Tiga Ruas Jalan Nasional di Cianjur Diserahkan ke Kabupaten, Jalan Lingkar Timur Jadi Jalan Nasional
Bandung | Rabu, 14 Januari 2026
PIFA, Bandung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, mencatat adanya perubahan status sejumlah ruas jalan. Tiga ruas jalan yang sebelumnya berstatus jalan nasional kini diserahkan pengelolaannya kepada Pemkab Cianjur, sementara satu ruas jalan kabupaten beralih menjadi jalan nasional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan tiga ruas jalan nasional yang kini menjadi kewenangan kabupaten yakni Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Prof Moh Yamin, dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
Sementara itu, ruas Jalan Lingkar Timur yang menghubungkan Cianjur, Bandung, dan Sukabumi, yang sebelumnya merupakan jalan kabupaten, kini beralih status menjadi jalan nasional dan pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah pusat.
“Saat ini status jalan nasional yang diserahkan dalam kondisi baik, termasuk jalan kabupaten Lingkar Timur dalam kondisi baik, namun membutuhkan perbaikan di sejumlah titik karena terdapat jalan berlubang dan bergelombang,” ujar Eri di Cianjur, Selasa.
Ia menjelaskan, pelimpahan tiga ruas jalan di kawasan perkotaan tersebut membuat panjang jalan berstatus milik kabupaten bertambah. Di sisi lain, terjadi pengurangan jalan penghubung antar-kabupaten/kota yang berstatus jalan nasional.
“Seiring beralihnya status jalan tersebut, Pemkab Cianjur dapat lebih mudah melakukan penataan karena jalan milik kabupaten di wilayah perkotaan saling terhubung,” katanya.
Meski demikian, Eri menegaskan bahwa setelah status jalan beralih, pemerintah daerah tidak bisa langsung melakukan perbaikan atau penataan. Pasalnya, masih diperlukan izin dari pemerintah pusat dengan prosedur yang cukup panjang.
Sambil menunggu proses perizinan tersebut, Pemkab Cianjur menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar untuk penataan trotoar atau pedestrian bagi pejalan kaki sepanjang 200 meter. Penataan tersebut telah dilaksanakan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.
“Dari anggaran Rp2 miliar itu termasuk berbagai perlengkapan penghias seperti lampu hias, pot bunga, dan fasilitas lainnya, sehingga nyaman dan aman dilalui pejalan kaki,” pungkasnya.




















