Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Cianjur Pangkas Pohon di Jalur Utama
Bandung | Selasa, 27 Januari 2026
PIFA, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menerjunkan petugas gabungan untuk melakukan pemangkasan dan penebangan pohon di kiri dan kanan jalan sebagai langkah antisipasi pohon tumbang yang berpotensi menutup akses jalur utama. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Sekretaris DLH Cianjur, Prihadi Wahyu Santosa, mengatakan langkah antisipatif telah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir, terutama terhadap pohon-pohon tua yang dinilai rawan tumbang di sepanjang jalur utama dan protokol.
“Langkah antisipasi seperti pemangkasan dan penebangan pohon sudah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir, terutama pohon di kiri kanan jalan utama berusia tua, rawan tumbang,” ujar Prihadi di Cianjur, Selasa.
Ia mengakui keterbatasan jumlah petugas menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, DLH Cianjur melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, serta relawan untuk melakukan pemangkasan di sepanjang jalur utama dan jalan protokol.
Selain pemangkasan dan penebangan pohon tua maupun lapuk, DLH Cianjur juga melakukan peremajaan dengan menanam pohon baru di sejumlah titik, seperti di sepanjang Jalan Raya Bandung–Cianjur dan Jalan Raya Cianjur–Cipanas.
“Kami juga melakukan peremajaan atau menanam pohon baru di sejumlah titik di sepanjang jalur utama Cianjur, sehingga selain ada yang dipangkas dan ditebang ada juga yang ditanam,” katanya.
Prihadi menambahkan, masih terdapat sejumlah pohon di kiri dan kanan jalan yang berpotensi tumbang, khususnya di luar pantauan langsung petugas, seperti sepanjang jalur utama Cianjur selatan. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat berperan aktif melaporkan kondisi pohon yang dinilai membahayakan agar dapat segera ditangani.
Ia menjelaskan, pemangkasan dan penebangan dilakukan secara bertahap karena dalam beberapa kasus harus menutup jalur sementara waktu. Hal tersebut disebabkan sebagian dahan yang dipangkas menjulur ke badan jalan, terutama saat penebangan pohon berukuran besar yang memerlukan waktu lebih lama.
“Hambatan utama kondisi lalu lintas yang setiap hari padat, sehingga kami melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan kepolisian agar saat penanganan tidak sampai terjadi antrean panjang,” ujarnya.
Prihadi menegaskan bahwa DLH Cianjur tidak serta-merta melakukan penebangan terhadap setiap pohon. Penanganan dilakukan secara selektif dengan mengutamakan pemangkasan ranting dan dahan, kecuali jika kondisi pohon sudah lapuk dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.




















