2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Teknologi

WhatsApp Uji Fitur Edit Pesan di iOS

PIFA, Teknologi - WhatsApp sedang menguji fitur edit pesan di versi beta untuk iOS. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengedit pesan dalam waktu 15 menit setelah pengiriman. Fitur ini sangat berguna untuk pengguna yang sering melakukan kesalahan pengetikan atau lupa memasukkan informasi penting ke dalam pesan WhatsAppnya. Namun, pesan yang tidak kompatibel dengan versi WhatsApp akan diberi label "pesan yang tidak didukung", dan pengguna perlu memperbarui versi aplikasi mereka untuk menggunakan fitur ini. Meskipun fitur edit pesan saat ini hanya memungkinkan pengguna untuk mengedit pesan teks, WhatsApp berencana untuk memperkenalkan versi kedua dari fitur ini yang juga memungkinkan pengguna untuk mengedit keterangan media seperti foto. Pengguna juga tidak perlu khawatir tentang pesan yang diedit secara diam-diam, karena pesan yang telah diedit akan menampilkan tanda khusus di sampingnya. Selain itu, WhatsApp juga memperbaiki kerusakan pada versi sebelumnya yang membuat pengguna tidak dapat memutar video dalam chat dan status pada pembaruan WhatsApp beta untuk iOS 23.4.0.70. Jadi, pengguna yang ingin menguji fitur edit pesan dapat memperbarui aplikasi mereka ke versi terbaru di App Store atau TestFlight. Dengan fitur edit pesan ini, WhatsApp menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan kesalahan dalam komunikasi melalui pesan teks. (b)

Dunia
| Minggu, 26 Februari 2023
Foto: WhatsApp Uji Fitur Edit Pesan di iOS | Pifa Net
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5

Berita Terbaru

Teknologi

Foto: Yamaha Siapkan Promo dan Layanan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026 | Pifa Net

Yamaha Siapkan Promo dan Layanan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026

PIFA, Otomotif - Menjelang periode mudik Lebaran 2026, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyiapkan strategi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga penguatan layanan purna jual. Momentum Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi dimanfaatkan Yamaha untuk menjaga daya tarik produk sekaligus memastikan konsumen tetap merasa aman dan nyaman. Public Relation, YRA & Community Manager Yamaha Indonesia, Rifki Maulana, mengatakan perusahaan tetap menghadirkan berbagai program promosi di sejumlah wilayah untuk mendorong penjualan. Skema promo tersebut disesuaikan dengan karakter pasar di masing-masing area. “Beberapa area kami juga ada promo pasti,” ujar Rifki saat ditemui di sela kegiatan Yamaha Classy Fun Day, Minggu (15/2/2026). Meski demikian, Yamaha menegaskan tidak secara khusus mendorong penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik jarak jauh. Faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama, mengingat risiko perjalanan jauh menggunakan sepeda motor. Namun, bagi konsumen yang tetap memilih mudik dengan motor, Yamaha memastikan dukungan teknis tetap tersedia. “Walaupun kami tidak menyarankan untuk mudik menggunakan motor, tapi kami tetap menyediakan bengkel jaga, pos jaga, untuk mendukung rekan-rekan komunitas dan konsumen,” jelasnya. Keberadaan bengkel siaga dan pos jaga menjadi bagian dari strategi layanan Yamaha selama periode Lebaran. Fasilitas tersebut disiapkan di sejumlah titik strategis guna membantu konsumen yang membutuhkan perawatan ringan, pemeriksaan kendaraan, hingga penanganan darurat. Langkah ini dinilai penting untuk membangun loyalitas sekaligus memperkuat persepsi positif terhadap merek Yamaha. Menurut Rifki, program layanan ini tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk Yamaha secara menyeluruh. Dukungan teknis yang mudah diakses selama musim mudik diharapkan memberi rasa tenang bagi pengguna. “Mungkin dengan program-program seperti itu bisa menambah keyakinan untuk menggunakan produk kami,” tambahnya. Dari sisi penjualan, Yamaha mengakui tren peningkatan permintaan umumnya terjadi menjelang Lebaran. Namun, capaian tersebut tetap bergantung pada dinamika pasar secara keseluruhan, termasuk daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi. “Tergantung market sih ya. Tahun lalu sih naik,” ungkap Rifki. Dengan memadukan program promosi dan penguatan layanan purna jual selama periode Lebaran, Yamaha berupaya menjaga daya saing di tengah persaingan industri roda dua yang kian ketat. Strategi ini menegaskan bahwa momentum musiman seperti Lebaran tidak hanya dimanfaatkan untuk mendorong transaksi, tetapi juga memperkuat relasi jangka panjang dengan konsumen.

Teknologi
| Jumat, 27 Februari 2026

Teknologi

Foto: Yamaha MT-07 Belum Dijual di Indonesia, Kendala Regulasi Jadi Alasan Utama | Pifa Net

Yamaha MT-07 Belum Dijual di Indonesia, Kendala Regulasi Jadi Alasan Utama

PIFA, Otomotif - Pasar motor gede (moge) di Indonesia memang relatif terbatas dibandingkan segmen skutik maupun sport 150–250 cc. Meski begitu, ceruk konsumen untuk moge berstatus CBU (Completely Built Up) tetap ada, termasuk untuk model Yamaha MT-07 yang hingga kini belum dipasarkan secara resmi di Tanah Air. Menariknya, MT-07 sejatinya sudah diproduksi di Indonesia untuk kebutuhan ekspor ke Eropa. Namun, meskipun lini produksinya berada di dalam negeri, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum memasukkan model tersebut ke pasar domestik. Manager Public Relation, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan disebabkan minimnya minat pasar ataupun pertimbangan harga jual. Menurutnya, kendala utama terletak pada aspek kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia. “Ya memang MT-07 untuk varian yang selain YMT itu memang sudah full produksi di Indonesia. Sebenarnya bukan masalah mau jual atau belum, tapi memang bahwa Yamaha itu perusahaan yang sangat taat terhadap compliance dan spek-spek motor tersebut memang belum masuk sesuai sambungan regulasi yang ada di Indonesia,” ujar Rifki di Bandung beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, sebuah model motor hanya dapat dipasarkan secara resmi apabila seluruh spesifikasi teknisnya telah sesuai dengan regulasi nasional. Mulai dari aturan jalan raya, sertifikasi SNI, hingga ketentuan teknis lainnya menjadi faktor penentu. Sebagai pembanding, Rifki menyinggung kehadiran Yamaha TMAX yang belum lama ini resmi dijual di Indonesia. Menurutnya, TMAX telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi sehingga dapat dipasarkan tanpa hambatan. “Dan kenapa sekarang T-Max itu juga sudah bisa dijual? Ya karena memang T-Max itu sudah comply dengan road regulation, SNI, dan lain-lainnya, seperti itu,” jelasnya. Sementara itu, meskipun MT-07 diproduksi di Indonesia untuk pasar ekspor, spesifikasinya dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan domestik. “Sedangkan kenapa MT-07 belum kita jual ya? karena memang belum comply ya itu. Tadi balik ke apa namanya policy yang strictly sama dengan compliance, makanya Yamaha belum jual MT-07,” tambah Rifki. Ia juga menepis anggapan bahwa Yamaha enggan menjual moge CBU karena faktor harga yang dianggap terlalu tinggi. Rifki mencontohkan respons pasar terhadap TMAX yang tetap tinggi meski berada di segmen premium. “Enggak sih, bahkan sudah dibuktikan kan bahwa di T-Max dengan harga segitu pun kami buka inden online, first batch-nya sudah langsung sold out. Jadi lebih ke arah si policy sih,” tegasnya. Dengan demikian, peluang kehadiran Yamaha MT-07 di Indonesia sejatinya masih terbuka. Namun, realisasinya sangat bergantung pada penyesuaian spesifikasi teknis agar sesuai dengan regulasi nasional. Bagi penggemar moge Yamaha, keputusan tersebut kini lebih ditentukan oleh kepatuhan regulatif ketimbang persoalan daya beli pasar.

