2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Sports

Jika Patrick Kluivert Out, Ini 5 Kandidat Terkuat Pengganti Pelatih Timnas Indonesia

PIFA, Sports – Isu pergantian pelatih kepala Timnas Indonesia kembali mencuat. Jika Patrick Kluivert benar-benar tidak lagi menukangi skuad Garuda, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat kuat penggantinya. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri, beberapa pelatih dinilai memiliki potensi besar untuk membawa Timnas Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satu nama yang paling banyak disebut adalah Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu dinilai masih memiliki tempat spesial di hati para suporter Indonesia. Menurut sumber, "Shin Tae-yong masih meninggalkan kenangan manis dan legacy yang kuat di kalangan suporter" berkat pemahamannya yang mendalam terhadap kultur serta taktik sepak bola Indonesia. Selain Shin Tae-yong, nama Jesus Casas asal Spanyol juga ramai diperbincangkan warganet. Ia dianggap sebagai sosok dengan gaya permainan modern dan ide segar yang bisa menghidupkan kembali semangat permainan Timnas. Rumor menyebut, "Nama Jesus Casas justru ramai jadi perbincangan netizen untuk jadi next pelatih Timnas Indonesia." Dari Eropa, ada pula dua pelatih ternama yang masuk radar, yakni Erik ten Hag dan Mark van Bommel. Van Bommel, yang kini dikenal sebagai salah satu pelatih muda berbakat asal Belanda, dinilai mampu membawa pendekatan taktis yang modern sekaligus membantu proses regenerasi pemain di tim nasional. Sementara dari Asia Tenggara, muncul nama Bojan Hodak sebagai kandidat lain. Pelatih asal Kroasia itu dikenal berpengalaman menangani klub dan tim nasional di kawasan Asia, serta memiliki reputasi dalam membangun sistem permainan yang kuat dan disiplin. Meski begitu, rumor mengenai kembalinya Shin Tae-yong ke kursi pelatih Timnas Indonesia belum bisa dipastikan. Beberapa sumber menyebut bahwa pelatih asal Korea Selatan itu justru telah “menolak rumor tentang kembalinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.” Keputusan akhir mengenai nasib kursi pelatih Timnas Indonesia kini berada di tangan PSSI, yang tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Siapa pun yang akhirnya terpilih, target utama tetap sama — meningkatkan prestasi Garuda di kancah internasional dan membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih kompetitif.

Sports
| Kamis, 16 Oktober 2025
Foto: Jika Patrick Kluivert Out, Ini 5 Kandidat Terkuat Pengganti Pelatih Timnas Indonesia | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Sports

Foto: Momen Justin Hubner Tak Sengaja Bikin Kaki Lewis Holtby Robek di Liga Belanda | Pifa Net

Momen Justin Hubner Tak Sengaja Bikin Kaki Lewis Holtby Robek di Liga Belanda

PIFA, Sports - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menyampaikan permintaan maaf kepada gelandang Lewis Holtby usai insiden tekel yang membuat kaki Holtby sobek dalam laga Fortuna Sittard vs NAC Breda, Minggu (12/4).Melalui Instagram, Hubner menegaskan insiden tersebut tidak disengaja dan berharap Holtby segera pulih. Permintaan maaf itu pun diterima Holtby yang menyebut kejadian tersebut sebagai bagian dari pertandingan.Insiden terjadi di babak pertama saat duel perebutan bola. Kaki Holtby mengalami luka sobek di tulang kering hingga harus ditarik keluar pada menit ke-38. Meski demikian, wasit tidak memberikan hukuman karena tekel Hubner dinilai bersih mengenai bola lebih dulu.Pertandingan pekan ke-30 Liga Belanda itu berakhir imbang 1-1. Fortuna Sittard kini berada di peringkat ke-12, sementara NAC Breda di posisi ke-17 klasemen sementara.

Sports
| Minggu, 12 April 2026

Sports

Foto: Pabersi Klarifikasi Polemik Atlet Gagal Berangkat ke Kejuaraan Dunia Powerlifting | Pifa Net

Pabersi Klarifikasi Polemik Atlet Gagal Berangkat ke Kejuaraan Dunia Powerlifting

PIFA, Sports — Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) memberikan klarifikasi terkait polemik atlet yang gagal berangkat ke ajang World Classic Open Powerlifting Championship di Lithuania pada Juni 2026.Sebelumnya, beredar kabar bahwa atlet angkat berat asal Bali, I Gede Wahyu Surya Wiguna, batal mengikuti kejuaraan tersebut karena kendala perizinan dan biaya yang mencapai ratusan juta rupiah.Pengurus PB Pabersi bidang organisasi dan hukum, Rico Goncalwes Sirait, menegaskan bahwa Wahyu belum terdaftar sebagai atlet resmi di Pabersi.“Saya bilang bahwa anak ini kalau dibilang terdaftar di Pabersi, ya, belum,” ujar Rico, Sabtu (11/4).Ia menjelaskan bahwa atlet yang mewakili Indonesia harus melalui tahapan pembinaan berjenjang, mulai dari seleksi daerah (selekda), kejuaraan daerah (kejurda), hingga kejuaraan nasional (kejurnas). Namun, Wahyu disebut belum pernah mengikuti tahapan tersebut.“Dia tidak pernah mengikuti kejurda dan selekda untuk mengharumkan nama Bali. Jadi apa yang harus kami tanggapi?” katanya.Menurut Pabersi, polemik ini bermula ketika Wahyu mengunduh sendiri undangan mengikuti kejuaraan dari situs International Powerlifting Federation (IPF), tanpa melalui mekanisme organisasi resmi.Pengurus Provinsi Pabersi Bali menambahkan bahwa proses pengajuan atlet ke ajang internasional harus melalui jalur administratif berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Saat ini, proses administrasi terkait Wahyu masih dalam tahap pembahasan dan belum rampung, termasuk surat rekomendasi resmi.Dari sisi pembiayaan, Pabersi Bali mengakui adanya keterbatasan anggaran, terlebih pengajuan dilakukan secara mendadak. Oleh karena itu, apabila Wahyu tetap ingin berangkat, biaya harus ditanggung secara mandiri.Selain itu, status Wahyu yang bukan atlet binaan juga menjadi perhatian, terutama terkait pengawasan asupan dan risiko pelanggaran doping. Pabersi menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi internasional, termasuk kewajiban tes doping sesuai standar IPF.Pihak Pabersi Bali juga menilai adanya kesalahpahaman terkait biaya doping yang dianggap sebagai permintaan uang kepada atlet, padahal hal tersebut merupakan prosedur standar dalam kompetisi internasional.Untuk meluruskan informasi, Ketua Umum Pabersi Bali, I Komang Suantara, menyatakan pihaknya telah mengundang Wahyu untuk menghadiri pertemuan klarifikasi di sekretariat Pabersi Bali di Denpasar.Langkah ini diambil guna mencegah kesimpangsiuran informasi di publik. Pabersi Bali juga memberikan waktu tanggapan selama 2x24 jam sebagai bagian dari upaya penyelesaian secara profesional dan proporsional.

