Banjir di Pontianak, BMKG Imbau Warga Waspada, Air Laut Naik hingga 1,8 Meter
Pontianak | Senin, 8 Desember 2025
Ilustrasi air pasang. [ANTARA]
Pontianak | Senin, 8 Desember 2025










Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, memberikan apresiasi kepada Como dan pelatih mereka, Cesc Fabregas. Menurutnya, Como memiliki potensi besar untuk berkembang seperti Parma di era 1990-an.Pada pertandingan lanjutan Liga Italia yang digelar Senin (3/3) dini hari WIB, AS Roma berhasil mengalahkan Como dengan skor 2-1. Meskipun menang, Ranieri tetap melontarkan pujian untuk lawan mereka."Ini adalah tim hebat dengan penuh para pemain muda. Mereka bisa seperti Parma di era 1990-an," ujar Ranieri seperti dikutip dari Tribuna.Pada masa kejayaannya, Parma menjadi kekuatan besar di Serie A. Klub tersebut sukses meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Scudetto, serta trofi Eropa seperti Piala UEFA, Piala Winners, dan Piala Super Eropa."Saya pun tahu betul, bagaimana karakter seorang Fabregas sebagai pelatih," tambah Ranieri.Cesc Fabregas kini memimpin Como sebagai pelatih utama. Di bawah asuhannya, Como berhasil promosi ke Serie A musim ini. Pelatih berusia 37 tahun tersebut dikontrak hingga musim panas 2028.Saat ini, Como berada di peringkat ke-13 dengan 28 poin dari 27 pertandingan. Meski masih berjuang di papan bawah, Fabregas diyakini memiliki masa depan cerah di dunia kepelatihan."Fabregas akan punya karier yang hebat sebagai pelatih, seperti hebatnya dulu dia menjadi pemain. Fabregas dan timnya punya banyak potensi, saling melengkapi," tutup Ranieri.Como masih harus bekerja keras untuk bertahan di Serie A musim ini dan menghindari degradasi. Namun, dengan semangat dan strategi yang tepat, bukan tidak mungkin Como bisa mengejutkan sepakbola Italia dalam beberapa tahun ke depan.
Nasional

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat resmi mengganti hakim anggota dalam perkara dugaan korupsi importasi gula yang menyeret mantan Menteri Perdagangan periode 2015–2016, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, sebagai terdakwa.Pergantian ini dilakukan setelah hakim anggota sebelumnya, Ali Muhtarom, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan/atau gratifikasi terkait putusan lepas perkara korupsi ekspor crude palm oil (CPO). Penetapan tersangka terhadap Ali dilakukan pada Senin (14/4) dini hari."Karena hakim anggota atas nama Ali Muhtarom sedang berhalangan tetap dan tidak dapat bersidang lagi, untuk mengadili perkara ini perlu ditunjuk hakim anggota untuk menggantikan," ujar Hakim Ketua Dennie Arsan Fatrika dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada PN Jakarta Pusat.Sebagai pengganti, Ketua PN Jakarta Pusat telah menetapkan Alfis Setiawan untuk mendampingi hakim Purwanto Abdullah dalam memeriksa perkara ini lebih lanjut.Setelah penetapan penggantian hakim, sidang kasus dugaan korupsi yang menjerat Tom Lembong langsung dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.Dugaan Korupsi Rp578 MiliarDalam perkara ini, Tom Lembong didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp578,1 miliar. Dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan penerbitan surat pengakuan impor atau persetujuan impor gula kristal mentah pada periode 2015–2016 kepada 10 perusahaan. Penerbitan itu dilakukan tanpa melalui rapat koordinasi antarkementerian dan tanpa rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.Parahnya, perusahaan-perusahaan yang mendapat izin impor tersebut disebut tidak berhak mengolah gula kristal mentah menjadi gula kristal putih, karena statusnya sebagai perusahaan gula rafinasi.Selain itu, Tom Lembong juga diduga tidak menunjuk perusahaan milik negara (BUMN) untuk menangani stabilisasi harga dan ketersediaan gula. Sebagai gantinya, ia menunjuk sejumlah koperasi, seperti Induk Koperasi Kartika (Inkopkar), Inkoppol, Puskopol, serta SKKP TNI/Polri.Atas perbuatannya, Tom Lembong dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Teknologi

Berita Teknologi, PIFA - Ponsel dengan pengisian daya tercepat di dunia akan hadir di Indonesia. Pasar smartphone Tanah Air akan kehadiran ponsel dengan pengisian daya tercepat di dunia, yakni Realme GT Neo 3. Smartphone tersebut dibekali UltraDart Charge 150W, tertinggi saat ini. Selain itu, ada juga model realme GT Neo 3T dengan 80W SuperDart Charge. Kedua ponsel tersebut dirancang untuk kelas flagship. Sebelumnya, pengisian daya tercepat berada di angka 120W. Demi mengetahui kecepatan pengisian baterainya, pihak Realme mengklaim bahwa untuk mengisi daya 0%-50% hanya butuh waktu 5 menit. Sedangkan untuk 80W SuperDart Charge, butuh waktu 12 menit untuk mengisi 0%-50%. Marketing Director realme Indonesia Palson Yi menegaskan bahwa realme ingin menjadi trendsetter di pasar ponsel. ”Kami tidak hanya pamer teknologi terbaru. Tapi, benar-benar membawanya ke pasar komersial. Sehingga bisa digunakan langsung oleh konsumen,” ucap Palson. Palson menyebut bahwa 150W UltraDart Charge yang dimiliki realme GT Neo 3 adalah yang tercepat di dunia. Selain itu, realme GT Neo 3 juga membawa inovasi baru yaitu triple chip. Feature baru ini adalah ponsel memiliki tiga jenis chip yaitu chip prosesor, chip layar, dan chip pengisian daya. Maisng-masing chip memiliki tugas khusus. Chip pertama melakukan pemrosesan layar, di mana sistem secara pintar akan memberi pengalaman bermain game di high frame rate secara stabil dan menghindari penurunan frame rate. Juga, mengurangi naiknya suhu panas di area inti dan menurunkan daya. Chip kedua yaitu chip MediaTek Dimensity 8100 5G yang memiliki skor AnTuTu Benchmark lebih dari 800,000 untuk performa. Ketiga adalah chip yang terdedikasi untuk menangani 150W UltraDart Charge, sehingga tidak hanya bisa memastikan arus daya pengisian yang cepat tapi juga aman. Ponsel Realme GT Neo 3 juga sudah disertifikasi oleh TÜV Rheinland untuk kategori Safe Fast-Charge System, berkat 38 aksi perlindungan yang diberikan. Kecepatan pengisian dayanya juga berhasil meraih skor tinggi oleh DxOMark. DxOMark merupakan perusahaan teknologi independen dan diakui kinerjanya dalam penilaian kualitas kamera, layar, dan baterai smartphone. Dalam pengujian, realme GT NEO 3 mencapai skor 121, merupakan skor tertinggi yang pernah diberikan dalam kategori kecepatan pengisian daya. Demi memperkuat citra pengisian daya baterai ultra cepat kelas flagship, realme berkolaborasi dengan Jakarta E-Prix pada 4 Juni 2022 mendatang. realme GT Neo 3 dan realme GT Neo 3T akan dirilis bersamaan dengan TWS realme Buds Air 3 Nitro Blue pada 7 Juni 2022 pukul 13:00 WIB secara live streaming di kanal YouTube realme Indonesia. (b)