50 Ton Beras Bantuan Presiden Tiba di Aceh, Publik Soroti Label Bergambar Wajah Presiden
Politik | Kamis, 4 Desember 2025
50 Ton Beras Bantuan Presiden Tiba di Aceh, Publik Soroti Label Bergambar Wajah Presiden. Koran Memo
Politik | Kamis, 4 Desember 2025










Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2023 melaporkan kasus diabetes pada anak meningkat hingga 70 kali lipat sejak tahun 2010 lalu. Ketua Umum PP IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengakui kenaikan kasus diabetes melitus tipe 2 pada kelompok anak-anak meningkat karena pola gaya hidup (lifestyle) yang tidak baik. Tidak hanya diabetes, penyakit ginjal yang sebelumnya banyak diidap orang dewasa kini juga mulai dialami oleh anak-anak. Bahkan, di media sosial, sedang ramai diperbincangkan di RS Cipto Mangunkusumo banyak anak-anak yang melakukan perawatan cuci darah. Melansir dari suara.com, berikut ini beberapa tips dari dr. Piprim yang harus dilakukan oleh para orang tua untuk anak agar bisa menjalani pola hidup yang lebih sehat: 1. Nutrisi Lengkap, Susu Tidak Wajib Beri si kecil makanan sehat dengan makronutrisi lengkap, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Bagaimana dengan susu? "Susu mungkin komplementer, pelengkap saja dan tidak jadi superfood. Lebih baik anak-anak diberi real food, makanan yang ada protein hewani, nabati, sayuran, buah," kata dr. Piprim. 2. Selalu Bekali Anak Air Putih Minum air putih sangat disarankan karena manfaatnya yang begitu besar bagi kesehatan tubuh anak. "Orang tua harus beri bekal anak air putih, ke mana-mana harus air putih. Dan edukasi kalau kebanyakan minum ini [minuman manis] bisa adiksi," tuturnya. 3. Olahraga Demi mendukung gaya hidup yang lebih sehat, jangan lupa ajak anak untuk banyak beraktivitas fisik, seperti olahraga. Sebab, olahraga baik untuk seluruh organ tubuh, seperti jantung, ginjal, dan lainnya. 4. Kurangi Gula dan Garam Dan yang tidak kalah penting adalah coba untuk mengurangi asupan garam dan gula. Bukan hanya gula putih/pasir, tetapi juga berbagai pemanis yang biasa ditemukan pada minuman-minuman manis yang dijual di pasaran. "Misalnya pada soft drink. Kita masuk ke minimart itu ada 100 macam minuman manis dengan berbagai pemanis, itu bisa menyebabkan macam-macam [penyakit] seperti obesitas, diabetes, ginjal, dan seterusnya. Jangan lupa jaga berat badan, garam dibatasi konsumsinya, dan rajin check up," tutup dr. Piprim. (ly)
Sports

PIFA, Timnas – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa proses naturalisasi Mauro Zijlstra kini tengah berlangsung di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Penyerang muda milik FC Volendam itu diproyeksikan untuk memperkuat timnas Indonesia U-23 dalam waktu dekat. "Kan kita di Kemenpora sekarang. Masih diproses di Kemenpora. Kita harapkan suratnya bisa keluar minggu depan," ujar Erick kepada awak media di Jakarta, Jumat (5/7). Dipersiapkan untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 Zijlstra, yang kini berusia 20 tahun, dipersiapkan untuk memperkuat timnas U-23 dalam ajang kualifikasi Piala Asia U-23 pada September mendatang. Meski demikian, Erick tidak menutup kemungkinan bahwa Mauro juga akan menjadi pelapis Ole Romeny di timnas senior. "Bukan tidak mungkin juga sebagai pelapis untuk Ole di posisi striker. Kita tahu memang salah satu kekurangan tim nasional kita memang di pencetakan golnya," ujar Erick. Bisa Tembus Timnas Senior Jika Adaptasi Lancar Erick menyebut, peluang Mauro untuk naik ke level timnas senior terbuka lebar, asalkan ia bisa beradaptasi dengan baik bersama timnas kelompok umur. "Kita harapkan Mauro kita lihat di usia muda dulu. Kalau memang dia ternyata bisa beradaptasi, bukan tidak mungkin dia bisa juga naik ke tingkat seniornya," tambahnya. Dukungan dari Pemerintah dan DPR Upaya naturalisasi Mauro diklaim Erick mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto, DPR, dan Kemenpora. Langkah ini merupakan bagian dari strategi PSSI dalam mengakselerasi prestasi tim nasional Indonesia. Dengan keberadaan sejumlah pemain naturalisasi, timnas Indonesia kini telah mencatatkan prestasi historis dengan menembus putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Timnas Putri Juga Diperkuat Naturalisasi Selain sektor putra, timnas putri Indonesia juga mendapat suntikan kekuatan dari pemain naturalisasi. Saat ini, ada empat pemain naturalisasi baru yang memperkuat timnas putri dalam kualifikasi Piala Asia wanita. PSSI berharap, dengan komposisi yang semakin kompetitif dan dukungan penuh dari pemerintah, sepak bola nasional bisa semakin kompetitif di kancah Asia dan dunia.
Teknologi

