Trending
5 Zodiak yang Mudah Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Indonesia
| Senin, 31 Juli 2023

Benarkah Anak Pintar Karena Faktor Ibu? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Lifestyle
| Minggu, 7 Juni 2026

5 Rekomendasi Olahraga yang Baik Untuk Ibu Hamil
Indonesia
| Sabtu, 3 Agustus 2024

Rasa Ingin Tahu, Kunci Sukses Bill Gates yang Membawanya ke Puncak
Dunia
| Senin, 10 Februari 2025

Bahaya Gula Bagi Tubuh, Begini Cara Mengurangi Dampaknya!
Indonesia
| Sabtu, 27 Mei 2023

Awas! Hilang Nafsu Makan Bisa Jadi Isyarat Penting dalam Kesehatan
Indonesia
| Senin, 11 Desember 2023

Unik, Kreator Konten Jepang Ciptakan Lagu dari 100 Makanan Indonesia
Indonesia
| Rabu, 22 Mei 2024

Awas! Kucing Dapat Tularkan Rabies, Kenali Ciri-cirinya
Indonesia
| Kamis, 22 Juni 2023

Berita Terbaru
Lifestyle

Pemegang Paspor Indonesia Bisa Masuk UEA Tanpa Visa, Ini Syarat dan Ketentuannya
Kabar baik bagi warga negara Indonesia yang ingin berlibur atau melakukan perjalanan bisnis ke Uni Emirat Arab (UEA). Pemegang paspor Indonesia kini berkesempatan mendapatkan izin masuk kunjungan selama 14 hari tanpa perlu mengajukan visa terlebih dahulu. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program baru izin masuk kunjungan dengan persetujuan awal (pre-approved entry permit) yang diperluas oleh otoritas imigrasi UEA. Selain Indonesia, program ini juga mencakup lima kewarganegaraan lain, yaitu Thailand, Filipina, Vietnam, Kenya, dan Afrika Selatan. Namun, kemudahan ini memiliki sejumlah ketentuan. Fasilitas tersebut hanya berlaku bagi penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan maskapai Emirates dengan tiket pulang-pergi atau tiket perjalanan lanjutan yang sudah dikonfirmasi. Pengajuan izin masuk dilakukan secara daring melalui layanan VFS Global melalui platform Dubai Visa Processing Centre (DVPC). Sistem ini diharapkan membuat proses pengajuan lebih cepat dan praktis bagi calon wisatawan. Chief Commercial Officer sekaligus Head of Business Development VFS Global, Jiten Vyas, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman perjalanan menuju UEA. "Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan pengalaman perjalanan bagi pengunjung UEA," ujar Vyas. Syarat Masuk UEA bagi Pemegang Paspor Indonesia Meski disebut sebagai fasilitas masuk tanpa visa, wisatawan Indonesia tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan izin masuk kunjungan tersebut. Berikut ketentuannya: Memiliki paspor Indonesia yang masih berlaku. Melakukan perjalanan menggunakan maskapai Emirates. Memiliki tiket pulang-pergi atau tiket lanjutan Emirates yang sudah dikonfirmasi. Lama tinggal di UEA lebih dari 48 jam dan maksimal 14 hari. Tanggal kedatangan berada dalam waktu 30 hari sejak pengajuan izin masuk. Memiliki izin tinggal yang masih berlaku minimal enam bulan dari salah satu negara berikut: Australia Kanada Negara anggota Uni Eropa Jepang Selandia Baru Korea Selatan Singapura Inggris Amerika Serikat Khusus pemegang izin tinggal Amerika Serikat, hanya Green Card yang masih berlaku yang dapat digunakan. Visa pelajar Amerika Serikat tidak termasuk dalam kategori yang memenuhi syarat. Dorong Pariwisata dan Bisnis UEA Otoritas UEA menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari strategi untuk menyederhanakan prosedur masuk bagi wisatawan internasional sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat pariwisata dan bisnis global. Melalui kerja sama Emirates dan VFS Global, wisatawan yang memenuhi syarat dapat lebih mudah melakukan perjalanan singkat ke Dubai maupun kota lain di UEA untuk tujuan wisata, bisnis, atau transit. VFS Global diketahui telah menjadi mitra layanan visa Emirates sejak 2002 dan telah menangani jutaan permohonan visa UEA selama lebih dari dua dekade. Dengan aturan baru ini, warga Indonesia yang memenuhi persyaratan memiliki pilihan perjalanan yang lebih mudah untuk menikmati destinasi populer UEA seperti Dubai dan Abu Dhabi tanpa proses visa reguler yang panjang.
Lifestyle
| Kamis, 23 Juli 2026
Lifestyle

Bocah 13 Tahun Kehilangan Tangan dan Kaki Setelah Flu Berubah Menjadi Infeksi Mematikan
Tak ada yang menyangka penyakit yang sering dianggap ringan seperti flu bisa mengubah kehidupan seseorang secara drastis. Seorang bocah asal Texas, Amerika Serikat (AS), harus kehilangan satu tangan dan kedua kakinya setelah mengalami komplikasi serius akibat influenza. Bocah bernama Kaydin Baldwin itu masih berusia 13 tahun ketika pertama kali terserang flu. Namun, kondisi yang awalnya tampak seperti penyakit biasa tersebut berkembang menjadi infeksi yang mengancam nyawa. Kaydin kemudian harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 117 hari. Dalam upaya menyelamatkan hidupnya, dokter terpaksa melakukan amputasi pada tiga bagian tubuhnya, yakni tangan kanan serta kedua kakinya. Dilansir dari New York Post, kondisi Kaydin memburuk setelah flu yang dideritanya berkembang menjadi pneumonia streptokokis dan sepsis. Pneumonia streptokokis merupakan infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri tertentu, sedangkan sepsis adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap infeksi hingga dapat menyebabkan kerusakan organ. "Dalam sekejap, semua yang dia ketahui, seperti berlarian bersama teman, melakukan tugas sehari-hari, memimpikan masa depannya, langsung berubah total," ujar kakaknya, Arieanna Valdez. Meski harus menghadapi perubahan besar dalam hidupnya, Kaydin disebut tetap menjadi sosok yang ceria dan kuat. Kini ia menjalani kehidupan dengan bantuan kaki palsu sambil belajar beradaptasi dengan kondisi barunya. "Dia menghadapi tantangan yang seharusnya tidak perlu dihadapi oleh anak mana pun. Dia belajar bagaimana menjalani hidup di dunia ini sekali lagi, dengan keberanian yang menginspirasi semua orang di sekitarnya," kata Arieanna. Flu Bisa Sebabkan Komplikasi Serius Kasus yang dialami Kaydin memang tergolong jarang. Namun, influenza dapat memicu komplikasi serius, terutama ketika infeksi berkembang menjadi lebih parah atau tubuh mengalami penurunan daya tahan. Salah satu komplikasi yang dialami Kaydin adalah pneumonia nekrotik, yaitu jenis pneumonia bakteri langka yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru. Kondisi ini dapat dipicu oleh bakteri seperti Streptococcus pneumoniae atau Staphylococcus aureus. Gejalanya dapat berawal seperti flu biasa, tetapi kemudian memburuk dengan cepat. Selain pneumonia berat, komplikasi lain akibat flu yang perlu diwaspadai antara lain: Miokarditis, yaitu peradangan pada otot jantung. Ensefalitis, yaitu peradangan pada otak. Kegagalan multi-organ, termasuk gangguan pada ginjal dan sistem pernapasan. Memburuknya penyakit kronis seperti asma atau penyakit jantung. Kenali Tanda Flu yang Mulai Berbahaya Masyarakat disarankan segera mencari bantuan medis jika gejala flu berkembang menjadi lebih berat. Beberapa tanda komplikasi yang perlu diperhatikan antara lain: Kesulitan bernapas. Nyeri di dada atau perut. Pusing atau kebingungan. Kejang. Kelemahan tubuh yang parah. Nyeri otot berat. Demam atau batuk yang semakin memburuk. Meski sebagian besar kasus flu dapat pulih dengan perawatan sederhana, cerita Kaydin menjadi pengingat bahwa influenza tetap dapat berbahaya, terutama ketika muncul komplikasi akibat infeksi yang menyerang tubuh secara agresif.
Lifestyle
| Rabu, 22 Juli 2026
Lifestyle

