2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Lifestyle

Mengenal Sosok Maxwell, Peserta Class of Champions yang Tengah Viral di Medsos

PIFA, Lifestyle - Maxwell Salvador, peserta ajang kompetisi Clash of Champions yang diselenggarakan oleh Ruangguru tengah viral di media sosial. Bukan hanya karena prestasinya, wajahnya yang dinilai menawan membuat Maxwell menjadi perhatian publik terutama dikalangan remaja perempuan. Pria bernama lengkap Maxwell Salvador Surya Atmaja ini adalah mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR). Maxwell merupakan mahasiswa berprestasi dari jurusan Kedokteran dengan GPA/IPK 3,87/4,0. Seperti yang diketahui, jurusan Kedokteran adalah salah satu jurusan yang sulit ditembus dan sangat menantang untuk dijalani. Pria yang kini berumur 21 tahun ini pernah menempuh pendidikan Sekolah Dasar di Xaverius Elementary School pada tahun 2009. Setelah lulus SD, ia melanjutkan di Angelus Custos 1. Kecintaannya pada organisasi sudah terlihat sejak SMP dengan mengikuti Tutor of Student Orientation dan Committee of Debate. Maxwell lulus SMP dengan nilai 366,5. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan di SMAK St. Louis 1 Surabaya. Sejak duduk di bangku sekolah, Maxwell telah meraih banyak prestasi baik nasional maupum Internasional. Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi UNAIR 2024. Selain itu, Maxwell juga berhasil menyabet juara pertama dalam ajang Asian Medical Students Conference (AMSC) di Taiwan pada 2023 untuk kategori Scientific Paper. Maxwell memiliki berbagai pengalaman kerja dan organisasi, terutama di bidang penelitian dan akademik. Salah satunya yakni pernah menjabat sebagai ketua, tim riset dan staf di Forum Ilmiah dan Studi Mahasiswa (Forisma) FK UNAIR. Di sisi lain, Maxwell sendiri cukup dikenal sebagai sosok yang medok dan lucu. Selain medok, alumni SMA St. Louis 1 Surabaya ini ternyata gampang ngantuk. Saat ini sosok Maxwell Salvador menjadi peserta Clash of Champions yang banyak disebut dalam platform X. Ia juga sempat menempati trending topic selama berhari-hari dan viral di TikTok. Namun sayang, dalam ajang tersebut ia harus tersingkir pada episode 4.

Jakarta
| Sabtu, 13 Juli 2024
Foto: Mengenal Sosok Maxwell, Peserta Class of Champions yang Tengah Viral di Medsos | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Lifestyle

Foto: 5 Film Baru Tayang di Bioskop Akhir Pekan, dari Animasi hingga Horor | Pifa Net

5 Film Baru Tayang di Bioskop Akhir Pekan, dari Animasi hingga Horor

PIFA, Lifestyle - Akhir pekan ini bioskop diramaikan dengan sejumlah film baru dari berbagai genre, mulai dari animasi petualangan, horor, hingga drama romantis yang emosional. Beberapa judul yang menarik perhatian di antaranya Hoppers, Iron Lung, Once We Were Us, Setan Alas, dan The Bride!. Berikut rekomendasi serta sinopsis film yang tayang di bioskop akhir pekan ini. Hoppers Film animasi Hoppers mengisahkan Mabel, seorang mahasiswa pecinta hewan yang mencoba teknologi baru bernama Hopping, alat yang dapat memindahkan kesadaran manusia ke robot berbentuk hewan. Melalui teknologi tersebut, Mabel memindahkan pikirannya ke robot berang-berang sehingga bisa berkomunikasi langsung dengan para satwa. Dalam petualangannya, ia bertemu berbagai hewan dengan karakter unik dan mulai memahami kehidupan mereka yang jauh lebih kompleks. Bersama teman-teman barunya, Mabel memimpin perlawanan untuk menghentikan proyek perusakan habitat yang dilakukan oleh Wali Kota Jerry Generazzo. Film ini tayang dengan klasifikasi rating SU (Semua Umur). Setan Alas Film horor Indonesia Setan Alas menceritakan sekelompok mahasiswa yang menghabiskan liburan akhir pekan di sebuah vila terpencil. Awalnya perjalanan mereka berlangsung menyenangkan, tetapi keanehan mulai muncul di sekitar tempat tersebut. Teror kekuatan tak kasatmata perlahan menghantui para mahasiswa. Saat mencoba melarikan diri dari hutan untuk mencari pertolongan, mereka menyadari bahwa jalan keluar telah tertutup secara supernatural. Film ini tayang dengan klasifikasi D17+ (Dewasa). Iron Lung Film sci-fi horor Iron Lung berlatar masa depan pasca-apokaliptik setelah peristiwa misterius bernama The Quiet Rapture menghilangkan bintang dan planet layak huni di alam semesta. Sisa umat manusia bertahan hidup di stasiun dan pesawat luar angkasa yang mengorbit sebuah bulan terpencil. Di tengah kondisi tersebut, sebuah kapal selam kecil bernama Iron Lung dikirim untuk menjelajahi lautan darah misterius. Misi berbahaya itu dijalankan oleh seorang narapidana bernama Simon yang diperankan Mark Fischbach. Ia dikurung di dalam kapal selam dan harus menjalankan misi sendirian dengan pandangan yang sangat terbatas. Film ini memiliki klasifikasi R13+ (Remaja). Once We Were Us Drama romantis Once We Were Us mengisahkan pertemuan pertama Lee Eun-ho yang diperankan Koo Kyo-hwan dengan Han Jeong-won yang dimainkan Moon Ga-young. Eun-ho terpikat pada Jeong-won saat melihatnya di terminal bus dan mengabadikan sosoknya dalam sebuah lukisan. Ketika perjalanan mereka tertunda akibat tanah longsor, waktu yang mereka habiskan bersama menumbuhkan perasaan cinta. Hubungan itu sempat membawa mereka hidup bersama, namun tekanan hidup dan perbedaan pandangan membuat keduanya berpisah. Sepuluh tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan secara tak terduga dalam penerbangan yang tertunda, memunculkan kenangan dan perasaan lama yang belum selesai. Film ini memiliki klasifikasi D17+. The Bride! Film The Bride! menghadirkan kisah romansa gotik yang terinspirasi dari legenda Frankenstein. Cerita berlatar Chicago pada 1930-an ketika monster Frankenstein merasa kesepian setelah dihidupkan kembali. Ia kemudian meminta seorang ilmuwan untuk menciptakan pendamping baginya. Seorang perempuan yang telah dibunuh dihidupkan kembali dan dikenal sebagai The Bride. Namun kehadiran sosok tersebut justru memicu berbagai kekacauan dan konflik yang tak terduga. Film ini tayang di bioskop dengan klasifikasi D17+ (Dewasa).

