Laporan CNN: Azerbaijan Disebut Jadi Basis Operasi Rahasia Israel saat Perang dengan Iran. iStock

Laporan CNN: Azerbaijan Disebut Jadi Basis Operasi Rahasia Israel saat Perang dengan Iran. iStock

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalLaporan CNN: Azerbaijan Disebut Jadi Basis Operasi Rahasia Israel saat Perang dengan Iran

Laporan CNN: Azerbaijan Disebut Jadi Basis Operasi Rahasia Israel saat Perang dengan Iran

Internasional | Sabtu, 18 Juli 2026

Sebuah laporan investigasi CNN mengungkap bahwa Azerbaijan diduga menjadi salah satu lokasi operasi rahasia Israel selama konflik bersenjata dengan Iran.

Menurut laporan tersebut, Israel mengirim personel elite militer dan intelijen secara diam-diam ke Azerbaijan sebagai bagian dari jaringan operasi rahasia di Timur Tengah untuk mendukung misi terhadap Iran.

Mengutip sumber anonim, pasukan Israel disebut beroperasi di wilayah selatan Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran, kurang dari 100 kilometer dari Kota Tabriz.

Dua sumber lain menyebut unit komando khusus Israel juga dikerahkan ke wilayah tersebut untuk menjalankan misi pengumpulan intelijen serta operasi menggunakan drone.

Keberadaan tim itu disebut memberikan keuntungan strategis bagi Israel untuk memantau aktivitas di wilayah utara Iran selama konflik berlangsung.

CNN menyebut ini merupakan kali pertama informasi mengenai pengerahan rahasia pasukan Israel ke Azerbaijan dilaporkan secara terbuka.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa Azerbaijan merupakan salah satu dari sejumlah titik operasi militer rahasia Israel di kawasan Timur Tengah. Selain di Azerbaijan, fasilitas serupa disebut berada di Irak, Uni Emirat Arab, dan Somaliland.

Awalnya, keberadaan pasukan itu dirancang sebagai tim penyelamat jika terjadi keadaan darurat. Namun, menurut laporan tersebut, peran mereka kemudian berkembang menjadi operasi intelijen dan dukungan militer.

Azerbaijan merupakan negara di kawasan Kaukasus yang mayoritas penduduknya beragama Islam beraliran Syiah, dengan persentase sekitar 60 persen dari total populasi.

Hingga laporan tersebut dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Azerbaijan maupun Israel terkait klaim mengenai keberadaan operasi rahasia tersebut.

Rekomendasi

Foto: 5 Makanan Ini Bantu Mencerahkan Kulit Secara Alami | Pifa Net

5 Makanan Ini Bantu Mencerahkan Kulit Secara Alami

Indonesia
| Selasa, 4 Februari 2025
Foto: Divonis 4 Tahun Penjara, Nikita Mirzani Pastikan Ajukan Banding atas Kasus Pemerasan Reza Gladys | Pifa Net

Divonis 4 Tahun Penjara, Nikita Mirzani Pastikan Ajukan Banding atas Kasus Pemerasan Reza Gladys

Pifabiz
| Rabu, 29 Oktober 2025
Foto: Jadwal Lengkap HYDROPLUS Piala Pertiwi U-14 & U-16 2025 | Pifa Net

Jadwal Lengkap HYDROPLUS Piala Pertiwi U-14 & U-16 2025

Indonesia
| Selasa, 29 April 2025
Foto: Wisatawan Air Terjun Riam Marum Dawar Bengkayang yang Terbawa Arus Ditemukan Meninggal | Pifa Net

Wisatawan Air Terjun Riam Marum Dawar Bengkayang yang Terbawa Arus Ditemukan Meninggal

Sambas
| Senin, 7 April 2025
Foto: Cara Membuat WhatsApp Centang Satu Meski Sedang Online | Pifa Net