Dito Ariotedjo Turun 40 Kg, Ungkap Rahasia Perubahan Drastis Berat Badannya
Penampilan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mencuri perhatian saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (30/6). Datang ke Gedung KPK, Jakarta Selatan, Dito terlihat jauh lebih langsing dibandingkan saat masih menjabat sebagai Menpora. Perubahan fisiknya membuat sejumlah wartawan penasaran dengan cara yang ia lakukan hingga berhasil menurunkan berat badan puluhan kilogram. Dito hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama periode 2023-2024. Namun, di luar agenda pemeriksaan, perubahan bentuk tubuhnya menjadi sorotan. "Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasin, maksimal 800-1.000 kalori per hari," ujar Dito. Pria berusia 35 tahun itu mengungkapkan mulai konsisten menjalani program penurunan berat badan sejak September 2025. Selain mengatur asupan makanan, ia juga rutin melakukan olahraga setiap hari. "Olahraga tiap hari. Camilan sangat minim. Kuncinya, asupan gizi dan nahan lapar," kata Dito. Sempat Naik 50 Kg Saat Menjabat Menpora Dito mengakui berat badannya sempat meningkat cukup signifikan pada periode 2020 hingga 2023. Ia menyebut mengalami kenaikan berat badan hampir 50 kilogram sebelum akhirnya memutuskan kembali menjalani pola hidup disiplin. "Saya kan naik berat badan 2020-2023 hampir 50 kilogram. Naik 50 kilo, turun 40 kilo. Masih ada 10 kilo lagi," ungkapnya. Dito menjabat sebagai Menpora pada era Presiden Joko Widodo sejak 3 April 2023 hingga 8 September 2025. Apakah Turun 40 Kg Termasuk Aman? Berdasarkan pengakuannya, Dito berhasil menurunkan berat badan sekitar 40 kilogram dalam kurun waktu kurang lebih 9-10 bulan. Jika dihitung rata-rata, penurunan tersebut berada di kisaran sekitar 0,9 hingga 1 kilogram per minggu. Angka tersebut masih berada dalam rentang yang dianggap wajar oleh banyak panduan kesehatan. Namun, penurunan berat badan yang terlalu cepat dalam waktu singkat tetap perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko kehilangan massa otot, kekurangan nutrisi, hingga gangguan kesehatan tertentu. Para ahli umumnya merekomendasikan penurunan berat badan secara bertahap, sekitar 0,45 hingga 0,9 kilogram per minggu, agar lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Kunci Diet Bukan Sekadar Mengurangi Makan Meski metode Dito berhasil menurunkan berat badan, kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Program diet yang terlalu rendah kalori tanpa pengawasan dapat berisiko tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Selain mengatur pola makan, penurunan berat badan yang sehat juga perlu didukung dengan olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, serta pengelolaan stres. Dengan pendekatan bertahap, tubuh lebih berpeluang mempertahankan penurunan berat badan dan menghindari efek "yo-yo diet", yaitu berat badan kembali naik setelah program diet berhenti.
Lifestyle
| Selasa, 21 Juli 2026
Berita Populer
Lifestyle

5 Zodiak yang Mudah Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
PIFA, Lifestyle - Percintaan memang memiliki pesona dan misteri yang tak bisa diprediksi. Bagi sebagian orang, jatuh cinta pada pandangan pertama dianggap klise, namun ada beberapa zodiak yang membuktikan sebaliknya. Bagi mereka, "love at first sight" bukanlah hal yang asing. Inilah lima zodiak yang cenderung mudah jatuh cinta pada pandangan pertama: 1. Aries: Cinta Tanpa Batas Aries adalah zodiak yang mudah terpikat oleh perasaan cinta. Mereka percaya bahwa cinta adalah sesuatu yang melimpah di dunia ini dan tak ingin membatasi diri dengan satu orang saja. Keberanian dan impulsivitas Aries membuat mereka dapat jatuh cinta dalam hitungan hari. Mereka juga cenderung tidak memikirkan masa depan dan lebih fokus menikmati momen bersama pasangan. 2. Cancer: Perhatian yang Mendalam Meski baru berkenalan, Cancer bisa langsung mencurahkan perhatiannya pada seseorang. Mereka tertarik pada orang-orang yang mereka bisa jaga dan dukung dalam hidupnya. Jika Anda menunjukkan sisi vulnerable dan butuh perhatian, Cancer akan dengan mudah jatuh cinta pada Anda. Namun, mereka tidak akan terburu-buru mengungkapkan perasaannya, karena Cancer tidak suka mengambil risiko. 3. Pisces: Romantis yang Bersemangat Pisces termasuk zodiak yang mudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka adalah tipe "hopeless romantic" yang selalu melihat kebaikan dan hal positif pada orang lain. Jika ada seseorang yang bisa memahami mereka sepenuhnya, Pisces akan dengan cepat merasa terikat. Bagi Pisces, cinta bukan hanya pengalaman, tapi juga sebuah kehidupan yang indah. 4. Leo: Dominasi dan Hasrat Cinta Leo merupakan zodiak yang dominan dan memiliki hasrat yang besar terhadap apapun yang mereka inginkan. Mereka tak ragu-ragu untuk jatuh cinta pada pandangan pertama, karena yakin bahwa orang lain juga akan mudah terpikat oleh pesona mereka. Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tahu bagaimana cara membuat orang jatuh cinta pada mereka. 5. Scorpio: Responsif Scorpio memiliki karakter responsif terhadap hal-hal yang menarik. Hal ini juga termasuk soal jatuh cinta. Scorpio memang salah satu zodiak yang mudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Setiap zodiak memiliki karakter dan cara pandangnya masing-masing terhadap cinta. Meskipun jatuh cinta pada pandangan pertama bisa menjadi momen indah, penting untuk tetap mengenal pasangan lebih dalam untuk membangun hubungan yang kokoh dan langgeng. Ingatlah bahwa setiap hubungan memerlukan komitmen dan kerja sama dari kedua belah pihak untuk dapat berkembang dengan baik.
Indonesia
| Senin, 31 Juli 2023
Lifestyle

