2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lifestyle

Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Perlu Disesuaikan dengan Perubahan Cuaca

PIFA, Lifestyle - Dermatolog dr. Hafiza Fikri Fadel, Sp.KK, FINSDV, PGC, menekankan pentingnya menyesuaikan perawatan kulit dengan kondisi cuaca. Menurutnya, perubahan lingkungan seperti musim pancaroba dapat memengaruhi kesehatan kulit, terutama pada kulit sensitif yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.Ia menyarankan tetap melakukan perawatan dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan tabir surya, serta memperhatikan asupan makanan, air, vitamin, makronutrien, dan mikronutrien. Asupan antioksidan juga diperlukan, baik dari makanan maupun produk perawatan kulit yang mengandung vitamin A, E, dan C, untuk melindungi kulit dari stres oksidatif akibat polusi.

Lifestyle
| Kamis, 21 Agustus 2025
Foto: Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Perlu Disesuaikan dengan Perubahan Cuaca | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lifestyle

Foto: Perubahan pada Tangan dan Kuku Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan Serius | Pifa Net

Perubahan pada Tangan dan Kuku Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan Serius

PIFA, Lifestyle - Tubuh kerap mengirimkan sinyal melalui berbagai organ untuk menunjukkan kondisi kesehatan tertentu, termasuk lewat perubahan halus pada tangan dan kuku yang sering kali luput dikenali. Padahal, tanda-tanda tersebut bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan kesehatan, bahkan penyakit kronis. Dikutip dari laman Hindustan Times, Rabu (10/12) waktu setempat, ahli anestesi sekaligus dokter pengobatan nyeri intervensi Dr. Kunal Sood mengungkapkan sedikitnya lima perubahan pada kuku dan tangan yang dapat menandakan masalah kesehatan mendasar, seperti penyakit paru, jantung, anemia, hingga radang sendi dan psoriasis. “Mengenali tanda-tanda halus ini sejak dini dapat membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan yang serius dan mendukung diagnosis serta pengobatan tepat waktu,” ujar Dr. Sood. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah ujung jari yang tampak membulat dengan kuku melengkung akibat pembesaran jaringan lunak, kondisi yang dikenal sebagai clubbing. Menurut Dr. Sood, perubahan ini dapat mengindikasikan penyakit paru-paru kronis atau gangguan jantung. “Hal ini terjadi ketika megakaryosit melewati paru-paru dan melepaskan faktor pertumbuhan seperti VEGF dan PDGF di ujung jari. Kondisi ini terkait dengan penyakit paru-paru kronis seperti kanker paru, bronkiektasis, fibrosis paru, fibrosis kistik, serta penyakit jantung dengan kekurangan oksigen jangka panjang,” jelasnya. Tanda berikutnya adalah koilonychia atau kuku berbentuk sendok, yang kerap menjadi peringatan dini anemia defisiensi besi. Kondisi ini membuat kuku tampak tipis dan cekung akibat gangguan pembentukan keratin, biasanya berkaitan dengan kekurangan zat besi karena kehilangan darah, menstruasi berat, asupan yang rendah, gangguan penyerapan, atau peningkatan kebutuhan selama kehamilan. Selain itu, munculnya garis merah atau cokelat kemerahan di bawah kuku, yang dikenal sebagai perdarahan serpihan, juga patut diperhatikan. Dr. Sood mengatakan, meskipun sering disebabkan trauma, garis-garis tersebut bisa menandakan peradangan pembuluh darah jika muncul banyak atau berada dekat pangkal kuku. “Ini dapat mengarah pada kondisi sistemik seperti vaskulitis, lupus, penyakit jaringan ikat, atau endokarditis infektif,” ujarnya. Pembengkakan pada sendi jari juga menjadi tanda klasik artritis. Menurut Dr. Sood, pembengkakan bisa disebabkan oleh osteoartritis akibat kerusakan tulang rawan, atau artritis inflamasi seperti artritis reumatoid dan psoriatik yang melibatkan peradangan jaringan sendi. Sementara itu, adanya lubang-lubang kecil pada permukaan kuku merupakan ciri khas keterlibatan matriks kuku pada psoriasis. Dr. Sood menyebut sekitar sepertiga pasien psoriasis mengalami kondisi ini, dan prevalensinya meningkat seiring lamanya penyakit. Tanda tersebut kerap disertai perubahan warna, penebalan kuku, atau onikolisis, serta sering ditemukan pada artritis psoriatik. Kesadaran terhadap perubahan kecil pada tangan dan kuku dinilai sangat penting, karena dapat menjadi petunjuk berharga tentang kondisi kesehatan di dalam tubuh. Pemeriksaan medis lebih lanjut dianjurkan apabila tanda-tanda tersebut muncul dan menetap.

Lifestyle
| Rabu, 24 Desember 2025

Lifestyle

Foto: Psikolog: Pendampingan Emosi dan Literasi Digital Penting Tekan Dampak Negatif Media Sosial pada Remaja | Pifa Net

Psikolog: Pendampingan Emosi dan Literasi Digital Penting Tekan Dampak Negatif Media Sosial pada Remaja

PIFA, Lifestyle - Psikolog Vera Itabiliana mengemukakan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menekan dampak negatif penggunaan media sosial terhadap perkembangan psikologis dan emosi remaja. Menurutnya, pembatasan penggunaan gawai dan akses ke media sosial saja belum cukup untuk melindungi remaja dari pengaruh buruk penggunaan media sosial secara berlebihan. Saat dihubungi dari Jakarta pada Kamis, Vera menekankan bahwa remaja membutuhkan dukungan dan pendampingan agar mampu mengelola emosi mereka ketika berinteraksi di media sosial. Psikolog dari Universitas Indonesia itu juga menyoroti pentingnya menanamkan pemahaman tentang nilai dan identitas diri sejak dini. “Meningkatkan self-awareness membantu remaja memahami bahwa identitas dan nilai diri tidak bergantung pada angka digital,” kata Vera, merujuk pada indikator seperti jumlah likes, komentar, atau repost di media sosial. Ia juga menilai literasi digital sebagai aspek penting dalam pendampingan remaja. Dengan memahami cara kerja algoritma media sosial, remaja dapat melihat interaksi di ruang digital secara lebih objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh popularitas semu. Selain itu, Vera menekankan pentingnya lingkungan sosial yang aman dan suportif, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Orang tua dan pendidik disarankan mendorong remaja membangun pertemanan yang sehat agar mereka memiliki ruang ekspresi tanpa tekanan untuk selalu tampil sempurna, yang kerap memicu kecemasan dan menurunkan rasa percaya diri. Pengaturan keseimbangan antara aktivitas daring dan luring juga dinilai krusial untuk menjaga stabilitas emosi remaja. Vera menyarankan remaja didorong untuk aktif berolahraga, menekuni hobi, atau terlibat dalam kegiatan sosial agar tidak terlalu bergantung pada media sosial. Menurutnya, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memengaruhi cara remaja membangun identitas diri, karena mereka terpapar berbagai standar sosial, tren, dan opini orang lain dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat proses pencarian jati diri menjadi lebih kompleks. “Pengaruh media sosial terhadap rasa percaya diri remaja sangat besar. Media sosial sering menjadi ‘cermin kedua’ bagi mereka, sehingga reaksi orang lain dapat membuat kepercayaan diri naik atau turun dengan cepat,” ujar Vera. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial berlebihan berisiko memicu gangguan tidur, yang dapat meningkatkan stres, kecemasan, hingga depresi. Jika remaja mulai menunjukkan perubahan suasana hati ekstrem atau menarik diri dari lingkungan sosial, pendampingan intensif perlu segera dilakukan. “Validasi perasaan remaja, bantu mereka membangun konsep diri yang sehat, kurangi paparan konten yang memicu perbandingan diri, dan dorong aktivitas offline,” katanya. Apabila dampak penggunaan media sosial sudah mengganggu aktivitas dan fungsi harian remaja, Vera menganjurkan orang tua untuk tidak ragu mencari bantuan profesional melalui terapi atau konseling.

