2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Teknologi

Psikolog Ingatkan Risiko Curhat ke AI: Bisa Bikin Kehilangan Arah Emosional

PIFA, Tekno - Psikolog Klinis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, Nena Mawar Sari, mengingatkan risiko psikologis dari kebiasaan terlalu sering mencari dukungan emosional atau curhat kepada perangkat kecerdasan buatan (AI). “Curhat dengan AI itu kan gambaran atau pantulan dari kode atau clue yang kita berikan. Tentu hasil atau feedback yang diberikan tidak ada unsur-unsur humanisnya,” kata Nena kepada ANTARA melalui pesan suara, Jumat. Menurutnya, seseorang yang sedang curhat sebenarnya membutuhkan respons yang bersifat manusiawi dan penuh empati. Ketika curhat dilakukan kepada AI, respons yang dihasilkan hanya berbasis data dan berpotensi menimbulkan salah interpretasi, terutama bagi individu yang sedang depresi atau impulsif. “AI itu sifatnya memberikan pantulan dari apa yang kita butuhkan dan memvalidasi perasaan kita. Takutnya ketika momen orang sedang depresi atau impulsif itu dijadikan acuan yang baku, dikhawatirkan salah interpretasi dan tidak ada sentuhan humanistiknya,” ujar Nena. Ia menambahkan, tanda seseorang mulai bergantung secara emosional dengan AI bisa terlihat dari perilaku seperti terus-menerus memeriksa ponsel, menanyakan hal-hal kecil kepada AI, dan menarik diri dari interaksi sosial. “Sering mengecek handphone, hal yang sedetail-detailnya pun dia tanyakan pada AI, kemudian dia juga menutup diri dengan orang lain, jadi biasanya akan bersikap antisosial,” jelasnya. Sebagai solusi, Nena menyarankan agar masyarakat mencari dukungan dari tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater, atau berbagi cerita dengan orang-orang terdekat. “Jika merasa tidak punya teman untuk curhat, lebih baik journaling atau berbagi dengan 1-2 orang yang bisa dipercaya,” tutup Nena.

Teknologi
| Jumat, 24 Oktober 2025
Foto: Psikolog Ingatkan Risiko Curhat ke AI: Bisa Bikin Kehilangan Arah Emosional | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Teknologi

Foto: Google Luncurkan Fitur Emergency Live Video di Android untuk Bantu Situasi Darurat | Pifa Net

Google Luncurkan Fitur Emergency Live Video di Android untuk Bantu Situasi Darurat

PIFA, Tekno - Google menghadirkan fitur Emergency Live Video di perangkat Android guna membantu pengguna membagikan informasi visual penting kepada penyedia layanan tanggap darurat saat terjadi krisis. Dalam unggahan di blog resmi Google pada Rabu (10/12), insinyur perangkat lunak Android Alastair Breeze menjelaskan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna melakukan siaran video langsung dari ponsel ketika melakukan panggilan atau mengirim pesan darurat. “Hanya dengan satu ketukan, pengguna dapat melakukan streaming video secara aman dari kamera ponsel, sehingga petugas tanggap darurat bisa menilai situasi dengan cepat dan menentukan bantuan yang diperlukan,” ujar Breeze. Ia menambahkan, tampilan video secara waktu nyata juga memungkinkan petugas memberi panduan langsung kepada pengguna, misalnya melakukan tindakan pertolongan pertama seperti CPR hingga bantuan tiba di lokasi. Fitur Emergency Live Video dirancang agar sederhana dan aman, serta tidak memerlukan pengaturan tambahan dari pengguna. Jika petugas menilai informasi visual dibutuhkan, mereka dapat mengirim permintaan berbagi video selama panggilan atau pesan darurat berlangsung. Pengguna akan menerima notifikasi dan dapat memilih untuk mulai atau menghentikan siaran video kapan saja. Google menegaskan bahwa fitur ini telah dienkripsi secara default demi menjaga keamanan dan privasi pengguna. Emergency Live Video juga melengkapi fitur keselamatan lain di Android seperti Emergency Location Service, Car Crash Detection, Fall Detection, dan Satellite SOS. Saat ini, Emergency Live Video telah diluncurkan di seluruh Amerika Serikat serta beberapa wilayah di Jerman dan Meksiko untuk ponsel Android yang menjalankan Android 8 ke atas dengan layanan Google Play. Google menyatakan akan terus bekerja sama dengan organisasi keselamatan publik guna memperluas dukungan fitur ini ke lebih banyak negara.

Teknologi
| Sabtu, 13 Desember 2025

Teknologi

Foto: Meta Tunda Peluncuran Kacamata Mixed Reality Phoenix hingga 2027 | Pifa Net

Meta Tunda Peluncuran Kacamata Mixed Reality Phoenix hingga 2027

PIFA, Tekno - Meta dilaporkan menunda peluncuran kacamata realitas campuran (mixed reality) terbarunya yang memiliki nama sandi Phoenix hingga paruh pertama tahun 2027. Sebelumnya, perangkat tersebut dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun 2026. Informasi ini dilansir TechCrunch pada Minggu, mengutip laporan Business Insider yang bersumber dari internal perusahaan. Penundaan tersebut disebut merupakan hasil dari sejumlah pertemuan internal Meta dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, Meta telah memasarkan berbagai perangkat realitas virtual melalui lini Meta Quest, serta kacamata pintar hasil kolaborasi dengan Ray-Ban. Namun, Phoenix dikabarkan memiliki konsep berbeda dari produk-produk sebelumnya. Perangkat ini disebut mengusung desain mirip Apple Vision Pro, termasuk penggunaan sumber daya eksternal berbentuk puck. Keputusan menunda peluncuran Phoenix disebut tak lepas dari arahan langsung CEO Meta, Mark Zuckerberg. Ia meminta tim pengembang mengambil waktu lebih panjang untuk memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas dan pengalaman produk sebelum dirilis ke pasar. Pemimpin divisi metaverse Meta, Gabriel Aul dan Ryan Cairns, menyampaikan bahwa penundaan ini justru memberi ruang lebih luas bagi tim untuk menyempurnakan berbagai detail teknis maupun pengalaman pengguna pada perangkat tersebut. Di sisi lain, Meta juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pemangkasan anggaran besar-besaran untuk divisi Metaverse. Masih dilansir TechCrunch, pemotongan anggaran tersebut disebut bisa mencapai hingga 30 persen, berdasarkan keterangan sumber anonim yang mengetahui rencana internal perusahaan. Laporan itu juga menyebutkan bahwa pengurangan anggaran berpotensi disertai dengan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah karyawan, meski hingga kini Meta belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut. Jika langkah pemangkasan benar-benar direalisasikan, kebijakan ini dinilai mencerminkan menurunnya minat industri dan konsumen terhadap produk-produk Metaverse, termasuk platform realitas virtual sosial Horizon Worlds serta berbagai perangkat realitas virtual besutan Meta.

Teknologi
| Senin, 8 Desember 2025

Teknologi

Foto: 5 Rekomendasi HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2025, Murah tapi Speknya Ngebut | Pifa Net

