Lifestyle
Lonjakan COVID-19 di Singapura Tembus 14.000 Kasus dalam Seminggu, Ini Penyebab dan Varian yang Dominasi
PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Singapura kembali menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dengan jumlah kasus mencapai 14.200 dalam periode 27 April hingga 3 Mei 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan minggu sebelumnya yang mencatat 11.100 kasus. Selain itu, rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit juga naik dari 102 menjadi 133 orang per hari, meski kasus harian di unit perawatan intensif (ICU) justru menurun dari tiga menjadi dua kasus.Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) bersama Badan Penyakit Menular (CDA) mengungkapkan, lonjakan ini didorong oleh beberapa faktor, terutama menurunnya kekebalan populasi akibat semakin sedikit warga yang menerima vaksin booster terbaru. Saat ini, varian utama yang beredar adalah LF.7 dan NB.1.8, yang merupakan turunan dari varian JN.1. Kedua varian ini menyumbang lebih dari dua pertiga kasus yang terdeteksi secara lokal.Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan tidak ada indikasi bahwa varian-varian baru ini lebih mudah menular atau menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan varian sebelumnya. Sebagian besar kasus yang dilaporkan bergejala ringan dan proses pemulihan berlangsung cepat.Pemerintah Singapura mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, individu dengan kondisi medis tertentu, dan penghuni panti jompo, untuk tetap memperbarui vaksinasi mereka. Selain itu, tenaga kesehatan serta mereka yang tinggal atau bekerja bersama kelompok rentan juga dianjurkan untuk menerima vaksin booster. Masyarakat umum diingatkan agar tetap menjaga kebersihan, menggunakan masker saat sakit atau di tempat ramai, serta segera melakukan tes mandiri dan mencari bantuan medis jika mengalami gejala.Pihak berwenang juga menekankan bahwa gelombang Covid-19 secara berkala diperkirakan akan terus terjadi, sejalan dengan pola penyakit pernapasan endemik lainnya di wilayah tersebut.
Singapura
| Kamis, 15 Mei 2025

Trending
Tips Kembangkan Growth Mindset pada Anak untuk Capai Keberhasilan
Indonesia
| Rabu, 26 Juli 2023

Dokter Ortopedi: Aktif Bergerak dan Nutrisi Tepat Kunci Cegah Penurunan Massa Tulang dan Otot di Usia Tua
Lifestyle
| Kamis, 14 Agustus 2025

10 Daftar Universitas Swasta Terbaik Indonesia Versi Webometric 2023, Ada Telkom University hingga UNU Surabaya
Indonesia
| Kamis, 3 Agustus 2023

5 Jajanan Khas Singkawang yang Wajib Dicoba Saat Nonton Festival Cap Go Meh
Singkawang
| Senin, 10 Februari 2025

YouTuber Rita Warintil atau Purwadi Penggagas Kontrakan Rempong Meninggal Dunia
Indonesia
| Selasa, 7 Juni 2022

Netflix Umumkan All of Us Are Dead Musim Kedua, Siap Lanjutkan Teror Zombie dengan Karakter Baru dan Cerita Lebih Mencekam
Lifestyle
| Kamis, 24 Juli 2025

Cara Mengatasi Asam Lambung Kambuh saat Puasa
Indonesia
| Selasa, 26 Maret 2024

Hindari Sengketa Tanah, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Sebelum Membeli
Indonesia
| Jumat, 14 Februari 2025

10 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Tinggi di Masa Depan
Lifestyle
| Selasa, 28 Oktober 2025

Berita Terbaru
Lifestyle

Dokter Gizi: Penurunan Berat Badan Terlalu Cepat Bisa Jadi Tanda Diet Salah dan Sebabkan Malnutrisi
PIFA, Lifestyle - Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi mengingatkan bahwa salah menerapkan pola diet dapat menimbulkan dampak serius, termasuk penurunan berat badan drastis, malnutrisi, dan menurunnya metabolisme tubuh. Menurut Dr. Inge, tanda paling umum dari diet yang salah adalah berat badan turun cepat namun tubuh tampak tidak bugar. “Kalau misalnya sangat turun berat badan, tetapi kemudian tidak berenergi, jadi lebih ke arah ototnya hilang. Jadi tampak malnutrisi, kurus tapi nggak bagus,” ujarnya saat dihubungi ANTARA. Penurunan Drastis 3–4 Kg Seminggu Berbahaya Ia menjelaskan bahwa penurunan berat badan ekstrem — sekitar tiga sampai empat kilogram dalam sepekan — biasanya diikuti berbagai gejala lain seperti: Rasa lelah berlebihanKulit kering dan kusamMudah sakitSering merasa kedinginanGangguan menstruasi Kondisi ini muncul karena tubuh kekurangan asupan gizi dan cairan sehingga terasa lemas dan tidak bertenaga. Metabolisme Tubuh Bisa Turun Kesalahan dalam diet tidak hanya menguras energi, tetapi juga memengaruhi metabolisme tubuh. “Lama-lama badan juga mau reserve, menjaga supaya berat badan jangan makin jelek. Reserve itu mempertahankan apa yang masih tersisa, jadi metabolismenya menjadi rendah,” jelas dokter lulusan Universitas Indonesia itu. Metabolisme yang menurun membuat tubuh semakin sulit menurunkan berat badan secara sehat. Nutrisi Harus Tetap Dipenuhi Dokter Inge menekankan pentingnya memastikan kebutuhan nutrisi utama tetap tercukupi saat diet. Sebelum memulai program diet, seseorang perlu mengetahui porsi makan harian yang tepat:Jumlah protein seperti telur, daging, ikan, ayamJumlah protein nabatiTakaran sayur dan buah yang harus dikonsumsi Selain itu, diet sebaiknya disertai olahraga yang sesuai kondisi tubuh. Harus Disesuaikan dan Dikonsultasikan Ia mengingatkan bahwa pola diet harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu dan sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga profesional, terutama bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan. Pengurangan makanan tinggi karbohidrat dan lemak juga harus disesuaikan kondisi tubuh, agar tidak menyebabkan tubuh makin lemas. Sementara itu, makanan berlemak atau gorengan sebaiknya dikurangi secara bertahap, bukan mendadak.
Lifestyle
| Senin, 24 November 2025
Lifestyle