Lifestyle
| Rabu, 17 Desember 2025

Lifestyle

Foto: Masalah Pernapasan Mengintai Perempuan Perkotaan, Dokter Ungkap Risiko Tersembunyi di Dalam Rumah | Pifa Net

Masalah Pernapasan Mengintai Perempuan Perkotaan, Dokter Ungkap Risiko Tersembunyi di Dalam Rumah

PIFA, Lifestyle - Konsultan senior kedokteran paru Rumah Sakit Amrita, Faridabad, dr. Sourabh Pahuja mengungkapkan bahwa masalah pernapasan kini menjadi persoalan yang semakin umum dialami perempuan di wilayah perkotaan. “Perempuan perkotaan saat ini melaporkan tingkat batuk kronis yang lebih tinggi, sesak napas yang tidak dapat dijelaskan, infeksi dada berulang, hingga tanda-tanda awal penyakit paru obstruktif kronis (PPOK),” ujar dr. Pahuja, dikutip dari Hindustan Times, Selasa. Menurutnya, polusi udara memang masih menjadi ancaman utama kesehatan paru-paru. Namun, ada sejumlah faktor lain yang kerap luput dari perhatian karena berasal dari kebiasaan sehari-hari di dalam rumah. “Meskipun polusi udara tetap menjadi ancaman yang diketahui, yang sering diabaikan adalah banyaknya kebiasaan di dalam rumah yang diam-diam menggerogoti kesehatan paru-paru jauh sebelum gejalanya terlihat,” kata dia. Dr. Pahuja menjelaskan, ventilasi rumah yang buruk menjadi salah satu pemicu gangguan pernapasan. Selain itu, penggunaan berlebihan bahan pembersih kimia seperti pemutih, cairan pembersih lantai, dan pembersih semprot dapat menyebabkan paparan zat kimia dosis rendah yang terakumulasi di paru-paru. Ia juga menyoroti penggunaan aerosol seperti deodoran semprot, pengharum ruangan, hingga semprotan anti-nyamuk yang melepaskan partikel halus dan mudah terhirup ke saluran pernapasan. Penggunaan pendingin ruangan (AC) secara berlebihan turut memperparah kondisi paru-paru. Udara kering dari AC dapat membuat saluran pernapasan lebih sensitif terhadap infeksi dan alergen, terlebih bila dikombinasikan dengan gaya hidup minim gerak akibat rutinitas bekerja dari rumah. Selain faktor dalam rumah, paparan asap kendaraan bermotor saat beraktivitas di luar juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kebiasaan mengobati sendiri batuk dan pilek tanpa memeriksakan sesak napas ke tenaga medis, serta menunda penanganan, disebut dapat mempercepat berkembangnya penyakit paru kronis. Dr. Pahuja mengimbau perempuan perkotaan untuk lebih waspada terhadap gejala pernapasan dan mulai memperhatikan kualitas udara, baik di luar maupun di dalam rumah, guna menjaga kesehatan paru-paru dalam jangka panjang.

Lifestyle
| Jumat, 12 Desember 2025

Berita Populer

Lifestyle

Foto: Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Perlu Disesuaikan dengan Perubahan Cuaca | Pifa Net

Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Perlu Disesuaikan dengan Perubahan Cuaca

PIFA, Lifestyle - Dermatolog dr. Hafiza Fikri Fadel, Sp.KK, FINSDV, PGC, menekankan pentingnya menyesuaikan perawatan kulit dengan kondisi cuaca. Menurutnya, perubahan lingkungan seperti musim pancaroba dapat memengaruhi kesehatan kulit, terutama pada kulit sensitif yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.Ia menyarankan tetap melakukan perawatan dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan tabir surya, serta memperhatikan asupan makanan, air, vitamin, makronutrien, dan mikronutrien. Asupan antioksidan juga diperlukan, baik dari makanan maupun produk perawatan kulit yang mengandung vitamin A, E, dan C, untuk melindungi kulit dari stres oksidatif akibat polusi.

Lifestyle
| Kamis, 21 Agustus 2025

Lifestyle

Foto: Viral di X Cerita Kue Hijau Milik OB, Ternyata Ini Faktanya | Pifa Net

Viral di X Cerita Kue Hijau Milik OB, Ternyata Ini Faktanya

PIFA, Lifestyle - Platform media sosial X dihebohkan dengan potret kue ulang tahun diduga milik office boy (OB) yang tak dimakan oleh para karyawan. Kisah itu viral setelah diunggah oleh akun X @muktiar. Akun tersebut mengatakan, kue berwarna hijau ini merupakan kue ulang tahun seorang OB yang dibagikan untuk para karyawan. Namun, kue itu masih utuh alias tak ada karyawan yang mengambil kue tersebut. “Jadi ceritanya OB kantor ulang tahun, trus dia bawa kue nya buat dibagi2in ke anak-anak kantor. Kelar meeting jam 11 gw mash liat kue nya masih utuh. Sedih banget ga ada yang mau ambil,” tulis akun @muktiar. Cuitan itu pun menarik simpatik dari warganet. Beberapa di antara mereka kasian dengan kisah tersebut. Namun, selang beberapa waktu, netizen akhirnya menemukan kebenaran dari cerita tersebut. Rupanya, kue itu merupakan milik salah satu karyawan dan bukan berprofesi sebagai OB. Hal itu diungkap oleh akun X @putri27_dita, yang mengaku sebagai anak dari karyawan yang membawa kue hijau tersebut ke kantor. “Jadi ini adalah cake ultah mama n papa ku yang hanya berbeda sehari tanggalnya. FYI aku kenal dengan pemilik akun tersebut (@muktiar). Aku mau bilang aja kalau ortuku tidak ada yang bekerja sebagai OB, lalu kenapa dengan OB?” tulis akun itu. Putri mengaku melihat cerita kue OB itu viral di sejumlah media sosial, termasuk TikTok. Namun, ia terkejut mengetahui narasi cerita itu mengatakan pemilik kue tersebut adalah OB. Padahal, pemilik kue hijau itu adalah ibunya yang bukan berprofesi sebagai OB. Putri mengatakan, sang ayah merupakan driver taksi online. Itu mengapa kue ulang tahun tersebut berwarna hijau karena menyimbolkan perusahaan dari tempat ayahnya bekerja.  “Mamaku kerja di sana posisi bagus kok guys, malah terbilang yang diandalkan oleh bos. Papaku driver yang alhamdulillah dulu kerja pakai mobil perusahaan sekarang udah pakai mobil pribadi,” jelasnya.  Melihat viralnya cerita kue hijau yang disebut milik OB ini membuat Putri syok sekaligus sedih. Secara tak langsung, pemilik akun @muktiar seolah menyebut ibundanya sebagai OB. Tak hanya itu, pemilik akun @muktiar bahkan sempat mengolok-olok kue tersebut di media sosial Instagramnya. Namun, ia justru membuat narasi palsu dan seolah menyedihkan di platform lain.  “Punten ini (kue) terang banget warnanya,” tulis pemilik akun @muktiar itu.  Kini, @muktiar diduga telah menonaktifkan akunnya sehingga tak bisa ditemukan netizen. Mengetahui kebenaran cerita itu, warganet pun geram dan tak habis pikir cerita viral kue hijau milik OB ini merupakan karangan. (ly)