Jakarta
| Jumat, 27 Februari 2026

Teknologi

Foto: Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX | Pifa Net

Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX

PIFA, Otomotif - Setelah menorehkan perjalanan bersejarah dari Indonesia menuju Mekkah, Arab Saudi menggunakan Yamaha XMAX generasi pertama selama tujuh bulan melintasi 12 negara sejauh lebih dari 27.000 kilometer, Anshar—akrab disapa Om Daeng—kembali melanjutkan petualangan berkendaranya di tanah air. Kali ini, Om Daeng menjelajahi kampung halamannya di Pulau Sulawesi dengan Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru dalam touring bertajuk Jelajah Sulawesi. Perjalanan berlangsung selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer dan melintasi 69 kabupaten/kota. Touring dimulai dari Makassar dan menempuh rute panjang yang menghubungkan berbagai kota di Sulawesi, antara lain Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang, hingga Toraja. Sepanjang perjalanan, Om Daeng menghadapi beragam karakter jalan, mulai dari jalur pesisir pantai, jalan antar kota, hingga medan pegunungan yang menantang. Misi Sosial di Setiap Provinsi Lebih dari sekadar touring, Jelajah Sulawesi juga membawa misi sosial. Di setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri berbagi dengan yayasan dan panti asuhan. Di Baubau, ia membagikan sembako ke yayasan panti asuhan setempat. Di Kotamobagu, bantuan sembako dan mainan anak-anak disalurkan ke pondok pesantren. Sementara di Palu, bantuan berupa sembako dan alat tulis diberikan kepada yayasan panti asuhan. Perjalanan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar biker MAXI Yamaha di Sulawesi. Sambutan hangat komunitas di hampir setiap kota menjadi energi tersendiri sepanjang perjalanan. “Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha,” ungkap Om Daeng. Jalur Menantang dan Panorama Indah Tantangan terberat dirasakan saat melintasi jalur Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah. Jalur pegunungan sempit dengan tanjakan, turunan panjang, serta tikungan teknikal menguji fokus dan stamina. “Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” jelasnya. Sementara jalur paling indah menurut Om Daeng adalah rute Amurang–Kotamobagu yang menyuguhkan panorama khas Sulawesi Utara, memadukan pesisir teluk dengan pegunungan sejuk. Performa XMAX TECHMAX Kian Mantap Dibandingkan generasi sebelumnya, Om Daeng merasakan peningkatan signifikan pada XMAX TECHMAX terbaru, terutama dari sisi handling dan kelincahan. “Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat,” ujarnya. Fitur navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi pada panel TFT meter menjadi andalan selama touring jarak jauh. Jok model Eropa dengan sandaran lumbar support juga memberi kenyamanan ekstra saat menempuh ribuan kilometer. Lanjut ke Nusa Tenggara Timur Usai menuntaskan Jelajah Sulawesi, Om Daeng bersiap melanjutkan ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur. Ia dijadwalkan menyeberang dari Pelabuhan Bira menuju Labuan Bajo untuk meneruskan misi eksplorasi dan berbagi. Konsistensi, kepedulian sosial, dan ketangguhan berkendara menjadikan perjalanan ini bukan sekadar menaklukkan jarak, melainkan menghadirkan makna di setiap kilometer yang ditempuh Om Daeng bersama skutik MAXI Yamaha.

Jakarta
| Kamis, 26 Februari 2026

Berita Populer

Teknologi

Foto: WhatsApp Uji Fitur Edit Pesan di iOS | Pifa Net

WhatsApp Uji Fitur Edit Pesan di iOS

PIFA, Teknologi - WhatsApp sedang menguji fitur edit pesan di versi beta untuk iOS. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengedit pesan dalam waktu 15 menit setelah pengiriman. Fitur ini sangat berguna untuk pengguna yang sering melakukan kesalahan pengetikan atau lupa memasukkan informasi penting ke dalam pesan WhatsAppnya. Namun, pesan yang tidak kompatibel dengan versi WhatsApp akan diberi label "pesan yang tidak didukung", dan pengguna perlu memperbarui versi aplikasi mereka untuk menggunakan fitur ini. Meskipun fitur edit pesan saat ini hanya memungkinkan pengguna untuk mengedit pesan teks, WhatsApp berencana untuk memperkenalkan versi kedua dari fitur ini yang juga memungkinkan pengguna untuk mengedit keterangan media seperti foto. Pengguna juga tidak perlu khawatir tentang pesan yang diedit secara diam-diam, karena pesan yang telah diedit akan menampilkan tanda khusus di sampingnya. Selain itu, WhatsApp juga memperbaiki kerusakan pada versi sebelumnya yang membuat pengguna tidak dapat memutar video dalam chat dan status pada pembaruan WhatsApp beta untuk iOS 23.4.0.70. Jadi, pengguna yang ingin menguji fitur edit pesan dapat memperbarui aplikasi mereka ke versi terbaru di App Store atau TestFlight. Dengan fitur edit pesan ini, WhatsApp menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan kesalahan dalam komunikasi melalui pesan teks. (b)

Dunia
| Minggu, 26 Februari 2023

Teknologi

Foto: Hati-hati, Bun! Ilmuwan Sebut Paparan Cahaya Biru pada Gadget Dapat Sebabkan Pubertas Dini pada Anak | Pifa Net

Hati-hati, Bun! Ilmuwan Sebut Paparan Cahaya Biru pada Gadget Dapat Sebabkan Pubertas Dini pada Anak

PIFA, Tekno - Para ilmuwan telah menemukan alasan baru mengapa penting untuk membatasi waktu layar anak-anak di depan ponsel pintar dan tablet. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa paparan cahaya biru dari perangkat-perangkat ini dapat berpotensi menyebabkan pubertas dini pada anak-anak. Cahaya biru, salah satu warna spektrum cahaya tampak dengan panjang gelombang terpendek dan energi tertinggi, dapat ditemukan dalam sumber alami seperti matahari, serta dalam perangkat-perangkat modern seperti lampu neon, lampu LED, komputer, layar laptop, televisi, ponsel, dan tablet yang menggunakan teknologi LED. Menurut laporan yang dirilis oleh Medical Daily pekan lalu, paparan cahaya biru dapat memiliki dampak serius pada kesehatan manusia. Studi tersebut menunjukkan bahwa cahaya biru dapat memengaruhi kesehatan mata, meningkatkan risiko kanker, dan mengganggu siklus tidur-bangun. Pubertas, atau masa kematangan seksual, biasanya terjadi setelah usia delapan tahun pada anak perempuan dan sembilan tahun pada anak laki-laki. Pubertas dini adalah kondisi ketika anak mencapai pubertas lebih cepat dari yang seharusnya, dan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, masalah hormonal, tumor, dan cedera otak. Selama pandemi COVID-19, terjadi peningkatan kasus pubertas dini. Untuk mengetahui apakah peningkatan ini berkaitan dengan penggunaan yang lebih tinggi dari perangkat yang memancarkan cahaya biru selama periode tersebut, para peneliti dari Rumah Sakit Kota Ankara Bilkent dan Universitas Gazi di Turki melakukan studi yang melibatkan tikus jantan muda untuk menganalisis efek paparan cahaya biru pada jaringan testis. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontier in Endocrinology, para peneliti membagi 18 tikus betina menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol, kelompok yang terpapar cahaya biru selama enam jam, dan kelompok yang terpapar cahaya biru selama 12 jam. Hasil studi menunjukkan bahwa "tanda-tanda pubertas pertama terjadi secara signifikan lebih awal pada kedua kelompok yang terpapar cahaya biru, dan semakin lama durasi paparan, semakin dini pula permulaan pubertas." Para peneliti juga mencatat penurunan kadar melatonin, peningkatan hormon reproduksi seperti estradiol dan hormon luteinizing, serta perubahan fisik pada jaringan ovarium tikus yang terpapar cahaya biru. Ini merupakan indikasi dari permulaan pubertas dini. Tikus yang terpapar cahaya biru selama 12 jam juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan sel dan peradangan pada ovarium mereka. "Untuk pertama kalinya, kami menemukan hubungan langsung antara paparan cahaya biru dan pubertas dini pada tikus jantan," kata Dr. Aylin Kılınç Uğurlu, peneliti utama studi tersebut. Dia juga menambahkan, "Temuan kami selaras dengan penelitian kami sebelumnya pada tikus betina, yang juga menunjukkan efek serupa, sehingga memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang bagaimana cahaya biru dapat memengaruhi pubertas pada tikus jantan dan betina." Meskipun hasil penelitian ini belum bisa langsung diterapkan pada manusia, temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak paparan cahaya biru pada perangkat elektronik terhadap kesehatan anak-anak dan mengidentifikasi cahaya biru sebagai faktor risiko potensial yang dapat memengaruhi perkembangan pubertas dini. "Karena ini adalah penelitian pada tikus, kami tidak dapat memastikan bahwa temuan ini akan direplikasi pada anak-anak, namun data ini menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dapat dianggap sebagai faktor risiko terjadinya pubertas dini," tambah Uğurlu. (b)

Indonesia
| Selasa, 3 Oktober 2023

Teknologi

Foto: Fitur Unggulan Ini Bikin LEXi LX 155 Sukses Raih Penghargaan Rookie of The Year 2024 | Pifa Net

Fitur Unggulan Ini Bikin LEXi LX 155 Sukses Raih Penghargaan Rookie of The Year 2024

