Barcelona Resmi Rekrut Rodri dari Manchester City, Kontrak hingga 2030
Sports | Rabu, 19 Agustus 2026
Reuters
Sports | Rabu, 19 Agustus 2026










Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Menjelang tahun baru Imlek, sejumlah vihara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), mulai memandikan patung-patung dewa. Salah satunya di Vihara Paticca Samuppada Pontianak. Salah seorang pengurus di Vihara Paticca Samuppada Pontianak, Aha (64), mengatakan, puluhan patung dewa berbagai ukuran diturunkan untuk dimandikan hingga bersih sejak sepekan terakhir."Pencucian ini harus selesai dalam waktu tiga hari, karena Senin kan udah harus dipakai kan" ujar Aha, 64 tahun. Aha mengatakan bahwa, pencucian ini dilakukan agar patung-patung dewa yang ada di Vihara bersih, karena setelah satu tahun tentu banyak debu dan kotoran menempel di patung-patung tersebut."Tiap tahun di cuci soalnya kan ada kenak dia punya minyak, debu, kotoran, kalau tidak di cuci kan dia kotor, hitam sekali, tiap tahun sekali menjelang Imlek kita cuci" ujar Aha.Selain mencuci, patung-patung yang warnanya mulai pudar juga akan di cat atau warnai kembali. Salah satunya adalah patung dewa langit yang usianya sudah ratusan tahun yang berasal dari Tiongkok. Patung tersebut diwarnai kembali agar tetap bertahan lama."Kalau patung ini diwarnai kembali karena warnanya sudah pudar, ini usianya udah lama ini dia yang paling tua di Vihara ini, ibaratnya pemimpinya lah di Vihara ini" tambah Aha.Jumlah patung di Vihara ini lebih dari 30 patung dewa, yang besar sendiri berjumlah sekitar 11 patung, semua patung-patung ini dianggap membawa keberuntungan bagi umat yang datang ke Vihara.Sebelum proses pencucian patung-patung ini tentu saja ada doa atau mantra yang di ucapkan agar proses cuci patung dewa ini berjalan lancar."Iya ada mantranya, kan kalau satu minggu sebelum Imlek semua pintu itu di tutup, dewa nanti naik ke langit, jadi yang bersihkan itu tetap ada doa-doanya" jelas Aha.Proses pencucian ini dimulai dari mencuci patung kemudian mengeringkannya dengan cara di lap setelah itu melakukan proses pewarnaan ulang jika di perlukan. Proses pencucian ini juga dilakukan dengan daun dan bunga, daun ini dianggap dapat menghilangkan sial atau malapetaka."Iya pertama dicuci dulu, di cucinya juga dengan daun yaitu daun dewa, daun menghilangkan sial dan juga bunga, kalau bunga kan udah biasa kan seperti mandi kembang" hal ini dijelaskan oleh Ajan, 63 tahun, Anggota Vihara Paticca Samuppada yang juga mengikuti ritual cuci patung dewa.Cuci patung dewa ini diharapkan dapat membersihkan segala bala atau musibah yang ada di Vihara, selain itu tahun baru ini diharapkan dapat membawakan segala keburuntungan dan kesehatan bagi seluruh umat.
Lokal

Berita Sanggau, PIFA – Sebagai bentuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns membagikan Alkitab di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Anugerah Dusun Pemodis, Desa Thang Raya, Kecamatan Beduwai, Kabupaten Sanggau. Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Sanggau (21/2) mengatakan pembagian Alkitab dilakukan oleh 4 orang personil Pos Koki Balaikarangan yang dipimpin oleh Sertu Rizky Septu Angga di GPIB Anugerah Dusun Pemodis. Pembagian Aliktab dilakukan setelah pelaksanaan ibadah raya pada hari Minggu (20/02/2022). "Kegiatan ini merupakan salah satu wujud sinergitas TNI dan masyarakat dalam aspek kehidupan beragama, dimana TNI akan selalu mendukung terbentuknya masyarakat religius yang memiliki toleransi yang tinggi terhadap satu sama lainnya," terang Dansatgas, dikutip PIFA (22/2). Hal ini, lanjut Dansatgas, merupakan bentuk kecintaan TNI terhadap kehidupan umat beragama di Dusun Pemodis, Prajurit dan warga sama-sama beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan YME sekaligus mempererat silaturahmi. Kemudian, secara terpisah Danki Pos Balaikarangan Kapten Inf Debri mengatakan Kegiatan pembagian Alkitab yang dilakukan anggota Pos Balaikarangan setelah selesai melaksanakan ibadah minggu ini merupakan wujud kepedulian Satgas Pamtas kepada lingkungan sekitar, khususnya umat Kristen dan tempat ibadah Gereja. Debri menambahkan, pihaknya memang rutin melaksanakan kegiatan keagaam dengan warga di sekitar perbatasan. “Kami rutin melaksanakan kegiatan keagamaan bersama warga sekitar untuk terwujudnya masyarakat religius yang memiliki toleransi antara satu dengan yang lain,” ungkapnya. Sementara itu Ketua OMK GPIB Anugerah Ibu Seli Oktaviana turut mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang sudah membagikan Alkitab di Gerejanya. Seli pun berharap dengan adanya pembagian Alkitab ini, jemaat semakin rajin membaca dan memahaminya. "Serta menjadikan Alkitab sebagai pelita baginya dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” harapnya. (yd)