AS Veto Resolusi DK PBB Usulan Rusia soal Gencatan Senjata di Timur Tengah
Internasional | Kamis, 12 Maret 2026
PIFA, Internasional - Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu (11/3) memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diajukan Rusia, yang menyerukan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah serta mengecam serangan terhadap warga sipil.
Laporan RIA Novosti menyebut Latvia juga menolak resolusi tersebut. Sementara sembilan negara memilih abstain dan empat negara lainnya memberikan dukungan terhadap dokumen tersebut.
Rancangan resolusi yang diajukan Rusia meminta semua pihak segera menghentikan permusuhan di Timur Tengah dan wilayah sekitarnya. Dokumen itu juga mengecam seluruh serangan terhadap warga sipil serta menyerukan pihak-pihak yang terlibat untuk kembali menempuh jalur diplomasi, meskipun tidak menyebutkan negara tertentu.
Selain itu, rancangan resolusi tersebut menekankan pentingnya menjamin keamanan seluruh negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
Dalam pembukaannya, Dewan Keamanan PBB menyatakan duka atas jatuhnya korban jiwa dalam konflik tersebut serta menegaskan kembali larangan penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah suatu negara.
Sebelumnya pada hari yang sama, Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi lain yang dirancang oleh Bahrain. Resolusi tersebut menuntut Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk.
Namun, laporan koresponden RIA Novosti menyebut resolusi tersebut tidak menyinggung serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Sebanyak 13 negara memberikan suara mendukung resolusi tersebut, sementara Rusia dan China memilih abstain.
Resolusi itu mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania, dan menuntut agar serangan tersebut segera dihentikan.
Meski demikian, resolusi tersebut tidak menyebutkan agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta tidak menyerukan kedua negara itu untuk menghentikan serangan mereka.



