Lukisan Frida Kahlo Terjual Rp913 Miliar, Pecahkan Rekor Karya Seniman Perempuan Termahal di Dunia
PIFA, Lifestyle - Sebuah lukisan potret diri karya seniman legendaris Meksiko Frida Kahlo, yang dibuat pada tahun 1940, terjual seharga 54,7 juta dolar AS atau sekitar Rp913 miliar dalam lelang seni di New York. Angka fantastis itu menjadikan karya berjudul El sueño (La cama) atau The Dream (Tempat Tidur) sebagai karya seniman perempuan termahal yang pernah terjual. Dilaporkan The Guardian pada Jumat (21/11), harga tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang lukisan Jimson Weed/White Flower No. 1 karya Georgia O’Keeffe, yang terjual 44,4 juta dolar AS pada 2014. Penjualan El sueño (La cama) berlangsung hanya dalam waktu empat menit pada lelang seni surealis Sotheby’s. Makna dan Latar Belakang Lukisan Lukisan ini menampilkan Kahlo tertidur di ranjang dengan kerangka tersenyum yang dibalut dinamit menggantung di atasnya. Visual itu lahir dari pengalaman pahit Kahlo, yang menghabiskan bertahun-tahun terbaring di tempat tidur akibat serangkaian operasi tulang belakang dan panggul setelah kecelakaan bus tragis di usia 18 tahun. Ia mengenakan gips hampir hingga akhir hidupnya, sebelum meninggal pada 1954. Bagi Kahlo, tempat tidurnya menjadi ruang antara hidup dan mati—ruang meditasi tempat ia banyak melukis sambil menghadapi rasa sakit kronis. Dalam catatan katalog Sotheby’s, karya ini disebut sebagai “meditasi spektral pada batas antara tidur dan kematian”. Kerangka yang tergantung di atas tempat tidur dianggap sebagai representasi kecemasan Kahlo terhadap kematian, sebuah ketakutan yang sangat masuk akal mengingat kehidupan yang terus dibayangi trauma fisik. Pecahkan Rekor Pribadi Kahlo Sebelum ini, rekor penjualan tertinggi Kahlo adalah lukisan Diego y Yo (Diego dan Aku), yang terjual seharga 34,9 juta dolar AS dalam lelang seni Amerika Latin tahun 2021. Penjualan terbaru ini tidak hanya memecahkan rekor tersebut, tetapi juga mengokohkan posisi Kahlo sebagai salah satu ikon seni terbesar dunia. Sotheby’s memperkirakan karya ini akan terjual antara 40–60 juta dolar AS, dan hasil penjualan 54,7 juta dolar AS berada tepat dalam rentang tersebut. Identitas pembeli belum diungkapkan. Salah Satu Lukisan Kahlo yang Masih Berada di Tangan Pribadi Lukisan tersebut termasuk sedikit dari karya Kahlo yang masih berada di luar Meksiko. Pemerintah Meksiko menetapkan karya-karya Kahlo sebagai monumen artistik, sehingga lukisan yang berada di dalam negeri tidak boleh dijual ke luar atau dihancurkan. El sueño (La cama) berasal dari koleksi pribadi yang memenuhi syarat untuk dijual secara internasional. Namun, sejumlah sejarawan seni mengkritik penjualan ini karena alasan budaya dan kekhawatiran bahwa karya tersebut dapat kembali menghilang dari ruang publik, mengingat terakhir kali dipamerkan pada akhir 1990-an. Sebelum dilelang, lukisan ini sudah diminta untuk dipamerkan di berbagai kota besar, termasuk New York, London, dan Brussels. Dalam lelang tersebut, karya Kahlo menjadi bintang di antara lebih dari 100 karya seni surealis lainnya, termasuk karya Salvador Dalí, René Magritte, Max Ernst, dan Dorothea Tanning.
Lifestyle
| Minggu, 23 November 2025
Lifestyle

Penelitian Ungkap Konsumsi Jus Jeruk Harian Picu Ribuan Perubahan Gen yang Baik untuk Jantung dan Metabolisme
PIFA, Lifestyle - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Molecular Nutrition and Food Research menemukan bahwa konsumsi jus jeruk 100 persen setiap hari dapat memengaruhi ribuan gen dalam tubuh dan memberi dampak positif bagi kesehatan jantung serta metabolisme. Mengutip laporan Eatingwell pada Jumat (21/11), para peneliti meneliti perubahan molekuler yang terjadi setelah peserta rutin mengonsumsi 500 mL jus jeruk setiap hari selama 60 hari. Studi ini melibatkan 20 orang dewasa sehat berusia 21–36 tahun, yang sebelumnya menjalani masa pembersihan selama tiga hari tanpa makanan kaya flavonoid. Selama penelitian, peserta meminum masing-masing dua porsi jus jeruk setiap pagi dan sore. Sampel darah serta pengukuran tekanan darah diambil pada hari pertama dan hari ke-60. Para peneliti juga memantau peserta dua kali seminggu untuk memastikan kepatuhan studi. Inti riset ini adalah analisis transkriptomik, metode untuk melihat bagaimana gen “diaktifkan” dan “dimatikan”. Hasilnya mencengangkan: sebanyak 3.790 ekspresi gen berubah setelah 60 hari konsumsi jus jeruk. Dari jumlah tersebut, 2.487 gen mengalami penurunan aktivasi dan 1.303 gen meningkat. Perubahan gen tersebut terkait langsung dengan fungsi tubuh penting, antara lain: Pengaturan tekanan darah: Aktivasi gen penyebab hipertensi menurun, yang sejalan dengan temuan bahwa jus jeruk dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penurunan gen inflamasi: Studi mencatat penurunan signifikan pada aktivitas gen yang memicu peradangan kronis—faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Perbaikan metabolisme lemak: Jus jeruk memengaruhi gen yang mengatur cara tubuh memproses dan menyimpan lemak, membantu memperbaiki metabolisme lipid. Menariknya, efeknya berbeda tergantung tipe tubuh. Pada peserta dengan kelebihan berat badan, dampak terbesar terjadi pada peningkatan metabolisme lemak. Sementara pada peserta dengan berat badan normal, manfaat yang lebih menonjol adalah penurunan peradangan. Meski berskala kecil, temuan ini diperkuat penelitian lain. Tinjauan sistematis pada Critical Reviews in Food Science and Nutrition yang menganalisis sepuluh uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi minimal 500 mL jus jeruk per hari dapat memperbaiki kadar gula darah, kolesterol, dan penanda inflamasi. Temuan tersebut menguatkan bahwa konsumsi jus jeruk murni secara teratur berpotensi memberi manfaat besar bagi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Lifestyle
| Sabtu, 22 November 2025
Berita Populer
Lifestyle

Lonjakan COVID-19 di Singapura Tembus 14.000 Kasus dalam Seminggu, Ini Penyebab dan Varian yang Dominasi
PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Singapura kembali menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dengan jumlah kasus mencapai 14.200 dalam periode 27 April hingga 3 Mei 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan minggu sebelumnya yang mencatat 11.100 kasus. Selain itu, rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit juga naik dari 102 menjadi 133 orang per hari, meski kasus harian di unit perawatan intensif (ICU) justru menurun dari tiga menjadi dua kasus.Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) bersama Badan Penyakit Menular (CDA) mengungkapkan, lonjakan ini didorong oleh beberapa faktor, terutama menurunnya kekebalan populasi akibat semakin sedikit warga yang menerima vaksin booster terbaru. Saat ini, varian utama yang beredar adalah LF.7 dan NB.1.8, yang merupakan turunan dari varian JN.1. Kedua varian ini menyumbang lebih dari dua pertiga kasus yang terdeteksi secara lokal.Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan tidak ada indikasi bahwa varian-varian baru ini lebih mudah menular atau menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan varian sebelumnya. Sebagian besar kasus yang dilaporkan bergejala ringan dan proses pemulihan berlangsung cepat.Pemerintah Singapura mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, individu dengan kondisi medis tertentu, dan penghuni panti jompo, untuk tetap memperbarui vaksinasi mereka. Selain itu, tenaga kesehatan serta mereka yang tinggal atau bekerja bersama kelompok rentan juga dianjurkan untuk menerima vaksin booster. Masyarakat umum diingatkan agar tetap menjaga kebersihan, menggunakan masker saat sakit atau di tempat ramai, serta segera melakukan tes mandiri dan mencari bantuan medis jika mengalami gejala.Pihak berwenang juga menekankan bahwa gelombang Covid-19 secara berkala diperkirakan akan terus terjadi, sejalan dengan pola penyakit pernapasan endemik lainnya di wilayah tersebut.
Singapura
| Kamis, 15 Mei 2025
Lifestyle

