Lifestyle
Waspadai Efek Samping, Ini Batas Aman Konsumsi Kurma Saat Ramadan
PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Kurma menjadi salah satu buah yang paling dicari selama bulan Ramadan. Selain rasanya yang manis dan kaya nutrisi, kurma juga menjadi makanan sunnah saat berbuka puasa. Namun, konsumsi kurma berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan.Mengutip Healthline, sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat, sementara sisanya berasal dari protein. Selain itu, kurma juga mengandung vitamin dan mineral seperti kalium, magnesium, zat besi, serta vitamin B6, yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, karena berbentuk buah kering, kurma memiliki kadar kalori lebih tinggi dibandingkan buah segar lainnya.Efek Samping Makan Kurma BerlebihanMeski bernutrisi, mengonsumsi kurma secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan. Berikut beberapa efek samping yang perlu diwaspadai:Masalah PencernaanBeberapa jenis kurma mengandung sulfit, senyawa kimia yang digunakan sebagai pengawet. Bagi orang yang sensitif terhadap sulfit, konsumsi kurma berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, kembung, dan diare. Selain itu, kandungan serat yang tinggi dalam kurma juga bisa memicu sembelit jika dikonsumsi secara berlebihan.Ruam KulitTambahan sulfit dan kemungkinan adanya jamur pada buah kering seperti kurma dapat memicu reaksi alergi berupa ruam kulit pada beberapa orang.Berat Badan NaikKurma memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Satu gram kurma mengandung sekitar 2,8 kalori, sehingga konsumsi berlebih dapat berisiko menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak terduga.HiperkalemiaKurma dikenal sebagai salah satu sumber kalium yang baik. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, kadar kalium dalam darah bisa meningkat secara signifikan, yang berisiko menyebabkan hiperkalemia. Kondisi ini dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi penderita gangguan jantung dan ginjal.Intoleransi FruktosaKurma mengandung fruktosa yang cukup tinggi, yakni sekitar satu sendok teh per buah. Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan mencerna fruktosa, yang bisa menyebabkan sakit perut akibat fermentasi gula oleh bakteri di usus.Masalah GigiTekstur kurma yang lengket dapat menempel pada gigi dan menyebabkan penumpukan plak, yang berisiko memicu gigi berlubang jika tidak segera dibersihkan.Gangguan GinjalTingginya kandungan potasium dalam kurma dapat menjadi masalah bagi penderita gangguan ginjal, karena ginjal yang lemah sulit mengatur kadar potasium dalam darah.MigrainKurma mengandung tiramin, senyawa yang diketahui dapat memicu migrain dan sakit kepala pada beberapa orang yang sensitif terhadap zat ini.Batas Konsumsi Kurma Per HariAgar tetap mendapatkan manfaat tanpa mengalami efek samping, jumlah konsumsi kurma perlu dibatasi. Mengutip Medicine Net, batas konsumsi kurma yang disarankan per hari adalah 100 gram atau sekitar tiga buah kurma berukuran sedang.Dengan mengonsumsi kurma dalam jumlah yang wajar, manfaatnya bagi kesehatan tetap bisa didapatkan tanpa risiko efek samping yang merugikan.
Indonesia
| Sabtu, 15 Maret 2025

Trending
5 Prediksi Tren Diet 2025 yang Bisa Kamu Coba, Ada dengan Bantuan AI
Indonesia
| Senin, 6 Januari 2025

Isu Kasus Cacar Monyet di Sintang, Kenali Ciri-ciri dan Pencegahannya
Sintang
| Rabu, 4 Desember 2024

Tips Lolos CPNS 2023: Persiapan Terbaik Sukses Jadi Abdi Negara
Indonesia
| Selasa, 13 Juni 2023

Dokter Ortopedi: Aktif Bergerak dan Nutrisi Tepat Kunci Cegah Penurunan Massa Tulang dan Otot di Usia Tua
Lifestyle
| Kamis, 14 Agustus 2025

Mudah Disajikan, Ini Jumlah Aman Konsumsi Telur dalam Satu Hari agar Tak Kolesterol
Indonesia
| Selasa, 24 Oktober 2023

Fenomena Aphelion 2025: Ketika Bumi Berada di Titik Terjauhnya dari Matahari
Lifestyle
| Selasa, 8 Juli 2025

Ini Resep Anti Gagal Bikin Nastar Lebaran untuk Pemula
Indonesia
| Selasa, 25 Maret 2025

No Kaleng-Kaleng! GEAR ULTIMA Buktikan Kehebatan di Jalan Perkotaan dan Pegunungan Jawa Tengah
Indonesia
| Sabtu, 12 April 2025

Manfaat Bangun Pagi: Minim Stres hingga Hari-hari yang Makin Produktif!
Indonesia
| Jumat, 16 Juni 2023

Berita Terbaru
Lifestyle

5 Film Baru Tayang di Bioskop Akhir Pekan, dari Animasi hingga Horor
PIFA, Lifestyle - Akhir pekan ini bioskop diramaikan dengan sejumlah film baru dari berbagai genre, mulai dari animasi petualangan, horor, hingga drama romantis yang emosional. Beberapa judul yang menarik perhatian di antaranya Hoppers, Iron Lung, Once We Were Us, Setan Alas, dan The Bride!. Berikut rekomendasi serta sinopsis film yang tayang di bioskop akhir pekan ini. Hoppers Film animasi Hoppers mengisahkan Mabel, seorang mahasiswa pecinta hewan yang mencoba teknologi baru bernama Hopping, alat yang dapat memindahkan kesadaran manusia ke robot berbentuk hewan. Melalui teknologi tersebut, Mabel memindahkan pikirannya ke robot berang-berang sehingga bisa berkomunikasi langsung dengan para satwa. Dalam petualangannya, ia bertemu berbagai hewan dengan karakter unik dan mulai memahami kehidupan mereka yang jauh lebih kompleks. Bersama teman-teman barunya, Mabel memimpin perlawanan untuk menghentikan proyek perusakan habitat yang dilakukan oleh Wali Kota Jerry Generazzo. Film ini tayang dengan klasifikasi rating SU (Semua Umur). Setan Alas Film horor Indonesia Setan Alas menceritakan sekelompok mahasiswa yang menghabiskan liburan akhir pekan di sebuah vila terpencil. Awalnya perjalanan mereka berlangsung menyenangkan, tetapi keanehan mulai muncul di sekitar tempat tersebut. Teror kekuatan tak kasatmata perlahan menghantui para mahasiswa. Saat mencoba melarikan diri dari hutan untuk mencari pertolongan, mereka menyadari bahwa jalan keluar telah tertutup secara supernatural. Film ini tayang dengan klasifikasi D17+ (Dewasa). Iron Lung Film sci-fi horor Iron Lung berlatar masa depan pasca-apokaliptik setelah peristiwa misterius bernama The Quiet Rapture menghilangkan bintang dan planet layak huni di alam semesta. Sisa umat manusia bertahan hidup di stasiun dan pesawat luar angkasa yang mengorbit sebuah bulan terpencil. Di tengah kondisi tersebut, sebuah kapal selam kecil bernama Iron Lung dikirim untuk menjelajahi lautan darah misterius. Misi berbahaya itu dijalankan oleh seorang narapidana bernama Simon yang diperankan Mark Fischbach. Ia dikurung di dalam kapal selam dan harus menjalankan misi sendirian dengan pandangan yang sangat terbatas. Film ini memiliki klasifikasi R13+ (Remaja). Once We Were Us Drama romantis Once We Were Us mengisahkan pertemuan pertama Lee Eun-ho yang diperankan Koo Kyo-hwan dengan Han Jeong-won yang dimainkan Moon Ga-young. Eun-ho terpikat pada Jeong-won saat melihatnya di terminal bus dan mengabadikan sosoknya dalam sebuah lukisan. Ketika perjalanan mereka tertunda akibat tanah longsor, waktu yang mereka habiskan bersama menumbuhkan perasaan cinta. Hubungan itu sempat membawa mereka hidup bersama, namun tekanan hidup dan perbedaan pandangan membuat keduanya berpisah. Sepuluh tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan secara tak terduga dalam penerbangan yang tertunda, memunculkan kenangan dan perasaan lama yang belum selesai. Film ini memiliki klasifikasi D17+. The Bride! Film The Bride! menghadirkan kisah romansa gotik yang terinspirasi dari legenda Frankenstein. Cerita berlatar Chicago pada 1930-an ketika monster Frankenstein merasa kesepian setelah dihidupkan kembali. Ia kemudian meminta seorang ilmuwan untuk menciptakan pendamping baginya. Seorang perempuan yang telah dibunuh dihidupkan kembali dan dikenal sebagai The Bride. Namun kehadiran sosok tersebut justru memicu berbagai kekacauan dan konflik yang tak terduga. Film ini tayang di bioskop dengan klasifikasi D17+ (Dewasa).
Lifestyle
| Jumat, 13 Maret 2026
Lifestyle