Sports
| Sabtu, 11 April 2026

Sports

Foto: Indonesia vs Vietnam: Kans Garuda Ukir Kemenangan Beruntun di Semifinal AFF Futsal 2026 | Pifa Net

Indonesia vs Vietnam: Kans Garuda Ukir Kemenangan Beruntun di Semifinal AFF Futsal 2026

PIFA, Sports - Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Vietnam pada semifinal Piala AFF Futsal 2026, Jumat (10/4). Laga ini menjadi peluang bagi Skuad Garuda untuk mencatat kemenangan beruntun atas tim berjuluk Golden Star.Indonesia melaju ke semifinal dengan status juara Grup B. Tim Merah Putih memastikan posisi tersebut setelah meraih kemenangan penting 3-2 atas Australia pada laga terakhir fase grup.Sebelumnya, Indonesia juga sukses menaklukkan Malaysia dengan skor tipis 1-0 di pertandingan kedua. Dua kemenangan tersebut menjadi modal berharga jelang duel krusial melawan Vietnam.Di sisi lain, Vietnam melangkah ke semifinal sebagai runner-up Grup A. Pada laga penentuan juara grup, Vietnam harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand dengan skor 2-4, Rabu (9/4).Pertemuan ini menjadi semifinal ketiga antara Indonesia dan Vietnam di ajang Piala AFF Futsal. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Indonesia selalu gagal menang. Pada edisi 2009, Indonesia kalah dramatis lewat adu penalti 7-8 saat Vietnam menjadi tuan rumah.Kemudian pada semifinal edisi 2012 di Bangkok, Indonesia kembali takluk dengan skor 3-5 dari Vietnam, memperpanjang catatan negatif Garuda di fase ini.Namun, peluang membalas kekalahan terbuka lebar. Pasalnya, Indonesia baru saja mengalahkan Vietnam dengan skor 3-2 pada perempat final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Februari lalu.Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah karena mengantarkan Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke semifinal Piala Asia Futsal. Gol-gol kemenangan Garuda saat itu dicetak oleh Brian Ick, Ardiansyah Nur, dan Reza Gunawan.Hasil positif itu diyakini bisa menjadi suntikan motivasi bagi tim asuhan Hector Souto saat menghadapi Vietnam di Nonthaburi Sports Complex, Jumat (10/4) pukul 17.00 WIB.Laga ini tak hanya menentukan tiket ke final, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi Indonesia untuk memutus rekor buruk sekaligus menegaskan dominasi baru atas Vietnam di kancah futsal Asia Tenggara.

Sports
| Jumat, 10 April 2026

Berita Populer

Sports

Foto: Jika Patrick Kluivert Out, Ini 5 Kandidat Terkuat Pengganti Pelatih Timnas Indonesia | Pifa Net

Jika Patrick Kluivert Out, Ini 5 Kandidat Terkuat Pengganti Pelatih Timnas Indonesia

PIFA, Sports – Isu pergantian pelatih kepala Timnas Indonesia kembali mencuat. Jika Patrick Kluivert benar-benar tidak lagi menukangi skuad Garuda, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat kuat penggantinya. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri, beberapa pelatih dinilai memiliki potensi besar untuk membawa Timnas Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satu nama yang paling banyak disebut adalah Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu dinilai masih memiliki tempat spesial di hati para suporter Indonesia. Menurut sumber, "Shin Tae-yong masih meninggalkan kenangan manis dan legacy yang kuat di kalangan suporter" berkat pemahamannya yang mendalam terhadap kultur serta taktik sepak bola Indonesia. Selain Shin Tae-yong, nama Jesus Casas asal Spanyol juga ramai diperbincangkan warganet. Ia dianggap sebagai sosok dengan gaya permainan modern dan ide segar yang bisa menghidupkan kembali semangat permainan Timnas. Rumor menyebut, "Nama Jesus Casas justru ramai jadi perbincangan netizen untuk jadi next pelatih Timnas Indonesia." Dari Eropa, ada pula dua pelatih ternama yang masuk radar, yakni Erik ten Hag dan Mark van Bommel. Van Bommel, yang kini dikenal sebagai salah satu pelatih muda berbakat asal Belanda, dinilai mampu membawa pendekatan taktis yang modern sekaligus membantu proses regenerasi pemain di tim nasional. Sementara dari Asia Tenggara, muncul nama Bojan Hodak sebagai kandidat lain. Pelatih asal Kroasia itu dikenal berpengalaman menangani klub dan tim nasional di kawasan Asia, serta memiliki reputasi dalam membangun sistem permainan yang kuat dan disiplin. Meski begitu, rumor mengenai kembalinya Shin Tae-yong ke kursi pelatih Timnas Indonesia belum bisa dipastikan. Beberapa sumber menyebut bahwa pelatih asal Korea Selatan itu justru telah “menolak rumor tentang kembalinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.” Keputusan akhir mengenai nasib kursi pelatih Timnas Indonesia kini berada di tangan PSSI, yang tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Siapa pun yang akhirnya terpilih, target utama tetap sama — meningkatkan prestasi Garuda di kancah internasional dan membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih kompetitif.

Sports
| Kamis, 16 Oktober 2025

Sports

Foto: Inovasi Terbaru di Premier League 2023/2024: Hukum Permainan yang Lebih Tepat! | Pifa Net

Inovasi Terbaru di Premier League 2023/2024: Hukum Permainan yang Lebih Tepat!

