Ilustrasi Open A. Reuters

Ilustrasi Open A. Reuters

Berandascoped-by-BerandaTeknologiscoped-by-TeknologiBos Robotika Mundur, Kontroversi Kerja Sama OpenAI dengan Pentagon Makin Panjang

Bos Robotika Mundur, Kontroversi Kerja Sama OpenAI dengan Pentagon Makin Panjang

Teknologi | Selasa, 10 Maret 2026

PIFA, Tekno - Keputusan OpenAI bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat memicu polemik yang semakin meluas. Selain menuai kritik dari pengguna, perusahaan pengembang ChatGPT itu kini juga ditinggalkan salah satu tokoh penting dalam timnya.

Caitlin Kalinowski, yang memimpin divisi hardware dalam tim robotika OpenAI, mengumumkan pengunduran dirinya melalui unggahan di platform X. Dalam pernyataannya, ia juga mengkritik keputusan perusahaan menjalin kerja sama dengan Pentagon.

Menurut Kalinowski, keputusan tersebut dilakukan terlalu cepat tanpa kajian mendalam mengenai mekanisme pengamanan yang diperlukan.

“Pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan otonomi mematikan tanpa izin manusia adalah batas-batas yang layak mendapat pertimbangan lebih dari yang diberikan,” tulis Kalinowski dalam unggahannya, seperti dikutip dari Engadget, Senin (8/3).

Ia menilai pengumuman kerja sama itu dilakukan secara tergesa-gesa tanpa adanya batasan yang jelas, dan menyebut hal tersebut sebagai persoalan serius dalam tata kelola perusahaan.

OpenAI telah mengonfirmasi pengunduran diri Kalinowski. Perusahaan menyatakan memahami bahwa berbagai pihak memiliki pandangan berbeda terkait isu tersebut.

Dalam pernyataannya, OpenAI menegaskan kerja sama dengan Pentagon bertujuan menciptakan jalur penggunaan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab dalam bidang keamanan nasional.

“Kami yakin kesepakatan kami dengan Pentagon menciptakan jalur yang dapat diterapkan untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam keamanan nasional, sambil menegaskan batas-batas kami: tidak ada pengawasan domestik dan tidak ada senjata otonom,” kata perusahaan.

Pengunduran diri Kalinowski menjadi salah satu dampak paling mencolok dari keputusan OpenAI menandatangani kerja sama dengan Pentagon.

Langkah tersebut diambil setelah perusahaan AI lain, Anthropic, menolak permintaan untuk melonggarkan pembatasan terkait penggunaan AI dalam pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom.

Meski demikian, CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyatakan akan merevisi kesepakatan dengan Departemen Pertahanan untuk memastikan tidak ada penyadapan terhadap warga Amerika Serikat.

Kontroversi ini juga memicu gelombang kritik dari pengguna ChatGPT. Di berbagai forum daring seperti Reddit, sejumlah pengguna bahkan membagikan panduan cara menghapus akun dan data mereka sebagai bentuk protes terhadap keputusan perusahaan.

Sebagian pengguna menilai langkah OpenAI bekerja sama dengan militer Amerika Serikat sebagai tindakan yang mengabaikan aspek etika dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Rekomendasi

Foto: Pelatih Bahrain Sindir Timnas Indonesia Soal Pemain Keturunan | Pifa Net

Pelatih Bahrain Sindir Timnas Indonesia Soal Pemain Keturunan

Indonesia
| Selasa, 25 Maret 2025
Foto: Timnas Putri U-20 Bungkam Turkmenistan 4-0, Gagal Lolos ke Piala Asia 2026 | Pifa Net

Timnas Putri U-20 Bungkam Turkmenistan 4-0, Gagal Lolos ke Piala Asia 2026

Sports
| Selasa, 12 Agustus 2025
Foto: Sering Mengalami Kesemutan? Kenali 10 Penyebab dan Cara Mengatasinya | Pifa Net

Sering Mengalami Kesemutan? Kenali 10 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Indonesia
| Jumat, 28 Februari 2025
Foto: Pj Gubernur Kalbar Tegaskan Sanksi Disiplin untuk SMAN 1 Mempawah Terkait Lalai Pengisisan PDSS | Pifa Net

Pj Gubernur Kalbar Tegaskan Sanksi Disiplin untuk SMAN 1 Mempawah Terkait Lalai Pengisisan PDSS

Mempawah
| Jumat, 7 Februari 2025
Foto: Brace Endrick Bawa Real Madrid Bungkam Celta Vigo 5-2 di 16 Besar Copa del Rey | Pifa Net

Brace Endrick Bawa Real Madrid Bungkam Celta Vigo 5-2 di 16 Besar Copa del Rey

Spanyol
| Jumat, 17 Januari 2025
Foto: Ketua PSSI: Sepak Bola Harus Jadi Pemersatu, Bukan Pemecah | Pifa Net

Ketua PSSI: Sepak Bola Harus Jadi Pemersatu, Bukan Pemecah

Indonesia
| Sabtu, 1 Maret 2025
Foto: Alasan Korea Utara Bisa Bantai Indonesia 6-0 di Perempat Final Piala Asia U-17 | Pifa Net