Jakarta
| Kamis, 18 Juli 2024

Lifestyle

Foto: Resep Vietnam Spring Roll, Cocok Untuk Menu Bekal yang Sedang Diet | Pifa Net

Resep Vietnam Spring Roll, Cocok Untuk Menu Bekal yang Sedang Diet

PIFA, Lifestyle - Belakangan ini Vietnam Spring Roll yakni makanan sehat tengah populer dikalangan orang-orang yang sedang menjalankan program diet. Makanan yang dikenal juga dengan sebutan Goi cuon ini adalah lumpia khas Vietnam. Spring roll terbuat dari bahan dasar rice paper yang berisikan sayuran, udang, atau daging. Bahannya yang segar dan berbagai macam ini memberi sensasi segar dan variasi tekstur pada tiap suapan. Biasanya, vietnam spring roll ini langsung dimakan setelah dimasak agar kulitnya tidak mengering dan menjaga cita rasanya tetap segar. Spring roll lebih nikmat dimakan menggunakan berbagai saus misalnya saus kacang, saus sambal, saus ikan pedas, hingga saus hoisin. Berikut bahan atau resep dan cara membuatnya: Bahan isian: * 9 buah udang. * 3 lembar rice paper. * ½ buah timun. * 1 lembar selada. * ½ buah wortel * 3 buah daun kucai. * ½ buah kol ungu. Bahan saus: * 2 buah bawang putih. * 3 buah cabai rawit merah. * ½ buah jeruk nipis. * 1 sdt gula pasir. * 50 ml air. Cara membuat: * Siapkan sayuran, lalu potong panjang-panjang. * Lalu kupas kulit udang dan bersihkan. * Siapkan rice paper. Kemudian, rendam air sebentar agar teksturnya melunak. * Susun sayuran dan udang di dalam rice paper. Selanjutnya, gulung sesuai selera. * Campurkan semua bahan saus. Aduk rata, lalu koreksi rasa. * Sajikan dan santap dengan saus.

Indonesia
| Jumat, 12 Juli 2024

Feeds

Perubahan pada Tangan dan Kuku Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan Serius

PIFA, Lifestyle - Tubuh kerap mengirimkan sinyal melalui berbagai organ untuk menunjukkan kondisi kesehatan tertentu, termasuk lewat perubahan halus pada tangan dan kuku yang sering kali luput dikenali. Padahal, tanda-tanda tersebut bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan kesehatan, bahkan penyakit kronis. Dikutip dari laman Hindustan Times, Rabu (10/12) waktu setempat, ahli anestesi sekaligus dokter pengobatan nyeri intervensi Dr. Kunal Sood mengungkapkan sedikitnya lima perubahan pada kuku dan tangan yang dapat menandakan masalah kesehatan mendasar, seperti penyakit paru, jantung, anemia, hingga radang sendi dan psoriasis. “Mengenali tanda-tanda halus ini sejak dini dapat membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan yang serius dan mendukung diagnosis serta pengobatan tepat waktu,” ujar Dr. Sood. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah ujung jari yang tampak membulat dengan kuku melengkung akibat pembesaran jaringan lunak, kondisi yang dikenal sebagai clubbing. Menurut Dr. Sood, perubahan ini dapat mengindikasikan penyakit paru-paru kronis atau gangguan jantung. “Hal ini terjadi ketika megakaryosit melewati paru-paru dan melepaskan faktor pertumbuhan seperti VEGF dan PDGF di ujung jari. Kondisi ini terkait dengan penyakit paru-paru kronis seperti kanker paru, bronkiektasis, fibrosis paru, fibrosis kistik, serta penyakit jantung dengan kekurangan oksigen jangka panjang,” jelasnya. Tanda berikutnya adalah koilonychia atau kuku berbentuk sendok, yang kerap menjadi peringatan dini anemia defisiensi besi. Kondisi ini membuat kuku tampak tipis dan cekung akibat gangguan pembentukan keratin, biasanya berkaitan dengan kekurangan zat besi karena kehilangan darah, menstruasi berat, asupan yang rendah, gangguan penyerapan, atau peningkatan kebutuhan selama kehamilan. Selain itu, munculnya garis merah atau cokelat kemerahan di bawah kuku, yang dikenal sebagai perdarahan serpihan, juga patut diperhatikan. Dr. Sood mengatakan, meskipun sering disebabkan trauma, garis-garis tersebut bisa menandakan peradangan pembuluh darah jika muncul banyak atau berada dekat pangkal kuku. “Ini dapat mengarah pada kondisi sistemik seperti vaskulitis, lupus, penyakit jaringan ikat, atau endokarditis infektif,” ujarnya. Pembengkakan pada sendi jari juga menjadi tanda klasik artritis. Menurut Dr. Sood, pembengkakan bisa disebabkan oleh osteoartritis akibat kerusakan tulang rawan, atau artritis inflamasi seperti artritis reumatoid dan psoriatik yang melibatkan peradangan jaringan sendi. Sementara itu, adanya lubang-lubang kecil pada permukaan kuku merupakan ciri khas keterlibatan matriks kuku pada psoriasis. Dr. Sood menyebut sekitar sepertiga pasien psoriasis mengalami kondisi ini, dan prevalensinya meningkat seiring lamanya penyakit. Tanda tersebut kerap disertai perubahan warna, penebalan kuku, atau onikolisis, serta sering ditemukan pada artritis psoriatik. Kesadaran terhadap perubahan kecil pada tangan dan kuku dinilai sangat penting, karena dapat menjadi petunjuk berharga tentang kondisi kesehatan di dalam tubuh. Pemeriksaan medis lebih lanjut dianjurkan apabila tanda-tanda tersebut muncul dan menetap.

