Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikKomisi III DPR Mulai Susun Naskah Akademik RUU Perampasan Aset

Komisi III DPR Mulai Susun Naskah Akademik RUU Perampasan Aset

Politik | Senin, 23 Februari 2026

PIFA, Politik - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa Komisi III DPR RI telah mulai menyusun draf naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset.

"Komisi III DPR RI pada saat ini sedang dan sudah belanja masalah dan sedang dalam penyusunan draf naskah akademik dan RUU," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan komitmen DPR RI yang telah disepakati sebelumnya, yakni memproses RUU Perampasan Aset setelah rampungnya pembahasan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Kemudian juga dikompilasi dengan Undang-Undang Tipikor," ujar Dasco.

Menurut pimpinan DPR yang membidangi urusan politik, hukum, dan keamanan itu, tahapan berikutnya adalah membuka ruang partisipasi publik sebelum RUU Perampasan Aset masuk ke proses pembahasan resmi di parlemen.

"Ketika itu kemudian selesai, kita juga akan segera menyusul (RUU Perampasan Aset) dengan Undang-Undang PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) dan RUU Ketenagakerjaan," katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan dukungannya terhadap pembahasan RUU Perampasan Aset oleh pemerintah bersama DPR RI.

"Kehadiran regulasi ini akan menjadi langkah maju yang strategis dalam memperkuat kerangka hukum pemberantasan tindak pidana korupsi, khususnya guna memastikan optimalisasi pemulihan kerugian keuangan negara," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Minggu (22/2).

Ia menambahkan, dukungan KPK diberikan karena dalam praktik penegakan hukum, pemberantasan korupsi tidak hanya berfokus pada pemidanaan pelaku, tetapi juga pada upaya mengembalikan kerugian keuangan negara sebagai bagian penting dari sistem peradilan pidana.

Rekomendasi

Foto: Gary Neville Nilai Manchester United Mulai Bangkit, Prediksi Finis Enam Besar | Pifa Net

Gary Neville Nilai Manchester United Mulai Bangkit, Prediksi Finis Enam Besar

Sports
| Selasa, 28 Oktober 2025
Foto: 5 Minuman yang Bisa Diminum Setiap Pagi untuk Meningkatkan Imunitas | Pifa Net

5 Minuman yang Bisa Diminum Setiap Pagi untuk Meningkatkan Imunitas

Indonesia
| Kamis, 20 Februari 2025
Foto: Pare, Sayuran Pahit dengan Segudang Manfaat Kesehatan | Pifa Net

Pare, Sayuran Pahit dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Indonesia
| Selasa, 18 Februari 2025
Foto: Norwegia Hancurkan Moldova 11-1, Haaland Cetak Lima Gol | Pifa Net

Norwegia Hancurkan Moldova 11-1, Haaland Cetak Lima Gol

Sports
| Rabu, 10 September 2025
Foto: Rahayu Saraswati Tetap Jadi Anggota DPR, Tidak Dinonaktifkan | Pifa Net

Rahayu Saraswati Tetap Jadi Anggota DPR, Tidak Dinonaktifkan

Politik
| Jumat, 31 Oktober 2025
Foto: Liga Champions: Madrid Kalahkan Marseille, Tottenham Menang Tipis atas Villarreal | Pifa Net

Liga Champions: Madrid Kalahkan Marseille, Tottenham Menang Tipis atas Villarreal

Sports
| Rabu, 17 September 2025
Foto: Kalbar Jadi yang Pertama Gelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro | Pifa Net

Kalbar Jadi yang Pertama Gelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro

Pontianak
| Kamis, 13 Maret 2025
Foto: MK Bakal Gelar Sidang Sengketa Pilkada Serentak Mulai 8 Januari | Pifa Net

MK Bakal Gelar Sidang Sengketa Pilkada Serentak Mulai 8 Januari

Indonesia
| Kamis, 2 Januari 2025
Foto: Azizah Salsha Cabut Laporan usai Jessica Felicia Minta Maaf | Pifa Net

Azizah Salsha Cabut Laporan usai Jessica Felicia Minta Maaf

Jakarta
| Jumat, 28 Februari 2025
Foto: Polisi Amankan Dua Anak di Bawah Umur Bawa Perlengkapan Panahan di Pontianak | Pifa Net

Polisi Amankan Dua Anak di Bawah Umur Bawa Perlengkapan Panahan di Pontianak

Pontianak
| Kamis, 27 Maret 2025

Berita Terkait

Pifabiz

Foto: Nathalie Holscher Gugat Cerai Sule, Sidang Pertama Digelar Pertengahan Juli  | Pifa Net