Lifestyle
| Jumat, 13 Maret 2026

Lifestyle

Foto: Sinopsis Spectre, Film James Bond di Blockbuster Sahur Movies Trans TV | Pifa Net

Sinopsis Spectre, Film James Bond di Blockbuster Sahur Movies Trans TV

PIFA, Lifestyle - Program Blockbuster Sahur Movies di Trans TV pada Sabtu, 7 Maret 2026 akan menayangkan film Spectre (2015) pada pukul 02.00 WIB. Film ini dibintangi oleh Daniel Craig, Léa Seydoux, dan Christoph Waltz. Film ini merupakan penampilan keempat Daniel Craig sebagai agen rahasia legendaris James Bond setelah Casino Royale (2006), Quantum of Solace (2008), dan Skyfall (2012). Sinopsis Spectre Kisah film dimulai saat perayaan Hari Orang Mati di Mexico City, Meksiko. James Bond terlihat mengenakan topeng tengkorak dan menyusuri keramaian festival bersama seorang wanita. Situasi berubah ketika Bond diam-diam meninggalkan kerumunan, keluar melalui jendela dan berjalan di atap gedung untuk membidik targetnya. Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus sehingga ia harus mengejar musuhnya. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga pertarungan berbahaya menggunakan helikopter di udara. Aksi nekat tersebut kemudian diketahui oleh bos baru MI6, M, yang menggantikan pimpinan sebelumnya yang tewas dalam peristiwa di film Skyfall. Ia memperingatkan Bond agar menghentikan operasi yang dilakukan secara sepihak. Saat itu, lembaga intelijen MI6 sedang digabungkan dengan MI5 untuk membentuk sistem keamanan nasional baru. Bahkan muncul rencana untuk memensiunkan agen 007. Namun Bond tetap melanjutkan penyelidikannya secara diam-diam dengan bantuan Miss Moneypenny. Ternyata ia sedang menjalankan misi rahasia yang diberikan oleh mantan M sebelum meninggal dunia. Misi tersebut membawanya menyelidiki seorang tokoh misterius yang kemudian mengarahkan Bond ke organisasi rahasia bernama Spectre. Dalam penyelidikan itu, Bond bertemu dengan seorang psikiater bernama Madeleine Swann yang memiliki informasi penting tentang lokasi yang dapat mengarah ke markas pemimpin Spectre, Ernst Stavro Blofeld (Oberhauser). Perjalanan mereka menuju markas di gurun Sahara tidak mudah. Bond dan Swann sempat disergap oleh pembunuh bayaran bernama Mr. Hinx sebelum akhirnya berhasil mengalahkannya. Sesampainya di markas, Bond menghadapi Oberhauser yang mengungkap bahwa organisasi Spectre memiliki keterlibatan besar dalam berbagai operasi intelijen global, termasuk program pengawasan bernama Nine Eyes. Rahasia tersebut mengungkap jaringan konspirasi besar yang dapat memberi Spectre akses luas terhadap data intelijen dunia. Bagi penggemar film aksi spionase, Spectre menawarkan rangkaian aksi spektakuler khas James Bond yang penuh ketegangan dan misteri. Jangan lewatkan penayangannya di Blockbuster Sahur Movies Trans TV pukul 02.00 WIB.

Lifestyle
| Sabtu, 7 Maret 2026

Lifestyle

Foto:  Psikolog: Anak yang Dibedakan Orang Tua Perlu Bangun Kesadaran Diri Saat Dewasa | Pifa Net

Psikolog: Anak yang Dibedakan Orang Tua Perlu Bangun Kesadaran Diri Saat Dewasa

PIFA, Lifestyle - Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Amalia Indah Permata, M.Psi., Psikolog, menyarankan individu yang merasa mengalami perlakuan berbeda dari orang tua pada masa kecil untuk membangun kesadaran diri dan memahami dampaknya terhadap kondisi psikologis saat dewasa. “Jika ketika kecil mengalami pengalaman beda perlakuan oleh orang tua, maka sadari dulu bagaimana hal tersebut memengaruhi dinamika diri saat ini. Kesadaran diri adalah kunci,” kata Amalia kepada ANTARA, Rabu (11/2). Menurut Amalia, pengalaman dibedakan dalam keluarga dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri serta membangun relasi dengan orang lain. Karena itu, dampaknya perlu dikenali terlebih dahulu sebelum mulai diperbaiki. Isu mengenai perlakuan berbeda dalam keluarga kembali ramai dibicarakan setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, mencuat. Peristiwa tersebut memicu diskusi warganet tentang pengalaman menjadi anak tengah dalam keluarga. Pelaku diduga merupakan anak tengah yang selama ini merasakan perlakuan berbeda dari keluarganya. Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menilai, setelah seseorang memahami dampak perlakuan masa kecil terhadap dirinya, langkah selanjutnya adalah mulai memperbaiki hal-hal yang mengganggu kehidupan saat ini. Ia juga menekankan pentingnya penerimaan terhadap pengalaman masa lalu dilakukan secara bertahap. “Terimalah masa lalu dan pengalaman tersebut secara perlahan. Tidak harus terburu buru memaafkan semuanya. Masa lalu berada di luar kendali kita dan tidak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah persepsi kita terhadap pengalaman tersebut,” ujarnya. Selain itu, Amalia menyarankan individu untuk mempertimbangkan bantuan profesional apabila upaya mandiri belum cukup dan beban emosional masih dirasakan kuat. “Jika sudah berusaha namun masih terasa sulit, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional,” katanya.

Jakarta
| Kamis, 12 Februari 2026

Berita Populer

Lifestyle

Foto: Mengenal Sosok Maxwell, Peserta Class of Champions yang Tengah Viral di Medsos | Pifa Net

Mengenal Sosok Maxwell, Peserta Class of Champions yang Tengah Viral di Medsos

PIFA, Lifestyle - Maxwell Salvador, peserta ajang kompetisi Clash of Champions yang diselenggarakan oleh Ruangguru tengah viral di media sosial. Bukan hanya karena prestasinya, wajahnya yang dinilai menawan membuat Maxwell menjadi perhatian publik terutama dikalangan remaja perempuan. Pria bernama lengkap Maxwell Salvador Surya Atmaja ini adalah mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR). Maxwell merupakan mahasiswa berprestasi dari jurusan Kedokteran dengan GPA/IPK 3,87/4,0. Seperti yang diketahui, jurusan Kedokteran adalah salah satu jurusan yang sulit ditembus dan sangat menantang untuk dijalani. Pria yang kini berumur 21 tahun ini pernah menempuh pendidikan Sekolah Dasar di Xaverius Elementary School pada tahun 2009. Setelah lulus SD, ia melanjutkan di Angelus Custos 1. Kecintaannya pada organisasi sudah terlihat sejak SMP dengan mengikuti Tutor of Student Orientation dan Committee of Debate. Maxwell lulus SMP dengan nilai 366,5. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan di SMAK St. Louis 1 Surabaya. Sejak duduk di bangku sekolah, Maxwell telah meraih banyak prestasi baik nasional maupum Internasional. Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi UNAIR 2024. Selain itu, Maxwell juga berhasil menyabet juara pertama dalam ajang Asian Medical Students Conference (AMSC) di Taiwan pada 2023 untuk kategori Scientific Paper. Maxwell memiliki berbagai pengalaman kerja dan organisasi, terutama di bidang penelitian dan akademik. Salah satunya yakni pernah menjabat sebagai ketua, tim riset dan staf di Forum Ilmiah dan Studi Mahasiswa (Forisma) FK UNAIR. Di sisi lain, Maxwell sendiri cukup dikenal sebagai sosok yang medok dan lucu. Selain medok, alumni SMA St. Louis 1 Surabaya ini ternyata gampang ngantuk. Saat ini sosok Maxwell Salvador menjadi peserta Clash of Champions yang banyak disebut dalam platform X. Ia juga sempat menempati trending topic selama berhari-hari dan viral di TikTok. Namun sayang, dalam ajang tersebut ia harus tersingkir pada episode 4.

