Bundesliga Pekan ke-31: Bayern Sudah Juara, Perebutan Tiket Eropa dan Degradasi Makin Panas

Bundesliga Pekan ke-31: Bayern Sudah Juara, Perebutan Tiket Eropa dan Degradasi Makin Panas

Berandascoped-by-BerandaSportsscoped-by-SportsBundesliga Pekan ke-31: Bayern Sudah Juara, Perebutan Tiket Eropa dan Degradasi Makin Panas

Bundesliga Pekan ke-31: Bayern Sudah Juara, Perebutan Tiket Eropa dan Degradasi Makin Panas

Sports | Jumat, 24 April 2026

Jerman – Kompetisi Bundesliga musim 2025/26 memasuki pekan ke-31 dengan status juara telah dipastikan lebih awal oleh Bayern Munich.

Bayern mengunci gelar setelah mengumpulkan 79 poin dari 30 pertandingan, sehingga secara matematis sudah tidak dapat dikejar para pesaingnya. Meski demikian, laga-laga sisa tetap menyimpan tensi tinggi terutama dalam perebutan tiket Eropa dan perjuangan menghindari degradasi.

Bayern akan menjalani laga tandang ke markas Mainz 05 pada Sabtu (25/4) malam WIB tanpa beban gelar juara.

Di sisi lain, Borussia Dortmund yang berada di peringkat kedua akan menjamu SC Freiburg dalam upaya mengamankan posisi runner-up.

Persaingan paling ketat terjadi di zona Liga Champions. RB Leipzig yang berada di posisi ketiga akan menghadapi Union Berlin, sementara VfB Stuttgart di peringkat keempat wajib meraih kemenangan atas Werder Bremen untuk menjaga posisi dari kejaran TSG Hoffenheim dan Bayer Leverkusen.

Di papan bawah, persaingan degradasi juga berlangsung sengit. Tim juru kunci 1. FC Heidenheim akan menjamu FC St. Pauli dalam laga hidup-mati, sementara VfL Wolfsburg yang terpuruk di papan bawah juga harus berjuang keras saat menghadapi Borussia Monchengladbach.

Berikut jadwal lengkap pekan ke-31 Bundesliga 2025/26:

Sabtu, 25 April

  • Leipzig vs Union Berlin
  • Wolfsburg vs Monchengladbach
  • Mainz 05 vs Bayern Munich
  • Heidenheim vs St. Pauli
  • Köln vs Bayer Leverkusen
  • Augsburg vs Eintracht Frankfurt
  • Hamburger SV vs Hoffenheim

Minggu, 26 April

  • VfB Stuttgart vs Werder Bremen
  • Borussia Dortmund vs Freiburg

Meski gelar sudah dipastikan, pekan ini tetap menjadi penentu penting bagi klub-klub yang masih memburu tiket Eropa maupun bertahan di Bundesliga musim depan.

Rekomendasi

Foto: FC Barcelona Resmi Boyong Joan Garcia dari Espanyol Senilai Rp469 Miliar | Pifa Net

FC Barcelona Resmi Boyong Joan Garcia dari Espanyol Senilai Rp469 Miliar

Sport
| Sabtu, 21 Juni 2025
Foto: Jalan Trans Kalimantan Masih Tergenang Banjir, Pengendara Diimbau Berhati-hati | Pifa Net

Jalan Trans Kalimantan Masih Tergenang Banjir, Pengendara Diimbau Berhati-hati

Kubu Raya
| Sabtu, 8 Maret 2025
Foto: Pemuda Hilang Dua Tahun Lalu Diduga Ditemukan Jadi Kerangka di Dalam Pohon Aren | Pifa Net

Pemuda Hilang Dua Tahun Lalu Diduga Ditemukan Jadi Kerangka di Dalam Pohon Aren

Nasional
| Sabtu, 13 September 2025
Foto: Sidang Kasus Razman Arif Nasution di PN Jakarta Utara Berakhir Rusuh | Pifa Net