Benarkah Anak Pintar Karena Faktor Ibu? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Anggapan bahwa kecerdasan anak lebih banyak diwariskan dari ibu masih sering terdengar di masyarakat. Namun, para ilmuwan menjelaskan bahwa kemampuan berpikir seseorang tidak ditentukan oleh satu faktor tunggal. Kecerdasan merupakan hasil kombinasi antara faktor genetik dari kedua orang tua dan lingkungan tempat anak tumbuh. Dalam ilmu genetika, kecerdasan termasuk polygenic trait, yaitu sifat yang dipengaruhi oleh banyak gen sekaligus. Artinya, kemampuan seperti berpikir, mengingat, belajar, dan memecahkan masalah tidak berasal dari satu gen tertentu saja. Penelitian menunjukkan faktor keturunan dapat menyumbang sekitar 40–80 persen variasi kecerdasan, tergantung usia dan kondisi individu. Namun, gen bukanlah penentu mutlak karena potensi tersebut tetap dipengaruhi oleh pengalaman hidup. Mengapa Ibu Sering Disebut Lebih Berpengaruh? Salah satu alasan munculnya anggapan bahwa kecerdasan berasal dari ibu berkaitan dengan kromosom X. Kromosom X membawa sejumlah gen yang berhubungan dengan perkembangan otak. Perempuan memiliki dua kromosom X, masing-masing berasal dari ibu dan ayah. Sementara laki-laki hanya memiliki satu kromosom X yang berasal dari ibu. Karena itu, pada anak laki-laki, sebagian kontribusi gen terkait fungsi kognitif dari ibu bisa terlihat lebih dominan karena hanya memiliki satu kromosom X. Namun, hal tersebut tidak berarti ayah tidak berperan. Ayah tetap memberikan kontribusi genetik penting melalui kromosom lain yang juga berpengaruh terhadap perkembangan otak. Peran Gen Ibu dan Ayah dalam Otak Anak Beberapa penelitian juga membahas fenomena genomic imprinting, yaitu kondisi ketika gen tertentu dapat lebih aktif atau tidak aktif tergantung asal orang tua. Studi pada hewan menemukan bahwa gen yang berasal dari ibu cenderung lebih banyak berperan pada area otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif tingkat tinggi, seperti: Kemampuan berpikir kompleks Bahasa Logika Pengambilan keputusan Sementara gen dari ayah dalam beberapa penelitian lebih banyak dikaitkan dengan bagian otak yang berhubungan dengan: Emosi Motivasi Respons dasar Meski begitu, temuan tersebut belum berarti kecerdasan manusia hanya ditentukan oleh ibu atau ayah saja. Lingkungan Juga Menentukan Perkembangan Kecerdasan Selain faktor genetik, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan anak. Beberapa faktor yang berperan antara lain: Nutrisi sejak masa kehamilan Asupan gizi ibu selama mengandung berpengaruh terhadap perkembangan otak janin. Stimulasi sejak dini Interaksi, bermain, membaca, dan aktivitas belajar membantu membangun kemampuan kognitif. Pendidikan dan pola asuh Lingkungan yang mendukung dapat membantu anak mengembangkan potensi yang dimilikinya. Kondisi sosial dan emosional Anak yang tumbuh dalam lingkungan aman dan penuh dukungan cenderung memiliki perkembangan otak yang lebih optimal. Ilmu epigenetik juga menunjukkan bahwa pengalaman hidup dapat memengaruhi bagaimana gen bekerja tanpa mengubah struktur DNA. Artinya, potensi bawaan masih bisa berkembang atau berubah melalui lingkungan dan kebiasaan. Kesimpulan: Bukan Hanya Ibu, Bukan Hanya Ayah Ibu memang memiliki peran tertentu dalam pewarisan gen yang berkaitan dengan perkembangan otak, terutama melalui kromosom X. Namun, kecerdasan anak tetap merupakan hasil gabungan kontribusi ibu, ayah, dan lingkungan. Jadi, anak yang cerdas bukan hanya karena mewarisi gen tertentu, tetapi juga karena mendapatkan nutrisi, stimulasi, pendidikan, serta dukungan yang tepat selama masa tumbuh kembangnya.
Lifestyle
| Minggu, 7 Juni 2026
Feeds
Pemegang Paspor Indonesia Bisa Masuk UEA Tanpa Visa, Ini Syarat dan Ketentuannya
Kabar baik bagi warga negara Indonesia yang ingin berlibur atau melakukan perjalanan bisnis ke Uni Emirat Arab (UEA). Pemegang paspor Indonesia kini berkesempatan mendapatkan izin masuk kunjungan selama 14 hari tanpa perlu mengajukan visa terlebih dahulu. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program baru izin masuk kunjungan dengan persetujuan awal (pre-approved entry permit) yang diperluas oleh otoritas imigrasi UEA. Selain Indonesia, program ini juga mencakup lima kewarganegaraan lain, yaitu Thailand, Filipina, Vietnam, Kenya, dan Afrika Selatan. Namun, kemudahan ini memiliki sejumlah ketentuan. Fasilitas tersebut hanya berlaku bagi penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan maskapai Emirates dengan tiket pulang-pergi atau tiket perjalanan lanjutan yang sudah dikonfirmasi. Pengajuan izin masuk dilakukan secara daring melalui layanan VFS Global melalui platform Dubai Visa Processing Centre (DVPC). Sistem ini diharapkan membuat proses pengajuan lebih cepat dan praktis bagi calon wisatawan. Chief Commercial Officer sekaligus Head of Business Development VFS Global, Jiten Vyas, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman perjalanan menuju UEA. "Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan pengalaman perjalanan bagi pengunjung UEA," ujar Vyas. Syarat Masuk UEA bagi Pemegang Paspor Indonesia Meski disebut sebagai fasilitas masuk tanpa visa, wisatawan Indonesia tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan izin masuk kunjungan tersebut. Berikut ketentuannya: Memiliki paspor Indonesia yang masih berlaku. Melakukan perjalanan menggunakan maskapai Emirates. Memiliki tiket pulang-pergi atau tiket lanjutan Emirates yang sudah dikonfirmasi. Lama tinggal di UEA lebih dari 48 jam dan maksimal 14 hari. Tanggal kedatangan berada dalam waktu 30 hari sejak pengajuan izin masuk. Memiliki izin tinggal yang masih berlaku minimal enam bulan dari salah satu negara berikut: Australia Kanada Negara anggota Uni Eropa Jepang Selandia Baru Korea Selatan Singapura Inggris Amerika Serikat Khusus pemegang izin tinggal Amerika Serikat, hanya Green Card yang masih berlaku yang dapat digunakan. Visa pelajar Amerika Serikat tidak termasuk dalam kategori yang memenuhi syarat. Dorong Pariwisata dan Bisnis UEA Otoritas UEA menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari strategi untuk menyederhanakan prosedur masuk bagi wisatawan internasional sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat pariwisata dan bisnis global. Melalui kerja sama Emirates dan VFS Global, wisatawan yang memenuhi syarat dapat lebih mudah melakukan perjalanan singkat ke Dubai maupun kota lain di UEA untuk tujuan wisata, bisnis, atau transit. VFS Global diketahui telah menjadi mitra layanan visa Emirates sejak 2002 dan telah menangani jutaan permohonan visa UEA selama lebih dari dua dekade. Dengan aturan baru ini, warga Indonesia yang memenuhi persyaratan memiliki pilihan perjalanan yang lebih mudah untuk menikmati destinasi populer UEA seperti Dubai dan Abu Dhabi tanpa proses visa reguler yang panjang.
Lifestyle
| Kamis, 23 Juli 2026