Jakarta
| Sabtu, 13 Juli 2024

Lifestyle

Foto: 7 Rekomendasi Makanan dan Minuman untuk Atasi Nyeri Selama Menstruasi | Pifa Net

7 Rekomendasi Makanan dan Minuman untuk Atasi Nyeri Selama Menstruasi

PIFA, Lifestyle - Setiap bulan, banyak wanita menghadapi tantangan fisik dan emosional yang datang bersamaan dengan siklus menstruasi. Perubahan suasana hati, rasa kembung, dan kram perut seringkali menjadi bagian dari pengalaman ini. Meskipun gejala-gejala ini umum terjadi, ada cara-cara untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan selama menstruasi. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pola makan. Beberapa makanan tertentu memiliki manfaat khusus dalam meredakan gejala-gejala ini. Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya ditambahkan ke dalam pola diet Anda untuk membantu merasa lebih baik dan tetap energik selama menstruasi. 1. Jeruk: Jeruk tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Jeruk direkomendasikan oleh Ayurveda untuk manfaat kesehatan secara keseluruhan. Kandungan dalam jeruk dapat membantu meningkatkan metabolisme dan menjaga kadar gula darah. Ini berarti dapat membantu mengatasi perubahan suasana hati dan menjaga energi tubuh tetap stabil. 2. Pisang: Pisang adalah sumber vitamin B6 yang kaya. Vitamin B6 dikenal dapat membantu mengurangi perubahan suasana hati yang sering terjadi selama menstruasi. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengurangi rasa kembung dan mengatur pergerakan usus karena kandungan seratnya. 3. Kurma: Kurma adalah sumber alami zat besi, yang sangat penting terutama selama menstruasi untuk menghindari potensi kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Selain itu, kurma juga mengandung serat dan gula alami yang memberikan energi secara bertahap. 4. Kenari: Kacang kenari kaya akan asam lemak omega-3, yang memiliki sifat anti-inflamasi. Ini membantu mengurangi kram dan ketidaknyamanan yang sering dirasakan selama menstruasi. Kandungan protein, serat, dan magnesium dalam kenari juga memberikan nutrisi penting bagi tubuh. 5. Jahe: Jahe adalah bahan alami yang memiliki sifat anti-inflamasi dan pereda nyeri. Konsumsi jahe dapat membantu meredakan kram menstruasi dan mengurangi rasa sakit. Selain itu, jahe juga dapat membantu pencernaan dan mengurangi rasa mual yang mungkin dialami selama menstruasi. 6. Teh Herbal: Teh herbal seperti kamomil, peppermint, dan daun raspberry memiliki efek menenangkan pada tubuh. Kamomil dan peppermint dapat membantu mengendurkan otot dan meredakan rasa sakit. Teh daun raspberry diyakini memiliki manfaat khusus untuk mendukung kesehatan reproduksi dan mengencangkan rahim. 7. Amla atau Gooseberry India: Buah amla kaya akan vitamin C, yang mendukung penyerapan zat besi dari sumber nabati. Ini membantu mencegah potensi kekurangan zat besi selama menstruasi. Selain itu, vitamin C juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan memasukkan makanan-makanan ini ke dalam pola makan Anda selama menstruasi, Anda dapat membantu meredakan gejala yang seringkali mengganggu. Namun, setiap individu memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap makanan, jadi penting untuk mengamati bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap perubahan pola makan dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus atau kekhawatiran yang lebih serius mengenai gejala menstruasi Anda. (ad)

Indonesia
| Kamis, 31 Agustus 2023

Lifestyle

Foto: Viral Kisah Wanita Muda di Tangerang Alami Stroke, Begini Awal Mulanya | Pifa Net

Viral Kisah Wanita Muda di Tangerang Alami Stroke, Begini Awal Mulanya

PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Elsa Rajianti (29) mengalami stroke di usia yang masih relatif muda tanpa keluhan gejala signifikan sebelumnya. Tiga hari sebelum serangan, ia merasakan pusing hebat hingga akhirnya dilarikan ke IGD dan menjalani perawatan intensif.Setelah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, keesokan harinya ia kembali mengalami serangan stroke dan harus dirawat selama empat hari.Elsa mengungkapkan bahwa gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu stroke yang dialaminya. Kurang olahraga, pola tidur tidak teratur, serta sering mengonsumsi makanan cepat saji berkontribusi terhadap kondisi kesehatannya. Kebiasaan tersebut menyebabkan ia memiliki riwayat kolesterol tinggi dan tekanan darah yang tidak stabil.Saat pertama terkena stroke, sebagian tubuhnya sempat tidak bisa digerakkan. Kini, Elsa masih menjalani fisioterapi untuk pemulihan. “Sekarang bicara masih lambat, seperti orang lemot. Awalnya tangan kiri dan kaki kiri tidak bisa digerakkan, tetapi sekarang sudah mulai membaik,” ujarnya.Elsa berpesan agar masyarakat lebih menjaga pola hidup sehat dengan menghindari makanan instan, tinggi gula, garam, serta lemak jenuh, demi mencegah risiko stroke dan penyakit lainnya.

Tangerang
| Sabtu, 8 Februari 2025

Feeds

5 Film Baru Tayang di Bioskop Akhir Pekan, dari Animasi hingga Horor

PIFA, Lifestyle - Akhir pekan ini bioskop diramaikan dengan sejumlah film baru dari berbagai genre, mulai dari animasi petualangan, horor, hingga drama romantis yang emosional. Beberapa judul yang menarik perhatian di antaranya Hoppers, Iron Lung, Once We Were Us, Setan Alas, dan The Bride!. Berikut rekomendasi serta sinopsis film yang tayang di bioskop akhir pekan ini. Hoppers Film animasi Hoppers mengisahkan Mabel, seorang mahasiswa pecinta hewan yang mencoba teknologi baru bernama Hopping, alat yang dapat memindahkan kesadaran manusia ke robot berbentuk hewan. Melalui teknologi tersebut, Mabel memindahkan pikirannya ke robot berang-berang sehingga bisa berkomunikasi langsung dengan para satwa. Dalam petualangannya, ia bertemu berbagai hewan dengan karakter unik dan mulai memahami kehidupan mereka yang jauh lebih kompleks. Bersama teman-teman barunya, Mabel memimpin perlawanan untuk menghentikan proyek perusakan habitat yang dilakukan oleh Wali Kota Jerry Generazzo. Film ini tayang dengan klasifikasi rating SU (Semua Umur). Setan Alas Film horor Indonesia Setan Alas menceritakan sekelompok mahasiswa yang menghabiskan liburan akhir pekan di sebuah vila terpencil. Awalnya perjalanan mereka berlangsung menyenangkan, tetapi keanehan mulai muncul di sekitar tempat tersebut. Teror kekuatan tak kasatmata perlahan menghantui para mahasiswa. Saat mencoba melarikan diri dari hutan untuk mencari pertolongan, mereka menyadari bahwa jalan keluar telah tertutup secara supernatural. Film ini tayang dengan klasifikasi D17+ (Dewasa). Iron Lung Film sci-fi horor Iron Lung berlatar masa depan pasca-apokaliptik setelah peristiwa misterius bernama The Quiet Rapture menghilangkan bintang dan planet layak huni di alam semesta. Sisa umat manusia bertahan hidup di stasiun dan pesawat luar angkasa yang mengorbit sebuah bulan terpencil. Di tengah kondisi tersebut, sebuah kapal selam kecil bernama Iron Lung dikirim untuk menjelajahi lautan darah misterius. Misi berbahaya itu dijalankan oleh seorang narapidana bernama Simon yang diperankan Mark Fischbach. Ia dikurung di dalam kapal selam dan harus menjalankan misi sendirian dengan pandangan yang sangat terbatas. Film ini memiliki klasifikasi R13+ (Remaja). Once We Were Us Drama romantis Once We Were Us mengisahkan pertemuan pertama Lee Eun-ho yang diperankan Koo Kyo-hwan dengan Han Jeong-won yang dimainkan Moon Ga-young. Eun-ho terpikat pada Jeong-won saat melihatnya di terminal bus dan mengabadikan sosoknya dalam sebuah lukisan. Ketika perjalanan mereka tertunda akibat tanah longsor, waktu yang mereka habiskan bersama menumbuhkan perasaan cinta. Hubungan itu sempat membawa mereka hidup bersama, namun tekanan hidup dan perbedaan pandangan membuat keduanya berpisah. Sepuluh tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan secara tak terduga dalam penerbangan yang tertunda, memunculkan kenangan dan perasaan lama yang belum selesai. Film ini memiliki klasifikasi D17+. The Bride! Film The Bride! menghadirkan kisah romansa gotik yang terinspirasi dari legenda Frankenstein. Cerita berlatar Chicago pada 1930-an ketika monster Frankenstein merasa kesepian setelah dihidupkan kembali. Ia kemudian meminta seorang ilmuwan untuk menciptakan pendamping baginya. Seorang perempuan yang telah dibunuh dihidupkan kembali dan dikenal sebagai The Bride. Namun kehadiran sosok tersebut justru memicu berbagai kekacauan dan konflik yang tak terduga. Film ini tayang di bioskop dengan klasifikasi D17+ (Dewasa).