Lifestyle
| Rabu, 24 Desember 2025
Foto: Perubahan pada Tangan dan Kuku Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan Serius | Pifa Net

Psikolog: Pendampingan Emosi dan Literasi Digital Penting Tekan Dampak Negatif Media Sosial pada Remaja

PIFA, Lifestyle - Psikolog Vera Itabiliana mengemukakan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menekan dampak negatif penggunaan media sosial terhadap perkembangan psikologis dan emosi remaja. Menurutnya, pembatasan penggunaan gawai dan akses ke media sosial saja belum cukup untuk melindungi remaja dari pengaruh buruk penggunaan media sosial secara berlebihan. Saat dihubungi dari Jakarta pada Kamis, Vera menekankan bahwa remaja membutuhkan dukungan dan pendampingan agar mampu mengelola emosi mereka ketika berinteraksi di media sosial. Psikolog dari Universitas Indonesia itu juga menyoroti pentingnya menanamkan pemahaman tentang nilai dan identitas diri sejak dini. “Meningkatkan self-awareness membantu remaja memahami bahwa identitas dan nilai diri tidak bergantung pada angka digital,” kata Vera, merujuk pada indikator seperti jumlah likes, komentar, atau repost di media sosial. Ia juga menilai literasi digital sebagai aspek penting dalam pendampingan remaja. Dengan memahami cara kerja algoritma media sosial, remaja dapat melihat interaksi di ruang digital secara lebih objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh popularitas semu. Selain itu, Vera menekankan pentingnya lingkungan sosial yang aman dan suportif, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Orang tua dan pendidik disarankan mendorong remaja membangun pertemanan yang sehat agar mereka memiliki ruang ekspresi tanpa tekanan untuk selalu tampil sempurna, yang kerap memicu kecemasan dan menurunkan rasa percaya diri. Pengaturan keseimbangan antara aktivitas daring dan luring juga dinilai krusial untuk menjaga stabilitas emosi remaja. Vera menyarankan remaja didorong untuk aktif berolahraga, menekuni hobi, atau terlibat dalam kegiatan sosial agar tidak terlalu bergantung pada media sosial. Menurutnya, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memengaruhi cara remaja membangun identitas diri, karena mereka terpapar berbagai standar sosial, tren, dan opini orang lain dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat proses pencarian jati diri menjadi lebih kompleks. “Pengaruh media sosial terhadap rasa percaya diri remaja sangat besar. Media sosial sering menjadi ‘cermin kedua’ bagi mereka, sehingga reaksi orang lain dapat membuat kepercayaan diri naik atau turun dengan cepat,” ujar Vera. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial berlebihan berisiko memicu gangguan tidur, yang dapat meningkatkan stres, kecemasan, hingga depresi. Jika remaja mulai menunjukkan perubahan suasana hati ekstrem atau menarik diri dari lingkungan sosial, pendampingan intensif perlu segera dilakukan. “Validasi perasaan remaja, bantu mereka membangun konsep diri yang sehat, kurangi paparan konten yang memicu perbandingan diri, dan dorong aktivitas offline,” katanya. Apabila dampak penggunaan media sosial sudah mengganggu aktivitas dan fungsi harian remaja, Vera menganjurkan orang tua untuk tidak ragu mencari bantuan profesional melalui terapi atau konseling.

Lifestyle
| Rabu, 17 Desember 2025
Foto: Psikolog: Pendampingan Emosi dan Literasi Digital Penting Tekan Dampak Negatif Media Sosial pada Remaja | Pifa Net

Masalah Pernapasan Mengintai Perempuan Perkotaan, Dokter Ungkap Risiko Tersembunyi di Dalam Rumah

PIFA, Lifestyle - Konsultan senior kedokteran paru Rumah Sakit Amrita, Faridabad, dr. Sourabh Pahuja mengungkapkan bahwa masalah pernapasan kini menjadi persoalan yang semakin umum dialami perempuan di wilayah perkotaan. “Perempuan perkotaan saat ini melaporkan tingkat batuk kronis yang lebih tinggi, sesak napas yang tidak dapat dijelaskan, infeksi dada berulang, hingga tanda-tanda awal penyakit paru obstruktif kronis (PPOK),” ujar dr. Pahuja, dikutip dari Hindustan Times, Selasa. Menurutnya, polusi udara memang masih menjadi ancaman utama kesehatan paru-paru. Namun, ada sejumlah faktor lain yang kerap luput dari perhatian karena berasal dari kebiasaan sehari-hari di dalam rumah. “Meskipun polusi udara tetap menjadi ancaman yang diketahui, yang sering diabaikan adalah banyaknya kebiasaan di dalam rumah yang diam-diam menggerogoti kesehatan paru-paru jauh sebelum gejalanya terlihat,” kata dia. Dr. Pahuja menjelaskan, ventilasi rumah yang buruk menjadi salah satu pemicu gangguan pernapasan. Selain itu, penggunaan berlebihan bahan pembersih kimia seperti pemutih, cairan pembersih lantai, dan pembersih semprot dapat menyebabkan paparan zat kimia dosis rendah yang terakumulasi di paru-paru. Ia juga menyoroti penggunaan aerosol seperti deodoran semprot, pengharum ruangan, hingga semprotan anti-nyamuk yang melepaskan partikel halus dan mudah terhirup ke saluran pernapasan. Penggunaan pendingin ruangan (AC) secara berlebihan turut memperparah kondisi paru-paru. Udara kering dari AC dapat membuat saluran pernapasan lebih sensitif terhadap infeksi dan alergen, terlebih bila dikombinasikan dengan gaya hidup minim gerak akibat rutinitas bekerja dari rumah. Selain faktor dalam rumah, paparan asap kendaraan bermotor saat beraktivitas di luar juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kebiasaan mengobati sendiri batuk dan pilek tanpa memeriksakan sesak napas ke tenaga medis, serta menunda penanganan, disebut dapat mempercepat berkembangnya penyakit paru kronis. Dr. Pahuja mengimbau perempuan perkotaan untuk lebih waspada terhadap gejala pernapasan dan mulai memperhatikan kualitas udara, baik di luar maupun di dalam rumah, guna menjaga kesehatan paru-paru dalam jangka panjang.

Lifestyle
| Jumat, 12 Desember 2025
Foto: Masalah Pernapasan Mengintai Perempuan Perkotaan, Dokter Ungkap Risiko Tersembunyi di Dalam Rumah | Pifa Net

Sering Sulit Tidur di Malam Hari? Waspadai Konsumsi Makanan Tinggi Gula Tambahan

PIFA, Lifestyle - Pernah merasa gelisah atau sulit terlelap saat malam hari? Kondisi ini bisa jadi berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula tambahan menjelang waktu tidur. Asupan gula berlebih diketahui dapat memicu gangguan pada kualitas tidur. Dikutip dari Eating Well, Senin, makanan yang mengandung gula tambahan tinggi dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat. Kondisi tersebut berpotensi membuat tubuh sulit masuk ke fase tidur nyenyak. Meski begitu, tidak semua jenis gula berdampak sama. Ahli nutrisi Val Warner, MS, RD, CSSD, CPT, menjelaskan bahwa gula alami berbeda dengan gula tambahan. Gula alami umumnya terdapat dalam makanan utuh yang juga kaya serat, vitamin, dan mineral. Sementara itu, gula tambahan banyak ditemukan pada makanan olahan dan ultra-olahan. Saat mengonsumsi makanan tinggi gula tambahan seperti permen atau kue, kadar gula darah akan meningkat tajam. Tubuh kemudian melepaskan insulin untuk memindahkan glukosa ke dalam sel sebagai sumber energi. Namun, lonjakan gula darah yang terjadi pada malam hari dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun. Warner menambahkan, penurunan gula darah yang terjadi dengan cepat setelah lonjakan tersebut dapat memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Akibatnya, tubuh justru menjadi lebih waspada di saat seharusnya beristirahat. Kadar kortisol yang tetap tinggi pada malam hari juga dapat menunda peningkatan alami hormon melatonin, hormon yang memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya tidur. Ketidakseimbangan antara kortisol dan melatonin inilah yang membuat tubuh sulit rileks dan terlelap. Ahli nutrisi lainnya, Jenny Finke, MS, RDN, menekankan pentingnya memperhatikan asupan gula terutama di malam hari. Menurutnya, menjelang malam pencernaan melambat dan sensitivitas insulin menurun, sehingga tubuh lebih sulit mengelola gula dalam jumlah besar. Ia menyarankan agar waktu makan terakhir dilakukan setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur. Jeda ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk mencerna makanan dan menstabilkan gula darah, yang pada akhirnya mendukung kualitas tidur yang lebih baik. Jika merasa lapar sebelum tidur atau melewatkan makan malam, Warner menyarankan memilih camilan yang mengandung protein, lemak sehat, serat, serta karbohidrat kompleks. Kombinasi ini membantu menjaga gula darah tetap stabil. Salah satu pilihan yang disarankan adalah puding biji chia, yang kaya serat dan protein serta baik untuk mendukung kualitas tidur.

