Netanyahu Klaim Sepakat dengan Trump, Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Internasional | Jumat, 12 Juni 2026
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dirinya telah mencapai kesepakatan penuh dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat (12/6), Netanyahu menegaskan bahwa selama dirinya menjabat, Iran tidak akan dibiarkan memiliki kemampuan nuklir militer.
“Selama saya menjadi perdana menteri Israel, Iran tak akan punya senjata nuklir,” kata Netanyahu, dikutip AFP.
Ia juga menyebut bahwa terdapat kesamaan pandangan antara dirinya dan Trump dalam isu tersebut.
“Ada kesepakatan penuh antara saya dan Presiden Trump soal masalah ini,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat, yang dalam beberapa bulan terakhir saling melancarkan serangan dan serangan balasan di berbagai titik konflik.
Israel dan AS diketahui menjadikan isu program nuklir Iran sebagai salah satu alasan utama dalam tekanan militer dan diplomatik terhadap Teheran. Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari itu disebut telah menimbulkan korban besar, termasuk warga sipil di beberapa wilayah terdampak.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa program pengayaan uraniumnya ditujukan untuk kepentingan sipil dan energi, bukan untuk senjata nuklir. Teheran juga menolak tekanan Washington untuk menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium.
Sementara itu, upaya gencatan senjata permanen antara kedua pihak masih belum menunjukkan kemajuan berarti, di tengah perbedaan tajam terkait masa depan program nuklir Iran dan keamanan kawasan Timur Tengah.



















