AIPAC Pertimbangkan Kucurkan Puluhan Juta Dolar untuk Jegal Abdul El Sayed
Internasional | Sabtu, 8 Agustus 2026
Reuters
Internasional | Sabtu, 8 Agustus 2026










Lokal

Berita Sintang, PIFA - Belum tersedianya peta genangan banjir dan terbatasnya perahu karet untuk evakuasi menjadi kendala penanganan banjir di Kabipaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). "Kemudian banyak akses jalan yang tergenang banjir," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengitip Kompas, Senin (8/11/2021). Menurut Abdul, BNPB telah mendorong bantuan logistik menuju Kabupaten Sintang pada Sabtu (6/11/2021). Bantuan yang diberikan berupa non makanan dan makanan, seperti selimut, makan siap saji, lauk pauk, matras, tenda keluarga, perahu polyethylene. Selain bantuan yang disebutkan diatas, BNPB juga menyedikan masker yang dibutuhkan saat proses evakuasi maupun bagi mereka yang ada di pos pengungsian. "Berikut ini rincian bantuan BNPB untuk Kabupaten Sintang, selimut 300 buah, makan siap saji 504 paket, lauk pauk 501 paket, matras 300 lembar, tenda keluarga 2 buah, perahu 2 unit dan masker 5.000 buah," ucap Abdul. Abdul juga menerangkan hingga kini, Kabupaten Sintang masih berada pada status tanggap darurat karena ketinggian muka air sekitar 1 hingga 3 meter. "Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi meluap," ujarnya.
Nasional