Lifestyle
| Senin, 8 Desember 2025
Foto: Sering Sulit Tidur di Malam Hari? Waspadai Konsumsi Makanan Tinggi Gula Tambahan | Pifa Net

Risiko Meningitis Mengintai Jemaah Haji dan Umrah, Vaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan

PIFA, Lifestyle - Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Di balik kekhusyukan ibadah tersebut, tantangan kesehatan masih menjadi perhatian serius, khususnya bagi jemaah asal Indonesia, salah satunya risiko penyakit meningitis atau invasive meningococcal disease (IMD). Data Kementerian Agama tahun 2025 mencatat lebih dari 22 persen jemaah haji Indonesia termasuk dalam kategori lanjut usia, dengan sebagian besar memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah jemaah haji reguler mencapai sekitar 221 ribu orang per tahun, sementara jemaah umrah menembus angka 3 juta orang setiap tahunnya. Kondisi ini membuat potensi penularan penyakit menular semakin tinggi. Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO–K, menegaskan bahwa risiko penularan meningokokus invasif dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan fisik. Suhu tinggi, kelembapan, kontak erat antarmanusia, polusi udara, hingga kelelahan fisik menjadi pemicu utama. “Risiko semakin tinggi karena jutaan jemaah dari ratusan negara berkumpul di satu tempat, termasuk dari wilayah sub-Sahara Afrika yang dikenal sebagai meningitis belt,” ujarnya. Besarnya jumlah jemaah, yang bisa melampaui dua juta orang saat puncak musim haji, menjadikan lingkungan ibadah sangat rentan terhadap penyebaran penyakit. Situasi ini diperparah dengan tingginya angka kematian jemaah Indonesia yang tercatat sebagai yang tertinggi secara global, yakni 447 orang pada tahun ini, dengan kelompok usia 60–70 tahun sebagai yang paling rentan. Dr. Syarief menekankan pentingnya kesiapan kesehatan jemaah sebelum berangkat. Menurutnya, penyakit metabolik dan gangguan sirkulasi yang sudah dimiliki banyak jemaah dapat memburuk akibat aktivitas fisik berat selama menjalankan rangkaian ibadah. Di tengah risiko tersebut, vaksinasi meningitis menjadi langkah pencegahan yang krusial. Vaksin meningitis konjugat diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan harus diberikan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan. Upaya ini terbukti efektif menekan angka kejadian penyakit meningokokus invasif, seperti yang pernah terlihat pada musim haji dan umrah tahun 2001. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI, MSc, mengingatkan bahwa IMD merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam. Bahkan bagi yang selamat, risiko komplikasi berat seperti gangguan pendengaran, kejang, hingga amputasi tetap mengintai. Ia juga menekankan bahwa bakteri penyebab meningitis dapat menetap lama di saluran pernapasan tanpa gejala, sehingga jemaah bisa menjadi carrier tanpa disadari dan menularkan penyakit sepulang ke Tanah Air. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya PT Kalventis Sinergi Farma menghadirkan vaksin meningitis konjugat generasi terbaru di Indonesia. Vaksin ini dirancang untuk memberikan perlindungan jangka panjang sekaligus menurunkan risiko carrier. Teknologi konjugat juga menghasilkan respons imun yang lebih kuat dibandingkan vaksin polisakarida, dengan tingkat efektivitas tinggi terhadap empat serogroup meningokokus utama. Pada akhirnya, ibadah haji dan umrah bukan hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan. Dengan tingginya risiko meningitis, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki komorbid, vaksinasi meningitis konjugat menjadi langkah perlindungan yang tidak bisa diabaikan. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk menjaga keluarga dan masyarakat dari penyakit yang mematikan.

Lifestyle
| Sabtu, 6 Desember 2025
Foto: Risiko Meningitis Mengintai Jemaah Haji dan Umrah, Vaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan | Pifa Net

Dokter Gizi: Penurunan Berat Badan Terlalu Cepat Bisa Jadi Tanda Diet Salah dan Sebabkan Malnutrisi

PIFA, Lifestyle - Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi mengingatkan bahwa salah menerapkan pola diet dapat menimbulkan dampak serius, termasuk penurunan berat badan drastis, malnutrisi, dan menurunnya metabolisme tubuh. Menurut Dr. Inge, tanda paling umum dari diet yang salah adalah berat badan turun cepat namun tubuh tampak tidak bugar. “Kalau misalnya sangat turun berat badan, tetapi kemudian tidak berenergi, jadi lebih ke arah ototnya hilang. Jadi tampak malnutrisi, kurus tapi nggak bagus,” ujarnya saat dihubungi ANTARA. Penurunan Drastis 3–4 Kg Seminggu Berbahaya Ia menjelaskan bahwa penurunan berat badan ekstrem — sekitar tiga sampai empat kilogram dalam sepekan — biasanya diikuti berbagai gejala lain seperti: Rasa lelah berlebihanKulit kering dan kusamMudah sakitSering merasa kedinginanGangguan menstruasi Kondisi ini muncul karena tubuh kekurangan asupan gizi dan cairan sehingga terasa lemas dan tidak bertenaga. Metabolisme Tubuh Bisa Turun Kesalahan dalam diet tidak hanya menguras energi, tetapi juga memengaruhi metabolisme tubuh. “Lama-lama badan juga mau reserve, menjaga supaya berat badan jangan makin jelek. Reserve itu mempertahankan apa yang masih tersisa, jadi metabolismenya menjadi rendah,” jelas dokter lulusan Universitas Indonesia itu. Metabolisme yang menurun membuat tubuh semakin sulit menurunkan berat badan secara sehat. Nutrisi Harus Tetap Dipenuhi Dokter Inge menekankan pentingnya memastikan kebutuhan nutrisi utama tetap tercukupi saat diet. Sebelum memulai program diet, seseorang perlu mengetahui porsi makan harian yang tepat:Jumlah protein seperti telur, daging, ikan, ayamJumlah protein nabatiTakaran sayur dan buah yang harus dikonsumsi Selain itu, diet sebaiknya disertai olahraga yang sesuai kondisi tubuh. Harus Disesuaikan dan Dikonsultasikan Ia mengingatkan bahwa pola diet harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu dan sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga profesional, terutama bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan. Pengurangan makanan tinggi karbohidrat dan lemak juga harus disesuaikan kondisi tubuh, agar tidak menyebabkan tubuh makin lemas. Sementara itu, makanan berlemak atau gorengan sebaiknya dikurangi secara bertahap, bukan mendadak.

