Benarkah Anak Pintar Karena Faktor Ibu? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Lifestyle | Minggu, 7 Juni 2026
Anggapan bahwa kecerdasan anak lebih banyak diwariskan dari ibu masih sering terdengar di masyarakat. Namun, para ilmuwan menjelaskan bahwa kemampuan berpikir seseorang tidak ditentukan oleh satu faktor tunggal.
Kecerdasan merupakan hasil kombinasi antara faktor genetik dari kedua orang tua dan lingkungan tempat anak tumbuh.
Dalam ilmu genetika, kecerdasan termasuk polygenic trait, yaitu sifat yang dipengaruhi oleh banyak gen sekaligus. Artinya, kemampuan seperti berpikir, mengingat, belajar, dan memecahkan masalah tidak berasal dari satu gen tertentu saja.
Penelitian menunjukkan faktor keturunan dapat menyumbang sekitar 40–80 persen variasi kecerdasan, tergantung usia dan kondisi individu. Namun, gen bukanlah penentu mutlak karena potensi tersebut tetap dipengaruhi oleh pengalaman hidup.
Mengapa Ibu Sering Disebut Lebih Berpengaruh?
Salah satu alasan munculnya anggapan bahwa kecerdasan berasal dari ibu berkaitan dengan kromosom X.
Kromosom X membawa sejumlah gen yang berhubungan dengan perkembangan otak. Perempuan memiliki dua kromosom X, masing-masing berasal dari ibu dan ayah. Sementara laki-laki hanya memiliki satu kromosom X yang berasal dari ibu.
Karena itu, pada anak laki-laki, sebagian kontribusi gen terkait fungsi kognitif dari ibu bisa terlihat lebih dominan karena hanya memiliki satu kromosom X.
Namun, hal tersebut tidak berarti ayah tidak berperan. Ayah tetap memberikan kontribusi genetik penting melalui kromosom lain yang juga berpengaruh terhadap perkembangan otak.
Peran Gen Ibu dan Ayah dalam Otak Anak
Beberapa penelitian juga membahas fenomena genomic imprinting, yaitu kondisi ketika gen tertentu dapat lebih aktif atau tidak aktif tergantung asal orang tua.
Studi pada hewan menemukan bahwa gen yang berasal dari ibu cenderung lebih banyak berperan pada area otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif tingkat tinggi, seperti:
- Kemampuan berpikir kompleks
- Bahasa
- Logika
- Pengambilan keputusan
Sementara gen dari ayah dalam beberapa penelitian lebih banyak dikaitkan dengan bagian otak yang berhubungan dengan:
- Emosi
- Motivasi
- Respons dasar
Meski begitu, temuan tersebut belum berarti kecerdasan manusia hanya ditentukan oleh ibu atau ayah saja.
Lingkungan Juga Menentukan Perkembangan Kecerdasan
Selain faktor genetik, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan anak.
Beberapa faktor yang berperan antara lain:
- Nutrisi sejak masa kehamilan
Asupan gizi ibu selama mengandung berpengaruh terhadap perkembangan otak janin. - Stimulasi sejak dini
Interaksi, bermain, membaca, dan aktivitas belajar membantu membangun kemampuan kognitif. - Pendidikan dan pola asuh
Lingkungan yang mendukung dapat membantu anak mengembangkan potensi yang dimilikinya. - Kondisi sosial dan emosional
Anak yang tumbuh dalam lingkungan aman dan penuh dukungan cenderung memiliki perkembangan otak yang lebih optimal.
Ilmu epigenetik juga menunjukkan bahwa pengalaman hidup dapat memengaruhi bagaimana gen bekerja tanpa mengubah struktur DNA. Artinya, potensi bawaan masih bisa berkembang atau berubah melalui lingkungan dan kebiasaan.
Kesimpulan: Bukan Hanya Ibu, Bukan Hanya Ayah
Ibu memang memiliki peran tertentu dalam pewarisan gen yang berkaitan dengan perkembangan otak, terutama melalui kromosom X. Namun, kecerdasan anak tetap merupakan hasil gabungan kontribusi ibu, ayah, dan lingkungan.
Jadi, anak yang cerdas bukan hanya karena mewarisi gen tertentu, tetapi juga karena mendapatkan nutrisi, stimulasi, pendidikan, serta dukungan yang tepat selama masa tumbuh kembangnya.


















