Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Ditemukan Masuk Negara
Internasional | Sabtu, 18 Juli 2026
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintah akan mendeportasi setiap warga negara Israel yang ditemukan berada di wilayah Malaysia. Kebijakan itu ditegaskan karena Malaysia tidak mengakui maupun menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat menanggapi isu dugaan adanya warga Israel yang memasuki Malaysia menggunakan dua dokumen kewarganegaraan.
"Kami sedang menyelidiki. Kami tidak mengizinkannya. Jika ada, tentu saja ada tindakan yang harus diambil. Apabila ada warga negara Israel, mereka akan segera diusir (dari Malaysia) karena kami tidak mengakui (negara) mereka," kata Anwar, Rabu (15/7).
Anwar mengatakan seluruh lembaga terkait telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan tersebut. Ia menambahkan kementerian terkait akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan.
"Semua lembaga telah melakukan penyelidikan. Saya yakin Menteri Pendidikan Tinggi Datuk Seri Dr. Zambry Abdul Kadir akan memberikan jawaban," ujarnya.
Isu tersebut mencuat setelah muncul dugaan sejumlah warga Israel memasuki Malaysia melalui negara bagian Johor dengan menggunakan paspor dari negara lain.
Pemerintah Negara Bagian Johor sebelumnya meminta Kementerian Dalam Negeri serta instansi terkait menyelidiki operasional sebuah "Network School" di kawasan Forest City yang diduga diikuti oleh warga negara Israel.
Menteri Besar Johor Onn Hafiz Ghazi mengatakan warga Israel tersebut diduga menggunakan paspor negara lain untuk masuk ke Malaysia dan mengikuti program di sekolah tersebut. Dugaan itu memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Malaysia hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten menolak pengakuan terhadap negara tersebut. Karena itu, pemerintah menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan warga negara Israel memasuki wilayah Malaysia.


