Bocah 13 Tahun Kehilangan Tangan dan Kaki Setelah Flu Berubah Menjadi Infeksi Mematikan
Tak ada yang menyangka penyakit yang sering dianggap ringan seperti flu bisa mengubah kehidupan seseorang secara drastis. Seorang bocah asal Texas, Amerika Serikat (AS), harus kehilangan satu tangan dan kedua kakinya setelah mengalami komplikasi serius akibat influenza. Bocah bernama Kaydin Baldwin itu masih berusia 13 tahun ketika pertama kali terserang flu. Namun, kondisi yang awalnya tampak seperti penyakit biasa tersebut berkembang menjadi infeksi yang mengancam nyawa. Kaydin kemudian harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 117 hari. Dalam upaya menyelamatkan hidupnya, dokter terpaksa melakukan amputasi pada tiga bagian tubuhnya, yakni tangan kanan serta kedua kakinya. Dilansir dari New York Post, kondisi Kaydin memburuk setelah flu yang dideritanya berkembang menjadi pneumonia streptokokis dan sepsis. Pneumonia streptokokis merupakan infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri tertentu, sedangkan sepsis adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap infeksi hingga dapat menyebabkan kerusakan organ. "Dalam sekejap, semua yang dia ketahui, seperti berlarian bersama teman, melakukan tugas sehari-hari, memimpikan masa depannya, langsung berubah total," ujar kakaknya, Arieanna Valdez. Meski harus menghadapi perubahan besar dalam hidupnya, Kaydin disebut tetap menjadi sosok yang ceria dan kuat. Kini ia menjalani kehidupan dengan bantuan kaki palsu sambil belajar beradaptasi dengan kondisi barunya. "Dia menghadapi tantangan yang seharusnya tidak perlu dihadapi oleh anak mana pun. Dia belajar bagaimana menjalani hidup di dunia ini sekali lagi, dengan keberanian yang menginspirasi semua orang di sekitarnya," kata Arieanna. Flu Bisa Sebabkan Komplikasi Serius Kasus yang dialami Kaydin memang tergolong jarang. Namun, influenza dapat memicu komplikasi serius, terutama ketika infeksi berkembang menjadi lebih parah atau tubuh mengalami penurunan daya tahan. Salah satu komplikasi yang dialami Kaydin adalah pneumonia nekrotik, yaitu jenis pneumonia bakteri langka yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru. Kondisi ini dapat dipicu oleh bakteri seperti Streptococcus pneumoniae atau Staphylococcus aureus. Gejalanya dapat berawal seperti flu biasa, tetapi kemudian memburuk dengan cepat. Selain pneumonia berat, komplikasi lain akibat flu yang perlu diwaspadai antara lain: Miokarditis, yaitu peradangan pada otot jantung. Ensefalitis, yaitu peradangan pada otak. Kegagalan multi-organ, termasuk gangguan pada ginjal dan sistem pernapasan. Memburuknya penyakit kronis seperti asma atau penyakit jantung. Kenali Tanda Flu yang Mulai Berbahaya Masyarakat disarankan segera mencari bantuan medis jika gejala flu berkembang menjadi lebih berat. Beberapa tanda komplikasi yang perlu diperhatikan antara lain: Kesulitan bernapas. Nyeri di dada atau perut. Pusing atau kebingungan. Kejang. Kelemahan tubuh yang parah. Nyeri otot berat. Demam atau batuk yang semakin memburuk. Meski sebagian besar kasus flu dapat pulih dengan perawatan sederhana, cerita Kaydin menjadi pengingat bahwa influenza tetap dapat berbahaya, terutama ketika muncul komplikasi akibat infeksi yang menyerang tubuh secara agresif.
Lifestyle
| Rabu, 22 Juli 2026

Dito Ariotedjo Turun 40 Kg, Ungkap Rahasia Perubahan Drastis Berat Badannya
Penampilan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mencuri perhatian saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (30/6). Datang ke Gedung KPK, Jakarta Selatan, Dito terlihat jauh lebih langsing dibandingkan saat masih menjabat sebagai Menpora. Perubahan fisiknya membuat sejumlah wartawan penasaran dengan cara yang ia lakukan hingga berhasil menurunkan berat badan puluhan kilogram. Dito hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama periode 2023-2024. Namun, di luar agenda pemeriksaan, perubahan bentuk tubuhnya menjadi sorotan. "Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasin, maksimal 800-1.000 kalori per hari," ujar Dito. Pria berusia 35 tahun itu mengungkapkan mulai konsisten menjalani program penurunan berat badan sejak September 2025. Selain mengatur asupan makanan, ia juga rutin melakukan olahraga setiap hari. "Olahraga tiap hari. Camilan sangat minim. Kuncinya, asupan gizi dan nahan lapar," kata Dito. Sempat Naik 50 Kg Saat Menjabat Menpora Dito mengakui berat badannya sempat meningkat cukup signifikan pada periode 2020 hingga 2023. Ia menyebut mengalami kenaikan berat badan hampir 50 kilogram sebelum akhirnya memutuskan kembali menjalani pola hidup disiplin. "Saya kan naik berat badan 2020-2023 hampir 50 kilogram. Naik 50 kilo, turun 40 kilo. Masih ada 10 kilo lagi," ungkapnya. Dito menjabat sebagai Menpora pada era Presiden Joko Widodo sejak 3 April 2023 hingga 8 September 2025. Apakah Turun 40 Kg Termasuk Aman? Berdasarkan pengakuannya, Dito berhasil menurunkan berat badan sekitar 40 kilogram dalam kurun waktu kurang lebih 9-10 bulan. Jika dihitung rata-rata, penurunan tersebut berada di kisaran sekitar 0,9 hingga 1 kilogram per minggu. Angka tersebut masih berada dalam rentang yang dianggap wajar oleh banyak panduan kesehatan. Namun, penurunan berat badan yang terlalu cepat dalam waktu singkat tetap perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko kehilangan massa otot, kekurangan nutrisi, hingga gangguan kesehatan tertentu. Para ahli umumnya merekomendasikan penurunan berat badan secara bertahap, sekitar 0,45 hingga 0,9 kilogram per minggu, agar lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Kunci Diet Bukan Sekadar Mengurangi Makan Meski metode Dito berhasil menurunkan berat badan, kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Program diet yang terlalu rendah kalori tanpa pengawasan dapat berisiko tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Selain mengatur pola makan, penurunan berat badan yang sehat juga perlu didukung dengan olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, serta pengelolaan stres. Dengan pendekatan bertahap, tubuh lebih berpeluang mempertahankan penurunan berat badan dan menghindari efek "yo-yo diet", yaitu berat badan kembali naik setelah program diet berhenti.
Lifestyle
| Selasa, 21 Juli 2026

Dokter Bedah Plastik Korea Ungkap 5 Makanan yang Bisa Membuat Wajah Terlihat Lebih Tua
Menjaga penampilan tidak hanya bergantung pada perawatan kulit atau penggunaan produk skincare. Pola makan sehari-hari juga disebut memiliki pengaruh terhadap kondisi kulit dan dapat membuat wajah terlihat lebih cepat mengalami tanda-tanda penuaan. Hal tersebut disampaikan dokter bedah plastik asal Korea Selatan, Choi Hyun-nam, yang belakangan menjadi sorotan di media sosial. Ia membagikan daftar lima jenis makanan dan minuman yang dinilai dapat memengaruhi tampilan wajah, mulai dari memicu kulit kusam, jerawat, pembengkakan, hingga mempercepat munculnya tanda penuaan. Meski demikian, Choi menegaskan makanan tersebut tidak dapat mengubah struktur wajah seseorang. Dampaknya lebih berkaitan dengan kondisi kulit dan perubahan tampilan wajah yang dapat terjadi apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Berikut lima makanan dan minuman yang masuk dalam daftar tersebut: 1. Alkohol Alkohol disebut menjadi salah satu konsumsi yang dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit. Menurut Choi, minuman beralkohol dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga kulit terlihat lebih kering dan kusam. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat proses penuaan serta membuat warna kulit tampak lebih gelap akibat terganggunya fungsi tubuh. 2. Daging olahan Produk daging olahan seperti ham dan sosis juga masuk dalam daftar makanan yang perlu dibatasi. Choi menyebut makanan jenis ini umumnya memiliki kandungan natrium, lemak jenuh, serta bahan tambahan yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, kandungan tersebut berpotensi meningkatkan peradangan dalam tubuh yang dapat berpengaruh terhadap kondisi kulit. 3. Makanan gorengan Berbagai makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, kentang goreng, hingga donat, juga disebut dapat memengaruhi penampilan wajah. Menurut Choi, makanan tinggi minyak dan lemak dapat memicu munculnya jerawat pada sebagian orang. Konsumsi berlebihan juga dikaitkan dengan kulit yang tampak lebih kusam dan kehilangan kesegarannya. 4. Makanan manis Kue, pastry, serta berbagai camilan manis juga masuk dalam daftar tersebut. Choi menjelaskan konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi kolagen, yaitu protein yang berperan menjaga kulit tetap kencang dan elastis. Ketika produksi atau kualitas kolagen menurun, kulit berisiko kehilangan kekencangan dan lebih cepat menunjukkan tanda penuaan. 5. Camilan tinggi garam Makanan asin seperti mi instan, keripik kentang, dan biskuit berbumbu menjadi jenis makanan terakhir dalam daftar. Kandungan natrium yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, wajah dapat terlihat lebih bengkak atau sembap, terutama setelah mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah besar. Meski daftar tersebut menarik perhatian publik, bukan berarti semua makanan itu harus dihindari sepenuhnya. Para ahli kesehatan umumnya menekankan bahwa kunci menjaga kesehatan kulit tetap berada pada pola makan seimbang, cukup minum air, tidur yang cukup, serta menerapkan gaya hidup sehat. Dengan mengatur jumlah konsumsi dan memperbanyak asupan bernutrisi, kondisi kulit serta penampilan wajah dapat tetap terjaga dalam jangka panjang.
Lifestyle
| Selasa, 14 Juli 2026

