Aksi Hari Bumi, Mapala Jember Olah Sampah TPA Pakusari Jadi Pupuk Kompos

Aksi Hari Bumi, Mapala Jember Olah Sampah TPA Pakusari Jadi Pupuk Kompos

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalAksi Hari Bumi, Mapala Jember Olah Sampah TPA Pakusari Jadi Pupuk Kompos

Aksi Hari Bumi, Mapala Jember Olah Sampah TPA Pakusari Jadi Pupuk Kompos

Surabaya | Kamis, 23 April 2026

Jember – Puluhan mahasiswa pecinta alam (Mapala) di Jember, Jawa Timur, melakukan aksi nyata dalam memperingati Hari Bumi dengan mengumpulkan kompos dari TPA Pakusari, Rabu.

Koordinator aksi, Rasya Firdaus, mengatakan permasalahan sampah di Kabupaten Jember telah mencapai titik kritis. Dari total timbunan sekitar 1.300 ton per hari, hanya sekitar 360 ton yang mampu terangkut ke tempat pembuangan akhir.

“Permasalahan sampah di Kabupaten Jember mencapai titik kritis dengan timbunan sampah mencapai 1.300 ton per hari, namun hanya sekitar 360 ton yang terangkut ke TPA,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TPA Pakusari yang masih aktif saat ini mengalami kelebihan kapasitas dengan ketinggian timbunan sampah mencapai 32 hingga 35 meter. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi sampah di lokasi tersebut didominasi sampah organik sebesar 81,9 persen, disusul non-organik 13,6 persen, serta sampah berbahaya dan beracun (B3) sebesar 4,5 persen.

Jenis sampah non-organik meliputi plastik (5,5 persen), karet (4,1 persen), besi (1,3 persen), kaca (1,2 persen), dan kain (1,5 persen). Sementara itu, sampah B3 terdiri dari baterai (0,5 persen), limbah medis (3 persen), serta sisa kemasan bekas (1 persen).

“Kami melakukan aksi nyata dengan mengumpulkan kompos dari TPA Pakusari yang berasal dari timbunan sampah organik yang tertimbun bertahun-tahun di sana,” katanya.

Menurut Rasya, sampah organik yang menumpuk tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi pupuk kompos sebagai media tanam. Melalui aksi ini, Mapala ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Mapala ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah organik bisa dikelola menjadi pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman, sehingga punya nilai guna,” tuturnya.

Kompos yang telah dikumpulkan akan dibawa ke masing-masing sekretariat organisasi pecinta alam untuk diolah lebih lanjut menjadi media tanam.

Ia juga mengajak seluruh Mapala se-Jember untuk turut serta dalam aksi serupa dengan fokus pada optimalisasi pengelolaan sampah organik yang telah terdekomposisi.

“Kami mengajak seluruh Mapala se-Jember untuk turut serta dalam aksi Hari Bumi tahun ini dengan fokus kepada pengoptimalan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang telah terdekomposisi dan menumpuk di TPA Pakusari,” katanya.

Rekomendasi

Foto: Mengenal Shenina Cinnamon, Aktris yang Resmi Dipersunting Angga Yunanda | Pifa Net

Mengenal Shenina Cinnamon, Aktris yang Resmi Dipersunting Angga Yunanda

Indonesia
| Selasa, 11 Februari 2025
Foto: OPPO A5i Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Ketahanan Militer dan Harga Terjangkau Rp1,5 Jutaan | Pifa Net

OPPO A5i Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Ketahanan Militer dan Harga Terjangkau Rp1,5 Jutaan

Tekno
| Rabu, 11 Juni 2025
Foto: Banding Ditolak, FAM Didenda Rp7,23 Miliar dan 7 Pemain Naturalisasi Dilarang 12 Bulan oleh FIFA | Pifa Net

Banding Ditolak, FAM Didenda Rp7,23 Miliar dan 7 Pemain Naturalisasi Dilarang 12 Bulan oleh FIFA

Sports
| Selasa, 4 November 2025
Foto: Kuasa Hukum Minta Publik Hargai Privasi Raisa dan Hamish Daud yang Sedang Jalani Proses Perceraian | Pifa Net

Kuasa Hukum Minta Publik Hargai Privasi Raisa dan Hamish Daud yang Sedang Jalani Proses Perceraian

Pifabiz
| Selasa, 28 Oktober 2025
Foto: Prediksi Line-up Timnas U-20 vs Iran Piala Asia U-20 2025 | Pifa Net

Prediksi Line-up Timnas U-20 vs Iran Piala Asia U-20 2025

Indonesia
| Kamis, 13 Februari 2025
Foto: Nikita Mirzani Beberkan Kondisi LM Sudah Membaik, tapi Masih Jalani Pengobatan Mental | Pifa Net

Nikita Mirzani Beberkan Kondisi LM Sudah Membaik, tapi Masih Jalani Pengobatan Mental

Indonesia
| Rabu, 12 Februari 2025
Foto: Bayer Leverkusen Resmi Tunjuk Kasper Hjulmand Gantikan Erik ten Hag | Pifa Net