PIFA, Tekno – Kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan juga tren gaya hidup, mendorong Yamaha untuk terus berinovasi dalam memperbarui jajaran produk terbaiknya. Salah satunya, seperti pembaruan yang dilakukan di keluarga skutik MAXi Yamaha, yaitu LEXi LX 155. Sejak diperkenalkan pertama kali pada bulan Januari lalu, kehadiran LEXi LX 155 sukses memikat banyak hati para pecinta skutik premium di tanah air. Pasalnya, selain memiliki tampilan desain yang fresh, produk ini turut mendapatkan sentuhan pembaruan baik dari segi performa mesin maupun fitur berkendaranya. Melihat begitu banyaknya peningkatan yang diberikan pada motor, maka tidak heran jika skutik tersebut sukses menyabet gelar Rookie of The Year di ajang penghargaan tahunan bergengsi OTOMOTIF Award 2024. “Diakuinya LEXi LX 155 sebagai Rookie of The Year di tahun ini. Menunjukan bahwa motor tersebut telah diakui kualitasnya sebagai salah satu motor terbaik oleh masyarakat Indonesia. Hal itu tentunya tidak terlepas dari kelebihan produk yang mampu memberikan nilai tambah kepada konsumen, baik itu dari segi tampilan desain atraktif khas MAXi, performa mesin Blue Core 155cc yang bertenaga dan irit, serta dek lega dan rata yang dapat mendukung pengalaman berkendara lebih menyenangkan, baik saat digunakan di area perkotaan maupun touring sekalipun,” ungkap Antonius Widiantoro, Asst. General Manager Marketing – Public Relation, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Lantas fitur-fitur unggulan apa saja yang membuat LEXi LX 155 menjadi salah satu skutik terbaik yang dapat diandalkan untuk mobilitas perkotaan dan perjalanan jarak jauh, simak penjelasannya di bawah ini. 1. Mesin Blue Core 155cc Generasi Terbaru Salah satu kejutan yang dibawa oleh LEXi LX 155 adalah penggunaan mesin Bluecore 155cc generasi terbaru yang punya sentuhan peningkatan pada bagian camshaft, piston, head serta jalur oli. Mesin anyar ini lebih minim gesekan serta vibrasi sehingga memiliki performa yang lebih bertenaga dan irit. Berbicara soal irit, berdasarkan hasil pengetesan internal tim Yamaha*. Dengan kondisi full tank, Yamaha LEXi LX 155 mampu digeber Jakarta menuju Bandung tanpa perlu mengisi bensin sekalipun di tengah perjalanan. 2. Ruang Kaki Rata yang Luas Keunggulan unik lainnya yang dimiliki LEXi LX 155, yaitu menjadi satu-satunya skutik MAXi Yamaha yang memiliki dek lega dan rata. Kondisi ini tentunya sangat mendukung gaya berkendara yang simpel dan praktis di perkotaan. Selain itu, dengan ruang kaki yang luas ini, pengendara juga bisa lebih leluasa untuk membawa barang yang digantungkan di hook area depan. 3. Desain Keren & Compact Tampilan LEXi generasi terbaru menyajikan desain keren yang memadukan nilai sporty serta premium khas MAXi Yamaha, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para biker yang berjiwa muda. Selain desainnya yang fresh, skutik ini juga punya bobot teringan (116 – 118 kg)* dan body paling compact di keluarga MAXi Yamaha. Dengan body yang ramping dan ringan itu dapat memberikan kelincahan saat bermanuver membelah kepadatan jalanan kota dan juga mudah untuk di parkir. Tidak hanya itu, model LEXi terbaru ini juga memiliki desain jok yang lebih ramping dan rendah (770 mm), sehingga lebih nyaman untuk dikendarai karena pijakan kaki pengendara dapat menapak lebih mudah ke permukaan tanah. 4. Y-Connect Keunggulan lainnya yang tersemat pada motor dan mendukung mobilitas perkotaan adalah Y-Connect**. Dengan fitur ini, pengendara dapat memantau kondisi motor dan data berkendara mereka sehari-hari secara lebih mudah melalui aplikasi di smartphone. Adapun layanan fitur yang tersemat pada aplikasi Y-Connect meliputi : Rekomendasi perawatan : mengecek kondisi oli dan voltasi aki motor Notifikasi pesan & telfon masuk Notifikasi malfungsi Lokasi parkir terakhir saat motor terhubung dengan aplikasi Konsumsi bnsin / BBM Riding log yang menampilkan histori rute berkendara Jarak tempuh, peringkat dan eco point (Rank) Revs dashboard yang menampilkan data perputaran mesin 5. Electric Power Socket & SSS Fitur canggih lainnya yang terdapat pada LEXi LX 155 adalah Electric Power Socket yang berfungsi untuk mengisi daya smartphone pengendara selama diperjalanan. Fitur satu ini cukup penting untuk kebutuhan mobilitas di perkotaan, mengingat banyak pengguna sepeda motor saat ini yang kerap membuka maps digital saat sedang bepergian. Tidak hanya itu, untuk semakin mendukung konsumsi bahan bakar yang efisien, skutik ini juga telah dilengkapi fitur Start Stop System, shingga dapat mengurangi bahan bakar terbuang secara percuma pada saat motor berhenti. LEXi LX 155 saat ini ditawarkan dalam tiga tipe, yaitu tipe LEXi LX 155 Connected ABS (Magma Black) seharga Rp 30.200.000, tipe LEXi LX 155 S Version (Magma Black, Elixir Dark Silver, dan Matte Red) seharga Rp 27.150.000 dan tipe standard atau LEXi LX 155 (Metallic Red, Metallic Black, Matte Grey) seharga Rp 25.650.000. Seluruh harga tersebut merupakan harga On The Road (OTR) Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk, silahkan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia melalui link berikut ini https://yamaha-motor.co.id/ *Dilakukan degan metode full to full oleh rider berpengalaman **Spesifkasi dan fitur hanya terdapat pada varian LEXi LX 155 tertentu

Jakarta
| Selasa, 28 Mei 2024

Feeds

Yamaha Siapkan Promo dan Layanan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026

PIFA, Otomotif - Menjelang periode mudik Lebaran 2026, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyiapkan strategi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga penguatan layanan purna jual. Momentum Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi dimanfaatkan Yamaha untuk menjaga daya tarik produk sekaligus memastikan konsumen tetap merasa aman dan nyaman. Public Relation, YRA & Community Manager Yamaha Indonesia, Rifki Maulana, mengatakan perusahaan tetap menghadirkan berbagai program promosi di sejumlah wilayah untuk mendorong penjualan. Skema promo tersebut disesuaikan dengan karakter pasar di masing-masing area. “Beberapa area kami juga ada promo pasti,” ujar Rifki saat ditemui di sela kegiatan Yamaha Classy Fun Day, Minggu (15/2/2026). Meski demikian, Yamaha menegaskan tidak secara khusus mendorong penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik jarak jauh. Faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama, mengingat risiko perjalanan jauh menggunakan sepeda motor. Namun, bagi konsumen yang tetap memilih mudik dengan motor, Yamaha memastikan dukungan teknis tetap tersedia. “Walaupun kami tidak menyarankan untuk mudik menggunakan motor, tapi kami tetap menyediakan bengkel jaga, pos jaga, untuk mendukung rekan-rekan komunitas dan konsumen,” jelasnya. Keberadaan bengkel siaga dan pos jaga menjadi bagian dari strategi layanan Yamaha selama periode Lebaran. Fasilitas tersebut disiapkan di sejumlah titik strategis guna membantu konsumen yang membutuhkan perawatan ringan, pemeriksaan kendaraan, hingga penanganan darurat. Langkah ini dinilai penting untuk membangun loyalitas sekaligus memperkuat persepsi positif terhadap merek Yamaha. Menurut Rifki, program layanan ini tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk Yamaha secara menyeluruh. Dukungan teknis yang mudah diakses selama musim mudik diharapkan memberi rasa tenang bagi pengguna. “Mungkin dengan program-program seperti itu bisa menambah keyakinan untuk menggunakan produk kami,” tambahnya. Dari sisi penjualan, Yamaha mengakui tren peningkatan permintaan umumnya terjadi menjelang Lebaran. Namun, capaian tersebut tetap bergantung pada dinamika pasar secara keseluruhan, termasuk daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi. “Tergantung market sih ya. Tahun lalu sih naik,” ungkap Rifki. Dengan memadukan program promosi dan penguatan layanan purna jual selama periode Lebaran, Yamaha berupaya menjaga daya saing di tengah persaingan industri roda dua yang kian ketat. Strategi ini menegaskan bahwa momentum musiman seperti Lebaran tidak hanya dimanfaatkan untuk mendorong transaksi, tetapi juga memperkuat relasi jangka panjang dengan konsumen.

