangunan candi di Jawa. Ornamen enam tusuk di puncak menara Gedung Sate sering disalahartikan sebagai hiasan semata. Padahal, ornamen tersebut melambangkan biaya pembangunan gedung sebesar enam juta gulden pada masanya. Dari sinilah kemudian muncul sebutan populer “Gedung Sate” di kalangan masyarakat Bandung. Peran Strategis Pasca Kemerdekaan Setelah Indonesia merdeka, Gedung Sate mengalami perubahan fungsi. Bangunan ini kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan daerah. Sejak tahun 1980-an, Gedung Sate resmi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat, sekaligus pusat administrasi pemerintahan provinsi. Gedung ini juga memiliki nilai historis yang tinggi karena pernah menjadi lokasi peristiwa penting, termasuk insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata pada 3 Desember 1945 yang menyebabkan tujuh pemuda pejuang gugur dalam upaya mempertahankan gedung dari pasukan Sekutu. Dari Kantor Pemerintahan ke Ikon Budaya Seiring waktu, Gedung Sate tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tetapi juga berkembang menjadi ikon budaya dan pariwisata Jawa Barat. Kawasan sekitarnya sering menjadi lokasi kegiatan publik, acara kenegaraan, hingga perayaan hari besar. Pada tahun 2017, Museum Gedung Sate resmi dibuka untuk umum. Museum ini menyajikan sejarah pembangunan, arsitektur, dan peran Gedung Sate dalam perjalanan Jawa Barat, lengkap dengan teknologi digital dan diorama interaktif. Simbol Jawa Barat hingga Kini Hingga hari ini, Gedung Sate tetap berdiri megah sebagai simbol pemerintahan, sejarah, dan identitas Jawa Barat. Keberadaannya merepresentasikan perjalanan panjang dari masa kolonial, era perjuangan kemerdekaan, hingga Indonesia modern. Lebih dari sekadar bangunan, Gedung Sate adalah pengingat bahwa Bandung dan Jawa Barat memiliki peran penting dalam sejarah bangsa—sebuah warisan arsitektur yang terus hidup dan relevan lintas generasi.
Bandung
| Selasa, 3 Februari 2026

Jawa Tengah Dilanda 45 Kejadian Bencana, Pemprov Imbau Warga Tetap Waspada
PIFA, Lokal - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya terjadi 45 kejadian bencana alam di berbagai wilayah sepanjang 1–25 Januari 2025. Sejumlah bencana tersebut membuat masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan masih tinggi. Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan potensi hujan diperkirakan masih berlangsung hingga 9 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, serta cuaca ekstrem yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Akibat rangkaian bencana tersebut, tercatat tujuh orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, 9.729 warga mengungsi, dan sebanyak 308.108 orang terdampak. Selain korban jiwa, bencana juga mengakibatkan kerusakan rumah tinggal, fasilitas umum, serta lahan pertanian dan perikanan. Sumarno menyampaikan bahwa Pemprov Jateng telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk merespons kondisi tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain rekayasa cuaca serta memastikan distribusi logistik bagi warga terdampak berjalan lancar. "Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis," kata Sumarno di Semarang, Senin. Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan akses jalur logistik yang terdampak bencana. Menurutnya, keberhasilan membuka kembali jalur distribusi sangat krusial agar bantuan pangan dan layanan medis dapat menjangkau lokasi pengungsian. Pemprov Jateng juga melakukan optimalisasi pompa air guna mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah. Sementara di lokasi pengungsian, layanan pemulihan trauma dan psikososial turut disediakan bagi para korban. Anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak banjir secara rutin mendapatkan pendampingan psikososial dan trauma healing dari petugas di lapangan. Meski saat ini fokus utama masih pada penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menegaskan bahwa rencana rehabilitasi pascabencana telah disiapkan. Tahap perbaikan infrastruktur akan segera dilakukan setelah kondisi cuaca dinilai stabil. "Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak," ujarnya.
