AFP

AFP

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalMedia Israel Sebut Turki Kini Lebih Mengancam daripada Iran

Media Israel Sebut Turki Kini Lebih Mengancam daripada Iran

Internasional | Rabu, 24 Juni 2026

Surat kabar Israel, Maariv, menilai Turki kini menjadi tantangan strategis yang lebih besar bagi Israel dibandingkan Iran.

Dalam artikel analisis yang diterbitkan pada Selasa (23/6), Maariv menyoroti perkembangan pesat kemampuan militer dan industri pertahanan Turki yang dinilai terus memperkuat posisi Ankara di kawasan.

Menurut analisis tersebut, Turki saat ini merupakan kekuatan militer terbesar kedua di dalam NATO setelah Amerika Serikat. Selain itu, negara tersebut disebut telah mencapai sekitar 80 persen tingkat kemandirian dalam sektor pertahanan.

Maariv menilai kemajuan tersebut menjadikan Turki sebagai tantangan jangka panjang yang lebih serius bagi Israel dibandingkan ancaman yang selama ini berasal dari Iran.

Media itu menyoroti sejumlah kemampuan militer Turki, termasuk armada tank tempur yang besar serta pengembangan tank utama produksi dalam negeri, Altay.

Selain itu, Ankara disebut berhasil membangun industri pertahanan nasional yang mampu memproduksi sebagian besar kebutuhan militernya sendiri, termasuk sistem pertahanan udara berlapis berbasis teknologi domestik.

Di sektor udara, Turki dilaporkan mengoperasikan sekitar 200 pesawat militer, dengan mayoritas berupa jet tempur F-16 Fighting Falcon, serta didukung armada helikopter serang untuk berbagai operasi militer.

Namun, menurut Maariv, potensi ancaman terbesar terhadap Israel justru berasal dari kekuatan angkatan laut Turki.

Analisis tersebut menyoroti armada laut Ankara yang mencakup 16 kapal selam, sejumlah fregat, serta kapal serbu amfibi modern TCG Anadolu.

Kemampuan tersebut dinilai memberi Turki kapasitas proyeksi kekuatan yang semakin besar di kawasan Mediterania dan Timur Tengah.

Maariv juga menyebut kemajuan teknologi militer serta peningkatan produksi senjata dalam negeri telah memperkuat posisi strategis Turki secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Perkembangan tersebut dikabarkan menjadi perhatian tersendiri bagi para pembuat kebijakan dan kalangan keamanan Israel yang mulai memantau peningkatan pengaruh Ankara di kawasan.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel yang menyebut Turki sebagai musuh atau ancaman utama negara tersebut. Hubungan diplomatik kedua negara masih berlangsung meskipun beberapa tahun terakhir kerap diwarnai ketegangan terkait berbagai isu regional, termasuk konflik Palestina dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Rekomendasi

Foto: Cristiano Ronaldo Resmi Lamar Georgina Rodriguez dengan Cincin Berlian Raksasa | Pifa Net

Cristiano Ronaldo Resmi Lamar Georgina Rodriguez dengan Cincin Berlian Raksasa

Sports
| Selasa, 12 Agustus 2025
Foto: Demokrat Sesalkan Sikap Partai yang Instruksikan Kepala Daerah Tak Hadiri Retret di Akmil | Pifa Net

Demokrat Sesalkan Sikap Partai yang Instruksikan Kepala Daerah Tak Hadiri Retret di Akmil

Indonesia
| Minggu, 23 Februari 2025
Foto:   Hakim Menangis, Eks Pejabat MA Zarof Ricar Divonis 16 Tahun dan Dirampas Hartanya Rp 1 Triliun | Pifa Net

Hakim Menangis, Eks Pejabat MA Zarof Ricar Divonis 16 Tahun dan Dirampas Hartanya Rp 1 Triliun

Politik
| Sabtu, 21 Juni 2025
Foto: Nakal, Tijjani Reijnders Jewer Jay Idzes di Liga Italia | Pifa Net

Nakal, Tijjani Reijnders Jewer Jay Idzes di Liga Italia

Indonesia
| Senin, 28 April 2025
Foto: Modifikasi Fazzio Hybrid Ini Tampil Retro Futuristic Ala Skutik Kalcer yang Kental dengan Japan Vibes | Pifa Net