Sidang Kasus Razman Arif Nasution di PN Jakarta Utara Berakhir Rusuh

Indonesia
| Kamis, 6 Februari 2025
Foto: Hati-hati! Ini Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Pisang | Pifa Net

Hati-hati! Ini Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Pisang

Indonesia
| Minggu, 23 Februari 2025
Foto: Politikus PDIP Pertanyakan Gugatan Mahasiswa soal Rakyat Bisa Pecat Anggota DPR | Pifa Net

Politikus PDIP Pertanyakan Gugatan Mahasiswa soal Rakyat Bisa Pecat Anggota DPR

Politik
| Jumat, 21 November 2025
Foto: Kapten Timnas Indonesia dan Venezia, Jay Idzes Diincar Inter, Napoli, AC Milan, Atalanta | Pifa Net

Kapten Timnas Indonesia dan Venezia, Jay Idzes Diincar Inter, Napoli, AC Milan, Atalanta

Italia
| Rabu, 19 Maret 2025
Foto: Studi: Musik Bantu Anak Usia Dini Mengenali Emosi | Pifa Net

Studi: Musik Bantu Anak Usia Dini Mengenali Emosi

Lifestyle
| Kamis, 31 Juli 2025
Foto: Legenda MU, Ryan Giggs Ragu Rashford Mau Pulang ke Old Trafford | Pifa Net

Legenda MU, Ryan Giggs Ragu Rashford Mau Pulang ke Old Trafford

Inggris
| Rabu, 26 Maret 2025
Foto: Pecahkan Rekor, Film Animasi Jumbo Tembus Satu Juta Penonton dalam Seminggu | Pifa Net

Pecahkan Rekor, Film Animasi Jumbo Tembus Satu Juta Penonton dalam Seminggu

Indonesia
| Selasa, 8 April 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Rapat Exco PSSI Putuskan Percepat Kongres Luar Biasa | Pifa Net

Rapat Exco PSSI Putuskan Percepat Kongres Luar Biasa

Berita Sports, PIFA - Executive Committee PSSI melaksanakan Exco emergency meeting pada Jumat (28/10/2022) malam. Hasilnya, Exco PSSI memutuskan untuk mempercepat Kongres Luar Biasa (KLB). Pernyataan tersebut diutarakan langsung oleh Ketum PSSI, Mochamad Iriawan. "Rekan-rekan media yang saya hormati, pada malam hari Jumat 28 Oktober 2022 dari jam 19.00 sampai 22.45 WIB di kantor PSSI, Jakarta, Executive Committee PSSI melaksanakan Exco emergency meeting, yang dihadiri oleh 12 anggota Exco dan memutuskan untuk mempercepat Kongres Biasa Pemilihan melalui mekanisme Kongres Luar Biasa, sesuai tahapan aturan organisasi," ujar Iriawan mengutip laman PSSI. Iriawan menambahkan, sesuai bunyi pasal 34 ayat 2 statuta PSSI tentang kongres luar biasa, seharusnya sekurang kurangnya 2/3 dari delegasi (voter) yang mewakili anggota PSSI mengajukan permintaan secara tertulis, maka Exco PSSI akan memulai tahapan verifikasi untuk kemudian melaksanakan Kongres Luar Biasa dalam jangka waktu selambatnya 3 bulan setelah proses verifikasi selesai. "Namun Exco PSSI memutuskan mempercepat kongres luar biasa pemilihan dengan memperhatikan surat yang dikirim oleh dua anggotanya, dikarenakan Exco PSSI tidak ingin terjadi perpecahan di antara para anggotanya dan karena exco PSSI adalah mandataris yang dipilih oleh delegasi (voters) yang mewakili anggota PSSI. Tahapan kongres luar biasa akan kami mulai dari berkirim surat pemberitahuan kepada FIFA berisi usulan kongres," terang Iwan Bule-sapaan akrabnya. Iriawan menyebut surat pemberitahuan kepada FIFA akan disebarluaskan pihaknya kepada rekan-rekan media pada hari Senin (31/10). "Kami berharap keputusan ini dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kepentingan kiranya dapat membantu diputarnya kembali kompetisi liga 1, liga 2, dan liga 3 yang selama ini menjadi nafas dan marwah sepak bola di Tanah Air," tandasnya. Selain rapat, Exco juga meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) seusai proses hukum yang dialami Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita. (yd)