Jawa Tengah
| Selasa, 3 Februari 2026

Sejarah Julukan Kota Kembang dan Paris van Java yang Melekat pada Bandung
PIFA, Bandung - Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak julukan. Dua di antaranya yang paling populer dan terus melekat hingga kini adalah “Kota Kembang” dan “Paris van Java”. Julukan-julukan tersebut bukan sekadar sebutan romantis, melainkan lahir dari latar sejarah, kondisi geografis, hingga perkembangan sosial budaya kota Bandung pada masa lalu. Asal-usul Julukan Kota Kembang Julukan Kota Kembang diyakini muncul pada masa kolonial Belanda. Pada awal abad ke-20, Bandung dikenal sebagai kota yang dipenuhi taman-taman indah, pepohonan rindang, dan bunga-bunga yang tumbuh subur. Letak geografis Bandung yang berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk membuat berbagai jenis tanaman hias mudah berkembang. Pemerintah kolonial kala itu memang menata Bandung sebagai kota peristirahatan dan hunian elite Eropa. Banyak rumah besar dengan halaman luas, ditata dengan taman dan bunga warna-warni. Pemandangan inilah yang kemudian melahirkan citra Bandung sebagai kota yang cantik dan asri, layaknya bunga yang bermekaran. Selain itu, istilah Kota Kembang juga kerap dimaknai sebagai simbol keindahan warganya, khususnya perempuan Bandung yang dikenal anggun dan menawan. Makna simbolik ini semakin memperkuat popularitas julukan tersebut di kalangan masyarakat. Lahirnya Julukan Paris van Java Sementara itu, julukan Paris van Java mulai populer sekitar dekade 1920–1930-an. Bandung saat itu berkembang pesat sebagai pusat gaya hidup kaum elite Eropa di Hindia Belanda. Jalan Braga menjadi ikon utama, dipenuhi butik mode, kafe, restoran, bioskop, dan pertokoan mewah yang mengadopsi gaya Eropa modern. Arsitektur bangunan di Bandung banyak mengusung gaya art deco dan modernisme, mirip dengan kota-kota besar di Eropa. Suasana ini mengingatkan para pendatang Eropa pada Paris, ibu kota Prancis yang dikenal sebagai pusat mode, seni, dan budaya. Dari situlah muncul sebutan Paris van Java, yang secara harfiah berarti “Paris di Pulau Jawa”. Julukan ini juga mencerminkan gaya hidup kosmopolitan Bandung pada masa itu. Kota ini menjadi pusat pergaulan, hiburan, dan kreativitas, sekaligus tempat lahirnya tren busana dan gaya hidup modern di Hindia Belanda. Bandung dalam Perubahan Zaman Seiring berjalannya waktu, wajah Bandung tentu mengalami banyak perubahan. Pembangunan kota, pertumbuhan penduduk, dan dinamika sosial membawa tantangan tersendiri bagi identitas Bandung. Namun, julukan Kota Kembang dan Paris van Java tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Kedua julukan tersebut kini lebih dimaknai sebagai warisan sejarah dan identitas budaya. Taman kota, ruang terbuka hijau, kawasan heritage, serta geliat industri kreatif menjadi upaya untuk mempertahankan ruh Bandung sebagai kota yang indah, kreatif, dan berkarakter. Makna Julukan bagi Identitas Bandung Julukan Kota Kembang dan Paris van Java bukan hanya romantisme masa lalu, melainkan cerminan perjalanan panjang Bandung sebagai kota yang terus berkembang. Keduanya menggambarkan keindahan alam, tata kota, serta dinamika budaya yang pernah dan masih melekat hingga hari ini. Di tengah modernisasi, julukan-julukan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keindahan, kreativitas, dan karakter Bandung agar tetap menjadi kota yang nyaman ditinggali sekaligus memikat untuk dikunjungi.