5 Rekomendasi HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2025, Murah tapi Speknya Ngebut

PIFA, Tekno - Di tahun 2025, pasar smartphone kelas menengah semakin panas. Anda tak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan ponsel yang mumpuni bermain game. Dengan bujet sekitar Rp 2 jutaan, sudah tersedia banyak HP dengan spesifikasi tinggi, mulai dari layar AMOLED ber-refresh rate tinggi, chipset bertenaga, hingga baterai jumbo yang tahan seharian. Bagi Anda yang masih bingung memilih, berikut lima rekomendasi HP gaming 2 jutaan terbaik yang layak dipertimbangkan. Tecno Pova 7 menjadi pilihan ideal bagi gamer yang tak ingin sering mengisi daya. Smartphone ini dibekali baterai jumbo 7.000 mAh yang memungkinkan sesi gaming panjang tanpa khawatir kehabisan daya. Performa ditopang chipset Helio G100 Ultimate dengan RAM 8 GB yang stabil untuk berbagai game populer. Layarnya sudah AMOLED 6,78 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz, membuat animasi game terasa mulus. Fitur Game Assistant dan Game Space juga hadir untuk mengoptimalkan performa saat bermain. Infinix Note 50 menawarkan keunggulan pada sektor layar. Dengan refresh rate hingga 144Hz, pengalaman bermain game FPS maupun scrolling terasa sangat halus, fitur yang biasanya hanya ada di ponsel kelas flagship. Speaker ganda hasil kolaborasi dengan JBL membuat audio terdengar lebih detail, membantu mendeteksi pergerakan lawan. Mengandalkan Helio G100 Ultimate, ponsel ini juga mendukung wireless charging 30W dan hadir dengan desain premium. Realme 13 5G cocok untuk gamer yang membutuhkan kapasitas RAM besar. Ponsel ini dibekali RAM hingga 12 GB, angka yang tergolong sangat besar di kelas harganya. Dipadukan chipset MediaTek Dimensity 6300, performanya cukup tangguh untuk game berat sekaligus multitasking. Fitur GT Mode membantu memaksimalkan performa saat bermain, sementara layar Full HD+ 120Hz memberikan kenyamanan visual yang baik. POCO M7 Pro 5G hadir sebagai opsi kuat untuk gaming serius. Ditenagai MediaTek Dimensity 7025 Ultra, ponsel ini mampu menangani game berat dengan lancar. Layarnya menggunakan panel AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz yang responsif dan kaya warna. Kamera 50 MP dengan OIS tetap bisa diandalkan untuk fotografi, sementara baterai 5.110 mAh dengan fast charging 45W serta sertifikasi IP53 menambah nilai lebih. Samsung Galaxy A15 menjadi pilihan aman bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara gaming dan kualitas visual. Panel Super AMOLED khas Samsung memberikan tampilan warna yang tajam dan realistis. Resolusi Full HD+ membuat grafis game terlihat lebih hidup. Dengan chipset Dimensity 6100+, RAM 8 GB, dan penyimpanan internal 256 GB, ponsel ini cukup mumpuni untuk menyimpan dan menjalankan banyak game. Baterai 5.000 mAh juga memastikan daya tahan yang solid untuk penggunaan seharian. Dengan banyaknya pilihan menarik di kelas harga Rp 2 jutaan, kini bermain game di smartphone tak lagi harus mahal. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan, apakah mengutamakan baterai besar, layar super mulus, atau performa maksimal.

Teknologi
| Minggu, 7 Desember 2025

Berita Populer

Teknologi

Foto: Psikolog Ingatkan Risiko Curhat ke AI: Bisa Bikin Kehilangan Arah Emosional | Pifa Net

Psikolog Ingatkan Risiko Curhat ke AI: Bisa Bikin Kehilangan Arah Emosional

PIFA, Tekno - Psikolog Klinis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, Nena Mawar Sari, mengingatkan risiko psikologis dari kebiasaan terlalu sering mencari dukungan emosional atau curhat kepada perangkat kecerdasan buatan (AI). “Curhat dengan AI itu kan gambaran atau pantulan dari kode atau clue yang kita berikan. Tentu hasil atau feedback yang diberikan tidak ada unsur-unsur humanisnya,” kata Nena kepada ANTARA melalui pesan suara, Jumat. Menurutnya, seseorang yang sedang curhat sebenarnya membutuhkan respons yang bersifat manusiawi dan penuh empati. Ketika curhat dilakukan kepada AI, respons yang dihasilkan hanya berbasis data dan berpotensi menimbulkan salah interpretasi, terutama bagi individu yang sedang depresi atau impulsif. “AI itu sifatnya memberikan pantulan dari apa yang kita butuhkan dan memvalidasi perasaan kita. Takutnya ketika momen orang sedang depresi atau impulsif itu dijadikan acuan yang baku, dikhawatirkan salah interpretasi dan tidak ada sentuhan humanistiknya,” ujar Nena. Ia menambahkan, tanda seseorang mulai bergantung secara emosional dengan AI bisa terlihat dari perilaku seperti terus-menerus memeriksa ponsel, menanyakan hal-hal kecil kepada AI, dan menarik diri dari interaksi sosial. “Sering mengecek handphone, hal yang sedetail-detailnya pun dia tanyakan pada AI, kemudian dia juga menutup diri dengan orang lain, jadi biasanya akan bersikap antisosial,” jelasnya. Sebagai solusi, Nena menyarankan agar masyarakat mencari dukungan dari tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater, atau berbagi cerita dengan orang-orang terdekat. “Jika merasa tidak punya teman untuk curhat, lebih baik journaling atau berbagi dengan 1-2 orang yang bisa dipercaya,” tutup Nena.

Teknologi
| Jumat, 24 Oktober 2025

Teknologi

Foto: Punya Sistem Pendingan Ciamik! Ini Spesifikasi dan Harga VIvo T1 Pro 5G | Pifa Net

Punya Sistem Pendingan Ciamik! Ini Spesifikasi dan Harga VIvo T1 Pro 5G

Berita Teknologi, PIFA - Vivo kembali merilis smartphone terbarunya. Sempat diperkenalkan pada bulan April 2022 lalu, akhirnya Vivo T1 Pro 5G dirilis ke pasar Indonesia. Hadir sebagai The Fastest Mid-range 5G Smartphone, Vivo T1 Pro 5G meperkenalkan fitur Flagship Liquid Cooling sebagai fitur utamanya.  Vivo T1 Pro 5G menyuguhkan layar AMOLED dengan bentangan 6,44 inch Full HD+. Dengan dukungan layar refresh rate 90Hz pengalaman mengakses media sosial ataupun main game akan lebih halus dan lancar. Selain itu, dukungan kecerahan maksimum 1.300 nit membuat layar tetap jelas meski di bawah terik Matahari. Vivo turut memberikan dukungan HDR10+ dan Eye Care Display untuk menjaga mata meski menatap lama pada layar. Sedangkan di bagian audio, Vivo menyematkan Audio Booster, Smart PA Technology dan sertifikasi Hi-Res Audio. Sejumlah fitur tersebut diklaim sempurna karena dukungan Chip Snapdragon 778G yang dipadukan dengan RAM 8 GB. Vivo juga tetap memberikan fitur Extended RAM hingga 4 GB untuk mendongkrak performa ponsel. Dengan memori internal yang lega, 128 GB, Vivo hadir benar-benar memanjakan para penggemar game.  Tak hanya itu, baterai berkapasitas 4.700 mAh dengan fast charging 66W yang mampu mengisi daya 0- 50% bisa dalam waktu 18 menit membuat gamer bisa ngerank tanpa takut kehabisan daya.  Selain sempurna untuk para gamer, pecinta fotografi juga akan dimanjakan dengan hadirnya kamera utama 64 MP yang disandingkan dengan kamera 8 MP ultra-wide dan 2 MP makro. Sementara kamera depannya ada 16 MP.  Sedangkan fitur utama Vivo T1 Pro 5G adalah liquid cooling system yang sangat kuat dan dijamin tidak akan membuat para gamer kegerahan. Sistem pendingan delapan lapis mampu memberikan pendinginan seluas 32,923 m2 dengan penurunan hingga 12 derajat. Hadir dalam varian warna Turbo Black dan Turbo Cyan, Vivo bekerjasama dengan Shopee untuk menghadirkan exclusive deals hingga 15 Mei 2022. Konsumen dapat memiliki Vivo T1 Pro 5G dengan harga Rp 4.299.000. Setiap pembelian vivo T1 Pro 5G pada periode ini, konsumen bisa mendapatkan hadiah langsung Vivo Wireless Sport Lite seharga Rp 400.000, perpanjangan masa garansi senilai hingga Rp 1.000.000, potongan harga senilai Rp 200.000 untuk pembelian Vivo TWS 2e serta kuota Telkomsel BundlingMAX hingga 16GB. (b) 

Dunia
| Selasa, 17 Mei 2022

Teknologi

Foto: Teknologi AI Bantu Pasangan Ini Punya Anak Setelah 19 Tahun Penantian, Ini Kisahnya | Pifa Net

Teknologi AI Bantu Pasangan Ini Punya Anak Setelah 19 Tahun Penantian, Ini Kisahnya