Sinopsis Spectre, Film James Bond di Blockbuster Sahur Movies Trans TV
PIFA, Lifestyle - Program Blockbuster Sahur Movies di Trans TV pada Sabtu, 7 Maret 2026 akan menayangkan film Spectre (2015) pada pukul 02.00 WIB. Film ini dibintangi oleh Daniel Craig, Léa Seydoux, dan Christoph Waltz. Film ini merupakan penampilan keempat Daniel Craig sebagai agen rahasia legendaris James Bond setelah Casino Royale (2006), Quantum of Solace (2008), dan Skyfall (2012). Sinopsis Spectre Kisah film dimulai saat perayaan Hari Orang Mati di Mexico City, Meksiko. James Bond terlihat mengenakan topeng tengkorak dan menyusuri keramaian festival bersama seorang wanita. Situasi berubah ketika Bond diam-diam meninggalkan kerumunan, keluar melalui jendela dan berjalan di atap gedung untuk membidik targetnya. Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus sehingga ia harus mengejar musuhnya. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga pertarungan berbahaya menggunakan helikopter di udara. Aksi nekat tersebut kemudian diketahui oleh bos baru MI6, M, yang menggantikan pimpinan sebelumnya yang tewas dalam peristiwa di film Skyfall. Ia memperingatkan Bond agar menghentikan operasi yang dilakukan secara sepihak. Saat itu, lembaga intelijen MI6 sedang digabungkan dengan MI5 untuk membentuk sistem keamanan nasional baru. Bahkan muncul rencana untuk memensiunkan agen 007. Namun Bond tetap melanjutkan penyelidikannya secara diam-diam dengan bantuan Miss Moneypenny. Ternyata ia sedang menjalankan misi rahasia yang diberikan oleh mantan M sebelum meninggal dunia. Misi tersebut membawanya menyelidiki seorang tokoh misterius yang kemudian mengarahkan Bond ke organisasi rahasia bernama Spectre. Dalam penyelidikan itu, Bond bertemu dengan seorang psikiater bernama Madeleine Swann yang memiliki informasi penting tentang lokasi yang dapat mengarah ke markas pemimpin Spectre, Ernst Stavro Blofeld (Oberhauser). Perjalanan mereka menuju markas di gurun Sahara tidak mudah. Bond dan Swann sempat disergap oleh pembunuh bayaran bernama Mr. Hinx sebelum akhirnya berhasil mengalahkannya. Sesampainya di markas, Bond menghadapi Oberhauser yang mengungkap bahwa organisasi Spectre memiliki keterlibatan besar dalam berbagai operasi intelijen global, termasuk program pengawasan bernama Nine Eyes. Rahasia tersebut mengungkap jaringan konspirasi besar yang dapat memberi Spectre akses luas terhadap data intelijen dunia. Bagi penggemar film aksi spionase, Spectre menawarkan rangkaian aksi spektakuler khas James Bond yang penuh ketegangan dan misteri. Jangan lewatkan penayangannya di Blockbuster Sahur Movies Trans TV pukul 02.00 WIB.
Lifestyle
| Sabtu, 7 Maret 2026
Lifestyle

Psikolog: Anak yang Dibedakan Orang Tua Perlu Bangun Kesadaran Diri Saat Dewasa
PIFA, Lifestyle - Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Amalia Indah Permata, M.Psi., Psikolog, menyarankan individu yang merasa mengalami perlakuan berbeda dari orang tua pada masa kecil untuk membangun kesadaran diri dan memahami dampaknya terhadap kondisi psikologis saat dewasa. “Jika ketika kecil mengalami pengalaman beda perlakuan oleh orang tua, maka sadari dulu bagaimana hal tersebut memengaruhi dinamika diri saat ini. Kesadaran diri adalah kunci,” kata Amalia kepada ANTARA, Rabu (11/2). Menurut Amalia, pengalaman dibedakan dalam keluarga dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri serta membangun relasi dengan orang lain. Karena itu, dampaknya perlu dikenali terlebih dahulu sebelum mulai diperbaiki. Isu mengenai perlakuan berbeda dalam keluarga kembali ramai dibicarakan setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, mencuat. Peristiwa tersebut memicu diskusi warganet tentang pengalaman menjadi anak tengah dalam keluarga. Pelaku diduga merupakan anak tengah yang selama ini merasakan perlakuan berbeda dari keluarganya. Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menilai, setelah seseorang memahami dampak perlakuan masa kecil terhadap dirinya, langkah selanjutnya adalah mulai memperbaiki hal-hal yang mengganggu kehidupan saat ini. Ia juga menekankan pentingnya penerimaan terhadap pengalaman masa lalu dilakukan secara bertahap. “Terimalah masa lalu dan pengalaman tersebut secara perlahan. Tidak harus terburu buru memaafkan semuanya. Masa lalu berada di luar kendali kita dan tidak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah persepsi kita terhadap pengalaman tersebut,” ujarnya. Selain itu, Amalia menyarankan individu untuk mempertimbangkan bantuan profesional apabila upaya mandiri belum cukup dan beban emosional masih dirasakan kuat. “Jika sudah berusaha namun masih terasa sulit, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional,” katanya.
Jakarta
| Kamis, 12 Februari 2026
Berita Populer
Lifestyle

Waspadai Efek Samping, Ini Batas Aman Konsumsi Kurma Saat Ramadan
PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Kurma menjadi salah satu buah yang paling dicari selama bulan Ramadan. Selain rasanya yang manis dan kaya nutrisi, kurma juga menjadi makanan sunnah saat berbuka puasa. Namun, konsumsi kurma berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan.Mengutip Healthline, sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat, sementara sisanya berasal dari protein. Selain itu, kurma juga mengandung vitamin dan mineral seperti kalium, magnesium, zat besi, serta vitamin B6, yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, karena berbentuk buah kering, kurma memiliki kadar kalori lebih tinggi dibandingkan buah segar lainnya.Efek Samping Makan Kurma BerlebihanMeski bernutrisi, mengonsumsi kurma secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan. Berikut beberapa efek samping yang perlu diwaspadai:Masalah PencernaanBeberapa jenis kurma mengandung sulfit, senyawa kimia yang digunakan sebagai pengawet. Bagi orang yang sensitif terhadap sulfit, konsumsi kurma berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, kembung, dan diare. Selain itu, kandungan serat yang tinggi dalam kurma juga bisa memicu sembelit jika dikonsumsi secara berlebihan.Ruam KulitTambahan sulfit dan kemungkinan adanya jamur pada buah kering seperti kurma dapat memicu reaksi alergi berupa ruam kulit pada beberapa orang.Berat Badan NaikKurma memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Satu gram kurma mengandung sekitar 2,8 kalori, sehingga konsumsi berlebih dapat berisiko menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak terduga.HiperkalemiaKurma dikenal sebagai salah satu sumber kalium yang baik. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, kadar kalium dalam darah bisa meningkat secara signifikan, yang berisiko menyebabkan hiperkalemia. Kondisi ini dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi penderita gangguan jantung dan ginjal.Intoleransi FruktosaKurma mengandung fruktosa yang cukup tinggi, yakni sekitar satu sendok teh per buah. Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan mencerna fruktosa, yang bisa menyebabkan sakit perut akibat fermentasi gula oleh bakteri di usus.Masalah GigiTekstur kurma yang lengket dapat menempel pada gigi dan menyebabkan penumpukan plak, yang berisiko memicu gigi berlubang jika tidak segera dibersihkan.Gangguan GinjalTingginya kandungan potasium dalam kurma dapat menjadi masalah bagi penderita gangguan ginjal, karena ginjal yang lemah sulit mengatur kadar potasium dalam darah.MigrainKurma mengandung tiramin, senyawa yang diketahui dapat memicu migrain dan sakit kepala pada beberapa orang yang sensitif terhadap zat ini.Batas Konsumsi Kurma Per HariAgar tetap mendapatkan manfaat tanpa mengalami efek samping, jumlah konsumsi kurma perlu dibatasi. Mengutip Medicine Net, batas konsumsi kurma yang disarankan per hari adalah 100 gram atau sekitar tiga buah kurma berukuran sedang.Dengan mengonsumsi kurma dalam jumlah yang wajar, manfaatnya bagi kesehatan tetap bisa didapatkan tanpa risiko efek samping yang merugikan.
Indonesia
| Sabtu, 15 Maret 2025
Lifestyle

