Bahar bin Smith Minta Maaf ke GP Ansor Usai Kasus Penganiayaan Anggota Banser
Politik | Kamis, 12 Februari 2026
Bahar bin Smith. Antara
Politik | Kamis, 12 Februari 2026








Sports

PIFA, Sports - Klub sepak bola terkenal Italia, AC Milan, merayakan dan memberikan penghormatan kepada mantan pemiliknya, Silvio Berlusconi, yang meninggal dunia pada usia 86 tahun pada Senin (12/6) dirumah sakit, San Raffaele di Milan. Silvio Berlusconi adalah seorang tokoh bisnis dan politikus terkemuka di Italia, yang membeli AC Milan pada tahun 1986 dan menjadi pemilik klub selama lebih dari tiga dekade. Dibawah kepemimpinannya, AC Milan mencapai puncak kesuksesan dan menjadi salah satu kekuatan dominan di dunia sepak bola. Berlusconi dikenal sebagai salah satu tokoh paling ikonik dalam sejarah klub, dan warisannya tetap tak terlupakan bagi penggemar dan para pemain. DIketahui, selama masa kepemilikan Berlusconi, AC Milan memenangkan banyak gelar bergengsi, termasuk tujuh gelar Liga Champions UEFA dan delapan gelar Serie A Italia. Ia secara konsisten menginvestasikan sumber daya dan bakat terbaik untuk membangun tim yang kuat, yang dihuni oleh beberapa pemain terhebat dalam sejarah sepak bola, seperti Paolo Maldini, Franco Baresi, dan Marco van Basten. Seperti dilaporkan oleh beritainbola.com, era kejayaan AC Milan dibawah kepemimpinan Berlusconi dimulai pada awal tahun 1990-an. Klub ini menjadi kekuatan dominan di Serie A, liga sepak bola Italia. Dengan kehadiran pemain bintang seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard, AC Milan meraih empat gelar Serie A secara beruntun antara tahun 1991 dan 1994. Namun, puncak kejayaan AC Milan di bawah Berlusconi terjadi di pentas Eropa. Klub ini meraih sukses yang luar biasa dalam kompetisi Liga Champions UEFA. Pada era tersebut, AC Milan menjadi tim yang menakutkan dan meraih gelar juara sebanyak tiga kali dalam lima tahun, yaitu pada tahun 1989, 1990, dan 1994. Final Liga Champions 1994 di Athena, Yunani, menjadi momen puncak kejayaan AC Milan di era Berlusconi. Di final tersebut, AC Milan menghadapi tim Barcelona yang saat itu dipimpin oleh Johan Cruyff. AC Milan menunjukkan dominasinya dengan kemenangan gemilang 4-0, sebuah kemenangan yang mengesankan dan akan selalu dikenang oleh para penggemar sepak bola. Selain kesuksesan di atas lapangan, Silvio Berlusconi juga mengubah wajah AC Milan secara komersial. Ia memperkenalkan konsep inovatif, seperti membangun stadion baru, meningkatkan fasilitas pelatihan, dan mengembangkan merek AC Milan menjadi entitas global yang diakui. Dibawah kepemimpinan Silvio Berlusconi atas jasa-jasanya, Ac Milan mengumumkan belasengkawa dan mengucapkan terima kasih yang begitu dalam. Dan akan memberi harapan baru dalam upaya untuk meningkatkan prestasi Milan. “Silvio Berlusconi, selamanya Bersama kami, Klub menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Presiden Rossoneri yang tak terlupakan. Sangat sedih, AC Milan berduka atas meninggalnya Silvio Berlusconi yang tak terlupakan dan ingin menjangkau keluarga, rekan, dan teman-teman yang paling disayangi untuk berbagi simpati kami. Besok, kita akan memimpikan ambisi baru, menciptakan tantangan baru, dan mencari kemenangan baru. Yang akan mewakili kebaikan, kekuatan, dan kebenaran yang ada di dalam diri kita, di dalam diri kita semua yang berbagi petualangan mengikat hidup kita ke sebuah mimpi bernama Milan. Terima kasih, Bapak Presiden. Selalu bersama kami,” tulis pernyataan klub Italia itu dilaman resminya, seperti dikutip PIFA, Selasa (13/6). (hs)
Lokal

PIFA, Lokal - Polda Kalimantan Barat mengambil alih laporan yang dibuat PT Mitra Andalan Sejahtera (MAS) di Polres Mempawah, terkait pengrusakan gembok portal yang dilakukan oleh kelompok orang tak dikenal pada Desember 2023 lalu. Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Raden Petit Wijaya membenarkan, jika laporan pengrusakan yang dibuat oleh PT MAS ke Polres Mempawah sudah dilimpahkan ke Polda Kalbar. "Baru hari ini (kemarin), Selasa 2 Januari 2024, laporan PT MAS di Polres Mempawah dilimpahkan ke kami," kata Petit, Selasa (2/1/2024). Petit menerangkan, dari laporan tersebut penyidik Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) akan memanggil pelapor untuk dimintai keterangan terkait dugaan pengrusakan yang terjadi. "Ada dua kasus dugaan pengrusakan yang terjadi sebelum 25 Desember 2023. Satu laporan di Polres Mempawah. Kenapa kami ambil alih laporannya, biar satu kasusnya sekalian dilaporkan," ucap