Modifikasi Fazzio Hybrid Ini Tampil Retro Futuristic Ala Skutik Kalcer yang Kental dengan Japan Vibes

Indonesia
| Senin, 3 Februari 2025
Foto: Tren No Buy Challenge 2025: Ini 5 Langkah Sederhana untuk Hemat dan Cerdas Kelola Keuangan | Pifa Net

Tren No Buy Challenge 2025: Ini 5 Langkah Sederhana untuk Hemat dan Cerdas Kelola Keuangan

Indonesia
| Kamis, 23 Januari 2025
Foto: Tips Membuat Ikan Bakar Tanpa Arang, Tetap Harum dan Berempah | Pifa Net

Tips Membuat Ikan Bakar Tanpa Arang, Tetap Harum dan Berempah

Indonesia
| Kamis, 9 Januari 2025
Foto: Ashley Young Resmi Gabung Ipswich Town, Siap Jadi Panutan di Usia 40  | Pifa Net

Ashley Young Resmi Gabung Ipswich Town, Siap Jadi Panutan di Usia 40

Sports
| Kamis, 24 Juli 2025
Foto: Jay Idzes Jadi Kapten saat Venezia FC Terpuruk di Zona Degradasi | Pifa Net

Jay Idzes Jadi Kapten saat Venezia FC Terpuruk di Zona Degradasi

Italia
| Selasa, 18 Februari 2025
Foto: Ranieri Ungkap Klub Milik Pengusaha Indonesia, Como Bisa Jadi Seperti Parma Era 1990-an | Pifa Net

Ranieri Ungkap Klub Milik Pengusaha Indonesia, Como Bisa Jadi Seperti Parma Era 1990-an

Italia
| Senin, 3 Maret 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Banjir Melanda, Walkot Singkawang Tinjau Stok Logistik dan Posko Pengungsian  | Pifa Net

Banjir Melanda, Walkot Singkawang Tinjau Stok Logistik dan Posko Pengungsian 

Berita Singkawang, PIFA - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, SE, MH meninjau stok bantuan logistik untuk para pengungsi di Markas Tagana Kota Singkawang didampingi oleh Kadis Sosial PPPA Kota Singkawang, Sabtu (12/2/2022). Selain stok logistik yang sudah tersedia oleh Dinas Sosial PPPA Kota Singkawang, Kota Singkawang juga mendapatkan bantuan logistik penanggulangan bencana dari Dinas Sosial Provinsi Kalbar dan Kementerian Sosial RI. Tjhai Chui Mie ingin memastikan agar jumlah logistik yang tersedia mampu optimal melayani masyarakat yang dievakuasi karena banjir yang terjadi di Kota Singkawang. Setelah meninjau gudang logistik, ia pun meninjau lokasi posko pengungsian di Gedung KLK, Jl. BLKI Kelurahan Sedau. Di lokasi pengungsian, ia didampingi oleh Camat Singkawang Barat dan Plt. Camat Singkawang Selatan, dimana masyarakat di wilayah mereka yang terdampak bencana banjir. (rs)