Suka Nonton Ulang Serial yang Sama? Ini 6 Karakter Kepribadian yang Mungkin Kamu Miliki
Pernah menyelesaikan sebuah serial favorit, tetapi bukannya mencari tontonan baru malah memilih menontonnya kembali dari awal? Bagi sebagian orang, kebiasaan ini mungkin terasa aneh. Namun, ternyata ada alasan psikologis di balik kegemaran menonton ulang cerita yang sama. Bahkan, ada orang yang sudah berkali-kali menonton serial favorit hingga hafal dialog para karakter tanpa perlu melihat subtitle. Menurut psikolog Danielle Roeske, kebiasaan rewatch sering berkaitan dengan kebutuhan manusia terhadap rasa nyaman dan kepastian. "Memilih sesuatu yang baru membutuhkan kerja otak karena kita tidak mengenal karakter, alur cerita, atau nuansanya dan kita tidak yakin apakah kita akan menikmatinya. Acara yang sudah familiar menghilangkan semua ketidakpastian itu," jelas Roeske dikutip dari Parade. Lalu, seperti apa karakter orang yang suka menonton ulang serial favorit? 1. Memiliki empati tinggi Orang yang sering menonton ulang serial tertentu cenderung memiliki hubungan emosional yang kuat dengan karakter dalam cerita. Mereka tidak hanya mengikuti alur, tetapi juga ikut merasakan emosi para tokoh, mulai dari kebahagiaan, kesedihan, hingga perjuangan yang dialami karakter tersebut. Kedekatan emosional inilah yang membuat pengalaman menonton ulang tetap terasa menarik meski ceritanya sudah diketahui. 2. Memiliki kesadaran diri yang baik Menonton ulang serial favorit bukan berarti seseorang tidak mau mencoba hal baru. Dalam banyak kasus, hal ini menunjukkan bahwa seseorang memahami apa yang membuat dirinya merasa nyaman. Menurut Roeske, orang seperti ini biasanya mengetahui kebutuhan emosionalnya dan mampu memilih aktivitas yang membantu menjaga suasana hatinya. Mereka tahu kapan membutuhkan hiburan ringan, ketenangan, atau sekadar waktu untuk bersantai. 3. Cenderung sensitif Sebagian orang yang gemar menonton ulang serial yang sama memiliki sifat lebih sensitif atau mudah merasa cemas. Bagi mereka, cerita yang sudah dikenal memberikan rasa aman karena tidak ada kejutan besar yang harus dihadapi. Kepastian mengenai jalan cerita dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. 4. Memperhatikan detail kecil Menonton ulang memungkinkan seseorang menemukan hal-hal yang sebelumnya terlewat. Orang dengan karakter ini biasanya lebih teliti memperhatikan detail, seperti ekspresi wajah tokoh, pilihan kata, hubungan antar karakter, hingga simbol tertentu dalam cerita. Mereka menikmati bukan hanya hasil akhir cerita, tetapi juga proses dan elemen kecil yang membangun sebuah serial. 5. Menyukai rutinitas Bagi sebagian orang, menonton ulang serial favorit menjadi bagian dari kebiasaan harian. Misalnya, ada yang selalu menonton episode tertentu saat makan, sebelum tidur, atau ketika ingin melepas penat setelah aktivitas. Rutinitas seperti ini dapat memberikan struktur dan rasa nyaman dalam kehidupan sehari-hari. 6. Cenderung loyal Kegemaran kembali pada serial yang sama juga bisa mencerminkan sifat loyal. Karakter ini tidak hanya terlihat dalam tontonan, tetapi juga bisa muncul dalam pilihan lain, seperti sering kembali ke restoran favorit, kafe langganan, atau tempat liburan yang sama. Mereka merasa nyaman dengan sesuatu yang sudah terbukti memberikan pengalaman positif. Jadi, apakah sering nonton ulang itu buruk? Tidak selalu. Menonton ulang serial favorit bisa menjadi cara seseorang mendapatkan hiburan, mengurangi stres, atau mencari kenyamanan emosional. Selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari dan tetap terbuka terhadap pengalaman baru, kebiasaan ini merupakan bagian normal dari cara seseorang menikmati hiburan. Bisa jadi, bagi sebagian orang, kembali ke cerita lama bukan karena kehabisan pilihan, tetapi karena ada rasa nyaman yang sulit ditemukan dari cerita baru.
Lifestyle
| Sabtu, 11 Juli 2026