Bayer Leverkusen Resmi Tunjuk Kasper Hjulmand Gantikan Erik ten Hag

Sports
| Selasa, 9 September 2025
Foto: Harry Kane Dirumorkan Balik ke Liga Inggris, Tapi Bukan Klub Lamanya | Pifa Net

Harry Kane Dirumorkan Balik ke Liga Inggris, Tapi Bukan Klub Lamanya

Inggris
| Senin, 24 Maret 2025
Foto: Prabowo Subianto Sering Kirim Vitamin untuk Megawati dan Jokowi | Pifa Net

Prabowo Subianto Sering Kirim Vitamin untuk Megawati dan Jokowi

Indonesia
| Minggu, 26 Januari 2025
Foto: Hasan Nasbi Mundur dari Jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Sebut Sudah Saatnya Menepi | Pifa Net

Hasan Nasbi Mundur dari Jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Sebut Sudah Saatnya Menepi

Indonesia
| Kamis, 1 Mei 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Bripda Fauzan Dua Kali Di-PTDH: Berawal dari Kasus Perkosaan, Berujung Penelantaran dan KDRT | Pifa Net

Bripda Fauzan Dua Kali Di-PTDH: Berawal dari Kasus Perkosaan, Berujung Penelantaran dan KDRT

PIFA, Nasional - Anggota Polres Toraja Utara, Bripda Fauzan Nur Mukhti, kembali dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan penelantaran dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya. Ironisnya, ia sebelumnya pernah di-PTDH pada 2023 dalam kasus pemerkosaan, namun lolos dari pemecatan setelah putusan banding mengubah sanksinya menjadi demosi selama 15 tahun. Pada 2023, Bripda Fauzan diproses karena memperkosa mantan pacarnya hingga 10 kali dengan modus mengancam menyebarkan video asusila yang diam-diam direkamnya. Sidang kode etik saat itu menjatuhkan sanksi PTDH dan penempatan khusus selama 30 hari, merujuk pada Pasal 13 PP Nomor 1 Tahun 2003 dan Perpol Nomor 7 Tahun 2022. Namun setahun kemudian, Polda Sulsel mengungkap bahwa Bripda Fauzan batal dipecat setelah putusan banding. Keputusan itu dipengaruhi oleh fakta bahwa Fauzan menikahi korban pemerkosaan tersebut. Putusan banding mengubah sanksinya menjadi demosi 15 tahun tanpa kenaikan pangkat. Belakangan, pernikahan itu justru berujung pada laporan penelantaran dan KDRT. Pada Juli 2025, Fauzan ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 9 ayat 1 jo Pasal 49 terkait penelantaran rumah tangga dan Pasal 5 huruf B jo Pasal 45 terkait kekerasan psikis. Ancaman hukuman masing-masing tiga tahun membuat penyidik tidak melakukan penahanan. Penyidik mengungkap penelantaran terjadi sejak Desember 2023, tak lama setelah ia menikahi korban. Selain tidak memberi nafkah, Fauzan juga dinilai melakukan kekerasan psikis selama berbulan-bulan sebelum korban akhirnya melapor pada Juli 2024. Kasus ini membuat Propam Polda Sulsel kembali menggelar sidang kode etik pada 19 November 2025. Berdasarkan fakta persidangan, Fauzan dianggap terbukti melakukan pelanggaran berat sehingga kembali dijatuhi sanksi PTDH. Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Zulham mengatakan pelanggaran Fauzan sangat memberatkan karena ia mengingkari janji untuk bertanggung jawab terhadap istrinya—janji yang dulu menjadi salah satu pertimbangan banding sehingga ia batal dipecat. “Dia mengingkari isi perjanjian itu, kemudian mengulangi perbuatan dengan menelantarkan istrinya serta tidak memberikan nafkah lahir dan batin,” ujar Zulham. Propam menyatakan terbuka jika yang bersangkutan kembali mengajukan banding, namun menegaskan bahwa fokus mereka adalah mengembalikan hak-hak masyarakat yang dirugikan oleh oknum anggota Polri. Kasus Bripda Fauzan kini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana sanksi etik yang sebelumnya diringankan justru berujung pada pelanggaran ulang yang lebih berat.

Nasional
| Sabtu, 22 November 2025

Lokal

Foto: Alexander Wikyo Hadiri Pelantikan dan buka Rapat Kerja IPSI Kabupaten Ketapang | Pifa Net