Tips Kembangkan Growth Mindset pada Anak untuk Capai Keberhasilan
PIFA, Lifestyle - Growth mindset atau pola pikir berkembang telah menjadi fokus penting dalam pendidikan dan perkembangan anak. Dalam pandangan psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Klinis, growth mindset adalah kunci utama bagi anak-anak untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup. Dengan memandang keberhasilan sebagai hasil dari usaha, dedikasi, dan ketekunan yang berkelanjutan, anak-anak akan dapat mengatasi tantangan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memaksimalkan potensi mereka. 1. Menggunakan Kata-kata yang Membangun Ratih Ibrahim menekankan pentingnya penggunaan kata-kata yang membangun ketika berbicara dengan anak-anak. Mengganti pertanyaan "bisa enggak" dengan "belum bisa" atau "nanti sebentar lagi bisa" akan memberi kesempatan bagi anak untuk terus berusaha dan belajar. Dengan cara ini, anak akan merasa didukung dan termotivasi untuk menghadapi tantangan dengan penuh semangat. 2. Memberi Ruang untuk Anak Menyelesaikan Masalah Sebagai orangtua, bukanlah tugas kita untuk menjadikan anak takut terhadap masalah, tetapi membantu mereka untuk berbesar hati dan mau mencari solusi kreatif. Memberi ruang pada anak untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri akan mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri dalam diri mereka. 3. Menjadi Teladan dengan Growth Mindset Sebagai role model utama anak, orangtua perlu menunjukkan perilaku yang mencerminkan growth mindset dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menunjukkan sikap empati, ketekunan, dan ketahanan mental, orangtua dapat memberikan contoh positif bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan dan mengatasi kegagalan. 4. Menguasai Delapan Winning Skills Growth mindset menjadi landasan bagi anak-anak untuk menguasai delapan winning skills, yaitu perhatian, fokus, daya ingat, kemampuan berbahasa, kemampuan psikomotor, logika, penalaran, dan kemampuan membuat keputusan. Dengan pola pikir berkembang, anak-anak akan dapat mengembangkan potensi dalam berbagai bidang kehidupan. 5. Menghadapi Tantrum atau Ekspresi Frustrasi Anak Tantrum pada anak merupakan ekspresi frustrasi yang umum terjadi pada usia pra-sekolah. Ratih Ibrahim memberikan tips untuk menghadapinya dengan mengajak anak membuat adonan roti. Aktivitas ini membantu anak mengeluarkan emosinya dengan cara yang aman dan produktif serta memberikan kesempatan bagi orangtua untuk mendengarkan dan memahami perasaan anak.
Indonesia
| Rabu, 26 Juli 2023
Lifestyle

Dokter Ortopedi: Aktif Bergerak dan Nutrisi Tepat Kunci Cegah Penurunan Massa Tulang dan Otot di Usia Tua
PIFA, Lifestyle – Pengurangan massa tulang dan otot yang kerap terjadi di usia lanjut dapat memengaruhi kemandirian seseorang. Dokter spesialis ortopedi dari Universitas Padjajaran, dr. Kiki Novito Sp.OT (K), menegaskan bahwa kondisi ini dapat dilawan dengan tetap aktif bergerak dan menjaga pola makan bergizi seimbang.“Kunci menjaga kesehatan tulang adalah tetap terus aktif, olahraga yang memberikan load ke tulang, dan diet yang terukur. Tujuannya untuk melawan pengurangan massa tulang dan otot yang akan berlanjut lebih tajam pada usia tua,” ujarnya kepada ANTARA, Kamis (31/7) malam.Kiki menjelaskan bahwa kualitas tulang yang baik sebaiknya dipersiapkan sejak muda sebagai “tabungan” untuk usia lanjut. Aktivitas fisik seperti jogging, latihan penguatan inti tubuh (body core strengthening), dan latihan beban dapat membantu deposisi kalsium ke tulang.Massa tulang umumnya mencapai puncaknya di usia sekitar 30 tahun, kemudian mulai berkurang sejak usia 50 tahun. Sementara massa otot sudah mulai menurun sejak usia 30 tahun jika tidak dijaga dengan baik.Untuk menjaga kekuatan tulang, Kiki menyarankan konsumsi rutin makanan kaya kalsium, seperti susu dan produk olahannya, ikan, sayuran hijau, telur, kacang-kacangan (khususnya kedelai), serta aktif di luar ruangan untuk membantu pembentukan vitamin D. Ia juga mengingatkan untuk menghindari kebiasaan yang dapat mengurangi kepadatan tulang, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan penyalahgunaan obat.Khusus vitamin D, Kiki merekomendasikan paparan sinar matahari langsung, atau mengonsumsi makanan yang diperkaya vitamin D, seperti susu fortifikasi atau suplemen, karena sumber alami seperti minyak ikan dan jamur mungkin jarang ditemui.Bagi lansia, aktivitas fisik tetap penting dilakukan, namun sebaiknya memilih olahraga berdampak ringan, seperti aerobik, latihan yang memberikan beban pada tulang dan otot, serta menjaga kelenturan sendi. Aktivitas anaerobik intens, gerakan mendadak, atau lompatan tanpa persiapan topangan tubuh yang baik sebaiknya dihindari.“Untuk menjaga kualitas tulang dan otot alat gerak atas, penting bermain beban secara terukur. Lansia juga sebaiknya rutin memeriksakan kondisi jantung, pernapasan, aliran darah, dan kesehatan sendi,” tambahnya.
Lifestyle
| Kamis, 14 Agustus 2025
Feeds
Dokter Gizi: Penurunan Berat Badan Terlalu Cepat Bisa Jadi Tanda Diet Salah dan Sebabkan Malnutrisi
PIFA, Lifestyle - Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi mengingatkan bahwa salah menerapkan pola diet dapat menimbulkan dampak serius, termasuk penurunan berat badan drastis, malnutrisi, dan menurunnya metabolisme tubuh. Menurut Dr. Inge, tanda paling umum dari diet yang salah adalah berat badan turun cepat namun tubuh tampak tidak bugar. “Kalau misalnya sangat turun berat badan, tetapi kemudian tidak berenergi, jadi lebih ke arah ototnya hilang. Jadi tampak malnutrisi, kurus tapi nggak bagus,” ujarnya saat dihubungi ANTARA. Penurunan Drastis 3–4 Kg Seminggu Berbahaya Ia menjelaskan bahwa penurunan berat badan ekstrem — sekitar tiga sampai empat kilogram dalam sepekan — biasanya diikuti berbagai gejala lain seperti: Rasa lelah berlebihanKulit kering dan kusamMudah sakitSering merasa kedinginanGangguan menstruasi Kondisi ini muncul karena tubuh kekurangan asupan gizi dan cairan sehingga terasa lemas dan tidak bertenaga. Metabolisme Tubuh Bisa Turun Kesalahan dalam diet tidak hanya menguras energi, tetapi juga memengaruhi metabolisme tubuh. “Lama-lama badan juga mau reserve, menjaga supaya berat badan jangan makin jelek. Reserve itu mempertahankan apa yang masih tersisa, jadi metabolismenya menjadi rendah,” jelas dokter lulusan Universitas Indonesia itu. Metabolisme yang menurun membuat tubuh semakin sulit menurunkan berat badan secara sehat. Nutrisi Harus Tetap Dipenuhi Dokter Inge menekankan pentingnya memastikan kebutuhan nutrisi utama tetap tercukupi saat diet. Sebelum memulai program diet, seseorang perlu mengetahui porsi makan harian yang tepat:Jumlah protein seperti telur, daging, ikan, ayamJumlah protein nabatiTakaran sayur dan buah yang harus dikonsumsi Selain itu, diet sebaiknya disertai olahraga yang sesuai kondisi tubuh. Harus Disesuaikan dan Dikonsultasikan Ia mengingatkan bahwa pola diet harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu dan sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga profesional, terutama bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan. Pengurangan makanan tinggi karbohidrat dan lemak juga harus disesuaikan kondisi tubuh, agar tidak menyebabkan tubuh makin lemas. Sementara itu, makanan berlemak atau gorengan sebaiknya dikurangi secara bertahap, bukan mendadak.
Lifestyle
| Senin, 24 November 2025