5 Prediksi Tren Diet 2025 yang Bisa Kamu Coba, Ada dengan Bantuan AI
PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Setiap pergantian tahun berbagai tren akan bermunculan, seperti tren fesyen, warna, hingga kesehatan termasuk diet. Tren diet menjadi semakin berkembang, dengan adanya penelitian dan kemajuan teknologi yang baru.Jika menurunkan berat badan menjadi salah satu resolusi tahun baru 2025, berikut ini ada 5 prediksi tren diet yang bisa kamu coba.1. Inovasi Intermittent FastingIntermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode penurunan berat badan yang paling efektif. Metode ini juga populer di tahun 2024 dan banyak yang berhasil melakukannya. Pada tahun 2025, metode IF akan menggabungkan puasa dengan metode lain, misalnya makan dengan batasan waktu yang dikombinasikan dengan praktik makan penuh kesadaran (mindful eating).2. Inovasi Diet MediteraniaDiet Mediterania tampaknya menjadi tren diet yang populer sepanjang masa begitupun di tahun 2025. Diet ini berfokus pada makanan utuh, lemak sehat, protein rendah lemak, dan makan banyak buah juga sayur. Diet ini bisa dilakukan bagi orang yang ingin menurunkan berat badan dan menyehatkan jantung.3. Diet Keto BerkelanjutanPada tahun 2025, diet keto mungkin akan menjadi berkelanjutan, menekankan lemak yang lebih sehat, sayuran yang padat nutrisi, dan protein yang rendah lemak. Diet keto berkelanjutan kemungkinan akan berfokus pada real food dan menawarkan fleksibilitas yang lebih besar disamping ketosis pembakaran lemak.4. Plant-Based Diet dengan Tambahan ProteinPada tahun 2025, Plant-Based Diet semakin banyak diminati, namun diet ini memiliki tantangan yaitu memastikan asupan protein yang cukup terutama bagi mereka yang memiliki kegiatan aktif. 5. Diet dengan Bantuan AITahun 2025, aplikasi berbasis AI diharapkan bisa mendampingi program diet seseorang dengan menyesuaikan pola makan, memberikan rekomendasi pilihan dan porsi makan, atau bahan menghitung kalori yang dibutuhkan seseorang.
Indonesia
| Senin, 6 Januari 2025
Lifestyle

Isu Kasus Cacar Monyet di Sintang, Kenali Ciri-ciri dan Pencegahannya
PIFA, Lifestyle - Masyarakat kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dihebohkan dengan seorang warga berinisal B mengalami bintil-bintil di sekujur tubuh dan diduga menderita cacar monyet. Pemuda tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M DJoen Sintang.Namun, Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Ridwan Tony Hasiholan Pane membantah isu yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa rumah sakit merawat pasien cacar monyet tersebut.Cacar monyet adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh virus yang dituarkan melalui binatang (zoonosis). Penyebab cacar monyet ialah sebuah virus bernama monkeypox. Seperti namanya, monyet mrupakan inang utama dari virus ini.Cacar Monyet menjadi perhatian global dan telah dinyatakan sebagai darurat kesehatan global oleh WHO. Informasi mengenai penyakit ini begitu penting, mengingat sudah mulai ada kasus akibat virus cacar monyet di dalam negeri. Hal ini menandakan perlunya kewaspadaan tinggi di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.Apabila terkena virus, gejala pertama akan terlihat dalam rentang waktu 6 - 16 hari setelah paparan tersebut. Masa inkubasinya bisa berlangsung antara 6 - 13 hari, atau dalam waktu lebih lama, yaitu sekitar 5 - 21 hari. Meskipun belum memperlihatkan gejala langsung, sesorang yang terpapar masih tetap dapat menularkan monkeypox kepada individu lainnya.Gejala atau ciri-ciri monkeypox ini adalah:Demam. Kondisi ini merupakan tanda awal yang menunjukkan seseorang terinfeksi monkeypox. Gejala ini biasanya datang sejak hari pertama hingga lima hari seusai terkena virus.Sakit kepala parah. Selama demam, penderitanya juga akan merasakan sakit kepala tidak tertahankan.Lemas. Merupakan salah satu ciri umum yang mengindikasikan seseorang terkena infeksi.Membengkaknya kelenjar getah bening. Gejala ini menunjukkan perbedaan cacar monyet dan cacar air. Dapat terjadi pada bagian leher, selangkangan, maupun ketiak.Ruam. Penderita mengalaminya hingga selama 3 minggu di dekat anus, kelamin, mulut, wajah, serta dekat mata. Pada 24 jam awal terlihat seperti bercak, lesi, maupun bintik kemerahan.Kemudian setelah 4 hari, akan beralih menjadi bintik berisi nanah dan cairan. Setelah enam hari, ruam mengering dan berubah jadi keropeng sekitar hari kesepuluh.Kelelahan. Fisik penderita dapat mengalami kelelahan, sehingga sulit beraktivitas.Nyeri otot dan punggung, termasuk ke dalam gejala sampingan.Gangguan pernapasan. Beberapa penderita mengalami hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan batuk.Tindakan PencegahanSebagai langkah menghindari resiko terpapar, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan yaitu:Menghindari melakukan interaksi terhadap hewan dengan potensi sebagai penyebar virus. Pencegahan kontak ini juga meliputi hewan mati maupun sakit di wilayah terjadinya cacar monyet.Menghindari interaksi terhadap benda yang pernah berkontak dengan hewan yang sakit.Memisahkan orang yang berrisiko tinggi terkena infeksi dengan pasien.Mencuci tangan dengan benar setelah berkontak dengan hewan sakit maupun pasien.Memakai APD ketika merawat orang yang terpapar.Melakukan proses memasak daging dengan tepat.Meskipun sifat cacar monyet merupakan self-limiting disease atau bisa sembuh sendiri, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter apabila merasakan gejala-gejala seperti pembahasan di atas. Apalagi jika baru saja bepergian keluar negeri atau wilayah yang terpapar. (ly)
Sintang
| Rabu, 4 Desember 2024
Feeds
5 Film Baru Tayang di Bioskop Akhir Pekan, dari Animasi hingga Horor
PIFA, Lifestyle - Akhir pekan ini bioskop diramaikan dengan sejumlah film baru dari berbagai genre, mulai dari animasi petualangan, horor, hingga drama romantis yang emosional. Beberapa judul yang menarik perhatian di antaranya Hoppers, Iron Lung, Once We Were Us, Setan Alas, dan The Bride!. Berikut rekomendasi serta sinopsis film yang tayang di bioskop akhir pekan ini. Hoppers Film animasi Hoppers mengisahkan Mabel, seorang mahasiswa pecinta hewan yang mencoba teknologi baru bernama Hopping, alat yang dapat memindahkan kesadaran manusia ke robot berbentuk hewan. Melalui teknologi tersebut, Mabel memindahkan pikirannya ke robot berang-berang sehingga bisa berkomunikasi langsung dengan para satwa. Dalam petualangannya, ia bertemu berbagai hewan dengan karakter unik dan mulai memahami kehidupan mereka yang jauh lebih kompleks. Bersama teman-teman barunya, Mabel memimpin perlawanan untuk menghentikan proyek perusakan habitat yang dilakukan oleh Wali Kota Jerry Generazzo. Film ini tayang dengan klasifikasi rating SU (Semua Umur). Setan Alas Film horor Indonesia Setan Alas menceritakan sekelompok mahasiswa yang menghabiskan liburan akhir pekan di sebuah vila terpencil. Awalnya perjalanan mereka berlangsung menyenangkan, tetapi keanehan mulai muncul di sekitar tempat tersebut. Teror kekuatan tak kasatmata perlahan menghantui para mahasiswa. Saat mencoba melarikan diri dari hutan untuk mencari pertolongan, mereka menyadari bahwa jalan keluar telah tertutup secara supernatural. Film ini tayang dengan klasifikasi D17+ (Dewasa). Iron Lung Film sci-fi horor Iron Lung berlatar masa depan pasca-apokaliptik setelah peristiwa misterius bernama The Quiet Rapture menghilangkan bintang dan planet layak huni di alam semesta. Sisa umat manusia bertahan hidup di stasiun dan pesawat luar angkasa yang mengorbit sebuah bulan terpencil. Di tengah kondisi tersebut, sebuah kapal selam kecil bernama Iron Lung dikirim untuk menjelajahi lautan darah misterius. Misi berbahaya itu dijalankan oleh seorang narapidana bernama Simon yang diperankan Mark Fischbach. Ia dikurung di dalam kapal selam dan harus menjalankan misi sendirian dengan pandangan yang sangat terbatas. Film ini memiliki klasifikasi R13+ (Remaja). Once We Were Us Drama romantis Once We Were Us mengisahkan pertemuan pertama Lee Eun-ho yang diperankan Koo Kyo-hwan dengan Han Jeong-won yang dimainkan Moon Ga-young. Eun-ho terpikat pada Jeong-won saat melihatnya di terminal bus dan mengabadikan sosoknya dalam sebuah lukisan. Ketika perjalanan mereka tertunda akibat tanah longsor, waktu yang mereka habiskan bersama menumbuhkan perasaan cinta. Hubungan itu sempat membawa mereka hidup bersama, namun tekanan hidup dan perbedaan pandangan membuat keduanya berpisah. Sepuluh tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan secara tak terduga dalam penerbangan yang tertunda, memunculkan kenangan dan perasaan lama yang belum selesai. Film ini memiliki klasifikasi D17+. The Bride! Film The Bride! menghadirkan kisah romansa gotik yang terinspirasi dari legenda Frankenstein. Cerita berlatar Chicago pada 1930-an ketika monster Frankenstein merasa kesepian setelah dihidupkan kembali. Ia kemudian meminta seorang ilmuwan untuk menciptakan pendamping baginya. Seorang perempuan yang telah dibunuh dihidupkan kembali dan dikenal sebagai The Bride. Namun kehadiran sosok tersebut justru memicu berbagai kekacauan dan konflik yang tak terduga. Film ini tayang di bioskop dengan klasifikasi D17+ (Dewasa).
Lifestyle
| Jumat, 13 Maret 2026

