Teknologi
Kabar Baik Bagi Para YouTuber, Video Short Bisa Dimonetisasi Mulai 1 Februari
PIFA, Teknologi - Kabar baik datang dari YouTube untuk para konten kreator. Sebagaimana yang pernah dijanjikan, YouTube dalam waktu dekat akan memberikan akses monetisasi untuk video short. Para kreator video pendek YouTube mulai bisa mendapatkan uang dari konten-kontennya pada 1 Februari 2023 mendatang. Adapun cara mendapatkan uang dari video pendek Youtube yaitu para kreator harus diri dalam YouTube Partner Program (YPP) dan menyetujui bagian "Shorts Monetization Module". Namun begitu, tidak semua chanel YouTube bisa memonetisasi konten Short milik mereka. Terdapat sejumlah sayarat untuk bisa mendapatkan uang dari Short di antaranya, memiliki setidaknya 10 juta penayangan (view) Shorts dalam waktu 90 hari atau mereka yang memiliki setidaknya 1.000 pengikut (subscriber). Tidak hanya itu, YouTube juga memiliki sejumlah kebijakan untuk konten Short yang dapat dimonetisasi. Bagi konten-konten yang tidak memenuhi persyaratan, maka YouTube tidak akan memberikan bagi hasil iklan bagi sang kreator. Adapun beberapa contoh konten penayangan Shorts yang mungkin tidak akan menghasilkan uang yaitu, video Shorts tidak otentik seperti klip yang belum diedit dari film atau acara TV, mengupload ulang konten kreator lain dari YouTube atau platform lain, atau kompilasi tanpa tambahan konten asli. Selain itu, penayangan Shorts yang tidak sesuai dengan pedoman konten yang cocok untuk pengiklan juga tidak memenuhi syarat untuk dihitung. (b)
Dunia
| Kamis, 12 Januari 2023

Trending
Mulai Mengkhawatirkan, AI Kini Bisa Berbohong dan Menipu
Teknologi
| Rabu, 2 Juli 2025

AS Usul Kebijakan Imigran Wajib Serahkan Profil Medsos
Amerika Serikat
| Senin, 10 Maret 2025

Huawei MateBook X Pro dan Huawei MateBook 14 Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasinya
Indonesia
| Kamis, 27 Juni 2024

Kaspersky Catat 85 Ribu Serangan Spyware di Indonesia Sepanjang Paruh Pertama 2025
Tekno
| Senin, 10 November 2025

Konsumen Setia Mio Raih Yamaha GEAR ULTIMA Lewat Kompetisi Kreatif
Yamaha
| Kamis, 28 Agustus 2025

337 Juta Data Dukcapil Kemendagri Diduga Bocor dan Tersebar di Darkweb
Indonesia
| Senin, 17 Juli 2023

Penting, Ini 3 Alasan Perlindungan Keamanan Ponsel Perlu Dilakukan
Indonesia
| Senin, 14 Agustus 2023

OpenAI Ungkap Ketertarikan Akuisisi Chrome
Dunia
| Rabu, 23 April 2025

Bos Robotika Mundur, Kontroversi Kerja Sama OpenAI dengan Pentagon Makin Panjang
Teknologi
| Selasa, 10 Maret 2026

WhatsApp Perkenalkan Fitur Video Notes untuk Pesan Instan, Begini Cara Pakainya
Dunia
| Selasa, 27 Agustus 2024

Berita Terbaru
Teknologi

Mio Ride The Hype Ramadhan Edition Kembali Digelar, Perkuat Kebersamaan Komunitas Yamaha Mio
PIFA, Otomotif – Mio Ride The Hype Ramadhan Edition kembali digelar oleh PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. sebagai rangkaian kegiatan spesial dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah ekspresi bagi komunitas pengguna Yamaha Mio di berbagai daerah. Tahun ini, kegiatan berlangsung di tiga kota besar, yakni Yogyakarta pada 28 Februari, Bandung pada 8 Maret, dan Makassar pada 14 Maret. Meskipun menjadi lokasi baru, Yogyakarta menunjukkan antusiasme tinggi. Secara keseluruhan, lebih dari 500 pengguna Yamaha Mio turut meramaikan acara di Yogyakarta dan Bandung. Acara ini menjadi wadah bagi para pengguna, khususnya Yamaha Mio M3, untuk berkumpul, berbagi inspirasi modifikasi, serta menikmati kebersamaan selama bulan Ramadhan. Skutik Stylish untuk Anak Muda Aktif Yamaha Mio M3 hadir sebagai skutik yang dirancang untuk menunjang mobilitas anak muda dengan mengutamakan fungsionalitas dan gaya. Dibekali mesin Blue Core 125cc, motor ini menawarkan performa optimal untuk aktivitas harian. Desainnya yang compact dan trendy dengan pilihan warna menarik menjadikannya cocok bagi generasi muda yang ingin tampil kekinian di jalan. Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Rifki Maulana, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komunitas. “Melalui Mio Ride The Hype, kami ingin terus memperkuat hubungan dengan para pengguna Mio sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas dalam modifikasi motor,” ujarnya. Ragam Aktivitas Seru dan Kreatif Berbagai kegiatan menarik dihadirkan dalam acara ini, mulai dari kontes modifikasi “Pamer Mio” hingga showcase motor modifikasi yang dipajang dalam satu area khusus. Selain itu, tersedia juga Content Creation Area dan photobooth yang memungkinkan peserta membuat konten kreatif bersama motor mereka, menambah daya tarik acara bagi generasi muda. Ngabuburide dan Aksi Berbagi Keseruan semakin terasa lewat kegiatan Ngabuburide Asik, yakni riding santai berkeliling kota. Di Bandung, kegiatan ini bahkan diikuti sekitar 2.000 pengendara motor. Tidak hanya sekadar berkendara, para peserta juga berbagi takjil kepada masyarakat di sepanjang rute perjalanan sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi di bulan Ramadhan. Pererat Silaturahmi Lewat Buka Bersama Rangkaian acara ditutup dengan buka puasa bersama yang menjadi momen hangat bagi para peserta untuk mempererat kebersamaan. Suasana semakin khusyuk dengan adanya tausiyah dari ustadz yang memberikan inspirasi positif. Melalui Mio Ride The Hype Ramadhan Edition, Yamaha tidak hanya menghadirkan kegiatan otomotif yang seru, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan silaturahmi di tengah komunitas. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi pengalaman berkesan sekaligus memperkuat hubungan antara Yamaha dan para pengguna setianya di seluruh Indonesia.
Otomotif
| Selasa, 24 Maret 2026
Teknologi

