Benarkah Air Perasan Daun Kelor Bisa Bikin Teler? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026
JAKARTA — Daun kelor belakangan ramai diperbincangkan setelah sejumlah orang mengaku mengalami sensasi seperti mabuk, melayang, hingga mengantuk usai mengonsumsi air perasan daun tersebut.
Padahal, selama ini daun kelor lebih dikenal sebagai tanaman herbal dengan kandungan nutrisi tinggi, bukan sebagai bahan yang memiliki efek psikoaktif seperti zat tertentu.
Beberapa orang menyebut konsumsi perasan daun kelor dalam jumlah banyak membuat tubuh terasa ringan, pusing, lemas, atau seperti kehilangan tenaga. Lantas, apakah benar daun kelor dapat menyebabkan efek "teler"?
Berdasarkan penelitian, daun kelor memang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat memberikan pengaruh terhadap tubuh. Namun, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa daun kelor memiliki efek seperti narkotika atau menyebabkan halusinasi.
Penelitian berjudul Qualitative Identification of Alkaloid Compounds in Moringa oleifera Leaf Extract dari Universitas Jambi menemukan bahwa ekstrak daun kelor mengandung senyawa alkaloid.
Alkaloid merupakan kelompok senyawa alami pada tumbuhan yang dalam kondisi tertentu dapat berinteraksi dengan sistem tubuh, termasuk sistem saraf, tekanan darah, dan fungsi metabolisme.
Selain alkaloid, daun kelor juga diketahui memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin, serta senyawa fenolik yang memiliki berbagai aktivitas biologis.
Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan ekstrak daun kelor memiliki efek seperti membantu menurunkan tekanan darah, mengontrol gula darah, mengurangi peradangan, hingga memberikan efek relaksasi ringan.
Sensasi seperti "teler" yang dirasakan sebagian orang kemungkinan bukan karena efek memabukkan, melainkan akibat respons tubuh terhadap kandungan aktif dalam daun kelor.
Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
- tekanan darah mengalami penurunan,
- kadar gula darah menurun,
- muncul efek rileks atau mengantuk,
- tubuh sensitif terhadap senyawa bioaktif daun kelor.
Efek tersebut bisa lebih terasa jika daun kelor dikonsumsi dalam bentuk perasan pekat, diminum saat perut kosong, atau dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Pada orang tertentu, kondisi itu dapat memicu keluhan seperti pusing, lemas, gemetar, mengantuk, hingga sensasi tubuh terasa ringan atau melayang.
Meski demikian, reaksi setiap orang bisa berbeda karena dipengaruhi kondisi kesehatan, dosis konsumsi, serta cara pengolahan daun kelor.
Jika setelah mengonsumsi perasan daun kelor seseorang mengalami gejala berat seperti kebingungan, muntah, jantung berdebar, sesak napas, atau penurunan kesadaran, kondisi tersebut tidak dianggap normal dan perlu mendapatkan pemeriksaan medis.
Pada akhirnya, daun kelor tetap merupakan tanaman yang memiliki potensi manfaat kesehatan. Namun, konsumsi dalam jumlah wajar tetap penting karena bahan alami sekalipun dapat memberikan efek berbeda pada setiap tubuh.



