Kenapa Banyak Penumpang Langsung Berdiri Saat Pesawat Mendarat? Ini Alasannya
Pemandangan penumpang yang langsung berdiri begitu pesawat menyentuh landasan pacu sudah menjadi hal yang sering ditemui. Bahkan, ada yang buru-buru membuka kompartemen bagasi dan mengambil barang bawaan meski pesawat masih bergerak menuju area parkir. Kebiasaan ini kerap memicu perdebatan. Sebagian menganggapnya mengganggu dan tidak perlu, sementara sebagian lain merasa wajar karena sudah lama duduk selama penerbangan. Padahal, awak kabin selalu mengingatkan penumpang untuk tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang hingga pesawat benar-benar berhenti dan tanda sabuk pengaman dimatikan. Aturan ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan. Mengapa penumpang ingin segera berdiri? Dari sisi psikologi perilaku, ada beberapa alasan yang membuat sebagian orang langsung bangkit setelah pesawat mendarat. 1. Merasa lega setelah penerbangan Bagi sebagian penumpang, terutama yang memiliki rasa takut terbang, momen roda pesawat menyentuh landasan menjadi tanda bahwa perjalanan sudah berakhir. Rasa lega tersebut dapat memicu keinginan untuk segera keluar dari pesawat. Berdiri atau mengambil barang dianggap sebagai cara untuk melepaskan ketegangan setelah mengalami stres selama penerbangan. 2. Ingin cepat meninggalkan pesawat Sebagian orang berdiri lebih awal karena ingin segera sampai tujuan. Alasannya bisa beragam, mulai dari mengejar penerbangan lanjutan, menghadiri agenda penting, hingga sekadar tidak sabar turun dari pesawat. Namun, berdiri lebih dulu sebenarnya tidak selalu membuat proses keluar menjadi lebih cepat. Penumpang yang duduk di bagian tengah atau belakang tetap harus menunggu antrean di depannya. 3. Sudah menjadi kebiasaan Perilaku ini juga bisa terjadi karena kebiasaan yang terbentuk. Setelah sering melakukan hal yang sama dalam perjalanan sebelumnya, otak dapat menganggapnya sebagai respons otomatis. Begitu pesawat menyentuh landasan, tubuh langsung bereaksi untuk berdiri tanpa mempertimbangkan apakah memang diperlukan atau tidak. 4. Tubuh terasa kaku setelah duduk lama Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam dapat menyebabkan tubuh terasa pegal, terutama pada bagian punggung, leher, dan kaki. Keinginan untuk berdiri bisa menjadi respons alami tubuh untuk melakukan peregangan setelah lama tidak bergerak. Meski begitu, sebaiknya peregangan dilakukan setelah pesawat benar-benar berhenti. 5. Takut tertahan penumpang lain Ada juga penumpang yang merasa harus segera berdiri agar tidak terjebak antrean. Mereka khawatir penumpang lain membutuhkan waktu lama untuk mengambil barang atau keluar dari kursi. Padahal, dalam banyak kasus, berdiri di lorong sebelum waktunya tidak memberikan banyak keuntungan karena semua penumpang tetap harus turun sesuai urutan. Tetap duduk demi keselamatan Meski terlihat seperti kebiasaan kecil, berdiri sebelum pesawat berhenti total memiliki risiko tertentu. Pesawat masih dapat mengalami pengereman mendadak, perubahan arah, atau guncangan kecil saat menuju area parkir. Kondisi tersebut dapat membuat penumpang yang sudah berdiri kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Karena itu, penumpang disarankan tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang hingga lampu tanda sabuk pengaman dimatikan oleh awak kabin. Menunggu beberapa menit mungkin terasa lama, tetapi mengikuti instruksi awak kabin merupakan langkah sederhana untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun penumpang lain.
Lifestyle
| Selasa, 7 Juli 2026

BPOM Temukan Obat Batuk Palsu Codrela dan Trivam Fliege, Mengandung Bahan Keras Berbahaya
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan peredaran obat palsu merek Codrela dan Trivam Fliege yang tidak memiliki izin edar serta tidak terdaftar secara resmi di BPOM. Temuan tersebut merupakan hasil pengawasan intensif BPOM terhadap peredaran obat, baik melalui jalur penjualan langsung maupun platform daring. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan, hasil pemeriksaan laboratorium menemukan adanya ketidaksesuaian antara kandungan yang tertera pada kemasan Codrela dengan isi sebenarnya. "Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM)," ujar Taruna dikutip dari laman resmi BPOM. Padahal, kodein merupakan zat aktif yang memiliki aturan penggunaan ketat dan termasuk obat yang harus digunakan sesuai pengawasan tenaga medis. Sementara itu, obat palsu Trivam Fliege diketahui diklaim mengandung propofol 20 miligram (mg). Obat tersebut ditemukan beredar secara online dan berpotensi disalahgunakan karena dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Menurut Taruna, propofol dalam dunia medis digunakan sebagai obat anestesi intravena untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum serta sedasi pada prosedur tertentu. "Propofol merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter," katanya. BPOM lakukan penelusuran peredaran obat palsu BPOM kini melakukan pengawasan lanjutan, termasuk penelusuran intelijen dan penyidikan untuk mengungkap pihak yang memproduksi serta mengedarkan obat-obatan palsu tersebut. Pengawasan juga diperkuat terhadap perdagangan obat melalui internet. Sepanjang 2023 hingga Maret 2026, BPOM mencatat telah menemukan 183 tautan marketplace yang menjual Trivam palsu. Tautan dan konten yang mempromosikan produk tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui rekomendasi penghapusan atau takedown. BPOM mengimbau masyarakat agar tidak membeli obat dari sumber yang tidak jelas, terutama produk yang tidak memiliki nomor izin edar. Masyarakat juga diminta selalu mengecek legalitas obat melalui kanal resmi BPOM sebelum mengonsumsinya. Penggunaan obat tanpa kandungan yang jelas dapat berisiko menyebabkan efek samping serius, terutama jika mengandung bahan aktif yang bekerja pada sistem saraf atau tingkat kesadaran.
Lifestyle
| Sabtu, 4 Juli 2026

Sering Cemas dan Overthinking? Bisa Jadi Berkaitan dengan Kepribadian
Pernah merasa mudah khawatir, memikirkan sesuatu secara berlebihan, atau cemas terhadap hal-hal kecil? Sebagian orang menganggapnya hanya sebagai sifat pribadi. Namun, dalam psikologi, kecenderungan mudah cemas ternyata bisa berkaitan dengan pola kepribadian seseorang. Salah satu konsep yang sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah neuroticism, yaitu salah satu dimensi dalam teori Big Five Personality. Neuroticism menggambarkan kecenderungan seseorang untuk lebih mudah mengalami emosi negatif, seperti rasa khawatir, tegang, takut, atau lebih sensitif terhadap tekanan. Mengapa sebagian orang lebih mudah cemas? Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan tingkat neuroticism yang lebih tinggi cenderung memiliki risiko kecemasan yang lebih besar. Penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychiatry menemukan hubungan yang konsisten antara neuroticism dan tingkat kecemasan. Artinya, seseorang dengan kecenderungan ini biasanya lebih cepat merespons situasi yang dianggap mengancam. Sementara penelitian lain dalam BMC Psychology menunjukkan bahwa kecenderungan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti: lebih sensitif terhadap ketidakpastian, lebih mudah menganggap sensasi tubuh sebagai tanda bahaya, cenderung menghindari situasi yang memicu stres. Misalnya, seseorang yang merasakan jantung berdebar mungkin langsung berpikir bahwa ada sesuatu yang buruk terjadi, sementara orang lain bisa menganggapnya sebagai respons normal tubuh. Cemas belum tentu berarti gangguan Meski sering merasa khawatir, tidak semua orang yang mudah cemas mengalami gangguan kecemasan. Kecemasan dalam batas tertentu merupakan bagian normal dari kehidupan. Rasa takut dan waspada justru membantu seseorang menghadapi risiko dan mengambil keputusan. Perbedaannya terletak pada tingkat intensitas dan dampaknya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gangguan kecemasan biasanya ditandai dengan rasa cemas yang berlebihan, berlangsung lama, sulit dikendalikan, serta mulai mengganggu kehidupan sehari-hari seperti: sulit tidur, terganggunya pekerjaan, sulit menjalani hubungan sosial, menghindari banyak aktivitas karena rasa takut. Bukan berarti seseorang lemah Orang yang mudah cemas sering kali dianggap terlalu sensitif atau terlalu banyak berpikir. Padahal, kondisi tersebut berkaitan dengan cara tubuh dan otak merespons tekanan. Seseorang dengan kecenderungan mudah cemas bisa memiliki sistem respons stres yang lebih aktif. Mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali tenang setelah menghadapi situasi yang menegangkan. Dengan kata lain, rasa cemas bukan semata-mata karena seseorang "lemah", tetapi bisa menjadi bagian dari cara sistem emosi bekerja. Cara mengelola kecenderungan mudah cemas Meskipun faktor kepribadian berperan, kecemasan tetap dapat dikelola melalui kebiasaan sehat, seperti: mengenali pola pikiran yang memicu kecemasan, membatasi kebiasaan overthinking, rutin berolahraga, menjaga kualitas tidur, melakukan teknik relaksasi atau pernapasan, berbicara dengan orang terpercaya. Mudah cemas memang bisa menjadi bagian dari kepribadian seseorang. Namun, penting untuk memahami batas antara sifat alami dan kondisi yang mulai mengganggu kehidupan. Jika kecemasan terasa sulit dikendalikan atau menghambat aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional dapat menjadi pilihan yang tepat.
Lifestyle
| Kamis, 2 Juli 2026

