Rusia dan Ukraina Tukar Ratusan Tawanan Perang usai Gagal Gencatan Senjata
Internasional | Jumat, 15 Mei 2026
Rusia dan Ukraina kembali melakukan pertukaran ratusan tawanan perang di tengah memanasnya konflik kedua negara setelah gagalnya gencatan senjata sementara.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat (15/5/2026) menyatakan sebanyak 205 tentara Rusia telah dipulangkan dari wilayah yang dikuasai Ukraina. Sebagai gantinya, 205 tawanan perang dari angkatan bersenjata Ukraina juga diserahkan kepada Kyiv.
“205 prajurit Rusia telah dipulangkan dari wilayah yang dikuasai Kyiv,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Pertukaran tawanan ini berlangsung sekitar sepekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Rusia dan Ukraina akan melakukan pertukaran besar-besaran tahanan perang.
Trump sebelumnya menyebut kedua negara sepakat menukar hingga 1.000 tahanan dalam gencatan senjata tiga hari yang dimediasi AS bertepatan dengan parade Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei lalu.
Namun setelah masa gencatan senjata berakhir, Moskow dan Kyiv kembali saling menuduh melakukan pelanggaran. Ukraina bahkan menuding Rusia meningkatkan serangan terhadap wilayah sipil.
Pada Kamis (14/5/2026), serangan udara Rusia ke Kyiv dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang.
Di tengah minimnya komunikasi langsung sejak perang pecah pada Februari 2022, pertukaran tawanan perang menjadi salah satu bentuk kerja sama yang masih berlangsung antara kedua negara.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut para tentara yang dibebaskan saat ini berada di Belarus untuk mendapatkan bantuan psikologis dan perawatan medis.
Rusia juga mengatakan Uni Emirat Arab turut memberikan bantuan kemanusiaan dalam proses pemulangan para tentara Rusia dari tahanan perang.



















