Ancaman dari Bawah Tanah: 5 Fakta Lubang Raksasa 3 Hektar di Aceh Tengah yang Terus Meluas
Nasional | Rabu, 4 Februari 2026
Foto: ANTARA FOTO/Abiyyu
Nasional | Rabu, 4 Februari 2026










Nasional

PIFA, Nasional - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung persiapan mudik Lebaran 2023 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten pada Selasa (11/4/2023). Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi ingin memastikan bahwa kesiapan dan desain besar perencanaan arus mudik pada tahun ini dapat berjalan dengan baik. “Jadi mengacu kepada masalah yang terjadi pada arus mudik pada tahun yang lalu, utamanya di jalan tol dan juga di Pelabuhan Merak, saya hadir di sini untuk memastikan bahwa persiapan-persiapan, desain perencanaan itu betul-betul sudah pada posisi yang siap,” ujarnya usai peninjauan, mengutip laman Setkab RI. Presiden turut mengimbau pemudik agar berhati-hati dan mengantisipasi puncak arus mudik 2023, sebab diprediksi pemudik akan meningkat dari 86 juta ke 123 juta. Presiden pun berharap problem yang terjadi pada mudik tahun lalu seperti kemacetan di ruas Cikuasa Atas dan Cikuasa Bawah tak terjadi lagi pada tahun ini. “Saya ingatkan semuanya yang ingin mudik hati-hati, ada lompatan yang besar jumlah masyarakat yang mudik, dari 86 juta dari survei ini, ke 123 juta. Artinya ada kenaikan kurang lebih 45 persen. Ini yang semuanya harus dihitung, dikalkulasi, sehingga tadi saya menanyakan secara detail karena tidak ingin kejadian tahun yang lalu terjadi pada tahun ini,” pungkasnya. Presiden juga turut mengapresiasi sejumlah upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di Pelabuhan Merak, antara lain dengan penambahan pelabuhan dermaga di Pelabuhan Bojonegara (PT BBJ) dan Pelabuhan Ciwandan. Dengan penambahan dua dermaga tersebut, kapasitas penumpang bertambah dari 34 ribu menjadi 49 ribu. “Kemudian manajemen di lapangannya diatur, pelabuhan yang khusus untuk sepeda motor, pelabuhan yang khusus untuk mobil dan kendaraan kecil dan bus, pelabuhan yang khusus untuk kendaraan berat, sudah dipisah-pisah. Ini juga sangat bagus,” tambah dia. (yd)
Nasional

PIFA, Nasional - Dukun pengganda uang di Banjarnegara, Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet sudah ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan berantai usai menghabisi 12 korbannya. Atas perbuatannya, Mbah Slamet terancam hukuman mati. Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto mengatakan tersangka Mbah Slamet dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. "Setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap tersangka maupun alat bukti yang kami dapatkan, kami kenakan pasal 340 KUHP yaitu pembunuhan berencana. Dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup, paling lama 20 tahun," terangnya di Mapolres Banjarnegara, Selasa (4/4/2023) dikutip PIFA dari detikcom. Mbah Slamet merupakan warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Hendri Yulianto menyebut Mbah Slamet membunuh korban lantaran merasa kesal terus-menerus ditagih terkait hasil penggandaan uang. Ia memberikan PO minuman yang telah dicampur dengan potas (potassium sianida) hingga akhirnya meninggal dunia dan dikuburkan di jalan setapak yang menuju hutan. Update terakhir seperti dilansir dari detikjateng, hingga saat ini sudah ditemukan 12 korban yang dikubur di lahan perbukitan milik tersangka. "Untuk jumlah korban total ada 12 orang. Terakhir ditemukan 2 orang, laki-laki dan perempuan yang dikubur oleh tersangka dalam satu lubang," kata Hendri. Saat ini, polisi masih mendalami kasus pembunuhan berencana itu. Polisi juga menangkap BS. Hendri menerangkan, BS bertugas menjaring korban melalui media sosial Facebook. Ia yang mengunggah konten bahwa Mbah Slamet mempunyai kemampuan melakukan penggandaan uang. "Berdasarkan keterangan dari Slamet, BS ini suka bermain Facebook, karena dia sendiri tidak memiliki kemampuan untuk membuka-buka Facebook. Sehingga disuruhlah BS untuk mengiklankan jika Mbah Slamet ini memiliki kemampuan menggandakan uang yang membuat korban tertarik," imbuh Hendri. BS juga berperan yang mempertemukan korban dengan Mbah Slamet. Namun, setelah korban dan pelaku bertamu, peran BS selesai. Dia mengiklankan dan mempertemukan antara korban dengan pelaku. "Menurut kami bahwa dia berperan mempertemukan antara tersangka dengan korban. Otomatis pasalnya turut serta," tandasHendri. (yd)
Lokal

PIFA, Lokal - Seorang pemuda berinisial RO (32), warga Kubu Raya, melakukan aksi nekat mencuri kotak amal di Rumah Makan Riska yang terletak di Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Ambawang, Kubu Raya. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (2/6) dan mengakibatkan istri pemilik rumah makan tersebut mengalami cedera. RO berhasil membawa kabur kotak amal berisi uang sebesar Rp. 651.100,- milik Masjid Jami’ul Kaustar setelah terlibat aksi tarik-menarik dengan istri pemilik rumah makan yang berinisial ST. Dalam usaha mencegah pencurian tersebut, ST mengalami luka memar di kaki dan tangannya. Warga yang mengetahui kejadian ini segera melakukan pengejaran dan melaporkannya ke pihak kepolisian Polsek Sungai Ambawang. Tak lama kemudian, RO yang bersembunyi di semak-semak di tepi Jalan Trans Kalimantan berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian dan diamankan beserta barang bukti kotak amal. Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Raimundus Nonnatus Gawe, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan penangkapan RO. "Saat kejadian, pelaku dan istri pemilik rumah makan sempat adu tarik kotak amal tersebut. Akibat kejadian itu, istri pemilik rumah makan berinisial ST mengalami luka memar di kaki dan tangannya," jelas Ade saat dikonfirmasi pada Selasa (4/6). Di hadapan petugas, RO mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf karena tidak memiliki uang untuk membeli rokok. "Diketahui, pelaku ini tidak memiliki pekerjaan, dan yang mendorong RO melakukan pencurian kotak amal milik Masjid Jami’ul Kaustar di rumah makan Riska karena tidak memiliki uang untuk membeli rokok," terang Ade. Saat ini, RO beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Sungai Ambawang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. "Terhadap pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara," tegas Ade. (ad)