PIFA, Sports - Jelang dimulainya musim Premier League 2023/24 pada tanggal 11 Agustus, beberapa fitur baru dalam penerapan Hukum Permainan akan menjadi sorotan utama. Salah satu perubahan paling mencolok musim ini adalah bagaimana ofisial pertandingan akan mengelola waktu pertandingan, mengikuti panduan terbaru dari IFAB (International Football Association Board). 1. Ketepatan Waktu Pertandingan di Premier League musim ini akan mengadopsi prinsip baru tentang ketepatan waktu. Artinya, penghitungan waktu di dalam stadion akan terus berjalan hingga babak pertandingan selesai, termasuk waktu tambahan di babak pertama dan kedua. Ofisial pertandingan berkomitmen untuk memastikan perhitungan waktu tambahan yang lebih akurat, serta peningkatan jumlah waktu bola sebenarnya sedang dalam permainan. Perubahan ini mencakup penambahan waktu yang pasti untuk peristiwa tertentu, seperti gol dan perayaan setelah gol, pergantian pemain, cedera dan waktu perawatan, penalti, serta kartu merah. Peralihan ke sistem ini sebelumnya telah diterapkan dalam Piala Dunia Pria FIFA tahun lalu dan Piala Dunia Wanita FIFA musim panas ini. Selain itu, fitur ini juga diterapkan dalam Community Shield dan putaran pembukaan pertandingan EFL akhir pekan lalu. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih transparan kepada penonton dan pemain, serta mengikuti tren inovasi dalam manajemen permainan. 2. Penolakan Peluang Mencetak Gol yang Jelas Perubahan penting lainnya terkait interpretasi pelanggaran di dalam area penalti sendiri yang menghalangi peluang mencetak gol yang jelas (DOGSO) lawan dan menghasilkan penalti. Wasit sekarang akan memberikan kartu kuning bukan hanya jika pelanggaran tersebut bertujuan untuk memainkan bola, tetapi juga jika pelanggaran tersebut adalah "tantangan untuk bola". Ini memberikan fleksibilitas lebih besar kepada wasit dalam menafsirkan pelanggaran, dan kartu kuning dapat diberikan sebagai hukuman, bukan kartu merah, seperti yang diterapkan sebelumnya. Kartu merah tetap akan diberikan dalam situasi lain, seperti menahan, menarik, mendorong, atau situasi di mana tidak ada usaha untuk memainkan bola. 3. Offside IFAB dan FIFA juga mengklarifikasi pedoman tentang "permainan yang disengaja" oleh pemain bertahan dalam kasus offside. "Permainan yang disengaja" terjadi ketika seorang pemain mengontrol bola dan dengan potensi: mengoper bola kepada rekan satu tim menguasai bola membersihkan bola (seperti dengan tendangan atau sundulan). Jika pemain penyerang dianggap melakukan upaya untuk menguasai operan, itu dianggap sebagai "permainan yang disengaja" dan pemain yang offside tidak akan diberikan hukuman. Kesalahan atau kegagalan dalam upaya tersebut tidak akan mengubah fakta bahwa bek melakukan "permainan yang disengaja". (hs)

Inggris
| Rabu, 9 Agustus 2023

Sports

Foto: Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand Sebut Timnas Indonesia Menakutkan | Pifa Net

Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand Sebut Timnas Indonesia Menakutkan

PIFA, Sports - Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), Nualphan Lamsam, yang lebih dikenal dengan nama Madam Pang, menyoroti kekuatan Timnas Indonesia menjelang kejuaraan ASEAN Championship, yang dulunya dikenal sebagai Piala AFF. Kejuaraan antarnegara Asia Tenggara ini akan berlangsung dari 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025."Semua tim menakutkan, tetapi Indonesia tidak berada di grup kita," katanya sambil menghela napas, dikutip PIFA dari Thairath, Senin (23/9)."Indonesia sangat bagus. Mereka lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Tetapi dalam Piala AFF terdahulu, kita tidak pernah kalah dari Indonesia," ucap Madam Pang menambahkan.Selain itu, Madam Pang juga mencermati situasi timnas Thailand yang kemungkinan tidak akan diperkuat pemain-pemain kunci karena Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, yang berarti klub tidak diwajibkan untuk melepas pemainnya ke tim nasional."Ini cukup mengkhawatirkan. Akan ada diskusi dengan klub Liga Thailand soal meminta pemain-pemain timnas Thailand pada pekan depan," jelas Madam Pang.Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, Madam Pang tetap optimis bahwa klub-klub Thailand akan mendukung dan melepaskan pemain mereka demi kepentingan tim nasional."Kalau tidak begitu maka kami tidak akan mendapatkan pemain," ujarnya."Saya memahami Piala AFF tidak berlangsung dalam FIFA Matchday, tetapi klub-klub akan bersimpati," tuturnya. (yd)

Indonesia
| Senin, 23 September 2024

Feeds

Momen Justin Hubner Tak Sengaja Bikin Kaki Lewis Holtby Robek di Liga Belanda

PIFA, Sports - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menyampaikan permintaan maaf kepada gelandang Lewis Holtby usai insiden tekel yang membuat kaki Holtby sobek dalam laga Fortuna Sittard vs NAC Breda, Minggu (12/4).Melalui Instagram, Hubner menegaskan insiden tersebut tidak disengaja dan berharap Holtby segera pulih. Permintaan maaf itu pun diterima Holtby yang menyebut kejadian tersebut sebagai bagian dari pertandingan.Insiden terjadi di babak pertama saat duel perebutan bola. Kaki Holtby mengalami luka sobek di tulang kering hingga harus ditarik keluar pada menit ke-38. Meski demikian, wasit tidak memberikan hukuman karena tekel Hubner dinilai bersih mengenai bola lebih dulu.Pertandingan pekan ke-30 Liga Belanda itu berakhir imbang 1-1. Fortuna Sittard kini berada di peringkat ke-12, sementara NAC Breda di posisi ke-17 klasemen sementara.