Serangan Jantung Kini Banyak Menyerang Usia Muda, Dokter Ungkap Penyebabnya
Penyakit jantung yang selama ini identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai mengalami perubahan tren. Dokter menemukan semakin banyak kasus serangan jantung yang terjadi pada usia muda, bahkan pada pasien berusia di bawah 30 tahun. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia (PDS PatKLIn), Teguh Triyono, mengatakan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia maupun dunia. Namun, yang menjadi perhatian adalah meningkatnya jumlah pasien muda yang mengalami gangguan kardiovaskular. "Sekarang banyak ditemukan juga pasien-pasien serangan jantung di bawah 30 tahun," ujar Teguh dalam keterangannya usai menghadiri acara LabTalk Indonesia, Powering The Future of Smart Laboratories. Menurutnya, perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya risiko penyakit jantung pada usia muda. Kebiasaan kurang bergerak, konsumsi makanan cepat saji, serta minim aktivitas fisik dapat memperburuk kesehatan pembuluh darah. Gaya hidup modern jadi pemicu Teguh menyebut pola hidup sedentari atau minim aktivitas fisik semakin banyak terjadi di masyarakat. Kemudahan teknologi seperti layanan pesan makanan dan transportasi online membuat banyak orang semakin jarang bergerak. "Dikit-dikit naik kendaraan, pesan makanan online, aktivitas fisik jadi berkurang," katanya. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai faktor pemicu penyakit jantung, seperti obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, hingga gangguan metabolisme. Kerusakan pembuluh darah akibat faktor-faktor tersebut dapat berdampak serius. Jika terjadi pada pembuluh darah otak, risikonya adalah stroke. Jika menyerang pembuluh darah jantung, kondisi tersebut dapat memicu serangan jantung. Pemeriksaan dini penting dilakukan Dokter menilai pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko penyakit jantung sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala. Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan adalah profil lemak atau lipid profile untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh. Pemeriksaan ini dapat membantu memperkirakan risiko gangguan pembuluh darah dan penyakit jantung. "Zaman dulu orang sakit jantung itu di atas 40 atau 50 tahun. Sekarang tidak lagi," kata Teguh. Ia menambahkan, pemeriksaan laboratorium tidak hanya berfungsi untuk mendeteksi risiko, tetapi juga membantu diagnosis dan memantau kondisi pasien setelah menjalani pengobatan. Teknologi laboratorium semakin berkembang Perkembangan teknologi kesehatan juga membuat pemeriksaan laboratorium semakin cepat dan akurat. Salah satunya melalui penerapan sistem Total Laboratory Automation (TLA), yang mengintegrasikan perangkat laboratorium, perangkat lunak, kecerdasan buatan (AI), dan sistem informasi. General Manager Mindray Medical Indonesia, Conan Chen, mengatakan teknologi tersebut memungkinkan proses pemeriksaan berjalan lebih otomatis dan efisien. Menurutnya, sistem laboratorium pintar kini tidak hanya dapat diterapkan di rumah sakit besar, tetapi juga mulai memungkinkan laboratorium dengan kapasitas lebih kecil melakukan transformasi digital. Dengan meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia muda, para ahli mengingatkan masyarakat untuk mulai memperhatikan pola hidup sehat sejak dini. Aktivitas fisik rutin, pola makan seimbang, menjaga berat badan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit jantung di masa depan.
Lifestyle
| Senin, 22 Juni 2026

Bukan Sekadar Penasaran, Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Stalking
JAKARTA — Kebiasaan mencari tahu kehidupan orang lain semakin mudah dilakukan di era media sosial. Melihat aktivitas seseorang melalui unggahan, komentar, hingga jejak digital memang menjadi hal yang umum. Namun, ketika perilaku tersebut dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus, tindakan itu dapat berubah menjadi stalking atau menguntit. Stalking bukan hanya muncul karena rasa ingin tahu. Dalam kajian psikologi, perilaku ini sering berkaitan dengan faktor emosional, pola pikir, pengalaman hidup, hingga kebutuhan tertentu yang tidak terpenuhi. Selain mengganggu privasi, perilaku stalking juga dapat membuat korban merasa takut, cemas, bahkan mengalami tekanan psikologis. Berikut sejumlah karakteristik yang sering dikaitkan dengan orang yang memiliki kecenderungan stalking: 1. Sulit melepaskan perhatian dari seseorang Salah satu ciri yang sering muncul adalah perilaku obsesif. Seseorang dengan kecenderungan ini sulit mengalihkan pikirannya dari target tertentu. Mereka dapat menghabiskan banyak waktu untuk mencari informasi, memantau aktivitas, atau mengikuti perkembangan seseorang baik secara langsung maupun melalui media sosial. Jika tidak dikendalikan, rasa penasaran tersebut dapat berubah menjadi perilaku yang melanggar batas privasi. 2. Tidak mudah menerima penolakan Sebagian pelaku stalking mengalami kesulitan menerima kenyataan ketika hubungan yang diinginkan tidak berjalan sesuai harapan. Penolakan dapat dianggap sebagai ancaman terhadap harga diri sehingga mereka terus berusaha mendapatkan perhatian dari orang yang sebenarnya sudah menjauh. Dalam beberapa kasus, perasaan kecewa, marah, atau kehilangan dapat mendorong seseorang untuk tetap menghubungi atau mengawasi target secara berulang. 3. Memiliki dorongan untuk mengontrol Kebutuhan mengendalikan situasi atau orang lain juga sering muncul pada perilaku stalking. Bagi sebagian orang, mengetahui aktivitas seseorang secara terus-menerus memberi rasa seolah mereka masih memiliki kendali atas kehidupan target. Dorongan ini biasanya berkaitan dengan rasa tidak aman atau ketakutan kehilangan seseorang. 4. Kurang memahami batasan sosial Orang dengan kecenderungan stalking terkadang tidak menyadari bahwa tindakannya sudah melewati batas. Mereka bisa menganggap sering mengirim pesan, mencari tahu aktivitas seseorang, atau memantau media sosial sebagai bentuk perhatian. Padahal, bagi pihak yang menjadi sasaran, perilaku tersebut dapat terasa mengganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan. 5. Rendahnya empati terhadap perasaan orang lain Empati berperan penting dalam memahami dampak sebuah tindakan terhadap orang lain. Dalam beberapa kasus stalking, pelaku lebih berfokus pada keinginan pribadi dibandingkan mempertimbangkan perasaan korban. Akibatnya, mereka tetap melanjutkan perilaku tersebut meski sudah mendapat tanda bahwa orang lain merasa terganggu. 6. Membentuk fantasi yang tidak sesuai kenyataan Sebagian pelaku stalking dapat memiliki keyakinan atau bayangan tertentu yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Misalnya, seseorang merasa yakin bahwa target memiliki perasaan khusus terhadap dirinya meski tidak ada tanda yang mendukung. Dalam psikologi, kondisi seperti ini dikenal sebagai erotomanic stalking, yaitu ketika seseorang percaya bahwa dirinya dicintai secara diam-diam oleh orang lain. 7. Memiliki rasa percaya diri rendah Di balik perilaku yang tampak mengejar atau agresif, sebagian pelaku stalking justru dapat memiliki rasa tidak aman terhadap dirinya sendiri. Mereka mungkin mencari perhatian, validasi, atau pengakuan dari orang lain untuk menutupi perasaan kurang berharga. Ketika merasa ditolak atau diabaikan, tekanan emosional tersebut dapat mendorong munculnya perilaku yang tidak sehat. Stalking bukan bentuk perhatian atau kasih sayang. Perilaku ini dapat merusak batas pribadi dan berdampak serius terhadap korban. Memahami tanda-tandanya dapat membantu seseorang lebih waspada, menjaga batasan dalam hubungan, serta membangun interaksi yang lebih sehat dan saling menghormati.
Lifestyle
| Kamis, 18 Juni 2026


