Anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok, Khairul Umam

Anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok, Khairul Umam

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalAnggota Damkar Depok Diteror Usai Unggah Video Soal Fungsi Helm

Anggota Damkar Depok Diteror Usai Unggah Video Soal Fungsi Helm

Lokal | Kamis, 26 Februari 2026

PIFA, Depok - Seorang anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok, Khairul Umam, mengaku menjadi sasaran teror setelah mengunggah konten video yang membahas fungsi helm sebagai alat pelindung diri. Video tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @xkhairulumam.

Dalam video yang beredar luas di media sosial itu, Umam menegaskan bahwa helm sejatinya berfungsi untuk melindungi kepala, bukan sebaliknya.

"Gue masih ngasih tahu lu, ini namanya helm, gunanya itu buat ngelindungin kepala, bukan buat ngancurin kepala warga," kata Umam dalam video tersebut.

Umam yang juga dikenal sebagai komika menjelaskan, konten tersebut dibuat semata-mata untuk mengedukasi masyarakat terkait fungsi alat pelindung diri (APD), khususnya helm. Ia mengaku tidak memiliki maksud lain apalagi untuk menyinggung pihak tertentu.

"Ya maksudnya kan emang ya emang sudah pada faktanya fungsi helm itu gunanya buat ngelindungin kepala gitu. Ya kayak gitu aja," ujarnya saat dihubungi, Kamis (26/2).

Ia mengaku tidak menyangka video tersebut akan viral dan menuai beragam respons. Menurutnya, penggunaan helm juga merupakan hal yang lazim di lingkungan Damkar.

"Ya balik lagi kalau masalah ketersinggungan kan saya enggak bisa komen apa-apa ya. Dan sepemahaman saya, teman-teman saya pun di Damkar gitu, pada pakai helm gitu, maksudnya. Dan ya memang ya enggak mungkin lah, maksudnya kalau ranah saya sampai keluar dari instansi saya, ya saya siapa sih, kan begitu maksudnya saya mikirnya," tutur Umam.

Namun, satu hingga dua hari setelah video itu diunggah, Umam mengaku mulai menerima pesan bernada teror melalui aplikasi WhatsApp dari nomor tak dikenal. Pesan-pesan tersebut kemudian ia unggah kembali ke akun Instagramnya.

Dalam salah satu pesan, pengirim menyebut alamat rumah Umam dan menyarankan agar dirinya melindungi kepala. Sementara pesan lain dari akun bernama ‘Raja Kopi’ meminta Umam untuk terus memakai helm demi keselamatan dirinya.

Umam mengatakan awalnya ia merespons pesan tersebut dengan baik karena mengira pengirimnya adalah orang yang dikenalnya.

"Saya respon dengan baik, dengan baik sampai akhirnya dia bilang masalah selamat gitu dan segala macamnya tuh, semoga selamat gitu-gitu, ya saya balikin doa baik lagi kan," ucap dia.

Namun, respons dari pengirim pesan justru mengarah pada ancaman terselubung, sehingga Umam memilih untuk mengabaikannya.

"Tapi dia balasnya ternyata kayak gitu dan akhirnya saya diemin. Ketika udah dapat chat-nya udah mulai arah-arah ancaman rada halus nih, saya diemin. Saya hapus chatnya. Eh dia WhatsApp lagi sampai dia bilang 'tunggu ya saya ada kejutan buat kamu', gitu-gitu," sambungnya.

Akibat teror tersebut, Umam mengaku sempat merasa was-was, meski berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya.

"Ya saya pribadi ya, nggak bisa gimana-gimana. Ya kalau dibilang was-was sih ya sebenarnya was-was mah ada, gitu. Tapi ya karena saya merasa, ya sudahlah, maksud saya masa iya orang kayak saya sampai diurusin segitunya gitu," ujarnya.

Saat ini, Umam menyebut sudah tidak lagi menerima pesan teror. Ia juga belum berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan memilih menunggu perkembangan situasi.

