Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Polisi Temukan Senjata Api di Balkon. iStockphoto

Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Polisi Temukan Senjata Api di Balkon. iStockphoto

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalBos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Polisi Temukan Senjata Api di Balkon

Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Polisi Temukan Senjata Api di Balkon

Nasional | Sabtu, 18 Juli 2026

Seorang pria berinisial WH (47), yang diduga merupakan bos sebuah perusahaan, ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/7) malam. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga menemukan sebuah senjata api di balkon kamar hotel yang ditempati korban.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan korban diketahui menginap di hotel tersebut dan sempat ditemani seorang saksi sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

"Bapak ini kan menginap di hotel. Terus di hotel ditemani sama saksi. Terus dicek ternyata ya meninggal dunia," kata Joko kepada wartawan, Jumat (17/7).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap korban tengah menghadapi persoalan rumah tangga dengan istrinya. Menurut Joko, korban sempat merasa bersalah dalam hubungan tersebut.

Meski demikian, komunikasi antara korban dan istrinya disebut telah membaik. Keduanya bahkan berencana memperbaiki hubungan rumah tangga mereka.

"Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki," ujarnya.

Pada hari kejadian, korban diantar sopir menuju hotel dan memutuskan menginap. Sopir kemudian menunggu di area parkir hotel.

Tak lama kemudian, istri korban datang ke hotel setelah menerima pesan WhatsApp yang berisi permintaan maaf dari suaminya. Rasa curiga terhadap isi pesan tersebut membuat sang istri memutuskan mendatangi lokasi.

"Iya, justru itu, sempat minta maaf. Kemudian kan WA, kemudian, istri kan curiga, istri datanglah ke hotel," kata Joko.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami temuan senjata api di balkon kamar hotel tersebut.

Rekomendasi

Foto: Disebut Rudy Mas'ud sebagai Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Jawab Begini | Pifa Net

Disebut Rudy Mas'ud sebagai Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Jawab Begini

Jabar
| Rabu, 30 April 2025
Foto: Polres Kayong Utara Gelar Panen Raya Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional | Pifa Net

Polres Kayong Utara Gelar Panen Raya Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Polres Kalbar
| Selasa, 3 Juni 2025
Foto: Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026: Skenario dan Hitungan Poin | Pifa Net

Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026: Skenario dan Hitungan Poin

Indonesia
| Rabu, 19 Maret 2025
Foto: Jakarta Bergetar, Ribuan Biker AEROX Banjiri Ruas Jalan Kota di Malam Hari | Pifa Net

Jakarta Bergetar, Ribuan Biker AEROX Banjiri Ruas Jalan Kota di Malam Hari

Jakarta
| Kamis, 13 Maret 2025
Foto: Sidang Praperadilan Hasto Memanas, Hakim Tegur Kuasa Hukum PDIP dan KPK | Pifa Net

Sidang Praperadilan Hasto Memanas, Hakim Tegur Kuasa Hukum PDIP dan KPK

Indonesia
| Selasa, 11 Februari 2025
Foto: Legenda Musik Indonesia Emilia Contessa Tutup Usia | Pifa Net

Legenda Musik Indonesia Emilia Contessa Tutup Usia

Indonesia
| Selasa, 28 Januari 2025
Foto: Ria Ricis Ungkap Pengalaman Dimintai Uang saat Lapor ke Polisi | Pifa Net

Ria Ricis Ungkap Pengalaman Dimintai Uang saat Lapor ke Polisi

Pifabiz
| Sabtu, 22 Februari 2025
Foto: Cole Palmer Pemain Terbaik, Chelsea Dominasi Penghargaan Individual Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 | Pifa Net

Cole Palmer Pemain Terbaik, Chelsea Dominasi Penghargaan Individual Piala Dunia Antarklub FIFA 2025

Sports
| Senin, 14 Juli 2025
Foto: Ini Lirik Full Lagu "Bayar Bayar Bayar" Band Sukatani yang Ditarik dari Peredaran | Pifa Net

Ini Lirik Full Lagu "Bayar Bayar Bayar" Band Sukatani yang Ditarik dari Peredaran

Indonesia
| Jumat, 21 Februari 2025
Foto: Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Jiwasraya | Pifa Net

Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Jiwasraya

Indonesia
| Minggu, 9 Februari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Bupati Muda: Ditangan Pemudalah Kita Berharap Indonesia Bisa Bangkit | Pifa Net

Bupati Muda: Ditangan Pemudalah Kita Berharap Indonesia Bisa Bangkit

Berita Kubu Raya, PIFA - Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun para pemuda pada tahun 1928 silam dalam Sumpah Pemuda, bahwa hanya dengan persatuan cita-cita bangsa dapat diwujudkan.  Dengan Tema “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”, menurut dia, sesungguhnya kalimat itu diperuntukkan bagi seluruh elemen bangsa.   “Tetapi bagi pemuda menjadi penting, karena di tangan pemudalah kita berharap Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujarnya, Kamis (28/10/2021). Muda juga mengatakan, jika generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras, dan kultur, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia.  Menurut dia, pemuda harus punya karakter dan kapasitas dalam menghadapi persaingan global.  “Untuk itu, momentum Sumpah Pemuda yang diperingati hari ini harus mampu menjadi perekat persatuan kita sebagai bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda,” tuturnya. Bagi Muda, persatuan bangsa Indonesia sejak 93 tahun silam ialah bukti bersatunya pemuda Indonesia.  Tanpa persatuan tersebut, bangsa Indonesia tidak akan dapat dinikmati hari ini.   “Persatuan pemuda di masa sekarang juga menjadi penentu kemajuan bangsa Indonesia hari ini dan tetap eksisnya bangsa Indonesia di di masa yang akan datang,” ucapnya.