Lifestyle
| Jumat, 13 Maret 2026
Foto: 5 Film Baru Tayang di Bioskop Akhir Pekan, dari Animasi hingga Horor | Pifa Net

Sinopsis Spectre, Film James Bond di Blockbuster Sahur Movies Trans TV

PIFA, Lifestyle - Program Blockbuster Sahur Movies di Trans TV pada Sabtu, 7 Maret 2026 akan menayangkan film Spectre (2015) pada pukul 02.00 WIB. Film ini dibintangi oleh Daniel Craig, Léa Seydoux, dan Christoph Waltz. Film ini merupakan penampilan keempat Daniel Craig sebagai agen rahasia legendaris James Bond setelah Casino Royale (2006), Quantum of Solace (2008), dan Skyfall (2012). Sinopsis Spectre Kisah film dimulai saat perayaan Hari Orang Mati di Mexico City, Meksiko. James Bond terlihat mengenakan topeng tengkorak dan menyusuri keramaian festival bersama seorang wanita. Situasi berubah ketika Bond diam-diam meninggalkan kerumunan, keluar melalui jendela dan berjalan di atap gedung untuk membidik targetnya. Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus sehingga ia harus mengejar musuhnya. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga pertarungan berbahaya menggunakan helikopter di udara. Aksi nekat tersebut kemudian diketahui oleh bos baru MI6, M, yang menggantikan pimpinan sebelumnya yang tewas dalam peristiwa di film Skyfall. Ia memperingatkan Bond agar menghentikan operasi yang dilakukan secara sepihak. Saat itu, lembaga intelijen MI6 sedang digabungkan dengan MI5 untuk membentuk sistem keamanan nasional baru. Bahkan muncul rencana untuk memensiunkan agen 007. Namun Bond tetap melanjutkan penyelidikannya secara diam-diam dengan bantuan Miss Moneypenny. Ternyata ia sedang menjalankan misi rahasia yang diberikan oleh mantan M sebelum meninggal dunia. Misi tersebut membawanya menyelidiki seorang tokoh misterius yang kemudian mengarahkan Bond ke organisasi rahasia bernama Spectre. Dalam penyelidikan itu, Bond bertemu dengan seorang psikiater bernama Madeleine Swann yang memiliki informasi penting tentang lokasi yang dapat mengarah ke markas pemimpin Spectre, Ernst Stavro Blofeld (Oberhauser). Perjalanan mereka menuju markas di gurun Sahara tidak mudah. Bond dan Swann sempat disergap oleh pembunuh bayaran bernama Mr. Hinx sebelum akhirnya berhasil mengalahkannya. Sesampainya di markas, Bond menghadapi Oberhauser yang mengungkap bahwa organisasi Spectre memiliki keterlibatan besar dalam berbagai operasi intelijen global, termasuk program pengawasan bernama Nine Eyes. Rahasia tersebut mengungkap jaringan konspirasi besar yang dapat memberi Spectre akses luas terhadap data intelijen dunia. Bagi penggemar film aksi spionase, Spectre menawarkan rangkaian aksi spektakuler khas James Bond yang penuh ketegangan dan misteri. Jangan lewatkan penayangannya di Blockbuster Sahur Movies Trans TV pukul 02.00 WIB.

Lifestyle
| Sabtu, 7 Maret 2026
Foto: Sinopsis Spectre, Film James Bond di Blockbuster Sahur Movies Trans TV | Pifa Net

Psikolog: Anak yang Dibedakan Orang Tua Perlu Bangun Kesadaran Diri Saat Dewasa

PIFA, Lifestyle - Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Amalia Indah Permata, M.Psi., Psikolog, menyarankan individu yang merasa mengalami perlakuan berbeda dari orang tua pada masa kecil untuk membangun kesadaran diri dan memahami dampaknya terhadap kondisi psikologis saat dewasa. “Jika ketika kecil mengalami pengalaman beda perlakuan oleh orang tua, maka sadari dulu bagaimana hal tersebut memengaruhi dinamika diri saat ini. Kesadaran diri adalah kunci,” kata Amalia kepada ANTARA, Rabu (11/2). Menurut Amalia, pengalaman dibedakan dalam keluarga dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri serta membangun relasi dengan orang lain. Karena itu, dampaknya perlu dikenali terlebih dahulu sebelum mulai diperbaiki. Isu mengenai perlakuan berbeda dalam keluarga kembali ramai dibicarakan setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, mencuat. Peristiwa tersebut memicu diskusi warganet tentang pengalaman menjadi anak tengah dalam keluarga. Pelaku diduga merupakan anak tengah yang selama ini merasakan perlakuan berbeda dari keluarganya. Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menilai, setelah seseorang memahami dampak perlakuan masa kecil terhadap dirinya, langkah selanjutnya adalah mulai memperbaiki hal-hal yang mengganggu kehidupan saat ini. Ia juga menekankan pentingnya penerimaan terhadap pengalaman masa lalu dilakukan secara bertahap. “Terimalah masa lalu dan pengalaman tersebut secara perlahan. Tidak harus terburu buru memaafkan semuanya. Masa lalu berada di luar kendali kita dan tidak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah persepsi kita terhadap pengalaman tersebut,” ujarnya. Selain itu, Amalia menyarankan individu untuk mempertimbangkan bantuan profesional apabila upaya mandiri belum cukup dan beban emosional masih dirasakan kuat. “Jika sudah berusaha namun masih terasa sulit, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional,” katanya.

