Foto: Dok. Kemenlu RI

Berita Internasional, PIFA – Kunjungan kenegaraan Presiden Jerman, Y.M. Dr. Frank-Walter Steinmeier, ke Indonesia tanggal 15-17 Juni 2022 bertepatan dengan semangat merayakan 70 tahun hubungan diplomatik RI-Jerman yang telah terjalin sejak 25 Juni 1952. Ada sejumlah komitmen kerjasama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan berlangsung di Istana Bogor pada tanggal 16 Juni kemarin. Seperti dilansir dari laman Kemlu (18/6), Presiden Steinmeier dan Presiden Joko Widodo telah menyampaikan komitmen untuk mempererat hubungan bilateral yang fokus pada kerjasama ekonomi, utamanya industri 4.0, energi terbarukan dan penguatan kerjasama perubahan iklim.

”Jerman adalah mitra ekonomi penting Indonesia di Eropa. Saya mengajak Jerman untuk berinvestasi di sektor industri 4.0, dari hulu ke hilir dan menjadikan industri semi konduktor menjadi bagian dari rantai pasok global,” ujar Presiden Joko Widodo.

”Kunjungan Presiden Steinmeier juga sangat tepat waktu, karena secara bersama Jerman adalah Ketua G7 dan Indonesia adalah Presiden G-20, dimana transisi Energi merupakan prioritas bersama. Saya mengajak Jerman mendukung pembentukan energy transition financing dan kerja sama riset di bidang energi hidrogen dan mobil listrik," tambah Presiden.
 
Diketahui Jerman berstatus sebagai mitra komprehensif Indonesia. Cakupan Kemitraannya luas; antara lain kerjasama Green Infrastructure Initiative senilai EUR 2,5 miliar; integrasi transmisi hijau di Sulawesi Utara, senilai EUR 150 juta; Pilot project pengembangan energi geothermal, senilai EUR 300 juta.
 
Selain dengan Presiden Joko Widodo, Presiden Steimeier bersama dengan 20 anggota delegasi pejabat negara dan pelaku bisnis Jerman juga telah bertemu dengan perwakilan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan BKPM. 
 
Pada kesempatan berkunjung ke Indonesia, Presiden Jerman juga lakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan meletakan karangan bunga di makam mantan Presiden RI ke-3 B.J. Habibie, yang mendapat gelar Warga Negara Kehormatan Jerman di tahun 1988. Kemudian Presiden Jerman juga berkunjungan ke Sekolah Jerman Jakarta (Deutsche Schule Jakarta), menghadiri Business Roundtable di PIDI 4.0 Jakarta dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Perindustrian, bertemu dengan ahli lingkungan hidup di Wisata Alam Mangrove/PIK, serta melakukan lawatan ke Yogykarta dan berkunjung ke Candi Borobudur, menghadiri program kebudayaan di Museum Nasional Yogyakarta, dan kunjungan kehormatan kepada Gubernur DIY.
 
"Diharapkan dengan peringatan perayaan hubungan bilateral Indonesia – Jerman ke-70 tahun pada tahun 2022, hubungan bilateral Indonesia - Jerman akan semakin kuat dan maju ke depannya. Presiden RI telah dijadwalkan untuk menghadiri KTT G7 yang akan dilaksanakan di Elmau, Jerman pada tanggal 27 Juni 2022," demikian dikutip dari pernyataan di situs kemlu.go.id. (yd)

Berita Internasional, PIFA – Kunjungan kenegaraan Presiden Jerman, Y.M. Dr. Frank-Walter Steinmeier, ke Indonesia tanggal 15-17 Juni 2022 bertepatan dengan semangat merayakan 70 tahun hubungan diplomatik RI-Jerman yang telah terjalin sejak 25 Juni 1952. Ada sejumlah komitmen kerjasama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan berlangsung di Istana Bogor pada tanggal 16 Juni kemarin. Seperti dilansir dari laman Kemlu (18/6), Presiden Steinmeier dan Presiden Joko Widodo telah menyampaikan komitmen untuk mempererat hubungan bilateral yang fokus pada kerjasama ekonomi, utamanya industri 4.0, energi terbarukan dan penguatan kerjasama perubahan iklim.

”Jerman adalah mitra ekonomi penting Indonesia di Eropa. Saya mengajak Jerman untuk berinvestasi di sektor industri 4.0, dari hulu ke hilir dan menjadikan industri semi konduktor menjadi bagian dari rantai pasok global,” ujar Presiden Joko Widodo.

”Kunjungan Presiden Steinmeier juga sangat tepat waktu, karena secara bersama Jerman adalah Ketua G7 dan Indonesia adalah Presiden G-20, dimana transisi Energi merupakan prioritas bersama. Saya mengajak Jerman mendukung pembentukan energy transition financing dan kerja sama riset di bidang energi hidrogen dan mobil listrik," tambah Presiden.
 
Diketahui Jerman berstatus sebagai mitra komprehensif Indonesia. Cakupan Kemitraannya luas; antara lain kerjasama Green Infrastructure Initiative senilai EUR 2,5 miliar; integrasi transmisi hijau di Sulawesi Utara, senilai EUR 150 juta; Pilot project pengembangan energi geothermal, senilai EUR 300 juta.
 
Selain dengan Presiden Joko Widodo, Presiden Steimeier bersama dengan 20 anggota delegasi pejabat negara dan pelaku bisnis Jerman juga telah bertemu dengan perwakilan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan BKPM. 
 
Pada kesempatan berkunjung ke Indonesia, Presiden Jerman juga lakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan meletakan karangan bunga di makam mantan Presiden RI ke-3 B.J. Habibie, yang mendapat gelar Warga Negara Kehormatan Jerman di tahun 1988. Kemudian Presiden Jerman juga berkunjungan ke Sekolah Jerman Jakarta (Deutsche Schule Jakarta), menghadiri Business Roundtable di PIDI 4.0 Jakarta dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Perindustrian, bertemu dengan ahli lingkungan hidup di Wisata Alam Mangrove/PIK, serta melakukan lawatan ke Yogykarta dan berkunjung ke Candi Borobudur, menghadiri program kebudayaan di Museum Nasional Yogyakarta, dan kunjungan kehormatan kepada Gubernur DIY.
 
"Diharapkan dengan peringatan perayaan hubungan bilateral Indonesia – Jerman ke-70 tahun pada tahun 2022, hubungan bilateral Indonesia - Jerman akan semakin kuat dan maju ke depannya. Presiden RI telah dijadwalkan untuk menghadiri KTT G7 yang akan dilaksanakan di Elmau, Jerman pada tanggal 27 Juni 2022," demikian dikutip dari pernyataan di situs kemlu.go.id. (yd)

0

0

You can share on :

0 Komentar

Berita Lainnya