Lukisan Frida Kahlo Terjual Rp913 Miliar, Pecahkan Rekor Karya Seniman Perempuan Termahal di Dunia
PIFA, Lifestyle - Sebuah lukisan potret diri karya seniman legendaris Meksiko Frida Kahlo, yang dibuat pada tahun 1940, terjual seharga 54,7 juta dolar AS atau sekitar Rp913 miliar dalam lelang seni di New York. Angka fantastis itu menjadikan karya berjudul El sueño (La cama) atau The Dream (Tempat Tidur) sebagai karya seniman perempuan termahal yang pernah terjual. Dilaporkan The Guardian pada Jumat (21/11), harga tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang lukisan Jimson Weed/White Flower No. 1 karya Georgia O’Keeffe, yang terjual 44,4 juta dolar AS pada 2014. Penjualan El sueño (La cama) berlangsung hanya dalam waktu empat menit pada lelang seni surealis Sotheby’s. Makna dan Latar Belakang Lukisan Lukisan ini menampilkan Kahlo tertidur di ranjang dengan kerangka tersenyum yang dibalut dinamit menggantung di atasnya. Visual itu lahir dari pengalaman pahit Kahlo, yang menghabiskan bertahun-tahun terbaring di tempat tidur akibat serangkaian operasi tulang belakang dan panggul setelah kecelakaan bus tragis di usia 18 tahun. Ia mengenakan gips hampir hingga akhir hidupnya, sebelum meninggal pada 1954. Bagi Kahlo, tempat tidurnya menjadi ruang antara hidup dan mati—ruang meditasi tempat ia banyak melukis sambil menghadapi rasa sakit kronis. Dalam catatan katalog Sotheby’s, karya ini disebut sebagai “meditasi spektral pada batas antara tidur dan kematian”. Kerangka yang tergantung di atas tempat tidur dianggap sebagai representasi kecemasan Kahlo terhadap kematian, sebuah ketakutan yang sangat masuk akal mengingat kehidupan yang terus dibayangi trauma fisik. Pecahkan Rekor Pribadi Kahlo Sebelum ini, rekor penjualan tertinggi Kahlo adalah lukisan Diego y Yo (Diego dan Aku), yang terjual seharga 34,9 juta dolar AS dalam lelang seni Amerika Latin tahun 2021. Penjualan terbaru ini tidak hanya memecahkan rekor tersebut, tetapi juga mengokohkan posisi Kahlo sebagai salah satu ikon seni terbesar dunia. Sotheby’s memperkirakan karya ini akan terjual antara 40–60 juta dolar AS, dan hasil penjualan 54,7 juta dolar AS berada tepat dalam rentang tersebut. Identitas pembeli belum diungkapkan. Salah Satu Lukisan Kahlo yang Masih Berada di Tangan Pribadi Lukisan tersebut termasuk sedikit dari karya Kahlo yang masih berada di luar Meksiko. Pemerintah Meksiko menetapkan karya-karya Kahlo sebagai monumen artistik, sehingga lukisan yang berada di dalam negeri tidak boleh dijual ke luar atau dihancurkan. El sueño (La cama) berasal dari koleksi pribadi yang memenuhi syarat untuk dijual secara internasional. Namun, sejumlah sejarawan seni mengkritik penjualan ini karena alasan budaya dan kekhawatiran bahwa karya tersebut dapat kembali menghilang dari ruang publik, mengingat terakhir kali dipamerkan pada akhir 1990-an. Sebelum dilelang, lukisan ini sudah diminta untuk dipamerkan di berbagai kota besar, termasuk New York, London, dan Brussels. Dalam lelang tersebut, karya Kahlo menjadi bintang di antara lebih dari 100 karya seni surealis lainnya, termasuk karya Salvador Dalí, René Magritte, Max Ernst, dan Dorothea Tanning.
Lifestyle
| Minggu, 23 November 2025

Penelitian Ungkap Konsumsi Jus Jeruk Harian Picu Ribuan Perubahan Gen yang Baik untuk Jantung dan Metabolisme
PIFA, Lifestyle - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Molecular Nutrition and Food Research menemukan bahwa konsumsi jus jeruk 100 persen setiap hari dapat memengaruhi ribuan gen dalam tubuh dan memberi dampak positif bagi kesehatan jantung serta metabolisme. Mengutip laporan Eatingwell pada Jumat (21/11), para peneliti meneliti perubahan molekuler yang terjadi setelah peserta rutin mengonsumsi 500 mL jus jeruk setiap hari selama 60 hari. Studi ini melibatkan 20 orang dewasa sehat berusia 21–36 tahun, yang sebelumnya menjalani masa pembersihan selama tiga hari tanpa makanan kaya flavonoid. Selama penelitian, peserta meminum masing-masing dua porsi jus jeruk setiap pagi dan sore. Sampel darah serta pengukuran tekanan darah diambil pada hari pertama dan hari ke-60. Para peneliti juga memantau peserta dua kali seminggu untuk memastikan kepatuhan studi. Inti riset ini adalah analisis transkriptomik, metode untuk melihat bagaimana gen “diaktifkan” dan “dimatikan”. Hasilnya mencengangkan: sebanyak 3.790 ekspresi gen berubah setelah 60 hari konsumsi jus jeruk. Dari jumlah tersebut, 2.487 gen mengalami penurunan aktivasi dan 1.303 gen meningkat. Perubahan gen tersebut terkait langsung dengan fungsi tubuh penting, antara lain: Pengaturan tekanan darah: Aktivasi gen penyebab hipertensi menurun, yang sejalan dengan temuan bahwa jus jeruk dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penurunan gen inflamasi: Studi mencatat penurunan signifikan pada aktivitas gen yang memicu peradangan kronis—faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Perbaikan metabolisme lemak: Jus jeruk memengaruhi gen yang mengatur cara tubuh memproses dan menyimpan lemak, membantu memperbaiki metabolisme lipid. Menariknya, efeknya berbeda tergantung tipe tubuh. Pada peserta dengan kelebihan berat badan, dampak terbesar terjadi pada peningkatan metabolisme lemak. Sementara pada peserta dengan berat badan normal, manfaat yang lebih menonjol adalah penurunan peradangan. Meski berskala kecil, temuan ini diperkuat penelitian lain. Tinjauan sistematis pada Critical Reviews in Food Science and Nutrition yang menganalisis sepuluh uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi minimal 500 mL jus jeruk per hari dapat memperbaiki kadar gula darah, kolesterol, dan penanda inflamasi. Temuan tersebut menguatkan bahwa konsumsi jus jeruk murni secara teratur berpotensi memberi manfaat besar bagi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Lifestyle
| Sabtu, 22 November 2025