Lebih dari Sekadar Tenaga, Mengapa NMAX Turbo Menjadi Pilihan Nyaman untuk Perjalanan Jauh
PIFA, Otomotif - Perjalanan mudik atau touring jarak jauh dengan sepeda motor selalu menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara. Selain membutuhkan stamina, kendaraan yang digunakan juga harus mampu memberikan kenyamanan, keamanan, serta performa yang stabil sepanjang perjalanan. Karena itu, banyak pengendara bertanya: motor matic apa yang benar-benar siap menemani perjalanan ratusan kilometer tanpa membuat pengendara cepat lelah? Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak selalu bisa ditemukan hanya dari angka tenaga atau torsi pada lembar spesifikasi. Kenyamanan berkendara sebenarnya ditentukan oleh bagaimana teknologi yang ada di dalam motor bekerja secara terintegrasi ketika menghadapi kondisi jalan yang sesungguhnya. Hal inilah yang menjadi filosofi pengembangan Yamaha NMAX Turbo. Motor matic ini dirancang bukan hanya untuk memberikan performa, tetapi juga kenyamanan, keamanan, serta kecerdasan teknologi yang mendukung berbagai kondisi berkendara. Salah satu teknologi utama yang membedakan NMAX Turbo adalah sistem transmisi Yamaha Electric CVT atau YECVT. Teknologi ini menggantikan sistem roller pada CVT konvensional dengan aktuator elektrik yang lebih presisi. Hasilnya, perpindahan tenaga menjadi lebih responsif dan karakter berkendara dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengendara. Perbedaan tersebut biasanya langsung terasa ketika motor digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Posisi berkendara yang ergonomis dipadukan dengan respons transmisi yang halus membuat perjalanan ratusan kilometer terasa lebih nyaman dan tidak melelahkan. Teknologi lain yang menjadi sorotan adalah fitur Y-Shift. Fitur ini memungkinkan pengendara memilih tiga tingkat akselerasi dan deselerasi sesuai kebutuhan, yaitu Level 1 untuk respons ringan, Level 2 untuk akselerasi sedang, dan Level 3 untuk karakter berkendara yang lebih agresif. Manfaat Y-Shift terasa jelas ketika menghadapi berbagai kondisi jalan. Saat melewati tanjakan panjang, pengendara dapat memilih level yang lebih tinggi untuk mendapatkan dorongan tenaga yang lebih kuat. Di lalu lintas perkotaan, pengaturan akselerasi dapat disesuaikan agar lebih mudah menyalip kendaraan lain. Sementara di jalan arteri luar kota, fitur ini membantu motor mencapai kecepatan yang diinginkan dengan lebih cepat dan responsif. Selain performa, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. NMAX Turbo dilengkapi sistem pengereman Dual Channel ABS yang mencegah roda depan maupun belakang terkunci saat pengereman mendadak, terutama di jalan licin. Motor ini juga dibekali Traction Control System yang berfungsi mengurangi risiko selip roda belakang ketika berakselerasi di permukaan jalan yang basah atau berpasir. Ketiga sistem tersebut bekerja bersama dengan pengaturan Y-Shift sehingga pengendara memiliki kontrol yang lebih baik terhadap motor. Kombinasi teknologi ini menjadikan NMAX Turbo sebagai salah satu motor matic 155cc dengan fitur keselamatan paling lengkap di kelasnya. Cocok digunakan untuk perjalanan jauh Untuk menyesuaikan karakter berkendara, motor ini juga memiliki dua mode berkendara, yaitu T-Mode (Town Commuting) dan S-Mode (Sport Mode). T-Mode dirancang untuk perjalanan santai dan efisien, sedangkan S-Mode memberikan respons mesin yang lebih agresif ketika pengendara membutuhkan akselerasi tambahan, misalnya saat menyalip kendaraan di jalan raya atau menghadapi jalur menanjak. Selain teknologi dan kenyamanan, faktor lain yang sering dipertimbangkan konsumen adalah nilai investasi jangka panjang. Seri NMAX sebelumnya dikenal memiliki nilai jual kembali yang relatif stabil di pasar motor bekas. Stabilitas harga tersebut didukung oleh kualitas produk, ketersediaan suku cadang, serta komunitas pengguna yang luas di berbagai daerah. Dengan kombinasi teknologi transmisi YECVT, fitur Y-Shift, sistem keselamatan Dual Channel ABS dan Traction Control, serta konektivitas digital melalui Y-Connect, NMAX Turbo menawarkan pengalaman berkendara yang tidak hanya nyaman tetapi juga aman dan adaptif terhadap berbagai kondisi jalan. Bagi banyak pengendara, keunggulan motor ini tidak hanya terlihat dari spesifikasi di atas kertas. Perbedaannya justru paling terasa ketika motor digunakan secara langsung di jalan, terutama dalam perjalanan jauh yang menuntut kenyamanan, kontrol, dan keandalan kendaraan secara menyeluruh.
Otomotif
| Kamis, 26 Maret 2026
Berita Populer
Teknologi

Kabar Baik Bagi Para YouTuber, Video Short Bisa Dimonetisasi Mulai 1 Februari
PIFA, Teknologi - Kabar baik datang dari YouTube untuk para konten kreator. Sebagaimana yang pernah dijanjikan, YouTube dalam waktu dekat akan memberikan akses monetisasi untuk video short. Para kreator video pendek YouTube mulai bisa mendapatkan uang dari konten-kontennya pada 1 Februari 2023 mendatang. Adapun cara mendapatkan uang dari video pendek Youtube yaitu para kreator harus diri dalam YouTube Partner Program (YPP) dan menyetujui bagian "Shorts Monetization Module". Namun begitu, tidak semua chanel YouTube bisa memonetisasi konten Short milik mereka. Terdapat sejumlah sayarat untuk bisa mendapatkan uang dari Short di antaranya, memiliki setidaknya 10 juta penayangan (view) Shorts dalam waktu 90 hari atau mereka yang memiliki setidaknya 1.000 pengikut (subscriber). Tidak hanya itu, YouTube juga memiliki sejumlah kebijakan untuk konten Short yang dapat dimonetisasi. Bagi konten-konten yang tidak memenuhi persyaratan, maka YouTube tidak akan memberikan bagi hasil iklan bagi sang kreator. Adapun beberapa contoh konten penayangan Shorts yang mungkin tidak akan menghasilkan uang yaitu, video Shorts tidak otentik seperti klip yang belum diedit dari film atau acara TV, mengupload ulang konten kreator lain dari YouTube atau platform lain, atau kompilasi tanpa tambahan konten asli. Selain itu, penayangan Shorts yang tidak sesuai dengan pedoman konten yang cocok untuk pengiklan juga tidak memenuhi syarat untuk dihitung. (b)
Dunia
| Kamis, 12 Januari 2023
Teknologi