Cara Membuat WhatsApp Centang Satu Meski Sedang Online

Indonesia
| Selasa, 25 Februari 2025
Foto: 5 Klub Liga Inggris Bersaing Rebut 3 Tiket Liga Champions | Pifa Net

5 Klub Liga Inggris Bersaing Rebut 3 Tiket Liga Champions

Inggris
| Senin, 19 Mei 2025
Foto: Pemulung Temukan Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik di Komplek Perumahan Untan Pontianak | Pifa Net

Pemulung Temukan Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik di Komplek Perumahan Untan Pontianak

Pontianak
| Jumat, 25 April 2025
Foto: Prabowo akan Luncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara pada 24 Februari | Pifa Net

Prabowo akan Luncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara pada 24 Februari

Indonesia
| Selasa, 18 Februari 2025
Foto: Harga Terlalu Mahal, Udinese Mundur dari Perburuan Jay Idzes | Pifa Net

Harga Terlalu Mahal, Udinese Mundur dari Perburuan Jay Idzes

Sports
| Kamis, 26 Juni 2025
Foto: Sambut Imlek, Warga Tionghoa di Pontianak Mulai Berburu Pernak-pernak Imlek | Pifa Net

Sambut Imlek, Warga Tionghoa di Pontianak Mulai Berburu Pernak-pernak Imlek

Pontianak
| Rabu, 8 Januari 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: 8 Perusahaan AMDK Ungkap Asal Sumber Air, Tak Semua dari Pegunungan | Pifa Net

8 Perusahaan AMDK Ungkap Asal Sumber Air, Tak Semua dari Pegunungan

PIFA, Nasional – Sebanyak delapan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) terbesar di Indonesia, termasuk Aqua, akhirnya mengungkap asal sumber air yang mereka gunakan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada Senin (10/11/2025). Hasilnya, tidak semua perusahaan mengambil air dari mata air pegunungan. Delapan perusahaan yang hadir yakni PT Panfila Indosari (RON 88), PT Amidis Tirta Mulia (Amidis), PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale), PT Muawanah Al Ma’soem (Al Masoem), PT Super Wahana Techno (Pristine), PT Tirta Investama (Aqua), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), dan PT Jaya Lestari Sejahtera (Le Yasmin). Dari jumlah tersebut, empat perusahaan mengaku menggunakan air dari mata air pegunungan. Mereka adalah PT Panfila Indosari (RON 88) yang mengambil dari mata air Pegunungan Mandalawangi di Kabupaten Bandung, PT Muawanah Al Ma’soem (Al Masoem) yang mengambil dari mata air Gunung Manglayang di Cileunyi, PT Super Wahana Techno (Pristine) yang mengambil dari Gunung Pangrango, dan PT Tirta Investama (Aqua) yang memanfaatkan mata air dari beberapa gunung di Indonesia. Sementara itu, empat perusahaan lainnya menggunakan sumber air tanah dalam. PT Amidis Tirta Mulia (Amidis) menggunakan air bawah tanah dan menegaskan produknya berbasis air destilasi, bukan air pegunungan. PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale) mengambil air dari akuifer dalam di kedalaman 80–120 meter di kawasan dataran tinggi. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) juga menggunakan air bawah tanah dalam, sedangkan PT Jaya Lestari Sejahtera (Le Yasmin) mengambil air dari sumur dalam di Sentul, Bogor. Dengan demikian, dari delapan perusahaan AMDK besar di Indonesia, hanya separuh yang benar-benar menggunakan air dari mata air pegunungan, sementara sisanya mengandalkan sumber air tanah dalam dengan teknologi pengolahan berbeda. Catatan: Belakangan Le Minerale membuat klarifikasi bahwa air yang digunakan berasal dari air pegunungan.