"Untuk saat ini sih enggak ada ya, alhamdulillah masih kondusif lah. Dan beberapa juga ada yang nyuruh buat bikin laporan, bikin laporan, LP-LP gitu, ya saya pikir ah ini mah ntar juga hilang, maksud saya gitu kan," pungkasnya.

Rekomendasi

Foto: Viral Kabar Polisi Minta Rp12 Juta untuk Bebaskan Mahasiswa yang Ditangkap karena Demo UU TNI, Polres Metro Jaktim Buka Suara | Pifa Net

Viral Kabar Polisi Minta Rp12 Juta untuk Bebaskan Mahasiswa yang Ditangkap karena Demo UU TNI, Polres Metro Jaktim Buka Suara

Jakarta
| Senin, 24 Maret 2025
Foto: Polda Kalbar Telusuri Dugaan Keterlibatan Daerah dalam Kasus Perdagangan 5 Bayi Asal Pontianak | Pifa Net

Polda Kalbar Telusuri Dugaan Keterlibatan Daerah dalam Kasus Perdagangan 5 Bayi Asal Pontianak

Pontianak
| Kamis, 17 Juli 2025
Foto: BLACKPINK Siap Rilis Lagu Baru JUMP pada 11 Juli 2025, Tampil Perdana di Konser Tur Dunia DEADLINE | Pifa Net

BLACKPINK Siap Rilis Lagu Baru JUMP pada 11 Juli 2025, Tampil Perdana di Konser Tur Dunia DEADLINE

Pifabiz
| Rabu, 9 Juli 2025
Foto: WhatsApp Boros Penyimpanan? Ini Cara Menguranginya dengan Mudah | Pifa Net

WhatsApp Boros Penyimpanan? Ini Cara Menguranginya dengan Mudah

Teknologi
| Sabtu, 28 Juni 2025
Foto: Jokowi Bakal Laporkan 4 Orang Terkait Tuduhan Ijazah Palsu | Pifa Net

Jokowi Bakal Laporkan 4 Orang Terkait Tuduhan Ijazah Palsu

Indonesia
| Rabu, 23 April 2025
Foto: Fazzio Hybrid Ajak Gen Z untuk Tampil Semakin Skena dan Auto Worth It di Yamaha Fazzio Day | Pifa Net

Fazzio Hybrid Ajak Gen Z untuk Tampil Semakin Skena dan Auto Worth It di Yamaha Fazzio Day

Indonesia
| Senin, 13 Januari 2025
Foto: Hampir Satu Dekade BLU CRU Yamaha Sunday Race Digelar, Tahun Ini Ada Kelas R3 Pro | Pifa Net

Hampir Satu Dekade BLU CRU Yamaha Sunday Race Digelar, Tahun Ini Ada Kelas R3 Pro

Otomotif
| Sabtu, 14 Juni 2025
Foto: Rekomendasi Tablet Gaming Terbaik 2025: Performa Kencang untuk Gamer Mobile | Pifa Net

Rekomendasi Tablet Gaming Terbaik 2025: Performa Kencang untuk Gamer Mobile

Tekno
| Kamis, 20 November 2025
Foto: Garuda Muda Siap Tempur di Piala Asia U-20 2025, Indra Sjafri Fokus Matangkan Strategi | Pifa Net

Garuda Muda Siap Tempur di Piala Asia U-20 2025, Indra Sjafri Fokus Matangkan Strategi

China
| Selasa, 11 Februari 2025
Foto: Fazzio Hybrid Bergaya F1ZR: Modifikasi “Modern Racing Style” Ala Putut Wijanarko Bikin Nostalgia Sekaligus Stylish | Pifa Net

Fazzio Hybrid Bergaya F1ZR: Modifikasi “Modern Racing Style” Ala Putut Wijanarko Bikin Nostalgia Sekaligus Stylish