Sinopsis Spectre, Film James Bond di Blockbuster Sahur Movies Trans TV
PIFA, Lifestyle - Program Blockbuster Sahur Movies di Trans TV pada Sabtu, 7 Maret 2026 akan menayangkan film Spectre (2015) pada pukul 02.00 WIB. Film ini dibintangi oleh Daniel Craig, Léa Seydoux, dan Christoph Waltz. Film ini merupakan penampilan keempat Daniel Craig sebagai agen rahasia legendaris James Bond setelah Casino Royale (2006), Quantum of Solace (2008), dan Skyfall (2012). Sinopsis Spectre Kisah film dimulai saat perayaan Hari Orang Mati di Mexico City, Meksiko. James Bond terlihat mengenakan topeng tengkorak dan menyusuri keramaian festival bersama seorang wanita. Situasi berubah ketika Bond diam-diam meninggalkan kerumunan, keluar melalui jendela dan berjalan di atap gedung untuk membidik targetnya. Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus sehingga ia harus mengejar musuhnya. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga pertarungan berbahaya menggunakan helikopter di udara. Aksi nekat tersebut kemudian diketahui oleh bos baru MI6, M, yang menggantikan pimpinan sebelumnya yang tewas dalam peristiwa di film Skyfall. Ia memperingatkan Bond agar menghentikan operasi yang dilakukan secara sepihak. Saat itu, lembaga intelijen MI6 sedang digabungkan dengan MI5 untuk membentuk sistem keamanan nasional baru. Bahkan muncul rencana untuk memensiunkan agen 007. Namun Bond tetap melanjutkan penyelidikannya secara diam-diam dengan bantuan Miss Moneypenny. Ternyata ia sedang menjalankan misi rahasia yang diberikan oleh mantan M sebelum meninggal dunia. Misi tersebut membawanya menyelidiki seorang tokoh misterius yang kemudian mengarahkan Bond ke organisasi rahasia bernama Spectre. Dalam penyelidikan itu, Bond bertemu dengan seorang psikiater bernama Madeleine Swann yang memiliki informasi penting tentang lokasi yang dapat mengarah ke markas pemimpin Spectre, Ernst Stavro Blofeld (Oberhauser). Perjalanan mereka menuju markas di gurun Sahara tidak mudah. Bond dan Swann sempat disergap oleh pembunuh bayaran bernama Mr. Hinx sebelum akhirnya berhasil mengalahkannya. Sesampainya di markas, Bond menghadapi Oberhauser yang mengungkap bahwa organisasi Spectre memiliki keterlibatan besar dalam berbagai operasi intelijen global, termasuk program pengawasan bernama Nine Eyes. Rahasia tersebut mengungkap jaringan konspirasi besar yang dapat memberi Spectre akses luas terhadap data intelijen dunia. Bagi penggemar film aksi spionase, Spectre menawarkan rangkaian aksi spektakuler khas James Bond yang penuh ketegangan dan misteri. Jangan lewatkan penayangannya di Blockbuster Sahur Movies Trans TV pukul 02.00 WIB.
Lifestyle
| Sabtu, 7 Maret 2026

