AS Usul Kebijakan Imigran Wajib Serahkan Profil Medsos
Amerika Serikat | Senin, 10 Maret 2025
AS mengusulkan kebijakan untuk Imigran agar wajib menyerahkan profil media sosial. (Kompas Tekno)
Amerika Serikat | Senin, 10 Maret 2025
Lokal
PIFA, Lokal - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Barat (Kalbar) 2024, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono (Midji-Didi), semakin mendapat dukungan di Kabupaten Sintang. Ketua Yayasan Kabar Senang, Agus Darius, menyatakan keyakinannya terhadap pasangan ini usai menyaksikan debat publik pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar pada 23 Oktober 2024.Agus Darius, yang memiliki latar belakang sebagai ketua Yayasan Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang (STTIS) dan mantan anggota DPRD Sintang, menilai Midji-Didi mampu membawa Kalbar lebih baik lagi. Menurutnya, Sutarmidji adalah sosok pemimpin nasionalis yang telah menunjukkan kinerja gemilang selama periode pertama sebagai Gubernur Kalbar."Saya melihat debat dari segmen pertama hingga terakhir. Semua pasangan bagus, tapi kita harus memilih yang terbaik, dan itu nomor 1," ungkap Agus.Ia menjelaskan bahwa memilih pemimpin dengan rekam jejak yang terbukti lebih baik daripada memulai dengan figur baru. Sebelum debat, Agus sempat mempertimbangkan calon lain, namun penampilan Sutarmidji dan visi yang diusungnya telah mengukuhkan pilihannya."Walau baru bertemu secara langsung, saya sudah lama mengikuti kinerja Pak Sutarmidji. Beliau selalu masuk 10 besar di tingkat nasional dan provinsi," ujarnya.Agus berharap agar Kalbar terus maju di bawah kepemimpinan Sutarmidji, termasuk dalam aspek pengelolaan pertambangan rakyat dan komunikasi yang harmonis antarwarga."Saya ajak keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Sintang untuk memilih pemimpin yang berintegritas dan berprestasi," tambahnya.Dukungan terhadap Midji-Didi juga datang dari berbagai tokoh masyarakat di Sintang, termasuk kaum intelektual dan tokoh agama. Sutarmidji menyambut baik dukungan ini dan optimis perolehan suara di Sintang akan melebihi Pilgub 2018. "Masyarakat kini sudah merasakan hasil pembangunan, terutama di bidang infrastruktur," jelas Midji.Selain pembangunan jalan yang mencapai 80 persen, Sutarmidji berkomitmen menyelesaikan sisa proyek jalan yang belum tuntas dalam kondisi normal. Menurutnya, perbaikan dan pembangunan akan lebih mudah tercapai jika dilanjutkan daripada dimulai ulang dari nol.Pada akhirnya, Agus Darius mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk memilih yang terbaik pada 27 November 2024 dengan mencoblos nomor urut 1. "Saya, seorang Kristen dan Dayak, mendukung Midji karena prestasi dan integritasnya," tutup Agus, yakin bahwa Kalbar akan lebih maju di bawah kepemimpinan Midji-Didi.
Sports
PIFA, Sports - Timnas U-22 Indonesia terus mempersiapkan diri menghadapi Myanmar pada Kamis (4/5) mendatang. Pelatih Indra Sjafri terus mematangkan skuad Garuda Nusantara dalam sesi latihan di Phnom Penh, Kamboja, pada Selasa (2/5). Saat ini, Indonesia berada di posisi kedua klasemen grup A SEA Games 2023 dengan tiga poin setelah menang 3-0 melawan Filipina pada pertandingan pertama di Stadion National Olimpiade, Phnom Penh, pada Sabtu (29/4) lalu. Sementara itu, Kamboja masih memimpin klasemen dengan empat poin dari dua pertandingan. Striker Timnas U-22, Ramadhan Sananta, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi Myanmar. Ia merasa dalam kondisi yang baik dan yakin bisa mencetak gol perdana di turnamen ini. "Tentunya kami sangat siap, apalagi hari ini sama kemarin sudah latihan untuk melawan Myanmar. Dari segi taktik, keseluruhan tim juga sudah siap," ungkap pemain asal klub PSM Makassar itu, seperti dikutip PIFA dari laman resmi PSSI, Rabu (3/5). "Pertandingan kemarin (lawan Filipina) memang sangat sulit apalagi cuaca panas sekali. Mudah-mudahan nanti kita bisa main lebih baik, dan Insya Allah ingin mencetak gol," tambahnya. Pada sesi latihan hari itu, pelatih Indra Sjafri memberikan menu taktikal dan strategi untuk melawan Myanmar. Ia juga terus memperbaiki kekurangan tim pada pertandingan melawan Filipina. Pertandingan antara Indonesia dan Myanmar akan dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat di Stadion National Olimpiade, Phnom Penh. Apabila Garuda Nusantara berhasil meraih kemenangan, peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal semakin terbuka.
Lokal
PIFA, Lokal - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim Polres) Pontianak, Kalimantan Barat berhasil menggagalkan pengiriman enam Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia yang diduga merupakan korban kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati, mengungkapkan bahwa dalam kasus ini pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu seorang wanita berinisial RS dan seorang pria berinisial YS.RS merupakan pemilik rumah yang dijadikan tempat penampungan bagi keenam PMI tersebut, sedangkan YS adalah kepala rombongan yang berencana membawa PMI itu ke Malaysia melalui jalur ilegal.Kompol Antonius menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas di sebuah rumah di Pontianak Utara. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mendapati bahwa rumah tersebut digunakan sebagai tempat penampungan PMI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia.“Saat dilakukan pemeriksaan pada bulan Oktober lalu, petugas menemukan enam orang yang berasal dari luar Kalimantan Barat, tepatnya dari wilayah Indonesia Timur. Kami kemudian menginterogasi mereka. Berdasarkan interogasi tersebut, diketahui bahwa mereka ditampung di rumah itu dan mengumpulkan uang untuk diberikan kepada tersangka RS sebagai biaya makan sehari-hari sebelum berangkat ke Malaysia,” jelasnya.Lebih lanjut, Kompol Antonius menjelaskan bahwa keenam PMI tersebut dijanjikan pekerjaan di Seruai, Malaysia, oleh suami RS yang berinisial Y. Mereka akan diberangkatkan melalui jalur ilegal atas arahan dari Y.“Keenam korban ini tidak memiliki paspor, dan dari percakapan di ponsel mereka disebutkan bahwa setelah tiba di Malaysia, mereka baru akan membuat paspor di konsulat di Kuching. Ini tentu tidak masuk akal, karena salah satu syarat untuk masuk ke luar negeri adalah memiliki paspor. Jadi, kuat dugaan bahwa mereka akan masuk ke Malaysia melalui jalur tikus,” ujarnya.Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (ly)