7 Tanda Gaslighting yang Sering Tidak Disadari, Bisa Merusak Kepercayaan Diri
Lifestyle | Selasa, 9 Juni 2026
Gaslighting tidak selalu muncul dalam bentuk pertengkaran besar atau konflik terbuka. Perilaku ini justru sering hadir secara halus melalui percakapan sehari-hari, bahkan terkadang dibungkus sebagai candaan, kritik, atau bentuk perhatian.
Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami manipulasi emosional. Padahal, gaslighting dapat membuat seseorang mulai meragukan ingatan, perasaan, hingga penilaiannya sendiri.
Mengutip Verywell Mind, gaslighting merupakan bentuk pelecehan emosional yang membuat seseorang mempertanyakan realitas dirinya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan berdampak pada kesehatan mental.
Berikut sejumlah tanda gaslighting yang sering tidak disadari.
1. Sering memotong pembicaraan
Memotong pembicaraan sesekali mungkin terlihat sebagai hal kecil. Namun, jika dilakukan terus-menerus, perilaku ini bisa menjadi tanda seseorang tidak menghargai pendapat dan perasaan lawan bicara.
Orang yang sering dipotong ketika berbicara dapat merasa tidak didengar. Lama-kelamaan, mereka bisa memilih diam karena merasa pendapatnya tidak penting.
2. Mengabaikan atau meremehkan perasaan
Salah satu bentuk gaslighting yang umum adalah ketika seseorang menganggap emosi orang lain berlebihan.
Misalnya, ketika seseorang mengungkapkan rasa kecewa, tetapi justru mendapat respons seperti:
- "Kamu terlalu sensitif."
- "Masalah kecil saja dibesar-besarkan."
- "Kamu terlalu banyak berpikir."
Jika terjadi berulang, seseorang bisa mulai meragukan apakah perasaannya memang valid.
3. Sering tidak menepati janji
Kebiasaan mengingkari janji atau komitmen secara terus-menerus juga dapat menjadi tanda hubungan yang tidak sehat.
Ketika seseorang sering mengecewakan tetapi membuat pihak lain merasa bersalah, korban bisa mulai berpikir bahwa dirinya yang terlalu menuntut.
Padahal, menghargai waktu dan kepercayaan merupakan bagian penting dalam hubungan.
4. Memberikan komentar yang merendahkan
Komentar negatif yang dibungkus sebagai candaan dapat menjadi bentuk gaslighting.
Contohnya:
- Mengolok kemampuan seseorang
- Membandingkan dengan orang lain
- Membuat lelucon yang mempermalukan
Jika dilakukan terus-menerus, perilaku ini dapat mengikis rasa percaya diri dan membuat seseorang merasa tidak cukup baik.
5. Melanggar batasan pribadi
Gaslighting juga dapat terlihat dari tindakan yang tidak menghargai ruang pribadi.
Contohnya:
- Membuka ponsel tanpa izin
- Mengatur keputusan pribadi secara berlebihan
- Memaksa mengetahui hal-hal yang seharusnya menjadi privasi
Hubungan yang sehat tetap membutuhkan batasan dan rasa saling menghormati.
6. Memanipulasi dengan rasa bersalah
Pelaku gaslighting sering membuat orang lain merasa bertanggung jawab atas sesuatu yang sebenarnya bukan kesalahannya.
Misalnya, seseorang dibuat merasa bersalah karena tidak memenuhi keinginan pasangannya, padahal permintaan tersebut tidak masuk akal.
Manipulasi seperti ini dapat membuat seseorang terus berusaha memperbaiki keadaan yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya.
7. Mempermalukan di depan orang lain
Merendahkan seseorang di depan umum sering dianggap hanya bercanda. Namun, jika dilakukan untuk menjatuhkan harga diri, hal tersebut bisa menjadi bentuk manipulasi emosional.
Dampaknya, korban dapat menjadi lebih tertutup, kehilangan rasa percaya diri, dan takut menyampaikan pendapat.
Kenali Polanya dan Tetapkan Batasan
Gaslighting bukan sekadar perbedaan pendapat biasa. Yang membedakan adalah adanya pola berulang yang membuat seseorang merasa tidak dihargai, terus menyalahkan diri sendiri, atau kehilangan kepercayaan terhadap pikirannya sendiri.
Mengenali tanda-tandanya menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat, dengan komunikasi yang menghargai perasaan, batasan, dan martabat masing-masing pihak.



















