SBY Optimis Indonesia di Bawah Prabowo Mampu Menjaga Demokrasi
PIFA.CO.ID, POLITIK - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan mampu menjaga komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi. Hal ini disampaikannya dalam acara bedah buku Standing Firm for Indonesia's Democracy di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang, Jumat (7/3).SBY mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena kemunduran demokrasi yang terjadi secara global, termasuk di negara-negara yang selama ini dikenal sebagai pejuang demokrasi. “Banyak pertanyaan, saat ini di seluruh dunia ada kemunduran demokrasi. Set back, regression of democracy around the globe,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (10/3).Dalam diskusi tersebut, SBY menegaskan bahwa demokrasi harus terus dijaga oleh semua pihak. Ia mengajak masyarakat untuk berjuang melawan segala hal yang dapat merusak demokrasi, konstitusi, serta sistem checks and balances dalam pemerintahan.“Kalau bicara demokrasi kita, mari kita jaga. Fight for democracy, fight against segala sesuatu yang merusak demokrasi, yang merusak konstitusi, yang merusak kerangka bernegara, yang merusak adanya checks and balances,” tegasnya.Sebagai mantan presiden, SBY menegaskan peranannya dalam mendukung pemerintahan saat ini, termasuk kepemimpinan Presiden Prabowo. “Sebagai orang tua, sebagai former leader, tentu saya wajib mendukung pemimpin-pemimpin setelah saya, termasuk sekarang Presiden Prabowo. I should be part of the solution, I should be part of progress,” ujar pendiri Partai Demokrat ini.SBY juga mengungkapkan bahwa ia kerap berkomunikasi dengan Presiden Prabowo mengenai berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Ia menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan pihak-pihak yang memberikan kritik.“Saya sudah sampaikan kepada Presiden Prabowo beberapa saat yang lalu pentingnya meningkatkan komunikasi yang genuine antara istana dengan mereka yang menyampaikan kritiknya, dan Pak Prabowo mengatakan, ‘Kami terus meningkatkan kualitas komunikasi’,” jelasnya.Lebih lanjut, SBY menyatakan optimisme terhadap masa depan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo. “Saya yakin pemerintah ini bisa, Presiden Prabowo bisa. Masih ada resources yang dimiliki, political resources and economic resources untuk mengatasi situasi yang ada,” tuturnya.Sementara itu, Wahyu Prasetiawan, salah satu editor buku Standing Firm for Indonesia's Democracy, menjelaskan bahwa judul tersebut dipilih karena menggambarkan bagaimana SBY menjaga demokrasi di Indonesia selama menjabat sebagai presiden.“Yang paling menonjol adalah bagaimana SBY menjaga demokrasi di Indonesia. Sebagai presiden dengan kekuasaan yang begitu tinggi, sebetulnya Pak SBY bisa melakukan hal sebaliknya, tapi itu tidak dilakukan,” ungkap Wahyu.Dalam acara tersebut, SBY juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai prajurit TNI yang telah lama menghargai kebebasan berekspresi. Ia menegaskan bahwa kebebasan berbicara adalah hak yang harus dihormati.“Waktu saya masih sangat muda, we love democracy. Kalau yang disampaikan mahasiswa itu ekspresi dari freedom of speech, mengapa kita menjadi gusar?” kata SBY. “My thesis sejak itu: freedom of speech apabila digunakan secara tepat, itu hak, we have to respect it,” tambahnya.Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Ahmadi, turut menyoroti relevansi tema buku Standing Firm for Indonesia's Democracy dalam konteks demokrasi saat ini. Ia menekankan bahwa SBY adalah presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia pascareformasi, sehingga peranannya dalam konsolidasi demokrasi sangat penting.Buku Standing Firm for Indonesia's Democracy sendiri merupakan hasil wawancara mendalam antara SBY dan para akademisi Jepang, yang menggali pengalaman serta pemikirannya selama memimpin Indonesia dalam masa transisi demokrasi.
Indonesia
| Senin, 10 Maret 2025