Ilmuwan Temukan Fosil Reptil Laut Berleher Panjang Berusia 247 Juta Tahun di China
PIFA, Lifestyle - Tim peneliti paleontologi di China mengumumkan penemuan fosil spesies reptil laut berleher panjang yang hidup antara 247 hingga 241 juta tahun lalu. Spesies baru yang diberi nama Lijiangosaurus yongshengensis itu ditemukan di Formasi Beiya, Provinsi Yunnan, dan dipublikasikan dalam jurnal Communications Biology. Temuan ini dinilai membuka babak baru dalam pemahaman evolusi awal reptil laut purba. Mengutip Sci News (17/11/2025), Lijiangosaurus yongshengensis berasal dari kelompok nothosaurus, bagian dari clade besar Sauropterygia yang mendominasi lautan sejak awal hingga pertengahan periode Trias. Sauropterygia sendiri merupakan kelompok reptil laut penting yang bertahan sekitar 180 juta tahun dan mencakup subkelompok seperti placodont, pistosaur, hingga leluhur plesiosaurus. Menurut Dr. Qinghua Shang dan timnya, spesies ini memiliki tubuh lebih dari 2,5 meter dengan karakteristik serupa nothosaurus lainnya: tengkorak pipih, tubuh ramping, serta empat tungkai berbentuk dayung. Namun, yang paling mencolok adalah lehernya yang sangat panjang. Fosil menunjukkan hewan ini memiliki 42 vertebra servikal, jumlah yang dua kali lebih banyak dari reptil laut sezamannya. Dalam paleontologi, jumlah lebih dari 30 vertebra saja sudah dianggap sebagai kategori “leher panjang ekstrem”. Dengan demikian, Lijiangosaurus menjadi sauropterygian paling awal yang menunjukkan perkembangan leher panjang, jauh sebelum munculnya plesiosaurus dan pistosaurus. Temuan ini menantang dugaan lama para ilmuwan yang sebelumnya berpendapat bahwa struktur leher panjang baru berkembang pada keturunan pistosaurus yang lebih muda. Peneliti juga menemukan struktur sendi tambahan unik pada tulang lehernya yang diduga berfungsi menstabilkan tubuh saat berenang. Secara umum, nothosaurus berukuran lebih besar dari pachypleurosaurus namun lebih kecil dibanding pistosaurus dan plesiosaurus. Mereka merupakan predator lincah yang memangsa ikan dan cumi-cumi menggunakan gigi runcing rapat, cocok untuk menangkap mangsa licin di laut dangkal Trias. Lokasi temuan fosil juga menarik perhatian. Situs Beiya terletak di pinggir Dataran Tinggi Tibet bagian timur, jauh dari lokasi fosil laut purba yang lebih terkenal di perbatasan Yunnan–Guizhou. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah laut pada masa Trias kemungkinan jauh lebih luas dari dugaan sebelumnya. Penemuan Lijiangosaurus yongshengensis memperkaya pemahaman tentang dinamika evolusi Sauropterygia pasca-kepunahan massal akhir Permian. Fosil ini menjadi bukti bahwa evolusi pada masa pemulihan ekosistem berlangsung cepat dan penuh variasi bentuk tubuh. Para ahli berharap penelitian lanjutan di Formasi Beiya akan menemukan fosil tambahan untuk memahami lebih jauh cara hewan ini bergerak, berburu, dan beradaptasi. Untuk saat ini, Lijiangosaurus yongshengensis menjadi salah satu temuan paleontologi paling menarik tahun ini, terutama bagi peneliti evolusi reptil laut berleher panjang.
Lifestyle
| Kamis, 20 November 2025

Rekomendasi Sepatu Running Carbon Plate Murah, Performa Maksimal Harga Bersahabat
PIFA, Lifestyle - Teknologi carbon plate kini semakin populer di dunia lari karena mampu meningkatkan energy return, responsivitas, dan efisiensi langkah. Tak heran, sepatu dengan teknologi ini sering menjadi andalan para pelari pada race day. Meski umumnya dibanderol Rp4 juta hingga Rp6 juta, kini sejumlah brand lokal hingga internasional menghadirkan opsi dengan harga lebih terjangkau. Berikut rekomendasi sepatu running carbon plate terbaik dengan harga ramah di kantong: 1. Ortuseight Hyperglide 3.0 – Rp550 Ribuan Ortuseight menawarkan Hyperglide 3.0 sebagai sepatu empuk, ringan, dan responsif. Teknologi carbon plate di dalamnya membantu meningkatkan dorongan setiap langkah, cocok untuk pelari pemula hingga menengah. Selain performa, desainnya juga stylish dengan material kuat. 2. Specs Coanda SV Subs1 – Rp600 Ribuan Specs Coanda SV Subs1 dirancang dengan upper tipis dan breathable, ideal untuk lari jarak jauh berpace tinggi. Dilengkapi teknologi Substance 1 di midsole untuk sensasi ringan dan responsif, serta outsole all-terrain rubber yang siap di berbagai lintasan. Ukuran hanya tersedia 37–39, cocok untuk pelari berkaki kecil. 3. Ardiles Nfinity Sense Pro – Rp850 Ribuan Ardiles membawa teknologi Power Fly carbon plate pada Sense Pro untuk meningkatkan respons dan energy return. Midsole double-layer, upper single-layer, serta insole EVOBLASTPRO memberikan kenyamanan maksimal. Pilihan menarik di kelas harga menengah. 4. Jackson Active Cloud FWD Carbon Plate – Rp780 Ribuan Keunikan sepatu ini terletak pada carbon plate yang bisa dilepas-pasang sesuai kebutuhan, sehingga cocok untuk latihan harian maupun race day. Dengan harga terjangkau, Jackson Active menjadi alternatif menarik bagi pelari pemula hingga menengah yang ingin merasakan pengalaman super shoes. 5. 910 Haze Pro – Rp1,1 Jutaan Dari brand lokal Nineten, 910 Haze Pro mengandalkan outsole carbon fiber serta midsole kombinasi material untuk dorongan lebih bertenaga. Bobot hanya sekitar 230 gram, membuatnya nyaman dipakai untuk lari cepat. Pilihan warnanya pun atraktif dan stylish. 6. New Balance FuelCell Series – Mulai Rp1,4 Juta New Balance menghadirkan teknologi Energy Arc dengan carbon plate melengkung dan busa FuelCell yang responsif. Midsole berongga unik meningkatkan efisiensi langkah dan kecepatan. Salah satu opsi internasional paling kompetitif di harga menengah. 7. ASICS Metaspeed Sky+ – Rp2,7 Juta ASICS Metaspeed Sky+ dirancang untuk pelari yang ingin memperpanjang langkah dengan hentakan kuat di tumit. Bantalan tebal di area midfoot membuatnya cocok untuk tempo lebih lambat atau long run. Salah satu super shoes terjangkau dari brand kelas dunia. Manfaat Menggunakan Sepatu Carbon Plate Efisiensi energi meningkat Plate karbon membantu mengurangi energi terbuang saat kaki menyentuh tanah. Propulsi lebih kuat Setiap langkah terasa lebih terdorong sehingga kecepatan meningkat. Bantalan optimal Kombinasi busa responsif dan plate karbon memberi kenyamanan tanpa mengorbankan performa. Mengurangi kelelahan otot Efisiensi lari lebih tinggi membuat otot tidak cepat lelah saat jarak jauh. Dengan banyaknya pilihan murah berteknologi carbon plate, kini kamu bisa merasakan sensasi super shoes tanpa harus menguras kantong. Pilihlah sepatu yang paling sesuai dengan gaya lari dan kebutuhan latihanmu agar performa semakin meningkat!
Lifestyle
| Rabu, 19 November 2025