Teknologi
| Jumat, 27 Februari 2026
Foto: Yamaha Siapkan Promo dan Layanan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026 | Pifa Net

Yamaha MT-07 Belum Dijual di Indonesia, Kendala Regulasi Jadi Alasan Utama

PIFA, Otomotif - Pasar motor gede (moge) di Indonesia memang relatif terbatas dibandingkan segmen skutik maupun sport 150–250 cc. Meski begitu, ceruk konsumen untuk moge berstatus CBU (Completely Built Up) tetap ada, termasuk untuk model Yamaha MT-07 yang hingga kini belum dipasarkan secara resmi di Tanah Air. Menariknya, MT-07 sejatinya sudah diproduksi di Indonesia untuk kebutuhan ekspor ke Eropa. Namun, meskipun lini produksinya berada di dalam negeri, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum memasukkan model tersebut ke pasar domestik. Manager Public Relation, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan disebabkan minimnya minat pasar ataupun pertimbangan harga jual. Menurutnya, kendala utama terletak pada aspek kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia. “Ya memang MT-07 untuk varian yang selain YMT itu memang sudah full produksi di Indonesia. Sebenarnya bukan masalah mau jual atau belum, tapi memang bahwa Yamaha itu perusahaan yang sangat taat terhadap compliance dan spek-spek motor tersebut memang belum masuk sesuai sambungan regulasi yang ada di Indonesia,” ujar Rifki di Bandung beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, sebuah model motor hanya dapat dipasarkan secara resmi apabila seluruh spesifikasi teknisnya telah sesuai dengan regulasi nasional. Mulai dari aturan jalan raya, sertifikasi SNI, hingga ketentuan teknis lainnya menjadi faktor penentu. Sebagai pembanding, Rifki menyinggung kehadiran Yamaha TMAX yang belum lama ini resmi dijual di Indonesia. Menurutnya, TMAX telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi sehingga dapat dipasarkan tanpa hambatan. “Dan kenapa sekarang T-Max itu juga sudah bisa dijual? Ya karena memang T-Max itu sudah comply dengan road regulation, SNI, dan lain-lainnya, seperti itu,” jelasnya. Sementara itu, meskipun MT-07 diproduksi di Indonesia untuk pasar ekspor, spesifikasinya dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan domestik. “Sedangkan kenapa MT-07 belum kita jual ya? karena memang belum comply ya itu. Tadi balik ke apa namanya policy yang strictly sama dengan compliance, makanya Yamaha belum jual MT-07,” tambah Rifki. Ia juga menepis anggapan bahwa Yamaha enggan menjual moge CBU karena faktor harga yang dianggap terlalu tinggi. Rifki mencontohkan respons pasar terhadap TMAX yang tetap tinggi meski berada di segmen premium. “Enggak sih, bahkan sudah dibuktikan kan bahwa di T-Max dengan harga segitu pun kami buka inden online, first batch-nya sudah langsung sold out. Jadi lebih ke arah si policy sih,” tegasnya. Dengan demikian, peluang kehadiran Yamaha MT-07 di Indonesia sejatinya masih terbuka. Namun, realisasinya sangat bergantung pada penyesuaian spesifikasi teknis agar sesuai dengan regulasi nasional. Bagi penggemar moge Yamaha, keputusan tersebut kini lebih ditentukan oleh kepatuhan regulatif ketimbang persoalan daya beli pasar.

Jakarta
| Jumat, 27 Februari 2026
Foto: Yamaha MT-07 Belum Dijual di Indonesia, Kendala Regulasi Jadi Alasan Utama | Pifa Net

Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX

PIFA, Otomotif - Setelah menorehkan perjalanan bersejarah dari Indonesia menuju Mekkah, Arab Saudi menggunakan Yamaha XMAX generasi pertama selama tujuh bulan melintasi 12 negara sejauh lebih dari 27.000 kilometer, Anshar—akrab disapa Om Daeng—kembali melanjutkan petualangan berkendaranya di tanah air. Kali ini, Om Daeng menjelajahi kampung halamannya di Pulau Sulawesi dengan Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru dalam touring bertajuk Jelajah Sulawesi. Perjalanan berlangsung selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer dan melintasi 69 kabupaten/kota. Touring dimulai dari Makassar dan menempuh rute panjang yang menghubungkan berbagai kota di Sulawesi, antara lain Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang, hingga Toraja. Sepanjang perjalanan, Om Daeng menghadapi beragam karakter jalan, mulai dari jalur pesisir pantai, jalan antar kota, hingga medan pegunungan yang menantang. Misi Sosial di Setiap Provinsi Lebih dari sekadar touring, Jelajah Sulawesi juga membawa misi sosial. Di setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri berbagi dengan yayasan dan panti asuhan. Di Baubau, ia membagikan sembako ke yayasan panti asuhan setempat. Di Kotamobagu, bantuan sembako dan mainan anak-anak disalurkan ke pondok pesantren. Sementara di Palu, bantuan berupa sembako dan alat tulis diberikan kepada yayasan panti asuhan. Perjalanan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar biker MAXI Yamaha di Sulawesi. Sambutan hangat komunitas di hampir setiap kota menjadi energi tersendiri sepanjang perjalanan. “Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha,” ungkap Om Daeng. Jalur Menantang dan Panorama Indah Tantangan terberat dirasakan saat melintasi jalur Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah. Jalur pegunungan sempit dengan tanjakan, turunan panjang, serta tikungan teknikal menguji fokus dan stamina. “Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” jelasnya. Sementara jalur paling indah menurut Om Daeng adalah rute Amurang–Kotamobagu yang menyuguhkan panorama khas Sulawesi Utara, memadukan pesisir teluk dengan pegunungan sejuk. Performa XMAX TECHMAX Kian Mantap Dibandingkan generasi sebelumnya, Om Daeng merasakan peningkatan signifikan pada XMAX TECHMAX terbaru, terutama dari sisi handling dan kelincahan. “Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat,” ujarnya. Fitur navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi pada panel TFT meter menjadi andalan selama touring jarak jauh. Jok model Eropa dengan sandaran lumbar support juga memberi kenyamanan ekstra saat menempuh ribuan kilometer. Lanjut ke Nusa Tenggara Timur Usai menuntaskan Jelajah Sulawesi, Om Daeng bersiap melanjutkan ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur. Ia dijadwalkan menyeberang dari Pelabuhan Bira menuju Labuan Bajo untuk meneruskan misi eksplorasi dan berbagi. Konsistensi, kepedulian sosial, dan ketangguhan berkendara menjadikan perjalanan ini bukan sekadar menaklukkan jarak, melainkan menghadirkan makna di setiap kilometer yang ditempuh Om Daeng bersama skutik MAXI Yamaha.

Jakarta
| Kamis, 26 Februari 2026
Foto: Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX | Pifa Net

Transformasi Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Urban Rally 80-an, Ekspresi Gaya Anak Muda Perkotaan

