Ancam Korban dengan Celurit, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Curas di Area Politeknik
Lokal | Senin, 1 Desember 2025
Ancam Korban dengan Celurit, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Curas di Area Politeknik
Lokal | Senin, 1 Desember 2025









Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Kementerian Kesehatan RI mendukung pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan anggaran lebih dari Rp170 miliar. Dana tersebut mencakup Rp150 miliar untuk pembangunan fisik dan sarana, serta Rp20 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, menyebutkan RSUD ini ditargetkan rampung pada 2026 dan diharapkan naik status dari tipe D ke tipe C, memungkinkan layanan kesehatan lebih lengkap dengan tambahan tenaga medis, termasuk dokter spesialis.Menteri Kesehatan RI, Budi Gundi Sadikin, menegaskan pembangunan RSUD ini merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah tertinggal. Program ini mencakup pembangunan 66 rumah sakit di seluruh Indonesia.Pembangunan RSUD Rasau Jaya diharapkan memberi dampak besar bagi masyarakat sekitar dengan fasilitas kesehatan yang lebih memadai, mendukung pemerataan layanan kesehatan di wilayah terpencil. (ad)
Internasional

PIFA, Internasional - KBRI Khartoum pada Selasa (16/5) kembali melakukan evakuasi susulan sebanyak 10 WNI dari Sudan melalui Jeddah ke Jakarta. Mereka yang dievakuasi terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, termasuk seorang bayi. Pemulangan 10 WNI tersebut menggunakan penerbangan komersial keberangkatan pukul 08.35 WS. Sebelumya, WNI tersebut diberangkatkan dari Port Sudan ke Jeddah secara bertahap melalui jalur udara pada 28 April - 9 Mei 2023 dan ditempatkan di rumah persinggahan yang telah disiapkan di Jeddah. Di dalam rombongan evakuasi, terdapat 2 WNI a.n. Pak Sukarman dan Pak Restu Hariyadi yang sebelumnya menjalani perawatan di RS Jeddah dan sdh pulih akibat luka kecelakaan bis saat proses evakuasi. Pak Sukarman dan Pak Restu sempat dirawat di rumah sakit Port Sudan selama tiga hari sebelum diberangkatkan ke Jeddah dengan pesawat TNI Angkatan Udara (28/4). Setibanya di Jeddah, keduannya kembali mendapatkan perawatan di rumah sakit, hingga akhirnya dinyatakan aman untuk diterbangkan ke Indonesia. Sehari sebelumnya (15/5) KBRI Khartoum juga telah mengevakuasi seorang WNI mahasiswa dari atas a.n M. Nelson Tomas dengan menggunakan penerbangan komersial. Tim KBRI Khartoum di Port Sudan terus berupaya membantu evakuasi WNI yang masih tersisa, sambil memantau perkembagan situasi keamanan di lapangan untuk memastikan keselamatan WNI yang dievakuasi.
Internasional

PIFA, Internasional – Asap tebal menyelimuti langit Gaza City pada Rabu (17/9) ketika deretan tank Israel, disertai tembakan artileri dan serangan udara, merangsek semakin dalam ke pusat kota. Operasi ini disebut sebagai salah satu serangan darat terbesar Israel sejak konflik dimulai.Sebelum serangan, militer Israel menyebarkan pamflet yang mendesak warga sipil mengungsi ke selatan. Gaza City dinyatakan sebagai “zona pertempuran yang brutal”. Namun, bagi ribuan warga, evakuasi bukanlah perkara mudah.“Kami pikir bagian barat Gaza City akan aman, tapi pengeboman mengikuti kami ke mana-mana. Tidak ada lagi tempat yang aman,” kata Mahmoud al-Zard (45), ayah lima anak, yang kini kembali mengungsi setelah rumah dan tenda pengungsinya hancur.Distrik Al-Rimal, kawasan komersial yang biasanya ramai, kini berubah menjadi kota hantu dengan bangunan hancur dan puing berserakan. Warga berbondong-bondong melarikan diri menggunakan mobil, truk, hingga kereta keledai, membentuk konvoi kacau diiringi suara sirene ambulans.Namun, perjalanan evakuasi pun penuh risiko. Sumber medis melaporkan serangan drone Israel menghantam kendaraan pengungsi dekat pintu masuk Rumah Sakit Al-Shifa, menewaskan sedikitnya 13 orang. Sehari sebelumnya, serangan serupa menewaskan lima orang.“Kami sering menemukan seluruh keluarga terkubur di bawah puing-puing. Setiap menit penundaan bisa memakan korban nyawa,” ungkap petugas darurat, Mohammed Samih.Otoritas kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 98 orang tewas dalam 24 jam terakhir, menambah total korban jiwa konflik menjadi 65.062 orang, dengan korban luka mencapai 165.697 orang.Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengeluarkan ultimatum, “Jika Hamas tidak membebaskan sandera dan melucuti senjatanya, Gaza akan dihancurkan dan menjadi hamparan nisan.” Hamas menanggapi dengan menyebut serangan tersebut sebagai “babak baru dalam perang genosida dan pembersihan etnis”.Di lapangan, rumah sakit kewalahan. Al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza, menerima puluhan korban luka setiap jam dengan pasokan listrik, bahan bakar, dan obat-obatan yang kian menipis.Direktur Jenderal Otoritas Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, memperingatkan sistem kesehatan berada di ambang kehancuran. “Foto-foto dari Gaza menceritakan kisahnya. Mayat di bawah reruntuhan, anak-anak kelaparan, rumah sakit yang runtuh menimpa staf dan pasien. Ini ujian moral dan hukum bagi dunia,” ujarnya.