PIFA, Lifestyle — Harapan untuk memiliki anak kandung kembali menyala bagi pasangan yang telah hampir dua dekade menanti buah hati. Semua berkat teknologi kecerdasan buatan mutakhir yang berhasil menemukan sperma dalam tubuh pria yang sebelumnya divonis mandul total. Pasangan yang identitasnya disamarkan ini kini tengah menanti kelahiran anak pertama mereka, setelah 19 tahun menjalani berbagai upaya yang sia-sia. Keajaiban ini datang dari terobosan medis bernama STAR, kependekan dari Sperm Tracking and Recovery, yang dikembangkan oleh tim ahli dari Columbia University. Selama bertahun-tahun, sang suami didiagnosis menderita azoospermia — kondisi di mana air mani tampak normal, namun tidak mengandung satu pun sperma hidup. Dalam kondisi seperti ini, pilihan yang tersedia biasanya terbatas: menggunakan donor sperma, atau menjalani operasi invasif yang menyakitkan untuk mencari kemungkinan adanya sperma dalam jaringan testis. Namun Dr. Zev Williams, direktur Pusat Fertilitas Columbia, merasa pendekatan medis selama ini terlalu kuno. Ia bersama timnya menggali inspirasi dari dunia astronomi — tepatnya cara ilmuwan mendeteksi planet tersembunyi di galaksi jauh. Hasilnya adalah STAR, sistem berbasis AI yang dirancang untuk mencari sesuatu yang nyaris tak terlihat: sperma yang tersembunyi di antara lautan sel mati. Kemampuan STAR sungguh mencengangkan. Dalam satu uji coba, sistem ini berhasil menemukan puluhan sperma hanya dalam waktu satu jam — pada sampel yang sebelumnya telah diperiksa selama dua hari penuh tanpa hasil oleh para embriolog. Bagi pasangan yang menjalani program ini, prosesnya ternyata tak serumit yang dibayangkan. Sang suami hanya diminta menyerahkan sampel air mani. Sistem STAR kemudian memindainya dengan teknologi pencitraan tingkat tinggi, menghasilkan jutaan gambar dalam hitungan menit. Dari situ, AI mengenali sel sperma hidup — meski hanya tiga sel yang berhasil ditemukan, itu sudah cukup untuk langkah berikutnya. Sperma tersebut lalu diambil menggunakan alat robotik superpresisi, tanpa prosedur berisiko seperti sentrifugasi yang bisa merusak sel. Setelah itu, sperma digunakan dalam proses fertilisasi in vitro (IVF), dan sel telur sang istri berhasil dibuahi dalam waktu kurang dari dua jam sejak sampel diambil. Kini, embrio tumbuh dalam rahimnya, dan usia kandungan telah menginjak lima bulan. “Saya bahkan masih belum bisa percaya ini nyata,” ujar perempuan yang menggunakan nama samaran Rosie, dalam wawancara eksklusif dengan Time. “Selama ini rasanya tak ada harapan. Saya tidak terlalu tua, tapi dalam ukuran kesuburan, waktu saya hampir habis.” Dr. Williams mengatakan, STAR hadir bukan hanya sebagai teknologi, tapi sebagai peluang kedua bagi pria yang telah lama diberi vonis ‘tak bisa menjadi ayah’. Biaya yang dibutuhkan untuk keseluruhan proses STAR, termasuk pencarian dan pembekuan sperma, dikatakan kurang dari $3.000 — jauh lebih rendah dari biaya IVF konvensional yang bisa mencapai puluhan ribu dolar. Namun, meski menjanjikan, sejumlah pakar meminta masyarakat tak terburu-buru menaruh harapan besar. “Ini inovatif, tapi masih butuh pengujian jangka panjang,” ujar Robert Brannigan, presiden terpilih American Society for Reproductive Medicine, kepada Washington Post. Terobosan ini hadir di tengah meningkatnya kasus infertilitas pria secara global. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah sperma pria di negara-negara Barat menurun lebih dari 50% dalam empat dekade terakhir. Faktor gaya hidup, paparan lingkungan, dan kesehatan metabolik seperti obesitas diduga menjadi penyebab utama. Bagi Rosie dan suaminya, STAR bukan sekadar teknologi — ini adalah keajaiban yang membuat mimpi mereka menjadi kenyataan. Jika tak ada kendala, bayi mereka diperkirakan lahir pada Desember mendatang. Dan bagi dunia medis, ini bisa menjadi awal dari era baru dalam penanganan infertilitas pria.

Teknologi
| Minggu, 6 Juli 2025

Feeds

Google Luncurkan Fitur Emergency Live Video di Android untuk Bantu Situasi Darurat

PIFA, Tekno - Google menghadirkan fitur Emergency Live Video di perangkat Android guna membantu pengguna membagikan informasi visual penting kepada penyedia layanan tanggap darurat saat terjadi krisis. Dalam unggahan di blog resmi Google pada Rabu (10/12), insinyur perangkat lunak Android Alastair Breeze menjelaskan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna melakukan siaran video langsung dari ponsel ketika melakukan panggilan atau mengirim pesan darurat. “Hanya dengan satu ketukan, pengguna dapat melakukan streaming video secara aman dari kamera ponsel, sehingga petugas tanggap darurat bisa menilai situasi dengan cepat dan menentukan bantuan yang diperlukan,” ujar Breeze. Ia menambahkan, tampilan video secara waktu nyata juga memungkinkan petugas memberi panduan langsung kepada pengguna, misalnya melakukan tindakan pertolongan pertama seperti CPR hingga bantuan tiba di lokasi. Fitur Emergency Live Video dirancang agar sederhana dan aman, serta tidak memerlukan pengaturan tambahan dari pengguna. Jika petugas menilai informasi visual dibutuhkan, mereka dapat mengirim permintaan berbagi video selama panggilan atau pesan darurat berlangsung. Pengguna akan menerima notifikasi dan dapat memilih untuk mulai atau menghentikan siaran video kapan saja. Google menegaskan bahwa fitur ini telah dienkripsi secara default demi menjaga keamanan dan privasi pengguna. Emergency Live Video juga melengkapi fitur keselamatan lain di Android seperti Emergency Location Service, Car Crash Detection, Fall Detection, dan Satellite SOS. Saat ini, Emergency Live Video telah diluncurkan di seluruh Amerika Serikat serta beberapa wilayah di Jerman dan Meksiko untuk ponsel Android yang menjalankan Android 8 ke atas dengan layanan Google Play. Google menyatakan akan terus bekerja sama dengan organisasi keselamatan publik guna memperluas dukungan fitur ini ke lebih banyak negara.

Teknologi
| Sabtu, 13 Desember 2025
Foto: Google Luncurkan Fitur Emergency Live Video di Android untuk Bantu Situasi Darurat | Pifa Net

Meta Tunda Peluncuran Kacamata Mixed Reality Phoenix hingga 2027

PIFA, Tekno - Meta dilaporkan menunda peluncuran kacamata realitas campuran (mixed reality) terbarunya yang memiliki nama sandi Phoenix hingga paruh pertama tahun 2027. Sebelumnya, perangkat tersebut dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun 2026. Informasi ini dilansir TechCrunch pada Minggu, mengutip laporan Business Insider yang bersumber dari internal perusahaan. Penundaan tersebut disebut merupakan hasil dari sejumlah pertemuan internal Meta dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, Meta telah memasarkan berbagai perangkat realitas virtual melalui lini Meta Quest, serta kacamata pintar hasil kolaborasi dengan Ray-Ban. Namun, Phoenix dikabarkan memiliki konsep berbeda dari produk-produk sebelumnya. Perangkat ini disebut mengusung desain mirip Apple Vision Pro, termasuk penggunaan sumber daya eksternal berbentuk puck. Keputusan menunda peluncuran Phoenix disebut tak lepas dari arahan langsung CEO Meta, Mark Zuckerberg. Ia meminta tim pengembang mengambil waktu lebih panjang untuk memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas dan pengalaman produk sebelum dirilis ke pasar. Pemimpin divisi metaverse Meta, Gabriel Aul dan Ryan Cairns, menyampaikan bahwa penundaan ini justru memberi ruang lebih luas bagi tim untuk menyempurnakan berbagai detail teknis maupun pengalaman pengguna pada perangkat tersebut. Di sisi lain, Meta juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pemangkasan anggaran besar-besaran untuk divisi Metaverse. Masih dilansir TechCrunch, pemotongan anggaran tersebut disebut bisa mencapai hingga 30 persen, berdasarkan keterangan sumber anonim yang mengetahui rencana internal perusahaan. Laporan itu juga menyebutkan bahwa pengurangan anggaran berpotensi disertai dengan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah karyawan, meski hingga kini Meta belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut. Jika langkah pemangkasan benar-benar direalisasikan, kebijakan ini dinilai mencerminkan menurunnya minat industri dan konsumen terhadap produk-produk Metaverse, termasuk platform realitas virtual sosial Horizon Worlds serta berbagai perangkat realitas virtual besutan Meta.