Berita Rekomendasi
Lifestyle

5 Zodiak yang Mudah Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
PIFA, Lifestyle - Percintaan memang memiliki pesona dan misteri yang tak bisa diprediksi. Bagi sebagian orang, jatuh cinta pada pandangan pertama dianggap klise, namun ada beberapa zodiak yang membuktikan sebaliknya. Bagi mereka, "love at first sight" bukanlah hal yang asing. Inilah lima zodiak yang cenderung mudah jatuh cinta pada pandangan pertama: 1. Aries: Cinta Tanpa Batas Aries adalah zodiak yang mudah terpikat oleh perasaan cinta. Mereka percaya bahwa cinta adalah sesuatu yang melimpah di dunia ini dan tak ingin membatasi diri dengan satu orang saja. Keberanian dan impulsivitas Aries membuat mereka dapat jatuh cinta dalam hitungan hari. Mereka juga cenderung tidak memikirkan masa depan dan lebih fokus menikmati momen bersama pasangan. 2. Cancer: Perhatian yang Mendalam Meski baru berkenalan, Cancer bisa langsung mencurahkan perhatiannya pada seseorang. Mereka tertarik pada orang-orang yang mereka bisa jaga dan dukung dalam hidupnya. Jika Anda menunjukkan sisi vulnerable dan butuh perhatian, Cancer akan dengan mudah jatuh cinta pada Anda. Namun, mereka tidak akan terburu-buru mengungkapkan perasaannya, karena Cancer tidak suka mengambil risiko. 3. Pisces: Romantis yang Bersemangat Pisces termasuk zodiak yang mudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka adalah tipe "hopeless romantic" yang selalu melihat kebaikan dan hal positif pada orang lain. Jika ada seseorang yang bisa memahami mereka sepenuhnya, Pisces akan dengan cepat merasa terikat. Bagi Pisces, cinta bukan hanya pengalaman, tapi juga sebuah kehidupan yang indah. 4. Leo: Dominasi dan Hasrat Cinta Leo merupakan zodiak yang dominan dan memiliki hasrat yang besar terhadap apapun yang mereka inginkan. Mereka tak ragu-ragu untuk jatuh cinta pada pandangan pertama, karena yakin bahwa orang lain juga akan mudah terpikat oleh pesona mereka. Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tahu bagaimana cara membuat orang jatuh cinta pada mereka. 5. Scorpio: Responsif Scorpio memiliki karakter responsif terhadap hal-hal yang menarik. Hal ini juga termasuk soal jatuh cinta. Scorpio memang salah satu zodiak yang mudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Setiap zodiak memiliki karakter dan cara pandangnya masing-masing terhadap cinta. Meskipun jatuh cinta pada pandangan pertama bisa menjadi momen indah, penting untuk tetap mengenal pasangan lebih dalam untuk membangun hubungan yang kokoh dan langgeng. Ingatlah bahwa setiap hubungan memerlukan komitmen dan kerja sama dari kedua belah pihak untuk dapat berkembang dengan baik.
Indonesia
| Senin, 31 Juli 2023
Lifestyle

Benarkah Anak Pintar Karena Faktor Ibu? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Anggapan bahwa kecerdasan anak lebih banyak diwariskan dari ibu masih sering terdengar di masyarakat. Namun, para ilmuwan menjelaskan bahwa kemampuan berpikir seseorang tidak ditentukan oleh satu faktor tunggal. Kecerdasan merupakan hasil kombinasi antara faktor genetik dari kedua orang tua dan lingkungan tempat anak tumbuh. Dalam ilmu genetika, kecerdasan termasuk polygenic trait, yaitu sifat yang dipengaruhi oleh banyak gen sekaligus. Artinya, kemampuan seperti berpikir, mengingat, belajar, dan memecahkan masalah tidak berasal dari satu gen tertentu saja. Penelitian menunjukkan faktor keturunan dapat menyumbang sekitar 40–80 persen variasi kecerdasan, tergantung usia dan kondisi individu. Namun, gen bukanlah penentu mutlak karena potensi tersebut tetap dipengaruhi oleh pengalaman hidup. Mengapa Ibu Sering Disebut Lebih Berpengaruh? Salah satu alasan munculnya anggapan bahwa kecerdasan berasal dari ibu berkaitan dengan kromosom X. Kromosom X membawa sejumlah gen yang berhubungan dengan perkembangan otak. Perempuan memiliki dua kromosom X, masing-masing berasal dari ibu dan ayah. Sementara laki-laki hanya memiliki satu kromosom X yang berasal dari ibu. Karena itu, pada anak laki-laki, sebagian kontribusi gen terkait fungsi kognitif dari ibu bisa terlihat lebih dominan karena hanya memiliki satu kromosom X. Namun, hal tersebut tidak berarti ayah tidak berperan. Ayah tetap memberikan kontribusi genetik penting melalui kromosom lain yang juga berpengaruh terhadap perkembangan otak. Peran Gen Ibu dan Ayah dalam Otak Anak Beberapa penelitian juga membahas fenomena genomic imprinting, yaitu kondisi ketika gen tertentu dapat lebih aktif atau tidak aktif tergantung asal orang tua. Studi pada hewan menemukan bahwa gen yang berasal dari ibu cenderung lebih banyak berperan pada area otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif tingkat tinggi, seperti: Kemampuan berpikir kompleks Bahasa Logika Pengambilan keputusan Sementara gen dari ayah dalam beberapa penelitian lebih banyak dikaitkan dengan bagian otak yang berhubungan dengan: Emosi Motivasi Respons dasar Meski begitu, temuan tersebut belum berarti kecerdasan manusia hanya ditentukan oleh ibu atau ayah saja. Lingkungan Juga Menentukan Perkembangan Kecerdasan Selain faktor genetik, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan anak. Beberapa faktor yang berperan antara lain: Nutrisi sejak masa kehamilan Asupan gizi ibu selama mengandung berpengaruh terhadap perkembangan otak janin. Stimulasi sejak dini Interaksi, bermain, membaca, dan aktivitas belajar membantu membangun kemampuan kognitif. Pendidikan dan pola asuh Lingkungan yang mendukung dapat membantu anak mengembangkan potensi yang dimilikinya. Kondisi sosial dan emosional Anak yang tumbuh dalam lingkungan aman dan penuh dukungan cenderung memiliki perkembangan otak yang lebih optimal. Ilmu epigenetik juga menunjukkan bahwa pengalaman hidup dapat memengaruhi bagaimana gen bekerja tanpa mengubah struktur DNA. Artinya, potensi bawaan masih bisa berkembang atau berubah melalui lingkungan dan kebiasaan. Kesimpulan: Bukan Hanya Ibu, Bukan Hanya Ayah Ibu memang memiliki peran tertentu dalam pewarisan gen yang berkaitan dengan perkembangan otak, terutama melalui kromosom X. Namun, kecerdasan anak tetap merupakan hasil gabungan kontribusi ibu, ayah, dan lingkungan. Jadi, anak yang cerdas bukan hanya karena mewarisi gen tertentu, tetapi juga karena mendapatkan nutrisi, stimulasi, pendidikan, serta dukungan yang tepat selama masa tumbuh kembangnya.








