AS Mulai Blokade Laut Iran, Risiko Konflik di Selat Hormuz Meningkat
Internasional | Selasa, 14 April 2026
Amerika Serikat resmi memulai blokade angkatan laut terhadap seluruh lalu lintas maritim yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran, Senin (13/4), di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh antara kedua negara.
Langkah ini meningkatkan potensi konfrontasi baru di sekitar Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kebijakan tersebut saat berbicara di Gedung Putih. Ia menyebut keputusan itu diambil setelah perundingan tingkat tinggi antara Washington dan Teheran pada akhir pekan berakhir tanpa hasil.
Trump mengatakan blokade bertujuan membuka kembali akses Selat Hormuz, menekan harga bensin global, serta mendorong Iran kembali ke meja perundingan. Ia juga menegaskan bahwa AS tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.
“Kita tidak akan membiarkan suatu negara memeras dunia,” ujar Trump.
Ketegangan meningkat setelah Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz bagi kapal tanker, menyusul serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada akhir Februari. Penutupan tersebut memicu lonjakan harga energi, pangan, dan berbagai komoditas global.
Sebelumnya, Trump juga memperingatkan bahwa kapal perang Iran yang mendekati armada AS dalam operasi blokade akan dihancurkan.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade diberlakukan tanpa pandang bulu terhadap kapal dari berbagai negara yang melintasi wilayah Teluk Arab dan Teluk Oman menuju pelabuhan Iran.
Padahal, pekan lalu kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perbedaan pandangan terkait syarat kesepakatan membuat situasi kembali memanas.
Pihak Iran melalui Garda Revolusi Iran merespons keras langkah tersebut. Mereka memperingatkan bahwa setiap pendekatan kapal militer ke Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak tegas.
Situasi ini menempatkan kawasan Teluk dalam kondisi rawan, dengan dampak yang berpotensi meluas terhadap stabilitas ekonomi global.



















