Al Ghazali dan Alyssa Daguise Sambut Kelahiran Anak Pertama

Al Ghazali dan Alyssa Daguise Sambut Kelahiran Anak Pertama

Berandascoped-by-BerandaPifabizscoped-by-PifabizAl Ghazali dan Alyssa Daguise Sambut Kelahiran Anak Pertama

Al Ghazali dan Alyssa Daguise Sambut Kelahiran Anak Pertama

Pifabiz | Minggu, 10 Mei 2026

Al Ghazali mengumumkan kelahiran anak pertamanya dengan Alyssa Daguise pada Minggu, 10 Mei 2026. Pasangan tersebut dikaruniai seorang bayi perempuan.

Kabar bahagia itu dibagikan Al Ghazali melalui unggahan media sosial yang menampilkan momen jelang persalinan, proses kelahiran, hingga dirinya menggendong sang buah hati.

Dalam unggahan tersebut, Al juga mengungkap nama putri pertamanya, yakni Soleil Zephora Ghazali.

"Soleil Zephora Ghazali. 10.05.2026," tulis Al Ghazali. "Selamat datang di dunia, putri cantik kami."

Al kemudian mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran sang putri yang disebut telah membawa kebahagiaan besar bagi keluarga kecil mereka.

"Hari ini, dunia terasa lebih lembut, lebih cerah, dan lebih bermakna sekaligus karena akhirnya kau berada dalam pelukan kami," tulisnya.

"Soleil, kamu telah mengisi hati kami dengan cinta yang begitu dalam hingga terasa tak berujung. Kamu adalah jawaban atas doa kami, berkah terbesar kami, mentari abadi kami."

"Mama & Ayah mencintaimu lebih dari yang bisa diungkapkan dengan kata-kata. Alhamdulillah," lanjut Al Ghazali.

Al Ghazali dan Alyssa Daguise resmi menikah pada 16 Juni 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta Selatan.

Dalam akad nikah tersebut, Al memberikan maskawin berupa logam mulia seberat 16,6 gram dan uang tunai 2.025 euro, yang melambangkan tanggal pernikahan mereka.

Pernikahan pasangan itu berlangsung secara privat dan intimate dengan nuansa adat berwarna putih. Momen bahagia tersebut turut dihadiri keluarga besar, termasuk Ahmad Dhani serta Maia Estianty.

Sebelum menikah, Al Ghazali diketahui melamar Alyssa Daguise pada September 2024 setelah menjalin hubungan asmara selama beberapa tahun.

Rekomendasi

Foto: Trump Pertimbangkan Relokasi Warga Gaza ke Indonesia | Pifa Net

Trump Pertimbangkan Relokasi Warga Gaza ke Indonesia

Indonesia
| Senin, 20 Januari 2025
Foto: 5 Proyektor Mini untuk HP yang Praktis Dibawa Bepergian | Pifa Net

5 Proyektor Mini untuk HP yang Praktis Dibawa Bepergian

Indonesia
| Sabtu, 11 Januari 2025
Foto: Momen Petugas Bandara Supadio Mengejar Biawak yang Masuk ke Area Parkiran Pesawat | Pifa Net

Momen Petugas Bandara Supadio Mengejar Biawak yang Masuk ke Area Parkiran Pesawat

Kubu Raya
| Selasa, 29 April 2025
Foto: Indonesia vs Brunei di Piala AFF U-23 2025, Garuda Muda Siap Tempur di Laga Perdana | Pifa Net

Indonesia vs Brunei di Piala AFF U-23 2025, Garuda Muda Siap Tempur di Laga Perdana

Sports
| Selasa, 15 Juli 2025
Foto: Secangkir Kopi atau Teh di Pagi Hari Terbukti Tingkatkan Suasana Hati | Pifa Net

Secangkir Kopi atau Teh di Pagi Hari Terbukti Tingkatkan Suasana Hati

Lifestyle
| Senin, 18 Agustus 2025
Foto: Publik Bisa Gugat Dugaan Korupsi PT Pertamina Patra Niaga, Peneliti SAKSI Ungkap 2 Cara Ini | Pifa Net

Publik Bisa Gugat Dugaan Korupsi PT Pertamina Patra Niaga, Peneliti SAKSI Ungkap 2 Cara Ini

Indonesia
| Minggu, 2 Maret 2025
Foto: Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto | Pifa Net

Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto

Politik
| Senin, 10 November 2025
Foto: Ibra Optimis Santiago Gimenez Bakal Tajam di Lini Depan AC Milan | Pifa Net

Ibra Optimis Santiago Gimenez Bakal Tajam di Lini Depan AC Milan

Inggris
| Rabu, 5 Februari 2025
Foto: Hajar Como 2-1, Brace Kolo Muani Jadi Penentu Kemenangan Juventus | Pifa Net

Hajar Como 2-1, Brace Kolo Muani Jadi Penentu Kemenangan Juventus

Italia
| Sabtu, 8 Februari 2025
Foto: Microsoft dan OpenAI Selidiki Dugaan Akses Ilegal Data oleh DeepSeek | Pifa Net

