AFP

AFP

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalAktivis Sayap Kiri Israel Geruduk Kantor Partai Smotrich, Protes Kekerasan Pemukim

Aktivis Sayap Kiri Israel Geruduk Kantor Partai Smotrich, Protes Kekerasan Pemukim

Internasional | Sabtu, 8 Agustus 2026

Sejumlah aktivis sayap kiri Israel dari kelompok Standing Together menggelar aksi protes di kantor Partai Zionisme Religius di Shoham, sebelah timur Tel Aviv, pada Rabu (5/8).

Para demonstran menuding partai yang dipimpin Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich tersebut mendukung dan mendanai kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Dalam aksinya, para aktivis mengenakan pakaian putih yang dilumuri warna merah. Mereka juga mengangkat tangan yang diberi warna merah serta membawa poster berbahasa Ibrani dan Arab.

"Keuangan Smotrich, para pemukim membakar (segala sesuatu), darah ada di tangan pemerintah," demikian slogan yang disampaikan para demonstran, seperti dikutip Times of Israel.

Standing Together menilai Smotrich memiliki peran penting dalam mendukung perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat. Selain menjabat sebagai Menteri Keuangan, Smotrich juga memegang posisi sebagai menteri di Kementerian Pertahanan yang berkaitan dengan urusan permukiman.

Kelompok tersebut menilai sejumlah serangan terhadap warga Palestina berasal dari pos-pos permukiman terpencil yang dianggap ilegal.

Dalam video yang dibagikan Standing Together, para demonstran terlihat duduk membelakangi pintu kaca kantor sambil meneriakkan slogan "Darah ada di tangan pemerintah". Dari dalam kantor, sejumlah pegawai partai terlihat merekam aksi tersebut.

"Menteri Keuangan Smotrich membiayai pos-pos terdepan tempat (para pemukim ekstremis) pergi untuk membakar desa-desa, guna mengusir orang-orang dari rumah mereka. Selama teror para pemukim berlanjut, kita tidak akan memiliki keamanan. Kita tidak akan berhenti berjuang sampai itu berhenti. Hanya perdamaian yang akan membawa keamanan," teriak salah seorang demonstran.

Melalui unggahan di media sosial X, Standing Together mengatakan aksi tersebut dilakukan karena Partai Zionisme Religius dinilai mendukung kekerasan terhadap warga Palestina.

"Kami tiba pagi ini di markas besar partai Zionisme Religius, sebuah partai yang mentransfer dana dan mendukung kegiatan pertanian teror di Tepi Barat. Menteri Keuangan Smotrich mentransfer uang warga Israel ke teror pemukim yang membakar desa-desa, merampas dan mengusir orang-orang dari tanah dan rumah mereka, dan membakar masa depan kita," kata kelompok tersebut.

"Warga Palestina adalah korban dari kebijakan ini, tetapi begitu juga kita, warga Israel. Dengan uang kita, mereka mendanai teror alih-alih mengurus kesejahteraan dan rehabilitasi kita. Kami tidak akan berhenti berjuang sampai mereka membongkar pertanian [pos terdepan] dan menghentikan teror. Sampai tercipta perdamaian Israel-Palestina," lanjutnya.

Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Smotrich diketahui menjadi salah satu tokoh yang mendorong perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. Ia juga pernah menyatakan bahwa menyamakan serangan pemukim dengan teror terhadap warga Israel merupakan tindakan yang "salah secara moral".

Smotrich telah menjadi sasaran sejumlah sanksi internasional terkait meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina.

Sementara itu, Partai Zionisme Religius membantah tudingan tersebut dan menuding para demonstran sebagai "aktivis sayap kiri ekstrem" yang berusaha menyerbu kantor partai secara paksa.

Partai tersebut mengatakan staf mereka sempat terjebak di dalam kantor dan diminta tidak meninggalkan gedung. Mereka juga mengklaim para demonstran akhirnya dibubarkan polisi.

Namun, kepolisian menyatakan petugas tiba di lokasi beberapa menit setelah menerima laporan, tetapi para demonstran sudah meninggalkan tempat tersebut.

"Polisi tidak akan mengizinkan hasutan, kekerasan, atau pelanggaran hukum apa pun yang dilakukan dengan kedok protes," demikian pernyataan kepolisian.