Sports
| Minggu, 12 April 2026
Foto: Momen Justin Hubner Tak Sengaja Bikin Kaki Lewis Holtby Robek di Liga Belanda | Pifa Net

Pabersi Klarifikasi Polemik Atlet Gagal Berangkat ke Kejuaraan Dunia Powerlifting

PIFA, Sports — Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) memberikan klarifikasi terkait polemik atlet yang gagal berangkat ke ajang World Classic Open Powerlifting Championship di Lithuania pada Juni 2026.Sebelumnya, beredar kabar bahwa atlet angkat berat asal Bali, I Gede Wahyu Surya Wiguna, batal mengikuti kejuaraan tersebut karena kendala perizinan dan biaya yang mencapai ratusan juta rupiah.Pengurus PB Pabersi bidang organisasi dan hukum, Rico Goncalwes Sirait, menegaskan bahwa Wahyu belum terdaftar sebagai atlet resmi di Pabersi.“Saya bilang bahwa anak ini kalau dibilang terdaftar di Pabersi, ya, belum,” ujar Rico, Sabtu (11/4).Ia menjelaskan bahwa atlet yang mewakili Indonesia harus melalui tahapan pembinaan berjenjang, mulai dari seleksi daerah (selekda), kejuaraan daerah (kejurda), hingga kejuaraan nasional (kejurnas). Namun, Wahyu disebut belum pernah mengikuti tahapan tersebut.“Dia tidak pernah mengikuti kejurda dan selekda untuk mengharumkan nama Bali. Jadi apa yang harus kami tanggapi?” katanya.Menurut Pabersi, polemik ini bermula ketika Wahyu mengunduh sendiri undangan mengikuti kejuaraan dari situs International Powerlifting Federation (IPF), tanpa melalui mekanisme organisasi resmi.Pengurus Provinsi Pabersi Bali menambahkan bahwa proses pengajuan atlet ke ajang internasional harus melalui jalur administratif berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Saat ini, proses administrasi terkait Wahyu masih dalam tahap pembahasan dan belum rampung, termasuk surat rekomendasi resmi.Dari sisi pembiayaan, Pabersi Bali mengakui adanya keterbatasan anggaran, terlebih pengajuan dilakukan secara mendadak. Oleh karena itu, apabila Wahyu tetap ingin berangkat, biaya harus ditanggung secara mandiri.Selain itu, status Wahyu yang bukan atlet binaan juga menjadi perhatian, terutama terkait pengawasan asupan dan risiko pelanggaran doping. Pabersi menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi internasional, termasuk kewajiban tes doping sesuai standar IPF.Pihak Pabersi Bali juga menilai adanya kesalahpahaman terkait biaya doping yang dianggap sebagai permintaan uang kepada atlet, padahal hal tersebut merupakan prosedur standar dalam kompetisi internasional.Untuk meluruskan informasi, Ketua Umum Pabersi Bali, I Komang Suantara, menyatakan pihaknya telah mengundang Wahyu untuk menghadiri pertemuan klarifikasi di sekretariat Pabersi Bali di Denpasar.Langkah ini diambil guna mencegah kesimpangsiuran informasi di publik. Pabersi Bali juga memberikan waktu tanggapan selama 2x24 jam sebagai bagian dari upaya penyelesaian secara profesional dan proporsional.

Sports
| Sabtu, 11 April 2026
Foto: Pabersi Klarifikasi Polemik Atlet Gagal Berangkat ke Kejuaraan Dunia Powerlifting | Pifa Net

Indonesia vs Vietnam: Kans Garuda Ukir Kemenangan Beruntun di Semifinal AFF Futsal 2026

PIFA, Sports - Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Vietnam pada semifinal Piala AFF Futsal 2026, Jumat (10/4). Laga ini menjadi peluang bagi Skuad Garuda untuk mencatat kemenangan beruntun atas tim berjuluk Golden Star.Indonesia melaju ke semifinal dengan status juara Grup B. Tim Merah Putih memastikan posisi tersebut setelah meraih kemenangan penting 3-2 atas Australia pada laga terakhir fase grup.Sebelumnya, Indonesia juga sukses menaklukkan Malaysia dengan skor tipis 1-0 di pertandingan kedua. Dua kemenangan tersebut menjadi modal berharga jelang duel krusial melawan Vietnam.Di sisi lain, Vietnam melangkah ke semifinal sebagai runner-up Grup A. Pada laga penentuan juara grup, Vietnam harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand dengan skor 2-4, Rabu (9/4).Pertemuan ini menjadi semifinal ketiga antara Indonesia dan Vietnam di ajang Piala AFF Futsal. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Indonesia selalu gagal menang. Pada edisi 2009, Indonesia kalah dramatis lewat adu penalti 7-8 saat Vietnam menjadi tuan rumah.Kemudian pada semifinal edisi 2012 di Bangkok, Indonesia kembali takluk dengan skor 3-5 dari Vietnam, memperpanjang catatan negatif Garuda di fase ini.Namun, peluang membalas kekalahan terbuka lebar. Pasalnya, Indonesia baru saja mengalahkan Vietnam dengan skor 3-2 pada perempat final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Februari lalu.Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah karena mengantarkan Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke semifinal Piala Asia Futsal. Gol-gol kemenangan Garuda saat itu dicetak oleh Brian Ick, Ardiansyah Nur, dan Reza Gunawan.Hasil positif itu diyakini bisa menjadi suntikan motivasi bagi tim asuhan Hector Souto saat menghadapi Vietnam di Nonthaburi Sports Complex, Jumat (10/4) pukul 17.00 WIB.Laga ini tak hanya menentukan tiket ke final, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi Indonesia untuk memutus rekor buruk sekaligus menegaskan dominasi baru atas Vietnam di kancah futsal Asia Tenggara.

Sports
| Jumat, 10 April 2026
Foto: Indonesia vs Vietnam: Kans Garuda Ukir Kemenangan Beruntun di Semifinal AFF Futsal 2026 | Pifa Net

Jonatan Christie Lolos ke Perempat Final BAC 2026, Akui Sempat Kesulitan Adaptasi Lawan