Nasional
| Rabu, 12 November 2025

Lokal

Foto: Polres Kayong Utara Gelar Panen Raya Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional | Pifa Net

Polres Kayong Utara Gelar Panen Raya Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

PIFA, Kayong Utara – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Kayong Utara melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal II pada Senin, 2 Juni 2025, pukul 10.15 WIB. Kegiatan ini berlangsung di lahan milik kelompok tani Desa Alur Bandung, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo, S.H., S.I.K., M.H., didampingi oleh Wakapolres KOMPOL Aris Sutrisno, S.Pd., serta jajaran pejabat utama Polres. Turut hadir pula Camat Teluk Batang Ahmad Syafi’i, S.Sos., Kapolsek IPDA Ibnu Hafiz, Danramil yang diwakili oleh Babinsa Sertu Munardi, Kepala Desa Abdul Wahin, penyuluh pertanian, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta pelaku usaha setempat.Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan, doa bersama, dan sambutan dari Kapolres. Setelah itu, peserta melakukan peninjauan terhadap alat mesin pertanian, dilanjutkan dengan kegiatan panen di lokasi dan proses pemipilan jagung kering.Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa program swasembada pangan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. “Panen ini merupakan hasil penanaman Januari–Mei 2025 seluas 13,75 hektare,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan rencana lanjutan berupa penanaman jagung tahap II yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan dengan target lahan seluas 15,95 hektare.Kapolres turut menegaskan peran aktif Polri dalam melakukan pengawasan terhadap bantuan pertanian, mulai dari distribusi sarana produksi hingga pendampingan dalam seluruh tahapan proses produksi, termasuk pascapanen. Ia menambahkan bahwa Polri berkomitmen untuk mencegah penyimpangan serta memastikan bantuan tersalurkan secara tepat dan efektif.Kegiatan panen ditutup pada pukul 12.00 WIB dalam suasana yang kondusif. Jagung pipil hasil panen tersebut akan diolah dan dipasarkan di wilayah Kayong Utara sebagai wujud nyata kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

Polres Kalbar
| Selasa, 3 Juni 2025

Lokal

Foto: Hujan Deras Sungai Kapuas Meluap, Sanggau Diterjang Banjir | Pifa Net

Hujan Deras Sungai Kapuas Meluap, Sanggau Diterjang Banjir

Berita Lokal, PIFA - Kabupaten Sanggau diterjang banjir sejak Jumat (7/10/2022). Hingga Minggu (9/10/2022), berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir itu masih menggenangi sejumlah kawasan.  Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, peristiwa ini terjadi setelah hujan deras dan meluapnya Sungai Kapuas hingga masuk ke pemukiman warga.  Sebanyak 50 rumah warga di Kecamatan Kapuas terendam banjir hingga 100 sentimeter. Selain itu, satu unit sekolah dan satu unit Puskesmas juga ikut terdampak. BPBD Kabupaten Sanggau, menurutnya, telah tiba di lokasi sesaat setelah kejadian. Upaya asesmen dan penanganan telah dilakukan dengan menyalurkan bantuan logistik bagi pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Unsur TNI-Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, relawan dan masyarakat masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan potensi banjir susulan. "Saat ini BPBD selalu siaga dan setiap hari memantau ketinggian air pagi dan sore hari," kata Awaludin Kabid Kedaruratan BPBD Sanggau melalui pesan singkat, Minggu (9/10/2022). Sementara itu, cuaca di lokasi terpantau mendung, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Mengingat BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini untuk Senin (10/10/2022) wilayah Sanggau berpotensi hujan ringan. Oleh karena itu, sambung Abdul, BNPB mengimbau masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai diharapkan bisa melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan lebat secara terus menerus lebih dari satu jam.  Di sisi lain untuk jangka panjang, masyarakat bersama pemerintah daerah agar mengevaluasi kondisi lingkungan di kawasan hulu dan sepanjang daerah aliran sungai.  "Penanaman kembali kawasan hulu dengan vegetasi yang bernilai ekologi dan ekonomi akan mampu mengurangi potensi banjir di masa depan," pungkas Abdul Muhari.

Sanggau
| Jumat, 14 Oktober 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5