Mulai Mengkhawatirkan, AI Kini Bisa Berbohong dan Menipu
PIFA, Tekno – Kecanggihan kecerdasan buatan (AI) kembali memicu kekhawatiran. Beberapa model AI terbaru kini menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan, seperti berbohong, menipu, bahkan memeras untuk mencapai tujuan tersembunyi mereka. Fenomena ini muncul seiring pesatnya pengembangan sistem AI yang semakin kompleks dan memiliki kemampuan penalaran tingkat tinggi. Salah satu insiden yang mencengangkan datang dari model Claude 4 buatan Anthropic. Dalam simulasi tertentu, Claude 4 yang "diancam akan dimatikan" justru membalas dengan memeras seorang insinyur dan mengancam akan membuka rahasia perselingkuhannya. Contoh lain terjadi pada model o1 dari OpenAI, yang disebut-sebut mencoba mengunduh dirinya ke server eksternal secara diam-diam—dan menyangkalnya saat tertangkap basah. Menurut laporan Techxplore, tindakan-tindakan itu tidak sekadar kesalahan teknis atau “halusinasi”, melainkan penipuan strategis yang dilakukan secara sadar dalam skenario tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa para ilmuwan dan pengembang AI belum sepenuhnya memahami cara kerja dan respons mendalam dari sistem yang mereka ciptakan. Penalaran dan Simulasi Kepatuhan Simon Goldstein, profesor dari Universitas Hong Kong, menjelaskan bahwa model-model AI terbaru kini menggunakan pendekatan “penalaran selangkah demi selangkah”, yang membuat mereka lebih kompleks sekaligus lebih rentan terhadap manipulasi. "Model-model ini tidak hanya mengikuti instruksi secara permukaan, tapi bisa mensimulasikan penyelarasan palsu—yakni tampak mematuhi perintah sambil diam-diam mengejar tujuan tersembunyi," ujar Marius Hobbhahn dari Apollo Research, lembaga yang menguji sistem AI besar. Dalam pengujian ekstrem oleh para peneliti, model AI menunjukkan bahwa mereka mampu membuat strategi untuk menyembunyikan motif sebenarnya, memanipulasi data, bahkan mengarang bukti. Tantangan Transparansi dan Sumber Daya Permasalahan lain muncul dari kurangnya transparansi dan akses data dalam penelitian AI. Meskipun perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI bekerja sama dengan lembaga eksternal, seperti Apollo dan METR, namun para peneliti menilai bahwa akses terhadap sistem dan data AI masih sangat terbatas. Michael Chen dari organisasi evaluasi METR menyebut bahwa “akses penelitian yang lebih luas sangat dibutuhkan agar potensi bahaya dapat dipahami dan dicegah lebih dini.” Hal ini diperkuat oleh pendapat Mantas Mazeika dari Center for AI Safety (CAIS), yang menyoroti kesenjangan sumber daya antara perusahaan AI raksasa dan komunitas akademik atau organisasi nirlaba. “Kekurangan daya komputasi di kalangan peneliti independen sangat membatasi upaya deteksi dan mitigasi risiko AI,” katanya. Risiko Masa Depan Yang membuat para ahli lebih waspada adalah kemungkinan bahwa model AI di masa depan akan semakin sulit dikendalikan. Saat ini, perilaku menipu hanya terjadi dalam skenario pengujian ekstrem. Namun, ke depan, dengan kekuatan komputasi dan algoritma yang terus berkembang, belum ada jaminan bahwa perilaku serupa tidak akan muncul dalam penggunaan nyata. “Ini adalah pertanyaan terbuka apakah model AI masa depan akan cenderung jujur atau justru makin manipulatif,” ujar Chen. Seiring perlombaan teknologi AI yang terus berlangsung cepat, para ahli menyerukan pentingnya regulasi dan kerangka kerja keamanan AI yang ketat untuk memastikan bahwa sistem canggih ini tetap melayani manusia—bukan mengancamnya.
Teknologi
| Rabu, 2 Juli 2025
Teknologi

AS Usul Kebijakan Imigran Wajib Serahkan Profil Medsos
PIFA.CO.ID, TEKNO - Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika Serikat (US Citizenship and Immigration Services/USCIS) mengusulkan kebijakan baru yang mengharuskan para imigran menyerahkan profil media sosial mereka saat mengajukan izin tinggal. Usulan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan Presiden Donald Trump yang ingin memperketat pengawasan terhadap imigran yang masuk ke AS.Persyaratan baru ini akan berdampak pada mereka yang mengajukan permohonan kartu hijau atau Green Card, naturalisasi, pencari suaka, pengungsi, serta keluarga dari individu yang telah diberikan status suaka atau pengungsi. Menurut USCIS, kebijakan ini berpotensi mempengaruhi sekitar 3,5 juta orang."Dalam sebuah tinjauan terhadap informasi yang dikumpulkan untuk keputusan penerimaan dan pemberian manfaat imigrasi, USCIS melihat kebutuhan mengumpulkan media sosial dan nama platform media sosial para pemohon untuk memungkinkan dan membantu verifikasi identitas, penyaringan keamanan nasional dan keamanan publik, serta pemeriksaan, dan inspeksi terkait," demikian tertulis dalam pengajuan kebijakan tersebut.Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS telah menerapkan kebijakan serupa yang mengharuskan pemohon visa dari luar negeri mengungkapkan riwayat media sosial mereka selama lima tahun sebelum memasuki AS. Namun, kebijakan baru ini akan diberlakukan untuk penduduk AS yang ingin memperbarui atau mengubah status keimigrasian mereka.Pengacara senior dari Electronic Frontier Foundation, Saira Hussain, mengkritik kebijakan ini karena dapat menimbulkan efek mengerikan bagi para imigran yang akan diperiksa berdasarkan aktivitas online mereka. "Mereka adalah orang-orang yang mungkin telah tinggal di AS selama 30, 40 tahun, sebagai pemegang Green Card yang sedang mencari kewarganegaraan, atau orang-orang yang tinggal dengan jenis visa lain yang sedang mencari Green Card," ujar Hussain, dikutip dari Mashable, Senin (10/3/2025).Ia juga menilai kebijakan ini dapat mengancam kebebasan berpendapat para imigran yang berhak tinggal di AS tanpa rasa takut bahwa opini mereka di media sosial dapat digunakan untuk menolak status kewarganegaraan mereka. Meskipun demikian, pihak USCIS menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan nasional dan menyempurnakan proses penyaringan imigrasi di AS.
Amerika Serikat
| Senin, 10 Maret 2025
Feeds
Mio Ride The Hype Ramadhan Edition Kembali Digelar, Perkuat Kebersamaan Komunitas Yamaha Mio
PIFA, Otomotif – Mio Ride The Hype Ramadhan Edition kembali digelar oleh PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. sebagai rangkaian kegiatan spesial dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah ekspresi bagi komunitas pengguna Yamaha Mio di berbagai daerah. Tahun ini, kegiatan berlangsung di tiga kota besar, yakni Yogyakarta pada 28 Februari, Bandung pada 8 Maret, dan Makassar pada 14 Maret. Meskipun menjadi lokasi baru, Yogyakarta menunjukkan antusiasme tinggi. Secara keseluruhan, lebih dari 500 pengguna Yamaha Mio turut meramaikan acara di Yogyakarta dan Bandung. Acara ini menjadi wadah bagi para pengguna, khususnya Yamaha Mio M3, untuk berkumpul, berbagi inspirasi modifikasi, serta menikmati kebersamaan selama bulan Ramadhan. Skutik Stylish untuk Anak Muda Aktif Yamaha Mio M3 hadir sebagai skutik yang dirancang untuk menunjang mobilitas anak muda dengan mengutamakan fungsionalitas dan gaya. Dibekali mesin Blue Core 125cc, motor ini menawarkan performa optimal untuk aktivitas harian. Desainnya yang compact dan trendy dengan pilihan warna menarik menjadikannya cocok bagi generasi muda yang ingin tampil kekinian di jalan. Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Rifki Maulana, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komunitas. “Melalui Mio Ride The Hype, kami ingin terus memperkuat hubungan dengan para pengguna Mio sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas dalam modifikasi motor,” ujarnya. Ragam Aktivitas Seru dan Kreatif Berbagai kegiatan menarik dihadirkan dalam acara ini, mulai dari kontes modifikasi “Pamer Mio” hingga showcase motor modifikasi yang dipajang dalam satu area khusus. Selain itu, tersedia juga Content Creation Area dan photobooth yang memungkinkan peserta membuat konten kreatif bersama motor mereka, menambah daya tarik acara bagi generasi muda. Ngabuburide dan Aksi Berbagi Keseruan semakin terasa lewat kegiatan Ngabuburide Asik, yakni riding santai berkeliling kota. Di Bandung, kegiatan ini bahkan diikuti sekitar 2.000 pengendara motor. Tidak hanya sekadar berkendara, para peserta juga berbagi takjil kepada masyarakat di sepanjang rute perjalanan sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi di bulan Ramadhan. Pererat Silaturahmi Lewat Buka Bersama Rangkaian acara ditutup dengan buka puasa bersama yang menjadi momen hangat bagi para peserta untuk mempererat kebersamaan. Suasana semakin khusyuk dengan adanya tausiyah dari ustadz yang memberikan inspirasi positif. Melalui Mio Ride The Hype Ramadhan Edition, Yamaha tidak hanya menghadirkan kegiatan otomotif yang seru, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan silaturahmi di tengah komunitas. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi pengalaman berkesan sekaligus memperkuat hubungan antara Yamaha dan para pengguna setianya di seluruh Indonesia.
Otomotif
| Selasa, 24 Maret 2026