Psikolog: Anak yang Dibedakan Orang Tua Perlu Bangun Kesadaran Diri Saat Dewasa
PIFA, Lifestyle - Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Amalia Indah Permata, M.Psi., Psikolog, menyarankan individu yang merasa mengalami perlakuan berbeda dari orang tua pada masa kecil untuk membangun kesadaran diri dan memahami dampaknya terhadap kondisi psikologis saat dewasa. “Jika ketika kecil mengalami pengalaman beda perlakuan oleh orang tua, maka sadari dulu bagaimana hal tersebut memengaruhi dinamika diri saat ini. Kesadaran diri adalah kunci,” kata Amalia kepada ANTARA, Rabu (11/2). Menurut Amalia, pengalaman dibedakan dalam keluarga dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri serta membangun relasi dengan orang lain. Karena itu, dampaknya perlu dikenali terlebih dahulu sebelum mulai diperbaiki. Isu mengenai perlakuan berbeda dalam keluarga kembali ramai dibicarakan setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, mencuat. Peristiwa tersebut memicu diskusi warganet tentang pengalaman menjadi anak tengah dalam keluarga. Pelaku diduga merupakan anak tengah yang selama ini merasakan perlakuan berbeda dari keluarganya. Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menilai, setelah seseorang memahami dampak perlakuan masa kecil terhadap dirinya, langkah selanjutnya adalah mulai memperbaiki hal-hal yang mengganggu kehidupan saat ini. Ia juga menekankan pentingnya penerimaan terhadap pengalaman masa lalu dilakukan secara bertahap. “Terimalah masa lalu dan pengalaman tersebut secara perlahan. Tidak harus terburu buru memaafkan semuanya. Masa lalu berada di luar kendali kita dan tidak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah persepsi kita terhadap pengalaman tersebut,” ujarnya. Selain itu, Amalia menyarankan individu untuk mempertimbangkan bantuan profesional apabila upaya mandiri belum cukup dan beban emosional masih dirasakan kuat. “Jika sudah berusaha namun masih terasa sulit, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional,” katanya.
Jakarta
| Kamis, 12 Februari 2026

Psikolog Tekankan Pendidikan Seks Sejak Dini untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak
PIFA, Lifestyle - Psikolog menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak agar mampu menjaga diri dan terhindar dari pelecehan maupun kekerasan seksual. Pendidikan tersebut dinilai dapat dilakukan sejak dini dengan cara yang sederhana dan sesuai usia anak. Psikolog Devi Yanti, M.Psi., Psikolog, mengatakan pendidikan seks dapat diselipkan melalui aktivitas bermain atau kegiatan interaktif di rumah bersama keluarga, sehingga anak tidak merasa tertekan atau takut. “Permainan atau kegiatan interaktif di rumah ditujukan agar (pendidikan) jadi tidak kaku. Maka dari itu orang tua dapat menggunakan pendekatan bermain,” kata psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin. Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh tersebut mencontohkan, orang tua dapat mengajak anak bermain “Lampu Lalu Lintas Sentuhan” untuk mengenalkan batasan tubuh. Dalam permainan ini, warna hijau digunakan sebagai penanda sentuhan yang aman, sementara warna merah menandai hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Selain itu, orang tua juga dapat memanfaatkan boneka atau gambar tubuh untuk menunjukkan bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Cara visual dinilai membantu anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Devi juga menyarankan permainan peran sederhana untuk melatih anak mengatakan tidak kepada orang yang tidak dikenal atau yang melanggar batasan. Melalui metode ini, anak juga diajarkan untuk berani meminta bantuan dan melapor jika merasa tidak nyaman atau dilecehkan. Tak hanya itu, membacakan buku cerita anak yang mengangkat tema menjaga tubuh juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Menurut Devi, pendekatan tersebut membuat anak belajar tanpa rasa takut. “Pendekatan ini membuat anak belajar tanpa rasa takut dan lebih mudah memahami,” ujarnya. Ia menambahkan, edukasi mengenai perlindungan diri juga perlu dipahami oleh anggota keluarga lain, termasuk kakek dan nenek, agar pesan yang diterima anak konsisten di lingkungan keluarga. “Intinya, pendidikan seks yang tepat usia justru memperkuat nilai moral, rasa hormat terhadap diri sendiri, dan mencegah anak menjadi korban,” kata Devi.
Lifestyle
| Selasa, 3 Februari 2026

Ahli Gizi Sarankan Mi Instan Dikonsumsi Sebulan Sekali sebagai Makanan Rekreasi
PIFA, Lifestyle - Ahli gizi sekaligus anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Diah Maunah menyatakan konsumsi mi instan masih diperbolehkan pada waktu tertentu, asalkan jumlahnya dibatasi. Ia menyarankan mi instan cukup dikonsumsi satu bulan sekali atau dijadikan sebagai makanan “rekreasi”. “Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, dan lemak, serta energi. Misal dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita sehingga 1 bulan 1 kali saja,” kata Diah kepada ANTARA, Senin. Menurut Diah, mi instan banyak digemari masyarakat karena mudah didapat, harganya terjangkau, dan praktis. Pada musim hujan, konsumsi mi instan rebus juga cenderung meningkat karena memberikan sensasi hangat, memiliki rasa gurih, dan disukai berbagai kalangan. Meski demikian, ia mengingatkan mi instan memiliki kandungan natrium dan energi dari lemak yang cukup tinggi. Kandungan tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi individu dengan kondisi hipertensi, penyakit pembuluh darah, maupun obesitas. Diah menjelaskan, mi instan rebus umumnya mengandung natrium lebih tinggi dibandingkan mi instan goreng, yakni di atas 1.000 miligram per bungkus. Jumlah tersebut telah memenuhi hampir 75 persen kebutuhan natrium harian seseorang. “Jika kita ada hipertensi atau sensitif terhadap natrium maka tidaklah tepat mengonsumsi mi instan ini karena jatah natriumnya akan habis hanya dengan konsumsi satu bungkus mi kuah instan. Kebutuhan natrium seseorang dengan hipertensi maksimal adalah 1.200 miligram, di mi kuah instan antara 1.000–1.100 miligram per saji,” jelasnya. Ia menegaskan, konsumsi mi instan secara berlebihan, terutama saat musim hujan tanpa diimbangi asupan makanan sehat lainnya, dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Dampak yang berpotensi muncul antara lain penyakit degeneratif seperti kerusakan pembuluh darah, hipertensi yang dapat berujung pada gangguan fungsi ginjal, serta gangguan saluran cerna seperti iritasi lambung dan usus. Pada remaja, konsumsi mi instan berlebihan juga dikaitkan dengan risiko hemoroid atau ambeien, hingga kanker usus akibat kebiasaan mengonsumsi mi instan setiap minggu. Selain itu, masalah obesitas juga dapat terjadi jika mi instan dikonsumsi secara tidak terkendali.
Lifestyle
| Senin, 2 Februari 2026

Pakar Kesehatan Dorong Indonesia Contoh Negara Tetangga Cegah Penularan Virus Nipah
PIFA, Lifestyle - Meningkatnya kasus penularan virus Nipah di India menjadi perhatian serius bagi kawasan Asia. Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama menilai Indonesia perlu mengambil langkah antisipatif dengan mencontoh kebijakan negara-negara tetangga dalam mencegah masuk dan menyebarnya virus berbahaya tersebut. Dalam keterangan tertulis pada Kamis, Prof. Tjandra menekankan pentingnya kewaspadaan dini, mengingat virus Nipah kini dilaporkan telah menular antar-manusia di India. Virus ini diketahui dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga radang otak dengan tingkat fatalitas yang tinggi. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, menurut Prof. Tjandra, telah lebih dulu mengambil langkah pencegahan. Thailand, misalnya, melakukan skrining ketat di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang terhadap penumpang yang datang dari negara bagian West Bengal, India. Nepal juga menerapkan kebijakan serupa di Tribhuvan International Airport. Langkah antisipasi juga dilakukan Singapura. Pada 28 Januari 2026, pemerintah setempat mengumumkan pengetatan pengawasan kesehatan di Bandara Changi, termasuk pemeriksaan suhu tubuh bagi para pendatang. Selain itu, otoritas kesehatan Singapura meminta dokter, laboratorium, dan rumah sakit meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala infeksi virus Nipah, terutama mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke West Bengal. Tak hanya itu, Singapura juga menggencarkan penyuluhan kesehatan di pintu masuk negara, meningkatkan surveilans terhadap pekerja migran dari Asia Selatan, serta memperkuat koordinasi dengan otoritas pengendalian penyakit menular di kawasan tersebut. Prof. Tjandra menilai, Indonesia berada pada posisi yang tidak kalah berisiko karena intensitas kunjungan warga India, baik sebagai wisatawan maupun pekerja. "Cukup banyaknya kunjungan warga India ke negara kita, maka nampaknya perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk mereka yang datang dari daerah Kalkuta dan West Bengal," kata Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu. Ia menambahkan, selain menerapkan langkah pencegahan di pintu masuk negara, Indonesia juga perlu meningkatkan koordinasi regional dan internasional, khususnya dengan WHO Asia Tenggara dan Pasifik Barat, untuk memantau perkembangan dan potensi penyebaran virus Nipah. Virus Nipah merupakan patogen zoonotik yang awalnya menular dari hewan, seperti kelelawar dan babi, ke manusia. Namun, seiring waktu, virus ini juga diketahui dapat menular dari manusia ke manusia, termasuk melalui makanan yang terkontaminasi. Secara global, tercatat sekitar 750 kasus infeksi virus Nipah sejak pertama kali dilaporkan pada 1998–1999. Kasus awal ditemukan di Malaysia, kemudian menyebar dan dilaporkan pula di Bangladesh, India, Filipina, serta Singapura. Prof. Tjandra menjelaskan, masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 21 hari atau bahkan lebih. Gejala awal sering menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Pada tahap lanjutan, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan paru-paru, termasuk batuk, sesak napas, pneumonia, hingga peradangan otak. Hingga saat ini, menurut Prof. Tjandra, belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk infeksi virus Nipah. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman penyakit tersebut.
Lifestyle
| Kamis, 29 Januari 2026

