Bikin Auto Pangling, Modifikator Ini Bawa Nuansa Nostalgia Balap Legendaris di Modifikasi NMAX “TURBO”
Otomotif | Jumat, 5 Desember 2025
Bikin Auto Pangling, Modifikator Ini Bawa Nuansa Nostalgia Balap Legendaris di Modifikasi NMAX “TURBO”
Otomotif | Jumat, 5 Desember 2025








Lokal

Berita Lokal, PIFA - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Hary Agung Tjahyadi mengingatkan warga sekolah untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih. Hal Ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 juga potensi penyakit-penyakit lain, di tengah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang sudah bergulir di tahun ajaran baru ini. “Hindari kerumunan, tetap perilaku hidup bersih saat PTM berlangsung. Selain mencegah penularan infeksi Covid-19, juga mencegah wabah penyakit infeksi lainnya yang berdampak pada kesehatan anak-anak kita semua,” paparnya, Selasa (19/7/2022). Hary Agung menyampaikan, upaya perlindungan untuk mencegah penularan Covid-19 ketika berada di sekolah menjadi hal yang sangat penting dilakukan. Terlebih, kondisi negeri saat ini masih pandemi karena statusnya belum dicabut oleh pemerintah. “Penerapan proteksi yang sempurna untuk mencegah penularan Covid-19 ketika berada di sekolah merupakan hal yang sangat penting. Tentunya demi menjamin keamanan serta kesehatan dari tenaga pendidik dan juga para pelajar," jelasnya. Aktivitas sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA sudah dimulai sejak 11 Juli 2022 lalu. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberikan catatan penting soal taat prokes di tengah PTM 100 persen. Hal ini perlu dilakukan agar euforia PTM ini tidak menimbulkan kluster baru penularan Covid-19. Sekolah harus memperhatikan fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah misalnya, tempat cuci tangan beserta sabun, toilet yang bersih, dan disinfeksi seluruh ruangan sekolah. (ap)
Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL – Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat peningkatan jumlah kasus narkoba sepanjang tahun 2024. Sebanyak 126 kasus berhasil diungkap, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 108 kasus. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Adhe, dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar pada Senin (30/12/2024). "Kasus narkoba meningkat dibandingkan tahun lalu. Penangkapan yang dilakukan Satresnarkoba dari data tahun 2023 sebanyak 108 kasus, tahun 2024 naik menjadi 126 kasus,” ujarnya. Dari 126 kasus yang diungkap, dua di antaranya merupakan limpahan dari Ditresnarkoba Polda Kalbar. Rincian penanganan kasus tersebut adalah 98 kasus telah selesai, 16 kasus tahap satu, dan 12 kasus lainnya masih dalam proses penyidikan. Kemudian untuk tersangka sendiri, Polresta Pontianak telah menangkap sebanyak 169 pelaku yang terdiri dari 156 orang pria dan 13 orang wanita. Dengan menyita barang bukti berupa sabu seberat 908,66 gram atau 216 paket, ekstasi sebanyak 76 butir atau 31 gram, dan ganja 5 paket atau 1,6 Kg.Untuk para pelaku tersebut berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan berbeda. Terdiri dari PNS 1 orang, swasta 117 orang, wiraswasta 12 orang, mahasiswa 17 orang. Lalu ada buruh sebanyak 13 orang, pengangguran 6 orang, Polri 1 orang, tani atau nelayan 2 orang, ibu rumah tangga 8 orang, perangkat desa 1 prang dan honorer 1 orang.Dari 169 tersangka, rentang usia yang mendominasi kasus natkoba di Pontianak adalah 31-40 tahun sebanyak 69 orang. Lalu, usia dewas 18-25 tahun sebanyak 31 orang. Sementara di bawah umur 17 tahun ada 1 orangKapolresta Pontianak menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menekan angka peredaran narkotika di wilayah hukum Polresta Pontianak.
Lokal

Berita Pontianak, PIFA - Memasuki H+2 Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah saat ini semua pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas di Kota Pontianak sudah buka dan melayani masyarakat. “Saya inginkan kepada masyarakat jika ada keluhan jangan ragu untuk datang ke Puskesmas terdekat,”harap Kepala Bidang (Kabid) pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dadang Fitrajaya kepada RRI di Pontianak, Jum’at (5/5/2022) kemarin. Apalagi biasanya di hari Raya Idul Fitri masyarakat yang tidak terkontrol pola makannya yang cenderung mengkonsumsi makanan berlemak, manis-manis dan makanan berkarbohirat tinggi. Tidak heran di awal pelayanan lebaran ini sudah cukup banyak masyarakat yang berobat, ke puskesmas-puskesmas di wilayah kota Pontianak, ada yang pusing, diare dan sebagainya. “Apalagi di hari raya ini, mungkin kue-kue masih banyak, kosumsid aridaging-daging itu masih sering mungkin dipanaskan terus setiap hari, atau mungkin ada open house ada bakso dan semacamnya itu daging berlebih atau karbohidrat yang berlebih, ini juga bisa menjadi pemicu penyakit-penyakit yang menyebabkan seperti kolesterol, gula darah, ini memicu semua,”jelas Dadang Fitrajaya. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengendalikan kesehatan dann bijak dalam mengkonsumsi makanan serta jangan lupa menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Pontianak ini juga mengajak kepada masyarakat agar dalam mengkonsumsi makananan di hari lebaran diimbangi dengan pola makan yang gizinya seimbang. “Jangan lupa menu yang ada serat, dengan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan,” katanya. Dadang Fitrajaya memberikan Tip sehat makan disaat lebaran, yaitu menkonsumsi karbohidrat dengan setengah porsi dari menu, jika perlu seperempatnya saja dengan memperbanyak proteinnya. Selain itu kurangi minum minuman kaleng yang mengandung soda, gula, bahan kimia makanan serta pewarna dapat meningkatkan kadar gula di dalam darah, karena dapat memicu berat badan, dan jika dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan masalah yang lebih serius, seperti penyakit diabetes. (rs)