Berita Teknologi, PIFA - Kanada adalah satu-satunya anggota jaringan intelijen Five Eyes yang tidak melarang peralatan 5G Huawei di negara mereka. Namun baru-baru ini mereka mengumumkan berencana untuk memblokir teknologi 5G dari Huawei Technologies Co Ltd dan ZTE Corp. Five Eyes adalah aliansi intelijen yang terdiri dari gabungan negara dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat. "Kami bermaksud untuk mengecualikan Huawei dan ZTE dari jaringan 5G kami," ungkap Menteri Perindustrian Kanada Francois-Philippe Champagne sebagaimana dilansir detikINET dari Gizmochina, Minggu (22/5/2022). Penyedia yang sudah memasang peralatan ini akan diminta untuk menghentikan penggunaannya dan menghapusnya berdasarkan rencana yang kami umumkan hari ini," lanjutnya. Menurut rencana yang baru-baru ini diumumkan, perusahaan akan diminta untuk melepas peralatan 5G mereka pada Juni 2024 dan tidak akan menerima penggantian apa pun untuk peralatan tersebut. Di sisi lain, perusahaan yang menggunakan peralatan 4G Huawei atau ZTE memiliki waktu hingga akhir 2027 untuk menghapusnya. Menanggapi ini, pemerintahan China telah menyatakan penentangan terhadap keputusan ini dengan juru bicara kementerian luar negeri negara itu Wang Wenbin. "Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan sah perusahaan-perusahaan China," ujarnya. Seorang juru bicara kedutaan China menuduh Kanada bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menekan perusahaan-perusahaan China. Alykhan Velshi, Vice President of Corporate Affairs for Huawei mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Canadian Broadcasting Corp bahwa perusahaan masih menunggu untuk mendengar ancaman keamanan nasional macam apa yang menurut mereka ditimbulkan oleh Huawei. Dia menambahkan bahwa Huawei masih memiliki 1.500 karyawan di Kanada, sebagian besar dalam penelitian dan pengembangan, dan menjual produk seperti ponsel dan akan terus melakukannya. Dalam sebuah pertanyaan Huawei Kanada mengungkapkan kekecewaannya dengan keputusan pemerintah Kanada. Ini adalah keputusan politik yang disayangkan yang tidak ada hubungannya dengan keamanan siber atau teknologi apa pun yang dipermasalahkan. "Selama 13 tahun terakhir, Huawei Kanada telah mengabdikan dirinya untuk membantu operator Kanada membangun jaringan nirkabel mereka dan memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat Kanada," tulis pernyataan Huawei Kanada. "Peralatan Huawei, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak, telah diperiksa secara rutin dan cermat oleh pemerintah dan lembaga keamanannya sesuai dengan standar kualitas yang ketat. Tidak ada insiden keamanan yang disebabkan oleh peralatan Huawei selama periode ini. Kami bangga dengan catatan keamanan kami di Kanada," sambungnya. Diketahui, Kanada pertama kali mengumumkan rencananya untuk meninjau peralatan Huawei dengan alasan keamanan nasional pada September 2018. Belakangan tahun itu, Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou ditangkap di Kanada yang menyebabkan ketegangan diplomatik yang telah berlangsung lama antara kedua negara yang berakhir dengan rilis Meng Wanzhou pada bulan September tahun lalu. (rs)