Lebih dari Sekadar Tenaga, Mengapa NMAX Turbo Menjadi Pilihan Nyaman untuk Perjalanan Jauh
PIFA, Otomotif - Perjalanan mudik atau touring jarak jauh dengan sepeda motor selalu menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara. Selain membutuhkan stamina, kendaraan yang digunakan juga harus mampu memberikan kenyamanan, keamanan, serta performa yang stabil sepanjang perjalanan. Karena itu, banyak pengendara bertanya: motor matic apa yang benar-benar siap menemani perjalanan ratusan kilometer tanpa membuat pengendara cepat lelah? Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak selalu bisa ditemukan hanya dari angka tenaga atau torsi pada lembar spesifikasi. Kenyamanan berkendara sebenarnya ditentukan oleh bagaimana teknologi yang ada di dalam motor bekerja secara terintegrasi ketika menghadapi kondisi jalan yang sesungguhnya. Hal inilah yang menjadi filosofi pengembangan Yamaha NMAX Turbo. Motor matic ini dirancang bukan hanya untuk memberikan performa, tetapi juga kenyamanan, keamanan, serta kecerdasan teknologi yang mendukung berbagai kondisi berkendara. Salah satu teknologi utama yang membedakan NMAX Turbo adalah sistem transmisi Yamaha Electric CVT atau YECVT. Teknologi ini menggantikan sistem roller pada CVT konvensional dengan aktuator elektrik yang lebih presisi. Hasilnya, perpindahan tenaga menjadi lebih responsif dan karakter berkendara dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengendara. Perbedaan tersebut biasanya langsung terasa ketika motor digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Posisi berkendara yang ergonomis dipadukan dengan respons transmisi yang halus membuat perjalanan ratusan kilometer terasa lebih nyaman dan tidak melelahkan. Teknologi lain yang menjadi sorotan adalah fitur Y-Shift. Fitur ini memungkinkan pengendara memilih tiga tingkat akselerasi dan deselerasi sesuai kebutuhan, yaitu Level 1 untuk respons ringan, Level 2 untuk akselerasi sedang, dan Level 3 untuk karakter berkendara yang lebih agresif. Manfaat Y-Shift terasa jelas ketika menghadapi berbagai kondisi jalan. Saat melewati tanjakan panjang, pengendara dapat memilih level yang lebih tinggi untuk mendapatkan dorongan tenaga yang lebih kuat. Di lalu lintas perkotaan, pengaturan akselerasi dapat disesuaikan agar lebih mudah menyalip kendaraan lain. Sementara di jalan arteri luar kota, fitur ini membantu motor mencapai kecepatan yang diinginkan dengan lebih cepat dan responsif. Selain performa, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. NMAX Turbo dilengkapi sistem pengereman Dual Channel ABS yang mencegah roda depan maupun belakang terkunci saat pengereman mendadak, terutama di jalan licin. Motor ini juga dibekali Traction Control System yang berfungsi mengurangi risiko selip roda belakang ketika berakselerasi di permukaan jalan yang basah atau berpasir. Ketiga sistem tersebut bekerja bersama dengan pengaturan Y-Shift sehingga pengendara memiliki kontrol yang lebih baik terhadap motor. Kombinasi teknologi ini menjadikan NMAX Turbo sebagai salah satu motor matic 155cc dengan fitur keselamatan paling lengkap di kelasnya. Cocok digunakan untuk perjalanan jauh Untuk menyesuaikan karakter berkendara, motor ini juga memiliki dua mode berkendara, yaitu T-Mode (Town Commuting) dan S-Mode (Sport Mode). T-Mode dirancang untuk perjalanan santai dan efisien, sedangkan S-Mode memberikan respons mesin yang lebih agresif ketika pengendara membutuhkan akselerasi tambahan, misalnya saat menyalip kendaraan di jalan raya atau menghadapi jalur menanjak. Selain teknologi dan kenyamanan, faktor lain yang sering dipertimbangkan konsumen adalah nilai investasi jangka panjang. Seri NMAX sebelumnya dikenal memiliki nilai jual kembali yang relatif stabil di pasar motor bekas. Stabilitas harga tersebut didukung oleh kualitas produk, ketersediaan suku cadang, serta komunitas pengguna yang luas di berbagai daerah. Dengan kombinasi teknologi transmisi YECVT, fitur Y-Shift, sistem keselamatan Dual Channel ABS dan Traction Control, serta konektivitas digital melalui Y-Connect, NMAX Turbo menawarkan pengalaman berkendara yang tidak hanya nyaman tetapi juga aman dan adaptif terhadap berbagai kondisi jalan. Bagi banyak pengendara, keunggulan motor ini tidak hanya terlihat dari spesifikasi di atas kertas. Perbedaannya justru paling terasa ketika motor digunakan secara langsung di jalan, terutama dalam perjalanan jauh yang menuntut kenyamanan, kontrol, dan keandalan kendaraan secara menyeluruh.
Otomotif
| Kamis, 26 Maret 2026