Lifestyle
| Senin, 24 November 2025
Foto: Dokter Gizi: Penurunan Berat Badan Terlalu Cepat Bisa Jadi Tanda Diet Salah dan Sebabkan Malnutrisi | Pifa Net

Lukisan Frida Kahlo Terjual Rp913 Miliar, Pecahkan Rekor Karya Seniman Perempuan Termahal di Dunia

PIFA, Lifestyle - Sebuah lukisan potret diri karya seniman legendaris Meksiko Frida Kahlo, yang dibuat pada tahun 1940, terjual seharga 54,7 juta dolar AS atau sekitar Rp913 miliar dalam lelang seni di New York. Angka fantastis itu menjadikan karya berjudul El sueño (La cama) atau The Dream (Tempat Tidur) sebagai karya seniman perempuan termahal yang pernah terjual. Dilaporkan The Guardian pada Jumat (21/11), harga tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang lukisan Jimson Weed/White Flower No. 1 karya Georgia O’Keeffe, yang terjual 44,4 juta dolar AS pada 2014. Penjualan El sueño (La cama) berlangsung hanya dalam waktu empat menit pada lelang seni surealis Sotheby’s. Makna dan Latar Belakang Lukisan Lukisan ini menampilkan Kahlo tertidur di ranjang dengan kerangka tersenyum yang dibalut dinamit menggantung di atasnya. Visual itu lahir dari pengalaman pahit Kahlo, yang menghabiskan bertahun-tahun terbaring di tempat tidur akibat serangkaian operasi tulang belakang dan panggul setelah kecelakaan bus tragis di usia 18 tahun. Ia mengenakan gips hampir hingga akhir hidupnya, sebelum meninggal pada 1954. Bagi Kahlo, tempat tidurnya menjadi ruang antara hidup dan mati—ruang meditasi tempat ia banyak melukis sambil menghadapi rasa sakit kronis. Dalam catatan katalog Sotheby’s, karya ini disebut sebagai “meditasi spektral pada batas antara tidur dan kematian”. Kerangka yang tergantung di atas tempat tidur dianggap sebagai representasi kecemasan Kahlo terhadap kematian, sebuah ketakutan yang sangat masuk akal mengingat kehidupan yang terus dibayangi trauma fisik. Pecahkan Rekor Pribadi Kahlo Sebelum ini, rekor penjualan tertinggi Kahlo adalah lukisan Diego y Yo (Diego dan Aku), yang terjual seharga 34,9 juta dolar AS dalam lelang seni Amerika Latin tahun 2021. Penjualan terbaru ini tidak hanya memecahkan rekor tersebut, tetapi juga mengokohkan posisi Kahlo sebagai salah satu ikon seni terbesar dunia. Sotheby’s memperkirakan karya ini akan terjual antara 40–60 juta dolar AS, dan hasil penjualan 54,7 juta dolar AS berada tepat dalam rentang tersebut. Identitas pembeli belum diungkapkan. Salah Satu Lukisan Kahlo yang Masih Berada di Tangan Pribadi Lukisan tersebut termasuk sedikit dari karya Kahlo yang masih berada di luar Meksiko. Pemerintah Meksiko menetapkan karya-karya Kahlo sebagai monumen artistik, sehingga lukisan yang berada di dalam negeri tidak boleh dijual ke luar atau dihancurkan. El sueño (La cama) berasal dari koleksi pribadi yang memenuhi syarat untuk dijual secara internasional. Namun, sejumlah sejarawan seni mengkritik penjualan ini karena alasan budaya dan kekhawatiran bahwa karya tersebut dapat kembali menghilang dari ruang publik, mengingat terakhir kali dipamerkan pada akhir 1990-an. Sebelum dilelang, lukisan ini sudah diminta untuk dipamerkan di berbagai kota besar, termasuk New York, London, dan Brussels. Dalam lelang tersebut, karya Kahlo menjadi bintang di antara lebih dari 100 karya seni surealis lainnya, termasuk karya Salvador Dalí, René Magritte, Max Ernst, dan Dorothea Tanning.

Lifestyle
| Minggu, 23 November 2025
Foto: Lukisan Frida Kahlo Terjual Rp913 Miliar, Pecahkan Rekor Karya Seniman Perempuan Termahal di Dunia | Pifa Net

Penelitian Ungkap Konsumsi Jus Jeruk Harian Picu Ribuan Perubahan Gen yang Baik untuk Jantung dan Metabolisme

PIFA, Lifestyle - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Molecular Nutrition and Food Research menemukan bahwa konsumsi jus jeruk 100 persen setiap hari dapat memengaruhi ribuan gen dalam tubuh dan memberi dampak positif bagi kesehatan jantung serta metabolisme. Mengutip laporan Eatingwell pada Jumat (21/11), para peneliti meneliti perubahan molekuler yang terjadi setelah peserta rutin mengonsumsi 500 mL jus jeruk setiap hari selama 60 hari. Studi ini melibatkan 20 orang dewasa sehat berusia 21–36 tahun, yang sebelumnya menjalani masa pembersihan selama tiga hari tanpa makanan kaya flavonoid. Selama penelitian, peserta meminum masing-masing dua porsi jus jeruk setiap pagi dan sore. Sampel darah serta pengukuran tekanan darah diambil pada hari pertama dan hari ke-60. Para peneliti juga memantau peserta dua kali seminggu untuk memastikan kepatuhan studi. Inti riset ini adalah analisis transkriptomik, metode untuk melihat bagaimana gen “diaktifkan” dan “dimatikan”. Hasilnya mencengangkan: sebanyak 3.790 ekspresi gen berubah setelah 60 hari konsumsi jus jeruk. Dari jumlah tersebut, 2.487 gen mengalami penurunan aktivasi dan 1.303 gen meningkat. Perubahan gen tersebut terkait langsung dengan fungsi tubuh penting, antara lain: Pengaturan tekanan darah: Aktivasi gen penyebab hipertensi menurun, yang sejalan dengan temuan bahwa jus jeruk dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penurunan gen inflamasi: Studi mencatat penurunan signifikan pada aktivitas gen yang memicu peradangan kronis—faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Perbaikan metabolisme lemak: Jus jeruk memengaruhi gen yang mengatur cara tubuh memproses dan menyimpan lemak, membantu memperbaiki metabolisme lipid. Menariknya, efeknya berbeda tergantung tipe tubuh. Pada peserta dengan kelebihan berat badan, dampak terbesar terjadi pada peningkatan metabolisme lemak. Sementara pada peserta dengan berat badan normal, manfaat yang lebih menonjol adalah penurunan peradangan. Meski berskala kecil, temuan ini diperkuat penelitian lain. Tinjauan sistematis pada Critical Reviews in Food Science and Nutrition yang menganalisis sepuluh uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi minimal 500 mL jus jeruk per hari dapat memperbaiki kadar gula darah, kolesterol, dan penanda inflamasi. Temuan tersebut menguatkan bahwa konsumsi jus jeruk murni secara teratur berpotensi memberi manfaat besar bagi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