Studi Ungkap Olahraga Rutin Bisa Bikin Usia Otak Lebih Muda Secara Biologis
PIFA, Lifestyle - Sebuah studi terbaru yang dilakukan tim peneliti dari AdventHealth Research Institute dan University of Pittsburgh menemukan bahwa olahraga rutin dapat membuat usia otak tampak lebih muda secara biologis. Para peneliti ingin mengetahui apakah olahraga mampu mengubah struktur fisik otak serta apakah perubahan tersebut dapat terlihat melalui hasil pemindaian otak. Hasil penelitian ini dilaporkan oleh Eating Well pada Selasa (27/1) waktu setempat. Dalam studi tersebut, peneliti merekrut 130 orang dewasa sehat berusia 26 hingga 58 tahun untuk mengikuti uji klinis acak tersamar tunggal selama 12 bulan. Para peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, yakni kelompok latihan aerobik intensitas sedang hingga berat dan kelompok kontrol yang diminta untuk tidak mengubah tingkat aktivitas fisik mereka. Kelompok latihan menjalani dua sesi olahraga berdurasi 60 menit per minggu yang diawasi di laboratorium, serta menambahkan latihan mandiri di rumah hingga mencapai sekitar 150 menit aktivitas aerobik per minggu. Jenis latihan yang dilakukan beragam, mulai dari berjalan, jogging, atau berlari di treadmill, hingga menggunakan sepeda statis, mesin elips, dan alat dayung. Intensitas latihan dipantau menggunakan alat pengukur detak jantung. Pada awal dan akhir penelitian, struktur otak peserta diukur menggunakan pemindaian MRI, sementara kebugaran kardiorespirasi dinilai melalui tes pengambilan oksigen puncak atau VO2peak. Dengan bantuan alat pembelajaran mesin bernama brainageR, peneliti menghitung selisih antara usia otak yang diprediksi dan usia kronologis peserta, yang disebut brain-PAD. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sport and Health Science menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua kelompok setelah 12 bulan. Peserta dalam kelompok olahraga mengalami penurunan usia otak yang terukur, dengan otak mereka tampak sekitar 0,6 tahun lebih muda dibandingkan saat awal studi. Sebaliknya, kelompok kontrol justru menunjukkan sedikit peningkatan usia otak, sekitar 0,35 tahun lebih tua, meski perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik. Ketika dibandingkan langsung, selisih usia otak antara kedua kelompok hampir mencapai satu tahun dan menguntungkan kelompok yang rutin berolahraga. Selain itu, kelompok olahraga juga mengalami peningkatan kebugaran yang signifikan. Menariknya, peneliti menemukan bahwa tingkat kebugaran yang lebih tinggi sejak awal penelitian berkaitan dengan tampilan otak yang lebih muda. Meski demikian, studi ini memiliki sejumlah keterbatasan. Peserta penelitian merupakan sukarelawan yang relatif sehat dan berpendidikan, dengan jumlah sampel yang tergolong terbatas. Pandemi COVID-19 juga memengaruhi jalannya penelitian karena sebagian peserta harus melanjutkan latihan dari rumah selama masa pembatasan. Peneliti juga mengeksplorasi berbagai faktor yang mungkin menjelaskan efek olahraga terhadap usia otak, seperti kebugaran, komposisi tubuh, tekanan darah, hingga protein otak brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Namun, tidak satu pun faktor tersebut sepenuhnya menjelaskan mekanisme di balik temuan ini. Penulis senior sekaligus ahli saraf, Kirk I. Erickson, Ph.D., menyebutkan bahwa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang hingga berat selama sekitar 150 menit per minggu dapat membantu menjaga otak tetap lebih muda secara biologis, bahkan seiring bertambahnya usia. Ia menambahkan, memulai kebiasaan olahraga sejak usia 30-an, 40-an, hingga 50-an dapat memberikan manfaat jangka panjang dengan membantu otak melawan proses penuaan. Bagi mereka yang belum memenuhi rekomendasi tersebut, Erickson menyarankan untuk memulai dari langkah kecil, seperti berjalan kaki singkat, menggunakan tangga, atau menjadwalkan beberapa sesi olahraga ringan setiap pekan. Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, dan menari dinilai efektif jika dilakukan secara konsisten.
Lifestyle
| Rabu, 28 Januari 2026

Psikolog Ungkap Pertanyaan yang Sebaiknya Dihindari saat Berhadapan dengan Orang Berduka
PIFA, Lifestyle - Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan sejumlah jenis pertanyaan yang sebaiknya tidak diajukan kepada orang-orang yang tengah mengalami duka kehilangan. Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin, Ratriana menekankan pentingnya menjaga sensitivitas dalam berkomunikasi dengan individu yang sedang berduka. Ia mengingatkan agar tidak langsung menanyakan detail terkait kematian orang terdekat yang mereka kehilangan. “Jangan langsung menanyakan detail kematian seperti kapan meninggal, sakit apa, kok bisa dan terakhir ketemu kapan,” kata Ratriana. Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut sebaiknya hanya disampaikan jika pihak yang berduka terlebih dahulu membuka cerita. Jika tidak, pertanyaan semacam itu justru berisiko memaksa mereka mengulang kembali pengalaman traumatis, sementara kondisi emosional mereka mungkin belum siap untuk membahasnya. Selain itu, Ratriana juga menyarankan untuk menghindari pertanyaan yang bernada menyalahkan, seperti mempertanyakan alasan tidak membawa almarhum ke rumah sakit lebih awal atau mengapa penanganan medis tidak dilakukan lebih cepat. “Pertanyaan seperti ini meskipun tidak bermaksud menyalahkan, sering membuat orang yang berduka merasa bersalah dan jadi mempertanyakan dirinya sendiri apa yang sudah dia lakukan selama ini buat orang yang sudah pergi,” ujarnya. Psikolog yang kini berpraktik di Biro Psikologi Rali Ra, Bekasi, tersebut juga menyoroti sejumlah pernyataan yang sebaiknya tidak diucapkan. Salah satunya adalah kalimat yang menuntut orang yang berduka untuk selalu kuat dan tabah. “Ini bisa membuat yang berduka merasa tidak punya ruang untuk rapuh, dan merasakan berbagai emosinya. Jika emosi tidak diproses dengan baik, dalam jangka panjang justru malah semakin banyak dampak negatifnya,” jelas Ratriana. Lebih lanjut, ia mengingatkan agar tidak membandingkan pengalaman duka satu orang dengan yang lain atau mengadu nasib. Pasalnya, setiap individu memiliki cara dan waktu masing-masing dalam memproses kehilangan. Menurut Ratriana, sikap membandingkan justru dapat membuat orang yang berduka merasa tidak dipahami, bahkan merasa perasaan dan pengalamannya diabaikan. Oleh karena itu, bentuk dukungan terbaik adalah dengan hadir secara empatik, tidak menghakimi, serta memberikan ruang dan waktu agar proses penyembuhan emosional dapat berjalan secara perlahan.
Lifestyle
| Selasa, 27 Januari 2026