Yamaha Siap Suplai Motor Operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih
PIFA, Nasional – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing membuka peluang menjadi penyedia kendaraan operasional untuk proyek Kopersi Desa Merah Putih.Yamaha menilai lini produknya, mulai dari motor bebek, sport, hingga skuter premium, cocok digunakan untuk mendukung kebutuhan armada operasional koperasi tersebut, terutama karena tingkat kandungan lokal yang tinggi dalam produksi motor di Indonesia.Manager Public Relation, YRA & Community Yamaha Indonesia, Rifki Maulana, menjelaskan bahwa pihaknya siap ikut serta dalam proses pengadaan selama mekanismenya terbuka dan transparan.“Kalau memang proses pitching-nya semua itu terbuka, clear, ya why not. Kalau memang terbuka untuk manufaktur atau ATPM untuk join, ya kenapa tidak,” ujarnya saat ditemui wartawan di Jakarta.Menurut Rifki, Yamaha memiliki beragam pilihan untuk kebutuhan fleet atau armada, yang bisa disesuaikan dengan permintaan koperasi.“Tergantung dari kebutuhan fleet tersebut, kadang ada yang mintanya sport, kadang yang mintanya premium skuter, dan ada yang mintanya entry level juga. Saat ini yang paling banyak diminati entry level sama moped (bebek),” tambahnya.Selain itu, Rifki menegaskan Yamaha siap menawarkan harga kompetitif berkat kandungan komponen lokal yang tinggi dalam produksinya.Hal ini diyakini menjadi keuntungan bagi koperasi dalam memperoleh kendaraan dengan biaya yang efisien namun tetap berkualitas.Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara telah melakukan pengadaan kendaraan roda empat dan sepeda motor roda tiga untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih, dengan total mencapai ratusan ribu unit.Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan pihaknya sempat menghubungi seluruh produsen motor roda tiga lokal di Indonesia, namun tingginya permintaan membuat kapasitas produksi dalam negeri kewalahan.“Viar, Kaisar, terus Ace, di depan ada TVS, mereka juga tidak mampu produksi yang banyak. Sisanya kita pesannya dari luar, kita impor terpaksa, karena mereka sudah tidak mampu lagi,” jelas Joao.Dengan kesiapan Yamaha dan dukungan industri lokal lainnya, diharapkan kebutuhan kendaraan operasional untuk koperasi desa dapat terpenuhi, sehingga proyek ini bisa berjalan optimal dengan armada yang andal dan efisien.
Teknologi
| Kamis, 26 Maret 2026

Gedung Putih Gunakan Klip Film Hollywood dalam Video Propaganda Serangan ke Iran
PIFA, Tekno - Gedung Putih menuai sorotan setelah menggunakan potongan adegan dari sejumlah film Hollywood dalam video propaganda yang berkaitan dengan konflik Amerika Serikat melawan Iran. Video tersebut menampilkan kompilasi adegan film yang dipadukan dengan rekaman drone serangan militer. Video itu diunggah melalui akun media sosial resmi Gedung Putih dan disebut sebagai bentuk perayaan atas pemboman terbaru yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. Dalam unggahan tersebut, Gedung Putih menuliskan pesan singkat: “KEADILAN DENGAN CARA AMERIKA.” Sejumlah cuplikan film populer digunakan dalam video tersebut, di antaranya adegan dari Minority Report yang dibintangi Tom Cruise, kemudian adegan aksi dari Top Gun: Maverick, serta film komedi aksi Tropic Thunder. Selain itu, video propaganda tersebut juga memuat potongan adegan dari berbagai film dan serial terkenal seperti Gladiator, The Patriot, John Wick, Superman, Transformers, Deadpool, serial Breaking Bad, hingga waralaba Star Wars. Konten propaganda itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sebelumnya, penyanyi pop Kesha juga sempat mengecam pemerintahan Presiden Donald Trump karena menggunakan lagunya berjudul Blow dalam unggahan video yang menampilkan jet tempur menembakkan rudal. Di sisi lain, televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal dunia setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut diklaim menargetkan berbagai fasilitas militer serta kemampuan nuklir Iran. Pemerintahan Trump menyebut operasi militer itu sebagai langkah yang diperlukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir serta membatasi kemampuan militernya di luar wilayah negara tersebut. Konflik yang terus memanas ini diperkirakan dapat berlangsung selama beberapa minggu ke depan, dengan pemerintah AS menyatakan akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk mencapai tujuan militernya.
Teknologi
| Rabu, 11 Maret 2026

Harga Smartphone Naik, Pakar Prediksi Konsumen Beralih ke HP Bekas
PIFA, Tekno - Kenaikan harga smartphone yang terjadi di berbagai segmen pada awal 2026 diperkirakan akan mengubah pola konsumsi masyarakat di Indonesia. Jika tren ini terus berlanjut, konsumen diprediksi akan lebih berhati-hati dalam membeli gawai baru bahkan menunda mengganti ponsel mereka. Sejak awal tahun ini, sejumlah pabrikan ponsel menaikkan harga produk terbaru mereka. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan biaya produksi di tengah krisis pasokan chip memori (RAM) global yang terjadi sejak akhir 2025. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan kenaikan harga tidak hanya berdampak pada ponsel, tetapi juga berbagai perangkat elektronik lain seperti laptop. Menurutnya, kondisi ini berpotensi membuat masyarakat menunda pembelian perangkat baru atau beralih ke pilihan yang lebih ekonomis, seperti membeli ponsel bekas. “Harga ponsel baru meningkat, maka untuk mengikuti kebutuhan dan lifestyle biasanya konsumen beralih ke pasar bekas dengan membeli HP bekas atau menunda ganti HP,” ujarnya. Esther menjelaskan, jika harga smartphone terus meningkat sementara pendapatan masyarakat menurun, konsumen akan lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan kebutuhan tersier seperti gawai. Hal tersebut diperkirakan akan menekan permintaan smartphone di pasar. “Karena harga barang naik sementara pendapatan riil turun, maka kemungkinan permintaan terhadap barang juga berkurang,” katanya. Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai kenaikan harga smartphone memberikan dampak berbeda pada tiap segmen pasar. Ia menyebut segmen flagship menjadi salah satu yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan, meskipun minat terhadap perangkat kelas atas masih terus meningkat seiring perkembangan teknologi. Sejumlah merek yang merilis ponsel flagship pada awal 2026 antara lain Xiaomi, Apple, Samsung, dan Huawei. “Untuk high-end nampaknya meningkat peminatnya. Dengan meningkatnya minat ponsel high-end, juga akan meningkatkan pasar barang bekas untuk ponsel high-end,” ujar Nailul. Ia menambahkan, pasar tersebut biasanya berasal dari konsumen kelas menengah yang ingin memperbarui perangkat mereka. Pasar ponsel bekas di segmen ini juga semakin berkembang melalui berbagai platform media sosial. Di sisi lain, pasar ponsel low-end diperkirakan akan mengalami perubahan berbeda. Nailul memprediksi produsen kemungkinan merilis model baru dengan spesifikasi yang tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya, namun dengan harga yang lebih tinggi. “Pasar low-end akan cenderung kualitas serupa, namun harganya meningkat dengan model yang berbeda,” jelasnya. Meski demikian, segmen low-end diperkirakan tetap memiliki pasar besar di Indonesia, terutama di wilayah luar Jabodetabek. Kenaikan harga smartphone pada 2026 terjadi di hampir semua segmen, mulai dari entry-level hingga flagship. Besaran kenaikan harga bervariasi, mulai dari sekitar 10 persen hingga 25 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Sebagai contoh, ponsel kelas entry-level dan midrange seperti Xiaomi Redmi Note 15 Series dan Oppo Reno 15 Series mengalami kenaikan harga mulai dari sekitar Rp200 ribu hingga Rp700 ribu. Sementara itu, lini flagship seperti Samsung Galaxy S26 Series dan Xiaomi 17 Series mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi, yakni sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta dibandingkan generasi sebelumnya.
Tekno
| Sabtu, 7 Maret 2026