PIFA, Sports - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil melaju ke babak perempat final Badminton Asia Championships 2026 setelah mengalahkan wakil Jepang, Yudai Okimoto.Jonatan mengaku puas dengan penampilannya, terutama karena ini menjadi pertemuan pertamanya melawan Okimoto. Ia menyebut sempat kesulitan mengenali gaya bermain lawan, namun mampu beradaptasi dengan baik sepanjang pertandingan.“Pertama Puji Tuhan, bersyukur bisa kembali lolos ke babak delapan besar. Terakhir tahun lalu juga ke delapan besar,” ujar Jonatan seperti dikutip dari rilis PBSI.Ia juga mengungkapkan minimnya referensi pertandingan Okimoto menjadi tantangan tersendiri.“Memang baru pertama ketemu, jarang melihat dia main juga. Kemarin pun melihat beberapa di YouTube tidak banyak ada cuplikannya. Tapi bersyukur tadi bisa pelan-pelan adaptasi dengan baik,” katanya.Dalam pertandingan tersebut, Jonatan sempat menghadapi tekanan di gim pertama. Ia tertinggal 7-11 saat interval dan bahkan kehilangan keunggulan saat sudah memimpin 18-15. Meski demikian, Jonatan mampu bangkit dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18.Pada gim kedua, pertandingan berlangsung ketat hingga skor 9-9. Namun selepas interval, Jonatan tampil lebih dominan dan akhirnya mengunci kemenangan untuk memastikan tiket ke perempat final.Jonatan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu memikirkan faktor keuntungan atau kerugian dalam setiap pertandingan.“Saya rasa setiap turnamen, setiap kondisi pasti ada yang dirugikan, ada yang diuntungkan. Jadi saya rasa tidak ada perasaan dengan kondisi begini saya diuntungkan. Hanya bagaimana cara mengatasinya saja,” ucapnya.

Sports
| Kamis, 9 April 2026
Foto: Jonatan Christie Lolos ke Perempat Final BAC 2026, Akui Sempat Kesulitan Adaptasi Lawan | Pifa Net

Andres Dwi Brace, Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Australia 3-2 dan Juara Grup B

PIFA, Sports - Timnas Futsal Indonesia sukses menaklukkan Australia dengan skor 3-2 dalam lanjutan Piala AFF Futsal 2026 yang berlangsung di Nonthaburi, Thailand, Rabu (8/4) siang.Kemenangan ini memastikan Indonesia keluar sebagai juara Grup B dengan koleksi sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan. Selanjutnya, skuad Garuda akan menghadapi runner-up Grup A di babak berikutnya.Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil agresif dengan mengenakan seragam merah. Dewa Rizki dan rekan-rekannya langsung menekan pertahanan Australia lewat permainan cepat.Peluang pertama hadir saat laga belum genap dua menit melalui Andarias Kareth. Namun, upayanya belum membuahkan hasil setelah penyelesaiannya belum akurat.Pertandingan kemudian berjalan terbuka dengan kedua tim saling bertukar serangan. Australia sempat mendominasi tekanan, tetapi kiper Muhammad Albagir tampil sigap dengan sejumlah penyelamatan penting.Indonesia akhirnya memecah kebuntuan pada menit kedelapan melalui Andres Dwi. Berawal dari assist Andarias Kareth di sisi kanan, Andres dengan tenang menuntaskan peluang menggunakan kaki kanan untuk membawa Indonesia unggul 1-0.Australia yang tertinggal mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun kesulitan menembus pertahanan rapat Indonesia dan lebih banyak mengandalkan tembakan jarak jauh.Menjelang akhir babak pertama, Indonesia melakukan pelanggaran di depan area penalti. Australia pun memanfaatkan peluang lewat tendangan bebas Corey Sewel yang gagal dibendung, sehingga skor berubah menjadi 1-1 hingga turun minum.Memasuki babak kedua, laga berlangsung semakin sengit. Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan dan menciptakan beberapa peluang di awal babak, namun belum membuahkan gol.Kedua tim terus saling menyerang hingga pertengahan babak kedua, tetapi solidnya pertahanan masing-masing membuat skor tetap imbang.Drama terjadi di lima menit akhir pertandingan. Australia sempat berbalik unggul 2-1 setelah memanfaatkan kesalahan Adityas Priambudi.Namun, Indonesia merespons cepat. Kurang dari 30 detik berselang, Andres Dwi kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui tembakan dari sisi kiri.Gol penentu kemenangan Indonesia akhirnya tercipta saat laga menyisakan 39 detik. Muhammad Sanjaya sukses mencetak gol lewat aksi dari sisi kiri sambil menjatuhkan diri, membawa Indonesia unggul 3-2.Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai, memastikan kemenangan dramatis Indonesia sekaligus mengunci status juara Grup B.

Sports
| Rabu, 8 April 2026
Foto: Andres Dwi Brace, Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Australia 3-2 dan Juara Grup B | Pifa Net

Kamboja Genjot Naturalisasi Jelang Hadapi Indonesia di Piala AFF 2026

PIFA, Sports - Timnas Kamboja tengah mempersiapkan kekuatan tambahan dengan menyusun gerbong pemain naturalisasi menjelang tampil di Piala AFF 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing saat menghadapi lawan-lawan kuat, termasuk Timnas Indonesia.Saat ini, skuad berjuluk Angkor Warriors sudah diperkuat enam pemain keturunan asing. Mereka adalah Hikaru Mizuno, Yudai Ogawa, Mohammed Faeez, Coulibaly Abdel Kader, Rafael Andres Nieto Rondon, dan Takaki Ose.Selain itu, terdapat tiga pemain lain yang telah mengantongi paspor Kamboja, namun belum menjalani debut bersama tim nasional. Mereka adalah Privat Mbarga, Alisher Mirzaev, dan Anderson Zogbe.Seperti sejumlah negara lain, Kamboja membuka peluang bagi pemain asing untuk menjadi warga negara sekaligus memperkuat tim nasional. Bagi individu yang tidak memiliki garis keturunan atau hubungan pernikahan dengan warga Kamboja, tetap tersedia jalur naturalisasi dengan syarat tertentu.Syarat utama adalah tinggal di Kamboja selama tujuh tahun berturut-turut sejak memperoleh izin tinggal. Namun, jika tidak memenuhi ketentuan tersebut, ada alternatif lain untuk mendapatkan kewarganegaraan.Pemerintah Kamboja melalui otoritas imigrasi memungkinkan naturalisasi bagi individu yang melakukan investasi sebesar 1,25 miliar Riel atau sekitar Rp5,3 miliar. Selain itu, jalur donasi kepada pemerintah senilai 1 miliar Riel atau sekitar Rp4,2 miliar juga dapat menjadi opsi.Dengan regulasi tersebut, para pesepakbola asing berkesempatan membela tim nasional Kamboja. Hal ini membuat kekuatan tim asuhan Koji Gyotoku diproyeksikan akan meningkat signifikan.Pada Piala AFF 2026, Kamboja tergabung di Grup A bersama Timnas Indonesia, Vietnam, dan Singapura. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.Format kompetisi masih menggunakan sistem round-robin di fase grup. Sementara itu, babak semifinal dan final akan digelar dengan sistem dua leg.