PIFA, Otomotoif - Bagi banyak pengendara muda di perkotaan, modifikasi sepeda motor bukan sekadar meningkatkan performa atau tampil beda, melainkan medium ekspresi selera, gaya hidup, hingga identitas diri. Hal itu tercermin dari transformasi Yamaha Grand Filano Hybrid milik Adega Anggayasta yang disulap menjadi skutik bergaya Urban Rally 80-an dengan tampilan nyentrik dan ikonik. Motor tersebut dimodifikasi oleh Rainbow Moto Builder, modifikator lokal yang dikenal dengan sentuhan khas motor klasik yang disesuaikan dengan karakter pengendaranya. Mengusung konsep Urban Rally, modifikasi ini terinspirasi dari dunia rally era 1980-an yang identik dengan warna berani, grafis kontras, serta penggunaan part fungsional khas motor balap lintas medan. Adega, yang juga founder komunitas Kalcer Skuter, sukses menerjemahkan nuansa retro rally ke dalam skutik anak muda masa kini. Perpaduan warna hijau tosca, ungu, dan oranye dengan grafis kuning sebagai latar identitas rally menjadi daya tarik utama pada bodi motor. Desain retro-modern Grand Filano Hybrid dinilai fleksibel untuk eksplorasi gaya berani tanpa meninggalkan fungsi harian. “Sejak awal melihat Grand Filano Hybrid, saya sudah merasa cocok banget untuk dimodifikasi dengan berbagai gaya. Saya ingin mencari konsep yang berbeda atau belum ada sebelumnya sehingga lahirlah konsep Urban Rally yang punya karakter kuat, berani, tetapi tetap cocok untuk dipakai harian di perkotaan,” ujar Adega Anggayasta. Proses modifikasi memakan waktu sekitar satu bulan. Tak hanya mengejar tampilan visual, Adega dan tim juga memastikan motor tetap nyaman serta fungsional untuk digunakan sehari-hari. Double Seat with Back Rest Salah satu ubahan paling mencolok terdapat pada sektor jok. Jok standar diganti dengan model double seat berwarna ungu yang dilengkapi backrest. Menariknya, headrest yang digunakan berasal dari jok mobil Daihatsu Feroza, menghadirkan tampilan unik sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara. Dual Purpose Tire Pada bagian roda, motor ini menggunakan ban dual purpose yang mendukung berbagai kondisi jalan. Pemilihan ban tersebut selaras dengan konsep rally yang tangguh, namun tetap nyaman untuk aktivitas harian seperti community ride, sunmori, hingga nongkrong. Performa mesin Blue Core Hybrid 125 cc yang irit dan bertenaga semakin menunjang karakter all-terrain tersebut. Custom Retro Headcover Bagian depan tampil berbeda berkat custom retro headcover bergaya rally 80-an dengan desain tegas dan mini visor smoke. Kombinasi warna tosca dan ungu pada area batok lampu memperkuat karakter Urban Rally yang bold. Front rack berwarna ungu turut dipasang rapi dan menyatu dengan keseluruhan konsep. Rally Stripping Identitas Urban Rally dipertegas melalui rally stripping bernuansa hijau tosca, ungu, oranye, putih, dan kuning. Grafis disusun mengikuti lekukan bodi agar terlihat proporsional dan dinamis. Angka “06” berwarna hitam dengan font ikonik serta tulisan “All Terrain” semakin memperkuat tampilan rally look yang standout namun tetap stylish untuk penggunaan harian. Manager Public Relation, YRA & Community Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Rifki Maulana, menyebut modifikasi ini semakin menegaskan identitas Grand Filano Hybrid sebagai skutik anak muda urban kalcer. “Grand Filano Hybrid punya desain timeless dan fleksibel untuk dimodifikasi dengan karakter kuat, sehingga mampu menjembatani inspirasi retro dengan kebutuhan generasi muda yang dinamis dan fashionable,” ujarnya. Skutik Fashionable dan Functional Grand Filano Hybrid dikenal sebagai skuter matik yang mengedepankan sisi fashionable dan functional. Model ini dibekali teknologi Blue Core Hybrid 125 cc, TFT Sub Display pada speedometer, lampu Full LED, serta Smart Key System. Fitur Smart Front Refuel memudahkan pengisian bahan bakar, didukung kapasitas bagasi 27 liter yang tergolong besar di kelasnya. Selain itu, tersedia Electric Power Socket dengan USB Type A untuk menunjang konektivitas pengendara. Perpaduan desain elegan, fitur modern, dan fleksibilitas modifikasi menjadikan Yamaha Grand Filano Hybrid sebagai kanvas ideal bagi anak muda urban yang ingin tampil kalcer dan fashionable dalam setiap aktivitas.

Jakarta
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Transformasi Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Urban Rally 80-an, Ekspresi Gaya Anak Muda Perkotaan | Pifa Net

Yamaha Fazzio Lite Version Meluncur di Thailand, Lebih Murah Tanpa Y-Connect

PIFA, Otomotif - Yamaha Motor menghadirkan varian baru dari keluarga Classy dengan meluncurkan Yamaha Fazzio Lite Version di Thailand. Skuter matik bergaya retro-modern ini diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau, dengan selisih harga sekitar Rp600 ribuan dibandingkan versi reguler. Mengutip laporan Greatbiker, varian Lite dirancang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa memangkas banyak fitur utama. Perbedaan paling mencolok terletak pada absennya fitur Y-Connect, teknologi konektivitas yang memungkinkan motor terhubung dengan ponsel pintar untuk menampilkan notifikasi serta data kendaraan. Di luar penghapusan Y-Connect, spesifikasi Fazzio Lite Version tetap dipertahankan. Skutik ini masih dibekali sistem pencahayaan full LED, panel instrumen digital, soket pengisian daya ponsel, bagasi berkapasitas lega, serta sistem pengereman UBS (Unified Brake System). Dari sisi desain, tidak ada perubahan signifikan. Fazzio Lite Version tetap mengusung dimensi kompak dengan karakter bodi membulat yang menjadi ciri khas keluarga Classy. Pilihan warna yang ditawarkan pun bernuansa cerah dengan aksen minimalis di sisi kiri dan kanan bodi. Pilihan warna yang tersedia meliputi hitam, merah muda, dan hijau muda, dengan corak yang serupa dengan model yang telah dipasarkan di Indonesia. Pada sektor dapur pacu, Fazzio Lite Version masih mengandalkan mesin Blue Core Hybrid SOHC berkapasitas 124 cc berpendingin udara. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 8,4 PS dan torsi 10,6 Nm, sekaligus menawarkan efisiensi bahan bakar berkat teknologi hybrid yang diusung. Dengan banderol sekitar Rp26,5 juta, Yamaha Fazzio Lite Version menawarkan kombinasi harga yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan performa maupun fitur esensial. Strategi ini sekaligus mempertegas positioning Fazzio sebagai skutik bergaya yang tetap fungsional untuk penggunaan harian. Kini, perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan: apakah Yamaha Fazzio Lite Version juga akan menyusul meluncur di pasar Indonesia.

Teknologi
| Sabtu, 24 Januari 2026
Foto: Yamaha Fazzio Lite Version Meluncur di Thailand, Lebih Murah Tanpa Y-Connect | Pifa Net

Yamaha PG-1 2026 Meluncur di Malaysia, Tampil Segar dengan Warna Baru

PIFA, Otomotif - Yamaha Motor kembali menyegarkan lini motor bebek bergaya petualang lewat kehadiran Yamaha PG-1 2026 di Malaysia. Penyegaran kali ini difokuskan pada tampilan melalui dua pilihan warna anyar tanpa disertai penyesuaian harga jual. Yamaha PG-1 tetap dipasarkan dengan banderol setara Rp29,8 juta, sama seperti harga yang ditetapkan sejak 2024. Dua warna baru yang diperkenalkan adalah Classic Black dan Sky Blue. Keduanya memberikan sentuhan segar pada karakter desain PG-1 yang memadukan nuansa klasik dan modern dengan tampilan sederhana namun fungsional. Menariknya, setiap pembelian PG-1 juga disertai bonus kunci cakram rem original Yamaha, sehingga menambah nilai lebih bagi konsumen di segmen entry level. Spesifikasi Tetap, Andalkan Mesin 114 cc Dari sisi teknis, Yamaha tidak melakukan perubahan. PG-1 masih mengandalkan mesin 114 cc satu silinder berpendingin udara yang telah dibekali sistem injeksi bahan bakar elektronik (EFI). Tenaga disalurkan melalui transmisi empat percepatan dengan kopling sentrifugal. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 9,0 PS pada 7.000 rpm dan torsi puncak 9,5 Nm pada 5.500 rpm, cukup untuk menunjang mobilitas harian maupun melibas jalur ringan. Pada sektor kaki-kaki, PG-1 menggunakan velg jari-jari 16 inci dengan ban tubeless berukuran 90/100 di depan dan belakang. Sistem pengereman mengandalkan cakram hidrolik tunggal di roda depan serta rem tromol mekanis di roda belakang. Fitur ABS belum tersedia, sejalan dengan positioning PG-1 sebagai motor sederhana dengan harga terjangkau. Untuk kenyamanan, motor ini dibekali jok terpisah antara pengendara dan penumpang dengan tinggi jok 795 mm. Suspensi depan menggunakan garpu teleskopik, sedangkan bagian belakang mengandalkan peredam kejut ganda dengan pengaturan preload. Bobotnya yang hanya 107 kg membuat PG-1 tergolong ringan dan mudah dikendalikan. Tangki bahan bakar berkapasitas 5,1 liter, sementara panel instrumen masih mengusung model analog. Fitur praktis seperti starter elektrik dan standar tengah tetap dipertahankan. Dengan penyegaran tampilan tanpa mengubah spesifikasi teknis, Yamaha PG-1 2026 tetap mempertahankan daya tariknya sebagai motor bebek bergaya petualang yang unik di kelasnya. Kini, perhatian publik tertuju pada satu hal: kapan model ini akan menyusul masuk ke pasar Indonesia.