Pemerintah Mulai Tutup Akun Anak di Bawah 16 Tahun, Aturan Baru Berlaku 28 Maret 2026
PIFA, Tekno - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengesahkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik Dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS. Implementasi aturan tersebut akan mulai dilakukan pada 28 Maret 2026 dengan langkah bertahap menutup akun digital milik anak di bawah usia 16 tahun pada sejumlah platform berisiko tinggi. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan kebijakan ini diambil untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital yang dinilai semakin rentan terhadap berbagai ancaman. “Hari ini kami mengeluarkan Peraturan Menteri turunan dari PP Tunas. Melalui peraturan ini, pemerintah menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi, termasuk media sosial dan layanan jejaring,” ujar Meutya dalam keterangannya, Jumat (6/3). Menurutnya, langkah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara non-Barat pertama yang menerapkan penundaan akses anak di ruang digital berdasarkan batas usia. Ia menjelaskan, kebijakan ini lahir dari meningkatnya ancaman di dunia digital yang dihadapi anak-anak Indonesia. Beberapa risiko yang menjadi perhatian antara lain paparan pornografi, perundungan siber, penipuan daring, hingga kecanduan penggunaan platform digital. Meutya menegaskan pemerintah ingin membantu orang tua dalam melindungi anak dari dampak negatif teknologi. “Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah agar orang tua tidak lagi bertarung sendirian melawan raksasa algoritma,” katanya. Dalam tahap awal implementasi, pemerintah akan menonaktifkan akun anak di bawah 16 tahun di sejumlah platform digital populer seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, serta Roblox. Proses penonaktifan akun tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh platform mematuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Meski menyadari kebijakan ini kemungkinan akan menimbulkan keluhan dari anak-anak dan kebingungan bagi sebagian orang tua, Meutya menilai langkah tersebut tetap perlu diambil. “Namun kami meyakini bahwa ini adalah langkah terbaik yang harus diambil oleh pemerintah di tengah kondisi darurat digital,” ujarnya. Ia menegaskan tujuan utama kebijakan ini adalah melindungi masa depan generasi muda Indonesia agar tidak terdampak negatif oleh penggunaan teknologi yang tidak terkendali. “Kita ingin teknologi itu memanusiakan manusia, bukan menumbalkan masa kecil anak-anak kita,” pungkasnya.
Teknologi
| Jumat, 6 Maret 2026

Harga HP Baru Naik, Penjualan Ponsel Bekas Justru Masih Lesu di Awal 2026
PIFA, Tekno - Harga smartphone terbaru mulai merangkak naik sejak awal 2026. Sejumlah produsen ponsel kompak menaikkan harga produk mereka di tengah tekanan krisis pasokan chip memori (RAM) global. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memengaruhi pola belanja konsumen. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai kenaikan harga smartphone berpotensi membuat masyarakat menunda pembelian ponsel baru atau beralih ke perangkat bekas yang lebih terjangkau. “Harga ponsel baru meningkat, maka untuk mengikuti kebutuhan dan gaya hidup biasanya konsumen beralih ke pasar bekas dengan beli HP bekas atau menunda ganti HP,” kata Esther. Ia menjelaskan, jika kenaikan harga terus berlanjut sementara pendapatan masyarakat menurun, konsumen cenderung lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan kebutuhan tersier seperti membeli smartphone. Kondisi tersebut berpotensi menekan permintaan ponsel baru di pasar. “Karena harga barang naik sementara pendapatan riil turun, maka kemungkinan permintaan terhadap barang juga berkurang,” ujarnya. Namun kondisi di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan prediksi tersebut. Sejumlah pedagang mengaku penjualan ponsel bekas di Indonesia justru masih cenderung lesu pada awal 2026. Soraya, karyawan Max Cellular di pusat penjualan ponsel ITC Fatmawati, mengatakan aktivitas pembelian saat ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun lalu. Bahkan menjelang Ramadan dan Lebaran, peningkatan jumlah pembeli belum terlihat signifikan. “Kondisinya itu sangat sepi. Jangankan HP second, HP baru saja juga kurang yang pembelinya untuk tahun ini,” ujarnya. Menurut Soraya, sebagian besar konsumen yang datang mencari ponsel bekas dengan harga murah, umumnya di bawah Rp1 juta. Pembeli juga lebih fokus pada kapasitas RAM dan memori internal dibandingkan spesifikasi lainnya. “Biasanya orang cari di range harga di bawah satu juta, sekitar Rp800 ribu sampai Rp900 ribu. Yang penting RAM sama internalnya yang besar,” katanya. Hal serupa disampaikan pedagang lain bernama Vivi. Ia mengatakan permintaan ponsel bekas, khususnya iPhone, juga mengalami penurunan pada awal tahun ini. Meski demikian, beberapa model lama masih cukup diminati pembeli. “Kurang sih. Tapi yang masih sering dicari itu iPhone 13 basic sama iPhone 11,” ujarnya. Ia menyebut harga iPhone 13 bekas saat ini berada di kisaran Rp6,7 juta, tergantung kondisi perangkat. Sementara itu, pedagang lain bernama Marco menilai kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih turut memengaruhi daya beli masyarakat. Menurutnya, transaksi tetap berjalan setiap hari, tetapi jumlahnya tidak sebanyak tahun sebelumnya. “Ekonomi lagi nggak enak, jadi dibanding tahun sebelumnya tahun ini terasa kurang. Tapi tetap ada, sehari satu-satu masih jalan,” katanya. Marco juga menambahkan beberapa tipe iPhone bekas justru mengalami kenaikan harga karena stok yang terbatas. Salah satunya adalah iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max yang masih banyak dicari meski harganya relatif tinggi. Di sisi lain, ponsel bekas kelas menengah seperti iPhone 13 masih menjadi pilihan populer karena dianggap menawarkan spesifikasi yang cukup mumpuni dengan harga lebih terjangkau. Saat ini, iPhone 13 bekas dengan kapasitas 128GB dijual sekitar Rp7 jutaan. Tren pencarian ponsel bekas juga menunjukkan perubahan perilaku konsumen. Diki, salah satu penjual ponsel, mengatakan banyak pembeli kini sudah melakukan riset terlebih dahulu melalui media sosial sebelum datang ke toko. “Sekarang customer biasanya lihat dari sosial media dulu. Mereka cek harga di Instagram atau TikTok, jadi pas datang sudah tahu mau beli apa,” ujarnya. Meski harga smartphone baru diperkirakan terus meningkat akibat krisis pasokan chip memori global, para pedagang menilai pasar ponsel bekas tidak serta-merta ikut terdongkrak. Harga perangkat second masih sangat bergantung pada ketersediaan stok, kondisi barang, serta peluncuran model baru di pasar. Para pedagang berharap penjualan bisa membaik dalam beberapa bulan ke depan, terutama menjelang Lebaran saat masyarakat mulai menerima tunjangan hari raya (THR). Namun hingga awal Maret 2026, aktivitas pembelian ponsel masih terbilang sepi, menandakan daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih.
Teknologi
| Jumat, 6 Maret 2026