Teknologi
| Senin, 8 Desember 2025
Foto: Meta Tunda Peluncuran Kacamata Mixed Reality Phoenix hingga 2027 | Pifa Net

5 Rekomendasi HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2025, Murah tapi Speknya Ngebut

PIFA, Tekno - Di tahun 2025, pasar smartphone kelas menengah semakin panas. Anda tak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan ponsel yang mumpuni bermain game. Dengan bujet sekitar Rp 2 jutaan, sudah tersedia banyak HP dengan spesifikasi tinggi, mulai dari layar AMOLED ber-refresh rate tinggi, chipset bertenaga, hingga baterai jumbo yang tahan seharian. Bagi Anda yang masih bingung memilih, berikut lima rekomendasi HP gaming 2 jutaan terbaik yang layak dipertimbangkan. Tecno Pova 7 menjadi pilihan ideal bagi gamer yang tak ingin sering mengisi daya. Smartphone ini dibekali baterai jumbo 7.000 mAh yang memungkinkan sesi gaming panjang tanpa khawatir kehabisan daya. Performa ditopang chipset Helio G100 Ultimate dengan RAM 8 GB yang stabil untuk berbagai game populer. Layarnya sudah AMOLED 6,78 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz, membuat animasi game terasa mulus. Fitur Game Assistant dan Game Space juga hadir untuk mengoptimalkan performa saat bermain. Infinix Note 50 menawarkan keunggulan pada sektor layar. Dengan refresh rate hingga 144Hz, pengalaman bermain game FPS maupun scrolling terasa sangat halus, fitur yang biasanya hanya ada di ponsel kelas flagship. Speaker ganda hasil kolaborasi dengan JBL membuat audio terdengar lebih detail, membantu mendeteksi pergerakan lawan. Mengandalkan Helio G100 Ultimate, ponsel ini juga mendukung wireless charging 30W dan hadir dengan desain premium. Realme 13 5G cocok untuk gamer yang membutuhkan kapasitas RAM besar. Ponsel ini dibekali RAM hingga 12 GB, angka yang tergolong sangat besar di kelas harganya. Dipadukan chipset MediaTek Dimensity 6300, performanya cukup tangguh untuk game berat sekaligus multitasking. Fitur GT Mode membantu memaksimalkan performa saat bermain, sementara layar Full HD+ 120Hz memberikan kenyamanan visual yang baik. POCO M7 Pro 5G hadir sebagai opsi kuat untuk gaming serius. Ditenagai MediaTek Dimensity 7025 Ultra, ponsel ini mampu menangani game berat dengan lancar. Layarnya menggunakan panel AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz yang responsif dan kaya warna. Kamera 50 MP dengan OIS tetap bisa diandalkan untuk fotografi, sementara baterai 5.110 mAh dengan fast charging 45W serta sertifikasi IP53 menambah nilai lebih. Samsung Galaxy A15 menjadi pilihan aman bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara gaming dan kualitas visual. Panel Super AMOLED khas Samsung memberikan tampilan warna yang tajam dan realistis. Resolusi Full HD+ membuat grafis game terlihat lebih hidup. Dengan chipset Dimensity 6100+, RAM 8 GB, dan penyimpanan internal 256 GB, ponsel ini cukup mumpuni untuk menyimpan dan menjalankan banyak game. Baterai 5.000 mAh juga memastikan daya tahan yang solid untuk penggunaan seharian. Dengan banyaknya pilihan menarik di kelas harga Rp 2 jutaan, kini bermain game di smartphone tak lagi harus mahal. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan, apakah mengutamakan baterai besar, layar super mulus, atau performa maksimal.

Teknologi
| Minggu, 7 Desember 2025
Foto: 5 Rekomendasi HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2025, Murah tapi Speknya Ngebut | Pifa Net

Grand Final Yamaha Youth Community 2025 di Sarinah Berlangsung Meriah, 15 Finalis Tampilkan Talenta Terbaik

PIFA, Otomotif – Keseruan ajang Yamaha Youth Community (Y2C) Got Talent 2025 resmi mencapai puncaknya lewat gelaran Grand Final yang berlangsung di Sarinah, Jakarta Pusat, pada 29 November 2025. Sebanyak 15 grand finalis terpilih sukses mencuri perhatian penonton dengan menampilkan bakat terbaik mereka di panggung terbuka ikonik ibu kota. Lima belas finalis tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari ribuan peserta yang sebelumnya mengikuti rangkaian School Audition, Online Audition, hingga Regional Stage. Di babak akhir ini, mereka bersaing untuk memperebutkan posisi sebagai lima Y2C Top Champion 2025 yang akan mengemban peran sebagai Duta Yamaha. Berlokasi di Anjungan Sarinah dengan latar kemerlap kota Jakarta, para finalis tak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga mengangkat kekhasan budaya dari daerah masing-masing. Suasana grand final semakin spesial dengan kehadiran jajaran juri dari kalangan publik figur ternama, di antaranya Hanin Dhiya, Joshua Suherman, Galabby, serta special judge Zee Ashadel. Manager PR, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang hingga tahap akhir. “Yamaha Youth Community merupakan wujud komitmen kami untuk tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga menjadi wadah aspirasi dan ekspresi bagi generasi muda. Kami bangga melihat semangat, kreativitas, dan kerja keras para peserta yang mampu menampilkan talenta terbaik mereka. Selamat kepada para pemenang dan selamat bergabung menjadi Duta Yamaha 2025,” ujar Rifki Maulana. Pada malam grand final, para finalis menampilkan beragam bakat seperti menyanyi, menari, monolog, hingga pertunjukan seni kreatif lainnya. Yamaha juga turut memeriahkan acara dengan menghadirkan special booth berisi berbagai aktivitas interaktif, mulai dari photo box hingga games dan kuis berhadiah merchandise bagi pengunjung. Selain penampilan para finalis, kemeriahan acara juga didukung oleh hiburan musik dari Hanin Dhiya serta penampilan DJ Jerry Likumahwa feat Bhakti KPK & Ari Hyde yang semakin menghidupkan suasana Grand Final Yamaha Youth Community Got Talent 2025. Salah satu Y2C Top Champion tahun ini adalah grup teatrikal Fraternite yang terdiri dari Rere, Akbar, dan Zea dari SMAN 22 Bandung. Mereka tampil dengan konsep unik yang memadukan dance, bernyanyi, stand up comedy, dan teater dalam satu pertunjukan. “Kami sangat bersyukur mendapat kesempatan tampil di Grand Final Y2C 2025. Banyak tantangan untuk menggabungkan keahlian kami masing-masing, tapi dari situ justru tumbuh rasa persaudaraan yang semakin kuat. Itulah alasan kami menamai grup ini Fraternite, yang berarti persaudaraan,” ungkap ketiganya. Selain Fraternite, Yamaha juga menetapkan empat finalis lainnya sebagai Y2C Top Champion 2025, yakni: Naura Quinta Revana – SMAN 1 Banguntapan, Yogyakarta Intanie Dilly Melody – SMA Yadika 1 Duri Kepa Cyntia Tabita Manurung – SMKN 2 Yogyakarta Clarence L & Angelica S – SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Dengan berakhirnya Grand Final Y2C Got Talent 2025, Yamaha berharap ajang ini dapat terus menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengembangkan potensi diri, serta menginspirasi lingkungan sekitarnya.

Otomotif
| Senin, 8 Desember 2025
Foto:   Grand Final Yamaha Youth Community 2025 di Sarinah Berlangsung Meriah, 15 Finalis Tampilkan Talenta Terbaik | Pifa Net

Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Kanvas Modifikasi, Karya Nakano Garage Tampil Supersport dan Premium

PIFA, Otomotif – Kehadiran Yamaha NMAX “TURBO” di segmen skutik premium Tanah Air bukan hanya menghadirkan teknologi dan performa baru, tetapi juga membuka ruang kreativitas bagi para pecinta modifikasi. Sejak diluncurkan, skutik ini menjelma menjadi lifestyle item yang menarik perhatian modifikator, salah satunya Nakano Garage. Mengusung konsep balap supersport, Nakano Garage sukses mengubah tampilan Yamaha NMAX “TURBO” menjadi lebih agresif dan eksklusif. Inspirasi modifikasi tersebut diambil dari replika helm balap Jason DiSalvo, pembalap asal Amerika Serikat yang pernah membela Yamaha di ajang AMA Supersport Daytona 2004. Owner Nakano Garage, Rifky Hidayat, menilai generasi ketiga NMAX ini memiliki karakter desain yang kuat dan sangat potensial untuk dimodifikasi. Menurutnya, tampilan NMAX “TURBO” tidak hanya mewah, tetapi juga semakin tegas dan sporty dibanding generasi sebelumnya. “Di balik kesan tegas dan sporty itulah saya melihat NMAX ‘TURBO’ bisa menjadi playground bagi para modifikator. Motor ini bukan hanya sekadar skutik premium, tetapi juga lifestyle item yang bisa disesuaikan dengan karakter penggunanya,” ujar Rifky. Sentuhan Warna dan Grafis Bernuansa Balap Fokus utama modifikasi Nakano Garage terletak pada sektor warna dan grafis. Seluruh bodi Yamaha NMAX “TURBO” diubah menyerupai desain helm legendaris Arai Disalvo RR5 menggunakan teknik airbrush. Warna oranye menjadi dominasi utama, dipadukan dengan grafis garis tegas bernuansa abu-abu dan hitam. Sentuhan bintang biru berukuran besar serta aksen garis merah putih khas bendera Amerika Serikat semakin memperkuat nuansa balap klasik. Tampilan ini sukses menghadirkan kesan nostalgia sekaligus menjadikan motor pusat perhatian di jalan. Upgrade Fitur untuk Performa Lebih Optimal Tak hanya bermain di sektor visual, Nakano Garage juga melakukan peningkatan fitur pada beberapa bagian penting. Pada sektor pengereman depan, digunakan kaliper rem KYTA untuk meningkatkan performa pengereman. Sementara itu, disc brake dan suspensi belakang di-upgrade menggunakan komponen dari Proper Fitting agar handling tetap nyaman saat melintasi berbagai kondisi jalan. Sektor exhaust juga tak luput dari sentuhan modifikasi. Nakano Garage memilih knalpot dari 99 Racing, produk lokal yang diklaim mampu menunjang performa sekaligus menambah kesan sporty pada motor. Aksesori Lengkapi Tampilan Garang Untuk menyempurnakan modifikasi, berbagai aksesori turut disematkan. Windshield, spion, dan jok menggunakan produk dari Nemo. Sementara handle rem depan-belakang serta tutup minyak rem dipilih dari Nitex. Tampilan semakin agresif dengan penggunaan stop lamp dari JPA yang mempertegas karakter sporty Yamaha NMAX “TURBO”. PR, YRA & Community Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, menilai tren modifikasi NMAX “TURBO” menjadi bukti bahwa motor ini diterima luas sebagai lifestyle item masa kini. “Sejak diperkenalkan pada 2024, NMAX ‘TURBO’ langsung menarik perhatian berkat teknologi canggih dan desain yang semakin sporty. Tak heran jika motor ini menjadi favorit untuk dimodifikasi, seperti karya Nakano Garage yang tampil beda dan mencuri perhatian. Kami berharap semangat berkarya para modifikator bersama NMAX terus tumbuh dan menjadi kultur yang kuat,” ujarnya. Dengan konsep Evolution: Fun Tech X Prestige X Sporty, Yamaha NMAX “TURBO” kian menegaskan posisinya bukan sekadar kendaraan, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang dapat diekspresikan lewat karya modifikasi penuh karakter.

