Aktivis Zionis Prediksi Israel Bisa Berperang dengan Mesir dalam 15 Tahun
Internasional | Selasa, 23 Juni 2026
Seorang aktivis Zionis sekaligus Direktur Eksekutif Herut Center, Amiad Cohen, memprediksi Israel berpotensi menghadapi konflik dengan Mesir dalam 15 tahun mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Cohen dalam KTT Kebijakan Internasional JNS, ketika membahas tantangan keamanan yang menurutnya akan dihadapi Israel setelah melemahnya Iran dan sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Menurut Cohen, ancaman strategis Israel ke depan tidak lagi hanya berasal dari kelompok dan negara yang berafiliasi dengan Iran, melainkan dari kekuatan politik dan militer Sunni di kawasan.
"Lima belas tahun dari sekarang, Israel akan berperang dengan Mesir," kata Cohen.
Ia memperkirakan skenario tersebut dapat terjadi apabila Ikhwanul Muslimin memperoleh kekuasaan di Mesir pada masa mendatang.
Cohen juga menilai fokus keamanan Israel perlu bergeser dari ancaman kelompok Syiah menuju gerakan politik Sunni yang dianggapnya semakin berpengaruh di kawasan.
Selain Mesir, Cohen menyebut Turki sebagai tantangan strategis jangka panjang bagi Israel dan negara-negara Barat.
Ia mengklaim pengaruh regional Turki terus meningkat dan harus diperhitungkan dalam kalkulasi keamanan Israel.
Dalam pernyataannya, Cohen juga mengkritik Ikhwanul Muslimin yang menurutnya merupakan ancaman global. Ia bahkan mengeklaim organisasi tersebut berupaya memperluas pengaruhnya di berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat.
Pandangan serupa sebelumnya juga pernah disampaikan oleh Jonathan Pollard. Pollard menyebut Turki berpotensi menjadi ancaman strategis utama Israel setelah Iran.
Menurutnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berupaya memperkuat pengaruh negaranya di kawasan Timur Tengah.
Pollard juga menilai Mesir dapat menjadi tantangan keamanan bagi Israel di masa depan, meskipun kedua negara telah mempertahankan perjanjian damai selama puluhan tahun.
Pernyataan Cohen dan Pollard mencerminkan berkembangnya pandangan di sebagian kalangan politik serta keamanan Israel yang mulai melihat sejumlah negara Sunni, khususnya Mesir dan Turki, sebagai potensi ancaman jangka panjang.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada indikasi resmi dari pemerintah Israel yang menyatakan Mesir atau Turki sebagai target konflik di masa depan. Kedua negara masih memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, meskipun kerap diwarnai perbedaan sikap terkait berbagai isu kawasan.
KTT JNS sendiri menjadi forum yang mempertemukan tokoh politik, aktivis, dan pengambil kebijakan konservatif untuk membahas isu keamanan regional, masa depan hubungan Arab-Israel, Iran, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah.



















