Bareskrim Ungkap Aliran Rp1,6 Miliar dari Bandar Sabu ke Eks Kapolres Bima Kota
Lokal | Jumat, 13 Maret 2026
Bareskrim Ungkap Aliran Rp1,6 Miliar dari Bandar Sabu ke Eks Kapolres Bima Kota. YouTube
Lokal | Jumat, 13 Maret 2026










Lokal

PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak buruk polusi plastik pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa perilaku sembarangan membuang plastik merupakan penyebab utama masalah ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berupaya meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan, terutama melalui lembaga pendidikan dasar. Saat menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pelabuhan Rasau Jaya, Bupati Muda Mahendrawan menyatakan bahwa upaya membangun kesadaran lingkungan bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memulai pendidikan lingkungan sejak dini. Guru dan pendidik memiliki peran penting dalam mengubah kebiasaan dan pola pikir generasi muda terkait pelestarian lingkungan. "Ketika pelestarian lingkungan telah menjadi kebiasaan, pikiran bawah sadar akan mendorong kita untuk tidak mencemari lingkungan," kata Bupati Muda. Mengubah pola pikir bukanlah tugas yang mudah, tetapi peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk introspeksi dan membangun tanggung jawab terhadap lingkungan. Tema peringatan tahun ini, "Solusi untuk Polusi Plastik," menyoroti pentingnya mengatasi masalah sampah plastik, terutama di Indonesia yang menjadi salah satu produsen sampah plastik terbanyak di dunia. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya, Maria Agustina, menjelaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup merupakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan, khususnya dalam mengatasi polusi plastik. Upaya ini melibatkan masyarakat Kubu Raya, terutama di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, yang penting untuk menjaga kebersihan sungai sebagai pintu masuk utama ke ibu kota kabupaten. Dengan langkah-langkah edukasi dan kesadaran yang semakin meningkat, Kubu Raya berharap dapat mengatasi masalah polusi plastik dan melindungi lingkungan serta kesehatan masyarakat dengan lebih efektif. (hs)
Sports

PIFA, Sports - Liga Inggris memasuki pekan ke-10 dengan pertandingan seru antara Crystal Palace dan Tottenham Hotspur di Selhurst Park, London, Sabtu (28/10/2023) dini hari WIB. Pertandingan pembuka liga ini berlangsung sangat sengit. Dalam laga yang berjalan sangat intens, peluang pertama muncul pada menit ke-6 ketika Jordan Ayew dari Crystal Palace mengancam gawang lawan. Namun, kiper Tottenham, Guglielmo Vicario, tampil gemilang mengamankan gawangnya dari ancaman tersebut. Kedua tim saling menyerang sepanjang babak pertama tanpa gol tercipta. Skor 0-0 bertahan hingga jeda. Namun, di babak kedua, ketegangan masih terasa. Tottenham Hotspur akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-53 melalui gol bunuh diri Joel Ward, bek Crystal Palace yang membelokkan bola sepakan James Maddison ke gawang sendiri. Skor 1-0 menguntungkan Tottenham. Tak lama kemudian, pada menit ke-66, Son Heung-min menggandakan keunggulan Spurs setelah memanfaatkan assist Brennan Johnson dengan baik. Meskipun Crystal Palace berusaha keras untuk menyamakan skor, Tottenham mempertahankan kendali permainan. Namun, Palace berhasil mencetak gol hiburan pada masa injury time melalui Jordan Ayew, memanfaatkan kelengahan pertahanan Tottenham. Meskipun demikian, skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan ini membuat Tottenham Hotspur tetap kukuh di puncak klasemen Liga Inggris dengan 26 poin. Mereka belum terkalahkan dalam 10 pertandingan, meraih 8 kemenangan dan 2 kali imbang, menunjukkan performa yang konsisten dalam persaingan sengit liga ini. (hs)
Lokal

Berita Kalbar, PIFA - Ketua Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kalimantan Barat, Putriana menanggapi beberapa kasus kekerasan seksual yang terjadi khususnya di Kalimantan Barat dan Nasional yang marak terjadi beberapa waktu ini. Putriana menyampaikan masyarakat Kalbar harus tau, bahwa kasus kekerasan seksual bukan hanya terjadi di Nasional, tapi juga sedang maraknya terjadi di Kalbar. “Maraknya kasus kekeras seksual bukan hanya terjadi di Nasional, tapi juga di kalbar sebenernya kasus ini seperti fenomena gunung es, yang dimana ada banyak kasus-kasus yang sebenarnya belum terungkap mungkin karna gak seviral yang kemarin-kemarin itu,” ucapnya, saat diwawancarai PIFA, dikegiatan diskusi Koalisi Muda Kalbar, Selasa (08/12/2021). Putriana juga mengajak semua masyarakat agar bisa menyuarakan apapun lewat media sosial, termaksud isu kekerasan seksual. “Artinya untuk merubah kebijakan dan lain sebagainya tidak tidak mesti datang dari kota-kota besar dan kota metropolitan tidak mesti dari elit elit di atas, hari ini kita pun bisa menyuarakan nya melalui media sosial, setiap masyarakat yang progresif yang melihat perempuan itu sebagai manusia seutuhnya, agar semua masyarakat itu lebih paham bahwa ternyata kasus kekerasan itu makin marak,” terangnya. Putriana meminta, masyarakat untuk segera mengadu dan melaporkan kepada RPA Kalbar jika terjadi kasus apapun yang berkaitan dengan anak dan perempuan, termaksud kasus kekeras seksual “Sebagai kejahatan yang mesti diungkap dan harus ada payung hukumnya, kita RPA Kabar meminta masyarakat para teman-teman korban bisa melaporkan ke kami karna akan kami tindak lanjuti melalui tim advokasi, yang siap melakukan perlindungan dan pendampingan,” imbuhnya. Dia juga mengharapkan agar masyarajat khususnya Kalbar mendukung berbagai peraturan dan legislasi yanh berpihak kepada para korban. “Masyarakat Kalbar itu harus sadar bahwa memang kasus kekerasan seksual itu masih marak dan perempuan butuh perlindungan sehingga saya juga minta masyarakat Kalbar mendukung peraturan-peraturan yang melindungi perempuan jangan sampai kontra terhadap peraturan-peraturan yang sebenarnya mau melindungi perempuan dan korban,” pintanya