Lokal
| Senin, 2 Februari 2026


Berita Rekomendasi
Lokal

Ketupat Hias Banjiri Aston Ketapang
PIFA, Lokal - Setelah melewati masa krisis pandemi di beberapa tahun sebelumya, tentunya banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk ambil bagian dalam memeriahkan suasana Ramadan tahun ini. Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, dimana umumnya hotel yang disibukkan dengan banyak bookingan paket menginap dan Paket Buka puasa bersama, Aston Ketapang City Hotel justru menambahkan aktivitas yang berbeda yaitu dengan menghadirkan event kreatif untuk anak-anak usia tertentu sebagai selebrasi keceriaan Ramadan tahun ini. Berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Ketapang, sebuah event kreatif yang dikemas dalam lomba mewarnai dan menghias ketupat pun kemudian diselenggarakan. Hingar bingar suara dan tawa anak-anak pun terdengar di sekitaran Aston Ketapang City Hotel. Didampingi para orang tua, anak-anak berbaju muslim dan muslimah berdatangan melawati area lobi hotel dengan membawa meja lipat dan tas ransel berisi peralatan mewarnai dan menghias untuk mengikuti Lomba Mewarnai dan Menghias Ketupat di Ballroom Aston Ketapang City Hotel pada Minggu (9/4/2023). Tidak seperti lomba mewarnai pada umumnya yang mengharuskan anak-anak untuk mewarnai sebuah gambar di atas media datar berukuran A4 atau A3. Lomba mewarnai dan menghias ketupat kali ini pastinya dikemas dengan konsep yang berbeda. Anak-anak diminta untuk mewarnai anyaman ketupat yang terbuat dari kertas yang sudah disediakan oleh panitia penyelenggara. Kegiatan ini cukup mengundang antusias peserta, jumlah orang tua dan anak yang ikut dalam lomba mewarnai dan menghias ketupat kali ini mencapai jumlah 150 orang dari berbagai TK dan PAUD di Kabupaten Ketapang. Hadirnya dua karakter badut pun menambah keceriaan anak-anak, meskipun mereka harus membawa peralatan lomba mewarnai dari rumah masing-masing, tidak menyulutkan semangat mereka untuk ikut andil dalam kompetisi ini. Acara pun dimulai dengan sambutan dari General Manager Aston Ketapang, Bapak Reza Firdaus dilanjutkan sambutan dari perwakilan HIMPAUDI yang diwakili oleh Sekretaris HIMPAUDI Kabupaten Ketapang, Bapak Badaruddin. Peserta lomba kemudian dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu kategori usia 3-4 tahun dan Kategori 5-6 tahun. Hal menarik lainnya dari kegiatan kali ini adalah, panitia penyelenggara menyediakan pohon ketupat yang sudah dipercantik dengan lighting, di mana hasil karya mewarnai dan menghias ketupat oleh seluruh peserta akan digantung di pohon ketupat tersebut untuk dipamerkan kemudian di area hotel hingga momentum Idulfitri. “Pohon ketupat ini memang sengaja kami hadirkan, kami sangat mengapresiasi karena kami tahu betul bahwa anak-anak sudah menumpahkan segala imajinasi dan kreativitas dalam membuat karya-karya indah ini. Kami akan pajang pohon ketupat ini hingga idul fitri, jadi para pengunjung hotel juga bisa lihat langsung betapa kreatifnya anak-anak di Ketapang,” tutur Asst Marketing Communication Manager Aston Ketapang City Hotel, Ujie Muharji. Aktivitas mewarnai memang sudah menjadi salah satu kegiatan favorit bagi anak-anak, khususnya untuk mengisi aktivitas weekend. Selain melatih imajinasi anak melalui warna, mengasah kreativitas, kegiatan mewarnai juga mampu untuk mengembangkan kemampuan motorik anak. Dewan Juri lomba yang terdiri dari Bapak Reza Firdaus selaku General Manager Aston Ketapang City Hotel, dan Ibu Nursilviyanti selaku Pengurus HIMPAUDI Kabupaten Ketapang pun memperhatikan hal-hal di atas yang kemudian menjadikan nilai Kreativitas, komposisi warna, kebersihan dan kerapihan sebagai pedoman untuk memutuskan para pemenang lomba. Masing-masing peserta yang menjadi juara mendapatkan hadiah uang tunai, sertifikat, voucher menginap, Voucher Food & Beverage serta merchandise dari Aston Ketapang City Hotel. Selain itu, panitia penyelenggara juga menyediakan doorprize untuk seluruh peserta yang beruntung. Aktivitas yang berhubungan dengan anak-anak kedepan akan menjadi agenda rutin bagi Aston Ketapang. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah Aston Ketapang City Hotel dapat berkontribusi dan ikut andil dalam mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Ketapang.