Yamaha
| Sabtu, 24 Januari 2026
Foto: Yamaha PG-1 2026 Meluncur di Malaysia, Tampil Segar dengan Warna Baru | Pifa Net

Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah di World Supersport, Start Terakhir Finis Kedua

PIFA, Otomitf - Pebalap Indonesia, Aldi Satya Mahendra, menorehkan hasil sensasional pada Race 2 ajang World Supersport Championship di Phillip Island Grand Prix Circuit, Minggu (22/2/2026). Memulai balapan dari posisi paling buncit, Aldi justru mampu finis di urutan kedua setelah tampil impresif sepanjang lomba. Ia harus start dari grid ke-28 akibat kendala yang dialaminya saat sesi Superpole, situasi yang memaksanya bekerja ekstra keras sejak lampu start padam. Namun, pebalap binaan Yamaha itu menunjukkan determinasi tinggi dengan melakukan manuver agresif dan konsisten menyalip para rivalnya satu per satu. Dalam kondisi lintasan yang berubah-ubah, strategi menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil akhir. Keputusan cepat untuk mengganti ban menjadi momentum kebangkitan Aldi. Strategi tersebut membuatnya mampu merangsek ke rombongan depan dan bahkan sempat memimpin jalannya balapan, meski memulai dari posisi paling belakang. Memasuki fase akhir lomba, Aldi harus mengakui keunggulan pebalap Spanyol, Albert Arenas, yang berhasil merebut posisi terdepan. Meski demikian, finis di posisi kedua sudah cukup untuk mengukir sejarah baru bagi balap motor Indonesia. Hasil tersebut menjadikan Aldi sebagai pebalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di kelas World Supersport, sebuah capaian besar di level kejuaraan dunia. Kebangkitan dari posisi ke-28 hingga finis kedua sekaligus menegaskan mentalitas dan kapasitasnya sebagai salah satu talenta masa depan balap motor Tanah Air. “Sungguh luar biasa bisa kembali naik podium lagi! Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim saya,” ujar juara dunia World Supersport 300 2024 itu melalui akun Instagram pribadinya.

Jakarta
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah di World Supersport, Start Terakhir Finis Kedua | Pifa Net

Yamaha Indonesia Masih Kaji Peluang Jadi Hub Motor Listrik Yamaha di Asia

PIFA, Otomotif - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) masih mencermati peluang Indonesia untuk menjadi pusat produksi dan pengembangan motor listrik Yamaha di kawasan Asia. Manajemen menyebut penunjukan hub regional sangat dipengaruhi berbagai faktor strategis, mulai dari regulasi, kesiapan pasar, hingga efisiensi produksi di masing-masing negara. Sebagai perbandingan, Yamaha Motor di India telah lebih dahulu melangkah dalam penetrasi kendaraan listrik. Di pasar tersebut, Yamaha memasarkan model entry level seperti Yamaha EC-06 yang diperkenalkan bersamaan dengan model listrik lainnya. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan dukungan regulasi serta kesiapan ekosistem kendaraan listrik di negara tersebut. Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menjelaskan bahwa perkembangan kendaraan listrik di setiap negara sangat berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah, termasuk standar emisi yang diterapkan. “Pasti ada hubungannya dengan regulasi di sana, misalnya pemerintahnya punya standar emisi setara Euro berapa. Hal-hal itu yang membuat transisinya lebih cepat atau bagaimana,” ujarnya. Terkait kemungkinan Indonesia ditunjuk sebagai hub motor listrik Yamaha di Asia, Rifki mengaku belum dapat memastikan. Saat ini, YIMM masih berada pada tahap evaluasi atau bersikap wait and see untuk ekspansi motor listrik secara komersial di dalam negeri. “Kalau jadi hub, saya belum bisa jawab karena saya belum tahu. Tapi yang pasti, beberapa produk Yamaha Jepang sudah sempat diuji di Indonesia, seperti Yamaha E01 dan kerja sama dengan ride-hailing. Itu sudah dijalankan, tapi untuk bisnis kita masih wait and see,” jelasnya. Ia menambahkan, struktur pasar Yamaha Indonesia hingga kini masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Dengan komposisi tersebut, setiap prinsipal akan mempertimbangkan secara matang negara mana yang paling optimal dari sisi volume pasar, regulasi, serta kesiapan infrastruktur sebelum dijadikan basis produksi kendaraan listrik. Meski belum ada keputusan final, Yamaha Indonesia menyatakan kesiapan apabila dipercaya menjadi pusat produksi motor listrik. Rifki menegaskan, selama seluruh regulasi yang dipersyaratkan pemerintah dapat dipenuhi, perusahaan akan menyiapkan fasilitas produksi yang mampu mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan. “Saat ini market terbesar kita masih dari ICE. Tapi selama kita mematuhi regulasi yang dibutuhkan, kita harus siap,” tegasnya.

Jakarta
| Jumat, 27 Februari 2026
Foto: Yamaha Indonesia Masih Kaji Peluang Jadi Hub Motor Listrik Yamaha di Asia | Pifa Net

Yamaha Pastikan EC-06 Belum Masuk Rencana Pasar Indonesia

PIFA, Otomotif - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) angkat bicara terkait peluang pemasaran Yamaha EC-06 di Indonesia. Skuter listrik yang lebih dulu meluncur di India itu dipastikan belum masuk dalam agenda penjualan domestik Yamaha Indonesia. Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menegaskan EC-06 bukan produk yang dikembangkan untuk pasar Indonesia. Selain itu, faktor regulasi menjadi pertimbangan penting sebelum suatu model dipasarkan. “Kami masih belum tahu karena itu bukan produk Yamaha Indonesia. Kedua, produk tersebut kan pasti comply dengan regulasi di sana. Nah, itu kita belum tahu kan itu masuk regulasi kita atau nggak,” ujar Rifki. Di India, EC-06 saat ini masih berstatus model terbatas dan hanya dipasarkan melalui jaringan dealer Blue Square, lini premium Yamaha. Meski demikian, kuota penjualannya disebut-sebut akan terus ditambah hingga berpeluang menjadi produk reguler. Spesifikasi dan Fitur Dari sisi positioning, Yamaha EC-06 dirancang sebagai skuter listrik perkotaan untuk kebutuhan mobilitas harian. Model ini hanya tersedia dalam satu pilihan warna, putih dengan aksen biru muda. Dimensinya diklaim setara dengan skutik entry level pada umumnya. Desainnya mengusung struktur inti berorientasi horizontal dengan proporsi tegak dan tampilan kokoh untuk menunjang stabilitas di lalu lintas kota. Lampu depan berukuran besar tampil dominan, dipadukan dengan sein model bertungkai yang diposisikan agak tinggi. Setang menggunakan model naked atau terbuka. Untuk sektor performa, EC-06 dibekali motor listrik Interior Permanent Magnet Synchronous Motor (IPMSM) yang dipadukan dengan baterai berkapasitas 4 kWh. Kombinasi ini menghasilkan daya puncak 6,7 kW atau setara 9 hp dengan torsi maksimum 26 Nm. Kecepatan puncaknya diklaim mencapai 79 km/jam. Baterainya telah mengantongi sertifikasi IP65 dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 169 km dalam kondisi penuh. Waktu pengisian daya sekitar delapan jam, meski belum dirinci penghitungan dari persentase pengisian berapa ke berapa. Motor listrik ini juga dilengkapi tiga mode berkendara, yakni ECO, Standard, dan Power. Fitur mode mundur turut disematkan untuk memudahkan manuver saat parkir. Di pasar India, Yamaha EC-06 dibanderol sekitar 167 ribu lakh atau setara Rp30,4 juta. Harga tersebut dinilai kompetitif untuk motor listrik dengan label pabrikan Jepang. Meski spesifikasinya menarik, hingga kini belum ada kepastian apakah Yamaha EC-06 akan disesuaikan dengan regulasi serta kebutuhan konsumen Indonesia. Yamaha Indonesia pun masih memilih bersikap wait and see sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Jakarta
| Selasa, 24 Februari 2026
Foto: Yamaha Pastikan EC-06 Belum Masuk Rencana Pasar Indonesia | Pifa Net