Rekomendasi

Foto: Dasco Sebut Presiden Prabowo Subianto Akan Bertemu dengan Megawati Soekarnoputri | Pifa Net

Dasco Sebut Presiden Prabowo Subianto Akan Bertemu dengan Megawati Soekarnoputri

Indonesia
| Selasa, 8 April 2025
Foto: Apple TV Resmi Hadir di Android, Pengguna Kini Bisa Streaming Konten Apple TV+ | Pifa Net

Apple TV Resmi Hadir di Android, Pengguna Kini Bisa Streaming Konten Apple TV+

Indonesia
| Kamis, 13 Februari 2025
Foto: Presiden Prabowo Pastikan THR dan Gaji ke-13 ASN Dibayar Penuh, Ini Jadwal Pencairannya | Pifa Net

Presiden Prabowo Pastikan THR dan Gaji ke-13 ASN Dibayar Penuh, Ini Jadwal Pencairannya

Indonesia
| Rabu, 12 Maret 2025
Foto: Kulit Bayi Lebih Sensitif, Ini Tips Memilih Minyak Telon yang Aman Menurut Dokter | Pifa Net

Kulit Bayi Lebih Sensitif, Ini Tips Memilih Minyak Telon yang Aman Menurut Dokter

Lifestyle
| Rabu, 14 Mei 2025
Foto: Apple Jelaskan Alasan iPhone 16e Tak Dilengkapi MagSafe | Pifa Net

Apple Jelaskan Alasan iPhone 16e Tak Dilengkapi MagSafe

Indonesia
| Jumat, 28 Februari 2025
Foto: Prabowo Tegaskan Pentingnya Akal Sehat dalam Pengelolaan Negara | Pifa Net

Prabowo Tegaskan Pentingnya Akal Sehat dalam Pengelolaan Negara

Indonesia
| Jumat, 17 Januari 2025
Foto: Piala Soeratin U-13 2024 Putaran Nasional Siap Digelar | Pifa Net

Piala Soeratin U-13 2024 Putaran Nasional Siap Digelar

Indonesia
| Kamis, 6 Februari 2025
Foto: Tips Memotret Momen Lebaran dengan Kamera Ponsel agar Hasil Estetik | Pifa Net

Tips Memotret Momen Lebaran dengan Kamera Ponsel agar Hasil Estetik

Indonesia
| Rabu, 26 Maret 2025
Foto: Lonjakan COVID-19 di Singapura Tembus 14.000 Kasus dalam Seminggu, Ini Penyebab dan Varian yang Dominasi | Pifa Net

Lonjakan COVID-19 di Singapura Tembus 14.000 Kasus dalam Seminggu, Ini Penyebab dan Varian yang Dominasi

Singapura
| Kamis, 15 Mei 2025
Foto: Bayern Muenchen Puncaki Klasemen Bundesliga Usai Libas RB Leipzig 6-0 | Pifa Net

Bayern Muenchen Puncaki Klasemen Bundesliga Usai Libas RB Leipzig 6-0

Sports
| Senin, 25 Agustus 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Anggota DPRD Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar Minta Kajian Mendalam Terkait Rencana Pengelolaan Limbah SPALD | Pifa Net

Anggota DPRD Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar Minta Kajian Mendalam Terkait Rencana Pengelolaan Limbah SPALD

PIFA, Lokal - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar, menyoroti rencana pemerintah terkait Sistem Pengelolaan Limbah Skala Kota (SPALD). Zulfydar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi dampak negatif yang mungkin timbul dari pelaksanaan proyek tersebut. Menurut Zulfydar, meskipun sudah ada lokasi yang ditentukan untuk SPALD, perlu dilakukan kajian mendalam agar masyarakat tidak dirugikan dan tidak dikenakan biaya tambahan yang dapat meningkatkan tingkat biaya hidup di Kota Pontianak. Ia menyatakan keprihatinannya terkait kemungkinan adanya biaya baru yang harus ditanggung oleh masyarakat terhubung ke SPALD, serupa dengan pembayaran layanan air PDAM. "Jangan sampai ada biaya baru lagi yang menimbulkan biaya hidup di Kota Pontianak itu kedepannya semakin tinggi. Saya minta ada kajian-kajiannya secara terbuka dan dapat diuji oleh semua pihak," tegas Zulfydar. Zulfydar juga menyoroti infrastruktur SPALD yang memerlukan jalur khusus dan pembongkaran untuk menghubungkan stasiun penerima dan penghubung titik-titiknya. Meskipun mengakui potensi SPALD untuk menghasilkan energi terbarukan dari limbah, Zulfydar menekankan perlunya kajian mendalam terhadap dampak sosial dan kesehatan masyarakat. Zulfydar mengingatkan bahwa pengelolaan limbah dengan sistem SPALD seharusnya tidak menambah masalah, melainkan memecahkan masalah. Ia menyarankan agar pemerintah melakukan kajian mendalam, melibatkan ahli lingkungan, ekonomi, dan berbagai pihak terkait sebelum melaksanakan proyek tersebut. Dalam konteks ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak, Sidiq Handanu, menjelaskan bahwa Pemkot Pontianak sudah menyiapkan lahan untuk SPALD di RPH Nipah Kuning dan Martapura. Namun zulfydar menekankan pentingnya keterlibatan para ahli dan terbuka kepada masyarakat agar masyarakat dapat mendukung program ini. (ad)

