Politico: Serangan AS ke Iran Picu Penurunan Reputasi di Negara Muslim
Internasional | Jumat, 17 April 2026
Agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan berdampak pada merosotnya reputasi Washington di mata internasional, khususnya di negara-negara mayoritas Muslim. Hal itu diungkap dalam laporan Politico yang mengutip kawat diplomatik Departemen Luar Negeri AS.
Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa citra Amerika Serikat menurun di tiga negara, yakni Indonesia, Azerbaijan, dan Bahrain.
Sejumlah laporan diplomatik mencatat lonjakan sentimen anti-AS secara tiba-tiba di ketiga negara tersebut. Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa hubungan bilateral antara Washington dan negara-negara Muslim bisa mengalami ketegangan.
Dokumen itu juga menyoroti potensi hilangnya kepercayaan publik maupun pemerintah terhadap Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Menanggapi situasi itu, para perwakilan diplomatik AS disebut meminta kelonggaran dari Gedung Putih agar dapat merespons narasi negatif yang berkembang di media, baik konvensional maupun digital.
Salah satu kawat diplomatik dari Kedutaan Besar AS di Jakarta menyebutkan perlunya fleksibilitas dalam penggunaan media sosial. Kedubes diharapkan dapat “memiliki kebebasan media sosial secara fleksibel, gesit, dan proaktif demi mengatasi tantangan untuk tetap berdampak di ruang digital yang padat.”
Namun demikian, pemerintahan Presiden Donald Trump menginstruksikan agar perwakilan AS tidak membuat konten sendiri terkait konflik dengan Iran. Mereka diminta hanya meneruskan narasi resmi dari Gedung Putih atau Departemen Luar Negeri yang telah disetujui.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Upaya diplomasi sempat dilakukan pada 11 April melalui perundingan antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan. Presiden Donald Trump kala itu mengklaim telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.
Namun, sehari setelahnya, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa kedua negara gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi tersebut.
Terbaru, pada Kamis (16/4), Donald Trump menyebut bahwa putaran lanjutan perundingan antara Washington dan Teheran berpotensi digelar paling cepat pada akhir pekan ini.



