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Memanaskan Ulang Sejumlah Jenis Makanan
PIFA, Lifestyle - Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan masyarakat agar tidak memanaskan ulang sejumlah jenis makanan karena berisiko merusak kandungan zat gizi dan memicu terbentuknya senyawa berbahaya bagi kesehatan. “Kalau makanan itu sebelumnya telah diolah dengan suhu yang tinggi, itu sudah tidak bisa dipanaskan ulang karena akan makin terjadi pengurangan zat gizi, kerusakan zat gizi, dan juga pembentukan zat-zat baru, misalnya zat yang bersifat karsinogenik atau tingkat lemaknya menjadi sangat jenuh,” kata Rita kepada ANTARA di Jakarta, Kamis. Rita menjelaskan, menghangatkan makanan sebenarnya tidak merusak zat gizi. Kerusakan gizi justru terjadi ketika makanan dipanaskan kembali hingga mencapai titik didih dalam waktu yang lama atau melalui proses pengolahan suhu tinggi seperti menggoreng ulang. Menurutnya, proses menggoreng ulang dapat menyebabkan penurunan kualitas zat gizi serta pembentukan senyawa lain yang berisiko bagi kesehatan. Pengolahan dengan suhu tinggi yang perlu diwaspadai terutama pada makanan yang digoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak atau metode deep frying, terlebih jika minyak dipakai berulang kali. “Kalau hanya dihangatkan sampai suhu 60 derajat, itu sama sekali tidak merusak atau kalaupun dipanaskan sampai titik didih itu tidak dalam waktu yang lama. Kalau makanan digoreng kedua kali, itu sudah berisiko untuk kehilangan zat gizi,” tutur Ketua Pengurus Pusat Indonesian Sport Nutritionist Association (PP ISNA) periode 2019–2024 itu. Ia juga menambahkan, makanan yang dibakar sebaiknya tidak dipanaskan ulang karena sejak awal sudah terpapar panas tinggi. Hal yang sama berlaku pada panganan olahan yang telah digoreng. “Pangan olahan karena pangan olahan itu kan prosesnya panjang seperti misalnya sosis, kornet, atau daging olahan, itu juga tidak disarankan untuk dipanaskan ulang,” ujarnya. Selain itu, Rita mengingatkan agar seluruh makanan yang mengandung nitrat tidak dipanaskan berulang. Nitrat yang dipanaskan dapat berubah menjadi nitrit yang berbahaya bagi kesehatan. “Nitrat jika dipanaskan bisa berubah menjadi nitrit itu bersifat sangat jelek untuk pembuluh darah dan bersifat karsinogenik. Contohnya bayam, kale, atau sayuran hijau pada umumnya. Pada kentang juga tinggi nitratnya,” imbuhnya. Lebih lanjut, Rita menjelaskan bahwa makanan berprotein tinggi masih relatif aman dipanaskan ulang selama sebelumnya diolah dengan suhu rendah, seperti direbus, ditumis, atau dioseng. Sebaliknya, makanan berprotein hewani yang sudah digoreng, seperti telur ceplok, sebaiknya tidak dipanaskan kembali. “Tapi kalau misalnya telurnya cuma orak-arik dengan suhu kecil, nah kalau dipanaskan sebentar orak-arik itu tidak ada masalah. Atau telur rebus dihangatkan sebentar telurnya juga itu tidak masalah,” ujar Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan tersebut.
Lifestyle
| Jumat, 23 Januari 2026

Dokter UI: Vitamin C dan Zinc Cukup Jaga Daya Tahan Tubuh Selama Puasa Ramadhan
PIFA, Lifestyle - Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, mengatakan suplemen yang mengandung vitamin C dan zinc baik dikonsumsi selama bulan puasa Ramadhan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. “Untuk pertahanan tubuh, mencegah infeksi dan sebagainya, biasanya vitamin C dan yang banyak mengandung zinc juga itu sebetulnya sudah cukup,” kata Irwan dalam diskusi kesehatan bersama Halodoc di Jakarta, Rabu. Irwan menjelaskan, bulan puasa Ramadhan yang akan datang diperkirakan masih berada dalam periode musim hujan. Kondisi tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, karena suhu udara yang lebih sejuk dapat mengurangi risiko dehidrasi. Menurutnya, cuaca hujan dan suhu yang lebih dingin juga berpotensi menurunkan risiko gangguan kesehatan seperti vertigo atau pusing berputar secara tiba-tiba, yang kerap dialami sebagian orang selama menjalankan puasa. “Kalau di bulan puasanya itu musim hujan, itu memang lebih enak katanya, lebih tidak panas, tidak terlalu dehidrasi, tidak keluar keringat terlalu banyak. Sehingga tadi yang hidrasi terkait dengan vertigo dan lain sebagainya itu mungkin bisa reduksi,” ujar Board of Medical Excellence Halodoc tersebut. Selain menjaga daya tahan tubuh, Irwan menyebut bulan puasa juga menjadi waktu bagi sel-sel tubuh untuk melakukan proses “self cleaning” atau pembersihan dari racun yang mungkin menumpuk selama sekitar 12 bulan terakhir. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan saat Ramadhan, khususnya dengan membatasi konsumsi makanan manis saat berbuka puasa. Asupan gula berlebihan, kata dia, dapat memicu peradangan, meningkatkan risiko lonjakan gula darah, hingga menimbulkan berbagai penyakit kronis dan masalah kesehatan kulit seperti jerawat. Irwan menekankan bahwa gula tidak hanya berasal dari makanan atau minuman manis, tetapi juga dari makanan pokok seperti nasi yang dikonsumsi sehari-hari. Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih makanan dan mengatur pola pikir terkait konsumsi rasa manis. “Itu sebenarnya rasanya cuma yang di mulut aja. Lewat dari leher sini udah nggak ada rasanya. Rasanya enaknya cuma di sini (di mulut). Jadi itu yang mungkin dicamkan di kita bahwa sebetulnya apa yang kita makan itu hanya untuk cukup saja, jangan terlalu berlebihan,” tutup Irwan.
Lifestyle
| Kamis, 22 Januari 2026