Lifestyle
| Sabtu, 22 November 2025
Foto: Penelitian Ungkap Konsumsi Jus Jeruk Harian Picu Ribuan Perubahan Gen yang Baik untuk Jantung dan Metabolisme | Pifa Net

Ilmuwan Temukan Fosil Reptil Laut Berleher Panjang Berusia 247 Juta Tahun di China

PIFA, Lifestyle - Tim peneliti paleontologi di China mengumumkan penemuan fosil spesies reptil laut berleher panjang yang hidup antara 247 hingga 241 juta tahun lalu. Spesies baru yang diberi nama Lijiangosaurus yongshengensis itu ditemukan di Formasi Beiya, Provinsi Yunnan, dan dipublikasikan dalam jurnal Communications Biology. Temuan ini dinilai membuka babak baru dalam pemahaman evolusi awal reptil laut purba. Mengutip Sci News (17/11/2025), Lijiangosaurus yongshengensis berasal dari kelompok nothosaurus, bagian dari clade besar Sauropterygia yang mendominasi lautan sejak awal hingga pertengahan periode Trias. Sauropterygia sendiri merupakan kelompok reptil laut penting yang bertahan sekitar 180 juta tahun dan mencakup subkelompok seperti placodont, pistosaur, hingga leluhur plesiosaurus. Menurut Dr. Qinghua Shang dan timnya, spesies ini memiliki tubuh lebih dari 2,5 meter dengan karakteristik serupa nothosaurus lainnya: tengkorak pipih, tubuh ramping, serta empat tungkai berbentuk dayung. Namun, yang paling mencolok adalah lehernya yang sangat panjang. Fosil menunjukkan hewan ini memiliki 42 vertebra servikal, jumlah yang dua kali lebih banyak dari reptil laut sezamannya. Dalam paleontologi, jumlah lebih dari 30 vertebra saja sudah dianggap sebagai kategori “leher panjang ekstrem”. Dengan demikian, Lijiangosaurus menjadi sauropterygian paling awal yang menunjukkan perkembangan leher panjang, jauh sebelum munculnya plesiosaurus dan pistosaurus. Temuan ini menantang dugaan lama para ilmuwan yang sebelumnya berpendapat bahwa struktur leher panjang baru berkembang pada keturunan pistosaurus yang lebih muda. Peneliti juga menemukan struktur sendi tambahan unik pada tulang lehernya yang diduga berfungsi menstabilkan tubuh saat berenang. Secara umum, nothosaurus berukuran lebih besar dari pachypleurosaurus namun lebih kecil dibanding pistosaurus dan plesiosaurus. Mereka merupakan predator lincah yang memangsa ikan dan cumi-cumi menggunakan gigi runcing rapat, cocok untuk menangkap mangsa licin di laut dangkal Trias. Lokasi temuan fosil juga menarik perhatian. Situs Beiya terletak di pinggir Dataran Tinggi Tibet bagian timur, jauh dari lokasi fosil laut purba yang lebih terkenal di perbatasan Yunnan–Guizhou. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah laut pada masa Trias kemungkinan jauh lebih luas dari dugaan sebelumnya. Penemuan Lijiangosaurus yongshengensis memperkaya pemahaman tentang dinamika evolusi Sauropterygia pasca-kepunahan massal akhir Permian. Fosil ini menjadi bukti bahwa evolusi pada masa pemulihan ekosistem berlangsung cepat dan penuh variasi bentuk tubuh. Para ahli berharap penelitian lanjutan di Formasi Beiya akan menemukan fosil tambahan untuk memahami lebih jauh cara hewan ini bergerak, berburu, dan beradaptasi. Untuk saat ini, Lijiangosaurus yongshengensis menjadi salah satu temuan paleontologi paling menarik tahun ini, terutama bagi peneliti evolusi reptil laut berleher panjang.

Lifestyle
| Kamis, 20 November 2025
Foto: Ilmuwan Temukan Fosil Reptil Laut Berleher Panjang Berusia 247 Juta Tahun di China | Pifa Net

Rekomendasi Sepatu Running Carbon Plate Murah, Performa Maksimal Harga Bersahabat

PIFA, Lifestyle - Teknologi carbon plate kini semakin populer di dunia lari karena mampu meningkatkan energy return, responsivitas, dan efisiensi langkah. Tak heran, sepatu dengan teknologi ini sering menjadi andalan para pelari pada race day. Meski umumnya dibanderol Rp4 juta hingga Rp6 juta, kini sejumlah brand lokal hingga internasional menghadirkan opsi dengan harga lebih terjangkau. Berikut rekomendasi sepatu running carbon plate terbaik dengan harga ramah di kantong: 1. Ortuseight Hyperglide 3.0 – Rp550 Ribuan Ortuseight menawarkan Hyperglide 3.0 sebagai sepatu empuk, ringan, dan responsif. Teknologi carbon plate di dalamnya membantu meningkatkan dorongan setiap langkah, cocok untuk pelari pemula hingga menengah. Selain performa, desainnya juga stylish dengan material kuat. 2. Specs Coanda SV Subs1 – Rp600 Ribuan Specs Coanda SV Subs1 dirancang dengan upper tipis dan breathable, ideal untuk lari jarak jauh berpace tinggi. Dilengkapi teknologi Substance 1 di midsole untuk sensasi ringan dan responsif, serta outsole all-terrain rubber yang siap di berbagai lintasan. Ukuran hanya tersedia 37–39, cocok untuk pelari berkaki kecil. 3. Ardiles Nfinity Sense Pro – Rp850 Ribuan Ardiles membawa teknologi Power Fly carbon plate pada Sense Pro untuk meningkatkan respons dan energy return. Midsole double-layer, upper single-layer, serta insole EVOBLASTPRO memberikan kenyamanan maksimal. Pilihan menarik di kelas harga menengah. 4. Jackson Active Cloud FWD Carbon Plate – Rp780 Ribuan Keunikan sepatu ini terletak pada carbon plate yang bisa dilepas-pasang sesuai kebutuhan, sehingga cocok untuk latihan harian maupun race day. Dengan harga terjangkau, Jackson Active menjadi alternatif menarik bagi pelari pemula hingga menengah yang ingin merasakan pengalaman super shoes. 5. 910 Haze Pro – Rp1,1 Jutaan Dari brand lokal Nineten, 910 Haze Pro mengandalkan outsole carbon fiber serta midsole kombinasi material untuk dorongan lebih bertenaga. Bobot hanya sekitar 230 gram, membuatnya nyaman dipakai untuk lari cepat. Pilihan warnanya pun atraktif dan stylish. 6. New Balance FuelCell Series – Mulai Rp1,4 Juta New Balance menghadirkan teknologi Energy Arc dengan carbon plate melengkung dan busa FuelCell yang responsif. Midsole berongga unik meningkatkan efisiensi langkah dan kecepatan. Salah satu opsi internasional paling kompetitif di harga menengah. 7. ASICS Metaspeed Sky+ – Rp2,7 Juta ASICS Metaspeed Sky+ dirancang untuk pelari yang ingin memperpanjang langkah dengan hentakan kuat di tumit. Bantalan tebal di area midfoot membuatnya cocok untuk tempo lebih lambat atau long run. Salah satu super shoes terjangkau dari brand kelas dunia. Manfaat Menggunakan Sepatu Carbon Plate Efisiensi energi meningkat Plate karbon membantu mengurangi energi terbuang saat kaki menyentuh tanah. Propulsi lebih kuat Setiap langkah terasa lebih terdorong sehingga kecepatan meningkat. Bantalan optimal Kombinasi busa responsif dan plate karbon memberi kenyamanan tanpa mengorbankan performa. Mengurangi kelelahan otot Efisiensi lari lebih tinggi membuat otot tidak cepat lelah saat jarak jauh. Dengan banyaknya pilihan murah berteknologi carbon plate, kini kamu bisa merasakan sensasi super shoes tanpa harus menguras kantong. Pilihlah sepatu yang paling sesuai dengan gaya lari dan kebutuhan latihanmu agar performa semakin meningkat!