Otomotif
| Senin, 1 Desember 2025
Foto:  Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Kanvas Modifikasi, Karya Nakano Garage Tampil Supersport dan Premium | Pifa Net

Bikin Auto Pangling, Modifikator Ini Bawa Nuansa Nostalgia Balap Legendaris di Modifikasi NMAX “TURBO”

PIFA, Otomotif – Sejak kemunculannya, Yamaha NMAX “TURBO” sukses membawa warna baru di kelas skutik premium Indonesia. Bukan tanpa alasan. Hadir dengan konsep Evolution: Fun Tech X Prestige X Sporty, Yamaha NMAX “TURBO” menawarkan segudang keunggulan dan kecanggihan yang mampu menempatkan dirinya sebagai Dream Bike dan Lifestyle Item masa kini. Bicara soal lifestyle item, Yamaha NMAX “TURBO” tidak hanya banyak dicintai karena kapabilitasnya yang mumpuni untuk dukung aktivitas touring maupun riding harian di area perkotaan. Namun, para pengguna NMAX “TURBO” pun juga banyak yang doyan melakukan modifikasi pada motor kesayangan mereka, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Rifky Hidayat dari Nakano Garage. Suguhkan konsep balap supersport yang terinspirasi dari replika helm balap Jason DiSalvo, pebalap asal Amerika Serikat yang pernah bersinar bersama Yamaha di kejuaraan AMA Supersport Daytona 2004, modifikasi Nakano Garage sukses meng-highlight sentuhan premium pada Yamaha NMAX “TURBO”. “Sebagai modifikator, menurut saya Yamaha NMAX selalu konsisten menyuguhkan tampilan desain motor yang mewah dan berkelas. Akan tetapi, saya pribadi menilai tampilan desain NMAX “TURBO” yang jadi generasi ketiga NMAX punya tampilan desain dan detail yang tidak hanya mewah, namun juga jauh lebih tegas dan sporty. Dibalik kesan tegas dan sporty itulah, saya melihat NMAX “TURBO” dapat menjadi playground bagi para modifikator untuk menunjukkan karya-karya modifikasi terbaik mereka. Salah satunya terwujud di event CustoMAXi Yamaha 2025 kemarin, di mana teman-teman modifikator mampu menumpahkan seluruh ide dan taste style mereka atas motor ini, mulai dari modifikasi simple but catchy maupun modifikasi kelas sultan. Saya pikir, NMAX “TURBO” tidak hanya jadi sekadar motor premium masa kini, namun juga mampu hadir menjadi lifestyle item yang dapat disesuaikan dengan setiap jati diri para penggunanya,” ujar Rifky Hidayat, owner dari Nakano Garage. Color & Graphic Modification Salah satu poin utama yang disuguhkan dalam modifikasi NMAX “TURBO” karya Nakano Garage adalah tampilan warna & grafis pada motor. Inspirasi warna & grafis itu datang dari desain replika helm Jason DiSalvo yang saat ini sudah menjadi salah rare item, yakni Arai Disalvo RR5. Dalam modifiksinya, Nakano Garage mengubah seluruh bagian warna dasar body motor menyerupai tampilan helm tersebut seutuhnya dengan menggunakan teknik airbrush. Tampil mencolok dengan warna dominan orange, grafis berbentuk garis tegas di beberapa bagian dengan corak abu-abu dan hitam, serta lengkap dengan bintang biru besar dan garis merah putih berlapis khas warna bendera Amerika Serikat, modifikasi Nakano Garage sukses memanjakan para bikers dengan tampilan nostalgia yang bikin auto jadi pusat perhatian. Feature Upgrade Modification Desain sporty dan tegas yang kini tampil dominan di NMAX “TURBO”, bikin motor ini juga sangat pas untuk dimodifikasi dengan meng-upgrade fitur pada beberapa sektor vital. Sebagai contoh, di sektor pengereman bagian depan, Nakano Garage dalam modifikasinya menggunakan kaliper rem dari KYTA yang bikin performa pengereman pada motor jadi makin MAXimal. Adapun, Nakano Garage juga meng-upgrade bagian disc break dan suspensi belakang pada NMAX “TURBO” modifikasinya dengan menggunakan parts dari Proper Fitting yang bikin handling saat melewati jalan yang tidak sepenuhnya mulus jadi terasa ringan. Bagian exhaust pun juga di-upgrade dengan menggunakan part exhaust dari 99 Racing yang 100% buatan lokal. Accessories Modification Aneka aksesoris motor pun juga menjadi playground Nakano Garage dalam modifikasinya. Pada bagian windshield, spion, dan jok Nakano Garage menggunakan accessories parts dari Nemo. Sedangkan, untuk handle rem depan dan belakang sekaligus tutup minyak rem, Nakano Garage menggunakan parts dari Nitex. Suguhan modifikasi NMAX “TURBO”-nya pun semakin lengkjap dengan hadirnya parts Stop Lamp dari JPA yang bikin looks semakin garang. “Sejak meluncur pada tahun 2024, NMAX “TURBO” langsung mencuri perhatian para konsumen melalui suguhan teknologi dan fitur canggih terkini, serta desain yang berubah menjadi semakin sporty dan tegas. Melalui banyaknya perubahan yang kami hadirkan, tidak mengherankan jika NMAX “TURBO” langsung menarik minat para konsumen dalam menjadikan motor ini sebagai lifestyle item masa kini. Fenomena itu dapat kita temukan dari menjamurnya tren modifikasi NMAX “TURBO”, seperti yang dilakukan oleh Nakano Garage lewat karya modifikasinya yang bikin auto pangling. Atas itu, kami berharap spirit berkarya para modifikator bersama NMAX dapat terus bertumbuh dan mampu menjadi kultur yang semakin mengakar,” Rifki Maulana, PR, YRA & Community Manager PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk silahkan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia di https://www.yamaha-motor.co.id/

Otomotif
| Jumat, 5 Desember 2025
Foto: Bikin Auto Pangling, Modifikator Ini Bawa Nuansa Nostalgia Balap Legendaris di Modifikasi NMAX “TURBO” | Pifa Net

Kejuaraan Balap Ikonik Yamaha Cup Race Sambangi Tasikmalaya, Siap Hadirkan Euforia yang Tak Terlupakan