Berita Rekomendasi
Lifestyle

Waspadai Efek Samping, Ini Batas Aman Konsumsi Kurma Saat Ramadan
PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Kurma menjadi salah satu buah yang paling dicari selama bulan Ramadan. Selain rasanya yang manis dan kaya nutrisi, kurma juga menjadi makanan sunnah saat berbuka puasa. Namun, konsumsi kurma berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan.Mengutip Healthline, sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat, sementara sisanya berasal dari protein. Selain itu, kurma juga mengandung vitamin dan mineral seperti kalium, magnesium, zat besi, serta vitamin B6, yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, karena berbentuk buah kering, kurma memiliki kadar kalori lebih tinggi dibandingkan buah segar lainnya.Efek Samping Makan Kurma BerlebihanMeski bernutrisi, mengonsumsi kurma secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan. Berikut beberapa efek samping yang perlu diwaspadai:Masalah PencernaanBeberapa jenis kurma mengandung sulfit, senyawa kimia yang digunakan sebagai pengawet. Bagi orang yang sensitif terhadap sulfit, konsumsi kurma berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, kembung, dan diare. Selain itu, kandungan serat yang tinggi dalam kurma juga bisa memicu sembelit jika dikonsumsi secara berlebihan.Ruam KulitTambahan sulfit dan kemungkinan adanya jamur pada buah kering seperti kurma dapat memicu reaksi alergi berupa ruam kulit pada beberapa orang.Berat Badan NaikKurma memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Satu gram kurma mengandung sekitar 2,8 kalori, sehingga konsumsi berlebih dapat berisiko menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak terduga.HiperkalemiaKurma dikenal sebagai salah satu sumber kalium yang baik. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, kadar kalium dalam darah bisa meningkat secara signifikan, yang berisiko menyebabkan hiperkalemia. Kondisi ini dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi penderita gangguan jantung dan ginjal.Intoleransi FruktosaKurma mengandung fruktosa yang cukup tinggi, yakni sekitar satu sendok teh per buah. Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan mencerna fruktosa, yang bisa menyebabkan sakit perut akibat fermentasi gula oleh bakteri di usus.Masalah GigiTekstur kurma yang lengket dapat menempel pada gigi dan menyebabkan penumpukan plak, yang berisiko memicu gigi berlubang jika tidak segera dibersihkan.Gangguan GinjalTingginya kandungan potasium dalam kurma dapat menjadi masalah bagi penderita gangguan ginjal, karena ginjal yang lemah sulit mengatur kadar potasium dalam darah.MigrainKurma mengandung tiramin, senyawa yang diketahui dapat memicu migrain dan sakit kepala pada beberapa orang yang sensitif terhadap zat ini.Batas Konsumsi Kurma Per HariAgar tetap mendapatkan manfaat tanpa mengalami efek samping, jumlah konsumsi kurma perlu dibatasi. Mengutip Medicine Net, batas konsumsi kurma yang disarankan per hari adalah 100 gram atau sekitar tiga buah kurma berukuran sedang.Dengan mengonsumsi kurma dalam jumlah yang wajar, manfaatnya bagi kesehatan tetap bisa didapatkan tanpa risiko efek samping yang merugikan.
Indonesia
| Sabtu, 15 Maret 2025
Lifestyle

5 Prediksi Tren Diet 2025 yang Bisa Kamu Coba, Ada dengan Bantuan AI
PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Setiap pergantian tahun berbagai tren akan bermunculan, seperti tren fesyen, warna, hingga kesehatan termasuk diet. Tren diet menjadi semakin berkembang, dengan adanya penelitian dan kemajuan teknologi yang baru.Jika menurunkan berat badan menjadi salah satu resolusi tahun baru 2025, berikut ini ada 5 prediksi tren diet yang bisa kamu coba.1. Inovasi Intermittent FastingIntermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode penurunan berat badan yang paling efektif. Metode ini juga populer di tahun 2024 dan banyak yang berhasil melakukannya. Pada tahun 2025, metode IF akan menggabungkan puasa dengan metode lain, misalnya makan dengan batasan waktu yang dikombinasikan dengan praktik makan penuh kesadaran (mindful eating).2. Inovasi Diet MediteraniaDiet Mediterania tampaknya menjadi tren diet yang populer sepanjang masa begitupun di tahun 2025. Diet ini berfokus pada makanan utuh, lemak sehat, protein rendah lemak, dan makan banyak buah juga sayur. Diet ini bisa dilakukan bagi orang yang ingin menurunkan berat badan dan menyehatkan jantung.3. Diet Keto BerkelanjutanPada tahun 2025, diet keto mungkin akan menjadi berkelanjutan, menekankan lemak yang lebih sehat, sayuran yang padat nutrisi, dan protein yang rendah lemak. Diet keto berkelanjutan kemungkinan akan berfokus pada real food dan menawarkan fleksibilitas yang lebih besar disamping ketosis pembakaran lemak.4. Plant-Based Diet dengan Tambahan ProteinPada tahun 2025, Plant-Based Diet semakin banyak diminati, namun diet ini memiliki tantangan yaitu memastikan asupan protein yang cukup terutama bagi mereka yang memiliki kegiatan aktif. 5. Diet dengan Bantuan AITahun 2025, aplikasi berbasis AI diharapkan bisa mendampingi program diet seseorang dengan menyesuaikan pola makan, memberikan rekomendasi pilihan dan porsi makan, atau bahan menghitung kalori yang dibutuhkan seseorang.
Indonesia
| Senin, 6 Januari 2025
Lifestyle

Isu Kasus Cacar Monyet di Sintang, Kenali Ciri-ciri dan Pencegahannya
PIFA, Lifestyle - Masyarakat kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dihebohkan dengan seorang warga berinisal B mengalami bintil-bintil di sekujur tubuh dan diduga menderita cacar monyet. Pemuda tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M DJoen Sintang.Namun, Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Ridwan Tony Hasiholan Pane membantah isu yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa rumah sakit merawat pasien cacar monyet tersebut.Cacar monyet adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh virus yang dituarkan melalui binatang (zoonosis). Penyebab cacar monyet ialah sebuah virus bernama monkeypox. Seperti namanya, monyet mrupakan inang utama dari virus ini.Cacar Monyet menjadi perhatian global dan telah dinyatakan sebagai darurat kesehatan global oleh WHO. Informasi mengenai penyakit ini begitu penting, mengingat sudah mulai ada kasus akibat virus cacar monyet di dalam negeri. Hal ini menandakan perlunya kewaspadaan tinggi di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.Apabila terkena virus, gejala pertama akan terlihat dalam rentang waktu 6 - 16 hari setelah paparan tersebut. Masa inkubasinya bisa berlangsung antara 6 - 13 hari, atau dalam waktu lebih lama, yaitu sekitar 5 - 21 hari. Meskipun belum memperlihatkan gejala langsung, sesorang yang terpapar masih tetap dapat menularkan monkeypox kepada individu lainnya.Gejala atau ciri-ciri monkeypox ini adalah:Demam. Kondisi ini merupakan tanda awal yang menunjukkan seseorang terinfeksi monkeypox. Gejala ini biasanya datang sejak hari pertama hingga lima hari seusai terkena virus.Sakit kepala parah. Selama demam, penderitanya juga akan merasakan sakit kepala tidak tertahankan.Lemas. Merupakan salah satu ciri umum yang mengindikasikan seseorang terkena infeksi.Membengkaknya kelenjar getah bening. Gejala ini menunjukkan perbedaan cacar monyet dan cacar air. Dapat terjadi pada bagian leher, selangkangan, maupun ketiak.Ruam. Penderita mengalaminya hingga selama 3 minggu di dekat anus, kelamin, mulut, wajah, serta dekat mata. Pada 24 jam awal terlihat seperti bercak, lesi, maupun bintik kemerahan.Kemudian setelah 4 hari, akan beralih menjadi bintik berisi nanah dan cairan. Setelah enam hari, ruam mengering dan berubah jadi keropeng sekitar hari kesepuluh.Kelelahan. Fisik penderita dapat mengalami kelelahan, sehingga sulit beraktivitas.Nyeri otot dan punggung, termasuk ke dalam gejala sampingan.Gangguan pernapasan. Beberapa penderita mengalami hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan batuk.Tindakan PencegahanSebagai langkah menghindari resiko terpapar, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan yaitu:Menghindari melakukan interaksi terhadap hewan dengan potensi sebagai penyebar virus. Pencegahan kontak ini juga meliputi hewan mati maupun sakit di wilayah terjadinya cacar monyet.Menghindari interaksi terhadap benda yang pernah berkontak dengan hewan yang sakit.Memisahkan orang yang berrisiko tinggi terkena infeksi dengan pasien.Mencuci tangan dengan benar setelah berkontak dengan hewan sakit maupun pasien.Memakai APD ketika merawat orang yang terpapar.Melakukan proses memasak daging dengan tepat.Meskipun sifat cacar monyet merupakan self-limiting disease atau bisa sembuh sendiri, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter apabila merasakan gejala-gejala seperti pembahasan di atas. Apalagi jika baru saja bepergian keluar negeri atau wilayah yang terpapar. (ly)