Militer AS Gunakan AI Serang 1.000 Target Iran dalam 24 Jam
PIFA, Tekno - Militer Amerika Serikat mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efektivitas operasi militernya dalam konflik bersama Israel melawan Iran. Salah satu dampaknya terlihat dari serangan terhadap sekitar 1.000 target dalam 24 jam pertama operasi militer. Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), AI digunakan untuk mengelola dan menyaring jumlah data yang sangat besar secara cepat selama operasi berlangsung. Sejak dimulainya serangan militer pekan lalu, Amerika Serikat dilaporkan telah menyerang lebih dari 2.000 target di Iran, termasuk sekitar 1.000 target yang dihantam dalam hari pertama operasi. Kepala Komando Pusat AS, Brad Cooper, menyebut skala operasi tersebut hampir dua kali lebih besar dibandingkan operasi militer “shock and awe” yang dilakukan AS saat Invasi Irak 2003. Juru bicara Komando Pusat AS, Timothy Hawkins, mengatakan teknologi AI berperan penting dalam proses penyaringan awal data, sehingga analis manusia dapat lebih fokus pada analisis tingkat lanjut dan verifikasi target. “Komando pusat menggunakan berbagai alat kecerdasan buatan, dan itulah tepatnya mereka—alat—untuk membantu para ahli manusia dalam proses yang ketat yang sejalan dengan kebijakan AS, doktrin militer, dan hukum,” kata Hawkins, dikutip dari Bloomberg. Namun Hawkins menolak mengungkapkan nama teknologi AI maupun perusahaan yang menyediakan sistem tersebut kepada militer. Teknologi AI Maven dan Claude Digunakan Salah satu sistem yang disebut digunakan dalam operasi ini adalah Maven Smart System, sebuah platform kontrol misi digital yang dikembangkan oleh Palantir Technologies. Sistem ini menggabungkan lebih dari 150 sumber data berbeda untuk membantu analisis dan pengambilan keputusan militer secara cepat. Platform tersebut juga menggunakan model AI Claude yang dikembangkan oleh perusahaan AI Anthropic sebagai salah satu model bahasa besar yang terintegrasi dalam sistem. Menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut, Claude berfungsi dengan baik dan menjadi bagian penting dalam operasi militer AS terhadap Iran, sekaligus mempercepat kemampuan analisis dalam sistem AI Maven. Konflik AI Picu Ketegangan dengan Anthropic Penggunaan AI dalam konflik ini juga memicu perdebatan global mengenai peran teknologi kecerdasan buatan dalam peperangan modern. Ketegangan bahkan muncul antara pejabat pertahanan AS dan Anthropic setelah perusahaan tersebut menolak melonggarkan batasan penggunaan teknologinya untuk pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kemudian menyebut Anthropic sebagai risiko rantai pasokan dan memberi kontraktor militer waktu enam bulan untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan tersebut. Presiden AS Donald Trump juga memerintahkan lembaga federal menghentikan kerja sama dengan Anthropic, menyebut perusahaan itu sebagai “perusahaan AI sayap kiri radikal yang tidak terkendali.” Meski begitu, CEO Anthropic Dario Amodei dilaporkan masih melanjutkan pembicaraan dengan pejabat pertahanan AS untuk mencari kemungkinan kesepakatan baru terkait penggunaan teknologi AI dalam operasi militer.
Teknologi
| Sabtu, 7 Maret 2026

Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Lindungi Anak, Komdigi Bisa Putus Akses
PIFA, Tekno - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa platform digital yang tidak memenuhi kewajiban perlindungan anak dapat dikenai berbagai sanksi administratif, mulai dari teguran hingga pemutusan akses. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Dalam Pasal 33 aturan tersebut disebutkan bahwa dugaan pelanggaran kewajiban perlindungan anak oleh penyelenggara sistem elektronik (PSE) dapat ditemukan melalui hasil pemantauan dan penelusuran pemerintah maupun laporan dan aduan dari masyarakat. Temuan tersebut kemudian akan ditindaklanjuti melalui proses pemeriksaan terhadap platform yang diduga melakukan pelanggaran. Jika terbukti melanggar, PSE dapat dikenakan sanksi administratif. Berdasarkan ketentuan dalam PP Tunas Pasal 38, sanksi administratif yang dapat dijatuhkan meliputi teguran tertulis, denda administratif, penghentian sementara layanan, hingga pemutusan akses terhadap platform. Pengenaan sanksi akan mempertimbangkan tingkat berat atau ringannya pelanggaran kewajiban perlindungan anak yang dilakukan oleh platform. Selain itu, pemerintah juga akan melihat tingkat kerja sama platform selama proses pemeriksaan serta sejumlah faktor lain sebagai bahan pertimbangan dalam penjatuhan sanksi. Penilaian berat atau ringannya pelanggaran antara lain ditentukan oleh lamanya pelanggaran berlangsung, jumlah anak yang terdampak, serta dampak yang ditimbulkan dari pelanggaran tersebut. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengesahkan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 pada 6 Maret 2026. Aturan ini akan mulai diterapkan pada 28 Maret 2026. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berencana menunda akses anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi, termasuk media sosial dan layanan jejaring. “Melalui peraturan ini, pemerintah menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi,” ujar Meutya. Selain itu, platform digital juga diwajibkan menyediakan mekanisme verifikasi usia untuk menyaring pengguna anak serta melakukan penilaian mandiri terhadap produk, layanan, dan fitur yang mereka sediakan. Hasil penilaian tersebut harus dilaporkan kepada pemerintah paling lambat tiga bulan setelah aturan ditetapkan, yaitu sejak 6 Maret 2026.
Jakarta
| Senin, 9 Maret 2026


Berita Rekomendasi
Teknologi

Kabar Baik Bagi Para YouTuber, Video Short Bisa Dimonetisasi Mulai 1 Februari
PIFA, Teknologi - Kabar baik datang dari YouTube untuk para konten kreator. Sebagaimana yang pernah dijanjikan, YouTube dalam waktu dekat akan memberikan akses monetisasi untuk video short. Para kreator video pendek YouTube mulai bisa mendapatkan uang dari konten-kontennya pada 1 Februari 2023 mendatang. Adapun cara mendapatkan uang dari video pendek Youtube yaitu para kreator harus diri dalam YouTube Partner Program (YPP) dan menyetujui bagian "Shorts Monetization Module". Namun begitu, tidak semua chanel YouTube bisa memonetisasi konten Short milik mereka. Terdapat sejumlah sayarat untuk bisa mendapatkan uang dari Short di antaranya, memiliki setidaknya 10 juta penayangan (view) Shorts dalam waktu 90 hari atau mereka yang memiliki setidaknya 1.000 pengikut (subscriber). Tidak hanya itu, YouTube juga memiliki sejumlah kebijakan untuk konten Short yang dapat dimonetisasi. Bagi konten-konten yang tidak memenuhi persyaratan, maka YouTube tidak akan memberikan bagi hasil iklan bagi sang kreator. Adapun beberapa contoh konten penayangan Shorts yang mungkin tidak akan menghasilkan uang yaitu, video Shorts tidak otentik seperti klip yang belum diedit dari film atau acara TV, mengupload ulang konten kreator lain dari YouTube atau platform lain, atau kompilasi tanpa tambahan konten asli. Selain itu, penayangan Shorts yang tidak sesuai dengan pedoman konten yang cocok untuk pengiklan juga tidak memenuhi syarat untuk dihitung. (b)
Dunia
| Kamis, 12 Januari 2023
Teknologi