Nathalie Holscher Gugat Cerai Sule, Sidang Pertama Digelar Pertengahan Juli 

Pifabiz - Panitera Pengadilan Agama Cikarang, Maman Suherman membenarkan bahwa Nathalie Holscher telah mengajukan cerai kepada Sule di Pengadilan Agama Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari Adzam Ardiansyah Sutisna itu mengajukan gugatan pada tanggal 3 Juli 2022 secara online.  "Jadi memang betul Pengadilan Agama Cikarang telah menerima gugatan yang berupa ecourt. Jadi perkara tersebut berdasarkan surat gugatannya yaitu tanggal 3 Juli 2022 atas nama Nathalie Holscher, yang dikuasakan kepada Maja Besar Surya melawan Sutisna itu aja yang masuk ke Pengadilan Agama Cikarang," kata Maman, melansir detikhot.com, Kamis (7/7/2022). Menurut Maman, gugatan itu sudah diverifikasi sejak 5 Juli 2022. Kemudian sidang perdana akan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2022. Terkait gugatan itu perkaranya 2145/pdt.g/2022/PA Cikarang, jadi gugatan itu sudah diverifikasi di Pengadilan Agama Cikarang pada tanggal 5 Juli 2022," katanya.  Pihak pengadilan bahkan telah menunjuk Majelis Hakim untuk sidang tersebut.  "Kemudian telah ditunjuk majelis hakimnya oleh ketua PA Cikarang Barat pada tanggal yang sama dan telah ditetapkan juga hari sidangnya yaitu tanggal 20 Juli 2022 hari Rabu," pungkasnya. (b)

Jakarta
| Kamis, 7 Juli 2022

Sports

Foto: Kecewa dengan 3 Kartu Merah di Semifinal SEA Games 2021,Coach Shin Tae-yong: Tidak Punya Tanggung Jawab! | Pifa Net

Kecewa dengan 3 Kartu Merah di Semifinal SEA Games 2021,Coach Shin Tae-yong: Tidak Punya Tanggung Jawab!

Berita Sports, PIFA - Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Shin Tae-yong kecewa dengan para pemain yang mendapatkan kartu merah kala melawan Thailand di semifinal SEA Games 2021 Vietnam yang berlangsung di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Kamis (19/5/2022) lalu. Adapun ketiga pemain yang mendapatkan kartu merah yakni Firza Andika, Ricky Kambuaya, dan Rachmat Irianto. "Saya masih bisa mengerti jika dapat kartu kuning atau akumulasi kartu tetapi ini karena tidak fair play mendapat kartu merah. Saya melihat pemain-pemain tersebut tidak punya tanggung jawab sebagai pemain dan sangat disayangkan apalagi banyak yang dapat kartu merah dan cedera. Ada juga yang belum bisa bergabung ke Timnas," ujarnya, dikutip dari laman PSSI, Sabtu (21/5).  Perjuangan Shin Tae-yong dan anak asuhannya belum selesai. Mereka masih harus memperebutkan medali perunggu melawan Malaysia pada Minggu (22/5) besok.  Coach Shin Tae-yong pun meminta Egy Maulana Vikri dan kawan-kawannya untuk berjuang dan bermain semaksimal mereka agar bisa membawa pulang medali perunggu.  "Pada laga perebutan medali perunggu kita harus berjuang dan bermain maksimal demi mendapatkannya," tegasnya.  Tampak dari bangku penonton, pertandingan semifinal kemarin disaksikan oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Sekjen Yunus Nusi, Exco Ahmad Riyadh dan Haruna Sumitro. Serta beberapa suporter yang sengaja datang ke Hanoi juga terlihat, meskipun tidak seramai pendukung Thailand. Ketum PSSI turut menyampaikan ucapan terimakasihnya atas perjuangan Skuad Garuda Muda.  “Terima kasih anak-anakku, kalian sudah bermain dengan sangat bagus. Sengit sekali jalannya pertandingan hari ini, namun final belum menjadi rezeki kita. Ambilah pelajaran dari kekalahan hari ini, tegakkan kepala kalian. Masih ada peluang meraih medali bagi Indonesia,” ucap Iriawan. (yd) 

Vietnam
| Sabtu, 21 Mei 2022

Nasional

Foto: Punya Warna dan Grafis Baru, LEXi LX 155 Buka Tahun 2026 dengan Tampilan Lebih Premium | Pifa Net

Punya Warna dan Grafis Baru, LEXi LX 155 Buka Tahun 2026 dengan Tampilan Lebih Premium

