5 Rekomendasi Drama Korea Terpopuler April 2026. MBC

5 Rekomendasi Drama Korea Terpopuler April 2026. MBC

Berandascoped-by-BerandaPifabizscoped-by-Pifabiz5 Rekomendasi Drama Korea Terpopuler April 2026

5 Rekomendasi Drama Korea Terpopuler April 2026

Pifabiz | Kamis, 30 April 2026

Drama romantis komedi Korea mendominasi perhatian penonton sepanjang April 2026. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Perfect Crown yang dibintangi IU dan Byeon Woo-seok. Drama tersebut sukses menembus rating dua digit dan menjadi favorit penonton akhir pekan.

Selain romcom, drama bergenre misteri dan thriller juga masih mendominasi daftar tontonan populer bulan ini. Berikut lima drama Korea terpopuler April 2026 beserta sinopsisnya.

Perfect Crown

Perfect Crown mencatat rating tertinggi 11,2 persen pada episode keenam yang tayang 25 April. Episode tersebut menampilkan momen Grand Prince I-An melamar Seong Hui-ju.

Drama ini mengisahkan Seong Hui-ju, konglomerat muda yang merasa hidupnya kosong meski memiliki segalanya. Hidupnya berubah setelah kembali bertemu Grand Prince I-An, anggota keluarga kerajaan favorit publik yang tengah terlibat perebutan kekuasaan.

Keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak demi kepentingan masing-masing. Namun hubungan itu perlahan berkembang menjadi romansa yang rumit di tengah tekanan politik kerajaan.

Perfect Crown tayang setiap Jumat dan Sabtu di Disney+.

Filing for Love

Filing for Love langsung menarik perhatian sejak penayangan perdananya. Drama yang dibintangi Shin Hae-sun dan Gong Myung itu meraih rating 6,3 persen hanya dalam dua episode.

Drama ini mengikuti kisah Joo In-a, kepala departemen audit di Haemu Group yang dikenal perfeksionis dan tegas. Kehidupannya berubah kacau saat harus bekerja sama dengan No Ki-joon dari tim auditor elite untuk menangani skandal internal perusahaan.

Filing for Love tayang setiap Sabtu dan Minggu di HBO Max.

Phantom Lawyer

Phantom Lawyer tetap bertahan dalam daftar drama populer meski ratingnya berkisar enam persen sepanjang April.

Drama ini menceritakan Shin Yi-rang yang diperankan Yoo Yeon-seok, seorang pengacara pemalu yang tiba-tiba bisa melihat hantu setelah pindah kantor.

Ia kemudian bekerja sama dengan pengacara elite Han Na-hyun yang diperankan Esom untuk menyelesaikan berbagai kasus misterius dari arwah penasaran.

Phantom Lawyer tayang di Netflix, Viki, dan Viu setiap Jumat dan Sabtu.

The Scarecrow

The Scarecrow menjadi salah satu drama thriller yang paling banyak dibicarakan sejak tayang perdana pada akhir April 2026.

Drama yang dibintangi Park Hae-soo dan Lee Hee-joon ini terinspirasi dari kasus pembunuhan Hwaseong.

Kisahnya berfokus pada Kang Tae-joo, detektif yang diturunkan pangkatnya dan kembali ke kampung halamannya untuk menyelidiki kasus pembunuhan berantai. Dalam penyelidikan tersebut, ia harus bekerja sama dengan jaksa yang pernah merundungnya saat sekolah.

The Scarecrow tayang setiap Senin dan Selasa di Viu.

Sold Out on You

Sold Out on You menghadirkan kisah romansa unik berlatar bisnis jamur premium.

Drama ini dibintangi Ahn Hyo-seop dan Chae Won-bin.

Matthew Lee adalah petani muda yang dikenal dingin namun sebenarnya berhati hangat. Hidupnya berubah ketika Dam Ye-jin, pembawa acara belanja rumah yang terobsesi dengan jamur nuri putih, datang memperpanjang kontrak kerja sama bisnis.

Hubungan profesional mereka perlahan berkembang menjadi kisah cinta yang manis dan penuh konflik.

Sold Out on You tayang setiap Rabu dan Kamis di Netflix.