Ketapang
| Senin, 10 April 2023
Lokal

Prabasa Ingatkan Midji Komitmen Soal Anggaran Pembangunan Jalan Mantap
Berita Lokal, PIFA - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur mengingatkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan anggaran yang cukup untuk pembangunan infrastruktur jalan mantap. Pemerintahan Sutarmidji-Ria Norsan sendiri menargetkan membangun infrastruktur jalan mantap mencapai 80 persen hingga akhir masa jabatannya. "Semoga bisa. Jangan usulan target 80 persen, tapi dananya tidak bisa tercapai," kata Prabasa, kemarin. Target 80 persen jalan mantap tersebut dinilai sangat bagus. DPRD Kalbar, sambung Prabasa, mendukung target tersebut. Legislator Partai Golkar ini memastikan, akan melihat berapa anggaran infrastruktur yang dianggarkan di Dinas Pekerjaan Umum. "Bakal dilihat berapa anggaran yang dianggarkan Pemprov Kalbar terkait aspirasi disampaikan semua fraksi masalah infrastruktur," terangnya. Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, sebelumnya mengaku optimis target 80 persen jalan mantap bakal terwujud. Hal itu dia sampaikan dalam jawaban Gubernur terhadap pandangan fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD Kalbar Tahun Anggaran 2023. "Sudah kita jawab, ruas-ruas jalan yang akan dibangun sudah disampaikan. Kalau itu dibangun Insyaallah jalan mantap di Kalbar 80 persen," tandasnya. (ap)
Kalbar
| Kamis, 3 November 2022
Lokal

Khitanan Massal HUT Bank Kalbar, Sekda: Tanamkan Keberanian untuk Anak
PIFA, Lokal - Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson menghadiri khitanan massal dalam rangka HUT Bank Kalbar ke-59 tahun 2023, di aula gedung Diklat Dana Pensiun Bank Kalbar Jalan Untung Suropati Pontianak, Minggu (18/6/2023). "Dengan mengusung tema Lets Go Charity Program sungguh terasa manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti kegiatan hari ini yang sangat mulia. Karena ini manifestasi pelaksanaan ibadah, kita doakan mudah-mudahan anak yang baru dikhitan ini akan menjadi anak yang saleh, taat pada agama, berbakti pada kedua orang tuanya berguna pada nusa dan bangsa," harapnya. Kemudian dia juga menjelaskan, bahwa dengan kegiatan ini diharapkan sejak dini anak-anak sudah diajarkan akan pentingnya kesehatan dan kebersihan serta meminimalisir resiko penularan penyakit, "Jadi kepada anak-anakku, buang rasa takut untuk dikhitan, sakit yang dirasa hanya sebentar, karena ketika sudah dikhitan kalian harus bangga, itu artinya kalian sudah tambah dewasa, maka jadilah anak yang baik, berbakti pada orang tua, rajin ibadah dan terus belajar," harapnya. Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi menjelaskan kegiatan ini sudah tiga tahun vakum. Tahun ini dimulainya pelaksanaan beberapa kegiatan seperti donor darah yang menargetkan 400 kantong darah bagi PMI Kalbar namun hanya 270 kantong darah yang bisa diberikan. "Pada hari ini kami menargetkan 150 orang, anak-anak yang akan dikhitan, dan dari informasi panitia sudah ada 145 orang yang mendaftar akan dikhitan pada hari ini," katanya. Dia menjelaskan, banyak rangkaian kegiatan dari Bank Kalbar yang bersifat sosial. Selain donor darah dan sunatan massal, juga kegiatan bantuan kepada para duafa, fakir miskin, yatim piatu, juga melakukan anjangsana (silaturahmi) kepada para mantan pejabat Bank Kalbar yang dulu pernah membesarkan Bank Kalbar. "Insyaallah, apabila pada saat pandemi Covid-19, ini telah dicabut oleh pemerintah. Maka kegiatan Bank Kalbar akan kami laksanakan dengan semaksimal mungkin, karena bagaimana pun Bank Kalbar adalah bank kita, milik kita dan oleh karena itu sudah sewajarnya kita akan darma baktikan untuk kepentingan masyarakat," tutup Rokidi. Usai menyampaikan sambutannya, Sekretaris Daerah Kalbar dan para komisaris dan direksi yang hadir berkesempatan memberikan bingkisan kepada perwakilan peserta khitanan massal, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan peserta yang sedang dikhitan. (ap)