Singkawang
| Senin, 14 Februari 2022

Lokal

Foto: Harga Cabai di Pontianak Melambung Tinggi hingga 2 Kali Lipat | Pifa Net

Harga Cabai di Pontianak Melambung Tinggi hingga 2 Kali Lipat

PIFA.CO.ID, LOKAL - Harga cabai yang melambung tinggi tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga terjadi di Kalimantan Barat. Seperti di pasar flamboyan, Pontianak, harga cabai saat ini menembus angka Rp 85.000 per kilogram.Kenaikan yang cukup signifikan itu telah terjadi sejak sebulan terakhir. Cabai rawit yang semula dihargai Rp 35.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp85.000 per kilogram. Cabai keriting juga mengalami kenaikan harga dari Rp 25.000 menjadi Rp 65.000 per kilogram.Salah satu pedagang Marianto menuturkan, kenaikan harga cabai disebabkan oleh kurangnya pasokan dari Jawa. "Karena tidak ada stok dari Jawa. Saat ini, pasokan cabai hanya berasal dari Sanggau Ledo dan Rasau Jaya,” ujar Marianto, di Pasar Flamboyan, Rabu (15/01/25).Marianto menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai disebabkan oleh minimnya pasokan dari Pulau Jawa akibat musim hujan yang menghambat panen.“Cabai rawit sudah sebulan ini naik. Karena stok dari Jawa tidak ada. Cuma ada dari Kalimantan, cabai lokal seperti dari Sanggau Ledo dan Rasau Jaya,” jelasnya.Ia mengatakan, kondisi kenaikan harga cabai ini berdampak pada kebiasaan belanja masyarakat.”Biasa cabai beli sekilo, sekarang paling beli Rp10.000, pembeli kini cenderung mengurangi jumlah pembelian cabai,” jelasnya.Kendati demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Bawang merah misalnya, justru mengalami penurunan harga.“Kalau bawang merah agak turun karena ada bawang dari luar datang. Biasa bawang merah harga Rp 45 ribu, sekarang ada yang Rp 35 ribu, bahkan ada yang Rp 30 ribu,” katanya.

Pontianak
| Rabu, 15 Januari 2025

Lokal

Foto: Polemik Lagu “Bayar, bayar, bayar” Fadli Zon: Kebebasan Berekspresi Harus Ada Batasnya | Pifa Net

Polemik Lagu “Bayar, bayar, bayar” Fadli Zon: Kebebasan Berekspresi Harus Ada Batasnya

PIFA.CO.ID, LOKAL – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, memberikan tanggapan mengenai lagu dari band Sukatani berjudul "Bayar, bayar, bayar," yang belakangan ini tengah menjadi sorotan publik. Menurut Fadli Zon, kebebasan berekspresi memang harus didukung, tetapi harus ada batasan-batasan yang jelas agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat."Kita sangat mendukung kebebasan berekspresi, tetapi dimanapun di seluruh dunia, kebebasan berekspresi itu mesti ada batasnya. Bayangkan kalau kebebasan berekspresi tidak ada batasnya,” ungkapnya saat ditemui di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, pada Sabtu (22/2/25).Batas-batasan berekspresi yang di maksud Fadli Zon adalah yang berkaitan dengan SARA (suku,agama,ras dan golongan) yang menurutnya harus dipertimbangkan.“Di barat itu orang membakar kitab suci dianggap kebebasan berekspresi. Kalau di sini membakar kitab suci apakah kebebasan berekspresi misalnya? Kan pasti tidak. Jadi norma-norma yang ada di barat itu belum tentu sama dengan di kita. Kita ini negara timur, Pancasila apalagi ya. Jadi kita perlu menjaga sampai batas mana,”Fadli Zon menegaskan dirinya mendukung para seniman untuk berekspresi menyampaikan kritik lewat karya seperti yang dilakukan oleh Band Sukatani. Namun ia mengingatkan bahwa kritik terhadap oknum tertentu harus dilakukan dengan bijak dan tidak melibatkan institusi atau profesi secara keseluruhan."Kalau mengkritik oknum, saya kira tidak ada masalah, tetapi jangan sampai membawa institusi atau profesi secara keseluruhan. Misalnya, ada oknum wartawan yang tidak benar, tetapi kalau profesinya dipukul rata, teman-teman jurnalis pasti berkeberatan," ujarnya"Kebebasan berekspresi menurut saya harus kita dukung. Dan saya kira lagu-lagunya (band sukatani) yang lain juga bagus-bagus," pungkasnya.Sebelumnya diberitakan lagu band Sukatani asal Purbalingga berjudul “bayar, bayar, bayar” di takedown dari berbagai platform musik. Hal itu disebabkan lirik lagu tersebut dianggap menyinggung oknum Kepolisian.Akibat kejadian itu bukan hanya lagu tersebut hilang dari berbagai platform digital musik, tetapi anggota dari band Sukatani yaitu Muhammad Syifa Al Lufti (gitaris) dan Novi Citra Indriyati (vokalis) juga meminta maaf kepada pihak Kepolisian atas lagu yang mereka ciptakan dan nyanyikan.

Pontianak
| Senin, 24 Februari 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5