Petit. Petit menyatakan, dirinya belum dapat memberikan penjelasan lengkap mengenai laporan tersebut, karena memang penyidik masih melakukan pendalaman. Sebelumnya, Ketua KUD Maju Andalan Sejati Raya, Adi Jamhari menyatakan, bahwa warga Dusun Parit Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu adalah kelompok tani yang sejak 1990 telah menggarap lahan yang saat ini sudah diserahkan ke PT Mitra Andalan Sejahtera (MAS). Adi mengatakan, ketika masyarakat menguasai lahan tersebut mereka menggarapnya berdasarkan surat garap yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Wajok Hulu. "Untuk diketahui ketika dilakukan pembebasan lahan dengan perusahaan pada 2010, lahan garapan warga itu statusnya hutan," kata Adi, Selasa (26/12/2023). Menurut Adi, kalau kemudian ada kelompok orang tidak dikenal tiba-tiba mengklaim lahan garapan warga yang sudah diserahkan ke perusahaan adalah lahan mereka, hal itu sangat tidak masuk akal. Lebih aneh lagi ketika mereka mengaku memiliki sertifikat tahun 2006 yang baru divalidasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mempawah pada Agustus 2023. "Sertifikat ini jelas aneh. Karena tidak menutup kemungkinan sertifikat tanah yang ditunjukan oleh kelompok orang tidak dikenal ini adalah sertifikat yang dicetak di atas meja," ucap Adi Jamhari. Menurut Adi Jamhari, dirinya menduga jika warkah sertifikat milik kelompok orang tidak dikenal tersebut terdapat pemalsuan. Adi menyatakan, bahkan lebih aneh dan lucunya, kelompok orang tidak dikenal tersebut mengaku sudah memegang putusan PN Mempawah yang memenangkan mereka atas lahan seluas 700 hektar tersebut. "Yang menjadi pertanyaan, kapan mereka mengajukan gugatan ke pengadilan? Kami, warga dan perusahaan saja tidak tahu," ungkap Adi Jamhari. Adi menyatakan, ia bersama warga Dusun Telok Parit Dalam, Desa Wajok Hulu akan mempertahan lahan tersebut. Mereka tidak akan pernah menyerahkan lahan itu kepada kelompok orang tak dikenal tersebut. "Kalau mereka merasa memiliki lahan itu, silakan lakukan upaya hukum," tegas Adi. Adi menyatakan, untuk diketahui warga atau kelompok tani memiliki setidaknya tiga dokumen yang menyatakan bahwa lahan tersebut milik mereka yakni surat penguasaan lahan dari Pemerintah Desa tahun 2010, surat garap yang dikeluarkan Pemerintah Desa Wajok Hulu tahun 1990 dan Warkah BPN tahun 2009 yang menyatakan tanah itu tidak dalam bersertifikat atau bukan milik pemerintah daerah atau artinya tanah negara yang belum dimiliki hak. "Kelompok orang tidak dikenal ini mengaku menerima kuasa dari orang yang memiliki sertifikat. Tetapi sampai saat ini kami tidak pernah tahu siapa nama orang pemilik sertifikat itu," terang Adi. Dia menegaskan, dan untuk diketahui warga sipil tidak berhak menerima kuasa untuk menjalankan profesi advokat. Masyarakat sipil boleh menerima kuasa hanya untuk urusan surat menyurat. Sebelumnya, sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba muncul dan menuduh PT MAS melakukan penyerobotan lahan. Padahal lahan seluas kurang lebih 700 hektar tersebut adalah milik warga Teluk Dalam yang sudah diserahkan kepada perusahaan untuk dikelola sebagai kebun plasma. Warga RT02 RW03 Dusun Parit Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Usman menceritakan, pada 1990 atau 33 tahun yang lalu Kepala Desa Wajok Hulu, yakni Hasan Ma'ela mengeluarkan surat garap kepada salah seorang warga bernama Abdul Fatah Daeng Katon. Usman mengatakan, setelah surat garap tersebut diterbitkan, bersama tim Audit Pemerintah Desa dilakukanlah pengecekan lahan. Dan saat itu dipastikan lahan yang akan digarap oleh warga tidak bermasalah atau tidak dimiliki oleh siapapun. "Saya waktu itu ikut dalam pengecekan yang dilakukan tim Audit Pemerintah Desa Wajok Hulu. Tidak ditemukan satu pun patok batas di lahan yang akan digarap warga," kata Usman, ketika ditemui di salah satu rumah kerabatnya di Wajok Hilir, Sabtu (23/12). Usman mengatakan, setelah memastikan lahan yang akan digarap adalah lahan yang belum digarap oleh siapapun, kepala desa lalu membentuk Koperasi Unit Desa (KUD) Bina Mitra Usman Santer Penkoordinir Desa Wajok Hulu dengan luas lahan garapan sembilan ribu hektar. Usman menuturkan, setelah lahan tersebut diserahkan, warga setiap satu minggu sekali warga melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lahan tersebut untuk dijadikan lahan garapan," cerita Usman. "Setelah hutan dibersihkan dan menjadi lahan garapan, setiap warga mendapat jatah lahan seluas dua hektar," cerita Usman. Seiring berjalannya