Jakarta
| Sabtu, 29 Oktober 2022

Lifestyle

Foto: Penyebab Ngantuk Usai Makan Siang dan Cara Menghindarinya | Pifa Net

Penyebab Ngantuk Usai Makan Siang dan Cara Menghindarinya

PIFA, Lifestyle - Banyak dari kita mungkin pernah mengalami sensasi kantuk yang menghampiri setelah makan siang. Ternyata, hal ini bukanlah sesuatu yang aneh atau tidak biasa.  Sensasi mengantuk yang muncul setelah makan siang sering disebut sebagai postprandial somnolence atau yang sering disebut sebagai 'food coma'. Hal ini bisa dipengaruhi oleh jenis makanan yang kita konsumsi, cara kita makan, dan juga jam biologis tubuh kita. Sebenarnya, fenomena ini adalah hal yang wajar. Ahli diet bernama Julia Zumpano dari Cleveland Clinic menjelaskan, "Tubuh Anda bekerja sepanjang waktu untuk mencerna makanan. Pencernaan dimulai dan lalu Anda memasukkan lebih banyak makanan ke dalamnya". Lalu, mengapa kita merasa mengantuk setelah makan siang? Berikut adalah beberapa penyebabnya: 1. Konsumsi Makanan Tinggi Melatonin Kandungan melatonin yang tinggi dalam makanan dapat menjadi penyebab rasa lelah dan kantuk. Melatonin adalah hormon yang diproduksi oleh otak sebagai respons terhadap kondisi lingkungan yang gelap. Melatonin merangsang tubuh untuk menjadi lebih rileks dan mengantuk. Hormon ini juga terdapat dalam beberapa jenis makanan. Menurut Very Well Health, beberapa makanan yang mengandung melatonin antara lain jagung, cranberry, telur, ketimun, jamur, oatmeal, nasi, salmon, stroberi, dan kacang pistachio. 2. Konsumsi Ayam, Tahu, dan Tempe Konsumsi nutrisi yang seimbang saat makan siang sangat penting, termasuk asupan protein. Biasanya, ayam, tempe, dan tahu dipilih sebagai sumber protein. Namun, makanan-makanan ini mengandung triptofan yang tinggi. Triptofan adalah asam amino yang dapat membuat kita agak mengantuk. Tubuh mengubah triptofan menjadi serotonin dan kemudian melatonin. Selain ayam, tahu, dan tempe, beberapa makanan lain yang mengandung triptofan tinggi adalah putih telur, ikan, susu, kacang tanah, biji wijen, biji labu, dan biji bunga matahari. 3. Titik Fokus Terendah Tubuh Riset menunjukkan tubuh berada di titik fokus terendah di pagi hari (jam 2-7 pagi) dan sore hari (jam 2-5 sore). Di pagi hari, sebagian orang tidur di fase pertama. Kemudian di fase kedua, bakal sangat berpengaruh pada orang yang bekerja shift. "Bagi orang-orang yang bekerja di siang hari, kemerosotan kedua datang tepat di tengah rapat yang membosankan atau saat Anda mungkin sedang dalam perjalanan pulang" kata Lydia Kang, seorang dokter penyakit dalam di Nebraska, dalam menjawab pertanyaan pembaca The Washington Post. 4. Kenaikan Kadar Gula Darah Setelah makan siang, kadar gula darah kita cenderung meningkat. Tubuh membutuhkan gula sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi. Namun, dalam proses ini, tubuh juga dapat mengalami penurunan energi yang membuat kita merasa lemas dan mengantuk. Julia Zumpano menjelaskan, "Setelah Anda makan, insulin adalah kunci yang membuka gula ke dalam aliran darah Anda. Setelah Anda makan, gula darah Anda naik. Insulin masuk ke aliran darah untuk mengeluarkan gula dari darah dan memasukkannya ke dalam sel untuk energi." 5. Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Terkadang, saat mencari makan siang yang praktis, kita cenderung memilih makanan yang tinggi lemak. Makanan yang digoreng (deep-fried) terkenal tinggi lemak dan dapat menyebabkan rasa kantuk setelah makan siang. Apalagi jika kita memilih makanan cepat saji (junk food), maka makanan tersebut biasanya mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi. Kedua jenis lemak ini terbukti dapat meningkatkan rasa lelah setelah makan. Cara mencegah kantuk setelah makan siang: 1. Pilihlah makanan dengan kandungan melatonin yang lebih rendah, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 2. Seimbangkan asupan protein dalam makan siang dengan makanan yang mengandung triptofan, tetapi tidak berlebihan.  Perbanyak konsumsi makanan seperti ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak. 3. Coba atur jadwal makan siang dan istirahat agar sesuai dengan ritme tubuh Anda. Jika memungkinkan, luangkan waktu sebentar untuk berjalan-jalan setelah makan siang agar tubuh tetap aktif. 4. Hindari makanan berlemak tinggi atau makanan cepat saji. Lebih baik pilih makanan yang sehat dan bergizi, seperti sayuran, buah-buahan, dan sumber protein rendah lemak. 5. Perhatikan jumlah karbohidrat yang Anda konsumsi saat makan siang. Konsumsi karbohidrat kompleks, seperti roti gandum atau nasi merah, yang dapat memberikan energi secara bertahap. Dengan memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi, cara makan yang sehat, dan menjaga ritme tubuh kita, kita dapat mengurangi sensasi mengantuk setelah makan siang dan tetap produktif sepanjang hari. (ad)