10 Rekomendasi Bedak Harian Tahan Minyak untuk Ibu Rumah Tangga, Hasil Flawless dan Praktis Dipakai
PIFA, Lifestyle - Bedak menjadi salah satu produk makeup paling penting bagi banyak perempuan, termasuk ibu rumah tangga. Selain membantu menutupi kekurangan pada wajah, pemakaian bedak mampu membuat penampilan tetap segar sepanjang hari. Bagi para ibu dengan rutinitas padat, tampil rapi bukan hanya soal estetika, tetapi juga cara menjaga suasana hati dan kepercayaan diri. Dengan cuaca tropis Indonesia yang panas dan lembap, tentu diperlukan bedak yang ringan, praktis, serta mampu menahan minyak. Berikut 10 rekomendasi bedak harian dari berbagai brand yang cocok untuk ibu rumah tangga agar tampil flawless tanpa ribet. 1. Viva Compact Powder – Rp16.300 Viva Compact Powder menjadi rekomendasi pertama berkat harganya yang sangat ekonomis dan kualitasnya yang tetap bisa diandalkan. Varian klasik dengan kemasan biru atau lilac memberikan hasil ringan namun tetap menempel dengan baik di wajah, cocok untuk pemakaian santai sehari-hari. 2. Marina UV Brighten Up Compact Powder – mulai Rp12.000 Bedak ini memiliki tekstur halus dan ringan dengan kandungan Vitamin E yang membantu menghaluskan dan mencerahkan kulit. Dilengkapi UV Protection, produk ini pas untuk penggunaan harian tanpa membuat kulit terasa berat. 3. Marcks Loose Powder – mulai Rp18.000 (40 gram) Bedak tabur legendaris ini terkenal dengan daya serap minyaknya yang sangat baik. Hadir dalam lima shade—white, creme, rose, invisible, dan natural beige—Marcks Loose Powder efektif mengurangi kilap dan cocok untuk kulit berminyak. 4. Mustika Puteri Acne Compact Powder – Rp25.000 Dirancang khusus untuk kulit berjerawat, bedak ini memiliki tekstur ringan dan mudah menempel. Formulanya membantu menutupi kekurangan tanpa membuat wajah terasa tebal. 5. Wardah Lightening Matte Powder – Rp40.500 Pilihan ideal untuk pemilik kulit berminyak dan kombinasi. Dengan Microbright Formula serta Oil Control, bedak ini memberikan hasil matte alami sekaligus menjaga wajah tetap segar sepanjang hari. 6. Wardah Everyday Luminous Two Way Cake – Rp53.500 Bedak ini memberikan efek kulit yang halus dan tampak cerah alami. Vitamin E di dalamnya membantu menutrisi kulit sehingga tetap nyaman digunakan untuk aktivitas sepanjang hari. 7. Emina Bare With Me Mineral Compact Powder – Rp60.000 Diperkaya mineral natural dan Vitamin E, bedak dari Emina sangat ringan dan cocok untuk berbagai usia. Menariknya, semakin berkeringat justru membuat hasilnya tampak lebih glowing natural. 8. Luxcrime Blur & Cover Two Way Cake – Rp139.000 Untuk yang membutuhkan coverage lebih tanpa memakai foundation, produk ini adalah solusi tepat. Efek blurring yang instan membuat kulit tampak halus seperti memakai filter. Kemasannya juga praktis dibawa bepergian. 9. Innisfree No Sebum Mineral Powder – Rp100.000 Bedak tabur translucent ini sangat efektif mengontrol minyak berlebih. Formulanya yang ringan dengan mineral alami Jeju cocok untuk ibu rumah tangga yang sering beraktivitas di luar ruangan. 10. Mother of Pearl (MOP) Microblur Translucent Loose Powder – Rp159.000 Dirancang untuk iklim lembap Indonesia, bedak tabur ini mampu mengunci makeup seharian. Sangat ideal untuk meng-set concealer di area bawah mata agar tidak crack saat beraktivitas. Beragam pilihan di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan budget masing-masing. Dengan bedak yang tepat, ibu rumah tangga tetap bisa tampil rapi, segar, dan percaya diri setiap hari, tanpa perlu rutinitas makeup yang merepotkan.
Lifestyle
| Selasa, 18 November 2025

Psikolog Ajak Remaja Kenali Emosi untuk Tentukan Arah Hidup yang Lebih Baik
PIFA, Lifestyle – Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana mengimbau para remaja untuk lebih mengenali emosi mereka agar dapat menentukan langkah hidup secara lebih bijak dan terarah. Menurutnya, pemahaman terhadap perasaan pribadi menjadi kunci dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai dan tujuan hidup masing-masing. “Semakin remaja mengenali emosi dan nilai-nilainya, semakin mudah ia menentukan langkah dan pilihan hidup yang sesuai,” ujar Vera, psikolog lulusan Universitas Indonesia, kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (12/11). Vera menjelaskan, masa remaja sering kali diwarnai dengan gejolak emosi yang sulit dipahami. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menyadari apa yang mereka rasakan dan bagaimana mereka bereaksi terhadap suatu situasi. “Coba kenali kapan merasa senang, marah, kecewa, atau takut, serta apa pemicunya,” katanya. Ia juga merekomendasikan langkah sederhana seperti menuliskan perasaan dan pikiran dalam jurnal atau buku harian, melakukan refleksi terhadap nilai dan minat pribadi, serta belajar menerima kekurangan diri. “Tidak harus selalu sempurna untuk diterima,” tambahnya. Selain itu, Vera menekankan pentingnya dukungan sosial dari orang-orang terdekat. Bila remaja merasa kesulitan menghadapi persoalan emosional, ia menyarankan untuk mencari bantuan dari orang tua, guru bimbingan konseling (BK), atau pihak yang dipercaya dan peduli. Imbauan ini sejalan dengan keprihatinan yang disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta yang diduga dilakukan oleh seorang pelajar. Komisioner KPAI Klaster Pendidikan, Waktu Luang, dan Budaya, Aris Adi Leksono, mengatakan bahwa peristiwa tersebut mencerminkan tantangan besar dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak dan bebas kekerasan. Menurut Aris, hasil pemantauan menunjukkan pelaku mengalami perubahan perilaku signifikan dan kerap mengakses konten radikal di ruang digital. Ia menilai lemahnya kontrol emosi dan paparan ide ekstrem bisa menjadi kombinasi berbahaya bagi remaja. Baik Vera maupun KPAI menekankan pentingnya pendidikan emosional sejak dini, agar remaja mampu mengelola perasaan dan berpikir kritis dalam menghadapi tekanan, sekaligus mencegah perilaku berisiko maupun kekerasan di lingkungan pendidikan.
Lifestyle
| Kamis, 13 November 2025