Kubu Raya
| Kamis, 28 Oktober 2021

Sports

Foto: Tottenham Jadi Tim EPL Pertama yang Tersingkir dari Carabao Cup Usai Dikalahkan Fulham | Pifa Net

Tottenham Jadi Tim EPL Pertama yang Tersingkir dari Carabao Cup Usai Dikalahkan Fulham

PIFA, Sports - Pertandingan seru antara Fulham dan Tottenham berlangsung di Craven Cottage pada Rabu (30/8/2023) dini hari WIB. Pertandingan Carabao Cup ini berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah waktu normal, dan Fulham akhirnya mengalahkan Tottenham dalam adu penalti dengan skor 5-3. Tuan rumah, Fulham, berhasil unggul lebih dulu di menit ke-19 melalui gol bunuh diri dari Micky Van de Ven. Namun, Tottenham berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-56 melalui gol yang dicetak oleh Richarlison. Kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan sampai akhir waktu normal, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti untuk menentukan pemenangnya. Dalam adu penalti, Fulham menunjukkan performa yang solid. Seluruh penendang dari The Cottagers berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara itu, Tottenham hanya mampu mencetak gol sampai eksekutor keempat, dan Davinson Sanchez menjadi satu-satunya penendang yang gagal mencetak gol. Dengan hasil ini, Fulham berhasil mengamankan kemenangan 5-3 dalam adu penalti dan melangkah lebih jauh dalam kompetisi. Sementara Tottenham tersingkir dari Carabao Cup. Pertandingan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi para penonton, tetapi juga menegaskan kualitas dan semangat bertanding dari kedua tim. (hs)

Inggris
| Rabu, 30 Agustus 2023

Lifestyle

Foto: Tiga Anak Babi Dicuri dari Pameran Seni Kontroversial di Denmark, Apa Sebabnya? | Pifa Net

Tiga Anak Babi Dicuri dari Pameran Seni Kontroversial di Denmark, Apa Sebabnya?

PIFA.CO.ID, LIFESTYLE – Tiga anak babi yang semula dijadikan bagian dari pameran seni kontroversial di Denmark berhasil diselamatkan setelah seorang anak berusia 10 tahun membujuk ayahnya untuk bertindak.Pameran bertajuk “And Now You Care?” yang dibuka pada Jumat (1/3) di Kopenhagen oleh seniman Marco Evaristti bertujuan untuk mengkritik perlakuan buruk terhadap babi di industri peternakan. Namun, metode yang digunakan seniman asal Chili itu menuai kecaman. Dalam pameran tersebut, tiga anak babi dikurung di dalam kandang jerami dan kereta belanja dengan tujuan membiarkan mereka mati kelaparan sebagai bentuk protes terhadap praktik peternakan babi di Denmark, salah satu eksportir daging babi terbesar di dunia.Namun, rencana ini akhirnya digagalkan oleh Caspar Steffensen, seorang teman Evaristti, setelah putrinya yang masih kecil memohon kepadanya untuk menyelamatkan anak babi tersebut. Steffensen kemudian bekerja sama dengan kelompok hak asasi hewan De Glemte Danske (Orang Denmark yang Terlupakan) untuk menyelundupkan babi-babi itu dari galeri seni pada Sabtu (2/3) pagi."Ketika saya didekati oleh seorang aktivis untuk membantu membebaskan hewan-hewan itu, saya membiarkan mereka masuk ke galeri secara diam-diam," ujar Steffensen kepada Associated Press.Babi-babi tersebut, yang kemudian diberi nama Simon, Lucia, dan Benjamin, kini telah dibawa ke tempat yang aman oleh kelompok aktivis. De Glemte Danske menegaskan bahwa mereka tidak merusak atau mencuri harta benda lain selama aksi tersebut dan bahkan menghubungi polisi Kopenhagen untuk melaporkan tindakan mereka.Sementara itu, Evaristti awalnya kecewa dengan pencurian tersebut dan sempat melaporkannya ke polisi. Namun, setelah beberapa jam merenung, ia menyadari bahwa setidaknya anak-anak babi tersebut kini memiliki kesempatan untuk hidup bahagia.Pameran kontroversial ini sebelumnya telah menuai kritik tajam dari kelompok perlindungan hewan di Denmark. Birgitte Damm, juru bicara Perlindungan Hewan Denmark, mengungkapkan bahwa meskipun pesan yang ingin disampaikan Evaristti valid, cara yang digunakan sangat tidak manusiawi.“Kami memahami kemarahannya terhadap industri peternakan, tetapi membiarkan tiga anak babi kelaparan hingga mati bukanlah cara yang tepat. Itu ilegal dan merupakan bentuk penyiksaan terhadap hewan,” ujar Damm.Denmark merupakan salah satu produsen daging babi terbesar di dunia dengan produksi sekitar 28 juta babi per tahun. Industri ini menyumbang lebih dari 5% dari total ekspor negara tersebut.Menyusul insiden ini, Evaristti mengaku tengah mencari cara lain untuk menghidupkan kembali pamerannya tanpa harus menggunakan hewan hidup. Ia mempertimbangkan untuk menggunakan anak babi yang sudah mati dari pabrik pengolahan daging sebagai alternatif.Polemik seputar pameran ini menyoroti perdebatan panjang tentang kesejahteraan hewan di industri peternakan, sekaligus menunjukkan bahwa seni tetap menjadi alat provokasi yang mampu menggugah kesadaran publik.

Denmark
| Jumat, 7 Maret 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5