PIFA, Otomotif - Ajang balap legendaris Yamaha Cup Race (YCR) memasuki putaran pamungkasnya tahun ini. Seri ke-3 sekaligus penutup bakal digelar pada 29–30 November 2025 di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat. Di salah satu trek populer Tanah Air itu, Yamaha kembali menghadirkan keseruan event One Make Race yang selalu dinanti pecinta balap. Dua seri sebelumnya berlangsung meriah di Sport Centre Rumbai, Pekanbaru – Riau dan Sirkuit Titik Nol Tanjung Bira, Bulukumba – Sulawesi Selatan. Ribuan pengunjung turut memadati arena, sementara ratusan starter tampil kompetitif memberikan tontonan seru bagi para penggemar. Antusiasme serupa kini ditunggu oleh komunitas dan penikmat Yamaha di Tasikmalaya. Tahun ini menjadi kali keenam YCR digelar di Bukit Peusar, setelah sebelumnya hadir pada 2012, 2015, 2016, 2018, dan 2019. Lokasi strategis di Jawa Barat serta hadirnya para pembalap nasional membuat seri Tasikmalaya selalu menjadi pusat perhatian. “Kalender Yamaha One Make Race tiba pada jadwal pamungkas di tahun 2025. Round terakhir Yamaha Cup Race di Bukit Peusar akan menghadirkan pertarungan sengit para rider nasional dan lokal Jawa Barat. Selain balapan, berbagai aktivitas menarik bisa dinikmati publik. Atmosfer kegembiraan dari acara ini akan menjadi momen mengesankan bagi semua yang ikut serta,” ujar Johannes B.M. Siahaan, Assistant General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. 12 Kelas Balap, Termasuk Yamalube Turbo Matic Drag Battle Seri penutup ini kembali menampilkan 12 kelas YCR, mulai dari Bebek 150cc Tune Up Expert (YCR1) hingga Yamaha Ex Rider (YCR12). Kelas Yamalube Turbo Matic Drag Battle juga jadi daya tarik besar, termasuk kehadiran Aerox “TURBO”. Daftar kelas YTMDB mencakup: YTMDB-1 Free For All (Aerox Alpha YIMM Bike) YTMDB-2 Bracket 5 (Aerox Alpha SMK) YTMDB-3 Bracket 6 (Yamaha Aerox Open) YTMDB-4 Bracket 6 (Yamaha Matic Open) Istimewanya, seri di Tasikmalaya turut membuka kelas drag untuk SMK, sebagai bentuk edukasi dan pembinaan generasi muda. Para pelajar juga bisa mengikuti kompetisi video dan foto dengan hadiah menarik. 3 Juara Umum Akan Ditentukan Di seri terakhir ini, akan ditentukan tiga juara umum berdasarkan akumulasi poin dari kelas utama (YCR1, YCR2, atau YCR3) ditambah dua kelas supporting yang diikuti masing-masing rider. Beragam Aktivitas Non-Balap Pengunjung juga bisa menikmati berbagai aktivitas pendukung seperti sunmori, zumba, kuliner, kontes modifikasi, YSRS Kids, hingga booth pameran dan hiburan. Event ini turut didukung oleh sponsor seperti Idemitsu, Yamalube, KYB, Yuasa, GS Astra, Pirelli, Motobatt, IRC Tire, SKF, NGK, HiTEQ, Cargloss, YES24, serta layanan SKY (Service Kunjung Yamaha).

Teknologi
| Rabu, 3 Desember 2025
Foto: Kejuaraan Balap Ikonik Yamaha Cup Race Sambangi Tasikmalaya, Siap Hadirkan Euforia yang Tak Terlupakan | Pifa Net

Modal 40 Juta-an, LEXI LX 155 Japan Look Sukses Juarai Kategori Elit di Event CustoMAXI 2025 Aceh

1111MicrosoftInternetExplorer402DocumentNotSpecified7.8 磅Normal0 PIFA, Otomotif – Kegiatan modifikasi telah menjadi salah satu hobi populer bagi para pengguna skutik premium MAXI Yamaha. Pasalnya, modifikasi tidak hanya membuat tampilan motor menjadi lebih unik dan berbeda, tetapi juga menggambarkan identitas serta rasa bangga dari pengguna motor itu sendiri. Untuk memfasilitasi hobi ini, Yamaha pada bulan September – Oktober lalu, menggelar rangkaian event CustoMAXI 2025 yang berlangsung di 6 kota besar di Indonesia dan telah diikuti oleh lebih dari 400 bikers pengguna XMAX, NMAX, AEROX serta LEXI lintas generasi.  Pada event CustoMAXI tahun ini, model XMAX dan NMAX memang lebih banyak mendominasi arena kontes melalui ubahan-ubahan premium dengan budget yang fantastis. Maka tidak heran jika kedua model ini sukses mencuri perhatian pengunjung hampir disemua seri kompetisi. Namun dipenghujung rangkaian event atau seri ke-6 kontes yang digelar di Kota Banda Aceh, ada fenomena menarik dimana skutik LEXI LX 155 milik M. Yasser, sukses tampil memukau dan mendapatkan atensi tinggi dari para dewan juri.  Hal itu disebabkan, skutik LEXI LX 155 yang notabene merupakan entry level di kategori MAXI Yamaha ternyata juga dapat tampil artistik melalui sentuhan modifikasi yang tepat. Maka tidak heran jika LEXI LX milik M. Yasser keluar sebagai juara 1 di kelas Super MAXI dan berhak untuk melaju ke tahap Grand Final yang akan berlasung di Jakarta pada bulan Desember mendatang.  “Meskipun sebagai entry level di kategori MAXI Yamaha, ternyata LEXi LX 155 menunjukan kualitasnya sebagai salah satu skutik favorit bagi para penghobi modifikasi. Event CustoMAXI Aceh menjadi buktinya, selain jumlah peserta yang banyak menurunkan model ini sebagai jagoan kontesnya, sentuhan-sentuhan perubahan pada LEXi LX 155 juga berhasil mencuri atensi pengunjung, karena ubahan yang disuguhkan sangat artistik dan membuat motor tampil beda,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community, PT YIMM. Mengusung konsep Japan Look, body cover LEXi LX 155 milik M. Yasser telah mendapatkan sentuhan full air-brush diseluruh bagian body motor. Tema grafis yang diangkat adalah helm milik salah seorang pembalap MotoGP pada seri Montegi yang menampilkan gambar bunga mawar, bangunan tradisional Jepang, serta sosok Samurai yang dikelir dengan seni goresan artistik.  Selain body cover, area kaki-kaki juga mendapat modifikasi yang cukup banyak, mulai dari kedua velg yang menggunakan milik XMAX dengan ukuran 15 inch, ban bertapak lebar, suspensi depan up-side down, suspensi belakang mono-shock, sistem pengereman yang ditingkatkan, hingga cakram ganda pada roda bagian depan. Semua part yang digunakan menggunakan part aftermarket premium sehingga tidak hanya membuat tampilan motor menjadi lebih gahar tetapi juga meningkatkan performa berkendara. Ubahan yang cukup menarik pada motor LEXI LX 155 Yasser juga datang dari bagian stang kemudi yang diganti dengan stang milik T-MAX sehingga membuat gaya berkendara menjadi terlihat seperti motor cruiser big bike. Area pencahayaan juga diubah meskipun minimalis, dengan menambahkan running light RGB pada lampu depan dan billed pada bagian lampu belakang.  Meskipun modifikasi terlihat kompleks dan turun di kelas Super MAXI yang terbilang kelas elit, namun yang mengesankan adalah biaya yang dikeluarkan M. Yasser untuk menghasilkan motor juara itu tergolong cukup efisien, yakni hanya sekitar 40 jutaan. Ini jelas sangat terjangkau jika dibandingkan para pemenang Super MAXi lainnya yang biaya modifikasi bisa tembus hingga ratusan juta.  “Sebetulnya dengan budget terjangkau, kita bisa kok menghasilkan karya modifikasi yang bagus dan berkelas. Kuncinya itu ada di konsep yang matang. Jadi saran saya untuk teman-teman yang mau modifikasi, sebaiknya bikin konsep yang kuat dan detail, jadi tidak banyak trial-error yang menghabiskan budget serta waktu. Karena kalo konsep nya tidak clear, pasti di tengah jalan akan banyak perubahan. Tapi poinnya melalui event CustoMAXI ini saya sengaja turun dengan membawa motor LEXi LX 155. Karena saya lihat masih belum banyak modifikator yang serius menggarap motor ini. Jadi saya sengaja mau menunjukkan ke teman-teman modifikator, bahwa LEXi LX 155 juga punya potensi untuk digarap, meskipun dengan budget yang efisien,” tambah M. Yasser. Gelaran CustoMAXI 2025 akan segera memasuki fase Grand Final di bulan Desember mendatang. Semua pemenang juara 1 di masing-masing kategori dan kelas akan dikumpulkan kembali dan dikompetisikan untuk mencari King of MAXI 2025. Untuk informasi terkait Grand Final CustoMAXI 2025 pantau terus akun Instagram resmi @yamahaindonesia.