Jakarta
| Kamis, 12 Februari 2026
Foto:  Psikolog: Anak yang Dibedakan Orang Tua Perlu Bangun Kesadaran Diri Saat Dewasa | Pifa Net

Psikolog Tekankan Pendidikan Seks Sejak Dini untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

PIFA, Lifestyle - Psikolog menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak agar mampu menjaga diri dan terhindar dari pelecehan maupun kekerasan seksual. Pendidikan tersebut dinilai dapat dilakukan sejak dini dengan cara yang sederhana dan sesuai usia anak. Psikolog Devi Yanti, M.Psi., Psikolog, mengatakan pendidikan seks dapat diselipkan melalui aktivitas bermain atau kegiatan interaktif di rumah bersama keluarga, sehingga anak tidak merasa tertekan atau takut. “Permainan atau kegiatan interaktif di rumah ditujukan agar (pendidikan) jadi tidak kaku. Maka dari itu orang tua dapat menggunakan pendekatan bermain,” kata psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin. Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh tersebut mencontohkan, orang tua dapat mengajak anak bermain “Lampu Lalu Lintas Sentuhan” untuk mengenalkan batasan tubuh. Dalam permainan ini, warna hijau digunakan sebagai penanda sentuhan yang aman, sementara warna merah menandai hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Selain itu, orang tua juga dapat memanfaatkan boneka atau gambar tubuh untuk menunjukkan bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Cara visual dinilai membantu anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Devi juga menyarankan permainan peran sederhana untuk melatih anak mengatakan tidak kepada orang yang tidak dikenal atau yang melanggar batasan. Melalui metode ini, anak juga diajarkan untuk berani meminta bantuan dan melapor jika merasa tidak nyaman atau dilecehkan. Tak hanya itu, membacakan buku cerita anak yang mengangkat tema menjaga tubuh juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Menurut Devi, pendekatan tersebut membuat anak belajar tanpa rasa takut. “Pendekatan ini membuat anak belajar tanpa rasa takut dan lebih mudah memahami,” ujarnya. Ia menambahkan, edukasi mengenai perlindungan diri juga perlu dipahami oleh anggota keluarga lain, termasuk kakek dan nenek, agar pesan yang diterima anak konsisten di lingkungan keluarga. “Intinya, pendidikan seks yang tepat usia justru memperkuat nilai moral, rasa hormat terhadap diri sendiri, dan mencegah anak menjadi korban,” kata Devi.

Lifestyle
| Selasa, 3 Februari 2026
Foto: Psikolog Tekankan Pendidikan Seks Sejak Dini untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak | Pifa Net

Ahli Gizi Sarankan Mi Instan Dikonsumsi Sebulan Sekali sebagai Makanan Rekreasi

PIFA, Lifestyle - Ahli gizi sekaligus anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Diah Maunah menyatakan konsumsi mi instan masih diperbolehkan pada waktu tertentu, asalkan jumlahnya dibatasi. Ia menyarankan mi instan cukup dikonsumsi satu bulan sekali atau dijadikan sebagai makanan “rekreasi”. “Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, dan lemak, serta energi. Misal dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita sehingga 1 bulan 1 kali saja,” kata Diah kepada ANTARA, Senin. Menurut Diah, mi instan banyak digemari masyarakat karena mudah didapat, harganya terjangkau, dan praktis. Pada musim hujan, konsumsi mi instan rebus juga cenderung meningkat karena memberikan sensasi hangat, memiliki rasa gurih, dan disukai berbagai kalangan. Meski demikian, ia mengingatkan mi instan memiliki kandungan natrium dan energi dari lemak yang cukup tinggi. Kandungan tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi individu dengan kondisi hipertensi, penyakit pembuluh darah, maupun obesitas. Diah menjelaskan, mi instan rebus umumnya mengandung natrium lebih tinggi dibandingkan mi instan goreng, yakni di atas 1.000 miligram per bungkus. Jumlah tersebut telah memenuhi hampir 75 persen kebutuhan natrium harian seseorang. “Jika kita ada hipertensi atau sensitif terhadap natrium maka tidaklah tepat mengonsumsi mi instan ini karena jatah natriumnya akan habis hanya dengan konsumsi satu bungkus mi kuah instan. Kebutuhan natrium seseorang dengan hipertensi maksimal adalah 1.200 miligram, di mi kuah instan antara 1.000–1.100 miligram per saji,” jelasnya. Ia menegaskan, konsumsi mi instan secara berlebihan, terutama saat musim hujan tanpa diimbangi asupan makanan sehat lainnya, dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Dampak yang berpotensi muncul antara lain penyakit degeneratif seperti kerusakan pembuluh darah, hipertensi yang dapat berujung pada gangguan fungsi ginjal, serta gangguan saluran cerna seperti iritasi lambung dan usus. Pada remaja, konsumsi mi instan berlebihan juga dikaitkan dengan risiko hemoroid atau ambeien, hingga kanker usus akibat kebiasaan mengonsumsi mi instan setiap minggu. Selain itu, masalah obesitas juga dapat terjadi jika mi instan dikonsumsi secara tidak terkendali.

Lifestyle
| Senin, 2 Februari 2026
Foto: Ahli Gizi Sarankan Mi Instan Dikonsumsi Sebulan Sekali sebagai Makanan Rekreasi | Pifa Net

Pakar Kesehatan Dorong Indonesia Contoh Negara Tetangga Cegah Penularan Virus Nipah

PIFA, Lifestyle - Meningkatnya kasus penularan virus Nipah di India menjadi perhatian serius bagi kawasan Asia. Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama menilai Indonesia perlu mengambil langkah antisipatif dengan mencontoh kebijakan negara-negara tetangga dalam mencegah masuk dan menyebarnya virus berbahaya tersebut. Dalam keterangan tertulis pada Kamis, Prof. Tjandra menekankan pentingnya kewaspadaan dini, mengingat virus Nipah kini dilaporkan telah menular antar-manusia di India. Virus ini diketahui dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga radang otak dengan tingkat fatalitas yang tinggi. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, menurut Prof. Tjandra, telah lebih dulu mengambil langkah pencegahan. Thailand, misalnya, melakukan skrining ketat di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang terhadap penumpang yang datang dari negara bagian West Bengal, India. Nepal juga menerapkan kebijakan serupa di Tribhuvan International Airport. Langkah antisipasi juga dilakukan Singapura. Pada 28 Januari 2026, pemerintah setempat mengumumkan pengetatan pengawasan kesehatan di Bandara Changi, termasuk pemeriksaan suhu tubuh bagi para pendatang. Selain itu, otoritas kesehatan Singapura meminta dokter, laboratorium, dan rumah sakit meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala infeksi virus Nipah, terutama mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke West Bengal. Tak hanya itu, Singapura juga menggencarkan penyuluhan kesehatan di pintu masuk negara, meningkatkan surveilans terhadap pekerja migran dari Asia Selatan, serta memperkuat koordinasi dengan otoritas pengendalian penyakit menular di kawasan tersebut. Prof. Tjandra menilai, Indonesia berada pada posisi yang tidak kalah berisiko karena intensitas kunjungan warga India, baik sebagai wisatawan maupun pekerja. "Cukup banyaknya kunjungan warga India ke negara kita, maka nampaknya perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk mereka yang datang dari daerah Kalkuta dan West Bengal," kata Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu. Ia menambahkan, selain menerapkan langkah pencegahan di pintu masuk negara, Indonesia juga perlu meningkatkan koordinasi regional dan internasional, khususnya dengan WHO Asia Tenggara dan Pasifik Barat, untuk memantau perkembangan dan potensi penyebaran virus Nipah. Virus Nipah merupakan patogen zoonotik yang awalnya menular dari hewan, seperti kelelawar dan babi, ke manusia. Namun, seiring waktu, virus ini juga diketahui dapat menular dari manusia ke manusia, termasuk melalui makanan yang terkontaminasi. Secara global, tercatat sekitar 750 kasus infeksi virus Nipah sejak pertama kali dilaporkan pada 1998–1999. Kasus awal ditemukan di Malaysia, kemudian menyebar dan dilaporkan pula di Bangladesh, India, Filipina, serta Singapura. Prof. Tjandra menjelaskan, masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 21 hari atau bahkan lebih. Gejala awal sering menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Pada tahap lanjutan, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan paru-paru, termasuk batuk, sesak napas, pneumonia, hingga peradangan otak. Hingga saat ini, menurut Prof. Tjandra, belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk infeksi virus Nipah. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman penyakit tersebut.

