Anggota DPR Sindir Donasi Banjir Warga Cuma Rp10 M: Negara Udah Triliunan!
Politik | Selasa, 9 Desember 2025
Anggota DPR Sindir Donasi Banjir Warga Cuma Rp10 M: Negara Udah Triliunan!
Politik | Selasa, 9 Desember 2025










Internasional

PIFA, Internasional - Politikus Swedia-Denmark yang anti-Islam Rasmus Paludan kembali membakar Al-Quran. Aksinya kali ini dilakukan di depan sebuah masjid dan kedutaan besar Turki di Copenhagen, Denmark, pada Jumat (27/1/2023). Mengutip surat kabar Swedia Aftonbladet yang dimuat dalam CNNIndonesia.com (30/1), Rasmus Paludan berjanji akan menggelar aksi bakar Al-Quran setiap hari Jumat sampai Swedia bisa masuk anggota Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO). Sebelumnya, Paludan pernah menggelar aksi serupa di depan kedubes Turki di Stockholm, Swedia, pada Sabtu (21/1) lalu. Aksi intoleran yang digelarnya itu bentuk protesnya terhadap Turki yang merupakan negara mayoritas Muslim, yang terus menghalangi Swedia untuk masuk NATO. Turki sendiri tergabung di NATO sejak 1952. Namun, mereka tak menerima Swedia dan Finlandia untuk masuk ke aliansi pertahanan itu dengan alasan kedua negara masih mendukung organisasi yang dianggap Ankara kelompok teroris. Selain itu, kedua negara Nordik itu juga masih menerapkan sanksi dan embargo senjata terhadap Turki. Sebagai syarat, Presiden Recep Tayyip Erdogan memberikan sejumlah persyaratan kepada Swedia dan Finlandia jika ingin mendapat restu Ankara masuk NATO. Salah satunya yakni memulangkan sejumlah aktivis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dianggap Turki teroris. Namun, sejak aksi Paludan itu, relasi Turki-Swedia semakin rumit sampai-sampai Erdogan menegaskan kepada Stockholm agar jangan berharap dukungannya untuk masuk NATO. "Swedia seharusnya tidak mengharapkan dukungan dari kami untuk NATO," tegas Erdogan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/1/2023). Aksi pembakaran Al-Quran oleh Paludan dikecam banyak pihak, termasuk Indonesia. Tak hanya Indonesia, sejumlah negara Muslim juga mengecam aksi yang dilakukan oleh Politisi Swedia itu. Diantaranya Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Teluk dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI). (yd)
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Sudah lebih dari setahun sejak Cyrus Margono resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Meski demikian, penjaga gawang berusia 23 tahun itu masih belum mendapatkan kesempatan untuk tampil bersama Timnas Indonesia di laga resmi.Kendati belum debut, perhatian fans Garuda terhadap sosok kiper kelahiran Amerika Serikat itu tak pernah surut. Di berbagai platform media sosial, para pendukung Timnas kerap membagikan perkembangan terbaru Cyrus, termasuk aktivitasnya di luar negeri.Saat ini, Cyrus tengah memperkuat klub asal Kosovo, KF Dukagjini. Meski jauh dari tanah air, ia tetap merasakan kedekatan emosional dengan Indonesia, berkat dukungan yang terus mengalir dari para penggemar."Menurut saya itu hebat, saya selalu menyukainya. Saya tumbuh hingga berusia sekitar 10 tahun, menghabiskan banyak waktu di Indonesia. Ayah saya dan seluruh keluarganya berasal dari sana. Jadi, selalu melihat orang-orang menunjukkan cinta kepadaku selalu menyenangkan," ujar Cyrus kepada Bola.com.Dukungan fans ini menjadi penyemangat tersendiri bagi Cyrus yang masih menanti kesempatan untuk membela Timnas di level internasional.
Sports

PIFA, Sports - Keputusan Karim Benzema meninggalkan Real Madrid menjadi kejutan. Tak terkecuali sang pelatih, Carlo Ancelotti, yang hanya diberitahu mengenai keputusan pemain asal Prancis itu beberapa jam sebelum pengumuman resmi klub. Melalui laman resminya, Minggu (4/6/2023), Real Madrid mengumumkan Karim Benzema akan meninggalkan klub. Tepat ketika Karim Benzema hendak menjalani laga terakhirnya bersama Real Madrid saat melawan Athletic Bilbao. Karim Benzema bakal meninggalkan Santiago Bernabeu dengan status bebas transfer ketika kontraknya habis pada akhir musim ini. Kabar itu sempat menjadi kejutan karena sebelumnya Benzema mengisyaratkan bertahan dan akan meneken kontrak baru berdurasi 12 bulan. Namun, pemain berusia 35 tahun itu mengubah pendiriannya. Kini Karim Benzema diperkirakan bakal menyelesaikan kepindahan ke klub Arab Saudi, Al Ittihad, sebagai bagian dari kontrak berdurasi dua tahun. Hal itu dikonfirmasi oleh Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mengakui bahwa dia berbicara dengan krim banzema minggu pagi dan mengatakan akan meninggalkan club. "Kami punya waktu untuk memikirkan apa yang akan kami lakukan. Saya berbicara dengannya pagi ini dan dia memberi tahu saya bahwa dia akan pergi," kata pelatih Real Madrid itu dikutip dari bola.net. Ia mengaku telah menjadi salah satu pelatih pemain terbaik di dunia. Dia tidak gembira dengan situasi kepergian pemain terbaik itu, tetapi tetap menghormati keputusan yang diambil oleh Karim Benzema. "Saya telah melatih salah satu pemain terbaik di dunia. Saya tidak senang, tetapi kami harus menghormatinya. Dia berhak untuk memutuskan," lanjut Carlo. (hs)