BNPB Masih Terima Laporan Karhutla di Aceh, Riau, dan Kalteng Meski Musim Hujan
Aceh | Sabtu, 17 Januari 2026
PIFA, Aceh – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menerima laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, meskipun sebagian daerah saat ini masih berada dalam musim hujan. Karhutla tercatat terjadi di Provinsi Aceh, Riau, dan Kalimantan Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kebakaran hutan dan lahan pertama kali dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sejak Kamis (15/1). Hingga saat ini, api dilaporkan belum sepenuhnya padam.
Berdasarkan data Pusdalops BNPB, kebakaran di Aceh Barat melanda lahan seluas sekitar 1,5 hektare yang berada di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya angin kencang serta keterbatasan sumber air yang lokasinya cukup jauh dari area kebakaran.
“Tim masih terus berjibaku melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak,” ujar Abdul Muhari.
Selain Aceh, karhutla juga dilaporkan terjadi di Provinsi Riau, tepatnya di Kota Dumai dan Kabupaten Siak. Berdasarkan laporan BPBD setempat, pada periode 1–16 Januari 2026, kebakaran lahan di Kota Dumai mencapai sekitar 3 hektare, sementara di Kabupaten Siak seluas 0,25 hektare. Dengan demikian, total luas lahan terbakar di Riau mencapai 3,25 hektare.
Abdul menjelaskan, penanganan karhutla di Riau dilakukan melalui operasi darat oleh tim gabungan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitarnya.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah. Api melalap lahan seluas sekitar enam hektare di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Kamis (15/1) siang.
“Berdasarkan laporan kondisi mutakhir, tim gabungan telah berhasil menjinakkan kebakaran di wilayah tersebut,” kata Abdul.
Dengan adanya rangkaian kejadian ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah dengan lahan gambut dan kawasan mineral terlantar yang rawan terbakar. Imbauan ini disampaikan meskipun curah hujan masih terjadi di sejumlah daerah dan berdasarkan laporan BMKG, puncak musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari.




