Sports
| Selasa, 7 April 2026
Foto: Kamboja Genjot Naturalisasi Jelang Hadapi Indonesia di Piala AFF 2026 | Pifa Net

Kualifikasi Asian Games 2026: Timnas Hoki Indonesia Menang Dramatis 4-3 atas Kazakhstan

PIFA, Sports – Tim nasional hoki lapangan putra Indonesia sukses memetik kemenangan penting dalam upaya memperebutkan tiket Asian Games 2026. Bersua Kazakhstan dalam laga lanjutan fase grup Pool A babak kualifikasi, skuat Merah Putih menang tipis dengan skor 4-3.Pertandingan tersebut berlangsung di Royal Thai Air Force Hockey Field, Bangkok, Thailand, pada Minggu (5/4). Hasil ini menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi tim asuhan pelatih Muhammad Dhaarma Raj setelah sebelumnya sempat menelan kekalahan 1-4 dari Oman pada Jumat lalu.Jalannya PertandinganIndonesia tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan membuahkan hasil cepat pada menit keenam melalui gol yang dicetak oleh Ahdan Asasi. Sembilan menit berselang, Ahdan kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Indonesia unggul 2-0.Memasuki pertengahan laga, dominasi Indonesia kian terlihat. Prastyo menambah keunggulan menjadi 3-0 melalui golnya pada menit ke-31. Tertinggal tiga gol, Kazakhstan mulai keluar menyerang dan berhasil memperkecil kedudukan lewat aksi Yerkebulan Dyussebekov pada menit ke-44.Indonesia sempat menjauh kembali setelah Khaerulloh Akmal sukses menjebol gawang Kazakhstan melalui skema serangan balik yang cepat. Namun, laga berakhir dengan tensi tinggi setelah pemain Kazakhstan, Agymtay Duisengazy, mencetak dua gol beruntun di penghujung pertandingan. Beruntung bagi Indonesia, skor 4-3 tetap bertahan hingga laga usai.Persaingan di Pool AKemenangan atas Kazakhstan ini merupakan kemenangan kedua Indonesia di babak kualifikasi. Sebelumnya, pada laga perdana yang berlangsung Kamis (2/4), Indonesia juga menang dengan skor identik 4-3 atas Hong Kong.Dengan koleksi dua kemenangan dari tiga laga, Indonesia kini menjaga asa untuk lolos ke putaran final Asian Games 2026. Skuad Garuda saat ini menduduki papan atas klasemen sementara Pool A dan akan fokus menghadapi laga-laga penentu selanjutnya guna memastikan target lolos tercapai.Pelatih Muhammad Dhaarma Raj mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu bangkit dengan cepat setelah kekalahan dari Oman dan menunjukkan mentalitas petarung hingga menit akhir pertandingan.

Sports
| Senin, 6 April 2026
Foto: Kualifikasi Asian Games 2026: Timnas Hoki Indonesia Menang Dramatis 4-3 atas Kazakhstan | Pifa Net

Liverpool Dihancurkan Man City 4-0 di Piala FA, Virgil van Dijk: Ini Tanggung Jawab Kami

PIFA, Sports – Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, pasang badan usai timnya menelan kekalahan telak 0-4 dari Manchester City pada babak perempat final Piala FA 2025/2026. Bermain di Stadion Etihad pada Sabtu (4/4), Van Dijk menegaskan bahwa hasil memalukan tersebut sepenuhnya merupakan kesalahan para pemain di lapangan."Semua tanggung jawab ada pada kami, karena kami yang tidak tampil baik di lapangan. Kami tahu bagaimana dunia sepak bola bekerja. Kami harus tetap bersatu, meskipun itu sulit," ujar Van Dijk seperti dikutip dari laman resmi klub, Minggu (5/4).Petaka Penalti dan Hat-trick HaalandLaga tersebut menjadi malam kelam bagi lini pertahanan The Reds. Erling Haaland tampil sebagai mimpi buruk dengan mencetak hat-trick (menit ke-39 lewat penalti, 45'+2, dan 57'), sementara satu gol tambahan dilesakkan oleh Antoine Semenyo pada menit ke-50.Van Dijk sendiri mengakui dirinya menjadi salah satu penyebab runtuhnya mental tim. Bek asal Belanda itu melakukan pelanggaran terhadap pemain muda City, Nico O'Reilly, di kotak terlarang pada menit ke-39 yang berujung penalti pertama bagi tuan rumah."Sangat sulit menerima kekalahan ini. Padahal sebelum insiden penalti itu, kami merasa tidak memiliki masalah berarti di lapangan," aku Van Dijk.Tren Buruk Lawan The CitizensKekalahan 0-4 ini semakin memperpanjang rekor buruk Mohamed Salah dan kawan-kawan saat bertemu skuat asuhan Pep Guardiola musim ini. Dari tiga pertemuan di berbagai kompetisi, Liverpool tercatat belum pernah sekali pun meraih kemenangan atas Manchester City.Alihkan Fokus ke Liga ChampionsMeski terpukul, Van Dijk meminta rekan-rekan setimnya untuk segera bangkit. Liverpool sudah ditunggu jadwal padat, termasuk laga krusial melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (8/4) mendatang."Sangat penting untuk segera melupakan hasil ini. Di tengah pekan sudah ada PSG yang lapar dan sangat kuat menunggu kami. Kami juga masih harus menghadapi pertandingan berat melawan Fulham di liga. Ini situasi yang sulit, tapi kami harus mengevaluasi diri dan maju," tegasnya.Tersingkirnya Liverpool dari Piala FA membuat peluang mereka untuk meraih trofi musim ini kini bertumpu pada kompetisi Liga Champions dan persaingan di Liga Inggris.