Lifestyle
| Kamis, 29 Januari 2026
Foto: Pakar Kesehatan Dorong Indonesia Contoh Negara Tetangga Cegah Penularan Virus Nipah | Pifa Net

Studi Ungkap Olahraga Rutin Bisa Bikin Usia Otak Lebih Muda Secara Biologis

PIFA, Lifestyle - Sebuah studi terbaru yang dilakukan tim peneliti dari AdventHealth Research Institute dan University of Pittsburgh menemukan bahwa olahraga rutin dapat membuat usia otak tampak lebih muda secara biologis. Para peneliti ingin mengetahui apakah olahraga mampu mengubah struktur fisik otak serta apakah perubahan tersebut dapat terlihat melalui hasil pemindaian otak. Hasil penelitian ini dilaporkan oleh Eating Well pada Selasa (27/1) waktu setempat. Dalam studi tersebut, peneliti merekrut 130 orang dewasa sehat berusia 26 hingga 58 tahun untuk mengikuti uji klinis acak tersamar tunggal selama 12 bulan. Para peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, yakni kelompok latihan aerobik intensitas sedang hingga berat dan kelompok kontrol yang diminta untuk tidak mengubah tingkat aktivitas fisik mereka. Kelompok latihan menjalani dua sesi olahraga berdurasi 60 menit per minggu yang diawasi di laboratorium, serta menambahkan latihan mandiri di rumah hingga mencapai sekitar 150 menit aktivitas aerobik per minggu. Jenis latihan yang dilakukan beragam, mulai dari berjalan, jogging, atau berlari di treadmill, hingga menggunakan sepeda statis, mesin elips, dan alat dayung. Intensitas latihan dipantau menggunakan alat pengukur detak jantung. Pada awal dan akhir penelitian, struktur otak peserta diukur menggunakan pemindaian MRI, sementara kebugaran kardiorespirasi dinilai melalui tes pengambilan oksigen puncak atau VO2peak. Dengan bantuan alat pembelajaran mesin bernama brainageR, peneliti menghitung selisih antara usia otak yang diprediksi dan usia kronologis peserta, yang disebut brain-PAD. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sport and Health Science menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua kelompok setelah 12 bulan. Peserta dalam kelompok olahraga mengalami penurunan usia otak yang terukur, dengan otak mereka tampak sekitar 0,6 tahun lebih muda dibandingkan saat awal studi. Sebaliknya, kelompok kontrol justru menunjukkan sedikit peningkatan usia otak, sekitar 0,35 tahun lebih tua, meski perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik. Ketika dibandingkan langsung, selisih usia otak antara kedua kelompok hampir mencapai satu tahun dan menguntungkan kelompok yang rutin berolahraga. Selain itu, kelompok olahraga juga mengalami peningkatan kebugaran yang signifikan. Menariknya, peneliti menemukan bahwa tingkat kebugaran yang lebih tinggi sejak awal penelitian berkaitan dengan tampilan otak yang lebih muda. Meski demikian, studi ini memiliki sejumlah keterbatasan. Peserta penelitian merupakan sukarelawan yang relatif sehat dan berpendidikan, dengan jumlah sampel yang tergolong terbatas. Pandemi COVID-19 juga memengaruhi jalannya penelitian karena sebagian peserta harus melanjutkan latihan dari rumah selama masa pembatasan. Peneliti juga mengeksplorasi berbagai faktor yang mungkin menjelaskan efek olahraga terhadap usia otak, seperti kebugaran, komposisi tubuh, tekanan darah, hingga protein otak brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Namun, tidak satu pun faktor tersebut sepenuhnya menjelaskan mekanisme di balik temuan ini. Penulis senior sekaligus ahli saraf, Kirk I. Erickson, Ph.D., menyebutkan bahwa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang hingga berat selama sekitar 150 menit per minggu dapat membantu menjaga otak tetap lebih muda secara biologis, bahkan seiring bertambahnya usia. Ia menambahkan, memulai kebiasaan olahraga sejak usia 30-an, 40-an, hingga 50-an dapat memberikan manfaat jangka panjang dengan membantu otak melawan proses penuaan. Bagi mereka yang belum memenuhi rekomendasi tersebut, Erickson menyarankan untuk memulai dari langkah kecil, seperti berjalan kaki singkat, menggunakan tangga, atau menjadwalkan beberapa sesi olahraga ringan setiap pekan. Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, dan menari dinilai efektif jika dilakukan secara konsisten.

Lifestyle
| Rabu, 28 Januari 2026
Foto: Studi Ungkap Olahraga Rutin Bisa Bikin Usia Otak Lebih Muda Secara Biologis | Pifa Net

Psikolog Ungkap Pertanyaan yang Sebaiknya Dihindari saat Berhadapan dengan Orang Berduka

PIFA, Lifestyle - Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan sejumlah jenis pertanyaan yang sebaiknya tidak diajukan kepada orang-orang yang tengah mengalami duka kehilangan. Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin, Ratriana menekankan pentingnya menjaga sensitivitas dalam berkomunikasi dengan individu yang sedang berduka. Ia mengingatkan agar tidak langsung menanyakan detail terkait kematian orang terdekat yang mereka kehilangan. “Jangan langsung menanyakan detail kematian seperti kapan meninggal, sakit apa, kok bisa dan terakhir ketemu kapan,” kata Ratriana. Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut sebaiknya hanya disampaikan jika pihak yang berduka terlebih dahulu membuka cerita. Jika tidak, pertanyaan semacam itu justru berisiko memaksa mereka mengulang kembali pengalaman traumatis, sementara kondisi emosional mereka mungkin belum siap untuk membahasnya. Selain itu, Ratriana juga menyarankan untuk menghindari pertanyaan yang bernada menyalahkan, seperti mempertanyakan alasan tidak membawa almarhum ke rumah sakit lebih awal atau mengapa penanganan medis tidak dilakukan lebih cepat. “Pertanyaan seperti ini meskipun tidak bermaksud menyalahkan, sering membuat orang yang berduka merasa bersalah dan jadi mempertanyakan dirinya sendiri apa yang sudah dia lakukan selama ini buat orang yang sudah pergi,” ujarnya. Psikolog yang kini berpraktik di Biro Psikologi Rali Ra, Bekasi, tersebut juga menyoroti sejumlah pernyataan yang sebaiknya tidak diucapkan. Salah satunya adalah kalimat yang menuntut orang yang berduka untuk selalu kuat dan tabah. “Ini bisa membuat yang berduka merasa tidak punya ruang untuk rapuh, dan merasakan berbagai emosinya. Jika emosi tidak diproses dengan baik, dalam jangka panjang justru malah semakin banyak dampak negatifnya,” jelas Ratriana. Lebih lanjut, ia mengingatkan agar tidak membandingkan pengalaman duka satu orang dengan yang lain atau mengadu nasib. Pasalnya, setiap individu memiliki cara dan waktu masing-masing dalam memproses kehilangan. Menurut Ratriana, sikap membandingkan justru dapat membuat orang yang berduka merasa tidak dipahami, bahkan merasa perasaan dan pengalamannya diabaikan. Oleh karena itu, bentuk dukungan terbaik adalah dengan hadir secara empatik, tidak menghakimi, serta memberikan ruang dan waktu agar proses penyembuhan emosional dapat berjalan secara perlahan.