Otomotif
| Rabu, 3 Desember 2025
Foto: Modal 40 Juta-an, LEXI LX 155 Japan Look Sukses Juarai Kategori Elit di Event CustoMAXI 2025 Aceh | Pifa Net

Momen Spesial Anak Muda di Konser Musik Jadi Makin Asik dengan Kehadiran Grand Filano Hybrid

PIFA, Otomotif - Perkembangan musik di kalangan anak muda saat ini bukan lagi sekadar hiburan semata, tetapi sudah menjadi konsumsi harian yang mengiringi banyak momen, mulai dari bekerja, istirahat, nongkrong, hingga olahraga. Seperti salah satu band asal Jakarta, yaitu Perunggu yang memadukan genre musik indie dengan rock sehingga sukses merebut hati generasi muda karena kejujuran dan karakter kuat yang dibawanya.Hal ini sejalan dengan sepeda motor saat ini yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda, khususnya Grand Filano Hybrid yang hadir menemani pada Konser Tunggal Perunggu bertajuk “Dalam Dinamika” (22/11) karena desainnya yang mengusung konsep skutik klasik dan modern sehingga cocok dengan para Merunggu (fans Perunggu). Kesuksesan konser tunggal Perunggu yang dihadiri ribuan anak muda menjadi bukti kuat bagaimana musik indie mampu menyatukan banyak gaya dan karakter. Di tengah kemeriahan tersebut, Grand Filano Hybrid juga turut hadir untuk mempertegas identitasnya sebagai skutiknya para anak muda dan bahkan mencuri perhatian para pengunjung untuk swafoto bersama.Bukan tanpa alasan Grand Filano Hybrid yang dipamerkan banyak dilirik, tetapi pastinya karena desain skutik ini yang ikonik dengan ciri khas diamond shape pada fascia depan dan desain body-nya yang memberikan ruang luas untuk mempermudah para pengendaranya untuk mempersonalisasi skutiknya. Salah satu Grand Filano Hybrid modifikasi yang dipamerkan pada acara ini adalah modifikasi ala seorang musisi sekaligus artis ternama, yaitu Vincent Rompies yang terkenal punya gaya klasik dan stylish seperti anak band. Begitu juga dengan modifikasi yang dilakukan pada skutik pilihannya, yaitu dengan menambahkan cover headlamp custom ala skutik klasik dan menambahkan beberapa aksesoris seperti spion bar end dan velg wheeldop yang juga membangun kesan kalcer. Dengan berwarna dasar putih, skutik miliknya juga sudah ditambahkan sticker deckal yang memadukan warna hijau teal dan gradasi warna merah, oranye dan kuning serta identitas dirinya juga disematkan pada skutik ini, yaitu “VRR 80”. “Grand Filano Hybrid yang terus dikenal sebagai skutik kalcer yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda kekinian karena bukan hanya untuk mendukung mobilitasnya sehari-hari lewat berbagai fitur canggih dan fungsionalnya tetapi juga seringkali menjadi medium ekspresi dari identitas diri mereka, salah satunya adalah modifikasi gaya Vincent Rompies tersebut yang hadir di tengah-tengah konser salah satu band ternama di Indonesia pastinya dekat dengan kultur kreatif dan musik indie yang sedang naik daun di kalangan anak muda,” ujar Rifki Maulana, Manager PR, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Skutik yang punya teknologi canggih seperti Blue Core Hybrid 125 cc ini juga diakui sangat cocok untuk mendukung mobilitas anak muda saat kalcer saat ini oleh para musisi Perunggu, terutama sang vokalis, yaitu Maul Ibrahim selama berkendara menggunakan Grand Filano Hybrid sebagai teman mobilitas sehari-hari seperti untuk pergi latihan persiapan konser tunggal ini. “Bagi gua, design skutik ini bener bener cakep banget sih karena ala motor retro, apalagi gaya berkendara dari skutik ini juga ergonomis jadi nyaman banget untuk diajak rutin berkendara terutama buat anak muda zaman sekarang yang mobilitasnya tinggi,” ujar Maul Ibrahim. Kemeriahan konser tunggal Perunggu yang ditemani oleh skutik kalcer dari Yamaha ini bukan hanya menjadi penanda kesuksesan band asal Jakarta tersebut dalam merayakan perjalanan musiknya, tetapi juga menegaskan bahwa musik dan sepeda motor seperti Grand Filano Hybrid kini telah melekat sebagai medium penting bagi anak muda untuk berekspresi.

Otomotif
| Selasa, 2 Desember 2025
Foto: Momen Spesial Anak Muda di Konser Musik Jadi Makin Asik dengan Kehadiran Grand Filano Hybrid | Pifa Net

Debut di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, Rider Binaan Yamaha Racing Indonesia Sabian Fathul Ilmi Tampil Impresif

PIFA, Otomotif - Pembinaan berjenjang Yamaha Racing Indonesia terbukti membuahkan hasil positif yang dicatat pembalap di kejuaraan yang diikuti. Keikutsertaan Sabian Fathul Ilmi di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship misalnya, mencetak result menggembirakan dalam penampilan perdananya di ajang tersebut. Berstatus rider wild card, dia mampu mengeluarkan performa cemerlang pada seri 6 Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship yang digelar di Chang International Circuit Buriram, 21-23 November 2025. Pembalap muda belia berusia 13 tahun itu mengawali langkahnya dengan baik. Masuk 10 besar dalam dua kali free practice, ada di urutan 8 dan 6. Lalu sesi kualifikasi dijalaninya dengan meyakinkan, merebut pole position sehingga start terdepan unggul atas lawan-lawannya. Sabian Fathul Ilmi berhasil finish di posisi 4 race 1 dan ke-6 race 2 dimana dia bahkan sempat memimpin balapan dalam debut mengesankan ini. Perolehan dua race diperolehnya dengan percaya diri, tak gentar menghadapi pembalap-pembalap lain yang reguler tampil di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship musim ini. Tercatat ada 18 rider dari Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, Jepang, China, Australia usia 13-19 tahun yang ambil bagian pada putaran 6 atau round terakhir Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship 2025. Sabian Fathul Ilmi sukses menunjukkan skill mumpuni bisa bersaing di kompetisi internasional itu. ”Saya senang sekali mendapatkan kesempatan ikut balapan di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship. Saya berusaha maksimal dan optimis saat race agar hasilnya bagus. Terimakasih Yamaha untuk pengalaman ini, saya bisa merasakan kompetisi internasional pertama saya. Balapan dengan pembalap dari negara-negara lain makin memacu saya buat tampil lebih maksimal,” ungkap Sabian Fathul Ilmi. Rider asal Berau Kalimantan Timur itu membuktikan dirinya layak bersaing di tingkat Asia Pasifik. Yamaha Racing Indonesia pun mengapresiasi penampilan Sabian Fathul Ilmi.”Pertama kali race di kompetisi internasional, Sabian Fathul Ilmi memperlihatkan performa impresif. Dia mampu step up dari hasil edukasi di R15 Junior Pro Yamaha Sunday Race, juga mengikuti Kejurnas Mandalika Racing Series Junior Sport 150cc U-15. Potensinya sangat besar untuk terus diasah, ditambah mental yang kuat merupakan perpaduan yang dibutuhkan buat maju terus di kompetisi-kompetisi besar lainnya,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Teknologi
| Senin, 1 Desember 2025
Foto: Debut di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, Rider Binaan Yamaha Racing Indonesia Sabian Fathul Ilmi Tampil Impresif | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Teknologi

Foto: Psikolog Ingatkan Risiko Curhat ke AI: Bisa Bikin Kehilangan Arah Emosional | Pifa Net

Psikolog Ingatkan Risiko Curhat ke AI: Bisa Bikin Kehilangan Arah Emosional

PIFA, Tekno - Psikolog Klinis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, Nena Mawar Sari, mengingatkan risiko psikologis dari kebiasaan terlalu sering mencari dukungan emosional atau curhat kepada perangkat kecerdasan buatan (AI). “Curhat dengan AI itu kan gambaran atau pantulan dari kode atau clue yang kita berikan. Tentu hasil atau feedback yang diberikan tidak ada unsur-unsur humanisnya,” kata Nena kepada ANTARA melalui pesan suara, Jumat. Menurutnya, seseorang yang sedang curhat sebenarnya membutuhkan respons yang bersifat manusiawi dan penuh empati. Ketika curhat dilakukan kepada AI, respons yang dihasilkan hanya berbasis data dan berpotensi menimbulkan salah interpretasi, terutama bagi individu yang sedang depresi atau impulsif. “AI itu sifatnya memberikan pantulan dari apa yang kita butuhkan dan memvalidasi perasaan kita. Takutnya ketika momen orang sedang depresi atau impulsif itu dijadikan acuan yang baku, dikhawatirkan salah interpretasi dan tidak ada sentuhan humanistiknya,” ujar Nena. Ia menambahkan, tanda seseorang mulai bergantung secara emosional dengan AI bisa terlihat dari perilaku seperti terus-menerus memeriksa ponsel, menanyakan hal-hal kecil kepada AI, dan menarik diri dari interaksi sosial. “Sering mengecek handphone, hal yang sedetail-detailnya pun dia tanyakan pada AI, kemudian dia juga menutup diri dengan orang lain, jadi biasanya akan bersikap antisosial,” jelasnya. Sebagai solusi, Nena menyarankan agar masyarakat mencari dukungan dari tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater, atau berbagi cerita dengan orang-orang terdekat. “Jika merasa tidak punya teman untuk curhat, lebih baik journaling atau berbagi dengan 1-2 orang yang bisa dipercaya,” tutup Nena.