Anti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha

PIFA, Otomotif - Gaya hidup anak muda kini tak bisa lepas dari gaya dan kreativitas yang seringkali diekspresikan melalui warna-warna ikonik yang tampil berbeda atau sering disebut menjadi bagian dari tren skena dan kalcer. Penampilan menjadi salah satu aspek penting bagi generasi muda seperti outfit atau aksesoris yang dikenakan hingga kendaraan juga perlu mendukung gayanya. Merespon semangat tersebut, Yamaha Indonesia tentu saja ingin memperkenalkan lebih dekat warna terbaru skutik Classy Yamaha lewat acara Classy Fun Day 2026 (14-16/2) di Bandung dan Garut yang mengajak rekan-rekan media dan komunitas Classy.Bandung dipilih sebagai titik awal perjalanan karena dapat menjadi latar sempurna untuk menggambarkan karakter pengendara Classy Yamaha yang senang hangout dan aura urban. Dari kota Bandung, peserta diajak riding menuju kota Garut untuk menghadirkan pengalaman healing sekaligus eksplorasi gaya dalam satu perjalanan. Acara yang berjalan selama 3 hari ini pastinya punya berbagai aktivitas seru ala kawula muda kekinian dan ditemani oleh ragam skutik Classy modifikasi milik komunitas.“Skutik Classy Yamaha kini terus berkembang dan bahkan saat ini menjadi salah satu skutik idaman anak muda, ditunjukkan dengan pertumbuhan komunitas Classy yang semakin solid seperti di daerah Jawa Barat ini yang sukses menciptakan ekosistem yang positif atau menjadi wadah berbagi inspirasi dan kreativitas lewat modifikasi. Maka dari itu, kehadiran warna-warna terbaru yang spesial semakin memperkuat karakter dan memperluas ruang ekspresi untuk mendukung setiap gaya generasi muda yang selalu outstanding,” ujar Rifki Maulana, Manager PR, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.Explore Swiss Van Java & Bandung Urban LifestylePerjalanan bersama warna terbaru skutik Classy ini menghadirkan pengalaman lengkap di Garut mulai dari mengelilingi dan menikmati dinginnya kota saat Glamour Camping (Glamping) berkelas di tengah daerah kawah Kamojang. Tidak terlewatkan juga, syahdu dan gaya hidup urban di kota Bandung juga terasa dengan main bowling bareng dan mengunjungi beberapa destinasi hits seperti CoMa Cafe yang punya konsep kalcer. Classy Workshop: Ekspresi Kreatif Khas GarutTak hanya riding, peserta juga mengikuti Classy Workshop dengan membuat kerajinan tangan khas Garut berupa creative statue yang terbuat dari resin dan telah dikenal luas hingga mancanegara, yaitu Skillo Saparapart. Statue tersebut dikreasikan secara khusus sesuai warna terbaru Classy Yamaha, yaitu Go Purple pada Fazzio Hybrid dan Royal Iron pada Grand Filano Hybrid.Modifikasi Unik & Performa AndalKemudahan untuk dimodifikasi menjadi salah satu daya tarik utama Classy Yamaha yang diperlihatkan melalui berbagai skutik milik komunitas dengan gaya dan karakter berbeda seperti ala Vintage Rally, Classic, Cargo, dan beberapa lainnya yang mencuri perhatian. Tak hanya unggul dari sisi tampilan, performanya pun terbukti andal selama perjalanan dari Bandung menuju Garut yang dipenuhi tanjakan curam dan tikungan tajam. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa selain desainnya yang sudah ikonik, mesin Blue Core Hybrid 125cc juga sangat mendukung selama perjalananSkutik Classy Yamaha yang sudah dimodifikasi milik teman-teman komunitas juga turut mendukung keseruan acara ini karena punya gaya dan karakter yang berbeda-beda seperti ala Vintage Rally, Classic, hingga Picnic Kalcer sehingga sukses mencuri perhatian. Tak hanya unggul soal penampilan, teman-teman komunitas juga sangat membanggakan beberapa fitur unggulan milik Classy Yamaha terutama performanya karena mesinnya sudah berteknologi Blue Core Hybrid 125cc dan fitur praktis seperti dek kaki dan bagasinya yang luas sehingga mampu melibas setiap perjalanan dengan mudah.“Bagi saya, skutik Classy Yamaha ini punya paket yang lengkap, karena dari desainnya saja sudah ikonik dengan konsep retro modern sehingga tanpa banyak ubahan sudah menarik perhatian dan mudah untuk dimodifikasi karena part-nya mudah ditemukan. Selama perjalanan dari Bandung ke Garut yang dipenuhi tanjakan dan tikungan, performanya selalu terasa lincah, nyaman karena dek kakinya cukup lebar dan tentu saja konsumsi bahan bakarnya tergolong irit. Dan dengan beberapa warna terbaru juga sangat menggoda khususnya Go Purple karena keren banget looknya,” ungkap Arya Brahmantya, pemilik Fazzio Hybrid modifikasi ala Picnic KalcerAcara yang berkolaborasi dengan beberapa local brand apparel seperti Maisonmoto Supply dan Screamous, Yamaha menegaskan bahwa warna terbaru Fazzio Hybrid seperti Greenish Gray, Go Purple, Black Red, dan Blue White dan grafis F-Bar terbaru pada varian Neo siap mendukung generasi muda untuk semakin Go Crazee. Sementara Grand Filano Hybrid dengan warna spesial Royal Iron, Prime Gray, Greenish Gray dan perubahan warna dasi depan pada varian Essential White dan Pink Mauve menghadirkan sentuhan kalcer dan perjalanan terasa lebih berkelas.Classy YamahaLine-up skutik Classy Yamaha yang terdiri dari Yamaha Fazzio Hybrid bergaya Skena dan Yamaha Grand Filano Hybrid punya gaya Kalcer merupakan skutik retro modern berteknologi Blue Core Hybrid 125cc yang responsif dan efisien. Dilengkapi digital speedometer serta fitur Y-Connect yang terhubung ke smartphone (pada tipe tertentu), Classy Yamaha juga unggul secara fungsional dengan banyak kompartemen, dek kaki luas, dan kapasitas bagasinya besar, menjadikannya stylish, modern, dan praktis untuk mendukung setiap mobilitas dan gaya hidup anak muda zaman now.

Otomotif
| Jumat, 20 Februari 2026
Foto: Anti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha | Pifa Net
Explore Berbagai Konten Hiburan

Berita Rekomendasi

Teknologi

Foto: WhatsApp Uji Fitur Edit Pesan di iOS | Pifa Net

WhatsApp Uji Fitur Edit Pesan di iOS

PIFA, Teknologi - WhatsApp sedang menguji fitur edit pesan di versi beta untuk iOS. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengedit pesan dalam waktu 15 menit setelah pengiriman. Fitur ini sangat berguna untuk pengguna yang sering melakukan kesalahan pengetikan atau lupa memasukkan informasi penting ke dalam pesan WhatsAppnya. Namun, pesan yang tidak kompatibel dengan versi WhatsApp akan diberi label "pesan yang tidak didukung", dan pengguna perlu memperbarui versi aplikasi mereka untuk menggunakan fitur ini. Meskipun fitur edit pesan saat ini hanya memungkinkan pengguna untuk mengedit pesan teks, WhatsApp berencana untuk memperkenalkan versi kedua dari fitur ini yang juga memungkinkan pengguna untuk mengedit keterangan media seperti foto. Pengguna juga tidak perlu khawatir tentang pesan yang diedit secara diam-diam, karena pesan yang telah diedit akan menampilkan tanda khusus di sampingnya. Selain itu, WhatsApp juga memperbaiki kerusakan pada versi sebelumnya yang membuat pengguna tidak dapat memutar video dalam chat dan status pada pembaruan WhatsApp beta untuk iOS 23.4.0.70. Jadi, pengguna yang ingin menguji fitur edit pesan dapat memperbarui aplikasi mereka ke versi terbaru di App Store atau TestFlight. Dengan fitur edit pesan ini, WhatsApp menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan kesalahan dalam komunikasi melalui pesan teks. (b)

Dunia
| Minggu, 26 Februari 2023

Teknologi

Foto: Hati-hati, Bun! Ilmuwan Sebut Paparan Cahaya Biru pada Gadget Dapat Sebabkan Pubertas Dini pada Anak | Pifa Net

Hati-hati, Bun! Ilmuwan Sebut Paparan Cahaya Biru pada Gadget Dapat Sebabkan Pubertas Dini pada Anak