Alexander Wikyo Hadiri Pelantikan dan buka Rapat Kerja IPSI Kabupaten Ketapang

Berita Ketapang, PIFA - Mewakili Bupati Ketapang, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Alexander Wilyo, S.STP.,M.Si menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ketapang sekaligus membuka Rapat Kerja IPSI Kabupaten Ketapang tahun 2021, Rabu (22/12/2021) bertempat di Pendopo Bupati Ketapang. Dalam kegiatan tersebut Sekda Ketapang Alexander Wilyo, S.STP.,M.Si dinobatkan sebagai Pendekar Wira Utama oleh IPSI Kabupaten Ketapang. Sekda dalam sambutannya berharap agar  Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Ketapang mengagendakan dan memfasilitasi rapat kerja IPSI Kabupaten Ketapang setiap tahun.  "Rapat kerja ini sebagai media konsolidasi organisasi karena IPSI menggalang dan membina seluruh perguruan pencak silat yang ada di Ketapang." ujar Wilya dalam rilis yang di dapat PIFA, Kamis 23/12/2021. Lebih lanjut dikatakan Beliau bahwa Pemkab Ketapang juga akan memfasilitasi kejuaraan pencak silat tingkat provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Ketapang tahun 2022 nanti. "Melalui ketua umum IPSI provinsi dan ketua umum pusat yakni Bapak Prabowo Subianto telah memberikan peluang kepada IPSI Kabupaten Ketapang untuk membangun padepokan silat, dari itu Saya minta Ketua umum IPSI Ketapang terpilih untuk mengambil peluang ini." pinta Beliau. "Saya juga ingin berpesan kepada semua perguruan silat maupun kepada seluruh organisasi olahraga lainnya yang ada di Kabupaten Ketapang agar tetap kompak, solid, profesional, akuntabel, dan saling bersinergis." tutupnya (RS)

Ketapang
| Kamis, 23 Desember 2021

Nasional

Foto: Warga Penjaringan Tambal Jalan Berlubang Secara Swadaya Usai Banyak Pengendara Terjatuh | Pifa Net

Warga Penjaringan Tambal Jalan Berlubang Secara Swadaya Usai Banyak Pengendara Terjatuh

PIFA, Jakarta - Di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, sejumlah warga terpaksa mengambil inisiatif menambal jalan berlubang di Jalan Gedong Raya karena kerap menyebabkan kecelakaan ringan. Lubang‑lubang besar di tengah jalan itu membuat pengendara sepeda motor dan mobil harus ekstra waspada, terutama saat hujan turun dan lubang tertutup genangan air.Dilansir dari detikcom, pada Selasa (3/2/2026) terlihat seorang warga bernama Marwan (34), yang sehari‑hari bekerja sebagai juru parkir, sedang menambal lubang dengan menggunakan gerobak berisi puing dan tanah merah. “(Nambal lubang) pakai puing kalau nggak ya tanah merah,” kata Marwan saat ditemui di lokasi. Marwan mengaku ia dan beberapa rekannya bergantian menambal jalan demi keselamatan pengguna jalan, termasuk pengendara motor dan mobil yang kerap melintas di sekitar area parkir mereka.Warga lain, Betrand (34), menceritakan pernah menyaksikan langsung pengendara terjatuh akibat lubang tersebut, terutama saat hujan deras. “Kemarin kan hujan kan. Jadi airnya gede. Ada juga cewek‑cewek, ada juga cowok lagi bawa motor. Mungkin depannya (lubangnya) dalam toh. Nah dia kejebur bawah,” ucap Betrand. Betrand memperkirakan setidaknya dua orang sempat terjatuh di lokasi yang sama, meski tidak mengalami luka serius.​Menurut Betrand, lubang di Jalan Gedong Raya sebenarnya pernah diperbaiki oleh petugas, namun perbaikan yang dilakukan dinilai asal‑asalan sehingga jalanan kembali berlubang dalam waktu singkat. “Kalau jalan ini kan otomatis kalau dari saya pribadi ya, kita bukan mau menyalahkan masyarakat. Yang paling punya (andil) PU yang punya jalan. Itu kan tanggung jawab mereka,” tuturnya. Ia pun berharap Dinas Bina Marga atau instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen, bukan hanya tambal sulam.Kondisi jalan berlubang di Penjaringan bukan kali pertama menjadi sorotan. Beberapa waktu terakhir, ruas jalan lain seperti Jalan Mitra Bahari juga dilaporkan rusak parah pascabanjir, dengan lubang besar yang kerap tergenang air dan membahayakan pengendara. Pengendara ojek online maupun warga sekitar mengeluhkan risiko kecelakaan serta kemacetan yang muncul karena kendaraan harus memperlambat laju untuk menghindari lubang.Kasus di Penjaringan ini menggambarkan persoalan yang lebih luas di Jakarta, di mana kerusakan jalan akibat hujan dan banjir kerap berulang dan memicu kecelakaan. Data dari Polda Metro Jaya mencatat puluhan kecelakaan lalu lintas pada Januari 2026 yang diduga dipicu kondisi jalan berlubang, termasuk di sejumlah titik di Jakarta Utara. Hal ini mendorong desakan agar perbaikan jalan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga lebih berkualitas dan berkelanjutan.Aksi warga yang menambal jalan secara swadaya di Penjaringan menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama, sekaligus kritik tersirat terhadap lambatnya respons pemerintah. Ke depan, warga berharap instansi terkait tidak hanya menunggu laporan viral di media, tetapi proaktif memantau kondisi jalan dan segera memperbaiki titik‑titik rawan sebelum menelan korban.

Jakarta
| Rabu, 4 Februari 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5