Otomotif
| Rabu, 9 Juli 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Polresta Pontianak Laksanakan Pengecekan Fisik dan Administrasi Senjata Api Genggaman Personil Mapolresta | Pifa Net

Polresta Pontianak Laksanakan Pengecekan Fisik dan Administrasi Senjata Api Genggaman Personil Mapolresta

Berita Pontianak, PIFA - Polresta Pontianak melaksanakan kegiatan pengecekan fisik dan administrasi senjata api genggam personil di lapangan apel Mapolresta Pontianak, Senin (21/02/22) pukul 09.00 WIB. Dipimpin Kabag Log, AKP.  Harsoyo,  S. Mn.,  M.M., dan Kasi Propam Polresta Pontianak AKP.  Sunarto, S.H., beserta anggota Baglog dan anggota Sipropam Polresta Pontianak, pemeriksaan meliputi Surat Ijin Pemegang Senpi,  Amunisi,  Magasen dan kebersihan senpi yang dipegang oleh masing-masing anggota Polri.  Kapolresta Pontianak, Kombes Pol. Andi Herindra, S.I.K., melalui Kasi Propam, AKP. Sunarto, S.H., menjelaskan bahwa pemeriksaan fisik dan administrasi senjata api genggam bagi personil Polresta Pontianak tersebut secara berkala dilaksanakan dengan tujuan peningkatan pengawasan internal guna mengantisipasi dan mencegah bentuk pelanggaran anggota Polri. "Kami secara berkala menggelar kegiatan pengecekan senpi, baik itu fisik senjata, kebersihan, amunisi, maupun surat ijin pemegang senpi sebagai bentuk pengawasan internal guna meminimalisir pelanggaran penggunaan senjata api oleh anggota", ujar Kasi Propam Sunarto rilis yang diterima Pifa.co.id. Kasi Propam Polresta Pontianak, AKP. Sunarto, S.H., juga menambahkan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti perintah Kapolri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Kalbar nomor : ST/46/I/KEP./2022 tanggal 17 Januari 2022, tentang Pelaksanaan peningkatan pengawasan internal guna mengantisipasi dan mencegah bentuk pelanggaran anggota Polri, Surat Telegram Kapolda Kalbar nomor : ST/81/II/KEP./2022, tanggal 17 Februari 2022. tentang Pelaksanaan pemeriksaan Senpi bagi personil yang memegang senpi dijajaran Polda Kalbar, dan Surat perintah Kapolresta Pontianak Nomor : 217/II/KEP. /2022 tanggal 19 Februari 2022 tentang Pemeriksaan Senpi terhadap Personil Polresta Pontianak dan Polsek Jajaran Polresta Pontianak.  "Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota semakin disiplin dalam menggunakan senjata, sehingga kedepannya tidak ada anggota Polri khususnya anggota Polresta Pontianak  yang melakukan penyalahgunaan senjata api", pungkas Kasi Propam Sunarto. (RS)

Pontianak
| Senin, 21 Februari 2022

Lokal

Foto: Indeks Daya Saing Nasional Moncer, Sutarmidji Pastikan Desa Kalbar Naik Kelas! | Pifa Net

Indeks Daya Saing Nasional Moncer, Sutarmidji Pastikan Desa Kalbar Naik Kelas!

