BTS Umumkan Konser Dua Hari di Jakarta pada Desember 2026
Pifabiz | Rabu, 14 Januari 2026
BTS. (Instagram)
Pifabiz | Rabu, 14 Januari 2026










Lokal

PIFA.CO.ID, PONTIANAK - Beredar di WhatsApp sebuah foto surat pengunduran diri Rokidi yang mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar. Surat tersebut pun sempat bikin heboh di kalangan perbankan dan warga Kalbar.Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan membenarkan jika Rokidi mundur sebagai Dirut Bank Kalbar. Namun, Norsan mengaku belum menerima surat pengunduran diri Rokidi.“Jadi beliau memang sudah mengundurkan diri dan sudah mengajukan surat cuman suratnya belum sampai ke saya,” ujarnya saat ditemui, Selasa (8/4/25).Untuk memastikan isu tersebut, Ria Norsan mengatakan dirinya bahkan sempat menghubungi Rokidi via telfon terkait pengajuan surat pengunduran dirinya itu.“Tadi malam saya telfon (dia) juga, Pak rokidi ada ngajukan surat ke? Katanya ada ke komisaris. Tapi belum sampai ke saya suratnya,” katanya.Sementara itu dilain tempat, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harrison mengatakan sampai saat ini Rokidi masih aktif menjabat sebagai Dirut Bank Kalbar"Saya belum membaca atau menerima surat tembusan pengunduran diri dari Dirut Bank Kalbar. Tapi kalau memang ada, kewenangan menerima atau menolak pengunduran diri itu ada di Pak Gubernur sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank Kalbar," jelas Harisson, Senin (7/4). Menurutnya, proses pemberhentian Direksi Bank Kalbar tidak bisa serta merta setelah pengajuan surat pengunduran diri oleh Direksi. Ada tahapan yang harus dilalui sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kalau pengunduran diri itu disetujui oleh Gubernur, maka Pemprov wajib membentuk panitia seleksi (pansel) untuk menjaring calon direksi. Prosesnya nanti juga akan melalui fit dan proper test oleh OJK," ujarnya.Dalam penjelasan Harisson, Bank Kalbar sekarang ini memiliki 3 Direksi yaitu Direktur Utama, Direktur Pemasaran dan Direktur Kepatuhan. Menurut peraturan OJK apabila jumlah direksi menjadi kurang dari tiga akibat salah seorang direksi dalam hal ini Direktur Utama mengundurkan diri, maka Rokidi harus tetap menjabat hingga penggantinya resmi ditetapkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)."Kalau direksinya kurang dari tiga, Pak Rokidi harus tetap mengawal proses pencalonan pengganti dirinya. Karena sesuai ketentuan, komposisi minimal direksi itu tiga orang," jelas Harisson.Jadi, meskipun misalnya surat pengunduran diri sudah diajukan, prosesnya tidak bisa langsung diberhentikan seketika. “Rokidi tetap menjabat sampai ada pengganti yang lolos Fit and Proper Test OJK dan ditetapkan di RUPS sebagai Direktur Utama. Hal ini bisa memakan waktu paling tidak selama tiga bulan," tambahnya.Seperti diketahui, pengunduran diri Direksi Bank Pembangunan Daerah seperti Bank Kalbar diatur dalam POJK 17/2023 dan Permendagri 37/2018. Pasal 12 dalam aturan tersebut menyebutkan bahwa, anggota direksi boleh mundur lewat pemberitahuan tertulis. Namun, jika itu menyebabkan jumlah direksi kurang dari tiga, maka RUPS harus menetapkan pengunduran diri tersebut sah setelah ada direksi baru yang ditunjuk. “Jadi intinya permohonan pengunduran diri itu yang berhak menerima atau menolak nya adalah Gubernur selaku pemegang saham pengendali,” pungkasnya.
Lokal

PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, telah menyerahkan bantuan kepada 38 kelompok nelayan di wilayahnya. Penyerahan bantuan ini dilakukan pada hari Selasa, 19 September 2023, di Hotel Gardenia Kubu Raya. Kelompok penerima bantuan terdiri dari 27 kelompok nelayan yang bergerak di bidang perikanan budi daya dan 11 kelompok nelayan perikanan tangkap. Bantuan yang diberikan kepada kelompok nelayan budi daya meliputi paket sarana budi daya dan paket pakan ikan. Sedangkan untuk kelompok nelayan tangkap, mereka menerima paket lengkap perahu bermotor dan paket alat penangkapan ikan. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya, Hefmi Rizal, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi hasil perikanan dan kegiatan berusaha di sektor kelautan dan perikanan di Kubu Raya. Hal ini mencakup perikanan budi daya, perikanan tangkap, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan. Hefmi juga mencatat bahwa produksi perikanan di Kubu Raya terus meningkat dari tahun 2019 hingga 2022. Pada tahun 2022, produksi mencapai 29.822,61 ton, meningkat sebesar 12,17 persen dari tahun sebelumnya. Konsumsi ikan di Kubu Raya juga terus meningkat setiap tahunnya. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya ikan secara berkelanjutan dengan bantuan sistem data yang baik. Dia menganggap Kubu Raya sebagai daerah strategis yang memiliki peluang pasar dan produk yang dihasilkan. Muda menyatakan bahwa sistem data yang baik sangat membantu dalam penyaluran bantuan kepada nelayan. Data yang akurat, mutakhir, dan berbasis peta ruang kebumian (geospasial) memungkinkan pemberian bantuan yang tepat sasaran, serta memberikan peluang untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut, termasuk dari CSR (Corporate Social Responsibility) dan pembiayaan. Muda juga menekankan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada daerah yang memiliki sistem data yang baik, karena ini memastikan ketepatan sasaran dalam program-program pembangunan. Dengan sistem informasi data berbasis geospasial yang dimiliki Kubu Raya, semua bantuan dan program akan ter-update secara efektif. Dengan langkah-langkah seperti ini, sektor perikanan di Kubu Raya diharapkan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu yang tertinggi se-Kalimantan Barat. (yd)
Lokal

PIFA, Lokal - Banjir kembali melanda Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, akibat meluapnya Sungai Banyuke Hulu setelah diguyur hujan deras beberapa hari terakhir. Genangan air mencapai ketinggian antara 70 hingga 80 sentimeter dan mulai merendam sejumlah jalan serta rumah warga sejak Minggu sore (24/11/2024).Pantauan di lapangan oleh anggota Samapta Polsek Menyuke, Brigadir Polisi Herry Setyawan, menunjukkan beberapa titik terdampak banjir, termasuk Jalan Raya Bengkayang-Darit di Desa Darit, Desa Ansang, dan Desa Songga. “Ketinggian air masih naik, namun belum signifikan untuk rumah untuk rumah warga yang terdampak banjir sekitar 60 buah rumah untuk korban blum ada,” ujar Brigadir Herry.Meskipun kondisi saat ini terpantau stabil, pihak kepolisian mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Banyuke untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.“Bukan tidak mungkin banjir susulan dapat terjadi mengingat masih seringnya intensitas hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir,” tambah Brigadir Herry. (ad)