Pontianak
| Kamis, 28 Desember 2023

Lokal

Foto: Puncak Arus Mudik Nataru di Bandara Internasional Supadio Pontianak Tembus 8.900 | Pifa Net

Puncak Arus Mudik Nataru di Bandara Internasional Supadio Pontianak Tembus 8.900

PIFA, Lokal - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), penumpang pesawat di Bandara Internasional Supadio Pontianak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 20 Desember 2025 dengan total 8.921 penumpang.Branch Communication and CSR Department Head Bandara Supadio, Joko Wahyugdi mengatakan peningkatan jumlah penumpang sudah terlihat sejak 15 Desember dan terus mengalami tren naik hingga 22 Desember 2025.“Puncak arus mudik terjadi pada 20 Desember kemarin dengan jumlah penumpang mencapai 8.921 orang. Angka ini naik 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujar Joko kepada awak media, Senin (22/12/2025).Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pola puncak arus mudik mengalami pergeseran. Pada Nataru 2024, puncak pergerakan penumpang terjadi pada 21 Desember.Menurutnya perbedaan itu dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya libur sekolah, libur nasional, serta preferensi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan menjelang Hari Raya Natal.Bahkan disebut Joko, pada saat puncak arus mudik, Bandara Supadio juga mencatat adanya penerbangan tambahan (extra flight). Pada 20 Desember 2025, terdapat extra flight dari Jakarta serta dari Yogyakarta. “Total penumpang extra flight dari Jakarta sekitar 160 orang untuk kedatangan dan 180 orang untuk keberangkatan. Sementara dari Yogyakarta juga pulang-pergi,” ungkap Joko.Dalam menghadapi puncak Nataru, Bandara Supadio juga mengaktifkan satu posko terpadu yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari TNI AU, Polri, BMKG, Basarnas, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, hingga pihak keamanan bandara.“Untuk pengamanan, kami dibantu TNI dan Polri di area publik, termasuk rencana patroli K9. Sementara pengamanan di dalam bandara dijalankan sesuai SOP oleh petugas Avsec,” tambahnya.Untuk penerbangan internasional, Bandara Supadio melayani tiga penerbangan per hari, yakni dua kali rute Pontianak–Kuching dan satu kali Pontianak–Kuala Lumpur. Meski tidak ada tambahan penerbangan internasional, tingkat keterisian kursi (load factor) meningkat drastis.“Biasanya di hari normal sekitar 70 persen, sekarang menjelang Nataru sudah di atas 90 persen, terutama rute Pontianak–Kuching,” jelas Joko.

Lokal
| Selasa, 23 Desember 2025

Nasional

Foto: Marah hingga Tunjuk Nadiem Makarim saat Rapat, Anita Jacoba Minta KPK Periksa Penggunaan Anggaran Kemendikbud | Pifa Net

Marah hingga Tunjuk Nadiem Makarim saat Rapat, Anita Jacoba Minta KPK Periksa Penggunaan Anggaran Kemendikbud

PIFA, Nasional - Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Demokrat, Anita Jacoba Gah, merekomendasikan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa penggunaan anggaran oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pernyataan tersebut disampaikan Anita dalam rapat kerja di DPR pada Rabu, 5 Juni 2024, di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim beserta jajarannya. Anita menyoroti berbagai persoalan terkait realisasi anggaran di Kemendikbud, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Dana BOS yang menurutnya mengalami banyak masalah sejak tahun 2021 hingga 2023. "Bahkan saya minta bapak ibu pimpinan, kita memberikan rekomendasi kepada KPK periksa APBN yang ada di Kemendikbud, karena ini banyak persoalan, PIP, KIP dana bos, banyak hancur ini dari 2021, 2022, 2023," tegas Anita dalam rapat tersebut. Selain itu, Anita juga menyoroti permasalahan yang dialami para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang hingga kini masih banyak yang belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Ia mencontohkan, di Nusa Tenggara Timur (NTT) banyak guru yang telah lolos seleksi namun belum menerima SK. Anita juga menyinggung kondisi guru di daerah terpencil yang masih banyak belum menerima tunjangan serta banyaknya bangunan sekolah yang terbengkalai meskipun anggarannya telah dicairkan beberapa tahun terakhir. Ia menekankan bahwa masalah-masalah ini harus segera diselesaikan oleh Kemendikbud. "Saya marah pak menteri untuk kesekian kalinya, karena memang ini kenyataannya di lapangan, jangan dong kita dibikin kaya anak kecil," ujar Anita dengan nada tegas. (ad)

Jakarta
| Kamis, 6 Juni 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5