Teknologi
| Jumat, 24 Oktober 2025

Teknologi

Foto: Punya Sistem Pendingan Ciamik! Ini Spesifikasi dan Harga VIvo T1 Pro 5G | Pifa Net

Punya Sistem Pendingan Ciamik! Ini Spesifikasi dan Harga VIvo T1 Pro 5G

Berita Teknologi, PIFA - Vivo kembali merilis smartphone terbarunya. Sempat diperkenalkan pada bulan April 2022 lalu, akhirnya Vivo T1 Pro 5G dirilis ke pasar Indonesia. Hadir sebagai The Fastest Mid-range 5G Smartphone, Vivo T1 Pro 5G meperkenalkan fitur Flagship Liquid Cooling sebagai fitur utamanya.  Vivo T1 Pro 5G menyuguhkan layar AMOLED dengan bentangan 6,44 inch Full HD+. Dengan dukungan layar refresh rate 90Hz pengalaman mengakses media sosial ataupun main game akan lebih halus dan lancar. Selain itu, dukungan kecerahan maksimum 1.300 nit membuat layar tetap jelas meski di bawah terik Matahari. Vivo turut memberikan dukungan HDR10+ dan Eye Care Display untuk menjaga mata meski menatap lama pada layar. Sedangkan di bagian audio, Vivo menyematkan Audio Booster, Smart PA Technology dan sertifikasi Hi-Res Audio. Sejumlah fitur tersebut diklaim sempurna karena dukungan Chip Snapdragon 778G yang dipadukan dengan RAM 8 GB. Vivo juga tetap memberikan fitur Extended RAM hingga 4 GB untuk mendongkrak performa ponsel. Dengan memori internal yang lega, 128 GB, Vivo hadir benar-benar memanjakan para penggemar game.  Tak hanya itu, baterai berkapasitas 4.700 mAh dengan fast charging 66W yang mampu mengisi daya 0- 50% bisa dalam waktu 18 menit membuat gamer bisa ngerank tanpa takut kehabisan daya.  Selain sempurna untuk para gamer, pecinta fotografi juga akan dimanjakan dengan hadirnya kamera utama 64 MP yang disandingkan dengan kamera 8 MP ultra-wide dan 2 MP makro. Sementara kamera depannya ada 16 MP.  Sedangkan fitur utama Vivo T1 Pro 5G adalah liquid cooling system yang sangat kuat dan dijamin tidak akan membuat para gamer kegerahan. Sistem pendingan delapan lapis mampu memberikan pendinginan seluas 32,923 m2 dengan penurunan hingga 12 derajat. Hadir dalam varian warna Turbo Black dan Turbo Cyan, Vivo bekerjasama dengan Shopee untuk menghadirkan exclusive deals hingga 15 Mei 2022. Konsumen dapat memiliki Vivo T1 Pro 5G dengan harga Rp 4.299.000. Setiap pembelian vivo T1 Pro 5G pada periode ini, konsumen bisa mendapatkan hadiah langsung Vivo Wireless Sport Lite seharga Rp 400.000, perpanjangan masa garansi senilai hingga Rp 1.000.000, potongan harga senilai Rp 200.000 untuk pembelian Vivo TWS 2e serta kuota Telkomsel BundlingMAX hingga 16GB. (b) 

Dunia
| Selasa, 17 Mei 2022

Teknologi

Foto: Teknologi AI Bantu Pasangan Ini Punya Anak Setelah 19 Tahun Penantian, Ini Kisahnya | Pifa Net

Teknologi AI Bantu Pasangan Ini Punya Anak Setelah 19 Tahun Penantian, Ini Kisahnya

PIFA, Lifestyle — Harapan untuk memiliki anak kandung kembali menyala bagi pasangan yang telah hampir dua dekade menanti buah hati. Semua berkat teknologi kecerdasan buatan mutakhir yang berhasil menemukan sperma dalam tubuh pria yang sebelumnya divonis mandul total. Pasangan yang identitasnya disamarkan ini kini tengah menanti kelahiran anak pertama mereka, setelah 19 tahun menjalani berbagai upaya yang sia-sia. Keajaiban ini datang dari terobosan medis bernama STAR, kependekan dari Sperm Tracking and Recovery, yang dikembangkan oleh tim ahli dari Columbia University. Selama bertahun-tahun, sang suami didiagnosis menderita azoospermia — kondisi di mana air mani tampak normal, namun tidak mengandung satu pun sperma hidup. Dalam kondisi seperti ini, pilihan yang tersedia biasanya terbatas: menggunakan donor sperma, atau menjalani operasi invasif yang menyakitkan untuk mencari kemungkinan adanya sperma dalam jaringan testis. Namun Dr. Zev Williams, direktur Pusat Fertilitas Columbia, merasa pendekatan medis selama ini terlalu kuno. Ia bersama timnya menggali inspirasi dari dunia astronomi — tepatnya cara ilmuwan mendeteksi planet tersembunyi di galaksi jauh. Hasilnya adalah STAR, sistem berbasis AI yang dirancang untuk mencari sesuatu yang nyaris tak terlihat: sperma yang tersembunyi di antara lautan sel mati. Kemampuan STAR sungguh mencengangkan. Dalam satu uji coba, sistem ini berhasil menemukan puluhan sperma hanya dalam waktu satu jam — pada sampel yang sebelumnya telah diperiksa selama dua hari penuh tanpa hasil oleh para embriolog. Bagi pasangan yang menjalani program ini, prosesnya ternyata tak serumit yang dibayangkan. Sang suami hanya diminta menyerahkan sampel air mani. Sistem STAR kemudian memindainya dengan teknologi pencitraan tingkat tinggi, menghasilkan jutaan gambar dalam hitungan menit. Dari situ, AI mengenali sel sperma hidup — meski hanya tiga sel yang berhasil ditemukan, itu sudah cukup untuk langkah berikutnya. Sperma tersebut lalu diambil menggunakan alat robotik superpresisi, tanpa prosedur berisiko seperti sentrifugasi yang bisa merusak sel. Setelah itu, sperma digunakan dalam proses fertilisasi in vitro (IVF), dan sel telur sang istri berhasil dibuahi dalam waktu kurang dari dua jam sejak sampel diambil. Kini, embrio tumbuh dalam rahimnya, dan usia kandungan telah menginjak lima bulan. “Saya bahkan masih belum bisa percaya ini nyata,” ujar perempuan yang menggunakan nama samaran Rosie, dalam wawancara eksklusif dengan Time. “Selama ini rasanya tak ada harapan. Saya tidak terlalu tua, tapi dalam ukuran kesuburan, waktu saya hampir habis.” Dr. Williams mengatakan, STAR hadir bukan hanya sebagai teknologi, tapi sebagai peluang kedua bagi pria yang telah lama diberi vonis ‘tak bisa menjadi ayah’. Biaya yang dibutuhkan untuk keseluruhan proses STAR, termasuk pencarian dan pembekuan sperma, dikatakan kurang dari $3.000 — jauh lebih rendah dari biaya IVF konvensional yang bisa mencapai puluhan ribu dolar. Namun, meski menjanjikan, sejumlah pakar meminta masyarakat tak terburu-buru menaruh harapan besar. “Ini inovatif, tapi masih butuh pengujian jangka panjang,” ujar Robert Brannigan, presiden terpilih American Society for Reproductive Medicine, kepada Washington Post. Terobosan ini hadir di tengah meningkatnya kasus infertilitas pria secara global. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah sperma pria di negara-negara Barat menurun lebih dari 50% dalam empat dekade terakhir. Faktor gaya hidup, paparan lingkungan, dan kesehatan metabolik seperti obesitas diduga menjadi penyebab utama. Bagi Rosie dan suaminya, STAR bukan sekadar teknologi — ini adalah keajaiban yang membuat mimpi mereka menjadi kenyataan. Jika tak ada kendala, bayi mereka diperkirakan lahir pada Desember mendatang. Dan bagi dunia medis, ini bisa menjadi awal dari era baru dalam penanganan infertilitas pria.

Teknologi
| Minggu, 6 Juli 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5