PIFA, LOKAL - Dalam debat publik ketiga yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat di Aston Pontianak Hotel, Senin (18/11) malam, Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 1, Sutarmidji, memaparkan strategi unggulannya untuk mendorong pembangunan sosial ekonomi di daerah. Fokus utama Midji, sapaan akrabnya, adalah menjaga dan meningkatkan indeks daya saing daerah.“Ketika saya menjabat sebagai gubernur periode 2018-2023, Kalbar berhasil menduduki peringkat dua nasional di bidang tata kelola berkelanjutan, setelah Yogyakarta. Ini pencapaian semua pihak di Kalbar,” ujarnya.Midji juga menekankan perbaikan layanan perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kalbar, yang mendapat nilai sempurna dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).“Artinya, tak ada lagi hambatan dalam pengurusan izin, dan ini memudahkan para investor,” tambahnya.Salah satu pencapaian yang diunggulkannya adalah penghapusan status desa sangat tertinggal dan tertinggal di Kalbar. “Ke depan, kita targetkan tidak ada lagi desa berkembang, yang ada hanya desa maju dan mandiri,” tegas Midji.Dia menilai pembangunan desa berbasis Indeks Desa Membangun (IDM) sangat penting karena desa yang mandiri akan mendukung daya tarik investasi."Investor akan mencari daerah dengan desa-desa mandiri, data valid, dan kondisi yang mendukung investasi, seperti keamanan dan transportasi. Kalbar sudah siap untuk itu," paparnya.

Pontianak
| Selasa, 19 November 2024

Lokal

Foto: Keretakan Koalisi NKRI: Agus Setiadi Mundur, Bongkar Ketidakprofesionalan Tim Pemenangan | Pifa Net

Keretakan Koalisi NKRI: Agus Setiadi Mundur, Bongkar Ketidakprofesionalan Tim Pemenangan

PIFA, LOKAL – Desas-desus keretakan di dalam koalisi pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan-Krisantus Kurniawan (NKRI), akhirnya terkonfirmasi. Agus Setiadi, yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Relawan, Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar (RPMP), mengumumkan pengunduran dirinya dari struktur tim tersebut.Agus, yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Persatuan Orang Melayu, menyampaikan alasannya mundur melalui surat resmi yang beredar luas pada Rabu (13/11). Ia menilai koalisi tersebut gagal menunjukkan profesionalisme dan berjalan tanpa arah yang jelas.“Kami sampaikan bahwa Bidang Relawan, Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar (RPMP) belum ada satupun program lapangan yang tereksekusi sampai hari ini, kecuali pendataan simpul-simpul relawan NKRI dan mendengarkan curhat simpul relawan,” ungkap Agus dalam suratnya.Ia juga menyoroti ketiadaan anggaran yang telah menghambat kerja-kerja tim, bahkan setelah berkali-kali meminta kepastian kepada Ketua Koalisi, Thomas Alexander. “Anehnya, ini bukan hanya terjadi pada RPMP, tetapi juga pada bidang-bidang lain. Bagaimana tim bisa bekerja tanpa dukungan anggaran?” tambahnya.Tak hanya itu, Agus mengungkapkan bahwa kerja-kerja RPMP sering diambil alih oleh pihak lain tanpa koordinasi, menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di dalam tim. “Kalau struktur tidak difungsikan, lebih baik dibubarkan saja daripada sekadar tempelan,” ujarnya tegas.Pengunduran dirinya didasarkan pada refleksi mendalam dan kesabaran yang telah ia tahan selama beberapa bulan terakhir. Surat pengunduran tersebut dibuat di Pontianak pada 10 November 2024 dan ditembuskan kepada pasangan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan, Ketua DPD Hanura Kalimantan Barat, dan Ketua KPU Kalimantan Barat.Kejadian ini menjadi tamparan bagi koalisi NKRI yang sebelumnya digadang-gadang sebagai tim solid. Belum ada tanggapan resmi dari Ria Norsan, Krisantus Kurniawan, maupun Ketua Koalisi Thomas Alexander terkait mundurnya Agus Setiadi. Namun, dinamika ini berpotensi memengaruhi konsolidasi menjelang Pilgub Kalbar 2024.Para pengamat politik lokal menilai, kejadian ini menjadi ujian besar bagi koalisi NKRI untuk segera merapatkan barisan. Jika tidak segera diselesaikan, isu ini dikhawatirkan akan memengaruhi persepsi publik terhadap pasangan calon yang mereka usung.

Kalbar
| Rabu, 13 November 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5