Indonesia
| Minggu, 18 Juni 2023

Lokal

Foto: YIARI Gandeng POLITAP Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat | Pifa Net

YIARI Gandeng POLITAP Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat

Berita Ketapang, Kalbar - Pifa, Yayasan Inisiasi Rehabilitasi Alam Indonesia (YIARI) bekerjasama dengan Politeknik Negeri Ketapang (POLITAP) mengadakan kegiatan pelatihan pengolahan nanas menjadi aneka produk olahan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27-28 September 2021 bertempat di Balai Dusun   Desa Sungai Besar,Kec.Matan Hilir Selatan. Kegiatan ini diikuti sekitar 60  ibu-ibu petani nanas Desa Sungai Besar dan Desa Pematang Gadung yang merupakan desa dampingan YIARI. Bertindak sebagai trainer dari POLITAP  dalam kegiatan ini adalah Ibu Ningrum Dwi Hastuti,S.TP.,MP dan Pak A. Nova Zulfahmi,S.Pi.,M.Sc. Turut hadir dalam acara pembukaan adalah Direktur Politeknik Negeri Ketapang Pak Endang Kusmana,SE.,MM.,Ak.CA. Dalam sambutannya Pak Endang menyampaikan bahwa POLITAP  siap membantu untuk mendampingi desa binaan YIARI salah satu bentuk supportnya adalah dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan tersedianya mesin packaging yang bisa digunakan ,selain itu  juga adanya sentral Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)  di POLITAP. Sementara  Markolaus Sutopo,S.E selaku Koordinator Program Community Development YIARI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen YIARI dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui peningkatan ekonomi masyarakat.Kegiatan pelatihan pengolahan nanas menjawab kegelisaan petani disaat musim panen melimpah harga murah dan bahkan cenderung tidak laku dan pada akhirnya busuk sehingga buah nanas perlu dijadikan produk olahan supaya bisa disimpan lama dan dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Ketapang
| Rabu, 29 September 2021
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5