Bentrokan Perbatasan Thailand–Kamboja Tewaskan Tiga Tentara Thailand
Internasional | Rabu, 10 Desember 2025
PIFA, Internasional - Sedikitnya tiga tentara Thailand dilaporkan tewas dalam bentrokan bersenjata dengan pasukan Kamboja di wilayah perbatasan kedua negara. Media Thailand menyebutkan konflik tersebut masih terus berlanjut sejak awal Desember.
Militer Thailand membenarkan bahwa tiga prajuritnya meninggal dunia dan 29 lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan pasukan Kamboja yang terjadi sejak 7 Desember. Informasi itu dilaporkan Thai Enquirer pada Selasa (9/12).
Sehari sebelumnya, sedikitnya tujuh warga sipil di Kamboja dilaporkan tewas akibat serangan udara jet tempur F-16 milik Thailand. Serangan udara tersebut kembali berlanjut pada Selasa, setelah Tentara Kerajaan Thailand menuduh pasukan Kamboja menembakkan artileri yang merusak dua rumah warga di wilayah Ban Khok Thahan pada Senin malam.
Sementara itu, pemerintah Kamboja membantah tudingan tersebut dan justru menuduh Thailand melakukan “operasi militer agresif” di wilayah kedaulatan Kamboja.
Hubungan kedua negara Asia Tenggara yang bertetangga itu diketahui memburuk sejak Juli lalu akibat sengketa perbatasan yang memicu sejumlah bentrokan fatal. Ketegangan sempat mereda setelah pada 26 Oktober pemimpin Thailand dan Kamboja menandatangani perjanjian gencatan senjata dan kesepakatan damai di Kuala Lumpur.
Kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Namun, insiden kekerasan kembali terjadi meski gencatan senjata telah disepakati.
Pada Senin, Presiden AS Donald Trump mendesak Thailand dan Kamboja untuk sepenuhnya menghormati perjanjian gencatan senjata dan segera mengakhiri konflik. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga menyerukan kepada kedua pihak agar menahan diri demi mencegah eskalasi lebih lanjut.




