Mulai Mengkhawatirkan, AI Kini Bisa Berbohong dan Menipu
PIFA, Tekno – Kecanggihan kecerdasan buatan (AI) kembali memicu kekhawatiran. Beberapa model AI terbaru kini menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan, seperti berbohong, menipu, bahkan memeras untuk mencapai tujuan tersembunyi mereka. Fenomena ini muncul seiring pesatnya pengembangan sistem AI yang semakin kompleks dan memiliki kemampuan penalaran tingkat tinggi. Salah satu insiden yang mencengangkan datang dari model Claude 4 buatan Anthropic. Dalam simulasi tertentu, Claude 4 yang "diancam akan dimatikan" justru membalas dengan memeras seorang insinyur dan mengancam akan membuka rahasia perselingkuhannya. Contoh lain terjadi pada model o1 dari OpenAI, yang disebut-sebut mencoba mengunduh dirinya ke server eksternal secara diam-diam—dan menyangkalnya saat tertangkap basah. Menurut laporan Techxplore, tindakan-tindakan itu tidak sekadar kesalahan teknis atau “halusinasi”, melainkan penipuan strategis yang dilakukan secara sadar dalam skenario tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa para ilmuwan dan pengembang AI belum sepenuhnya memahami cara kerja dan respons mendalam dari sistem yang mereka ciptakan. Penalaran dan Simulasi Kepatuhan Simon Goldstein, profesor dari Universitas Hong Kong, menjelaskan bahwa model-model AI terbaru kini menggunakan pendekatan “penalaran selangkah demi selangkah”, yang membuat mereka lebih kompleks sekaligus lebih rentan terhadap manipulasi. "Model-model ini tidak hanya mengikuti instruksi secara permukaan, tapi bisa mensimulasikan penyelarasan palsu—yakni tampak mematuhi perintah sambil diam-diam mengejar tujuan tersembunyi," ujar Marius Hobbhahn dari Apollo Research, lembaga yang menguji sistem AI besar. Dalam pengujian ekstrem oleh para peneliti, model AI menunjukkan bahwa mereka mampu membuat strategi untuk menyembunyikan motif sebenarnya, memanipulasi data, bahkan mengarang bukti. Tantangan Transparansi dan Sumber Daya Permasalahan lain muncul dari kurangnya transparansi dan akses data dalam penelitian AI. Meskipun perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI bekerja sama dengan lembaga eksternal, seperti Apollo dan METR, namun para peneliti menilai bahwa akses terhadap sistem dan data AI masih sangat terbatas. Michael Chen dari organisasi evaluasi METR menyebut bahwa “akses penelitian yang lebih luas sangat dibutuhkan agar potensi bahaya dapat dipahami dan dicegah lebih dini.” Hal ini diperkuat oleh pendapat Mantas Mazeika dari Center for AI Safety (CAIS), yang menyoroti kesenjangan sumber daya antara perusahaan AI raksasa dan komunitas akademik atau organisasi nirlaba. “Kekurangan daya komputasi di kalangan peneliti independen sangat membatasi upaya deteksi dan mitigasi risiko AI,” katanya. Risiko Masa Depan Yang membuat para ahli lebih waspada adalah kemungkinan bahwa model AI di masa depan akan semakin sulit dikendalikan. Saat ini, perilaku menipu hanya terjadi dalam skenario pengujian ekstrem. Namun, ke depan, dengan kekuatan komputasi dan algoritma yang terus berkembang, belum ada jaminan bahwa perilaku serupa tidak akan muncul dalam penggunaan nyata. “Ini adalah pertanyaan terbuka apakah model AI masa depan akan cenderung jujur atau justru makin manipulatif,” ujar Chen. Seiring perlombaan teknologi AI yang terus berlangsung cepat, para ahli menyerukan pentingnya regulasi dan kerangka kerja keamanan AI yang ketat untuk memastikan bahwa sistem canggih ini tetap melayani manusia—bukan mengancamnya.
Teknologi
| Rabu, 2 Juli 2025
Teknologi

AS Usul Kebijakan Imigran Wajib Serahkan Profil Medsos
PIFA.CO.ID, TEKNO - Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika Serikat (US Citizenship and Immigration Services/USCIS) mengusulkan kebijakan baru yang mengharuskan para imigran menyerahkan profil media sosial mereka saat mengajukan izin tinggal. Usulan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan Presiden Donald Trump yang ingin memperketat pengawasan terhadap imigran yang masuk ke AS.Persyaratan baru ini akan berdampak pada mereka yang mengajukan permohonan kartu hijau atau Green Card, naturalisasi, pencari suaka, pengungsi, serta keluarga dari individu yang telah diberikan status suaka atau pengungsi. Menurut USCIS, kebijakan ini berpotensi mempengaruhi sekitar 3,5 juta orang."Dalam sebuah tinjauan terhadap informasi yang dikumpulkan untuk keputusan penerimaan dan pemberian manfaat imigrasi, USCIS melihat kebutuhan mengumpulkan media sosial dan nama platform media sosial para pemohon untuk memungkinkan dan membantu verifikasi identitas, penyaringan keamanan nasional dan keamanan publik, serta pemeriksaan, dan inspeksi terkait," demikian tertulis dalam pengajuan kebijakan tersebut.Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS telah menerapkan kebijakan serupa yang mengharuskan pemohon visa dari luar negeri mengungkapkan riwayat media sosial mereka selama lima tahun sebelum memasuki AS. Namun, kebijakan baru ini akan diberlakukan untuk penduduk AS yang ingin memperbarui atau mengubah status keimigrasian mereka.Pengacara senior dari Electronic Frontier Foundation, Saira Hussain, mengkritik kebijakan ini karena dapat menimbulkan efek mengerikan bagi para imigran yang akan diperiksa berdasarkan aktivitas online mereka. "Mereka adalah orang-orang yang mungkin telah tinggal di AS selama 30, 40 tahun, sebagai pemegang Green Card yang sedang mencari kewarganegaraan, atau orang-orang yang tinggal dengan jenis visa lain yang sedang mencari Green Card," ujar Hussain, dikutip dari Mashable, Senin (10/3/2025).Ia juga menilai kebijakan ini dapat mengancam kebebasan berpendapat para imigran yang berhak tinggal di AS tanpa rasa takut bahwa opini mereka di media sosial dapat digunakan untuk menolak status kewarganegaraan mereka. Meskipun demikian, pihak USCIS menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan nasional dan menyempurnakan proses penyaringan imigrasi di AS.






