Dibuat Modal Rp3,5 Juta, Animasi Niu Lai Raup Rp68,6 Miliar di China
Internasional | Jumat, 21 Agustus 2026
Film animasi Niu Lai atau The Arrival of the Ox menjadi salah satu film paling menguntungkan tahun ini setelah meraih pendapatan puluhan miliar rupiah di box office China.
Film yang sempat mendapat cibiran setelah dirilis itu hingga Rabu (19/8) telah meraup pendapatan kotor 26 juta yuan atau sekitar Rp68,6 miliar, menurut data China Film Data Information Network.
Menariknya, film tersebut dibuat dengan bujet yang sangat kecil. Niu Lai disebut hanya menghabiskan sekitar US$200 atau setara Rp3,5 juta.
Dengan pendapatan tersebut, Niu Lai mencatat keuntungan yang sangat besar dibandingkan modal produksinya. Film ini juga bersaing di box office China bersama sejumlah film besar seperti The Odyssey dan Spider-Man: Brand New Day.
Niu Lai merupakan film animasi berdurasi 86 menit yang mengisahkan seekor anak sapi yang meninggalkan perlindungan kawanannya setelah mengikuti seekor burung skylark.
Anak sapi tersebut kemudian memasuki dunia mimpi surealis dan menghadapi berbagai tema tentang keberanian, kehidupan, serta kematian.
Sempat Disebut Film Terburuk
Niu Lai dirilis di bioskop China pada 5 Agustus tanpa trailer maupun acara promosi. Setelah tayang, film tersebut justru mendapat respons negatif dan sempat dijuluki sebagai "film terburuk tahun 2026" di media sosial.
Beijing News bahkan mengkritik kualitas animasi yang dinilai patah-patah serta pengisi suara yang terdengar canggung.
Namun, cibiran tersebut justru memicu rasa penasaran penonton. Banyak orang kemudian menonton Niu Lai untuk mengetahui alasan film tersebut begitu ramai diperbincangkan.
Cuplikan film yang mulai beredar di media sosial kemudian membantu meningkatkan perhatian terhadap film tersebut. Pendapatan Niu Lai pun perlahan meningkat meski sempat mengalami awal yang lambat di box office.
Dibuat Hanya Dua Orang
Kesuksesan Niu Lai semakin menarik karena film tersebut dikerjakan hanya oleh dua orang.
Sutradara Xin Yumeng menggarap film tersebut bersama ibunya, Sun Lifang, yang menulis naskah sekaligus mengisi seluruh suara karakter.
Keduanya juga tidak memiliki latar belakang di industri perfilman.
Meski demikian, kesuksesan Niu Lai membuat Xin Yumeng mulai mempersiapkan pembuatan sekuel film tersebut.


















