PIFA, Sports - Klub-klub Inggris tampil dominan di Liga Champions musim ini. Dari total 16 slot fase gugur, tujuh di antaranya dipastikan menjadi milik wakil Premier League.
Kepastian Newcastle United lolos ke babak 16 besar menegaskan superioritas Inggris di kompetisi elite Eropa tersebut. Newcastle menjadi wakil keenam Inggris yang mengamankan tiket fase gugur, memastikan seluruh perwakilan negeri Ratu Elizabeth melangkah ke babak berikutnya.
Pada klasemen akhir fase grup, dominasi Inggris sudah terlihat jelas. Lima klub Inggris finis di delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar, yakni Arsenal, Liverpool, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Manchester City.
Mereka bersanding dengan tiga klub dari negara lain yang juga finis di delapan besar, yakni Bayern Munchen (Jerman), Barcelona (Spanyol), dan Sporting CP (Portugal).
Dari jalur playoff, Newcastle menyusul bersama tiga klub lain, yaitu Atletico Madrid, Bodo/Glimt, dan Bayer Leverkusen.
Sejumlah duel playoff lainnya seperti AS Monaco vs Paris Saint-Germain, Galatasaray vs Juventus, Benfica vs Real Madrid, serta Borussia Dortmund vs Atalanta, tidak akan mengubah fakta bahwa Inggris menjadi negara dengan wakil terbanyak di 16 besar musim ini.
Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Premier League sebagai liga paling kompetitif di Eropa. Bahkan, UEFA telah memastikan Inggris mendapat enam tiket Liga Champions untuk musim 2025/2026. Lima tiket berasal dari peringkat liga domestik musim lalu, sementara satu tiket tambahan diraih melalui jalur juara Liga Europa yang diamankan Tottenham Hotspur.
Musim lalu, Inggris juga memperoleh lima wakil berkat performa impresif klub-klubnya di kompetisi Eropa.
Berikut daftar klub yang sudah lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim ini:
- Arsenal (Inggris)
- Bayern Munchen (Jerman)
- Liverpool (Inggris)
- Tottenham Hotspur (Inggris)
- Barcelona (Spanyol)
- Chelsea (Inggris)
- Sporting CP (Portugal)
- Manchester City (Inggris)
- Newcastle United (Inggris)
- Atletico Madrid (Spanyol)
- Bodo/Glimt (Norwegia)
- Bayer Leverkusen (Jerman)
Dengan komposisi tersebut, Inggris tak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga menempatkan hampir separuh peserta 16 besar dari satu negara, sebuah pencapaian yang menegaskan dominasi mereka di panggung Liga Champions musim ini.