Lifestyle
| Rabu, 19 November 2025
Foto: Rekomendasi Sepatu Running Carbon Plate Murah, Performa Maksimal Harga Bersahabat | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lifestyle

Foto: Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Perlu Disesuaikan dengan Perubahan Cuaca | Pifa Net

Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Perlu Disesuaikan dengan Perubahan Cuaca

PIFA, Lifestyle - Dermatolog dr. Hafiza Fikri Fadel, Sp.KK, FINSDV, PGC, menekankan pentingnya menyesuaikan perawatan kulit dengan kondisi cuaca. Menurutnya, perubahan lingkungan seperti musim pancaroba dapat memengaruhi kesehatan kulit, terutama pada kulit sensitif yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.Ia menyarankan tetap melakukan perawatan dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan tabir surya, serta memperhatikan asupan makanan, air, vitamin, makronutrien, dan mikronutrien. Asupan antioksidan juga diperlukan, baik dari makanan maupun produk perawatan kulit yang mengandung vitamin A, E, dan C, untuk melindungi kulit dari stres oksidatif akibat polusi.

Lifestyle
| Kamis, 21 Agustus 2025

Lifestyle

Foto: Viral di X Cerita Kue Hijau Milik OB, Ternyata Ini Faktanya | Pifa Net

Viral di X Cerita Kue Hijau Milik OB, Ternyata Ini Faktanya

PIFA, Lifestyle - Platform media sosial X dihebohkan dengan potret kue ulang tahun diduga milik office boy (OB) yang tak dimakan oleh para karyawan. Kisah itu viral setelah diunggah oleh akun X @muktiar. Akun tersebut mengatakan, kue berwarna hijau ini merupakan kue ulang tahun seorang OB yang dibagikan untuk para karyawan. Namun, kue itu masih utuh alias tak ada karyawan yang mengambil kue tersebut. “Jadi ceritanya OB kantor ulang tahun, trus dia bawa kue nya buat dibagi2in ke anak-anak kantor. Kelar meeting jam 11 gw mash liat kue nya masih utuh. Sedih banget ga ada yang mau ambil,” tulis akun @muktiar. Cuitan itu pun menarik simpatik dari warganet. Beberapa di antara mereka kasian dengan kisah tersebut. Namun, selang beberapa waktu, netizen akhirnya menemukan kebenaran dari cerita tersebut. Rupanya, kue itu merupakan milik salah satu karyawan dan bukan berprofesi sebagai OB. Hal itu diungkap oleh akun X @putri27_dita, yang mengaku sebagai anak dari karyawan yang membawa kue hijau tersebut ke kantor. “Jadi ini adalah cake ultah mama n papa ku yang hanya berbeda sehari tanggalnya. FYI aku kenal dengan pemilik akun tersebut (@muktiar). Aku mau bilang aja kalau ortuku tidak ada yang bekerja sebagai OB, lalu kenapa dengan OB?” tulis akun itu. Putri mengaku melihat cerita kue OB itu viral di sejumlah media sosial, termasuk TikTok. Namun, ia terkejut mengetahui narasi cerita itu mengatakan pemilik kue tersebut adalah OB. Padahal, pemilik kue hijau itu adalah ibunya yang bukan berprofesi sebagai OB. Putri mengatakan, sang ayah merupakan driver taksi online. Itu mengapa kue ulang tahun tersebut berwarna hijau karena menyimbolkan perusahaan dari tempat ayahnya bekerja.  “Mamaku kerja di sana posisi bagus kok guys, malah terbilang yang diandalkan oleh bos. Papaku driver yang alhamdulillah dulu kerja pakai mobil perusahaan sekarang udah pakai mobil pribadi,” jelasnya.  Melihat viralnya cerita kue hijau yang disebut milik OB ini membuat Putri syok sekaligus sedih. Secara tak langsung, pemilik akun @muktiar seolah menyebut ibundanya sebagai OB. Tak hanya itu, pemilik akun @muktiar bahkan sempat mengolok-olok kue tersebut di media sosial Instagramnya. Namun, ia justru membuat narasi palsu dan seolah menyedihkan di platform lain.  “Punten ini (kue) terang banget warnanya,” tulis pemilik akun @muktiar itu.  Kini, @muktiar diduga telah menonaktifkan akunnya sehingga tak bisa ditemukan netizen. Mengetahui kebenaran cerita itu, warganet pun geram dan tak habis pikir cerita viral kue hijau milik OB ini merupakan karangan. (ly)

Jakarta
| Kamis, 18 Juli 2024

Lifestyle

Foto: Resep Vietnam Spring Roll, Cocok Untuk Menu Bekal yang Sedang Diet | Pifa Net

Resep Vietnam Spring Roll, Cocok Untuk Menu Bekal yang Sedang Diet

PIFA, Lifestyle - Belakangan ini Vietnam Spring Roll yakni makanan sehat tengah populer dikalangan orang-orang yang sedang menjalankan program diet. Makanan yang dikenal juga dengan sebutan Goi cuon ini adalah lumpia khas Vietnam. Spring roll terbuat dari bahan dasar rice paper yang berisikan sayuran, udang, atau daging. Bahannya yang segar dan berbagai macam ini memberi sensasi segar dan variasi tekstur pada tiap suapan. Biasanya, vietnam spring roll ini langsung dimakan setelah dimasak agar kulitnya tidak mengering dan menjaga cita rasanya tetap segar. Spring roll lebih nikmat dimakan menggunakan berbagai saus misalnya saus kacang, saus sambal, saus ikan pedas, hingga saus hoisin. Berikut bahan atau resep dan cara membuatnya: Bahan isian: * 9 buah udang. * 3 lembar rice paper. * ½ buah timun. * 1 lembar selada. * ½ buah wortel * 3 buah daun kucai. * ½ buah kol ungu. Bahan saus: * 2 buah bawang putih. * 3 buah cabai rawit merah. * ½ buah jeruk nipis. * 1 sdt gula pasir. * 50 ml air. Cara membuat: * Siapkan sayuran, lalu potong panjang-panjang. * Lalu kupas kulit udang dan bersihkan. * Siapkan rice paper. Kemudian, rendam air sebentar agar teksturnya melunak. * Susun sayuran dan udang di dalam rice paper. Selanjutnya, gulung sesuai selera. * Campurkan semua bahan saus. Aduk rata, lalu koreksi rasa. * Sajikan dan santap dengan saus.

Indonesia
| Jumat, 12 Juli 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5