Alasan Korea Utara Bisa Bantai Indonesia 6-0 di Perempat Final Piala Asia U-17

Indonesia
| Kamis, 17 April 2025
Foto: Alex Pastoor Ungkap Ajakan Patrick Kluivert Soal Tukangi Timnas Indonesia | Pifa Net

Alex Pastoor Ungkap Ajakan Patrick Kluivert Soal Tukangi Timnas Indonesia

Indonesia
| Kamis, 23 Januari 2025
Foto: Harry Kane Dirumorkan Balik ke Liga Inggris, Tapi Bukan Klub Lamanya | Pifa Net

Harry Kane Dirumorkan Balik ke Liga Inggris, Tapi Bukan Klub Lamanya

Inggris
| Senin, 24 Maret 2025
Foto: Hasto kepada Kader PDIP: Jaga Ibu Megawati Soekarnoputri! | Pifa Net

Hasto kepada Kader PDIP: Jaga Ibu Megawati Soekarnoputri!

Indonesia
| Rabu, 26 Februari 2025

Berita Terkait

Teknologi

Foto: Psikolog Sebut Dorongan Bagikan Konten di Medsos Sering Demi Validasi Sosial | Pifa Net

Psikolog Sebut Dorongan Bagikan Konten di Medsos Sering Demi Validasi Sosial

PIFA, Tekno - Psikolog klinis Ratih Ibrahim mengungkapkan bahwa kebiasaan membagikan informasi di media sosial sering kali berakar pada kebutuhan mendapatkan perhatian dan validasi sosial. Tanpa pemahaman dan kontrol diri yang baik, kebiasaan tersebut bisa berujung pada dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam wawancara bersama ANTARA, Rabu (4/6), Ratih menekankan bahwa tindakan membagikan konten yang tidak sensitif, seperti video atau foto kecelakaan, dapat menyakiti keluarga korban, menggiring opini publik ke arah yang keliru, hingga menimbulkan trauma sekunder bagi penonton. “Menyebarkan konten sensitif, apalagi yang terkait dengan tragedi atau kekerasan, bisa sangat melukai pihak yang terdampak secara langsung,” jelas Ratih yang merupakan lulusan Universitas Indonesia. Ia mengajak masyarakat, khususnya pengguna aktif media sosial, untuk meningkatkan empati sebagai cara utama menekan kebiasaan membagikan informasi secara berlebihan atau "oversharing". Menurutnya, empati harus menjadi landasan dalam setiap interaksi digital, apalagi di tengah arus informasi yang sangat cepat dan tidak terbendung. Empat Langkah Menahan Dorongan Membagikan Konten Ratih membagikan beberapa langkah praktis untuk membantu individu mengendalikan dorongan membagikan konten di media sosial: Jeda Sebelum Mengunggah Luangkan waktu sejenak untuk bertanya pada diri sendiri, “Apakah konten ini perlu dibagikan?” dan “Apa dampaknya dalam jangka panjang?”. Kebiasaan ini penting untuk mencegah tindakan impulsif yang bisa berdampak buruk. Refleksi Diri Ratih menyarankan untuk membayangkan perasaan kita jika berada di posisi orang dalam konten. “Apa yang kita rasakan jika wajah kita dipublikasikan saat sedang mengalami kecelakaan?” ujarnya. Pentingnya Menjaga Privasi Kesadaran akan pentingnya privasi, terutama dalam situasi kritis, harus terus diingat. Banyak orang tidak menyadari bahwa satu unggahan bisa mengganggu proses pemulihan korban atau mengusik privasi keluarga. Pertimbangkan Dampak Tindakan Setiap unggahan di media sosial dapat berdampak pada individu lain di dunia nyata. Oleh karena itu, penting untuk memikirkan konsekuensi dari tindakan digital terhadap orang-orang yang terlibat dalam informasi tersebut. Empati Sebagai Kunci Ratih mengingatkan bahwa empati tidak hanya penting saat berhadapan langsung dengan penderitaan seseorang, tetapi juga saat melihat konten di media sosial. “Berempati berarti menyadari bahwa penderitaan bukanlah tontonan atau konsumsi publik. Itu hal yang seharusnya ditangani dengan hati-hati,” katanya. Ia menegaskan bahwa menahan dorongan untuk menyebarkan kembali konten sensitif adalah bentuk nyata dari empati. “Kita bisa memilih untuk tidak membagikannya, sebagai wujud menghormati martabat dan hak privasi orang lain,” imbuhnya. Kebiasaan oversharing di media sosial bukan hanya masalah etika, tetapi juga menyangkut tanggung jawab sosial. Ratih mengajak pengguna media sosial untuk menjadi pribadi yang lebih reflektif dan bijaksana, serta menjadikan empati sebagai panduan utama dalam berinteraksi di dunia digital.