“Diabesity” Jadi Ancaman Baru Kesehatan Masyarakat, Indonesia Masuk Daftar Tertinggi di Dunia
PIFA, Lifestyle — Para ahli memperingatkan bahwa kombinasi antara obesitas dan diabetes, atau dikenal dengan istilah diabesity, kini menjadi ancaman baru bagi kesehatan masyarakat di kawasan Asia-Pasifik (APAC), termasuk Indonesia. Kondisi ini disebut memicu peningkatan signifikan jumlah penderita diabetes akibat gaya hidup modern yang kurang aktif dan pola makan tinggi gula serta lemak. Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2024 menunjukkan, sekitar 20,4 juta warga Indonesia hidup dengan diabetes—setara dengan 11,3 persen populasi dewasa—menjadikan Indonesia salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia. “Urbanisasi yang cepat, stres, kurang aktivitas fisik, serta pola makan tinggi gula dan lemak menjadi pemicu utama meningkatnya risiko diabetes di kawasan ini,” ujar Dr. Alex Teo, Director of Research Development and Scientific Affairs Asia Pacific Herbalife, Rabu (12/11). Teo menambahkan, masyarakat Asia berisiko tinggi mengalami kondisi TOFI (thin outside, fat inside), yakni berat badan tampak normal tetapi kadar lemak tubuh tinggi, yang dapat memicu diabetes tanpa gejala. Ia menekankan pentingnya perubahan gaya hidup seperti mengurangi minuman manis, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta berolahraga minimal 150 menit per minggu. “Menjaga kesehatan di tengah kesibukan memang menantang, tetapi perubahan kecil yang konsisten serta deteksi dini adalah kunci mencegah diabetes dan komplikasinya,” katanya. Fenomena diabesity dinilai menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Asia-Pasifik, karena meningkatnya beban ekonomi dan sosial akibat penyakit tidak menular. Para ahli menyerukan agar masyarakat lebih sadar pentingnya pencegahan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan rutin kadar gula darah, dan pengelolaan stres yang baik.
Lifestyle
| Rabu, 12 November 2025

Bukan Mesir, Ini Negara dengan Piramida Terbanyak di Dunia
PIFA, Lifestyle - Selama ini, piramida identik dengan Mesir dan kemegahan Piramida Agung Khufu di Giza. Namun, siapa sangka, negara dengan piramida terbanyak di dunia justru bukan Mesir, melainkan Sudan. Melansir IFL Science, Sudan yang terletak di kawasan Afrika Timur Laut memiliki setidaknya 255 piramida, hampir dua kali lipat dari jumlah piramida di Mesir yang sekitar 135 bangunan. Meskipun tidak setenar piramida Mesir, peninggalan di Sudan menyimpan sejarah peradaban kuno yang tak kalah penting. Sebagian besar piramida di Sudan dibangun pada abad ke-8 SM di wilayah Nubia, yang kala itu menjadi pusat Kerajaan Kush. Hingga kini, para arkeolog telah menemukan sekitar 200 monumen runcing dan 41 makam bangsawan Kush di kawasan tersebut. Peradaban ini sempat terlupakan hingga akhirnya dikenal kembali pada 1830-an, ketika pemburu harta karun Giuseppe Ferlini menemukan artefak dari salah satu situs piramida. Namun, aksinya dikritik karena dianggap merusak situs bersejarah dan menjarah peninggalan kuno. Di era modern, teknologi LIDAR (Light Detection and Ranging) membantu para peneliti menemukan situs piramida baru yang tertutup hutan atau terkubur di bawah tanah. Para ahli meyakini masih banyak piramida yang belum terungkap, baik di Sudan maupun negara lain. Selain Mesir dan Sudan, beberapa negara juga memiliki piramida bersejarah, seperti: Nigeria, dengan sekitar 10 piramida Nsude. Meksiko, yang terkenal dengan Piramida Matahari dan Piramida Besar Cholula peninggalan peradaban Aztec dan Maya. Guatemala, memiliki enam piramida berundak peninggalan suku Maya. Niger, menyimpan dua piramida kuno dan sebuah sphinx. Fakta ini menunjukkan bahwa piramida bukan hanya simbol Mesir, melainkan juga warisan arsitektur kuno yang tersebar di berbagai belahan dunia dan menjadi saksi peradaban masa lampau.
Pontianak
| Selasa, 11 November 2025

Tips Rawat Kompor agar Awet dan Aman Digunakan
PIFA, Lifestyle — Kompor menjadi salah satu peralatan dapur yang paling sering digunakan setiap hari, mulai dari menyiapkan sarapan hingga makan malam. Namun karena intensitas pemakaiannya yang tinggi, kompor berisiko mengalami kerusakan lebih cepat jika tidak dirawat dengan baik. Head of Customer Care MODENA, Rully Sujarko, mengatakan banyak pengguna baru melakukan perawatan hanya setelah kompor bermasalah. Padahal pemeriksaan rutin bisa mencegah kerusakan sejak dini. “Dengan perawatan yang benar, Anda bisa memperpanjang umur kompor dan menghindari risiko seperti kebocoran gas atau api yang tidak stabil,” ujar Rully dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (8/11). Menurutnya, perawatan dapat dimulai dengan memilih produk kompor sesuai kebutuhan. Umumnya, terdapat dua tipe kompor yang banyak digunakan di rumah tangga, yakni kompor gas dan kompor listrik, yang tersedia dalam berbagai bentuk seperti built-in, portable, dan freestanding (terintegrasi dengan oven). Kompor gas cocok bagi pengguna yang ingin kontrol panas lebih fleksibel, sedangkan kompor listrik ideal untuk tampilan dapur modern dan perawatan yang lebih mudah. Namun, Rully mengingatkan bahwa instalasi juga berperan penting dalam menjaga keawetan kompor. “Kompor bisa mudah rusak kalau pemasangannya tidak sesuai standar. Penggunaan regulator gas yang tidak cocok dengan spesifikasi kompor juga dapat menyebabkan kebocoran gas,” ujarnya. Selama pemakaian, kebersihan kompor juga harus dijaga. Rully menyarankan untuk rutin membersihkan bagian luar agar tidak menumpuk minyak atau noda makanan. Setelah digunakan, permukaan kompor sebaiknya dilap dengan kain lembap dan dikeringkan. Hindari meletakkan wajan atau panci yang masih basah karena dapat memicu karat. Untuk kompor listrik, ia menekankan pentingnya menggunakan wajan khusus induction-ready dengan ukuran sesuai spesifikasi. Wajan yang tidak sesuai dapat menyebabkan panas tidak merata dan memperpendek usia elemen pemanas. “Dengan perawatan berkala, performa kompor tetap optimal dan risiko kerusakan bisa ditekan sejak dini, sehingga tidak perlu sering-sering melakukan servis,” tambahnya. Rully juga menjelaskan beberapa tanda umum kerusakan yang perlu diperhatikan pengguna, salah satunya warna api berubah menjadi merah. Api yang baik seharusnya berwarna biru karena menunjukkan pembakaran sempurna. “Api merah bisa menandakan adanya sumbatan di lubang gas atau tekanan gas yang tidak sesuai. Jika dibiarkan, hal ini dapat membuat proses memasak lebih lama dan peralatan dapur cepat gosong,” katanya. Masalah lain yang sering muncul adalah kompor tidak menyala sama sekali, yang biasanya disebabkan oleh pemantik rusak atau baterai habis. Pengguna bisa mencoba mengganti baterai terlebih dahulu, namun jika kompor tetap tidak berfungsi, sebaiknya segera menghubungi teknisi resmi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Lifestyle
| Senin, 10 November 2025


