Dinkes Kalbar meminta orang tua awasi anak-anaknya dari jajanan ciki ngebul. (Foto: Pikiran Rakyat/Deni Armansyah)

PIFA, Lokal - Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Hary Agung Tjahyadi meminta masyarakat untuk waspada dengan mengawasi anak-anak dari jajanan Ciki Ngebul.

"Untuk mengantisipasi keracunan akibat mengonsumsi Ciki Ngebul di Kalimantan Barat," katanya, kemarin.

Hary mengutarakan, orang tua mesti memastikab jajanan anak bergizi serta aman. Seperti bebas kotoran, tidak mengandung pewarna/pemanis berlebihan, tidak mentah dan tidak tercemar mikoorganisme. 

Selain itu, dia juga mengimbau Dinkes kabupaten/kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap produk pangan siap saji yang menggunakan nitrogen cai, yang beredar di wilyah kerja masing-masing.

"Diharapkan melalui berbagai antisipasi yang telah dilakukan tersebut, kasus keracunan akibat konsumsi ciki ngebul dapat segera teratasi," katanya.

Kementerian Kesehatan sendiri mencatat, sejak kasus pertama ditemukan pada Juni 2022 hingga 12 Januari 2023, terdapat 25 anak dilaporkan mengalami keracunan pangan akibat konsumsi ciki ngebul. 

Sebanyak 10 anak bergejala seperti mual, muntah, pusing dan sakit perut, sementara sisanya tidak bergejala. Mayoritas pasien sudah sembuh dan telah beraktivitas seperti sedia kala.

Agar kasus keracunan pangan akibat konsumsi ciki ngebul tidak semakin luas, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi atas kejadian tersebut dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor KL.02.02/C/90/2023.

Isinya tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji yang ditandatangi pada 6 Januari 2023.

Dalam SE disebutkan, Kemenkes meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha yang menggunakan nitrogen cair maupun masyarakat akan bahaya penambahan dan konsumsi nitrogen cair pada makanan siap saji.

Dengan melakukan koordinasi bersama dinas pendidikan, UMKM, pariwisata, perindustrian untuk melakukan penyuluhan kepada pelaku usaha, guru dan masyarakat akan bahaya nitrogen cair pada makanan. (ap)

PIFA, Lokal - Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Hary Agung Tjahyadi meminta masyarakat untuk waspada dengan mengawasi anak-anak dari jajanan Ciki Ngebul.

"Untuk mengantisipasi keracunan akibat mengonsumsi Ciki Ngebul di Kalimantan Barat," katanya, kemarin.

Hary mengutarakan, orang tua mesti memastikab jajanan anak bergizi serta aman. Seperti bebas kotoran, tidak mengandung pewarna/pemanis berlebihan, tidak mentah dan tidak tercemar mikoorganisme. 

Selain itu, dia juga mengimbau Dinkes kabupaten/kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap produk pangan siap saji yang menggunakan nitrogen cai, yang beredar di wilyah kerja masing-masing.

"Diharapkan melalui berbagai antisipasi yang telah dilakukan tersebut, kasus keracunan akibat konsumsi ciki ngebul dapat segera teratasi," katanya.

Kementerian Kesehatan sendiri mencatat, sejak kasus pertama ditemukan pada Juni 2022 hingga 12 Januari 2023, terdapat 25 anak dilaporkan mengalami keracunan pangan akibat konsumsi ciki ngebul. 

Sebanyak 10 anak bergejala seperti mual, muntah, pusing dan sakit perut, sementara sisanya tidak bergejala. Mayoritas pasien sudah sembuh dan telah beraktivitas seperti sedia kala.

Agar kasus keracunan pangan akibat konsumsi ciki ngebul tidak semakin luas, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi atas kejadian tersebut dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor KL.02.02/C/90/2023.

Isinya tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji yang ditandatangi pada 6 Januari 2023.

Dalam SE disebutkan, Kemenkes meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha yang menggunakan nitrogen cair maupun masyarakat akan bahaya penambahan dan konsumsi nitrogen cair pada makanan siap saji.

Dengan melakukan koordinasi bersama dinas pendidikan, UMKM, pariwisata, perindustrian untuk melakukan penyuluhan kepada pelaku usaha, guru dan masyarakat akan bahaya nitrogen cair pada makanan. (ap)

0

0

You can share on :

0 Komentar

Berita Lainnya