Tekno
| Kamis, 5 Juni 2025

Politik

Foto: Kaesang Pangarep Tersenyum Ditanya Soal Larangan Jokowi Maju Pilgub DKI 2024 | Pifa Net

Kaesang Pangarep Tersenyum Ditanya Soal Larangan Jokowi Maju Pilgub DKI 2024

PIFA, Politik - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep hanya tersenyum saat ditanya mengenai kabar bahwa ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), melarangnya maju di Pilgub DKI Jakarta 2024. Momen tersebut terjadi setelah Kaesang bertemu dengan bakal calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (4/6). Kaesang awalnya melayani pertanyaan wartawan terkait Pilgub DKI Jakarta. Bahkan, ia kembali ke ruang jumpa pers setelah mengantar Khofifah untuk menjawab pertanyaan lebih lanjut. "Saya kan sudah tahu pertanyaan teman-teman seputar Pilkada DKI. Ya atau enggak?" ujar Kaesang. Kaesang menambahkan bahwa dirinya memang berpeluang maju di Pilgub DKI setelah putusan Mahkamah Agung (MA). Namun, ia menyebut masih ada sejumlah proses hingga aturan itu diberlakukan. Selain itu, ia juga menyinggung perolehan kursi PSI di DPRD DKI Jakarta yang berjumlah 8 kursi, yang memungkinkan PSI untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur di DKI Jakarta. "Kalau ditanya saya maju atau tidak, tunggu kejutannya di bulan Agustus," ucap Kaesang. Namun, ketika wartawan menanyakan bagaimana tanggapan Kaesang soal kabar bahwa Jokowi melarangnya maju di Pilgub DKI Jakarta, Kaesang hanya tersenyum dan menyudahi wawancara. "Ya saya kira itu saja ya, sudah," kata Kaesang seraya meninggalkan barisan wartawan. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa Jokowi tidak ingin Kaesang maju di Pilgub DKI Jakarta 2024. "Tadi saya tanya sama Bapak barusan habis rapat, 'Pak gimana kalau Kaesang maju Wagub Jakarta?', 'Waduh' gitu, 'jangan Pak Zul' katanya," ujar Zulhas di Kantor DPP PAN, Jakarta, Senin (3/6).

Jakarta
| Rabu, 5 Juni 2024

Lokal

Foto: Gelar Seminar Ilmiah Nasional, DJP Kalbar Peringati Hari Pajak Nasional Ke-77 | Pifa Net

Gelar Seminar Ilmiah Nasional, DJP Kalbar Peringati Hari Pajak Nasional Ke-77

Berita Lokal, PIFA - Kantor Wilayah( KANWIL)  Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat gelar Seminar Ilmiah Nasional dengan memperingati hari Pajak Nasional Ke-77, Kamis, 14 Juli 2022. Adapun tema yang di usung “Semangat Dalam Kebersamaan, Pulihkan Ekonomi” di Balroom Hotel Mahkota Pontianak. Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan, Kanwil Kalbar jangan hanya mengejar pajak untuk negara tetapi harus sinergi untuk pajak Daerah. “Saya rasa harus Sinergitas terutama dalam Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) agar pajak tersebut guna membangun daerah,” ungkapnya Diktakanya lagi, banyak sekali belum termasuk pajak seperti Kratom mempunyai nilai ekspor 300-500 miliar pertahunnya dan Boxit Ekspor mentah tidak tercatat di transaksi. “Tidak hanya itu seperti Boxit ekspor mentah produksi barang jadi mempunyai nilai tambah 19 kali dan itu membawa kesejahteraan kepada masyarakat,” jelasnya. Kepala Kepala Kanwil DJP Kalbar Ir. Kurniawan Nizar, M.Si. , mengatakan, penerimaan perpajakan di APBN 2022 ini menyumbang RP 1.510 Triliun atau 81% dari seluruh pendapatan negara sebesar Rp 1.846 Triliun.  “Nantinya akan digunaman untuk pemanfaatan belanja negara sebesar Rp 2.714 triliun, yang digunakan untuk keperluan belanja. Seperti anggaran kesehatan mencapai Rp 255,4 Triliun,perlindungan sosial mencapai Rp 431,5 Triliun,Pendidikan mencapai Rp 542,8 Triliun, serta pembangunan infrastruktur sebesar Rp 365,8 Triliun,” katanya. Ia menambahkan, pada Januari hingga Juni 2022 kami telah berhasil mencatat realisasi Penerimaan Pajak Penghasilan atau PPH final sebanyak Rp 717 Miliar dari total 6.372 wajib pajak yang memanfaatkan program ini atau hampir 10 persen dari total target penerimaan pajak Kanwil DJP Kalbar 2022.  Kurniawan Nizar ia berharap, melalui program reformasi perpajakat ini, kedepannya Direktorat Jenderal Pajak akan menjadi organisasi modern yang dapat di andalkan. “Terutama di percaya seluruh para Stakeholders, serta dapat memenuhi amanah dalam mrnghimpun Penerimaan Negara demi pembangunan Indonesia pada umumnya dan khususnya Provinsi Kalbar,” jelasnya. (RS)

Kalbar
| Minggu, 17 Juli 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5