Sports
| Senin, 6 April 2026
Foto: Liverpool Dihancurkan Man City 4-0 di Piala FA, Virgil van Dijk: Ini Tanggung Jawab Kami | Pifa Net

Lini Serang Garuda Bakal Makin Tajam, Striker A-League Luke Vickery Beri Kode Siap Bela Timnas Indonesia

PIFA, Sports – Lini depan Timnas Indonesia berpotensi mendapatkan amunisi baru yang segar dan menjanjikan. Luke Vickery, penyerang muda berbakat yang kini berkarier di kasta tertinggi Liga Australia (A-League), secara terang-terangan menyatakan ketertarikannya untuk mengenakan seragam Merah Putih.Pemain berusia 20 tahun tersebut saat ini memperkuat Macarthur FC. Meski masih berusia muda, Vickery telah menunjukkan performa yang kompetitif dengan membukukan empat gol dan satu assist dari 19 penampilannya bersama Macarthur musim ini.Darah Medan dan Kekaguman pada Suporter IndonesiaLuke Vickery memiliki garis keturunan Indonesia yang berasal dari nenek pihak ibunya yang lahir di Medan. Lahir di Hawaii, pemain bertinggi badan ideal untuk seorang striker ini mengaku terkesan dengan fanatisme sepak bola di tanah air."Saya pasti akan terbuka untuk itu (membela Timnas Indonesia) dan tentunya sangat menarik berada di Tim Nasional. Bermain di depan puluhan ribu suporter Indonesia, saya pikir akan menjadi pengalaman yang luar biasa," ungkap Vickery dalam wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha.Sudah Jalin Komunikasi dengan John HerdmanKeinginan Vickery untuk menjalani proses naturalisasi nampaknya bukan sekadar isapan jempol. Ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan pelatih Timnas Indonesia saat ini, John Herdman."Ya, saya sudah berkomunikasi dengannya (John Herdman). Kita sudah bicara beberapa kali dan saya suka visinya bersama Timnas Indonesia. Ya, itu akan sangat menarik," tambahnya.Misi Membawa Indonesia ke Piala Dunia 2030Vickery ternyata terus memantau perkembangan sepak bola Indonesia. Ia memahami bahwa saat ini Skuad Garuda memiliki target besar untuk berbicara banyak di kancah internasional, termasuk mimpi menembus Piala Dunia.Pemain yang dikenal memiliki pergerakan lincah ini pun memasang target tinggi jika nantinya resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). "Jika saya membela Timnas Indonesia suatu hari nanti, saya akan senang membantu skuad Garuda lolos Piala Dunia untuk pertama kali (pada 2030)," tegasnya.Kehadiran Vickery diharapkan dapat memberikan dimensi baru di lini serang Timnas Indonesia yang sedang terus berbenah demi bersaing di level Asia dan dunia.

Timnas
| Senin, 6 April 2026
Foto: Lini Serang Garuda Bakal Makin Tajam, Striker A-League Luke Vickery Beri Kode Siap Bela Timnas Indonesia | Pifa Net

Nainggolan Menyesal Tak Bela Timnas Indonesia, Singgung Karier Singkat di Belgia

PIFA, Sports - Mantan gelandang top Eropa, Radja Nainggolan, mengungkapkan penyesalannya karena tidak memilih memperkuat Timnas Indonesia sejak awal karier internasionalnya.Penyesalan itu muncul seiring kariernya bersama Timnas Belgia yang terbilang singkat. Meski pernah dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di Liga Italia, Nainggolan hanya mencatatkan 30 penampilan (caps) untuk Belgia dan terakhir kali membela negaranya pada 2018.Nainggolan mengaku sulit menerima kenyataan tersebut, mengingat pengorbanan yang telah ia lakukan demi tampil di level internasional.“Saya sangat kesulitan menerima ini. Saya mengorbankan hidup saya untuk bisa bermain bagi timnas Belgia,” ujar Nainggolan seperti dikutip dari Voetbal Primeur.Ia bahkan menyebut bahwa jika bisa mengulang waktu, dirinya akan mengambil keputusan berbeda terkait pilihan tim nasional.“Jika saya tahu akan seperti ini, saya akan memilih Indonesia lebih awal,” katanya.Nainggolan memang memiliki kedekatan dengan Indonesia. Ia berdarah Batak dari sang ayah, Marianus Nainggolan, sementara ibunya, Lizy Bogaerts, berasal dari Belgia.Pemain yang pernah memperkuat AS Roma dan Inter Milan itu juga sempat merasakan atmosfer sepak bola Indonesia saat bergabung dengan Bhayangkara FC pada 2023.Selama berkarier di Indonesia, Nainggolan mengaku mendapatkan pengalaman yang berbeda, terutama dari sisi dukungan dan apresiasi suporter.“Saya bermain sepak bola di Indonesia selama enam bulan. Rasa hormat dan apresiasi yang saya terima dari orang-orang di sana sangat berbeda dengan sepak bola Belgia,” ucapnya.Pernyataan ini pun kembali memunculkan diskusi soal potensi pemain keturunan yang memilih membela negara leluhurnya, termasuk Indonesia yang kini semakin aktif melakukan naturalisasi pemain.

Sports
| Kamis, 2 April 2026
Foto: Nainggolan Menyesal Tak Bela Timnas Indonesia, Singgung Karier Singkat di Belgia | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Sports

Foto: Jika Patrick Kluivert Out, Ini 5 Kandidat Terkuat Pengganti Pelatih Timnas Indonesia | Pifa Net

Jika Patrick Kluivert Out, Ini 5 Kandidat Terkuat Pengganti Pelatih Timnas Indonesia