PIFA, Otomotif – Mengawali tahun 2026, Yamaha kembali menghadirkan kejutan bagi pecinta skutik premium di Tanah Air. Setelah peluncuran varian warna baru XMAX Connected yang mendapat respons positif dari pasar, kini Yamaha memberikan penyegaran pada jajaran MAXI Yamaha melalui kehadiran warna dan grafis baru pada LEXi LX 155 di seluruh tipe, mulai dari varian tertinggi hingga standar. Untuk tipe tertinggi, LEXi LX 155 S ABS, Yamaha mengganti warna Magma Black dengan warna anyar Ceramic Grey yang dipadukan dengan cast wheel berkelir hitam. Warna ini serupa dengan yang digunakan pada model XMAX TECHMAX* serta NMAX “TURBO” TECHMAX Ultimate*. Sementara itu, tipe menengah LEXi LX 155 S kini hadir dengan warna Sand (cokelat pasir/gurun) yang melengkapi pilihan warna Elixir Dark Silver. Tidak hanya warna, Yamaha juga memperbarui grafis pada tipe LEXi LX 155 S ABS dan S dengan desain stripping yang lebih tajam dan menonjol, membentang dari bodi depan hingga belakang. Identitas produk turut diperkuat melalui embos bertuliskan “LEXi” di bagian depan dan “155 LX” di bagian belakang. Pada tipe LEXi LX 155 Standard, Yamaha menghadirkan warna baru Matte Green yang bersanding dengan Metallic Black. Grafisnya pun disempurnakan dengan garis-garis minimalis yang memberikan kesan lebih elegan. “Yamaha membuka awal tahun dengan semangat dan optimisme besar untuk menggairahkan pasar skutik premium melalui peluncuran warna-warna baru. Setelah XMAX Connected, kini giliran LEXi LX 155 yang mendapat sentuhan pembaruan warna dan grafis sehingga tampil lebih premium, modern, dan atraktif sesuai dengan segmen yang kami sasar. Penyegaran produk akan terus kami lakukan agar tetap relevan dengan tren gaya hidup dan kebutuhan konsumen,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Dari sisi performa, LEXi LX 155 dibekali mesin Blue Core 155 cc generasi terbaru dengan pembaruan pada camshaft, piston, head, hingga jalur oli yang menghasilkan performa minim gesekan dan getaran. Mesin ini dilengkapi teknologi VVA (Variable Valve Actuation), SOHC, dan 4 valve, dengan tenaga maksimum 11,3 kW pada 8.000 rpm serta torsi puncak 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Fitur Stop & Start System turut disematkan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, sementara Smart Motor Generator (SMG) membuat suara mesin lebih halus saat dinyalakan. Khusus varian Connected ABS, sistem pengereman ABS hadir untuk meningkatkan keamanan. Kenyamanan berkendara juga menjadi keunggulan LEXi LX 155. Skutik ini memiliki flat footboard yang memberi ruang kaki lebih lega, jok yang lebih rendah dan ramping, serta suspensi belakang Sub-Tank Suspension untuk meredam getaran saat berkendara. LEXi LX 155 menggunakan ban tubeless dengan ukuran 90/90–14 inci di depan dan 100/90–14 inci di belakang. Dengan bobot sekitar 116–118 kg, motor ini menjadi salah satu skutik teringan di kelas MAXI Yamaha. Dari sisi desain dan teknologi, LEXi LX 155 tampil sporty dan modern dengan lampu depan dan belakang berteknologi LED, serta full LCD speedometer yang futuristis dan informatif. Fitur Handlebar Switch Control memudahkan pengaturan tampilan speedometer, sementara Electric Power Socket memungkinkan pengisian daya smartphone saat berkendara. Yamaha juga menyematkan aplikasi Y-Connect yang menghubungkan smartphone dengan motor untuk memantau notifikasi, konsumsi bahan bakar, lokasi parkir terakhir, hingga kondisi kendaraan. Sistem Smart Key System lengkap dengan Answer Back System turut melengkapi kepraktisan berkendara. Yamaha LEXi LX 155 dipasarkan dalam tiga varian dengan harga sebagai berikut: LEXi LX 155 S ABS warna Ceramic Grey: Rp 31.700.000 LEXi LX 155 S warna Sand dan Elixir Dark Silver: Rp 28.850.000 LEXi LX 155 Standard warna Matte Green dan Metallic Black: Rp 27.050.000 Harga berlaku on the road Jakarta. Informasi lengkap mengenai spesifikasi LEXi LX 155 dapat diakses melalui situs resmi Yamaha.

Otomotif
| Senin, 19 Januari 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5