Rekomendasi

Foto: Jokowi Nilai Setahun Pemerintahan Prabowo Berjalan Baik Meski Perlu Evaluasi | Pifa Net

Jokowi Nilai Setahun Pemerintahan Prabowo Berjalan Baik Meski Perlu Evaluasi

Politik
| Senin, 20 Oktober 2025
Foto: Geger! Orangutan Masuk Kebun Durian Warga di Sukadana, Polisi dan BKSDA Turun Tangan | Pifa Net

Geger! Orangutan Masuk Kebun Durian Warga di Sukadana, Polisi dan BKSDA Turun Tangan

Lokal
| Sabtu, 22 November 2025
Foto:  Pemeran Encuy di 'Preman Pensiun', Nandi Juliawan Ditemukan Meninggal di Garut | Pifa Net

Pemeran Encuy di 'Preman Pensiun', Nandi Juliawan Ditemukan Meninggal di Garut

Nasional
| Minggu, 7 September 2025
Foto: Resep Tahu Bulat Simpel dan Renyah untuk Menu Buka Puasa, Cuma Modal Rp5.000! | Pifa Net

Resep Tahu Bulat Simpel dan Renyah untuk Menu Buka Puasa, Cuma Modal Rp5.000!

Indonesia
| Jumat, 21 Maret 2025
Foto: Kurang Lebih, Ini Perbandingan Shin Tae-yong vs Indra Sjafri saat Tukangi Timnas U-20 | Pifa Net

Kurang Lebih, Ini Perbandingan Shin Tae-yong vs Indra Sjafri saat Tukangi Timnas U-20

Indonesia
| Senin, 17 Februari 2025
Foto: Amorim Siap Lepas Andre Onana Jika Ada Tawaran | Pifa Net

Amorim Siap Lepas Andre Onana Jika Ada Tawaran

Indonesia
| Kamis, 27 Maret 2025
Foto: Duel Big Match Liga Inggris Pekan Ini, Arsenal vs Man City, Siapa yang Menang?  | Pifa Net

Duel Big Match Liga Inggris Pekan Ini, Arsenal vs Man City, Siapa yang Menang?

Indonesia
| Sabtu, 1 Februari 2025
Foto: Pestapora 2025 Hadirkan Video Penampilan Gustiwiw Sebagai Bentuk Penghormatan | Pifa Net

Pestapora 2025 Hadirkan Video Penampilan Gustiwiw Sebagai Bentuk Penghormatan

Pifabiz
| Senin, 21 Juli 2025
Foto: Hakim PN Mempawah Vonis Bebas Kakek yang Cabuli Cucunya Berusia 1,4 Tahun | Pifa Net

Hakim PN Mempawah Vonis Bebas Kakek yang Cabuli Cucunya Berusia 1,4 Tahun

Mempawah
| Sabtu, 15 Februari 2025
Foto: Dedi Mulyadi Tanggapi Perdebatan dengan Aura Cinta soal Larangan Perpisahan Sekolah: Dia Bintang Iklan | Pifa Net

Dedi Mulyadi Tanggapi Perdebatan dengan Aura Cinta soal Larangan Perpisahan Sekolah: Dia Bintang Iklan

Jabar
| Selasa, 29 April 2025

Berita Terkait

Teknologi

Foto: Aturannya Bakal Diterbitkan, Berapa Usia Minimal Anak Boleh Bermain Medsos? | Pifa Net

Aturannya Bakal Diterbitkan, Berapa Usia Minimal Anak Boleh Bermain Medsos?

PIFA, Tekno - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendukung wacana pemerintah untuk membatasi usia anak bermain media sosial, mengingat banyaknya konten negatif yang tidak sesuai untuk usia anak. "Kita mendukung hal ini, mengingat banyak hal negatif di kalangan anak-anak akan konten yang tidak sesuai dengan usia," kata Dave seperti dikutip dari CNBC Indonesia. Namun, hingga kini, pemerintah belum menetapkan angka pasti terkait usia minimal anak boleh bermain media sosial. Dave menyebutkan, keputusan tersebut harus berdasarkan riset para ahli. "Agar lihat hasil riset-riset dari para ahli psikologi anak dalam menentukan kebijakan, dan kita bisa lihat dampak jangka panjangnya seperti apa," terangnya. Wacana ini pertama kali disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Ia menjelaskan, pemerintah akan mengeluarkan peraturan terlebih dahulu untuk menjembatani kebijakan tersebut. "Sebetulnya ini nanti, kita inginnya pelajari dulu betul-betul. Tapi pada prinsipnya gini sambil menjembatani aturan yang lebih ajeg pemerintah akan mengeluarkan aturan pemerintah terlebih dulu," kata Meutya dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/1/2025). Proses menuju aturan ini masih panjang. Pemerintah juga akan melakukan kajian perlindungan anak di media sosial dan berdiskusi dengan DPR untuk menentukan regulasi yang tepat. Meutya memastikan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian penuh pada isu ini, yang juga dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden.