PIFA, Nasional - Keputusan Presiden (Keppres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi yang Bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan Nilai Manfaat telah diterbitkan. Keppres Nomor 7 tahun 2023 ini ditandatangani Presiden pada 6 April 2023. Keppres ini mengatur Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi. Ketentuan biaya ini berlaku bagi jemaah haji, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Kelompok Bimbingan lbadah Haji dan Umrah (KBIHU). Mengutip laman Kemenag, berikut Besaran Bipih Jemaah Haji: a. Embarkasi Aceh sebesar Rp 44.364.357,26 b. Embarkasi Medan sebesar Rp 45.2O1.652,26 c. Embarkasi Batam sebesar Rp 47.429.308,26 d. Embarkasi Padang sebesar Rp 46.044.85O,26 e. Embarkasi Palembang sebesar Rp 48.005.008,26 f. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede) sebesar Rp 51.338.008,26 g. Embarkasi Jakarta (Bekasi) sebesar Rp 51.338.008,26 h. Embarkasi Solo sebesar Rp 49.893.98I,26 i. Embarkasi Surabaya sebesar Rp 55.928.458,26 j. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp 50.792 .20I,26 k. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp 50.753.057,26 1. Embarkasi Makassar sebesar Rp 52.182.703,26 m. Embarkasi Lombok sebesar Rp 51.268.349,26 n. Embarkasi Kertajati sebesar Rp 52.837.858,26 Besaran Bipih jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya: penerbangan haji, biaya hidup (living cost), serta sebagian biaya layanan Arafah, Mudzalifah, dan Mina. Selanjutnya besaran Bipih PHD dan Pembimbing KBIHU adalah: a. Embarkasi Aceh sebesar Rp 84.602.294,26 b. Embarkasi Medan sebesar Rp 85.439.589,26 c. Embarkasi Batam sebesar Rp 87.667.245,26 d. Embarkasi Padang sebesar Rp 86.282.787,26 e. Embarkasi Palembang sebesar Rp 88.242.945,26 f. Embarkasi Jakarta sebesar Rp 91.575.945,26 (Pondok Gede) g. Embarkasi Jakarta sebesar Rp 91.575.945,26 (Bekasi) h. Embarkasi Solo sebesar Rp 90.131.918,26 i. Embarkasi Surabaya sebesar Rp 96.166.395,26 j. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp 91.030.138,26 k. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp 90.990 .994,26 1. Embarkasi Makassar sebesar Rp 92.420.640,26 m. Embarkasi Lombok sebesar Rp 91.506.286,26 n. Embarkasi Kertajati sebesar Rp 93.075.795,26 "Bipih PHD dan KBIHU ini dipergunakan untuk biaya penerbangan; akomodasi; konsumsi; transportasi; pelayanan di Arafah, Mudzalifah, dan Mina; pelindungan; pelayanan di embarkasi atau debarkasi; pelayanan keimigrasian; premi asuransi dan pelindungan lainnya; dokumen perjalanan; biaya hidup (living cost); pembinaan jemaah haji di tanah air dan Arab Saudi; pelayanan umum di dalam negeri dan Arab Saudi; dan pengelolaan BPIH," terang Kemenag dalam keterangan tertulisnya, dikutip PIFA, Jumat (7/4). Keppres tersebut juga mengatur tentang Besaran BPIH Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi yang bersumber dari Nilai Manfaat yang digunakan untuk membayar selisih BPIH dengan besaran Bipih sebesar Rp8.090.360.327.2I3,67. Sementara Besaran BPIH Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi yang bersumber dari Nilai Manfaat untuk Jemaah Haji reguler lunas tunda sebesar Rp845.708.000.000,00. Diatur juga bahwa dalam hal terjadi perubahan besaran BPIH yang bersumber dari Nilai Manfaat untuk Jemaah Haji reguler lunas tunda, itu ditetapkan oleh Menteri Agama.
Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Fashion show busana berbahan wastra khas Kalimantan Barat (Kalbar) hasil karya para desainer muda sukses memukau pengunjung Sarinah, Jakarta, pada Minggu (3/11/24). Peragaan busana tersebut merupakan bagian dari rangkaian Xplore Kalimantan Fair 2024, yang bertujuan memperkenalkan ragam budaya dan produk lokal Kalimantan kepada masyarakat luas.Sebanyak 12 koleksi busana yang dipamerkan dari 6 desainer muda asal Kalbar. Salah satu desainer muda asal Kalbar yang terlibat dalam acara ini adalah Josephine Maura Augustine Treescova. Josephine mengatakan busana karyanya itu mengangkat tema “Independen Women” yang menceritakan tentang wanita pekerja karir di ibukota. “Aku ingin menampilkan busana yang sederhana tetapi tetap menarik perhatian. Dengan nuansa etnik Dayak, aku menambahkan sentuhan tenun sidan dari Kapuas Hulu dan payet khas Dayak,” ujar Josephine.Lebih kanjut, kata Josephine, penambahan aksen dayak dalam karyanya itu, karena dirinya orang asli dayak. Ia ingin memperkenalkan tentu khas dayak lewat karyanya. “Aku ingin mengenalkan ke orang biar mereka kenal apa aja kain yang ada di suku dayak. Soalnya orang-orang cuman taunya kain kebat, jarang yang tau ada kain sidan juga,” ungkapnya.Koleksi busana ini sekaligus merupakan bagian dari tugas akhir Josephine di Lasalle College, yang telah ia persiapkan selama empat bulan.Koordinator acara, Uke, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Kalbar, khususnya Dekranasda Kalbar, atas dukungan dalam Xplore Kalimantan Fair 2024. “Fashion show ini bukan hanya mengangkat kain khas Kalbar yang dimodifikasi menjadi lebih modern, tetapi juga memperkenalkan desainer lokal berbakat. Semangat para desainer muda ini, dalam mengangkat produk lokal dan kecintaan terhadap budaya, sangat membanggakan,” tutur Uke.Menurut Uke, saat ini ketertarikan anak muda untuk mengangkat lokal produk, dan budaya lokal perlahan mulai tumbuh. Seperti beberapa desainer muda binaan Dekranasda Kalbar dengan mengangkat wastra lokal justru mereka tampil beda menjadi sesuatu yang menarik.Ia berharap acara ini mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan wastra nusantara. "Wastra lokal itu tidak hanya cocok untuk acara resmi atau ke kantor, tapi juga bisa digunakan untuk acara santai seperti hangout," tambahnya.Uke jug berharap pemerintah terus mendorong dan mempromosikan penggunaan kain tradisional, termasuk dalam kegiatan sehari-hari. “Harapannya, perhatian pemerintah ini tidak hanya terbatas pada event seperti ini, tetapi juga diimplementasikan secara berkelanjutan, misalnya dengan menggalakkan penggunaan kain tenun lokal setiap hari Jumat," ujarnya.Acara fashion show ini sekaligus menjadi bukti bahwa produk budaya lokal bisa dikemas secara modern tanpa meninggalkan identitas aslinya, dan Kalbar memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas melalui industri kreatif yang melestarikan tradisi wastra daerah.