PIFA, Tekno - Para ilmuwan telah menemukan alasan baru mengapa penting untuk membatasi waktu layar anak-anak di depan ponsel pintar dan tablet. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa paparan cahaya biru dari perangkat-perangkat ini dapat berpotensi menyebabkan pubertas dini pada anak-anak. Cahaya biru, salah satu warna spektrum cahaya tampak dengan panjang gelombang terpendek dan energi tertinggi, dapat ditemukan dalam sumber alami seperti matahari, serta dalam perangkat-perangkat modern seperti lampu neon, lampu LED, komputer, layar laptop, televisi, ponsel, dan tablet yang menggunakan teknologi LED. Menurut laporan yang dirilis oleh Medical Daily pekan lalu, paparan cahaya biru dapat memiliki dampak serius pada kesehatan manusia. Studi tersebut menunjukkan bahwa cahaya biru dapat memengaruhi kesehatan mata, meningkatkan risiko kanker, dan mengganggu siklus tidur-bangun. Pubertas, atau masa kematangan seksual, biasanya terjadi setelah usia delapan tahun pada anak perempuan dan sembilan tahun pada anak laki-laki. Pubertas dini adalah kondisi ketika anak mencapai pubertas lebih cepat dari yang seharusnya, dan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, masalah hormonal, tumor, dan cedera otak. Selama pandemi COVID-19, terjadi peningkatan kasus pubertas dini. Untuk mengetahui apakah peningkatan ini berkaitan dengan penggunaan yang lebih tinggi dari perangkat yang memancarkan cahaya biru selama periode tersebut, para peneliti dari Rumah Sakit Kota Ankara Bilkent dan Universitas Gazi di Turki melakukan studi yang melibatkan tikus jantan muda untuk menganalisis efek paparan cahaya biru pada jaringan testis. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontier in Endocrinology, para peneliti membagi 18 tikus betina menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol, kelompok yang terpapar cahaya biru selama enam jam, dan kelompok yang terpapar cahaya biru selama 12 jam. Hasil studi menunjukkan bahwa "tanda-tanda pubertas pertama terjadi secara signifikan lebih awal pada kedua kelompok yang terpapar cahaya biru, dan semakin lama durasi paparan, semakin dini pula permulaan pubertas." Para peneliti juga mencatat penurunan kadar melatonin, peningkatan hormon reproduksi seperti estradiol dan hormon luteinizing, serta perubahan fisik pada jaringan ovarium tikus yang terpapar cahaya biru. Ini merupakan indikasi dari permulaan pubertas dini. Tikus yang terpapar cahaya biru selama 12 jam juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan sel dan peradangan pada ovarium mereka. "Untuk pertama kalinya, kami menemukan hubungan langsung antara paparan cahaya biru dan pubertas dini pada tikus jantan," kata Dr. Aylin Kılınç Uğurlu, peneliti utama studi tersebut. Dia juga menambahkan, "Temuan kami selaras dengan penelitian kami sebelumnya pada tikus betina, yang juga menunjukkan efek serupa, sehingga memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang bagaimana cahaya biru dapat memengaruhi pubertas pada tikus jantan dan betina." Meskipun hasil penelitian ini belum bisa langsung diterapkan pada manusia, temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak paparan cahaya biru pada perangkat elektronik terhadap kesehatan anak-anak dan mengidentifikasi cahaya biru sebagai faktor risiko potensial yang dapat memengaruhi perkembangan pubertas dini. "Karena ini adalah penelitian pada tikus, kami tidak dapat memastikan bahwa temuan ini akan direplikasi pada anak-anak, namun data ini menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dapat dianggap sebagai faktor risiko terjadinya pubertas dini," tambah Uğurlu. (b)

Indonesia
| Selasa, 3 Oktober 2023

Teknologi

Foto: Fitur Unggulan Ini Bikin LEXi LX 155 Sukses Raih Penghargaan Rookie of The Year 2024 | Pifa Net

Fitur Unggulan Ini Bikin LEXi LX 155 Sukses Raih Penghargaan Rookie of The Year 2024

PIFA, Tekno – Kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan juga tren gaya hidup, mendorong Yamaha untuk terus berinovasi dalam memperbarui jajaran produk terbaiknya. Salah satunya, seperti pembaruan yang dilakukan di keluarga skutik MAXi Yamaha, yaitu LEXi LX 155. Sejak diperkenalkan pertama kali pada bulan Januari lalu, kehadiran LEXi LX 155 sukses memikat banyak hati para pecinta skutik premium di tanah air. Pasalnya, selain memiliki tampilan desain yang fresh, produk ini turut mendapatkan sentuhan pembaruan baik dari segi performa mesin maupun fitur berkendaranya. Melihat begitu banyaknya peningkatan yang diberikan pada motor, maka tidak heran jika skutik tersebut sukses menyabet gelar Rookie of The Year di ajang penghargaan tahunan bergengsi OTOMOTIF Award 2024. “Diakuinya LEXi LX 155 sebagai Rookie of The Year di tahun ini. Menunjukan bahwa motor tersebut telah diakui kualitasnya sebagai salah satu motor terbaik oleh masyarakat Indonesia. Hal itu tentunya tidak terlepas dari kelebihan produk yang mampu memberikan nilai tambah kepada konsumen, baik itu dari segi tampilan desain atraktif khas MAXi, performa mesin Blue Core 155cc yang bertenaga dan irit, serta dek lega dan rata yang dapat mendukung pengalaman berkendara lebih menyenangkan, baik saat digunakan di area perkotaan maupun touring sekalipun,” ungkap Antonius Widiantoro, Asst. General Manager Marketing – Public Relation, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Lantas fitur-fitur unggulan apa saja yang membuat LEXi LX 155 menjadi salah satu skutik terbaik yang dapat diandalkan untuk mobilitas perkotaan dan perjalanan jarak jauh, simak penjelasannya di bawah ini. 1. Mesin Blue Core 155cc Generasi Terbaru Salah satu kejutan yang dibawa oleh LEXi LX 155 adalah penggunaan mesin Bluecore 155cc generasi terbaru yang punya sentuhan peningkatan pada bagian camshaft, piston, head serta jalur oli. Mesin anyar ini lebih minim gesekan serta vibrasi sehingga memiliki performa yang lebih bertenaga dan irit. Berbicara soal irit, berdasarkan hasil pengetesan internal tim Yamaha*. Dengan kondisi full tank, Yamaha LEXi LX 155 mampu digeber Jakarta menuju Bandung tanpa perlu mengisi bensin sekalipun di tengah perjalanan. 2. Ruang Kaki Rata yang Luas Keunggulan unik lainnya yang dimiliki LEXi LX 155, yaitu menjadi satu-satunya skutik MAXi Yamaha yang memiliki dek lega dan rata. Kondisi ini tentunya sangat mendukung gaya berkendara yang simpel dan praktis di perkotaan. Selain itu, dengan ruang kaki yang luas ini, pengendara juga bisa lebih leluasa untuk membawa barang yang digantungkan di hook area depan. 3. Desain Keren & Compact Tampilan LEXi generasi terbaru menyajikan desain keren yang memadukan nilai sporty serta premium khas MAXi Yamaha, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para biker yang berjiwa muda. Selain desainnya yang fresh, skutik ini juga punya bobot teringan (116 – 118 kg)* dan body paling compact di keluarga MAXi Yamaha. Dengan body yang ramping dan ringan itu dapat memberikan kelincahan saat bermanuver membelah kepadatan jalanan kota dan juga mudah untuk di parkir. Tidak hanya itu, model LEXi terbaru ini juga memiliki desain jok yang lebih ramping dan rendah (770 mm), sehingga lebih nyaman untuk dikendarai karena pijakan kaki pengendara dapat menapak lebih mudah ke permukaan tanah. 4. Y-Connect Keunggulan lainnya yang tersemat pada motor dan mendukung mobilitas perkotaan adalah Y-Connect**. Dengan fitur ini, pengendara dapat memantau kondisi motor dan data berkendara mereka sehari-hari secara lebih mudah melalui aplikasi di smartphone. Adapun layanan fitur yang tersemat pada aplikasi Y-Connect meliputi : Rekomendasi perawatan : mengecek kondisi oli dan voltasi aki motor Notifikasi pesan & telfon masuk Notifikasi malfungsi Lokasi parkir terakhir saat motor terhubung dengan aplikasi Konsumsi bnsin / BBM Riding log yang menampilkan histori rute berkendara Jarak tempuh, peringkat dan eco point (Rank) Revs dashboard yang menampilkan data perputaran mesin 5. Electric Power Socket & SSS Fitur canggih lainnya yang terdapat pada LEXi LX 155 adalah Electric Power Socket yang berfungsi untuk mengisi daya smartphone pengendara selama diperjalanan. Fitur satu ini cukup penting untuk kebutuhan mobilitas di perkotaan, mengingat banyak pengguna sepeda motor saat ini yang kerap membuka maps digital saat sedang bepergian. Tidak hanya itu, untuk semakin mendukung konsumsi bahan bakar yang efisien, skutik ini juga telah dilengkapi fitur Start Stop System, shingga dapat mengurangi bahan bakar terbuang secara percuma pada saat motor berhenti. LEXi LX 155 saat ini ditawarkan dalam tiga tipe, yaitu tipe LEXi LX 155 Connected ABS (Magma Black) seharga Rp 30.200.000, tipe LEXi LX 155 S Version (Magma Black, Elixir Dark Silver, dan Matte Red) seharga Rp 27.150.000 dan tipe standard atau LEXi LX 155 (Metallic Red, Metallic Black, Matte Grey) seharga Rp 25.650.000. Seluruh harga tersebut merupakan harga On The Road (OTR) Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk, silahkan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia melalui link berikut ini https://yamaha-motor.co.id/ *Dilakukan degan metode full to full oleh rider berpengalaman **Spesifkasi dan fitur hanya terdapat pada varian LEXi LX 155 tertentu

Jakarta
| Selasa, 28 Mei 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5