Microsoft dan OpenAI Selidiki Dugaan Akses Ilegal Data oleh DeepSeek

Indonesia
| Kamis, 30 Januari 2025

Berita Terkait

Lifestyle

Foto: Hidup Lebih Damai dengan Filosofi Wabi Sabi Jepang | Pifa Net

Hidup Lebih Damai dengan Filosofi Wabi Sabi Jepang

PIFA, Lifestyle - Wabi sabi merupakan filosofi yang telah berkembang di Jepang selama berabad-abad. Wabi sabi awalnya muncul di kalangan pemuka agama dan seniman Jepang pada abad ke-15 sebagai suatu pandangan hidup yang menekankan kesederhanaan, kealamian, dan ketenangan batin. Kata "wabi" pada awalnya merujuk pada keadaan kesendiriannya, sedangkan "sabi" mengacu pada keadaan kesepian yang diakibatkan oleh pergantian waktu. Pada perkembangannya, konsep ini merujuk pada keindahan dalam ketidaksempurnaan dan ketidakabadian. Wabi sabi kemudian menjadi populer di kalangan seniman dan pengrajin di Jepang, dan dianggap sebagai filosofi yang mendasari estetika tradisional Jepang. Saat ini, filosofi tersebut masih dihargai dan dipraktikkan oleh banyak orang di Jepang dan di seluruh dunia, sebagai cara hidup yang menghargai keindahan dalam kesederhanaan dan ketidaksempurnaan. Mempelajari filosofi wabi sabi dapat memberikan banyak manfaat, diantaranya: 1. Membantu kita menghargai keindahan dalam kesederhanaan Wabi sabi mengajarkan kita untuk melihat keindahan dalam hal-hal yang sederhana, seperti keramik yang tidak sempurna atau alam yang tidak teratur. Hal ini dapat membantu kita lebih menghargai keindahan dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali diabaikan. 2. Mendorong kita untuk lebih merelakan perubahan dan kehilangan Konsep wabi sabi yang menekankan pada ketidaksempurnaan dan ketidakabadian dapat membantu kita merelakan perubahan dan kehilangan dalam hidup. Hal ini dapat membantu kita mengurangi rasa takut dan kecemasan yang sering muncul akibat ketidakpastian. 3. Mengajarkan kesederhanaan dan keterbukaan Wabi sabi juga mengajarkan pentingnya hidup dengan sederhana dan terbuka terhadap pengalaman hidup yang berbeda-beda. Hal ini dapat membantu kita lebih memprioritaskan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup dan mengurangi kecenderungan kita untuk memaksakan kehendak dan ambisi yang berlebihan. 4. Mendorong kreativitas dan inovasi Konsep wabi sabi yang menekankan pada ketidaksempurnaan dan ketidakabadian dapat mendorong kreativitas dan inovasi. Dengan menghargai keindahan dalam hal-hal yang tidak sempurna, kita dapat terinspirasi untuk menciptakan hal-hal yang unik dan berbeda dari yang lain. 5. Membantu kita mencapai kedamaian batin Wabi sabi juga mengajarkan pentingnya hidup dalam ketenangan dan kedamaian batin. Dengan menerima dan menghargai ketidaksempurnaan dalam hidup, kita dapat merasa lebih tenang dan damai dalam menghadapi segala macam tantangan hidup. Secara keseluruhan, mempelajari filosofi wabi sabi dapat membantu kita mencapai kehidupan yang lebih sederhana, terbuka, kreatif, dan damai. Karena dalam konsep pemikiran wabi sabi, terdapat kesadaran akan keberadaan manusia di alam semesta dan pentingnya hidup dalam harmoni dengan lingkungan sekitar. Konsep tersebut mengajarkan nilai-nilai seperti kesederhanaan, keterbukaan, dan kedamaian batin, serta menghargai keunikan dalam diri sendiri dan orang lain. (hs)