PIFA, Sports – Isu pergantian pelatih kepala Timnas Indonesia kembali mencuat. Jika Patrick Kluivert benar-benar tidak lagi menukangi skuad Garuda, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat kuat penggantinya. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri, beberapa pelatih dinilai memiliki potensi besar untuk membawa Timnas Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satu nama yang paling banyak disebut adalah Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu dinilai masih memiliki tempat spesial di hati para suporter Indonesia. Menurut sumber, "Shin Tae-yong masih meninggalkan kenangan manis dan legacy yang kuat di kalangan suporter" berkat pemahamannya yang mendalam terhadap kultur serta taktik sepak bola Indonesia. Selain Shin Tae-yong, nama Jesus Casas asal Spanyol juga ramai diperbincangkan warganet. Ia dianggap sebagai sosok dengan gaya permainan modern dan ide segar yang bisa menghidupkan kembali semangat permainan Timnas. Rumor menyebut, "Nama Jesus Casas justru ramai jadi perbincangan netizen untuk jadi next pelatih Timnas Indonesia." Dari Eropa, ada pula dua pelatih ternama yang masuk radar, yakni Erik ten Hag dan Mark van Bommel. Van Bommel, yang kini dikenal sebagai salah satu pelatih muda berbakat asal Belanda, dinilai mampu membawa pendekatan taktis yang modern sekaligus membantu proses regenerasi pemain di tim nasional. Sementara dari Asia Tenggara, muncul nama Bojan Hodak sebagai kandidat lain. Pelatih asal Kroasia itu dikenal berpengalaman menangani klub dan tim nasional di kawasan Asia, serta memiliki reputasi dalam membangun sistem permainan yang kuat dan disiplin. Meski begitu, rumor mengenai kembalinya Shin Tae-yong ke kursi pelatih Timnas Indonesia belum bisa dipastikan. Beberapa sumber menyebut bahwa pelatih asal Korea Selatan itu justru telah “menolak rumor tentang kembalinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.” Keputusan akhir mengenai nasib kursi pelatih Timnas Indonesia kini berada di tangan PSSI, yang tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Siapa pun yang akhirnya terpilih, target utama tetap sama — meningkatkan prestasi Garuda di kancah internasional dan membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih kompetitif.

Sports
| Kamis, 16 Oktober 2025

Sports

Foto: Inovasi Terbaru di Premier League 2023/2024: Hukum Permainan yang Lebih Tepat! | Pifa Net

Inovasi Terbaru di Premier League 2023/2024: Hukum Permainan yang Lebih Tepat!

PIFA, Sports - Jelang dimulainya musim Premier League 2023/24 pada tanggal 11 Agustus, beberapa fitur baru dalam penerapan Hukum Permainan akan menjadi sorotan utama. Salah satu perubahan paling mencolok musim ini adalah bagaimana ofisial pertandingan akan mengelola waktu pertandingan, mengikuti panduan terbaru dari IFAB (International Football Association Board). 1. Ketepatan Waktu Pertandingan di Premier League musim ini akan mengadopsi prinsip baru tentang ketepatan waktu. Artinya, penghitungan waktu di dalam stadion akan terus berjalan hingga babak pertandingan selesai, termasuk waktu tambahan di babak pertama dan kedua. Ofisial pertandingan berkomitmen untuk memastikan perhitungan waktu tambahan yang lebih akurat, serta peningkatan jumlah waktu bola sebenarnya sedang dalam permainan. Perubahan ini mencakup penambahan waktu yang pasti untuk peristiwa tertentu, seperti gol dan perayaan setelah gol, pergantian pemain, cedera dan waktu perawatan, penalti, serta kartu merah. Peralihan ke sistem ini sebelumnya telah diterapkan dalam Piala Dunia Pria FIFA tahun lalu dan Piala Dunia Wanita FIFA musim panas ini. Selain itu, fitur ini juga diterapkan dalam Community Shield dan putaran pembukaan pertandingan EFL akhir pekan lalu. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih transparan kepada penonton dan pemain, serta mengikuti tren inovasi dalam manajemen permainan. 2. Penolakan Peluang Mencetak Gol yang Jelas Perubahan penting lainnya terkait interpretasi pelanggaran di dalam area penalti sendiri yang menghalangi peluang mencetak gol yang jelas (DOGSO) lawan dan menghasilkan penalti. Wasit sekarang akan memberikan kartu kuning bukan hanya jika pelanggaran tersebut bertujuan untuk memainkan bola, tetapi juga jika pelanggaran tersebut adalah "tantangan untuk bola". Ini memberikan fleksibilitas lebih besar kepada wasit dalam menafsirkan pelanggaran, dan kartu kuning dapat diberikan sebagai hukuman, bukan kartu merah, seperti yang diterapkan sebelumnya. Kartu merah tetap akan diberikan dalam situasi lain, seperti menahan, menarik, mendorong, atau situasi di mana tidak ada usaha untuk memainkan bola. 3. Offside IFAB dan FIFA juga mengklarifikasi pedoman tentang "permainan yang disengaja" oleh pemain bertahan dalam kasus offside. "Permainan yang disengaja" terjadi ketika seorang pemain mengontrol bola dan dengan potensi: mengoper bola kepada rekan satu tim menguasai bola membersihkan bola (seperti dengan tendangan atau sundulan). Jika pemain penyerang dianggap melakukan upaya untuk menguasai operan, itu dianggap sebagai "permainan yang disengaja" dan pemain yang offside tidak akan diberikan hukuman. Kesalahan atau kegagalan dalam upaya tersebut tidak akan mengubah fakta bahwa bek melakukan "permainan yang disengaja". (hs)

Inggris
| Rabu, 9 Agustus 2023

Sports

Foto: Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand Sebut Timnas Indonesia Menakutkan | Pifa Net

Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand Sebut Timnas Indonesia Menakutkan

PIFA, Sports - Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), Nualphan Lamsam, yang lebih dikenal dengan nama Madam Pang, menyoroti kekuatan Timnas Indonesia menjelang kejuaraan ASEAN Championship, yang dulunya dikenal sebagai Piala AFF. Kejuaraan antarnegara Asia Tenggara ini akan berlangsung dari 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025."Semua tim menakutkan, tetapi Indonesia tidak berada di grup kita," katanya sambil menghela napas, dikutip PIFA dari Thairath, Senin (23/9)."Indonesia sangat bagus. Mereka lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Tetapi dalam Piala AFF terdahulu, kita tidak pernah kalah dari Indonesia," ucap Madam Pang menambahkan.Selain itu, Madam Pang juga mencermati situasi timnas Thailand yang kemungkinan tidak akan diperkuat pemain-pemain kunci karena Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, yang berarti klub tidak diwajibkan untuk melepas pemainnya ke tim nasional."Ini cukup mengkhawatirkan. Akan ada diskusi dengan klub Liga Thailand soal meminta pemain-pemain timnas Thailand pada pekan depan," jelas Madam Pang.Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, Madam Pang tetap optimis bahwa klub-klub Thailand akan mendukung dan melepaskan pemain mereka demi kepentingan tim nasional."Kalau tidak begitu maka kami tidak akan mendapatkan pemain," ujarnya."Saya memahami Piala AFF tidak berlangsung dalam FIFA Matchday, tetapi klub-klub akan bersimpati," tuturnya. (yd)

Indonesia
| Senin, 23 September 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5