Berita Rekomendasi
Lifestyle

Lonjakan COVID-19 di Singapura Tembus 14.000 Kasus dalam Seminggu, Ini Penyebab dan Varian yang Dominasi
PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Singapura kembali menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dengan jumlah kasus mencapai 14.200 dalam periode 27 April hingga 3 Mei 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan minggu sebelumnya yang mencatat 11.100 kasus. Selain itu, rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit juga naik dari 102 menjadi 133 orang per hari, meski kasus harian di unit perawatan intensif (ICU) justru menurun dari tiga menjadi dua kasus.Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) bersama Badan Penyakit Menular (CDA) mengungkapkan, lonjakan ini didorong oleh beberapa faktor, terutama menurunnya kekebalan populasi akibat semakin sedikit warga yang menerima vaksin booster terbaru. Saat ini, varian utama yang beredar adalah LF.7 dan NB.1.8, yang merupakan turunan dari varian JN.1. Kedua varian ini menyumbang lebih dari dua pertiga kasus yang terdeteksi secara lokal.Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan tidak ada indikasi bahwa varian-varian baru ini lebih mudah menular atau menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan varian sebelumnya. Sebagian besar kasus yang dilaporkan bergejala ringan dan proses pemulihan berlangsung cepat.Pemerintah Singapura mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, individu dengan kondisi medis tertentu, dan penghuni panti jompo, untuk tetap memperbarui vaksinasi mereka. Selain itu, tenaga kesehatan serta mereka yang tinggal atau bekerja bersama kelompok rentan juga dianjurkan untuk menerima vaksin booster. Masyarakat umum diingatkan agar tetap menjaga kebersihan, menggunakan masker saat sakit atau di tempat ramai, serta segera melakukan tes mandiri dan mencari bantuan medis jika mengalami gejala.Pihak berwenang juga menekankan bahwa gelombang Covid-19 secara berkala diperkirakan akan terus terjadi, sejalan dengan pola penyakit pernapasan endemik lainnya di wilayah tersebut.
Singapura
| Kamis, 15 Mei 2025
Lifestyle

Tips Kembangkan Growth Mindset pada Anak untuk Capai Keberhasilan
PIFA, Lifestyle - Growth mindset atau pola pikir berkembang telah menjadi fokus penting dalam pendidikan dan perkembangan anak. Dalam pandangan psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Klinis, growth mindset adalah kunci utama bagi anak-anak untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup. Dengan memandang keberhasilan sebagai hasil dari usaha, dedikasi, dan ketekunan yang berkelanjutan, anak-anak akan dapat mengatasi tantangan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memaksimalkan potensi mereka. 1. Menggunakan Kata-kata yang Membangun Ratih Ibrahim menekankan pentingnya penggunaan kata-kata yang membangun ketika berbicara dengan anak-anak. Mengganti pertanyaan "bisa enggak" dengan "belum bisa" atau "nanti sebentar lagi bisa" akan memberi kesempatan bagi anak untuk terus berusaha dan belajar. Dengan cara ini, anak akan merasa didukung dan termotivasi untuk menghadapi tantangan dengan penuh semangat. 2. Memberi Ruang untuk Anak Menyelesaikan Masalah Sebagai orangtua, bukanlah tugas kita untuk menjadikan anak takut terhadap masalah, tetapi membantu mereka untuk berbesar hati dan mau mencari solusi kreatif. Memberi ruang pada anak untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri akan mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri dalam diri mereka. 3. Menjadi Teladan dengan Growth Mindset Sebagai role model utama anak, orangtua perlu menunjukkan perilaku yang mencerminkan growth mindset dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menunjukkan sikap empati, ketekunan, dan ketahanan mental, orangtua dapat memberikan contoh positif bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan dan mengatasi kegagalan. 4. Menguasai Delapan Winning Skills Growth mindset menjadi landasan bagi anak-anak untuk menguasai delapan winning skills, yaitu perhatian, fokus, daya ingat, kemampuan berbahasa, kemampuan psikomotor, logika, penalaran, dan kemampuan membuat keputusan. Dengan pola pikir berkembang, anak-anak akan dapat mengembangkan potensi dalam berbagai bidang kehidupan. 5. Menghadapi Tantrum atau Ekspresi Frustrasi Anak Tantrum pada anak merupakan ekspresi frustrasi yang umum terjadi pada usia pra-sekolah. Ratih Ibrahim memberikan tips untuk menghadapinya dengan mengajak anak membuat adonan roti. Aktivitas ini membantu anak mengeluarkan emosinya dengan cara yang aman dan produktif serta memberikan kesempatan bagi orangtua untuk mendengarkan dan memahami perasaan anak.
Indonesia
| Rabu, 26 Juli 2023
Lifestyle

Dokter Ortopedi: Aktif Bergerak dan Nutrisi Tepat Kunci Cegah Penurunan Massa Tulang dan Otot di Usia Tua
PIFA, Lifestyle – Pengurangan massa tulang dan otot yang kerap terjadi di usia lanjut dapat memengaruhi kemandirian seseorang. Dokter spesialis ortopedi dari Universitas Padjajaran, dr. Kiki Novito Sp.OT (K), menegaskan bahwa kondisi ini dapat dilawan dengan tetap aktif bergerak dan menjaga pola makan bergizi seimbang.“Kunci menjaga kesehatan tulang adalah tetap terus aktif, olahraga yang memberikan load ke tulang, dan diet yang terukur. Tujuannya untuk melawan pengurangan massa tulang dan otot yang akan berlanjut lebih tajam pada usia tua,” ujarnya kepada ANTARA, Kamis (31/7) malam.Kiki menjelaskan bahwa kualitas tulang yang baik sebaiknya dipersiapkan sejak muda sebagai “tabungan” untuk usia lanjut. Aktivitas fisik seperti jogging, latihan penguatan inti tubuh (body core strengthening), dan latihan beban dapat membantu deposisi kalsium ke tulang.Massa tulang umumnya mencapai puncaknya di usia sekitar 30 tahun, kemudian mulai berkurang sejak usia 50 tahun. Sementara massa otot sudah mulai menurun sejak usia 30 tahun jika tidak dijaga dengan baik.Untuk menjaga kekuatan tulang, Kiki menyarankan konsumsi rutin makanan kaya kalsium, seperti susu dan produk olahannya, ikan, sayuran hijau, telur, kacang-kacangan (khususnya kedelai), serta aktif di luar ruangan untuk membantu pembentukan vitamin D. Ia juga mengingatkan untuk menghindari kebiasaan yang dapat mengurangi kepadatan tulang, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan penyalahgunaan obat.Khusus vitamin D, Kiki merekomendasikan paparan sinar matahari langsung, atau mengonsumsi makanan yang diperkaya vitamin D, seperti susu fortifikasi atau suplemen, karena sumber alami seperti minyak ikan dan jamur mungkin jarang ditemui.Bagi lansia, aktivitas fisik tetap penting dilakukan, namun sebaiknya memilih olahraga berdampak ringan, seperti aerobik, latihan yang memberikan beban pada tulang dan otot, serta menjaga kelenturan sendi. Aktivitas anaerobik intens, gerakan mendadak, atau lompatan tanpa persiapan topangan tubuh yang baik sebaiknya dihindari.“Untuk menjaga kualitas tulang dan otot alat gerak atas, penting bermain beban secara terukur. Lansia juga sebaiknya rutin memeriksakan kondisi jantung, pernapasan, aliran darah, dan kesehatan sendi,” tambahnya.