Lifestyle
| Selasa, 27 Januari 2026
Foto:  Psikolog Ungkap Pertanyaan yang Sebaiknya Dihindari saat Berhadapan dengan Orang Berduka | Pifa Net

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Memanaskan Ulang Sejumlah Jenis Makanan

PIFA, Lifestyle - Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan masyarakat agar tidak memanaskan ulang sejumlah jenis makanan karena berisiko merusak kandungan zat gizi dan memicu terbentuknya senyawa berbahaya bagi kesehatan. “Kalau makanan itu sebelumnya telah diolah dengan suhu yang tinggi, itu sudah tidak bisa dipanaskan ulang karena akan makin terjadi pengurangan zat gizi, kerusakan zat gizi, dan juga pembentukan zat-zat baru, misalnya zat yang bersifat karsinogenik atau tingkat lemaknya menjadi sangat jenuh,” kata Rita kepada ANTARA di Jakarta, Kamis. Rita menjelaskan, menghangatkan makanan sebenarnya tidak merusak zat gizi. Kerusakan gizi justru terjadi ketika makanan dipanaskan kembali hingga mencapai titik didih dalam waktu yang lama atau melalui proses pengolahan suhu tinggi seperti menggoreng ulang. Menurutnya, proses menggoreng ulang dapat menyebabkan penurunan kualitas zat gizi serta pembentukan senyawa lain yang berisiko bagi kesehatan. Pengolahan dengan suhu tinggi yang perlu diwaspadai terutama pada makanan yang digoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak atau metode deep frying, terlebih jika minyak dipakai berulang kali. “Kalau hanya dihangatkan sampai suhu 60 derajat, itu sama sekali tidak merusak atau kalaupun dipanaskan sampai titik didih itu tidak dalam waktu yang lama. Kalau makanan digoreng kedua kali, itu sudah berisiko untuk kehilangan zat gizi,” tutur Ketua Pengurus Pusat Indonesian Sport Nutritionist Association (PP ISNA) periode 2019–2024 itu. Ia juga menambahkan, makanan yang dibakar sebaiknya tidak dipanaskan ulang karena sejak awal sudah terpapar panas tinggi. Hal yang sama berlaku pada panganan olahan yang telah digoreng. “Pangan olahan karena pangan olahan itu kan prosesnya panjang seperti misalnya sosis, kornet, atau daging olahan, itu juga tidak disarankan untuk dipanaskan ulang,” ujarnya. Selain itu, Rita mengingatkan agar seluruh makanan yang mengandung nitrat tidak dipanaskan berulang. Nitrat yang dipanaskan dapat berubah menjadi nitrit yang berbahaya bagi kesehatan. “Nitrat jika dipanaskan bisa berubah menjadi nitrit itu bersifat sangat jelek untuk pembuluh darah dan bersifat karsinogenik. Contohnya bayam, kale, atau sayuran hijau pada umumnya. Pada kentang juga tinggi nitratnya,” imbuhnya. Lebih lanjut, Rita menjelaskan bahwa makanan berprotein tinggi masih relatif aman dipanaskan ulang selama sebelumnya diolah dengan suhu rendah, seperti direbus, ditumis, atau dioseng. Sebaliknya, makanan berprotein hewani yang sudah digoreng, seperti telur ceplok, sebaiknya tidak dipanaskan kembali. “Tapi kalau misalnya telurnya cuma orak-arik dengan suhu kecil, nah kalau dipanaskan sebentar orak-arik itu tidak ada masalah. Atau telur rebus dihangatkan sebentar telurnya juga itu tidak masalah,” ujar Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan tersebut.

Lifestyle
| Jumat, 23 Januari 2026
Foto: Ahli Gizi Ingatkan Risiko Memanaskan Ulang Sejumlah Jenis Makanan | Pifa Net

Dokter UI: Vitamin C dan Zinc Cukup Jaga Daya Tahan Tubuh Selama Puasa Ramadhan

PIFA, Lifestyle - Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, mengatakan suplemen yang mengandung vitamin C dan zinc baik dikonsumsi selama bulan puasa Ramadhan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. “Untuk pertahanan tubuh, mencegah infeksi dan sebagainya, biasanya vitamin C dan yang banyak mengandung zinc juga itu sebetulnya sudah cukup,” kata Irwan dalam diskusi kesehatan bersama Halodoc di Jakarta, Rabu. Irwan menjelaskan, bulan puasa Ramadhan yang akan datang diperkirakan masih berada dalam periode musim hujan. Kondisi tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, karena suhu udara yang lebih sejuk dapat mengurangi risiko dehidrasi. Menurutnya, cuaca hujan dan suhu yang lebih dingin juga berpotensi menurunkan risiko gangguan kesehatan seperti vertigo atau pusing berputar secara tiba-tiba, yang kerap dialami sebagian orang selama menjalankan puasa. “Kalau di bulan puasanya itu musim hujan, itu memang lebih enak katanya, lebih tidak panas, tidak terlalu dehidrasi, tidak keluar keringat terlalu banyak. Sehingga tadi yang hidrasi terkait dengan vertigo dan lain sebagainya itu mungkin bisa reduksi,” ujar Board of Medical Excellence Halodoc tersebut. Selain menjaga daya tahan tubuh, Irwan menyebut bulan puasa juga menjadi waktu bagi sel-sel tubuh untuk melakukan proses “self cleaning” atau pembersihan dari racun yang mungkin menumpuk selama sekitar 12 bulan terakhir. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan saat Ramadhan, khususnya dengan membatasi konsumsi makanan manis saat berbuka puasa. Asupan gula berlebihan, kata dia, dapat memicu peradangan, meningkatkan risiko lonjakan gula darah, hingga menimbulkan berbagai penyakit kronis dan masalah kesehatan kulit seperti jerawat. Irwan menekankan bahwa gula tidak hanya berasal dari makanan atau minuman manis, tetapi juga dari makanan pokok seperti nasi yang dikonsumsi sehari-hari. Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih makanan dan mengatur pola pikir terkait konsumsi rasa manis. “Itu sebenarnya rasanya cuma yang di mulut aja. Lewat dari leher sini udah nggak ada rasanya. Rasanya enaknya cuma di sini (di mulut). Jadi itu yang mungkin dicamkan di kita bahwa sebetulnya apa yang kita makan itu hanya untuk cukup saja, jangan terlalu berlebihan,” tutup Irwan.