waktu, lanjut Usman, datanglah PT MAS yang akan membangun perkebunan sawit di wilayah Dusun Parit Telok Dalam, Desa Wajok Hulu. Dari proses yang dilakukan oleh pihak perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Mempawah lahan yang akan dikelola oleh perusahaan untuk perkebunan sawit seluas enam ribu hektar lebih. "Dari pemeriksaan yang dilakukan, pemerintah memastikan bahwa lahan yang akan dikelola oleh perusahaan tidak ada aset pemerintah kabupaten maupun aset pemerintah desa dan tidak ada lahan yang tumpang tindih kepemilikannya," ungkapnya. Usman mengatakan, pada 2010 warga akhirnya menyerahkan lahan garapan seluas kurang lebih dua ribu hektar kepada koperasi untuk diserahkan kepada PT MAS agar dikelola menjadi lahan plasma perkebunan sawit dengan sistem bagi hasil 75 persen untuk perusahaan dan 25 persen untuk warga. "Dari penyerahan lahan garapan itu, kami warga menerima ganti rugi tanaman tumbuh sebesar Rp300 ribu per orang yang diberikan perusahaan," ucapnya. Usman mengaku, warga menyambut baik kehadiran perusahaan karena membuka lapangan pekerjaan. Dan perlu diketahui sejak kurang lebih 13 tahun perusahaan mengelola lahan tersebut, warga dan perusahaan tidak pernah terjadi masalah termasuk ketika bagi hasil dilakukan selalu berjalan sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Usman mengatakan, lalu pada Desember 2023 tiba-tiba muncul kelompok orang tidak dikenal yang mengaku jika perusahaan telah melakukan penyerobotan lahan milik mereka seluas 700 hektar. Usman menyatakan, ia bersama warga lainnya mengaku terkejut dengan kehadiran kelompok orang tak dikenal tersebut. Pasalnya mereka diketahui bukanlah warga Dusun Parit Telok Dalam, Dusun Wajok Hilir, tetapi tiba-tiba mengaku sebagai pemilik lahan. "Mereka ini orang luar. Katanya ada yang dari Kabupaten Sintang," ungkap Usman. Kelompok orang tak dikenal itu, lanjut Usman, mendemo perusahaan lalu memasang spanduk dan tempayan adat di lahan plasma warga yang diklaim milik meraka. "Masalah ini beberapa waktu lalu sudah dimediasi di Polres Mempawah. Tetapi tidak ada hasilnya," kata Usman. Usman menyatakan, yang lebih anehnya kelompok orang tidak dikenal ini mengklaim lahan plasma warga yang saat ini hak guna usahanya belum diterbitkan. "Sampaikan kapanpun kami akan berjuang untuk mempertahan hak-hak kami," tegas Usman. Usman mengungkapkan, selain mengklaim perusahaan menyerobot lahan, kelompok orang tidak dikenal tersebut juga melaporkan perusahaan PT MAS ke Polres Mempawah atas tuduhan melakukan penyerobotan lahan. Sementara itu, pihak manajemen PT MAS hingga berita ini ditulis belum memberikan keterangan resmi. (ap)
Lokal

Berita Ketapang, PIFA - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memberikan apresiasi dan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia ( YIARI ) saat menerima kunjungan perwakilan YIARI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Selasa,8 Februari 2022. Tim YIARI terdiri dari M. Marcellus sebagai advisor, Wendy Tamariska sebagai Manajer Community Development Program dan Hendri Muhammad selaku Market Specialist YIARI serta didampingi oleh Adi Yani selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Bang Midji, sapaan akrab beliau menerima kunjungan tersebut dengan baik bahkan beliau sempat menyarankan agar YIARI juga mempertimbangkan komoditas-komoditas unggulan lokal yang cocok ditanam pada lahan gambut seperti keladi lokal, lidah buaya dan pepaya serta tanaman-tanaman hortikultura lainnya yg dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya dan dapat mempertahankan gambut itu sendiri. “Pentingnya menjaga lingkungan terutama lahan gambut agar tetap terjaga akibat kebakaran dan dapat menjaga tata air sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam bercocok tanam. Peran aktif yang dilakukan YIARI terhadap pemberdayaan masyarakat sudah sangat baik, dengan melakukan uji kelayakan lahan,menanam dengan komoditas yang sesuai serta memberikan akses pasar kepada petani itu sudah benar. Agar apa yang dilakukan ini dapat dicontoh oleh masyarakat lainnya maka perlu adanya dukungan Pemerintah daerah setempat sampai ke tingkat kecamatan dan desa agar terjamin keberlangsungan komoditas pertanian lokal kepada privat sektor yang ada," pungkasnya. Pada kesempatan tersebut perwakilan YIARI juga sempat mengajak beliau untuk berkunjung ke kantor YIARI dalam rangkaian kunjungan kerja beliau Ke Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara beberapa waktu yang akan datang. (j)