Tekno
| Sabtu, 25 Januari 2025

Lokal

Foto: Dua Bocah Tewas Tenggelam di Parit Rengas Kapuas Sungai Kakap, Belum Diketahui Penyebabnya | Pifa Net

Dua Bocah Tewas Tenggelam di Parit Rengas Kapuas Sungai Kakap, Belum Diketahui Penyebabnya

Berita Kubu Raya, PIFA - Dua anak kecil tewas tenggelam di parit rengas Kapuas, Desa Rengas Kapuas RT/1RW 13 Kecamatan Sungai Kakap. Jumat (12/11/2021) Menurut keterangan ketua RT/1RW 13 Syareh, kedua anak tenggelam tersebut masih berhubungan  saudara sepupu. “Tenggelam di Sungai tak jauh dari SUPM Jalan Pembangunan Desa Rengas Dalam, diperkirakan pukul 12 lewat tenggelam ” ujarnya. Menurutnya, kedua anak tersebut ditemukan warga Pukul 14:30. Syareh mengungkapkan kedua anak tenggelam tersebut masih saudara sepupuan. Korban diketahui bernama Imarah Amira Syafirah Sofa (11), dan satunya lagi bernama Zihan, kedua korbanya masih berhubungan saudara sepupu “Belum diketahui dengan jelas apakah tadi mandi di sungai atau bagaimana, karena tadi kejadiannya ketika waktu shalat Jumat,” ujarnya. Sampai saat ini kedua korban telah ditemukan dan dibawa ke rumah masing-masing keluarga.

Kubu Raya
| Jumat, 12 November 2021

Lifestyle

Foto:  Psikolog Ungkap Pertanyaan yang Sebaiknya Dihindari saat Berhadapan dengan Orang Berduka | Pifa Net

Psikolog Ungkap Pertanyaan yang Sebaiknya Dihindari saat Berhadapan dengan Orang Berduka

PIFA, Lifestyle - Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan sejumlah jenis pertanyaan yang sebaiknya tidak diajukan kepada orang-orang yang tengah mengalami duka kehilangan. Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin, Ratriana menekankan pentingnya menjaga sensitivitas dalam berkomunikasi dengan individu yang sedang berduka. Ia mengingatkan agar tidak langsung menanyakan detail terkait kematian orang terdekat yang mereka kehilangan. “Jangan langsung menanyakan detail kematian seperti kapan meninggal, sakit apa, kok bisa dan terakhir ketemu kapan,” kata Ratriana. Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut sebaiknya hanya disampaikan jika pihak yang berduka terlebih dahulu membuka cerita. Jika tidak, pertanyaan semacam itu justru berisiko memaksa mereka mengulang kembali pengalaman traumatis, sementara kondisi emosional mereka mungkin belum siap untuk membahasnya. Selain itu, Ratriana juga menyarankan untuk menghindari pertanyaan yang bernada menyalahkan, seperti mempertanyakan alasan tidak membawa almarhum ke rumah sakit lebih awal atau mengapa penanganan medis tidak dilakukan lebih cepat. “Pertanyaan seperti ini meskipun tidak bermaksud menyalahkan, sering membuat orang yang berduka merasa bersalah dan jadi mempertanyakan dirinya sendiri apa yang sudah dia lakukan selama ini buat orang yang sudah pergi,” ujarnya. Psikolog yang kini berpraktik di Biro Psikologi Rali Ra, Bekasi, tersebut juga menyoroti sejumlah pernyataan yang sebaiknya tidak diucapkan. Salah satunya adalah kalimat yang menuntut orang yang berduka untuk selalu kuat dan tabah. “Ini bisa membuat yang berduka merasa tidak punya ruang untuk rapuh, dan merasakan berbagai emosinya. Jika emosi tidak diproses dengan baik, dalam jangka panjang justru malah semakin banyak dampak negatifnya,” jelas Ratriana. Lebih lanjut, ia mengingatkan agar tidak membandingkan pengalaman duka satu orang dengan yang lain atau mengadu nasib. Pasalnya, setiap individu memiliki cara dan waktu masing-masing dalam memproses kehilangan. Menurut Ratriana, sikap membandingkan justru dapat membuat orang yang berduka merasa tidak dipahami, bahkan merasa perasaan dan pengalamannya diabaikan. Oleh karena itu, bentuk dukungan terbaik adalah dengan hadir secara empatik, tidak menghakimi, serta memberikan ruang dan waktu agar proses penyembuhan emosional dapat berjalan secara perlahan.

Lifestyle
| Selasa, 27 Januari 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5