Lifestyle
| Kamis, 22 Januari 2026
Foto: Dokter UI: Vitamin C dan Zinc Cukup Jaga Daya Tahan Tubuh Selama Puasa Ramadhan | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Lifestyle

Foto: Mengenal Sosok Maxwell, Peserta Class of Champions yang Tengah Viral di Medsos | Pifa Net

Mengenal Sosok Maxwell, Peserta Class of Champions yang Tengah Viral di Medsos

PIFA, Lifestyle - Maxwell Salvador, peserta ajang kompetisi Clash of Champions yang diselenggarakan oleh Ruangguru tengah viral di media sosial. Bukan hanya karena prestasinya, wajahnya yang dinilai menawan membuat Maxwell menjadi perhatian publik terutama dikalangan remaja perempuan. Pria bernama lengkap Maxwell Salvador Surya Atmaja ini adalah mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR). Maxwell merupakan mahasiswa berprestasi dari jurusan Kedokteran dengan GPA/IPK 3,87/4,0. Seperti yang diketahui, jurusan Kedokteran adalah salah satu jurusan yang sulit ditembus dan sangat menantang untuk dijalani. Pria yang kini berumur 21 tahun ini pernah menempuh pendidikan Sekolah Dasar di Xaverius Elementary School pada tahun 2009. Setelah lulus SD, ia melanjutkan di Angelus Custos 1. Kecintaannya pada organisasi sudah terlihat sejak SMP dengan mengikuti Tutor of Student Orientation dan Committee of Debate. Maxwell lulus SMP dengan nilai 366,5. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan di SMAK St. Louis 1 Surabaya. Sejak duduk di bangku sekolah, Maxwell telah meraih banyak prestasi baik nasional maupum Internasional. Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi UNAIR 2024. Selain itu, Maxwell juga berhasil menyabet juara pertama dalam ajang Asian Medical Students Conference (AMSC) di Taiwan pada 2023 untuk kategori Scientific Paper. Maxwell memiliki berbagai pengalaman kerja dan organisasi, terutama di bidang penelitian dan akademik. Salah satunya yakni pernah menjabat sebagai ketua, tim riset dan staf di Forum Ilmiah dan Studi Mahasiswa (Forisma) FK UNAIR. Di sisi lain, Maxwell sendiri cukup dikenal sebagai sosok yang medok dan lucu. Selain medok, alumni SMA St. Louis 1 Surabaya ini ternyata gampang ngantuk. Saat ini sosok Maxwell Salvador menjadi peserta Clash of Champions yang banyak disebut dalam platform X. Ia juga sempat menempati trending topic selama berhari-hari dan viral di TikTok. Namun sayang, dalam ajang tersebut ia harus tersingkir pada episode 4.

Jakarta
| Sabtu, 13 Juli 2024

Lifestyle

Foto: 7 Rekomendasi Makanan dan Minuman untuk Atasi Nyeri Selama Menstruasi | Pifa Net

7 Rekomendasi Makanan dan Minuman untuk Atasi Nyeri Selama Menstruasi

PIFA, Lifestyle - Setiap bulan, banyak wanita menghadapi tantangan fisik dan emosional yang datang bersamaan dengan siklus menstruasi. Perubahan suasana hati, rasa kembung, dan kram perut seringkali menjadi bagian dari pengalaman ini. Meskipun gejala-gejala ini umum terjadi, ada cara-cara untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan selama menstruasi. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pola makan. Beberapa makanan tertentu memiliki manfaat khusus dalam meredakan gejala-gejala ini. Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya ditambahkan ke dalam pola diet Anda untuk membantu merasa lebih baik dan tetap energik selama menstruasi. 1. Jeruk: Jeruk tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Jeruk direkomendasikan oleh Ayurveda untuk manfaat kesehatan secara keseluruhan. Kandungan dalam jeruk dapat membantu meningkatkan metabolisme dan menjaga kadar gula darah. Ini berarti dapat membantu mengatasi perubahan suasana hati dan menjaga energi tubuh tetap stabil. 2. Pisang: Pisang adalah sumber vitamin B6 yang kaya. Vitamin B6 dikenal dapat membantu mengurangi perubahan suasana hati yang sering terjadi selama menstruasi. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengurangi rasa kembung dan mengatur pergerakan usus karena kandungan seratnya. 3. Kurma: Kurma adalah sumber alami zat besi, yang sangat penting terutama selama menstruasi untuk menghindari potensi kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Selain itu, kurma juga mengandung serat dan gula alami yang memberikan energi secara bertahap. 4. Kenari: Kacang kenari kaya akan asam lemak omega-3, yang memiliki sifat anti-inflamasi. Ini membantu mengurangi kram dan ketidaknyamanan yang sering dirasakan selama menstruasi. Kandungan protein, serat, dan magnesium dalam kenari juga memberikan nutrisi penting bagi tubuh. 5. Jahe: Jahe adalah bahan alami yang memiliki sifat anti-inflamasi dan pereda nyeri. Konsumsi jahe dapat membantu meredakan kram menstruasi dan mengurangi rasa sakit. Selain itu, jahe juga dapat membantu pencernaan dan mengurangi rasa mual yang mungkin dialami selama menstruasi. 6. Teh Herbal: Teh herbal seperti kamomil, peppermint, dan daun raspberry memiliki efek menenangkan pada tubuh. Kamomil dan peppermint dapat membantu mengendurkan otot dan meredakan rasa sakit. Teh daun raspberry diyakini memiliki manfaat khusus untuk mendukung kesehatan reproduksi dan mengencangkan rahim. 7. Amla atau Gooseberry India: Buah amla kaya akan vitamin C, yang mendukung penyerapan zat besi dari sumber nabati. Ini membantu mencegah potensi kekurangan zat besi selama menstruasi. Selain itu, vitamin C juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan memasukkan makanan-makanan ini ke dalam pola makan Anda selama menstruasi, Anda dapat membantu meredakan gejala yang seringkali mengganggu. Namun, setiap individu memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap makanan, jadi penting untuk mengamati bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap perubahan pola makan dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus atau kekhawatiran yang lebih serius mengenai gejala menstruasi Anda. (ad)

Indonesia
| Kamis, 31 Agustus 2023

Lifestyle

Foto: Viral Kisah Wanita Muda di Tangerang Alami Stroke, Begini Awal Mulanya | Pifa Net

Viral Kisah Wanita Muda di Tangerang Alami Stroke, Begini Awal Mulanya

PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Elsa Rajianti (29) mengalami stroke di usia yang masih relatif muda tanpa keluhan gejala signifikan sebelumnya. Tiga hari sebelum serangan, ia merasakan pusing hebat hingga akhirnya dilarikan ke IGD dan menjalani perawatan intensif.Setelah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, keesokan harinya ia kembali mengalami serangan stroke dan harus dirawat selama empat hari.Elsa mengungkapkan bahwa gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu stroke yang dialaminya. Kurang olahraga, pola tidur tidak teratur, serta sering mengonsumsi makanan cepat saji berkontribusi terhadap kondisi kesehatannya. Kebiasaan tersebut menyebabkan ia memiliki riwayat kolesterol tinggi dan tekanan darah yang tidak stabil.Saat pertama terkena stroke, sebagian tubuhnya sempat tidak bisa digerakkan. Kini, Elsa masih menjalani fisioterapi untuk pemulihan. “Sekarang bicara masih lambat, seperti orang lemot. Awalnya tangan kiri dan kaki kiri tidak bisa digerakkan, tetapi sekarang sudah mulai membaik,” ujarnya.Elsa berpesan agar masyarakat lebih menjaga pola hidup sehat dengan menghindari makanan instan, tinggi gula, garam, serta lemak jenuh, demi mencegah risiko stroke dan penyakit lainnya.

Tangerang
| Sabtu, 8 Februari 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5