Jepang
| Rabu, 10 Mei 2023

Teknologi

Foto: 7 Tips Viral di Youtube Shorts ala Willie Salim | Pifa Net

7 Tips Viral di Youtube Shorts ala Willie Salim

PIFA, Tekno - Fenomena konten viral di platform YouTube Shorts telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kreator konten yang berhasil memanfaatkan fitur ini untuk mendapatkan popularitas dan penghasilan yang signifikan. Bagaimana cara menciptakan konten yang viral di YouTube Shorts? Berikut beberapa tips dari Willie Salim (21), youtuber peraih Diamond Award, yang dapat diikuti. 1. Menjadi Inovatif dengan Sentuhan Pribadi Tidak perlu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dari awal. Anda dapat mencari inspirasi dari konten yang sedang viral dan mengembangkannya dengan sentuhan pribadi. Cari "esensi" dari konten tersebut, lalu modifikasilah agar terasa seperti milik Anda sendiri. Dengan demikian, Anda dapat menarik perhatian penonton dengan konten yang familiar namun memiliki elemen baru. 2. Berani Menghadapi Konsekuensi Ketika mencoba untuk menciptakan konten yang viral, kreator harus siap menghadapi berbagai konsekuensi. Ada kemungkinan menerima komentar negatif atau bahkan kebencian dari beberapa penonton. Tetapi, Anda tidak perlu membaca atau merespons komentar-komentar tersebut jika tidak ingin terpengaruh. Penting untuk tetap berani dan fokus pada tujuan Anda. 3. Konsistensi dan Peningkatan Diri Untuk membangun audiens yang setia, konsistensi adalah kunci. Anda harus terus menghasilkan konten secara teratur, tetapi juga harus berusaha untuk terus meningkatkan diri. Belajar dari pengalaman dan respon penonton, serta mencari cara untuk menyempurnakan konten Anda. Dengan berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, Anda dapat mempertahankan minat penonton dan meningkatkan kesempatan konten Anda menjadi viral. 4. Menciptakan Konten yang Anda Nikmati dan Disukai Banyak Orang Kunci untuk menghasilkan konten yang viral adalah membuat konten yang Anda nikmati dan merasa puas dengan hasilnya. Jika Anda menikmati proses pembuatan dan merasa puas dengan konten yang dihasilkan, kemungkinan besar penonton juga akan menyukainya. Temukan topik atau genre yang sesuai dengan minat Anda dan sesuaikan dengan preferensi penonton Anda. 5. Memahami Perbedaan Antara Video Panjang dan YouTube Shorts Pembuatan konten video panjang di YouTube memiliki perbedaan yang signifikan dengan pembuatan konten di YouTube Shorts. Di YouTube Shorts, Anda perlu mengikuti format pendek dan memperhatikan aspek-aspek teknis yang berbeda.  Perbedaan dalam gaya presentasi, penggunaan kamera, dan teknik editing dapat membuat konten di YouTube Shorts terasa lebih unik dan menarik. Anda perlu memahami perbedaan ini dan mengadaptasikan konten Anda sesuai dengan format yang ditawarkan. 6. Perencanaan Teratur Untuk menciptakan konten yang viral, perencanaan yang teratur sangat penting. Ambil waktu untuk merencanakan ide-ide konten setiap awal bulan dan bahkan perencanaan mingguan. Diskusikan ide-ide ini bersama tim produksi atau rekan kerja Anda. Jika rencana konten tidak berjalan sesuai yang diharapkan atau performa video tidak sebaik yang Anda inginkan, bersiaplah untuk menyesuaikan rencana dan bereksperimen dengan hal-hal yang berbeda. Fleksibilitas adalah kunci untuk berkembang dan beradaptasi dengan cepat. 7. Relaksasi untuk Mendapatkan Ide-Ide Segar Terkadang, kehabisan ide adalah hal yang wajar dalam menciptakan konten. Jika Anda merasa ide-ide tidak mengalir, jangan khawatir. Ada beberapa pilihan yang dapat Anda lakukan. Pertama, ambil waktu untuk berjalan-jalan atau beristirahat sejenak. Menghilangkan diri dari tekanan kreatif dan bersantai dapat membantu pikiran Anda untuk mendapatkan ide-ide segar dengan sendirinya. Jika perlu, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk pergi berlibur. Perubahan lingkungan dapat memberikan inspirasi baru dan pengalaman yang menarik, yang dapat dijadikan bahan untuk konten viral. (ad)

Dunia
| Rabu, 28 Juni 2023

Lifestyle

Foto: Awas! Menonton Film Secara Maraton Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan | Pifa Net

Awas! Menonton Film Secara Maraton Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Kebiasaan menonton film atau serial drama secara maraton dapat berdampak buruk bagi kesehatan, menurut Dr Rajiv Mehta, Wakil Pemimpin Bagian Psikiatri di Rumah Sakit Sir Ganga Ram, India. Dalam siaran Hindustan Times, Kamis (6/2), ia menyebut bahwa kemudahan akses platform digital membuat orang sulit berhenti menonton, kerap tergoda untuk melanjutkan dengan dalih "beberapa menit lagi" atau "satu episode lagi".Dr Mehta menjelaskan bahwa tayangan dibuat dengan akhir yang menggantung, mendorong penonton untuk terus menyaksikan episode berikutnya. Hal ini menghasilkan aliran dopamin yang membuat penonton merasa senang dan memperkuat kebiasaan tersebut. Beberapa orang menggunakan menonton maraton sebagai pelarian dari stres, kebosanan, atau tekanan sosial.Menurutnya, kebiasaan ini bisa dianggap sebagai kecanduan jangka pendek yang berpotensi mengganggu kehidupan pribadi, sosial, dan pekerjaan. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak akibat menonton maraton dapat memicu obesitas, nyeri sendi, serta meningkatkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.Begadang karena menonton maraton juga dapat mengganggu pola tidur, menyebabkan kelelahan, gangguan fungsi kognitif, serta menurunkan kinerja. Selain itu, kebiasaan ini dapat berdampak pada kehidupan sosial, menyebabkan masalah keluarga, isolasi sosial, serta meningkatkan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.Dr Mehta menekankan pentingnya membatasi durasi, frekuensi, dan intensitas menonton untuk menjaga keseimbangan hidup yang sehat.

Indonesia
| Minggu, 9 Februari 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5